Cara Menghitung Korelasi Pearson Product Moment secara Manual
NlEt-oZGW8Y • 2021-01-07
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Halo assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi channel yang menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan analisis data penelitian penulisan dan berbagai pengetahuan lain yang mungkin dapat meningkatkan pengetahuan ataupun keterampilan kalian di beberapa video Sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana caranya melakukan perhitungan manual ketika kita ingin menganalisis data kita menggunakan anava satu jalur maupun anava dua jalur dan pada video kali ini Mari kita pelajari Bagaimana caranya melakukan perhitungan manual ketika kita ingin melakukan analisis korelasi khususnya korelasi Product Moment Hai namun sebelum kita membahas Bagaimana caranya melakukan perhitungan korelasi produk momen sebaiknya kita intip sejenak Apa yang mendasari analisis ini Hai korelasi produk momen atau biasa ditulis korelasi pearson saja ya dikenal juga dengan person are correlation atau persen Product Moment correlation karena yang menciptakan formula dari analisis ini adalah Pak percent I make analisis ini digunakan untuk menentukan ukuran kekuatan dan Arah hubungan yang ada antara dua variabel yang diukur pada setidaknya skala interval sehingga disini dapat kita ketahui uji korelasi itu uji hubungan sedangkan uji anava yang kita pelajari di video-video sebelumnya adalah uji beda pada anak kita yang ingin melihat Apakah ada perbedaan diantara kelompok-kelompok yang kita bandingkan begitu juga uji-t kita ingin melihat ada tidaknya perbedaan di antara dua kelompok yang dibandingkan sedangkan pada korelasi kita ingin melihat ada tidaknya hubungan dari dua kelompok yang kita analisis dan kita lihat datanya setidaknya interval sehingga bisa interval ataupun rasio pengunjung Hai tidak bisa ordinal atau nominal Hai nah korelasi pearson er ini merupakan statistik korelasi yang paling banyak digunakan untuk mengukur derajat hubungan antara variabel yang berhubungan secara linier di sini ada dua kata kunci ya Yang pertama adalah dia yang paling umum digunakan untuk analisis korelasi karena selain korelasi pearson juga ada korelasi korelasi yang lain tetapi frekuensi pembuahan penggunaannya di dalam penelitian lebih sering adalah korelasi pearson dan kata kunci yang kedua adalah digunakan untuk variabel-variabel yang berhubungan secara linier sehingga kalau hubungannya bukan linier kita tidak menggunakan korelasi pearson nah sebelum kita melakukan perhitungan manual tentunya Kita juga harus memperhatikan asumsi-asumsi yang harus dipenuhi oleh data kita agar layak untuk dianalisis menggunakan korelasi pearson yang pertama adalah kedua variabel harus diukur dalam skala interval atau Kyu sudah saya singgung jadi kemudian dua variabel kontinu tersebut harus dapat dipasangkan ya jadinya dipasangkan maksudnya dipasangkan itu Misalkan kita ingin melihat hubungan antara tinggi badan dengan berat badan maka kita akan melihat korelasi misalkan 10 orang Nah kita pasangkan tinggi badan orang pertama dengan berat badan orang pertama tinggi badan orang kedua dengan berat badan orang kedua tinggi badan orang ke-10 dipasangkan dengan berat badan orang ke-10 maksudnya dipasangkan dalam tanda petik itu seperti itu kemudian ada ide potensi observasinya jadinya sama seperti anavaya kemudian tidak ada out layar juga hai lalu data juga harus terdistribusi normal Hai kemudian juga ada asumsi baru homoskedastisitas jadinya residual terdistribusi secara merata akan kita bahas di video lain terakhir hubungan dua variabel Seperti yang saya katakan tadi harus linier pada video kali ini kita fokuskan bahasan kita untuk hitungan manual uji korelasi nya bukan untuk mengecek asumsi ini Hai Oke ini merupakan rumus dari uji korelasi yang akan kita pelajari yaitu korelasi pearson jadinya rumusnya ini ya lebih sederhana dari Arofah kalau begitu kita cukup sekali Jalan sebetulnya Hai Sigma SY dikurangi Sigma X * Sigma y dibagi akar n Sigma X kuadrat dikurangi Sigma x kuadrat checklist dikuadratkan ya kemudian Endi kali Sigma y kuadrat dikurangi Sigma Yeti kuadratkan hai oke langsung saja kita lihat contohnya Nah misalkan seperti ini kita memiliki data 10 individu ada variabel x dan variabel y ini misalkan variabel x nya adalah score berpikir kritis sedangkan Yeye skor hasil belajar kita ingin melihat Adakah hubungan antara keterampilan berpikir kritis siswa dengan hasil belajarnya dia jadinya kita melakukan tes sebanyak dua macam kemudian kita data seperti ini Lalu apa yang harus kita lakukan agar kita dapat mengetahui apakah kedua variabel ini ada hubungan atau tidak maka kita lakukan uji korelasi sebelum kita lakukan uji korelasi kita buat tabel bantu terlebih dahulu Hai awalnya kita siapkan tabel yang bersih data seperti data awal kemudian kita tambahkan 1 kolom yaitu kolom X Y X Y ini adalah Perkalian antara item data di excel dengan item data Hai jadinya variabel pertama dengan variabel kedua kita kalikan di individu pertama empat kali 3-12 eddyfi kudu ke-25 kali empat 20 individu ke-34 kali 3 12 dan seterusnya hingga individu ke-10 sembilan kali 8 = 70295 siapkan kolom x kuadrat x kuadrat adalah setiap item data yang kita kuadratkan dari variabel x ini Empat kuadran ditipu 16-5 kuadrat itu 254 kuadrat itu 16 dan seterusnya hingga 9 kuadrat adalah 81 kemudian kita siapkan kolom terakhir yaitu y kuadrat = kuadrat tetapi yang kita kuadratkan adalah item data di variabel y 3 kuadrat adalah 94 kuadrat ketela 16 hingga delapan kuadrat adalah 64 dan terakhir kita siapkan satu baris paling bawah Hai yaitu baris penjumlahan setiap kolom Sigma ex-situ 61 Sigma y52 Sigma FC adalah 345 Sigma x kuadrat adalah 403 dan terakhir Sigma y kuadrat adalah Hai setelah kita menyiapkan tabel bantu ini sekarang waktunya kita masukkan nilai-nilai yang harus dimasukkan kedalam rumus korelasi pearson ini ini sama ya seperti rumus yang saya sampaikan di awal Hai Oke coba kita masukkan unik2 jumlah Hai sampel jumlah sampelnya ada 10 orang jadinya 10 Sigma SY langsung kita lihat di sini 345 Sigma x61 Sigma y52 dibagi akar enaknya sama 10 Sigma x kuadrat disini 403 dikurangi Sigma X yang dikuadratkan nah Sigma X yang 2 card kuadratkan ini 61 kemudian nanti dikuadratkan Sigma esnya ke-61 kemudian n tetap 10 Sigma y kuadrat disini sudah ada 298 dikurangi Sigma Y yang dikuadratkan Sigma Y nya adalah 52 kemudian dikuadratkan Nah kalau kita sudah membuat tabel bantu seperti ini kita mudah memasukkannya ke rumus ini kalau tidak ada tabel bantu seperti ini kita kesulitan memasukkan atau mencari angka-angka yang harus dituliskan di ini secara langsung coba kita lanjutkan perhitungannya 10 kali 345 adalah 3456 puluh 13 52 adalah 10 digali 434225-800 kuadrat itu 3721 10 kali 298 adalah 2980 sedangkan 52 kuadrat adalah 2704 kita lanjutkan 302 memaafkan ribu 453 arahnya 3172 itu 278 dibagi akar 4033 orangnya 3721 itu 309 sedangkan 2.983 kurangi 2704 itu 276 Perkalian antara 309 dengan 2 76 dihasilkan 80286 yang kalau kita akarkan ditemukan angka 200 blanko 2,03 nah 278 dikurangi 292,5 03 adalah sebesar 0,95 dua inilah nilai r-nya koefisien korelasi yang kita cari tadi lalu kalau koefisien korelasinya sudah kita temukan Apa langkah selanjutnya kita carier tabelnya nah er tabel yang kita gunakan sama ya 0,05 DPnya itu kita tentukan dengan cara mengurangkan jumlah sampel dikurangi Hai Endi kurangi Hai NY 10 tipe langit2 sehingga Dedenya 8r tabel untuk delapan pada Alfa 0,05 adalah sebesar 0,63 dua kemudian kita bandingkan antara r-hitung dengan er tabel kalau air hitungnya lebih besar dari R tabel pengambilan keputusannya sama seperti anava ada hubungan signifikan namun tolong er itunya kurang dari er tabel tidak ada hubungan yang signifikan di antara dua variabel yang kita anaklisis gitu ya er itu lebih besar dari R tabel itu ada hubungan signifikan di sini kita lihat er hitung yang kita peroleh 0,95 dua sedangkan er tabelnya 0,63 dua di sini jelas terlihat 0,92 lebih besar beri 0,63 dua sehingga R hitung lebih besar dari R tabel dan dapat kita simpulkan ada hubungan signifikan antara keterampilan berpikir kritis variabel x Hai dengan hasil berat belajar yaitu variabel yay nah ini merupakan potongan dari er tabel untuk perhitungan yang kita lakukan di sini contoh kasusnya adalah kita menggunakan signifikansi dua arah sutil nanti di video lain Salwa akan saya bahas apa bedanya satu arah dengan dua arah Ya di dua arah ini tuh kita lihat Alfan yang 0,05 kemudian DB atau DF bahasa Inggrisnya dpkn DF tadi kita peroleh angka 8 10 dikurangi doakan 8 kemudian tinggal kita tarik kita temukan angka 0,63 19 yang tadi ternyata lebih kecil dari er hitungnya sehingga ada hubungan signifikan Oke demikian video saya yang menjelaskan terkait Bagaimana caranya melakukan perhitungan manual untuk mencari koefisien korelasi pearson atau korelasi kau dak momen di video selanjutnya Mari kita bahas Bagaimana caranya melakukan perhitungan manual untuk mencari atau menganalisis normalitas dan homogenitas terima kasih atas perhatiannya Mohon maaf bila ada kesalahan Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Resume
Categories