ADA APA dengan Tokopedia? Dulu valuasi 400T, kini Diakuisisi Bytedance hanya 28T?
TIvjQYgM-Po • 2025-06-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Akuisisi Tokopedia oleh induk TikTok B dance ini adalah langkah catur strategis guna membuka jalan tol e-commerce untuk produk Tiongkok membanjiri Indonesia pasar dengan 270 juta penduduk dan konsumsi aktif. [Musik] Sahabat Akelah, akhir-akhir ini di serambi YouTube saya ada banyak sekali yang membahas tentang Tokopedia. Banyak yang mengeluhkan akuisisi B dance atau TikTok atas Tokopedia. sehingga sekarang katanya Tokopedia tidak seperti dulu lagi. Sementara itu, ada juga yang mengkhawatirkan terjadinya akuisisi Gojek, akibatnya saham Goto kembali terjun ke level 60-an. Sebenarnya apa yang terjadi dengan goto ini sih? Oke, selamat datang di channel Akela Trading System, tempat kita membedah rahasia di balik angka-angka pasar modal berdasarkan data dan fakta. Hari ini kita akan ungkap kisah sejarahnya Goto. Sebenarnya sudah pernah saya ungkap pada video yang terdahulu di channel ini. Namun ini menarik karena bagaimana suatu aset yang disebut goodwill dalam laporan keuangan goto senilai 93,8 triliun mula-mula itu sesungguhnya adalah aset yang tidak ada nilai rnya-nya dan bagaimana founder bisa menggunakan itu untuk exit dengan keuntungan besar serta bagaimana akuisisi perusahaan sosial media asing mengubah Indonesia jadi pasar pelariannya. Oke, siap untuk cerita kurang lebih 20 menit yang bakal mengungkap data dan fakta. Yuk, kita mulai. [Musik] Sekarang mari kita mundur ke tahun 2021 saat Goto lahir dari merger epic, Gojek, dan Tokopedia. Dua unicorn yang jadi kebanggaan Indonesia. Di laporan keuangan sebenarnya ada satu angka yang bikin orang melongo, yakni Goodwill senilai Rp93,8 triliun dan ini tercantum pada neraca goto. Apaan tuh Goodwill? Ini penjelasan terbaik tentang Goodwill ini bisa Anda simak pada video Aswad Damodaran. berjudul Valuation Info Lesson. Link saya berikan di deskripsi. Goodwill adalah istilah baku dunia accounting ketika ada satu perusahaan yang mengakuisisi perusahaan lain. Jadi dalam kasus ini misalkan ada PTG yang mengakuisisi perusahaan PT T sehingga mernya jadi PT GT. perusahaan T ini sesudah dihitung misalkan nilai bukunya itu total R triliun. Namun oleh perusahaan G perusahaan T ini diakuisisi atau diambil alih dengan nilai 113 triliun. Nah, dengan pengambil alihan perusahaan G ini maka dalam laporan keuangan PTGT modalnya tentu jadi bertambah naik jadi 113 triliun. Dan ingat di kolom aset accounting harus menambahkan sesuatu senilai 93 triliun guna membuat neracanya aset di sebelah kiri, equity atau modal di sebelah kanan itu jadi seimbang kiri sama kanan sesuai namanya neraca atau balan. Nah, sesuatu yang oleh Aswad Damodaran disebut plug variabel alias variabel pengisi supaya neraca atau balance sheetnya bisa jadi seimbang kiri sama kanan. Ini dalam dunia accounting dikenal dengan istilah good will. Di kasus goto, goodwill ini seperti harga impian. ekspektasi bahwa Gojek dan Tokopedia itu bakal jadi rajanya teknologi Asia Tenggara. Tapi 93,8 triliun itu bukan cuman besar, itu gila-gilaan besarnya. Angka ini hampir 10% dari total PDB Indonesia waktu itu. Akela Channel sudah curiga sejak awal 2023. Goodwheel ini terlalu bombastis. Lima kali lipat dari aset real-nya Tokopedia. Ini seperti balon yang ditiup jadi gede gitu ya. Saya sudah mengungkapkannya pada video berjudul PHK ratusan karyawan saham goto. Gimana? Anda bisa menyimaknya nanti di link yang ini. Anda mungkin lanjut bertanya, "Wah, banyak duit ya PTG ini atau mungkin enggak pemilik PTT ini nanti dibayar dengan kepemilikan saham PTGT hasil merger yang kemudian sahamnya dijual ke publik." yang artinya duit sesungguhnya itu berasal dari orang-orang yang mau bayar saham PTGT yang asetnya sebagian besar adalah aset intangible alias kagak jelas bernama Goodwill. Supaya nampak cakep, Goodwill ini perlu dibuatkan kemasan. Dan dalam hal goto ini enggak sulit. Dua raksasa unicorn kebanggaan Indonesia merger ini adalah optimisme atau mungkin lebih tepatnya narasi gorengan yang sudah siap untuk dijual ke pasar. Dan memang cerita revolusi digital ini dibungkus dengan branding Gojek dan Tokopedia yang bikin investor retail seperti Anda dan saya jadi tergiur. Ingat enggak pada saat menjelang IPO ada berapa influencer di YouTube yang turut sibuk mempromosikan IPO saham ini? Tidak ada satu pun yang membahas dari segi valuasi berdasarkan nilai aset real. Tidak ada satu pun yang membahas tentang good will kecuali ya video yang saya unggah di Akela. Anda bisa lihat di link yang ini. [Musik] Tidak hanya itu, Goto adalah satu-satunya IPO yang juga dipromosikan melalui platform e-commerce, yakni Gojek dan Tokopedia. Pada bulan April 2022, Goto resmi IPO. Pasar heboh, sahamnya melonjak. valuasi perusahaan bahkan tembus 400 triliun dan semua orang bilang ini masa depan Indonesia. Tapi ada satu detail penting yang sering kita lewatkan dan itu adalah lokup period. Para founder dan investor awal, orang-orang yang pegang saham sejak awal itu dilarang jual saham selama beberapa bulan sesudah IPO. Ini aturan standar biar pasar enggak langsung ambruk ketika mereka melepas saham-saham mereka dalam jumlah yang sangat besar itu. Paso saham Goto memang langsung terjun ke Rp181, namun sempat rebound kembali ke level 400-an. Namun sejak Juni 2022 saham Goto terus tertekan. Apalagi pasca loka period, saham Goto semakin tertekan bahkan terjun ke bawah Rp100 di awal tahun 2023. Ketika saham rebound kembali ke level 130-an, Akela mengunggah video yang menjelaskan perihal penggembungan nilai aset melalui Goodwill yang tercantum dalam laporan keuangan 2021 itu. Dalam video tersebut saya juga menjelaskan perihal salah satu kuliah Aswad Damodaran profesor valuasi The Constanton School of Business at New York University dan pernah bilang, "You are not buying a business. You are buying someone's optimism. Dioto optimisme ini dibungkus rapi dengan narasi unicorn Indonesia dan dicantumkan dalam laporan keuangan sebagai aset goodwill senilai Rp93,8 triliun. Tapi sekarang kita tahu ini bukan cuman soal optimisme, tapi ini soal exit strategy founder yang memang sudah dirancang sejak awal. [Musik] Anda mungkin bertanya, "Apakah praktik seperti ini legal?" Nah, berdasarkan PSAK atau pernyataan standar akuntansi keuangan nomor 22 tahun 2010 dan PSAK 48, maka aset goodwill ini syaratnya ya aset Goodwill ini tidak bisa diamortisasi dan harus dilakukan impment test. Ini adalah proses penting dalam akuntansi. Karena apa? Karena good Will ini tidak memiliki bentuk fisik, tidak bisa diamortisasi dan nilainya sepenuhnya hanya bergantung pada ekspektasi profit masa depan. Cash flow perusahaan hasil merger itu harus melesat pesat sehingga laba perusahaan nanti bisa meng-cover nilai goodwill tersebut. Jika tidak, maka jika nilai tercatat akibat penggelembungan Goodwill ini jauh lebih besar dari nilai wajar perusahaan hasil merger, maka selisihnya haruslah dibukukan, ditampilkan dalam laporan laba rugi sebagai impayment loss atau kerugian penurunan nilai goodwill. Dalam halo, sejak tahun 2022 nampak bahwa penurunan nilai Goodwill ini dilakukan secara bertahap. di mana kenyataan ini mulai terungkap pada tanggal 13 April 2023 ketika Goto merilis laporan tahunan 2022 di mana Goto melaporkan kerugian tahunannya senilai Rp40,4 triliun atau 27% dari total kerugian tersebut, yakni sebesar Rp triliun tercatat sebagai kerugian penurunan nilai Goodwill. Tapi sabar dulu, itu baru pemanasannya aja. Apa yang terjadi pada laporan tahunan berikutnya? Pada tanggal 8 April 2024, bom kerugian melonjak jadi 90,5 triliun. Salah satu kerugian terbesar dalam sejarah perusahaan Indonesia. Penyebab utamanya apa? Saya yakin sahabat Akela semua bisa menebak tepat, apalagi kalau bukan impairment goodwill. Dan kali ini dilakukan secara besar-besaran. Kerugian penurunan nilai Goodwill adalah sebesar 78,7 triliun. 87% kerugian tahun 2023 adalah akibat penurunan nilai Goodwill. Dengan kata lain, melalui laporan keuangannya, kini Goto secara resmi mengatakan bahwa Goodwill senilai Rp93,8 triliun yang dikemas cantik dengan narasi dua unicorn Indonesia bersatu siap menjadi raja teknologi Asia Tenggara. Itu semua ternyata hanyalah ilusi. Kalau sudah begini, investor retail lah yang menanggung akibatnya. Maksudnya investor retail yang enggak dengerin atau enggak mau dengerin Akela. Mau tahu yang bikin lebih nyesek lagi? Saat kerugian dahsyat itu diumumkan, para founder ternyata sudah enggak ada pegang saham goto lagi. Mereka sudah pada exit di harga tinggi, dompet tebal. Sementara investor retail cuman bisa lihat sahamnya ambro. [Musik] Puncak drama datang di tahun 2024 saat B dance induk TikTok mengakuisisi 75,01% saham Tokopedia dengan harga Rp13 triliun cash dan promisory note sebesar Rp15,53 triliun. Bandingkan dengan Goodwill Tokopedia di laporan GOTO 2021 yang nilainya 93,8 triliun. Kok sekarang Biden hanya bayar 13 triliun tunai dan promisory Note sebesar Rp15,5 triliun. Okelah, Biden hanya ambil alih 75% dari Tokopedia. Sementara masih ada Gojek dan Goto Finance. Namun ini jelas menunjukkan bahwa B dan bilang secara keras dan jelas dan disetujui oleh manajemen Tokopedia bahwa nilai Tokopedia sesungguhnya tidak seperti yang dicantumkan sebelumnya. Goodwill yang dulu jadi janji manis ternyata cuman kosong dan investor retail yang bayar harganya. Tapi cerita ini enggak cuman soal langka, ada agenda yang lebih besar. Pada tanggal 13 Februari 2024, Akela sudah mengunggah video berjudul Tiongkok Deflasi. Apa dampaknya ke Indonesia? Dalam video itu, Akela membahas krisis deflasi yang terjadi di Tiongkok di mana terjadi inflasi negatif minus 0,8%. Artinya harga barang-barang di Tiongkok tuh turun turun turun turun turun. Sektor properti ambruk, konsumsi domestiknya lesu, tidak bisa menyerap seluruh barang-barang hasil produksi mereka. Anda bisa menyaksikannya pada link yang ini. Bukan Tiongkok namanya. Kalau tidak sigap langsung cari solusi. Solusinya sederhana. Ekspor agresif dan kuasai pasar luar negeri. Langsung lempar semua kelebihan produksi ke pasar seluruh dunia termasuk Indonesia. Dalam video tersebut saya sudah menjelaskan adanya gejala produk-produk asal Tiongkok dengan harga super murah sudah mulai membanjiri Indonesia. Awalnya TikTok sudah berhasil menjaring ratusan juta users di seluruh Indonesia. TikTok kemudian memperkenalkan TikTok Shop di Indonesia. Namun pada tanggal 28 September 2023, Menteri Perdagangan melarang TikTok Shop. Namun hanya berselang beberapa bulan sesudah larangan itu, ternyata TikTok memutuskan untuk mengakuisisi Rp38.198.745 lembar saham Tokopedia atau 75,01% kepemilikan saham Tokopedia. sisanya sebanyak 24,99% masih tetap dimiliki Goto. Akuisisi Tokopedia oleh induk TikTok B dan ini adalah langkah catur strategis guna membuka jalan tol e-commerce untuk produk Tiongkok membanjiri Indonesia pasar dengan 270 juta penduduk dan konsumsi aktif. Sekedar informasi, pada tahun 2021 pemerintah Tiongkok itu mengambil 1% saham Bance Unit Beijing atau Beijing Bidance Technology Corporation dalam bentuk golden share melalui entitas bernama Wangtau Chongwen Beijing Technology Corporation. Golden Share adalah saham istimewa karena walaupun hanya 1% kepemilikan, tapi memiliki hak-hak istimewa politik dan hukum yang tidak dimiliki pemegang saham biasa. Pemegang golden share enggak peduli jumlah persentasenya berapa. diberi kekuasaan khusus untuk kebijakan bisnis tertentu atas penunjukan direktur strategis, hak akses atas sistem atau data tertentu, veto terhadap transaksi atau perubahan arah bisnis, dan tidak tunduk pada mekanisme pasar biasa. Pasca akuisisi nampak jelas produk Tiongkok dengan harga super murah langsung membanjiri Tokopedia. Banyak kalangan menyebut ini sebagai predatory pricing. Strategi untuk bikin UMKM lokal Indonesia jadi susah bersaing. By the way, saya bukan promosi ya, tapi saya beli obeng set magnet di e-commerce ya. Seperti yang saya tunjukkan di sini. Anda tahu enggak berapa harganya? Harganya cuman Rp7.000an aja. Jadi di satu sisi investor Indonesia nangis karena rugi dari bubble goto. Di sisi lain bite dance malah gunakan Tokopedia untuk jadikan Indonesia pasar pelarian dari krisis deflasi mereka. Ini bukan cuman sekedar bisnis, ini soal geopolitik dan dominasi ekonomi. [Musik] Belum selesai sampai di situ, kini ada kabar yang bikin heboh lagi. Grab dikabarkan sedang negosiasi untuk akuisisi Gojek, jantungnya bisnis Goto. Kendati pun belum dikonfirmasi. Namun ada beberapa tanda-tanda. Bulan Desember 2024 terjadi negosiasi tingkat lanjut. Targetnya selesai pada kuartal kedua 2025. Grab sudah mengambil penasihat keuangan dan bank untuk mengurus pendanaan. Sementara itu, KPPU sudah mulai menyelidiki potensi monopoli dan ribuan driver ojol demo karena takut PHK massal. Baik, Grab dan Goo kemudian membantah memang akan adanya pembicaraan akuisisi tersebut. Wacana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia itu kemudian malah diberitakan berminat untuk juga masuk ke PT Goto Gojek Tokopedia Tbk di tengah kabar merger Grab dan Gojek yang menuai pertanyaan berbagai kalangan itu semua pertanyaan Selanjutnya jikalau akuisisi ini terjadi, apa yang tersisa dari GOTO? Yang pertama adalah 25% saham Tokopedia senilai 3,25 triliun berdasarkan valuasi Bidance ya. Kemudian masih ada unit fintech goto financial estimasi konservatif itu sekitar 20 sampai 30 triliun. tapi masih rugi operasional ini. Kemudian tergantung berapa bagian Gojek yang dijual, apakah ke Grab atau ke Danantara, saya enggak tahu. Kalau Grab atau Danantara bayar senilai 86 sampai 115 triliun, maka ini jadi suntikan besar. Dengan demikian maka kalkulasi sederhana total nilai GOTO pasca restrukturisasi itu berarti menjadi sekitar Rp10 hingga Rp18 triliun. Dengan R1,14 triliun saham beredar, maka nilai per sahamnya jadi kurang lebih sekitar Rp96 sampai Rp130. Kalau kita optimis, ya. Angka optimisnya Rp130, angka konservatifnya R96. Tapi tunggu dulu, jangan lupa laporan keuangan goto khususnya laba rugi ini sampai sekarang masih merugi. Jika dihitung dengan metode discounted cash flow model berdasarkan IPS, valuasi goto nilai wajarnya kini hanya di kisaran Rp23 saja per saham. Loh, kok bisa? Jawabnya adalah karena GOTO masih rugi secara operasional. IPS negatif dan arus kas belum stabil. Nilai Rp96 hingga Rp130 per share itu hanya tercapai dengan asumsi seluruh aset goto saat ini itu dijual. Namun jangan lupa hingga saat ini Goto masih merugi. IPS negatif, arus kas enggak stabil. Sehingga berdasarkan DCF model, harga wajar atau fair value goto saat ini adalah Rp23 per share. Ini realitas pahitnya. Impian unicorn dua unicorn merger ini ternyata tidak seindah yang dipromosikan menjelang IPO. [Musik] Kisah goto sesungguhnya adalah kisah klasik dunia pasar modal. Ketika branding mengalahkan fakta, ketika narasi dan hype itu lebih kuat dari data fundamental. Goodwill R93,8 triliun yang dulu jadi janji emas, kini cuman ilusi yang pecah berantakan. Founder dan investor awal sudah untung signifikan. B dance dapat pasar baru. Tapi gimana nasibnya investor retail Indonesia yang invest di goto? pelajaran buat kita. Jangan pernah terjebak narasi indah yang diviralkan influencer. Jangan juga terjebak gara-gara label bombastis, tapi teliti lihat laporan keuangan, cek arus kasnya, pelajari risiko, dan tanyakan, teliti lagi yang dijual ke Anda itu apa. Karena sejak saya mengenal dunia saham di tahun 2003, seringki saya temukan investor retail sesungguhnya itu bukan sedang membeli perusahaan, melainkan hanya sekedar membeli exit strateginya orang lain. Tapi jangan putus asa ya dengan pengetahuan yang selalu saya bagikan salah satunya melalui channel Akela ini. Kita bisa jadi investor cerdas ataupun spekulator cerdas alias trader. Kisah Goto adalah pengingat. Pasar modal itu bukan kasino, bukan beli lotrebak-tebakan. Tapi Anda harus teliti yang Anda beli apa. Sahabat Akela semua bisa memenangkan pasar modal ini jikalau bertekun meluangkan waktu untuk mempelajari detailnya. Oke, sekarang berita bagusnya. Pada saat analisa ini saya buat secara keseluruhan IHSG sudah rebound dari titik terendahnya di awal April 2025. Nah, zaman dulu saya pernah berguru pada seseorang trader sekaligus market analis legendaris pencipta berbagai macam indikator teknikal yang banyak kita kenal saat ini. Larry Williams namanya. Berdasarkan pola yang dikemukakan Larry Williams yang sudah teruji sejak tahun 1930. Setiap kali ada indeks saham yang terkoreksi dan berhasil rebound melampaui 50% dari koreksinya, maka itu adalah konfirmasi hadirnya bull market yang baru. Dan saat ini kita sudah melampaui ya IHSG ini sudah melampaui 50% dari koreksinya bahkan sudah melampaui 61,8% koreksi yang dimulai sejak Oktober 2024 lalu. Mudah-mudahan ini semua dapat memberikan sentimen positif ke sebagian besar emiten di Bursa Ef [Musik] goto tentunya sehingga memberikan peluang exit bagi Anda yang masih nyangkut di Goto. Nah, sahabat Akela semua, jika video ini membuka wawasan Anda, jangan lupa like, subscribe, dan nyalakan lonceng notifikasi Akela Channel ini. Share ke teman-teman Anda yang investasi maupun trading di pasar modal biar mereka enggak terjebak hype lagi. Tulis di kolom komentar apa pengalaman Anda dengan saham Goto atau saham apalagi yang mungkin pengin kita bongkar. Dan jangan lupa juga khusus bagi sahabat Akela yang butuh konsultasi sehubungan dengan trading ataupun investasi di Bursa Efek Indonesia, bursa saham Amerika, Forex, Gold hingga Bitcoin dan aset crypto, Anda juga bisa mengikuti Akela live streaming di channel ini setiap hari Kamis malam pukul 19.30 WIB di mana Akela akan hadir guna menjawab seluruh pertanyaan Anda lainnya. Semoga bermanfaat, sukses selalu dan sampai jumpa.
Resume
Categories