THE FED vs TRUMP, Pertarungan Terbesar Ekonomi Dunia Dimulai di Jackson Hole 2025
OJxqh4UQlUQ • 2025-08-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Rumus dampak tarif dalam ekonomi makro
itu adalah kenaikan inflasi dan
kontraksi pada saat yang bersamaan untuk
produk tersebut. Tapi karena ini
resiprokal tarif dan berlaku untuk masih
produk yang diimpor ke Amerika dari
seluruh dunia, maka dampaknya adalah di
level makroekonomi.
Sahabat Akelan, pada tanggal 21 hingga
23 Agustus yang akan datang ini, The Fat
seperti biasa akan menyelenggarakan
Jackson Hall Symposium, acara tahunan
yang dihadiri oleh perwakilan bank
sentral dari seluruh dunia.
Khusus bagi Anda yang baru subscribe di
channel ini, sebaiknya Anda juga nonton
video-video mengenai Jackson Hall
Symposium yang sudah pernah kami unggah
ke channel ini pada saat acara tersebut
berlangsung di tahun 2024, 2023 dan
seterusnya.
Jackson Hall Symposium adalah forum
pembuat kebijakan ekonomi global
khususnya bank sentral yang sejak tahun
1978 diselenggarakan setiap tahunnya
oleh Federal Reserve Bank of Kansas City
dan biasanya diadakan di Jackson Hall,
sebuah resort di Taman National Grand
Titan, Wyoming. Simposium ini bukan
sembarang konferensi. Ini adalah forum
di mana pidato-pidato penting bisa
mengguncang pasar saham, forex hingga
kripto. Misalnya pidato Fed Chaman ini
seringki menjadi headline berita karena
bisa memberikan petunjuk tentang arah
suku bunga atau kebijakan ekonomi
Amerika. Tahun ini Jackson Hall
Symposium 2025 akan digelar pada tanggal
21 sampai 23 Agustus minggu depan ini.
Acara tahun ini bertema Lab Markets in
Transition Demographics Productivity and
Macroeconomic Policy. Tema ini sangat
relevan di tengah perubahan demografi
global seperti penuaan populasi,
kemajuan teknologi yang mempengaruhi
produktivity dan implikasinya terhadap
kebijakan makroekonomi.
Acara akan dimulai pada hari Kamis, 21
Agustus malam harinya dengan sesi
pembukaan dan mungkin ada dinner atau
makan malam bersama di mana para peserta
mulai berdiskusi secara informal. Hari
Jumat pada tanggal 22 Agustus ini adalah
highlight utama, momen yang paling
ditunggu-tunggu karena pada pukul 10.
pagi Eastern Standard Time atau sekitar
pukul 22 WIB Fed Chaman Jerem Pawel akan
menyampaikan pidato tentang economic
outlook and framework review. Pidato ini
sangat dinantikan oleh baik investor
maupun trader seluruh dunia karena bisa
memberikan sinyal tentang arah kebijakan
suku bunga defet terutama di tengah
ketidakpastian ekonomi global saat ini.
Fokus investor maupun trader di seluruh
dunia akan tertuju pada pidato Fedment
Jerem Powel ini guna memperoleh petunjuk
sehubungan dengan FOMC the Fed pada
tanggal 17 September dan FOMCFOMC
berikutnya.
Di tahun 2023 misalnya, The Fed pada
waktu itu masih berjuang keras
mengendalikan inflasi. Karena itu pidato
Jerome Paul saat itu bernada hokis atau
cenderung menaikkan suku bunga acuan.
Akan tetapi memasuki tahun 2024,
data-data inflasi menunjukkan inflasi
Amerika sudah mereda menuju target
inflasi ideal def yakni core PC
inflation stabil di kisaran 2% year over
year.
Selengkapnya Anda bisa menyimaknya di
video Jackson H Symposium 2023 yang
pernah kami unggah di tahun 2023 ada di
link yang ini. Memasuki tahun 2024,
strategi dan upaya DEFET dalam
menurunkan inflasi ini sudah menunjukkan
hasil yang cukup menggembirakan. Hingga
bulan Juni 2024, Core PC inflation sudah
turun hingga level 2,7%.
Dan ini berarti penurunan yang
signifikan dari level 5,6% di bulan
September 2022. Memasuki semester kedua
tahun 2024, The Fed semakin confident
bahwa mereka semakin mendekati target
inflasi ideal core PCE inflation yang
stabil di kisaran 2% year over year. Ini
nampak jelas pada pidato Jerome Powell
yang sangat dofis pada Jackson Hall
Symposium 2024. Dalam video tersebut
saya juga menampilkan data yang
dipresentasikan Jerem Powell dalam acara
Jackson Hall Symposium 2024 itu di mana
nampak adanya downward revision untuk
nonfarm payroll sebesar 818.000 Ibu
tenaga kerja di tahun 2024. Nah, dalam
video yang lalu berjudul Astaga ternyata
The Fet salah. Trump bilang suku bunga
terlalu tinggi 3%.
Siapa yang benar?
Akela sudah sempat menjelaskan bahwa BLS
mengumumkan adanya downward revision
sebesar 258.000
R orang yang terdiri dari nonfarm perol
divisi turun sebanyak 125.000
dan Nonfarm Perol Juni direvisi turun
sebanyak 133.000.
Akan tetapi, Trump langsung berang
dengan revisi ini dan mengeluarkan jurus
aktinya mengatakan bahwa data ini
dimanipulasi
karena Dr. Erika Mcarver,
Komisaris BLS adalah pejabat yang
dipilih oleh Biden Administration
sehingga pastilah angka ini dibuat-buat.
Saya lihat ada beberapa komentar di
channel ini, terutama yang ngfans berat
dengan teori konspirasi langsung demen
banget sama komentarnya Trump yang
kemudian langsung mengeluarkan jurus
pamungkasnya lagi. You are fired.
Akibat data tersebut, Trump langsung
memecat Dr. Erica McDarver
sebagai komisaris BLS. pecat.
Pertanyaan saya sederhana. Jika Dr.
Mentar
dan BLS itu adalah pro demokrat dan
mereka memanipulasi data guna
menunjukkan kelemahan ekonomi di era
Trump.
Maka pertanyaannya, kenapa di bulan
Agustus 2024 justru di eranya Joe Biden
menjelang Pemilu 2024, BLS malah
mengumumkan downward revision sebesar
818.000.
[Musik]
Dan sekarang ada beberapa senator justru
dari kubur republik yang mempertanyakan
keputusan Trump ini. Senator-senator itu
di antaranya Cynyt Lumis. Ingat Cynyt
Lumis ini adalah senator republik yang
paling pro kripto.
Kemudian ada Tom Tilis, Dr. Renp dan
Lisa Murkowski.
semuanya serempak menyuarakan
kekhawatiran bahwa tindakan Trump ini
mempolitisasi data ekonomi resmi yang
dapat merusak integritas lembaga
federal. Analogi sederhananya itu gini.
Jika Anda ke dokter dan diminta ke lab
untuk periksa darah, kemudian data
menunjukkan bahwa tekanan darah,
kolesterol hingga gula darah atau
glukosa semuanya sudah melampaui batas
normal. Sehingga dokter internis meminta
Anda untuk diet ketat. Pertanyaan saya
adalah apakah Anda bakal bilang bahwa
itu data lab-nya dimanipulasi
pihak laboratorium sekongkel sama dokter
dan pabrik obat supaya Anda tetap bayar
lab, dokter, apotek hingga pabrik obat.
Penurunan inflasi menuju target ideal 2%
dan naiknya angka pengangguran serta
downward revision sebesar 818.000 orang
di tahun 2024.
Semua data ini memberikan confidence
level yang cukup bagi defend untuk
memulai siklus pemangkasan suku bunga
sebesar 50 basis poin langsung pada FOMC
18 September yang dilanjutkan lagi
sebesar 25 basis poin pada FOMC 7
November dan 25 basis poin lagi pada
FOMC 18 Desember. Namun apa yang terjadi
selanjutnya?
Sejak terpilih menjadi presiden
menggantikan Joe Biden, Trump
mengagendakan tarif war, perang tarif.
Sejak awal 2024, The Fed memang sudah
menunggu langkah kebijakan fiscal Trump
Administration. Itu sebabnya sejak awal
2024 mereka tidak buru-buru melanjutkan
normalisasi melalui pemangkasan suku
bunga.
Akela juga sudah menjelaskan bahwa
kebijakan tarif itu pasti akan berdampak
pada kenaikan harga produk dan itu
berarti inflasi
juga pada saat yang bersamaan. di
samping inflasi akan terjadi kontraksi
ekonomi yang besarannya adalah sebesar
dead loss dan itu adalah berarti
penurunan surplus konsumen yang tidak
tercover oleh tax revenue.
Apakah ada di antara Anda yang bingung
atau enggak paham akan apa yang saya
omongkan barusan? Well, tenang.
Penjelasan detailnya sesungguhnya sudah
pernah saya buat pada video berjudul
Amerika versus Tiongkok. Perang Dagang
ronde 2 dimulai. Siapa yang akan hancur?
Saya sudah mengunggah video ini pada
bulan Februari 2025 awal tahun 2025.
Anda bisa menyimaknya pada link yang
ini. Harap perhatikan dalam video
tersebut saya masih mengasumsikan bahwa
kebijakan tarif Trump ini hanyalah untuk
produk impor asal Tiongkok, Meksiko, dan
Kanada. Tiga negara. Namun apa yang
terjadi? Pada bulan April lalu, Trump
mengumumkan tarif resiprokal
bukan hanya ketiga negara, tapi ke
seluruh dunia.
Saya sudah menjelaskan mengenai ini
dalam video Trump Liberation Day, awal
mimpi buruk dunia. Sahabat Akela yang
baru join di channel ini, silakan simak
videonya di link yang ini. Ingat ya,
konsekuensi kebijakan tarif adalah
kenaikan inflasi dan sekaligus kontraksi
atau penurunan pertumbuhan ekonomi. Nah,
dalam video Amerika versus Tiongkok
perang dagang ronde 2 dimulai, saya
waktu itu masih menyangka bahwa Trump
hanya menggunakan kebijakan tarif ini
sebagai bargaining power mirip seperti
yang pernah dilakukannya di tahun 2018.
Karena itu dugaan saya adalah inflasi
hanya terjadi pada produk-produk
tertentu dan terjadi kontraksi pada
produk-produk tertentu. Sektor industri
tertentu tidak berlaku secara makro.
Namun ternyata tarif resiprokal ini
diberlakukan untuk seluruh dunia yang
berarti semua produk, semua sektor
industri yang barang-barangnya diimpor
ke Amerika. Anda bisa lihat per 7
Agustus datanya adalah seperti di tabel
ini. Ada tujuh negara yang menduduki
peringkat teratas, yakni Brazil, India,
Switzerland, Kanada, China, South
Africa, dan Meksico.
Nah, kini 4 bulan sudah berjalan sejak
Trump Liberation Day tersebut. Harap
diperhatikan tanggal mulai pemberlakuan
tarif ini ada yang tidak sama tergantung
negosiasi yang berlangsung. Mari kita
lihat apakah mulai nampak adanya
gejala-gejala kenaikan inflasi sekaligus
kontraksi pada periode yang bersamaan
akibat tarif resiprokal.
Ingat akibat takrif rumusnya adalah
inflasi naik dan kontraksi khusus pada
produk atau sektor industri tersebut.
Namun karena resiprokaal lagi-lagi ini
bukan hanya satu sampai 3 negara tapi
seluruh dunia semua produk maka berarti
ini skalanya makroekonomi.
Yang pertama ayo kita lihat data
kontraksi. Angka pengangguran memang
masih stabil di level 4,2% belum
menunjukkan adanya kontraksi. Saya
sering bilang bahwa angka 4,2% itu masih
di bawah Nairu, non accelerated
invasionary rate of unemployment.
Namun, coba perhatikan downward revision
yang diumumkan BLS sebesar min 258.000
ini adalah gejala-gejala awal.
Dan ayo kita lihat inflasi karena Trump
selalu ngotot tidak ada inflasi. Mari
kita lihat data CPI Juli yang diumumkan
minggu lalu menunjukkan bahwa data
inflasi keseluruhan Amerika itu memang
stabil di kisaran 2,7% year over year.
Namun core CPI kembali naik menembus
level 3% menjadi 3,1% year over year.
Kendati pun demikian, baik data CPI
maupun core CPI memang belum menunjukkan
gejala-gejala yang mengkhawatirkan. Akan
tetapi, keesokan harinya BLS mengumumkan
data PPI atau producers price index.
Seringki ini dikenal dengan sebutan
wholesale inflation. Nah, ini adalah
inflasi di tingkat produsen headline PPI
inflation melonjak dari 2,4% di bulan
sebelumnya. Jadi 3,3% naik banyak.
Sementara yang lebih mengkhawatirkan
lagi adalah core PPI di bulan sebelumnya
itu di level 2,6%
kini melonjak jadi 3,7%.
Perhatikan charge berikut ini. Yang atas
adalah PPI dan yang bawah adalah CPI.
Bisakah Anda lihat bahwa PPI itu selalu
naik lebih dulu sebelum CPI? Setiap kali
inflasi mulai naik, PPI selalu jalan
dulu. Kemudian sebaliknya kalau inflasi
turun, PPI selalu turun mendahului ya
sebelum CPI turun. Nah, pernahkah Anda
bertanya kok gitu ya? Gitu ya. Ya, ini
sangat logis karena rantai distribusi
suatu produk itu berasal dari produsen
atau jika produk impor ini adalah
eksportir. Kemudian dari eksportir masuk
ke distributor atau importir, kemudian
ke authorized agent kemudian ke retailer
atau pengecer. dan berakhir ujung
akhirnya itu muaranya itu adalah di
konsumen. Hulunya di produsen, muaranya
di konsumen. Konsumen berada pada ujung
akhir rantai distribusi.
Karena itu sangat wajar jika terjadi
perubahan kebijakan contohnya akibat
tarif maka butuh waktu hingga dampaknya
nampak jelas di level konsumen.
Jadi jelas ya, DEFET menunggu sampai
kebijakan tarif resiprokal ini
benar-benar nampak di tingkat konsumen.
Naiknya berapa banyak, mengkhawatirkan
apa tidak sebelum kemudian mengambil
keputusan kebijakan moneter yang pas
itu?
Inilah penyebabnya kenapa The Fed nampak
menunda-nunda keputusannya memangkas
suku bunga acuan dan Trump kembali lagi
melancarkan berbagai tekanan ke Jerome
Powell supaya segera memangkas suku
bunga. Anda bisa nonton pada video yang
ini
dan timnya juga kompak memframing Jerome
Powell bahkan mengajukan rekomendasi
pidana ke Department of Justice. Anda
bisa menyimaknya juga pada video yang
ini. Sebagaimana sudah saya jelaskan
berkali-kali, mau ditodong dengan cara
bagaimanapun juga theeming.
adalah bank sentralnya Amerika.
Posisinya bukan berada di bawah
otorisasinya Presiden. Presiden tidak
memiliki otoritas untuk memerintah def.
Defet hanya bertanggung jawab ke kongres
bukan ke presiden.
Rumus dampak tarif dalam ekonomi makro
itu adalah kenaikan inflasi dan
kontraksi pada saat yang bersamaan untuk
produk tersebut. Tapi karena ini
resiprokal tarif dan berlaku untuk masih
semua produk yang diimpor ke Amerika
dari seluruh dunia, maka dampaknya
adalah di level makroekonomi.
Memang butuh waktu sampai dampak ini
benar-benar nampak jelas di level
konsumen. Sementara besaran kontraksi
yang terjadi adalah sebesar dead with
loss, yakni penurunan surplus konsumen
yang tidak tercover oleh tax revenue.
Akibat downward revision nonfamprol
bulan Juli yang diumumkan BLS pada 1
Agustus lalu, Fed Fund Futures Market
langsung mengantisipasinya
sehingga peluang the Fed pangkas suku
bunga 25 basis Point pada FOMC 17
September itu jadi naik bahkan sempat
hingga mencapai level 94,59%
hampir pasti ya pangkas suku bunga 25
basis point pada FOMC 17 September.
Namun pasca rilis data PPI, peluang
defed pangkat suku bunga 25 basis point
itu sedikit turun jadi 84,8%.
Besar kemungkinan memang The FET masih
akan pangkas 25 basis poin pada FOMC 17
September. Akan tetapi lagi-lagi ini
sudah diantisipasi semua investor maupun
trader. Fedw tools kini juga
mengantisipasi hanya ada dua kali
pemangkasan suku bunga fed fund rate
hingga akhir tahun 2025 bukan tiga. Yang
lebih menentukan dan paling
ditunggu-tunggu oleh semua trader maupun
investor adalah summary of economic
projection atau SEP yang akan dirilis
oleh The FET pada FOMC 17 September
tersebut serta pers conference Jerome
Powell. Sebelum FOMC 17 September masih
ada pidato Jerome Powell pada Jackson
Hall Symposium. Selain itu juga ada data
PC inflation di akhir Agustus, nonfarm
perol bulan Agustus akan diumumkan di
awal September. Juga data CPI dan PPI
pada pertengahan September. Jika
data-data ini menunjukkan adanya
lonjakan inflasi disertai gejala
kontraksi, maka
pasar saham baik bursa saham Amerika
hingga IHSG serta aset kripto berpeluang
mengalami koreksi tajam.
Nah, Sahabat Akela ingin konsultasi
bagaimana menghadapi potensi peluang
terjadinya gejolak volatilitas pasar
kembali tenang. Khusus bagi subscribers
channel ini, Anda bisa konsultasi
sehubungan dengan investasi ataupun
trading Anda langsung dengan saya dan
Bapak Hendra Matonolim, pencipta timu
quantitative trading system melalui
Akela live streaming yang akan kami
selenggarakan tiap hari Kamis pukul
19.30 WIB di channel ini. Semoga
bermanfaat semuanya. Sukses selalu dan
sampai jumpa.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:55:52 UTC
Categories
Manage