Transcript
Cwr-pCnLgAY • The Fed Bakal Pangkas 6x? Yuk Liat Data Aslinya, Biar Gak Kena PHP!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0277_Cwr-pCnLgAY.txt
Kind: captions
Language: id
Berdasarkan watch saat ini ada 95,3%
peluang alias hampir bisa dipastikan
bahwa The Fat akan tetap bertahan di
level 425 hingga 450 pada FOMC 30 Juli
2025 yang akan datang ini.
Oke, sahabat Akela, kemarin ada yang
tanya ke saya, "Apa benar di tahun 2026
The Fed akan pangkas suku bunga enam
kali?"
Rupa-rupanya informasi ini diperoleh
dari video podcast kasih solusi. Coba
kita simak dulu sebentar ya. Powel
melihatnya dia mau e CPI ini stabil dulu
baru dia mau menurunkan suku bunga. Dia
kan pilihannya mau soft landing atau
hard landing kan. Yes. Jadi dia enggak
mau hard landing, dia maunya soft
landing. Makanya dia rada menahan kan.
Dan sekarang lagi dipressure sama sitram
untuk gimana sih ini kita butuh potong
suku bunga. Kita butuh potong suku
bunga. Baru kemarin kan keluar statement
baru di 2026 nanti ada enam kali
pemotongan suku bunga. Correct me wrong
ya.
Oke sebelumnya saya perlu sampaikan
bahwa saya sepenuhnya respect kasih
solusi dan narasumbernya Gabriel Ray dan
berhubung Gabriel Re sendiri yang bilang
correct me if I'm wrong gitu katanya
kan. maka saya memberanikan diri untuk
membuat video klarifikasi ini. By the
way, saya juga belum kenal baik dengan
host kasih solusi maupun narasumbernya
Gabriel R eh atau lebih tepatnya
sebetulnya saya kenal mereka ee tapi
mereka yang enggak kenal saya kayaknya
gitu ya. Jadi saya sampaikan salam kenal
buat Kasih Solusi dan Gabriel Re. Semoga
suatu saat kita bisa ngobrol nyantai
gitu ya. Nah, guna menjawab pertanyaan
berapa kali defet akan pangkas suku
bunga, saya akan ajak sahabat Akela
untuk kembali ke falsafah Akela sejak
awal. Solum sekundum dataveritas
hanya berdasarkan data dan fakta. di
mana data yang saya maksudkan di sini
selalu adalah data yang kita peroleh
dari sumber asli data langsung, bukan
dari media, bukan dari interpretasi atau
opini pihak ketiga, tapi langsung dari
sumber asli.
Contohnya jika data CPI inflation, CPI
itu consumer price index, kita periksa
dari BLS biro label statistik yang
menerbitkan data CPI tersebut. Jika
datanya adalah PCE inflation, PCE itu
adalah personal consumption expenditure,
kita periksa langsung ke BEA, Bureau of
Economic Analysis yang menerbitkan data
PCE Inflation. Nah, jika yang ditanyakan
sekarang adalah proyeksi pemangkasan
suku bunga DEFET, maka kita menggali
datanya langsung ke website resmi
DEFED. Namun sebelum itu, ada dua hal
yang perlu saya klarifikasi khususnya
bagi sahabat Akela supaya tidak salah
paham.
Hal ini penting karena nampaknya
berdasarkan survei yang saya lakukan di
channel ini yang salah paham juga cukup
banyak.
Yang pertama saya menangkap bahwa
narasumber mengatakan bahwa dia berarti
dia ini yang diver Jerome Powell.
dia
kan pilihannya soft landing atau hard
landing dan oleh host dijawab iya dan
dijawab lagi oleh narasumber bahwa dia
enggak mau hard landing, dia maunya soft
landing. Dan sesudah itu ditutup dengan
kalimat makanya dia rada menahan kan.
Nah, di sinilah dia letak
permasalahannya. Saya menangkap bahwa
narasumber memiliki pemahaman bahwa
istilah hard landing dan soft landing
adalah pilihan strategi kebijakan
pemangkasan suku bunga defet. Di mana
hard landing adalah pemangkasan suku
bunga secara agresif alias cepat dan
soft landing adalah pemangkasan suku
bunga secara konservatif alias
pelan-pelan saja. Kayak lagu
Bila Berat
Pangkas suku bunga
pelan-pelan
saja.
Asikkan asikkan.
Nah, jika Anda termasuk yang memiliki
pemahaman seperti itu, saya bisa maklum
karena seingat saya bertahun-tahun lalu
sudah ada influencer yang juga
menyebutkan hal yang sama. Hal ini
berhubung karena sudah kedua kalinya ada
video viral mengenai ini, jadi saya rasa
perlu meluruskannya supaya tidak semakin
banyak yang salah paham. Istilah hard
landing dan soft landing pengertiannya
bukanlah mengenai pilihan strategi yang
dipilih oleh The Fed, melainkan istilah
itu adalah untuk menjelaskan kondisi
pertumbuhan ekonomi yang hendak dicapai.
Hard landing itu adalah resesi alias
pertumbuhan ekonomi negatif atau
kontraksi. Sementara soft landing adalah
pertumbuhan ekonomi yang melambat
namun tidak sampai negatif alias masih
tetap bertumbuh dan target inflasi 2%
tercapai.
Guna memahami ini maka kita harus paham
dulu bahwa semua pejabat defed mengemban
tanggung jawab dual mandit di pundak
mereka. Mandat ganda itu adalah price
stability. dan maksimum employment. Dual
mandate ini selalu ada setiap kali
mereka diambil sumpahnya. Sejak akhir
tahun 2021, Jerome Powell memang sudah
mengatakan bahwa fokus utama mereka
adalah mengembalikan price stability di
mana maksimum employment bukan lagi
menjadi prioritas utama perhatian
mereka. Hal ini berarti kode keras bahwa
The Fed akan meninggalkan program
quantitative easing pada waktu tahun
2021 akhir itu dan memulai quantitatif
tightening alias menaikkan suku bunga
acuan guna memerangi inflasi. Saya sudah
warning mengenai ini dalam video
berjudul apa itu aset bubble. Ketika The
FET menaikkan suku bunga acuan, maka The
FET sesungguhnya mengurangi daya beli
yang beredar di masyarakat. Karena
dengan kenaikan suku bunga mengakibatkan
cost of borrowing alias suku bunga
pinjaman jadi naik. Sehingga masyarakat
mengurungkan niatnya untuk melakukan
berbagai pembelian yang membutuhkan
kredit karena bunganya mahal.
Singkatnya ini akan mengakibatkan
terjadinya penurunan agregat demand dan
juga berdampak melambatnya pertumbuhan
ekonomi. Nah, penurunan agrega demen
akan berakibat berkurangnya tekanan pada
kenaikan harga barang dan jasa dan
akibatnya inflasi jadi turun.
Gold the FET adalah mencapai target
inflasi yang diukur dengan core PC
inflation stabil di kisaran 2% year over
year. Namun harap diingat di samping
penurunan inflasi pertumbuhan ekonomi
juga slow down. Perlambatan pertumbuhan
ekonomi jika terus melambat maka pada
suatu titik akan masuk ke zona negatif
alias kontraksi. Dan ini berarti resesi
alias hard landing.
The FET tidak mau terjadi hard landing
alias resesi. Karena jika resesi maka
terjadilah lonjakan angka pengangguran.
Dan ini berarti The Fed gagal mencapai
mandat yang satunya yakni maksimum
employment.
Jadi perhatikan tanggung jawab def itu
adalah menjaga keseimbangan
antara risiko price stability alias
inflasi dengan risiko maksimum
employment alias tingkat pengangguran.
Dalam beberapa kejadian sebelumnya
memang the mencapai prestability target
inflasi yang 2% itu mereka terpaksa
menaikkan suku bunga dan menahannya di
level suku bunga tinggi hingga jangka
waktu yang extended atau berkepanjangan
mengakibatkan ekonomi Amerika akhirnya
terpuruk pada pertumbuhan ekonomi
negatif alias kontraksi alias
Hard landing. Kondisi ideal yang
diharapkan defet melalui kebijakan
moneter yang diambilnya sekarang ini
adalah kondisi di mana gold price
stability itu tercapai dan itu berarti
target inflasi yang stabil di kisaran 2%
year over year itu tercapai. ekonomi
memang melambat namun tidak sampai
resesi, tidak sampai masuk ke zona
negatif. Kondisi seperti inilah yang
dikenal dengan sebutan soft landing.
Supaya lebih jelas, saya tampilkan
perbedaan hard landing versus soft
landing pada tabel berikut ini. Hard
landing adalah kondisi ekonomi di mana
pertumbuhan ekonomi negatif alias
resesi, angka pengangguran melonjak jauh
di atas Nairu. Nairu itu non accelerated
inflationary rate of unemployment.
Angka pengangguran idealnya The FET,
yakni angka pengangguran yang rendah,
namun tidak sampai menimbulkan
percepatan atau akselerasi inflasi dan
itu di kisaran 4,5%
inflasi turun. Bahkan karena lemahnya
daya beli masyarakat, inflasi bisa
terpuruk ke zona negatif alias deflasi.
Nah, jika terjadi deflasi maka itu
berarti resesinya sudah sangat parah.
Softlanding adalah kondisi ekonomi di
mana pertumbuhan ekonomi melambat namun
masih tetap positif. Tidak ada lonjakan
angka pengangguran. Angka pengangguran
masih di kisaran Nairu. Namun inflasi
sudah turun ke target inflasi theet
yakni stabil di kisaran 2% year over
year.
Oke, lanjut. Yang kedua, berapa kali Fed
akan pangkas suku bunga di tahun 2026?
Sebelum saya jawab, saya ada tips bagi
Anda semua. Udah tahu enggak bahwa Anda
bisa berkonsultasi sehubungan dengan
trading maupun investasi Anda dengan
Akela. di mana saya dan Bapak Hendra
Martono Lim pencipta timu quantitatif
trading system yang kami pakai di Akela
akan hadir melalui Akela live streaming
yang kami selenggarakan tiap hari Kamis
pukul 19.30 WIB di channel ini. Gratis.
Caranya gampang. Cukup pastikan diri
Anda sudah subscribe di channel ini,
klik tombol like-nya dan pastikan tombol
alert-nya aktif supaya setiap kali kami
mengunggah video baru atau hadir dalam
live streaming, Anda akan memperoleh
notifikasi dari YouTube. Nah, sekarang
kembali ke pertanyaan. Berapa kali lagi
The Fed akan memangkas suku bunga
acuannya? Guna menjawab pertanyaan ini,
saya lebih memilih untuk melihat
langsung dokumen yang dirilis the Fed
secara resmi sebagai sumber acuan.
Kenapa demikian? Ya, analogi
sederhananya jika misalnya Anda hendak
membesuk seseorang yang sakit, sedang
berobat di rumah sakit, informasi siapa
yang Anda jadikan acuan? informasi teman
dekatnya si pasien, teman Anda ini atau
informasi saudaranya si pasien atau
informasi dari perawat di rumah sakit
atau informasi dari dokter yang
memeriksa langsung pasien teman Anda itu
langsung.
Jika yang ditanya tentang kebijakan
thein
keliling cari si A, si B, si C. Ayo kita
tanya the langsung, kan? Sesederhana
itu. Pertanyaan selanjutnya, emangnya
bisa nanya ke defed langsung? Tenang,
kan udah banyak tuh yang bilang saya ini
agen the, kaki tangan Roshield, anggota
Illuminati, Freemason dan seterusnya dan
seterusnya. Enggak ya. Saya bercanda,
Sahabat Akela. Saya bercanda ya. Oke,
perhatikan baik-baik gini. Langkah
pertama masuk ke website the FET. Ini
alamatnya
www.federalreserve.gov/monetarypolicy/fomccalendars.htm.
Saya juga berikan alamat ini di
deskripsi. Kemudian perhatikan, cari
FOMC terakhir yang ada projection
materials-nya dan itu adalah FOMC 17
sampai 18 Juni yang lalu. download
PDF-nya itu buka file tersebut langsung
masuk ke halaman 2 dan di situ ada tabel
berjudul Economic Projections of Federal
Reserve Board Members and Federal
Reserve Bank Presidents under their
individual assumptions of projected
appropriate monetary policy June 2025
atau kalau saya terjemahkan menjadi
bahasa Indonesia bunyinya proyeksi
ekonomi anggota Dewan Federal Reserve
dan Presiden Federal Reserve berdasarkan
asumsi masing-masing mengenai kebijakan
moneter yang sesuai Juni 2025. Nah,
langsung turun ke bagian bawah. Di situ
ada Fed Funds rate dan median proyeksi
ke-19 orang Fedbards dan Fed presidence
ini adalah 3,9 di tahun 2025, 3,6 di
tahun 2026, 3,4 di tahun 2027 dan 3%
pada tahun-tahun berikutnya.
Apa artinya semua ini? Angka 3,9 itu
berarti 3,75 hingga 4. Sementara angka
3,6 itu berarti 3,5 hingga 3,75
dan 3,4 berarti 3,25 hingga 3,5.
Saat ini Fed Fance rate berada di level
425 hingga 450. Dengan demikian, hingga
akhir tahun 2025, proyeksi DEFET
berdasarkan SIP Juni 2025 adalah 3,75
hingga 4. Berarti ada dua kali
pemangkasan masing-masing 25 basis poin
hingga akhir tahun. Selanjutnya di tahun
2026 proyeksinya adalah 3,5 hingga 3,75.
Berarti hanya ada satu kali pemangkasan
sebesar 25 basis poin di tahun 2026.
Selanjutnya lagi di tahun 2027
proyeksinya adalah 3,25 hingga 3,5.
Berarti ada satu kali pemangkasan lagi
sebesar 25 basis poin di tahun 2027.
Harap diingat bahwa sejalan dengan
data-data ekonomi yang dirilis oleh BLS
dan BE, The Fed juga akan merevisi
proyeksi mereka ini setiap FOMC yang
jatuh di bulan Maret, Juni, September,
dan Desember. Sehubungan dengan itu,
pelaku pasar Fed Fund Futures yang
diperdagangkan di CMI, mereka ini adalah
bank-bank investasi dan primary dealers
seperti JP Morgan, Goldman Sex, City
Group juga H Funds, Aset Management,
Treasury Dash, Bank-bank Komersial, juga
bank sentral negara lain hingga ada juga
retail traders.
Anda bisa melihat persepsi mereka
sehubungan dengan kebijakan The Fed
melalui Fedw Tools yang Anda bisa lihat
di website berikut ini.
www.cmegroup.com/market/inestrates/cmedatwool.html.
Saya berikan linknya juga di deskripsi.
Berdasarkan watch saat ini ada 95,3%
peluang alias hampir bisa dipastikan
bahwa The Fed akan tetap bertahan di
level 425 hingga 450 pada FOMC 30 Juli
2025 yang akan datang ini. Kemudian
lanjut klik probabilities, maka nampak
bahwa Fedfund Futures Market juga
mengantisipasi adanya dua kali
pemangkasan suku bunga di tahun 2025
ini, yakni pada FOMC 17 September dan
FOMC 10 Desember 2025. Kemudian
bagaimana dengan tahun 2026? Nah, di
sini nampak ada perbedaan. Jika kita
mengacu pada SEP Juni 2025, ada satu
kali pemangkasan di tahun 2026 dan satu
kali pemangkasan di tahun 2027. Namun
Fed Fund Futures mengantisipasi adanya
tiga kali pemangkasan suku bunga di
tahun 2026, yakni pada FOMC 18 Maret
2026, FOMC 17 Juni 2026, dan FOMC 16
September 2026. Jadi jika Anda tanya di
tahun 2026 nanti ada berapa kali The Fed
akan memangkas suku bunga acuan, maka
jawabnya adalah berdasarkan summary of
economy projection dari The Fed, the FET
memproyeksikan adanya satu kali
pemangkasan suku bunga di tahun 2026.
Dan berdasarkan CME Fed Fund Futures
Market, pasar mengantisipasi adanya tiga
kali pemangkasan suku bunga di tahun
2026. alias dengan demikian berarti
hanya ada 1 sampai kali pemangkasan suku
bunga di tahun 2026 bukan enam kali.
Nah, sahabat Akela, semoga video ini
bisa menuntun Anda semua untuk menggali
data dan fakta sehubungan dengan Fatfund
Policy langsung dari sumber aslinya dan
bukan kata media mainstream maupun
sosmet. Nah, semoga bermanfaat semuanya.
Sukses selalu dan sampai jumpa di video
berikutnya.