Uji ANAKOVA Dua Jalur menggunakan SPSS, serta Uji Asumsi dan Uji Lanjutnya
sgagBkKpC1s • 2020-10-11
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Halo assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi channel yang akan menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan penelitian statistika publikasi karya ilmiah biologi dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya di video kali ini saya akan menjelaskan Bagaimana caranya kita melakukan analisis tua ancova selain itu kita juga akan mempelajari bagaimana menentukan efek size ketika kita melakukan analisis tua ancova kemudian kita juga akan mempelajari uji lanjut ketika kita melakukan uji tua ancova ketika Analisis tersebut kita lakukan menggunakan program SPSS ya sama seperti di video-video Sebelumnya saya beranggapan kalian telah menginstal SPSS di komputer atau laptop kalian masing-masing selain itu saya juga berharap kalian sudah familiar dan memahami tampilan umum dan fitur-fitur umum yang ada di program SPSS Hai dan tujuan saya membuat video kali ini adalah agar kalian mampu menganalisis keterpenuhan asumsi sebelum uji tua ancova dilakukan Selain itu Kalian juga diharapkan mampu melakukan uji tuaian kova dengan menggunakan SPSS selanjutnya Kalian juga mampu menentukan efek size dari analisis yang telah kalian lakukan kemudian Kalian juga mampu melakukan analisis studi lanjut Setelah tuaian kova kalian selesaikan Hai dan yang terakhir kalian diharapkan juga mampu melaporkan hasil analisis dengan tepat dan sesuai format laporan yang umum digunakan oleh peneliti-peneliti sebelumnya pada video kali ini kita akan menggunakan format ips.kls ketika kita melaporkan hasil analisis tua ancova Hai sebelum kita melakukan praktik analisis duwe ancova menggunakan SPSS Mari kita review sejenak Apa itu uji tua ancova nama lain dari Uje tua ancova adalah anakova dua jalur duwe itu berarti dua jalur atau dua arah sedangkan ancova bisa kita Artikan sebagai anakova ancova adalah Analysis of kovarians sedangkan anakova adalah analisis kovarian ancova dalam bahasa Inggris sedangkan anakova dalam bahasa Indonesia Oleh karena itu tak heran bila berbagai karya tulis Indonesia atau skripsi tesis disertasi hingga artikel ilmiah biasanya menuliskan anakova bukan ancova Hai analisis ini digunakan untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan signifikan rela tadi beberapa kelompok yang tidak saling berkaitan ciri-ciri data yang dianalisis terdiri atas dua variabel bebas memiliki data kovariat minimal terdiri atas dua kelompok dan tentunya memiliki satu Variabel terikat Dari review ini kita dapat melihat bahwa uji tua ancova mirip dengan uji tua Nova perbedaannya adalah keberadaan data kovariat karena data kovariat merupakan karakteristik dari data yang bisa dianalisis menggunakan ancova Bila kita melakukan penelitian di bidang pendidikan tentunya kita harus memahami analisis ancova ini kenapa Karena bila kita akan melakukan penelitian pendidikan Biasanya kita akan memilih desain eksperimen meskipun kita bisa melakukan penelitian dengan design survei di atau desain-desain yang lain namun di kasus desain eksperimen kita akan seringkali berhadapan dengan ancova ke Oleh karena itu Bila kalian memahami video kali ini akan membantu kalian ketika kalian akan melakukan penelitian eksperimen di dunia pendidikan selain di dunia pendidikan analissi sankofa pun juga digunakan di berbagai penelitian di bidang lain dibidang biologi pun juga banyak peneliti yang menggunakan ancova begitu pula bidang pertanian kedokteran ataupun bidang-bidang yang lainnya Hai nah berbeda dengan Anova pada ancova kita menentukan ada tidaknya perbedaan satu kelompok dengan kelompok yang lain didasarkan pada ada statement atau neraka terkoreksi atau rata yang disesuaikan dengan kovariat berbeda dengan uji Anova dimana ketika menggunakan Anova kita hanya membandingkan beberapa kelompok berdasarkan ratanya saja bukan rerata terkoreksi Hai puji tuhan cover sendiri dapat kita anggap sebagai perpanjangan tangan dari tua Nova atau derivat dari tua Nova namun dilengkapi atau melibatkan data kovariat Hai ancova memungkinkan kita mengontrol secara statistik variabel ketiga atau terkadang kita sebut sebagai variabel perancu atau confounding variabel yang menurut kita akan mempengaruhi hasil penelitian kita Hai variabel ketiga ini kita kenal juga sebagai data awal atau data pretest Bila kita melakukan penelitian pendidikan misalkan kita melibatkan tiga kelas dan di ketiga kelas tersebut kita menggunakan berbagai model pembelajaran yang bervariasi biasanya para peneliti akan melakukan pengambilan data di awal sebelum model-model pembelajaran tersebut diterapkan di masing-masing kelas nah kondisi awal ini yang dikumpulkan menggunakan pretest merupakan data variabel ketiga tersebut alias variabel perancu atau dalam kata lain data tersebut kita kenal sebagai data kovariat Hai beberapa asumsi pun perlu kita cek sebelum tua and Coffee kita lakukan yang pertama Variabel terikat berupa skala interval atau rasio dalam artian lain messier dari SPSS ketika kita melakukan analisis tuaian coffee berupa skill selanjutnya variabel bebas berupa data categories yang membagi data menjadi minimal dua kelompok yang tidak saling berkaitan kemudian ia depedensi observasi pun juga harus terpenuhi Hai Selain itu tidak ada out layer yang signifikan didata kita a residual data pun terdistribusi secara normal ingat Disini yang kita analisis normalitasnya merupakan residual data bukan data selisih seperti Uji T berpasangan ataupun data berkelompok sesuai atau seperti Uji T tidak berpasangan atau uji W dan tua Nova Bagaimana cara mendapatkan residual data nanti akan kita pelajari ketika kita melakukan analisis tuaian kova menggunakan SPSS Hai Selain itu varian satu kelompok dengan kelompok lainnya juga harus homogen Hai kemudian asumsi lain yang perlu kita cek adalah kovariat harus berhubungan secara linier dengan Variabel terikat misalkan kita kembali mengambil kasus tadi kita melakukan penelitian di suatu sekolah yang melibatkan tiga kelas maka kita akan melakukan protes di ketiga kelas tersebut pretest kita posisikan sebagai kovariat kemudian setelah dua bulan kita menerapkan model-model pembelajaran tertentu Kita akan memberikan post test hasil belajar data proses hasil belajar ini kita posisikan sebagai Variabel terikat sebelum kita melakukan analisis tuaian Copa kita Pastikan data kovariat disetiap kelas berhubungan linear-linear dengan data Variabel terikat sehingga pretest dikelas A11 baiknya berhubungan linear dengan proses dikelas Freed SD kelas B juga berhubungan ini er dengan posttest di kelas B dan yang terakhir the British di kelas C juga berhubungan linier dengan posttest di kelas C dan asumsi terakhir yang perlu kita cek adalah homogenitas kemiringan regresi Ya seperti yang tadi telah kita lakukan kita telah menganalisis linearitas antara pretest dan posttest disetiap kelas hal yang perlu kita cek selanjutnya adalah Apakah linearitas tersebut dan hubungan antara paritas dengan posttest tidak mengalami perpotongan dan yang terakhir adalah kita mengecek Apakah kemiri dan rekreasi yang terbentuk homogen satu sama yang dengan yang lain Bagaimana cara mengujinya nanti akan kita lihat di video kali ini Hai sama seperti uji-uji sebelumnya kita juga perlu mengukur efek size dan seperti di video Sebelumnya saya telah menyampaikan bahwa uji-t Anova atau on cover DVD sebelumnya kita hanya mampu mendapatkan nilai p-value dari ujian Nova ancova atau uji-t tersebut PVJ sendiri Kita kenal juga dengan nilai signifikansi dan seks statistical significance atau signifikansi statistik hanya mampu memberikan informasi terkait ada tidaknya pengaruh signifikan perlakuan yang kita berikan terhadap Variabel terikat kita sedangkan seberapa besar pengaruh sigmarus tersebut terhadap Variabel terikat kita kita tidak bisa memperoleh informasi tersebut dari value atau sikap sebut Bagaimana caranya kita mengetahui seberapa besar pengaruh yang kita berikan kita perlu menghitung efek size Hai nah di SPSS fxs akan muncul secara otomatis bila kita menggunakan langkah yang tepat dengan berkeberatan fxs tersebut kita dapat mengetahui seberapa besar pengaruh yang dihasilkan dari perlakuan yang kita berikan Hai dan disini Sekali lagi saya sampaikan perbedaan dapat saja signifikan secara statistik namun bisa saja tidak terlalu mengesankan misalkan di kasus tadi kita menggunakan tiga gelas kemudian ternyata model pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Namun kita belum tahu seberapa besar pengaruh model pembelajaran tersebut terhadap hasil belajar bisa jadi model pembelajaran berpengaruh nyata tetapi pemilihan model pembelajaran tidak terlalu besar pengaruhnya Hai dan salah satu pengukuran fxs yang paling umum digunakan saat melakukan ancova adalah parsial kita Square Hai selain efek size kita juga perlu melakukan uji lanjut uji lanjut dilakukan ketika hasil ujian kova menunjukkan adanya perbedaan signifikan diantara kelompok yang diuji oleh karena itu bila hasil ujian kVA menyatakan tidak ada perbedaan signifikan maka kita tidak perlu melakukan uji lanjut Selain itu uji lanjut digunakan untuk menentukan kelompok mana saja yang saling berbeda signifikan satu sama lainnya misalkan kita kembali ke contoh kasus tadi misalkan kita menggunakan 3 kelas kemudian ancova menyatakan ada perbedaan signifikan ancova hanya menginformasikan hal tersebut kita tidak tahu kelas mana yang saling berbeda dan kelas mana saja yang sebetulnya tidak berbeda signifikan Oleh karena itu analisis uji lanjut akan berperan menentukan mana saja kelas yang berbeda dengan yang lainnya Hai namun uji lanjut hanya dilakukan ketika kelompok yang dianalisis berjumlah lebih dari dua misalkan data kita hanya terdiri atas dua kelompok dan meski ancova menyatakan ada perbedaan signifikan kita tidak perlu melakukan uji lanjut tersebut dan catatan terakhir yang perlu kita ingat adalah perbedaan bidang seringkali menyebabkan perbedaan pilihan uji lanjut yang digunakan penelitian dibidang pendidikan memiliki uji lanjut yang biasanya berbeda dengan penelitian di bidang kedokteran di bidang pendidikan sendiri kita biasa menggunakan beda nyata terkecil atau BMT yang bahasa Inggrisnya adalah LSD least significant difference sedangkan pada bidang kesehatan kita biasa menggunakan Turki dan di bidang yang lain kita juga bisa menggunakan dan Ken atau uji lanjut yang lain hai oke Sekarang mari kita melakukan analisis suwe ancova menggunakan SPSS sebelum kita melakukan praktik Analisis tersebut misalkan saja kita telah melakukan penelitian di suatu sekolah judul penelitian tersebut adalah pengaruh model pembelajaran kooperatif dan kemampuan akademik terhadap hot siswa SMP hot adalah Hai order thinking skill atau keterampilan berpikir tingkat tinggi salah satu kompetensi yang diharapkan mampu dikuasai oleh para siswa di era abad 21 kali ini di sini kita memiliki data pretest hots dan posttest hots printheads diposisikan sebagai serta kemampuan awal atau kita kenal juga sebagai data kovariat yang kita anggap keberadaan kemampuan awal ini akan mempengaruhi Variabel terikat kita yaitu Ho itu sendiri yang kita ukur ketika kita melakukan posttest Oleh karena itu keberadaan data pretest merupakan hal yang penting ketika kita melakukan penelitian semacam ini kenapa karena dalam penelitian pendidikan kita berhadapan dengan subjek manusia dan manusia tentunya tidak ada yang sama satu dengan yang lainnya begitu juga kemampuan berpikir mereka bila kita menggunakan beberapa kelas dan di setiap kelas ada beberapa siswa pasti setiap siswa tersebut memiliki kemampuan awal yang berbeda dan kita bercahaya kemampuan awal ini akan sedikit banyak mempengaruhi capaian kemampuan akhir mereka setelah mereka menerima model pembelajaran tertentu Oleh karena itu sekali lagi bila kita melakukan pengujian pendidikan dengan melibatkan desain eksperimen sebaiknya kita juga mengambil data kemampuan awal seperti itu kembali lagi kepada kita disini saya anggap kita melakukan pembelajaran di empat kelas dan pembelajaran tersebut ada empat macam yang pertama adalah pembelajaran konvensional yang kedua adalah pembelajaran berbasis masalah atau PBL problem-based learning yang ketiga adalah Tengker dan yang keempat adalah pengkombinasian PPL dan TPS Hai kemudian variabel bebas kita yang kedua adalah kemampuan akademik kemampuan akademik siswa nya ada akademik rendah dan akademik tinggi sehingga di sini kita memperoleh data seperti tabel Rekapitulasi data di file Excel ini Hai Nah di sini kita lihat model pembelajaran ada empat level dan akademik ada dua level Sekarang mari kita siapkan SPSS nya silahkan buka SPSS kalian masing-masing hai hai Hai Dila program SPSS sudah kalian buka di komputer masing-masing sekarang waktunya memasukkan variabel penelitian kita Bila tampilan SMS kalian masih besar silahkan dikecilkan terlebih dahulu dengan mengklik tombol Kotak di bagian kanan atas program SPSS tersebut setelah mengecil seperti ini Mari kita tulis secara bersama variabel-variabel penelitian kita yang pertama kita tidak perlu menuliskan inisial penulisan inisial variabel nama variabel inisial atau ide peserta yang merupakan opsional kita bisa menuliskan di SPSS Kita juga bisa tidak menuliskannya di kali ini kita tidak perlu menuliskan namun bila kalian ingin menuliskan silakan kemudian kita Tuliskan variabel bebas pertama kita yaitu model pembelajaran kita Tuliskan pembelajaran saja kita Hai kemudian variabel bebas kedua adalah kemampuan akademik cukup kita tulis akademik karena ingat di kolom NIM kita tidak bisa memberikan karakter spasi kemudian j&t tako varieta kita adalah pretest hot kita tulis saja x.hot Kemudian Variabel terikat kita adalah posttest hot kita tulis sebagai y hot sekarang di kolom label kita bisa menuliskan variabel kita secara lengkap di baris pembelajaran kita bisa Tuliskan model pembelajaran Hai kemudian di baris kedua akademik kita bisa Tuliskan level atau tingkat akademik kemudian x.hot kita bisa tulis sebagai pretest hot sedangkan ye hots kita bisa tulis posttest hots kemudian di value yang baru kita beri label adalah variabel bebas pertama dan variabel bebas kedua kita cara memberi label nya bagaimana yang pertama kita selesaikan dulu variabel model pembelajaran kita tarik kursor kita ke sisi kanan baris pertama dari kolom value kemudian kita Klik sekali setelah muncul kotak value labels Mari kita isi 4 model pembelajaran yang kita gunakan value 1 adalah pembelajaran konvensional kemudian kita klik add kemudian value dua kita beri label PBL kemudian kita klik I have kemudian value tiga adalah TPS kemudian kita klik F lagi dan yang terakhir value 4 adalah PBL yang dikombinasikan dengan tpss dan kemudian Jangan lupa kita klik eh juga setelah keempat model pembelajaran kita beri label kita Klik tombol ok Hai kemudian kita labeli tingkat akademiknya dengan cara menggeser kursor kita ke sisi kanan kolom value di baris nomor dua kemudian setelah muncul kotak dialog value labels kita Tuliskan value 1 sebagai akademik rendah sedangkan value dua sebagai akademik tinggi Hai setelah label kita berikan mari kita Klik tombol ok Hai demising tidak kita perlu berhenti apapun kemudian di kolom Alin tidak perlu kita ubah juga sedangkan di Messenger perlu kita ubah terlebih dahulu di baris pertama yaitu variabel pembelajaran meser kita bisa berupa data nominal sehingga Pilihlah nominal kemudian akademik kita pilih ordinal Kemudian pada tetes hots kita pilih skill sedangkan pada proses kita juga pilih skill setelah variabel kita sudah kita definisikan kita waktunya mengcopy data kita dari Excel ke SPSS caranya kita kembali ke program excel kita tadi kemudian Mari kita blok data ciptaan dari baris pertama hingga baris terakhir ingat yang di-copy hanyalah angka-angkanya lalu Hai Nah setelah di blog seperti ini kita tekan kontrol C secara berbarengan di keyboard kita masing-masing setelah muncul garis putus-putus yang bergerak ini kita kembali ke program SPSS kita kemudian di sisi kiri program SPSS kita Klik tombol dataview setelah muncul tampilan dataview berikut kursor kita kita Arahkan ke baris pertama dan kolom pertama alias kolom kiri atas kita Klik sekali kemudian kita tengkleng kontrol V secara berbarengan di keyboard kita masing-masing Hai dengan menekan control v secara berbarengan kita memerintahkan komputer atau laptop kita untuk menyalin data yang ada di Excel ke program SPSS kita karena sudah tersalin Mari kita kembalikan tampilan SPSS ini menjadi ukuran yang besar seperti tadi dengan mengklik tombol kota di sisi kanan atas program SPSS tersebut Hai disini kita bisa melihat pembelajaran sudah secara otomatis terlalu beli dari konvensional hingga PBL TPS dan PBL TPS kemudian di Akademi Kita juga bisa melihat ada yang akademik tinggi juga ada yang akademik rendah sedangkan David hot dan posttest hot nilai-nilainya tetap berupa angka-angka Hai Bila di-sms kalian kolom pembelajaran dan akademik masih berupa angka kalian bisa menekan menu di bagian atas ini value labels Bila kalian klik tampilannya bisa berubah menjadi angka atau sesuai label yang telah kalian berikan di variabel viure di oke sekarang datanya sudah siap Sekarang waktunya kita melakukan analisis dalam melakukan analisis duwe ancova terdapat beberapa asumsi Bila kita melakukan analisis Uji T ataupun Anova kita biasanya melakukan uji asumsi terlebih dahulu kemudian baru kita melakukan uji hipotesis sebagai protes bisa uji-t bisa uji Anova tadi namun Dian kova kita lakukan uji ancova terlebih dahulu dan kemudian kita lakukan uji asumsi klasik Hai mengapa karena ketika kita melakukan ujian kova di SPSS kita dapat memperoleh angka-angka penting yang kita gunakan sebagai dasar kita melakukan uji asumsi Oleh karena itu dalam pelaksanaannya kita melakukan uji ancova baru uji asumsi namun ketika dilaporkan di pelaporannya kita sampaikan hasil uji asumsi dulu baru ujian kova atau uji hipotesis nya Nah sekarang mari kita melakukan uji tua ancova secara bersama-sama yang pertama kita klik menu analyze kemudian kita pilih general linear model Setelah itu kita pilih Yuni Farid Hai setelah muncul kotak Yuni Farid kita masukkan Variabel terikat kita di kolom dependent variable variable terikat kita adalah posttest hot kita klik posttest hot sekali kemudian kita klik tanda panah di sebelah kiri dependent variable sehingga secara otomatis variabel posters house pindah ke kolom dependent variable kemudian tvck faktor kita masukkan variabel bebas pertama dan kedua kita yaitu model pembelajaran dan tingkat akademik Hai hingga langkah ini kita melakukan langkah yang sama dengan tua Nova Hai namun hilangkan selanjutnya akan ada karakteristik langkah yang tidak kita temui di itui ancova yaitu apa yaitu memasukkan data pretest ke kolom kovariat kita klik data pretest sekali kemudian kita klik tanda panah di sebelah kiri kovariat ya setelah kita melakukan langkah ini kita pilih menu save di sisi kanan dari kota univariat kita klik kiri sekali kemudian kita centang and standard AC di kota residual Nah langkah ini kita gunakan untuk mendapatkan variabel baru atau tetap baru yaitu data residual data residual inilah yang kita gunakan untuk melakukan analisis uji normalitas setelah kita mencekam mie instan darice kita kembali centang atau tombol continue kita klik kemudian akan Hai di SPSS versi versi yang lebih tinggi di bawah cefada menu option dan image sedangkan di versi saya ada di versi 24 ke bawah tidak ada IMS karena Imin include atau tergabung dalam menu option Sekarang mari kita klik menu option nah di versi 25 ke atas bagian atas ini kita temukan di menu Eminem Oleh karena itu bagi versinya yang lebih tinggi silakan Klik tombol IMS dan option imitsu lebar option atau sebaliknya itu terserah kalian Nah sekarang di bagian atas ini kita masukkan pembelajaran akademik dan pembelajaran bintang Academy ke this Pain for caranya kita klik pembelajaran kemudian kita klik tanda panah kita klik akademik kita klik tanda panah lagi Kemudian pelajaran bintang Academy kita klik dan kita klik ia panahnya lagi setelah ketiga variabel tersebut masuk di kotak display mind for kita centang compare migs sehingga LSD disini menyala ingat menu ini bisa kalian temukan di IIMS bila versi SPSS kalian 25 ke atas kemudian di kota bagian bawah kita tentang deskriptif statistik kita centang estimate of effect size dan kita centang juga homogeneity test Hai Setelah itu kita Klik tombol continue kemudian kita klik ok Hai setelah kita tunggu beberapa saat output akan keluar secara otomatis Hai ini merupakan output honey hasil analisis Anova beberapa tabel penting yang perlu kita baca antara lain tabel event test Sekarang mari kita klik live test of equality of error varians ketika di sisi kiri kita klik maka layar sisi kanan akan mengarahkan ke tabel yang kita inginkan di sini bisa kita lihat nilai Sig dari uji homogenitas menggunakan tes Raven adalah sebesar 0,1 97 angka ini jauh di atas 0,05 Oleh karena itu data kita kita asumsikan bersifat homogen sehingga asumsi homogenitas terpenuhi namun bila Tata kalian hasil event tesnya signya kurang dari 0,05 maka data kalian tidak memenuhi asumsi homogenitas Hai kemudian data yang perlu kita baca adalah ditabel ke soft between subject efek tabel ini berada persis di bawah tabel-tabel event test ini merupakan tabel rangkuman hasil uji tua khofa di baris yang perlu kita perhatikan adalah baris variabel bebas pertama kita yaitu pembelajaran baris akademik atau variabel bebas kedua kita dan baris pembelajaran bidang akademik alias baris interaksi kedua variabel bebas kita Hai angka-angka yang perlu dibaca adalah angka di kolom DF degree of Freedom atau bahasa Indonesianya derajat bebas angka DF atau F hitung angka sih atau sik value atau nama lainnya p-value dan angka di kolom parsial eteh Square pengambilan keputusannya didasarkan pada angka yang muncul di kolom sik bila di bawah 0,05 maka disimpulkan ada perbedaan signifikan bila di atas 0,05 disimpulkan tidak ada perbedaan signifikan di sini kita lihat di baris pembelajaran nilai signal 0,0002 uh di bawah 0,05 sehingga kita simpulkan perbedaan model pembelajaran menghasilkan perbedaan hot yang signifikan Hai di sisi lain baris akademik memiliki nilai Sig 0,15 20152 diatas 0,05 sehingga bisa kita simpulkan akademik rendah tidak memiliki perbedaan signifikan dengan akademik tinggi Hai selanjutnya di baris pembelajaran bintang akademik atau di baris interaksi kedua variabel bebas kita nilai signal 0,000 Dauh di bawah 0,05 sehingga kita simpulkan ada interaksi signifikan antara pemilihan model pembelajaran dan tingkat agar demi sesuatu terhadap hots mereka setelah ujian covernya kita baca kita perlu melihat hasil uji lanjutnya hasil uji lanjut menggunakan LSD atau BMT bisa kita lihat pada tabel perwis comparison ini Hai cara membacanya Bagaimana dan cara pemberian lokasinya Bagaimana akan Kita lihat nanti di sini selain tabel parwis comparison dibagian atas tabel farewells comparison ada tabel estimate nah nih tampil estimate kita bisa melihat kolom mint dan di kolom tersebut ada rerata yang berbeda dengan derata Variabel terikat kita bila kita bandingkan dengan rata posttest ada sedikit perbedaannya kemudian dibagian kanan dari setiap rata ada ^ a disini A berarti di mula2 ini sudah dikoreksi oleh data pretest alias renatha inilah yang merupakan rata terkoreksi atau dalam arti lain inilah merupakan adjusted mint yang perlu kita informasikan ketika kita melaporkan hasil analisis kita bisa Hai kemudian kita bisa lihat di variabel bebas kedua kita adalah tingkat akademik namun berdasarkan hasil ujian kova tadi dinyatakan tidak ada perbedaan signifikan antara akademik rendah dengan akademik tinggi Selain itu variabel bebas ini hanya terdiri atas dua kategori yaitu rendah dan tinggi karena dua hal tersebut maka kita tidak perlu melakukan uji lanjut pada variabel tingkat akademik namun di pelaporan kita tetap melaporkan rata terkoreksi yang ditampilkan di tabel estimate sini Namun kita tidak perlu memberikan notasi LSD kemudian yang terakhir kita harus melihat interaksi antara model pembelajaran dan tingkat akademik namun sekali lagi di sini sama seperti tua Nova kita tidak memperoleh tabel perwaiz comparison Hai artinya apa kita tidak memperoleh tabel hasil uji LSD Lalu bagaimana caranya agar kita memperoleh tabel hasil uji LSD kira kita perlu menambahkan variabel baru yaitu interaksi Hai caranya bagaimana kita kembali ke program excel kita kemudian kita tambahkan kolom baru yang kita beri nama interaksi Hai Oke sekarang kita beri label interaksi dari angka satu sampai angka 8 Kenapa 1-8 karena pembelajaran kita ada empat level sedangkan Academy kita ada dua level sehingga empat kali dua adalah Ayo kita beri label ketika dia masuk di kelas konvensional dan siswa itu akademik rendah maka labelnya adalah satu kalau konvensional dan akademik tinggi labilnya dua bila PBL dan dia akademik rendah dia diberi label tiga kalau dia PBL dengan akademik tinggi maka dia nomor 4 ketika TPS beberapa demikian rendah maka angkanya adalah lima ketika TPS namun dia akademik tinggi Maka angkanya 6 ketika PBL Dit berkombinasi dengan TPS dengan siswanya akademik rendah maka angkanya 7 dan yang terakhir diberi angka 8 bila siswanya agar lebih tinggi dan memperoleh pembelajaran pengkombinasian PBL dan TPS sekarang kita beri label terlebih dahulu hai hai Hi Ho hai hai di dalam memberi label kita harus hati-hati agar tidak terjadi kesalahan pastikan label harus tepat agar analisis yang kita hasilkan juga tepat Hai jangan sampai di harus dilabeli angka 7 tetapi kita Terlewatkan tetap menggunakan angka Hai nah seperti ini sepertinya ada kesalahan hai hai Hai nah Disini Hai nah yang betul disini adalah hai hai Hai dan yang terakhir adalah delapan Barus hati-hati Hai nah disini sudah muncul angka dan kolom baru sekarang perlu kita tambahkan di program SPSS kita kita kembali ke dataset di SPSS kita kita kembali ke variable view kemudian kita tambahkan variabel baru namanya interaksi Hai kemudian di velius perlu kita beri label sesuai dengan label yang kita Tuliskan di Excel tadi dari label1 hingga label telah far Hai misalkan label1 adalah konvensional rendah kemudian label value dua adalah konvensional tinggi kemudian value tiga adalah PBL rendah Hai kemudian nomor 4 adalah PBL tinggi value 5 adalah TPS rendah value 6 adalah TPS tinggi value 7 adalah PDL kombinasi TPS rendah kemudian Ferry terakhir value 8 adalah PBL kombinasi TPS tinggi Hai setelah delapan label tersebut kita masukkan kemudian kita Klik tombol Ok kemudian kita kembali ke dataview lalu kita copy data di Excel kita tadi hai hai Ayo kita blog dari baris pertama hingga baris terakhir ingat angka-angkanya saja yang diblok kemudian kita tekan kontrol CD keyboard kita masing-masing kemudian kita kembali ke dataview kita lalu kita kembali ke baris pertama di kolom interaksi lalu kita tekan kontrol Fedi keyboard kita masing-masing Hai setelah itu secara otomatis data di Excel tadi tersalin di SPSS Hai Setelah itu kita juga perlu men-save data ini agar kita tidak perlu mengulang memasukkannya dari awal caranya bagaimana kita klik gambar disket dibagian kanan atau kiri atas program SPSS kalian kita klik kiri sekali kemudian kita tunggu kotak dialog save data es muncul kemudian kita pilih folder yang kita inginkan misalkan Disini saya akan menshare nya di folder tua ancova file name Kita sesuaikan dengan nama file yang kita inginkan misalkan saya berinama data duwe ancova Hai setelah nama kita berikan kita perlu menekan tombol enter di keyboard kita masing-masing Hai Nah kita telah menambahkan variabel baru yaitu variabel interaksi sekarang kita perlu melakukan analisis sankofa sekali lagi untuk memperoleh tabel LSD untuk interaksi variabel bebas kita caranya bagaimana kita klik analyze kemudian kita pilih general linear model lagi kemudian kita pilih Yuni varies kemudian di fix faktor model pembelajaran kita kembalikan ke kiri tingkat akademik juga kita kembalikan ke kiri lalu interaksi kita masukkan ke kotak fix faktor tersebut Sedangkan dependent variable tetap posttest dan kovariat tetap pretest Hai di menu save kita klik lalu unstandardize kita klik lagi agar tentangnya hilang kemudian kita Klik tombol continue kemudian di menu option kita klik juga agar tidak terlalu banyak hasil yang muncul maka homogenity kita klik lagi agar centangnya hilang kemudian bagi yang versinya 25 ke atas pm-in silahkan kalian klik setelah optionnya kita tutup hai bagi yang versinya 24 ke bawah kita tetap berada di menu option kemudian interaksi kita klik lalu kita klik tanda panah sehingga interaksi masuk ke kota is premium for lalu jangan lupa centang compare main efek sehingga LSD di bawah kompor Mini FX menyala Setelah itu kita Klik tombol continue lalu kita klik ok Hai sehingga akan muncul output ancova baru namun yang perlu kita baca hanyalah tabel estimate dan tabel parwis comparison ditabel estimate kita bisa memperoleh aja statemennya atau rata terkoreksi nya di setiap interaksi sedangkan diperluas comparison kita memperoleh rangkuman hasil uji lanjut kita yaitu uji klinis signifikan difference atau LSD atau bahasa Indonesianya pnt ancova telah kita lakukan homogenitas tadi secara otomatis juga telah kita lakukan sekarang kita perlu menganalisis asumsi lain yang belum kita analisis yang pertama adalah normalitas ingat normalitas yang dianalisis bukanlah data selisih bukanlah pula data Variabel terikat di masing-masing kelompok melainkan data residual kita kembali ke dataset kita lagi Nah di sini ada variabel baru yaitu researchers cor1 bila kita kembali ke variable view disini resato memiliki label residual for y hot artinya inilah merupakan data residual dari variabel terikat kita dan data inilah yang kita analisis normalitasnya Bagaimana menganalisis normalitas data review dual ini kita klik menu analyze kemudian kita pilih deskriptif statistik kemudian kita pilih explore lalu kita pindahkan variabel residual free hot ke kota the painless dengan cara mengklik tanda panah di kiri kota dependen list tersebut kemudian disisi kanan kota explore ada menu close silahkan diklik first sekali sehingga kota dialog explore titik dua plots muncul pada kotak boxplots kita pilih Nam Kemudian pada kotak deskriptif tentang stem-and-leaf kita hilangkan lalu di bagian tengah ada tulisan normality proud with es kita klik kiri sekali agar dia tercetak setelah tampilannya seperti ini Mari kita Klik tombol continue Setelah itu kita Klik tombol ok Hai seperti biasanya ketika kita melakukan uji normalitas SPSS membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama bila dibandingkan kita melakukan analisis yang lain setelah output SPSS muncul kita pilih tabel test of normality nah di tabel sini muncul dua uji normalitas yaitu kolmogorov-smirnov dan shapiro wilk cara pengambilan keputusannya kita lihat angka signya kita bisa memilih kolmogorov-smirnov saja Kita juga bisa memilih shapiro-wilk saja namun kebetulan di sini nilai Sig kedua hasil analisis tersebut sama-sama di atas 0,05 karena diatas 0,05 maka data residual kita terdistribusi secara normal Hai namun bila residual data kalyani lecetnya kurang dari 0,05 maka residual kalian tidak terdistribusi secara normal di sini kita telah melakukan uji normalitas kita juga telah melakukan uji homogenitas sekarang kita perlu melakukan uji rinne ritas antara kritis dengan posttest alias antara data kovariat dengan dependent variable kita alias Variabel terikat kita dan seperti yang saya sampaikan di awal linearitas dilakukan perkelas bukan dilakukan menjadi satu keseluruhan Oleh karena itu output kita harus kita atur agar hasil analisisnya yang muncul adalah berkelas caranya bagaimana kita klik data riwayat Oh ya menu data di bagian atas kemudian kita pilih menu spray file Kemudian pada bagian kanan sini kita pilih compare groups dengan cara klik kiri sekali kemudian variabel kelas kita masukkan atau variabel model pembelajaran yang maksud saya variabel model pembelajaran kita klik kiri sekali kemudian kita masukkan ke kotak robeson dengan cara mengklik tanda panah di sebelah kiri kota tersebut setelah model pembelajaran masuk di kota grup best on kita Klik tombol ok Hai maka di bagian paling bawah dari output kita akan ada keterangan short case by pembelajaran dan split file layered by pembelajaran artinya split file sudah on sudah nyala sekarang untuk menguji linearitas kita membutuhkan data diagram-diagram skater Bagaimana cara memunculkan diagram skater kita pilih menu grabs ya graphs ya kemudian kita pilih menu Legacy daya locks kemudian kita pilih menu skater garing.com kita Klik sekali lalu kita pilih simpel skater kita Klik sekali kemudian kita tekan menu atau tombol Divide Hai sehingga muncul kotak simple skater plot pada y-axis kita masukkan Variabel terikat kita Oleh karena itu Mari kita tekan variabel posttest lalu kita tekan tombol panah di sebelah kiri y-axis kemudian di x-axis kita kita masukkan kovariat kita yaitu protes Oleh karena itu pretest kita tekan trik iri sekali kemudian kita tekan tanda panah di sebelah kiri x-axis Hai setelah dua langkah ini kita lakukan mereka kita klik ok Hai setelah itu SPSS akan membuat skater plot dari kegelapan kelas yang kita punya dimana x aksesnya adalah kovariat sedangkan y aksesnya adalah Variabel terikat kita alias X axis-nya ada api tesnya kemampuan awal sedangkan ya axis-nya adalah posnya atau kemampuan akhir Setelah model-model pembelajaran tadi diimplementasikan di setiap kelas D sini ada 8 kelas dan untuk menentukan apakah dia termasuk hai oh ada kesalahan mohon maaf ya karena ini to wear oval maka ada delapan kelompok interaksi maka kita harus memperoleh data skater plot ah output scatterplot sejumlah 8 karena asumsi linearitas harus dipenuhi di setiap grup atau kelompok interaksi Oleh karena itu output kefir yang terakhir ini kita Lupakan mereka kita splitfire lagi sesuai dengan apa yang kita inginkan yaitu mensplit output berdasarkan interaksi bukan Berdasarkan model pembelajaran kita klik menu data kemudian kita pilih split file kemudian model pembelajaran yang ada di grup lesson kita kembalikan dengan cara mengklik tanda panah di kiri kotak besson kemudian kita pilih interaksi-interaksi kita klik diri sekali kemudian kita bukan ke kota group based on lalu kita klik ok sehingga di output sudah diinformasikan bahwa speed file-nya sudah menyala sekarang baru kita lakukan skater Float sesuai kelompok Interaksi yang kita punya seperti tadi kita pilih menu crepes kemudian pilih Legacy dialog kemudian kita pilih skater garis miring dot kemudian kita pilih lagi simple skater dengan klik kiri sekali kemudian kita tekan tombol Divine karena Exsis dan Ya axis-nya sudah kita masukkan yaitu year Sisanya adalah posttest dan eksisnya adalah protes maka kita langsung klik tombol ok Hai sehingga skater Cloud yang dihasilkan akan berjumlah delapan sejumlah kelompok Interaksi yang kita punya Hai cara pengambilan keputusannya apakah linearitas terpenuhi atau tidak berdasarkan sebaran titik-titik yang dihasilkan kiske the clothes tersebut bila ada kecenderungan ada hubungan linier maka kita simpulkan data kita memang memiliki hubungan linear antara Princess dengan posttest bila seperti Demikian maka asumsi linearitas terpenuhi dari ini kita anggap memiliki hubungan yang linier karena semakin besar Fit esnya kecenderungannya semakin besar pula posttest nya hai oke sinergitas telah kita lakukan sekarang kita perlu melakukan uji asumsi yang terakhir yaitu homogenitas dari regresi caranya bagaimana kita klik analyze kemudian kita pilih general linear model lagi kemudian kita pilih univariat lagi di kemudian Hai di fix faktor interaksi kita tekan dan kita kembalikan ke kolom sebelah kiri Hai variabel bebas pertama kita model pembelajaran kita masukkan kembali ke fix faktor variabel bebas kedua kita tingkat akademik kita masukkan kembali juga ke Factor Hai langkah ini sama dengan langkah kita ketika kita melakukan tua ancova di langkah pertama tadi namun pembedanya di langkah untuk melakukan analisis asumsi homogenitas ini kita perlu menekan menu model setelah menu model kita tekan akan muncul kotak Yuni variety titik dua model di spesifik model kita pilih custom kita klik kiri sekali kemudian di built Om kita pilih Interaction defini kita perlu melakukan interaksi berbagai Interaksi yang memungkinkan variabel bebas pertama printer aksi dengan variabel bebas kedua kemudian kovariat berinteraksi dengan variabel bebas pertama kovariat bervarian teraksi dengan variabel bebas kedua dan seterusnya sekarang kita buat secara bersama-sama yang pertama kita perlu mengintegrasikan pembelajaran yaitu variabel bebas pertama Hai dengan akademik yaitu variabel bebas kedua kita caranya bagaimana kita klik pembelajaran kemudian keyboard kita tekan tombol Shift kemudian kita pilih akademik setelah Academy kita pilih save kita lepas kemudian karena debu itemnya sudah Interaction kita klik tanda panah di bawah Interaction sehingga di sisi kanan muncul interaksi pembelajaran dan akademik selanjutnya kita interaksi kan pembelajaran dengan x.hot ada kovariat kita caranya sama pembelajaran kita klik kemudian tombol Shift kita tekan di keyboard kita kemudian kita klik X hubs Hai Om mohon maaf kita pilih kontrol saja ya karena kalau shift maka ketiga variabel dari atas ke bawah terblok secara otomatis Saya ulangi lagi pembelajaran kita klik kemudian tombol kontrol di keyboard kita klik kemudian exhouse gerak kita klik Nah setelah itu tombol kontrol kita lepaskan hai lalu tanda panah dibawa Interaction kita klik sehingga pembelajaran bintang hots muncul di kotak model kita lakukan hal yang sama di akademik interaksi dengan exort kita tekan lagi sehingga muncul interaksi antara kovariat dengan variabel Academy kita dan yang terakhir ketiga ini kita interaksi kan sehingga pembelajaran akademik terekspos kita klik secara bersamaan kemudian kita pindahkan ke kolom model sehingga di sini ada empat interaksi setelah mencapai langkah ini kita Klik tombol continue Hai namun sekali lagi ada satu langkah yang saya lupakan mohon maaf letak tadi kita sudah melakukan split output ketika kita masih menginginkan split output maka analisis akan tetap tersebut with tetap Terpisah Oleh karena itu Mari kita matikan speednya terlebih dahulu Oleh karena itu kita tekan cancel terlebih dahulu kemudian kita pilih menu Tata lagi Kemudian pilih split file kemudian kita pilih tulisan analis orkes donut create group sehingga output yang dihasilkan tidak terpisah lagi lalu kita klik ok sekarang kita ulangi lagi langkah-langkah tadi kita klik analyze kemudian general linear model kemudian Deni Farid fix faktornya kita ganti sebagai variabel bebas pertama dan kedua kita kemudian di mode kita klik menunya kemudian kita pilih custom kemudian di bottom kita pastikan Interaction kemudian kita buat empat macam interaksi tadi setelah keempat interaksi tadi muncul di kolom model kita klik continue kemudian kita Klik tombol oke nah Hai analisis telah dihasilkan lalu meskipun tabel yang keluar banyak kita cukup melihat tabel test of between subject efek pengambilan keputusan apakah homogen atau tidak Kita lihat berdasarkan nilai Sig di setiap baris Interaksi yang telah kita definisikan tadi bila semua sikti baris interaksi tersebut diatas 0,05 maka kita simpulkan regresi homogen namun bila ada yang dibawah 0,05 seperti di baris pembelajaran akademik dan pembelajaran eksotis ini maka homogenitas tidak terpenuhi Hai namun pada video ini kita berlatih kita anggap saja asumsi homogenitas regresi terpenuhi semua Oke jadinya kita telah melakukan uji uji asumsi yang mendampingi ujian kova normalitas pada Dede residual sudah kita lakukan homogenitas secara otomatis juga muncul ketika kita melakukan ujian kVA tadi kemudian linearitas juga telah kita lakukan pada setiap kelompok data intruksi dan yang terakhir asumsi homogenitas garis regresi juga telah kita lakukan Langkah apa yang belum kita lakukan yaitu langkah pemberian notasi uji lanjut Hai caranya bagaimana sama seperti uji one way Anova di video-video sebelumnya kita menggunakan tabel wescom barisan untuk menentukan notasi LSD yang kita inginkan Sekarang mari kita buat rangkuman uji lanjut berdosa bersama dengan notasinya di variabel bebas pertama kita yaitu variabel akademik Hai caranya bagaimana kita kembali ke tabel yang atas kemudian kita cari tombol estimate menu estimate dan manuver wis comparison Hai kemudian kita siapkan Excel juga Nah di sini kita langsung lihat contoh tabelnya nah hai ketika kita melakukan uji lanjut beberapa penelitian umumnya melaporkan uji lanjutan kova seperti ini ada kolom interaksi color kita Mohon maaf ada kolom pembelajarannya ini ini karena variabel bebas pertama kita ada pembelajaran kemudian ada kolom pretest dan posttest yang sama-sama memberikan informasi rata dan standart deviasi kemudian ada kolom selisih kemudian ada kolom peningkatan ada kolom rata terkoreksi dan ada kolom notasi lcd-nya Bagaimana cara membuat tabel ini yang pertama adalah kita harus merekapitulasi apa saja perlakuan kita tadi ada empat model pembelajaran yang urutannya adalah konvensional PBL TPS lalu kombinasi PBL dan PPS Hai Setelah itu kita urut gad Hai perlakuan mana yang rerata terkoreksi nya paling kecil kemudian yang lebih besar hingga yang paling besar sehingga Disini di tabel rangkuman hasil uji lanjut ini yang baris pertama adalah model pembelajaran TPS Kenapa karena rerata terkoreksi nya paling kecil BBL dikombinasikan TPS di posisi paling rendah di paling bawah Kenapa karena rata terkoreksi nya paling tinggi rata terkoreksi ini mengambil dari mana mengambil dari aja statement yang ada di tabel estimate yang ada di SPSS saya kembalikan ke output SPSS ya nah nah di tabel estimate ini ada mint Nah mindis inilah yang merupakan aja statemennya atau rata terkoreksi nya kita salin Jadinya tadi model pembelajarannya serta rela cutter koreksinya kemudian kita Urutkan Hai dari yang terkecil hingga terendah homolog dari terkecil hingga tertinggi kemudian selain merata terkoreksi kita lengkapi juga dengan rerata fretes maupun rata posttest tentunya juga didampingi oleh standart deviasi masing-masing dari manakah kita mendapatkan rata ini Nah kalau rata posttest kita bisa mendapatkan langsung dari output SPSS kita saya kembali ke output SPSS nya Nah disini tadi kita sudah menentang deskriptif statistik di option sehingga kita mendapatkan rata sekaligus standart deviasi dari data postes kita Hai nah berat badan setifikasi ini tinggal kita pindah ke kolom ini yang ada di Excel lalu darimana kita mendapatkan rata pretest sekaligus tada deviasinya kita perlu menghitung manual atau kita perlu melakukannya Di SPSS biar lebih cepat caranya bagaimana kita kembali ke sswi kemudian kita klik Hai kemudian kita pilih deskriptif statistik lalu kita pilih salah satu menu dari ketiga murni yang paling atas ini setelah Hai namun sekali lagi ingat kita ingin mendapatkan Rara tadi masing-masing pembelajaran Oleh karena itu kita harapkan outputnya terpisah antara satu kelas dengan kelas yang lain caranya bagaimana kita kembali ke menu data kita pilih split file kemudian kita pilih compare groups kemudian grup beach on-nya kita biar ganti sebagai model pembelajaran Oh ya jadinya compare grupnya Berdasarkan model pembelajaran kemudian kita klik ok lalu kita klik analyze kemudian deskriptif statistik kemudian bisa kita pilih deskriptif misalnya kemudian pretest kita masukkan ke variabel karena kita ingin menghitung rata-rata dan standar deviasi data pretest kita kemudian di menu option kita tentang Saya jamin sedang dan standar deviasi sedangkan minimum dan maksimum bisa kita hilangkan centangnya kemudian kita klik continue kemudian kita klik ok Hai sehingga di sini kita memperoleh Raka dan standar deviasi setiap model pembelajaran kita angka-angka ini tinggal kita pindah ke rangkuman tabel SD Hai kalau kalian ingin bahkan secara manual menggunakan karburator atau XL silakan tetapi dengan menggunakan SPSS kita bisa mendapatkannya secara lebih cepat tapi ingat diskrit file terlebih dahulu agar kita dapatkan rata dan standart deviasi per masing-masing model setelah rata dan standar deviasi pretest dan posttest telah kita rangkum lalu kita perlu menghitung selisih selisih disini adalah selisih posttest dengan pretest Bagaimana cara mendapatkannya Kita hanya tinggal mengurangkan posttest dengan pretest caranya bagaimana misalkan disini masih kosong ya maka saya tulis angka she sama dengan kemudian saya pilih rata posttest kita klik Riri sekali kemudian kita tulis simbol minus atau kurang kemudian kita dan rata-rata pedasnya ya jadinya disini formulanya adalah rerata posttest dikurangi rata pretest kemudian kita klik enter sehingga secara otomatis kita memperoleh selisih antara posttest dengan British untuk mendapatkan selisih di pembelajaran pembelajaran yang lain tinggal kita tarik sejarah Hai Kemudian untuk mendapatkan peningkatan rumusnya adalah misalkan ini masih kosong ya sama dengan selisih kita klik kiri sekali kemudian kita bagi kita tulis garis miring kita bagi dengan rerata pretest ya jadinya selisih dibagi rata British selisih garis miring pretest kemudian enter bila belum dalam bentuk persentase kalian tinggal menekan oxybol persentase dibagian atas di menu Excel kalian makan Nanti secara otomatis angka desimal akan berubah menjadi persentase Bila kalian ingin mendapatkan angka dibelakang koma kalian bisa mengklik mengaturnya di menu sebelah koma Oh ya jadinya di bagian atas ini ada menu simbol dollar kemudian mint menu bergambar persentase ada menu bergambar koma kemudian ada menu untuk menambahkan atau mengurangi desimal silakan diatur sendiri-sendiri sedangkan rata terproyeksi tadi saya sampaikan sesuai dengan accessed meddle tabel estimate the output SPSS setelah itu urutkanlah dari yang terkecil hingga terbesar berdasarkan rata terkoreksi Nya sehingga urutannya seperti ini Lalu bagaimana cara memberikan notasinya Oke sekarang kita anggap notasi ini belum ada Oleh karena itu saya hapus dulu semuanya cara pemberian notasi yang pernah saya jelaskan di video oneway dan Dwi Anova sekarang saya ulang lagi saya review lagi secara singkat yang pertama setelah kita mengurutkan perlakuan dari keren tiga tertinggi kita beri angka atau notasi paling kecil di baris pertama yaitu notasi a-prince pemberian Motivasi adalah ketika dua perlakuan memiliki notasi yang sama maka diartikan tidak ada perbedaan signifikan namun Bella notasinya berbeda diantara dua perlakuan tersebut maka kedua perlakuan tersebut memiliki perbedaan signifikan cara menentukannya ada tidaknya perbedaan signifikan dari mana Dari output SPSS yaitu ditabel perwis comparison ini ya ditabel perwis comparison dari variabel akademik Nah di sini ada kolom sik di sini ada perlakuan-perlakuan kita Ayo kita perkecil ukurannya agar kita bisa melihat Excel sekaligus SPSS nya Oh ya hai hai hai oke misalkan di sini TPS ingin kita bandingkan dengan konvensional kita sembunyikan dulu sel di sini biar kita mudah melihatnya nah kemudian kita perkecil juga Excel kita kemudian kita sejajarkan dengan output SPSS kita sekarang TPS sudah kita beri notasi ah untuk memberi notasi pada konvensional kita bandingkan TPS dengan konvensional prinsipnya bila ada perbedaan signifikan Makasih diantara kedua perlakuan tersebut kurang dari 0,05 namun bila angka signya diatas 0,05 maka tidak ada perbedaan signifikan sehingga notasinya haruslah sama Hai sekarang kita bandingkan TPS dengan konvensional signya Ternyata 0,005 jauh dibawah 0,05 Ya 0,005 kurang dari 0,05 sehingga TPS dan konvensional berbeda signifikan karena berbeda signifikan maka notasinya juga harus berbeda yaitu notasi Hai kemudian konvensional kita bandingkan dengan PBR konvensional dan PBL nilai Sigma 0,000 kurang dari 0,05 sehingga notasinya pun juga harus berbeda kita beri notasi c yang terakhir kita bandingkan PBL dengan kombinasi PBL TBS PBL dengan BBL kombinasi TPS ternyata asyiknya juga kurang dari 0,05 sehingga notasinya pun juga harus berpegang nah ini merupakan contoh hasilnya kita kembali perbesar Excel kita kemudian kita Munculkan lagi sel-sel yang kita Hai tadi dengan cara Klik Kanan kemudian kita klik and high nah kebetulan setiap Perlakuan di sini memiliki notasi yang berbeda namun Adakalanya satu perlakuan memiliki notasi yang dua sekaligus Khan pccd atau api dan bisa saja ada dua perlakuan yang notasinya sama Bagaimana contoh kasusnya silakan buka lagi video saya yang membahas W dan tua novel dengan menggunakan SPSS disana ada contoh kasus ketika ada perlakuan yang notasinya dua sekaligus dan juga ada dua perlakuan yang notasinya Hai nah variabel bebas ketika kedua kita adalah kemampuan akademik seperti yang tadi kita lakukan ancova ternyata tidak ada perbedaan signifikan Kemampuan akademiknya sehingga kita tidak perlu melakukan uji lanjut sedangkan uji lanjut perlu kita lakukan di interaksi karena sesuai hasil ancova Teddy interaksinya signya kurang dari 0,05 caranya sama dengan melakukan perangkuman hasil uji lanjut di variabel bebas model pembelajaran ini kita perlu membuat kolom interaksi dahulu kemudian kita perlu mendata pretest dan posttest masing-masing interaksi kemudian kita hitung selisihnya kita hitung peningkatannya kemudian kita tulis rata terkoreksi nya dari tabel estimate kemudian kita tentukan notasinya dulu Hai contoh tabel yang telah saya hasilkan adalah ini untuk mengetahui secara lebih detail Bagaimana cara membuat tabel Stable di LSD yang interaksi sekali lagi silakan lihat tua Nova video saya membantu ia Nova saya juga telah membuat cara bagaimana cara membuat tabel Fauzi lanjut di interaksi Hai jadinya awalnya saya data interaksi interaksinya dari konvensional rendah kemudian konvensional tinggi PPL rendah PBL tinggi hingga kombinasi PBL TPS tinggi lalu saya datar rata pretest-posttest nyasar deviasinya juga saya hitung selisihnya dengan formula yang tadi saya hitung peningkatannya dengan formula yang tadi dan saya catat rata terkoreksi nya kemudian saya Urutkan rata terkoreksi yang paling rendah hingga yang paling tinggi sehingga urutan interaksinya pun berubah mengikuti urutan rata terkoreksi tersebut Hai kemudian kita tentukan notasi lcd-nya yang
Resume
Categories