Transcript
Z1LVQKl0EUU • Membongkar Konspirasi Jeckyll Island & Uang Fiat : Fakta Sebenarnya TERUNGKAP!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0274_Z1LVQKl0EUU.txt
Kind: captions
Language: id
Jadi perhatikan ya, sejarah aslinya
memang benar ada kebutuhan akan bank
sentral yang kemudian ditindaklanjuti
dalam pertemuan diel Island Club yang
melahirkan proposal Aldrich Plan. Namun
proposal Aldrich plan ini ditolak keras
oleh kongres dan dirombak habis-habisan
oleh Presiden Wro Wilson dan Kongres.
Fakta sejarah ini yang kemudian
dipelintir
jadi teori konspirasi dan ditulis dalam
buku The Creature from Jackill Island.
Oke, sahabat Akela, jika Anda menonton
video Akela yang terakhir dengan judul
Operation Midnight Hammer serangan
bangkeb Amerika Serikat guncang Iran
awal perang dunia ketiga, maka Anda akan
melihat bahwa Akela kembali mendibang
atau membantah
konten YouTube yang justru viral saat
ini, yakni peluang akan terjadinya
perang dunia ketiga.
Pada kenyataannya bisa Anda saksikan
sendiri mana perang dunianya.
Indeks S&P 500 dan NASDAQ kini malah all
time high.
Kalau memang beneran ada perang dunia
ketiga atau bakal ada perang dunia
ketiga, maka itu indeks S&P 500 Dowzon
Nasdaq itu sudah crash parah.
Kenyataannya malah all time high.
Oke, gini
saya akan flashback sedikit. Pada waktu
zaman saya SMA dulu, setiap tanggal 30
September di televisi itu diputar film
G30s PKI.
Saya tidak akan bahas tentang satu
peristiwa sejarah tersebut. Namun pada
tahun 2001,
pemerintah Amerika micllfied
dokumen-dokumen rahasia CIA sekitar
tahun 1964 hingga tahun 1968 dan
diterbitkan dalam dokumen berjudul
Foreign Relations of the United States
1964 to 1968
volume 26
Indonesia, Malaysia, Singapore,
Philippin.
Dan dalam dokumen tersebut nampak ada
telegram rahasia dari Marshall Green eh
dulunya rahasia sekarang sudah
dideclassified.
Yang pada periode itu Marshall Green ini
menjabat sebagai duta besar Amerika dan
berkantor di Jalan Medan Merdeka Selatan
Jakarta. di mana dia menjelaskan bahwa
ini saya kutip langsung Indonesia is
probably the most susceptible major
nation in the world to manipulation
because of its primitive mass
communications,
low literacy rate and the intensity of
its internal rivalries. saya
terjemahkan. Jadinya begini. Indonesia
kemungkinan adalah negara besar yang
paling rentan di dunia terhadap
manipulasi
karena komunikasi massa yang masih
sangat tertinggal dan tingkat literasi
yang rendah serta intensitas rivalitas
internalnya.
Nah, sahabat Akela semua, pandangan
Marshall Green di atas pada dasarnya
menjelaskan kondisi masyarakat kita di
era tahun 1960-an
yang sangat mudah termakan hasutan
dan karena itu rentan terhadap berbagai
manipulasi
mulai dari propaganda geopolitik hingga
berbagai teori konspirasi juga ho itu
adalah tahun 1960-an.
Nah, sekarang kita memasuki tahun
2000-an. Kita mengenal teknologi baru
dan itu adalah internet. Dunia kita
berubah dengan sangat cepat. Saya masih
ingat ketika awal-awal saya mengenal
dunia pasar modal di tahun 2003, Kendati
pun sudah ada internet, namun
kecepatannya masih 256 KB/s.
Dan itu pun sudah happy banget dapat
speed segitu.
Sumber informasi utama kita pada waktu
itu masih surat kabar alias koran. Dan
untuk itu kita harus berlangganan yang
artinya guna mendapat informasi kita ini
harus bayar.
Namun dalam kurun waktu beberapa tahun
sesudahnya hadir smartphone.
Saya masih ingat ketika Steve Jobs
meluncurkan iPhone pertama dan sejak itu
ada begitu banyak industri yang
terdisrupsi.
Namun ada juga yang semakin bertumbuh
tambah pesat. sosial media contohnya
kehadiran smartphone membuat Facebook,
Instagram, dan WhatsApp ini semakin
berkembang pesat. Belum lagi YouTube dan
TikTok yang muncul belakangan. Kini
tanpa kita sadari dunia kita berubah
dari yang semula. Informasi itu langka
di mana untuk memperolehnya kita ini
mesti bayar dulu, mesti keluarin duit.
Kini informasi tersedia secara gratis
dan berlimpah ruah.
kita malah kebanjiran informasi
dan bukan kita yang mencari informasi,
namun justru penyedia informasi yang
berlomba-lomba menyodorkan informasi
secara gratis supaya kita baca, kita
dengarkan, dan kita tonton. Berhubung
para penyedia informasi ini
berlomba-lomba menyodorkan informasinya
kepada masyarakat, maka mereka menjadi
tergantung akan algoritma mesin pencari.
Jika informasi tersebut misalnya
disajikan dalam bentuk video dan mereka
mengunggahnya di platform YouTube, maka
jumlah viewer yang menonton video yang
mereka sajikan bukan lagi didasarkan
atas kebenaran data dan fakta yang
disajikan, melainkan didasarkan atas
jumlah jempol alias like. Semakin banyak
yang like, maka video tersebut oleh
platform YouTube akan semakin banyak
disodorkan ke pengguna YouTube yang
lain.
Berhubung revenue para penyedia
informasi ini tergantung dari jumlah
viewer dan jumlah viewer dengan demikian
tergantung atas jumlah like, maka sangat
bisa dimaklumi jika kini informasi yang
mereka sajikan bukan lagi sepenuhnya
didasarkan atas data dan fakta,
melainkan atas dasar opini yang lebih
disukai oleh mayoritas netizen.
Di Amerika hal seperti ini sudah lumrah
sejak dulu kalah. Sehingga Anda bisa
saksikan bagaimana terjadinya
pertarungan propaganda politik ketika
menjelang pemilu. Yang paling jelas itu
contohnya, media informasi mainstream
kini berubah menjadi media new statement
yang disajikan bukan lagi konten yang
memang sesuai dengan data dan fakta,
melainkan konten berita yang
entertaining. Terlepas apakah isinya
benar-benar sesuai dengan data dan fakta
yang disajikan atau tidak. Media-media
tersebut kemudian berubah menjadi
saluran propaganda politik berdasarkan
donatur-donatur mereka. CNN, CNBC, MSNBC
cenderung mengusung agenda Partai
Demokrat. Berarti posisinya sebagai
oposisinya Partai Republik. Sementara
Fox News cenderung mengusung agenda
Partai Republik. Yang menjadi masalah
adalah apabila ada di antara Anda yang
kemudian menerima informasi-informasi
yang bertebaran di internet ini untuk
tujuan trading atau investasi.
Aktivitas trading dan atau investasi ini
mengandung risiko. Dan karena ada risiko
uang di situ, maka sangat berisiko dan
sangat berbahaya jika Anda menelan semua
informasi ini mentah-mentah. Karena
harap diingat bahwa gol penyedia
informasi ini sudah bergeser.
Mereka bukan lagi menyajikan konten yang
memprioritaskan
kebenaran atas dasar data dan fakta,
namun lebih didasarkan kepada trending
topik alias topik yang disukai netizen
calon pemirsa mereka. Dan itu semua
disajikan dengan hebohnya. Karena
semakin heboh akan memancing rasa ingin
tahu. Strategi ini dikenal dengan
istilah clickbait.
Kemudian menyajikan misteri dengan bubu
konspirasi.
Karena dengan demikian akan semakin
membuat pemirsanya jadi terasa semakin
mencekam. Salah satu teori konspirasi
yang paling banyak diyakini oleh banyak
netizen di Indonesia adalah sehubungan
dengan The Fat. Kalau kalian aktif di
YouTube atau media sosial pasti pernah
dengar narasi bombastis kayak gini.
Federal Reserve adalah institusi monster
jahat dari Pulau Jaekil atau Jaquil
Island ya. Evil institution from Jackill
Island. di mana uang fiat itu cuman
alatnya elit global buat memperbudak
kita. Bahkan ada yang bilang bahwa semua
krisis ekonomi di dunia direkayasa oleh
keluarga Rosil dan bangkir Yahudi global
yang merupakan pengendalinya def.
Narasi ini viral banget. Mulai dari Tom
B, influencer terkenal di Amerika sampai
influencer ekonomi di Indonesia. Banyak
sekali yang latah nyebarin teori ini.
Sahabat Akela ingin tahu sumber utamanya
awal muasalnya ini dari mana? Ada dua
buku. Yang pertama adalah The Creature
from Jail Island karya G. Edward Griven
dan buku Currency Wars karya Songh
Hongbin.
Tapi tunggu dulu, sebelum kalian
ikut-ikutan panik atau ngeborong emas
dan Bitcoin semata-mata hanya gara-gara
narasi ini, dengerin dulu apa yang akan
Akela sajikan. Kedua buku ini bukan
cuman penuh teori konspirasi, tapi juga
menyesatkan. Dan kalau Anda telan
mentah-mentah untuk keputusan trading
atau investasi, ini bisa jadi berbahaya.
Di video ini kita bakal bongkar tuntas
dua buku ini. Bukan pakai opini, narasi
ketakutan,
tapi pakai data, fakta, sejarah, dan
teori ekonomi yang sah.
Oke, mari kita kenalan dulu sama dua
buku ini. Saya bahas yang pertama dulu
ya, The Creature from Jackel Island
karya G. Edward Griffin. Buku ini pada
dasarnya bilang bahwa Federal Reserve
atau The Fed itu didirikan secara
rahasia di Pulau Zekil tahun 1910 oleh
sekelompok bangkir elit. Tujuannya
mengontrol sistem keuangan dunia,
memanipulasi pemerintah, dan bikin utang
global buat kepentingan mereka. Buku ini
diterbitkan tahun 1994,
tepat saat ada kebangkitan tren anti
establishment di Amerika pasca kejatuhan
Uni Soviet dan tren libertarian garis
keras ini meningkat. Hardcore
libertarian.
Buku-buku sensasional soal elit jahat
itu laris karena publik gelisah dengan
globalisasi.
Grivin bukan akademisi ekonomi
melainkan produser media dan pembicara
di organisasi Right Wings atau sayap
kanan yang namanya John Bird Society.
Nah, di sinilah dia kuncinya. John Bird
Society atau JBS adalah organisasi sayap
kanan ekstrem di Amerika Serikat yang
didirikan pada tahun 1958 oleh Robert W.
Welk Junior. Organisasi ini terkenal
dengan ideologi ultra konservatif,
nasionalis,
antikomunis, dan sangat curiga terhadap
pemerintah federal Amerika maupun
organisasi internasional seperti PBB.
Sejak awal JBS menyebarkan narasi teori
konspirasi bahwa elit global dan
pemerintah bayangan atau lebih kerennya
disebut deep state sedang berupaya
memperbudak rakyat lewat pajak, inflasi
dan lembaga-lembaga seperti Federal
Reserve.
JBS juga sering menuding berbagai
kebijakan pemerintah Amerika termasuk
kebijakan hak-hak sipil di era tahun
1960-an
sebagai bagian dari rencana komunis
global. Organisasi ini menjadi terkenal
karena kampanye antiunis yang sangat
agresif tapi juga kontroversial karena
dianggap menyebarkan teori konspirasi
antisemitik
dan antiimigran.
G. Edward Griffin penulis The Creature
from Jail Island ini adalah anggota
aktif dan produser konten untuk John
Bird Society yang menjadi panggung
baginya untuk menyebarkan narasi
konspirasi soal The Fed dan elit global.
Dengan membungkus sejarah The Fed dalam
narasi monster rahasia, ia menarik
banyak sekali peminat dari kelompok anti
defet, libertarian, hardcore, dan mereka
yang tidak percaya pemerintah. Teori
konspirasi soal bangkir global ini sudah
ada sejak abad ke-19.
Tapi Griffin mengemas ulang cerita lama
tersebut dengan bumbu drama sehingga
relevan dengan keresahan era tahun
90-an. Ini menaikkan penjualan buku dan
karirnya langsung melesat sebagai
pembicara. Sahabat Akela semua harap
diingat Amerika ini adalah negara yang
sangat menjunjung tinggi kebebasan
berbicara.
Sehingga ketika ada komunitas yang anti
pemerintah, anti establishment, maka ini
adalah sebuah peluang bisnis bagi
seorang pembicara atau motivator,
penulis narasi dan produser media
seperti Griffin. Karena itu harap
diingat bahwa tidak semua yang dari
Amerika itu baik.
Ada banyak konten dan bahkan budaya
menyesatkan datangnya juga dari Amerika.
Namun bukan berarti semua yang dari
Amerika juga buruk. Prinsipnya
bijaklah dalam memilah-milah konten. Dan
ini syaratnya adalah literasi.
Jangan asal ditelan semua informasinya
mentah-mentah tanpa diperiksa
kebenarannya dulu. Oke, lanjut ke buku
berikutnya. Currency wars karya Song
Hong Bing. Song Hong Bing adalah warga
negara Amerika Serikat. Dia lahir di
Ceng, namun sejak tahun 1990 menetap di
Amerika. Dan pada tahun 2009 dia
meninggalkan kewarganegaraan Tiongkokya
untuk mengambil kewarganegaraan Amerika
Serikat secara sukarela. Berarti warga
negara Amerika ya. Nah, buku Currency
Wars karya Songh Hombing pertama kali
terbit di China di Tiongkok pada tahun
2007 bertepatan dengan periode ketika
Beijing mulai khawatir dominasi dolar
Amerika bisa mengancam kebangkitan
ekonomi Tiongkok. Ketika itu cadangan
devisa Tiongkok melonjak pesat, tapi
sebagian besar itu masih diinvestasikan
dalam obligasi pemerintah Amerika.
Sehingga pemerintah Tiongkok sangat
rentan terhadap fluktuasi nilai dolar.
Dalam bukunya, Song Hongbing menyusun
narasi bahwa krisis-krisis ekonomi besar
di dunia sebenarnya dikendalikan oleh
keluarga Rossield dan jaringan bangkir
Yahudi global. Menurut narasinya, para
elit bankir ini menggunakan uang fiat
berbasis dolar untuk memperbudak negara
lain, menimbulkan krisis dan
mempertahankan hegemoni Amerika Serikat.
Songbing kemudian mendorong ide bahwa
satu-satunya cara bagi China dan negara
lain untuk melawan dominasi dolar adalah
dengan kembali ke gold standard. sangat
populer ya ini ya narasi ini yaitu
sistem moneter yang hanya mengizinkan
uang beredar setara emas yang dimiliki
negara. Nah, kedua buku ini super
populer. Laku terjual hingga jutaan kopi
diterjemahkan ke banyak bahasa. Dan
mungkin yang tidak pernah Song Hong Bing
perkirakan atau bayangkan sebelumnya,
ternyata selain sukses di Tiongkok, buku
Songh Hong Bing ini juga menjadi kitab
sucinya para Bitcoin maksimalis yang
mengimani bahwa suatu saat uang fiat
akan digantikan oleh Bitcoin. Songhong
Bing bahkan tampil sebagai salah satu
pembicara utama di panggung Satosi
Phoenix dalam Asia Bitcoin Summit tahun
2024 di Taipe.
Dia juga tampil dalam sesi via chat
bersama tokoh seperti Justin Sun pendiri
Tron membahas tema Money and Digital
Assets. Tidak hanya itu, baik Griffin
maupun Songomong Bing juga sangat
populer di kalangan para fanboy emas dan
anti theat hardcore libertarian.
Tapi pertanyaannya apa kesamaan mereka?
Yang pertama tidak ada penelitian ilmiah
yang menyokong klaim mereka. Kedua,
penuh dengan narasi konspirasi yang
dipelintir dari sejarah. Tiga. Yang
paling parah mereka ini menyebarkan
paranoia finansial yang bikin orang
takut dengan sistem makro ekonomi
modern. Akelnya sejak awal tegas, kedua
buku ini enggak cuma sesat tapi juga
berbahaya. Mereka bikin generasi muda
terjebak dalam narasi ketakutan yang
tidak produktif. Lebih parah lagi sampai
di Indonesia bahkan ada influencer yang
mengatakan bahwa teori makroekonomi yang
ada sekarang sudah ketinggalan zaman dan
itu semua adalah ciptaan elit global dan
selalu menciptakan krisis berulang.
Nah, saya terusin ya. Banyak yang bilang
theat adalah dalang di balik semua
masalah ekonomi dunia. Utang pemerintah
menggunung adalah gara-gara def. Kris
finansial pasti defet. Semua-uanya
adalah defet. Well, ini salah kaprah
banget. Nomor satu, DEFET itu adalah
lembaga moneter bukan fiskal. Lah, terus
apa bedanya? kebijakan fiskal kayak
utang negara, belanja pemerintah, pajak,
the gak ngurusin sama sekali. Itu semua
adalah urusannya kongres dan presiden
Amerika. The Fed tidak punya kuasa sama
sekali di situ. Yang kedua, The Fed ini
cuman ngurusin kebijakan moneter ngatur
suku bunga dan likuiditas US Dollar yang
beredar dengan tujuan satu price
stability, jadi inflasinya stabil. Du
mendukung maksimum employment. Ini
adalah dual mandate-nya the FATET. Semua
anggota The Fed ketika naik jabatan dia
disumpah dual mandate. Ini the Fed juga
tidak menciptakan hutang.
Hutang itu dibuat oleh pemerintah
dengan cara menerbitkan obligasi melalui
kebijakan fiscal spending. Mereka enggak
ada urusannya sama sekali dengan def.
Dalam satu pers conference-nya, Jerem
Powell dengan tegas bilang, "Kami tidak
memberikan saran soal kebijakan fiskal
dan kami harap pemerintah juga tidak
perlu campur tangan soal kebijakan
moneter. Jadi kalau ada yang mengkaitkan
defet soal utang negara itu analoginya
kayak nyalahin termometer gara-gara
badan kita lagi demam."
Ayo mikir.
Nah, berikutnya saya akan cerita tentang
narasi konspirasi yang mengatakan bahwa
The Fed lahir dari pertemuan rahasia di
Pulau Jeek atau Jaquy Island. Gampang
sekali. Mari kita lihat sejarah aslinya.
Sebelum ada The FET, Amerika tidak punya
bank sentral yang benar-benar kuat.
Tahun 1836, President Andrew Jackson
menolak perpanjangan izin second bank of
the United States dan itu berakibat
sistem keuangan dan sistem moneter
Amerika jadi uncontrollable,
tidak terkendali. Apa yang terjadi?
Lihat yang pertama adalah panic of 1837,
krisis ekonomi yang sangat brutal.
Berikutnya, Panic of 1873, depresi
panjang.
3. Panic of 1893, Bang-bank collapse.
4, Panic of 1907.
Kris bank yang cuman bisa diselamatkan
akhirnya oleh JP Morgan seorang bangkir
swasta. Saya sudah banyak cerita ini
dalam video Akela sebelumnya. Bayangkan
sebuah negara sebesar Amerika cuma bisa
diselamatkan oleh satu orang. Ini
membuat kongres sadar bahwa mereka butuh
institusi moneter yang stabil. Akhirnya
tahun 1913 lewat Federal Reserve Act,
the FET didirikan bukan lewat konspirasi
rahasia, tapi lewat proses demokratis di
kongres. Pertemuan Jackill Island Club
itu memang ada benar dan itu melahirkan
proposal yang dikenal dengan Aldrig
Plan. Namun ketika proposal ini diajukan
ke Kongres, Aldrick Plan ini ditolak
mentah-mentah satu pun tidak ada yang
diterima. terutama oleh Partai Demokrat
dan kubu progresif yang menilai
rancangan Aldrick plan tersebut terlalu
berpihak dan menguntungkan bankir Wall
Street. Presiden Wro Wilson yang dari
Partai Demokrat akhirnya mengambil alih
inisiatif dan bekerja sama dengan
anggota Kongres Demokrat seperti Carter
Glass dan Robert Letham Owen. Mereka
meromba Aldrick plan menjadi versi yang
lebih menekankan kendali pemerintah
yaitu Federal Reserve Act yang pada
dasarnya membentuk Federal Reserve Board
yang diangkat Presiden dan disetujui
Senat menyatukan sistem bank sentral
regional terdiri dari 12 Federal Reserve
Banks agar mewakili kepentingan seluruh
negara bagian. bukan hanya Wall Street
saja. Jadi perhatikan ya, sejarah
aslinya memang benar ada kebutuhan akan
bank sentral yang kemudian
ditindaklanjuti
dalam pertemuan di Zaquel Island Club
yang melahirkan proposal Aldrich Plan.
Namun proposal Aldrick plan ini ditolak
keras oleh kongres dan dirombak
habis-habisan oleh Presiden Wro Wilson
dan Kongres. Fakta sejarah ini yang
kemudian dipelintir
jadi teori konspirasi dan ditulis dalam
buku The Creature from Jackill Island.
Nah, lanjut. Kenapa uang tidak bisa
dikunci? sama emas. Ini sudah saya
jelaskan dalam video sebelumnya
sebetulnya ya. Song Hombing dan Bitcoin
Maksimalis punya solusi ajaib. Balik
lagi ke gold standard atau sistem
moneter yang mata uangnya dicetak
terbatas kayak Bitcoin yang dicetak R1
juta.
Katanya ini bakal ngatasin semua
masalah. Tapi pertanyaannya apa benar
begitu? Mari kita pakai logika ekonomi.
Ada rumus dasar dalil ekonomi yang
namanya visus equations. M * V = P * T.
M itu adalah jumlah uang yang beredar. V
adalah kecepatan peredaran uang. P
adalah tingkat harga. Dan T adalah
volume transaksi atau output ekonomi.
Kalau M dikunci, jadi ruas yang sebelah
kiri kita kunci. Caranya misalnya dengan
dikunci pakai emas atau Bitcoin yang
jumlahnya dicetak terbatas, maka apa
yang terjadi? Supaya ekonomi atau t
dalam persamaan di atas bisa tumbuh,
maka P harga-harga
itu harus turun. Ini namanya deflasi.
Harga-harga turun. Bagi Anda dan saya
sebagai konsumen sepintas kedengarannya
bagus kan? Wah, harga-harga turun. Oh,
bagus. Hebat. Namun itu akan
mengakibatkan terjadinya perang harga
dan di sisi produsen ini akan
mengakibatkan penurunan laba operasional
sehingga mereka terpaksa harus tutup
usahanya.
PHK massal terjadi, pengangguran
melonjak, daya beli konsumen semakin
turun, mengakibatkan harga-harga semakin
turun, dan berujung pada depresi
ekonomi. Dan semuanya ini benar-benar
terbukti pernah terjadi. Gold standard
itu justru bikin great depression tahun
1930-an itu semakin parah karena tidak
ada fleksibilitas buat menambah jumlah
uang beredar pada saat krisis.
Makanya sistem uang yang fleksibel kayak
yang sekarang itu adalah satu kebutuhan
bukan kelemahan. Padahal ini sudah saya
jelaskan semuanya secara lengkap dalam
video berjudul Illuminati Rosil. Nih
fakta sejarah lahirnya Sistem Uang Fiat.
Anda bisa menyimaknya pada video yang
ini.
Banyak yang bilang The Fed itu lembaga
rahasia yang dikontrol bangkir. Faktanya
the Fed ini dibentuk lewat Federal
Reserve Act3
dan mereka adalah lembaga publik yang
independen.
strukturnya ada dewan gubernur yang
terdiri dari tujuh orang gubernur yang
berkedudukan di Washington DC, 12 bank
sentral regional di seluruh Amerika yang
masing-masing dipimpin oleh seorang Fed
Presiden dan ada FOMC atau Federal Open
Market Committee yakni sidang berkala
defil keputusan sehubungan dengan
kebijakan moneter.
The FET bertanggung jawab ke kongres
bukan ke korporasi.
Apalagi keluarga elit alias Rosil. Semua
laporan data dan keputusan mereka
dipublikasikan secara rutin di website
resmi.
Enggak ada yang disembunyikan. Yang ada
cuma sistem yang kompleks dan mereka
yang tidak paham cari datanya serta
memahami data-data yang disajikan.
Ketika mengalami kerugian memang paling
gampang tinggal bilang aja gara-gara
Bitcoin-nya lagi dimainin sama The Fed.
Teman-teman, channel Akela ini memang
tidak dibuat untuk ngejar viral lewat
narasi ketakutan. Kami ada di sini
berjuang menghadirkan konten yang
sepenuhnya hasil riset berdasarkan data,
fakta sejarah, dan ilmu ekonomi yang
sahih. Melalui video ini saya sudah
menunaikan tanggung jawab saya di
Banking G. Edward Griffin dan Songh Hong
Bing yang sudah menyesatkan banyak orang
dengan teori konspirasi yang tidak ada
dasarnya. Memang saya akui teori
konspirasi tersebut viral dahsyat.
Tapi kebenaran memang enggak harus
viral. Kebenaran hanya perlu bersuara
sekecil apapun itu. Pesan saya buat
sahabat Akela semua, khususnya bagi Anda
yang berhadapan dengan risiko pasar
modal, apakah itu saham, gold,
forexingga Bitcoin dan aset krypto
lainnya.
Jaga pikiran Anda supaya tetap jernih,
rasional, dan objektif. Hindari
mengkonsumsi berita apalagi isinya
syarat dengan teori konspirasi hingga
propaganda geopolitik. Nah, Sahabat
Akelasa, semoga video ini bisa membantu
Anda menjernihkan pemahaman Anda dari
berbagai sampah informasi yang banyak
bertebaran di internet. Mulai dari
propaganda, teori konspirasi hingga hoa
seputar dunia makroekonomi dan keuangan.
Jangan lupa khusus bagi subscribers
channel ini, Anda bisa konsultasi
sehubungan dengan investasi ataupun
trading Anda langsung dengan saya dan
Bapak Hendra Martono Lim pencipta timo
quantitative trading system melalui
Akela live streaming yang kami
selenggarakan tiap hari Kamis pukul
19.30 30 WIB di channel ini. Karena itu,
pastikan diri Anda sudah subscribe, klik
tombol like-nya, dan silakan share ke
teman-teman Anda yang membutuhkan.
Semoga bermanfaat semuanya. Sukses
selalu dan sampai jumpa.
Yeah.