Transcript
eyoDWiprDkc • Uji ANAKOVA Satu Jalur menggunakan SPSS, Uji Asumsi, serta uji Nonparametrik Penggantinya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0037_eyoDWiprDkc.txt
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi channel yang akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan statistika analisis data isu-isu pendidikan dan penelitian biologi dan ilmu pengetahuan lainnya pada video kali ini Mari kita mempelajari bagaimana caranya melakukan analisis one way uncova dengan menggunakan SPS S selain itu kita juga akan menghitung effectfek size ketika kita melakukan analisis ankova dan kita juga akan mencoba melihat Apakah hasil analisis kita perlu diuji lanjut atau tidak Dan kemudian kita juga akan mempelajari bagaimana caranya melakukan analisis nonparametrik pengganti oneway ankova yaitu quades Rang Analysis of covariance sama seperti biasanya Saya berasumsi bahwa kalian semua telah menginstal program SPSS di komputer atau laptop kalian masing-masing selain itu saya juga beranggapan bahwa kalian sudah familiar dengan menu-menu umum dan tampilan umum dari program SPSS pada video kali ini ada beberapa tujuan yang saya harapkan dapat tercapai ketika kalian telah menonton video ini hingga di bagian akhir yang yang pertama adalah kalian mampu menganalisis keterpenuhan asumsi sebelum uji oneway uncova dilakukan selanjutnya Kalian juga mampu melakukan uji one way uncova dengan menggunakan program SPSS saya harapkan Kalian juga dapat menghitung effectf size-nya dan melakukan analisis uji lanjut bila uji lanjut tersebut memang perlu dilakukan kemudian Kalian juga saya harapkan mampu melakukan uji Kuad Serang analisis of covarian sebagai uji nonparametrik ketika asumsi unkova tidak terpenuhi dan yang terakhir saya harapkan Kalian juga mampu menginformasikan atau melaporkan hasil analisis baik hasil analisis ankova asumsi-asumsinya effect size-nya ataupun hasil analisis non parametriknya yaitu quades Rang Analysis of covariance Sebelum kita belajar bagaimana caranya melakukan analisis ankova menggunakan SPSS Mari kita review sejenak Apa itu uji oneway ankova uji oneway ankova bisa juga kita kenal sebagai anakova sat jalur one way berarti satu jalur atau satu arah sedangkan ankova diartikan dalam bahasa Indonesia adalah anakova ankova sendiri merupakan singkatan dari analisis of covari sedangkan anakova disingkat atau merupakan singkatan dari analisis kovarian sehingga bila kita menjumpai skripsi yang menyatakan analisis datanya menggunakan anakova satu jalur sebenarnya analisis tersebut sama dengan one way ancova analisis ini digunakan untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan signifikan rerata di antara dua kelompok atau lebih yang tidak saling berkaitan analisis ini jadinya sama seperti oneway Anova namun ciri data yang dibutuhkan ketika data ingin dianalisis menggunakan ankova berbeda dengan Anova ciri data tersebut antara lain terdiri atas satu variabel bebas memiliki data kovariat kemudian memiliki dua kelompok data yang akan kita bandingkan atau bisa lebih dan memiliki satu variabel terikat Nah di sini perbedaannya dengan oneway Anova adalah keberadaan data covariat pada analisis varian atau Anova kita tidak membutuhkan data kovariat sedangkan pada ankova keberadaan data ini merupakan hal yang wajib apa itu data kovariat akan kita bahas di video ini namun di bagian selanjutnya nah berbeda juga dengan Anova yang kita gunakan adalah rerata kelompok pada ankova kita menentukan ada tidaknya perbedaan didasarkan pada adjusted Min atau dalam bahasa Indonesia rerata yang disesuaikan dengan kovariat Apa itu maksudnya adjustedement dan bagaimana bentuk dari adjust statement nanti akan kita lihat ketika kita telah melakukan analisis ankova menggunakan SPSS uji one way ankova jugaangap dapat dianggap sebagai perpanjangan dari oneway Anova namun Seperti yang saya katakan tadi melibatkan kovariat kova memungkinkan kita mengontrol secara statistik variabel ketiga variabel ketiga ini biasa juga kita kenal sebagai variabel perancu atau confounding variabel yang menurut kita akan mempengaruhi hasil kita Apa itu maksudnya misalkan saja kita melakukan penelitian pendidikan kita ingin membandingkan beberapa model pembelajaran yang menurut kita dapat mempengaruhi hasil belajar siswa misalkan saja kita membandingkan tiga kelas di ketiga kelas tersebut menggunakan model pembelajaran yang berbeda-beda misalkan model pembelajaran a b dan c karena kita akan melakukan penelitian eksperimen dan ranah penelitian eksperimen kita di bidang pendidikan maka kita akan berhadapan dengan siswa sebagai subjek penelitian kita dan kita tahu kita tidak bisa mengontrol kondisi awal dari setiap siswa yang kita libatkan di penelitian kita kita tidak bisa memandang seluruh siswa di setiap kelas memiliki kemampuan awal yang sama kita juga sadar kemampuan awal tersebut akan mempengaruhi kemampuan akhir setelah kita memberikan model Pajaran tertentu Oleh karena itu kemampuan awal ini kita posisikan sebagai kovariat yaitu data awal yang kita anggap sebagai variabel perancu yang mampu mempengaruhi capaian atau variabel trik dari siswa tadi Oleh karena itu data awal tadi kita kenal juga sebagai pretest dan kita istilahkan sebagai variabel covariat ketika kita melakukan analisis ankova kita akan membandingkan variabel trikat kita yang telah dikontrol oleh variabel kovariat tadi Oleh karena itu rerata yang kita gunakan untuk membandingkan dan menyimpulkan ada tidaknya perbedaan pengaruh signifikan adalah bukan rerata postes saja namun rerata postes yang telah dikontrol atau terkoreksi oleh rerata prites dan berikut adalah asumsiasumsi uji ankova yang perlu kita perhatikan sebelum data kita kita analisis menggunakan uji hipotesis ini yang pertama adalah variabel trikat berupa skala interval atau rasio Misalnya saja tes hasil belajar tadi Oleh karena itu ketika kita menggunakan SPSS kita pastikan measure dari data kita berupa skill selanjutnya variabel bebas berupa data kategoris yang membagi data menjadi minimal dua kelompok yang tidak saling berkaitan contoh kasus yang tadi kita memiliki tiga kelas sehingga kita memiliki tiga kelompok data ketika kita hanya memiliki dua kelas kita juga bisa menggunakan ankova ketika kita memiliki 10 kelas kita juga masih bisa menggunakan ankova Selain itu independensi observasi juga menjadi salah satu asumsi dari uji oneway ancova oleh karena itu perlu kita pasti bahwa satu subjek tidak akan mempengaruhi capaian subjek yang lain Siswa A tidak akan mempengaruhi capaian hasil belajar siswa B bahkan siswa C yang di luar kelas tersebut dan juga kita pastikan Siswa A hanya ada di kelas itu saja Siswa A bukan menjadi anggota di lebih dari salah satu kelas itu merupakan salah satu penjelasan Apa yang dimaksud dengan independensi observasi kemudian kita juga haruset ahui bahwa data kita tidak memiliki out layer yang sangat signifikan selanjutnya data kita khususnya residual data kita terdistribusi secara normal Oleh karena itu berbeda dengan uji t dan uji oneway Anova ketika Uji T khususnya Uji T berpasangan data yang Kita uji normalitasnya adalah data selisih antara selisih data kelompok 1 dengan kelompok du misalkan kita menggunakan satu kelas ada pretest ada post tes kemudian kita ingin melakukan uji t berpasangan maka data yang diuji normalitas adalah data selisih antara postes dengan pretest itu adalah kasus ketika kita menggunakan uji t berpasangan tetapi ketika kita menggunakan Anova yang diuji normalitas adalah setiap data di kelas atau di kelompok data kita misalkan kita meneliti lima kelas maka uji normalitas dilakukan lima kali yaitu setiap kelas dilakukan uji normalitas namun pada ankova data yang dianalisis bukan data selisih bukan pula data perkelompok melainkan residual dari data kita selanjutnya varian satu kelompok dengan kelompok lainnya harus homogen asumsi ini juga kita temukan ketika kita melakukan uji t tidak berpasangan maupun oneway dan Two Way annova kemudian kovariat harus berhubungan secara linear dengan variabel triikat kita bila kovariat kita pres dan variabel triikat kita adalah postes maka pretes dan postes harus memiliki hubungan yang linear dan keberadaan hubungan linear ini terjadi di setiap kelompok data kita Oleh karena itu bila kita memiliki tiga kelas maka linearitas ini terjadi di ketiga kelas tersebut dan terakhir kita juga harus menganalisis Apakah kemiringan garis regresi dari setiap hubungan tadi homogen Bila kita memiliki tiga kelompok data atau tiga kelas kita lihat apakah garis regresi yang dihasilkan oleh hubungan antara kovariat dan Variabel terikat di ketiga kelas tidak saling berpotongan alias homogen Selain Kita menganalisis Anova atau one way ankova kita juga perlu menghitung effect size-nya seperti di video video sebelumnya Ketika kita menganalisis Anova ankova ataupun UJ t kita akan memperoleh nilai signifikansi nilai signifikansi itu hanya dapat menginformasikan kepada kita Apakah perlakuan yang kita berikan memberikan pengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel trikat kita namun informasi itu hanya sebatas itu hanya keberadaan pengaruh Bila kita ingin mengetahui seberapa besar pengaruh yang dihasilkan maka kita perlu menghitung Effect size-nya dan saya tekankan lagi perbedaan dapat saja signifikan secara statistik namun bisa saja tidak terlalu mengesankan dalam artian lain bisa saja pengaruh kita bersifat nyata atau signifikan tetapi pengaruh tersebut tidaklah terl dan salah satu pengukuran Ses yang paling umum digunakan saat melakukan ankova adalah parsial it squ atau parsial Eta Square dan sama seperti Anova ketika kita melakukan ankova bisa saja kita harus melakukan uji lanjut atau pos tes pos tes dilakukan ketika hasil uji Anova maupunova jukkan adanya perbedaan signifikan di antara kelompok yang Kita uji bila kita menguji ketiga kelas dan hasil uji Anova maupun ankova menyatakan adanya perbedaan signifikan maka kita perlu melakukan uji lanjut dengan menggunakan uji lanjut kita akan mengetahui dan kita bisa menentukan kelompok mana saja yang saling berbeda signifikan satu sama lain Oleh karena itu bila kita menggunakan tiga kelas kita bisa mengetahui kelas mana saja yang berbeda signifikan dan kelas mana saja yang tidak berbeda signifikan namun perlu kita perhatikan hasil uji lanjut ini hanya dilakukan ketika kelompok yang dianalisis berjumlah lebih dari dua misalkan kita membandingkan dua kelas maka kita tidak perlu melakukan uji lanjut bila hasil SPSS menunjukkan adanya uji lanjut kita tidak perlu melihat hasilnya nya dan yang terakhir perbedaan bidang seringkiali menyebabkan perbedaan pilihan uji lanjut yang digunakan pada umumnya ketika kita melakukan penelitian di bidang pendidikan kita biasa menggunakan uji LSD atau Bahasa Indonesianya adalah bnt beda nyata terkecil dan ketika kita melakukan penelitian di pertanian peternakan atau bahkan kedokteran uji lanjut yang dipilih pun juga berbeda bisa dunken bisa Tuki atau bisa uji lanjut yang lain dan ketika asumsi data kita tidak memenuhi asumsi dari oneway ankova maka kita perlu melakukan analisis nonpametrik pengganti ankova yaitu Kuad Rang analisis of covarian seperti yang saya katakan tadi Kuad Serang analisis of covarian merupakan non parametrik yang digunakan untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan signifikan dua kelompok atau lebih yang tidak saling berkaitan dan analisis ini digunakan sebagai pengganti oneway ankova ketika distribusi data kita tidaklah normal oke Sekarang waktunya kita mencoba melakukan analisis one ancova menggunakan SPSS sebelum kita melakukan analis tersebut Anggap saja kita telah melakukan penelitian di suatu sekolah penelitian tersebut mengkaji pengaruh model pembelajaran kooperatif berbasis online terhadap literasi sains siswa SMA topik penelitian ini menarik untuk dilakukan khususnya di masa pandemi saat ini alasannya adalah pada masa pandemi saat ini seluruh pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh pembelajaran jarak jauh tersebut tentunya menggunakan berbagai platform online sehingga kita mengenal istilah pembelajaran daring atau dalam jaringan di sisi lain kita juga menyadari ternyata di situasi pandemi seperti saat ini ternyata masyarakat Indonesia banyak yang memiliki literasi sains yang kategorinya tidak tinggi Salah satu bukti yang kuat adalah banyak yang lebih mudah percaya terhadap teori-teori konspirasi daripada berbagai fakta dan konsep ilmiah yang ditemukan atau diinformasikan oleh para saintis hal tersebut merupakan salah satu indikasi rendahnya literasi sains masyarakat suatu negara Sekarang mari kita kembali ke data ini Nah di sini bisa kita lihat kita memiliki kolom inisial nama kemudian kelas pretest literasi sains dan postes literasi sains nah misalkan saja di kelas ini kita membandingkan berbagai model pembelajaran yang mungkin bisa meningkatkan literasi sains para siswa kemudian sebelum model pembelajaran tersebut kita lakukan kita melakukan pretes atau tes awal yang EE yang menggali literasi sains siswa sebelum model pembelajaran tersebut diterapkan di kelas masing-masing kemudian setelah model pembelajaran kita terapkan misal Selama 2 bulan kita memberikan tes akhir atau post tes literasi sains untuk memudahkan kita melakukan analisis mungkin label yang kita gunakan langsung kita gunakan nama-nama model pembelajaran tersebut kita lihat di sini ternyata kita melibatkan en kelas Oleh karena itu Mari kita labeli kelas-kelas tersebut dengan menggunakan nama-nama model pembelajaran yang berbeda-beda kita tulis Tuliskan di sisi kanan dari tabel Rekapitulasi data kita kita Tuliskan label kita beri label 1 ketika model pembelajarannya adalah problem Based Learning pembelajaran berbasis Masalah nomor du adalah TPS think perare nomor t adalah ciksau yang nomor EMP adalah remap yang kelima misalkan STAD dan yang keenam adalah inquiry Based Learning ini hanya permisalan saja namun bila kalian ingin memberi lab sesuai nama kelas tadi IPA 1 IPA 2 IPA 3 IPA 4 IPA 5 hingga IPA 6 juga tidak masalah misalkan saja ya labelnya satu adalah IPA 1 dua IPA 2 tiga ya IPA 3 4 IPA 4 5 IPA 5 dan yang terakhir label 6 adalah IPA 6 Oleh karena itu pemberian label merupakan hak prerogatif dari peneliti itu sendiri Terserah kalian Oke kolom kelas sudah beres sekarang kita lihat kolom prites dan postes ini merupakan hasil prites ini merupakan hasil postes yang sama-sama berupa skala interval karena data kita sudah siap Mari kita buka program SPSS kita setelah program SPSS kita buka maka seperti biasanya kita akan diarahkan ke data view sebelum ke data view Mari kita kembali mengklik variabel View di bagian kiri bawah di layar kalian Setelah kalian mengklik variabel View maka tampilannya akan berubah seperti ini selanjutnya Mari kita kecilkan window ini sehingga kita bisa melihat data di Excel kita tadi dengan cara Klik tombol Kotak di bagian kanan atas dari window dataset kita sekarang Mari kita tulis variabel-variabel di dalam penelitian kita tadi yang pertama adalah kelas Kemudian yang kedua pretest literasi sains misalkan kita singkat sebagai xls kemudian postes literasi sains kita singkat sebagai y LS kemudian di type dari data kita dari tab variabel kita kita tidak perlu mengubah apapun wid-nya juga tidak perlu kita ubah desimalsnya juga tidak perlu kita rubah sedangkan di label kita bisa melengkapi nama variabel kita xls adalah pretest literasi SS sedangkan yls adalah postes literasi sides di value yang perlu kita labeli hanyalah variabel pertama yaitu kelas Mari kita labeli kelas dengan mengarahkan kursor kita ke bagian kanan lalu Klik sekali menggunakan klik kiri sehingga kita akan memperoleh kotak dialog ini tadi ada enam label yaitu label IPA 1 hingga IPA 6 Oleh karena itu Mari kita labeli satu persatu value 1 adalah kelas IPA 1 atau kita langsung tulis IPA satu saja biar lebih mudah kemudian adalah IPA 2 kemudian value 3 adalah IPA 3 value 4 adalah IPA 4 value 5 adalah kelas IPA 5 dan yang terakhir value 6 labelnya adalah IPA 6 setelah kita memberi lapir dari keenam kelas kita mari kita Klik tombol Oke selanjutnya di kolom missing kita tidak perlu melakukan apa-apa begitu juga di kolom-kolom dan align pada kolom measure perlu kita identifikasi setiap variabel kita pada variabel kelas Mer kita berupa data nominal sedangkan pada pretest dan post test measure kita berupa scill Sekarang mari kita kembali ke tampilan dat view kemudian kita kembali ke Excel untuk meng-copy data yang telah kita rekap di program excel tersebut dengan cara memblok semua data kita dari atas hingga bawah Setelah terblok semua kita tekan ctrl c di keyboard kita masing-masing kemudian kita kembali ke data view di SPSS kita kita klik baris pertama kolom pertama lalu kita klik ctrl V atau kita tekan ctrl V di keyboard kita masing-masing dengan cara seperti itu kita telah menyalin data dari Excel ke SPSS kita sekarang Mari kita perbesar tampilan dari SPSS kita lagi dengan cara klik Kotak di bagian kanan atas program SPSS kita karena data sudah siap Mari kita save data ini terlebih dahulu dengan cara klik icon disket di bagian kanan atas dari program SPS kita masing-masing setelah kita Klik sekali tombol disket tersebut Sekarang waktunya kita mencari folder yang kita gunakan untuk menyimpan dataset kita ini misalkan saja saya gunakan folder one way uncova berikut lalu jangan lupa beri nama sesuai keinginan kita dengan mengganti file name dari untitle 1 menjadi nama yang kita inginkan misalkan saja data oneway ancova lalu kita perlu menekan tombol enter di keyboard kita masing-masing Faila data kita sudah tersave dan SPSS telah melaporkan operasi yang telah kita lakukan tersebut di bagian output yaitu save out file dan ini folder yang kita gunakan untuk men-save file dataset tersebut data kita sudah tersave Sekarang waktunya kita melakukan oneway uncova tapi ingat ada berbagai asumsi yang perlu kita cek ketika kita melakukan oneway Anova namun menariknya ketika kita akan melakukan uji asumsi sebaiknya kita melakukan uji oneway unkova dulu kemudian kita melakukan uji asumsi yang telah di perlu kita lakukan Kenapa karena beberapa uji asumsi telah include telah tergabung di dalam output ankova dan beberapa uji diasumsi menggunakan variabel baru di mana variabel baru tersebut baru bisa muncul ketika telah melakukan analisis oneway Anova agar tidak bingung Mari kita langsung praktikkan Bagaimana langkah secara lengkap menganalisis ankova beserta uji-uji asumsi yang kita butuhkan sekarang Mari kita lakukan analisis ankova secara bersama-sama yang pertama kita klik menu analy kemudian kita pilih menu general linear model lalu kita pilih Uni varariate pada dependent list kita pilih variabel triikat kita yaitu postes literasi sains sedangkan pada fix ftor kita masukkan variabel bebas kita yaitu variabel kelas hingga tahapan ini kita melakukan tahapan yang sama dengan ketika kita melakukan uji oneway annova namun ketika kita melakukan uji oneway unkova kita juga memiliki data kovariat yaitu variabel pretest variabel ini kita masukkan ke kolom kovariat dengan menggunakan klik tombol panah berikut setelah itu yang perlu kita lakukan adalah kita pergi ke arah kanan di sini ada berbagai menu yang perlu kita ubah yang pertama kita klik menu SH setelah menu save kita tekan Maka akan muncul kotak dialog univarie.2 save Mari kita centang data residual khususnya pada tulisan unstandarized kita klik kiri sekali sehingga muncul centang di bagian kotak kiri tulisan unstandarized nah langkah ini kita gunakan untuk mendapatkan variabel baru yaitu variabel data residual dan data residual inilah yang nanti akan kita lakukan uji normalitasnya kemudian Mari kita Klik tombol continue selanjutnya kita Klik tombol option pada tombol option kita pindahkan kelas ke kotak display min4 dengan cara mengklik tanda panah ini setelah itu jangan lupa centang compare mind effect sehingga LSD Kung non tidak perlu kita ubah tetap lsdung non pada kotak display di bagian bawah Mari kita centang desriptive statistick homogenity test dan estimat of effect size saya ingatkan lagi seperti di video-video sebelumnya pada beberapa versi SPSS yang lebih tinggi menu estimate Marginal means terpisah dengan menu option Oleh karena itu pada kalian yang menggunakan SPSS yang lebih tinggi klik save klik option dan klik em minans save kalian klik untuk mencentang unstandarage residual option kalian klik untuk mencentang descriptive statistic estimate of effect size dan homogenity test dan em means kalian klik untuk memindahkan kelas dari kolom Kiri Ke kolom kanan dan mencentang compare main effects setelah itu Klik tombol continue kemudian kita Klik tombol Oke setelah kita Klik tombol Oke maka secara otomatis di Window output kita akan disajikan output analisis ankova yang telah kita lakukan di sini ada berbagai tabel dan beberapa tabel penting yang perlu kita baca yang pertama adalah tabel leent test equality of error variance ini merupakan hasil uji homogenitas kita ketika nilai sig-nya di atas 0,05 maka data keenam kelas kita homogen namun bila kurang dari 0,05 maka data keenam kelas yang kita gunakan untuk analisis kali ini tidaklah homogen karena nilai sig-nya 0,476 dan 0,476 jauh di atas 0,05 maka kita simpulkan bahwa data yang kita analisis kali ini bersifat homogen satu kelas dengan kelas yang lainnya sehingga asumsi homogenitas terpenuhi di contoh data yang kita gunakan ini tabel selanjutnya yang perlu kita baca adalah tabel test of Bwin subject effect yang letaknya persis di bawah tabel evenent test ini merupakan tabel rangkuman uji one way ankova yang telah kita lakukan yang perlu kita baca adalah baris kelas kelas sendiri merupakan variabel bebas kita tadi beberapa angka yang perlu kita baca adalah DF dari kelas kemudian nilai F Hitung dari kelas nilai Sig dari kelas dan parsial et Square dari kelas selain itu jangan lupa juga baca DF dari error atau galat namun yang menjadi dasar kesimpulan kita adalah nilai Sig dari kelas tersebut bila nilai sig-nya kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan ada perbedaan signifikan literasi sains satu kelas dengan kelas yang lain namun bila di atas 0,05 maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan literasi sains dari keenam kelas yang kita analisis pada contoh analisis yang kita lakukan bersama ini ternyata nilai sigiknya 0,07 0,07 lebih besar dari 0,05 sehingga kita simpulkan literasi sains keenam kelas IPA tadi tidak berbeda signifikan bila tidak berbeda signifikan kita tidak perlu melihat tabel uji lanjut yang dihasilkan Meskipun tidak kan karena kita telah memberi perintah kepada SPSS untuk melakukan LSD maka tabel LSD pun tetap muncul di bagian bawah lebih tepatnya di tabel parways comparison namun Seperti yang saya katakan tadi karena nilai sik-nya di atas 0,05 kita tidak perlu membaca dan memberi notasi berdasarkan hasil uji LSD ini di sisi lain di atas tabel powerways comparison ada tabel estimates nah di tabel estimat ini ada kolom Min dan Min atau rerata dari keenam kelas tersebut memiliki notasi A di bagian kanannya dan bila kita lihat keterangan di bawah tabel tersebut kita dapat melihat bahwa rerata yang muncul di sini bukanlah rerata Variabel terikat kita yaitu data postes melainkan rata Variabel terikat yang telah terkoreksi oleh variabel kovariat kita Al as rerata yang dimunculkan di sini adalah rerata postes yang sudah dikoreksi oleh rerata pretest inilah yang dikenal sebagai rerata terkoreksi atau adjusted mean ini yang juga perlu kita informasikan ketika kita melaporkan hasil analisis kita sampai sini kita telah melakukan uji homogenitas sekaligus uji oneway ankova Namun kita juga perlu melakukan uji asumsi yang lain Sekarang mari kita kembali ke data kita lagi di SPSS dengan cara memilih kotak data oneway ankova berikut nah bila kita ingat tadi kita hanya memiliki tiga variabel yaitu kelas sebagai variabel bebas kita xls sebagai kovariat kita dan yls sebagai dependent variabel kita atau Variabel terikat kita namun kali ini kita memiliki data atau variabel baru yaitu r_1 dan di sini ada keterangan residual for yls inilah merupakan data residual dari dependent list kita dan data inilah yang akan kita analisis menggunakan uji normalitas caranya bagaimana pertama kita klik menu analyze setelah kita klik menu analy kita pilih descriptive statistics setelah statik kita pilih kita pilih menu explore setelah kotak explore keluar Mari kita pindahkan variabel residual fors ke kotak dependent list dengan cara klik tanda panah berikut kemudian kita klik menu plots di bagian kanan dari kotak dialog explore ini setelah kotak explore2 plot Keluar kita pilih box plotnya n kemudian deskriptifnya kita hilangkan centang pada stem and Lif dan terakhir kita centang normality plot with test setelah tiga langkah itu kita lakukan kita Klik tombol continue kemudian kita klik oke Setelah itu kita tunggu hasil analisis normalitas pada data residual tersebut Nah berikut merupakan hasil dari analisis yang telah kita lakukan dan kita bisa langsung melihat tabel hasil normalitas dengan memilih tulisan test of normality di sisi kiri layar kita dan di sisi kanan langsung mengarahkan ke tabel yang kita inginkan tersebut di sini kita bisa melihat dua uji normalitas yaitu kolmokorov semirov dan sapirok kita pilih salah satu namun pada saat ini coba kita baca keduanya sama seperti homogenitas ketika P value atau signya di atas 0,05 maka nilai atau data kita terdistribusi secara normal namun bila signya kurang dari 0,05 maka data kita tidak terdistribusi secara normal dan di sini kita lihat nilai Sig dari kolmogorov sumirnov adalah 0,200 sedangkan Sig dari uji sapirowiik adalah 0,664 kedua angka ini jauh di atas 0,05 sehingga dapat kita simpulkan baik menggunakan kolmogorov smirnov maupun sapirowiik data kita terdistribusi secara normal Data apa Data residual Oleh karena itu asumsi residual data kita terdistribusi normal telah terpenuhi asumsi lain yang perlu kita Analisis adalah keadaan linearitas antara Variabel terikat kita dengan data kovariat kita di masing-masing kelas untuk menganalisis asumsi tersebut kita membutuhkan grafik khususnya grafik plot Bagaimana cara mengeluarkannya dan bagaimana caranya agar grafik tersebut muncul per kelas bukan muncul menjadi satu berikut langkah-langkahnya yang pertama kita perlu men-split output kita karena kita membutuhkan output yang terpisah satu kelas dengan kelas yang lain caranya kita pilih menu data kemudian kita pilih menu split file kemudian kita pilih compare groups lalu kelas kita masukkan ke kolom group bas on semua langkah tersebut harus kita lakukan dan setiap langkah tersebut harus kita lakukan secara teliti Setelah itu kita Klik tombol Oke sehingga di output akan dilaporkan di bagian logs split file layer by class setelah itu Mari kita buat skatterer plot untuk menganalisis linearitas antara data Variabel terikat dengan covariat masing-masing kelas caranya bagaimana klik grabs kemudian pilih menu Legacy dialog kemudian kita pilih skater G dot skater Gar Mir dot kita klik kiri sekali sehingga akan muncul kotak dialog kecil ini dan kotak dialog kecil itu bernama skater Gar dot kita klik simple skater setelah simple skater kita klik kita Klik tombol define setelah tombol define kita klik kita akan memperoleh kotak dialog simple skatterer plot pada y- Ais kita masukkan Variabel terikat kita yaitu postes literasi sains caranya dengan menekan postes literasi sains kemudian menekan panah berikut kemudian di x Ais kita masukkan data covariat kita Oleh karena itu Mari kita klik data pretest literasi sains kemudian kita tekan tanda panah di samping xxis setelah dua langkah ini kita lakukan pilih menu atau tombol Oke dan klik kiri sekali setelah langkah-langkah tersebut dilakukan maka SPSS akan membuatkan skatterer plot dari keenam kelas kita nah ber merupakan hasilnya ini merupakan skaterp dari kelas IPA 1 yang ini IPA 2 ini IPA 3 dan seterusnya hingga IPA 6 bagaimana cara menganalisisnya bagaimana cara menentukannya apakah terjadi linearitas atau tidak Kita lihat sebaran titik-titik ini ini merupakan prites literasi sains alias kovariat kita sedangkan yang y adalah poes atau depend list kita bila kita lihat semakin besar pritesnya maka semakin besar pula postesnya sehingga titik-titiknya memiliki kecenderungan garis lurus ke arah pojok kanan atas bila skater plot yang kita hasilkan bisa memperlihatkan garis lurus seperti itu maka linearitas terjadi dan kita lihat dari keenam kelas ini meskipun ee titik-titiknya sedikit tersebar namun kecenderungan munculnya garis lurus tetap ada Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa data-data kita memiliki linearitas antara prites dengan postes sehingga dapat kita simpulkan linearitas antara Variabel terikat dengan kovariat dari keenam kelas terpenuhi setelah itu Mari kita lakukan uji asumsi untuk asumsi yang terakhir yaitu homogenitas garis regresi dari keenam kelas yang kita miliki caranya bagaimana sekarang Mari kita kembalikan data kita agar tidak displit lagi kita klik menu data kemudian kita pilih split file lagi kemudian kita pilih analyze all cases do not creat groups setelah itu Mari kita Klik tombol oke Oleh karena itu di bagian output khususnya di tulisan log akan tertera tulisan split file off yang berarti split file kita telah dimatikan Sekarang waktunya kita melakukan analisis homogenitas garis regresi keenam kelas kita caranya sama dengan ketika kita melakukan uji ankova di awal namun ada beberapa modifikasi yaitu yang pertama kita klik analyze kemudian kita pilih general linear model lagi kemudian kita pilih menu univariate tampilannya tetap seperti ini dependent variabelnya tetap postest fix factornya tetap kelas dan covariate-nya tetap pretest literasi sains Namun kita perlu memilih menu model di bagian kanan kita Klik sekali Kemudian pada spesifi model kita pilih custom setelah kita klik custom akan muncul dua kotak ini di bagian kiri ada kotak Factor and covariat sedangkan di bagian kanan ada kotak model sedangkan di bagian tengah di antara kedua kotak tersebut ada menu buitem yang pertama yang perlu kita lakukan adalah type dari buitem kita ubah yang awalnya Interaction kita Ubah menjadi mind effect caranya kita klik bagian segitiga arah bawah di sisi kanan Interaction kita klik kiri sekali sehingga muncul menu-menu ini kita pilih mind effects setelah main effect kita pilih kita pindahkan kelas ke kotak model dengan cara klik tanda panah kemudian kita juga pindahkan pretest kita atau xls kita yang merupakan covariat dari analisis kita ke kanan juga dengan klik tanda panah berikut setelah itu type kita ubah lagi menjadi Interaction setelah Interaction kita pilih kita tekan kelas dan xls secara sekaligus caranya bagaimana kita tekan kelas terlebih dahulu kemudian di keyboard kita tekan shift tanpa kita lepas kemudian kita tek dan xls baru kita lepas tombol Shift di keyboard kita Oleh karena itu baik kelas maupun xls terblok keduanya setelah keduanya terblok kita pindahkan secara bersama-sama menggunakan anak panah ini sehingga muncul di kotak model kelas bintang xls Setelah itu kita klik continue kemudian Langkah terakhir kita pilih tombol oke setelah tombol Oke dilakukan maka muncul berbagai analisis atau berbagai tabel output dan ingat kita hanya ingin tahu apakah ada homogenitas antara garis-garis regresi dari keenam kelas tadi Oleh karena itu yang perlu kita lihat hanyalah tabel test of Bwin subject effect sedangkan tabel-tabel yang lain kita hiraukan Bagaimana pengambilan keputusannya apakah homogen atau tidak Kita lihat berdasarkan nilai S dari X dari kelas ya jadinya yang kita lihat adalah interaksinya kelas bintang xls bukan kelas bukan xls tetapi di baris kelas bintang xls mohon maaf tadi ya salah ya Nah kita lihat S dari interaksi kelas bintang xls adalah sebesar 0,623 prinsip pembacaan hasil analisisnya sama dengan pembacaan hasil uji livin ketika sig-nya di atas 0,05 dapat kita simpulkan homogen sedangkan kalau di bawah 0,05 maka tidak homogen di sini kita lihat di baris interaksi kelas Bintang xls ternyata signya 0,623 angka ini jauh di atas 0,05 sehingga kita simpulkan regresi kovariat dengan Variabel terikat di masing-masing kelas bersifat homogen dengan demikian asumsi terakhir untuk pengujian oneway ankova terpenuhi dan ketika kita nanti melaporkan kita harus melapor uji asumsinya satu persatu terlebih dahulu baru Setelah itu kita laporkan uji ankovanya Oleh karena itu meski kita melakukan analisisnya terbalik ankova dulu baru asumsi-asumsinya ketika kita pelaporan harus sesuai aturan kita laporkan asumsi-asumsinya dahulu baru yang terakhir adalah ankova dan uji lanjutnya bila uji lanjut tersebut memang dibutuhkan kita melakukan analisis ankova yang parametrik namun Bagaimana bila kita menemui kasus ternyata datanya tidak normal sehingga data tersebut tidak bisa dianalisis menggunakan ankova pada kasus tersebut kita perlu mengalihkan analisis kita ke nonparametrik pengganti one way ancova parametrik yaitu analisis kuaderang analisis of covarians sebetulnya di menu defult dari SPSS kita tidak bisa melakukan analisis kuaderang analisis of covariance tetapi dengan meng kombinasikan beberapa analisis kita bisa memperoleh angka yang kita butuhkan untuk melaporkan hasil uji quad rank analisis of covariance prinsip analisis ini adalah menguji beda data peringkat atau data rank Oleh karena itu di langkah pertama kita adalah kita harus memperingkatkan data variabel trikat kita begitu pula data kovariat kita caranya bagaimana kita pilih transform kemudian kita pilih menu rank cases kemudian setelah kita klik menu rank cases kita akan mendapatkan kotak rank cases kemudian kita pindahkan pretest ke kotak variabel kita juga Pindah postes ke kotak variabel tersebut sehingga di kotak variabel telah memuat data kovariat kita maupun data Variabel terikat kita kemudian assign rank one two tetap smallest value yang berarti kita peringkatkan dari yang terkecil hingga tertinggi atau terbesar Setelah itu kita klik oke di bagian output SPSS akan melaporkan telah memperingkatkan data xls maupun yls dan ketika kita kembali ke data kita di sini akan muncul dua variabel baru yaitu rxls dan ryls yang dibagian label ada keterangannya di sini rank atau peringkat untuk xls dan yang yang kedua adalah rank atau peringkat untuk yls variabel trikat kita Langkah kedua adalah kita melakukan analisis regresi caranya bagaimana kita klik analyze kemudian kita pilih regression lalu kita pilih menu linier pada analisis regresi ini kita melakukan regresi antara peringkat atau data rank kovariat terhadap data rank Variabel terikat kita Oleh karena itu pada kolom dependen kita perlu mengisi rank dan dari dependent list kita yaitu rank of yls ini rank of yls kita klik kemudian kita klik tanda panah berikut setelah itu pada kotak independen kita isi peringkat dari data kovariat kita Oleh karena itu rank of xsls kita pindahkan ke kotak independen setelah tampilannya seperti ini Mari kita Klik tombol Oke sehingga di bagian output akan menginformasikan analisis yang telah kita lakukan namun tabel-tabel ini sekali lagi tidak akan kita baca Langkah terakhir yaitu Langkah ketiga untuk mendapatkan angka quadrat of analisis of covariance adalah kita klik analyze lagi kemudian kita pilih compare means kemudian kita pilih menu one way [Musik] Anova pada kotak dependen list kita masukkan Oh mohon maaf ada satu langkah terakhir yang biasa kita lupakan ya jadinya kita kembali lagi kita cancel lagi kita lakukan regresi seperti tadi kita anggap regresi yang pertama tadi salah ya jadinya kita klik analyze lagi kemudian kita pilih regression kemudian kita klik linear kita ulang lagi ya dependennya tetap rank of S dan di sini tetap rank of xls kemudian ada satu langkah yang saya lupakan kita perlu mengklik menu save nah ketika kita klik menu save akan muncul kotak linear regression save dan lagi-lagi perlu kita centang unstandarized pada kotak residual oke ya unstandar kita centang kemudian kita Klik tombol new selanjutnya kita tekan oke sehingga sekali lagi muncul analisis regresi dan tidak perlu kita baca semua tabel yang dihasilkan oleh SPSS tersebut dan langkah ketiga Langkah terakhir adalah kita melakukan uji Anova terhadap data residual tadi caranya kita klik analyze kemudian kita pilih compare means kemudian kita pilih One Way Anova pada kotak dependent list merupakan Variabel terikat kita dan Variabel terikat baru kita adalah unstandariz residual ini data residual yang kita hasilkan dari langkah analisis regresi tadi data unstandaris residual ini kita masukkan ke kolom dependent list Kemudian pada faktor kita masukkan variabel bebas kita yaitu kelas kelas kita pindahkan ke kolom faktor Kemudian pada kotak menu pos Hok kita klik dan kita pilih LSD sebagai jaga-jaga kalau ternyata hasil kuaderang analisis of covarian menyampaikan bahwa uji lanjut perlu dilakukan kemudian kita klik continue lalu pada bagian option juga kita klik kita centang menu deskriptif setelah menu deskriptif kita centang kita Klik tombol continue Setelah itu kita Klik tombol Oke sehingga akan muncul tabel Anova tabel Anova inilah merupakan tabel rangkuman hasil uji quaderan Analysis of covariance cara pembacaannya pun sama dengan Anova dan ankova yaitu didasarkan pada nilai sig-nya bila nilai sig-nya kurang dari 0,05 tidak ada perbedaan signifikan Mohon maaf bila kurang dari 0,05 ada perbedaan signifikan bila lebih besar dari 0,05 maka tidak ada perbedaan signifikan ya nilai sik yang kita lihat adalah di baris between groups di sini nilai sig-nya adalah 0,078 0,078 itu di atas 0,05 maka kita simpulkan berdasar hasil uji kuaderang analisis of covarians data literasi sains keenam kelas tadi tidak berbeda signifikan sehingga uji lanjut tidak perlu dilakukan namun ketika uji lanjut memang perlu dilakukan misalnya ketika nilai sig-nya kurang dari 0,05 kita tinggal melihat di tabel multiple comparison dan kita baca tabel ini dan kita rangkum menjadi tabel rangkuman yang memuat notasi LSD Sekali lagi saya sampaikan jadinya ada tiga langkah untuk melakukan quaderan analisis of covariance yang pertama kita peringkatkan data Variabel terikat dan data covariat kita kemudian kita lakukan regresi variabel antara variabel rank data terikat dan variabel rank data kovariat namun jangan lupa kita save residualnya khususnya unstandarized residual setelah langkah dua analisis regresi dilakukan kita melakukan langkah tiga yaitu melakukan analisis Anova pada analisis Anova variabel terikatnya adalah residual yang dihasilkan dari analisis regresi di Langkah kedua dan variabel bebasnya tetap dengan variabel bebas penelitian kita pada contoh kasus penelitian ini adalah data kelas pada contoh tutorial ini data kita sama-sama tidak menunjukkan ada perbedaan signifikan baik ketika kita melakukan uji one way unkova yang parametrik maupun uji non parametriknya yaitu kuaderang analisis of covariance Oleh karena itu kita tidak perlu melakukan pemberian notasi LSD bagi kalian yang tidak tahu atau tidak paham caranya mengubah tabel LSD di output SPSS menjadi tabel LSD yang ramah pembaca dan sesuai perintah di laporan silakan lihat di video saya sebelumnya yang membahas oneway Anova maupun 2 Anova di kedua video tersebut saya telah memberitahu cara merangkum tabel ini menjadi tabel rangkuman dan bagaimana cara mengeluarkan notasi lsd-nya namun kalau kalian ingin mempelajari ankova lebih lanjut Kalian juga bisa melihat saya selanjutnya ketika membahas two ankova pada tutorial two ankova kita juga akan melakukan uji LSD dan memberi notasi LSD di hasil uji LSD yang dikeluarkan oleh SPSS Oke kita telah melakukan analisis oneway ankova kita juga telah melakukan analisis berbagai uji asumsi sebelum ankova dilakukan dan kali ini kita perlu melaporkan seluruh hasil analisis yang telah kita lakukan baik uji asumsinya maupun uji hipotesisnya yang pertama kita perlu laporkan adalah hasil uji normalitas data residual kita ini merupakan tabel hasil uji normalitas yang telah kita lakukan secara bersama tadi ada dua uji yang ditampilkan yaitu kolmogorov smirnov dan sapirovik kita cukup memilih salah satunya misalkan saja kita pilih hasil uji kolmogorov smirno maka kita bisa membaca hasil tersebut seperti ini hasil uji kolmogorov suirnov menginformasikan bahwa residual data literasi sains terdistribusi normal kemudian kita informasikan angka-angka pentingnya df-nya kita sampaikan kemudian statistiknya kita sampaikan juga signya pun kita sampaikan dan saya ingatkan lagi sol simbol D kital ini merupakan perwakilan dari kolmogorov smirnov ya kemudian dalam kurungnya merupakan derajat bebasnya kemudian D = 0,055 0,055 merupakan angka kolmogorov smirnovnya dan Pi 0,2000,200 adalah P value atau nilai sig-nya nilai Sig inilah yang menjadi penentu apakah data kita Normal atau tidak karena 0,200 di atas 0,05 maka data residual kita terdistribusi normal dan asumsi normalitas terpenuhi selanjutnya yang perlu kita baca adalah hasil uji homogenitas kita menggunakan evenent test dan ini merupakan tabel hasil uji homogenitas yang kita peroleh secara bersama ketika kita melakukan analisis sebelumnya kita bisa membaca hasil ini seperti ini hasil uji leen menginformasikan bahwa varians data literasi sains satu kelas dengan kelas lainnya homogen f5,114 = 0,912p = 0,476 5 dan 114 merupakan df1 dan df2 atau derajat bebas 1 dan derajat Bebas 2 0,912 merupakan nilai F hitung alias nilai yang dihasilkan dari uji liven sedangkan P value merupakan nilai S yang menjadi dasar kita mengambil keputusan apakah anya homogen atau tidak bila di atas 0,05 dikatakan homogen dan bila kurang dari 0,05 maka data kita tidak homogen selanjutnya yang perlu kita baca adalah Keberadaan linearitas antara data kovariat dan data Variabel terikat kita karena kita memiliki en kelas maka ada linearitas yang berjumlah 6 satu Line satu kelas dan kita membacanya berdasarkan grafik skatterer plot yang telah kita hasilkan ketika kita melakukan analisis sebelumnya dari sini bisa kita baca di setiap kelas data pretest linear terhadap data postes literasi sains atau dalam kalimat lain bisa kita sampaikan di setiap kelas data kovariat linearitas atau linear terhadap data Variabel terikat dan asumsi selanjutnya yang perlu kita baca adalah asumsi homogenitas garis regresi keenam kelas kita membacanya seperti ini kemiringan regresi data pretest dengan data postes literasi sains antara satu kelas dengan kelas lainnya bersifat homogen angka-angka ini kita peroleh dari baris interaksi yaitu baris kelas bintang xls kita laporkan df1-nya 5 kemudian DF galat atau DF errornya 108 kemudian nilai f-nya 0,703 sedangkan Pi value atau nilai sig-nya adalah sebesar 0,623 sama seperti uji homogenitas sebelumnya Ketika pi-nya di atas 0,05 dapat kita simpilkan asumsi homogenitas terpenuhi namun bila pi-nya kurang dari 0,05 maka asumsi homogenitas tidak terpenuhi setelah uji-uji asumsi kita baca sekarang waktunya kita membaca hasil uji hipotesis kita yaitu hasil uji one way ankova cara pembacaannya seperti ini hasil uji one way ankova menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan literasi sains antara satu kelas dengan kelas lainnya dengan mengontrol literasi sains awal para siswa kemudian kita sampaikan nilai-nilai statistik pentingnya kita sampaikan df1-nya sebesar 5 df2 yaitu DF galat atau errornya sebesar 113 kemudian F hitungnya sebesar 2,105 kemudian Pi value atau sig-nya sebesar 0,070 dan parsial Eta square-nya sebesar 0,085 pengambilan keputusan tidak ada perbedaan signifikan didasarkan pada nilai P value yang ternyata di atas 0,05 namun bila P value kalian kurang dari 0,05 maka kesimpulan Kalian ada perbedaan signifikan dan di sini kita lihat cara pembacaannya sedikit berbeda dengan oneway Anova pada oneway ankova di sini kita tekankan di bagian akhir kalimat kita tambahkan frasa dengan mengontrol literasi sains awal para siswa kalau kita melapor one way Anova kita cukup menyampaikan hasil uji one way Anova menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan literasi sains antara satu kelas dengan kelas lainnya titik Namun karena ini ankova kita tambahkan informasi dengan mengontrol literasi sains awal para siswa pengontrolannya dibuktikan dengan variabel kovariat kita Oleh karena itu sebelum kita melakukan uji oneway ankova kita pastikan kita telah memiliki data awal data awal tersebut bisa berupa data pretes atau data tes awal sebelum perlakuan kita berikan ke masing-masing kelas selain oneway ankova kita tadi juga mensimulasikan ketika kita ingin melakukan analisis nonpametrik pengganti oneway ankova ini yaitu hasil yaitu uji quaderang analisis of covariance namun sebelum menginformasikan quaderang analisis of covariance kita juga perlu menyampaikan rerata terkoreksi dari hasil uji one way ankova yang telah kita lakukan karena tadi P value-nya di atas 0,05 kita tidak perlu melakukan uji lanjut Namun karena oneway unkova didasarkan pada rata terkoreksi maka rerata terkoreksi masing-masing kelas tetap kita laporkan kepada para pembaca meskipun kita tidak memberi notasi LSD nah ini merupakan contoh tabel Bagaimana caranya kita melaporkan rerata terkoreksi setelah ankova kita lakukan dari tabel sini terdapat beberapa komponen yang perlu kita sampaikan yang pertama adalah kelas tentunya kelas ya kemudian pretest dan post test yang terdiri atas Min atau rerata dan SD atau standard deviasinya kemudian selisih selisih di sini adalah selisih antara postes dan pretes kemudian peningkatannya jadinya peningkatan skor dari pretest menuju postes dan yang terakhir adalah rerata terkoreksinya setelah semua angka tersebut dijadikan satu Urutkan urutan kelas berdasarkan rata terkorek ya dari rata terkoreksi terkecil hingga terbesar di sini yang terkecil adalah IPA 4 dan yang terbesar adalah IPA 1 lalu Bagaimana cara menggunakan tabel ini bagaimana cara membuat tabel ini bagaimana menghitung selisih dan menghitung peningkatan dan bagaimana menentukan rerata terkoreksi dari masing-masing kelas ini akan dibahas di video selanjutnya Ketika saya membahas two way ankova di video Two ankova Saya akan memberitahu caranya menghitung selisih dan peningkatan dan menentukan rerata terkoreksi masing-masing perlakuan Oleh karena itu jangan lupa lihat juga video saya terkait tue ankova nah one way unkova sudah beres Sekarang mari kita baca kuadang analisis of covarian ini merupakan tabel rangkuman kuadarang analisis of covarian yang telah kita hasilkan di analisis sebelumnya cara membacanya bisa seperti ini hasil uji Kuad Serang analisis of vararians menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan literasi sains antara satu kelas dengan kelas lainnya dengan mengontrol literasi sains awal para siswa kemudian kita sampaikan nilai-nilai pentingnya yang pertama kita Tuliskan DF pertamanya yaitu 5 kemudian DF kedua asdf galatnya 114 kemudian F hitungnya 2,045 dan P value atau sig-nya yaitu sebesar 0,078 sama seperti Onew ankova tadi bila P value kurang dari 05 artinya ada perbedaan signifikan namun bila P value-nya di atas 0,05 seperti pada contoh kasus ini maka tidak ada perbedaan signifikan Nah demikian cara pembacaannya pada video kali ini kita telah melakukan analisis one way ankova menghitung effect size-nya melihat Apakah analisis perlu dilakukan uji lanjut atau tidak dan melakukan analisis quades rank analisis of covariance pada video selanjutnya saya akan membahas tue ankova sekaligus bagaimana cara memberikan notasi LSD Bagaimana caranya menghitung peningkatan dan selisih dan bagaimana caranya menentukan rerata terkoreksi atau adjusted Me dari setiap perlakuan Oleh karena itu stay tune in my channel ensiklopedia Ahmad Fauzi dan saya akhiri video kali ini asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh