Transcript
h7rAI66y0Jk • GENIUS Act Disahkan: Dolar Digital Resmi Hadir! Bitcoin & AltCoin Bullish?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0275_h7rAI66y0Jk.txt
Kind: captions
Language: id
Bagaimana peluang Genius Act, Clarity
Act, dan Anti CBDC Act ini diresmikan
Trump menjadi undang-undang.
Jangan-jangan nanti kena jegal Demokrat
di Housau representatif.
Oke. Jawabnya adalah kemungkinan
lolosnya adalah 99,99%
alias hampir pasti lolos.
Sahabat Akela yang saya kasihi, sejak
minggu lalu dunia sosmet di Indonesia
dipenuhi oleh hirup pikuk para
influencer yang berdebat mengenai apakah
Bitcoin itu zero sub game atau bukan.
sedemikian viralnya hingga sahabat saya
menyarankan agar Akela juga membuat
analisa mengenai hal ini. Aduh, akan
tetapi sejujurnya saya nih malas banget
bahas yang satu ini. Karena sebagaimana
sahabat Akela ketahui, profesi saya ini
adalah investor pasar modal dan trader
berbagai aset hingga instrumen derivatif
serta analis pasar modal baik teknikal
maupun fundamental yang menunjang kedua
profesi saya yakni sebagai investor
maupun trader itu. Baik sebagai investor
maupun trader goal saya nih sama cuan
profit. Karena itu jika Sahabat Akela
perhatikan semua analisa yang saya
sajikan di channel ini itu bertujuan
menunjukkan berbagai peluang dan risiko
atas berbagai aset di pasar modal
termasuk saham baik itu di Bursa Efek
Indonesia maupun bursa saham Amerika,
Forex, commodity hingga Bitcoin dan aset
crypto lainnya. Nah, saya tidak melihat
apa hubungannya Zero S game dengan
potensi profit atau risiko yang kita
hadapi ini. Gampangannya gini, emangnya
mau zero S mau bukan zero SAM game terus
itu bakal datangin tambahan cuan buat
kita atau bisa menurunkan risiko. Mau
zero S mau bukan zero S perasaan tuh
enggak ngaruh. yang Anda butuhkan
sepertinya bukan itu, tapi contohnya
adalah tolong kasih tahu aja ke depannya
Bitcoin atau crypto yang lain ini
peluangnya cenderung naik apa turun dan
faktor-faktor apa yang mempengaruhinya
yang menyebabkan naik atau turun itu
tadi. Hal ini perlu saya sampaikan
karena fokus pada tujuan itu sangat
penting. Anda tidak akan dapat apa-apa
jika fokus Anda terdistraksi oleh hero
pikuk yang ada di internet. Analogi
sederhananya itu adalah kayak gini.
Pernah enggak Anda nonton pertandingan
badminton di mana pemainnya itu jadi
sangat terganggu oleh ulah hiruk pikuk
penontonnya? Dia enggak bisa
konsentrasi, enggak bisa fokus. Selama
puluhan tahun saya sudah mentraining,
menggembleng diri saya untuk tetap fokus
pada tujuan. Namun pertanyaannya adalah
bagaimana dengan Sahabat Akela terlebih
yang pemula? Nah, sekarang coba
perhatikan pada tanggal 24 Juni lalu,
Timo quantitative trading system yang
kami pakai di Akela itu menunjukkan
sinyal buy pada Bitcoin dan ini adalah
confirm buy sinyal pertama sejak Bitcoin
mengalami pullback atau konsolidasi
sejak 23 Mei yang lalu. Sesudah itu pada
tanggal 9 Juli 2025 ketika para
influencer di Indonesia sibuk meributkan
Zero S game, Bitcoin ini berhasil break
resistance di 110.590
US. Dan pada saat video ini saya buat,
Bitcoin sudah berada di level 119.974.
Di mana ini semua ada hubungannya dengan
Genius Act.
Jenius. Iya, Genius.
Makanya fokus kok malah ngurusin zero
sam game buat apaan? Coba belajar dari
subscribers channel ini. 86%
itu milih Akela ngejelasin Genius Act
dan dampaknya pada kripto, pada
pintar-pintar. Malah ada yang komen
kayak gini, "Kalau Bapak mau ikut nyari
panggung, ya bahaslah tuh zerozero."
Oke, yuk kita mulai. Genius Act, ya.
Genius Act adalah singkatan dari guiding
and empowering National Innovation for
US Stable Coins Act.
Ini adalah rancangan undang-undang yang
masih baru disahkan oleh Senat Amerika
pada tanggal 17 Juni 2025 dengan suara
mayoritas 68 lawan 30. Wow. Berarti
memperoleh dukungan dari bipartisan dari
kubu Republik dan Demokrat.
Nah, saat ini karena sudah lolos dari
Senat, maka saat ini sedang dalam
pembahasan The House of Representative
pada pekan yang disebut sebagai crypto
week. Oke, tujuan utamanya apa?
Menciptakan kerangka hukum nasional
pertama untuk stable coin di Amerika
Serikat.
Poin-poin penting isi rancangan
undang-undang ini yang pertama hanya
penerbit resmi yang diizinkan. Penerbit
resmi ini disebut sebagai permitted
payment stable coin issuers.
Stable coin-nya harus dijamin 1 banding
1 penuh dengan uang tunai atau cash atau
treasury jangka pendek. Obligasi jangka
pendek.
dilarang memberikan bunga atau yield
kepada pemegang stable coin. Jadi enggak
ada bunga ya. Dan audit independen dan
laporan bulanan itu wajib dilakukan.
Nah, stable coin ini tidak dianggap
sebagai sekuritas atau deposito dan
tidak dijamin oleh FDIC.
Jadi kalau di Indonesia namanya LPS,
enggak ada jaminan LPS. Akan tetapi
kendati pun tidak ada jaminan FDIC.
Ada klausa yang paling kontroversial
dalam rancangan undang-undang ini dan
itu adalah jika penerbit stable coin
bangkrut. Jadi bank penerbitnya bankrut.
Pemegang stable coin punya hak prioritas
tertinggi
atas cadangan dana. Bahkan posisinya di
atas kreditur aman.
Ini memicu reaksi keras dari dunia hukum
kebangkrutan. Hal ini akan memberikan
dampak signifikan khususnya pada stable
coin. By the way, bagi yang nanya loh
bukannya stable coin ini kan fiat yang
dikriptoin terus apa urusannya fiat sama
Bitcoin?
Nah, Bitcoin kita ini naik itu karena
ada demand yang lebih besar dan selalu
bersedia untuk membayarnya dengan harga
yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Karena itu harganya dia naik ya.
Ada orang yang pengin beli dan dia
bersedia untuk bayar dengan harga yang
lebih tinggi dari sebelumnya. Makanya
dia naik. Nah, perhatikan termsnya.
Selalu bersedia untuk bayar dengan harga
lebih tinggi. Pertanyaannya adalah
bayarnya pakai apa? Ya, bayarnya jelas
pakai fiat yang dikriptoin alias stable
coin. Jika fiat di seluruh dunia tuh
habis, terus gimana harga Bitcoin-nya
bisa naik? Nah, terus kalau saya tanya
kayak begini, ada yang jawab lagi, "Ya,
kalau VIA di dunia udah habis, berarti
Bitcoin harganya udah selangit dong, Om.
Kan enak tuh tinggal jual aja
Bitcoin-nya jadi sultan deh."
Mikir dikit, kenapa sih kalau fiatnya
tuh udah habis, udah enggak ada lagi,
terus mau jual Bitcoin itu dapatnya itu
apa? Fiatnya enggak ada. Dan Anda jual
Bitcoin itu mau dibayar pakai apa? Pakai
daun. Emang mau? Oke, kembali lagi ke
stable coin dulu. Kita akan bahas
Bitcoin lagi nanti di bagian berikutnya.
Jangan dikip videonya biar jelas. Selama
ini USDT dari Teter itu adalah rajanya
stable coin global. Tapi tahukah Anda
teater ini tidak berbasis di Amerika.
dia tidak termasuk kategori permitted
issuer dan cadangannya bukan hanya cash
dan treasury, tapi juga ada BTC, ada
logam mulia, dan ada pinjaman swasta.
Artinya Teter tidak akan bisa lagi
menawarkan USDT di pasar Amerika setelah
masa transisi Genius Act ini berakhir.
Dengan demikian apa dampaknya? platform
semuanya yang berbasis di Amerika
seperti Coinbase, Kraken, dan institusi
keuangan tidak akan lagi menggunakan
USDP.
Pengguna kripto di Amerika hanya bisa
mengakses stable coin legal seperti USDC
atau stable coin terbitan bank. Dengan
demikian akan muncul potensi besar
terjadinya capital flight dari USDT ke
USDC,
sebuah migrasi likuiditas dalam skala
miliaran dolar.
USDC itu diterbitkan oleh CCEL
perusahaan yang berbasis di Amerika dan
sejak awal telah menjamin cadangan 1
banding 1 berbasis cash dan treasury,
melakukan audit independen secara rutin
dan menyatakan kepatuhan terhadap
seluruh aturan anti money laundering.
Bahkan Circle sedang mengajukan license
bank federal ke OCC. Dengan kata lain,
USDC ini sudah sangat siap menyambut
Genius Act. Circle akan menjadi stable
coin institusional utama yang didukung
hukum di Amerika. USDC akan dipakai
dalam defi,
e-commerce, dan lintas negara. Banyak
perusahaan besar seperti PayPal, Visa,
dan Stribe lebih percaya pakai USDC.
Institusi-institusi akan menarik dananya
dari USDT dan dikonversi ke USDC demi
keamanan legal.
Yang lebih dahsyat lagi adalah dengan
Genius Act bank besar seperti JP Morgan
Bank of America, City Bank kini boleh
menerbitkan stable coin mereka sendiri
tidak perlu izin tambahan karena sudah
menjadi bank asuransi simpanan dan dapat
memproses transfer lintas negara itu
secara instan. Contohnya
JPM Coin milik JP Morgan sudah digunakan
untuk settlement antar institusi.
Bayangkan nanti akan ada BOE Coin dari
Bank of Amerika, City Coin, bahkan Visa
Dolar. Transfer dari Indonesia ke
Amerika ini berarti tidak perlu lagi
lewat Swift, Swift Network. Cukup kirim
stable coin, BOE coin misalnya, settle
real time biayanya hampir nol, tidak ada
lagi biaya bank koresponden.
Jadi bayangkan suatu hari Anda bisa
kirim uang dari rekening BCA ke Amerika
dalam hitungan detik tanpa Swift, tanpa
biaya bank koresponden, tanpa konversi
manual. Uang Anda sampai langsung ke
rekening bank di Amerika dalam bentuk
dolar digital resmi. Begitu juga
sebaliknya apabila Anda menarik dana
dalam dollar digital masuk ke account
bank BCA Anda. Selama 50 tahun sistem
Swift jadi tulang punggung transfer
internasional. Tapi transfer pakai Swift
itu butuh 1 sampai 5 hari. Belum lagi
biaya bank korespondennya itu bisa
kisaran 25 US per transaksi atau bahkan
kadang bisa lebih. Tidak bisa real time
tracking dan tidak beroperasi di akhir
pekan, Sabtu, Minggu tutup. Nah,
sekarang dengan stable Coin Bank
transfer antar negara itu jadi real time
247.
Mau jam berapa aja terserah. Buka full.
Enggak ada libur, Sabtu Minggu juga
jalan aja. Biaya hampir nol tanpa
perantara bank, tanpa Swift. Ya, Genius
Act ini memberikan ancaman disrupsi
besar terhadap sistem Swift Network yang
sedang dipakai oleh perbankan global
saat ini. Saat ini stable coin itu
ditransfer paling banyak di pront 20
sekitar 45% volume terutama USDT.
Kemudian ada Ethereum ERC20 sekitar 30%
terutama USDC dan DFI. Kemudian ada
Solana sekitar 12% unggul di biaya dan
speed-nya, kecepatannya. Saya sudah
pernah bahas mengenai ini di video
tentang Solana.
Tapi ke depan jika BOE, JP Morgan dan
lainnya bikin blockchain sendiri, kita
bisa lihat era permission blockchain
antar bank-bank besar ini. Memang saat
ini bank-bank besar ini belum memiliki
infrastruktur yang diperlukan khususnya
layanan custodial wallet. Jadi dia gak
punya ya wallet sendiri. Namun bank-bank
besar di Amerika dan di dunia saat ini
ini sedang aktif mengembangkan ini ya.
Cadial wallet sendiri. JP Morgan
misalnya sudah meluncurkan Onix Digital
Asset Blockchain Permission berbasis
Ethereum ya namanya quorum yang
digunakan untuk settlement instrumen
keuangan tokenisasi seperti repocial
paper dan collateral landing. Mereka
juga menerbitkan JPM coin. Tickernya
namanya JPMD. digunakan oleh klien
korporasi besar untuk pembayaran lintas
entitas secara real time. Kendati pun
tidak memiliki ticker token publik di
bursa crypto mainstream. Namun JPMD ini
digunakan untuk settlement antar
institusi seperti transaksi treasury dan
perdagangan antar cabang global. Pada
tahun 2023, volume transaksi ini sudah
mencapai 1 miliar US per hari. Dan per
Juni 2025, volume transaksi lewat Onix
ini sudah melampaui 2 triliun US Dar.
Selain JP Morgan, sejak Oktober 2024
lalu, Citybank sudah meluncurkan City
Token Services for Cash, yakni layanan
komersial yang memungkinkan transfer
likuiditas antar cabang Citybank secara
instan selama 247 tanpa perlu rekening
tambahan atau memegang token secara
langsung. Klien tinggal menggunakan
platform seperti City Direct dan di
backend-nya Citybank secara otomatis
akan min token di cabang pengirim.
kemudian transfer ke bank cabang
penerima. Kemudian burn tokennya
menjadikan prosesnya seperti transfer
uang tunai antar cabang dalam hitungan
detik. Selain JP Morgan dan Citybank,
Goldman Sax sudah meluncurkan juga GSDAP
digital aset platform dan Bank of
America juga tengah mempersiapkan
layanan yang serupa. Jadi, big banks
punya blockchain dan stable coin
sendiri. Dan sebentar lagi mereka akan
meluncurkan custodial wallet mereka
sendiri juga. Apa artinya ini?
Well, kebayang enggak kalau dulu Bitcoin
tuh dibilang barang enggak jelas,
angin atau bahkan kalau katanya almarhum
Charlie Manger, maaf Charlie Manger yang
bilang ee maka ke depan warga Amerika
kini bisa membeli stable coin
dengan mengkonversinya dari uang fiat US
Dolet di account bank-nya langsung
kemudian mentransfer stable coin
tersebut ke wallet mereka di exchange
misalnya kalau mereka pakai Coinbase
atau Kraken dan di Coinbase atau Kraken
kemudian beli Bitcoin di situ dan kalau
butuh duit nanti sebagian Bitcoin-nya
dijual
dijadiin stable coin kemudian transfer
balik ke custodial wallet di bank
masing-masing dan stable coinya
diconvert jadi fiat siap buat
dibelanjakan.
Sahabat Akela ingat enggak ketika Black
Rock akan meluncurkan ETF Bitcoin alias
IBIT Ibit jauh sebelum ETF tersebut
diluncurkan, Akela sudah mengunggah
videonya di channel ini pada bulan Juni
2023.
Waktu itu Bitcoin hanya di kisaran
30.000an US dolar. Saya sudah jelaskan
bahwa dengan lahirnya IBIT maka Bitcoin
naik kelas. Dia bukan berada di pasar
kripto yang pada waktu itu besarnya
total market crypto itu masih sekitar
1,1 triliun US DO. melainkan Bitcoin
resmi masuk Wall Street dan terekspos
pada bursa saham Amerika yang market
cap-nya pada waktu itu 40 kalinya 40,5
triliun US dolar. Akibatnya jelas
Bitcoin-nya langsung bullish karena
sekarang terbuka pada pasar yang
kapitalisasinya 40 kali lipat lebih
gede. Akibatnya semua hedge fund yang
dulunya ilegal dan tertutup aksesnya
terhadap Bitcoin karena peraturan
perundang-undangan yang tidak
memungkinkan, kini mereka bisa mengakses
Bitcoin dengan menggunakan instrumen
yang sudah resmi di Wall Street dan itu
adalah IBIT.
Nah, kini melalui Genius Act pasar
crypto bakal terekspos pada seluruh
pengguna rekening bank di Amerika dengan
dasar hukum yang jelas. Coba perhatikan
sejak 2 Juli lalu, Timo quantitative
trading system yang kita pakai di Akela
ini menunjukkan sinyal breakout top box
pada Etherium. Salah satu sinyal buy
terkuat di Timur. Saat itu Ethereum
diperdagangkan di 2.571
dan pada saat video ini saya buat,
Ethereum sudah berada di 341.
Nah, jika Anda tanya ke saya apa yang
bikin Bitcoin dan Ethereum dan beberapa
kripto lainnya bullish selama sepekan
terakhir ini? Ya, masa jawabnya
gara-gara zero su game sih? Ayo mikir
mikir. Pertanyaannya lebih krusial
sebenarnya gini. Tapi itu kan Genius Act
baru lolos dari Senat. Habis senat masih
harus berproses di House of
Representatives. Kalau entar di House of
Representative ada yang jegal misalnya
dari Demokrat nih ngejegal terus gimana
dong? Nah, itu sebabnya pastikan Anda
sudah subscribe di channel ini. Jangan
lupa klik tombol like-nya dan pastikan
tombol alertnya aktif. Kalau saya
ngomong kayak begini entar ada yang
ngomong, "Ye, ternyata Akela juga nguber
subscriber. Rupanya dengerin ya. Ini
karena Akela tuh bahasnya detail. Pas
live streaming minggu lalu ada yang
nanya OBBBA
alias one big beautiful Bill X. Itu
bocorannya sudah Akela bahas sebelum
OBBE ini resmi jadi undang-undang.
Nonton videonya di sini ya. Nah, sahabat
Akela saya kasih tahu ya. Yang namanya
bocoran soal itu jawabannya selalu
keluar sebelum tanggal pelaksanaan
ujian. Akela ini selalu bahas FOMC itu
sebelum tanggal FOMC dilaksanakan.
Akela membahas OBBE
itu juga sebelum rancangannya resmi jadi
undang-undang.
Nah, sekarang Akela bahas Genius Act ya
juga sama sebelum resmi jadi
undangundang.
Apa barangkali netizen di Indonesia ini
sukanya channel yang ngebahas dokumen
yang udah lewat puluhan tahun lalu
keluarnya kayak contohnya Petro Dool.
Udah gitu analisanya salah total lagi.
Oke, balik lagi ke Genius X. Memang
benar Genius X saat ini baru saja lolos
dari Senat dan sejak 14 Juli 2025 lalu,
Genius ini mulai dibahas secara resmi di
House of Representatives pada minggu
yang dijuluki sebagai crypto week ya.
Ini ya mulai dari tanggal ini ya 14 Juli
2025. Tujuannya adalah untuk membahas
tiga rancangan undang-undang besar. Yang
pertama adalah Genius Act. Yang kedua
adalah Clarity Act. Yang ketiga adalah
anti CBDC Surveilance State Act. Nah,
saya sudah bahas yang Genus Act. Yang
kedua adalah Clarity Act. Ini adalah
rancangan undang-undang yang bertujuan
memberikan kerangka pasar digital aset
yang jelas termasuk definisi token itu
apa dan pembagian pengawasan antara
regulator ada CFTC, ada SEC. Kemudian
mendefinisikan klasifikasi digital aset,
yakni digital commodities itu yang
seperti apa, payment stable coin,
kemudian excluded digital asset, serta
mengatur wewenang CFTC dalam hal
mengawasi komoditas digital di mana SEC
tetap mengkontrol kontra investasi dan
token yang berfungsi sebagai aset
sekuritas.
Bagi yang belum connect, Clarity Actsung
ditujukan untuk mencegah
praktik regulation by enforcement yang
dilakukan oleh SEC di bawah kepemimpinan
Gary Gensler. Sahabat Akela, masih ingat
enggak di zaman Gary Gensle dulu
industri kripto tuh diobok-obok
menghadapi tuntutan hukum massal
terhadap banyak project termasuk XRP,
Ripple, Coinbase, Kraken, Uniswap banyak
perang antara SEC dan cryptoindustri ini
terjadi di pertengahan tahun 2023. Akela
sudah mengulasnya juga pada waktu itu.
Jika Anda ketinggalan videonya, silakan
simak video yang ini. Clarity Act ini
adalah undang-undang yang memberikan
dasar hukum. Jika kelak Trump
Administration sudah tidak berkuasa lagi
dan jika kemungkinan ada calon presiden
misalnya dari kubu Demokrat nih sekarang
jadi presiden ngegantiin Donald Trump
saya enggak tahu maka sudah enggak ada
lagi gugatan hukum dari SEC atas dasar
suatu aset tertentu jadi ilegal
gara-gara tergolong aset sekuritas.
Tujuannya itu supaya kryptoindustrinya
tidak bisa diobok-obok lagi dengan cara
seperti yang dilakukan oleh Gary Gensler
pasca Trump sudah tidak menjabat lagi
jadi presiden. Undang-undang yang ketiga
disebut Anti CBDC Surveillance State
Act. Nah, ini adalah undang-undang yang
secara eksplisit dirancang untuk
mencegah Federal Reserve atau The Fed
menerbitkan retail CBDC dan untuk
melindungi hak privasi finansial warga
Amerika. Dengan undang-undang ini maka
peluang DEFET menerbitkan CBDC itu
menjadi tertutup.
Dan ini adalah salah satu janji kampanye
Trump pada saat menjadi pembicara di
Bitcoin Conference tahun 2024 di
Nashville. Di acara tersebut, ingat
Trump menjanjikan, "The will never be a
CBDC while I'm president of the United
States," gitu kan dia bilang. Ia juga
mengutarakan niat untuk segera
menggunakan pendekatan regulasi kripto
yang lebih mendukung industri.
menjanjikan akan mengakhiri apa yang
disebutnya sebagai antiriptocrusade
oleh pemerintahan sebelumnya.
Klaim bahwa aturan kripto akan ditulis
oleh orang yang mencintai industri bukan
yang membencinya adalah sebagian dari
visinya untuk memajukan sektor aset
digital Amerika. Selengkapnya ada di
video yang berjudul Janji-janji Trum
untuk Bitcoin. Anda bisa menontonnya di
video ini. Nah, bagaimana peluang ketiga
rancangan undang-undang ini bakal lolos
dari House of Representative dan masuk
ke meja trum untuk langsung diteken jadi
undang-undang?
Sebelum saya jawab, saya ada tips buat
Anda semua. Khusus bagi subscribers
channel ini, Anda bisa konsultasi
sehubungan dengan investasi ataupun
trading Anda langsung dengan saya dan
Bapak Hendra Martono Lim, pencipta TIMO
quantitative trading System melalui
Akela live streaming yang kami
selenggarakan setiap hari Kamis pukul
19.30 WIB di channel ini gratis.
Oke, kembali ke pertanyaan. Bagaimana
peluang Genius Act, Clarity Act, dan
Anti CBDC Act ini diresmikan Trump
menjadi undang-undang. Jangan-jangan
nanti kena jegal Demokrat di Housau
representatif.
Oke. Jawabnya adalah kemungkinan
lolosnya
adalah 99,99%
alias hampir pas.
lolos. Loh, kok bisa? Oke, ada dua
alasan. Yang pertama adalah karena pada
waktu masih di senat aja sebelum masuk
ke House of Representatif, ketiga
rancangan undang-undang ini sudah
memperoleh dukungan bipartisan alias
didukung baik dari kubu republik,
kubunya Trump dan juga memperoleh
dukungan dari senator-senator Demokrat.
Yang kedua di House of Representatif
supaya suatu rancangan undang-undang itu
disetujui itu hanya dibutuhkan simple
majority berarti separuh tambah 1 ya 50%
+ 1 tidak dibutuhkan lagi bipartisan
support seperti di senat sementara
partai republik itu sudah mayoritas di
House of Representative saat ini. tadi
didukung Demokrat, enggak didukung
Demokrat, udah kagak ada ngaruhnya sama
sekali. Karena itu ketiga undang-undang
ini berarti tinggal tunggu waktu saja.
Sahabat Akela Jenis Act bukan sekedar
undang-undang baru. Ini adalah titik
balik sejarah keuangan digital global.
Kita sedang menyaksikan lahirnya dolar
digital resmi melalui stable coin legal.
potensi
kemungkinan besar kematian Swift ya kena
disrupsi dan disrupsi sistem remittance
tradisional serta perubahan arah
strategi bank fintech dan bahkan kripto
itu sendiri. Dan seperti biasa channel
Akela hadir untuk membantu sahabat Akela
semua memahami semua ini berdasarkan
data dan fakta, bukan narasi kosong.
Jadi Bitcoin tuh zero game bukan ya?
[Musik]
Zero bukan zero bukan zero terus