Transcript
J_ua5YwJO3I • Uji ANAVA Satu Jalur menggunakan SPSS, Uji Asumsi, serta uji Non Parametrik Penggantinya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0035_J_ua5YwJO3I.txt
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi pada video kali ini kita akan mempelajari salah satu analisis di statistika inferensia bila di video Sebelumnya kita telah mempelajari UJ t di video kali ini kita akan mempelajari bagaimana caranya melakukan analisis oneway Anova S belajar menganalisis oneway Anova kita juga akan belajar menghitung effectek size-nya Selain itu uji lanjut yang dilakukan setelah oneway Anova diselesaikan juga akan kita pelajari di video kali ini dan terakhir kita juga akan mempelajari analisis nonparametrik pengganti oneway Anova yaitu cruscle Wallis test tentunya dengan menggunakan SPSS seperti video-vide Sebelumnya saya berharap kalian semua sudah menginstal program SPSS di komputer atau laptop kalian masing-masing selain itu saya juga berasumsi bahwa kalian telah memahami tampilan umum SPSS tersebut tujuan saya membuat video kali ini adalah agar kalian mampu menganalisis keterpenuhan asumsi sebelum uji oneway Anova dilakukan Selain itu Kalian juga saya harapkan mampu melakukan uji oneway Anova dengan menggunakan SPSS kemudian Kalian juga dapat menentukan effectf size-nya dan Kalian juga diharapkan mampu melakukan analisis uji lanjut setelah oneway Anova dilakukan seperti di video Sebelumnya saya juga berharap kalian mampu melakukan analisis nonpametrik pengganti oneway Anova yaitu cruscal Wallis its test ketika distribusi data kalian tidak normal sehingga asumsi oneway Anova tidak terpenuhi dan yang terakhir Saya harap kalian mampu melaporkan hasil analisis baik analisis oneway Anova maupun cruscal Wallis test sebelumnya kita merreview sejenak terkait oneway Anova nama lain oneway Anova adalah anfa satu jalur Oleh karena itu bila kita membaca skripsi tesis disertasi atau artikel ilmiah lain kita Terkadang juga menemukan istilah anafa satu jalur ini merupakan istilah bahasa Indonesianya anava merupakan singkatan dari analisis varians sedangkan bahasa Inggrisnya adalah analy of variance sehingga disingkat sebagai Anova satu jalur nya diubah menjadi one way sehingga Nama lengkapnya adalah oneway Anova oneway Anova digunakan untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan signifikan rerata di antara dua kelompok atau lebih yang tidak saling berkaitan berbeda dengan uji t sebelumnya yang hanya mampu digunakan untuk menganalisis dua kelompok saja ciri data yang dapat digunakan untuk di menggunakan oneway Anova adalah terdiri atas satu variabel bebas dan data tersebut terbagi menjadi minimal dua kelompok sehingga bisa dua kelompok ataupun lebih dari dua kelompok Selain itu analisis oneway Anova hanya bisa menganalisis data yang terdiri atas satu Variabel terikat asumsi-asumsi uji oneway Anova adalah seb berikut yang pertama variabel triikat berupa data skala interval atau rasio jadinya sama dengan uji t selanjutnya variabel bebas berupa data kategoris yang membagi data menjadi minimal dua kelompok yang tidak saling berkaitan independensi observasi pun menjadi asumsi uji oneway Anova kemudian ketidakhadiran outayer yang signifikan juga menjadi prasyarat data tersebut bisa dianalisis dengan oneway Anova atau tidak kemudian setiap kelompok memiliki data yang terdistribusi secara normal ingat data yang harus terdistribusi secara normal adalah setiap kelompok bila kita membandingkan atau menganalisis dua kelompok maka kedua kelompok tersebut harus dianalisis normalitasnya sendiri-sendiri bagi ituu pula bila jumlah kelompok data kita ada 3 4 5 10 20 atau hingga puluhan lainnya maka uji normalitasnya pun juga berjumlah sama dengan data yang kita miliki Dan Yang Terakhir varian satu kelompok dengan kelompok lainnya harus homogen Oleh karena itu bila kita menganalisis lima kelompok maka kelima kelompok tersebut harus memiliki varians yang tidak berbeda sik ikan selain menghitung signifikansi dari Anova Kita juga harus menghitung effect size ketika kita menganalisis menggunakan one way Anova Kenapa karena signifikansi statistik hanya mampu menyampaikan pada kita ada tidaknya pengaruh suatu Perlakuan di sisi lain e size bisa menginformasikan seapa besar pengaruh yang di dihasilkan perbedaan dapat saja signifikan secara statistik namun bisa saja tidak terlalu mengesankan misalnya hasil analisis anava menyatakan bahwa ada perbedaan yang nyata tetapi bisa saja pengaruh dari perlakuan tidak terlalu besar dan salah satu pengukuran eekes yang paling umum dan sudah kita pelajari di video Uji adalah kohens tesoh sedangkan pada Anova kita akan mempelajari e size yang lain yaitu parsial Eta Square setelah e Ses dihitung maka kita juga perlu melakukan uji lanjut uji lanjut kita kenal juga sebagai pos Hog test uji lanjut dilakukan ketika hasil uji Anova menunjukkan adanya perbedaan signifikan di antara kelompok yang Kita uji uji lanjut digunakan untuk menentukan kelompok mana saja yang saling berbeda signifikan satu sama lain misalkan kita memiliki en kelompok data yang kita analisis lalu hasil uji Anova menyimpulkan adanya perbedaan signifikan di antara kelompok-kelompok tersebut agar kita tahu mana saja kelompok yang berbeda signifikan maka kita perlu melakukan uji lanjut dengan menggunakan uji lanjut kita bisa memastikan Apakah kelompok satu berbeda signifikan dengan kelompok dua kelompok dua berbeda signifikan dengan kelompok 3 atau kelompok sat tidak berbeda signifikan dengan kelompok du namun berbeda signifikan dengan kelompok 3 Kemungkinan kemungkinan ini dapat kita pastikan dengan melakukan analisis uji lanjut namun yang menjadi perhatian dan pengingat uji lanjut hanya dilakukan ketika kelompok yang dianalisis berjumlah Lebi dari Oleh karena itu bila kita menganalisis dua kelompok data saja dan uji Anova menyatakan ada pengaruh signifikan kita tidak perlu melakukan uji lanjut perbedaan bidang seringkiali juga menyebabkan perbedaan pilihan uji lanjut yang digunakan bidang di sini maksudnya adalah bidang ilmu di bidang pendidikan kita biasa menggunakan lanjut bnt beda nyata terkecil atau nama lainnya adalah LSD least significant difference namun di bidang yang lain misalkan kedokteran kita menggunakan uji lanjut yang lain misalkan danunken atau Tuki pemilihan uji lanjut tersebut penting karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan salah satunya adalah tingkat ketelitian dari uji lanjut yang kita pilih selanjutnya crusc walles its test analisis ini termasuk uji non parametrik sama seperti oneway Anova crusc Wallis test kita gunakan untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan signifikan dua kelompok atau lebih yang tentunya kelompok-kelompok tersebut tidak saling berkaitan dan kita menggunakan CS callis access ketika data kita tidak terdistribusi secara normal sehingga oneway Anova tidak bisa kita laksanakan dan skala pengukuran pada variabel trikat ketika kita menggunakan analisis cruscal W test tidak hanya skala interval dan rasio namun bisa menggunakan skala ordinal jadinya misalkan variabel trikat kita adalah tingkat kesukaan terhadap kopi yang terdiri atas data sangat suka hingga sangat tidak suka kita bisa menggunakan analisis cruscal wall test Namun kita tidak bisa menggunakan uji one way Anova oke Sekarang waktunya kita berlatih melakukan analisis oneway Anova misalkan saja kita telah melakukan penelitian di suatu sekolah yang melibatkan enam kelas yaitu kelas A B C D E dan F total peserta yang mengikuti penelitian kita adalah sebanyak 120 peserta yang terbagi ke enam kelas tadi di penelitian tersebut kita mengambil dua data yaitu data hasil belajar dan data literasi sains dengan skala pengukuran terdiri dari skala 0 hingga 100 0 sebagai nilai terendah dan 100 menjadi nilai maksimal karena kita telah memiliki data seperti ini kita bisa melapilih kelasnya menjadi label 1 hingga 6 sat sebagai label kelas A 2 sebagai label kelas B 3 sebagai label kelas C 4 sebagai label kelas d 5 sebagai label kelas E dan 6 sebagai label kelas F karena datanya sudah siap sekarang Mari kita menuju program SPSS seperti biasanya ketika kita membuka program SPSS kita akan diarahkan ke variabel View di sini waktunya kita untuk memasukkan variabel-variabel penelitian kita mari kita kecilkan window dari dataset ini agar kita bisa melihat tampilan X tadi sekarang kita bisa melihat data di Excel dan kita bisa menuliskan variabel-variabel penelitian kita yang pertama adalah variabel kelas yang kedua adalah hasil belajar kita singkat saja sebagai HB karena ingat variabel name tidak bisa memiliki karakter spasi kemudian variabel yang ketiga adalah literasi sains dan bisa kita tulis sebagai literasi typ-nya tetap numerik semua karena data kita semuanya telah berbentuk angka kemudian Wi dan desimalnya tidak perlu kita ubah sedangkan label bisa kita tulis dengan nama variabel kita secara lengkap hp adalah hasil belajar sedangkan literasi kita tulis lengkap menjadi literasi sains di values yang perlu kita masukkan hanyalah pada variabel kelas Mari kita labeli variabel kelas menjadi en label sesuai dengan jumlah kelas yang terlibat di penelitian ini seperti biasanya kursor kita kita tarik di sisi kanan dari kolom value kemudian kita klik satu kali di sini kita tulis value 1 merupakan kelas A value 2 merupakan kelas B value 3 kelas C value 4 kelas D value 5 kelas E dan yang terakhir value 6 adalah kelas F kemudian kita Klik tombol Oke missing datanya tidak perlu kita ubah karena data kita lengkap kolumnya juga tidak alignnya juga tidak sedangkan measurenya bisa kita pada data kelas mnya merupakan data nominal sedangkan data hasil belajar dan data literasi memiliki mure skill setelah kita mengatur variabel View kita sekarang waktunya kita mengcopy data kita dari Excel caranya mudah kita tinggal memblok data di Excel hingga di baris paling akhir an kita tekan tombol conttrol C di keyboard kita kemudian kita paste di SPSS kita Arahkan kursor kita ke tombol data view kemudian kita Arahkan kursor kita di pojok baris pertama yang bagian kiri kemudian kita tekan ctrl V di keyboard kita kita tunggu beberapa saat hingga data yang kita copy muncul di SPSS kita agar data kita tersimpan Jangan lupa kita men-save data ini terlebih dahulu kita klik ion yang bergambar di sket ini kemudian setelah muncul kotak dialog seperti ini Kita tentukan folder mana tujuan kita men-save file tersebut misalnya kita save di folder oneway Anova seperti ini atau terserah folder kalian di laptop kalian masing-masing nama file juga bisa kita tulis sesuai keinginan kita misalnya saja file data oneway annova kemudian tinggal kita enter data sudah siap Sekarang waktunya kita melakukan analisis ketika kita men-save data kita secara otomatis window output akan melaporkan operasi atau langkah yang telah kita lakukan tadi yaitu langkah men-save data sekarang kita kembali ke data kita sekarang waktunya kita analisis namun ingat kita harus meyakinkan diri kita bahwa data ini sudah memenuhi asumsi Anova asumsi yang pertama adalah data terdistribusi secara normal tapi ingat distribusi normal harus dipenuhi di setiap kelompok data bukan di keseluruhan data Oleh karena itu yang dianalisis bukan data ini secara menyeluruh namun data per kelas karena ada en kelas maka akan ada output 6 en variabel mohon maaf ada output 6 uji normalitas caranya bagaimana agar hasil uji normalitasnya terpisah antar kelas kita split file ini dengan cara mengklik data kemudian split file kemudian kita pilih tulisan organize output by groups kita Klik sekali kemudian variabel kelas kita klik kemudian tanda panah ini kita klik sehingga variabel kelas masuk ke kolom group base on kemudian kita klik klik oke Setelah itu kita bisa melakukan uji normalitas sesuai keinginan oneway Anova tadi kita besarkan kembali view dari output-nya kemudian Mari kita analisis normalitas data kita bersama-sama yang pertama kita klik menu analyze di bagian atas kemudian kita pilih descriptive statistics kemudian kita pilih explore Setelah itu kita masukkan variabel yang kita ingin analisis ke kolom dependent list karena kita memiliki dua variabel yang ingin kita analisis maka kedua data ini bisa langsung kita masukkan ke dependent list dengan mengklik tanda panah ini kemudian di sebelah kanan kota ada menu plots silakan klik menu plot sekali kemudian box plotnya kita pilih n deskriptifnya kita hilangkan centangnya agar outputnya tidak terlalu banyak lalu kita centang normality plot witest dengan cara mengklik sekali saja di kotak berikut setelah itu baru kita Klik tombol continue kemudian kita Klik tombol Oke biasanya uji noralitas membutuhkan waktu yang agak lama sehingga kita harus menunggu keluarnya output yang kita inginkan semakin banyak grup data yang kita analisis biasanya waktu analisisnya juga semakin lama ingat kita menganalisis en grup data yaitu kelas A hingga kelas F namun ketika laptop kalian spesifikan ya lebih tinggi maka bisa saja proses ini akan menjadi lebih cepat saya ingatkan kembali bahwa oneway Anova juga mengharuskan kita melakukan analisis pada data yang hanya terdiri atas satu variabel bebas dan satu variabel trikat karena data kita terdiri atas dua variabel trikat yaitu hasil belajar dan literasi sains Maka nanti kita melakukan dua kali uji one way Anova sekali untuk data hasil belajar dan sekali untuk data literasi sains nah ini outputnya sudah keluar bisa kita lihat di sisi kanan dan di sisi kiri di sisi kiri sebagai rangkuman nama-nama tabel kita anggap sebagai daftar isi dan di sisi kanan merupakan output yang kita inginkan dari proses analisis yang telah kita jalankan di sini kita bisa melihat ada en kelas kelas A B hingga kelas F kemudian kita bisa melihat hasil uji normalitasnya dengan mengklik pilihan test of normality di sini kita lihat di kelas A hasil uji normalitas pada hasil belajar maupun literasi sains nilai sig-nya semuanya di atas 0,05 sehingga dapat kita simpulkan data hasil belajar dan literasi Sains Kelas A semuanya terdistribusi secara normal sekarang kita lihat di kelas B dan di sini kita lihat ternyata di kelas B hasil belajarnya pada uji kolmogorof smirnov signya kurang dari 0,05 sedangkan hasil di sapirowik lebih dari dari 0,05 demikian juga literasi sainsnya kita dapat mengambil salah satu analisis saja yaitu analisis sapiroik karena kita menentukan bahwa normalitas kita diuji dengan sapirok maka dari sini kita hanya melihat data dari analisis sapiroik jadinya data kelas A B C D E F Kita tentukan normalitasnya hanya menggunakan analisis sapiroik Kenapa karena sesuai kolmogorov smirnov data kita tidak normal kemudian kita lihat hasil uji normalitas kelas C di sini juga kita lihat ternyata berdasarkan hasil uji sapirowik data hasil belajar dan literasi Sains kelas C juga normal di kelas D kita lihat Nah di sini bisa kita lihat hasil belajar terdistribusi secara normal karena di atas 0,05 nilai siknya sedangkan literasi sains dikatakan tidak terdistribusi secara normal baik berdasarkan kolmogorov smirnov maupun sapirowik didasarkan kesimpulan ini pada nilai sik yang kedua hasilnya di bawah 0,05 baik kolmogorov maupun safiru ingat ya jadinya di kelas D yang normal hanya hasil belajar kita lihat di kelas E dan di kelas E ternyata hasil belajar sesuai sapiroik terdistribusi normal karena 0,701 di atas 0,05 sedangkan literasi sains lagi-lagi di bawah 0,05 sehingga literasi sains laki-laki tidak terdistribusi secara normal dan yang terakhir kita lihat di kelas F di kelas F dapat kita ketahui bahwa data hasil belajar maupun literasi sains sama-sama terdistribusi normal karena nilai Sig di sapirowik di atas 0,05 dari sini bisa kita simpulkan bahwa hanya data hasil belajar yang memenuhi asumsi normalitas sedangkan literasi sains gagal memenuhi asumsi normalitas sehingga yang bisa kita lanjutkan untuk analisis oneway Anova hanyalah data hasil belajar sedangkan data literasi sains harus dianalisis menggunakan nonparametrik pengganti one way Anova karena normalitas sudah kita lakukan sekarang waktunya kita melakukan uji homogenitas namun di SPSS uji homogenitas sudah include atau termasuk di Anova sehingga ketika kita melakukan Anova kita bisa sekaligus menganalisis homogenitas data kita Oleh karena itu Mari kita langsung menganalisis data kita khususnya data hasil belajar menggunakan oneway Anova namun perlu kita ingat data kita tadi telah kita split berdasarkan kelas sebelum oneway Anova dilakukan data kita harus kita kembalikan lagi menjadi satu kesatuan caranya bagaimana kembali kita klik menu data kemudian kita pilih split file kemudian kita pilih tulisan analy all cases do not create groups atau kita perintahkan ke SPSS silakan analisis seluruh data kita jangan buat menjadi beberapa grup atau beberapa kelompok kemudian kita pilih tombol Oke sehingga di output bila kita Scroll ke bawah kita akan menemukan tulisan log dan di sisi kanan akan tertulis split F F off artinya data kita sudah tidak displit lagi Sekarang waktunya kita melakukan analisis one way Anova caranya bagaimana Ada tiga cara analisis kita coba cara pertama yang pertama kita klik analyze kemudian kita pilih compare me kemudian kita pilih one way annova kita klik kiri sekali setelah kita klik kiri sekali akan muncul kotak dialog berjudul One Way Anova dependent list merupakan Kotak di mana variabel yang ingin kita analisis harus kita masukkan dan kotak dependen list merupakan kotak Variabel terikat kita sedangkan faktor merupakan kotak variabel bebas kita karena yang memenuhi asumsi normalitas hanyalah hasil belajar Mak kita masukkan hasil belajar ke kotak dependen list dengan menggunakan anak panah ini setelah itu variabel bebas kita yang merupakan kelas kita masukkan ke kolom faktor dengan mengklik anak panah ini setelah memasukkan variabel kelas di kolom faktor kita klik menu pos H atau uji lanjut di sini ada banyak pilihan uji lanjut di bagian atas merupakan uji lanjut yang kita gunakan ketika data kita terdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen sehingga di sini dikatakan equal variance assume atau asumsi homogenitas varians antar kelompok terpenuhi di penelitian pendidikan kita biasa menggunakan uji lanjut LSD bahasa Indonesianya bnt atau beda nyata terkecil Oleh karena itu Mari kita centang LSD dengan mengklik kiri kotak berikut namun di tutorial kali ini kita juga akan mempelajari salah satu uji yang lain yaitu uji dan Ken Coba kita klik satu kali di kotak sebelah kiri tulisan danken ini ketika dada kita tidak homogen kita bisa memilih satu di antara empat uji posok ini namun biasanya saya lebih memilih games hel ketimbang uji thin danet ataupun det yang c setelah kita centang LSD dan dunken Mari kita Klik tombol continue di option perlu kita klik juga klik kiri sekali di tombol option sehingga muncul kotak oneway anova.2 options di sini kita membentuhkan tabel deskriptif sehingga kita centang kotak deskriptif Selain itu karena kita juga ingin mengetahui apakah data kita homogen atau tidak maka homogenity of variance test juga kita centang setelah deskriptif dan homogenity of varian test tercentang Mari kita Klik tombol continue kemudian kita klik oke sehingga secara otomatis PSS akan mengeluarkan berbagai tabel yang berkaitan dengan analisis one way Anova yang pertama tabel deskriptif yang melaporkan hasil analisis statistika deskriptif pada data kita kemudian tabel test of homogenity variances merupakan tabel hasil uji homogenitas kita kemudian tabel Anova yang merangkum hasil uji Anova yang telah kita lakukan kemudian tabel multiple comparison yang kita butuhkan untuk membaca hasil uji lanjut kita dan yang terakhir tabel homogenous subsets yang merupakan tabel yang mewakili hasil analisis dan Ken Sekarang mari kita lihat apakah data kita homogen atau tidak Kita klik test of homogenity variance di sebelah kiri sehingga layar sebelah kanan mengarahkan kita ke tabel test of homogenity of variance kita lihat nilai sig-nya 0,288 0,288 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan varians data hasil belajar antara satu kelas dengan kelas yang lain bersifat homogen sehingga asumsi homogenitas terpenuhi di data hasil belajar kita ini oleh karena itu Mari kita lihat hasil uji oneway Anova nya di tabel di bawah tabel test of homogenity of variances di sini kita perlu memperhatikan nilai F dan nilai Sig namun yang jadi keputusan kita terkait hasil uji 1w yang telah kita lakukan adalah nilai S Kita juga bisa menggunakan F hitung yang kita peroleh Namun kita harus membandingkan F hitung tersebut dengan F tabel itu merupakan langkah tersendiri yang membutuhkan usaha lebih Oleh karena itu kita hanya perlu melihat nilai S saja bila sig-nya di atas 0,05 artinya tidak ada perbedaan signifikan sedangkan nilai sig-nya kurang dari 0,05 maka kita simpulkan ada perbedaan signifikan di sini nilai S yang dihasilkan adalah 0,0000 nilai ini jauh di bawah 0,05 sehingga dapat kita simpulkan bahwa hasil belajar keenam kelas yang kita analisis berbeda signifikan karena hasil uji oneway Anova menyimpulkan ada perbedaan signifikan dan jumlah kelompok data kita lebih dari 2 maka kita perlu melihat hasil uji lanjut yang telah kita lakukan tadi kita telah mencentang dua uji lanjut yaitu uji LSD dan uji dunken tampilan data tampilan hasil analisis kedua analisis tersebut berbeda di sini hasil uji lsd-nya panjang dan menghasilkan banyak angka sedangkan di danankken tabelnya lebih ringkas dan angkanya lebih sedikit Sekarang mari kita pelajari cara menentukan atau membaca hasil uji LSD ada langkah-langkah yang perlu kalian teliti dan cermati secara hati-hati di sini kita masih susah membacanya dan pembaca akan kesulitan bila kita langsung menempelkan tabel multiple comparison sebagai tabel analisis hasil uji danen Oh mohon maaf hasil uji LSD Oleh karena itu tabel ini perlu kita transformasi menjadi bentuk tabel yang lebih sederhana dan ramah kepada pembaca kita caranya bagaimana kita siapkan Excel terlebih dahulu kemudian kita kecilkan view dari output ini dengan cara klik Kotak di bagian kanan atas kemudian kita geser ke sebelah kiri kemudian kita buka Excel kita kita tambahkan sheet baru kemudian kita kecilkan tampilan Excel kita yang pertama yang perlu kita lakukan adalah kita akan membuat tabel uji lanjut bnt atau LSD menjadi lebih ringkas pertama kita tulis di sini kelas kemudian kita tulis rerata kemudian di sini kita tulis notasi bnt kemudian Mari kita Tuliskan kelas beserta rerata masing-masing kita bisa liat rerata masing-masing kelas di tabel deskriptif di sini ya tabel deskriptif Sekarang mari kita Salin angka-angka di sini namun bila kita salin secara manual ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit Oleh karena itu mari langsung kita copy tabel ini ke Excel caranya kita Klik sekali di descriptifes sehingga warna kuning muncul seperti ini kemudian kita klik ctrl c kemudian di Excel kita Klik di salah satu kolom kemudian kita klik ctrol V kemudian kelas A sampai kelas F kita blok seperti ini kemudian kita klik ctrl c atau copy kemudian kita tempelkan di tabel atas dengan cara kita klik ctrl V atau paste P selanjutnya nya reratanya juga seperti itu rerata di kolom Min kita blok dari rerata kelas A hingga kelas F kemudian kita tekan ctrl c kemudian kita kembali ke tabel bagian atas kita tekan baris yang paling atas kemudian kita tekan ctrl V sehingga reratanya pindah atau tersalin ke tabel rangkuman hasil uji bnt kita sekarang Mari kita kecilkan ukuran beberapa kolom berikut Nah setelah kita kecilkan Sekarang waktunya kita memberikan notasi sebelum memberi notasi kita perlu mengurutkan kelas ini berdasarkan nilai reratanya dari terkecil hingga terbesar caranya bagaimana kita besarkan terlebih dahulu Excel kita kemudian kita blok rerat dari yang pertama hingga terakhir kemudian kita pilih menu short and filter di bagian kanan atas kemudian kita pilih short smallest to largest Artinya kita Urutkan data kita dari yang terkecil hingga terbesar setelah muncul kotak short warning kita pastikan sudah memilih expand this selection kemudian kita klik menu short hingga secara otomatis reratanya diurutkan dari terkecil hingga terbesar begitu pula kelasnya akan mengikuti urutan rerata yang baru ini kemudian kita kecilkan kembali tampilan Excel kita langkah yang pertama ketika kita memberi notasi bnt adalah kita Tuliskan notasi paling kecil terlebih dahulu kita bisa menggunakan berbagai macam notasi bisa alfabet a c d e FG bisa angka romawi 1 2 3 i i i i i dan seterusnya atau bisa juga menggunakan Honocoroko aksara Jawa ya atau tulisan Arab dan lainnya yang penting urut dan dipahami oleh pembaca namun yang paling umum digunakan adalah menggunakan alfabetik yang tidak kapital yaitu a b c dan seterusnya namun ketika alfabet tersebut bukan dalam kondisi kapital alfabet paling kecil atau yang pertama adalah a Sekarang mari kita Tuliskan a di kolom berikut kemudian untuk menentukan notasi kelas B kita lihat tabel multiple comparison di output SPSS prinsipnya adalah ketika kedua kelas memiliki rerata yang tidak berbeda signifikan maka notasinya harus sama artinya kalau kedua kelas memiliki rerata yang tidak berbeda signifikan maka notasinya antara kedua kelas tersebut sama bila satu kelas A maka kelas lainnya juga a namun ketika kedua kelas memiliki rata yang berbeda secara signifikan maka notasinya pun juga harus berbeda bila satu kelas notasinya A dan kelas lainnya berbeda signifikan maka notasi kelas lain tersebut minimal harus B begitu ya cara menentukan dia berbeda signifikan atau tidak bisa kita lihat di kolom Sig di tabel multiple comparison jadinya di kolom ketiga ada nilai S bila di bawah 0,05 artinya ada perbedaan signifikan di antara kedua kelas namun bila di atas 0,05 kita simpulkan tidak ada perbedaan signifikan misalkan kita bandingkan kelas A dengan kelas B signya 0,001 Oleh karena itu kelas A dan kelas B berbeda signifikan sehingga notasi kelas A dan kelas B harus berbeda sekarang Kita sesuaikan dengan rangkuman tabel yang telah kita buat tadi yang pertama yang perlu kita bandingkan adalah kelas D dengan kelas B Oleh karena itu kita cari kelas D ini kelas D kemudian kita bandingkan dengan kelas B ya kelas D ini kelas B di baris kedua kita lihat nilai sig-nya ternyata nilai sig-nya 0,01 Oleh karena itu notasi kelas D dan kelas B harus berbeda karena sig-nya di bawah 0,5 karena kelas d notasinya a maka kelas B notasinya b a dan b notasi berbeda mengindikasikan P value-nya atau sig-nya kurang dari 0,05 atau ada perbedaan signifikan karena kelas B sudah berbeda signifikan dengan kelas D Mari kita tinggalkan kelas D sekarang kita fokus ke kelas B Sekarang waktunya kita membandingkan kelas B dengan kelas C kita lihat ini kelas B kemudian kelas C di baris kedua kita lihat nilai sig-nya 0,303 0,303 di atas 0,05 sehingga kita simpulkan kelas B dan kelas C tidak berbeda signifikan karena kelas B dan kelas C tidak berbeda signifikan maka notasi kedua kelas ini harus sama kelas B telah memiliki notasi b maka kelas C juga kita beri notasi B sekarang kita bandingkan kelas B dengan kelas E begitu ya jadinya ketika kita membandingkan kedua kelas dan kedua kelas tersebut tidak berbeda signifikan Sekarang waktunya kita membandingkan kelas yang pertama tadi dengan kelas yang selanjutnya sekarang kita bandingkan kelas B dengan kelas E ini kelas B sedangkan kelas E di baris keempat kita lihat ternyata signya juga di atas 0,05 maka kita simpulkan kelas B dengan kelas E juga tidak berbeda signifikan karena tidak berbeda signifikan maka kelas B dengan kelas E memiliki notasi yang sama yaitu notasi B karena tetap tidak berbeda signifikan kita tetap membandingkan kelas B namun dengan kelas selanjutnya yaitu kelas B dengan kelas F di sini kelas B kemudian baris yang kelima kelas F kita lihat nilai sig-nya 0,112 0,112 di atas 0,05 sehingga kita simpulkan juga kelas B dengan kelas F tidak berbeda signifikan akibatnya notasi kelas B dan kelas F juga harus sama yaitu notasi B kembali lagi karena tidak berbeda signifikan kita tidak beranjak di kelas B Sekarang waktunya kita membandingkan kelas B dengan kelas selanjutnya yaitu kelas A ini kelas B kelas A di baris pertama dan ternyata nilai signya 0,001 nilai tersebut jauh di bawah 0,05 karena di bawah 0,05 maka notasi kelas B dengan kelas A harus berbeda kelas B telah memiliki notasi b maka kelas A harus memiliki notasi C di sini bisa kita lihat dengan perbedaan notasi ini kita simpulkan kelas A dengan kelas B berbeda signifikan namun ini hanya membandingkan kelas B dengan kelas A kita tidak tahu apakah yang berbeda signifikan hanyalah kelas B dengan kelas A atau bisa saja kelas A berbeda signifikan dengan kelas B namun tidak berbeda signifikan dengan kelas c e dan f oleh karena itu sekarang kita bandingkan lagi cara membandingkannya adalah dengan ke arah atas kalau tadi kita membandingkan ke bawah B ke c kemudian B ke e kemudian B ke F Sekarang waktunya kita bandingkan a ke F kemudian a ke e dan a ke c oleh karena ini kita bisa melihat polanya ketika Suatu kelas dibandingkan dengan kelas lain tidak ada perbedaan signifikan maka kita tidak beranjak di kelas pertama kita lanjut membandingkan dengan kelas selanjutnya namun ketika kita telah menemukan kelas yang berbeda signifikan langkah selanjutnya kita membandingkan kelas yang berbeda signifikan tadi dengan kelas di atasnya sekarang kita bandingkan kelas F dengan kelas A kita cari yang kelas A Oke ini kelas A di bagian paling atas kelas A kita bandingkan dengan kelas F baris ke 5 di sini ternyata sig-nya di atas 0,05 yaitu 0,062 ingat prinsipnya tadi ketika kedua kelas memiliki rerata yang tidak berbeda signifikan alias signya di atas 0,05 maka notasinya harus sama Oleh karena itu kelas A harus memiliki notasi yang sama dengan kelas f tapi di sini kelas F sudah punya notasi Bagaimana caranya agar kelas F punya notasi yang sama dengan kelas A caranya adalah kita tambahkan notasi C di sebelah notasi B Nah di sini kelas F akhirnya memiliki dua notasi keberadaan dua notasi ini menyimpulkan kelas F tidak ber berbeda signifikan dengan kelas A karena sama-sama memiliki notasi C namun di sisi lain kelas F juga tidak berbeda signifikan dengan kelas B karena kelas F dan kelas B juga memiliki notasi yang sama yaitu notasi B sekarang sama seperti tadi karena kelas A dengan kelas F tidak berbeda signifikan sekarang kelas A tidak kita tinggalkan Namun kita perlu membandingkan kelas A dengan kelas lainnya yang lebih atas yaitu kelas E sekarang kita lihat kelas A dengan kelas E kelas E di baris ke4 ternyata sig-nya 0,05 ketika nilai sig-nya 0,05 atau lebih dari 0,05 artinya tidak ada perbedaan signifikan karena tadi kita mengambil kesimpulan kalau di bawah 0,05 baru ada perbedaan signifikan kalau sama dengan 0,05 kita anggap tetap tidak ada perbedaan signifikan karena kelas E dengan kelas A tidak memiliki perbedaan signifikan maka kelas E harus memiliki notasi yang dimiliki oleh kelas A yaitu notasi C sekarang tetap kita gunakan kelas A tetapi kita bandingkan dengan kelas selanjutnya yaitu kelas C A dengan C C di baris kedua ternyata sig-nya 0,016 0 016 kur dari 0,05 sehingga ada perbedaan signifikan di antara kedua kelas tersebut karena kelas C dan kelas A memiliki perbedaan signifikan maka kita tidak perlu menambahkan notasi lagi kenapa karena kelas C sudah memiliki notasi B sedangkan kelas A memiliki notasi c b dan c Berbeda sehingga pembaca bisa langsung menyimpulkan kelas C dengan kelas A berbeda signifikan begitu ya ingat prinsipnya bila ada dua kelas memiliki notasi yang sama kedua kelas tersebut tidak berbeda signifikan namun bila ada dua kelas tidak memiliki notasi yang sama maka kedua kelas tersebut berbeda signifikan ya Saya ulangi lagi kalau tidak memiliki notasi yang sama berbeda signifikan namun kalau memiliki notasi yang sama tidak berbeda signifikan kelas D memiliki notasi A dan di kelas lainnya tidak ada yang memiliki notasi A maka kelas d Berbeda signifikan dengan semua kelas yang lain kelas C notasinya Oh mohon maaf kelas A notasinya C dan yang memiliki notasi C selain kelas A adalah kelas E dan F maka yang memiliki perbedaan signifikan dengan kelas A hanya kelas d b dan c sedangkan kelas E dan F tidak memiliki perbedaan signifikan dengan kelas A di sisi lain kelas E dan F memiliki dua notasi yaitu B dan C sehingga bisa kita simpulkan kelas E dan F tidak berbeda signifikan dengan kelas B tidak pula berbeda signifikan dengan kelas A begitulah caranya merangkum hasil uji SD di output SPSS yang awalnya tabelnya banyak dan sulit kita pahami ini nanti perlu kita rapikan sehingga sesuai dengan style dari panduan penulisan artikel atau karya ilmiah yang kita ikuti itu cara membaca uji bnt sekarang Coba kita pelajari cara membaca hasil uji dan Ken Mari kita lihat di output dan Ken yaitu di di tabel homogenous subset kalau kita membaca uji danken lebih mudah prinsipnya bagaimana agar dengan mudah kita baca yang pertama perlu kita copy tabel danken ini dengan cara mengklik hasil belajar sehingga warnanya kuning seperti ini kemudian kita klik ctrol C kemudian kita Arahkan ke Excel di kotak yang kosong kemudian kita conttrol V atau kita pe akan muncul pagar-pagar seperti ini karena angkanya terlalu panjang agar angkan menjadi nampak kita besarkan lagi atau kita lebarkan lagi kolom-kolom tersebut nah ketika kita berhadapan dengan uji danunken kita lebih mudah memberikan notasi notasi paling kecil di subset nomor 1 notasi yang lebih besar di subset nomor du dan seterusnya ketika ada sat kelas yangatanya berada di dua subset artinya Dia memiliki dua notasi sekaligus jadinya secara sederhana rerata yang berada di subset nomor 1 memiliki notasi A rerata yang ada di subset nomor du memiliki notasi B dan rata di subset nomor 3 memiliki notasi C Oleh karena itu yang pertama kali perlu kita lakukan adalah kita membuat tabel ranguman seperti tadi kita tulis kelas kemudian rerata kita besarkan dulu kolomnya kemudian notasi dan Ken kelas tinggal kita copy ctrl c kemudian ctrl V kemudian rarata tinggal kita copy juga secara manual seperti ini kemudian setelah rerata tercopy semua waktunya kita beri notasi langsung saja di sini kita ubah a kemudian di sini kita ubah B semua sedangkan di subset C subset Nomor 3 kita ganti dengan notasi C semua Inilah notasi dan ken-nya tinggal kita copy kemudian kita paste di rangkuman tabel yang telah kita siapkan dan kolom ini bisa kita perkecil sehingga tampilannya menjadi lebih menarik demikian cara membaca hasil uji danen lebih mudah namun ingat ketika kita melakukan penelitian pendidikan kita lebih direkomendasikan menggunakan uji LSD sehingga pembacaannya menjadi sedikit lebih rumit uji Anova telah kita lakukan uji lanjut juga telah kita lakukan tapi effect size belum kita lakukan sekarang kita kembali lagi ke output SPSS kita perbesar view-nya cara menghitung effect size adalah kita perlu melakukan uji Anova dengan tahap atau cara yang kedua caranya bagaimana yang pertama kita klik analyze kemudian kita pilih deskriptive eh mohon maaf kita pilih compare minans kemudian kita klik minans di sini dependent list-nya kita isi sebagai variabel yang kita posisikan sebagai variabel trikat yaitu data hasil belajar kita pindahkan dengan anak panah ini sedangkan kelas kita posisikan sebagai independent list yaitu variabel bebas kita kemudian klik menu options setelah menu option kita klik Maka akan muncul Kotak minans.2 options di sini yang perlu kita centang adalah Anova tabel N Eta kita Klik sekali sehingga muncul tanda centang di kotak kiri tulisan Anova tabel kemudian klik continue lalu kita klik oke sehingga akan muncul empat hasil yang pertama case Processing summary tidak perlu kita perhatikan yang kedua report berisi hasil analisis statistika deskriptif tidak perlu kita perhatikan lagi Yang ketiga Muncul lagi tabel Anova angkanya sama dengan tabel Anova yang tadi karena meskipun langkahnya berbeda namun analisisnya sama namun berbeda dengan uji Anova sebelumnya pada uji Anova yang ini kita juga memperoleh angka Eta Square inilah effect Ses yang kita butuhkan untuk melengkapi laporan kita dari sini bisa kita simpulkan di langkah pertama kita tidak memperoleh nilai Eta Square tetapi kita bisa mendapatkan hasil uji lanjut sedangkan di Langkah kedua menggunakan compare mins tadi kita memperoleh Eta Square Namun kita tidak mendapatkan hasil uji lanjut lalu Bagaimana caranya kalau kita ingin sekaligus memperoleh Anova table memperoleh nilai Eta Square dan juga ingin memperoleh hasil uji lanjut kita gunakan cara ketiga caranya B Bagaimana klik analyze general linear model kemudian kita pilih univariate di sini akan muncul kotak dialog univariate dependent variabel merupakan Variabel terikat kita yaitu hasil belajar kita masukkan hasil belajar menggunakan tombol panah ini kemudian fix ftor merupakan variabel bebas kita variabel bebas kita adalah kelas Oleh karena itu kelas kita klik kemudian kita klik tanda panah ini sehingga kelas masuk ke Fix Factor kemudian di menu plot tidak perlu kita apa-apakan begitu juga menu model and kontras namun di menu posok perlu kita klik nah di posok kelas awalnya berada di kotak faktor perlu kita pindah ke pos Hog for dengan cara mengklik panah ini kemudian di sini ada berbagai uji lanjut seperti tadi kita tinggal centang apa yang kita inginkan yaitu LSD dan dunken kemudian klik continue kemudian di menu option juga perlu kita klik kemudian kelas kita pindahkan ke kotak display min4 kemudian kita centang compare mind Effect dan akan muncul tulisan lsdung n tidak perlu kita ubah kemudian di kolom display kita centang descriptive statistics dan homogenity test kemudian kita klik continue namun di beberapa versi SPSS yang lebih tinggi menu ini terpisah menjadi dua menu yang bagian atas menunya adalah em sedangkan bagian bawah option sehingga di versi yang lebih tinggi jumlah menu di sebelah kanan lebih banyak ada option ada em minans ketika kalian ingin mencentang option eh ingin mencentang desriptive statistick dan homogenity test kalian Klik tombol option ketika kalian ingin memindahkan kelas ke min4 dan mencentang compare m effect kalian harus mengklik em mins terlebih dahulu di sisi kanan begitu ya kemudian setelah di kolom ini di kotak ini kita sudah mengatur seperti ini kita klik continue setelah kita klik continue waktunya kita klik oke sehingga muncul lebih banyak tabel di mana ah hasil uji Anova bisa kita lihat di tabel yang bernama test of BWI subject effect nah ini merupakan rangkuman hasil uji Anova namun tabelnya sedikit berbeda kita bisa menggunakan tabel ini untuk melaporkan Anova kita kita lihat yang tadi di analisis sebelumnya tabel anovanya lebih ramping sedangkan di analisis yang terakhir anovanya menjadi lebih besar tidak masalah yang perlu kita baca adalah yang di baris kelas sedangkan di Anova yang tadi yang perlu kita baca adalah di baris sebentar saya lihatkan terlebih dahulu ya di baris bet groups ya Jadinya kalau kita melakukan analisis dengan cara pertama yaitu menggunakan analyze kemudian compare means kemudian one way Anova yang kita lihat sebagai dasar pengambilan keputusan kita adalah di baris between groups ada f hitung ada S sedangkan menggunakan cara yang ketiga tadi cara terakhir kita lihat terlebih dahulu kotak test of bet in subject effects kemudian kita lihat baris yang memiliki nama variabel bebas kita variabel bebas kita adalah kelas sehingga kita lihat F hitung di baris kelas dan Sig di baris kelas begitu di sini kita memperoleh tabel Anova kemudian tabel uji homogenitas begitu juga tabel uji lanjut ya Uji lanjut tadi ada LSD tabel LSD atau bnt dinamai parways parways comparisons ya Jadinya tadi kalau kita pakai cara pertama nama tabelnya multiple comparison Tetapi kalau cara ketig nama uji lanjutnya nama tabel bnt-nya adalah per comparison ya kemudian hasil uji dankennya berada di tabel homogenous subset berikut namun selain per comparison di sini juga muncul tabel multiple comparison dalam arti yang lain ketika kita melakukan langkah tadi langkah tahap ke tabel uji LSD muncul dua kali yaitu di perwi comparison dan di multiple comparison pilih salah satu namun cara pembacaannya sama yaitu dengan menggunakan bantuan Excel kita tulis kelasnya terlebih dahulu kemudian kita Urutkan ratanya dari terkecil hingga terbesar kemudian kita Tuliskan notasinya berdasarkan nilai S di kolom S berikut itulah cara kita melakukan Anova menghitung effect size kemudian menentukan notasi uji lanjut lalu Bagaimana nasibnya dengan data literasi yang tadi tidak homogen Oh mohon maaf tidak normal karena tidak normal tadi tidak kita lanjutkan ke ujian Nova tetapi kita punya uji non parametrik pengganti Anova yaitu uji crusc Wallis H test sama seperti video-video sebelumnya Ketika kita menggunakan uji parametrik pendamping laporan kita merupakan Min dan standar deviasi dari setiap kelompok yang kita bandingkan jadinya nanti ketika kita melaporkan seperti tadi di rangkuman uji lanjut kita Tuliskan reratanya nya kemudian nanti kita lengkapi standar deviasinya cara penulisannya Seperti apa Kita lihat nanti di bagian akhir video namun ketika kita melakukan uji nonparametrik pengganti uji parametrik karena misalkan datanya tidak terdistribusi normal maka kita perlu menyiapkan hasil statistik median begitu juga crusal wis Oleh karena itu kita perlu menghitung median dari setiap kelas terlebih dahulu ingat ya median setiap kelas Oleh karena itu kita split lagi output kita berdasarkan kelas sebelum kita menghitung median masing-masing kelas caranya seperti tadi kita klik data kemudian split file kemudian organize output by groups kita klik lagi karena kelas masih berada di kolom group bas on waktunya kita langsung klik tombol Oke sehingga SPSS melaporkan split file spirit by class karena kita sudah melakukan split file waktunya kita menghitung median dari masing-masing kelas caranya bagaimana klik analyze kemudian pilih menu descriptive statistick kemudian pilih frequuencies karena yang ingin kita cari median adalah data literasi sains maka literasi sains kita Klik sekali kemudian kita klik panah ini sehingga variabel tersebut masuk di kolom variabel setelah itu pilih menu statistik di bagian kanan kemudian centang median dengan cara mengkliknya sekali kemudian klik continue lalu Klik tombol oke sehingga di sini kita peroleh median dari masing-masing kelas kelas A ini mediannya di kotak statistik ya di tabel statistik kelas B kita lihat ini mediannya kelas C kita pilih tabel statistik ini mediannya 89 kelas D mediannya 43 kelas E mediannya 72,5 dan kelas F mediannya 75 median sudah kita leh Sekarang waktunya kita melakukan analisis cruscle wis namun ingat tadi kita sudah melakukan split file maka kita kembalikan lagi data kita menjadi satu analisis utuh caranya kita klik menu data kemudian pilih split file kemudian kembali klik analyze all cases do not create groups kemudian Klik tombol Oke dan SPSS kembali lagi melaporkan split file off sekarang waktunya kita melakukan analisis crusk Wallis pertama klik analyze kemudian klik nonpametric test kemudian di Legacy dialog kita pilih k independent samples kemudian di sini ada test variabelis merupakan variabel triikat kita kita ingin menganalisis literasi sains maka literas sains kita masukkan ke kolom test variabis dengan mengklik tanda panah ini kemudian grouping variabel didasarkan pada variabel bebas kita yaitu variabel kelas Oleh karena itu kelas kita pindahkan ke kolom grouping variaabes kemudian kita define rings-nya ya jadinya kelas dipindahkan ke grouping variabel kemudian kita klik menu atau tombol define range di sini kita perlu memasukkan label paling kecil hingga label paling tinggi label paling kecil adalah kelas A yaitu labelnya satu sedangkan label yang paling besar adalah kelas F labelnya 6 kemudian klik continue kemudian klik oke akhirnya di sini muncul beberapa tabel yaitu tabel ranks dan tabel test statistics Kenapa kok muncul tabel Rang satu peringkat karena seperti Man withne tes yang kita pelajari di video sebelumnya prinsip Analisis crok volis adalah menggunakan data yang telah diperingkat atau diurutkan data yang telah diurutkan oleh SPSS tersebut kemudian sama SPSS secara otomatis dianalisis kemudian hasil rangkuman uji cruskal wis bisa kita lihat di tabel tes statistik nilai kuskalwis di baris k Square dan penentuan hasil keputusan Apakah ada perbedaan signifikan atau tidak didasarkan pada value sig-nya kalau value atau nilai sig-nya di bawah 0,05 maka ada perbedaan signifikan namun bila di atas 0,05 tidak ada perbedaan signifikan dan sama Di sini ternyata literasi sains keenam kelas memiliki perbedaan signifikan Namun kita tidak tahu kelas mana saja yang berbeda secara signifikan dan kelas mana saja yang tidak memiliki perbedaan signifikan tersebut oleh karena itu perlu juga kita melakukan uji lanjut setelah kurs kwis caranya bagaimana pertama kita klik analyze kemudian kita pilih nonpametric test kemudian kita pilih independent samples kemudian akan muncul kotak dialog nonparametic test.2 two or more Independent samples pada What is your objective kita tetap pilih automatically compare distribution across groups sedangkan pada kotak Fields silakan kita klik terlebih dahulu menu Fields kita masukkan Variabel terikat kita di tested dan variabel bebas kita di grous hasil eh mohon maaf literasi sains merupakan variabel triikat yang akan kita analisis kita pindahkan dengan mengklik panah ini kelas adalah variabel bebas kita gunakan anak panah ini untuk memindahkannya di kolom groups kemudian di setting kita klik lagi kemudian kita pilih customize test setelah customize test kita klik kita centang cruscle wis oneway Anova dalamung k samples multiple comparison-nya tetap kita pilih all pirways kemudian kita klik Run proses ini sedikit rumit dan SPSS juga membutuhkan waktu yang sedikit lama karena outputnya akan berbeda dengan output pada umumnya nah ini muncul outputnya kita lihat tabelnya bentuknya berbeda namun ini sebetulnya bentuknya mirip dengan kuskis yang kita lakukan di analisis sebelumnya perbedaannya di sini lebih banyak kalimat dan kata-kata Namun siknya kita lihat sama dengan 0,00 sehingga tabel tes statistik di sini sama juga dengan tabel hipotesis tes summary lalu di manakah hasil uji lanjutnya hasil uji lanjutnya kita peroleh dengan cara mengklik dua kali secara cepat tabel hipotesis test summary ini kita klik dua kali ya karena di sini ada tulisan doubleck to activate kita perlu mengaktivasinya dengan melakukan double klik ya setelah kita klik perlu kita tunggu sebentar Nah sehingga muncul window baru kita tunggu prosesnya nah tabel tadi tabel yang berwarna ini akan muncul lagi di Window baru ini isinya sama lalu di sebelah kanan ada informasi yang lain di sini ada jumlah total peserta yang menginggu dites 120 kemudian uji crusk wis-nya nilainya muncul 113 sebetulnya sama dengan tabel crusis yang ini Ini k square-nya 113 di sini juga 113 degree of freedom-nya derajat bebasnya 5 kemudian sig-nya 0,00 lalu di manakah hasil uji lanjutnya cara menampilkannya kita pilih view di bagian bawah kita lihat bagian bawah agak kanan kemudian di sini ada tulisan independent sample test view kita klik tanda segitiga bawah ini di bagian kanan kemudian kita pilih tulisan parways comparison kita tunggu sebentar karena ini prosesnya lebih berat juga nah ini merupakan hasil uji lanjutnya kita lihat di tabel yang kedua ini Nah di sini angka-angkanya mepet angka-angkanya kecil pada laptop dengan SPSS yang versinya tepat maka pembacaan tabel ini mudah namun pada versi yang kurang tepat atau pada laptop yang kurang tepat Maka akan muncul t Ilan yang kurang jelas seperti ini Oke oleh karena itu perlu kita salin menjadi lebih jelas dan di sini Saya telah merangkum kolom tadi Oke ini ya jadinya di baris pertama itu kelas D dibandingkan kelas B di baris kedua kelas D dibandingkan kelas E saya perbesar terlebih dahulu nah ini kemudian kelas D dibandingkan kelas f oleh karena itu pada kalian yang laptopnya sesuai maka kalian dengan jelas melihat garis eh isi dari setiap baris ini urutannya sampel 1 ke sampel 2 ya ini sampel 1 ke sampel 2 DB De DF da hingga akhirnya AC di sini juga kelas D dibandingkan kelas B kelas D dibanding kelas E dan yang paling bawah kelas A dibandingkan kelas C yang perlu kita perhatikan adalah di adjusted-nya ya ini adj. s itu yang perlu kita rekap 1 kemudian 0,01 dan seterusnya jadinya angka ini sama dengan angka di tabel ini dan prinsipnya sama ketika di atas 0,05 maka kedua kelas tidak berbeda signifikan nah namun bila di bawah 0,05 kedua kelas berbeda signifikan ketika berbeda signifikan di sini otomatis berwarna orangan atau kuning cara merangkumnya agar menjadi tabel yang bagus bagaimana agar menjadi tabel rangkuman uji lanjut yang mudah dibaca yang pertama kita lakukan adalah kita perlu menuliskan kelasnya terlebih dahulu setelah kita tulis kelas berbeda dengan uji lanjut yang di sebelah kanannya kita menulis Min pada uji lanjut yang ini kita tulis median kemudian di sebelah kanannya lagi kita tulis notasi ya Kemudian untuk mempersingkat waktu saya telah merekap kelas dan median masing-masing dan juga sudah saya Urutkan saya perbesar dulu nah ini kelasnya dan ini medianya kita copy ke tabel rangkuman kita kalian bisa melakukannya sendiri dengan melihat median dari desriptif statistik yang telah kita lakukan tadi menggunakan frekuensi tadi ya sekarang kita kembali ke Excel lagi jadinya kelasnya sudah kita Tuliskan Medi sudah kita Urutkan dari yang terkecil hingga tertinggi kemudian Sekarang waktunya kita memberikan notasi cara memberikan notasinya Bagaimana sama seperti tadi kita tulis notasi paling rendah yaitu notasi A kemudian kita bandingkan kelas D dengan kelas B itu berbeda signifikan atau tidak Nah di sini berbeda dengan LSD tadi kita langsung melihat D dipasangkan B ternyata sig-nya di atas 0,0 5 karena di atas 0,05 maka D dengan b notasinya sama karena d notasinya a maka kelas B notasinya juga a kemudian D dengan e kita lihat D di pasangan e di baris kedua ini saya perbesar dulu biar lebih mudah dilihat kelas D dengan e ternyata sig-nya di bawah 0,05 dan warnanya kuning sehingga D dengan e notasinya beda karena D sudah notasi a maka kelas E notasinya B karena sudah berpindah notasi kita tinggalkan kelas D sekarang kita lihat kelas E kelas E ke kelas B kita lihat kalau di LSD caranya seperti itu kan jadinya karena notasinya berubah sekarang waktunya kita lihat e ke kelas atasnya tetapi di sini seperti yang saya saya katakan tadi uji lanjut setelah kurusus wis menggunakan langkah yang berbeda cara analisisnya berbeda pembacaannya pun sebetulnya sama tetapi langkahnya juga berbeda caranya bagaimana kita tetap membacanya dari atas ke bawah Terus tadi pertama kita bandingkan D dengan b Saya ulangi lagi ya D dengan B signya di atas 0,05 karena d notasinya a b tetap notasi A kemudian D dengan e d dengan e e di bawah 0,05 maka notasi kedua kelas ini berbeda notasi kelas D sudah a maka notasi kelas E harus B kemudian tetap dari atas ke bawah D kita tinggalkan sekarang kita masuk kelas B kita lihat B dengan e di sini langsung ke sini B dengan e notasinya di atas 0,05 maka B harus memiliki notasi yang sama dengan e yaitu notasi b gitu ya Kenapa kok ini langsung diloncatkan setelah kita baca ini kita baca ini langsung kita loncat ke sini Kenapa karena otomatis kalau di baris sini sudah berbeda signifikan otomatis D dibandingkan kelas-kelas di bawahnya juga berbeda signifikan begitu ya Oleh karena itu langsung loncat B ke e b ke e ternyata di atas 0,05 sehingga B harus memiliki notasi yang sama dengan e yaitu notasi B kemudian sekarang b dengan F di sini B dengan F notasinya di bawah 0,05 maka F harus memiliki notasi yang berbeda dengan B karena B sudah memiliki notasi a dan b maka F harus memiliki notasi yang berbeda yaitu notasi C sekarang kita lihat e dengan F kita lihat ini e dengan F di atas 0,05 maka e dengan F memiliki notasi yang sama kita tambahkan di sini notasi yang sama yaitu C sekarang kita lihat e dengan a kita lihat di sini ya bawahnya EF adalah ea e dengan a di bawah 0,05 maka e dengan a notasinya harus berbeda e sudah punya notasi B dan C maka a notasinya d lebih rumit ya tapi lebih seru oke ya E dengan a sudah kita baca sekarang waktunya kita baca F dengan a kita lihat di sini F dengan a di atas 0,05 maka F dengan a harus memiliki notasi yang sama yaitu notasi B sekarang F kita kan dengan c f dengan C berbeda maka F harus memiliki notasi yang berbeda dengan C karena F sudah punya notasi c dan d maka kelas C kita kasih notasi yang beda yaitu e sekarang kita bandingkan a dengan c a dengan C notasinya harus sama karena sig-nya di atas 0,05 maka notasinya harus diberi tambahan e begitu caranya prinsipnya bila tandanya kuning pasti dia berbeda karena di bawah 0,05 bila tandanya tidak ada warna kuning atau orangnya dia itu menandakan di atas 0,05 sehingga notasinya harus sama begitu kemudian nanti perlu kita atur sesuai dengan gaya atau format laporan penelitian yang kita inginkan demikian caraul rangkuman tabel uji lanjut ketika kita melakukan analisis crusis dan dinyatakan ada perbedaan signifikan Sekarang waktunya kita membaca hasil analisis yang telah kita lakukan tadi pertama tadi kita telah menganalisis hasil belajar analisis yang pertama kita lakukan adalah analisis pada keenam kelas ini merupakan potongan tabel hasil uji normalitas keenam kelas tadi dan tadi kita fokuskan pembacaannya pada hasil uji sapirok kita bisa membaca hasil tersebut seperti ini hasil uji sapirok menginformasikan bahwa data hasil belajar kelas A kelas B kelas C kelas D kelas E maupun kelas F terdistribusi secara normal ingat Kita juga harus melaporkan nilai DF atau derajat bebasnya nilai statistik atau nilai sapirowig yang dihasilkan kemudian nilai signya Nah di sini ada kekurang tepatan mohon maaf notasi yang tepat adalah bukan D karena tadi saya lupa kita menggunakan sapirok bukan komorov smirnov D digunakan untuk notas kolmogorov smirnov sedangkan sapirowiik menggunakan notasi W jadinya nanti diubah menjadi W ya W df-nya yaitu 20 sama dengan nilai statistiknya 0,948 kemudian sig-nya 0,340 kelas B juga gitu di sini notasinya adalah W dalamung db-nya juga 20 kemudian statistiknya 0,929 p-nya 0,145 P value atau nilai siknya semuanya di atas 0,05 sehingga data keenam kelas memiliki data yang terdistribusi secara normal setelah membaca hasil uji normalitas waktunya kita membaca hasil uji homogenitas menggunakan uji leens ya ini merupakan potongan tabel dari output kita tadi dan kita bisa membacanya seperti ini uji leen menginformasikan bahwa varians data hasil belajar keenam kelas homogen bukan laki-laki dan perempuan ya tapi keenam kelas homogen nah lima kita masukkan di sini kemudian DF yang kedua yaitu 114 kita masukkan di sebelahnya 5 sama dengan 1,257 merupakan nilai F hitungnya kemudian sig-nya kita masukkan sebagai nilai p-nya atau P value karena Pi atau sig-nya di atas 0,05 sehingga data ke enam kelas homogen mohon maaf ya Ini ada kesalahan bukan hasil belajar laki-laki dan perempuan tapi hasil belajar keenam kelas setelah kita membaca normalitas dan homogenitasnya sekarang waktunya kita baca hasil uji one way anovanya ini tabelnya juga saya potong dari output yang telah kita lakukan tadi ingat ya ini outputnya nya tabelnya lebih besar Oleh karena itu ini yang kita ambil adalah output dari analisis menggunakan cara yang ketiga Oleh karena itu di sebelahnya juga muncul parsial Eta square-nya juga caranya membaca bagaimana kita lihat contoh kalimatnya berikut hasil analisis one way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan hasil belajar siswa yang berasal dari kelas yang berbeda kemudian kita tulis angka derajat bebasnya Namun kita perlu tulis f-nya dulu diitalik ya dimiringkan f-nya kemudian DF yang pertama di baris kelas yaitu 5 kita Tuliskan di sini kemudian DF yang kedua adalah DF galat atau bahasa Inggrisnya error Yaya di sini baris error df-nya 114 kita Tuliskan sama dengan F hitungnya yaitu 7,822 kemudian pi-nya adalah nilai sig-nya kurang dari 0,001 ingat Sig atau P value tidak pernah sama dengan 0 di SPSS muncul angka 0,00 karena keterbatasan jumlah desimal sebetulnya ini bisa saja 0,1 karena tidak pernah sama dengan 0 maka Pi yang kita Tuliskan kurang dari 0,001 kita dilarang menulis Pi = 0 kemudian kita tulis Eta square-nya parsial Eta Square lebih lengkapnya ya Sebesar 0,255 simbolnya seperti ini seperti tulisan np^ begitu ya kalau tidak ada p-nya itu namanya Eta tapi kalau ada p-nya namanya parsial Eta Square setelah uji Anova kita baca kemudian kita tampilkan rangkuman hasil uji lanjutnya ini merupakan hasil pembacaan dan pemberian notasi yang kita lakukan bersama menggunakan Excel Tadi hanya perlu kita lengkapi standar deviasinya jadinya rerata dalam kurung standar deviasi kemudian data yang kedua adalah data literasi sains tadi ternyata ada beberapa kelas yang tidak terdistribusi secara normal maka kita perlu melakukan analisis cruskis ini merupakan tabelnya tadi kita baca tabelnya cara pembacaannya bisa seperti ini hasil analisis menggunakan cruskol Wallis its test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan literasi sains siswa yang berasal dari kelas yang berbeda kemudian kita Tuliskan H atau H ya bacanya Kalau bahasa Indonesia namun Kalau bahasa Inggris bacanya h dalam kurung 5 lima adalah DF atau degree of Freedom atau derajat bebas hanya nya berapa 113,641 koma p value-nya 0,00 alias kurang dari 0,001 setelah kita membaca hasil uji crusc voltis-nya kita perlu menyampaikan tabel rangkuman hasil uji lanjutnya t kita lihat awalnya tabelnya di SSS seperti ini kemudian kita transformasi menjadi tabel seperti bagian kanan ini ada kelas kemudian median kemudian notasi yang dihasilkan demikian penjelasan di video kali ini kita telah mempelajari bagaimana caranya menganalisis Anova satu jalur atau oneway Anova menghitung effectfek size-nya kemudian kita juga telah mempelajari uji lanjut dan cara pemberian notasinya dan kita juga telah mempelajari nonparametrik pengganti oneway Anova yaitu cruscle test pada kesempatan selanjutnya kita akan mempelajari two way Anova beserta effect size-nya juga dan juga kita akan mempelajari uji lanjutnya yang sedikit berbeda demikian video kali ini semoga bermanfaat dan tetap selalu semangat untuk mempelajari statistika dan semoga penelitian kalian lancar Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh