Transcript
-HNLzpOuJsQ • Ada apa dengan Ekonomi China?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0177_-HNLzpOuJsQ.txt
Kind: captions Language: id karena ancaman deflasi Youth an employment anjloknya ekspor secara signifikan dan kini dihantam bencana alam Topan doxury Bank Sentral China akhirnya memutuskan untuk memangkas suku bunga sebanyak 15 basis poin ke level 2,5% dari sebelumnya di level 2,65% [Musik] jika selama ini saya membahas tentang bagaimana upaya The Fate dalam menanggulangi inflasi di Amerika dengan cara menaikkan suku bunga acuan feat fundraid maka China saat ini menghadapi masalah ekonomi yang justru sebaliknya China mengalami deflasi alias inflasi negatif Sebelum saya Jelaskan lebih jauh saya rasa perlu saya jelaskan terlebih dahulu Apa itu inflasi Apa itu this inflasi dan apa itu deflasi hal ini perlu karena banyak saya temukan komentar yang nampaknya berasal dari ketidakpahaman mengenai hal ini salah satu komentar yang banyak saya temukan adalah komentar yang mengatakan bahwa data inflasinya tidak benar karena harga barang-barang dan jasa masih lebih mahal dari tahun sebelumnya Kok bisa dibilang inflasi turun ya ini saya rasa salah paham yang berasal dari ketidaktahuan akan Apa itu inflasi Apa itu disinflasi dan deflasi inflasi adalah suatu kondisi dimana harga barang-barang dan jasa mengalami kenaikan secara berkesinambungan inflasi pada dasarnya adalah salah satu ciri kondisi ekonomi yang bertumbuh sehat dengan catatan sepanjang inflasi tersebut stabil pada kisaran 2% per tahunnya Akan tetapi jika inflasi mengalami akselerasi atau percepatan dimana kenaikan harga-harga barang dan jasa itu melambung tinggi jauh melampaui target inflasi normal dua persen per tahun tanpa terkendali menjadi 4% 6% 8% atau bahkan semakin naik lagi maka terjadilah ancaman inflasi kalau ini berkelanjutan bahkan sampai membumbung tinggi jauh di atas puluhan persen maka itu sudah namanya hyper inflation nah disinflasi adalah kondisi dimana inflasi atau kenaikan harga-harga barang dan jasa turun Perhatikan ya yang turun itu adalah kenaikan harganya bukan harganya yang turun jadi misalnya tahun lalu harga-harga naik sebanyak 4% per tahun sekarang tahun ini tetap naik tapi naiknya Hanya dua setengah persen per tahunnya this inflasi adalah kondisi yang sehat karena itu memberikan indikasi bahwa otoritas moneter dalam hal ini bank sentral nampaknya mulai berhasil mengendalikan inflasi sehingga kembali ke level normal ya ini dua persen per tahun Jika Anda berharap harga-harga barang dan jasa turun yaitu namanya bukan disinflasi tapi inflasi negatif alias deflasi bagi konsumen seperti Anda dan saya mungkin deflasi ini bagus namun bagi dunia usaha deflasi adalah kondisi yang paling mengerikan kok bisa begitu ya Coba bayangkan saja anda misalnya pengusaha yang memproduksi suatu produk misalkan Anda produsen produk tertentu karena kompetisi yang ketat maka keuntungan per produk yang berhasil Anda jual misalnya hanya 2% dari harga jual Anda Namun karena lesunya permintaan dan ketatnya persaingan usaha kompetitor Anda mulai menurunkan harga ini sudah profitnya Hanya dua persen sekarang masih di pangkas lagi harga sama kompetitor Anda sehingga Anda terpaksa sekarang harus mengikuti persaingan dengan menurunkan harga jual anda jika hal ini serempak terjadi di semua sektor maka terjadilah deflasi alias harga-harga barang turun akibatnya profit per produk Anda kini hanya tinggal mungkin cuman satu persen saja jika kondisi ini berlanjut maka harga jual anda tambah lama tambah turun sehingga akhirnya pada suatu titik ada terpaksa harus menjual produk Anda di bawah harga pokok penjualan alias profit negatif alias jual rugi operasional bisnis Anda mulai menggerogoti keuntungan perusahaan yang sudah anda kumpulkan sebelumnya jika kondisi ini berlanjut maka anda akan sampai pada satu titik di mana mau tidak mau perusahaan terpaksa harus anda tutup dan seluruh karyawan akhirnya di PHK masalahnya tidak berhenti sampai di sini saja dengan banyaknya PHK yang terjadi maka angka pengangguran menjadi membumbung tinggi Hal ini membuat daya beli masyarakat semakin turun penurunan daya beli akan semakin menekan penjualan sehingga harga barang-barang dan jasa menjadi semakin turun lagi dan hal ini berakibat semakin banyak perusahaan yang terpaksa tutup dan mengakibatkan terjadi PHK massal dan mendorong angka pengangguran semakin tinggi terjadilah spiral deflasi yang semakin lama semakin parah dan kondisi ini jika tidak segera ditanggulangi akan berakibat terjadilah depresi ekonomi nah sesudah Anda paham apa beda inflasi di inflasi dan deflasi maka ayo kita lihat apa yang terjadi di China saat ini yang pertama coba perhatikan charge ini sejak Tahun 2022 ketika belahan dunia lain sibuk menghadapi inflasi Saya tidak mengalami masalah ini malahan sejak Oktober 2022 inflasi China berada di Kisaran 2,8% dan selanjutnya Mengalami penurunan akan tetapi memasuki bulan Februari 2023 inflasi China drop menjadi hanya satu persen untuk pertama kalinya kondisi disinflasi di China berkembang menjadi ancaman terjadinya inflasi negatif alias deflasi memasuki bulan April 2023 inflasi China sudah turun ke level yang mengkhawatirkan yakni hanya 0,1% year on year kendatipun bulan berikutnya sedikit rebound ke level 0,2% namun pada bulan Juni data menunjukkan inflasi China bahkan drop ke level 0% China benar-benar sudah berada dalam titik kondisi kritis deflasi ketika data inflasi kembali diumumkan pada bulan Juli apa yang dikhawatirkan banyak kalangan benar-benar terjadi China masuk dalam pusaran deflasi inflasi China negatif 0,3% year on year hal ini sejalan dengan data food inflation China yang juga anjlok menjadi minus 1,7% Apakah hal ini berlangsung tiba-tiba begitu saja penyebabnya apa Mari kita lihat charge Berikutnya ini adalah data projursus price index alias pipi yakni data inflasi di tingkat produsen data PPI semakin mengkonfirmasi kondisi deflasi yang dialami China Saat ini sejak Oktober 2022 PPI China sudah negatif 1,3% Yeon kendatipun sempat membaik di bulan Januari 2023 namun memasuki Februari 2023 PPI kembali anjlok semakin dalam dan di bulan Juni 2023 National biru all statistik of China mengumumkan data PPI negatif 5,4% deflasi yang sangat-sangat dalam China adalah negara dengan aktivitas ekonomi terbesar kedua di dunia dan kita tahu ada 4 komponen GDP atau gross domestic product alias produk domestik bruto suatu angka yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara 4 komponen GDP tersebut itu adalah nomor 1 house consumption ditambah nomor 2 investment atau investasi nomor 3 itu adalah government spending atau belanja pemerintah dan yang terakhir komponen nomor 4 adalah neraca perdagangan yakni export dikurangi impor Nah sekarang ayo kita bahas satu persatu yang pertama adalah adalah komponen terbesar GDP China berdasarkan data terakhir dari National biro osatisico China house consumption adalah total 38,11% dari total GDP China dari data penjualan retail nampak adanya pertumbuhan yang cukup baik sejak awal tahun 2023 meningkat dari level 3,5% menjadi 18,4% di bulan April 2023 namun hingga Juli 2023 data penjualan retail turun signifikan menjadi Hanya dua setengah persen year memang masih bertumbuh namun jika kita lihat data bulanannya maka mulai nampak adanya penurunan sebesar 0,06 Man on man mulai negatif Pelemahan belanja konsumen adalah red warning karena house consumption adalah komponen yang paling mendasar dalam GDP Hal ini karena belanja rumah tangga menunjukkan berapa uang atau daya beli yang dibelanjakan konsumen dalam ekonomi ketika konsumen membelanjakan lebih banyak daya belinya ke dalam ekonomi hal ini akan mendorong naiknya permintaan akan barang dan jasa di mana secara keseluruhan dalam makro ekonomi kita sebut agregat demand tapi ini yang terjadi adalah mulai turun alias negatif komponen kedua adalah investasi dan sejak dulu investasi terbesar di China adalah real estate atau properti yang berdasarkan estimasi World Bank memiliki kontribusi sebesar 19,3% dari total GDP China beberapa data lain menunjukkan bahkan lebih dari angka ini sektor tanaman yang cukup parah akibat covid-19 ketika beberapa negara di dunia mulai recovery dan melonggarkan kebijakan Lockdown China malah tetap berkeras dengan menerapkan kebijakan Zero covid polisi memasuki pertengahan 2021 China group properti developer terbesar kedua di China mulai mengalami masalah likuiditas pada tanggal 21 Oktober 2021 Evergreen mengumumkan bahwa mereka gagal menjual aset-asetnya senilai 2,6 miliar yang sebagian dari hasil penjualan tersebut sebenarnya akan digunakan untuk pembayaran bunga hutang perusahaan sebesar 83 juta Dollar pada tanggal 10 November 2021 Evergreen kembali mengumumkan gagal bayar atas 3 obligasi lainnya bulan berikutnya akhirnya Evergreen secara resmi dinyatakan gagal bayar karena setelah melampaui Gress period masih tetap tidak sanggup memenuhi kewajiban-kewajibannya sepanjang Tahun 2022 investasi properti di China Mengalami penurunan mulai minus 5,4% di awal 2022 hingga -10% di akhir 2022 Kendati pun nampak rebound di awal tahun 2023 namun trend kembali turun terus hingga minus 7,9% y on year di bulan Juli 2023 ini di bulan Juli 2023 Evergreen berusaha mengajukan restrukturisasi atas hutang-hutang mereka sesudah membukukan kerugian sebesar masih 81 miliar dollar sejak lama sesungguhnya sudah muncul berbagai kekhawatiran Bahwa masalah likuiditas developer property China ini bukan hanya dialami Evergreen saja logikanya jika hal ini bisa terjadi pada efek Grand property developer terbesar nomor 2 di China Bagaimana dengan properti properti developer lainnya sejak lama memang ada banyak pembangunan properti yang dibangun secara sangat masih di China namun tidak dihuni dan pembangunannya berakhir mangkra fenomena ini sempat viral dengan sebutan Chinese Town coba lihat ini ini adalah deretan apartemen yang dibangun secara sangat masih di area ordos Kang basi di mana Di string itu hanya dihuni kurang dari 10% kemudian ini adalah deretan Fila mewah yang dibangun di area seniang dan dibiarkan terbengkalai alias mangkrak 9 bulan sesudah kasus gagal bayar hutang Evergreen kini country Garden yang sempat menjadi properti developer terbesar di China mengalami masalah likuiditas dan kesulitan memenuhi atau melunasi kewajiban atas pembayaran kupon obligasi yang diterbitkannya country Garden juga menghentikan perdagangan atas 11 obligasi yang diterbitkannya mulai Senin 14 Agustus 2023 keesokan harinya Selasa 15 Agustus 2023 mereka memberikan konfirmasi bahwa mereka belum menunaikan kewajibannya atas kupon obligasi senilai total 22,5 juta yang jatuh tempo pada tanggal 6 Agustus 2023 pada hari yang sama JP Morgan kemudian menaikkan risiko gagal bayar high heel dari 4,1% sebelumnya menjadi 10% lebih dari dua kali lipat lebih lanjut lagi JP Morgan juga memperkirakan 40% dari total risiko volume gagal bayar high Bounce emerging market berasal dari China properti pada sesi perdagangan Senen 14 Agustus 2023 saham country Garden tikar sahamnya adalah di Bursa Hongkong di perdagangkan pada level [Musik] 0,83 Hongkong dollar per lembarnya saham perusahaan developer terbesar China yang sempat diperdagangkan pada level 14 Hongkong 12 share di tahun 2018 kini menjadi peniston komponen ketiga adalah government spending tidak nampak adanya peningkatan government spending yang cukup signifikan bilamana dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya government spending boleh dibilang hanya stabil saja mulai dari tahun 2020 2021 2022 dan seterusnya namun yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah kinerja ekspor China karena itu kita masuk ke komponen terakhir yakni neraca perdagangan alias ekspor dikurangi impor selama 3 bulan terakhir ekspor China negatif minus 7,1% di bulan Mei dan semakin turun tajam jadi minus 12,4% di bulan Juni dan di bulan Juni bahkan semakin terpuruk jadi minus 14,5% kontraksi ekspor Chinese sebesar 12,4% atau bahkan 14,5% adalah kontraksi terparah sejak krisis akibat Lockdown covid-19 di tahun 2020 Bagaimana dengan impornya menariknya impor China ternyata juga turun signifikan minus 12,4% Yeon kondisi dimana ekspor turun signifikan sementara i juga turun signifikan bagi suatu negara yang berorientasi ekspor seperti China adalah gejala-gejala terjadinya kontraksi ekonomi alias Resesi Sekarang mari kita periksa data berikutnya dan ini adalah chart tingkat pengangguran atau an employment read di China kendatipun nampaknya pengangguran turun dari level tertinggi di November 2022 di level 5,7% ke level 5,3% akan tetapi jumlah orang yang bekerja di China atau China employ person turun signifikan di Tahun 2022 dari 746 juta menjadi 733 juta sementara itu angka pengangguran usia muda usia 16 hingga 24 tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari 16,7% di Tahun 2022 menjadi 21,3% di bulan Juli 2023 berhubung kondisi yang semakin memburuk National biru offetising of China memutuskan untuk berhenti merilis data usean employment atau angka pengangguran usia muda ini hal ini juga dikonfirmasi dengan adanya berbagai pemangkasan gaji mulai dari karyawan swasta hingga pemerintah ingat tadi di depan sudah saya jelaskan bahayanya deflasi penurunan harga barang-barang akan membuat profit perusahaan akan menurun Sehingga mencapai suatu level sehingga dunia usaha terpaksa harus memangkas gaji karyawan hingga akhirnya tutup usaha dan PHK massal terjadi pada akhir Juli 2023 ketika sedang berjuang menghadapi ancaman deflasi China mengalami bencana alam Topan doxury badai tersebut mempengaruhi lebih dari 724.600 orang dan 648 hektar lahan pertanian di provinsi hujan di Tiongkok Tenggara ada sekurangnya 44 rumah rusak dengan 178 rumah hancur total di Fujian curah hujan mencatat rekor total 24 jam termasuk akumulasi lebih dari 648 mm hujan deras berdampak pada banyak wilayah dengan akumulasi di Xiamen mencapai 50 mm sisa-sisa badai menghasilkan hujan lebat di Beijing sisanya turun hingga 744,8 mm curah hujan di waduk wangcian di distrik Chang ping dengan doxury menetapkan rekor curah hujan maksimum sejak pencatatan dimulai selama dinastic pada tahun 1883 secara keseluruhan doxury menyebabkan kerusakan senilai 15,4 miliar dollar di 4 negara yang terkena dampak Topan untuk pertama kalinya dalam sejarah Beijing dihantam banjir bandang parah yakni akibat Topan doxury karena ancaman deflasi yutan employment anjloknya ekspor secara signifikan dan kini dihantam bencana alam Topan dog Suri Bank Sentral China akhirnya memutuskan untuk memangkas suku bunga sebanyak 15 Meises poin ke level 2,5% dari sebelumnya di level 2,65% banyak analisis yang melihat langkah ini kurang signifikan guna menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi China sehingga berpotensi mengalami spiral deflasi berkelanjutan mirip seperti apa yang terjadi di Jepang di dekade 1990 hingga 2000 orang Jepang sendiri memiliki istilah sendiri untuk periode ini yakni kushinawareta detail peristiwanya sudah pernah saya Tuliskan dalam buku mengungkap rahasia Bull market terhebat sepanjang sejarah yang diterbitkan PT eldex Media komputindo ini Jadi kesimpulannya penurunan hasil consumption problem likuiditas developer properti yang berakibat penurunan investasi secara signifikan menurunnya kinerja ekspor secara drastis yang juga dibarengi menurunnya impor dikonfirmasi oleh tingginya pengangguran usia muda dan deflasi di tingkat produsen yang akhirnya sudah menjalar ke deflasi di tingkat konsumen China mulai masuk periode Resesi di mana keseluruhan data yang kita bahas ini belum memasukkan dampak dari bencana alam Topan doxury mengingat China adalah negara dengan skala ekonomi terbesar kedua di dunia tentu semua ini berdampak ke ekonomi global termasuk Amerika dan Indonesia manusia khususnya bisnis yang berorientasi ekspor ke China Bagaimana potensi Resesi China ini terhadap kemungkinan koreksi di saham bursa Amerika maupun Indonesia bagaimana dengan Forex gold hingga crypto anda ingin bantuan saya menganalisa ihsg nasdar Forex gold hingga crypto atau anda ingin belajar bisa melakukannya sendiri menjadi intelligent trader mulai dari menganalisa dan Memanfaatkan peluang trading ataupun investasi pada aset crypto Forex gold hingga saham-saham Amerika silahkan kunjungi akan menyelenggarakan webinar trading nyantai profit keren yang sekaligus mendemokan Timo kuantitatif trading System yang saya pakai info dan jadwal lengkapnya Anda bisa simak pada website trading nyantai link saya berikan di deskripsi gunakan voucher Aqila 50 untuk mendapatkan diskon 50.000 serta mendapatkan bonus akses 4 buah ibu yang 3 diantaranya telah diterbitkan oleh Gramedia pusaka utama dan Alex Media komputer Terima kasih semuanya sukses selalu Semoga bermanfaat dan sampai jumpa [Musik]