Transcript
h7rAI66y0Jk • GENIUS Act Disahkan: Dolar Digital Resmi Hadir! Bitcoin & AltCoin Bullish?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0275_h7rAI66y0Jk.txt
Kind: captions Language: id Bagaimana peluang Genius Act, Clarity Act, dan Anti CBDC Act ini diresmikan Trump menjadi undang-undang. Jangan-jangan nanti kena jegal Demokrat di Housau representatif. Oke. Jawabnya adalah kemungkinan lolosnya adalah 99,99% alias hampir pasti lolos. Sahabat Akela yang saya kasihi, sejak minggu lalu dunia sosmet di Indonesia dipenuhi oleh hirup pikuk para influencer yang berdebat mengenai apakah Bitcoin itu zero sub game atau bukan. sedemikian viralnya hingga sahabat saya menyarankan agar Akela juga membuat analisa mengenai hal ini. Aduh, akan tetapi sejujurnya saya nih malas banget bahas yang satu ini. Karena sebagaimana sahabat Akela ketahui, profesi saya ini adalah investor pasar modal dan trader berbagai aset hingga instrumen derivatif serta analis pasar modal baik teknikal maupun fundamental yang menunjang kedua profesi saya yakni sebagai investor maupun trader itu. Baik sebagai investor maupun trader goal saya nih sama cuan profit. Karena itu jika Sahabat Akela perhatikan semua analisa yang saya sajikan di channel ini itu bertujuan menunjukkan berbagai peluang dan risiko atas berbagai aset di pasar modal termasuk saham baik itu di Bursa Efek Indonesia maupun bursa saham Amerika, Forex, commodity hingga Bitcoin dan aset crypto lainnya. Nah, saya tidak melihat apa hubungannya Zero S game dengan potensi profit atau risiko yang kita hadapi ini. Gampangannya gini, emangnya mau zero S mau bukan zero SAM game terus itu bakal datangin tambahan cuan buat kita atau bisa menurunkan risiko. Mau zero S mau bukan zero S perasaan tuh enggak ngaruh. yang Anda butuhkan sepertinya bukan itu, tapi contohnya adalah tolong kasih tahu aja ke depannya Bitcoin atau crypto yang lain ini peluangnya cenderung naik apa turun dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya yang menyebabkan naik atau turun itu tadi. Hal ini perlu saya sampaikan karena fokus pada tujuan itu sangat penting. Anda tidak akan dapat apa-apa jika fokus Anda terdistraksi oleh hero pikuk yang ada di internet. Analogi sederhananya itu adalah kayak gini. Pernah enggak Anda nonton pertandingan badminton di mana pemainnya itu jadi sangat terganggu oleh ulah hiruk pikuk penontonnya? Dia enggak bisa konsentrasi, enggak bisa fokus. Selama puluhan tahun saya sudah mentraining, menggembleng diri saya untuk tetap fokus pada tujuan. Namun pertanyaannya adalah bagaimana dengan Sahabat Akela terlebih yang pemula? Nah, sekarang coba perhatikan pada tanggal 24 Juni lalu, Timo quantitative trading system yang kami pakai di Akela itu menunjukkan sinyal buy pada Bitcoin dan ini adalah confirm buy sinyal pertama sejak Bitcoin mengalami pullback atau konsolidasi sejak 23 Mei yang lalu. Sesudah itu pada tanggal 9 Juli 2025 ketika para influencer di Indonesia sibuk meributkan Zero S game, Bitcoin ini berhasil break resistance di 110.590 US. Dan pada saat video ini saya buat, Bitcoin sudah berada di level 119.974. Di mana ini semua ada hubungannya dengan Genius Act. Jenius. Iya, Genius. Makanya fokus kok malah ngurusin zero sam game buat apaan? Coba belajar dari subscribers channel ini. 86% itu milih Akela ngejelasin Genius Act dan dampaknya pada kripto, pada pintar-pintar. Malah ada yang komen kayak gini, "Kalau Bapak mau ikut nyari panggung, ya bahaslah tuh zerozero." Oke, yuk kita mulai. Genius Act, ya. Genius Act adalah singkatan dari guiding and empowering National Innovation for US Stable Coins Act. Ini adalah rancangan undang-undang yang masih baru disahkan oleh Senat Amerika pada tanggal 17 Juni 2025 dengan suara mayoritas 68 lawan 30. Wow. Berarti memperoleh dukungan dari bipartisan dari kubu Republik dan Demokrat. Nah, saat ini karena sudah lolos dari Senat, maka saat ini sedang dalam pembahasan The House of Representative pada pekan yang disebut sebagai crypto week. Oke, tujuan utamanya apa? Menciptakan kerangka hukum nasional pertama untuk stable coin di Amerika Serikat. Poin-poin penting isi rancangan undang-undang ini yang pertama hanya penerbit resmi yang diizinkan. Penerbit resmi ini disebut sebagai permitted payment stable coin issuers. Stable coin-nya harus dijamin 1 banding 1 penuh dengan uang tunai atau cash atau treasury jangka pendek. Obligasi jangka pendek. dilarang memberikan bunga atau yield kepada pemegang stable coin. Jadi enggak ada bunga ya. Dan audit independen dan laporan bulanan itu wajib dilakukan. Nah, stable coin ini tidak dianggap sebagai sekuritas atau deposito dan tidak dijamin oleh FDIC. Jadi kalau di Indonesia namanya LPS, enggak ada jaminan LPS. Akan tetapi kendati pun tidak ada jaminan FDIC. Ada klausa yang paling kontroversial dalam rancangan undang-undang ini dan itu adalah jika penerbit stable coin bangkrut. Jadi bank penerbitnya bankrut. Pemegang stable coin punya hak prioritas tertinggi atas cadangan dana. Bahkan posisinya di atas kreditur aman. Ini memicu reaksi keras dari dunia hukum kebangkrutan. Hal ini akan memberikan dampak signifikan khususnya pada stable coin. By the way, bagi yang nanya loh bukannya stable coin ini kan fiat yang dikriptoin terus apa urusannya fiat sama Bitcoin? Nah, Bitcoin kita ini naik itu karena ada demand yang lebih besar dan selalu bersedia untuk membayarnya dengan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya. Karena itu harganya dia naik ya. Ada orang yang pengin beli dan dia bersedia untuk bayar dengan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya. Makanya dia naik. Nah, perhatikan termsnya. Selalu bersedia untuk bayar dengan harga lebih tinggi. Pertanyaannya adalah bayarnya pakai apa? Ya, bayarnya jelas pakai fiat yang dikriptoin alias stable coin. Jika fiat di seluruh dunia tuh habis, terus gimana harga Bitcoin-nya bisa naik? Nah, terus kalau saya tanya kayak begini, ada yang jawab lagi, "Ya, kalau VIA di dunia udah habis, berarti Bitcoin harganya udah selangit dong, Om. Kan enak tuh tinggal jual aja Bitcoin-nya jadi sultan deh." Mikir dikit, kenapa sih kalau fiatnya tuh udah habis, udah enggak ada lagi, terus mau jual Bitcoin itu dapatnya itu apa? Fiatnya enggak ada. Dan Anda jual Bitcoin itu mau dibayar pakai apa? Pakai daun. Emang mau? Oke, kembali lagi ke stable coin dulu. Kita akan bahas Bitcoin lagi nanti di bagian berikutnya. Jangan dikip videonya biar jelas. Selama ini USDT dari Teter itu adalah rajanya stable coin global. Tapi tahukah Anda teater ini tidak berbasis di Amerika. dia tidak termasuk kategori permitted issuer dan cadangannya bukan hanya cash dan treasury, tapi juga ada BTC, ada logam mulia, dan ada pinjaman swasta. Artinya Teter tidak akan bisa lagi menawarkan USDT di pasar Amerika setelah masa transisi Genius Act ini berakhir. Dengan demikian apa dampaknya? platform semuanya yang berbasis di Amerika seperti Coinbase, Kraken, dan institusi keuangan tidak akan lagi menggunakan USDP. Pengguna kripto di Amerika hanya bisa mengakses stable coin legal seperti USDC atau stable coin terbitan bank. Dengan demikian akan muncul potensi besar terjadinya capital flight dari USDT ke USDC, sebuah migrasi likuiditas dalam skala miliaran dolar. USDC itu diterbitkan oleh CCEL perusahaan yang berbasis di Amerika dan sejak awal telah menjamin cadangan 1 banding 1 berbasis cash dan treasury, melakukan audit independen secara rutin dan menyatakan kepatuhan terhadap seluruh aturan anti money laundering. Bahkan Circle sedang mengajukan license bank federal ke OCC. Dengan kata lain, USDC ini sudah sangat siap menyambut Genius Act. Circle akan menjadi stable coin institusional utama yang didukung hukum di Amerika. USDC akan dipakai dalam defi, e-commerce, dan lintas negara. Banyak perusahaan besar seperti PayPal, Visa, dan Stribe lebih percaya pakai USDC. Institusi-institusi akan menarik dananya dari USDT dan dikonversi ke USDC demi keamanan legal. Yang lebih dahsyat lagi adalah dengan Genius Act bank besar seperti JP Morgan Bank of America, City Bank kini boleh menerbitkan stable coin mereka sendiri tidak perlu izin tambahan karena sudah menjadi bank asuransi simpanan dan dapat memproses transfer lintas negara itu secara instan. Contohnya JPM Coin milik JP Morgan sudah digunakan untuk settlement antar institusi. Bayangkan nanti akan ada BOE Coin dari Bank of Amerika, City Coin, bahkan Visa Dolar. Transfer dari Indonesia ke Amerika ini berarti tidak perlu lagi lewat Swift, Swift Network. Cukup kirim stable coin, BOE coin misalnya, settle real time biayanya hampir nol, tidak ada lagi biaya bank koresponden. Jadi bayangkan suatu hari Anda bisa kirim uang dari rekening BCA ke Amerika dalam hitungan detik tanpa Swift, tanpa biaya bank koresponden, tanpa konversi manual. Uang Anda sampai langsung ke rekening bank di Amerika dalam bentuk dolar digital resmi. Begitu juga sebaliknya apabila Anda menarik dana dalam dollar digital masuk ke account bank BCA Anda. Selama 50 tahun sistem Swift jadi tulang punggung transfer internasional. Tapi transfer pakai Swift itu butuh 1 sampai 5 hari. Belum lagi biaya bank korespondennya itu bisa kisaran 25 US per transaksi atau bahkan kadang bisa lebih. Tidak bisa real time tracking dan tidak beroperasi di akhir pekan, Sabtu, Minggu tutup. Nah, sekarang dengan stable Coin Bank transfer antar negara itu jadi real time 247. Mau jam berapa aja terserah. Buka full. Enggak ada libur, Sabtu Minggu juga jalan aja. Biaya hampir nol tanpa perantara bank, tanpa Swift. Ya, Genius Act ini memberikan ancaman disrupsi besar terhadap sistem Swift Network yang sedang dipakai oleh perbankan global saat ini. Saat ini stable coin itu ditransfer paling banyak di pront 20 sekitar 45% volume terutama USDT. Kemudian ada Ethereum ERC20 sekitar 30% terutama USDC dan DFI. Kemudian ada Solana sekitar 12% unggul di biaya dan speed-nya, kecepatannya. Saya sudah pernah bahas mengenai ini di video tentang Solana. Tapi ke depan jika BOE, JP Morgan dan lainnya bikin blockchain sendiri, kita bisa lihat era permission blockchain antar bank-bank besar ini. Memang saat ini bank-bank besar ini belum memiliki infrastruktur yang diperlukan khususnya layanan custodial wallet. Jadi dia gak punya ya wallet sendiri. Namun bank-bank besar di Amerika dan di dunia saat ini ini sedang aktif mengembangkan ini ya. Cadial wallet sendiri. JP Morgan misalnya sudah meluncurkan Onix Digital Asset Blockchain Permission berbasis Ethereum ya namanya quorum yang digunakan untuk settlement instrumen keuangan tokenisasi seperti repocial paper dan collateral landing. Mereka juga menerbitkan JPM coin. Tickernya namanya JPMD. digunakan oleh klien korporasi besar untuk pembayaran lintas entitas secara real time. Kendati pun tidak memiliki ticker token publik di bursa crypto mainstream. Namun JPMD ini digunakan untuk settlement antar institusi seperti transaksi treasury dan perdagangan antar cabang global. Pada tahun 2023, volume transaksi ini sudah mencapai 1 miliar US per hari. Dan per Juni 2025, volume transaksi lewat Onix ini sudah melampaui 2 triliun US Dar. Selain JP Morgan, sejak Oktober 2024 lalu, Citybank sudah meluncurkan City Token Services for Cash, yakni layanan komersial yang memungkinkan transfer likuiditas antar cabang Citybank secara instan selama 247 tanpa perlu rekening tambahan atau memegang token secara langsung. Klien tinggal menggunakan platform seperti City Direct dan di backend-nya Citybank secara otomatis akan min token di cabang pengirim. kemudian transfer ke bank cabang penerima. Kemudian burn tokennya menjadikan prosesnya seperti transfer uang tunai antar cabang dalam hitungan detik. Selain JP Morgan dan Citybank, Goldman Sax sudah meluncurkan juga GSDAP digital aset platform dan Bank of America juga tengah mempersiapkan layanan yang serupa. Jadi, big banks punya blockchain dan stable coin sendiri. Dan sebentar lagi mereka akan meluncurkan custodial wallet mereka sendiri juga. Apa artinya ini? Well, kebayang enggak kalau dulu Bitcoin tuh dibilang barang enggak jelas, angin atau bahkan kalau katanya almarhum Charlie Manger, maaf Charlie Manger yang bilang ee maka ke depan warga Amerika kini bisa membeli stable coin dengan mengkonversinya dari uang fiat US Dolet di account bank-nya langsung kemudian mentransfer stable coin tersebut ke wallet mereka di exchange misalnya kalau mereka pakai Coinbase atau Kraken dan di Coinbase atau Kraken kemudian beli Bitcoin di situ dan kalau butuh duit nanti sebagian Bitcoin-nya dijual dijadiin stable coin kemudian transfer balik ke custodial wallet di bank masing-masing dan stable coinya diconvert jadi fiat siap buat dibelanjakan. Sahabat Akela ingat enggak ketika Black Rock akan meluncurkan ETF Bitcoin alias IBIT Ibit jauh sebelum ETF tersebut diluncurkan, Akela sudah mengunggah videonya di channel ini pada bulan Juni 2023. Waktu itu Bitcoin hanya di kisaran 30.000an US dolar. Saya sudah jelaskan bahwa dengan lahirnya IBIT maka Bitcoin naik kelas. Dia bukan berada di pasar kripto yang pada waktu itu besarnya total market crypto itu masih sekitar 1,1 triliun US DO. melainkan Bitcoin resmi masuk Wall Street dan terekspos pada bursa saham Amerika yang market cap-nya pada waktu itu 40 kalinya 40,5 triliun US dolar. Akibatnya jelas Bitcoin-nya langsung bullish karena sekarang terbuka pada pasar yang kapitalisasinya 40 kali lipat lebih gede. Akibatnya semua hedge fund yang dulunya ilegal dan tertutup aksesnya terhadap Bitcoin karena peraturan perundang-undangan yang tidak memungkinkan, kini mereka bisa mengakses Bitcoin dengan menggunakan instrumen yang sudah resmi di Wall Street dan itu adalah IBIT. Nah, kini melalui Genius Act pasar crypto bakal terekspos pada seluruh pengguna rekening bank di Amerika dengan dasar hukum yang jelas. Coba perhatikan sejak 2 Juli lalu, Timo quantitative trading system yang kita pakai di Akela ini menunjukkan sinyal breakout top box pada Etherium. Salah satu sinyal buy terkuat di Timur. Saat itu Ethereum diperdagangkan di 2.571 dan pada saat video ini saya buat, Ethereum sudah berada di 341. Nah, jika Anda tanya ke saya apa yang bikin Bitcoin dan Ethereum dan beberapa kripto lainnya bullish selama sepekan terakhir ini? Ya, masa jawabnya gara-gara zero su game sih? Ayo mikir mikir. Pertanyaannya lebih krusial sebenarnya gini. Tapi itu kan Genius Act baru lolos dari Senat. Habis senat masih harus berproses di House of Representatives. Kalau entar di House of Representative ada yang jegal misalnya dari Demokrat nih ngejegal terus gimana dong? Nah, itu sebabnya pastikan Anda sudah subscribe di channel ini. Jangan lupa klik tombol like-nya dan pastikan tombol alertnya aktif. Kalau saya ngomong kayak begini entar ada yang ngomong, "Ye, ternyata Akela juga nguber subscriber. Rupanya dengerin ya. Ini karena Akela tuh bahasnya detail. Pas live streaming minggu lalu ada yang nanya OBBBA alias one big beautiful Bill X. Itu bocorannya sudah Akela bahas sebelum OBBE ini resmi jadi undang-undang. Nonton videonya di sini ya. Nah, sahabat Akela saya kasih tahu ya. Yang namanya bocoran soal itu jawabannya selalu keluar sebelum tanggal pelaksanaan ujian. Akela ini selalu bahas FOMC itu sebelum tanggal FOMC dilaksanakan. Akela membahas OBBE itu juga sebelum rancangannya resmi jadi undang-undang. Nah, sekarang Akela bahas Genius Act ya juga sama sebelum resmi jadi undangundang. Apa barangkali netizen di Indonesia ini sukanya channel yang ngebahas dokumen yang udah lewat puluhan tahun lalu keluarnya kayak contohnya Petro Dool. Udah gitu analisanya salah total lagi. Oke, balik lagi ke Genius X. Memang benar Genius X saat ini baru saja lolos dari Senat dan sejak 14 Juli 2025 lalu, Genius ini mulai dibahas secara resmi di House of Representatives pada minggu yang dijuluki sebagai crypto week ya. Ini ya mulai dari tanggal ini ya 14 Juli 2025. Tujuannya adalah untuk membahas tiga rancangan undang-undang besar. Yang pertama adalah Genius Act. Yang kedua adalah Clarity Act. Yang ketiga adalah anti CBDC Surveilance State Act. Nah, saya sudah bahas yang Genus Act. Yang kedua adalah Clarity Act. Ini adalah rancangan undang-undang yang bertujuan memberikan kerangka pasar digital aset yang jelas termasuk definisi token itu apa dan pembagian pengawasan antara regulator ada CFTC, ada SEC. Kemudian mendefinisikan klasifikasi digital aset, yakni digital commodities itu yang seperti apa, payment stable coin, kemudian excluded digital asset, serta mengatur wewenang CFTC dalam hal mengawasi komoditas digital di mana SEC tetap mengkontrol kontra investasi dan token yang berfungsi sebagai aset sekuritas. Bagi yang belum connect, Clarity Actsung ditujukan untuk mencegah praktik regulation by enforcement yang dilakukan oleh SEC di bawah kepemimpinan Gary Gensler. Sahabat Akela, masih ingat enggak di zaman Gary Gensle dulu industri kripto tuh diobok-obok menghadapi tuntutan hukum massal terhadap banyak project termasuk XRP, Ripple, Coinbase, Kraken, Uniswap banyak perang antara SEC dan cryptoindustri ini terjadi di pertengahan tahun 2023. Akela sudah mengulasnya juga pada waktu itu. Jika Anda ketinggalan videonya, silakan simak video yang ini. Clarity Act ini adalah undang-undang yang memberikan dasar hukum. Jika kelak Trump Administration sudah tidak berkuasa lagi dan jika kemungkinan ada calon presiden misalnya dari kubu Demokrat nih sekarang jadi presiden ngegantiin Donald Trump saya enggak tahu maka sudah enggak ada lagi gugatan hukum dari SEC atas dasar suatu aset tertentu jadi ilegal gara-gara tergolong aset sekuritas. Tujuannya itu supaya kryptoindustrinya tidak bisa diobok-obok lagi dengan cara seperti yang dilakukan oleh Gary Gensler pasca Trump sudah tidak menjabat lagi jadi presiden. Undang-undang yang ketiga disebut Anti CBDC Surveillance State Act. Nah, ini adalah undang-undang yang secara eksplisit dirancang untuk mencegah Federal Reserve atau The Fed menerbitkan retail CBDC dan untuk melindungi hak privasi finansial warga Amerika. Dengan undang-undang ini maka peluang DEFET menerbitkan CBDC itu menjadi tertutup. Dan ini adalah salah satu janji kampanye Trump pada saat menjadi pembicara di Bitcoin Conference tahun 2024 di Nashville. Di acara tersebut, ingat Trump menjanjikan, "The will never be a CBDC while I'm president of the United States," gitu kan dia bilang. Ia juga mengutarakan niat untuk segera menggunakan pendekatan regulasi kripto yang lebih mendukung industri. menjanjikan akan mengakhiri apa yang disebutnya sebagai antiriptocrusade oleh pemerintahan sebelumnya. Klaim bahwa aturan kripto akan ditulis oleh orang yang mencintai industri bukan yang membencinya adalah sebagian dari visinya untuk memajukan sektor aset digital Amerika. Selengkapnya ada di video yang berjudul Janji-janji Trum untuk Bitcoin. Anda bisa menontonnya di video ini. Nah, bagaimana peluang ketiga rancangan undang-undang ini bakal lolos dari House of Representative dan masuk ke meja trum untuk langsung diteken jadi undang-undang? Sebelum saya jawab, saya ada tips buat Anda semua. Khusus bagi subscribers channel ini, Anda bisa konsultasi sehubungan dengan investasi ataupun trading Anda langsung dengan saya dan Bapak Hendra Martono Lim, pencipta TIMO quantitative trading System melalui Akela live streaming yang kami selenggarakan setiap hari Kamis pukul 19.30 WIB di channel ini gratis. Oke, kembali ke pertanyaan. Bagaimana peluang Genius Act, Clarity Act, dan Anti CBDC Act ini diresmikan Trump menjadi undang-undang. Jangan-jangan nanti kena jegal Demokrat di Housau representatif. Oke. Jawabnya adalah kemungkinan lolosnya adalah 99,99% alias hampir pas. lolos. Loh, kok bisa? Oke, ada dua alasan. Yang pertama adalah karena pada waktu masih di senat aja sebelum masuk ke House of Representatif, ketiga rancangan undang-undang ini sudah memperoleh dukungan bipartisan alias didukung baik dari kubu republik, kubunya Trump dan juga memperoleh dukungan dari senator-senator Demokrat. Yang kedua di House of Representatif supaya suatu rancangan undang-undang itu disetujui itu hanya dibutuhkan simple majority berarti separuh tambah 1 ya 50% + 1 tidak dibutuhkan lagi bipartisan support seperti di senat sementara partai republik itu sudah mayoritas di House of Representative saat ini. tadi didukung Demokrat, enggak didukung Demokrat, udah kagak ada ngaruhnya sama sekali. Karena itu ketiga undang-undang ini berarti tinggal tunggu waktu saja. Sahabat Akela Jenis Act bukan sekedar undang-undang baru. Ini adalah titik balik sejarah keuangan digital global. Kita sedang menyaksikan lahirnya dolar digital resmi melalui stable coin legal. potensi kemungkinan besar kematian Swift ya kena disrupsi dan disrupsi sistem remittance tradisional serta perubahan arah strategi bank fintech dan bahkan kripto itu sendiri. Dan seperti biasa channel Akela hadir untuk membantu sahabat Akela semua memahami semua ini berdasarkan data dan fakta, bukan narasi kosong. Jadi Bitcoin tuh zero game bukan ya? [Musik] Zero bukan zero bukan zero terus