LIQUIDITY CRISIS? IHSG Plunges & OUR APBN ERASED WITHOUT A TRACE
faYsPjqriuY • 2025-03-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id memang benar sentimen global itu negatif beberapa analis pasar global mengatakan bahwa peluang Resesi Amerika jadi meningkat akibat trade War namun yang jadi Pertanyaan kenapa Singapura dan Tiongkok tidak terpengaruh Bahkan mereka mencatatkan kinerja yang sangat positif Oke sahabat akela pada hari Selasa 18 Maret 2025 bursa f Indonesia mengalami black ches day stock market Crash terbesar sejak covid Crash di tahun 2020 ihsg sempat terkoreksi bahkan sempat hingga 7% dan langsung mentrigger pembekuan sementara dalam keterangan nya pihak bursa FF Indonesia yang diwakili oleh sekretaris perusahaan Kautsar Primadi nurahmad menjelaskan sebagai berikut dengan ini kami menginformasikan bahwa hari ini Selasa 18 Maret 2025 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan atau trading hal sistem perdagangan di PT bursa effect Indonesia pada pukul 11 19it 31 detik waktu Jakarta automated trading System yang dipicu penurunan indeks harga saham gabungan sampai 5%. Hal ini dilakukan sesuai dengan surat keputusan direksi BII nomor cap 0024/bi/032020 tanggal 10 Maret 2020 perihal perubahan panduan penanganan kelangsungan perdagangan di Bursa f Indonesia dalam kondisi darurat perdagangan akan dilanjutkan pukul 11.00 lew 49 menit 31 detik waktu jats tanpa ada perubahan jadwal perdagangan ada banyak yang kemudian menyebutkan APBN kita edisi Februari 2025 dianggap sebagai penyebab utama Crash Dahsyat Black Tuesday yang dialami oleh ihsg ini memang berbeda dengan sebelum-sebelumnya APBN kita sempat absen di bulan Januari yang seharusnya tiap bulan dirilis Nah sudah absen di bulan Januari sekarang di bulan Februari 2025 menurut kata media Tempo kabarnya APBN kita Februari 2025 ini sempat diunggah di website resmi kementerian keuangan namun kemudian dihapus akan tetapi oleh reportermediabisnis.com malah disediakan link guna men-download APBN kita edisi Februari 2025 yang dihapus itu saya berhasil men-download-nya dan berhubung informasinya saya peroleh dari bisnis.com maka saya cantumkan bisnis..com selaku sumber data-data yang berhasil saya gali dari APBN kita itu dari data tersebut nampak bahwa realisasi anggaran pemerintah untuk pertama kalinya sejak 2021 memang mengalami defisit sebesar 23,5 triliun dan ini nampaknya salah satu pybab terjadinya Crash Black Tuesday di ihsg itu yang kedua posisi utang pemerintah kini mendekati angka Rp9.000 triliun dengan realisasi pembiayaan hutang sebesar rp3,36 triliun kemudian ada lagi yang mengait-ngaitkan peristiwa ini dengan pernyataan bapak presiden beberapa waktu lalu waktu Beliau mengatakan bahwa paham bagi orang kecil itu adalah suatu bentuk perjudian atau ada lagi yang kemudian mengait-ngaitkannya dengan isu-isu yang ditengarai hoax bahwa ada dua orang menteri yang akan mengundurkan diri nah ayo sekarang kita analisa satu persatu dan Ayo kita awali semuanya dengan pikiran yang jernih jadi kesampingkan dulu semua data-data berikut hiruk pikuk dari berbagai media di atas oke gini saya kasih satu analogi dulu bayangkan ada satu aset properti misalnya sebuah rumah tinggal di sebuah kawasan perumahan yang sangat nyaman dan lokasinya sangat strategis ada dua faktor penting yang bisa membuat harga properti tersebut jadi naik yang pertama adalah kepercayaan pasar atau trust terhadap prospek pertumbuhan kawasan tersebut misal di dekat lokasi itu akan dibangun berbagai fasilitas umum shopping mall Rumah Sakit Hotel sekolah dan seterusnya faktor kedua yang tidak kalah pentingnya adalah para calon pembeli memiliki kemampuan beli atau daya beli karena sebagus apapun prospeknya jika para calon pembeli ini tidak memiliki kemampuan beli alias enggak ada duit maka yang ada hanya komentar omon-omon aja Wow bagus ya keren ya tapi cuman gitu doang enggak ada yang menawar apalagi membeli dan kalau enggak ada yang beli sementara Yang ada hanyalah mereka yang Bu atau butuh uang maka harga rumah di kawasan tersebut malah enggak naik-naik atau malahan mungkin bisa turun Jika ada yang benar-benar Kepepet Bu butuh uang jadi ingat ya ada dua faktor kepercayaan atau ust ini yang pertama dan yang kedua ada duit alias likuiditas Saya tidak akan bahas mengenai faktor yang pertama atau trust alias kepercayaan yang satu ini saya yakin sahabat akela bisa menganalis saya sendiri sehubungan dengan prospek pertumbuhan ekonomi atau Economic growth di Indonesia saya langsung saja pada Faktor yang kedua yakni likuiditas likuiditas pada nya adalah jumlah uang yang beredar pada suatu ekonomi gampangannya semakin banyak uang yang beredar memberikan daya beli yang lebih banyak sehingga masyarakat bisa menginvestasikannya pada bursa saham sehingga semakin tinggi likuiditas pasar cenderung bullish sebaliknya jika likuiditas semakin kering pasar cenderung beris supaya lebih jelas saya berikan Gambaran seperti ini misal kan ada seseorang yang berinvestasi dan golnya adalah menghasilkan keuntungan investasi dalam US Dollar investasi ya bukan trading maka ada dua aset yang bisa menjadi Pilihannya yang pertama adalah fix income securities dan berdasarkan tenor jatuh temponya di Amerika bisa dibedakan menjadi tiga kelompok ada treasury Bills ini yang jangka pendek treasury notes ini yang jangka menengah dan treasury bonds ini yang jangka panjang harap diperhatikan semua ada kata treasury yang berarti semua aset tersebut diterbitkan oleh us treasury department alias pemerintah Amerika selaku otoritas fiskal mereka menerbitkan obligasi atau surat utang coba perhatikan Ini imbal hasilnya annual yieldnya ada berkisar antara 4 hingga 4,6% obligasi disebut fixed income securities Karena pada saat jatuh tempo investor akan memperoleh pokok beserta yield sebagaimana yang sudah ditentukan sejak awal pilihan kedua adalah berinvestasi saham atau equi di bursa saham Amerika namun jangan lupa saham itu fluktuatif karena itu enggak ada minta fix tu enggak mungkin tidak ada jaminan bahwa saham pasti akan naik harga yang ada pasti-pasti secara rata-rata selama 10 tahun terakhir indeks s&p 500 500 saham unggulan bursa Amerika memiliki pertumbuhan dari 2052 hingga 5.684 atau 177% dengan demikian an rata-rata pertumbuhannya adalah 17,7% annually atau per tahun Berarti jika seseorang investor ingin return dalam US Dollar maka pilihannya ada us treasuries yang fix 4,6% per tahun pasti atau investasi saham dapatnya 17,7% per tahun tapi enggak pasti bisa lebih bisa kurang atau bahkan bisa negatif juga berhubung us equity secara rata-rata masih memberikan return 4at kali lipat dari return yang ditawarkan oleh fixed income maka us equities atau saham masih nampak atraktif menarik ya di mata investor Nah sekarang Ayo coba lihat ihsg kita selama 10 tahun terakhir pertumbuhan ihsg kita adalah 14,3 33% atau rata-rata 1,4% per tahun jika saya hitung dari akhir 2014 sampai akhir 2024 maka ketemu angka 33,4% atau rata-rata 3,34% per tahunnya nah di Indonesia menariknya obligasi atau surat utang ini tidak hanya diterbitkan oleh pemerintah selaku lembaga fiskal melainkan juga oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral yang bertindak selaku otoritas moneter saat ini imbal hasil SBN yang diterbitkan pemerintah dan imbal hasil srbi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia berada kurang lebih di Kisaran 7% lebih dari dua kali lipat lebih besar dibandingkan rata-rata pertumbuhan ihsg dengan demikian yield fixed income memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi ketimbang rata-rata pertumbuhan indeks yang tidak fix jika anda investor disuruh pilih rata-rata 3,34% enggak fix atau 7% fix kira-kira Anda pilih yang mana sudah enggak fix fluktuatif masih ternyata imbal hasilnya rata-rata itu enggak sampai separuhnya daripada yang fix saat ini SBN dan srbi nampak saling kompetisi yield sebagaimana diberitakan oleh cnbc yang ngomong cnbc l ya bukan saya dua lembaga besar ini lembaga fiskal maupun moneter berupaya menarik likuiditas dari investor sebagaimana sudah saya analogikan tadi di atas sebagus Apun produk perumahannya berikut prospeknya jika daya beli di pasar dikuras terus disedot Terus bagaimana bisa berharap produknya harganya jadi naik ada banyak analis yang menyebutkan adanya faktor trade War yang dipicu Donald Trump memicu terjadinya global equity sellof yang memberikan sentimen negatif terhadap ihsg memang benar saya enggak menyangk bahwa trade War memberikan sentimen negatif setuju namun Coba lihat Kin kerja berbagai indeks bursa saham dalam setahun terakhir ini saya kelompokkan menjadi tiga kelompok semuanya di Asia semua kelompok pertama adalah kelompok yang mencatatkan kinerja positif di tengah gempuran sentimen negatif akibat red War dan di kelompok ini peringkat pertama diduduki oleh Straight times index Singapura plus 23,76%. peringkat kedua adalah Shanghai komposit indeks plus 12,6% ini kelompok yang pertama kelompok kedua adalah kelompok yang bisa meredam sentimen negative trade War tapi mereka pada dasarnya enggak growing dan juga Dibilang berish juga enggak dalam kelompok ini ada India sensex indek itu plus 1,59% kemudian ada Malaysia Kuala Lumpur composit indek itu plus 0,78% dan Nike Jepang 2 39% dan ada lagi kelompok yang ketiga ini adalah kelompok yang paling beris ada indeks Thailand 1,16% dan ihsg -1,69%. memang benar sentimen global itu negatif beberapa analis pasar global mengatakan bahwa peluang Resesi Amerika jadi meningkat akibat trade War namun yang jadi pertanyaan Kenapa Singapura dan Tiongkok tidak terpengaruh Bahkan mereka mencatatkan kinerja yang sangat positif setidak-tidaknya India Malaysia dan Jepang enggak terlalu dalam terpuruknya selain terjadinya kekeringan kepercayaan atau banyak kalangan menyebutnya sebagai krisis kepercayaan nampak adanya kekeringan likuiditas nah ketika terjadi likuiditas di pasar jadi kering maka Barang siapa yang memiliki likuiditas itu Jadi Raja analoginya bagaikan seorang yang sedang berjalan di gurun pasir sebotol air minum itu jadi sangat-sangat berharga dalam kondisi be market seperti ini ada beberapa yang secara kinerja keuangan sesungguhnya sangat bagus namun harganya sangat undervue karena dihantam oleh sentimen dan krisis kepercayaan serta krisis likuiditas itu tadi aset emiten seperti ini memberikan kesempatan langkah bagi kita untuk investasi long ter contoh yang pertama adalah bbri berasarkan discounted cash flow model fair price bbri saat ini adalah di Kisaran rp5.200 per lembarnya sehingga di Kisaran rp3.680 bbri berarti 29,3% undervue atau memiliki margin of safety sebesar 29,3%. pada harga rp3.680 perlembar bbri ini hanya diperdagangkan pada 1,75 nilai bukunya dan valuasi serendah ini hanya anda bisa peroleh pada saat terjadi covid-19 secara teknikal bbri masih berada dalam long uptrend channelnya jika dibandingkan dengan earnings per share-nya bbri saat ini diperdagangkan pada 9,2 kali earnings multiple dan itu di bawah rata-rata per industri perbankan nasional di Kisaran 12,4 kali earnings multiple Berikut ini adalah pemegang saham terbesar bbri investor lokal menguasai 53,5% kepemilikan bbri selebihnya asing di antaranya ada fanguard Black Rock JP Morgan Asset Management di mana Yang terakhir ini melaporkan aksi jual sebesar 6,9 triliun kemudian by G juga mencatatkan net sales sebesar 5,5 triliun emiten berikutnya coba perhatikan charge bmri ini saat ini diperdagangkan hanya 1,5 kali nilai buku bahkan di bawah valuasinya bbri ya dan hanya 7,6 kali earnings multiple angka valuasi yang kurang lebih sama dengan pada saat terjadinya covid-19 di tahun 2020 berdasarkan discounted cash flow model nilai wajar bmri adalah rp.110 sehingga di harga 4.500-an ini bmri berarti memiliki margin of safety sebesar 25,9%. under value sebesar 25,9%. berdasarkan laporan keuangan terakhir kinerja bmri masih sangat Solid dengan eps r597,67 perlembar dan net profit margin sebesar 441,4%. valuasi bmri bahkan lebih undervue dibanding bbri diperdagangkan di Kisaran 7,6 kali earnings multiple sangat under value bila dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional yang berada di Kisaran 12,8 kali earnings multiple akan tetapi sayangnya memang pertumbuhan laba bmri itu hanya 1,3% selama 1 tahun terakhir atau di bawah rata-rata industri di Kisaran 3,9%. ada banyak insiders buying di bmri dan investor lokal mendominasi kepemilikan bmri dengan 52% Sisanya adalah Ina Indonesia investment authority ini adalah soverein wealth fund Indonesia yang bertujuan membangun kesejahteraan bagi generasi mendatang dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia sekedar informasi Ina ini sudah berdiri sejak 2021 dan ini bukan danantar portfolio investasi Ina bisa sahabat akela lihat di website resminya link saya berikan di kolom deskripsi Nah sekarang Mari kita lihat emiten yang ketiga ini saham bbca Bank Sentral Asia sama seperti bbri saham bbca juga masih dalam uptrending channelnya bbca saat ini diperdagangkan di Kisaran 3,9 kali nilai buku dan 18,7 kali earnings multiple ini membuat saham bbca lebih overvue dibandingkan bbri apalagi bmri berdasarkan discounted cash flow model nilai wajar bbca adalah di Kisaran rp6.577 dan ini membuat bbca berada di 26,2% overvalue akan tetapi berbeda dengan bbri dan bmri yang kinerja pertumbuhan labanya di bawah rata-rata industri BB Ca ini memiliki kinerja pertumbuhan laba menakjubkan 12,7% dalam setahun terakhir dan ini membuatnya tiga kali lebih baik dibandingkan rata-rata industri ada banyak sekali transaksi insiders buying pada saham bbca selama 1 tahun terakhir dan Berikut ini adalah daftar pemegang saham terbesar bbca 54,9% dimiliki oleh PT Dwi Muria invest sama andalan yakni perusahaan investasi Yang menaungi PT Bank Sentral Asia Tbk atau bbca dengan pemegang saham terakhir Robert budiartono dan Bambang Hartono yang juga merupakan pengendali terakhir bbca 2,09% dimiliki PT jarum dan sisanya ada fmr LLC Black Rock Singapura vangard dan Capital research and management company nah sahabat akela kita bisa Tengah Rai adanya krisis kepercayaan dan juga krisis likuiditas namun sebagaimana kata krisis dalam Aksara Tiongkok W terdiri atas dua karakter yang masing-masing mengandung makna risiko dan peluang Kalau tidak ada situasi kondisi yang memicu terjadinya sentimen negatif ini maka tidak akan muncul peluang di mana sahabat akela bisa mendapat bbri bmri bbca dengan valuasi serendah ini Nah sahabat akela semoga video ini bisa membantu menjelaskan Ada apa dengan ihsg dan jangan lupa khusus bagi subscribers channel ini anda bisa konsultasi sehubungan dengan investasi ataupun trading baik di saham ihsg saham bursa Amerika Forex gold Bitcoin dan Aset kpto langsung dengan saya dan Bapak Hendra martonolim pencipta Timo quantitative trading system melalui akela live streaming yang kami selenggarakan tiap hari Kamis pukul 19.30 WIB di channel ini karena itu pastikan diri Anda sudah subscribe Klik tombol like-nya dan silakan share ke teman-teman anda yang membutuhkan semoga bermanfaat semuanya sukses selalu dan sampai jumpa
Resume
Categories