Transcript
UFBPsPixihw • Genius Act Disabotase di DPR! Trump & Johnson Balikkan Keadaan via OMNIBUS LAW!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0276_UFBPsPixihw.txt
Kind: captions
Language: id
Jika langkah catur Mike Johnson ini
berhasil, maka nanti akan lahir Omnibus
Law baru. Tapi ini bukan Omnibus Law
Undang-Undang Cipta Kerja loh ya. Ini
gak ada hubungannya sama itu. Ini adalah
Omnibus Law Amerika. namanya adalah
Omnibus Appropriation Fiscal Ye 2025
yang berisikan anggaran militer.
Kemudian ada Genius Act tentang stable
coin, kemudian ada eh digital asset
Clarity Act, perlindungan hak milik
crypto dan anti CBDC Surveilance State
Act larangan the FET menerbitkan CBDC.
Sahabat Akela yang saya kasihi, video
ini adalah update atas video Genius Act
yang saya unggah 2 hari yang lalu. Jadi
bayangkan sebuah rancangan Undang-Undang
Krypto bernama Genius Act yang sudah
disetujui oleh Senat Amerika Serikat
dengan dukungan byisan support. Jadi
dari dua kubu Demokrat dan Republik dan
akibatnya pasar kripto optimis
investor stable coin bersorak tapi apa
yang terjadi begitu masuk ke House of
Representatif ternyata kena Jegal bukan
karena Demokrat tapi ternyata yang jegal
justru dari Partai Republik sendiri.
Loh, kok bisa? Bukannya mereka ini kubu
Republic ini adalah kubunya Trump yang
gencar promosi kripto dan anti CBDC.
Oke, sebagaimana kita ketahui Genius Act
ini adalah rancangan undang-undang untuk
mengatur stable coin. Tujuannya adalah
memberikan kepastian hukum untuk USDC,
USDT atau stable coin lainnya yang ingin
di-backup oleh uang US dollar. Rancangan
undang-undang ini sudah disahkan oleh
Senat pada tanggal 11 Juli 2025 lalu
dengan suara mayoritas ya 6830.
Tapi pada saat masuk ke House of
Representatif, pada saat pemungutan
suara prosedural untuk memulai
pembahasan dan voting pengesahan
rancangan undang-undang ini ternyata
ditolak. Skornya adalah 196 setuju, 223
menolak. Loh, kok bisa? Jawabnya adalah
karena beberapa anggota partai republik
sendiri ekstrem kanan yakni freedom caus
atau caucus freedom dan tokoh radikal
kanan seperti Mergery Telegreen atau di
seringkali disingkat MTG ini yang
melakukan penolakan. Nah, alasannya apa?
Jawabnya adalah karena Genius Act ini
tidak mencantumkan larangan terhadap
CBDC Central Bank Digital Currency.
Padahal ada rancangan undang-undang anti
CBDC Surveilance Act. Tapi memang pada
posisinya terpisah. Saya akan jelaskan
detailnya biar Anda enggak bingung. Nah,
Freedom Kaukus dan MTG ini mereka sangat
anti CBDC. Mereka takut the Fed suatu
saat bisa menyusupkan mata uang digital
negara lewat celah regulasi. Padahal
sebagaimana saya sudah sebutkan,
larangan CBDC itu sudah ada dalam
rancangan undang-undang yang terpisah
bernama Anti CBDC Surveilance State
Actorong
oleh Partai Republik. Tapi tetap
kelompok ini menuntut semua rancangan
undang-undang crypto ini termasuk Genius
Act, Anti CBDC Surveillance State Act,
dan Digital Asset Clarity Act ini
digabung dalam satu paket dan bukan
terpisah menjadi tiga undang-undang
seperti yang lolos dari Senat dan masuk
ke House of Representatif. Ini sejak
lama Freedom Cocus ini memang dikenal
sebagai faksi paling keras dalam partai
republik. Ultra konservatif, anti defet,
anti regulasi, dan tentu saja anti CBDC.
CBDC atau central Bank Digital Currency
adalah versi digital dari mata uang
resmi yang diterbitkan langsung oleh
bank sentral. CBDC ini bukan seperti
Bitcoin atau Etherium yang decentralize,
melainkan sepenuhnya dikendalikan oleh
negara. Bagi pihak penegak hukum dan
regulator, CBDC ini dianggap sebagai
alat yang sangat powerful untuk nomor
satu melacak transaksi ilegal. Yang
kedua, mencegah pendanaan terorisme.
Yang ketiga, membekukan dana pelaku
kejahatan secara real time. Yang
keempat, mempercepat distribusi bantuan
dan keadilan sosial. Namun bagi kalangan
konservatif dan libertarian, CBDC adalah
ancaman terhadap kebebasan sipil. Mereka
itu khawatir bahwa pemerintah bisa
memantau setiap transaksi yang terjadi
dan bisa memblokir dana rakyat atau
masyarakat secara sepihak dan bisa
membuka pintu menuju sistem pengawasan
total seperti di negara-negara otoriter.
Jadi, CBDC bisa menjadi alat penegakan
hukum atau alat kontrol negara
tergantung siapa yang memegang kendali
dan bagaimana desain hukumnya. Nah,
secara logika keputusan Freedom Caucus
dan MTG ini memang sulit diterima nalar.
Logika sederhananya adalah sesungguhnya
sesuai pepatah.
Seekor burung dalam genggaman adalah
lebih baik daripada dua burung di
langit. Ya, a bird in one hand it's much
better than two birds in the sky. Itu
pepatahnya. Tapi mereka tidak mau burung
di tangan alias jenius eg yang
sesungguhnya mereka perjuangkan sekarang
ini modalnya kayak gini. Iniini dia
enggak mau. Mereka justru menolak
sesuatu yang sudah siap untuk disahkan
jadi undang-undang hanya karena tidak
seperti format agenda mereka. Mengapa?
Karena ini bukan soal isi. Ini adalah
soal politik. kekuasaan yang pertama
mereka ingin memaksa semua isinya itu
adalah sesuai ideologinya mereka. Yang
kedua, mereka ingin tampil heroik di
hadapan pemilih konservatif. Bahkan
kalau itu berarti mengorbankan kemajuan
yang sudah ada. Mereka menjegal Genius
Act pada tanggal 15 Juli 2025. Karena
yang pertama mereka menuntut seluruh
paket crypto termasuk Genius Act,
Digital Asset Clarity Act, dan
Undang-Undang Anti CBDC ini harus
dibundle jadi satu paket
perundang-undangan bukan terpecah
menjadi tiga kayak gini. Yang kedua,
tidak boleh ada pemungutan suara sebelum
ada ruang untuk amandemen, khususnya
penambahan larangan total CBDC. Jadi,
ini adalah sabotase dari dalam kubu
partai republik sendiri, internal war
yang akhirnya menghentikan langkah
rancangan undang-undang yang sudah
nyaris sampai di meja presiden. Nah,
pertanyaan selanjutnya, bagaimana
sekarang nasib Jenius Act? Apakah sudah
tamat riwayatnya? Berarti oke sebelum
saya jawab saya kasih tips buat Anda
semua khusus bagi subscribers channel
ini. Anda bisa konsultasi sehubungan
dengan investasi ataupun trading Anda
langsung dengan saya dan Bapak Hendra
Martonoim pencipta TIMO quantitative
Trading System yang kita pakai di Akela.
Acara akan diselenggarakan melalui Akela
live streaming yang kami selenggarakan
tiap hari Kamis pukul 19.30 WIB di
channel ini secara gratis. Karena itu,
pastikan diri Anda sudah subscribe di
channel ini, klik tombol like-nya juga
dan pastikan tombol alert-nya aktif
supaya setiap kali ada video baru dari
kami, YouTube mengirimkan notifikasi
bagi Anda. Oke, kembali ke pertanyaan
penting. Apakah Genius Act ini tamat
riwayatnya? Jawabnya adalah belum tentu.
Saat ini House of Representatives
dipimpin oleh House Speaker Mike Johnson
dan saat ini speaker Mike Johnson ini
berkoordinasi terus dengan Presiden
Trump secara intensif dan langkah catur
yang dilakukan oleh Mike Johnson bersama
dengan Trump tentunya itu adalah harap
dengerin yang teliti ya baik-baik
menggabungkan Genius Act dengan dua
rancangan undang-undang krypto lainnya
yakni Clarity Act dan Anti CBDC
Surveillance Act serta memasukkannya ke
dalam rancangan Undang-Undang Alokasi
Pertahanan atau Defense Appropriation
Bill Act. Anda akan bertanya sekarang
rancangan Undang-Undang Alokasi
Pertahanan.
Yes, sahabat Akela, Anda tidak salah
dengar. Defense Appropriations Bill atau
dalam bahasa Indonesia Rancangan
Undang-Undang Alokasi Pertahanan ini
adalah bagian dari anggaran tahunan
pemerintah Amerika khususnya untuk
mendanai nomor satu Departemen
Pertahanan, Department of Defense, yang
kedua operasi militer, yang ketiga
adalah program keamanan nasional, yang
keempat adalah teknologi strategis
termasuk cyber, AI, dan kriptografy. Dan
yang kelima adalah untuk mendanai
lembaga intelijen tertentu. Defense
appropriations bill adalah rancangan
undang-undang yang hampir selalu lolos
tiap tahunnya karena pentingnya bagi
keamanan nasional.
Dalam dunia politik, hal seperti ini
lazim dilakukan dan dikenal dengan
sebutan rider strategy, yakni
menyisipkan rancangan undang-undang
tambahan ke dalam satu kendaraan
legislatif yang sudah hampir pasti
disahkan. Ketiga, rancangan
undang-undang ini kemudian diajukan
sebagai omnibus appropriations bill,
suatu rancangan undang-undang besar. ya
isinya kadang tuh sampai ribuan halaman
yang menggabungkan berbagai rancangan
undang-undang anggaran atau
appropriations itu menjadi satu target
satu paket tunggal. Nah, strategi rider
dan mengomnibuskan suatu rancangan
undang-undang ke dalam satu rancangan
undang-undang besar yang kemungkinan
bakal disetujui tanpa bisa dijegal
melalui prosedur filbuster di Senat
adalah satu langkah catur pamungkas yang
dilakukan oleh kubu republik, kubunya
Trump saat ini. Nah, mengapa defense
appropriations ini susah dijegal?
Jawabnya adalah karena siapapun yang
nanti menjegal di senat akan memperoleh
branding yang sangat negatif sebagai
partai yang menghalangi pendanaan
militer Amerika, menghalangi pelayanan
publik serta mengakibatkan government
shut down. Seandainya pun ada upaya
filbustter, by the way yang belum tahu
filbuster itu apa, oke singkatnya
filbasser adalah upaya menunda atau
menggagalkan pemungutan suara rancangan
undang-undang dengan memperpanjang debat
tanpa batas waktu. Pimpinan Senan Cumer
guna menghindari debat yang tidak
kunjung usai itu bisa memutuskan untuk
menempuh claure prosedure. Tapi ingat
baik-baik, closure prosedur itu artinya
ada minimal 3/5 anggota senat yang harus
menyetujuinya. yaitu berarti dari 100
anggota senat berarti minimal harus ada
60 senator yang menyetujui. Jadi tidak
bisa hanya simple majority kayak di
House of Representative 50% tambah 1
enggak bisa. Nah, dengan mengomnibuskan
Genius Act ke dalam Rancangan
Undang-Undang Alokasi Pertahanan, maka
besar kemungkinan sesudah kembali ke
senat lagi sekarang karena tidak lolos
proseduralnya di House of
Representative, maka paket Genius Act,
Clarity Act, dan AntiCBDC ini besar
kemungkinan akan kembali lolos di Senat
lagi dan bakal balik lagi masuk ke House
of Representatives dalam bentuk yang
sudah lebih sesuai dengan permintaan
Freedom Caucus dan Mergery Telegreen.
Jika langkah catur Mike Johnson ini
berhasil, maka nanti akan lahir Omnibus
Law baru. Tapi ini bukan Omnibus Law
Undang-Undang Cipta Kerja loh ya. Ini
gak ada hubungannya sama itu. Ini adalah
Omnibus Law Amerika. namanya adalah
Omnibus Appropriation Fiscal Year 2025
yang berisikan anggaran militer.
Kemudian ada Genius Act tentang stable
coin, kemudian ada eh digital asset
Clarity Act, perlindungan hak milik
crypto dan anti CBDC Surveilance State
Act larangan FET menerbitkan CBDC. Nah,
dengan demikian gagal prosedural Genius
Act di House of Representatif ini bukan
berarti Genius Act itu tamat riwayatnya.
Saya masih melihat adanya peluang besar
paket gabungan Genius Act, Clarity Act,
dan Anti CBDC Surveillance Act ini masih
akan lolos dari Senat dalam bentuk
defense appropriations omnibus law.
Bagaimana pendapat Anda ketimbang
ngeribetin Bitcoin Zero Su game apa
bukan? Mending ketik di kolom komentar
kita bisa diskusi mengenai langkah
caturnya Mike Johnson dan Trump ini
bakal berhasil atau enggak kira-kira?