Kind: captions Language: id Anda ingat ya, ini lagi-lagi adalah dalil viser. Jumlah likuiditas yang tersedia harus mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi dunia. Karena itu suplai uang itu enggak bisa dikunci oleh money supply yang tidak fleksibel seperti dalam gold standard. Apalagi kalau difix dikunci mati. Jika difix itu artinya ekonominya tidak boleh bertumbuh. Sahabat Akela, dalam video sebelumnya saya sudah pernah menjelaskan tentang Trump Liberation Day. Dan di akhir video tersebut yang bagian pertama saya menjelaskan tentang viss equation of exchange. Nah, untuk mengawali video ini saya kembali ke persamaan itu dalil visers dan ini dia rumusnya m * v = p * t. M itu adalah jumlah uang yang beredar atau money supply. V itu adalah velocity of money. P itu adalah tingkat harga atau price level. dan t adalah volume transaksi atau output real. Persamaan ini menunjukkan bahwa nilai total transaksi dalam ekonomi atau m * v = nilai nominal barang dan jasa yang dihasilkan atau p * t. Sekarang saya mau membedahnya lebih dalam lagi dan kita mulai dari sisi kanan yang terlebih dahulu yakni P atau price level dan T volume transaksi. Hasil kali keduanya adalah total nilai nominal output barang dan jasa atau dalam ekonomi seringkiali kita sebut GDP. Kita juga tahu bahwa M itu adalah jumlah total uang beredar atau money supply. Sementara V adalah velocity of money. Namun definisi velocity of money ini seringki membuat orang salah paham. Karena itu kali ini saya mau menterjemahkannya sebagai rata-rata frekuensi perputaran uang dalam setahun ya. Rata-rata frekuensi perputaran uang dalam ekonomi dalam setahunnya. Jika rumus tersebut saya tulis ulang, maka V = rasio atau hasil bagi antara total nominal GDP terhadap jumlah uang yang beredar. V yang terlalu rendah misalnya hanya 0,8 di bawah 1 itu melambangkan uang yang cenderung diam atau hanya disimpan, hanya ditabung saja oleh masyarakat. Karena uang yang beredar tersebut berarti hanya dipakai kurang dari sekali dalam setahun. Hal ini biasanya mengindikasikan bahwa ekonomi sedang lesu atau perilaku yang menabung ekstrem. V yang terlalu tinggi sebaliknya ya, V yang terlalu tinggi misalnya di atas dua ini menandakan perputaran uang yang sangat aktif. Namun itu juga mengindikasikan masyarakat cenderung langsung membelanjakan uangnya. Begitu dapat duit langsung habisin. Dapat duit langsung habisin. Dan dengan demikian terjadilah tekanan agrega demand yang sedemikian tinggi dan itu artinya inflasi. Contoh kasus yang sangat ekstrem contohnya adalah hyper inflation yang terjadi di Venezuela. Orang kehilangan kepercayaan akan mata uang lokal sehingga begitu dapat duit orang langsung cepat-cepat habiskan, belanjakan sebelum uangnya ini kehilangan nilainya. M bahkan sudah tidak dicetak terlalu banyak lagi, tapi uang lama ini masih berputar sedemikian cepatnya. Vengan demikian meroket bahkan hingga 8 dan inflasi itu naiknya sudah bukan main. Idealnya V adalah 1 hingga 2 yang menandakan bahwa setiap unit uang berputar hanya 1 sampai dua kali per tahunnya. Artinya masyarakat cukup aktif membelanjakan uang tapi tidak dalam kepanikan seperti yang terjadi pada hyperinflation. Nah, sekarang mari kita tetapkan dengan demikian bahwa V nilainya berkisar antara 1 hingga 2. Dan saya akan berikan sekarang cerita ilustrasi singkat supaya sahabat Akela bisa benar-benar memahami dalil viser ini. Alkisah ya. Ini alkisah berarti ilustrasi, fiksi. Konon kabarnya ada sebuah negeri yang sangat indah. Konoha namanya. Namun sebelum Anda komentar, ingat ya, ini fiksi dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan negeri kita tercinta ini, Indonesia. Jadi, tolong jangan dihubung-hubungkan sama Indonesia, enggak ada hubungannya. Nama ini saya pinjam dari cerita Konoha Gakure Nosato yang artinya desa yang tersembunyi di balik daun dari dunia Naruto karya Masashi Kishimoto. Nah, ayo kita mulai ilustrasinya. Di negeri Konoha ini alamnya sangat indah dan kaya. penduduknya makmur dan sejahtera. Dan sejak negeri ini berdiri, mereka semua sudah sepakat ya, pendiri negeri semua sudah sepakat untuk menetapkan sistem keuangan negeri ini dengan menggunakan satu-satunya mata uang yang berlaku yakni Konoha Coin atau KNC. Mereka tidak ingin suatu saat nilai mata uang ini jadi turun. Sehingga untuk itu mereka menetapkan bahwa jumlah mata uang ini akan dicetak terbatas maksimal hanya 21 juta KNC. Enggak boleh lebih dari situ. Rakyat Konoha adalah pekerja keras dan mereka sangat kreatif dan pintar. Ekonomi bertumbuh pesah 38% per tahunnya. Dan singkat cerita, dalam kurun waktu 10 tahun, total output GDP Konoha berhasil menembus angka 21 juta KNC. Populasi Konoha juga berkembang dan bertambah banyak. Dengan bertumbuhnya ekonomi sedemikian pesatnya, frekuensi uang beredar pun semakin tinggi. Dan ingat, jika V naik bahkan melampaui angka dua, maka timbul ancaman baru, yakni uang yang sama. berarti memperebutkan barang yang sama dan itu berarti inflasi. Karena itu pemerintah Konoha meluncurkan gerakan rajin menabung dan mereka menetapkan suku bunga yang tinggi sebagai insentif agar masyarakat menabung. Namun karena kapasitas produksi Konoha yang sudah terlanjur bertumbuh besar dan produktivitasnya juga pesat, tidak bisa dihentikan, maka GDP Konoha tiap tahun juga tetap bertumbuh 8% per tahun bahkan lebih. Sehingga 10 tahun berikutnya total GDP Konoha kini sudah melampaui 42 juta KNC. Namun jumlah KNC beredar itu sudah difix sejak awal berdasarkan undang-undang Konoha maksimal hanya 21 juta. Berarti tiap KNC itu sudah beredar lebih dari dua kali dalam setahun. Pada saat itu, kelebihan kapasitas produksi barang dan jasa tidak lagi terserap. Harga, barang-barang dan jasa akibat kelebihan kapasitas produksi kini mengalami downward spiral. Kenapa? Karena barang yang tidak laku terjual ini sekarang diobral. Banting harga pabrik yang satu kompetitornya itu lawan banting harga lagi. Jadi terjadi price war. perusahaan yang satu banting harga lagi, banting harga lagi, banting harga lagi. Sehingga pada satu titik pabrik-pabrik ini terpaksa tidak profit dan mereka nombok. Ketika itu satu persatu memutuskan untuk menutup pabriknya dan tenaga kerjanya terpaksa di PHK. Itulah yang disebut dengan downward deflationary spiral. Muncullah demo di mana-mana. Sahabat Akela, membuat jumlah suplai uang beredar menjadi fix 21 juta adalah bertentangan dengan dalil visar equation of exchange. Pertanyaannya, apakah peristiwa seperti ini sudah pernah terjadi dalam sejarah? Jawabnya pernah, namun tidak sepenuhnya persis sama kayak gitu. Karena ratusan tahun yang lalu Amerika sudah pernah menggunakan sistem moneter yang supply-nya mendekati terbatas dan itu adalah gold standard. Pengin tahu ceritanya? Oke, sekarang kita tinggalkan ilustrasi Konoha. Kita masuk ke fakta sejarah. Lahirnya sistem uang fiat. Pada akhir abad ke-19, Amerika menggunakan sistem gold standard. Akhir abad ke-19 sudah pakai gold standard. sistem moneter di mana nilai mata uang dolar Amerika diikat pada jumlah emas tertentu sejak Coinage Act of 1873 yang oleh para pendukung perak disebut sebagai crime of 73. Amerika secara efektif menghapuskan perak sebagai standar moneter dan hanya menggunakan emas sebagai cadangan resmi untuk uang kertas dan koin. Nilai dolar Amerika difix pada satuan jumlah emas tertentu dan dengan demikian jumlah uang yang beredar di ekonomi secara langsung bergantung pada cadangan emas yang dimiliki oleh pemerintah. Braska sebagai negara bagian agraris di great plane sangat bergantung pada sektor pertanian khususnya gandum, jagung, dan ternak. Petani di Nebraska menghadapi dampak langsung dari keterbatasan gold standard karena ekonomi mereka bergantung pada kemampuan untuk menjual hasil panennya dan membayar hutang. Pada akhir abad ke-19, revolusi pertanian di Amerika didorong oleh kemajuan teknologi, mesin panen, dan perluasan jalur kereta api mengakibatkan produktivitas pertanian ini secara dramatis naik banyak sekali. Nebraska dengan tanahnya yang subur menjadi salah satu pusat produksi gandum dan jagung. Namun, kelebihan produksi ini memiliki dampak ekonomi. Yang pertama penurunan harga komoditas. Kelebihan pasokan, kelebihan suplly, over supply gandum dan jagung di pasar domestik dan global ini mengakibatkan harga komoditas turun. Misalnya harga gandum turun dari 1,19 per bus tahun 1870 menjadi hanya 0,6 ya separuhnya ya pada tahun 1890 dan jagung pun juga mengalami penurunan yang serupa. Yang kedua, persaingan global petani Amerika termasuk di Nebraska ini bersaing dengan petani-petani di negara lain seperti Rusia, Argentina, dan Kanada yang juga meningkatkan ekspor pertanian mereka. sehingga memperburuk tekanan pada harga. Memang pada akhir abad 19 ekonomi Amerika berkembang pesat dengan populasi yang meningkat dari 38 juta pada tahun 1870 melonjak menjadi 63 juta pada tahun 1890 dan produksi pertanian serta industri itu juga melonjak. Namun pasokan emas dunia tidak bertambah secepat pertumbuhan ekonomi ini. Mengakibatkan ingat ya dalil viser sisi yang sebelah kanan sekarang enggak seimbang dengan yang sebelah kiri. Akibatnya jumlah uang yang beredar ini tidak cukup untuk mendukung kebutuhan transaksi ekonomi yang ada. Ketika jumlah uang terbatas, tapi produksi barang seperti hasil pertanian ini meningkat pesat, harga barang cenderung turun alias deflasi. Dan deflasi ini terlihat pada penurunan harga komoditas pertanian yang mengakibatkan kerugian besar pada petani. Banyak petani di Debraska jadi kekurangan uang tunai gak bisa beli benih baru, pupuk, peralatan, bahkan membayar pajak. Karena uang yang beredar terlalu sedikit dibandingkan kebutuhan transaksi ekonomi yang mereka perlukan. Memang ketika terjadi deflasi yang diuntungkan siapa? Yang diuntungkan adalah pemegang modal. Mereka berargumen bahwa sistem ini menguntungkan kreditor, bank, dan elit perkotaan di East Coast seperti New York yang mendapat manfaat dari nilai uang yang tinggi dan utang yang lebih mudah ditagih karena kejaminannya emas. Sebaliknya petani dan debitor di wilayah agrar seperti Nebraska jadi menderita karena deflasi meningkatkan beban utangnya mereka. Sebagai solusi alternatif, populis mengusulkan bimetalisme, yaitu sistem moneter yang menggunakan dua logam, emas dan perak sebagai cadangan untuk uang. Dalam sistem ini, pemerintah akan mencetak uang berdasarkan cadangan emas dan perak dengan rasio nilai tetap misalnya 16 b 1 di mana 16 ons perak setara dengan 1 ons emas. Perak yang disebut sebagai lower grade metal dibandingkan dengan emas karena lebih melimpah suplainya dan nilainya juga lebih rendah akan meningkatkan jumlah uang yang beredar sehingga diharapkan mampu mengatasi krisis likuiditas yang mereka alami saat itu. Pada konvensi populis di Lincoln Nebraska bulan Juli tahun 1890, Free Silver menjadi salah satu tuntutan utama. Platform Partai Populis menyerukan peningkatan jumlah uang yang beredar hingga setara dengan dolar per orang yang hanya bisa dicapai dengan cara mencetak uang yang berbasis perak. Tuntutan ini mencerminkan keyakinan bahwa deflasi yang terjadi akibat gold standard adalah akar masalah ekonomi petani. Kondisi deflasi ini juga semakin diperparah oleh lahirnya undang-undang baru pada tanggal 1 Oktober tahun 1890. Dan itu lagi-lagi adalah undang-undang tarif Minle Tarif Act of 1890 secara signifikan meningkatkan tarif impor untuk melindungi industri domestik. Undang-undang ini diusulkan oleh William McKinley, seorang anggota House of Representatives dari Ohio yang kelak menjadi presiden Amerika tahun 1897. Dan ini adalah salah satu tokoh presiden idolanya Trump. Kondisi deflasi yang diperparah oleh kebijakan tarif ini mengakibatkan terjadinya krisis parah di tahun 1893 dan dikenal dengan sebutan panic of 1893. Panic of 1893 adalah salah satu krisis ekonomi terparah dalam sejarah Amerika Serikat pada abad ke-19 ditandai oleh kepanikan perbankan, kebangkrutan massal, pengangguran tinggi, dan depresi ekonomi yang berlangsung hingga tahun 1897. Krisis ini memiliki dampak luas bukan hanya di Amerika tapi juga terjadi secara global dan memperburuk ketegangan ekonomi yang telah muncul selama krisis tahun 1890 di Nebraska. Deflasi ini ternyata tidak hanya mempengaruhi Amerika tapi juga Eropa di mana petani dan kelas pekerja menghadapi tekanan ekonomi yang serupa. Di Jerman misalnya yang bergabung dengan gold standard pada tahun 1871, deflasi menekan sektor agraris meningkatkan ketimpangan sosial dan ketegangan politik. Negara-negara seperti Amerika dan Prancis itu menimbun emas. Sementara negara lain seperti Jerman dan Austria Hongaria kekurangan cadangan memaksa mereka untuk mengejar kebijakan ekonomi agresif atau terpaksa ekspansi imperialis untuk memperoleh sumber daya baru. Ketegangan moneter ini memperburuk persaingan ekonomi antar negara Eropa. Jerman misalnya berusaha memperkuat ekonominya melalui industrialisasi dan ekspansi kolonial untuk mengimbangi kekurangan emas yang dengan demikian meningkatkan rivalitasnya dengan negara dekat Inggris dan Prancis. Ini menjadi salah satu faktor yang secara tidak langsung memicu terjadinya imperialisme dan militerisme. Dua pendorong utama lahirnya perang dunia pertama. Pasca perang dunia pertama, ekonomi Amerika mengalami recovery di mana dekade tahun 1920-an ini dikenal sebagai The Roaring 20s. Ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Di mana gold standard saat itu memang memberikan kepercayaan pada dolar pada awalnya ya. menarik investasi asing. Indeks Dow Jones naik dari level 100 pada tahun 1924 menjadi 381 naik 3,81 kali pada tahun 1929 didorong oleh spekulasi dan pembelian saham pakai margin atau leverage. Tapi ingat ya dalil vis pertumbuhan ekonomi yang pesat. Jadi kalau yang ruas kanan ini naik kencang, maka yang sebelah kiri suplly moneternya ini harus mampu mengimbangi. Kalau sistem moneter tidak mampu mengimbangi laju pertumbuhan ekonomi bisa mengakibatnya berulang kembali krisis likuiditas. Saat itu Amerika menggunakan sistem lagi-lagi gold standard. Ini mengakibatkan jumlah suplai uang kendati pun tidak sepenuhnya fix. tapi juga tidak fleksibel sehingga Amerika kembali lagi mengalami deflationary spiral. Pada Oktober 1929, gelembung pasar saham pecah. Dikenal dengan peristiwa Black Thursday dan Black Tuesday. menghapus miliaran dolar dari nilai pasar, memicu kepanikan perbankan, dan menurunkan pengeluaran konsumen. Akan tetapi, tidak belajar dari Minle Tarif Act of 1890, pemerintah Amerika malah kembali menerbitkan Undang-Undang Proteksionisme. Itu adalah Smooth Holy Tarif Act tahun 1930 di bawah Presiden Herbert Hoover. Seperti Minly Tarif of 1890, Smooth Holly bertujuan melindungi ekonomi domestik. Namun akibatnya malah memperburuk krisis perdagangan dunia jadi anjlok, memperburuk kontraksi ekonomi global. Gold Standard membatasi kemampuan Bank Sentral Amerika dalam hal ini Federal Reserve atau DEFET guna mencetak uang yang diperlukan guna penyelamatan bank antara tahun 1929 sampai 1933 jumlah uang beredar atau money supply jadi turun sampai 33% memperburuk deflasi penurunan harga sampai 25%. Depresi tahun 1929 ini dikenal dengan sebutan The Great American Depression dan saya sudah jelaskan detail ceritanya pada video Trump Liberation Day bagian yang pertama. Jadi sampai tahap ini sudah dua kali Dalil viser membuktikan gagalnya gold standard sebagai sistem moneter. Masih enggak yakin sama dalil vis? Oke, tenang. Ada yang ketiga. Menjelang berakhirnya Perang Dunia Kedua, para pemimpin sekutu menyadari perlunya sistem moneta internasional yang stabil guna mendorong perdagangan global dan mencegah krisis ekonomi pasca perang. Sehingga pada bulan Juli tahun 1944 730 delegasi dari 44 negara sekutu berkumpul di Breton Woods New Hampsire Agreement. Saya rasa sahabat Akela sudah tahu cerita komplitnya dari video sebelumnya. Dan singkat cerita ini semua melahirkan perjanjian Brighton Wood System dan ada dua tokoh utamanya yang berperan saat itu dalam perumusan konsepnya dan itu adalah John Menet Kins dari Inggris dan Harry Dexter White dari Amerika. Singkat cerita, dolar Amerika dijadikan mata uang cadangan global atau the world reserve currency. Nilai dolar Amerika dipack pada emas dengan nilai tukar tetap sebesar 35 US per ons dolar fully convertible terhadap emas. Negara-negara lain juga menautkan mata uang mereka pada dolar Amerika bukan langsung pada emas. Lagi-lagi sistem moneter yang dipakai berarti adalah gold standard. Dan kali ini ada satu orang tokoh legendaris yang benar-benar belajar dari fakta sejarah. Dia adalah ekonomia Amerika, Robert Triffin namanya. Trivin mengungkapkan bahwa sistem ini memiliki kelemahan struktural yang dikenal sebagai Trivin dilema yang pertama kali diungkapkan oleh Trivin dalam bukunya judulnya Gold and the Dollar Crisis tahun 1960 dan dalam kesaksian yang dia buat di depan kongres Amerika antara tahun 1959 sampai 1960. Untuk mendukung perdagangan global, dunia membutuhkan likuiditas yang cukup dalam bentuk mata uang global dan itu berarti dolar Amerika. Karena dolar adalah global reserve currency. Untuk menyediakan likuiditas ini, Amerika harus menjalankan defisit neraca pembayaran, yaitu mengeluarkan lebih banyak dolar ke luar negeri melalui perdagangan, bantuan asing seperti marshall plan atau investasi pada luar negeri dibandingkan dengan yang mereka terima. Akan tetapi defisit ini akan semakin melemahkan kepercayaan terhadap dolar Amerika. Jadi kalau defisit tambah-tambah tambah gede, tambah gede akan melemahkan kepercayaan terhadap dolar Amerika. Karena akan timbul pertanyaan ekonomi globalnya tumbuh pesat. Ingat dalil vis lagi, sisi yang sebelah kanan naik banyak. Nah, Amerika menerbitkan dolar. M-nya dinaikin, money supplynya dinaikkan yang sebelah kiri. Pertanyaannya, emangnya cadangan emasnya Amerika cukup buat supply M ini ya, money supply ini. Nah, jika negara-negara lain mulai menukar dolar mereka dengan emas, cadangan emas Amerika bisa terkuras habis. Anda ingat ya, ini lagi-lagi adalah dalil viser. Jumlah likuiditas yang tersedia harus mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi dunia. Karena itu suplai uang itu enggak bisa dikunci oleh money supply yang tidak fleksibel seperti dalam gold standard. Apalagi kalau difix dikunci mati. Jika difix itu artinya ekonominya tidak boleh bertumbuh. Saya juga sudah menjelaskan mengenai Trivin dilema ini pada video Trump Liberation Day bagian pertama. Peringatan Trivin ini akhirnya terbukti pada tanggal 15 Agustus tahun 1971. Presiden Richard M. Nixon mengambil langkah drastis untuk mengatasi krisis ini dalam video televisi nasional dan mengumumkan tiga kebijakan utama yang dikenal sebagai Nixon Shock. Saya hanya jelaskan yang paling pertama yang utama yakni penangguhan convertibility terhadap emas. Nixon menutup jendela emas menghentikan convertibility dari dolar jadi emas oleh bank sentral asing. Ini mengakhiri pilar utama gold standard system brghten Woods. Habislah sudah gold standard. Terbukti Gold Standard tidak bisa diaplikasikan untuk sistem mata uang global karena bertentangan dengan dalil viser. Nixon Shock sekaligus menandai berakhirnya era gold standard dan lahirnya sistem uang fiat. Jadi, sahabat Akela yang saya kasihi, demikianlah sejarahnya bagaimana dunia menggunakan sistem uang fiat. Bukannya enggak mau pakai gold standard, apalagi yang fix. Gold standard ini sudah dicoba tiga kali dan gagal total. Mulai krisis populis tahun 1890, Great Depression tahun 1929 hingga Nixon Shock tahun 1971 tiga kali. Oh, satu lagi hampir lupa. Selama periode tahun 1997 hingga tahun 2009, Zimbabwe mengalami hyper inflation super parah sehingga pemerintahnya bahkan menerbitkan mata uang pecahan 1 triliun dolar Zimbabwe. Di mana 1 triliun ini cuma cukup buat beli satu buah roti aja. Mata uang ini praktis enggak ada harganya. Pada tanggal 8 April 2024, Zimbabwe memperkenalkan mata uang baru namanya Zimbabwe Gold atau Zig yang diklaim didukung oleh cadangan emas dolar Amerika dan logam mulia lain senilai 629 juta US dar. Tujuannya adalah menggantikan dolar Zimbabwe atau ZWL yang terus terdepresiasi. Zig diperkenalkan dengan nilai tukar awal 13,56 zig per1 US. Namun apa yang terjadi? Hingga bulan Februari 2025, Zig sudah melemah 49% sejak pertama kali diluncurkan. Dan sekarang ini di bulan April 2025 nilai zig di pasar paralel itu hanya 3,7% dari nilai awalnya. Meskipun sejak awal tahun harga emas dunia sebenarnya kan naik lebih dari 25%. Berarti Zig itu sudah kehilangan lebih dari 96% dari nilai awalnya di 13,56. Sekarang jadi cuman 3,7%-nya. Nah, dengan demikian maka ini adalah kegagalan gold standard yang keempat kalinya yang saya benar-benar takjub. Ternyata masih ada yang bilang bahwa sistem uang fiat itu diciptakan oleh Illuminati Freemason yang dikendalikan oleh Rosit Family. Pertanyaan selanjutnya, lantas bagaimana dengan Bank Sentral Amerika alias Federal Reserve alias The FEAT? Jangan-jangan The Fat sebagai satu-satunya lembaga independen di mana Trump nampaknya nafsu banget nih pengen pecat cermnya Jerome Powell dan sekarang lagi sibuk mikirin celah-celah hukum ngulik-ngulik supaya bisa pecat Fat Chaman. Jangan-jangan the fan ini juga kaki tangannya Illuminati Rosil sehingga begitu powerfulnya sampai Presiden Amerika aja enggak bisa pecat. Oke, pengin tahu sejarah real-nya, fakta realnya? Komen di bawah. Nah, sahabat Akela, semoga video ini bisa membantu Anda semua dalam memahami sejarah lahirnya uang fiat dengan lebih baik dan tidak terpengaruh teori konstipasi eh kontrasepsi eh kontrasapi eh teori konspirasi eh oh ya betul itu. Dan jangan lupa khusus bagi subscriber channel ini, Anda bisa konsultasi sehubungan dengan investasi ataupun trading Anda langsung dengan saya dan Bapak Hendra Martono Lim, pencipta Timo Quantitative Trading System melalui Akela live streaming yang kami selenggarakan tiap hari Kamis pukul 19.30 WIB di channel ini. Karena itu, pastikan diri Anda sudah subscribe, klik tombol like-nya, dan silakan share ke teman-teman Anda yang membutuhkan. Semoga bermanfaat semuanya. Sukses selalu dan sampai jumpa.