Kind: captions Language: id [Musik] He. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] la [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu. Saya ucapkan selamat datang pada webinar peran pemodelan kualitas sungai Kual KW dan WASP dalam persetujuan teknis Kamis 11 Agustus 2022. Di hari yang cerah ini saya ingin memperkenalkan diri. Perkenalkan saya Tia. Saya akan memandu webinar hari ini. Sebelum sebelum memulai pelatihan, ada baiknya kita melakukan doa terlebih dahulu. Doa dipersilakan menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Dipersilakan. Doa dicukupkan. Sebelum kita memulai webinar, ada baiknya kita menyanyikan terlebih dahulu lagu Indonesia Raya. Maka dari maka dari itu Bapak dan Ibu dipersilakan untuk menyanyikan lagu [Musik] Indonesia tanah airku. Karena sanalah aku berdiri jadilah kuan Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah air. Marilah kita bersaru Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, bangsaku, danku semuanya. Bangunlah jiwanya, bangunlah untuk Indonesia Raya. Indonesia Raya merdeka merdeka anakku negeriku yang kucinta Indonesia Raya merdeka, merdeka hiduplah Indonesia Raya [Musik] merdeka merdeka tanahku negeriku yang kua Indonesia Raya merdeka, merdeka hiduplah Indonesia Raya. Baik, terima kasih kepada Bapak dan Ibu. Sebelum kita masuk ke pembahasan materi, saya ingin memperkenalkan terlebih dahulu lembaga pelatihan kami. Kami merupakan Ecoedo.id. Eh, kami merupakan anak dari eh PT Ges yaitu Ganesa Environmental and Energy Service Services. Kami menyelenggarakan pelatihan-pelatihan tentang lingkungan yang berfokus pada pelatihan lingkungan hidup. Pelatihan ini juga diselenggarakan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia secara individu maupun instansi. Jasa pelayanan pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintah, perorangan, pemerhati lingkungan, dan pihak lain yang ingin meningkatkan kompetensi lingkungan. Untuk pelatihan kami yang kami selenggarakan di sini kami membagi empat. Ada dokumen yang terdiri dari dokumen KLHS dan dokumen RPPLH dan AMDAL ada dasar-dasar AMDAL, kemudian untuk pertek air limbah, pertek emisi udara, serta pertek B3. Dan untuk sistem informasi geografis, kami menyediakan pelatihan sistem informasi geografis dasar. Kemudian sistem informasi geografis lanjutan yaitu remote sensing. Untuk pemodelan kita menyediakan sistem dinamik, perhitungan emisi GRK, pemodelan kualitas air sungai, serta pemodelan dispersi udara. Berikut merupakan kalender pelatihan kami. Ee nanti akan dikirimkan ke grup masing-masing ya, Bapak, Ibu. Ee di sini kami melakukan pelatihan secara rutin setiap minggu pada setiap bulan di tahun 2022. Berikut merupakan pelatihan yang mungkin akan ee berhubungan dengan ee kapasitas Bapak dan Ibu yang hadir pada hari ini. Terdiri dari persetujuan teknis air limbah serta pelatihan pemodelan kualitas air kual KW dan WASP yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus dan bulan Oktober. Berikut merupakan testimoni dari para alumni kami. Ee dengan adanya pelatihan Ecoedu, kami sangat berharap Bapak dan Ibu bisa bergabung pada pelatihan kami serta meningkatkan kompetensi pada bidang lingkungan. Baik, untuk agenda selanjutnya ee saya akan ee terdapat sambutan dari ketua pelaksana webinar Equedu. Ee dipersilakan untuk Bapak Satriandi untuk menyampaikan pembukaannya. Ee baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi kepada Bapak Ibu sekalian. Pertama-tama saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak, Ibu sekalian yang telah berkenan untuk mengikuti webinar Ekoedu pada hari Kamis tanggal 11 Oktober Agustus 2022. Dan mungkin ini merupakan webinar pertama Ecoedu pada tahun 2022 ini. Dan saya sangat mengapresiasi antusiasme dari ratusan orang pendaftar yang tentunya di luar dari ekspektasi kami sebagai panitia pelaksana. Akhir kalimat, semoga webinar Eko ini dapat bermanfaat serta mampu meningkatkan wawasan dan juga semakin ee mengenalkan lembaga pelatihan kami yaitu.id sebagai salah satu lembaga pelatihan lingkungan di Indonesia. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waktu dan tempat saya persahkan kepada ee moderator. Silakan. Terima kasih banyak kepada Pak Satriandi setelah memberikan kata sambutannya. Maka dari itu saya ucapkan selamat datang kepada Bapak dan Ibu peserta yang sudah menyempatkan hadir pada pagi hari ini pada webinar yang kami selenggarakan ini. Mungkin sekedar informasi untuk webinar yang ee sekarang berlangsung ini merupakan webinar pertama kali di tahun 2022. Semoga untuk ke depannya kami bisa bertemu Bapak dan Ibu lagi di kesempatan selanjutnya. Untuk runtutan acara kita hari ini terdapat pembukaan. Yang kedua adalah paparan webinar dan yang ketiga adalah tanya jawab dan diskusi serta penutupan. Mungkin sebelum kita ee melanjutkan ke paparan webinar, saya ingin menyapa terlebih dahulu Bapak dan Ibu yang ada di ruangan Zoom ini. Mungkin saya akan sapa satu-satu di sini. Mungkin ada Ibu Fransina. Selamat pagi, Ibu. Sepertinya suaranya belum masuk, tapi ee selamat pagi, Bu. Ee sangat senang sekali ee Ibu bisa hadir di sini. Kemudian di sini juga ada Bapak Widya Iswara dari BD LHK. Selamat pagi, Bapak. Ee pagi, Mbak. Nama saya bukan Bapak Widya Iswara ya, itu posisi saya. Sor nama saya Badrul Hudarusin. Oh, iya. Selamatih. Selamat pagi. Selamat pagi. Selamat pagi. Semoga bisa mengikuti pelatihan. Kemudian di sini juga ada ee Ibu Elic. Selamat pagi, Ibu. Ibu Elis Martanti. Iya, selamat pagi Ibu dari instansi mana, Bu? Mungkin bisa memperkenalkan dirianahan dan lingkungan hidup Kabupaten Balangan. Selamat datang, Ibu pada pelatihan hari ini. Di sini juga ada Pak Mas Habi. Selamat pagi, Bapak. Selamat pagi, Pak. Perkenalkan saya dariara lembaga lingkungan di Lampung. Baik, mungkin ee untuk ke depannya kita mungkin bisa berkenalan lebih lanjut pada saat ee pemaparan materi. Nanti Bapak dan Ibu apabila ada pertanyaan nanti kami akan mengirimkan link untuk ee pertanyaan-pertanyaan yang akan dipaparkan sehingga nanti untuk kegiatan paparan materinya tidak akan terganggu. Baik, mungkin ee saya akan lanjut ke paparan selanjutnya. Untuk eh topik bahasan hari ini yang akan dibahas adalah mengenai peran pemodelan kual KW serta WSP pada persetujuan teknis air limbah yang akan dibawakan oleh Bapak Dr. Engering Asep Sofyan, MT dari dosen Teknik Lingkungan ITB. Mungkin sebelumnya saya ingin memperlihatkan terlebih dahulu terkait dengan ee profil dari Bapak Asep Sofyan ini. Ee beliau merupakan ee lahir pada Jakarta, 30 September 1971. Beliau merupakan ee memiliki datar pendidikan dari Sarjana Teknik Program Studi Lingkungan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung. Kemudian mengambil Magister Teknik pada program pasca sarjana teknik Lingkungan ITB dan melanjutkan untuk dokter of engineering pada doktoral program of environment and life engineering Toyohasi University of Technology Jepang pada tahun 2007. Saat ini beliau merupakan dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan untuk program studi Teknik Lingkungan di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung. Bapak dan Ibu mungkin bisa mengontak beliau pada nomor kantor yang terterah, kemudian email serta F yang tertera juga. Berikut merupakan bidang keahlian dari Pak Asep Sofyan. Beliau merupakan eh ahli manajemen lingkungan untuk dokumen LCA, kemudian untuk KLHs, AMDAL sistem manajemen lingkungan, serta risiko perubahan iklim. Beliau juga merupakan ahli dalam ekonomi lingkungan pada bagian ekonomi hijau serta valuasi lingkungan. Dan untuk pemodelan lingkungan, beliau merupakan ahli untuk pemodelan pencemaran udara, pemodelan pencemaran air. Untuk pengalaman profesional yang dimiliki oleh Bapak Asep Sofyan ini pada tahun 2021, beliau merupakan ahli lingkungan pada pekerjaan penyusunan indikator ekonomi hijau bekerja untuk BAPENS RI. Kemudian di tahun 2021 beliau menjadi ahli lingkungan pada penyusunan draf Permen LHK tentang WPMU wilayah perlindungan dan pengelolaan mutu udara untuk KLHK Republik Indonesia. Dan tahun 2020 sebagai ahli lingkungan pada pelatihan pemodelan Sungai Wspungai Citarum bekerja sama dengan BPEDA Jawa Barat. Tahun 2019 beliau menjadi ahli lingkungan pada pekerjaan pedoman dana penanggulangan kerusakan, pencemaran dan badan pengelola dana lingkungan hidup bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Tahun 2019 beliau merupakan ahli lingkungan pada pedoman enam muatan kajian lingkungan hidup strategis untuk rencana tata ruang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Baik, mungkin untuk kurikulum VIT-nya sudah saya bacakan. Di sini sudah hadir Pak Asep Sofyan. Mungkin saya ingin menyapa terlebih dahulu. Selamat pagi Bapak Asep. Selamat pagi, Pak. Oke, selamat pagi Mbak Tia. Ee selamat pagi Bapak Ibu semua. Ee senang sekali kita bisa berjumpa lagi di forum yang berbahagia ini. Bagaimana Bapak ee hari ini? Sehat, Pak? Alhamdulillah sehat. Untuk saat ini kesibukannya sedang mengerjakan tugas apa, Pak? Mungkin kalau misalnya saya boleh tahu. I tanggal 22 Agustus ini kan ee ITB sudah mulai ada perkuliahan ee offline ya. Jadi sudah mulai ramai di kampus menyiapkan ee kuliah semester ini. Baik, ee mungkin tanpa membuang banyak waktu ya, saya persilakan untuk ee Pak Asep untuk memaparkan materi. Untuk Pak Asep apakah sudah siap untuk menyampaikan materi? Baik ee mohon izin saya untuk menyampaikan ee file ya ee pada pagi hari ini. Ee bagaimana Mbak Tia? Sudah terlihat. Sudah terlihat, Pak. Oke. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu yang terhormat, ee pertama saya ucapkan terima kasih ya kepada Eko Edu yang telah mengundang saya untuk menjadi pembicara dalam webinar pada pagi hari ini. Ee webinar kita berjudul ee peran pemodelan Kualitas Sungai, Waltuke, dan WASP dalam Persetujuan Teknis Air Limbah. Nah, ee saya membagi paparan menjadi beberapa bagian. Untuk yang pertama ee tentang dasar peraturan perundangan. Kita akan review ee perubahan pengaturan AMDAL dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan juga pengertian persetujuan teknis pembuangan air limbah. Nah, sebagaimana Bapak Ibu ketahui bahwa ee telah ada Undang-Undang Cipta Kerja ya, Undang-Undang 11 2020 yang intinya adalah ee mengubah nomenklatur perizinan ya. Jadi saya bacakan di sini. Ini saya ambil dari KLHK 2021 ya, dari paparan KLHK. Secara prinsip dan konsep perubahan ini tidak mengubah konsep pengaturan sebelumnya. perubahan lebih diarahkan untuk penyempurnaan kebijakan dalam aturan pelaksanaannya sesuai dengan tujuan Undang-Undang Cipta Kerja yang memberikan kemudahan kepada setiap orang dalam memperoleh persetujuan lingkungan namun dengan tetap memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Kemudian ee kalau kita lihat ya, bagi Bapak Ibu yang sudah ee terbiasa dengan ee AMDAL dengan regulasi lingkungan pasti tahu ya bahwa ee sebelumnya kita diatur oleh Undang-Undang 329 dan PP-nya adalah PP 27217. Nah, di regulasi sebelum Undang-Undang Cipta Kerja ini ada yang disebut dengan izin lingkungan. Nah, sekarang izin lingkungan ini sudah tidak ada karena sudah diintegrasikan dengan perizinan berusaha. Itu kira-kira inti dari ee perubahan mendasar ya ee regulasi lingkungan setelah Undang-Undang Cipta Kerja. Nah, ee selain itu di dalam Undang-Undang Cipta Kerja juga ada pengintegrasian ee persetujuan teknis ini ya. Contoh persetujuan teknis ke dalam dokumen lingkungan. Jadi sebelumnya dokumen lingkungan itu berdiri sendiri. Setelah disetujui kemudian dibangun ee sarana prasarananya termasuk IPAL baru kemudian keluar IPLC ya izin pembuangan limbah cair. Nah, sekarang untuk lebih mengintegrasikan proses perizinan ee ada pengintegrasian proses IPLC ini dari sejak awal. Jadi persetujuan teknis itu dikerjakan berbarengan dengan dokumen lingkungan. Nah, jadi disetujuinya sekalian begitu ya sebelum kegiatan berlangsung. Nanti setelah ee izin diberikan kemudian sarana prasarana dibangun termasuk IPAL dibangun kemudian ada penerbitan SLO sertifikat layak operasi. Nah, alasan dari perubahan ini tentunya tidak lepas dari keinginan Undang-Undang Cipta Kerja ya untuk mempercepat proses sehingga ee pelaku usaha bisa langsung ee melaksanakan kegiatan secara lebih cepat dan efisien. Kemudian kalau kita lihat di sini ada proses ya, ada proses yang selama ini kita pahami dari proses pengerjaan AMDAL ee ketika ada penyusunan dan penilaian AMDAL atau UK apa ukteek atau persujian teknis ini ee berbarengan prosesnya ya, berbarengan prosesnya sehingga ee kalau Kalau kita lihat di sini ini adalah proses AMDAL ya. Proses AMDAL yang biasa kita lakukan di sini ada proses AMDAL. Nah, di sini ada proses ee perteek begitu. Jadi pertek ini diintegrasikan ke dalam AMDAL. Kemudian ee bagian dua. Nah, tadi bagian satu kita sudah memahami ada dua hal ya. Yang pertama ada kebutuhan untuk membuat persetujuan teknis. Yang kedua juga waktu pengerjaan persetujuan teknis ini berbarengan dengan dokumen lingkungan. Nah, sekarang kita lebih lanjut ke persetujuan teknis ya. Nah, persetujuan teknis kita akan bahas tentang definisi peraturan perundangan, dan juga tata cara pembuatan. Jadi, secara definisi persujian teknis adalah standar perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan atau analisis dampak usaha kegiatan. Nah, jadi kalau kita lihat tujuannya dari persetujuan teknis ini untuk melindungi pelaku usaha. Ee jadi jangan sampai pelaku usaha ketika sedang mengajukan izin usaha dan kebetulan menghasilkan limbah cair tidak memiliki kepastian. Ya, misalnya ee dia sudah bangun IPAL, tiba-tiba pas pengawasan, oh ini IPAL-nya tidak cocok, IPAL-nya salah, IPALnya ee tidak apa memenuhi standar, akhirnya dia terhambat ya karena ee kegiatan usaha misalnya sudah berjalan, pabrik misalnya ya, pabriknya sudah berjalan, IPALnya sudah berjalan, tiba-tiba harus berhenti karena di tengah Nah, jalan dianggap tidak standar. Nah, ini ee untuk menghindari ini dibuatlah pertek ya. Jadi, persetujuan teknis nih sering disebut juga perteek. Nah, perteek ini ee tujuannya untuk melindungi pelaku usaha. Jadi ee daripada sudah dibangun terus nanti ada masalah lebih baik dibahas dari awal. Jadi dari awal ini sudah dibahas ee artinya dari pihak pelaku usaha sudah mengusulkan kami akan melakukan kegiatan ini menghasilkan limbah cair sekian banyak. IPALnya seperti ini. Kemudian di sanalah dibahas. Nah, setelah dibahas, disetujui, itu menjadi kesepakatan bersama yang tidak akan mudah untuk diinterupsi oleh siapapun karena itu memiliki kekuatan hukum ee di dalam regulasi Undang-Undang Cipta Kerja. Nah, itu kira-kira Bapak, Ibu. Ee tujuan dari perjuangan teknis adalah untuk melindungi pelaku usaha di dalam melaksanakan bisnis di Indonesia. Nah, apa saja yang perlu disepakati ya antara pihak pelaku usaha dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat sebagai regulator? Yang pertama adalah ee baku mutu ya. Nah, jadi baku mutunya itu harus disepakati mengikuti baku mutu yang mana. Kemudian juga ee apa yang harus dilakukan oleh pelaku usaha agar baku mutu itu tercapai. Karena kegiatan itu ada dua ya. Ada yang tanpa dilakukan apa-apa limbahnya ini sudah memenuhi baku mutu. Baku mutu limbah cair ya. Nah, itu berarti tidak perlu ada treatment atau pengolahan, tapi ada juga ee kegiatan yang kalau dibuang langsung ke sungai itu melebihi baku mutu. Jadi, tidak bisa tidak bisa langsung dibuang ke sungai. Perlu ada IPAL. Nah, jadi di sini ee harus disepakati ya antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah. ee sebagai pengawas, sebagai regulator, baku mutu yang disepakati yang mana, kemudian bagaimana pelaku usaha meyakinkan kepada pemerintah daerah bahwa pelaku usaha sanggup untuk menurunkan pencemar air sampai memenuhi baku mutu, ya. Nah, di sini disepakati metodenya, kemudian juga berbagai hal teknis lainnya. Kemudian hal lain adalah sumber daya manusia ya. Nah, sumber daya manusia ini tentu ee yang namanya IPAL itu kan hanya suatu alat yang tentu akan rusak, akan tidak efisien kalau tidak ada orang yang ahli yang mengelolanya. N. Nah, di sini juga pelaku usaha meyakinkan kepada pemerintah daerah bahwa pelaku usaha memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk mengelola limbah ya dan juga sistem manajemen lingkungan. Nah, sistem manajemen lingkungan ini lebih kepada ee dukungan manajemen ya. Jadi jangan sampai IPAL ini dianak tirikan di perusahaan. Nah, IPAL ini secara organisasi apakah ada di bawah manajemen ya. Nah, jadi bagaimana juga dukungan keuangan karena kita tahu IPAL ini kan butuh biaya bulanan atau biaya pemeliharaan ya untuk ee menjalankan IPAL ini sehingga berjalan dengan sempurna. Nah, di sini pelaku usaha harus bisa meyakinkan kepada pemda bahwa ee perusahaan sanggup ya menyediakan dana ee yang ini tidak intermiten. Intermitten tuh maksudnya kadang-kadang ada kadang-kadang tidak. Itu tidak diperbolehkan. Jadi dananya ini adalah dana yang kontinue ya. Nah, organisasinya juga organisasi yang resmi yang organisasi inti ya ee didukung langsung oleh manajemen. Nah, itu kira-kira isi dari ee Pertek. Kemudian ee setelah kita pahami, oke ini ternyata sangat bagus untuk melindungi pelaku usaha dan yang kedua juga untuk melindungi pemerintah daerah. Karena sekarang kan kalau pemerintah daerah melakukan sesuatu dan ee masyarakat tidak puas itu kan bisa mengajukan ke pengadilan ya. Nah, ini juga ee tentu melindungi pemerintah daerah ee dengan adanya perteki. Jadi, ada satu pedoman yang disepakati bersama. Nah, kemudian ee setelah kita pahami pentingnya pertek, bagaimana cara mengajukan pertek ya tentu di sini ee pelaku usaha perlu melakukan dulu penapisan secara mandiri, ya. Nah, baru mengajukan permohonan penapisan secara mandiri. Ee ini contohnya saja karena banyak ya tabel-tabel seperti ini. Silakan dilihat di Permen LHK nomor 5 tahun 2021. Ee ini salah satu contoh ee penapisan mandiri ya. Misalnya di sini ee kita cek dulu usaha dan kegiatan kita ini apakah berpotensi pencemaran tinggi. Nah, dari mana kita tahu bahwa kegiatan usaha kita ini memiliki potensi pencemaran tinggi itu ada di lampiran ya di tabel di ee Permen LHK nomor 5 tahun 2021. Silakan Bapak, Ibu cek, di sana ada list ee potensi pencemar tinggi. Kalau jenis kegiatan kita yang dilambangkan dengan KBLI ya, KBLI kita ini ada tercantum di sana, maka kita harus menyusun kajian teknis. Kalau misalnya tidak ada pertanyaan lanjutan, apakah ada standar teknologi yang sudah diakui oleh pemerintah atau pemerintah daerah? Kalau ada berarti kita cukup menyusun standar teknis. Kalau tidak nanti ada lagi pertanyaan-pertanyaan lanjutan. Nah, Bapak Ibu kita sudah mengenal ada dua dokumen, ada kajian, ada standar ya. Nah, sebetulnya apa beda kajian dan standar? Jadi, kalau dia bentuknya kajian ini lengkap ya, isinya lengkap. Nah, di sini ada deskripsi, ada rona lingkungan hidup awal, ada perakiraan dampak, ada rencana pengelan lingkungan, ada rencana pemantauan lingkungan dan internalisasi biaya lingkungan. Nah, itu karena pencemarnya dianggap beresiko tinggi ya. Nah, tapi kalau misalnya ee tidak masuk di dalam list itu, ada yang hilang di sini yaitu ee rona lingkungan awal dan ee prediksi. Nah, kalau deskripsi bakuutu ini ada rencana pengelolaan, rencana pemantauan, internalisasi bi lingkungan itu ada yang hilang ya. Kalau kita balik lagi ke atas. Nah, ini rona lingkungan awal dan perakiran dampak ini tidak ada. Jadi, bedanya kajian teknis dan standar teknis ada dua bab yang tidak perlu. Jadi, dua bab ini tidak perlu ada di standar teknis ya. Oke, bedanya itu ya kalau kita lihat di standar teknis nih susunan babnya lebih sederhana karena ee rona lingkungan hidup awal dan ee perkiraan dampak itu tidak ada, tidak perlu ya. Kemudian ee apa itu deskripsi kegiatan, ya? Ya, berarti kita harus cerita semua ee deskripsi yang kita ketahui ya, karena kegiatannya biasanya belum belum berjalan kan, belum ada. Nah, tapi dengan ee bekerja sama dengan tim AMDAL atau UKL-UPL, kita akan memperoleh informasi ee deskripsi kegiatan juga RON lingkungan hidup awal. Nah, bedanya dengan rona lingkungan hidup awal di AMDAL, kalau AMDAL kan dia ee keseluruhan ee rona lingkungan hidup awal ya. Ee tapi kalau di pertek air limbah ya yang terkait dengan air limbah saja begitu. Jadi tidak seluruh rona lingkungan hidup awal baik itu ee ya udara ataupun misalnya sosial kesehatan masyarakat itu tidak perlu masuk di dalam pertek air limbah. Jadi cukup ee kalau air limbah. Nah, ini karena ini atau ya, jadi ee pengendali emisi tidak masuk. Nah, di sini yang masuk adalah ee fokus di unit pengolahan limbahnya saja termasuk badan air ya. Nah, jadi fokus ke ee topik air ee air limbah itu bedanya ronal lingkungan hidup awal di Pertek dengan di AMDAL. Kemudian yang perkiran dampak ini juga kita ceritakan dan juga kita ceritakan ee pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Nah, ee yang sering dialami atau sering mengalami kesulitan ya di dalam penyusunan peptek ini biasanya ee perakiran dampak ya. Nah, di sini perakiran dampak ini ee menguraikan dampak lingkungan beserta besarannya yang berpotensi terjadi. Yang kedua, perhitungan beban pencemar dan sebaran air limbah serta sifat penting dampak. ee karena ini dianggap yang paling sulit ya di dalam mengerjakan perteek, maka kita laksanakan webinar ini semoga bisa membantu Bapak Ibu di dalam ee mengerjakan perakiraan dampak. Nah, kita akan masuk ke bagian tiga yaitu perakiraan dampak ee dengan menghitung beban pencemaran dan juga sebaran air limbah. tadi mungkin saya balik lagi ya di sini di sini ada beberapa metode ada metode neraca massa model numerik dan analitikah di sini atau ya jadi boleh pilih salah satu tergantung konteks. Nah ee kita akan mulai dengan definisi. Sini ada definisi daya dukung. bisa dilihat oleh Bapak Ibu daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Nah, kalau kita lihat di sini ada pemisahan ya di Indonesia ini kalau di ee ya di negara-negara barat mereka menyebutnya carrying capacity ya. yang diterjemahkan menjadi DDDT ee di Indonesia. Nah, jadi kalau di ee terminologi barat itu tidak dipisah antara daya dukung dan daya tampung, tapi digabung menjadi carrying capacity. Nah, di Indonesia dibagi dua, ada daya dukung dan ada tampung. Ee kalau kita lihat di sini daya dukung ini lebih kepada ee support ya. Nah, ini mendukung support. Nah, kemudian kalau daya tampung lebih kepada ee kemampuan untuk ee self purification. Nah, coba kita lihat lebih detail ya ee apa beda daya dukung dan daya tampung. Nah, kalau kita bedakan daya dukung ini lebih ke kuantitas dan proses fisik ya. Ee kita konsern kepada supply dan demand. Jadi kalau karya capacity ini biasanya datar begitu ya karena tidak ada manusia di sana. Kemudian ada manusia. Nah, ketika dia konsumsi ya atau demand lebih besar dari supply, maka terjadi ee oversoot atau kelangkaan dan di sini daya dukung ini bisa turun ya, bisa jumlahnya bisa turun. Nah, jadi balik lagi saya sampaikan bahwa daya dukung ini lebih ke kuantitas, lebih ke proses fisik dan supply demand. Sedangkan kalau daya tampung ini lebih ke kualitas ya. Jadi kalau daya dukung lebih ke kuantitas, daya tampung ini lebih kepada kualitas. Kalau daya dukung lebih ke proses fisik, daya tampung lebih ke proses kimia dan biologi. Nah, contohnya misalnya self purification sungai ya. Eh, artinya daya tampung sungai di sini adalah kemampuan sungai untuk mengelola limbahnya sehingga menjadi bersih kembali yang kita sebut dengan self purification. Kemudian kita lanjutkan ee tadi sudah kita bahas ya, bahwa daya tampung sungai terkait dengan eh self purification. Self purification merupakan sistem alamiah yang kompleks yang melibatkan proses peluruhan limbah secara fisik dan proses konversi limbah secara kimia dan biologi. Memang di sini ada peluruhan secara fisik ya misalnya pengendapan. Nah, tetapi dalam keseluruhan itu dalam ee tujuan untuk pemulihan, memperbaiki kualitas, ya. Nah, jadi kita bisa kelompokkan ini sebagai daya tampung sungai ya. Kalau kita perdalam lagi self purification sungai ini di sana terjadi juga proses fisika ya. Ee tolong dibedakan dengan tadi kita bagi ya. Kalau daya dukung ini fisika. Contohnya misalnya begini. Ee daya dukung sungai itu lebih kepada jumlah air yang ada di sungai. daya tampung sungai lebih kepada kualitas ya, kualitas air. Nah, di dalam ee pembersihan diri atau pemurnian diri ya, self purification memang ada proses fisika juga yaitu ada dilusi, pengenceran, dispersi, dan juga ada faktor sinar matahari ya yang mempengaruhi ee kualitas dari suatu perairan. Tentu perairan yang kena sinar matahari akan lebih bagus proses ee fisik, kimia, biologinya dibandingkan dengan yang tidak terkena sinar matahari. Nah, selain proses fisik tadi juga ada proses kimia dan biologi ya yang kita kenal dengan proses biokimia ee mulai dari oksidasi, reduksi ya, ada suhu, kecepatan, turbulensi, reaasi, jumlah materi organik, DOO awal, dan jenis mikroorisme. Ini adalah komponen-komponen yang berpengaruh di dalam self purification. Nah, pemerintah ee mengajukan satu konsep DTBP ya atau daya tampung beban pencemaran. Daya tampung beban pencemaran adalah ee dalam bahasa Inggrisnya eh total maksimum daily load ya atau assimilative capacity. Daya tampung beban pencemaran adalah kemampuan air pada suatu sumber air untuk menerima masukan beban pencemaran tanpa mengakibatkan air tersebut menjadi cemar. Nah, jadi daya tampung beban pencemaran ini suatu angka yang menunjukkan berapa jumlah pencemar masih bisa masuk ke sungai itu tanpa sungai itu tercemar. Nah, definisi tercemar tergantung dari kelas sungai ya. kita tahu ada kelas sungai 1 2 3 4. Nah, selama kelas sungainya ini ee ada yang disebut dengan baku mutu air sungai ya. Selama baku mutu air sungainya ini tidak ee melewati ya, tidak terlewati, kita katakan bahwa sungai ini tidak tercemar untuk kelas 2 misalnya ya. Dia bisa dikatakan tercemar untuk kelas 1. Tapi karena sungai itu kelas 2, kita bisa katakan sungai ini belum tercemar. Nah, di sana karena kelas 2 dia lebih longgar ya daripada kelas 1. Nah, ketika kita tetapkan sungai itu sebagai kelas du kemudian diberi limbah ya terus-menerus itu masih belum terlampaui baku moto kelas duanya. itu kita anggap daya tampung beban pencemarannya masih terpenuhi. Tapi begitu dia melebihi ya dari batas kelas 2, kita katakan sungai itu sudah tercemar. Nah, maka dibatas itulah angka daya tampung beban pencemaran. Nah, ini bisa kita hitung ya ee dengan ya menggunakan ee metode yang akan kita bahas pada hari ini. Jadi ee penetapan daya tampung beban pencemaran ini ee merupakan metode lain dari sekedar konsentrasi. Nah, jadi kan kalau baku mutu yang kita kenal ini membatasi konsentrasi ya. konsentrasinya misalnya berapa miligram per liter. Nah, tetapi jumlahnya kan tidak diatur di sebagian tempat di Indonesia. Sebagian lagi sudah diatur khususnya di Pulau Jawa ya sudah diatur. Nah, untuk yang belum diatur berarti hanya fokus kepada konsentrasi sedangkan bebannya belum diatur. Nah, padahal ya untuk ke depannya karena daya apa? eh self purification atau daya tampung sungai ini ada batasnya. Seharusnya daya tampung beban pencemaran ini juga dihitung. itu kira-kira implikasi dari konsep daya dukung daya tampung ya yang sudah kita bahas ee tadi. Nah, kemudian kita lanjutkan dengan ee pertanyaan bagaimana cara menghitung self purification? Ya, kita sudah tahu fenomena sacrification bahwa kalau di sini ada limbah maka ini do ya disolve oksigennya kan asalnya dia tinggi. Nah, nanti lama-lama dia akan turun ya sampai suatu titik titik ee terendah dan akhirnya dia naik lagi ya. Karena di sini ada zona dekomposisi, zona septik, dan dia sudah masuk ke zona recovery ya. mengenai jarak dan waktu yang diperlukan sampai tercapai zona recovery ini bisa kita hitung ya dengan metode yang akan kita bahas pada hari ini. Nah, jadi dengan adanya self purification ini ada kesempatan sungai untuk memperbaiki dirinya sendiri. Tetapi yang penting kita ketahui adalah berapa lama dan berapa jauh. dari sumber pencemar. Demikian juga misalnya BOD di sini asalnya rendah, dia otomatis akan langsung naik ya ketika ada limbah masuk, tapi suatu saat dia akan turun di zona recovery. Nah, kita sudah tahu ee fenomenanya dan kita juga sudah tahu bahwa penyebab self purification ini selain tadi faktor fisik juga ada faktor mikroorganisme ya. Jadi, mikroorganisme di sini perannya sangat penting di dalam mengkonsumsi zat organik ya, sehingga zat organik ini ee menjadi hilang di perairan. Kemudian ee kita bisa menyederhanakan proses tadi ya, karena tujuan kita adalah ingin menghitung ingin menghitung proses eh self purification. Nah, jadi kita bisa sederhanakan menjadi gambar seperti ini. Ee di sungai ini ada materi organik yang dikeluarkan oleh ee suatu pabrik ya atau suatu sumber limbah cair lainnya, domestik misalnya. Nah, ini akan mengalami proses dekomposisi. Nah, nanti akan berubah menjadi nutrien anorganik ya yang sebetulnya itu ee dibutuhkan oleh tanaman ya untuk memproduksi ee oksigen ya dan juga ee memproduksi hal-hal lain yang bermanfaat. sehingga nanti dia bisa, nah ini ya, menghasilkan oksigen misalnya begitu. Nah, ketika proses dekomposisi dia juga akan menghasilkan karbon dioksida yang dengan fotosintesis bisa diserap oleh tanaman. Nah, siklus ini yang terjadi ketika proses recovery tadi yang kalau kita sederhanakan ya misalnya di sini ada sebuah organik ya tentu organik yang dimasukkan ke dalam sungai ini sangat kompleks ya ee ee rantai karbonnya juga panjang dan seterusnya. Tetapi untuk contoh ini kita ambil saja satu rantai karbon yang sangat sederhana ya. Misalnya ada gula di sini yang nanti akan bereaksi dengan oksigen itu akan menghasilkan CO2 dan H2O yang kemudian CO2 ini akan mengalami proses fotosintesis ya. Nah, jadi di sini reaksinya bolak-balik ee dari CO2 ke sini adalah proses fotosintesis. Baik. Nah, ini kira-kira yang terjadi ya di sungai tadi itu. Ee dan kalau kita lihat ya ketika ada limbah masuk tadi kan kita lihat ada ee proses do yang turun secara drastis sampai akhirnya dia naik ya naik kembali. Nah, kita bisa kelompokkan ya. Di sini ada titik kritis. Di sini ada titik kritis. Nah, jadi di sini ada proses dekomposisi ya. Ee dekomposisi. Nah, di sini ada proses reaerasi. Jadi ee sungai ini kan open channel ya. channel itu terbuka dan dia akan berinteraksi dengan ee oksigen yang ada di permukaan sungai. Nah, ee proses reaerasi ini sangat penting ya di dalam ee proses self purification karena suplai oksigen dari atmosfer ini menjadi salah satu sumber oksigen untuk proses reaasi. Nah, sehingga kita temukan kalau sungai yang ee sangat cepat, alirannya berbatu-batu, kelerengannya tinggi ya, sehingga dia proses ee pengambilan oksigen dari atmosfer untuk masuk ke dalam air ya, ke dalam sungai ini tinggi. maka sungai itu relatif jernih dibandingkan dengan sungai yang di tanah yang datar ya. Sehingga proses reaasi ini menjadi kurang. Nah, ini ee biasanya sungainya lambat di dalam proses ee self purifikasi. Nah, kemudian ee beberapa ahli ya menyimpulkan bahwa ee coba kita hitung secara teoritis ee bagaimana proses oksidasi ya dari material organik ini dan ternyata dilambangkan dengan BOD ya. Biasanya kalau kita menghitung organik itu kita lambangkan sebagai BOD, sebagai ee perwakilan atau mewakili kandungan organik. Jadi BOD ini adalah ee organik yang dikonsumsi oleh mikroorganisme ya. Tentu semakin banyak mikroorganisme BOD-nya semakin tinggi. Karena semakin banyak organisme itu terjadi karena banyak material organik. Ya. Jadi, bagi mikroorganisme limbah itu adalah makanan. J begitu banyak limbah, mikroorganisme akan berkembang sangat cepat karena dianggap banyak makanan. Nah, ketika dia berkembang sangat cepat ini oksigen di sungai ini habis ya dikonsumsi oleh mikroorganisme sehingga ikan itu menjadi kekurangan oksigen. Banyak ikan yang mati. ya ee kalau mikroorganisme dia senang saja ada limbah seperti itu ya. Tapi ikan-ikan mati. Nah, kita menganggap sungai itu tidak sehat karena sungai yang sehat adalah oksigennya tinggi. Nah, nanti lambat laun ee proses degradasi ini melambat ya. seperti ini kan awalnya dia cepat nanti lama-lama akan melambat dan akhirnya sungai kembali normal. Nah, di sini dalam sebuah penelitian ini waktunya cukup lama ya sampai 30 hari sampai dia itu melambat. Padahal limbah itu kan kita masukkan tiap hari. Nah, ini ee berarti kalau sungainya kecil, limbahnya besar, ini tidak akan terkejar ya waktu 30 hari ini ee sampai terjadi apa ee BOD-nya menjadi datar begitu, tidak naik terus. Nah, ee secara teoritis kita katakan bahwa ee reaksi di sungai itu adalah reaksi orde pertama ya. Ee coba kita lihat ini kurvanya ya. Nah, kurvanya ini melengkung. Jadi ee dia dia kurvanya melengkung ya. Nah, ini kurvanya melengkung. Nah, kurva melengkung ini secara teoritis disebut reaksi orde pertama. Jadi ini konsentrasinya dia melengkung begitu ya. Nah, itu disebut dengan reaksi orde pertama. Nah, ada juga reaksi orde nol yang dia turunnya secara linier begitu. Ini biasanya di laboratorium. Nah, kalau dia lengkung ya penurunan konsentrasinya ini lengkung, kita definisikan sebagai reaksi orde pertama. Nah, reaksi orde pertama ini mm kita tahu ya bahwa jumlah konsentrasi ini akan berubah ya. Jadi dia tidak akan linear. Kalau ini kan dia akan sama begitu. Nah, kalau reaksi oldde pertama dia akan berubah, jumlahnya berubah. Ada yang ee tajam seperti ini, ada yang landai begitu ya. Itu itu kan artinya kecepatannya mengalami perubahan. Nah, di dalam perhitungan matematik karena kita ingin menghitung ya, karena kita ingin menghitung akhirnya kita pergunakan matematika. Nah, di dalam matematika fenomena seperti ini disebut diferensial. Jadi jika ada perubahan terhadap waktu, kalau kita gambarkan secara matematika disebut diferensial. Nah, kita kenal diferensial misalnya di sini DCDT. DCDT di sini tergantung kepada suatu kecepatan reaksi K dan juga jumlah konsentrasi ya. Jadi semakin besar jumlah konsentrasi tentu ee semakin besar pula ee rate-nya demikian juga semakin besar ee kecepatan reaksinya rate-nya juga semakin besar. Jadi perubahannya semakin besar. Nah, ee ini kira-kira persamaan dasar ya di dalam ee degradasi organik di sungai. Nah, kita ee ingin tahu ee berapa nilai C ya. Jadi, nilai C yang ada di sini ya, C yang ada di sini. Nah, secara matematik kebalikan dari diferensial adalah integral ya. Jadi, kalau kita ingin menghitung berarti ini kita integralkan. Nah, nah ini solusinya dari integral dua ruas ini adalah ini. Jadi, lon C - lon C0. sama dengan - KT ya. Nah, karena kita ingin tahu C di sini secara matematika C ini solusinya adalah C0 * E^ - KT. Nah, jadi kalau kita ee lihat ya di dalam persamaan-persamaan degradasi organik di sungai, hampir semua persamaannya itu ada e^ - kt ini. Nah, ini dari mana ee muncul E^- KT? E^ - KT ini muncul karena reaksi orde pertama, ya. Karena kejadian itu merupakan reaksi orde pertama yang kalau kita hitung secara matematik harus dihitung dengan persamaan diferensial. Dan kalau kita ingin mencari solusinya kita integralkan dan solusi integralnya kira-kira seperti ini. Jadi ini tidak ada hubungannya dengan proses fisik ya. Apakah difusi, adveksi ini murni matematika. Jadi solusi ini karena persamaan matematikanya seperti itu ya. Nah, ini mudah-mudahan Bapak Ibu tidak terlalu terganggu dengan ee persamaan-persamaan seperti ini. Sekarang kita sudah paham ya, bahwa persamaan-persamaan ini adalah konsekuensi kita menggunakan diferensial. Kemudian ee kalau kita lihat ya tadi kan organik, sekarang kita lihat BOD. semua persamaannya akan sama ya. Jadi kalau ini L atau konsentrasinya kita lambangkan dengan L, maka persamaannya menjadi dld. Kemudian bisa kita beri volume di sini volume ya bisa saja dua ruas kita kalikan dengan volume. Nah, sehingga nanti menghasilkan persamaan dan kembali lagi kita akan menemukan e^- KT. Jadi selama prosesnya adalah orde pertama pakai persamaan diferensial kemudian kita integralkan, kita akan terus menemukan solusi seperti ini ya. Nah, demikian juga kalau kita ingin menghitung Y ya. Nah, BOD misalnya kita lambangkan dengan Y. Nah, Y ini juga akan pakai solusi E^ - KT ya. Nah, ini ada K1 atau K yang lain, tetapi di sini kita kenali e^ - KT. Kemudian ee kita lanjutkan ya ee ingin tahu gitu ya lebih jauh mengenai bagaimana ee reaksi yang terjadi oksigen misalnya di sini sama tadi dengan BOD oksigen ya kita tinggal beri O begini ya ini juga ee L-nya LO Lo itu artinya konsentrasi oksigen. Rumusnya juga sama. Nah, karena kita asumsikan bahwa penurunan Do dengan kenaikan BOD itu identik. Apakah benar identik? Itu asumsi ya. Jadi untuk memudahkan perhitungan. Karena kalau kita untuk persamaan dasar biasanya banyak penyederhanaan-penyederhanaan kita anggap identik. Nah, nanti kalau memang Bapak, Ibu sudah advance nanti bisa diteliti lebih lanjut apakah benar-benar identik atau ada perbedaan. Tapi untuk sekarang kita akan asumsikan dia identik. Nah, ee kemudian tadi kita sudah pahami ya, bahwa ee ada fenomena penurunan BOD dan juga kenaikan oksigen yang identik yang kita akan hitung ya di dalam sebuah persamaan. Ee dan di sini juga ada faktor kecepatan aliran di sini ya, U. Nah, jadi ada ee kalau tadi kita pelajari ada adveksi, difusi, deposisi, reaksi. Nah, kecepatan aliran ini adalah komponen advefeksi. Jadi komponen adveksi masuk di sini dan ee mungkin saya ulang lagi ya yang tadi bahwa di dalam proses self purification ini bukan hanya reaksi kimia, di sana ada proses settling, pengendapan ya. Nah, ada proses ee pembawaan materi ke hilir yang disebut adveksi. Nah, itu semua kita masukkan satu-satu. Jadi setelah tadi reaksinya kita definisikan, oke kita tambah lagi parameter yang lain yaitu parameter ee adveksi ya ini. Nah, dan juga ee settling ya. Nah, ini settling. Jadi KS ini ee variabel settling ini kita masukkan ke sana kemudian ya. Jadi ee kita mengenal satu persamaan yang sangat populer ya. Ini adalah ee kalau kita ingin menghitung ada suatu limbah masuk, kita bisa gunakan ee berapa lo yang ada di sungai ini. Ada ee R itu river ya, R itu river. Kemudian ee W itu W. W itu W ya, W atau limbah. Nah, ini wis kira-kira seperti itu. Nah, ee di sini debit limbah dikali konsentrasi limbah ditambah debit sungai dikali konsentrasi sungai dibagi debit ee limbah dan sungai. Nah, ini persamaan yang sangat populer yang bisa kita gunakan di dalam perhitungan ee dilusi ya, dilusi atau pengenceran. Nah, kemudian ee hal lain yang harus kita perhatikan adalah tadi berapa cepat penyisihan BOD dan seterusnya tentunya beda-beda ya. Ada BOD yang di satu sungai dia cepat sekali, ada juga yang lambat. Nah, ini tergantung dari nilai K. K ini nilai kecepatan. Nah, hal lain yang harus kita perhatikan adalah reaasi. Tadi sudah kita bahas ya, bahwa kalau sungai yang terjunannya banyak, kelerengannya tinggi, banyak batu-batu, itu kan pasti proses reaasi. C itu adalah oksigen di atmosfer yang masuk ke dalam sungai itu pasti akan sangat cepat, sangat efektif, sangat tinggi ya. Dibandingkan dengan sungai yang landai itu pasti reairasinya itu rendah. Nah, ee ketika kita ingin menghitung degradasi sungai, kita tentukan tingkat reairasinya berapa. Nah, di sini ada angka-angka ya. tingkat reaasi kalau kita lihat dia ada kedalaman ya, ada kedalaman dan juga ada kecepatan. Tentu sungai yang lebih cepat reaasinya akan lebih tinggi. Jadi tergantung nilai sungainya. Nanti kita pilih berapa angka reairasinya sehingga kita kumpulkan semua ya. kita masukkan reaksi, advefeksi, deposisi ya. Deposisi itu tadi pengendapan dan juga ee kita sudah masukkan reaasi ke sini. Jadi persamaan kita menjadi lebih lengkap ya. Nah, ee variabel-variabel ini kita gabungkan dan kemudian ini yang disebut dengan persamaan stratter Pels. Jadi, penelitian ini dilakukan oleh Pak Stratter dan Pak Pelps ya. ee dengan metode yang tadi sudah kita bahas keluarlah persamaan eh stratter pelvs. Jadi eh stratle pses lengkapnya seperti ini ya, lengkapnya seperti ini. Persamaan statter stratter pels. Nah, kita bisa menghitung eh stater pels tetapi ee ya ini contohnya ya ini ada satu sungai yang akhirnya muncul ya CBOD-nya bisa diketahui seperti apa dan DO-nya juga seperti apa. Ini menggunakan Excel Stratter Pelvs. Nah, ee tapi setelah kita hitung ada kelemahan di stratter Pelps ini dia hanya bisa menghitung BOD dan DO ya. Bagaimana dengan nitrogen dengan fosfor itu tidak muncul di sini. Nah, makanya ee tenaga ahli ini ya karena stratle PS ini tahun 50-an ya, jadi sudah lama sekali. Nah, tahun 0-an orang mulai mencari model lain yang lebih akurat. Nah, ee mereka lebih melihat bahwa prosesnya itu ee tidak hanya yang sudah diteliti oleh stratter pelvs, tapi juga ada faktor-faktor lain. Nah, kemudian ee ini tadi ya definisi dari advefeksi, difusi, depositi, dan reaksi. Ini yang menjadi inti dari model-model berikutnya. Setelah stratter pelvs ada adveksi pergerakan partikel searah gerakan media ya. Kemudian ada difusi karena ada gaya tarik antar molekul atau graf brown atau karena perbedaan konsentrasi. Jadi difusi atau dispersi ini disebabkan oleh dua hal. Bisa karena pergerakan acak akibat gaya tarik-menarik antar molekul. Walaupun dia di konsentrasi yang sama ya atau dia bisa bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah ya. Dan ini tentunya acak ee tidak kadang-kadang tidak searah dengan advefeksi. Makanya kita kelompokkan menjadi difusi atau dispersi. Sedangkan deposisi sedimentasi saya pikir mudah dipahami karena ada gaya gravitasi. Nah, reaksi dia tadi sudah kita bahas ya, bahwa do ini kalau ada limbah tidak akan turun terus dia, dia suatu saat akan naik. Demikian juga BOD tidak akan tinggi terus dia suatu saat akan turun. Nah, itu karena ada reaksi ya. Karena ada reaksi. Nah, jadi ee para ahli sudah memahami fenomena degradasi sungai seperti itu. Nah, kemudian dengan semakin berkembangnya komputer dibuatlah perhitungan numeri. Jadi kalau kita lihat tadi ee mungkin Bapak Ibu masih ingat ya, bahwa ee perakiraan dampak di pertek air limbah itu intinya kita menghitung beban pencemaran dan penyebaran bisa secara neraca massa, bisa secara analitik atau secara numerik. Nah, contoh yang secara neraca massa tadi sudah kita hitung. pakai stratter pelvs ya. Nah, kalau analitik ini hasil laboratorium. Jadi ee kita ukur nanti kita buat persamaan analitiknya. Jadi persamaan analitik itu adalah persamaan yang diturunkan dari hasil ee laboratorium ee sampling ya. Nah, dari sampling sekian banyak kemudian dibuatlah satu persamaan analitik. Jadi kita sudah bicara neraca massa tadi menggunakan stratter pelvs. Kemudian analitik tidak kita bahas ya karena sangat tergantung spesifik. Sungai satu analitiknya A, sungai du analitiknya belum tentu A karena dia sangat spesifik di hasil pengukuran sungai tertentu. Nah, jadi kita bisa pakai neraca massa tadi menggunakan stratter pelvs dan yang kedua numerik. ya. Nah, apa itu numerik? Jadi, numerik ini bahasa mudahnya adalah menggunakan komputer ya. Ee memang strop juga kita hitung pakai Excel, tapi kan bisa dihitung pakai tangan juga pakai kalkulator begitu ya. Jadi ee tergantung kita definisikan stratalle pipes ini numerik atau tidak ya. ee bisa kita kategorikan numerik atau tidak atau hanya neraca massa. Nah, tetapi kalau contoh misalnya qual dan WASP itu pasti numering karena hitungannya kita serahkan ke dalam komputer ya. Nah, kita sudah mempelajari tadi ee ada masalah di lapangan berupa kita ingin tahu ya ee berapa cepat, berapa jarak degradasi materi organik terjadi di sebuah sungai. Kan begitu. Nah, mau tidak mau kita harus ada simplify ya. simplify ini artinya tidak bisa semua parameter di dunia nyata ini kita masukkan ke dalam sebuah model di komputer. Contoh misalnya ee sungai itu kan pasti ee ini ininya ya dasar sungai. Nah, ini ini sungai misalnya begitu. Ini dasar sungai ini kan pasti enggak rata ya. Nah, kita tidak mungkin memasukkan detail dasar sungai, apalagi di sini batu-batunya ingin kita masukkan. Itu tidak mungkin. Kita biasanya membuat simplifikasi, ya. Jadi, bentuk sungainya itu kita anggap trapesium misalnya. Nah, ini dengan mudah kita katakan bahwa ini pasti ada error ya. Kenyataannya seperti ini. Kenapa di komputer kita definisikan seperti ini? Pasti ada error. Namun error itu adalah harga yang harus kita bayar agar modelnya jadi lebih sederhana. Sekarang bisa dibayangkan kalau Bapak Ibu ingin running model ee dasar sungainya harus digambar sedemikian detail kan tidak akan selesai-selesai ya. kita pakai asumsi-asumsi ya di dalam pembuatan model dan asumsinya ini sangat banyak sehingga wajar ee ada error nanti. Artinya dari hasil pengukuran dengan hasil model kita pasti ada beda. Karena ini ya simplify-nya ini pasti sangat banyak. Nah, setelah kita simplifikasi jadilah sebuah working model. Dan working model ini kita akan buat dalam sebuah persamaan matematika. Kemudian karena ini hitungannya sangat rumit, kalau kita hitung di Excel kita buat dalam sebuah bahasa program. Kemudian kita running, ada hasil dan dibandingkan dengan dunia nyata. Nah, ini adalah metode lain yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan ee masalah di pertep ya, yaitu dengan menggunakan metode numerik. Nah, kita akan lebih apa? Kita akan bahas lebih lanjut tentang metode numerik ini. Jadi, metode numerik ini pertama tentu ada konsepnya ya. Konsep dan identifikasi. Rumusnya mau apa saja yang masuk. Kemudian modelnya apa? Mau satu dimensi, dua dimensi, tiga dimensi ya. Kemudian persamaan diferensialnya apa? Kemudian algoritme numeriknya bagaimana? Ini kalau Bapak, Ibu mau membuat sendiri model numerik, apakah bisa? Bisa. Ya, karena model quality tok juga kan dibuat oleh manusia. Artinya kita pun bisa membuat model numerik dengan mengikuti langkah-langkah seperti ini. Nah, nanti kita kalibrasi. Nah, kalibrasi ini intinya adalah adjustment ya. Adjustment parameter. Parameter mana yang cocok, parameter mana yang tidak cocok. Sedangkan ee hipotesis lebih kepada hasilnya. Nah, tadi sesuai enggak dengan fenomena umum? Jadi, setelah kita kalibrasi parameternya cocok, kita running, ternyata do-nya ini bukannya makin tinggi ya, setelah diberi pencemar ini malah turun. Nah, ini kan aneh begitu. berarti ada sesuatu yang salah dari model yang kita buat atau BOD yang seharusnya kalau tidak ada pencemar baru begitu sudah di sumber pencemar BOD-nya paling tinggi makin kehilir dia harusnya makin rendah ini BOD-nya malah naik misalnya. Nah, berarti tidak atau ya salah berarti model kita harus balik lagi datanya dicek lagi. Kadang-kadang maksudnya menulis angka 20 malah 2.000 misalnya ya. Nah, itu kan entry data entry yang salah itu sering terjadi di dalam pengerjaan model. Nah, kalau validasi dia membandingkan dengan ini ya ee ee membandingkan dengan hasil laboratorium. Nah, dalam konteks model nilai laboratorium ini dianggap lebih akurat daripada model. Jadi, kalau Bapak Ibu melaksanakan studi pemodelan, samplingnya ini harus benar. Karena nanti kalau hasil sampling-nya ternyata tidak sesuai prosedur, nilainya aneh, kita tidak bisa menyalahkan hasil pengukuran. Karena secara kesepakatan hasil pengukuran inilah yang harus diikuti oleh model. Modelnya harus diubah agar mendekati hasil pengukuran. Kalau hasil pengukurannya ini aneh karena prosedurnya tidak standar, berarti modelnya dirugikan. Sehingga Bapak, Ibu yang melaksanakan modeling samplingnya ini harus ee memenuhi SNI ya, standar ee pengerjaan ee sampling sehingga modelnya tidak dirugikan. Kemudian di sini ada ya satu dimensi, dua dimensi, tiga dimensi. Kalau ditanya lebih bagus mana? Sat, du atau tentu tiga dimensi. Tapi apakah diperlukan? Karena kalau tiga dimensi nanti komputernya juga makin berat, ya. Oke. Contohnya adalah banyak sekali ada ribuan ya model sungai tapi kita akan bahas yang paling populer 2K dan WASP. Nah, karena sudah ada yang rise hand, mungkin saya percepat saja ya. WK ini ya berisi prosedur prosedur mungkin saya cepat saja bentuknya berbasis Excel yang eh running visual basic. Jadi di dalam Excel tuh ada juga eh programming-nya ya, Visual Basic itu kita aktifkan. Nanti kita buat ee ininya segmen-segmennya. Kemudian, nah di dalam wall 2K ini sudah sangat lengkap ya. Jadi ee untuk flow balance juga untuk ee hidrolikanya ya. Kemudian persamaan temperatur ee radiasi ya. Kemudian juga ee kita bisa bukan hanya memodelkan ee di sini ada oksigen dengan BOD, tapi juga ee di sini ada nitrogen dan fosfornya sudah masuk. Jadi ini kelebihan dibandingkan tadi menghitung pakai eh stratter pels, ya. Kemudian juga untuk ee heat dan massa ee sedimentasi juga masuk di sini lengkap sekali ya. Mungkin saya percepat saja supaya kita bisa langsung masuk ke tanya jawab. Nah, ee nanti kalau Bapak, Ibu ingin lebih jelas tentang Qual 2K di Ecoedu banyak ya video-video tentang eh quality bisa diakses ee di Ecoed Edu. Saya tidak. Nah, ini aplikasinya ya. Jadi nanti hasilnya tuh seperti ini. Ini hasil yang titik-titiknya hasil sampling. Nah, ini kira-kira hasil ee model ya. Nah, kita lihat hasil model bisa mewakili hasil sampling. Kemudian ee dalam konteks ee pertex ada pabrik Z, pabrik X di sini yang mau membuang limbahnya. tentu dia harus melakukan sampling point di beberapa titik. Kemudian juga dia lakukan running ya. Dan di sini kita ee lakukan biasanya di bulan basah dan bulan kering. Karena bulan basah kan debit sungai tinggi ya. Nah, kemudian bulan kering juga kita running. Jadi yang ini adalah hasil plot ee wall tok. Kemudian juga kita bisa gambarkan hasilnya. Nah, kalau sungai itu belum ada daya tampung atau ee belum ada kelas, kita juga bisa hitung ya menggunakan world to ke ini. Contohnya ee kita bagi-bagi segmen ee kemudian nanti contoh misalnya di sini ini kelas berapa begitu ya. Nah, kalau ee kita ingin kelas 2 naik berapa persen dari sekarang supaya bisa dia masih di bawah kelas 2 ini kita buat skenario-skenario naik 75% ternyata maksimum BOD-nya hanya bisa nambah 75% lagi sehingga kelas 2 ini tidak terlampaui ya di sini. Nah, jadi model ini bisa kita pakai untuk menghitung beban pencemar. Ee ini contohnya. Nah, WASP itu kelebihannya dia dua dimensi atau tiga dimensi. Kalau kita lihat ee dari sisi persamaan qualtuk ini sudah sangat lengkap ya. Nah, ini dibandingkan WASP ada beberapa yang bahkan WASP tidak ada di qualuke ini ada ya. Nah, jadi qualuke ini sudah bagus ee tapi kelemahannya dia satu dimensi sehingga ee ini ya bisa dilihat nanti. Nah, WASP ini bedanya dia dua dimensi. Jadi dia bisa untuk danau estuari ya. Nah, artinya kapan kita menggunakan WASP? Kalau ee limbah cairnya ini dibuangnya ke danau bukan ke sungai. Kalau ke sungai kita bisa pakai qualtuk, tapi kalau ke danau kual tuke tidak bisa karena dia satu dimensi. Nah, kalau dibuangnya ke danau ke eskuari ya itu kita pakai WASP. Nah, ee itu barangkali ya ini banyak detail tapi mungkin terlalu teknis ya. WASP saya. Nah, ini ee intinya dia bisa dua dimensi begitu. Kalau waltuk kan satu dimensi. Nah, dia dia bisa untuk estuari juga ini ya. wasp kita lihat ee dia bisa untuk sebuah estuari ee di tepi laut begitu. Nah ee ya karena WASP ini lebih baru dari Qual TOKUK tentu WASP dari sisi interface lebih bagus ya lebih mudah ee hasilnya nanti bisa kita lihat ya. Kalau isinya hampir sama dengan qualtuk ya, dia bisa bukan hanya BOD, DO, tapi juga bisa nitrogen, fosfor ee dan lainnya. Oke, mungkin saya tidak akan detail di sini ya. Nanti Bapak Ibu kalau ingin tahu detail bisa akses di Ekoed Edu banyak video-video tentang WASP. ee saya akan tutup dan kita akan ee simpulkan ya. Jadi bedanya hanya ini. Qual tok satu dimensi, WASP bisa 1 sampai 3 dimensi. Ee jadi Wspatif kalau Bapak, Ibu running ee perteknya ke danau atau ke estuari atau Nah, untuk ke laut WASP tidak bisa ya karena laut kan ada ee sirkulasi laut. Nah, itu software-nya beda lagi. Ee kita biasanya menggunakan mic 21 ya untuk laut. Nah, jadi ee tapi untuk S2 hari bisa artinya ketika dia ada di tepi tepi laut tapi bukan dibuang langsung ke ke laut. Nah, jadi Bapak Ibu ee karena waktu yang terbatas bagi yang tertarik ingin mendalami lebih lanjut tentang ee Qual 2K dan WASP karena ini perlu latihan ya, ada instalasi itu silakan ee lihat materi-materi di www. ecoedu. Saya lihat ee cukup banyak materi-materi yang bisa mendukung kita untuk mempelajari kedua software ini lebih lanjut. Ee sekian ya Bapak Ibu, saya akan kembalikan kepada moderator. Ee kurang lebihnya mohon maaf. Billahi taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Terima kasih banyak Pak Asep atas paparannya. Baik, ee di sini sudah ada dua orang yang melakukan e rais hand. selebihnya eh pertanyaan sudah masuk ke slido ya, Bapak Ibu. Mungkin ada Bapak Ibu yang ingin bertanya, silakan mengakses eh link Slelidonya eh dan menuliskan pertanyaannya pada Sido. Mungkin di sini karena sudah ada yang rais hand mungkin saya persilakan terlebih dahulu untuk eh Ibu Anisah silakan untuk menyampaikan pertanyaannya serta Pak setelah itu nanti Pak Romi ya. Baik. Mungkin boleh Pak Romi Mahmud terlebih dahulu. Silakan. Oke. Ee baik, terima kasih Mbak. Ee asalamualaikum Pak Asep. Ee di sini Pak Saya mau Waalaikumsalam. Iya. Iya. Ee yang pertama saya mau menanyakan, Pak, terkait kalau misalnya kita ada pengujian kualitas air, kemudian ee air sungainya itu belum ditentukan baku mutunya. di beberapa ee webinar kami ee temukan bahwa kalau belum ditentukan kualitas ee sori belum ditem belum ditentukan ee kelas air sungainya maka kita menggunakan ee baku mutu air kelas 2. Nah, ee yang ingin saya tanyakan, Pak, ketika kita melakukan pengujian sampel kemudian ee di sungai itu belum ditentukan ee kelas airnya. Ee kalau misalnya kami mengambil baku mutu air kelas 2 ee dia sudah sebagian parameter sudah melebihi baku mutu Pak. Iya. Tapi kalau kita turunkan kelasnya ke kelas 3 ee dia ee semua sesuai baku mutu. Nah, apakah kalau dalam ee penyusunan perteknya itu kalau ada kasus seperti ini bisa kita menjadikan acuan baku mutuar kelas 3, Pak? Artinya ee status status e kelas airnya kita turunkan ke kelas 3. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua ee untuk tadi kan Bapak bilang untuk ee Qualtuki sama ee waspaltuk cuma satu dimensi sedangkan ee WASP bisa sampai tiga dimensi. Nah ee sedangkan eh WASP ada beberapa parameter yang tidak bisa di analisa dengan menggunakan aplikasi WASP. Sedangkan eh Qual to Key bisa. Apakah bisa data dari analisa Qual TOK itu digunakan untuk ee pemodelan di ee WASP, Pak? Supaya kita bisa ee dapatkan hasil ee dua atau tiga dimensinya, Pak? Iya. Saya rasa seperti itu. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bagus sekali pertanyaannya. Terima kasih. Saya coba jawab yang pertama dulu ya. Ee ini karena ini masalah regulasi tentunya kita tidak bisa sembarangan menentukan dari kelas 2 ke kelas 3. Jadi penentuan kelas ini kan wewenang dari pemerintah daerah ya untuk menetapkan kelas 1 sampai kelas 4 untuk sungai-sungai yang di bawah kendali pemerintah daerah ee dan untuk sungai-sungai yang di bawah kendali pemerintah pusat itu sungai-sungai yang besar yang lintas provinsi ya itu biasanya di ee kewenangannya ada di pemerintah pusat itu setahu saya sudah semuanya sudah ditetapkan kelas kelas 1 sampai kelas 4. Nah, untuk yang di bawah kewenangan provinsi atau kabupaten kota barangkali ada yang belum. Nah, ee kemudian ada aturan kalau belum ya kelas 2 itu kelas 2 itu artinya ee kelas yang moderat ya. Kalau kelas 1 kan sangat bagus, kelas 2 moderat, kelas 3 dan 4 ini ya kelas untuk ee daerah-daerah padat khususnya karena sudah tidak terkejar lagi ya untuk kelas 1 atau kelas du. Namun demikian sekarang ada tren untuk daerah-daerah padat seperti Pulau Jawa juga dipaksa untuk kelas 2 ya ee karena ya kita tahu bahwa ee sungai ini menjadi konsumsi ee banyak pihak sehingga ee kelas 2 itu dianggap kelas yang cukup aman ya untuk masyarakat yang mengkonsumsi. Nah, ee jadi karena ini terg terkait regulasi kita tidak bisa ya. Jadi jawabannya tidak bisa kita turunkan jadi kelas 3 dengan keputusan kita sendiri. Yang bisa memutuskan ya hanya pemerintah daerah dengan ee pergup atau Perwal ya eh dengan analisis tertentu bisa ee menetapkan apakah kelas 1, 2, 3 atau 4. Tapi kalau individu kita tidak bisa. Kemudian pertanyaan kedua ee bagaimana kalau kita sudah running tok satu dimensi kemudian ingin kita konversi ke WASP itu bisa ya. Jadi ee karena data-datanya hampir mirip, kalau kita sudah running eh quality tok nanti data itu bisa kita running juga di WASP dengan dimensi yang ee lebih besar ya, misalnya jadi dua dimensi atau tiga dimensi itu barangkali ee masih ada. Saya kembalikan kepada moderator ya. Silakan. Baik, mungkin ee saya akan bacakan terlebih dahulu, Pak. Di sini ada pertanyaan yang sudah masuk. Ee sebentar. Baik, di sini sudah ada beberapa pertanyaan yang masuk. Ee yang pertama ini sudah ada delapan yang vot terkait dengan pembuangan air limbah ke sungai. Jika sungai yang dibuang memiliki beku mutu disampaikan perlu menyusun kajian kompensasi. Kajiannya seperti apa ya, Pak? Ya, ee kata kompensasi ini ee sangat populer di tata ruang ya. Nah, jadi kalau misalnya Bapak Ibu ee menggunakan suatu lahan ee di tutupan lahan tertentu ya, di sana banyak pohon dan seterusnya di sebuah kota. Karena kepentingan pembangunan akhirnya kita ubah asalnya pohon-pohon menjadi daerah terbuka itu kita kompensasi di daerah lain ee dengan ya tutupan lahan yang tentu lebih luas. ada aturannya di kehutanan seperti itu. Nah, jadi ee kalau kompensasi di sini ee contohnya ya ee Bapak Ibu walaupun ini ee jarang disetujui bahwa limbah yang kita buang ini melebihi baku moto itu biasanya jarang disetujui. Kalaupun ada kondisi tertentu ya ini akhirnya disetujui dengan satu alasan yang kuat maka kita harus melakukan kompensasi. misalnya kita membuat aerator ya, sungainya kita aerasi misalnya untuk membantu proses self purification atau misalnya ee di kanan kirinya di kanan kiri sungai ada rivarian ya ee tanaman-tanaman yang bisa membantu degradasi limbah dan berbagai ee kompensasi lainnya karena kita sudah tidak bisa menurunkan kan ee menurunkan konsentrasi dari limbah yang kita buang. Jadi ee bentuk kompensasinya bisa macam-macam ya, tergantung kepada kondisi sungai tersebut. Mungkin Mbak Tia saya baca aja ya ee langsung boleh. Apakah limbah domestik juga harus mendapatkan pertek? Nah, ee kalau kita lihat tadi pertekangan IPAL, ya. Pertek itu keterangan IPAL. Jadi, e ada dua kondisi. Pertama, ada satu kegiatan yang menghasilkan limbah cair yang limbah cairnya ini melebihi baku mutu. Itu yang pertama. Yang kedua kita mengusulkan IPAL. Nah, jika dua hal ini ada ya, maka perlu pertek. Kalau limbahnya limbah domestik melebihi baku mutu tapi tidak ada IPAL-nya, tidak perlu perteek. nanti dokumennya kajian yang lain ya. Nah, mengapa? Karena kalau kita lihat di dalam dokumen perteek itu ada ee pengendalian dampak. Jadi, kita harus membuat desain IPAL di sana. Nah, kalau dia tidak ada desain IPAL-nya berarti kan Pertex tidak bisa kita kerjakan. Mungkin dokumen analisis lingkungan yang lain ya. Nah, jadi ee domestik ya misalnya domestik ee dia melebihi baku mutu tapi tidak ada IPAL, kita tidak bisa buat perteek, kita hanya bisa buat dokumen lingkungan lainnya ya kajian. Nah, tapi begitu domestik ini kemudian kita kendalikan dan ada IPAL Komunal misalnya, nah kita bisa buat pertex ya. Jadi kalau masalah harus dan tidak ya ini kewenangan dari pemda. Kalau pemda mengatakan harus ya harus ya. Nah, ee tapi kalau secara umum ee domestik ini agak sulit ya ee pengendaliannya karena siapa penanggung jawabnya? Kalau perumahan bisa misalnya ada sebuah perumahan menghasilkan 1000 rumah itu bisa diminta pertanggungjawaban ee pemilik perumahan swasta gitu ya. misalnya ee perumahan-perumahan atau apartemen pengelolanya ini bisa dimintai pertanggungjawaban untuk membuat pertek. Tapi bagaimana kalau misalnya domestiknya ini dari rumah-rumah ya, dari masyarakat nanti siapa yang harus membayar IPAL? Karena di dalam PRT kan ada kesanggupan untuk membayar biaya operasi dan pemeliharaan. Nah, ini mudah-mudahan bisa ini ya bisa menjawab pertanyaan apakah limbah domestik juga harus ee mendapatkan pertek. Kemudian dari Pak Syarif, apakah penyusun pertek perlu kualifikasi sertifikat resmi? Ee tahun lalu kami diskusi dengan KLHK itu belum keluar ya ee regulasinya. Nah, mungkin untuk sekarang ee apakah masih dibahas atau sudah keluar ya, saya belum dapat update-nya. Ee jadi Bapak, Ibu bisa nanya ke Dinas Lingkungan Hidup setempat atau ke KLHK, tapi setahu saya regulasinya belum keluar ya. Jadi untuk pertek AMDAL itu aturannya sudah sangat baku. Tapi ini karena produk baru ee di tahun 2021 ee setahu saya masih dibahas ya regulasinya. Tapi nanti silakan ditanya ke KLHK atau DLH barangkali sudah keluar regulasi tentang ee sertifikasi ini. Nah, jadi selama ini ya setahu saya dalam 1 tahun terakhir ini ee sertifikatnya boleh dari ee pelatihan-pelatihan begitu ya. Misalnya setahu saya sertifikat dari EKOED itu bisa ya bisa dipakai ee untuk mengerjakan PRT dan lembaga-lembaga lain juga saya pikir bisa ya untuk ee dipakai. Kemudian ee apakah pemrakarsa bisa melakukan atau menyusun pertek sendiri? jawabannya bisa ya ee karena kan tadi syarat penyusunan pertekuti Permen LHK 5 2021. Nah, selama aturan itu diikuti itu bisa ya ee mengenai masalah kualifikasinya ya tentunya sebelum membuat perteek perlu ditanya dulu ke DLH atau ke KLHK ee apakah kualifikasi yang kami ee ajukan ini memenuhi atau tidak begitu ya. Jadi jangan langsung Bapak Ibu buat perteek tanpa ada diskusi dulu. ee nanti ee khawatir sudah selesai perteeknya ternyata ada masalah di kualifikasi pembuat ya. Jadi bagusnya ada diskusi awal dulu baru kemudian melangkah ke proses pembuatan. Ee apabila kegiatan telah operasional dan wajib menyusun DPLA, apakah perlu menyusun persetujuan teknis? Nah, kalau sudah jalan itu ee kita tanya dulu apakah dia sudah punya IPLC atau belum. Nah, kalau belum ada IPLC kan berarti wajib ada SLO ya. Nah, SLO ini hanya bisa diterbitkan kalau ada pertek. Nah, kan IPAL-nya sudah ada. Bagaimana nyusun perteknya? Justru lebih mudah. Tinggal menceritakan saja IPAL-nya seperti apa ya, tidak perlu kita mendesain ulang. Nah, kemudian nanti hasilnya apakah memenuhi baku mutu atau tidak kan tinggal diukur dilaporkan di dalam perteek ditambah dengan tadi ee kesanggupan SDM, kesanggupan manajemen termasuk pembiayaan. Nah, kita selesaikan perteptexnya nanti disubmit bersamaan dengan DPLH. dari ee Ibu Maulina ya, DLH Bangkalan. Bagaimana dengan izin lingkungan SPPL yang tidak wajib pertek, namun kegiatan usahanya memiliki dampak terhadap lingkungan seperti klinik. Nah, memang sekarang dengan UUC ini banyak yang turun turun level ya. dulu wajib UKLUPL menjadi tidak begitu ya. Dulu wajib AMDAL jadi ee UKL-UPL saja. Nah, ee saya pernah mendapatkan keluhan yang sama dan kebetulan acara itu ada orang KLHK ya ee dari KLHK menjawab begini, "Jika aturan yang baru sekarang dianggap meresahkan masyarakat, silakan mengajukan surat ke KLHK untuk ditinjau. Jadi bisa saja ya waktu itu kasusnya bukan klinik ya, kasusnya adalah ee tambak tambak rakyat ya. Tambak rakyat yang dulu harus ada UKL-UPL sekarang jadi cukup SPPL tapi ternyata itu mencemari daerah setempat. Nah, itu bisa diajukan ya ke KLHK untuk ditinjau kembali aturan di daerah itu. Mungkin saja kalau dilihat dampaknya sangat besar bisa berubah menjadi ee UKL-UPL kembali begitu. Nah, jadi tidak bisa sama apa tidak bisa dijawab secara general. Nah, ini menurut KLHK ini harus ditinjau satu persatu kasus per kasus. Jadi dari DLH bisa mengajukan surat ya ke ee PDLUK. PDLUK itu yang ngurus AMDAL. Ee nanti akan ada jawaban dari PDLUK KLHK. Kemudian dari Mbak Yuniar, apakah sebelum submit dokumen kerangka Andal harus mendapatkan pertex terlebih dahulu? Nah, jadi kalau UKLUPL ini jangan dulu AMDAL ya. UKLUPL persetujuan perteknya harus lebih dulu daripada UKL UPL. Tapi kalau AMDAL boleh berbarengan persetujuannya ya. Jadi persetujuannya itu ee pemeriksaan atau evaluasi oleh tim uji kelayakannya itu harus bareng atau sebelum. Kalau UKL UPL tidak boleh bareng, dia harus sebelum. Sebelum, setelah selesai baru UKL-UPL-nya bisa diproses. Kalau AMDAL bagusnya sebelum, tapi kalaupun ingin berbarungan masih boleh. Nah, jadi apakah jawaban saya ini bisa menjawab? ya. Ee kalau masih belum nanti bisa menyampaikan pertanyaan lanjutan. Kemudian dari Ibu Rahma Putri terkait pembuangan ee Bu Rahma tadi sudah Pak. Oh ini ada ee silakan mungkin ini dari apakah Eko mengadakan pelatihan pemodelan? Oh iya. Apakah EDO akan mengadakan pelatihan Mic 21? Ya, ee bisa saja ee untuk sekarang belum karena peminatnya belum banyak. Ee nanti Ibu Muti bisa cerita ya mengenai ee batas minimal kalau enggak salah 10 orang ya, Bu Muti ya. Betul, Pak. Iya. Jadi mungkin Bapak Ibu yang tertarik bisa daftar dulu nanti dikumpulkan pesertanya kalau sudah 10 orang kita bisa running ya bisa laksanakan ee pelatihan MIC 21. Nah, problem peserta ini kalau Bapak Ibu suatu instansi sebetulnya bisa ee kelas ini kalau enggak salah ya Bu Muti ya, kelas instansi. Jadi, nah mengenai detail itu saya kurang paham. Nanti bisa tanya ke admin ya, admin. Admin Eko Edu. Ee di sini mungkin nanti Mbak Muti bisa memberikan kontak. Iya, Pak. Baik. Oke. Kemudian Mbak Muzdalifah ya, apakah yang dimaksud dengan penentuan zone of initial dilution? Ada untuk kajian pembuangan air limbah. Nah, e tadi kan ada zona-zona itu ya. Nah, zona-zona itu. Nah, zona-zona itu nanti di ee dihitung pakai model. Kemudian kan ada grafik yang ee dia misalnya do-nya ee turun kemudian naik. Nah, itu berarti ee kita katakan sudah masuk ke recovery ya. Nah, jadi ee zona-zona itu bisa kita definisikan setelah modelnya selesai. Termasuk tadi zona dilution. Jadi ee dilusion ini bisa ee dilusion dari kita sendiri atau bisa juga dari tempat lain ya. ee misalnya sebelah limbah kita ada anak sungai yang masuk itu juga kan jadi sumber dilusi, ya. Nah, nanti ee peta sungainya itu harus kita buat dulu dari mana ada input-input terutama anak sungai. Nah, di sanalah kita bisa ee running model plus penentuan ee zona-zona tadi. Kemudian ee mungkin masih Ibu Azizah. Iya, masih Z. Iya. Caranya ee harus dirunning dulu. Kemudian kita bisa pakai gambar saya yang tadi itu ya, ada zona septik, kemudian zona recovery. Ee jadi ee kita hitung dulu pakai model. Hitung dulu pakai model ya. Sebetulnya model kan alternatif tadi ya. di Permenal HK5 sebetulnya kita bisa pakai neraca massa stratter pelvs. Nah, tapi pengalaman dari ya saya pribadi lebih mudah akhirnya lebih mudah pakai model karena kalau strter pers tuh kita jadi entry satu-satu gitu ya. Ee sudah ada. Jadi kalau pakai model itu awalnya memang susah karena kita harus pelajari tapi setelah kita bisa itu jadi lebih mudah dibandingkan kita pakai Excel. eh strat kalau dibolehkan sih dibolehkan ya ee di aturan kan ada neraca massa analitik atau numerik. Tapi dari sisi kemudahan lebih mudah pakai numerik. Kemudian mungkin ada pertanyaan lagi ini udah tadi ya Bu Yuniar ee Ibu Sri Mulyani apakah pembohongan air limbah ke selokan termasuk air limbah Nah ini yang selokan ini sejarahnya panjang ya. Jadi waktu itu kami melakukan pertemuan dengan KLHK tentang masalah ini. Ee KLHK sebagai narasumber. Ee KLHK ee menyampaikan bahwa yang membuat aturan ini diinisiasi dari PU. PU tidak mau saluran drainase dijadikan saluran pembuangan limbah. Karena drainase itu kan untuk air hujan. Nah, dengan adanya air limbah ini mengganggu fungsi drainase sehingga ee Kementerian PU meminta kepada KLHK agar setiap saluran drainase tidak boleh dijadikan pembuangan air limbah. Nah, ini ee di follow up oleh KLHK dengan aturan pembuangan limbah tidak boleh ke saluran drainase. Nah, mungkin ada yang belum siap ya ee perusahaan yang belum siap membuat saluran pembuangan air limbah sendiri langsung ke sungai. Nah, tentu di sini ee diperlukan diskusi ya, diskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup, dengan Dinas PU. Ee walaupun aturannya seperti itu, bagaimana solusinya? Jadi tidak bisa kita pukul rata boleh atau tidak boleh. Kalau aturannya memang tidak boleh. Tapi kalau di suatu daerah kondisinya belum memungkinkan, bisa ditempuh dengan cara ee diskusi ya. diskusi antara ee Dinas Lingkungan Hidup dengan Dinas PU bagaimana solusinya. Kemudian yang jelas itu bukan formasi tertentu ya. Jadi ee itu tidak boleh begitu ya Bu Sri Mulyani jadi ee jawabannya tidak boleh untuk aturan sekarang ya. Tidak boleh kita buang ke saluran drainase dan ini menjadi banyak masalah. karena tidak ada alternatif lain selain ke saluran drinasi. Makanya supaya tidak melanggar aturan dari PU tadi ya perlu ada pertemuan ee tiga pihak ya, antara pelaku usaha Dinas PU dengan Dinas Lingkungan Hidup. Kemudian dari Ibu Amalia, pada Perseduan Teknis Air Limbah untuk pengambilan sampelnya dibutuhkan data dan parameter apa saja. Nah, ee sampel dan parameter ini nanti mengikuti ee kerangka acuan AMDAL ya. Ee karena kan studi pertek lepas dari studi AMDAL. Nah, kalau misalnya tadi kegiatannya sudah terjadi, tidak ada AMDAL hanya DPLH, ya kita ikuti saja ee jumlah sampel minimal. dikatakan jumlah sampel minimal itu tiga di hulu, di lokasi pembuangan outlet dan di hilir. Ya. Tetapi kalau kita melakukan studi AMDAL kadang-kadang ditambah tidak minimal tiga. Jadi ketika diskusi kerangka acuan itu kadang-kadang lima atau enam ya. Nah, jadi kita tidak bisa pakai angka minimal kalau pekerjaan pertintegrasi dengan pekerjaan AMDAL. kita harus mengikuti titik sampling rona lingkungan awal untuk sungai di kerangka acuan AMDAL. Kalau tidak terkait dengan AMDAL, kita bisa ee mengikuti tadi ya yang minimal. Nah, mengenai parameternya tentu parameter tergantung kepada ee jenis ininya ya ee industrinya tekstil. dengan pabrik pupuk misalnya kan beda ininya ee baku mutunya. Nah, tapi ada juga mungkin parameter yang sulit ya. Nah, ini ee saya tidak bisa memutuskan. Jadi, silakan diskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup pas kerangka acuan AMDAL itu biasanya dibahas ee parameter mana yang boleh dan tidak. Nah, tetapi parameter yang ee wajib ya itu ee BOD, COD, DO ee temperatur itu biasanya harus selalu ada. Nah, untuk yang lain misalnya logam berat dan seterusnya kalau memang di baku mutu air limbahnya ada, nah ini harus didiskusikan kalau memang ee pelaku usaha merasa keberatan untuk melakukan sampling itu. Itu barangkali ya, Bu Amelia. Kemudian Pak Ardi. Eh, mungkin ini dulu Pak supaya ini ada yang rais hand dulu mungkin kita panggil salah satu mungkin biar lebih interaktif ya Pak. Oke. Di sini e sudah ada Pak Azizatur. Mungkin Bapak Pak Azizatur silakan untuk ee unmute. Mungkin dari Bapak dan Ibu yang lain adakah yang ingin menanyakan pertanyaan secara langsung eh on mic mungkin bisa resign. Silakan Pak eh Yusdi untuk eh on mic. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat siang, Pak Asep. Ee mohon maaf mungkin Pak Yusdi apakah bisa eh speaker di sekitarnya untuk dimatikan terlebih dahulu? Oh iya, mungkin kita tunggu terlebih dahulu Bapak Ibu. Oke. Baik. Ee apakah bisa diar? Iya bisa, Pak. Oke. Ee terima kasih ee Kak, saya dari DLH Kabupaten Probolinggo, Bapak. Jadi ee saya mungkin ee mewakili juga mewakili rekan-rekan pelaku usaha budidaya tambak yang sering konsultasi ke kami. Pertama terkait dengan ee baku mutu tambak, air buangan tambak itu kan ee sampai saat ini belum ada. Sehingga mereka harus melakukan kajian teknis. ee untuk mendapatkan ee persetujuan teknis. Nah, yang jadi kendala ee versi Kementerian Kelautan ee mereka itu kan tidak tidak melihat air buangan tambak itu bukan limbah gitu. Jadi air buangan. Tapi di sisi lain ee versi lingkungan hidup bahwa itu ee air air limbah gitu. Nah, itu ee terkait dengan definisi. Kemudian yang kedua ee mereka kesulitan dalam penentuan baku mutu spesifik. Ee yang ingin saya tanyakan, apakah bisa baku mutu spesifik itu kita mengacu ee daerah lain atau provinsi lain yang sudah menetapkan misalkan atau berdasarkan ee jurnal-jurnal yang terkait dengan ee parameter-parameter kunci yang digunakan untuk ee menentukan ee tambak ini ee mencemari atau tidak. Seperti itu kira-kira. Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Iya. Waalaikumsalam. Terima kasih, Pak. Pertanyaannya bagus sekali. Mungkin ini juga dirasakan ya di daerah-daerah lain. Ee secara regulasi Dinas Lingkungan Hidup boleh ya membuat aturan sendiri ee asal lebih ketat dari nasional. Nah, namun secara teknis memang tidak bisa mudah karena diperlukan kajian ya untuk menentukan baku mutu di daerah. Ee untuk langkah ee itu ideal. ideal artinya DLH mengeluarkan satu aturan sendiri untuk tambak di daerahnya sehingga memudahkan di dalam ee pengelolaan tambang. Nah, sebelum kondisi ideal itu tercapai ya bisa saja kita ee melakukan kajian-kajian yang seperti Bapak sampaikan tadi ya ee baik itu studi literatur atau lihat daerah yang lain. Nah, namun demikian ee yang terbaik adalah melakukan studi sendiri ya. Nah, karena ee di dalam menentukan ee baku mutu itu tentu ada perbedaan karakteristik dari ee setiap daerah. Contoh misalnya di satu daerah dia menentukan satu parameter itu lebih ketat dari nasional. Tapi di daerah Bapak, Ibu itu sulit sekali. Kalau itu diterapkan nanti Pak Tambak itu bisa gulung tikar misalnya ya untuk memenuhi baku mutu yang ketat seperti itu. Nah berarti ya kita ee kebetulan referensi nasionalnya kan belum ada ini ya. Nah jadi tidak kita tidak bisa ambil begitu saja intinya begitu ya. Ee tidak bisa ambil begitu saja data dari luar. ee untuk uji coba bisa gitu ya, artinya kita ambil satu daerah kemudian kemudian kita uji coba ee itu bisa saja. Nah, terkait dari ee kementerian lain ya itu memang tugasnya begitu ya. Ya, contoh lain misalnya Kementerian ESDM menganggap ee scrap baja atau scrap itu bukan limbah, itu adalah bahan baku industri ee baja di Indonesia. Ya, namanya bahan baku harusnya dipermudah tapi begitu impor scrap atau ya bekas-bekas potongan besi dari luar ini kan tercampur dengan B3. Nah, KLHK melihatnya sebagai regulator untuk ee melindungi lingkungan di Indonesia itu akan bergerak menganggapnya sebagai limbah B3. Nah, ini kan perbedaan persepsi antar dua kementerian itu memang ee sudah biasa karena tugasnya beda ya. tugas Kementerian Perdagangan bagaimana kegiatan perdagangan bisa maksimal Kementerian Lingkungan bagaimana lingkungan bisa terjaga. Nah, demikian juga dengan kasus ee kelautan ya. Itu wajar saja kalau kelautan menganggapnya bukan limbah ee tapi misalnya hanya buangan. Nah, lingkungan menganggapnya sebagai limbah karena melihat pada ekosistem ee pesisir dan laut. Nah, ee cara termudah ya memang harus ada diskusi ya. Jadi mungkin ada rapat-rapat antar dinas sehingga ada kesepahaman. Kalaupun tidak ada kesepan, ya kita bisa menggunakan ee tugas masing-masing ya. bahwa tugas dinas lingkungan memang melindungi. Dan ee kalau dari aspek lingkungan kita tidak hanya melihat fisik kan kalaupun jumlahnya hanya sedikit airnya ini jernih, tidak bisa kita belajar bahwa kita harus lihat parameter kimia, jangan-jangan ada logam berat begitu kan. Nah, itu tidak terlihat dan itu tidak menjadi perhatian dari kementerian lain. Nah, jadi ee solusi terbaik memang ada kesepakatan bersama ya, kesepahaman sehingga masing-masing bisa saling mendukung. Kalaupun tidak ya tetap kalau Bapak di Dinas Lingkungan Hidup terikat kepada aturan-aturan ee dari KLHK ya. Jadi kalau saya simpulkan kompleks sekali ya permasalahan di Bapak. Ee mudah-mudahan bisa terselesaikan dengan cepat ya, Pak. Itu barangkali, Pak ee komentar dari saya. Mohon maaf kalau kurang berkenan ya, kurang pas. Silakan. Makasih ya. Sama-sama. Terima kasih Pak Yusdi serta ee Bapak Ibu sekalian yang sudah melakukan pertanyaan baik di Slelido ataupun rais hand ee karena waktu sudah ee menunjukkan pukul ke 11.57, maka dari itu untuk pertanyaannya saya tutup. Mungkin nanti akan bisa dijawab oleh Pak Aset di PowerPoint ya, Bapak, Ibu. Nanti akan dilampirkan bersamaan dengan materi webinarnya. Begitu ya. Mungkin Pak Asep terima kasih banyak atas ee waktunya hari ini Pak Asep untuk ee memaparkan materi mengenai peran kuatu KW dan WSP pada prtek Air Limbah. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak dan Ibu yang sudah hadir. Sebelumnya mungkin kita ee ingin saya ingin melakukan share screen terlebih dahulu mungkin. Silakan. Oke. Baik. Mungkin setelah ee paparan materi yang sudah dipaparkan oleh Pak Asep ini, Bapak dan Ibu barangkali ada yang berminat untuk mengikuti pelatihan lanjutan sehingga mungkin lebih paham mengenai apa itu pertek air limbah, kemudian apa itu pemodelan menggunakan KUATKW dan WHSP. Di sini kami akan menyelenggarakan pelatihan tersebut pada bulan Agustus serta bulan Oktober. Nah, nanti mungkin ee pamflet ini akan saya kirimkan di grup ee masing-masing. Ee jadi mungkin ee di Pertek Air Limbah ini nanti Bapak dan Ibu akan di ee diajak untuk mengetahui bagaimana cara untuk menyusun ee dokumen persetujuan teknis sehingga nanti bisa menjadi dokumen penunjang untuk AMDAL dan SLO pada kegiatan yang Bapak dan Ibu sedang laksanakan. Sedangkan untuk pemodelan kual PW serta WASP ini nanti ee Bapak dan Ibu mungkin yang lebih cenderung ee senang untuk melakukan pemodelan ee nanti ee bisa masuk ke pelatihan ini dan nanti mungkin di persetujuan teknis air Limbah juga dibutuhkan ee peran ee pemodelan Qualuke dan WSP ini. Begitu. Ee mungkin saya sangat mengharapkan kehadiran Bapak dan Ibu pada pelatihan kami. Saya senang sekali juga dapat bertemu dengan Bapak dan Ibu pada hari ini. Baik, mungkin sebelum kita ee menutup ee webinarnya, saya akan melakukan dokumentasi terlebih dahulu. Ee barangkali Bapak dan Ibu yang bisa untuk oncam, silakan untuk menyalakan kameranya. Baik. Baik. Akan saya coba bantu untuk ee dokumentasikan ya untuk slide pertama. 1 2 3. Baik, untuk slide yang kedua. Untuk slide ketiga. Untuk slide keempat. Slide kelima. Slide keenam. Oke. Baik. Mungkin ee informasi juga pada ruangan Zoom ini sudah ada ee tadi sampai limit 300 orang. Kemudian untuk di YouTube juga sudah ada 100 orang dan di Zoom sebelah juga sudah ada 300 orang. Maka dari itu webinar hari ini sudah dihadiri oleh 700 orang ya, Bapak Ibu. Terima kasih banyak atas kepercayaannya ee dan mengikuti pelatihan ee webinar kami. Semoga dapat bertemu pada pelatihan selanjutnya ataupun pada webinar selanjutnya. Saya ucapkan terima kasih banyak atas kehadiran Bapak dan Ibu. Mohon maaf atas segala kesalahan yang kami laksanakan. Maka dari itu, terima kasih banyak Bapak, Ibu. Terima kasih Pak Asep atas kehadirannya hari ini. Iya, terima kasih buat semuanya. Iya, terima kasih. Hatur nuhun, Pak Asep. Sami-sami hatur nuhun. Sampai bertemu di lain kesempatan Bapak Ibu. Salam lestari. I salam lestari. Salam lestari. Terima kasih, Ibu. Sama-sama. Silakan untuk meninggalkan ruangan Zoom. Terima kasih, Bapak, Ibu. Semoga berjumpa di lain kesempatan. Makasih, Bu. Sama-sama, Ibu. Bapak, Ibu. Terima kasih banyak, Mbak Tia. Untuk sertifikatnya dikirim ke email, ya. Iya. Baik. Untuk sertifikatnya di akan dikirimkan ke email. Mungkin Bapak dan Ibu silakan untuk mengisi formulir ee daftar hadirnya. Nanti di sana setelah datanya kami terima nanti akan kami kirimkan maksimal 3 hari setelah webinar ini selesai. Karena mungkin yang bergabung juga lumayan banyak ya, Bapak, Ibu. Jadi kami sedang berusaha untuk ee mempercepat ee sertifikatnya agar bisa diterima oleh Bapak dan Ibu. Materinya juga nanti akan kami sampaikan serta mungkin jawaban-jawaban dari Pak Asep untuk pertanyaan yang tadi belum sempat terjawab juga nanti bisa dijawab mungkin ee buat Bapak dan Ibu yang masih ada pertanyaan saya akan buka slidonya sampai pukul .00. Silakan Bapak Ibu untuk em mengisi slidonya untuk pertanyaan-pertanyaannya. Nanti pertanyaannya akan saya kirimkan ke Pak Asep untuk dijawab. Begitu. Terima kasih banyak Bapak Ibu ee link tautannya sudah dikirimkan di chat. Mungkin bisa diakses sampai 10.05 karena waktunya terbatas. Silakan diakses. Terima kasih Bapak dan Ibu. Selamat siang. Saya izin menutup Zoom-nya. Terima kasih Bapak Ibu. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]