MUDAH BANGET! Uji T Berpasangan: Membongkar Perbedaan Data Berpasangan dengan SPSS + Membaca Output
L81xbwal37c • 2024-03-04
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi di video kali ini Mari kita pelajari Bagaimana caranya melakukan uji t berpasangan menggunakan SPSS dan pada video kali ini pula kita pelajari juga Bagaimana cara menginterpretasikan hasil analisisnya dan cara melaporkannya secara lengkap dan tepat namun sebelum itu perlu kita ingat terlebih dahulu Apa fungsi dari Uji T berpasangan Uji T berpasangan atau pair sample t test atau yang lainnya juga mengatakan dependent sample t test kita gunakan untuk menentukan ada tidaknya perbedaan signifikan rata-rata Variabel terikat di antara dua kelompok yang saling terkait secara sederhananya misalkan kita memiliki dua kelompok data yang terkait dan kita ingin melihat perbedaan keduanya maka kita bisa menggunakan uji t sampel berpasangan namun sebelum kita analisis menggunakan uji t sampel berpasangan kita harus mengetahui terlebih dahulu Apa prasyarat atau asumsi yang harus kita penuhi terlebih dahulu yang pertama Variabel terikat kita harus skala kontinu bisa interval bisa rasio misalkan tinggi badan berat badan hasil belajar dan sebagainya kemudian variabel bebas kita diri dari dua kelompok yang saling terkait karena kita menggunakan uji t berpasangan jadinya harus terkait kemudian distribusi selisih ya ini selisih ya yang kita lihat distribusi selisih variabel trikat kita yaitu selisih antara dua kelompok yang kita analisis hendaknya terdistribusi normal kemudian kita lihat contohnya biar mudah membayangkannya misalkan kita melakukan penelitian pengaruh metode diskusi terhadap hasil belajar siswa misalkan saja kita menggunakan dua kelompok eh sori kita menggunakan satu kelas dan dari satu kelas ini kita mendapatkan dua kelompok data Nah kita cek terlebih dahulu variabel tikat kita Apakah menenuhi asumsi Uji T berpasangan atau tidak jadi dikatakan variabel trikatnya harus dalam skala kontinu Nah di sini variabel triket kita adalah hasil belajar hasil belajar termasuk interval maka kita bisa katakan asumsi yang pertama terpenuhi kemudian variabel bebas kita harus terdiri dari dua kelompok data yang saling terkait nah ini ya variabel bebas kita adalah metode belajarnya metode pembelajarannya dan kita menggunakan metode diskusi dari sini akhirnya terbagi menjadi dua kelompok yaitu data pretes sebelum diskusi dilakukan dan data postes setelah diskusi dilakukan sehingga di sini data pertama pretest itu itu berhubungan atau terkait atau dapat dipasangkan dengan postes begitu juga data-data yang lain misalkan baris pertama merupakan prites siswa pertama dan postes siswa pertama baris kedua merupakan prites siswa kedua dan postes siswa kedua antara data prites siswa pertama dipasangkan dengan data postes siswa pertama tersebut sampai akhir data prites siswa terakhir dipasangkan dengan postes siswa terakhir sekarang langsung saja kita ke SPSS Oke kita buka spss-nya ya jangan lupa nanti diatur seperti ini tampilan SPSS kalian nah di bagian bawah kita bisa lihat variabel View kita siapkan tiga baris seperti ini variabel pertama pretest kemudian post test kemudian selisih ya selisih ini bisa kita hitung manual ya kita kembali ke data view nah ini data pretest kita atau data kelompok pertama kemudian ini data kelompok kedua kemudian kita perlu mencari data selisih secara cara mudah bisa kita peroleh selisih ini dengan mengurangkan data kelompok kedua dengan data kelompok 2 55 - 30 25 dan seterusnya sampai 55 - 31 = 24 Kenapa kita menggunakan data selisih ketika Uji T berpasangan karena tadi kita ingat asumsi yang kesekian mengatakan bahwasanya data selisih harus terdistribusi normal di video kali ini saya tidak membahas Bagaimana caranya melakukan uji normalitas untuk data ini karena di video sebelumnya kita sudah bedah Bagaimana caranya melakukan lima macam uji normalitas di SPSS sekarang video kita fokus terkait Bagaimana caranya melakukan uji t perpasangan caranya bagaimana nah di bagian atas di sini ada menu analyze ini bisa kita pilih kemudian kita ke arah compare minans kemudian di sisi kanan di sini ada beberapa pilihan kita pilih yang paired samples t test ini ini kita klik kiri sehingga akan muncul kotak seperti ini pired samples nah ketika kita ke kotak ini di sisi kiri ada pretest post test dan selisih di sisi kanan ada pair variables variabel yang ingin kita pasangkan nah bagaimana cara mengisinya nah kelompok pertama kita klik kemudian kita tekan panah ini sehingga di sini terisi variabel satunya pretest secara otomatis kuning-kuningnya sekarang di variabel du misalkan kuning kuningnya di tempat lain misalkan di sini di sini di sini maka kita perlu mengarahkan kursor kita ke kolom ini sehingga kuning-kuningnya kembali ke variabel 2 di baris perir pertama kemudian kita pilih post tes kemudian kita klik tanda panah ini sehingga terbentuklah pasangan variabel pretest dengan post test kemudian kalau kita ke sisi kanan di sini ada option nah option ini secara default seperti ini tidak perlu kita ubah ya jadinya tetap saja kemudian setelah kita mengatur seperti ini kita bisa mengeklik Oke sehingga kita akan mendapatkan hasil seperti ini sekarang Mari kita baca hasil ini Nah untuk membaca hasil uji normalitas ada beberapa tabel yang perlu kita perhatikan yang pertama ini ya pair sample statistic Kemudian yang kedua adalah per sample test Nah setelah sample statistik tabelnya kita Nanti bisa kita salin di Word masing-masing nah ini ya tabelnya Kemudian yang kedua adalah first sample test bisa kita copy juga Lalu bagaimana cara melaporkannya dan bagaimana cara memutuskannya apakah data kita ini ada perbedaan signifikan atau tidak yang sebagai dasar kita untuk menentukan apakah ada perbedaan signifikan atau tidak Itu berdasarkan angka di P value atau nilai sig-nya ini kalau di bawah 0,05 artinya kedua kelompok tersebut berbeda sign an kalau di atas 0,05 artinya data kita tidak berbeda signifikan nah lalu cara melaporkannya yang tepat dan lengkap seperti apa Nah kita bisa menggunakan kalimat ini di sini ya kurang dari 0,05 ya Sehingga data kita dikatakan memiliki perbedaan signifikan antara pretest dengan postest maka kita laporannya seperti ini terdapat perbedaan signifikan rerata hasil belajar antar sebelum nah sebelumnya kita sampaikan min-nya yaitu 30,00 kemudian kita sampaikan standar deviasinya 1,83 ya Kenapa kita perlu menyampaikan min sama standar deviasi karena Ketika kita menyampaikan hasil statistika inferensia seperti Uji T harus kita lengkapi dengan hasil uji statistik deskriptifnya dan ketika kita menggunakan uji t yang harus dilaporkan adalah Min kemudian diikuti dengan standar deviasinya nah ini data hasil belajar sebelum metode diskusi dilaksanakan kemudian lanjut dengan setelah penerapan metode diskusi Oh ini saya tulis PBL salah ya Nah di sini posesnya minnya 56,10 kemudian standar deviasinya 1,92 kita bulatkan saja Kemudian koma kita tulis t t-nya dimiringkan sebagai label Uji T perpasangan kemudian dalam kurung kita tulis db-nya DB itu degree of freedom dari sini sama dengan 9 kemudian nilai uji t-nya Nah di sini sama dengan 60,231 loh Ini kok ada negatifnya Kok tidak disampaikan di sini nah negatif di sini ya kita perlihat ya kalau kita kita cermati secara lebih cermat Nah di sini ada angka negatifnya apa yang di ee arti dari negatif ini negatif itu di ee merupakan indikasi bahwasanya data pertama itu itu lebih kecil dari data kedua Nah di sini kan pretest yang data pertama Ya itu 30 sedangkan post tes atau data kedua 56 PR test lebih kecil daripada post test sehingga hasil spss-nya negatif kalau sebaliknya tidak ada angka negatif tetapi nilai T hitungnya tetap 0 60,231 tanpa perlu menuliskan angka negatif kemudian P value-nya kita peroleh dari kolom Sig Nah ini kan 0,00 kita tidak boleh mengatakan Pi = 0,00 karena sebetulnya ini kalau kita runut sebetulnya ini 0,001 sekian nah sehingga ketika kita memperoleh sig-nya 0,00 maka kita tulis Pi kurang dari 0,001 begitu kemudian kita laporkan eek ses-nya nah ini 19,05 loh angka 19,05 ini dari mana Nah di video selanjutnya akan kita pelajari cara mencari eek size ini ya tetapi kalau anda cukup melaporkan sampai sigiknya tidak masalah tetapi kalau ingin lebih lengkap kita sampaikan juga kita laporkan juga eek sies-nya tetapi biasanya kalau skripsi tesis disertasi ataupun banyak artikel jurnal pelaporannya hanya sampai Pi atau sig-nya Oke Demikian Ya penjelasan saya terkait Uji T berpasangan nanti di video-video selanjutnya akan kita bahas analisis lainnya termasuk e Ses dan termasuk analisis parametrik bahkan non parametrik pengganti ujit berpasangan ketika data kita tidak terdistribusi normal Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories