Transcript
Z1LVQKl0EUU • Membongkar Konspirasi Jeckyll Island & Uang Fiat : Fakta Sebenarnya TERUNGKAP!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0274_Z1LVQKl0EUU.txt
Kind: captions Language: id Jadi perhatikan ya, sejarah aslinya memang benar ada kebutuhan akan bank sentral yang kemudian ditindaklanjuti dalam pertemuan diel Island Club yang melahirkan proposal Aldrich Plan. Namun proposal Aldrich plan ini ditolak keras oleh kongres dan dirombak habis-habisan oleh Presiden Wro Wilson dan Kongres. Fakta sejarah ini yang kemudian dipelintir jadi teori konspirasi dan ditulis dalam buku The Creature from Jackill Island. Oke, sahabat Akela, jika Anda menonton video Akela yang terakhir dengan judul Operation Midnight Hammer serangan bangkeb Amerika Serikat guncang Iran awal perang dunia ketiga, maka Anda akan melihat bahwa Akela kembali mendibang atau membantah konten YouTube yang justru viral saat ini, yakni peluang akan terjadinya perang dunia ketiga. Pada kenyataannya bisa Anda saksikan sendiri mana perang dunianya. Indeks S&P 500 dan NASDAQ kini malah all time high. Kalau memang beneran ada perang dunia ketiga atau bakal ada perang dunia ketiga, maka itu indeks S&P 500 Dowzon Nasdaq itu sudah crash parah. Kenyataannya malah all time high. Oke, gini saya akan flashback sedikit. Pada waktu zaman saya SMA dulu, setiap tanggal 30 September di televisi itu diputar film G30s PKI. Saya tidak akan bahas tentang satu peristiwa sejarah tersebut. Namun pada tahun 2001, pemerintah Amerika micllfied dokumen-dokumen rahasia CIA sekitar tahun 1964 hingga tahun 1968 dan diterbitkan dalam dokumen berjudul Foreign Relations of the United States 1964 to 1968 volume 26 Indonesia, Malaysia, Singapore, Philippin. Dan dalam dokumen tersebut nampak ada telegram rahasia dari Marshall Green eh dulunya rahasia sekarang sudah dideclassified. Yang pada periode itu Marshall Green ini menjabat sebagai duta besar Amerika dan berkantor di Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta. di mana dia menjelaskan bahwa ini saya kutip langsung Indonesia is probably the most susceptible major nation in the world to manipulation because of its primitive mass communications, low literacy rate and the intensity of its internal rivalries. saya terjemahkan. Jadinya begini. Indonesia kemungkinan adalah negara besar yang paling rentan di dunia terhadap manipulasi karena komunikasi massa yang masih sangat tertinggal dan tingkat literasi yang rendah serta intensitas rivalitas internalnya. Nah, sahabat Akela semua, pandangan Marshall Green di atas pada dasarnya menjelaskan kondisi masyarakat kita di era tahun 1960-an yang sangat mudah termakan hasutan dan karena itu rentan terhadap berbagai manipulasi mulai dari propaganda geopolitik hingga berbagai teori konspirasi juga ho itu adalah tahun 1960-an. Nah, sekarang kita memasuki tahun 2000-an. Kita mengenal teknologi baru dan itu adalah internet. Dunia kita berubah dengan sangat cepat. Saya masih ingat ketika awal-awal saya mengenal dunia pasar modal di tahun 2003, Kendati pun sudah ada internet, namun kecepatannya masih 256 KB/s. Dan itu pun sudah happy banget dapat speed segitu. Sumber informasi utama kita pada waktu itu masih surat kabar alias koran. Dan untuk itu kita harus berlangganan yang artinya guna mendapat informasi kita ini harus bayar. Namun dalam kurun waktu beberapa tahun sesudahnya hadir smartphone. Saya masih ingat ketika Steve Jobs meluncurkan iPhone pertama dan sejak itu ada begitu banyak industri yang terdisrupsi. Namun ada juga yang semakin bertumbuh tambah pesat. sosial media contohnya kehadiran smartphone membuat Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini semakin berkembang pesat. Belum lagi YouTube dan TikTok yang muncul belakangan. Kini tanpa kita sadari dunia kita berubah dari yang semula. Informasi itu langka di mana untuk memperolehnya kita ini mesti bayar dulu, mesti keluarin duit. Kini informasi tersedia secara gratis dan berlimpah ruah. kita malah kebanjiran informasi dan bukan kita yang mencari informasi, namun justru penyedia informasi yang berlomba-lomba menyodorkan informasi secara gratis supaya kita baca, kita dengarkan, dan kita tonton. Berhubung para penyedia informasi ini berlomba-lomba menyodorkan informasinya kepada masyarakat, maka mereka menjadi tergantung akan algoritma mesin pencari. Jika informasi tersebut misalnya disajikan dalam bentuk video dan mereka mengunggahnya di platform YouTube, maka jumlah viewer yang menonton video yang mereka sajikan bukan lagi didasarkan atas kebenaran data dan fakta yang disajikan, melainkan didasarkan atas jumlah jempol alias like. Semakin banyak yang like, maka video tersebut oleh platform YouTube akan semakin banyak disodorkan ke pengguna YouTube yang lain. Berhubung revenue para penyedia informasi ini tergantung dari jumlah viewer dan jumlah viewer dengan demikian tergantung atas jumlah like, maka sangat bisa dimaklumi jika kini informasi yang mereka sajikan bukan lagi sepenuhnya didasarkan atas data dan fakta, melainkan atas dasar opini yang lebih disukai oleh mayoritas netizen. Di Amerika hal seperti ini sudah lumrah sejak dulu kalah. Sehingga Anda bisa saksikan bagaimana terjadinya pertarungan propaganda politik ketika menjelang pemilu. Yang paling jelas itu contohnya, media informasi mainstream kini berubah menjadi media new statement yang disajikan bukan lagi konten yang memang sesuai dengan data dan fakta, melainkan konten berita yang entertaining. Terlepas apakah isinya benar-benar sesuai dengan data dan fakta yang disajikan atau tidak. Media-media tersebut kemudian berubah menjadi saluran propaganda politik berdasarkan donatur-donatur mereka. CNN, CNBC, MSNBC cenderung mengusung agenda Partai Demokrat. Berarti posisinya sebagai oposisinya Partai Republik. Sementara Fox News cenderung mengusung agenda Partai Republik. Yang menjadi masalah adalah apabila ada di antara Anda yang kemudian menerima informasi-informasi yang bertebaran di internet ini untuk tujuan trading atau investasi. Aktivitas trading dan atau investasi ini mengandung risiko. Dan karena ada risiko uang di situ, maka sangat berisiko dan sangat berbahaya jika Anda menelan semua informasi ini mentah-mentah. Karena harap diingat bahwa gol penyedia informasi ini sudah bergeser. Mereka bukan lagi menyajikan konten yang memprioritaskan kebenaran atas dasar data dan fakta, namun lebih didasarkan kepada trending topik alias topik yang disukai netizen calon pemirsa mereka. Dan itu semua disajikan dengan hebohnya. Karena semakin heboh akan memancing rasa ingin tahu. Strategi ini dikenal dengan istilah clickbait. Kemudian menyajikan misteri dengan bubu konspirasi. Karena dengan demikian akan semakin membuat pemirsanya jadi terasa semakin mencekam. Salah satu teori konspirasi yang paling banyak diyakini oleh banyak netizen di Indonesia adalah sehubungan dengan The Fat. Kalau kalian aktif di YouTube atau media sosial pasti pernah dengar narasi bombastis kayak gini. Federal Reserve adalah institusi monster jahat dari Pulau Jaekil atau Jaquil Island ya. Evil institution from Jackill Island. di mana uang fiat itu cuman alatnya elit global buat memperbudak kita. Bahkan ada yang bilang bahwa semua krisis ekonomi di dunia direkayasa oleh keluarga Rosil dan bangkir Yahudi global yang merupakan pengendalinya def. Narasi ini viral banget. Mulai dari Tom B, influencer terkenal di Amerika sampai influencer ekonomi di Indonesia. Banyak sekali yang latah nyebarin teori ini. Sahabat Akela ingin tahu sumber utamanya awal muasalnya ini dari mana? Ada dua buku. Yang pertama adalah The Creature from Jail Island karya G. Edward Griven dan buku Currency Wars karya Songh Hongbin. Tapi tunggu dulu, sebelum kalian ikut-ikutan panik atau ngeborong emas dan Bitcoin semata-mata hanya gara-gara narasi ini, dengerin dulu apa yang akan Akela sajikan. Kedua buku ini bukan cuman penuh teori konspirasi, tapi juga menyesatkan. Dan kalau Anda telan mentah-mentah untuk keputusan trading atau investasi, ini bisa jadi berbahaya. Di video ini kita bakal bongkar tuntas dua buku ini. Bukan pakai opini, narasi ketakutan, tapi pakai data, fakta, sejarah, dan teori ekonomi yang sah. Oke, mari kita kenalan dulu sama dua buku ini. Saya bahas yang pertama dulu ya, The Creature from Jackel Island karya G. Edward Griffin. Buku ini pada dasarnya bilang bahwa Federal Reserve atau The Fed itu didirikan secara rahasia di Pulau Zekil tahun 1910 oleh sekelompok bangkir elit. Tujuannya mengontrol sistem keuangan dunia, memanipulasi pemerintah, dan bikin utang global buat kepentingan mereka. Buku ini diterbitkan tahun 1994, tepat saat ada kebangkitan tren anti establishment di Amerika pasca kejatuhan Uni Soviet dan tren libertarian garis keras ini meningkat. Hardcore libertarian. Buku-buku sensasional soal elit jahat itu laris karena publik gelisah dengan globalisasi. Grivin bukan akademisi ekonomi melainkan produser media dan pembicara di organisasi Right Wings atau sayap kanan yang namanya John Bird Society. Nah, di sinilah dia kuncinya. John Bird Society atau JBS adalah organisasi sayap kanan ekstrem di Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1958 oleh Robert W. Welk Junior. Organisasi ini terkenal dengan ideologi ultra konservatif, nasionalis, antikomunis, dan sangat curiga terhadap pemerintah federal Amerika maupun organisasi internasional seperti PBB. Sejak awal JBS menyebarkan narasi teori konspirasi bahwa elit global dan pemerintah bayangan atau lebih kerennya disebut deep state sedang berupaya memperbudak rakyat lewat pajak, inflasi dan lembaga-lembaga seperti Federal Reserve. JBS juga sering menuding berbagai kebijakan pemerintah Amerika termasuk kebijakan hak-hak sipil di era tahun 1960-an sebagai bagian dari rencana komunis global. Organisasi ini menjadi terkenal karena kampanye antiunis yang sangat agresif tapi juga kontroversial karena dianggap menyebarkan teori konspirasi antisemitik dan antiimigran. G. Edward Griffin penulis The Creature from Jail Island ini adalah anggota aktif dan produser konten untuk John Bird Society yang menjadi panggung baginya untuk menyebarkan narasi konspirasi soal The Fed dan elit global. Dengan membungkus sejarah The Fed dalam narasi monster rahasia, ia menarik banyak sekali peminat dari kelompok anti defet, libertarian, hardcore, dan mereka yang tidak percaya pemerintah. Teori konspirasi soal bangkir global ini sudah ada sejak abad ke-19. Tapi Griffin mengemas ulang cerita lama tersebut dengan bumbu drama sehingga relevan dengan keresahan era tahun 90-an. Ini menaikkan penjualan buku dan karirnya langsung melesat sebagai pembicara. Sahabat Akela semua harap diingat Amerika ini adalah negara yang sangat menjunjung tinggi kebebasan berbicara. Sehingga ketika ada komunitas yang anti pemerintah, anti establishment, maka ini adalah sebuah peluang bisnis bagi seorang pembicara atau motivator, penulis narasi dan produser media seperti Griffin. Karena itu harap diingat bahwa tidak semua yang dari Amerika itu baik. Ada banyak konten dan bahkan budaya menyesatkan datangnya juga dari Amerika. Namun bukan berarti semua yang dari Amerika juga buruk. Prinsipnya bijaklah dalam memilah-milah konten. Dan ini syaratnya adalah literasi. Jangan asal ditelan semua informasinya mentah-mentah tanpa diperiksa kebenarannya dulu. Oke, lanjut ke buku berikutnya. Currency wars karya Song Hong Bing. Song Hong Bing adalah warga negara Amerika Serikat. Dia lahir di Ceng, namun sejak tahun 1990 menetap di Amerika. Dan pada tahun 2009 dia meninggalkan kewarganegaraan Tiongkokya untuk mengambil kewarganegaraan Amerika Serikat secara sukarela. Berarti warga negara Amerika ya. Nah, buku Currency Wars karya Songh Hombing pertama kali terbit di China di Tiongkok pada tahun 2007 bertepatan dengan periode ketika Beijing mulai khawatir dominasi dolar Amerika bisa mengancam kebangkitan ekonomi Tiongkok. Ketika itu cadangan devisa Tiongkok melonjak pesat, tapi sebagian besar itu masih diinvestasikan dalam obligasi pemerintah Amerika. Sehingga pemerintah Tiongkok sangat rentan terhadap fluktuasi nilai dolar. Dalam bukunya, Song Hongbing menyusun narasi bahwa krisis-krisis ekonomi besar di dunia sebenarnya dikendalikan oleh keluarga Rossield dan jaringan bangkir Yahudi global. Menurut narasinya, para elit bankir ini menggunakan uang fiat berbasis dolar untuk memperbudak negara lain, menimbulkan krisis dan mempertahankan hegemoni Amerika Serikat. Songbing kemudian mendorong ide bahwa satu-satunya cara bagi China dan negara lain untuk melawan dominasi dolar adalah dengan kembali ke gold standard. sangat populer ya ini ya narasi ini yaitu sistem moneter yang hanya mengizinkan uang beredar setara emas yang dimiliki negara. Nah, kedua buku ini super populer. Laku terjual hingga jutaan kopi diterjemahkan ke banyak bahasa. Dan mungkin yang tidak pernah Song Hong Bing perkirakan atau bayangkan sebelumnya, ternyata selain sukses di Tiongkok, buku Songh Hong Bing ini juga menjadi kitab sucinya para Bitcoin maksimalis yang mengimani bahwa suatu saat uang fiat akan digantikan oleh Bitcoin. Songhong Bing bahkan tampil sebagai salah satu pembicara utama di panggung Satosi Phoenix dalam Asia Bitcoin Summit tahun 2024 di Taipe. Dia juga tampil dalam sesi via chat bersama tokoh seperti Justin Sun pendiri Tron membahas tema Money and Digital Assets. Tidak hanya itu, baik Griffin maupun Songomong Bing juga sangat populer di kalangan para fanboy emas dan anti theat hardcore libertarian. Tapi pertanyaannya apa kesamaan mereka? Yang pertama tidak ada penelitian ilmiah yang menyokong klaim mereka. Kedua, penuh dengan narasi konspirasi yang dipelintir dari sejarah. Tiga. Yang paling parah mereka ini menyebarkan paranoia finansial yang bikin orang takut dengan sistem makro ekonomi modern. Akelnya sejak awal tegas, kedua buku ini enggak cuma sesat tapi juga berbahaya. Mereka bikin generasi muda terjebak dalam narasi ketakutan yang tidak produktif. Lebih parah lagi sampai di Indonesia bahkan ada influencer yang mengatakan bahwa teori makroekonomi yang ada sekarang sudah ketinggalan zaman dan itu semua adalah ciptaan elit global dan selalu menciptakan krisis berulang. Nah, saya terusin ya. Banyak yang bilang theat adalah dalang di balik semua masalah ekonomi dunia. Utang pemerintah menggunung adalah gara-gara def. Kris finansial pasti defet. Semua-uanya adalah defet. Well, ini salah kaprah banget. Nomor satu, DEFET itu adalah lembaga moneter bukan fiskal. Lah, terus apa bedanya? kebijakan fiskal kayak utang negara, belanja pemerintah, pajak, the gak ngurusin sama sekali. Itu semua adalah urusannya kongres dan presiden Amerika. The Fed tidak punya kuasa sama sekali di situ. Yang kedua, The Fed ini cuman ngurusin kebijakan moneter ngatur suku bunga dan likuiditas US Dollar yang beredar dengan tujuan satu price stability, jadi inflasinya stabil. Du mendukung maksimum employment. Ini adalah dual mandate-nya the FATET. Semua anggota The Fed ketika naik jabatan dia disumpah dual mandate. Ini the Fed juga tidak menciptakan hutang. Hutang itu dibuat oleh pemerintah dengan cara menerbitkan obligasi melalui kebijakan fiscal spending. Mereka enggak ada urusannya sama sekali dengan def. Dalam satu pers conference-nya, Jerem Powell dengan tegas bilang, "Kami tidak memberikan saran soal kebijakan fiskal dan kami harap pemerintah juga tidak perlu campur tangan soal kebijakan moneter. Jadi kalau ada yang mengkaitkan defet soal utang negara itu analoginya kayak nyalahin termometer gara-gara badan kita lagi demam." Ayo mikir. Nah, berikutnya saya akan cerita tentang narasi konspirasi yang mengatakan bahwa The Fed lahir dari pertemuan rahasia di Pulau Jeek atau Jaquy Island. Gampang sekali. Mari kita lihat sejarah aslinya. Sebelum ada The FET, Amerika tidak punya bank sentral yang benar-benar kuat. Tahun 1836, President Andrew Jackson menolak perpanjangan izin second bank of the United States dan itu berakibat sistem keuangan dan sistem moneter Amerika jadi uncontrollable, tidak terkendali. Apa yang terjadi? Lihat yang pertama adalah panic of 1837, krisis ekonomi yang sangat brutal. Berikutnya, Panic of 1873, depresi panjang. 3. Panic of 1893, Bang-bank collapse. 4, Panic of 1907. Kris bank yang cuman bisa diselamatkan akhirnya oleh JP Morgan seorang bangkir swasta. Saya sudah banyak cerita ini dalam video Akela sebelumnya. Bayangkan sebuah negara sebesar Amerika cuma bisa diselamatkan oleh satu orang. Ini membuat kongres sadar bahwa mereka butuh institusi moneter yang stabil. Akhirnya tahun 1913 lewat Federal Reserve Act, the FET didirikan bukan lewat konspirasi rahasia, tapi lewat proses demokratis di kongres. Pertemuan Jackill Island Club itu memang ada benar dan itu melahirkan proposal yang dikenal dengan Aldrig Plan. Namun ketika proposal ini diajukan ke Kongres, Aldrick Plan ini ditolak mentah-mentah satu pun tidak ada yang diterima. terutama oleh Partai Demokrat dan kubu progresif yang menilai rancangan Aldrick plan tersebut terlalu berpihak dan menguntungkan bankir Wall Street. Presiden Wro Wilson yang dari Partai Demokrat akhirnya mengambil alih inisiatif dan bekerja sama dengan anggota Kongres Demokrat seperti Carter Glass dan Robert Letham Owen. Mereka meromba Aldrick plan menjadi versi yang lebih menekankan kendali pemerintah yaitu Federal Reserve Act yang pada dasarnya membentuk Federal Reserve Board yang diangkat Presiden dan disetujui Senat menyatukan sistem bank sentral regional terdiri dari 12 Federal Reserve Banks agar mewakili kepentingan seluruh negara bagian. bukan hanya Wall Street saja. Jadi perhatikan ya, sejarah aslinya memang benar ada kebutuhan akan bank sentral yang kemudian ditindaklanjuti dalam pertemuan di Zaquel Island Club yang melahirkan proposal Aldrich Plan. Namun proposal Aldrick plan ini ditolak keras oleh kongres dan dirombak habis-habisan oleh Presiden Wro Wilson dan Kongres. Fakta sejarah ini yang kemudian dipelintir jadi teori konspirasi dan ditulis dalam buku The Creature from Jackill Island. Nah, lanjut. Kenapa uang tidak bisa dikunci? sama emas. Ini sudah saya jelaskan dalam video sebelumnya sebetulnya ya. Song Hombing dan Bitcoin Maksimalis punya solusi ajaib. Balik lagi ke gold standard atau sistem moneter yang mata uangnya dicetak terbatas kayak Bitcoin yang dicetak R1 juta. Katanya ini bakal ngatasin semua masalah. Tapi pertanyaannya apa benar begitu? Mari kita pakai logika ekonomi. Ada rumus dasar dalil ekonomi yang namanya visus equations. M * V = P * T. M itu adalah jumlah uang yang beredar. V adalah kecepatan peredaran uang. P adalah tingkat harga. Dan T adalah volume transaksi atau output ekonomi. Kalau M dikunci, jadi ruas yang sebelah kiri kita kunci. Caranya misalnya dengan dikunci pakai emas atau Bitcoin yang jumlahnya dicetak terbatas, maka apa yang terjadi? Supaya ekonomi atau t dalam persamaan di atas bisa tumbuh, maka P harga-harga itu harus turun. Ini namanya deflasi. Harga-harga turun. Bagi Anda dan saya sebagai konsumen sepintas kedengarannya bagus kan? Wah, harga-harga turun. Oh, bagus. Hebat. Namun itu akan mengakibatkan terjadinya perang harga dan di sisi produsen ini akan mengakibatkan penurunan laba operasional sehingga mereka terpaksa harus tutup usahanya. PHK massal terjadi, pengangguran melonjak, daya beli konsumen semakin turun, mengakibatkan harga-harga semakin turun, dan berujung pada depresi ekonomi. Dan semuanya ini benar-benar terbukti pernah terjadi. Gold standard itu justru bikin great depression tahun 1930-an itu semakin parah karena tidak ada fleksibilitas buat menambah jumlah uang beredar pada saat krisis. Makanya sistem uang yang fleksibel kayak yang sekarang itu adalah satu kebutuhan bukan kelemahan. Padahal ini sudah saya jelaskan semuanya secara lengkap dalam video berjudul Illuminati Rosil. Nih fakta sejarah lahirnya Sistem Uang Fiat. Anda bisa menyimaknya pada video yang ini. Banyak yang bilang The Fed itu lembaga rahasia yang dikontrol bangkir. Faktanya the Fed ini dibentuk lewat Federal Reserve Act3 dan mereka adalah lembaga publik yang independen. strukturnya ada dewan gubernur yang terdiri dari tujuh orang gubernur yang berkedudukan di Washington DC, 12 bank sentral regional di seluruh Amerika yang masing-masing dipimpin oleh seorang Fed Presiden dan ada FOMC atau Federal Open Market Committee yakni sidang berkala defil keputusan sehubungan dengan kebijakan moneter. The FET bertanggung jawab ke kongres bukan ke korporasi. Apalagi keluarga elit alias Rosil. Semua laporan data dan keputusan mereka dipublikasikan secara rutin di website resmi. Enggak ada yang disembunyikan. Yang ada cuma sistem yang kompleks dan mereka yang tidak paham cari datanya serta memahami data-data yang disajikan. Ketika mengalami kerugian memang paling gampang tinggal bilang aja gara-gara Bitcoin-nya lagi dimainin sama The Fed. Teman-teman, channel Akela ini memang tidak dibuat untuk ngejar viral lewat narasi ketakutan. Kami ada di sini berjuang menghadirkan konten yang sepenuhnya hasil riset berdasarkan data, fakta sejarah, dan ilmu ekonomi yang sahih. Melalui video ini saya sudah menunaikan tanggung jawab saya di Banking G. Edward Griffin dan Songh Hong Bing yang sudah menyesatkan banyak orang dengan teori konspirasi yang tidak ada dasarnya. Memang saya akui teori konspirasi tersebut viral dahsyat. Tapi kebenaran memang enggak harus viral. Kebenaran hanya perlu bersuara sekecil apapun itu. Pesan saya buat sahabat Akela semua, khususnya bagi Anda yang berhadapan dengan risiko pasar modal, apakah itu saham, gold, forexingga Bitcoin dan aset krypto lainnya. Jaga pikiran Anda supaya tetap jernih, rasional, dan objektif. Hindari mengkonsumsi berita apalagi isinya syarat dengan teori konspirasi hingga propaganda geopolitik. Nah, Sahabat Akelasa, semoga video ini bisa membantu Anda menjernihkan pemahaman Anda dari berbagai sampah informasi yang banyak bertebaran di internet. Mulai dari propaganda, teori konspirasi hingga hoa seputar dunia makroekonomi dan keuangan. Jangan lupa khusus bagi subscribers channel ini, Anda bisa konsultasi sehubungan dengan investasi ataupun trading Anda langsung dengan saya dan Bapak Hendra Martono Lim pencipta timo quantitative trading system melalui Akela live streaming yang kami selenggarakan tiap hari Kamis pukul 19.30 30 WIB di channel ini. Karena itu, pastikan diri Anda sudah subscribe, klik tombol like-nya, dan silakan share ke teman-teman Anda yang membutuhkan. Semoga bermanfaat semuanya. Sukses selalu dan sampai jumpa. Yeah.