HOAKS BESAR : TRUMP Sengaja Pompom Harga Emas buat Lunasi Utang! Ini HITUNGAN NYATANYA!
uCxr_h7FPaQ • 2026-02-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Dengan demikian total cadangan emasnya
Amerika ini hanya cukup buat bayar
bunganya aja selama setahun. boro-boro
mau lunasin utang mau dipom-pom sampai
10 kali lipat bahkan 20 kali lipat itu
masih aja enggak cukup buat lunasin
nutup semua utangnya Amerika ini.
Sahabat Akela yang saya kasihi, salah
satu pertanyaan yang paling sering saya
terima akhir-akhir ini adalah sehubungan
dengan gold, harga emas ini bisa naik
sampai harga berapa? Atau ada lagi yang
tanya, "Bitcoin baris tapi emas kok naik
terus?" Bukannya kata Michael Seller,
"Bitcoin ini digital gold 2.0?
Apa faktor penyebab Mas naik terus kayak
begini?" Yang lebih menarik lagi, ada
yang mengaitkannya dengan hutang
Amerika. Nah, ini bahwa demi menutup
atau melunasi hutang-hutangnya,
Amerika kini mencari cara untuk
merevaluasi harga emas dan membiarkan
dolar melemah secara terkontrol.
Oke, sahabat Akela. Dalam video ini saya
akan mencoba untuk membahas semua
opini-opini termasuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang saya dapat
sehubungan dengan gold bull run yang
parabolik ini. Guna memahami semua ini,
maka ada tiga hal yang kita semua harus
pahami terlebih dahulu. Kenapa kok
enggak langsung jawab aja? Ya, ini kalau
zaman kuliah dahulu itu istilahnya
prerequisit.
Kita tidak bisa langsung loncat ambil
mata kuliah lanjutan sebelum
menyelesaikan mata kuliah dasarnya
dahulu. Anda tidak bisa ambil kalkulus 2
sebelum lulus kalkulus 1 atau Anda tidak
bisa ambil mata kuliah konstruksi
bangunan 2 sebelum lulus konstruksi
bangunan 1. Nah, ketiga hal itu adalah
yang pertama utang negara, kemudian yang
kedua adalah US Dollar Index, dan yang
ketiga adalah real interest rate. Ya,
enggak banyak kok, cuman tiga ini aja.
Nomor satu utang negara, US dollar
index, dan real interest rate. Ya, saya
mulai dari yang pertama, hutang negara.
Konsep hutang negara ini adalah salah
satu konsep yang paling banyak
disalahpahami oleh kebanyakan orang
awam. Salah satu contoh yang saya ingat,
ada sebuah ilustrasi di mana konon
alkisah di sebuah negeri antah-berantah,
Konoha namanya.
anggota parlemennya memanggil salah satu
direktur utama, salah satu badan usaha
nasional dan mempertanyakan persoalan
hutang yang dipikul badan usaha
tersebut. Jaminannya apa dan kapan
pelunasannya.
Dan si anggota parlemen semakin marah,
ngamuk, gebrak meja ketika dijawab bahwa
perusahaan tersebut mereka ketika
berhutang tidak pernah memberikan
jaminan
dan pelunasannya adalah sesuai jatuh
tempo surat utang yang diterbitkan. Ada
yang 5 tahun, 10 tahun hingga ada juga
yang jangka panjang hingga 30 tahun.
Karena tidak berhasil mendapatkan bukti
perihal jaminan atau kolateral atas
hutang yang diterbitkan perusahaan, si
anggota parlemen semakin murka dan
mengusir sang direktur utama.
Dari sini nampak jelas si anggota
parlemen menggunakan kerangka berpikir
rumah tangga untuk memeriksa hutang
badan usaha nasional yang menjadi bagian
dari tanggung jawab pemerintah.
Ini bisa dimaklumi sebagai wakil rakyat
yang bersangkutan mewakili cara berpikir
mayoritas masyarakat.
Akan tetapi, Sahabat Akela mesti paham
utang negara itu beda mindsetnya dengan
hutang rumah tangga. Kita mulai dari
yang paling dasar dulu. Negara memiliki
otoritas untuk mencetak uang.
Sementara rumah tangga Anda dan saya
tidak memiliki wewenang untuk mencetak
uang sendiri. Oleh karena itu, posisi
suatu entitas yang memiliki kekuasaan
untuk mencetak uang
dalam berhutang tentu berbeda dengan
suatu entitas yang tidak memiliki
wewenang untuk mencetak uang sendiri.
Ya, Anda dan saya enggak bisa cetak
duit. negara itu bisa posisi Anda dan
saya ketika berhutang dengan posisi
negara yang berhutang itu tentu berbeda.
Dari sini biasanya muncul pertanyaan,
jika negara bisa mencetak uang sendiri
lah ngapain berhutang? Kan kalau butuh
duit tinggal cetak aja. Ngapain hutang?
Di mana kalau hutang nanti masih bayar
bunga, kan? Nah, jika Anda merasa
bingung di sini tidak usah berkecil
hati.
Karena bahkan seorang Presiden El
Salvador Nayib Bukele ini juga
melontarkan pertanyaan yang kurang lebih
mirip walaupun konteksnya sedikit
berbeda. Dia bertanya, "Jika bank
Sentral bisa mencetak uang sendiri dan
surat utang pemerintah itu dibeli oleh
bank sentral lah." Terus ngapain
pemerintah harus narik pajak ke
rakyatnya? Tinggal terbitkan aja surat
utang dan suruh bank sentral yang beli.
Selesai kan? Dengan dengan kata lain,
ngapain perlu narik pajak dari rakyat
kalau bank sentral bisa cetak uang
sendiri?
Paham, ya?
Nah, melalui channel ini Akela sudah
menjelaskan sejak bertahun-tahun lalu.
Harap dipahami bahwa dalam satu negara
ada lembaga moneter yakni bank sentral
dan ada lembaga fiskal yakni Kementerian
Keuangan. atau kalau di Amerika itu
namanya US Treasury Department. Keduanya
ini independen satu dengan yang lainnya.
Presiden Prabowo dan Bapak Menteri
Keuangan Pak Purbaya tidak bisa main
perintah Bank Indonesia, eh Bank
Indonesia Gubernur BI, tolong dong
cetakin duit buat kita mau bayar hutang
pemerintah nih. Enggak bisa kayak
begitu. Hal yang sama juga terjadi di
Amerika. Trump ini enggak bisa punya
wewenang untuk memerintahkan the panggil
si Jarum Paul, eh tolong cetakin duit
buat lunasi nih utang-hutang nih semua.
Enggak bisa kayak begitu ya. Kedua
lembaga baik moneter maupun fiskal ini
sama-sama independen satu dengan yang
lainnya. di mana kebijakan masing-masing
lembaga ini memiliki pengaruh besar
terhadap jumlah uang yang beredar dalam
ekonomi alias dikenal dengan istilah
likuiditas.
Faktor likuiditas adalah faktor yang
paling besar perannya dalam pertumbuhan
ekonomi suatu negara.
Sejak dulu ada satu pepatah terkenal,
money is the blood of the economy. Dari
sini bedakan likuiditas moneter yang
kendalinya ada di tangan bank sentral
dan likuiditas fiskal yang kendalinya
ada di pemerintah.
Bank sentral adalah satu-satunya lembaga
independen
yang berwenang menambah atau mengurangi
jumlah total likuiditas, total jumlah
uang yang beredar. Sementara pemerintah
tidak berwenang atas total jumlahnya,
namun berwenang mengatur alokasinya.
Bedanya di mana? Perhatikan baik-baik.
total jumlah uang beredarnya tidak bisa
apa-apa ya. Pemerintah tidak punya
wewenang di situ. Namun ketika Pak
Menteri Keuangan menggelontorkan dana
saldo anggaran lebih atau sal sebesar
Rp200 triliun ke bank-bank Himbara, maka
pemerintah memindahkan alokasi dana dari
pemerintah
ke masyarakat.
Sebaliknya jika pemerintah menaikkan
pajak misalnya ya misalnya PPN atau PPH
yang dinaikkan, maka pemerintah
memindahkan alokasi likuiditas
dari masyarakat ke pemerintah. Namun
total jumlah likuiditas yang beredar ini
tetap sama. Perbedaan berikutnya dan
penting berbeda dengan hutang rumah
tangga. Hutang rumah tangga dilakukan
untuk memenuhi kebutuhan hidup dan perlu
segera dilunasi supaya cicilan pokok dan
bunganya tidak membebani income
keluarga.
Utang negara tujuan utamanya beda, bukan
untuk dikonsumsi seperti rumah tangga,
melainkan tujuannya adalah menjaga
pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu,
coba carikan saya, ada enggak satu aja
negara yang melunasi hutangnya 100%
sampai tidak ada hutang sama sekali? Ada
enggak kayak gitu?
Dalam konteks rumah tangga itu sering
terjadi cicilan KPR lunas, cicilan mobil
lunas, sudah lega, enggak punya hutang
lagi. Namun hutang negara manapun di
dunia adakah yang ketika hutang lamanya
lunas
pemerintahnya tidak membuat hutang baru
lagi? Ada enggak? Enggak pernah ada kan?
Nah, jika Anda dan saya berhutang di
bank, maka bank akan minta kolateral
alias jaminan aset tertentu, bisa tanah
dan bangunan atau kendaraan bermotor.
Sementara ketika pemerintah menerbitkan
surat utang misalnya ori atau suku,
jaminan aset atau kolateralnya apa?
Enggak ada kan ya? Memang enggak ada
jaminan. Begitu juga perusahaan negara.
Dan jangankan itu, perusahaan publik pun
ya, perusahaan publik swasta mereka bisa
menerbitkan corporate bonds alias
obligasi atau surat utang perusahaan.
Mana ada jaminan kolateralnya.
Yang ada hanyalah bond rating atau
peringkat hutang.
Jadi dari sini sahabat Akela bisa paham
jika ada orang ngamuk-ngamuk ngusir
direktur gara-gara si direktur bilang
surat utang yang mereka terbitkan tuh
tanpa jaminan. Maka sahabat Akela
sekarang bisa paham ya bahwa yang
terjadi adalah yang bersangkutan
memaksakan
konsep utang rumah tangga pada konsep
utang pemerintah alias hutang negara.
Jika seseorang gagal bayar hutang, maka
risikonya aset jaminannya disita. Jika
negara default atau kesulitan membayar
hutang, maka yang terjadi bukan sita
jaminan aset. Terus kemudian pulaunya
diambil, negaranya diambil, gitu. Namun
yang terjadi adalah peringkat utang
negara tersebut itu langsung jeblok tuh,
langsung anjlok. berakibat
ini dampaknya bunga hutang atau yield
obligasinya itu langsung melonjak
drastis. Hal ini terjadi pada obligasi
Yunani dan Siprus pada saat krisis Eropa
di sekitar tahun 2012 yang lalu ya 2012
silam. Jadi ketika sekarang ada narasi
di media sosial yang mengatakan bahwa
Amerika berusaha menutup atau melunasi
hutang-hutangnya, maka dari kata-kata
ini saja Anda sudah bisa tahu bahwa yang
bersangkutan beranjak dari kerangka
berpikir hutang rumah tangga. Sama
seperti anggota parlemen negeri
antah-berantah yang ngamuk-ngamuk itu
tadi ya. Diterapkan pada hutang negara.
Oke, lanjut. Hal kedua yang perlu kita
pahami adalah US Dollar Index.
Ketika mendengar item nomor dua ini, ada
satu pertanyaan.
Kenapa ya kok satu-satunya mata uang
dunia yang ada indeksnya kok hanya US
Dollar indeks? Kenapa kok enggak ada
euro index, Swiss Frank index, Japanese
yen index atau GBP index atau lainnya?
Kenapa hanya ada US Dollar Index?
Jawabnya adalah karena US dollar adalah
the world's reserve currency. Di mana
seluruh mata uang negara-negara di dunia
termasuk rupiah kita itu kursnya
dihitung terhadap US dollar. Begitu juga
seluruh komoditas dunia termasuk crude
oil, gold, silver hingga berbagai
komoditas seperti corn, jagung, sobe,
kedeleai, live cattle, sapi. Ini
harganya dinyatakan dalam US dollar.
Pertanyaannya, bagaimana jika ada
beberapa negara-negara di dunia yang
memulai mempertanyakan posisi US dollar
sebagai the world's reserve currency
ini? Guna menjawab pertanyaan ini, kita
sampai pada item berikutnya yakni real
interest rate. Cara paling mudah buat
memahaminya adalah dengan memahami
konsep the cost of money alias biaya
sewa uang. Oke, bayangkan begini. Ketika
ada seseorang yang ingin membangun suatu
gedung bertingkat, dia membutuhkan
alat-alat berat seperti ekskavator,
bulldozer untuk pekerjaan galian tanah
guna membangun pondasinya. Dia kemudian
menyewa alat berat tersebut dan dengan
demikian dia mesti bayar uang sewa. Ini
logis kan? Kalau butuh sewa ya bayar
uang sewanya. Nah, pertanyaannya
bagaimana jika ada orang yang bukan
butuh alat berat, dia tidak butuh pinjam
alat berat. Yang dia butuhkan adalah
pinjam duit.
maka dia datang ke bank dan dia meminjam
uang di sana atau sesungguhnya lebih
tepatnya yang dia lakukan adalah menyewa
uang tersebut. Dan sama seperti
ilustrasi sebelumnya, kalau sewa ya
mesti konsekuensinya bayar uang sewa
dong atas
item yang dia sewa itu tadi. Kita sebut
biaya sewa ini sebagai real interest
rate.
Nah, harap diperhatikan
uang pada dasarnya adalah sarana
penyimpan daya beli atau storage of
value. Namun sebagai wadah penampung
daya beli, uang ini seperti ember yang
bocor halus. Daya beli yang disimpannya
senantiasa mengalami penurunan yang
konsisten dan berkesinambungan terus dan
terus tiap tahunnya. Tingkat penurunan
daya beli tersebut kita kenal dengan
sebutan inflasi. Kita kasih simbol B ya,
real interested kasih simbol R.
Akibatnya ketika bank menyewakan uang
kepada Anda, maka logis jika pada saat
jatuh tempo pelunasan bank itu minta
Anda mengembalikan uang berikut daya
beli yang hilang selama uang tersebut
berada dalam penguasaan Anda. Karena
itu, bank meminta nominal interest rate.
Hati-hati loh ya, saya bilangnya nominal
interest rate kali ini ya, bukan real
interest rate ya. Nah, bank meminta
nominal interest rate yang besarnya
adalah penjumlahan real interest rate R
ditambah tingkat inflasi B. Rumus ini
dikenal dengan sebutan feure formula
seturut penemunya namanya iring feer.
Rumus ini juga bisa saya tulis menjadi
seperti ini. Real interest rate. Berarti
dengan demikian real interest rate
adalah selisih nominal interest rate
dikurangi tingkat inflasi.
Nah, jika kita terapkan formula ini pada
US Treasury Bonds atau surat utang
pemerintah Amerika, maka di Amerika ada
aset obligasi yang dikenal dengan
sebutan tips atau Treasury inflation
protected securities, yakni obligasi
pemerintah Amerika yang dirancang khusus
untuk melindungi nilai uang dari
inflasi. Tips punya dua komponen utama.
Yang pertama adalah pokoknya itu atau
princiipal disesuaikan dengan inflasi
berdasarkan tingkat CPI, tingkat inflasi
Amerika ya, consumer price index. Yang
kedua adalah kuponnya atau bunganya ini
tetap tapi dihitung dari pokok yang
sudah disesuaikan atau adjusted terhadap
tingkat inflasi. Nah, sampai tahap ini
saya tahu Anda mungkin capek atau bosan
dengar penjelasan saya. Dalam hati Anda
mungkin mau bilang, "Lantas apa
hubungannya sih semua ini dengan emas?"
Oke, mari kita rangkum semuanya
sekarang. Tapi sebelum mulai, Anda sudah
subscribe belum? Ya, kalau belum, ayo
klik dulu di tombol subscribe, like, dan
pastikan tombolnya aktif supaya Anda
memperoleh notifikasi dari YouTube
setiap kali kami mengunggah video-video
terbaru hingga akela live streaming dan
Anda akan memperoleh notifikasi dari
YouTube. Oke, lanjut. Ada dua charge
yang mau saya tunjukkan. Yang pertama
adalah charge gold versus real interest
rate dan US dollar index. Charge yang
kedua adalah charge gold versus real
interest rate dan tingkat inflasi. Oke,
kita mulai dari yang pertama. Charge
yang paling atas adalah gold. Kemudian
tepat di bawahnya adalah real interest
rate dan yang paling bawah adalah US
dollar index. Nah, jadi jelas ya kenapa
saya jelasin ini semua tadi? Karena
kalau saya dari awal langsung to the
point tunjukkan chart ini, banyak di
antara Anda yang tidak paham apa itu
real interest rate, apa itu US dollar
index, maka penjelasannya sudah saya
jelaskan dari awal tadi.
Coba perhatikan sekarang pada periode
2002 sampai 2008. Lihat real interest
rate bearish. US index strong beish dan
gold jadinya bull run. periode 2008
sampai 2012 itu real interest rate
strong berries tapi gilirannya dollar
index dxy sideways agak sedikit berish
dan yang terjadi gold lagi-lagi bull run
di tahun 2012 sampai 2018 yang terjadi
adalah real interest rate bullish
index bullish maka perhatikan apa yang
terjadi. Gold beish tahun 2018 sampai
2022 real interest rate strong berries
akibat COVID-19 the pangkat suku bunga
sampai 0 dan Q. Kemudian US dollar index
sideways agak berish yang terjadi adalah
gold bullish tahun 2023 sampai tahun
2026. Coba perhatikan real interest rate
sidewak
baris cenderung berish.
Kemudian DXY juga sama sideways agak
beish dan gold buran kembali.
Kesimpulan sementara dengan demikian
pergerakan gold ini berlawanan terhadap
real interest rate dan US dollar index.
Jika keduanya bearish, gold justru
bullish. Sebaliknya jika keduanya real
interest rate dan US dollar index
bullish, maka gold cenderung beish.
Nah, sekarang kita naik satu level lagi.
Ini adalah charge gold terhadap real
interest rate dan US CO inflation.
Berbeda dengan periode 2008-2012
dan 2018 hingga 2022 di mana real
interest rate strong beish. Kali ini
real interest rate hanya sedikit beish,
cenderung sideways. Sementara core
inflation stabil di kisaran 2 sampai
2,5%.
Namun gold bukannya rally melainkan
sudah parabolic run. Hal ini terjadi
karena berbagai kejadian mulai dari
ekspektasi pasar akan penurunan real
interest rate ke depannya. di mana ini
bisa terjadi akibat US bond yield turun
atau naiknya inflasi atau lebih kuat
lagi efeknya apabila yang terjadi
kedua-duanya US bond yield turun dan
bersamaan dengan itu inflasi naik.
Kemudian ada yang bilang bahwa kenaikan
harga emas adalah karena Trump sengaja
bikin krisis geopolitik mulai tangkap
Maduro melalui Operation Absolute
Resolve hingga ambisinya untuk
menganeksasi
Greenland guna merevaluasi harga emas
supaya naik kencang dan pada akhirnya
cukup guna menutup atau melunasi
hutang-hutang Amerika. Oke, di awal saya
sudah jelaskan bahwa yang ngomong begini
berarti tidak paham konteks hutang
negara. Dia pakai mindset utang rumah
tangga untuk hutang negara. Namun yang
lebih konyol lagi adalah kalau kita
hitung total cadangan emas Amerika
adalah 8.133,46
m ton atau R.133.460
460 kg atau R.133.460.000
gr kita bagi 31,1
karena 1 troy ons itu adalah 31,1 gr.
Maka kita bagi sekarang angka ini dengan
31,1 ketemunya adalah 261.526.045
troy ons dikalikan harga Mas. Kita
asumsikan 5.100 US perroy ons angkanya
adalah 1.33.782.829.582
US atau kita bulatkan menjadi 1,33
triliun US Dar. Tahukah Anda berapa
nominal utang Amerika? totalnya adalah
tembus 38,5
triliun US DO di mana pembayaran
bunganya aja per tahun itu mencapai 1,2
sampai 1,4 triliun US Do. Dengan
demikian, total cadangan emasnya Amerika
ini hanya cukup buat bayar bunganya aja
selama setahun. boro-boro mau lunasin
utang mau dipompom sampai 10 kali lipat
bahkan 20 kali lipat itu masih aja
enggak cukup buat lunasin nutup semua
utangnya Amerika ini. Cukup itu cuman
buat bayar bunga 1 tahun. Jadi kalau itu
masuk dijual semua, bayar bunga 1 tahun
depannya gak ada lagi. Habis. Fakta yang
ketiga, sebagai Presiden Amerika, Tram
ini tidak bisa seenaknya menjual
cadangan emas tersebut guna keperluan
pembayaran bunga maupun pokok utang. Ini
semua harus atas persetujuan kongres.
Fakta yang keempat, ada satu faktor yang
turut menambah bullish sentimen pada
emas dan itu adalah fakta bahwa
kepemilikan Tiongkok atas surat utang
pemerintah Amerika atau US Treasury
Bonds itu turun menjadi sekitar 618,2
miliar US DO pada bulan November 2025.
Angka ini lebih rendah dibandingkan
setahun sebelumnya sekitar 688,7
miliar US di bulan Oktober 2025. Berarti
ada penurunan sebesar lebih dari 10% ya
kurang lebih 10% sejak awal 2025. Fakta
keempat ini sekaligus membongkar narasi
sesat lainnya bahwa Tiongkok menjual
seluruh kepemilikannya atas surat utang
Amerika buat beli emas.
Yang benar adalah PBOC atau People's
Bank of China, bank sentralnya Tiongkok
melakukan penjualan 10% dari aset
Treasury Bonds dan menambah cadangan
emasnya, bukan seluruhnya.
Sehingga istilah yang lebih akurat untuk
ini sebenarnya adalah apa? Diversifikasi
aset. Seperti biasa, Akela kembali hadir
untuk menjernihkan semua narasi
teori-teori konspirasi menyesatkan ini
dan meletakkannya kembali secara
proporsional sesuai data dan fakta.
Charge ini adalah charge long-term gold
cycle forecast dari trader legendaris
Larry Williams yang saya muat dalam
Akela Market Outlook 2026 bagian yang
kedua. Bagi Anda yang ketinggalan
videonya, silakan nonton videonya di
link yang ini. Link juga saya berikan di
kolom deskripsi. Sebagaimana sahabat
Akela lihat, long term cycle gold
forecast Larry Williams ini
mengindikasikan adanya peluang
terjadinya cycle top gold itu tercapai
di tahun 2026 ini. Kemudian koreksi
berlanjut hingga pertengahan 2026 ada
probabilitas cukup signifikan Gold
kembali rally. Namun jangan terlalu
berharap gold akan mencapai all time
high-nya kembali. Video selengkapnya
sahabat Akela bisa menyimaknya di Akela
Market Outlook 2026 bagian kedua yang
sudah saya unggah pada tanggal 13
Januari 2026 di channel ini. Hari ini
pada tanggal 30 Januari 2026, Gold and
Silver mengalami koreksi tajam pasca
Trump mengumumkan Kevin Wars sebagai
calon pengganti Jerome Powell sebagai
fet chaman. Wah, berarti benar dong
Trump bakal pecat Powel.
Mengenai ini sudah berkali-kali saya di
bank saya bahas dalam video-video
sebelumnya. Video ini salah satunya saya
sudah bilang bahwa jika Powel Lengser
dia masih tetap sebagai fat governor.
Dan dalam FOMC hak suara seorang fat
governor itu tidak ada bedanya dengan
hak suara Fed Chairman. Dalam struktur
The Fat, Fed Chairman itu hanyalah
seorang Fed Governor yang merangkap
sebagai jubir juru bicaranya The Fed.
Selengkapnya Anda bisa nonton di link
ini. Lantas kenapa reaksi gold market
dan silver malah koreksi tajam pasca
Trump umumkan Kevin War sebagai calon
fed chaman yang baru? Nah, gini.
Berdasarkan track record-nya,
Kevin Wor ini adalah mantan fedor era
krisis tahun 2008 periode 2006 sampai
2011. Kala itu Fond-nya adalah Ben
Benank dan berdasarkan track record-nya,
Kevin Wors ini ternyata cenderung hokis
ketimbang dois.
Wors mendukung tindakan darurat tahun
2008 QI tapi cepat mengkritik QI
lanjutan pasca krisis. Ia berulang kali
mengatakan bahwa Q yang terlalu lama
merusak price discovery dan mendorong
terjadinya aset bubbles. Mak sense
malah anti Qi lanjutan pasca crisis.
Jadi jika Anda berharap Q, kehadiran
wars
memperkecil, malah meniadakan adanya
kemungkinan tersebut. Nah, sahabat
Akela, semoga video ini bisa menjernih
pemahaman Anda semua mengenai fenomena
gold bull run ini. Khusus bagi
subscriber channel ini, saya punya
berita baik buat Anda semua, khususnya
yang ingin konsultasi mengenai trading
ataupun investasinya. Baik itu
saham-saham Bursa Efek Indonesia,
saham-saham Bursa Amerika, berbagai
komoditas seperti gold, crude oil
ataupun forex hingga Bitcoin dan aset
crypto lainnya. Silakan join Akela live
streaming setiap Kamis petang pukul
19.30 WIB di channel ini. Dalam acara
ini saya Harisanda beserta Bapak Endra
Martono Lim pencipta timu quantitatif
system yang kami pakai di Akela. Kami
akan hadir untuk melayani Anda semua.
Semoga bermanfaat, sukses selalu dan
sampai jumpa pada video yang akan
datang.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:55:32 UTC
Categories
Manage