7 Langkah Systematic Literature Review yang Sering Terlewatkan! Standar Jurnal Scopus
bMKFbQAVxQM • 2024-03-11
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi di beberapa video terakhir kita telah mempelajari berbagai tool Ai yang bisa kita gunakan untuk membantu kita menyusun draft publikasi sehingga draft publikasi kita menjadi lebih optimal dan lebih berkualitas dengan ai Aai tersebut kita juga dapat mempersingkat waktu untuk menyusun draf publikasi karena dengan berbagai Ai yang sudah saya Jelaskan tersebut kita bisa mempersingkat waktu hingga mungkin 10 kali lebih cepat dalam menyusun naskah ilmiah bila dibandingkan dengan cara yang konvensional di video selanjutnya saya ingin menjelaskan berbagai tool Ai yang juga bisa kita gunakan untuk membantu kita melakukan sistematic literatur review seperti yang kita ketahui sistematic literatur review sekarang lagi naik down sebetulnya metode ini sudah lama namun di akhir-akhir ini sepertinya lebih meningkat dan kenapa kok bisa lebih meningkat karena dengan sistematic literatur review kita tidak perlu ke lapang kita tidak perlu ke laboratorium kita cukup di depat laptop tidak membutuhkan biaya yang mahal kita bisa menghasilkan naskah publikasi yang dapat dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional trindex scopus metodenya sebetulnya sangat sederhana Semua orang bisa melakukan bahkan dosen pemula juga bisa melakukan Mahasiswa juga bisa melakukan namun dengan penelitian yang sederhana tersebut kita bisa menghasilkan publikasi yang juga mudah dipublikasikan di jurnal-jurnal trintex scopus nah namun sebelum saya menjelaskan tooltool Ai yang bisa membantu kita melakukan SLR tentunya sebaiknya kita mengulas kembali terlebih dahulu SLR itu apa dan tahapan atau langkah utama yang harus muncul di setiap SLR itu apa saja l Kenapa kok saya ingin mengulas kembali langkah-langkah utama dalam SLR karena ketika saya membaca naskah-naskah SLR ternyata ada beberapa author dan bukan hanya sedikit ya Ada banyak author yang menghilangkan satu dan dua ya satu hingga dua langkah utama di SLR di paper dia Badal satu dua langkah tersebut utama yang harus selalu muncul dan kalau kita cita-citanya adalah mempublikasikan naskah SLR di jurnal yang bereputasi sangat tinggi di publisher raksasa misalkan elsevier springer maka tujuh langkah utama ini harus Har muncul terus ya kalau kita menghilangkan satu atau dua langkah tersebut bisa sih publish di scopus Namun scopusnya bukan dari publisher yang besar yang raksasa begitu oke langsung saja kita ulas kembali apa sih yang disebut sistematic literatur revw atau SLR SLR secara sederhana adalah metode penelitian yang komprehensif serta terstruktur yang melibatkan identifikasi evaluasi hingga sintesis hasil-hasil penelitian yang relevan dari berbagai sumber literatur untuk apa untuk menjawab pertanyaan penelitian yang spesifik yang tujuannya adalah menyediakan tinjauan objektif serta menyeluruh tentang topik yang diteliti ini merupakan lima kriteria yang harus terpenuhi dalam paper-paper SLR yang secara sederhana bisa kita katakan SLR itu ya metode penelitian yang di sini metodenya sistematis bukan seperti review biasa Nah karena sistematis maka langkah-langkahnya sudah harus diketahui ditentukan dan harus transparan oke langsung saja kita bahas tujuh tahapan utama yang harus muncul di setiap SLR yang pertama adalah merumuskan pertanyaan penelitian pertanyaan penelitian itu berkaitan dengan tujuan kita melakukan SLR nah ketika kita merumuskan pertanyaan penelitian pastikan pertanyaan penelitian atau tujuan SLR yang akan kita lakukan itu memiliki kebaruan sehingga kita coba buka-buka dahulu di Google scholer atau di tool Ai ya Bagaimana perkembangan SLR di bidang kita Jangan sampai kita merancang SLR di bidang kita dan ternyata setelah selesai kita melakukan SLR setelah dicek di Google ternyata sudah ada SLR tentang hal tersebut ya kalau sudah ada yang melakukan SLR yang sama ya kita kesulitan nanti meny an novelty atau kebaruan di bagian pendahuluan di paper kita kemudian kita ketika membuat pertanyaan penelitian itu seharusnya menggunakan Kerangka kerja tertentu Tidak boleh asal-asalan nah ini ada beberapa ya author penulis atau peneliti yang ketika membuat pertanyaan penelitian untuk SLR tidak menggunakan Kerangka kerja nanti kita coba lihat beberapa contoh kerangka kerja yang umum digunakan ketika menyusun research question atau pertanyaan penelitian di SLR kemudian setelah pertanyaan penelitian tersebut jadi Kita uji coba dahulu Apakah pertanyaan penelitian ini bisa digunakan untuk mencari dan menelaah publikasi-publikasi yang kita inginkan kalau ternyata pertanyaan penelitiannya bagus namun ketika diterapkan untuk menganalisis atau merreview paper-paper yang ada di database tertentu ternyata susah atau malah kita enggak mendapatkan paper satu pun Ya sudah kita coba modifikasi pertanyaan penelitian tersebut Nah sekarang kita coba lihat beberapa Kerangka kerja yang umum digunakan ketika menyusun research question atau pertanyaan penelitian di SLR yang pertama adalah picos ya picos itu singkatan dari PI PI itu population kemudian I itu interfacent kemudian C Itu comparison kemudian O itu outcomes Sedangkan s itu study design di sini artinya ketika kita membuat pertanyaan penelitian kita harus memperhatikan apa populasi Dar dari penelitian-penelitian yang ingin kita kumpulkan kemudian apa intervensi atau perlakuan atau treatment yang diberikan pada populasi tersebut kemudian apa kelompok pembanding kelompok kontrol yang dijadikan oleh para autor-autor yang kita review tersebut di dalam penelitiannya kemudian outcomes-nya variabel triikatnya atau parameter yang diukur yang ingin kita Kumpulkan apa kemudian studi desain ya study desain ini jadinya desain penelitian dari publikasi-publikasi yang ingin kita kumpulkan itu apa Nah itu harus kita sampaikan terlebih dahulu kita pikirkan terlebih dahulu sebelum membuat pertanyaan penelitian misalkan populasinya adalah pasien dengan hipertensi kita kumpulkan publikasi-publikasi yang nantinya melibatkan populasi berupa pasien dengan hipertensi kemudian perlakuan atau intervensinya apa diet rendah garam jadinya populasinya nanti menerima perlakuan diet rendah garam kemudian ada kelompok kontrol kelompok pembanding ya yaitu pasien-pasien yang mengkonsumsi garam yang normal kemudian outcomes-nya apa yang ingin kita lihat yaitu penurunan tekanan darah lalu studi desainnya ya desain penelitiannya apa yaitu misalkan misalkan randomized control Trials atau RCT ya salah satu jenis eksperimen sehingga dari lima pertimbangan ini lalu kita buat pertanyaan Apakah diet rendah garam lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah diband ingkan dengan konsumsi garam normal pada pasien hipertensi nah ini pertanyaannya yang nanti bisa dijawab dengan melakukan SLR kita kumpulkan penelitian-penelitian yang populasinya ini intervensinya ini kelompok pembandingnya itu outcomes-nya itu stud desainnya seperti itu sehingga pertanyaan ini terjawab Dari review kita Kerangka kerja lain yang juga umum digunakan misalkan adalah pco ya p-nya itu population kemudian e-nya adalah exposure kemudian c-nya comparison kemudian o-nya outcomes misalkan ini population-nya adalah spesies ikan tertentu ya kemudian exposure-nya adalah paparan polutan air exposure itu kan paparan ya jadinya populasinya terkena kondisi apa sih di penelitian yang ingin kita kumpulkan begitu kemudian kelompok pembandingnya adalah ikan yang tidak terpapar polutan begitu ya ini hampir serupa dengan picos tadi kalau picos tadi kan kita menggunakan istilah intervenion kemudian nah outcomes-nya adalah tingkat kelangsungan hidup si ikan tersebut sehingga pertanyaan yang bisa kita Munculkan sebagai resarch question dari SLR kita adalah bagaimana paparan polutan air mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup Spesies ikan tertentu dibandingkan dengan spesies yang tidak terpapar nah Spesies ikan tertentunya ini nanti bisa kita ganti dengan nama Spesies ikan yang ingin kita teliti kemudian satu lagi Kerangka kerja yang menurut saya juga juga sering digunakan yaitu Spider ya s-nya itu sampel kemudian p-nya adalah phenomenon of Interest kemudian d-nya adalah desain kemudian e-nya adalah evaluation dan r-nya adalah resarch type misalkan sampelnya adalah siswa sekolah menengah SMA atau SMP kemudian pi-nya adalah penggunaan teknologi digital ya jadinya kondisi atau apa ya atau perlakuan atau kasus yang ingin diteliti itu bisa kita masukkan di phenomena of Interest kemudian desainnya yaitu desain penelitian misalkan studi kasus atau Case Study kemudian evaluation-nya Apa sih yang diukur apa yang ingin diteliti di publikasi-publikasi tersebut misalkan peningkatan Pemahaman konsep kemudian resarch type-nya misalkan kualitatif sehingga nanti kita mengumpulkan publikasi publikasi yang penelitiannya adalah jenis kualitatif desainnya adalah studi kasus yang meneliti siswa sekolah menengah ketika mereka mengikuti pembelajaran berbasis teknologi digital yang nanti yang diukur adalah Pemahaman konsep mereka sehingga resarch question-nya seperti ini Bagaimana penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran mempengaruhi Pemahaman konsep pada siswa sekolah menengah nah Res question cukup satu enggak masalah dari satu pertanyaan ini nanti bisa berjabang menjadi lebih dari satu sub pertanyaan tetapi satu pertanyaan utama saja sudah cukup untuk menjadi SLR yang baik baik kemudian Langkah kedua adalah mengembangkan dan memvalidasi protokol Nah ini salah satu langkah yang sering dilupakan oleh para auutthor atau penulis ketika menyusun SLR Nah kalau kita tadi ya saya singgung di awal kalau kita ingin publishnya di jurnal trindex scopus tetapi tidak terlalu bereputasi tinggi dan di bidang-bidang tertentu kita tanpa pengembangan protokol dan validasi protokol mungkin SLR kita bisa mudah dipublish tetapi kalau penelitian kita di bidang kesehatan kemudian penelitian kita di bidang yang lain tetapi kita ingin publish di springerier tayor and Francis maka kita harus menyampaikan protokolnya itu sudah dikembangkan dan sudah divalidasi protokol itu apa protokol itu langkah kita melakukan SL ya Nah ketika kita di tahapan ini yang pertama yang perlu kita perhatikan adalah harus adanya transparansi ataubuk sehingga kita perlu mendokumentasikan langkah kerja kita dalam SLR atau protokol penelitian yang kita lakukan secara rinci secara rinci ini dari mana saja ya dari latar belakang SLR kita Apa tujuan atau r question-nya apa kriteria-kriteria yang kita gunakan untuk menyeleksi publikasi yang ingin kita review Seperti apa database yang akan kita gunakan Seperti apa strategi pencariannya Seperti apa strategi analisisnya seperti seperti apaah itu harus kita detailkan ya tetapi tidak harus kita Munculkan di paper kita di paper kita hanya kita sampaikan saja bahwasanya kita sudah mengembangkan protokol setelah protokol dikembangkan kemudian divalidasi itu juga kita sampaikan di paper dan Nanti bisa kita lampirkan ya karena di jurnal-jurnal publisher besar itu kadang kita diminta untuk melampirkan protokol dari SLR kita Nah setelah itu protokolnya harus divalidasi Nah validasinya kalau kesulit Ya sudah bisa kita libatkan teman sejawat yang tidak termasuk dalam tim author atau tim penulis SLR tersebut misalkan kita dosen muda ingin melakukan penelitian SLR tentang pendidikan maka kita bisa meminta senior kita yang profesor yang doktor yang terbiasa meneliti di bidang pendidikan untuk memvalidasi apakah tahapan SLR kita sudah bagus atau tidak sederhana seperti itu gak masalah daripada tidak sama sekali tetapi yang lebih Advance Nah kita bisa menggunakan website tentu Ya sudah ada website yang menjadi tempat kita bisa mengunggah protokol SLR kita kemudian nanti divalidasi oleh validatur eksternal namun kalau hal tersebut sulit kita lakukan ya sudah kita libatkan saja teman sejawat senior yang ada di bidang tersebut begitu ya Nah kemudian nanti apa detail protokolnya Bagaimana sih Apa saja sih protokol itu harus eh sori Apa saja sih tahapan-tahapan yang harus muncul di protokol nah tahapan-tahapan itu kita Jelaskan di tahapan selanjutnya tahapan 3 sampai 6 itu merupakan bagian-bagian yang harus kita sampaikan di protokol Nah sekarang kita masuk di tahapan tahapan dalam SLR adalah mencari publikasi ya mungkin kalau kita tulis di paper kita bisa menuliskan strategi pencarian publikasi nah ketika kita mencari publikasi tentunya kita menggunakan database tertentu database yang kredibel yang komprehensif dan yang tentunya terkenal ya misalkan kita bisa menggunakan scopus ya dengan scopus kita sudah dapat memperoleh berbagai penelitian berkualitas yang cocok untuk dianalisis menggunakan SLR Kita juga bisa menggunakan Web Of scis ya Bagi teman-teman yang dari bidang kesehatan juga bisa menggunakan PM ya kemudian kita juga perlu mendokumentasikan strategi pencarian kita ya nanti kita Tuliskan kita unakan database apa sih kemudian kata kunci yang kita gunakan untuk mencari publikasi sesuai dengan Res question tadi Seperti apa apa yang kita ketikkan kemudian operator bolehan apa yang kita gunakan kemudian filter-filter apa yang kita centang begitu itu perlu kita sampaikan di e strategi pencarian publikasi operator bolehan itu apa operator bolehan itu n or dan sebagainya nanti saya lihatkan contohnya nah ini contohnya contoh strategi pen cararian misalkan saya menggunakan database scopus Sedangkan kata kuncinya atau query untuk pencariannya seperti ini nah ini l sodium diet Ini kata kunci kemudian or or ini bolehan artinya or itu kita ketika memunculkan dua kata dan dua kata atau dua frasa tersebut dipisahkan dengan bolehan or Nah nanti publikasi itu bisa memunculkan salah satu dari dua pilihan kata tersebut misalkan ya low sodium diet dan low salt diet publikasi yang muncul dari hasil pencarian kita boleh hanya memunculkan low sodium diet atau boleh hanya mengandung low salt diet begitu nah ini sinonimnya ada empat yang kita masukkan jadinya ketika kita mencoba merancang kata kunci kita coba cari sinonim-sinonim kata-kata lain yang bisa mewakili kata kunci yang kita inginkan ahah ini ada empat pilihan jadinya publikasi boleh mengandung self reduction boleh mengandung sodium reduction bisa mengandung lalt diet bisa mengandung l sodium diet terserah dipilih salah satu begitu tetapi wajib publikasi tersebut harus minimal mengandung salah satu dari empat frasa ini kemudian ada operator bolehan n kalau n itu artinya dua kata yang kita Munculkan itu harus dua-duanya wajib muncul di naskah kita begitu ya misalkan ini and hypertension or high Blood pressure Ya jadinya salah satu dari dua kata ini harus wajib muncul dari hasil pencarian ketika kita menggunakan database scopus begitu di video selanjutnya akan saya ajarkan Bagaimana cara memanfaatkan tool Ai untuk merangkai search query yang optimal dan maksimal Nah setelah kita sampaikan search query-nya kemudian kita sampaikan juga filternya ya misalkan kalau kita menggunakan scopus di sisi kiri itu ada tombol filter hasil pencarian ya kita bisa memfilter berdasarkan tahun publikasinya kemudian jenis sumbernya jenis dokumennya bahasanya hingga aksesnya misalkan tahun publikasinya 5 tahun terakhir kemudian jenis sumbernya adalah jurnal sedangkan jenis dokumennya adalah artikel penelitian sedangkan bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris serta aksesnya adalah full Open aksess sehingga PDF atau full tsnya bisa kita download dengan mudah nah filter ini termasuk strategi pencarian ya sehingga nanti di strategi pencarian kita sampaikan ini ee poin-poin ini secara ringkas di paper kita begitu Nah setelah kita melakukan pencarian di database yang sudah kita pilih menggunakan strategi pencarian ini kita lanjut ke tahapan keempat yaitu seleksi studi nah dalam seleksi studi ini kita mengenal istilah kriteria inklusi dan Kriteria eksklusi kriteria ke inklusi adalah kriteria-kriteria untuk menentukan studi mana yang relevan dengan resar question awal tadi yang sudah kita susun ya dan harus dimasukkan dalam review karena sesuai dengan Res question tersebut Sedangkan kriteria eksklusi itu kriteria sebaliknya ya yaitu kriteria yang kita gunakan untuk mengecualikan atau membuang atau menyisihkan studi-studi yang tidak memenuhi kriteria inklusi atau yang tidak relevan untuk pertanyaan penelitian Contohnya seperti apa misalkan ini Res question pertama kita tadi Apakah diet rendah garam lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah dibandingkan dengan konsumsi garam normal pada pasien hipertensi kriteria inklusinya seperti ini contohnya harus dalam desain studinya adalah randomized control Trials atau RCT dan populasinya pasien hipertensi studinya harus mengevaluasi efek diet rendah garam terhadap tekanan darah kriteria eksklusinnya contohnya misalkan studinya berupa observasional atau Case Study bukan RCT atau mungkin juga penelitiannya pada populasi yang tidak hipertensi Nah misalkan seperti itu ya contoh resisation yang kedua tadi Bagaimana paparan polutan air mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup Spesies ikan tertentu dibandingkan dengan spesies yang tidak terpapar kriteria inklusinya misalkan studi observasional atau eksperimental tentang efek polutan air pada ikan kemudian penelitian yang membandingkan tingkat kelangsungan hidup antara ikan terpapar dan tidak terpapar polutan sedangkan eksklusinya adalah studi laboratorium atau eksperimen infitro kemudian penelitian tentang polutan Namun bukan pada air kemudian studi yang tidak menyajikan data kelangsungan hidup begitu contoh terakhir menggunakan pertanyaan penelitian kita yang ketiga t tadi mohon maaf ya saya menyampaikannya agak cepat biar videonya tidak terlalu panjang karena biasanya kalau saya menjadi narasumber untuk workshop semacam ini itu biasanya seharianah ini saya coba persingkat ya sekarang contoh kriteria untuk pertanyaan penelitian Bagaimana penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran mempengaruhi Pemahaman konsep pada siswa sekolah menengah kriteria inklusinya yang pertama studi kualitatif yang meneliti penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran SMA kriteria selanjutnya studinya harus mengevaluasi Pemahaman konsep sebagai hasil atau Variabel terikat sedangkan eksklusinya kalau penelitiannya kuantitatif atau campuran tanpa fokus ke kualitatif maka harus dibuang kemudiannya fokus penelitiannya adalah pendidikan lain selain menengah misalkan SD atau perguruan tinggi kemudian artikel atau laporan tanpa dipreview itu juga bisa kita jadikan sebagai kriteria eksklusi Nah setelah kita melakukan seleksi paper tersebut kita selanjutnya masuk ke tahapan kelima yaitu menilai kualitas studi nah ini satu dari dua tahapan yang juga sering dihilangkan oleh author ketika melakukan SLR ya tahapan yang satu tadi validasi dan pengembangan protokol kemudian yang tahapan satunya yang sering dihilangkan adalah menilai kualitas studi nah ketika kita sudah melakukan pencarian paper yang ingin kita SLR tadi menggunakan source query tertentu dengan filter tertentu kemudian kita seleksi manakah yang sejalan dengan kriteria inklusi kita dan mana yang tidak sejalan dengan eksklusi kita harus dibuang Maka nanti tersisa beberapa paper nah beberapa Paper ini kemudian jangan langsung kita review harus kita nilai kualitasnya harus kita ases quality-nya dari studi-studi yang ingin kita review tersebut Nah untuk mengases atau menilai kualitas dari studi-studi tersebut kita harus menggunakan alat yang terstandar ya kemudian kita juga harus konsisten dalam merreview sehingga valid ya valid dan kalau instrumennya Insyaallah reliable kalau kita menggunakan instrumen yang berkualitas instrumennya juga valid tetapi hasil dari ases kualitas ini juga harus valid juga oleh karena itu kita harus harus melibatkan dua penilai yang independen ya Nah dua penilai ini bisa dari tim penulisnya sendiri beda sama validasi protokol tadi Kalau validasi protokol harus dari orang lain eksternal bisa teman sejawat atau bisa yang lain sedangkan ketika menilai kualitas tadi ini kita bisa melibatkan lebih dari satu penulis di tim penulis tersebut kemudian kita menggunakan alat yang terstandar nanti kita lihat contohnya kemudian dua atau lebih penulis tersebut melakukan apa asesmen kualitas studi begitu ya Kenapa kok perlu Nah Karena begini ya bisa jadi ada paper-paper yang di bawah standar sehingga mungkin nanti akan menghasilkan bias hasil ya hasilnya biasa hasilnya enggak valid hasilnya enggak Kredibel Nah itu perlu kita lihat apakah misalkan sisa 50 studi setelah diseleksi menggunakan inklusi dan eksklusi 50 studi itu masih memiliki kualitas yang bagus semua atau tidak Nah untuk menentukannya kita lakukan tahapan kelima ini Apa saja contoh alat penilaian kualitas tadi nah yang termasuk paling sering digunakan dan terkenal adalah kokren ya kren Ris of bias tool biasanya kren ini bisa kita gunakan untuk SLR ketika kita mengumpulkan penelitian-penelitian yang ada intervensinya atau ada perlakuannya ada kelompok perlakuan kelompok eksperimel misalkan penelitian randomiz control trial ya C kemudian kita bisa dengan alat ini kita bisa menilai risiko bias dalam penelitian kemudian seleksi pelaporan dan bias lainnya itu bisa kita akses ya Nah nanti mungkin di video yang lain kita bisa bahas ya apa saja poin-poin dalam kokren ini kemudian panduan yang lain yang bisa kita gunakan adalah casp ya cas yaitu critical apprisal skills program cckl nah ini ceklis ini bisa kita gunakan tidak hanya untuk tetapi juga untuk studi kualitatif kuantitatif gitu yang Nanti bisa kita nilai nanti validitas kepentingan dan aplikabilitas dari hasil penelitian yang kita review kemudian salah satu yang lain yaitu strobe ya strengthening The reporting of observational studies in epidemiology jadinya lebih fokus digunakan ketika kita melakukan SLR di bidang epidemiologi tetapi juga bisa kita adaptasi untuk bidang yang lain dan masih ada beberapa alat penilaian yang lain tetapi tidak saya sampaikan yang juga dapat digunakan untuk jenis penelitian yang lain namun prinsipnya begini misalkan kita ingin melakukan penelitian di bidang a dan di bidang a itu kita masih belum menemukan alat penilaian yang cocok maka kita bisa adaptasi kohren bisa kita adaptasi ches bisa kita adaptasi adaptasi strobe sesuai dengan jenis atau desain penelitian yang kita kumpulkan begitu nah Oleh karena itu setelah kita nanti e mengases atau assesmen kualitas Maka nanti papernya bisa saja jumlahnya bertahan atau berkurang yang menurut kita ada bias berdasarkan penilaian kualitas studi ini maka kita buang dari proses review kita nanti seluruh proses dari pengumpulan publikasi seleksi publikasi kemudian asesmen kualitas bisa kita ringkas menjadi flow chart atau flow diagram dari prisma nah ini gambarannya bagi teman-teman yang sering membaca SLR ya di publikasi jurnal trindex scopus Insyaallah tidak asing dengan flowchart seperti ini Nah nanti kita masukkan ya jumlah dokumen yang kita dapatkan setelah kita mencari di scopus itu berapa dengan menggunakan s query seperti itu berapa kemudian setelah difilter menurun berapa kemudian setelah itu setelah diseleksi menggunakan inklusi dan eksklusi nanti terbuang berapa kemudian setelah diseleksi kriteria inklusi dan eksklusi yang bertahan berapa ketika dicek Apakah semua bisa didownload wpapernya kalau semuanya dapat di-download maka tidak ada yang dibuang Tetapi kalau ternyata ya meskipun sudah kita centang Open access ternyata pdf-nya enggak bisa di-download Maka nanti kita laporkan ada berapa paper yang tidak bisa diakses wpernya atau yang sudah diretrak itu ada berapa sehingga nanti tersisa di sini Nah setelah melewati tahapan seleksi tersebut kemudian nanti kita akses kualitasnya qualitynya kita ases ya asesment kualitas nah kemudian kita laporkan beberapa publikasi yang ternyata tidak lolos asesmen kualitas tersebut sehingga nanti tersisa paper-paper yang nanti siap dilakukan review nah ketika dilakukan review kita sudah masuk tahapan keen yaitu ekstraksi data nah di ekstraksi data ini nanti kita bisa menggunakan template ya bisa dalam bentuk tabel misalkan nanti kita sesuaikan dengan ee Kerangka kerja kita yang kita gunakan untuk membuat pertanyaan penelitian tadi misalkan picos ya Maka nanti kita bisa buat tabel di Excel kita Tuliskan authornya siapa judul artikelnya apa tahun publikasinya tahun berapa kemudian population-nya apa intervention-nya apa komaris-nya apa outcomes-nya apa kemudian studi desainnya apa ya kemudian mungkin kita tambahkan catatan lainnya ya nah begitu ya nanti Insyaallah di video selanjutnya ketika kita menggunakan tool Ai kita juga akan membahas template ekstraksi data karena ketika kita membahas tool Ai kita juga langsung praktik bagaimana melakukan SLR yang baik dan sesuai dengan tahapan-tahapan yang saya jelaskan di video ini kemudian uji konsistensi ya Nah ini kadang juga ditanyakan oleh reviewer dan diminta oleh editor ya Eh ketika kita publish di jurnal opus repereputasi tinggi apakah memang ekstraksi datanya itu konsisten Nah untuk memastikan konsistensi dari ekstraksi data maka sebaiknya yang melakukan ekstraksi data itu juga lebih dari satu Penulis ya ada dua penulis yang sama-sama melakukan ekstraksi data kemudian di akhir dicocokkan ya di dibandingkan kemudian nanti ditelaah lebih lanjut Nah nanti sehingga hasilnya akan muncul tabel-tabel kalau kita baca ap paper-paper SLR itu kan biasanya ada tabel-tabel nah tabel-tabel itu diambil dari ekstraksi data begitu tapi kalau tabelnya panjang bisa kita lampirkan menjadi file attachment begitu setelah data kita ekstrak maka kita akan mendapatkan temuan-temuan penting informasi-informasi penting atau poin-poin penting dari setiap publikasi yang kita review Berdasarkan pertanyaan penelitian yang sudah kita buat tadi Nah setelah itu tahapan terakhir adalah sintesis temuan ya ya di sintesis temuan ini sederhananya dari tabel ekstraksi data mau kita apakan ketika ingin kita lapor dan kita bahas ya jadinya di sini sebetulnya kita interpretasi lebih lanjut nah ketika melakukan sintesis data itu ada dua pendekatan ya kalau kita hanya SLR kita bisa menggunakan sintesis naratif jadinya hanya kita baca kita hubung-hubungkan kita kelompokkan temuan-temuan dari ekstraksi data tadi sehingga menjadi satu tema atau satu kelompok atau satu paragraf yang padu ya di setiap poin penting sehingga nanti ada beberapa paragraf hasil dari sintesis naratif berdasarkan jumlah tema atau pick po atau mungkin hal penting yang bisa kita rangkai Tetapi kalau penelitian SLR kita berbasis kuantitatif ya ini maksud saya bukan publikasi review-nya desainnya kuantitatif ya tetapi slr-nya ya karena SLR itu bisa pure kualitatif bisa juga memunculkan kuantitatifnya nah ketika SLR menggunakan pendekatan kuantitatif maka kita mengenal istilah metaanalisis ya Nah metaanalisis itu salah satu jenis dari SLR ya jadinya nanti dari temuan-temuan dari review seluruh publikasi nanti kita hitung misalkan effect size-nya kita catat effect size-nya kemudian kita analisis nah ini namanya metaanalisis Insyaallah di video yang lain akan kita bahas bagaimana sih metaanalisis itu tetapi yang perlu saya sampaikan SLR tidak harus sampai metaanalisis ya dari ekstraksi data kemudian kita interpretasi menggunakan sintesis naratif enggak masalah begitu kemudian setelah kita interpretasi kita sampaikan hasil sintesis berbasis naratifnya kita sampaikan juga implikasinya di discussion ya jadinya di paper di bagian discussion atau pembahasan kita tidak hanya interpretasi tetapi kita sampaikan implikasi dari SLR kita oke itu tujuh tahapan utama yang harus kita lakukan ketika melakukan syistematic literatur review kalau SLR kita ingin kita publish di jurnal internasional yang bereputasi tinggi Insyaallah di video selanjutnya akan kita bahas tool-tol Ai yang memudahkan kita untuk melakukan SLR ya SLR itu Insyaallah jauh lebih mudah dari penelitian lapang kemudian dengan keberadaan Ai kemudahan itu akan semakin meningkat sehingga peluang kita publish di jurnal bereputasi juga semakin tinggi Oke terima kasih atas perhatihannya mohon maaf ada kesalahan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories