Cara Membaca dan Melaporkan Hasil Analisis Uji t (Output SPSS & Hitungan Manual)
A1tao1BuI3A • 2021-01-27
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Halo assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi channel yang menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan analisis data penelitian penulisan dan berbagai pengetahuan lain yang mungkin dapat meningkatkan pengetahuan ataupun keterampilan kalian di beberapa video Sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana cara melakukan uji t secara manual maupun menggunakan SPSS dan di video kali ini Mari kita pelajari Bagaimana cara membaca hasil uji-t baik berdasarkan hitungan manual maupun berdasarkan output SPSS serta cara melaporkan hasil analisis tersebut karena ketika kita melaporkan hasil analisis Uji T kita tidak boleh melaporkan dengan format yang Sembarangan ada format tertentu yang harus kita ikuti Oke misalkan saja kita memiliki penelitian semacam ini pengaruh penerapan model problem Based Learning Terhadap Peningkatan hasil belajar siswa kalau judulnya seperti ini maka variabel bebasnya adalah model pembelajaran sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar Anggap saja kita hanya melibatkan satu kelas di pertemuan pertama kita beri pretest kemudian D5 pertemuan selanjutnya kita melakukan pembelajaran dengan mengimplementasikan PBL dan di pertemuan keenam kita berikan post test atau tes akhir lalu kita ingin tahu Apakah ada peningkatan hasil belajar berdasarkan rata pretest dengan posttest siswa-siswa tersebut maka kita bisa merumuskan hipotesis nya semacam ini hak nolnya adalah tidak ada perbedaan teratah hasil belajar antara pretest dengan posts dan ha alternatifnya atau ha satunya adalah ada perbedaan rerata hasil belajar antara pretest dengan posttest nah tabel yang kita butuhkan adalah tabel ini kalau di output SPSS kita menggunakan tabel pen samples test tabel ini merupakan tabel yang paling bawah di output SPSS tersebut Sedangkan kalau hitungan manual kita siapkan tabel ini ada t-hitung kita sudah belajar menjadi t-hitung secara manual kita juga membutuhkan p-value di video lain kita juga belajar cara menentukan p-value serta angka cohen's b.ict size-nya kita juga sudah belajar cara menghitung kohesi dari uji-t selain itu kita juga membutuhkan tabel ini per sampel statistics kalau di output SPSS nah tabel ini di otot SPSS itu sebelum tabel bershampo Stess Kalau tidak salah kita melakukan analisis Uji T di SPSS nanti akan muncul sekitar tiga tabel psms-ps ini kalau tidak tabel pertama ya tabel kedua sedangkan persamaan tes ini tabel yang paling akhir dan dihitungkan manual kita membutuhkan angka-angka ini sebetulnya angka-angka ini kita dapat ketika kita proses melakukan perhitungan untuk mencari t-hitung jadinya nanti dilihat lagi video yang cara mencari uji-t secara manual atau catatan ketika kalian menghitung-hitung nanti kalian akan menemukan nilai-nilai ini diproses mencari t-hitung tersebut sekarang kita identifikasi dari kedua tabel ini mana saja angka-angka yang kita butuhkan untuk melaporkan hasil analisis uji t yang pertama adalah nilai t-hitung nya kalau ditekan manual kita tulis sebagai t-hitung namun kalau di output SPSS kita lihat kolom t ini ya nilainya sama bedanya di sini ada negatifnya ingat ya angka negatif disini bukan kini LED hidungnya minus melainkan angka negatif dari perhitungan nilai Uji T mengindikasikan bahwa rerata kelompok kedua itu lebih besar dari rata kelompok pertama di sini nilainya negatif artinya posnya ratanya lebih besar dari pretest tidak masalah kemudian kita membutuhkan derajat bebas kalau di hitungan manual kita tulis DB sedangkan di output SPSS simbolnya Dave degree of Freedom kemudian kita juga membutuhkan probability value atau p-value ini 0,08 ya Dan kalau di output SPSS tulisannya sik nilai signifikansi sama 0,0 28 kemudian kita juga membutuhkan efek size dan ketika kita melakukan analisis Uji T salah satu fxs yang paling sering digunakan adalah Cohen gede sayangnya ketika kita melakukan analisis saya menggunakan SPSS kita tidak bisa secara otomatis memperoleh angka Eko Hendri namun Tenang saja Silahkan buka video saya terkait fxs di Uji T disana ada rumus mencari kohesi dengan menggunakan angka-angka di tabel output SPSS kita bisa dengan mudah mencari Cohen sedih karena formulanya cukup sederhana kemudian selain angka-angka dari tabel ini kita juga membutuhkan angka-angka dari tabel yang kedua yang pertama adalah rerata baik rata kelompok pertama maupun teratai kelompok kedua di contoh kasus tadi rata kelompok pertama adalah rata pretest sedangkan terletak kelompok kedua adalah rata posttest kalau di hitungan manual rata kita kasih simbol X bar jadinya expert a&f verb 5,4 dan 8,4 ya kalau di output SPSS kita cari di tabel persamaan statistik yang di kolom mint ini sama 5,45 ol0 dan 84000 selain itu kita juga membutuhkan nilai deviasi standar kalau di hitungan manual coba cari yang simbolnya Esa dan SB karena es ini merupakan simbol yang mewakili standart deviasi sampel sedangkan di output SPSS lihat kolom standard deviation STD titik deviation nilainya juga Sama ya 0894 disini 0,8 9443 it kemudian posttest nyasar deviasinya 1,1 40 disini 1,1 40 18 kalau secara konvensional kita membaca hasil analisis hanya semacam ini saja kita melihat t-hitung dan th tabelnya kemudian kita bandingkan kemudian kita baca semacam ini hasil uji-t menyatakan t-hitung besar dari t tabel ya terhitungnya 3,35 4T tabelnya 2,76 sehingga h0 ditolak dengan demikian terdapat perbedaan antara rerata hasil belajar pretest dengan posttest ini kalau pembacaan sederhana tepat namun kurang lengkap dan sebetulnya banyak informasi yang harus kita sampaikan di laporan kita prinsipnya adalah Kalau dihitungnya lebih besar dari t tabel hantunya ditolak alternatifnya yang dianggap tepat sehingga ada perbedaan kalau dihitungnya kurang dari t tabel Maka h0 nya gagal ditolak sehingga tidak ada perbedaan antara British dengan posttest Oke sekarang kita pelajari Bagaimana caranya melaporkan hasil analisis Uji T secara lengkap Khususnya ketika kita menggunakan format ip ip itu format penulisan yang paling umum dijadikan mendoan diberbagai Universitas maupun berbagai jurnal Nah begini cara pembacaannya pertama kita siapkan kedua tabel ini kita lihat yang hitungan manual dahulu ya setelah itu nanti kita lihat kalau kita menggunakan output SPSS kalimatnya seperti ini kalimat pelaporannya terdapat perbedaan signifikan rerata hasil belajar antara sebelum dengan setelah penerapan PBL sebelum ini merujuk pada pretest setelah ini posttest nah sebelum dan sesudah kita sampaikan ratanya nah ini ya rata sebelum 5,45 udian standar deviasinya 0,89 ingat ketika kita menyampaikan rata harus selalu didampingi oleh variansnya mohon maaf ukuran dispersinya nah ukuran dispersion yang paling umum adalah standar deviasi kemudian kita sampaikan juga rerata khasnya 8,4 demikian pula standar deviasinya kita sampaikan kemudian kita sampaikan t dalam kurung dp-nya natrat bejat bebasnya 4 sama dengan nilai t-hitung nya yaitu sebesar 3,35 Setelah itu kita sampaikan p-value nya yaitu sebesar 0,0 28 lalu koma kita sampaikan nilai Cohen sedihnya sebesar 1,5 prinsipnya adalah kita menyatakan terdapat perbedaan signifikan bila file-nya kurang dari 0,05 0,08 itu kan kurang dari 0,050 28 = 0,0 Hai jelas 0,0 28 itu kurang dari 0,05 sehingga ada perbedaan signifikan kalau p-value kalian diatas 0,05 misalkan 0,60 0,30 4 maka dikatakan tidak terdapat perbedaan signifikan kemudian perhatikan juga ya kalau kita menyampaikan prata atau mint kita menggunakan simbol ini m kapital lalu dimiringkan Ketika kita menyampaikan standar deviasi kita menggunakan SD kapital dan dimiringkan juga ketika kita menuliskan t-hitung kita menggunakan Teti dak kapital dan dimiringkan kemudian pixelnya kita cukup menuliskan P dan dimiringkan Cohen sedikit a Tuliskan D saja dan dimiringkan ini kalau kita menggunakan tabel hitungan manual sekarang kita lihat kalau menggunakan tabel SPSS cara pembacaannya sama karena kita menggunakan Nda tayang sama terdapat perbedaan signifikan rerata hasil belajar antara sebelum nah sebelum ratanya ini kita ambil dari situ ya senar deviasinya itu dengan setelah penerapan PBL ratanya kita ambil dari angka 8,4 standar deviasinya 1,14 kemudian kita sampaikan DB nya kita lihat dari kolom DF sebesar 4 = t hitungnya dari kolom t335 kemudian t-value nya kita ambil dari kolom Sig yaitu sebesar 0,0 28 dan yang terakhir nilai Dedenya kita hitung secara manual karena di SPSS tidak ada oke itu uji t berpasangan sekarang kita lihat contohnya ketika kita menggunakan uji t tidak berpasangan misalkan penelitiannya pengaruh penerapan model PBL terhadap hasil belajar siswa bedanya adalah pada Titan ini kita melibatkan dua kelas variabel bebasnya tetap model pembelajaran nanti di kelas ajita beri pembelajaran berbasis ceramah misalkan DC kelas B kita menggunakan pembelajaran PBL variabel terikatnya adalah hasil belajar setelah beberapa pertemuan kita beri tes kemudian kita bandingkan tes diantara kedua kelas tersebut sehingga heboh tesisnya handlenya tidak ada perbedaan rela tak hasil belajar antara siswa di kelas kontrol dengan kelas eksperimen sedangkan hak alternatifnya ada perbedaan rerata hasil belajar antara siswa di kelas kontrol dengan kelas eksperimen kemudian kita siapkan juga data atau angka dari tabel-tabel pentingnya yang perlu kita siapkan pertama kalau di output SPSS kita ambil tabel idependen samples test di tampil paling akhir ya kalau di hitungan manual kita siapkan tabel yang sama seperti Uji T berpasangan tadi ada t-hitung ada p-value ada kondisinya juga selain itu kita siapkan juga tabel grup statistik sama di Uji T kalau kita menggunakan SPSS tabel ini di atas dari tabel independent samples test di atas tablet defensible tes ini ada beberapa tabel cari yang tabel grup statistik sama juga di hitungan manual kita siapkan Xperia X BSA dan SBY nanti ketika kita membaca pelaporannya kita menuliskan pelaporannya kita membutuhkan nilai T Ya kalau di output SPSS di kolom yang ini kemudian nilai derajat bebasnya Iya kalau di SPSS kolom DF kemudian p-value nya kita lihat yang sik tutiil bukan yang ini ya namun yang saya beri kotak hijau ini selain itu kita juga membutuhkan fxs Hai dan lagi-lagi kalau kita menggunakan SPSS kohesinya harus kita cari manual namun sebetulnya kita bisa mencari Coins di dengan menggunakan SPSS ada triknya dari soft coba dilihat video saya yang lain trik mencari Country di tutorial Uji T tidak berpasangan kemudian kita juga membutuhkan rata kelas A dengan rata kelas B kalau di output SPSS kita lihat tabel grup statistik kita lihat kolom lainnya kemudian kita juga membutuhkan standar deviasinya ya di sebelah kolom ini ada standar deviasi kalau ditekan manual kita lihat yang Esa dan xcbb Hai kalau secara konvensional kita cukup menyampaikan seperti ini kita bandingkan antara t hitung dengan t tabel Kalau dihitungnya lebih besar dari t tabel halnya ditolak artinya ada perbedaan diantara kedua kelas kalau terhitungnya kurang dari t tabel maka halnya Gaga ditolak sehingga tidak ada perbedaan rerata hasil belajar diantara kedua kelas nah disini terhitungnya 4,2 85 t-tabel nya 2,3 65 sehingga disini saya Tuliskan t-hitung lebih besar dari t tabel sehingga h0 ditolak dengan demikian terdapat perbedaan relata hasil belajar antara siswa di kelas kontrol dengan kelas eksperimen Nah sekarang kita pelajari cara melaporkan secara lengkap kita lihat yang hitungan manual terlebih dahulu nah ini cara pembacaannya terdapat perbedaan signifikan rerata hasil antara siswa di kelas kontrol kemudian kita sampaikan ratanya 5,75 kemudian standar deviasinya jangan lupa 0,50 dengan siswa di kelas eksperimen rata di kelas eksperimen kita sampaikan 8,4 standar deviasinya 1,14 kemudian hasil analisis uji t nya t dalam kurung BB nya sebesar 7 = T hitungnya 4,2 85 kita bulatkan 4,2 9p ya nilai p-value nya 0,004 kurang dari 0,05 ya Sehingga tadi dinyatakan terdapat perbedaan signifikan kalau Kenya di atas 0,05 maka tidak ada perbedaan signifikan kemudian nilai kohesinya 2,8 74 atau kita bulatkan menjadi 2,9 juta Hai ini kalau hitungan manual sekarang kita lihat kalau berdasarkan output SPSS sama kalimatnya terdapat perbedaan signifikan rerata hasil belajar antara siswa di kelas kontrol kita sampaikan ratanya sama menggunakan simbol miring kemudian standar deviasinya sama menggunakan SD dimiringkan kita lihat dari tabel Club statistik dengan siswa di kelas eksperimen m-nya 8,4 sd-nya 1,14 kemudian hasil analisis uji t nya kita lihat berdasarkan tabel idependen samples test dvd-nya 7 David GB ya kemudian teh hitungnya kita lihat di kolom P yaitu sebesar 4,2 85 kita bulatkan 4,2 9 kemudian p-value nya 0,004 kemudian nilai Dedenya kita cari secara manual atau menggunakan trik yang saya jelaskan di video Uji T tidak berpasangan menggunakan SPSS ini caranya dan setiap papan ketik api value atau nilai Sig kalian sebesar 0,000 itu bukan berarti tv-nya sama dengan nol ya di output SPSS itu dibulatkan sebetulnya tuh 0,0000001 misalkan seperti itu sehingga di SPSS dibuatkan 0,000 ketika kita membaca hasil analisis kita kita tidak boleh melaporkan p-value = 0,000 karena nilai Sig itu tidak pernah sama dengan nol kita harus menulisnya sebagai Pik Urang dari 0,001 ingat ya pinya tidak boleh sama dengan nol namun Pik Urang dari 0,001 Nah contoh kasus ini akan kita temukan ketika kita belajar cara membaca hasil uji Anova yang akan saya bahas di video selanjutnya bye menanti pvnya 0,000 demikian penjelasan saya terkait Bagaimana caranya membaca dan melaporkan hasil analisis Uji T baik berdasarkan hitungan manual maupun output SPSS terima kasih atas perhatiannya di video selanjutnya kita bahas cara membaca dan melaporkan hasil uji anava satu jalur Mohon maaf bila ada kesalahan Assalamualaikum warahmatullahi
Resume
Categories