Cara Menghitung Uji t Berpasangan secara Manual
y-rj34DM31c • 2020-12-03
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi channel yang menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan analisis data penelitian penulisan dan berbagai pengetahuan lain yang mungkin dapat meningkatkan pengetahuan ataupun keterampilan kalian di video yang membahas statistik Sebelumnya kita telah mempelajari berbagai formula atau rumus dasar dalam statistika deskriptif yang nantinya dapat digunakan atau menjadi dasar perhitungan berbagai uji hipotesis di dalam statistika inferensia nah pada video kali ini kita akan memasuki uji hipotesis pertama yang paling sederhana di statistika inferensia khususnya uji hipotesis untuk menguji beda rerata dua kelompok yaitu Uji T berpasangan di video kali ini Mari kita pelajari Bagaimana caranya menghitung secara manual Uji T berpasangan ini Bila kalian ingin mempelajari Uji T berpasangan Namun bukan dalam hitungan manual tapi menggunakan software silakan lihat video saya yang lain oke Sebelum kita belajar bagaimana menghitung uji perpasangan Mari kita mengenal lebih dalam apa itu itu uji t berpasangan dan kapan kita menggunakan uji hipotesis ini Uji T berpasangan sendiri Kita kenal juga dengan nama lain yaitu dependent ttest atau pair samples ttest sehingga ketika kita membaca referensi lain ataupun membaca berbagai artikel jurnal yang mungkin menggunakan bahasa Inggris Maka terkadang kita akan menemukan istilah dependeny test ataupun sample tites kedua istilah ini sama-sama merujuk pada uji hipotesis yang sama yaitu Uji T berpasangan analisis ini uji hipotesis ini kita gunakan untuk membandingkan dua rerata di antara dua kelompok yang saling berkaitan nah kata kuncinya di sini berkaitan sehingga berpasangan nama uji hipotesisnya maksud nya berkaitan itu apa misalkan kita memiliki dua kelompok data setiap item data kelompok satu dengan kelompok du dapat kita pasangkan satu persatu jadinya ada kaitan antara satu item di kelompok satu dengan satu item di kelompok satunya misalkan saja kita melakukan penelitian pada satu kelas atau satu sekelompok hewan kita mengambil data awal kemudian kita beri perlakuan kemudian kita ambil data akhir kita ingin membandingkan kita ingin tahu Adakah peningkatan signifikan sebelum dan setelah memberikan perlakuan jadinya kita bandingkan Apakah ada perbedaan signifikan antara data sebelum perlakuan dengan data setelah perlakuan misalkan saja kita beri contoh di kelas misalkan di satu kelas kita melibatkan 10 siswa sebelum kita beri perlakuan pembelajaran tertentu kita beri pretes kemudian kita beri perlakuan pembelajaran tertentu selama 5 pertemuan kemudian pertemuan keenam kita kasih postes jadinya kita memiliki data pretes 10 siswa kita juga memiliki data postes seluruh siswa misalkan siswa pertama namanya Ani Nah kita bisa memasangkan data pretest Ani dengan data postes Ani siswa kedua misal kan Budi maka data pretest Budi kita pasangkan dengan data postes Budi jadinya di sini ada indikator yang digunakan untuk memasangkan kedua item dari kedua kelompok data tadi yaitu nama-nama siswa ya jadinya prinsipnya Uji T berpasangan itu kita gunakan untuk membandingkan dua kelompok data yang bisa kita pasangkan-pasangkan tadi prites siswa pertama dengan postes siswa pertama prites siswa kedua dengan postes siswa kedua hingga prites siswa ke-10 dipasangkan dengan postes siswa ke-10 prinsip dasarnya seperti itu Nah ciri data yang dapat kita analisis ketika kita ingin melakukan analisis ujite berpasangan adalah terdiri atas satu variabel bebas saja kemudian kita hanya bisa membandingkan dua kelompok data saja dan memiliki satu Variabel terikat saja contohnya tadi itu kita ingin melakukan penelitian pengaruh perlakuan pembelajaran terhadap hasil belajar yang kita bandingkan dua kelompok data adalah data sebelum perlakuan dan data setelah perlakuan variabel bebasnya cuma satu yaitu bentuk pembelajaran variabel terkatnya pun juga cukup satu yaitu hasil belajar Nah seperti di video sebelumnya kita pernah mempelajari bahwasanya di dalam statistika inferensia sebelum kita melakukan analisis uji hipotesis seperti Uji T ada beberapa asumsi yang harus kita cek nah asumsi-asumsi yang harus kita cek sebelum kita melakukan uji it perpasangan adalah yang pertama kita harus mengecek Apakah variabel trikat kita merupakan data kontinu data kontinu itu bisa berasal dari skala interval ataupun rasio rasio itu Misalkan berat badan tinggi badan kalau interval itu Misalkan kepintaran yang tidak bisa ada nol mutlaknya itu interval kalau rasio ada nol mutlaknya ya jadinya variabel trikatnya harus kita cek sudah termasuk data kue atau tidak kalau datanya Bukan ktinue data kategoris misalkan dari skala ordinal tingkat kesukaan sangat suka sampai sangat tidak suka ataupun bahkan data nominal misalkan nama kota itu tidak bisa kita gunakan untuk dianalisis menggunakan uji t berpasangan asumsi selanjutnya yang perlu kita cek adalah variabel bebasnya kebalikannya dengan Variabel terikat kalau Variabel terikat harus data kontinu kalau variabel bebasnya harus data kategoris sehingga data kategoris tersebut menyebabkan kita memiliki dua kelompok yang saling berkaitan seperti tadi variabel bebas nya misalkan pembelajaran ya dan yang diambil datanya sebelum dan sesudah jadinya kan data kita terbagi menjadi dua kelompok pretes dan postes jadinya sebelum perlakuan pembelajaran dan setelah perlakuan pembelajaran jadinya ada dua kelompok dan datanya harus saling berkaitan kemudian asumsi yang lain adalah tidak ada outliayer pada nilai selisih nah outliayer juga pernah kita singgung di video sebelumnya outlier itu nilai yang tidak mengikuti sebaran distribusi normal data yang terpencal pencilan data kalau kita belajar distribusi normal ya di video sebelumnya Ternyata mungkin saja data yang kita kumpulkan itu ada data yang terlampau jauh berbeda sangat jauh dengan data yang lain misalkan kita mengumpulkan data IQ IQ rata-rata yang kita kumpulkan misalkan 110 distribusi normalnya itu sebarannya misalkan dari 90 sampai 130 ternyata ada satu anak yang amat sangat jenius dengan IQ 190 Nah itu outlier 190 outlier itu harus kita singkirkan terlebih dahulu sebelum kita melakukan ujit berpasangan kemudian nilai selisih terdistribusi secara normal Nah kita juga sudah belajar ya kurva normal jadinya data kita itu harus terdis ribusi normal kalau tidak normal kita tidak bisa lanjut ke uji berpasangan kurang diperkenankan ketika datanya tidak normal maka kita tidak menggunakan uji t berpasangan tetapi kita alihkan dengan uji non parametrik pengganti Uji T berpasangan yaitu S test namanya dan di sini bisa kita lihat yang kita check out layernya maupun distribusi datanya adalah nilai selisih bukan nilai pres Bu bukan nilai postes bukan nilai sebelum bukan nilai sesudah tapi nilai selisih selisih antara dua kelompok data tadi jadinya postest dikurangi pretest per item data misalkan ada 10 anak maka kita mengurangkan data anak pertama postes dikurangi pretes anak kedua postes dikurangi pretes sampai anak ke-10 postes dia dikurangi pretes dia sehingga kita mendapatkan kolom baru yaitu kolom nilai selisih nah nilai selisih inilah yang kita cek ada gak sih layer distribusinya Normal atau tidak Begitu nilai selisih sendiri dalam Uji T berpasangan kita singkat sebagai D singkatan dari difference difference itu selisih begitu ya Nah pada video ini kita tidak akan belajar mengecek cara untuk melihat normalitas data tetapi kita langsung belajar bagaimana cara menghitung Uji T berpasangan jadinya kita anggap saja data yang nanti kita gunakan untuk membel aran di video ini adalah data yang sudah terdistribusi normal khususnya data selisihnya dan tidak ada outlier Oke misalkan seperti ini kita telah melakukan penelitian di satu kelas dan kebetulan kelas tersebut di sekolah terpencil ya Sehingga satu kelas hanya terdiri atas lima misalkan Tapi sebaiknya nanti kalau penelitian jangan terlalu sedikit sampelnya ya misalkan ada lima di kelas tersebut nah di kelas kelas tersebut sebelum kita memberikan pembelajaran dengan model tertentu Kita ambil data pretes setelah itu kemudian kita beri perlakuan setelah diberi perlakuan selama misalkan 10 pertemuan kita ambil data postes pretes dan postes hasil belajar kita menggunakan instrumen soal yang terdiri atas 10 item soal ketika siswa salah semua jawabannya misalkan Budi mendapat kan skor nol itu artinya dia salah semua si sebaliknya kalau ada siswa yang jawabannya benar semua di setiap soal maka dia mendapatkan nilai 10 jadinya nilai terendah 0 nilai tertinggi 10 nah ini datanya pritesnya Ini postesnya ini terus kita ingin mengetahui apakah ada peningkatan signifikan antara sebelum dan sesudah kita memberikan pembelajaran dengan model tertentu tadi maka kita perlu membandingkan data pretes dengan data poes ini ada beda signifikan tidak ada beda nyata atau tidak Nah di sini bisa kita lihat kita ingin membandingkan dua kelompok data variabel bebas kita adalah data kontinu hasil belajar ini kan skor hasil belajar itu termasuk kontinu kemudian kita lihat kelompok data ini bisa saling dipasangkan ini Prit siswa pertama di pasangkan postes siswa pertama prites siswa kedua dipasangkan dengan postes siswa kedua prites siswa ketiga dipasangkan dengan postes siswa ketiga prites siswa keempat dipasangkan dengan postes siswa keempat dan yang terakhir prites siswa kelima dipasangkan dengan poes siswa keelima di sini maka kita bisa menganalisis ada tidaknya peningkatan signifikan atau tidak ada tidaknya perbedaan signifikan antara prites dengan pres dengan menggunakan Uji T berpasangan nah prinsip dalam analisis statistika inferensia adalah kita mencari nilai hitungnya Kalau Uji T kita mencari T hitungnya kalau uji F kita mencari F hitungnya korelasi kita mencari r hitungnya Nah setelah nilai hitung tersebut kita peroleh nanti kita bandingkan dengan nilai tabelnya Kalau Uji T T tabel kalau uji f f tabel kalau r r tabel nanti kita lihat kalau t hitungnya lebih kecil dari t tabel maka tidak ada perbedaan signifikan jadinya h0-nya diterima sebaliknya kalau t hitung yang kita peroleh dari proses perhitungan lebih besar dari t tabel maka disimpulkan ada perbedaan signifikan di antara dua kelompok yang kita bandingkan alias h0-nya ditolak begitu ya nanti kita lihat di bagian akhir Bagaimana caranya membaca T tabel untuk mendapatkan nilai T tabel tersebut tetapi sebelum kita membaca T tabel Mari Sekarang kita cari t hitungnya terlebih dahulu nah rumus dari t hitung adalah ini D bar ini ada barnya ya bar itu kan menunjukkan rerata D sendiri saya sampaikan tadi merupakan nilai selisih dierence dibagi SD bar ya di sini SD bar ini pernah kita singgung juga di video sebelumnya berkaitan dengan rumus-rumus atau formula-formula dasar yang menjadi dasar statistika inferensia yaitu formula-formula di dalam statistika deskriptif ya kalau masih ingat SD bar ini merupakan nil ee standar deviasi dari sebaran nilai tengah kita nanti kita hitung bersama-sama Oke sekarang kita cari D barnya terlebih dahulu D bar sendiri saya katakan tadi merupakan rerata dari nilai Selisih rerata dari nilai selisihnya adalah 15 / 5 loh 15 ini berasal dari mana 5ma ini dari mana debar itu kan tadi kan rerata rerata itu kan jumlah a item keseluruhan dibagi jumlah data 15 ini dari mana dari selisih satu persatu jadinya 6 ke del itu selisihnya 2 5 ke9 selisihnya 4 6 Keu selisihnya 1 6 ke8 selisihnya 2 4 ke 10 selisihnya 6 kemudian kita jumlahkan semua tadi 2 + 4 + 1 + 2 + 6 hasilnya 15 sehingga untuk menghitung d bar ini kita boleh menggunakan kolom pembantu di sini bisa kita tambahkan kolom baru kita tulis sebagai nilai selisih atau D Nah di kolom ini kita tulis selisih baris pertama ada dua selisih baris kedua 9 - 5 4 selisih baris ketig 7 - 6 1 selisih baris keemp 8 - 6 2 selisih baris kelima 10 ke4 itu 6 totalnya itu 15 kemudian 15 Dibi n karena rata itu kan rumusnya jumlah keseluruhan item dibagi n n-nya berapa di sini ada 5 1 2 3 4 5 ada 5 siswa sehingga D barnya adalah sejumlah 3 begitu ya kita sudah mendapatkan D bar sekarang kita perlu mencari standar deviasi dari sebaran nilai Tengah dari data selisih tadi Nah caranya bagaimana Nah kita hitung terlebih dahulu kita lihat formula SD bar itu adalah SD Dib ak n ya kita masih mengingat formula ini di video sebelumnya SD sendiri itu kan simpangan baku kemudian ak n agar mempermudah kita cari simpangan bakunya terlebih dahulu nah ini rumus simpangan baku yang telah kita pelajari sebelumnya ya yaitu akar jumlah kuadrat/db atau akar jumlah kuadrat - n -1 sekarang kita Terjemahkan jumlah kuadrat sendiri kan formulanya Sigma x² - Sigma x² kan dibagi n ya kita juga sudah belajar ya di video sebelumnya JK itu seperti ini rumusnya sigmax² - Sigma X yang dikuadratkan dibagi n tetap nanti dibagi n -1 Nah sekarang tinggal kita masukkan saja ingat ini D SD bar jadinya d-nya di sini ya SD d d itu nilai selisih maka data-data yang kita masukkan di sini merupakan data selisih semua nah Sigma x^ itu kan kalau kita masih ingat cara mencari sigma x^ itu adalah Jumlah item yang dikuadratkan jadinya item-itemnya dikuadrat terlebih dahulu kemudian dijumlahkan item Apa item dari skor selisih nah ini kita masukkan 6 - 8 nilai selisihnya kan 2 2 dikuadratkan kemudian data kedua 5 - 9 itu -4 -4 dikuadrat 6 - 7 itu -1 -1 dikuadratkan kemudian 6 - 8 itu -2 -2 dikuadratkan 4 - 10 itu -6 -6 itu dikuadratkan itu mencari sigma x^ kemudian dikurangi fk-nya ini kan Sigma X dikuadratkan dibagi n itu kan FK nama lainnya faktor koreksi Sigma X dikuadratkan jadya kita jumlahkan terlebih dahulu data-data selisih tadi baru dikuadratkan tadi kita tahu jumlah selisih itu kan 15 Nah di sini kan juga muncul ya 15 tadi data data selisih kita total jumlahnya adalah 15 alias -15 kemudian baru di kuadratkan kemudian dibagi n jumlah data kita jumlah data kita ada 5 sehingga di sini diisi 5 dibagi n -1 n-nya 5 - 1 ingat ya n -1 itu DB sekarang kita lihat -2² = 4 -4² 16 -1² itu 1 -2² itu = 4 -6² = 3 36 dikurangi -15 berangkat eh -15 ku itu 225 Dibi 5 kemudian dibagi 4 4 ini berasal dari 5 - 1 sehingga total 4 + 16 + 1 + 4 + 36 adalah 61 sehingga Sigma x^ dari data selisih adalah 61 ya ini sigma x^ ini sebesar 61 sedangkan fk-nya 225 / 5 adalah 45 sehingga di sini 61 - 45 / 4 sehingga 61 - 45 itu 16 dalam artian lain jk-nya ini sama dengan 16 nah 16 / 4 itu = 4 jangan lupa ini kita akar tadi √4 adalah 2 sekarang kita sudah memperoleh SD sd-nya ama 2 SD itu simpangan baku ya Nah kalau kita lihat di t hitung rumusnya adalah D bar dibag SD bar SDB sendiri merupakan standar deviasi dari sebaran nilai Tengah rumusnya adalah simpangan baku dibagi ak n jadinya ini masih harus dibagi ak n dulu agar bisa dimasukkan ke rumus t hitung Mari kita lanjutkan ya SD bar tadi saya katakan rumusnya SD / √n sd-nya sudah kita kita peroleh yaitu 2 kemudian n-nya sendiri jumlah Datanya ada 5 ya bukan 10 loh ya tapi 5 kan ada 5 siswa ya 2/√5 karena rumus SD bar SD Dib ak√n jadiad ini √5 √5 sendiri adalah 2,24 sehingga 2 / 2,4 sebesar 0,89 inilah SD bar yang kita cari di sini kita sudah memperoleh d bar-nya adalah 3 SD bar-nya 0,89 tinggal kita masukkan ke formula t hitung ini Nah di sini t hitung sama D bar dikur eh dibagi SD bar d bar-nya 3 SD bar-nya 0,89 hasilnya 3,354 inilah t hitung yang kita cari ini termasuk hitungan yang paling sederhana di dalam statistika inferensia cukup segini kita sudah memperoleh t hitung kalau di analisis yang lain bisa sampai berlembar-lembar t hitung sudah kita peroleh sekarang apa yang perlu kita lakukan kita harus membandingkan t hitung ini dengan t tabel sehingga kita harus mencari T tabelnya terlebih dahulu nah T tabel yang perlu kita cari adalah T 0,05 4 0,05 ini merupakan probabilitas ya taraf signifikansi dari penelitian kita nah pada umumnya pada penelitian itu nilai signifikansinya kita cari sebesar 0,05 nanti di video lain akan saya bahas Kenapa harus 0,05 sehingga nanti Ketika kita melihat t tabel kita mencari probabilitas yang 0,05 nanti kita lihat t tabelnya Seperti apa kemudian 4 ini apa 4 ini DB derajat bebas n -1 tadi kan ada 5 siswa ada 5 data selisih 5 - 1 = 4 jadinya begitu ya rumus mencari ttabel adalah didasarkan pada DB data kita derajat bebas data kita Nah ttabel dari 0,05 db4 adalah sebesar 2,776 dari mana angka ini nanti kita cek di t tabelnya langsung sehingga ketika kita bandingkan antara t hitung dengan t tabel t hitungnya sebesar 3,354 sedangkan t tabelnya sebesar 2,776 maka kita simpulkan t hitung lebih besar dari t tabel karena t hitung lebih besar dari t tabel maka h0 ditolak sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan signifikan sehingga pretes dan postes ini memiliki perbedaan yang signifikan kalau sebaliknya misalkan t hitung kurang dari t tabel maka dapat dikatakan pretest sama postes tidak berbeda signifikan begitu ya Nah sekarang kita lihat seperti apa sih T tabel itu nah ini merupakan tabel t sebetulnya ini potongan ya kalian bisa mencari di Google Googling saja download T tabel atau download tabel t Nanti banyak tinggal dipilih salah satu masuk ke bisa blogsp bisa ke WordPress bisa ke situs kelembagaan nanti tinggal diownload di halaman tersebut bisa berlembar-lembar nah ini saya potong nah bagaimana caranya agar kita mendapatkan T tabel sebesar 2,776 Nah di sini ada ini termasuk tabel 2 Way ya di sini ada kepala tabel kemudian di sini ada baris pertama Nah di sini probabilitasnya seperti yang saya katakan probabilitas di penelitian biasanya menggunakan 0,05 alasannya apa Akan saya jelaskan di kesempatan lain kemudian DF ini bahasa Inggris dari DB Freedom bahasa Indonesianya derajat bebas seperti yang saya katakan tadi probabilitynya kita cari yang 0,05 kita lihat yang bawah yang baris kedua bukan baris pertama baris pertama kita gunakan pada kondisi lain Insyaallah akan saya bahas di video yang lain ya jadinya lihat yang di baris kedua ini kita cari yang 0,05 df-nya tadi n -1 kita memiliki data sejumlah n n-nya tadi sebesar 5 sehingga DF atau db-nya 5 - 1 yaitu 4 nah kemudian tinggal kita tarik saja sehingga kita menemukan angka di sini ya 0,05 4 ketemu 2,77645 dibulatkan 2,776 Sehingga tadi t hitung yang kita peroleh 3 koma sekian t tabelnya 2,776 t hitungnya tadi lebih besar dari ini sehingga h0 ditolak ya demikian penjelasan saya berkaitan dengan Apa itu UJT berpasangan Kapan kita gunakan dan bagaimana caranya menghitung Uji T berpasangan secara manual serta pengambilan keputusannya demikian penjelasan saya mohon maaf bila ada kesalahan di video selanjutnya Mari kita belajar menghitung uji t yang tidak berpasangan Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories