Dasar Penentuan Uji Hipotesis dalam Penelitian Eksperimen
sw1_ZdLrvfo • 2020-11-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya nensiklopedia Ahmad Fauzi channel yang menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan statistika penelitian penulisan dan berbagai pengetahuan lain yang mungkin dapat meningkatkan pengetahuan ataupun keterampilan kalian pada video kali ini kita masih akan membahas terkait statistika inferensia namun fokus bahasan kita lebih dikaitkan dengan penggunaan statistika inferensia di dalam penelitian eksperimen lebih khususnya adalah penggunaan Iji hipotesis dalam penelitian eksperimen Oke sebelum kita membahas statistika inferensia di dalam penelitian eksperimen Mari kita review sejenak Apa itu penelitian eksperimen dan Apa saja macam dari penelitian eksperimen secara sederhana penelitian eksperimen adalah penelitian yang melibatkan Kegiatan membandingkan bisa membandingkan beberapa kelompok atau membandingkan Hanya dua kelompok dan di dalam penelitian eksperimen kita dapat membagi penelitian menjadi tiga kelompok utama dari preeksperimen kuasi eksperimen hingga true eksperimen preekperimen merupakan eksperimen yang paling lemah sehingga terkadang kita kenal Nama pereksperimen sebagai weak experimen atau eksperimen yang lemah Kenapa penelitian preeksperimen dianggap sebagai desain eksperimen yang lemah karena pada penelitian eksperimen kita tidak memiliki kelompok kontrol Ya seperti yang yang saya katakan tadi penelitian eksperimen adalah penelitian yang melibatkan perbandingkan membandingkan nah ketika kita melakukan penelitian eksperimen pada umumnya kita memiliki beberapa kelompok ada satu kelompok yang kita posisikan sebagai kelompok kontrol dan kemudian ada satu atau lebih dari satu kelompok yang kita posisikan sebagai kelompok yang diberi perlakuan nah pada kelompok kontrol kondisinya sesuai dengan kondisi alami kita tidak memberikan perlakuan lainnya jadinya kita biarkan agar pada kelompok tersebut kondisinya tidak berubah sebelum seperti sebelum kita melakukan penelitian sedangkan di kelompok-kelompok perlakuan kita berikan perlakuan sesuai dengan keinginan kita sesuai dengan judul kita sesuai dengan desain penelitian kita misalkan saja kita ukan penelitian pendidikan kita ingin melihat model pembelajaran kooperatif mana yang paling baik memberdayakan hasil belajar siswa misalkan kita melibatkan tiga kelas kelas A kita anggap sebagai kelompok kontrol kelas B kelas perlakuan pertama dan kelas C kelas perlakuan kedua kelas A ketika kita posisikan sebagai kelompok kontrol maka pembelajarannya sesuai dengan pembelajaran pada umum Um nya Kalau sebelum penelitian pembelajaran di sekolah tersebut menggunakan metode ceramah Ya sudah di kelas A tersebut pembelajarannya tetap menggunakan metode ceramah sedangkan di kelas B kita beri perlakuan misalkan pembelajaran inovatif berbasis masalah yang kelas B yang kelas C berbasis Project Nah di sini kita bisa membandingkan antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen atau kalau kita Contohkan dari penelitian biologi murni kita ingin mengetahui pengaruh pemberian senyawa a terhadap tinggi badan tanaman pada umumnya senyawa a ini tidak ada di alam sehingga tanaman pada umumnya tidak mendapatkan senyawa ini maka kelompok kontrolnya tidak kita berikan senyawa a sama sekali sedangkan pada kelompok perlakuan kita beri senyawa a dengan konsentrasi-konsentrasi tertentu nah pada preeksperimen kita tidak memiliki kelompok kontrol begitu ya Nah ketidakadiran kelompok kontrol ini ada dua kemungkinan yang pertama kita melibatkan beberapa kelompok kemudian kita bandingkan tetapi dari kelompok-kelompok tersebut memang tidak ada kelompok kontrol atau yang kedua kita hanya melibatkan satu kelompok saja misalkan kalau dalam sekolah kita melibatkan satu kelas saja dan yang kita bandingkan adalah data awal dengan data akhir misalkan di awal kita beri pretest kemudian kita beri model pembelajaran selama lima pertemuan dan di akhir kita beri postes atau tes akhir kita bandingkan tes awal dengan tes akhir ini kan membandingkan tapi membandingkannya hanya di dalam satu kelas tersebut karena hanya di satu kelas tersebut tidak ada kelompok kontrol begitu ya J ada dua kemungkinan Kenapa suatu eksperimen tidak memiliki kelompok p kontrol kita melibatkan beberapa kelompok tetapi tidak ada kelompok kontrol atau kita hanya melibatkan satu kelompok sehingga pastinya tidak ada kelompok pembanding yang berposisi sebagai kelompok kontrol nah ketidakadiran kelompok kontrol inilah merupakan karakteristik dari preeksperimen di atas preeksperimen ada kuasi eksperimen kuasi itu nama lainnya semu bukan nyata ya jadinya semacam Dia hampir sempurna namun masih belum itu yang namanya kuasi eksperimen ketidaksempurnaannya di mana Nah ketika kita melakukan penelitian eksperimen sebetulnya ada dua hal yang perlu kita perhatikan yang pertama adalah pengambilan pengambilan sampel secara acak random sampling ya kemudian kita juga melakukan random assignment jadinya random S and random assignment random random itu acak nah assignment dan selection itu Bedanya apa selection itu seleksi kita mengambil sampel secara acak nah pada kuasi maupun true experiment kita mengambil sampel itu secara acak misalkan kita menggunakan menchat ya kita ingin melakukan penelitian menggunakan mencat nah menchat yang kita ambil Diambil secara acak tidak kita tentukan Oh saya hanya ingin mengambil menchat yang kemungkinan dapat memberikan data yang bagus Nah tidak itu bukan random begitu juga pada penelitian di sekolah saya langsung memilih siswa-siswa di kelas-kelas ini saya tidak ada tujuan Saya memilih kelas ini saya memilih Siswa A karena siswa tersebut pintar sehingga nanti datanya akan lebih bagus Nah itu bukan random nah pada kuasi eksperimen kita sudah melakukan pengacakan ketika pengambilan sampel nah namun rendam assignment-nya tidak tidak terpenuhi random assignment itu apa random assignment itu adalah pengacakan siswa-siswa mana atau subjek-subjek mana yang diposisikan sebagai kontrol dan siswa-siswa mana yang diposisikan sebagai kelompok perlakuan kita mengumpulkan siswanya secara acak tetapi kita tidak bisa membagi siswa tersebut menjadi dua kelompok secara acak juga Maksudnya bagaimana misalkan kita ke suatu sekolah kemudian kita memilih beberapa kelas secara acak kemudian kita tentukan 10 IPA 1 sebagai kontrol 10 IPA 2 sebagai eksperimen atau sebagai kelompok perlakuan Nah di sini penentuan siswa-siswa mana yang masuk kelas 10A dengan 10 IPA lainnya itu bukan dari peneliti tapi dari sekolah jadinya sudah sebelum kita melakukan penelitian sudah ada kelompok kelompok tersebut kita tidak mungkin membentuk kelas sendiri mungkin mungkin bisa tetapi sulit sekali perizinannya jadinya pada kuasi eksperimen kita bisa masuk ke sekolah kemudian kita mengambil dua kelas tapi Dua kelas tersebut kita Tata ulang yang masuk di kelas 10 IPA 1 adalah siswa ini ini ini secara acak di 10 IPA 2 kita acak lagi siswa mana yang masuk itu tidak mungkin dilakukan di Indonesia berat karena perizinannya susah Oleh karena itu karena dalam mengelompokkan siswa mana yang masuk di kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan itu tidak dilakukan maka penelitiannya dianggap sebagai eksperimen semu nah berbeda dengan true serimen pada true ekperimen kita mengambil sampel secara acak dan dari sampel secara acak tersebut kemudian kita kelompokkan secara acak pula misalkan kita melibatkan 20 yang kita ambil secara acak kemudian secara acak pula kita memasukkan 10 tikus ke kelompok kontrol dengan 10 tikus di kelompok perlakuan kalau kita membeli tikus Nah kita enak bisa bisa memasukkan tus tersebut secara random secara acak ke kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan berbeda dengan siswa di sekolah tadi Nah itu bedanya prekuasi dan true pada preeksperimen tidak ada kontrol pada guas eksperimen sudah ada kelompok kontrol Namun kita tidak bisa secara acak memasukkan siswa mana yang masuk kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan sedangkan pada true experimen semua karakteristik dari penelitian eksperimen terpenuhi termasuk pengacakan pengambilan sampel ataupun pengacakan ketika memasukkan sampel ke kelompok kontrol atau kelompok perlakuan dan di sisi lain ada banyak referensi lain yang juga memasukkan ekspos fakto ke dalam ranah eksperimen nah pada ekspos fako kita juga membandingkan beberapa kelompok namun bedanya kita tidak memberikan perlakuan perlakuan tersebut kondisi tersebut sudah secara alami ada sebelum kita melakukan penelitian misalkan kita membandingkan keterampilan hasil EE mohon maaf keterampilan berpikir kritis antara siswa SMA negeri dengan SMA swasta negeri dan swasta itu sudah ada sebelum kita masuk sebelum kita melakukan penelitian sudah ada sekolah negeri sudah ada sekolah swasta kemudian kita bandingkan kita tidak memberikan perlakuan atau kita membandingkan hasil belajar antara siswa berkelompok akademik tinggi dengan siswa kelompok akademik rendah kemampuan akademik itu secara alami sudah ada sebelum kita melakukan penelitian dan ketika penelitian kita ingin bandingkan keduanya Dan Kita tidak memberi perlakuan Nah itu termasuk dalam ranah OS factako nah keempat desain penelitian ini preeksperimen quasi eksperimen true eksperimen dan OS Factor memiliki satu kesamaan yaitu membandingkan dua atau lebih kelompok ya ini adalah karakteristik dari eksperimen membandingkan dan ketika kita membandingkan ada dua kemungkinan nanti yang akan kita peroleh hasil perbandingan kita menyimpulkan tidak ada perbedaan dari kelompok-kelompok yang kita bandingkan atau ada perbedaan di antara kelompok-kelompok yang kita bandingkan tadi misalkan kita melibatkan dua kelas satu kelas sebagai kontrol satu kelas sebagai eksperimen kemudian kita mengambil data kemudian setelah data kita olah ada dua kemungkinan data hasil belajar kedua kelas tersebut tidak ada perbedaan atau bisa saja data hasil belajar kedua kelas tersebut ada perbedaan Nah kalau berbicara statistik tidak ada perbedaan itu merupakan redaksi dari hipotesis 0 atau H sedangkan ada perbedaan merupakan karakteristik dari redaksi kalimat hipotesis alternatif dan ketika kita belajar statistik Ho dan ha atau h0 dan H1 merupakan hipotesis statistik dan hipotesis statistik tersebut bisa Kita uji hipotesis Kita uji Apakah hipotesis tersebut benar atau tidak Dan seperti di video sebelumnya ketika kita melakukan uji hipotesis statistik yang Kita uji sebenarnya adalah kebenaran atau ketepatan dari H no0nya bukan H alternatifnya bukan h1-nya jadinya ketika kita melakukan analisis statistik yang menjadi starting Point yang menjadi dasar untuk mengambil kesimpulan adalah hak nolnya Apakah tidak ada perbedaan ini benar atau salah apakah ketika kita melakukan penelitian melibatkan dua kelompok kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen kemudian muncul h tidak ada perbedaan kita mengecek Apakah memang kedua kelas ini tidak ada perbedaan apakah pernyataan ini tepat atau tidak sehingga seperti yang saya katakan uji hipotesis itu menguji hak 0 begitu ya dan hasilnya bisa ditolak bisa gagal ditolak jadinya h0-nya Setelah diuji hipotesis h0-nya bisa ditolak ataupun gagal ditolak Kalau ditolak artinya pernyataan tidak ada perbedaan di antara kedua kelas tersebut salah tidak tepat namun kalau h0nya dikatakan gagal ditolak artinya pernyataan tidak ada perbedaan di antara kedua kelas tadi itu gagal ditolak artinya tepat begitu ya jadinya kita dapat menyimpulkan hipotesis alternatifnya yang diterima kemudian kita ketika mempelajari uji hipotesis dalam statistik kita akan mengenal istilah lain yaitu parametrik dan non pararametrik nah ketika kita melakukan analisis statistik khususnya pada statistika inferensia kita perlu melakukan uji asumsi terlebih dahulu apakah data kita memenuhi asumsi-asumsi memiliki kriteria yang mampu mewakili populasi atau tidak ingat ya dalam statistika inferensia kita ingin menyimpulkan kondisi populasi berdasarkan data sampel yang telah kita kumpulkan dari sampel atau dari perwakilan populasi tersebut kita analisis analisisnya menggunakan uji hipotesis dan data sampel tersebut Tya harus memenuhi persyaratan tertentu sehingga kita dapat berasumsi bahwa data sampel tersebut mampu dengan baik mewakili populasi kita namun ada kalanya persyaratan tersebut tidak terpenuhi Adakalanya juga persyaratan tersebut terpenuhi dan di dalam statistika inferensia kita mengenal adanya uji parametrik dan uji non parametrik ketika beberapa asumsi atau keseluruhan asumsi tersebut terpenuhi kita akan melakukan uji hipotesis menggunakan uji parametrik namun misalkan ada prasyarat yang tidak dapat terpenuhi salah satu kemungkinan yang dapat kita ambil adalah kita mengubah analisis kita yang awalnya parametrik diubah menjadi non parametrik nah perbedaannya apa apa efeknya ketika kita kita mengubah menjadi non parametrik nah ketika kita menggunakan uji parametrik data hasil analisis kita secara baik mampu menggambarkan kondisi populasi Kenapa karena data tersebut dapat mewakili parameter dari populasi parameter dari distribusi populasi dari penelitian kita namun ketika kita menggunakan uji nonparametrik hasil analisis tersebut kurang mampu menggambarkan kondisi populasi Kenapa karena data kita ternyata tidak dapat mewakili parameter dari distribusi populasi dari populasi penelitian kita Oke ketika kita melakukan uji hipotesis selain mengecek asumsi Tadi kita juga perlu mengecek karakter-karakter lain dari data dan desain penelitian kita sehingga kita dapat menentukan uji hipotesis apa yang dapat kita pilih nah uji hipotesis parametrik itu banyak Anova ankova Uji T Manova nah dalam menentukan uji hipotesis uji hipotesis mana yang cocok kita lihat karakter data kita yang kita lihat karakter data kita yang pertama adalah jumlah jumlah di sini maksud saya adalah Jumlah kelompok yang ingin kita bandingkan ketika kita membandingkan Hanya dua kelompok kita bisa menggunakan uji tertentu Namun kalau kelompok yang kita bandingkan jumlahnya lebih dari dua maka ada beberapa uji hipotesis yang tidak bisa kita gunakan karakter lain yang perlu kita lihat juga apakah sampel dalam penelitian kita berpasangan atau tidak apa maksudnya berpasangan misalkan kita membandingkan dua data nah kedua Set data ini berpasangan atau tidak misalkan saja kita ambil contoh kasus tadi kita melakukan penelitian preeksperimen melibatkan hanya satu kelas misalkan IPA 1 kelas 10 IPA 1 pada pertemuan pertama kita beri PR tes tes awal ya kemudian selama 10 pertemuan kita beri pembelajaran berbasis masalah kemudian setelah 10 pertemuan kita beri postes tes akhir lalu kita bandingkan data awal dengan data akhir ini termasuk sampel berpasangan karakteristik umum yang biasanya melekat Pak pada sampel barpangan adalah kita mengambil data dari subjek yang sama ya seperti tadi kita hanya melibatkan satu kelas Kemudian dari satu kelas tersebut siswanya sama baik ketika pretes maupun postes Nah itu salah satu ciri dari sampel berpasangan Namun adakanya kita juga melibatkan subjek yang berbeda tetapi sampel tersebut diposisikan sebagai sampel berpasangan Juga misalnya bagaimana kita melibatkan dua kelas misalnya nah dari Dua kelas tersebut nanti kita pasangkan siswa-siswa yang iq-nya sama misalkan kelas IPA 1 dengan kelas IPA 2 sama-sama terdiri atas 15 siswa ternyata dari 15 siswa tersebut kebetulan siswa di kelas IPA 1 itu memiliki IQ yang sama dengan salah satu siswa di IPA 2 begitu juga seterusnya Nya sehingga 15 siswa di IPA 1 memiliki pasangan IQ yang sama dengan 15 siswa di IPA 2 nanti di IPA 1 kita beri perlakuan yang IPA 2 kita posisikan sebagai kelompok kontrol kita membandingkan dua kelas subjeknya berbeda namun bisa kita pasangkan maka ini juga termasuk sebagai sampel berpasangan namun berbeda ketika kita melakukan perbandingan dua kelas langsung saja Dua kelas tersebut kita ambil datanya kemudian kita bandingkan ini artinya tidak ada usaha memasangkan artinya sampel tersebut tidak berpasangan nah kondisi ini apakah sampel kita berpasangan atau tidak akan mempengaruhi macam UJ hipotesis yang bisa kita pilih misalkan kita melakukan penelitian pada tikus kita melibatkan empat kelompok nah empat kelompok ini kita beri perlakuan yang berbeda-beda setelah perlakuan tersebut selesai kita berikan kemudian kita timbang berat badan dari setiap kelompok lalu kita analisis ini tidak ada usaha memasangkan sehingga sampelnya tidak berpasangan namun ketika kita hanya melibatkan satu kelompok mencit misalkan 10 mencit dari 10 mencit tersebut kita beri senyawa a selama 1 minggu kemudian satu minggu selanjutnya kita beri senyawa b 1 minggu selanjutnya kita beri senyawa C atau dalam kondisi lain satu minggu pertama kita beri konsentrasi 5% senyawa a pada minggu kedua kita beri konsentrasi 5% lagi dengan senyawa a juga pada minggu ketiga kita beri senyawa a dengan konsentrasi 10% juga dan di setiap Minggu tersebut kita ambil data jadinya data Minggu 1 data minggu Dua dan data minggu ketiga dari data-data setiap pekan ini kemudian kita bandingkan Nah karena kita melibatkan subjek yang sama yaitu kelompok mencit yang terdiri atas 10 mencit tadi maka data kita merupakan sampel yang berpasangan Nah itu bedanya antara berpasangan dengan tidak berpasangan bila ada parameter atau bila ada karakteristik yang kita gunakan untuk memasangkan artinya sampel kita berpasangan nah namun pada umumnya penelitian eksperimen itu datanya tidak berpasangan semacam itu karakter lain yang perlu kita perhatikan adalah Jumlah vari bebas dari penelitian kita ketika jumlah variabel bebasnya satu kita bisa menggunakan beberapa uji hipotesis namun kalau kita menggunakan variabel bebasnya lebih dari satu tentunya uji hipotesisnya harus berubah juga dan sejalan dengan jumlah variabel bebas kita juga perlu mengecek jumlah Variabel terikat ketika variabel terikatnya hanya sat ya kita melibatkan uji hipotesis tertentu Namun kalau jumlah variab terikatnya lebih dari satu kita alihkan Kita sesuaikan uji hipotesisnya seperti yang kita Jelaskan di video variabel penelitian memang suatu penelitian bisa saja hanya terdiri atas satu variabel bebas dan satu Variabel terikat misalkan pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan berpikir kritis variabel bebasnya hanya satu yaitu model pembelajaran kemudian variabel terikatnya hanya satu keterampilan berpikir kritis meskipun kelasnya ada lima variabel bebasnya hanya satu karena variabel bebasnya Tadi hanya model pembelajaran level perlakuannya atau jenis macam perlakuannya bisa lebih dari du pengaruh gender terhadap hasil belajar siswa gender itu variabel bebas Nah gender ini ada dua laki-laki dan perempuan jadinya kelompoknya ada dua namun variabel bebasnya tetap satu hasil belajar Variabel terikat jadinya satu variabel bebas dan satu Variabel terikat bisa saja ada dua variabel bebas pengaruh gender dan kemampuan akademik terhadap keterampilan berpikir nah gender itu variabel bebas S kemampuan akademik variabel bebas 2 variabel trikat pun bisa lebih dari satu Misalkan pengaruh tingkat akademik terhadap Q kemampuan memecahkan masalah dan keterampilan berpikir kritis Nah di sini variabel bebasnya hanya satu tetapi variabel terikatnya Ada tiga itu yang perlu kita identifikasi terlebih dahulu berapa variabel bebas kita berapa Variabel terikat kita sehingga kita bisa memilih uji hipotesis yang tepat dan hal lain yang perlu kita cek adalah skala pengukuran dari variabel-variabel kita tadi apakah termasuk skala kontinu misalkan interval atau rasio misalkan berat badan skor hasil belajar itu termasuk ke dalam variabel ktinue termasuk interval dan rasio namun kalau data kita ternyata nominal atau ordinal maka tentunya harus kita ketahui juga bahwa uji hipotesis banyak yang tidak bisa menganalisis Variabel terikat yang dalam kondisi datanya skalanya adalah nominal atau ordinal harus Kita sesuaikan begitu ya Dan yang menjadi salah satu karakter utama dari penelitian eksperimen adalah variabel bebasnya selalu berupa data nominal atau ordinal Kenapa karena kita ingin membandingkan membandingkan beberapa kelompok nah kelompok itu muncul ketika data bisa dikelompokkan nah skala pengukuran nominal atau ordinal itu kan bisa membagi kelompok data misalkan skala nominal gender nah gender itu kan nominal variabel bebas kita misalkan gender maka data kita terbagi menjadi kelompok laki-laki dan kelompok perempuan kemampuan akademik tinggi sedang rendah itu termasuk ordinal di sisi lain Variabel terikat itu bisa interval atau rasio atau mungkin di suatu penelitian bisa nominal ordinal juga ya yang pada umumnya tetapi interval atau rasio hasil belajar itu interval kemudian berat badan itu rasio dan Dalam uji hipotesis sendiri seperti yang saya singgung di awal sebelum kita melakukan uji hipotesis kita harus mengecek asumsinya terlebih dahulu sehingga ada pengecekan asumsi dan nanti kita akan mengenal berbagai uji asumsi yang dapat digunakan dalam mengecek asumsi Oleh karena itu dalam melakukan statistika inferensia kita tidak hanya melakukan perhitungan dalam ranah uji hipotesis tetapi sebelum J tesis dilakukan kita melakukan beberapa uji lain untuk mengecek keterpenuhan asumsi-asumsi yang perlu memang dipenuhi oleh data kita Selain itu ada uji lain atau ada perhitungan lain yang juga mendampingi uji hipotesis kalau asumsi dilakukan sebelum uji hipotesis Nah di sini kita juga akan mengenal effectfek size yang bisa kita lakukan setelah uji hipotesis Nah kalau pada uji hipotesis tujuan kita adalah hanya ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh didasarkan pada ada tidaknya perbedaan yang didasarkan pada pengujian hak no0 hak nolnya ditolak atau gagal ditolak ya jadinya uji hipotesis hanya digunakan untuk melihat ada pengaruh atau tidak sedangkan Besarnya pengaruh tersebut Besarnya pengaruh perlakuan kita tidak dapat terlihat dari uji hipotesis karenapa karena uji hipotesis kesimpulannya hanya Allah ada perbedaan signifikan ada pengaruh signifikan atau tidak ada perbedaan signifikan tidak ada pengaruh signifikan tetapi seberapa besar pengaruh yang dihasilkan tidak diketahui nah perhitungan effect size dapat memperoleh informasi terkait seberapa besar pengaruh yang dihasilkan Selain itu ada perhitungan lain yang juga dapat dilakukan setelah uji hipotesis yaitu uji lanjut atau Pos Hok uji lanjut ini biasa digunakan ketika data yang kita bandingkan lebih dari dua kelompok dan ketika uji hipotesis menyatakan ada perbedaan signifikan sehingga misalkan kita melibatkan empat kelas empat kelas tersebut kita analisis ternyata ada perbedaan signifikan hasil belajar dari empat kelas kita perlu mencari tahu kelas-kelas mana yang berbeda kelas-kelas mana yang tidak berbeda sign di sini uji lanjut dapat mengungkap hal tersebut ketika kita hanya melakukan uji hipotesis kesimpulan kita hanyalah Oh ada perbedaan signifikan di antara empat kelas tadi Namun kita tidak tahu kelas-kelas mana yang berbeda nah uji lanjut bisa mengidentifikasi Oh ternyata kelas A berbeda dengan kelas B namun tidak berbeda dengan kelas C kelas B berbeda dengan kelas D namun tidak berbeda dengan kelas C nah uji lanjut bisa lihat hal tersebut dan seperti yang saya katakan tadi ketika kita melakukan pengecekan asumsi maka asumsi tersebut bisa saja terpenuhi bisa saja juga tidak terpenuhi ketika asumsi terpenuhi kita bisa melanjutkan uji hipotesis kita ke uji parametrik Kenapa karena data kita diasumsikan mampu mewakili parameter dari distribusi populasi dari penelitian kita namun bagaimana ketika asumsi tidak terpenuhi ada beberapa kemungkinan yang pertama kita alihkan analisis kita ke analisis nonpametrik namun bisa saja Kita juga melakukan transformasi data transformasi itu pengubahan data ke bentuk lain misalkan data kita kita kuadratkan atau kita logkan atau kita akarkan Nah itu namanya transformasi data ini adalah dua alternatif yang paling sering dilakukan ketika asumsi tidak terpenuhi ada alternatif lain yang nanti akan kita bahas di video selanjutnya video yang lain Nah sekarang kita fokuskan terlebih dahulu pada uji parametrik uji hipotesis parametrik nah analisis parametrik Ini macamnya banyak dan perlu kita identifikasi lagi seperti tadi di awal kita sudah menyinggung bahwa ketika ketika kita melakukan uji hipotesis kita perlu mengecek beberapa hal beberapa hal tersebut akan menentukan uji hipotesis mana yang cocok kita gunakan karena uji parametrik itu banyak maka kita perlu mengecek karakter-karakter tersebut yang pertama adalah Jumlah variabelnya nah jumlah variabel itu bisa satu Variabel terikat bisa lebih dari satu Variabel terikat ketika satu Variabel terikat kita perlu mengecek lagi jumlah kelompok atau jumlah set data yang kita bandingkan itu berapa hanya ada dua kelompok atau dua kelompok atau lebih begitu ya jya kita identifikasi ketika data kita hanya terdiri atas dua kelompok kita bisa menggunakan uji parametrik yang dikenal sebagai Uji T ya ingat ya Uji T itu hanya digunakan untuk membandingkan dua kelompok dan hanya terdiri atas satu Variabel terikat misalkan saja kita membandingkan hasil belajar dari dua kelas nah Hanya dua kelompok dua kelas hasil belajar itu variabel trikatnya Uji T sendiri ada dua macam yaitu Uji T berpasangan dengan uji t tidak berpasangan Uji T berpasangan kita gunakan ketika sampel kita berpasangan misalkan kita membandingkan pretes dengan postes atau kita membandingkan dua kelas namun IQ dari kelas A dengan kelas B sudah kita pasangkan namun kalau data kita tidak berupa sampel berpasangan maka kita menggunakan uji t tidak berpasangan kita membandingkan dua kelompok dua kelas dan tidak kita lakukan pemasangan seperti tadi Nah ketika data kita dua kelompok atau lebih kita bisa menggunakan Anova analisis of varian bahasa Indonesianya anava analisis varian di sini saya Tuliskan dua kelompok atau lebih sehingga anafa bisa kita gunakan baik kita melibatkan dua kelompok saja ataupun lebih dari dua kelompok artinyati jika kita menggunakan dua kelas kemudian Dua kelas tersebut kita ingin Bandingkan kita bisa menggunakan uji t kita bisa juga menggunakan Anova namun kalau ada tiga kelas atau tiga kelompok kita bisa menggunakan Anova Namun kita sudah tidak bisa menggunakan uji t uji yang lain yang bisa kita gunakan ketika kita melibatkan dua kelompok atau lebih adalah ankova nah bedanya Anova dengan ankova itu apa kita kembali lagi contoh kita melakukan penelitian di sekolah ketika kita melakukan penelitian di sekolah kita melibatkan empat kelas misalkan empat kelas tersebut kemudian kita ambil data motivasinya kemudian kita bandingkan maka di sini kita memiliki data motivasi ketika kita mengambil data jadinya hanya ada satu waktu pengambilan data motivasi atau kita melibatkan empat kelas tadi kita beri perlakuan pembelajaran yang berbeda tidak ada pretest ya namun setelah perlakuan tersebut kita lakukan kemudian kita berikan tes nah tes ini merupakan data kemudian datanya kita bandingkan nah pada kasus seperti ini kita menggunakan Anova namun kalau kondisinya seperti ini kita masuk ke sekolah sama kita melibatkan empat kelas Kemudian dari empat kelas tersebut kita ambil data awal atau pretest kemudian kita beri perlakuan selama 10 pertemuan di pertemuan ke-11 kita melakukan postes jadinya di setiap kelas ada data pretest dan postes Nah kalau datanya seperti ini kita gunakan ankova sehingga di sini salah satu hal yang bisa kita lihat ketika data kita hanya satu waktu kita gunakan Anova namun kalau data kita ada data awal dan data akhir kita pilih ankova ankova itu analisis of covarian kovarian jadinya ada covariat kovariat itu adalah variabel perancu confounding variabel variabel lain di luar penelitian kita yang kita anggap dapat mempengaruhi data Variabel terikat kita misalkan saja kita melakukan penelitian pada siswa kita tahu bahwa kemampuan awal siswa kepintaran siswa sebelum kita melakukan penelitian itu akan berpengaruh terhadap hasil belajar akhir mereka oleh karena itu sebelum kita memberikan perlakuan kita Kumpulkan data awal data awal ini bisa data dari pretes kemudian setelah perakuan kita berikan tes lagi nah keberataan data lain di luar data Variabel terikat dan variabel bebas kita itu merupakan confounding variabel variabel lain yang kita anggap dapat mempengaruhi data kita ketika seperti ini kita disarankan menggunakan ankova beda ya dengan kasus ujiit berpasangan tadi kalau ujiit berpasangan tadi kita hanya melibatkan satu kelas kemudian kita bandingkan data pretest dengan data post test pada ankova kita melibatkan lebih dari satu kelas dan setiap kelas memiliki data pretest dan post test dan tetap yang kita bandingkan adalah performa antara satu kelas dengan kelas yang lain begitu beda dengan ujit berpasangan yang kasusnya membandingkan pretes dengan postes kita melihat ada tidak ya peningkatan signifikan sedangkan ankova kita melihat ada tidaknya perbedaan Namun kita mengambil data prites dan postes kemudian ketika data kita lebih dari satu Variabel terikat maka kita bisa menggunakan Manova atau mankova Manova ini seperti kepanjangan dari Anova ketika kita melakukan uji Anova kita membandingkan dua kelompok atau lebih dengan hanya satu variabel trikat misalkan hasil belajar saja namun pada Manova kita membandingkan dua kelompok atau lebih tetapi ada lebih dari satu variabel trikat misalkan variabel trikat kita keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang sama-sama keterampilan berpikir kita ingin melihat ada tidaknya perbedaan keterampilan berpikir dari lima kelas keterampilan berpikirnya ada kritis ada kreatif di sini ada dua Variabel terikat maka kita menggunakan Man di sisi lain kalau kita juga mengumpulkan data data tersebut kita anggap dapat mempengaruhi data Variabel terikat yaitu confonding variabel tadi ya maka kita menggunakan mankova layaknya seperti ankova namun melibatkan lebih dari satu Variabel terikat itu berdasarkan jumlah variabel terikatnya dan ketika kita melihat variabel bebasnya bisa saja penelitian itu melibatkan hanya satu variabel bebas saja bisa saja dua variabel bebas saja misalkan pengaruh kemampuan akademik terhadap hasil belajar itu satu variabel bebas yaitu kemampuan akademik pengaruh kemampuan akademik dan gender terhadap keterampilan berpikir kritis kemampuan akademik sebagai variabel bebas sat gender sebagai variabel bebas kedua ketika variabel bebasnya hanya satu kita menggunakan one way bisa one way Anova bisa One Way bisa oneway Manova bisa one way mankova One way itu satu jalan jadya kalau kita mendengar Anova satu jalan atau Anova satu jalur artinya analisis itu membandingkan beberapa kelompok dan hanya terdiri atas satu variabel bebas dan variabel terikatnya juga satu namun kalau kita menggenar tu Anova maka kita akan mendapatkan gambaran itu hanya melibatkan satu Variabel terikat namun variabel basnya ada dua begitu ya itu bedanya one way dan two way satu jalur dua jalur satu jalan dua jalan jadinya Anova ankova Manova dan mankova itu bisa one way bisa two way begitu ya Nah demikian penjelasan saya terkait uji hipotesis dalam penelitian eksperimen di video selanjutnya kita akan memperdalam lagi tadi kita sudah menyinggung uji asumsi kita sudah menyinggung e Ses kita sudah menyinggung transformasi data konsep-konsep tersebut akan kita perdalam lagi di video-video selanjutnya demikian penjelas penjelasan saya di video kali ini mohon maaf bila ada kesalahan terima kasih dan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories