Transcript
IfmU9Y4PPhM • How to Choose Good Stocks?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0185_IfmU9Y4PPhM.txt
Kind: captions
Language: id
dari definisi itu saja kita sesungguhnya
bisa melihat kriteria yang akan kita
gunakan untuk memilih saham yang akan
dibeli dan itu adalah satu revenue yang
bertubuh 2 laba operasional yang
bertumbuh dan 3 harganya di bawah fair
value atau nilai wajar seringkali
kondisi ini disebut under value
[Musik]
dalam video ini saya akan menjelaskan
satu pertanyaan yang paling sering
ditanyakan orang di channel ini
koin yang bagus apa ya atau ada lagi
yang tanya Ko kalau sekarang enaknya
beli saham apa Nah guna menjawab
pertanyaan ini sangat penting untuk
diketahui dulu Coba periksa dulu Apa
tujuan kalian membeli aset crypto atau
membeli saham Kalian mau trading atau
investasi saya sudah menjelaskan
perbedaan mendasar antara keduanya ini
di video yang ini tips dari saya supaya
Anda tidak ketinggalan video-video dari
channel ini pastikan anda sudah
subscribe di channel ini aktifkan tombol
lord-nya dan bilamana anda merasa video
ini bermanfaat mohon dukungannya dengan
Klik tombol like sehingga semakin banyak
orang bisa memperoleh manfaatnya juga
oke sekarang saya akan menjelaskan satu
tools penting dalam dunia investasi
maupun trading namanya screener kalau
saham namanya stock cleaner kalau crypto
kita sebut coinscreer Pertanyaan
selanjutnya Kenapa butuh scanner ya
karena ada begitu banyak pilihan saham
yang diperdagangkan di Bursa dan begitu
juga dengan aset crypto komponen penting
atau bahkan terpenting dalam scanner
adalah Kriteria kriteria ini sangat
berbeda apabila anda investasi atau
trading lo kok bisa gitu ya karena
investasi itu adalah Anda membeli suatu
aset produktif dalam hal ini sebuah
bisnis yang omset atau revenuenya
bertumbuh laba operasionalnya juga
bertumbuh Namun karena satu dan lain hal
saat ini diperdagangkan di bawah fair
valuenya atau nilai wajarnya dari
definisi itu saja kita sesungguhnya bisa
melihat kriteria yang akan kita gunakan
untuk memilih saham yang akan dibeli dan
itu adalah satu revenue yang bertubuh 2
laba operasional yang bertumbuh dan 3
harganya di bawah fair value atau nilai
wajar seringkali kondisi ini disebut
under value dalam menentukan kriteria di
atas Adakah saya misalnya menyebut trend
harga nggak ada kan Kenapa demikian
karena tren harga adalah toolsnya trader
bukan investor kendatipun bilamana anda
seorang investor Anda juga bisa
memanfaatkan trend harga ini guna
menentukan Kapan Saatnya anda melakukan
profit packing misalnya oke sekarang
Coba bukan tradingview
bukannya di YouTube ada yang bilang
bahwa trading itu judi lagian
tradingview itu kan toolsnya analisa
teknikal Tadi kan bilangnya mau pilih
saham buat investasi
well Tolong jangan Judgement dulu ya
silahkan lihat dulu apa yang saya
lakukan
sesudah buka tradingview maka anda akan
ketemu tampilan yang kurang lebih
seperti ini bagi yang mindsetnya sudah
terlanjur keracunan jadi anti lihat
analisa teknikal silahkan Abaikan aja
catch ini namun fokus ke bagian pojok
kiri bawah ini klik tulisan yang
bunyinya stop scanner
tampilan layar anda akan berubah jadi
seperti ini sekarang klik icon yang ada
gambar bendera bisa macam-macam
benderanya mungkin di tempat Anda masih
bendera Amerika nggak apa-apa silahkan
klik itu
ketik Indonesia di kotak pencari dan
pilih bendera Indonesia dan klik apply
sesudah itu sekarang klik filter di
sebelah kanan atas stop scanner ini maka
tampil pilihan kriteria yang anda bisa
pergunakan
yang pertama klik descriptive Kemudian
pada pilihan index pilih lq45
adalah indeks yang beranggotakan 45
saham unggulan di Bursa Efek Indonesia
selanjutnya klik tab financials Dan kita
mulai memasukkan kriteria kita satu
persatu Yang Pertama masukkan revenue
grows
TTM Why
TTM itu bukan teman tapi mesra ya tapi
itu singkatan dari treling twelvents
atau year on you yakni revenue atau
pertumbuhan omset perusahaan bilamana
dibandingkan dengan satu tahun
sebelumnya
pilih above
dan masukkan angka 12 yang artinya 12%
selanjutnya kriteria berikutnya masukkan
net income
perhatikan hanya dengan memasukkan 3
kriteria ini saja kita berhasil memilih
11 saham dari 45 saham unggulan di Bursa
Efek Indonesia
ke-11 saham yang tampil ini memiliki
pertumbuhan omset minimal 12% pertahun
pertumbuhan laba bersihnya 10% per
tahunnya
Oke lanjut sekarang kita ingin
menentukan dari kesebelasan ini mana
yang masih under value Untuk itu kita
akan menentukan dulu kriteria under
value yang akan dipakai seperti apa
logika sederhananya begini ketika kita
investasi pada suatu saham itu berarti
kita membeli bisnis kita menjadi
investor biarkan bisnis itu bekerja dan
dari operasional bisnis tersebut mereka
akan menghasilkan laba operasional
Perhatikan ya kriteria ini penting
karena ini juga borderline atau garis
batas Apakah anda trading atau investasi
jika kita berinvestasi maka kita membeli
bisnis yang menghasilkan laba
operasional bukan bisnis yang merugi
kita menyebutnya sebagai aset produktif
produktif menghasilkan laba operasional
di dalam laporan keuangan perusahaan
yang diumumkan tiap 3 bulan sekali ada
satu angka yang ditunggu-tunggu investor
dan itu adalah IPS atau
alias laba bersih pelembar saham angka
ini berasal dari total net income
perusahaan dibagi jumlah saham beredar
ketemu angka IPS itu tadi Pertanyaan
selanjutnya
harga bisnis tersebut saat ini berapa
kali operasionalnya dalam dunia
investasi seringkali disebut earnings
multiple
rule of time jika saham diperdagangkan
di bawah 10 kali laba bersihnya maka
saham tersebut tergolong under value
namun Jangan terpaku pada angka ini ya
angka ini hanya untuk angka awal
memasukkan kriteria saja sekarang kita
masukkan angka ini pilih price to
earning
di bawah 10 maka dari ke-11 saham
tersebut sekarang tinggal hanya ada 7
saham saja ke-7 saham ini adalah bisnis
yang memiliki pertumbuhan omset minimal
12% pertahunnya pertumbuhan laba bersih
minimal 10% per tahunnya dan saat ini
harganya dibawah 10 kali laba bersih
atau net income
Pertanyaan selanjutnya yang biasa
ditanyakan orang Apakah kalau kita beli
saham-saham itu sesudah dibeli nanti
harganya pasti naik nah ini pertanyaan
yang seharusnya tidak ditanyakan oleh
seorang investor karena investor
fokusnya bukan pada pergerakan harga
ingat ya tadi di awal saya sudah
jelaskan bahwa investor itu fokusnya
pada value bukan harga
jika tujuan Anda membeli suatu Saham
adalah karena berharap sesudah anda beli
harganya naik Sehingga anda bisa
menjualnya dengan harga yang lebih mahal
maka goal anda itu bukanlah investasi
melainkan trading dan kalau trading
kriterianya beda lagi jika Anda investor
maka coba perhatikan dari ke-7 saham ini
6 diantaranya termasuk sektor
pertambangan yakni harum energi
itmg United Tractor Adaro Indika energy
dan Medco sektor pertambangan termasuk
golongan siklikal alias bisnis yang
pertumbuhannya sangat sensitif atau
dipengaruhi oleh siklus makro ekonomi
secara umum emiten pada sektor ini
memiliki volatilitas yang lebih besar
sehingga Anda harus waspada ketika
terjadi perubahan data ekonomi yang
signifikan maka saham-saham ini tadi
bisa mengalami penurunan yang signifikan
juga
Bagaimana jika goal anda bukan sebagai
investor melainkan Trader
tunggu sebelum saya teruskan Saya
barusan menunjukkan cara bagaimana
menggunakan stock screen-nya di
tradingview
Adakah saya pakai kriteria analisa
teknikal di situ
nggak ada kan kalian dapat ilmu baru
lagi dari channel ini ya kalau ya tolong
Klik jempolnya ya oke lanjut sekarang
trading jika kita trading aktivitas kita
adalah berdagang goalnya kita membeli
sesuatu untuk dijual lagi ke orang lain
dengan harga yang lebih tinggi sehingga
kita memperoleh keuntungan dari selisih
harga beli dan jualnya
barang dagangan ini bisa aset produktif
ataupun aset spekulatif kuncinya adalah
mengantisipasi perubahan harga karena
itu kriterianya ada tiga satu
identifikasi trend harga 2 momentum yang
kuat 3 disertai konfirmasi volume
transaksi yang tinggi
sehubungan dengan itu Anda bisa
menggunakan berbagai indikator analisa
teknikal guna keperluan stock cleaner
Anda ini untuk trend Anda bisa pakai
Moving Average Anda bisa pergunakan
kombinasi Ma dengan berbagai parameter
tertentu misalnya Kemudian untuk
momentum Anda bisa pakai stok asik atau
MacD Kemudian untuk Volume anda bisa
gunakan indikator obv atau on Balance
Volume atau mfi money flow index saat
ini ada ratusan teknikal indikator yang
anda bisa gunakan sebagai kriteria stock
scanner analisa teknikal anda untuk
keperluan ini saya punya cara yang jauh
lebih gampang jauh lebih sederhana
mau tahu caranya
[Musik]
Saya bercanda Oke gini ceritanya
bertahun-tahun yang lalu tepatnya di
tahun 1982 ada seorang dosen matematika
gym sign namanya dia tertarik
menggunakan prinsip-prinsip matematika
dan statistika guna membangun suatu
sistem trading yang kemudian menjadi
cikal bakal sistem trading kuantitatif
yang dipakainya di Renaissance
teknologis
fun yang dia dirikan
sebagai ahli matematika
Simons paham betul bahwa kendatipun
harga-harga di bursa saham kelihatannya
bergerak secara random namun tidak
sepenuhnya demikian
salah satu kata-katanya yang sangat
terkenal adalah
random
ini luar biasa sekali selama 20 tahun
berturut-turut dia berhasil mengungguli
performa
di Indonesia saya pertama kali mengenal
sistem trading kuantitatif dari bapak
Hendra Martono Lim di tahun 2017 dan
sekarang saya akan coba buka web browser
saya dan saya cukup ketik smart.timo.pp
kemudian saya klik filter aset di pojok
kanan atas pada pilihan aset type
contreng all ihsg market cap pilih lebih
atau sama dengan satu t satu triliun dan
average transaction pilih lebih atau
sama dengan 10 billions kemudian
klik apply filters muncul daftar saham
yang uptrend momentumnya kuat dan
dikonfirmasi oleh volume transaksi yang
besar
screening ini kita lakukan pada tanggal
11 September 2023 dan pada waktu itu
muncul by signal Hock one detektif yang
artinya mengkonfirmasi ketiga kriteria
di atas
momentum yang kuat dan disertai volume
transaksi yang signifikan saat itu saham
S hardware Aces diperdagangkan pada
harga 755
per lembarnya kemudian essa
diperdagangkan pada harga
670 per lembarnya dan inkp
diperdagangkan pada harga
10.200 per lembar seminggu kemudian
tanggal 18 September 2023
per lembar atau naik 3,31%
diperdagangkan di harga 745 atau naik
11,9% dan inkp diperdagangkan pada harga
10.525 per lembar atau naik 3,19 persen
anda ingin belajar memilih saham untuk
investasi atau bahkan sekaligus pengen
coba trading saham di Bursa Efek
Indonesia mulai dari memilih sahamnya
Seperti yang saya lakukan barusan sampai
menentukan target profit dan stop loss
menggunakan Timo kuantitatif prediksi
system kunjungi website
gradingkilat.com trading kilat akan
menyelenggarakan sebuah webinar dimana
saya akan hadir untuk mendemokan Timur
khusus untuk Bursa Efek Indonesia kepada
anda registrasi dan informasi
selengkapnya bisa anda dapatkan melalui
website
tradingkilat.com Oh ya tersedia 50 buah
meter adalah 50 yang bisa anda
pergunakan untuk mendapatkan diskon 50
ribu rupiah serta trial access Timo idx
kuantitatif trading system khusus untuk
Bursa Efek Indonesia
bagaimana dengan aset crypto saham bursa
Amerika hingga Forex tenang pastikan
diri Anda sudah subscribe di channel ini
aktifkan lord-nya karena nantikan video
bagian berikutnya dimana saya akan
menjelaskan Bagaimana cara saya memilih
saham Amerika aset kripto dan Forex
Terima kasih semuanya Semoga bermanfaat
sukses selalu dan sampai jumpa
[Musik]