Transcript
pzIpT5jVfC0 • GAME CHANGER! FED QT Cut by 80% This is How it Affects Crypto and Stock Markets
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0261_pzIpT5jVfC0.txt
Kind: captions Language: id QT hanya 5 miliar dolar dari sebelumnya 25 miliar. Ini adalah penurunan yang signifikan dan ini berarti bullish untuk saham gold hingga Bitcoin dan aset kripto. Oke, sahabat Akela. Pada tanggal 19 Maret lalu, The Fed kembali menggelar FOMC. Dan sesuai dengan antisipasi kita sebelumnya, The Fed memang tetap mempertahankan suku bunga Fed Fun Rate pada level 425 hingga 450 basis point. Akan tetapi ada satu hal penting lain yang cukup surprise namun jarang sekali dibahas oleh media dan itu adalah bahwa mulai bulan April the Fed memperlambat program quantitatif tightening-nya dengan cara menurunkan batasan redemption cap aset treasury yang mereka akumulasi pada saat Qe dulu dari 25 miliar dolar per bulan menjadi hanya 5 miliar dolar per bulannya. Nah, pertanyaan selanjutnya apa itu Redemption cap? Guna menjelaskan yang satu ini, saya perlu jelaskan dulu bahwa pada bulan Maret 2022, The Fed mulai menaikkan suku bunga Fed Fund Ridge sebesar 25 basis poin guna menanggulangi inflasi dan ini menandai dimulainya siklus pengetatan atau tightening. Kemudian pada FUMC berikutnya yakni pada tanggal 3 hingga 4 Mei 2022 di samping menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 75 hingga 100 basis poin, The Fed juga mengumumkan quantitative tightening dan ini berarti The FET mulai menjual aset treasury yang selama ini mereka akumulasi pada saat Qi. Jadi harap diperhatikan ya, ketika The Fed Q atau quantitative easing, the Fed melakukan pembelian aset treasury atau surat utang pemerintah Amerika di pasar. Dan jangan tanya duitnya dari mana. Karena duitnya ya buat def itu tinggal ngeklik tombol buy saja dari angin. Banyak yang kemudian menyebutkan Q ini sebagai the print money atau cetak uang. Well, pada kenyataannya malah enggak pakai ribet cetak-cetak begitu karena enggak ada yang dicetak, melainkan hanya tinggal ngeklik buy dan selesai. The Fed adalah satu-satunya institusi negara yang memiliki wewenang untuk melakukan itu. Dan di tahun 2020 ini dihadapi guna menjaga agar agregat demand tidak collaps sehingga ekonomi masih tetap bekerja dan resesi ekonomi super parah alias depresi bisa dihindari. Ketika ancaman resesi ekonomi berhasil ditanggulangi, terbukti memasuki tahun 2022 angka pengangguran sudah turun kembali ke level 3,6%. Maka saat itu defet merasa perlu mengurangi jumlah uang beredar guna mengurangi tekanan inflasi. Bagaimana cara mengurangi jumlah uang beredar? Ada yang bilang, "Ya dibakar kayak bakar token kripto gitu. itu ngawur. Yang benar adalah membiarkan aset tracery yang mereka akumulasi tadi expired sampai batas maturity dan tidak diroll hasil pengembalian pokok dan keuntungannya. tidak dibelikan obligasi kembali, namun dibiarkan sampai maturity date sehingga pemerintah Amerika dalam hal ini US Treasury mengembalikan pokok utang atau face value daripada bons yang dibeli itu tadi di mana yield-nya sudah dibayarkan US Tracery secara berkala selama periode bulan berjalan. Kupon obligasi jangka menengah berlaku semiannual alias yield-nya itu dibayarkan setiap 6 bulan sekali. Nah, selama ini jumlah aset treasury yang dibiarkan expired dibatasi pada angka 25 miliar dolar tiap bulannya. Jika ada sisa tracery yang mencapai maturity tapi sudah melampaui 25 miliar dolar, maka the akan menggunakan uang hasil pengembalian pokok utang tersebut ditambah imbal hasil yang sudah mereka terima selama itu untuk dibelikan obligasi pemerintah lagi alias rollover. Nah, mulai bulan April 2025 batasan redemption cap yang 25 miliar dolar itu kini diturunkan menjadi hanya 5 miliar dolar. Ini berarti hanya ada 5 miliar dolar yang dibiarkan mature tanpa diollover kembali. Ini berarti pengurangan QT yang sangat signifikan karena dari batasan 25 miliar dolar sekarang hanya 5 miliar dolar. Itu berarti penurunan quantitatif tightening sebesar 80% dibandingkan sebelumnya. Dan hal ini memperkuat estimasi banyak kalangan termasuk Akela bahwa The Fed hanya akan melakukan QT dengan mengurangi aset treasury hingga neraca defet mencapai kisaran 6 hingga 6,5 triliun US dar. di mana saat ini neraca The Fed menunjukkan angka 6,7 triliun US Dar yang berarti sebentar lagi QTE ini ketika sudah nyampai di kisaran 6 hingga 6,5 triliun, The Fed akan berhenti quantitatif tightening. QT hanya 5 miliar dolar dari sebelumnya 25 miliar. ini adalah penurunan yang signifikan dan ini berarti bullish untuk saham gold hingga Bitcoin dan aset crypto. Selanjutnya sebagaimana saya sudah jelaskan dalam video sebelumnya, setiap kali FOMC Maret, Juni, September, dan Desember, The Fed akan merrilase summary of economic projection. Maka ayo kita periksa yang dirilis oleh The Fed pada FOMC 19 Maret kali ini. Yang pertama coba lihat The Fed melihat akan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi dari 2,1% menjadi hanya 1,7%. Dengan demikian, The Fed melihat adanya potensi ekonomi slow down akibat kebijakan tarif Trump yang berakibat trade war. Sejalan dengan itu, Def juga melihat angka pengangguran naik menjadi 4,4% di tahun 2025, namun kembali lagi menjadi 4,3% di tahun 2026 dan 2027. Bagaimana dengan inflasi? Berbeda dengan antisipasi yang saya buat dalam video sebelumnya. Ternyata Fed memproyeksikan PC inflation naik ke level 2,7% dan core PC inflation naik ke level 2,8%. Akan tetapi kenapa pasca FMC pasar tidak melihat FMC kali ini sebagai hal yang negatif? Kok marketnya enggak crash padahal inflasi diproyeksikan naik. Malah SNP 500, Nazak, dan Dow Jones serempak pada bullish. Nah, hal ini karena tiga faktor. Yang pertama, perhatikan Kendati pun defend memproyeksikan PC inflation naik ke level 2,7% di tahun 2025. Akan tetapi, The Fed optimis bahwa PC inflation kembali turun menjadi 2,2% di tahun 2026 dan 2% di tahun 2027. Core PC inflation memang diproyeksikan naik menjadi 2,8% di tahun 2025. Namun sama dengan PC inflation, The Fed juga memproyeksikan core PC inflation kembali turun ke level 2,2% di tahun 2026 dan 2% di tahun 2027. Ini berarti the FET melihat bahwa trade war akan menaikkan inflasi tapi itu hanya bersifat temporari saja alias sementara. Yang kedua, kendati pun def memproyeksikan adanya kenaikan inflasi pada PC inflation maupun core PC inflation. The Fed ternyata tetap mempertahankan target Fed Fund Rate di level 3,9% atau 375 hingga 400 basis poin sama dengan proyeksi sebelumnya pada FOMC Desember 2024. Dan yang ketiga, kendati pun proyeksi suku bunga tetap di 375 hingga 400. Di mana ini juga nampak pada dot plot. Namun jangan lupa ada penurunan quantitative tightening atau QT dari 25 miliar per bulan menjadi hanya 5 miliar US Do per bulannya. Di mana ini bukan proyeksi melainkan polisi alias langsung dijalankan sejak April 2025. Saat ini pasar Fedfund Futures mengantisipasi adanya 90,5% peluang The Fed akan kembali bertahan di level 425 hingga 450 pada FOMC 7 Mei yang akan datang serta mengantisipasi adanya dua kali pemangkasan di tahun 2025 dan itu adalah FVOMC 19 Juni 2025 dan FVOMC 17 September 2025. Dalam pers conference pasca FOMC, ada satu pertanyaan menarik dari Kelly Ogrady, reporter dari CBS News. Sekedar catatan, CBS News adalah salah satu media yang paling gencar mengusung Partai Demokrat. Kelly mempertanyakan paparan Paul sehubungan dengan data konsumer sentimen yang anjlok ke level terendahnya sejak tahun 2023. di mana hal ini bertentangan dengan paparan Powel sehubungan dengan hard data di mana Powel menjelaskan bahwa GDP masih bertumbuh positif, angka pengangguran masih rendah di kisaran 4,3% sementara PC inflation dan core PC inflation keduanya juga menurun. Menurut Kelly, hard data konsumen Amerika dalam hal ini adalah grocery bill atau tagihan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang mahal dan itu nampak pada kekecewaan konsumen yang nampak pada data consumer sentimen yang anjlok. Thanks for taking our questions Kelo Grady CBS News. So, consumer sentiment has dipped dramatically but you say the economy and the hard data is still solid. What is your message to consumers that clearly disagree and feel that strength because the hard they're looking at is their grocery bill. Harap diperhatikan beginilah cara media memelintir suatu data. Kelly Grady secara tidak langsung mengasosiasikan bahwa konsumer sentimen merefleksikan reaksi konsumen Amerika terhadap inflasi yang menurut paparan Paul sebelumnya PC inflation sudah turun ke level 2,5% dan core PC inflation turun ke level 2,6%. Well, harga atau price level itu tidak sama dengan inflasi. Price level adalah akumulasi dari data-data inflasi yang sudah ada sebelumnya, yang sudah dirilis sebelum-sebelumnya. Karena itu sangatlah keliru jika menganggap kondisi inflasi yang menurun berarti sama dengan barang-barang harganya turun. Enggak gitu. Kondisi inflasi yang turun atau dalam ekonomi disebut disinflationary berarti kenaikan harga barang-barang turun. Yang turun itu kenaikannya bukan harganya. Kalau dulu tiap tahun misalnya naiknya 5% kemudian turun naiknya sekarang bukan 5% lagi tapi jadi 3% dan tahun ini naiknya cuman jadi naik 2%. Namun itu bukan berarti harganya turun. itu artinya harganya tetap naik tapi naiknya cuman 2%. Okay, so a couple things. The grocery bill is about past inflation really. There was inflation in 21 and 3 and prices went up. The current level in it's not the change in prices. It's they're unhappy and and they're not wrong to be unhappy that prices went up quite a bit and they're paying a lot for those things. So that's I think that is the fundamental fact and has been for a long time, a couple years, why people are unhappy with the with the economy. It's not that the economy is not growing. It's not that inflation is really high. It's not that unemployment is high. It's none of those things. We have, you know, 4.1% unemployment. We've got 2% growth and you know, it's it's a pretty good economy, but people are unhappy because of the price level and and I do completely understand and accept that. Mengasosiasikan price level dan consumer sentimen dengan inflasi itu adalah salah satu salah kaprah yang paling banyak terjadi di masyarakat baik di Amerika maupun di Indonesia. Sejak FOMC 19 Maret lalu, S&P 500, Nasdaq, dan Bitcoin serta gold nampak bullish. Apakah bullish wave ini akan bertahan atau pasar kembali terkoreksi? Semuanya akan ditentukan oleh data PCI dan core PCE yang akan dirilis BEA atau Bureau of Economic Analysis pada 28 Maret 2025 yang akan datang. Saat ini konsensus analis memprediksi 2,5% untuk PCI dan 2,7% untuk core PC inflation. Nah, sahabat Akela, semoga video ini bisa membantu Anda dalam melakukan analisa makroekonomi dan memahami Fed Fund policy dengan lebih baik. Dan jangan lupa ya khusus bagi subscribers channel ini, Anda bisa konsultasi sehubungan dengan investasi ataupun trading Anda langsung dengan saya dan Bapak Hendra Martono Lim pencipta timo quantitative trading system melalui Akela live streaming yang kami selenggarakan tiap hari Kamis pukul 19.30 WIB di channel ini. Karena itu, pastikan diri Anda sudah subscribe, klik tombol like-nya, dan silakan share ke teman-teman Anda yang membutuhkan. Semoga bermanfaat semuanya. Sukses selalu dan sampai jumpa.