Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id jika yang terjadi sebaliknya di mana untuk tiap 1 triliun pertumbuhan ekonomi dibutuhkan biaya pengelolaan hutang sebesar 1,27 triliun Maka menurut anda pertumbuhan ekonomi yang 4,94% ini cost atau biayanya menurut anda mahal [Musik] enggak [Musik] Oke dalam episode kali ini saya ingin membahas perihal utang negara kita yang berdasarkan data APBN kita edisi November 2023 ternyata sudah menembus angka 8.041 triliun Seperti biasa saya tidak langsung bilang bahwa angka ini baik atau buruk terlalu tinggi terlalu rendah Saya hanya ingin meneliti data-data yang disajikan saja dan saya sharingkan kepada sahabat akela semuanya Saya juga tidak dalam kapasitas Memberikan suatu penilaian tertentu perihal itu saya serahkan sepenuhnya kepada kalian semua saja saya hanya menjelaskan data resmi yang saya terima Sebelum saya mulai saya ada informasi menarik untuk Anda dan khususnya bagi Anda yang ingin belajar trading atau investasi saham dari saham Amerika hingga aset cripto hingga trading forex serta komoditas seperti gold hingga crude oil akela akan menyelenggarakan webinar trading nyantai profit keren informasi selengkapnya Anda bisa temukan di website ww.tradingnyante.com tersedia 50 buah voucher diskon akela 50 yang bisa anda gunakan pada saat registrasi guna memperoleh diskon spesial sebesar r50.000 serta bonus buah Ibuk tulisan saya senilai lebih dari Rp1 juta tiga di antaranya telah diterbitkan oleh gram media pustaka dan elx media komutindo semuanya gratis untuk Anda dan sekarang ayo kita lanjut ke pembahasan kita mengenai utang pemerintah seperti biasa data utang pemerintah langsung disambut media mainstream dengan tambahan label Dahsyat ter tinggi sepanjang sejarah dari sudut pandang investor besarnya nilai utang tidak selalu berarti buruk yang penting bukan berapa besaran utangnya melainkan seberapa produktif dan pruden hutang tersebut dikelola saya kasih ilustrasi sederhana ada dua pabrik pabrik A dan pabrik B misalkan keduanya Bergerak dalam bidang usaha yang sama yakni produksi garmen atau tekstil pabrik a ini jauh lebih kecil dari pabrik B di mana pabrik b sama sekali tidak mau berhutang jadi utangnya nol akan tetapi dibandingkan dengan pabrik B pabrik a ini sangat inovatif pertumbuhan Omset dan labanya jauh lebih baik dari pabrik B sementara pabrik b adalah perusahaan tua yang sama sekali tidak ada Inovasi dan parahnya lagi hampir di setiap lini produksi terjadi korupsi Setiap hari selalu ada bank yang menawarkan kredit modal kerja kepada pabrik a dengan biaya bunga yang semakin rendah dan semakin kompetitif Perhatikan dengan kinerja yang produktif transparan dan profesional pabrik a berhasil membangun trust sehingga banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di pabrik a tidak butuh waktu lama omset pabrik a akan melampaui pabrik yang Dun jauh lebih besar dari pabrik a cerita seperti ini sangat lazim dan sudah sering terjadi di dunia usaha prinsip ini dikenal dengan istilah OPM alias other people money dan pertama kali dipopulerkan oleh aristotel Onasis dalam hal hutang negara kita sering menyimak rasio GP gent besanangatuara analogi sederhananya adalah total utang suatu perusahaan dibandingkan dengan total omset atau total revenue atau penjualan perusahaan tersebut semakin besar rasio deb to GDP maka itu berarti utang negara tersebut juga semakin besar saat ini utang pemerintah RI adalah 39,9% dari gdp-nya pertanyaannya angka ini besar atau kecil Kebanyakan orang kemudian membandingkan dengan negara lain contohnya Singapura di mana angka depth to GDP rationya adalah 167,8% alias 4,2 kali lipat lebih besar dari Indonesia Memang secara sepintas Nampaknya begitu namun jika kita teliti dan dalami datanya maka akan nampak dalam Singapore constitution and government securities act bahwa pemerintah Singapura itu dilarang membelanjakan uang yang diperoleh dari utang hasil utang sepenuhnya harus diinvestasikan pada berbagai proyek yang nantinya akan menghasilkan laba lebih besar dari bunga yang harus dibayarkan atas utang tersebut akibatnya memang benar Dep to GDP rasio Singapura adalah 167,8% namun itu adalah gross De GDP ratio sedangkan net Dep to GDP ratio Singapura adalah 0% yang artinya jika Singapura harus melunasi seluruh utang-utangnya saat ini juga maka mereka bisa melakukannya secara serta-merta karena seluruh aset finansial yang dimiliki Singapura saat ini jauh lebih besar dari total nilai utangnya Loh kok bisa begitu saya sudah pernah menjelas ya dalam video berjudul Kenapa dolar Singapura bisa begitu kuat dan stabil Anda bisa menyimaknya di video yang ini sekarang Coba bandingkan data ini ini adalah data net financial account yakni bagian dari neraca pembayaran atau balance of payments yang mengukur aliran masuk dan keluar dana finansial antara suatu negara dengan negara lain nfe ini terdiri dari dari dua komponen utama yaitu net Capital account yang mengukur aliran masuk dan keluar dana finansial jangka panjang seperti investasi langsung investasi portfolio dan pinjaman kemudian net financial derivatives account atau nfba yang mengukur aliran masuk dan keluar dana finansial jangka pendek seperti transaksi derivatif keuangan secara umum nfe dapat di dengan menjumlahkan nca + nfde jika nfe positif maka negara tersebut mengalami surplus finansial artinya negara tersebut menerima lebih banyak dana finansial dari luar negeri daripada yang dikeluarkannya surplus finansial dapat bermanfaat untuk meningkatkan cadangan devisa negara tersebut sebaliknya jika nfe negatif maka negara tersebut mengalami defisit finansial artinya negara tersebut mengeluarkan lebih banyak dana finansial ke luar negeri daripada yang diterimanya defisit finansial ini dapat menyebabkan penurunan cadangan devisa negara tersebut nfe merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kondisi ekonomi suatu negara nfe yang positif dapat menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut kuat dan menarik bagi investor asing sebaliknya nfe yang negatif dapat menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut lemah dan mengalami kesulitan untuk menarik investor asing nfi Singapura terus bertumbuh dan mencapai angka 88,4 miliar us doll di Tahun 2022 Bagaimana dengan Indonesia net financial account Indonesia defisit sepanjang 2011 hingga 2020 dan baru mulai positif di tahun 2021 dan di Tahun 2022 mencapai angka 12,3 miliar us Doll berikutnya Mari kita lihat angka current account balance atau Cab yakni bagian dari neraca pembayaran atau balance of payments yang mengukur nilai total transaksi perdagangan barang dan jasa pendapatan investasi dan transfer berjalan antara suatu negara dengan negara lain dalam kurun waktu 1 tahun misalnya komponen utama Cab ada tiga yakni nomor satu adalah trade Balance selisih antara nilai ekspor barang dan jasa dengan nilai impor barang dan jasa yang kedua adalah net investment income yakni selisih antara pendapatan investasi yang diterima dari luar negeri yakni berupa bunga dividen sewa dengan pendapatan investasi yang dibayarkan ke luar negeri yang ketiga adalah net current transfer yakni selisih antara transfer unilateral yang diterima berupa bantuan luar negeri atau kiriman uang pekerja dengan transfer unilateral yang dibayarkan keluar ya berupa bantuan ke luar negeri Dengan demikian Cab dapat dihitung dengan menjumlahkan ekspor dikurangi impor ditambah ni + NT berdasarkan tren dari AMF kita bisa bandingkan Cab Indonesia saat ini defisit 3,719 miliar us do sementara Cab Singapura positif 82,56 miliar us doar jika dibandingkan char keduanya nampak sejak 1980 hingga sekarang tren Cab Singapura Ini uptrend sementara tren Cab Indonesia stagnan dan cenderung menurun Oke sesuai saran bapak presiden jika kita bicara utang negara sebaiknya bicara angka dan bukan opini Oke saya setuju Sekarang mari kita analisa angka yang berasal dari data resmi dari APBN kita edisi November 2023 Saya akan berusaha menjelaskannya kepada anda semua sesederhana mungkin semudah Anda Klik tombol like pastikan diri sudah subscribe di channel ini juga aktifkan tombol Alert supaya YouTube memberikan notifikasi kepada Anda setiap kali kami mengupload video-video terbaru dari akela Oke pada dasarnya penerimaan pemerintah berasal dari penerimaan pajak hingga November 2023 nilainya sudah mencapai 16671,37 triliun kemudian penerimaan kepabeanan dan cukai hingga November 2023 sudah mencapai 5 146,07 triliun kemudian penerimaan negara bukan pajak hingga November 2023 mencapai angka 544,11 triliun Adapun belanja pemerintah terdiri atas belanja pemerintah pusat hingga November 2023 angkanya mencapai 1774,44 triliun dan transfer ke daerah sebesar 73 ,1 triliun jika kita rekap maka penerimaan pemerintah totalnya 2.761,55 triliun sementara belanja pemerintah totalnya hanya 2.510,54 triliun berarti melalui penerimaan negara pemerintah sebetulnya sudah cukup memikul seluruh belanja pemerintah pusat dan daerah lantas hutang yang 1 triliun itu untuk apa Oke yuk kita analisa lagi datanya dari APBN kita bulan November 2022 kita bisa lihat posisi utang pemerintah saat itu masih 7.554,25 triliun di mana komposisinya adalah r88,66% berasal dari penerbitan surat berharga negara atau SBN dan sisanya 11,34% berupa pinjaman Setahun kemudian angka 7.554,25 triliun ini meningkat jadi rp8.041,01 triliun dengan komposisi yang kurang lebih tetap yakni 88,61% berupa SBN dan sisanya 11,39% berupa pinjaman De to GDP ratio turun ke level 38,11% masih jauh di bawah batas rasio hutang sebesar 60% berdasarkan undang-undang nomor 17 tahun 2023 jika dirinci lagi dari penerbitan SBN sebesar 88,61% atau r.124,98 triliun rp8% lebih yakni 5.752,25 TR dimiliki oleh domestik atas hutang pemerintah ini Pemerintah memikul beban pembiayaan hutang sebesar 332,29 triliun dari APBN kita edisi November 2023 kita memperoleh Penjelasan bahwa pengelolaan hutang pemerintah melalui penerbitan SBN turut mendukung pengembangan dan pendalaman pasar keuangan domestik inklusi keuangan serta peningkatan literasi keuangan masyarakat dari saving Society menjadi investment Society selanjutnya bagi lembaga keuangan SBN berperan penting dalam memenuhi kebutuhan investasi dan pengelolaan likuiditas serta menjadi salah satu instrumen mitigasi risiko Oleh sebab itu perbankan merupakan pemegang SBN domestik terbesar yang pada periode ini mencapai 27,67% kemudian diikuti perusahaan asuransi dan dana pensiun yang memiliki 18,48%. secara umum kita bisa simpulkan bahwa hutang pemerintah digunakan untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi yang mana oleh pemerintah sendiri dikatakan bahwa ekonomi RI tumbuh 5% di atas negara maju Oke berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik kita memang bisa lihat bahwa pada quarter 3 Kuartal 3 2023 GDP Indonesia bertumbuh 4,94% year on year dengan nilai nominal GDP sebesar r5.296 triliun pada Kuartal 3 2023 ini jika kita kalikan angka 5.296 triliun ini dengan angka pertumbuhan GDP year on year sebesar 4,9 4% maka kita akan peroleh nilai nominal pertumbuhan ekonomi sebesar 261,62 triliun dalam 1 tahun terakhir dengan demikian kita bisa rangkum datanya sebagai berikut di satu sisi kita memperoleh pertumbuhan GDP sebesar 4,94% atau sebesar nominal 261,62 triliun di mana guna mencapai hal itu Pemerintah perlu menambah hutang sebesar 486,76 triliun dalam periode yang sama dengan realisasi pembiayaan hutang sebesar 332,29 triliun dengan kata lain guna memperoleh pertumbuhan ekonomi sebesar 261,62 triliun ini di diperlukan pengelolaan hutang dengan beban biaya utang sebesar 332,29 triliun atau dengan kata lain untuk setiap 1 triliun pertumbuhan ekonomi diperlukan pengelolaan hutang pemerintah dengan biaya sebesar 1,27 triliun analoginya jika anda punya pabrik guna menghasilkan pertumbuhan omset atau revenue sebesar Rp1 miliar per tahunnya Anda membutuhkan utang dengan beban bunga sebesar 1,27 miliar per tahunnya atau untuk setiap R1 miliar beban bunga yang anda bayarkan anda hanya memperoleh pertumbuhan omset atau revenue perusahaan sebesar 0, rp79 miliar Anda bisa lihat saya tidak pernah mempermasalahkan besaran utangnya namun yang saya pertanyakan adalah untuk tiap rupiah yang dikeluarkan untuk biaya pengelolaan utang alias beban bunga kita ini dapatnya apa ini adalah persepsi investor Saya yakin anda tentu rela berutang asalkan dari utang tersebut Anda memperoleh net income yang nilainya lebih besar dari bunga yang harus anda bayarkan untuk mengelola utang tersebut maka jadilah utang tersebut utang yang produktif utang yang bikin anda jadi semakin tambah kaya jika anda punya pabrik omsetnya 20 miliar dengan laba bersih misalkan R miliar per tahunnya dan dewan direksi termasuk anda sendiri kemudian memutuskan untuk menambah utang perusahaan sebesar misalnya Rp8 miliar di mana perusahaan harus membayar biaya utang tersebut sebesar Rp350 juta per tahunnya utang tersebut digunakan untuk membeli mesin baru yang berakibat peningkatan kapasitas produksi dan revenue sebesar 50% atau nominalnya 10 miliar sehingga berakibat laba Anda meningkat sebesar Rp500 juta per tahunnya ini utang yang sangat produktif karena dengan penambahan utang tersebut revenue Anda naik 50% laba operasional Anda naik 500 juta sementara ini diperoleh dengan biaya utang per tahunnya hanya Rp350 juta utang ini adalah utang yang produktif utang yang bikin anda jadi semakin tambah kaya jika yang terjadi sebaliknya di mana untuk tiap 1 triliun pertumbuhan ekonomi dibutuhkan biaya pengelolaan hutang sebesar 1,27 triliun Maka menurut anda pertumbuhan ekonomi yang 4,94% ini cost atau biayanya menurut anda mahal enggak Pernahkah anda dengar istilah high cost economy silakan Anda nilai sendiri produktivitas utang berdasarkan data yang dirilis pemerintah ini untuk setiap 1,27 triliun beban biaya pengelolaan hutang diperoleh pertumbuhan ekonomi sebesar hanya 1 triliun pada periode yang sama Memang benar bahwa peningkatan hutang Indonesia saat ini sudah trip B investment greatade dengan Outlook Stable bagus namun bersamaan dengan itu coba perhatikan sekarang ada r36,1 triliun dana transfer ke daerah hingga November 2023 Coba lihat sejalan dengan itu ada berapa banyak kasus korupsi yang juga terjadi di daerah sepanjang tahun 2023 indeks persepsi korupsi Indonesia terus turun sejak tahun 2019 sekarang ini bahkan lebih rendah dari Thailand lebih rendah dari Malaysia dan bahkan lebih rendah dari Timor Leste ini juga sangat berpengaruh terhadap kredit rating dan kredit rating itu sangat berpengaruh terhadap yield obligasi coba bandingkan ini Singapura Ini kredit ratingnya triple a yield obligasi tenor 10 tahun adalah 2,75%. sementara Indonesia crredit ratingnya triple b yield obligasi tenor yang sama 10 tahun adalah [Musik] 6,5%. artinya apa Singapura itu dengan mudahnya terbitkan surat hutang bayar bunga 2,75% uang nya kemudian dia belikan SBN Indonesia terima bunga 6,5% dan jadinya mereka terima duit gratis 3,75%. Kenapa sesudah sekian lama crredit rating Indonesia masih triple b jika anda perhatikan saya lagi-lagi tidak pernah mempersoalkan besaran nilai hutang namun yang jauh lebih penting adalah satu produktivitas utang untuk tiap rupiah yang dibayarkan untuk biaya pengelolaan utang atau bunganya kita ini dapatnya apa dua kredit rating yang berpengaruh pada besarnya biaya pengelolaan hutang nah sebentar lagi pemilu siapun paslon yang terpilih untuk meneruskan Rode pemerintahan semua paslon saat ini mengagendakan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum serta good governance yang tentunya berpengaruh positif terhadap kredit rating Indonesia karena itu harapan saya sehubungan dengan utang pemerintah bukan mengenai besarannya sejak awal saya tidak ada mempermasalahkan angka 8.041 triliun melainkan produktivitas utangnya serta bagai bimana supaya kredit ratingnya bisa naik ke double A Bagaimana dengan anda semua ketik di kolom komentar Ya semoga bermanfaat sukses selalu dan sampai [Musik] jumpa
Resume
Categories