Kind: captions Language: id Jika crypto winter 2022 terjadi akibat the FET yang menghentikan QI dan mulai pengetatan dengan menaikkan suku bunga acuan, maka 2026 jika beneran terjadi crypto winter bisa jadi diakibatkan oleh The Fed menghentikan pemangkasan suku bunga karena sudah mencapai terminal rate-nya yakni level neutral di mana employment rate seimbang dengan price stability risk. Sahabat Akela, ingatkah Anda akan charge ini? Ini adalah charge Bitcoin bersama indikator RSI dan MACD atau moving average convergence divergence. di mana dalam chart tersebut saya menunjukkan adanya pola barish divergence yang mirip dengan pola yang terjadi pada periode awal 2021 hingga bulan November 2021 menjelang crypto winter Dahsyat di tahun 2022 pada hari Selasa, 4 November kemarin pada time frame weekly Bitcoin akhirnya break out garis trend line-nya ke bawah Bitcoin bahkan sempat turun ke bawah level psikologis 100.000 dan baris divergence ini sudah saya jelaskan pada acara Akela live streaming 9 Oktober 2025 lalu. Kemudian kembali saya unggah pada dua episode video tentang Bitcoin yang saya unggah di channel ini. Yang pertama adalah tentang sejarah Bitcoin dari krisis Wall Street ke lahirnya agama digital. Kemudian dilanjutkan ke video kedua yakni Bitcoin dari store of value ke alat politik evolusi iman moneter Bitcoin. Bagi Anda yang ketinggalan videonya, saya berikan linknya di kolom deskripsi. Sekarang mari kita lihat perjalanan Bitcoin sejak akhir 2024 hingga sekarang ini. Anda bisa perhatikan chart ini. Pernahkah Anda dengar bahwa sebagai store of value, Bitcoin ini memiliki pergerakan harga yang mirip atau sejalan dengan US stock khususnya stok teknologi atau saham teknologi. Dalam chart ini saya menampilkan empat aset. yakni Bitcoin warna kuning, NASDAQ warna biru tua, S&P 500 warna biru muda, dan Ethereum warna pink. April 2025 adalah sebuah momen penting. Tanggal 2 April adalah momen di mana Trump mengumumkan tarif resiprokalnya untuk pertama kalinya. Saya juga sudah mengunggah video mengenai hal itu dengan judul Trump Liberation Day, awal Buruk Dunia. Sahabat Akela yang ketinggalan videonya bisa menyimaknya di link ini. Sejak akhir 2024 hingga awal April 2025, Bitcoin dan Ethereum bergerak sejalan dengan NASDAQ dan SNP 500. Keempat aset ini bergerak barish dan sama-sama heat bottom di bulan April 2025. Pasca pengumuman tarif resiprokal, keempat aset ini kembali bergerak beriringan dan keempat-empatnya kali ini bullish. Namun memasuki minggu ke4 bulan Agustus, NASDAQ dan SNP 500 masih melanjutkan rallynya. Sementara Bitcoin dan Ethereum tidak demikian. Crypto malah cenderung beish. Di mana S&P 500 dan NASDQ strong rally dan strong rally ini di tengah periode defed yang memang menormalisasi suku bunga dengan memangkat suku bunga fedrit dan secara seasonal kuartal keempat atau Q4 adalah strongest quarter untuk US stock. Namun pertanyaannya mengapa Bitcoin dan crypto malah turun dan tidak lagi berjalan beriringan? Sejak awal Oktober Bitcoin dan Ethereum malah dicapling terhadap S&P 500 dan NASDAQ. dia malah berlawanan arah. Ini semua ada hubungannya dengan theat sebagaimana sudah saya jelaskan dalam video berjudul Fix The Fat akan Pangkas Suku Bunga Emas dan Bitcoin Siap-siap Terbang atau terjun. Saya sudah jelaskan bahwa peluang The Fed memangkas suku bunga acuan di tahun 2025 ini hanya tinggal satu kali lagi, yakni pada FOMC 10 Desember 2025 menjadi 350 hingga 375. Dan berdasarkan dokumen summary of economy projection yang dirilis oleh The Fed sendiri pada FOMC September di tahun 2026 nanti, kemungkinan The Fed hanya akan memangkat suku bunga satu kali saja menjadi 325 hingga 350 dan berhenti di situ. Pertanyaannya kemudian jika The Fed berhenti memangkas suku bunga Fed Fun Rate lantas apa yang membuat Bitcoin terbang? Selama ini ada begitu banyak trader maupun investor yang sudah mengalami floating profit signifikan dari Bitcoin. Apakah mereka tidak akan profit taking mengamankan keuntungan yang mereka sudah dapatkan? demi mengantisipasi fed fund policy yang akan datang atau nungguin sampai the benar-benar berhenti memangkat suku bunga baru profit takingaking. Pasar itu selalu bergerak antisipatif dan tidak akan menunggu sampai kejadiannya benar-benar terjadi baru take action profit taking. Ini terjadi di semua pasar, bukan hanya di kripto, saham pun juga begitu sama. Itu sebabnya kenapa indeks harga saham gabungan itu selalu mendahului kondisi ekonomi. Contohnya adalah market hit bottom dulu baru resesinya berakhir sesudahnya ekonomi bertumbuh sesudahnya dan bukan sebaliknya. Itu sebabnya juga kenapa ada istilah buy on rumors and sell on the news. Ini semua juga menjelaskan mengapa semua berita itu pasti sudah terjadi atau sudah langsung terefleksikan pada pergerakan harga. Ini dengan jelas dinyatakan oleh Dow Jones dalam tenet pertamanya. Market discount everything. Pada saat video ini saya buat, price action Bitcoin nampak berpeluang rebound dari lower trendline dari broadening formation yang tengah berlangsung sejak Juli 2025. Namun harap hati-hati karena crash 3 sampai 4 November lalu itu sudah membuat Bitcoin break garis support penting di level 107.250. Saya beri tanda garis merah. Dengan ditembusnya garis support ini maka level 107.250 kini otomatis menjadi resistance Bitcoin dan support Bitcoin berikutnya dengan demikian adalah 98.225 saya tandai garis horizontal warna hijau tua. Saya tidak berupaya meramal harga yang akan terjadi. Namun jika Bitcoin rebound mulai dari kisaran 102.000 ini Bitcoin akan menghadapi resistance nanti di 107250. Jika resistance ini direspek dan gagal ditembus Bitcoin, maka Bitcoin berpeluang menguji support kembali di 98.225. Dan jika support kunci ini ditembus jadinya seram. secara analisa teknikal klasik, jika semuanya itu terjadi, maka kita akan menyaksikan terjadinya kompleks head and shoulder pattern pada Bitcoin. Anda mungkin akan bertanya, "Bagaimana para institutional wsu borong Bitcoin pada saat Bitcoin crash seperti sekarang ini?" Oke, sebelum saya jawab, saya ada berita bagus khusus bagi sahabat Akela yang ingin konsultasi sehubungan dengan investasi ataupun trading Anda. Di mana saya dan Bapak Hendra Martono Lim, pencipta timo quantitative trading system akan hadir dalam sesi tanya jawab bersama dengan Anda semua melalui Akela live streaming yang kami selenggarakan tiap hari Kamis pukul 19.30 30 WIB di channel ini. Acara ini gratis khusus bagi subscribers channel ini. Karena itu, tunggu apalagi? Klik tombol subscribe, like, dan pastikan status alert-nya sudah aktif supaya sistem YouTube bisa memberikan notifikasi kepada Anda setiap ada video baru yang kami unggah atau live streaming di channel ini. Nah, sekarang coba Anda perhatikan kedua charts ini, chart A dan chart B. Menurut Anda kedua chart ini sangat berbeda atau mirip atau mirip banget. Untuk memudahkan Anda, saya gambarkan trendline-nya juga dan silakan Anda pause videonya. Menurut Anda charge A dan charge B ini berbeda atau mirip atau mirip banget? Charge A mulai dari titik puncaknya turun dengan 3 wave down. kemudian rebound dengan lima wave up namun tidak sanggup menembus titik tertinggi sebelumnya dan langsung turun charge B kurang lebih juga begitu mulai dari titik puncaknya turun dengan 3 wave down kemudian rebound dengan 5 wave up dan sama kayak charge A tidak sanggup menembus titik tertinggi sebelumnya dan langsung turun secara pola pergerakan charge A dan B ini sama. Nah, ada satu kata-kata Jim Simons, Bapak Quantitative Analysis yang sangat terkenal. We search through historical data looking for anomalous patterns that we would not expect to occur at random. Kita memeriksa data historical guna menemukan pola-pola anomali yang kita harap untuk terjadi tidak secara acak alias berulang. Sahabat Akela, charge A dan charge B itu sesungguhnya adalah memang charge saham yang sama, tapi periodenya berbeda. Ini adalah chart saham strategi atau dulunya dikenal dengan micro strategy alias simbolnya MSTR. Charge A adalah topping pattern di tahun 2021 menjelang crypto winter 2022. Dan charge B adalah pola yang sedang berlangsung sejak awal November 2024 hingga sekarang ini. dengan bantuan AI, saya kemudian membuat studi korelasi antara keduanya dan keduanya ternyata memiliki keserupaan sebesar 78% atau dengan kata lain ada 78% peluang saham MSTR kini sedang mengalami press pattern yang sama seperti tahun 2021 menjelang crypto winter 2022. Nah, di mana hipotesa ini sejalan dengan 4 year cycle Bitcoin. Kita saat ini mendekati penghujung 2025 dan 2026 adalah 4 tahun sesudah 2022. Nah, sahabat Akela supaya lebih jelas lagi chart ini menggambarkan siklus 4 tahunan Bitcoin. Jika Anda perhatikan coba lihat cycle top Bitcoin ini terjadinya tuh sangat teratur 4 tahun sekali yakni di akhir 2013 hit cycle top kemudian akhir 2017 mencapai puncaknya lagi sebelum koreksi dalam. Kemudian akhir 2021 lagi-lagi hit cycle top sebelum beish. Dua dari tiga cycle top tersebut terjadi barish divergence di RSI dan kini kita memasuki penghujung 2025 alias 4 tahun sesudah tahun 2021 cycle top yang terakhir sebelum ini. Dan lagi-lagi di tahun 2025 ini nampak ada barish divergence pada Bitcoin. Jika crypto winter 2022 terjadi akibat the FET yang menghentikan QI dan mulai pengetatan dengan menaikkan suku bunga acuan, maka 2026 jika beneran terjadi crypto winter bisa jadi diakibatkan oleh The Fed menghentikan pemangkasan suku bunga karena sudah mencapai terminal rate-nya yakni level neutral di mana employment ris seimbang dengan price stability risk. Sahabat Akela, jika Crypto Winter 2022 terjadi karena The Fed menghentikan Qi dan memulai pengetatan moneter, maka tahun 2026 bisa jadi memiliki cerita yang sama, tapi dengan aktor dan arah yang berbeda. Ketika The Fed menghentikan pemangkasan suku bunga dan sampai pada terminal rate yang mereka sebut neutral, pasar akan menyadari satu hal yang sederhana namun menakutkan. Tidak ada lagi likuiditas baru, tidak ada lagi angin Q, dan tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi. Sementara masih ada influencer yang meramalkan adanya altcoin season di tahun 2026, altcoin bull run. Pertanyaannya, saya menghargai semua analisa, namun semua hipotesa haruslah didasarkan atas suatu data, fakta, dan atau dasar teori yang sudah terbukti sebelumnya. Tanpa semuanya itu, bisa jadi itu bukanlah analisa, melainkan hanyalah sebuah promosi belaka. Bagaimana menurut Anda? Klik di kolom komentar.