Transcript
__Y-MYoqzfM • Penataan Data menggunakan Distribusi Frekuensi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0048___Y-MYoqzfM.txt
Kind: captions Language: id Halo assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi di channel ini kita bisa mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan penelitian pendidikan penulisan statistika dan berbagai pengetahuan lain yang mungkin dapat meningkatkan pengetahuan ataupun keterampilan kalian di video kali ini isi video ini berkaitan dengan statistika khususnya Bagaimana cara kita melakukan penataan data dengan menggunakan distribusi frekuensi penataan data merupakan hal yang penting Bila kita melakukan penelitian atau pelaporan pelaporan yang lain data bisa berupa data nominal ordinal interval ataupun rasio misalkan saja kita melakukan penelitian di era saat ini era pandemic of it maintenance Hai Terkadang ada peneliti yang mengumpulkan data terkait covert nineteen seperti tingkat pengetahuan tingkat keterampilan atau sikap atau tingkat-tingkat yang lain tentunya yang berkaitan dengan kofit Hai misalkan saja kalau tingkat pengetahuan Apakah Anda paham terkait kofit Apakah anda tahu covert itu disebabkan oleh virus itu berkaitan dengan pengetahuan kalau tingkah laku Apakah anda menggunakan masker ketika keluar rumah Apakah anda terbiasa mencuci tangan sebelum anda makan itu Perilaku sedangkan sikap Apakah Anda percaya bahwa covert itu konspirasi Apakah anda tidak percaya bahwa covert itu dapat mematikan Nah itu merupakan contoh-contoh pertanyaan yang kita gunakan ketika kita melakukan survei terkait covert survei tersebut bisa ke masyarakat bisa ke siswa bisa ke mahasiswa ataupun bisa kepada para pendidik baik guru maupun dosen Hai nah selain mengumpulkan data-data pengetahuan sikap ataupun tingkah laku atau kebiasaan peserta dari penelitian tersebut peneliti juga biasanya mengumpulkan data demografi data demografi itu seperti gender agama kelompok umur status ekonomi dan variabel-variabel lain yang terikat dengan kondisi atau karakteristik peserta yang terlibat di dalam penelitian tersebut Hai Nah kalau survei kita melibatkan ratusan orang atau puluhan orang kita perlu mengemas data yang kita kumpulkan menjadi data yang menarik dan mudah dipahami oleh pembaca laporan penelitian kita salah satu cara mengemas data penelitian tersebut adalah dengan menggunakan distribusi frekuensi hai oke Sekarang mari kita bahas distribusi frekuensi misalkan saja kita melakukan penelitian kepada salah satu kelas-kelas tersebut terdiri atas 24 siswa kemudian kita beri tes hasil belajar Hai setelah kita beri tes hasil belajar kita mendapatkan 24 hasil tes dari tentunya 24 siswa tadi ini merupakan sajian data sajian data yang menyajikan data hasil belajar yang kita ambil dari tes tadi dan kita Urutkan berdasarkan urutan presensi siswa tadi jadinya dari siswa yang diawali dengan huruf a hingga diakhiri huruf z urut presensi berdasarkan alfabetik Hai nah bagaimana caranya kita mengemas data ini biar menjadi menarik menjadi ringkas dan menjadi mudah dipahami oleh pembaca agar sekali lihat bisa langsung Paham bagaimana kondisi dari hasil belajar siswa yang kita teliti langkah pertama yang harus kita lakukan adalah kita harus mengurutkan data skor tes Ini dari yang terendah atau terkecil hingga yang tertinggi atau terbesar nah contohnya Misalkan seperti ini data tadi 24score hasil belajar kita Urutkan dari yang terkecil 40 hingga yang terbesar yaitu Hai Nah dengan susunan data seperti ini selain kita ketahui bahwa ada data atau ada siswa yang mendapatkan skor yang sama kita juga bisa melihat beberapa skor itu dimiliki lebih dari dua orang Hai seperti ini pun terkadang kita masih bingung melihatnya kita bisa memperingatkan lagi menjadi bentuk tabel sehingga ketika kita melihat tabelnya kita tahu frekuensi setiap hasil belajar setiap skor hasil belajar yang kita peroleh Nah misalkan kita buat tabel seperti ini kita tulis dulu skor tes kemudian kita Tuliskan angka-angka skor tes tersebut 40 42 43 45 50 dan seterusnya bila ada angka yang sama kita cukup Tuliskan sekali saja Kemudian di kolom sebelah kanan kita Tuliskan frekuensinya frekuensi adalah Jumlah kemunculan dari angka yang kita Tuliskan di kolom kiri Hai artinya apa Bila skor tasnya 40 frekuensinya 1 maka artinya yang mendapatkan 40 hanya 1B lavscores puluh dua frekuensinya 3 maka ada siswa berjumlah tiga orang yang nilainya sama-sama berjumlah atau sebesar 42 didasarkan pada contoh data 24 skor tes tadi kita bisa mendapatkan frekuensi seperti ini bisa kita lihat ada yang hanya mendapat 40 dan jumlahnya Dua siswa yang mendapatkan 42 satu siswa dan di sini bisa kita lihat yang paling banyak Hai mendapatkan skor sama adalah skor 60 ya di sini ada tiga siswa yang mendapatkan skor sebesar Hai sehingga disini bisa kita simpulkan dari tabel ini langsung terlihat Hai skor dengan frekuensi yang paling rendah adalah skor 42 dan 67 karena hanya ada satu siswa saja yang mendapatkan dua skor tersebut dengan di sisi lain hasil belajar atau skor hasil belajar yang frekuensinya paling tinggi adalah hasil belajar dengan skor 60 karena ada tiga siswa yang mendapatkan angka Hai disini pun terkadang kita juga melihat tabelnya terlalu panjang Hai ataupun misalkan kita melakukan penelitian datanya kemudian sebarannya sangat luas maka kita akan kesulitan Buat tabel seperti ini bisa saja nanti tabelnya sangat panjang Karena jumlah skor yang kita dapatkan bervariasi dari 0-100 Misalkan seperti itu lalu Apakah kita bisa meringkas lagi tabel ini jawabannya tentu bisa Contohnya seperti apa Nah Contohnya seperti ini kita kelompokkan skor tesnya jadinya kelompok pertama yang mendapatkan skor 40 hingga 44 kelompok kedua 45 hingga 49 kelompok ketiga 50 hingga 54 kelompok selanjutnya 55 hingga 59 kelompok selanjutnya 60 hingga 64 kemudian kelompok selanjutnya 65 hingga 69 dan yang terakhir adalah kelompok tertinggi yaitu 70 hingga Hai dan tidak lupa lagi kita catat frekuensinya Hai Nah di sini bisa kita lihat ada yang frekuensinya mencapai enam ada juga yang hanya cuma dua dari sini pun bisa kita lihat terjadi pergeseran frekuensi bila didasarkan data tunggal tadi ya data tunggal tadi angka 40 berdiri sendiri 42 berdiri sendiri kalau didasarkan pada data tunggal tersebut angka yang paling tinggi frekuensinya adalah angka sebesar 60 ada tiga siswa ada di namun setelah kita kelompokkan seperti ini frekuensi bergeser Hai ternyata kelompok yang pertama dan kelompok yang ketiga yaitu kelompok dengan rentangan skor 40 hingga 44 dan 50 hingga 54 merupakan kelompok skor tes yang frekuensinya paling tinggi di kedua kelompok tersebut ada enam siswa yang memperoleh skor Bireuen tangan skor tes tadi ada pergeseran pergeseran frekuensi yang paling tinggi di sisi lain juga bisa kita lihat ada pergeseran juga rentang and atau skor dengan frekuensi yang paling rendah bila kita dia menggunakan data tunggal frekuensi yang paling rendah adalah frekuensi siswa yang mendapatkan skor 42 hanya satu orang namun setelah kita kelompokkan seperti ini ternyata ada dua kelompok skor tes yang hanya dimiliki oleh dua siswa yaitu scorp s45 hingga 49 dan 70 hingga 74 hanya siswa yang masuk kedalam kelompok skor tes tersebut Oh gitu ya Ini Salah satu cara kita meringkas data kita Khususnya ketika data kita jumlahnya sangat banyak rentang hanya sangat luas hai oke namun bila terdapat angka yang terletak diantara batas kelas atas dan batas kelas bawah batas atas dari kelompok pertama dengan batas bawah dari kelompok selanjutnya misalkan nya ya maka batas kelompok dapat kita lebarkan menjadi menguranginya dengan 0,5 sedangkan di batas atasnya kita tambahkan 0,5 batas bawah batas atas itu apa angka yang terkecil dari setiap kelompok itu dinamakan batas bawah sedangkan angka yang terbesar dari setiap kelompok adalah batas atas misalkan kita ambil kelompok pertama atau kelas pertama kelas Cortez pertama adalah 40 hingga 44 maka batas bawah dari kelas ini adalah sebesar 40 sedangkan batas atasnya adalah sebesar 44 seperti catatan yang saya sampaikan tadi bila ada angka atau skor tes yang Hai diantara batas atas dari kelas pertama dengan batas bawah dari kelas kedua maka kita bisa melebar kan batas tersebut dengan menambahkan 0,5 disetiap batas atas yang kita miliki di setiap kelas dan mengurangkan sebesar 0,0005 disetiap bawah batas bawah dari setiap kelas batas bawahnya 40 sehingga dikurangi 0,5 menjadi 39,5 batas-batasnya 44 kita tambahkan 0,5 menjadi empat 4,5 di kelas selanjutnya yang part 5 hingga 49 juga seperti itu 45 dikurangi 0,5 49 ditambah 0,5 dan seterusnya hingga kelas yang terakhir sehingga kita bisa memperoleh tabel dengan bentuk seperti ini nah ini kita Perlihatkan ada koma koma nya frekuensinya tidak mengalami perubahan hai hai hai oke dengan pengelompokkan tabel distribusi frekuensi kita menjadi lebih sederhana sehingga perhitungan selanjutnya akan lebih mudah tapi tentunya dalam menyajikan distribusi frekuensi juga terdapat kekurangan dan kelebihan Hai misalkan saja ya saya berikan contoh saja Hai misalkan kita memiliki kerugian yaitu identitas setiap individu tidak tampak dan tidak dapat diketahui jumlah individu dengan nilai tertentu yang terdapat dalam satu kelompok ya misalkan kita memiliki siswa bernama Budi dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi ini kita tidak bisa menampilkan nama Budi disini namun kalau kita membuat tabel dan tabelnya adalah tabel bernama Budi skornya sekian akan I skornya sekian Todi skornya sekian maka nama-nama siswa dapat muncul di tabel tersebut Tapi kelemahannya bila kita menggunakan tabel seperti itu tabelnya akan menjadi lebih panjang dan tabelnya serasa tidak terlalu ringkas Oh begitu ya Hai itu salah satu kekurangan kalau kita menggunakan distribusi frekuensi kita tidak bisa memunculkan nama subjeknya disisi lain kelebihannya kita dapat memperingkas tampilan data kita sehingga menjadi lebih mudah dipahami Oke dari penjelasan yang saya sampaikan tadi kita mengenal beberapa istilah ketika kita membuat distribusi frekuensi yang pertama adalah kelas-kelas atau kita kenal juga sebagai kelompok kelas atau kelompok ini sendiri adalah nilai data atau variabel dari suatu data acak nantikan saya menyebutkan kelas yang pertama 3 40 hingga 44 kelas yang kedua 45 hingga 49 itu namanya kelas atau kelompok kemudian istilah lain yang kita kenal adalah batas kelas batas kelas sendiri merupakan nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lain Hai Jaan selain batas kelas kita juga mengenal ketik kelas nah kalau tepi kelas kita kenal juga sebagai batas nyata kelas yaitu batas kelas yang tidak memiliki lubang untuk angka tertentu antara kelas yang satu dengan kelas yang lain nah Contohnya seperti apa dan apa bedanya dengan batas kelas Oke ketika tadi kita menggunakan tabel yang pertama kita detik menggunakan batas kelas sehingga antara kelas antara yang satu dengan yang lainnya kelas yang pertama dengan yang kelas yang kedua ada lubang sehingga ada angka yang tidak bisa masuk di sisi lain ketika kita menggunakan tepi kelas tidak ada angka diantara kedua kelas Oh gitu ya sederhananya seperti itu kemudian kita juga mengenal adanya titik tengah kelas nah titik tengah kelas ini pengertiannya lebih mudah yaitu nilai Tengah dari setiap kelas kita kemudian kita juga mengenal interval kelas interval kelas sendiri adalah selang yang memisahkan kelas yang satu dengan kelas yang lain Jadinya selisih antara satu kelas dengan kelas yang lain istilah lain adalah panjang interval kelas nah kalau panjang interval kelas itu budah panjang interval kelas itu merupakan luas kelas atau jarak antara tepi atas kelas dengan tepi bawah kelas misalkan tadi 39,5 hingga empat 4,5 sehingga panjang interval kelas nya adalah Hai dan yang terakhir adalah frekuensi kelas yaitu jumlah kemunculan kelas tersebut dari total populasi atau sampel yang kita kumpulkan itu ya Ini istilah-istilah penting yang mungkin atau bukan mungkin ya yang perlu kita pahami ketika kita menyusun distribusi frekuensi Hai nah dalam menyusun distribusi frekuensi sendiri Kita juga memiliki beberapa pedoman yang bisa kita gunakan yang pertama adalah bila antara satu kelas dengan kelas selanjutnya berupa bilangan bulat maka perbedaannya adalah satu Maksudnya bagaimana misalkan tadi teteh kita akan data bilangan bulat pertamanya jadinya kelas pertama 40 hingga 44 kemudian kelas yang kedua 45 hingga 49 di sini ada perbedaan dari 44 ke-45 dari batas atas kelas pertama adalah 44 sedangkan batas bawah kelas kedua adalah 45 selisihnya atau perbedaannya adalah satu namun bila data kita berupa angka desimal koma koma ya maka perbedaan yang kita gunakan antara satu kelas dengan kelas yang lain adalah sebesar Hai kemudian ketika kita menentukan batas kelas pertama kita kita bisa mengambil nilai terdekat dengan nilai terkecil hasil pengamatan kita misalkan tadi skor tes nya minimal yang paling kecil yang kita dapatkan adalah skor 45k kita bisa menggunakan angka 40 ini sebagai dasar kita menentukan batas kelas pertama jangan sampai batas kelas pertama lebih tinggi dari nilai yang kita dapat misalkan skor tesnya maling kecil adalah 40 tapi kita menentukan batas keras pertamanya 41 maka data 40 tadi tidak bisa kita masukkan ketapel distribusi frekuensi kita jangan sampai seperti itu oleh karena itu nilai terkecil dari data kita kita jadikan acuan ketika kita membuat batas kelas pertama kita khususnya batas bawah dari kelas pertama tersebut Hai model kemudian sebaiknya interval kelas satu dengan lainnya sama nya agar baik meskipun terkadang kita tidak bisa melakukan hal tersebut Hai Tapi selama bisa usahakan interval kelasnya sama kemudian sebaiknya hindari adanya kelompok dengan nilai yang terbuka nilai terbuka itu seperti apa misalkan tadi nilai skor terendah adalah 40 sedangkan skor tertinggi adalah 73 kita sampaikan saja tanya kelas pertama adalah 40-44 sedangkan kelas yang paling tinggi adalah 73-74 kita tidak perlu membuat kelas baru misalkan kurang dari 45 kurang dari 40 atau kelas yang paling tinggi lebih dari 75 dari 73 ini merupakan nilai terbuka sebaiknya kita jangan menggunakan atau memunculkan kelompok atau kelas semacam ini Hai atau ketika kita melakukan pengambilan data demografi ya misalkan kita mengambil umur umur responden kita tidak perlu menuliskan umurnya kurang dari 30 sedangkan yang paling tinggi kurang lebih dari 65 dan nanti akan menyulitkan kita sendiri kita mengetik kita menganalisis data tersebut gitu ya ya Hai Oke sekarang kita mencoba ya langsung mempraktikkan cara membuat tabel distribusi frekuensi Hai Nah misalkan kita mendapatkan data yang lain nah datanya seperti ini kita mengumpulkan data dari 40 peserta kemudian data tersebut kita Urutkan bukan berdasarkan presensi nya namun berdasarkan besarannya dari skor yang paling rendah hingga skor yang paling tinggi hanya 40 40 42 42 43 tambah besar tambah lama tambah besar tambah tinggi seperti itu ya oke setelah kita mengurutkan datanya kita merlung menentukan nilai-nilai penting dari data tersebut yang pertama adalah kita catat data kita yang paling kecil itu seberapa sih Nah istilah lain ketika kita belajar statistika data terkecil itu adalah data minimum Hai dan data terkecil kita adalah sebesar 40 Setelah itu kita tentukan atau kita cek skor yang paling tinggi itu seberapa atau data terbesar kita itu berapa atau maksudnya maksimumnya berapa yaitu sebesar 80 Setelah itu kita tentukan atau kita hitung Rings nyariin situ jangkauan jangkauan memiliki rumus data terbesar dikurangi data terkecil yaitu 80 dikurangi 40 skor dengan nilai tertinggi dikurangi skor dengan nilai terendah sehingga hasilnya adalah 40 setelah kita menentukan jangkauan Kita tentukan banyaknya kelas nah dengan menggunakan rumus satu plus 3,3 Lock n dengan menggunakan rumus ini maka jumlah kelas kita menjadi lebih proposional meski terkadang kita bisa saja menentukan jumlah kelas tidak menggunakan rumus ini namun dengan rumus ini Rumus ini sudah banyak digunakan oleh banyak peneliti dan penulis 103,3 Locke nenennya itu enapa n adalah jumlah sampel atau jumlah kata yang terlibat didata yang telah kita kumpulkan contoh data yang tadi adalah sebanyak 40 40 skor tes dari 40 siswa maka N yang kita masukkan dirumus ini adalah 40 jadinya satu plus 3,3 log 40 yaitu sebesar 6,28 kemudian bisa kita bulatkan baik ke atas maupun ke bawah misalkan kita bulatkan ke atas karena 6,28 make kita bulatkan menjadi tujuh sehingga jumlah kelas didata kita nanti sebanyak tujuh kelas Hai selanjutnya setelah kita menentukan banyaknya kelas kita tentukan panjang kelas masing-masing kinerja panjang kelas yaitu dari batas bawah ke batas atas itu yang disebut dengan panjang kelas batas bawah ke batas atas kelas 1 batas bawah kelas 2 hingga batas atas kelas 2 maka batas kelas mohon maaf panjang kelas satu kelas dengan kelas yang lain itu panjangnya sama Bagaimana caranya menentukannya dengan menggunakan rumus Reigns perca range atau jangkauan dibagi dengan banyaknya kelas yang telah kita hitung sebelumnya jangkauan atau rins dari data kita tadi adalah 40 sedangkan banyaknya kelas yang setelah kita dapat adalah 7 sehingga 40 dibagi 7 = 5,7 satu kira bulatkan ke atas lagi menjadi enam sehingga panjang kelas dari masing-masing kelas yang kita miliki adalah sebesar Hai itu langkah yang perlu kita tentukan di tahapan penentuan nilai-nilai penting kemudian kita tentukan batas bawah kelas interval pertama ya dan nya kelas yang paling awal kita tentukan batas bawahnya nah batas bawah interval kelas pertama dapat diambil dari data yang terkecil atau data yang lebih kecil dari data yang terkecil tadi sudah saya sampaikan ya jadinya kita perlu melihat data kita itu yang paling kecil itu seberapa hingga jangan sampai Hai data kita yang paling kecil tidak masuk kedalam tabel kita kalau data kita yang paling kecil 30 yang harus kita perhatikan data kita paling kecil 30 Oleh karena itu kelas kita batas bawah kelas pertama kita jangan di atas 30 dari contoh data yang kita gunakan baru saja kita memiliki data dari 40 siswa dan nilai terkecilnya adalah 40 maka 40 ilah sebagai patokan kita menentukan batas bawah kelas kita bisa sama dengan angka 40 tersebut atau bisa saja lebih kecil dari angka 40 tersebut dan tentunya ketika kita menentukan batas bawah kelas interval pertama kita juga tidak boleh menggunakan kelas sehingga kelas tersebut frekuensinya sama dengan nol karena nilainya 40 ya jangan gunakan kelas yang batasnya menyebabkan nanti angka di kelas tersebut panjangnya ya dari 30 ke-37 misalkan badai nilai terendah dari kita peroleh Oh ya kalau nilai terendah dari DT Kita 30 jangan ciptakan kelas yang nilai batas atasnya dibawa 30 misalkan nilai terendahnya 30 tapi kita memunculkan kelas yang interval kelasnya 20 hingga 27 Jangan karena kita jangan membuat kelas yang frekuensinya sama dengan nol tidak sarkan pada dua dasar tersebut Nah kita bisa melihat nilai terkecilnya 40 dan kita bisa membuat tiga alternatif Ujung bawah kelas kita ya batas bawah dari kelas pertama kita bisa 40 bisa 39 bisa Oh begitu ya Oke setelah kita menentukan batas bawahnya ini Terserah kalian ya kalian bisa menggunakan bak Buluh bisa menyenangkan 39 bisa menggunakan 38 karena di poin pertama tadi kita bisa menggunakan angka terkecil kita kita bisa juga menggunakan angka yang lebih kecil dari angka terkecil kita 39 dan 38 merupakan angka yang lebih kecil dari angka terkecil kita yaitu 40 selanjutnya kita tentukan batas bawah kelas pertamanya kita sudah menentukan bawah Ujung bawah kelas yaitu sebesar 40 39 38 maka batas bawahnya bisa kita gurami 0,05 kalau batas bawah gol ujung bawahnya 40 maka batas bawahnya 39,5 kalau ujung bawahnya 39 ya 38,5 atau kalau kita menggunakan alternatif ketiga yaitu ujung bawahnya 38 maka batas bawahnya 37 lima Lalu Ayo kita buat tabel seperti ini untuk mengecek Apakah semua data kita tercover ya alternatif pertama ujung bawahnya 40 dan tadi panjang kelas yang sudah kita tentukan adalah sebesar 16ar kan rumus tadi ya kemudian alternatif kedua ujung bawahnya Hai kemudian alternatif ketiga ujung paling bawah dari kelas pertama adalah 38 Nah di sini bisa kita lihat di Alternatif ketiga nilai maksimal kita tidak masuk nilai maksimal kita adalah 80 detik kalau nilai terendah kan 40 sedangkan nilai tertinggi 80 tidak kita tadi bila kita menggunakan alternatif ketiga yaitu alternatif dengan ujung bawahnya sebesar 38 kita lihat ujung atas dari kelas yang paling atas hanyalah 79 sehingga data 80 tidak bisa masuk Oleh karena itu alternatif ketiga jangan kita gunakan di sisi lain di automotive satu maupun alternatif dow2 data kita bisa masuk semua nilai terendah kita 40 baik di Alternatif 1 dan alternatif 2 ada angka 40 nilai tertinggi kita 80 baik Agan F1 maupun alternatif 2 angka 80 juga bisa masuk ke Hai Nah untuk contoh di video tutorial ini kita gunakan saja alternatif yang pertama dahulu ya alternatif lain Hai Setelah itu kita buat tabelnya Hai Oke kita perlu membuat gadis seperti ini kemudian kita Tuliskan interval kelas sesuai alternatif yang kita pilih tadi dengan Ujung bawah dari kelas yang paling bawah adalah 40 dan yang menyebabkan ujung atas dari kelas yang paling atas setelah 81 setelah kita list setelah kita tulis kelas-kelas dari masing-masing tadi kemudian kita data frekuensinya frekuensi kemunculan data di setiap kelas kita hitung siswa yang skornya antara 40 hingga bab 5 seberapa sih banyaknya ternyata ada 9 siswa-siswa yang skornya direntangkan 46 hingga 51 seberapa banyak ternyata jumlahnya enam siswa yang rendahkan skornya diantara 52 hingga 57 berapa misalkan ada yang dapat 53 54 56 ternyata ama Jumlahnya ada lima siswa dan seterusnya Hai selain menyampaikan frekuensi Kita juga bisa menyampaikan frekuensi relatif Apa itu frekuensi relatif frekuensi yang sudah dipresentasikan cara menghitung persentase nya bagaimana dengan cara membagi antara frekuensi dari masing-masing kelas dengan total jumlah data kita misalkan saja kelas pertama kita yaitu dengan interval 40 hingga Batu 5 frekuensinya adalah 9 maka frekuensi relatifnya adalah 9 dibagi 40 dikali 100% 40 adalah jumlah data yang kita miliki tadi sehingga hasilnya adalah 26 persen kelas kedua kita dengan interval kelas 46 hingga 51 frekuensinya 66 dibagi jumlah data kita itu 43 list 100% yaitu sebesar 15% kelas yang ke-35 dibagi 40 kali 100% 5persen kelas selanjutnya 3/40 kali 100% sehingga hasilnya 7,5 persen selanjutnya 9/40 30100 persen 22,5 persen lagi sama dengan kelas yang pertama tadi kemudian 73-75 frekuensinya 4 sehingga frekuensi relatifnya adalah 10% dan kelas yang terakhir yaitu 76 hingga 81 karena frekuensinya juga empat tentunya frekuensi relatifnya = di kelas sebelumnya yaitu 10% yang merupakan hasil dari 40-43 Lee 100% selain menemukan pilkan frekuensi relatif Kita juga bisa menampilkan frekuensi kumulatif Apa itu frekuensi kumulatif frekuensi kumulatif itu frekuensi yang didasarkan atau diperoleh dengan menjumlahkan frekuensi dari kelas sebelumnya hanya Bagaimana langsung kita lihat saja ya frekuensi kumulatif dari kelas pertama adalah 9 tetap tidak berubah karena seperti saya katakan tadi frekuensi kumulatif berasal dari frekuensi dari kelas itu ditambahkan dengan frekuensi dari kelas-kelas sebelumnya karena ini kelas yang pertama tidak ada kelas sebelumnya maka kelas sebelumnya tidak ada frekuensi maka tidak ada frekuensi itu kan sama dengan nol maka 1901 dengan 9 masih belum bisa menangkap kita lihat frekuensi kumulatif kelas yang kedua frekuensi kumulatif kelas yang kedua adalah 15 Kenapa karena frekuensi milik kelas ini sendiri adalah 6 sedangkan frekuensi dari kelas sebelumnya adalah 99 + 6 = 15 kelas yang selanjutnya kita lihat ternyata frekuensi kumulatif nya 20 Kenapa kok 20 Karena frekuensi dirinya sendiri adalah sebesar lima sedangkan frekuensi dari setelah sebelumnya adalah 1515 itu dari mana ya dari frekuensi kumulatif dari kelas yang kedua atau bisa kita lihat juga dari frekuensi dari kelas pertama dan kelas kedua frekuensi kelas pertama 9 frekuensi kelas ke-26 9615 frekuensi kelas yang ke-35 15 + 5 = 20 track quensi kumulatif selanjutnya sama caranya seorang frekuensi kumulatif di kelas sebelumnya sudah mencapai 20 dan frekuensi dari kelas itu sendiri adalah tiga maka frekuensi kumulatif dari kelas tersebut adalah 20 + 3 dan seterusnya sehingga akan menghasilkan angka 40 di frekuensi kumulatif kelas yang terakhir dan angka 40 ini sendiri merupakan jumlah data kita Oleh karena itu bila kita menggunakan frekuensi kumulatif maka frekuensi regulative kelas terakhir kita tentunya sama dengan jumlah data kita itu harus dipastikan bila tidak sesuai mungkin ada kesalahan atau ketidak telitian ketika kita menghitung Oke demikian cara kita melakukan penataan data khususnya benarkan data menggunakan distribusi frekuensi di video selanjutnya kita akan membahas bagaimana melakukan penyajian data kita sudah melakukan penataan waktunya kita melakukan penyajian data penyajian data di sini penting bagi kita sebagai calon peneliti dan bagi kalian yang masih mahasiswa ini merupakan keterampilan dasar kalian yang harus kalian kuasai sebelum kalian menyusun skripsi Hai bagaimana cara melakukan penyajian data secara garis besar ada dua yaitu menggunakan tabel dan grafik dan itu semua akan kita Jelaskan di video selanjutnya Oleh karena itu silahkan subscribe channel ini ensiklopedia Ahmad Fauzi dan kita akan berbagi ilmu baik ilmu pendidikan penelitian statistika dan berbagai pengetahuan lainnya terima kasih mohon maaf bila ada kesalahan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh