Scholar Lab Officially Launches! Google Scholar's New, Free AI Feature Improves Scientific Writing
5qbJZMRbcfc • 2025-12-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Sekitar 1 pekan lalu, Google Scholer
memunculkan kembali fitur EE terbaru
yang akan sangat memudahkan kita menulis
laporan penelitian hingga membantu kita
menyusun artikel jurnal berkualitas.
Fitur AI terbaru tersebut bernama
Scorlab yang dapat kita gunakan secara
gratis. Munculnya Scorlab menambah fitur
AI yang ada di Google Scholar. Selain
Google Scholor PDF Reader yang pernah
kita bahas di channel YouTube saya.
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Berjumpa lagi dengan saya
di channel YouTube saya, Ensiklopedia
Ahmad Fauzi, channel yang membahas
berbagai platform AI yang bermanfaat
untuk bidang penelitian, pendidikan,
ataupun bidang-bidang yang lain. Di
video kali ini, mari kita bahas fitur
terbaru dari Google Scholer, yaitu Scor
Lab. Di sini bisa kita lihat ketika kita
akses colorgoogle.com di halaman depan
di sini ada pemberitahuan ada yang baru
new color labai power scolor search.
Kemudian kita bisa menggunakan atau
memanfaatkan fitur ini dengan sangat
mudah. Kita cukup klik tombol ini. Try
scolor lab. Setelah kita klik try color
lab akan muncul seperti ini. Ask a
detail research question to find
relevant paper. Dengan menggunakan fitur
AI ini, kita bisa memberikan atau
menyampaikan berbagai pertanyaan
penelitian kita pada Google Scholar. Dan
nanti Google Scholer akan mencarikan
berbagai artikel jurnal ataupun
referensi ilmiah yang dapat mendukung
atau menjawab pertanyaan tersebut serta
referensi-referensi yang dia gunakan dan
referensi tersebut bisa langsung kita
akses juga. Oke, langsung saja kita coba
memanfaatkan fitur terbaru dari Google
Scaller ini. Kita bisa membuat beberapa
pertanyaan dari yang ringan hingga
mendalam. Misalkan seperti ini, saya
ingin meneliti terkait bagaimana
pengaruh media sosial terhadap kesehatan
mental remaja. Maka saya buat pertanyaan
sederhana seperti ini. Does social media
affect the mental health of teenagers?
Ini saya copy ya, kita copy. Kemudian
kita masukkan di sini askol yang ada di
bagian bawah sini. Kita paste. Kita juga
bisa langsung ketik pertanyaan kita di
sini secara langsung. Setelah kita
masukkan pertanyaan kita, lalu kita bisa
menekan tanda panah ke kanan seperti
kertas ini ya, pesawat kertas ya. Ini
tinggal kita tekan saja. Setelah kita
tekan tombol pesawat kertas tersebut,
Google Scaller khususnya Scor Lab ini
akan mencarikan berbagai referensi
ilmiah yang ada di dalam database dia.
Seperti yang kita ketahui, Google
Scholar itu salah satu database ya,
salah satu pengindeks juga ya. sehingga
dia memiliki banyak referensi ilmiah
yang dia indeks. Nah, berbagai referensi
ilmiah yang dia miliki tersebut menjadi
dasar dia menjawab pertanyaan kita. Nah,
di sini bisa kita lihat ya, saya ingin
tanya apakah memang media sosial itu
berpengaruh terhadap kesehatan mental
remaja? Dia jawab, "Ya, di sini ya, ini
paper pertama ya. paper pertama
me-review literatur seperti ini
mengatakan ya kebanyakan penelitian
mengatakan bahwasanya ada hubungan
antara media sosial dengan mental health
ya namun ini weak sama inkonsisten ya.
Kemudian ada juga penelitian lain
mengkonfirmasi beberapa tipe media
sosial dapat
memberikan hubungan yang sebaliknya ya
dengan berbagai outcome mental health.
Nah, kemudian ini paper kedua ya, dia
juga jawab sehingga di sini bisa kita
lihat ya, kita memberi pertanyaan
kemudian nanti dia akan mencarikan
referensi-referensi yang bisa menjawab
pertanyaan tersebut lalu dia bedah
berdasarkan paper atau referens yang dia
dapat itu jawaban pertanyaannya yang
kita berikan seperti apa. Nah, ini
jawabannya ya. Sehingga di sini ada
pertanyaan dia cari paper pertama. paper
pertama dia bedah dia jawab berdasarkan
paper pertama ini. Pertanyaan ini
kemudian juga dijawab menggunakan paper
kedua. Paper kedua dia dapat. Kemudian
berdasarkan paper kedua tersebut dia
jawab menggunakan jawaban seperti ini
dan seterusnya. Dan di sini menarik ya
ini banyak yang bagus ini ya
publisher-nya. Ini Saint Direct, ini
Taylor Francis ini Springer ya ini Jemir
ya. Jurnal-jurnal bagus semua ini. Dan
ini bisa kita akses ya, langsung kita
akses misalkan di sini ya, tinggal kita
klik saja.
Nah, sehingga nanti kita langsung
diarahkan ini ya ke PDF atau ke
referensi yang dia kutip tersebut.
Sehingga dengan fitur ini sangat
memudahkan kita nanti ketika kita nulis
artikel atau laporan ya. Misalkan saya
ingin buat latar belakang atau ingin
buat pembahasan. Nah, di latar belakang
ataupun di pembahasan kita perlu mencari
referensi-referensi yang mendukung
pernyataan kita atau mendukung temuan
kita. Kita masukkan saja temuan
penelitian kita apa. Kita ubah menjadi
pertanyaan atau menjadi pernyataan
singkat berkaitan dengan temuan yang
kita dapat tersebut. Kemudian kita bisa
lebih dalam menanyakan pada dia. Ini kan
masih umum ya. Sekarang kita buat
pertanyaan lebih dalam lagi. Misalkan
ini ya, apa saja faktor yang dapat
meningkatkan kecemasan remaja ketika
menggunakan media sosial? Sehingga di
sini kita tidak hanya bisa bertanya
secara umum, tetapi kita bisa
spesifikkan pertanyaan kita. Lagi-lagi
ini akan mendukung kita ketika menulis
artikel ataupun laporan ya. Misalkan
paragraf 1 kita ingin menceritakan apa,
kita masukkan kecorab. Dia akan carikan
PDF-PDF-nya. Kemudian nanti dia berikan
jawaban berdasarkan artikel-artikel yang
dia kumpulkan. Kemudian paragraf kedua
kita ingin bahas apa? Kita masukkan lagi
di sini. Dia cari berbagai referensinya
kemudian nanti tinggal kita baca dan
kita sitasi. Ini sangat memudahkan kita
ketimbang kita menggunakan Google
Scholar secara konvensional. Misalkan di
sini saya memberikan pertanyaan yang
sama ya, tinggal saya paste tadi
pertanyaan kedua kemudian saya klik
tanda loop ini. Sehingga di sini kita
mendapatkan berbagai paper yang
berkaitan dengan pertanyaan ini. Tapi
kita enggak tahu ini paper ini
membahasnya seperti apa, paper yang
kedua ini berkaitan dengan pertanyaan
kita seperti apa, paper yang ketiga ini
jawabannya berdasarkan pertanyaan kita
seperti apa. dia hanya mencarikan paper
dan kita harus membacanya satu persatu.
Sedangkan menggunakan scholar lab kita
memberikan pertanyaan, dia tidak hanya
mencarikan referensinya, tetapi dia
bedah referensi tersebut untuk menjawab
pertanyaan kita tadi. Nah, ini ini kan
saya mau tanya faktor-faktor apa yang
dapat meningkatkan kecemasan remaja saat
menggunakan media sosial? Berdasarkan
paper pertama, ternyata ini ya ada
faktor kognitif juga ada mekanisme
neurobiologis.
Kemudian paper kedua ya di sini
berkaitan juga dengan
fatig ya. Fatig itu apa? Kelelahan ya.
Kemudian juga ini FOMO ya. Kemudian
paper ketiga ya di sini ada confounding
factornya ya. Kemudian ini juga ada
volumonya. Ini sangat memudahkan kita
nanti ketika membangun suatu tulisan
yang kaya akan referensi. Dan ini juga
bisa kita lihat ya, banyak dari
publisher besar juga Saint Derek, Wiile
ya, dan sebagainya. Dan lagi-lagi bisa
langsung kita akses sehingga kita bisa
cek artikelnya secara langsung. Karena
ini yang membuat adalah Google Scholer,
maka referensinya ini ya semuanya ada
ya, tidak mengada-ada ya. Kan banyak itu
ee di luar sana yang bisa membuatkan
paragraf beserta sitasi dan referensi,
tetapi ketika dicek referensinya
ternyata referensinya mengada-ada.
Ternyata tidak ada di dunia nyata tetapi
dia buat-buat. Nah, ini sudah terjawab.
Kemudian sekarang kita buat pertanyaan
yang lebih rumit lagi. Kita pengin tahu
ya, ternyata di sini sudah banyak
penelitian terdahulu yang membahas
terkait pengaruh sosial media terhadap
kesehatan mental. Nah, sekarang kita
pengin tahu kelemahan dan keterbatasan
berbagai penelitian terdahulu terkait
topik tersebut. Dengan pertanyaan ini
nanti juga akan memudahkan kita membuat
paragraf
untuk memunculkan rais gap dan novelty
untuk penelitian kita. Seperti yang kita
ketahui ya, ketika kita nulis intro,
ketika kita nulis pendahuluan dari
artikel atau proposal, kita harus
menyampaikan secara jelas bahwasanya
penelitian kita ini memiliki kebaruan.
yang kebaruan itu berdasarkan kelemahan
atau keterbatasan penelitian terdahulu.
Nah, sekarang kita coba ya dengan
menggunakan pertanyaan ini kita tanyakan
pada Google Scal. Saya copy lagi
kemudian saya enter.
Maka dia akan mencari jawabannya,
mencari paper-paper yang bisa menjawab
pertanyaan saya ini. Lalu kita coba
bandingkan dengan Google Scholar biasa
ya.
Enter.
Nah, dia carikan paper-paper-nya tapi
kita enggak tahu ini ya berdasarkan
paper ini apa kelemahannya dan
sebagainya. Nah, kalau kita di Google
Scholar khususnya di Scallor Lab dia
tidak akan membuatkan literatur review
yang membahas keterbatasan penelitian
tersebut tetapi dia akan mencari
paper-paper yang membahas atau meringkas
keterbatasan penelitian-penelitian
terdahulu. Nah, di sini ya. Sehingga
nanti bisa jadi ya sesuai prediksi saya
bisa jadi nanti dia akan menjawab
menggunakan paper-paper review karena
rata-rata paper review itu me-review
kelemahan dan keterbatasan
penelitian-penelitian terdahulu terkait
topik yang mereka review. Nah, sekarang
kita cek. Nah, ini ya an umbrella review
ya. Jadinya menggunakan paper umbrella
review ini dapat diketahui bahwasanya
ini loh kelemahan-kelemahan dan
keterbatasan penelitian terdahulu ya.
Ini definisi variabel yang lemah ya.
Kemudian outcome yang terlalu luas. Oh
sori definisi outcome yang terlalu luas
berdasarkan paper review yang ditulis
oleh Falkenbergl tahun 2022 dari
Elsavier. Kemudian ini lagi review a
narrative review of longitudinal studies
dari Corcoy tahun 2021. Berdasarkan
review tersebut ini loh
kelemahan-kelemahan penelitian
sebelumnya. Kemudian berdasarkan paper
ini, ini lagi-lagi sistematic review
seperti yang tadi saya katakan dan saya
prediksi ya. Kalau papernya review dia
akan memberikan juga penjelasan terkait
kelemahan dan keterbatasan penelitian
terdahulu. Nah, menggunakan paper ini
ini kelemahan dari penelitian-penelitian
sebelumnya. Kemudian ini juga a
systematic review. Kemudian ini a
systematic review of longitudinal
studies. Kemudian ini juga systematic
review lagi. Nah, kemudian ah ini
scooping review ya. Ini a protocol of a
scooping. Bisa jadi ini scooping review.
Kemudian ini juga ya improving the
science of other sosial media and mental
health challenges and opportunities.
Ya, kita buka aja ini review juga atau
bukan?
Wah, ini langsung ke PDF-nya nih ya. E
di impact of bla bla bla bla di sini.
Oke,
kita lihat langsung ke methodnya.
Oh, ini ya ini menarik ini ternyata
bukan paper review ya. Mungkin ya secara
umum pertanyaan tersebut akan dijawab
dengan paper review tapi tidak menuntut
kemungkinan ya ada paper reset yang
menjadi dasar jawaban color lab menjawab
pertanyaan kita tadi ya. Nah, kalau yang
ini bukan paper review eh sori bukan
paper reset ini ya. Reason progress and
current challenges ini review juga ini
ya.
Beda sama pertanyaan-pertanyaan di atas
ya. Kalau pertanyaan-pertanyaan di atas
itu kita enggak bertanya terkait
kelemahan, tetapi kita pengin tahu
jawaban dari pertanyaan penelitian umum
seperti ini. Maka paper-paper yang dia
jawab tidak hanya paper review, tetapi
ini ada paper reset ya. Kemudian juga
ada paper yang lain ya. Jadinya
tergantung pertanyaan kita. Dia akan
mencarikan referensi yang paling dekat
yang bisa menjawab pertanyaan kita
tersebut. Nah, ini PDF yang kita buka
ya. Ya, mungkin teman-teman atau Bapak
Ibu ingat ya, ini juga menggunakan AI
gratis dari Google Scaller yaitu Google
Scallor PDF Reader. Secara umum kalau
kita buka PDF kan tampilannya sebetulnya
tidak seperti ini. Saya buka menggunakan
ini misalkan ya. Ini saya copy PDF-nya
ya. Termasuk PDF di laptop kita. Kalau
kita buka pakai Chrome kan tampilannya
seperti ini. Di sisi kiri enggak ada
apa-apanya kemudian warnanya gelap dan
sebagainya. Namun dengan Google Scholar
PDF Reader, Ei gratis lain dari Google
Scholar bisa kita lihat di sisi kiri
sudah diringkaskan ya abstraknya ini,
kuncinya, intronya ini, informasi
pentingnya ini literatur review-nya ya.
Kemudian
ini metodenya dan kalau kita klik salah
satunya sret, nah di sisi kanan langsung
dia tandai. Ini loh informasi yang
menjadi dasar dia meringkas di bagian
ini. Saya ke bawah lagi. Misalkan saya
ingin ke sini ya. Ini di pembahasan ya.
Kita klik. Nah, ini muncul ya. Bagian
inilah yang menjadi dasar dari poin ini.
Sehingga dengan Google Scholar PDF
Reader di sisi kiri ini kita bisa tahu
secara ringkas apa yang dibahas dari
setiap paper ini. Tidak hanya itu ya,
kita juga bisa arahkan kursor kita ke
salah satu referensi ya. Misalkan nah
ini ya
Vega
saya klik aja Vega. Nah, maka dia akan
carikan carikan referensi tersebut.
Kemudian tinggal kita klik saja, maka
kita akan diarahkan ke referensi
tersebut. Nah, ini langsung diarahkan ke
referensi tersebut. Saya ulang lagi ya,
menggunakan referensi lain.
Nah, misalkan di sini ya, ada fundrill
2022. Saya pengin mendapatkan referensi
ini secara langsung. Kita tinggal klik
saja ya. Kemudian setelah muncul ini
kita klik. Akan terbuka nanti ya tab
yang berisikan referensi tersebut. Oh,
ini luar biasanya Google Scholor PDF
Reader. Berbeda sama yang tadi ya.
Ketika kita mengakses biasa ya, tidak
menggunakan Google Scor PDF Reader, maka
tidak ada fitur semacam itu. Ini ngelink
ya, tapi ngelinknya ke referensi. Saya
klik ini. Nah, ke referensi bukan
langsung ngelink ke sitas ee halaman
yang berisikan referensi-referensi yang
dia sitasi. Ya, saya coba yang ini. Vega
klik. Noh, kan dia arahkan ke sini. Vega
itu direferensi di sini. Berbeda dengan
yang tadi. Ketika kita klik sini akan
muncul nanti paper tersebut. Tinggal
kita klik tersebut papernya. Maka kita
nanti diarahkan ke halaman berisikan
paper yang dia citasi itu ya. Nah, kita
menggunakan Google Scorer PDF leader.
Pernah saya bahas ya di YouTube ini
bagaimana cara mendapatkannya dan ini
juga gratis. Nah, ya sekarang eranya AI
sangat memudahkan kita tidak hanya untuk
menulis artikel juga merancang
penelitian. Nah, berkaitan dengan
merancang penelitian ya saya ingin
menyampaikan lagi mengingatkan lagi hari
Jumat, Jumat pekan ini ya tanggal 5
Desember kita bisa bertemu via Zoom ya.
Kebetulan saya diamanahi
oleh kampus saya untuk mengadakan
webinar ya bukan webinar sebetulnya ya,
kita workshop langsung ya workshop
online. Online tapi langsung ya. kita
bertemu via Zoom, kita akan praktik dan
demonstrasi bersama bagaimana caranya
memanfaatkan AI untuk melakukan berbagai
hal dari mencari ide penelitian yang
mengandung novelty hingga mendesain
penelitian berstandar jurnal bereputasi.
Di situ nanti kita akan praktik mencari
research gap macam research gap yang
ada. Kemudian kita tarik menjadi ide
penelitian yang berbasis state of the
art. Kita susun juga state of the
art-nya. Kita identifikasi gap-nya. kita
justifikasi novelty penelitian kita.
Kemudian dari situ kita kembangkan
menjadi desain penelitian yang lengkap
yang berstandar jurnal bereputasi.
Dengan melakukan hal-hal tersebut yang
akan kita lakukan di hari Jumat
tersebut, kita nanti bisa menyusun
proposal ya. Proposal tidak hanya untuk
skripsi, tesis, disertasi, tetapi juga
bisa proposal untuk hibah eksternal ya,
hibah Bima, ya. ataupun juga kita juga
bisa mencari ide penelitian dan
mengembangkan desain penelitian bukan
untuk hibah atau pendanaan, tetapi untuk
penulisan artikel kita secara mandiri.
Karena biasanya kita kalau nulis artikel
tidak selalu berangkat dari hibah ya.
Banyak juga artikel yang kita berangkat
dari non hibah, penelitian mandiri. Nah,
di situ nanti juga kita bahas ya
bagaimana caranya mencari ide penelitian
yang penelitiannya enggak perlu turun
lapak. yang gratis atau murah, yang
waktunya cuma sebentar, tidak butuh
tenaga banyak, namun bisa menghasilkan
paper yang berkualitas, ide penelitian
yang bereputasi, yang sangat berpeluang
publish di jurnal terindex Scopus.
Alamat pendaftaran untuk workshop hari
Jumat ini ya akan saya share di kolom
deskripsi di bawah video ini. Tinggal
diklik saja sehingga nanti kita bisa
bertemu di Zoom tersebut. Kenapa kok
Jumat? Ya, karena habis ini saya harus
ke Jayapura, Bapak Ibu ya. Hari Selasa
dan Rabu saya mengisi di Universitas
Cendrawasih. Dan mohon maaf ya, biasanya
saya videonya akhir pekan namun sekarang
hari Senin baru saya publish karena tadi
pagi ya jam 12.00 malam ya tengah malam
saya baru kembali dari Kuala Lumpur dari
Malaysia sehingga pagi ini saya baru
sempat membuat video. Oke terima kasih
mohon maaf bila ada kesalahan. Kita bisa
berjumpa hari Jumat ataupun juga akhir
pekan via YouTube atau hari Jumat via
Zoom. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:11:16 UTC
Categories
Manage