Memahami Peranan dan Macam Kofaktor, Koenzim, dan Vitamin
eVHUwreAcwU • 2020-12-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh di video Sebelumnya kita telah membahas berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja enzim sehingga mempengaruhi laju reaksi dari reaksi yang dikatalisis oleh enzim tersebut dan di video tersebut saya telah menyinggung keberadaan kofaktor kumpulan substansi yang saya katakan turut berperan mempengaruhi aktivitas dari berbagai enzim dan Pak pada video kali ini Mari kita bahas apa itu kofaktor dan Apa peranan kofaktor terhadap kinerja enzim ketika enzim tersebut mengkatalisis suatu reaksi kimia tertentu Selain membasko faktor kita juga akan membasko enzim dan vitamin dua istilah yang juga sering muncul ketika kita membahas kofaktor di beberapa video terakhir kita telah mempelajari enzim enzim merupakan kumpulan senyawa atau substansi yang berasal dari kelompok protein maupun RNA yang perarannya adalah mengkatalisis reaksi kimia dengan keberadaan enzim energi aktivasi dari proses kimia akan menurun Sehingga reaksi kimia menjadi lebih cepat terjadi dan seperti yang saya katakan di awal tadi pada video kali ini kita akan membahas kofaktor kofaktor sendiri merupakan substansi yang turut berperan dalam proses katalisis dan bila kita lihat di layar ini ternyata enzim itu adakanya inaktif dia tidak langsung aktif dan keberadaan kofaktor akan mengaktifkan enzim tersebut sehingga di sini kita bisa melihat awalnya ada istilah apoenzim yang inaktif kemudian akan berubah menjadi holoenzim yang aktif ketika apo enzim tersebut berikatan dengan kofaktor apo enzim sendiri merupakan istilah yang merujuk pada enzim yang hanya terdiri atas subunit-subyunit protein pada kondisi inaktif sedangkan Holo enzim Holo itu keseluruhan jadinya Holo Enzim adalah enzim yang seluruh subunit dan kofaktornya sudah bergabung sehingga enzim tersebut sudah siap melakukan proses katalisis Nah di sini bisa terlihat dengan jelas peranan kofaktor adalah mengaktifkan apoenzim yang inaktif tadi dan kalau kita berbicara kofaktor kofaktor secara garis besar dapat kita kelompokkan menjadi dua kelompok pertama merupakan kelompok ion-ion esensial yang sebagian besar merupakan ion-ion logam yang bisa kita dapatkan dari mineral ketika kita memakan makan dan ion-ion esensial ini dapat terbagi lagi menjadi dua yaitu ion aktivator dan ion logam dari metaloenzim Apa bedanya keduanya sama-sama berasal sebagian besar dari ion logam namun pada ion aktivator karakteristiknya adalah kofaktor ini tidak berikratan secara terus-menerus dengan enzimnya tidak berikatan dengan ap enzimnya jadinya dia reversibel bisa berikatan bisa lepas bisa berikatan bisa lepas lagi di sisi lain ion logam dari metaloenzim merupakan ion esensial yang berada di sisi aktif dari enzim tadi yang berikatan kuat dan bersifat irreversibel jadinya dia menempel tidak menempel melepas menempel melepas layaknya ion aktivator tadi jadinya perbedaan utamanya itu itu aktivator itu reversibel Sedangkan ion logam dari metaloenzim itu irreversibel dan kesamaannya baik ion aktivator maupun ion logam dari metaloenzim kedua kelompok ion ini dapat ditemukan di di sisi aktif dari enzim ingat ya enzim itu terdiri atas bagian yang kita kenal sebagai Sisi aktif Sisi aktif ini merupakan tempat di mana substrat akan berikatan dengan enzim tersebut nah ion esensial ditemukan di sisi aktif tersebut karena ion esensial sebagian besar merupakan logam ion esensial itu merupakan kofaktor yang berasal dari kelompok anorganik di sisi lain kelompok kedua dari kofaktor adalah kofaktor-kofaktor organik yang kita kenal sebagai koenzim yang sebagian besar berasal dari vitamin sehingga sebagian referensi menyatakan koenzim adalah Vitamin ya itu dikatakan bisa tepat bisa tidak karena memang koenzim itu sebagian besar dari vitamin tetapi tidak semua koenzim berasal dari vitamin tapi yang jelas koenzim adalah kofaktor organik berbeda dengan ion esensial yang anorganik sama dengan ion esensial koenzim juga terbagi menjadi dua yang yaitu kosubstrat dan gugus prostetik kosubstrat itu merupakan koenzim yang juga reversibel dia ikut bergabung ketika reaksi terjadi kemudian nanti dia akan lepas di sisi lain gugus prostetik itu melekat melekat terus di sisi aktif dari enzim ya jadinya itu perbedaannya k substrat itu bergabung kemudian lepas kemudian bergabung kemudian lepas lagi sedangkan gugus prostetik itu menetap di sisi Aktif tidak lepas gabung lepas gabung dan kesamaannya adalah baik k substrat maupun gugus prostetik sama-sama ditemukan di sisi aktif dari enzim tersebut sehingga dapat kita simpulkan baik koenzim maupun ion esensial semuanya ditemukan di sisi aktif dari enzim Kenapa karena kofaktor baik ion esensial maupun koenzim ini berperan dalam proses katalisis berperan dalam mengaktifkan atau mengoptimalkan reaksi katalisis yang dikatalisis oleh enzim dan kita tahu reaksi tersebut terjadi di sisi aktif Oleh karena itu tentunya kofaktor ya ditemukan di sisi aktif tersebut Sekarang mari kita bahas terlebih dahulu kofaktor dari kelompok yang ion esensial kalau kita berbicara ion esensial tadi saya katakan sebagian besar ion esensial yang berperan sebagai kofaktor merupakan ion-ion logam kalau di bagian ini kita melihat dari perspektif kofaktornya Nah sekarang kita lihat dari perspektif enzimnya kalau dari perspektif kofaktornya ion esensial dapat dibagi menjadi dua ion aktivator dan ion logam dari metaloenzim namun bila kita melihat dari perspektif enzimnya enzim yang berinteraksi dengan ion logam itu dapat kita bagi menjadi dua yang pertama adalah enzim-enzim yang diaktivasi atau distimulasi oleh logam sedangkan kelompok yang kedua adalah kelompok metaloenzim kelompok pertama adalah kelompok enzim yang aktivitasnya itu harus distimulasi atau diaktivasi oleh ke beradaan ion logam di sisi aktifnya sehingga ketika Sisi aktifnya tidak ada ion logam dia tidak dapat bekerja atau bekerjanya kurang optimal di sisi lain kalau metaloenzim di sisi aktifnya sudah menempel ion logam yang sudah tidak bisa lepas lagi begitu ya jadinya perbedaan kedua kelompok ini adalah pada enzim yang diaktivasi atau distimulasi oleh logam ion logamnya ini bisa lepas bisa bergabung ketika bergabung enzimnya menjadi aktif namun ketika lepas enzimnya menjadi inaktif atau kerjanya lebih lambat di sisi lain kelompok metaloenzim di sisi aktifnya itu selalu ditemukan ion logam yang selalu berikatan jadinya sama dengan pengelompokan di bagian sebelumnya ini Ketika kita melihat dari perspektif kofaktor dan salah satu contoh metaloenzim adalah karbonik anhidrase ya Nah kalau kita lihat reaksinya enzim karbonik anhidrase ini berperan dalam mengkatalisis proses pemecahan h2co3 asam karbonik ya dipecah menjadi H2O air dengan co2 karbon dioksida dan ini kita lihat reaksinya reversibel sehingga panahnya ada dua saya ubah kursor saya dulu Nah bisa kita lihat karbonik anhidrase ini mengkatalisis h2co3 menjadi h2o dan co2 namun panahnya dua arah sehingga reversibel sehingga enzim ini pun juga berperan mengkatalisis penggabungan h2o dan co2 menjadi h2co3 enzim ini dapat kita temukan di beberapa bagian tubuh kita utamanya di sel darah merah kita di eritrosit di lambung kita khususnya di mukus lambung di lapisan lendir kita juga dapat menemukan enzim ini dan bahkan di ginjal khususnya di tubulus renalis kita juga dapat menemukan enzim ini kalau kita lihat reaksinya kita dapat menebak fungsi utama dari enzim ini adalah menjaga homeostasis asam basa ya ini kan asam h2co3 sedangkan CO2 itu basa sehingga salah satu fungsi utamanya adalah menjaga homeostasis tubuh kita khususnya homeostasis yang berkaitan dengan asam basa kadar pH Selain itu karena di sini ada CO2 karbonik anhidrase ini juga berperan dalam transport karbon dioksida nah pada eritrosit karbonik anhidrase ini lebih berperan dalam transportasi CO2 tadi namun pada mukus lambung mukosa lambung yang mana kita tahu di sana ada asam lambung yang sangat asam fungsi dari enzim ini adalah menjaga PH agar tidak terlalu rendah atau tidak terlalu tinggi sehingga lambung dapat bekerja dengan optimal namun tidak membahayakan diri kita sendiri sedangkan pada ginjal pada tubulus renalis fungsi enzim ini adalah mengontrol bikarbonat di dalam urin kita jadinya mengontrol seberapa banyak bikarbonet yang harus dimasukkan atau dikeluarkan Oke kembali lagi tadi saya katakan karbonik anhidrase ini termasuk ke dalam metaloenzim dan di video sebelumnya kita juga telah membahas klasifikasi enzim menurut iubmb karbonik anhidrase ini sendiri merupakan contoh enzim yang tergolong liase Semoga kita masih ingat yase merupakan kelompok enzim yang peranan utamanya adalah memecah senyawa tanpa bantuan H2O tanpa bantuan air jadinya bukan proses hidrolisis kembali lagi ke metaloenzim h2co3 ini merupakanohon maaf karbonik anhidrase ini merupakan contoh metaloenzim metaloenzim ini karbonik anhidrase ini termasuk metal metaloenzim yang mengandung Zink ZN nah ini merupakan potongan gambar dari enzim karbonik anhidrase ini merupakan salah satu bagian dari sisi aktifnya karena enzim itu protein maka dia tentunya tersusun atas rantai polipeptida di mana rantai polipeptida itu tersusun atas asam-asam amino kita masih mengingat di video yang membahas protein polipeptida itu tersusun atas rantai Backbone dan side chain sisi sisi e rantai rantai samping ya ini rantai sampingnya dan kita lihat seperti yang saya katakan tadi ini merupakan daerah Sisi aktif Dari karbonik anhidrase dan dapat kita lihat beberapa asam amino yang menyusun Sisi aktif dari enzim ini adalah histidin dan kita lihat cukup menarik strukturnya di sisi aktif Dari karbonik anhidr se tersusun atas tiga asam amino hisstidin his ini histidin ya hisstidin pertama hisstidin kedua dan histidin ketiga Zink sendiri ZN sendiri yang merupakan ion logam yang juga berperan sebagai kofaktor dari enzim ini berikatan dengan ketiga histidin tersebut ketiga dari tiga apa eh side chain dari histidin jadinya bisa kita lihat ZN ini memiliki empat tangan tiga tangan berikatan dengan side chain-nya histidin dan tadi saya katakan fungsi dari karbonik anhidrase itu adalah memecah h2co3 menjadi h2o dan co2 bisa kita lihat prosesnya seperti ini dan reversibel kalau kita membaca ke arah kanan maka di sini awalnya ada bikarbonat dengan ion hidrogen ini merupakan substratnya kemudian ini holoenzimnya karena ada kofaktor dengan enzimnya kemudian ketika bereaksi nanti H2O yang dikeluarkan terlebih dahulu kemudian reaksi lebih lanjut CO2 yang dikeluarkan sehingga hasilnya h2ao dan CO2 sebaliknya kalau kita membaca dari kiri ke kanan nah ini awalnya masuk CO2 dulu kemudian masuk H2O sehingga nanti hasilnya adalah h2co3 yang awalnya menghasilkan bikarbonat dengan ion hidrogen ini merupakan contoh dari metaloenzim Nah kita sudah membahas kofaktor dari ion-ion esensial sekarang kita bahas kelompok kofaktor yang dari koenzim jadinya kofaktor kofaktor organik dan tadi sudah saya singgung Ko itu terbagi menjadi dua yaitu kosubstrat dan gugus prostetik dinamakan kosubstrat karena enzim ini layaknya peranannya seperti substrat kalau kita belajar enzim enzim itu kan nanti disisi aktifnya akan ditempeli oleh substrat substrat tersebut akan diubah menjadi produk nah pada koenzim yang berupa kubstrat koenzimnya ini juga kayak substrat jadinya dia substrat yang turut bersamaan masuk ke dalam sisi aktif sehingga substrat awal substrat utama dapat dilakukan reaksi kimia tanpa kehadiran kosubstrat ini substrat utama tadi tidak akan atau sulit direaksikan di dalam sisi aktif enzim yang ada tadi di sisi lain kalau gugus prostetik gugus prostetik itu sudah menempel di sisi Aktif tidak seperti kosubstrat jadinya Gus prosestik ini tidak layaknya substrat yang masuk keluar masuk keluar ke sisi aktif untuk memudahkan kita memahami perbedaan antara kosubstrat dan gugus protestik Mari kita lihat bagian berikut nah yang bagian atas ini merupakan kubstrat sedangkan yang baris kedua ini merupakan apa ya bagian dari gugus prostetik Oke Mari kita liat yang k substrat terlebih dahulu Seperti yang saya katakan Dia dikatakan k substrat karena dia berperan layaknya substrat di sini kosubstratnya disimbolkan dengan warna kuning sedangkan substrat utamanya adalah warna pink kemudian enzimnya yang warna abu-abu ini fungsi enzim ini adalah mengubah substrat satu ini menjadi produk semacam ini awalnya ada lingkaran di atas ya kemudian lingkaran di atas itu menghilang fungsi utama dari enzim tersebut adalah seperti itu namun enzim ini tidak dapat melakukan hal tersebut tanpa kehadiran koenzim ini Nah bisa kita lihat koenzim ini bekerja dengan cara masuk ke sisi aktif bersamaan dengan substrat utama tadi Nah ketika k substrat sudah masuk di sisi aktif maka substrat utama nanti akan mengalami reaksi kimia sehingga lingkaran di atas ini dapat dipindah sehingga substratnya akan berubah menjadi produk lingkaran tersebut dipindahkan ke kubstrat dan layaknya substrat ketika reaksinya selesai maka kosubstrat juga dilepaskan dari kompleks enzim substrat tadi jadinya bisa kita lihat k substrat ini layaknya substrat dia masuk di awal reaksi kemudian masuk di sisi aktif kemudian keluar juga setelah reaksi berakhir di awal reaksi bentuknya seperti ini di akhir reaksi dia berubah sama kan seperti substrat utama sehingga dia namanya kusubstrat nah ketika sudah melakukan reaksi semacam ini maka kubstrat ini akan diproses oleh enzim lain untuk kembali bentuknya seperti awal ini tadi kenapa Karena kalau dia masih ada lingkaran seperti ini dia tidak dapat bekerja sebagai enzim dia harus diubah ke dalam bentuk awalnya lagi semacam ini oleh enzim yang lain kemudian dia dikembalikan dia bekerja di lingkungan ini lagi nah ini perbedaannya dengan substrat utama kalau substrat utama Setelah dia diubah oleh enzim ini dia akan melakukan reaksi selanjutnya dengan mengikuti Jalur metabolisme selanjutnya memasuki tahapan lain sedangkan kos substrat dia setelah reaksi ini berakhir dia akan dikembalikan ke bentuk semula kemudian dia akan mengikuti reaksi yang sama lagi berulang seperti itu terus ya jadinya seperti satel bolak-balik kalau substrat setelah selesai ikut reaksi di di sini dia akan masuk ke reaksi lain dengan enzim lain untuk melakukan tahapan metabolisme Selanjutnya ya itu ya itu kosubstrat sekarang kita lihat bedanya dengan gugus prostetik Nah di sini gugus prostetik disimbolkan dengan warna oran eh mohon maaf kuning enzimnya sama abu-abu sedangkan substratnya sama warnanya pink pink atau Purple ya ini ya kita anggap pink saja nah gugus prostetik bisa kita lihat dia dari awal sudah menempel di sisi aktif dari enzim tersebut kemudian ketika ada substrat yang masuk dia akan masuk ke sisi aktif yang sudah ada gugus prostetiknya kemudian barulah reak terjadi lingkaran di substrat dipindah ke gugus prostetik setelah reaksi selesai substrat utama tadiilpas dari enzim namun gugus prostetiknya tetap berada di sisi aktif ini perbedaan gugus prostetik dengan kubstrat kubstrat itu awalnya nak ada kemudian masuk kemudian setelah reaksi berakhir dia lepas sedangkan gugus prostetik dari awal sampai akhir dia selalu berada di sisi aktif dan persamaannya adalah setelah reaksi berakhir baik gugus prostetik maupun kubstrat sama-sama mengalami perubahan struktur Oleh karena itu sebelum gugus prostetik maupun kosubstrat ini dapat bekerja lagi sebagai koenzim dia harus dikembalikan kondisinya seperti semula Nah itu penjelasan yang berkaitan dengan koenzim yang terdiri atas kosubstrat dan gugus prostetik ingat ya setelah reaksi berakhir strukturnya harus dikembalikan seperti struktur awal agar dia bekerja seperti sebagai koenzim lagi tanpa diubah menjadi struktur awal lagi dia tidak akan bekerja sebagai koenzim lagi akibatnya enzimnya tidak dapat bekerja oke nah Ini menariknya adalah pada hewan hewan itu kehilangan kemampuan mensintesis berbagai koenzim berbagai kofaktor organik yang kita kenal sebagai koenzim ini berbeda dengan kingdom lainnya Kingdom plante ya tanaman kemudian jamur kemudian prokariot mereka secara alami bisa mensintesis koenzim yang mereka butuhkan namun pada hewan dan manusia kita kehilangan kemampuan mensintesis berbagai koenzim penting Oleh karena itu kita harus memperoleh koenzim tersebut dari makanan makanan yang berasal dari tanaman Ataupun mungkin dari mikroba dan pada hewan dan manusia sebagian besar koenzim berasal dari vitamin sebagian besar ya bukan seluruhnya jadinya sebagian besar koenzim itu prekursornya berasal dari vitamin bahan dasarnya kita peroleh dari vitamin setelah kita mengonsumsi vitamin nanti vitamin tersebut diproses sehingga nanti akan diubah menjadi koenzim dan vitamin sendiri itu merupakan kelompok nutrisi yang kita butuhkan namun hanya dalam jumlah sedikit namun meski dalam jumlah sedikit ini penting ketika kita kekurangan vitamin kita akan mengalami berbagai gejala kesehatan yang cukup berbahaya misalkan beri-beri atau penyakit lainnya yang cukup berbahaya kalau tidak ditangani namun ketika kelebihan juga akan menyebabkan gangguan kesehatan yang juga cukup berbahaya juga oleh karena itu vitamin itu dikatakan sebagai nutrisi yang penting bagi tubuh tapi hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit hanya beberapa miligram ataupun beberapa mikrogram saking sedikitnya dibutuhkannya vitamin sendiri dapat kita bagi menjadi dua kelompok yaitu Vitamin yang larut lemak dan Vitamin yang larut ke dalam air nah yang larut lemak itu ada empat ya vitamin A D E dan K sedangkan vitamin lainnya itu larut ke dalam air sekarang kita lihat contoh-contoh vitamin larut lemak yaitu vitamin A vitamin D vitamin E dan vitamin K vitamin A sendiri kita kenal juga sebagai retinol jadinya ini sama saja ya nama lainnya adalah retinol yang peranan utamanya adalah berkaitan dengan ekspresi gen kalau kita belajar genetika kan ada ekspresi gen transkripsi translasi nah proses ini melibatkan fungsi atau kerja dari vitamin A di sisi lain vitamin A juga berperan penting dalam proses penglihatan kita dapat mendapatkan vitamin A dari berbagai makanan misalkan wortel dan berbagai sayuran yang berwarna kuning selanjutnya vitamin D Nah vitamin D ini bermacam-macam dari D1 hingga D5 yang peranan utamanya adalah mengontrol kalsium di dalam tubuh kita baik penyerapan maupun pelepasan sehingga kalau kekurangan vitamin D ini berkaitan dengan gangguan pada tulang karena tulang itu kan salah satu komponen utamanya adalah kalsium dan vitamin D ini menarik dibandingkan vitamin yang lain seperti yang saya katakan di awal manusia dan animal dan hewan itu apa ya kehilangan kemampuan mensintesis koenzim nah menariknya manusia itu sebetulnya bisa mensintesis vitamin D sendiri kenapa Karena di kulit kita ini ada steroid steroid yang berperan sebagai prekursor vitamin D namun steroid tersebut tidak bisa diubah menjadi vitamin D bila tidak diaktivasi oleh sinar matahari oleh karena itu kita sering k dengar Ayo kita caring Ayo kita mendapatkan sinar matahari agar kita memperoleh vitamin D vitamin d-nya bukan berasal dari sinar matahari tersebut tetapi berasal dari steroid di kulit kita yang nanti akan diubah menjadi vitamin D bila terpapar sinar matahari karena sinar matahari mengandung UV yang nan berperan untuk proses tersebut selain itu kita juga memperoleh vitamin D dari susu yang diperkaya kalau kita beli susu ya biasanya ada susu yang diperkaya oleh vitamin Nah itu kita bisa memperoleh vitamin D vitamin selanjutnya adalah vitamin E yang juga dikenal sebagai alfatokoferol nah vitamin ini berperan penting sebagai antioksidan jadinya berperan untuk menangkal radikal bebas biasanya juga digunakan untuk perawatan kulit Kenapa karena kita sering terpapar polusi polusi itu radikal bebas Oleh karena itu kita butuh antioksidan Oleh karena itu kita disarankan untuk mengonsumsi vitamin E secara teratur selain itu kita juga dapat memperoleh vitamin E dari berbagai minyak sayuran dan yang terakhir adalah vitamin K yang juga dikenal sebagai viloinon vitamin ini berperan penting dalam proses koagulasi darah kalau kita belajar Fisiologi hewan dan manusia khususnya bab di bab sistem peredaran darah nah kita kan akan mengenal istilah koagulasi ya ketika kita luka maka luka tersebut nanti akan terobati secara alami dan darah tersebut akan mengalami koagulasi dan koagulasi itu sangat membutuhkan keberadaan vitamin K dan kita dapat memperoleh vitamin K dari mengonsumsi berbagai sayuran itu vitamin-vitamin yang larut lemak sekarang Vitamin yang larut air yaitu vitamin B nah vitamin B Ini macamnya banyak dari B1 B2 B3 B5 B6 kemudian B7 B9 hingga B12 yang memiliki nama-nama tersendiri B1 tiamin B3 niasin B7 biotin B2 kobalmin kita lihat B2 riboflavin nah ini merupakan prekursor bahan dasar untuk menghasilkan koenzim fmn dan FAD nah fmn dan FAD ini nanti akan kita temui lagi Sering kita temui di bab-bab metabolisme karena ini merupakan koenzim penting di berbagai Jalur metabolisme kemudian B3 atau niasin ini merupakan prekursor dari Nad plus dan nadp plus sama dia koenzim yang juga penting dan berperan di berbagai reaksi biokimia dan kita juga sudah mengenal nad+ ketika kita belajar klasifikasi enzim karena salah satu enzim yang kita pelajari juga melibatkan nad+ kemudian B5 asam patotenat ini juga merupakan prekursor dari koenzim a Nanti kalau kita belajar metabolisme karbohidrat kita juga akan menemukan koenzim a lalu vitamin C tadi kita mengenal Vitamin yang larut lemak itu vitamin adeek vitamin yang larut air vitamin B Kalau vitamin C vitamin C Itu Vitamin yang larut ke dalam air Namun ternyata vitamin C ini tidak berperan sebagai koenzim kalau kita membaca berbagai referensi vitamin C masih dikelompokkan sebagai koenzim namun kalau kita membaca referensi lain yang lebih update ternyata vitamin C ini bukan sebagai koenzim dia hanya berperan sebagai agen pereduksi selama hidroksilasi kolagen hidroksilasi jadya proses penambahan gugus hidroksil gugus Oh ke kolagen Kolagen itu itu ya penyusun jaringan ikat kita kalau seseorang kekulangan vitamin C dia akan mengalami skurvy skurvy itu bahasa Indonesianya skorbud nanti coba dicari di Google Apa penyakit skorbud berkaitan dengan kolagen kenapa Karena kalau kekurangan vitamin C hidroksilasi kolagen akan terganggu sehingga kolagen tidak dapat secara optimal berikatan atau ditempeli gugus Oh padahal keberadaan gugus hidroksil atau Oh ini dapat meningkatkan kemampuan kolagen untuk menyerap air dan berbagai protein dan substansi layaknya Kolagen itu membutuhkan air agar strukturnya itu menjadi struktur yang lebih fungsional ingat ya di dalam tubuh kita berbagai polimer berbagai makromolekul itu harus membentuk struktur tertentu sehingga fungsinya dapat berperan secara optimal begitu juga kolagen yang merupakan protein penyusun jaringan ikat di dalam tubuh kita setelah translasi kolagen harus ditempeli oh ditempeli kukus hidroksil sehingga dia dapat menyerap air sehingga bentuknya menjadi lebih fungsional dan vitamin C sendiri berperan sebagai agen pereduksi bukan sebagai koenzim bukan berperan turut ke dalam sisi aktif sehingga enzim yang ditempeli oleh vitamin C ini menjadi aktif begitu ya Oleh karena itu kalau ada referensi lain yang mengatakan vitamin C sebagai koenzim maka setelah kita mempelajari vitamin C di video ini kita menjadi tahu bahwa vitamin C itu lebih diarahkan bukan sebagai koenzim namun agen pereduksi selain koenzim yang berasal dari vitamin ada juga koenzim yang dari nonvitamin misalkan ATP nah ATP ini merupakan senyawa yang banyak kita temukan kalau kita mempelajari biokimia dan metabolisme ini gambarnya ya kemudian kita juga akan mengen ubikuinon atau koenzim Q ini nanti akan kita pelajari kita temukan juga di transport elektron kalau kita belajar metabolisme dan juga ada koenzim-koenzim yang berasal dari koenzim protein misalkan sitochrom sitokrom ini dapat kita temukan di mitokondria kalau kita belajar genetika dan kekerabatan kita biasanya melibatkan Gen pengkode sitokrum untuk menganalisis kekerabatan makhluk hidup Oke demikian penjelasan saya terkait kofaktor koenzim dan vitamin di video selanjutnya kita akan membahas substansi lain yang peranannya bisa kita anggap berkebalikan dengan kofaktor yaitu inhibitor kelompok substansi yang dapat menghambat kerja dari enzim Oke demikian video kali ini semoga bermanfaat dan Mohon maaf bila ada kesalahan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories