ASTAGA! Ternyata The Fed Salah? Trump Bilang Suku Bunga Terlalu Tinggi 3%! Siapa yang Benar??
8baMrg7piYk • 2025-08-05
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Jelas sekali bagaimana tarif berpengaruh pada inflasi dan karena defet sepenuhnya bergantung pada data, maka tarif dengan demikian secara tidak langsung juga berpengaruh pada fat fund policy-nya the ini. Oke, sahabat Akela senang sekali berjumpa dengan Anda kembali dan persis seperti yang Akela sudah sebutkan sejak video berjudul The Fat bakal pangkas enam kali. Yuk, lihat data aslinya biar enggak kena PHP. Saya sudah sebutkan bahwa The FET akan kembali bertahan di level 425 hingga 450 alias tidak ada pemangkasan suku bunga. Kemudian muncul berbagai intimidasi dari Trump dan kubu partai republik sehubungan dengan renovasi gedung The FET yang tidak lain adalah bagian dari upaya Trump supaya The Fed segera memangkas suku bunga. Dan ini saya juga sudah bahas juga dalam video berjudul Trump mau pecat Powel karena renovasi 3,1 miliar dolar. Ini fakta hukumnya. Hingga video yang terakhir di mana anggota Kongres Representatif Paulina Luna mengajukan referal dugaan pidana ke Department of Justice atas dugaan tindak pidana yang dilakukan Powel. Sehubungan dengan proyek renovasi gedung defet tersebut. Saya juga sudah membahasnya di video yang ini. Hingga video terakhir menjelang EV MC saya tetap berpegang teguh bahwa The Fat akan tetap bertahan di level 425 hingga 450 tidak bergeming sedikitp. Kendati pun ada berbagai komentar yang dengan keras menentang analisa Akela tersebut. Nah, pertanyaannya bagaimana saya bisa sedemikian yakin sehubungan dengan keputusan yang akan diambil The Fat? Kendati pun masih lagi ada banyak analis top dunia seperti Larry Card Low yang cenderung mengatakan bahwa The Fed seharusnya mulai pangkas suku bunga acuan atau bahkan Muhammad El Arian yang mengatakan bahwa seharusnya Jerome Powell mengalah dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai v chamen. Jangan-jangan beneran nih Pak Hari ini antch-antk CIA agen Rosild Freemason Illuminati. Oke, buang jauh-jauh itu semua. Dan sahabat Akela, berapa kali saya sudah bilang di channel Akela Trading System ini? Semakin banyak Anda membiarkan pikiran Anda diracuni teori-teori konspirasi, maka itu bukan bikin Anda tambah pintar, malah jadinya tambah tersesat. Saya akan buka rahasianya sekarang. Jika Anda ingin tahu bagaimana, saya bisa tetap berpegang teguh bahwa Jerome Powell tidak akan mengundurkan diri dan tidak akan kompromi soal suku bunga dan sekaligus memprediksi dengan begitu tajam dan akurat fat fun policy yang akan diambil defet sebelum FUMC tersebut dilangsungkan. Kendati pun analisa Akela ini bertentangan dengan pendapat banyak pakar ekonomi top dunia seperti Larry Kardlo maupun Laran. Oke. Pasca FOMC 30 Juli lalu, Trump dalam cuitannya di Truth Social mengungkapkan bahwa GDP second quarter sudah dirilis hasilnya adalah 3% jauh lebih tinggi dari konsensus yang hanya 2,5%. Dalam hal ini Trump memang benar. Namun kalimat berikutnya, to late must now lower the interest rate. No inflation. alias tidak ada inflasi alias inflasi sama dengan nol. Nah, sebelumnya pada tanggal 9 Juli Trump malah mengatakan bahwa suku bunga The Fair ini terlalu tinggi sekurang-kurangnya 3 full point atau 3%. Berarti menurut Trump seharusnya suku bunga berada di kisaran 1,25 hingga 1,5%. Pertanyaannya, benarkah inflasi nol alias tidak ada inflasi sama sekali. Setujukah Anda dengan apa yang dikatakan Trump? Seperti biasa, Akela selalu menyikapi informasi seperti ini dengan kembali ke data solum sekundum data adveritas hanya berdasarkan data dan fakta. Coba perhatikan histogram Core PCE Inflation ini. Berdasarkan data terakhir, Core PCI Inflation Juni 2025 adalah 2,8% dan ini naik 0,1% dari bulan sebelumnya yakni 2,7%. Jelas-jelas inflasinya tidak nol. Seperti kata Trump, saya sempat melakukan survei kecil-kecilan di YouTube channel Akela ini dan ternyata dari 941 responden, 44% setuju dengan pendapat Trump, 49% berpendapat kebijakan Fedfund Rid the Fed sudah tepat dan ada 8% sisanya yang mengatakan suku bunga seharusnya malah dinaikkan lagi. Nah, saya ingin mengajak sahabat Akela semua untuk berpikir rasional dulu. Dan rasional berarti saya mengajak sahabat Akela untuk belajar rendah hati, bisa menerima realita bahwa tidak peduli apapun pendapat kita semua ini tidak ada pengaruhnya apa-apa buat The Fatmas pendapat seorang Donald Trump presiden Amerika sekalipun. Ini sudah dibuktikan The Fed bukan hanya sekarang ini, tapi saya sudah berikan fakta sejarahnya bahkan mulai dari zaman Paul Fe sampai Alan Greenspen, Bernan Ke, Janet Yellen hingga Jerem Pawel sekarang ini. Sahabat Akela bisa menontonnya pada video berjudul Jerome Pawel terancam di penjara. Ini fakta hukum versus serangan politik Trump. Jadi alih-alih mencoba mempengaruhi def, bagaimana jika kita cukup mengetahui cara berpikir mereka sehingga kita tahu mereka akan mengambil keputusan seperti apa. Bukankah itu sudah cukup bagus buat kita? Nah, sebagaimana saya sudah sampaikan di awal video ini bahwa saya akan buka rahasianya bagaimana saya bisa memprediksi dengan begitu akurat fed fund policy yang akan diambil defet sebelum FOMC dilangsungkan. Jawabnya adalah karena saya menganalisanya dengan menggunakan formula yang sama. Analoginya begini. Jika Anda menghitung sesuatu, misalkan saja kita ingin menghitung luasan sebuah lingkaran yang diameternya 2 m, maka kita tinggal hitung 1/4 * pi * diameter dikuadratkan pangkat 2 ya. = 1/4 * 3,14 * 4 = 3,14 m². Nah, jika soal yang sama diberikan kepada Anda di mana pun Anda berada, berhubung Anda menghitungnya menggunakan formula yang sama, maka sudah barang tentu hasilnya juga pasti sama. Oke, untuk itu saya perkenalkan sekarang tokoh yang satu ini namanya John B. Taylor saat ini dia menjabat sebagai Mary and Robert Raymond, professor of economics di Stanford University dan George P. Suul Senior Value in Economics di Stanford's Hoover Institution. Dia juga sekaligus menjabat sebagai director of Stanford Introductory Economic Center and Senior Fellow di Stanford Institute for Economic Policy Research atau SPR. Ya, kalau disingkat SPR dia adalah pencipta tayor rules yang dia kemukakan pada tahun 1993. Ini adalah sebuah formula penetapan suku bunga yang optimal berdasarkan data inflasi dan output ekonomi atau GDP yang sedang berlangsung. Dan saat ini formula ini digunakan secara luas oleh bank sentral di seluruh dunia termasuk juga the. Nah, teller rule ini dinyatakan dengan formula I itu adalah nominal interest rate r + pi + 0,5 * selisih pi - pi star + 0,5 * selisih y - y star. Di mana I adalah nominal interest rate yang hendak dihitung. Misalkan dalam hal ini adalah expected fat fund rate atau ekspektasi suku bunga theat. Kemudian airstar adalah natural interest rate. Pi adalah inflasi real. Dalam hal ini angka yang kita pergunakan adalah sama dengan data inflasi yang menjadi acuan def dan itu adalah core PC inflation. Kemudian PAR adalah target inflasi dalam hal ini adalah target inflasi defed ya ini adalah 2%. Kemudian selanjutnya y - y star adalah output gap, yakni selisih antara angka GDP real dengan proyeksi GDP. Untuk itu, ayo kita hitung dulu output gap ini dan itu adalah real GDP growth dikurangi potential atau projected GDP growth. Berdasarkan data terakhir, full year GDP growth Amerika itu adalah 2,8%. Harap perhatikan saya masih pakai full Y GDP growth terakhir bukan annualized quarterly GDP. Jika angka ini yang saya pakai maka angkanya malah lebih tinggi lagi. Ya, ini adalah 3%. Projected GDP. Saya menggunakan data dari tabel SEP the FATET yang dirilis pada FOMC Juni 2025. di mana berdasarkan tersebut hingga akhir tahun 2025, The Fed memproyeksikan angka GDP itu berada di level 1,4%. Tabel ini Sahabat Akela bisa temukan di link ini. www.federalreserve.gov/monetarypolicy/fomccalendars.htm. Linknya saya juga berikan di kolom deskripsi. Jika kita masukkan datanya maka real GDP growth 2,8% potential GDP growth sesuai proyeksi FATET hingga akhir tahun adalah 1,4% maka output gap adalah 1,4%. Data berikutnya adalah data inflasi real. Dan untuk itu saya menggunakan data COR PCE menjelang EVMC 30 Juli yang barusan ini dan itu adalah Core PC inflation bulan Mei 2025 masih 2,7% year over year. Jika saya menggunakan data core PCI terbaru maka angkanya bahkan lebih tinggi lagi karena inflasinya naik jadi 2,8% year over year. Nah, sampai tahap ini kita sudah punya data output gap. 1,4% target inflasi atau PTAR 2% inflasi real atau pi sama dengan 2,7% tinggal satu variabel terakhir yakni Airstar yakni natural rate of interest. Berdasarkan riset Thomas Lobak almarhum dan John C. Williams yang saat ini menjabat sebagai Fed President New York. Natural rate of interest adalah the real short term interest rate consistent with output at its potential level and inflation at its target in the long run absent transitory shock. Dan berdasarkan riset mereka, Natural of Interest ini sejak tahun 2016 berada di kisaran 0,5 hingga 1% dan sejak 2023 berada di kisaran 0,4 sampai 0,9%. Karena itu untuk perhitungan kita ambil angka mediannya saja yakni 0,65% pas di tengah antara 0,4 dan 0,9. Nah, dengan demikian semua data yang kita butuhkan sudah complete. Natural rate of interest itu 0,65. Real inflation core PCE Mei 2025 2,7%. Target inflasi 2% dan output gap 1,4%. kita masukkan semuanya ke formula tailer rules ini. Maka berdasarkan kondisi makroekonomi saat ini, core PCI 2,7% dan output gap 1,4%, targeted fed fund rate yang optimal adalah 4,4% dan itu berarti 4,25 sampai 4,5% atau 425 hingga 450 basis poin di mana itu adalah exactly precisely di mana the Fed saat ini menetapkan Fed Fund rate-nya. Harap diingat, saya adalah warga negara Indonesia. Saya tidak anti Trump. Saya juga bukan fans beratnya Trump. Saya juga tidak ada urusan dengan Partai Demokrat lawannya Trump. Saya juga tidak ada urusan dengan The Fed. Akan tetapi ketika kita bisa menelusuri jalan pikirannya The Fed hingga formula yang mereka gunakan, lantas ketika Trump bilang no inflation dan fed fund rate saat ini terlalu tinggi sekurang-kurangnya 3% atau 300 basis poin. Pertanyaannya adalah lah itu dasarnya apa? Dari mana angka 300 basis point itu diperoleh? hanya sekedar omon-omon belaka. Sehubungan dengan itu, saya membuka ruang diskusi bagi siapa saja yang mendukung opini Trump bahwa secara kondisi makroekonomi Amerika saat ini, suku bunga seharusnya berada 300 basis poin di bawah level 425 hingga 450 atau sebesar 125 hingga 150. Silakan ketik di komen dasar analisanya. dasarnya pakai rumus apa, teori apa? Ketik di kolom komentar. Tahukah Anda sehari sesudah FOMC, BE merilis data core PCI Juni 2025 yang semakin naik jadi 2,8%. secara perlahan dampak dari tarif mulai terefleksikan pada data Core PC inflation ini. Jika data core PCI Juni ini yang kita masukkan dalam formula tailer rule, maka targeted fed fund rate-nya menjadi 4,55 alias 4,5 hingga 4,75. Jelas sekali bagaimana tarif berpengaruh pada inflasi dan karena defet sepenuhnya bergantung pada data, maka tarif dengan demikian secara tidak langsung juga berpengaruh pada Fed Fund policy-nya The Fed ini. Pada saat video ini saya kerjakan, Trump kembali menaikkan tarif Kanada dari 25% menjadi 35%. Sebagaimana dijelaskan Jerem Powel dalam pers conference-nya, penambahan biaya produk karena tarif pasti akan ada yang memikul tambahan biaya itu. Yang jelas bukan produsen atau eksporter, melainkan mulai dari importer, distributor, agen penjual atau konsumen. ini semuanya tanggung renteng akan memikul tambahan biaya akibat tarif tersebut. Jika sampai pada konsumen yang artinya konsumen yang harus membayar lebih mahal atas produk yang dibelinya, maka itu artinya inflasi naik. Nah, apa artinya ini semua terhadap Bitcoin, Ethereum, S&P 500, NASDAQ dollar index hingga IHSG? Sejak Kamis, 31 Juli, Bitcoin mulai pullback dan masih berlanjut hingga hari berikutnya. Sehingga pada Jumat, 1 Agustus, Bitcoin sempat ditutup melemah ke level 113.249 US dar. Hal yang sama juga nampak pada Etherium yang ditutup melemah 5,7% ke level 3.486. Sekitar 2 minggu sebelum FOMC 30 Juli dilangsungkan, BI menggelar rapat Dewan Gubernur dan memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%. Hal ini sempat membuat IHSG berhasil breakout resistance di 7.240 bullish. Akan tetapi penurunan suku bunga ini juga berdampak melemahnya nilai tukar IDR terhadap US dollar kembali. Pasa FOMC 30 Juli, nilai tukar US Dollar terhadap rupiah nampak kembali menguat dan pada penutupan Jumat, 1 Agustus berada di level Rp16.450 kembali. Seperti biasa, hal ini memicu dimulainya profit taking pada IHSG. Sehingga sesudah berhasil menyentuh level tertinggi di level 7.680, IHSG kembali bergerak melemah. Hingga penutupan Jumat, 1 Agustus, IHSG ditutup pada posisi 7.537.77. Jika IHSG kembali melanjutkan pelemahannya, maka support IHSG berikutnya adalah 7.240, yakni resistance yang berhasil di breakout IHSG pada tanggal 16 Juli lalu kini menjadi support IHSG. Senada dengan Bitcoin dan IHSG, indeks S&P 500 dan NASDAQ juga memulai pullback atau koreksinya kembali. Memang pada hari Kamis 31 Juli 2025, SNP 500 dan NASDAQ hanya mengalami minor pullback saja di mana S&P 500 hanya minus 0,3%. Sementara Nasdak hanya 0,5%. Namun ini karena keduanya terbantu oleh saham Meta yang mengumumkan laporan keuangannya di mana Meta mengumumkan earning per share 7,14 US per share atau 21,82% di atas konsensus. Sehingga ini membuat antusiasme pasar mendorong saham langsung terbang sebanyak 11,7% pada sesi premarket. Sementara itu, pada hari yang sama saham Microsoft juga melaporkan earning per share sebesar 3,65 US per share atau 8,09% di atas konsensus. Dan ini membuat saham Microsoft juga loncat sebesar 8,26% pada sesi premarket. Tanpa earnings announcement Microsoft dan Meta, besar kemungkinan SNP 500 dan NASDAQ sudah terkoreksi jauh lebih dalam pada sesi perdagangan 31 Juli tersebut. Pada hari pertama bulan Agustus, baik SNP 500 maupun NASDAQ semakin dalam melanjutkan koreksinya. Banyak media yang mengaitkan ini dengan revisi nonfarm payroll yang dirilis oleh BLS di mana NFP naik sebesar plus 73.000 jumlah tenaga kerja di bulan Juli jauh di bawah ekspektasi pasar yang antara 110.000 sampai Rp150.000. Namun yang paling surprise adalah BLS merevisi turun estimasi pekerjaan 2 bulan sebelumnya sebanyak total minus 258.000 tenaga kerja. Yakni NFP Mei itu direvisi dari plus 144.000 menjadi hanya + 19.000 berarti -125.000 dan NFP Juni itu direvisi dari plus R7.000 R sesuai laporan di bulan Juni menjadi hanya plus 14.000 saja atau berkurang Rp13.000. Banyak media yang langsung mengaitkan ini dengan koreksi yang terjadi di Bitcoin dan terutama SNP 500 dan Nasdaq. Namun harap perhatikan saya tidak sepenuhnya setuju karena revisi ini hanya berdampak pada kenaikan angka pengangguran sebesar 0,1% menjadi 4,2% di mana itu masih di bawah Nairu noncelerated inflationary rate of unemployment yang artinya kendati pun terjadi downward revision yang cukup signifikan namun masih belum cukup mengindikasikan bahwa adanya ancaman resesi, ancaman pada sektor tenaga kerja. Sektor tenaga kerja angka penganggurannya masih sangat rendah, hanya 4,2%. Dalam laporannya, BLS juga sudah menjelaskan bahwa revisi ini terjadi akibat keterlambatan data dari sektor swasta dan government agency yang baru masuk di bulan Juli. Kendati pun PHK-nya terjadi di bulan Mei sampai Juni. Akan tetapi, Trump enggak terima. Dia langsung mengeluarkan jurus kasnya. You are fired. Ya, Trump langsung memecat komisaris BLS, Dr. Erika Mentarfer. Dalam keterangannya, Trump mengatakan bahwa data tersebut dimanipulasi ekonomi Amerika booming pada masa Trump administration dan masih sempat menyebut Jerem Powell a stabn maaf moron yang bilang Trump ya, bukan saya. must substantially lower interest rate. Now, if he continues to reviews, the board should assume control. Yang artinya kurang lebih jika dia terus menolak, maksudnya menolak memangkas suku bunga, maka dewan FOMC seharusnya mengambil alih kendali. Nah, ini saya jadi bingung. Selama ini memang keputusan defedat dalam sidang FOMC itu adalah keputusan FOMC board members. yang terdiri dari tujuh orang fat governors di mana Jerem Powell adalah salah satunya ditambah lima orang Fed Presiden. Masing-masing member tidak terkecuali Jerome Powell itu hanya punya satu suara. Apa yang disampaikan Jerem Powell dalam setiap perserence dalam FOMC adalah keputusan bersama ke-1 orang ini. Itu sebabnya dalam setiap perserence Paul selalu menyebut dengan kata my colleagues and I yang artinya saya dan rekan-rekan. Struktur ini nampak jelas pada website the Fed, the federal open market committee atau FOMC consist of 12 members, the seven members of the board of governance of the federal reserve system, the president of the federal reserve bank of New York and four of the remaining 11 reserve bank presidents who serve one year terms on a rotating basis. Penjelasan mengenai struktur dan mekanisme defet ini sudah teramat sering dibahas di channel ini. Ada banyak video lama Akela mengenai ini. Video ini adalah salah satu contohnya. Kalau enggak paham ini semua ya itu tandanya belum subscribe di channel ini. Karena itu biar enggak gagal paham kayak beliau yang bilang bahwa jika Jerome Powell masih ngotot enggak mau pangkas suku bunga, biar supaya dewan FOMC-nya yang ambil alih kendali. Nah, itu artinya tandanya gagal paham. Biar enggak gagal paham kayak gitu, pastikan diri Anda sudah subscribe di channel ini. Klik tombol like-nya supaya semakin banyak orang bisa tercerahkan. Dan jangan lupa aktifkan tombol alert-nya supaya YouTube bisa memberikan notifikasi kepada Anda setiap kali kami mengunggah video baru serta menyelenggarakan event Akela live streaming di channel ini. di mana saya bersama dengan Bapak Hendra Martono, pencipta timu Quantitatif Trading System hadir untuk Anda semua yang ingin diskusi mengenai trading atau investasi baik di Bursa Efek Indonesia, bursa saham Amerika, Forex dan Gold hingga Bitcoin serta aset crypto lainnya gratis. Semoga bermanfaat semuanya. Sukses selalu dan sampai jumpa.
Resume
Categories