Transcript
pXd6jEu7xzg • Saham-saham BankTumbang, Indonesia di Ambang Resesi atau malah Peluang?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0218_pXd6jEu7xzg.txt
Kind: captions Language: id jika kalian investasi maka sebenarnya justru saat-saat seperti inilah kalian akan temukan ada emiten yang kinerjanya tidak berubah sama sekali kinerjanya masih bagus namun dalam sebulan terakhir itu didiskoun besar-besaran oleh Mister market investasi itu seperti kalian belanja baju baru untuk dipakai sendiri bukan buat jualan lagi Kalian pakai dan koleksi sampai jangka waktu lama Belinya kapan ya Pada saat Anda Gebyar diskoun kan beda sama trading trading adalah anda beli baju buat dijual lagi ke orang lain ketika trading anda butuh tren ngelihatin ngamatin tren fashionnya gimana tuh saat itu karena anda tidak mau simpan baju itu lama-lama nanti out of fashion malah terpaksa harus jual rugi karena enggak laku alias terpaksa Cut Los itu dagang trading [Musik] sahabat akela yang Budiman sejak pertengahan bulan Maret 2024 indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia mengalami koreksi dari level tertingginya di level 7454 ke level 7 134 dan bahkan sempat tertekan hingga level 7026 koreksi ini dipicu oleh penurunan tajam pada sektor finansial khususnya saham Bank BRI yang mengalami penurunan sebanyak 26,36% dari harga rp6.450 per lembar sahamnya menjadi hanya rp4.750 per lembar sahamnya kemudian Bank Mandiri turun sebanyak 18% dari level 7.500 ke level 6.150 di mana penurunan terbesar terjadi pada hari Kamis 2 Mei 2024 di mana pada hari itu bmri langsung dibuka gap down di level 6775 dan memasuki sesi kedua bahkan sempat menyentuh titik terendah hari itu di level 6050 Kendati pun kemudian sedikit rebound dan ditutup di level 6.325 keesokan harinya pada hari Jumat 3 Mei 2024 bmri kembali ditutup melemah di level 6.150 per lembarnya di samping Bank BRI dan Bank Mandiri Bank BNI pun mengalami nasib yang sama turun sebanyak 22,72% dari level 6.250 pada pertengahan Maret dan ditutup di level 4.830 pada Jumat 3 Mei 2024 lalu Bank BCA pun juga tidak luput dari sentimen negatif sehingga mengalami pullback dari level tertingginya di level 10.375 sempat turun ke titik terendahnya di level 9.250 dan pada penutupan Jumat tanggal 3 Mei 2024 lalu ditutup rebound ke level 9.850 sampai tahap ini ada banyak yang bertanya kepada saya apakah Pelemahan nilai rupiah terhadap US Dollar dan kemudian koreksi tajam yang terjadi pada saham-saham sektor perbankan big capaps ini adalah awal dari sebuah Resesi ekonomi dan apa yang seharusnya kita lakukan terhadap saham-saham big capap sektor pbankan ini guna menjawab hal itu kita harus jelas dulu gol masing-masing individu sehubungan dengan saham-saham yang saya Sebutkan di atas tujuannya untuk investasi atau trading Jika ada yang masih belum jelas perbedaan antara keduanya maka saran saya adalah silakan nonton dulu video yang ini ya Dan supaya kalian tidak ketinggalan lagi video-video terbaru dari kami pastikan diri Anda sudah subscribe dulu di channel ini aktifkan alertnya dan bilamana video ini bermanfaat bagi anda semua kami akan sangat berterima kasih Bila kalian bersedia mengklik tombol like-nya juga Oke saya akan bahas dari yang pertama Dulu investasi jika kalian investasi maka saat ini adalah saat di mana keempat saham perbankan tersebut memberikan valuasi yang cukup atraktif pertanyaannya adalah seberapa menarik well secara fundamental tidak ada yang berubah sebenarnya dari keempat emiten bank big caps di atas net profit margin bbri adalah 36,58%. return on equity bbri adalah 19,3%. net profit margin Bank Mandiri adalah 44,1% return on equity-nya adalah 6,13%. net profit margin Bank BNI adalah 30,08% dan return on equity-nya adalah 3,43% a net profit margin Bank BCA adalah 47,77% dan return on equity-nya adalah 20,07% koreksi ini khususnya pada bank BRI dimulai pada tanggal 28 Maret 2024 kira-kira seminggu menjelang libur cuti bersama sehubungan dengan hari raya Idul Fitri lebaran pada saat itu kita memang sedang menikmati libur lebaran pada tanggal 10 April 2024 bureau of labor statistic amerik merilis data inflasi Amerika Core CPI bulan Maret 2024 berada di level 3,8% year on year lebih tinggi dibandingkan konsensus analis dan naik 0,1% dibandingkan periode sebelumnya hal ini langsung memicu kekhawatiran pasar bahwa Oh berarti theet tidak jadi memangkas suku bunga sebanyak tiga kali di tahun 2024 ini melainkan hanya satu kali saja akibatnya jelas yield treasury notes naik dan ini semua membuat US Dollar menguat terhadap mata uang dunia lainnya termasuk Indonesia pada hari perdagangan pertama pasca libur lebaran yakni Selasa tanggal 16 april 2024 nilai tukar Rupiah untuk pertama kalinya menembus level Rp16.000 per dolarnya dan seminggu sesudahnya rapat dewan Gubernur Bank Indonesia kemudian memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,25%. keputusan ini dipandang sebagai upaya Bi guna penguatan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar pada hari itu Rabu 24 April 2024 nilai tukar Rupiah memang sempat sedikit menguat dibandingkan penutup tutupan sebelumnya hari itu rupiah ditutup menguat ke level rp16.139 per dolar namun hal ini tidak bertahan lama karena keesokan harinya rupiah kembali melemah bahkan sempat mencapai level rp16.280 per dolarnya saham Bank BRI semakin terpuruk diterpa kekhawatiran memburuknya kinerja Bank BRI akibat kenaikan suku bunga Bi logikanya memang tingginya suku bunga akan membuat penyaluran kredit akan turun signifikan dan hal ini berarti penurunan kinerja Bank BRI secara signifikan pula di mana jika theet batal memangka suku bunga maka treasury yield akan kembali bullish kembali dan US dollar akan semakin menguat mengakibatkan Bi kembali terdesak untuk menaikkan suku bunga acuan kekhawatirannya adalah seperti itu pada penutupan Jumat 3 Mei 2024 saham Bank BRI ditutup di level rp4.750 per lembarnya seperti biasa pasar selalu melihat segala sesuatu secara lebih ekstrem alias lebai saya akan Jelaskan nanti dasar pemikiran saya Kenapa penurunan ini menurut saya lebai namun hal ini membuat valuasi Bank BRI sekarang menjadi sangat atraktif diperdagangkan dengan nilai hanya 11,89 Kal earnings multiple atau 11,89 kali laba bersih perusahaan dan jika dibandingkan dengan book value atau nilai bukunya di bawah 2,5 kali nilai buku di mana valuasi terendah di bawah 12 kali earnings multiple ini hanya pernah terjadi sebelumnya itu satu kali ya ini pada periode akhir Maret hingga Juli 2020 di mana Kalian tentu ingat kan periode Maret hingga Juli 2020 itu ada kejadian apa sehingga membuat valuasi bbri bisa serendah itu ya apalagi kalau bukan covid-19 yang jadi pertanyaan adalah silakan kalian pikirkan sendiri wajarkah jika valuasi Bank BRI dinilai serend seperti pada saat kejadian covid-19 di mana saat ini GDP Indonesia sedang bertumbuh 5,04% year on year Di saat net profit margin Bank BRI 44,1% dan return on equity-nya 19,3%. profor Benjamin Graham mentor Warren Buffett ketika dia kuliah di Columbia University memberi Berikan ilustrasi sederhana Sehubungan dengan hal ini kira-kira kayak begini ya Warren dipanggil Warren baff Warren bayangkan setiap hari kamu itu berbisnis dengan seseorang yang bernama mis market Mr market ini adalah seseorang yang Manic depresif ketika prospek bisnis sedang cerah dia ini Sombongnya luar biasa semua barang dagangannya dia naikkan harganya nya sangat tinggi tapi ketika prospek rada surem dia langsung berlutut di hadapan kita semua barang dagangan itu diobralnya semua murah-murah pertanyaannya menurut kamu jika kita mau berbisnis dengan mis market ini kita beli barang dagangannya pada saat dia lagi sombong-sombongnya atau pada saat dia sedang berlutut ngemis-ngemis di hadapan kita minta tolong supaya kita beli barang agangannya jika hanya gara-gara faktor data Core CPI Amerika sehingga theet menunda menaikkan suku bunga mengakibatkan goncangan gempa sentimen negatif sebesar ini membuat valuasi bbri terjun mendekati valuasinya pada saat covid-19 menurut saya ini sangat berlebihan Bagaimana menurut kalian silakan ketik di kolom komentar Ya kita diskusi sama-sama berikutnya adalah coba lihat Bank Mandiri bmri saat ini diperdagangkan hanya 10,4 kali earnings multiple dan 2,34 kali nilai bukunya Emangnya kalian bisa yakin 100% bahwa Bi akan terus menaikkan suku bunga guna mengimbangi penguatan US Dollar sehingga berakibat kinerja Bank Mandiri ke depannya akan terpuruk sebagaimana saya jelaskan di awal tentukan dulu tujuan kalian mau investasi atau trading jika kalian investasi maka sebenarnya justru saat-saat seperti inilah kalian akan temukan ada emiten yang kinerjanya tidak berubah sama sekali kinerjanya masih bagus namun dalam sebulan terakhir itu didiskoun besar-besaran oleh mis market investasi itu seperti kalian belanja baju baru untuk dipakai sendiri bukan buat jualan lagi Kalian pakai dan koleksi sampai jangka waktu lama belinya kapan ya pada saat ada Gebyar diskon kan beda sama trading trading adalah anda beli baju buat dijual lagi ke orang lain ketika trading anda butuh tren ngelihatin ngamatin trend fashionnya gimana tuh saat itu karena anda tidak mau simpan baju itu lama-lama nanti out of fashion malah terpaksa harus jual rugi karena gak laku as terpaksa Cut Los itu dagang trading berikutnya coba perhatikan emiten yang satu ini bbni secara valuasi bbni ini diperdagangkan hanya 1,24 kali nilai bukunya dan hanya 8,57 kali earnings multiple dan jika kalian trading maka saya akan Jelaskan satu ilmu basic banget dalam dunia analisa teknikal namanya support And Resistance sejak Tahun 2022 nampak adanya strong Resistance pada saham bbni di Kisaran 4.800-an coba perhatikan ada en kali bbni berusaha menembus level ini namun gagal Upaya ini baru berhasil pada bulan September 2023 bbni bullish Breakout menembus level 4.830 secara teori analisa teknikal Resistance yang berhasil ditembus maka Resistance tersebut berubah menjadi support dan coba perhatikan di bulan November tahun yang sama support baru tersebut untuk pertama kalinya diuji dan ternyata Mr market respect support baru ini bbni rebound dari level 4800an dan selanjutnya bullish hal ini memberikan konfirmasi bahwa level 4800 kini adalah Major support bbni coba perhatikan sekarang ini bbni kembali ke level support tersebut jika kita trading maka ini adalah momen bagi kita untuk bersiap-siap jika mulai bullish dari level ini maka itu adalah indikasi bahwa koreksi ini sudah berakhir dan trend bullish baru mulai terbentuk lantas Bagaimana tahunya tren bbni mulai bullish kembali Nah ada banyak indikator momentum yang kalian bisa coba dan kombinasikan namun Sejak saya mengenal Timo kuantitatif trading system untuk urusan Kapan beli Kapan jual Saya ini tinggal buka Timo contohnya pada tanggal 21 November 2023 lalu Timo memberikan sinyal Breakout topbox salah satu sinyal buy di Timo di mana Pada saat itu bbni masih di level 55075 dan sesudah itu bbni bullish hingga rp6.250 per lembarnya menjelang libur lebaran indikator pixel Timo flip down dan ini artinya saham bbni sudah tidak out perform ih HSG lagi dan itu saatnya bagi kita untuk take profit meninggalkan saham bbni sesudah itu bbni koreksi tajam hingga kembali ke major support-nya di Kisaran 4.800-an saya akan stay alert begitu ada sinyal buy di Timo maka saya akan langsung buy bagaimana dengan kalian ketik di kolom komentar Ya seperti yang saya katakan kita diskusi sama-sama bagi teman-teman yang berminat untuk belajar lebih lanjut Bagaimana mendeteksi trend dengan menggunakan timu quantitative trading system kami Akel trading system selalu hadir dalam acara akela live streaming setiap hari Kamis di channel ini semoga bermanfaat sukses selalu dan sampai jumpa