The possibility of the United States going into RECESSION in 2024?
VdeJory_LjI • 2023-03-29
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Lalu bagaimana dengan sekarang ini? Nah, coba lihat inverted yilke sudah terjadi sejak pertengahan tahun lalu. Dan berdasarkan data National Bureau of Economic Research dari The FET, ada 54,49% kemungkinan Amerika Serikat memasuki periode resesi kembali tahun 2024. Sesudah dalam video sebelumnya kita bicara mengenai soft landing, maka dalam video kali ini kita akan bicara hard landing atau resesi ekonomi. Sehungan dengan itu, saya juga perlu meluruskan definisi resesi. Jika Anda googling atau search di YouTube, maka definisi resesi yang muncul adalah annual GDP negatif selama 2 triulan berturut-turut. Lagi-lagi saya mau ajak Anda semua untuk kritis dari manakah asalnya definisi resesi yang mengatakan bahwa annual GDP negatif selama 2 quarter atau 2 triulan berturut-turut itu? Jawabnya adalah itu lagi-lagi rule of time-nya atau patokannya para investor Wall Street bukan definisi ekonomi resmi. Dari dulu saya sempat bertanya, kenapa kok harus didefinisikan dua ku berturut-turut? Kok bukan satu quarter atau 3 quarter? Dan tahukah Anda? Satu-satunya jawaban yang saya peroleh adalah ya kalau satu quarter itu kependekan, 3 quarter itu kelamaan katanya ya. Jadi dua quarter aja cukup. Menurut saya ini adalah jawaban gokil. National Bureau of Economic Research mendefinisikan resesi sebagai penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan yang meliputi keseluruhan ekonomi berlangsung lebih dari beberapa bulan dan biasanya nampak pada produksi tenaga kerja pendapatan ril berikut indikator lainnya. Sejalan dengan definisi tersebut, Komite National Bureau of Economic Research memfokuskan diri pada sekumpulan indikator yang lebih komprehensif meliputi bukan hanya GDP, saya garis bawahi bukan hanya GDP namun juga nonfarm payroll industrial production retail sales, ASM manufacturing Index, dan ISM Service guna menganalisa tren aktivitas ekonomi. Karena itu jika ada headline berita Amerika resmi resesi, coba dilihat dulu resesi yang dimaksud itu seperti apa dan sesudah itu baca beritanya. Ternyata tahun lalu pertengahan tahun lalu tepatnya Juli 2022 bunyinya seperti ini. Secara definisi AS sudah masuk ke dalam resesi dengan mencatatkan pertumbuhan negatif dua kali berturut-turut selama dua kuartal di tahun yang sama. Produk domestik bruto PDBAS pada kuartal 2 2022 kontraksi atau nega 0,9% secara tahunan year on year pada kuartal 1 2002 year on year pertumbuhannya pun tercatat negatif sebesar 1,6%. Angka GDP yang dirilis oleh Bureau of Economic Analysis ini juga sesungguhnya ada tiga macam. Ya, tahukah Anda bahwa GDP itu sebetulnya bukan cuman satu, tapi ada tiga rilis di GDP, ya. advance GDP atau first release, kemudian preliminary atau second release, dan final GDP atau third release. Karena itu ketika media menulis angka PDB negatif selama 2 triulan berturut-turut, GDP yang mana yang disebut terkontraksi selama 2 triulan berturut-turut itu? Advance GDP dirilis setiap akhir bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Preliminary GDP dirilis setiap akhir bulan Februari, Mei, Agustus, dan November dan final GDP setiap bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Dan memang terbukti pada release advance GDP triwulan berikutnya, yakni di bulan Oktober 2022, angka advance GDP kembali ekspansi atau bertumbuh. Resesi apaan tuh? Cuman 6 bulan, cuman dua kuarter doang negatif. Habis resesi langsung pulih kayak begitu. Ini kan bercanda. Jika Anda lebih jeli lagi pada kuartal 1 hingga kuartal 2 pada saat angka advance GDP diberitakan terkontraksi tersebut, angka nonfarm perolnya sama sekali tidak pernah negatif malah bertumbuh antara R250.000 hingga Rp600.000 tiap bulannya. Resesi apaan? Kok jumlah tenaga kerjanya nambah kencangnya banyaknya kayak begitu ya. Resesi itu PHK-nya yang kencang, bukan rekrut tenaga kerja barunya yang kencang. Unemployment rate atau angka pengangguran di level 3,6% itu adalah terendah selama dua dasar warsa terakhir. Karena itu definisi resesi yang sekedar ambil gampangannya hanya cuma pakai satu indikator yakni GDP doang dan didefinisikan sebagai kontraksi annual GDP dua kuartal berturut-turut. itu resesi. Di tahun 2022 metode seperti itu sudah terbukti gagal. Resesi bukan cuman sekedar GDP -2 quarter berturut-turut. Jelas? Nah, berikutnya saya ingin mengajak Anda untuk menganalisa probabilitas atau kemungkinan terjadinya resesi atau hard landing. Dan kali ini saya bicaranya adalah resesi beneran. Bukan hanya GDP yang terkontraksi dua kuartal berturut-turut sudah langsung dibilang resesi. Namun juga meliputi ya bukan hanya GDP, GDP-nya sudah terkontraksi. Non vampir roll negatif, pengangguran naik, industrial production-nya negatif, retail sales negatif, resesi beneran. Ya, kita akan menganalisa probability-nya atas dasar data kuantitatif, bukan atas dasar katanya kata analis A, analis B, analis C, media A, media B, media C, dan seterusnya. tapi murni menggunakan model ekonomi dengan menggunakan kurva imbal hasil obligasi atau yield curve. Berhubung yield curve pada dasarnya adalah kurva selisih yield atau imbal hasil dari dua obligasi atau surat utang pemerintah Amerika, maka saya akan jelaskan dulu produk-produk US Treasuries ini. US Treasuries berdasarkan maturity atau periode jatuh temponya digolongkan menjadi tiga golongan. US Treasury Bonds ini majority-nya 20 tahun dan 30 tahun. US Treasury Notes itu majority-nya ada 2, 3, 5, 7 atau 10 tahun. US Treasury Bills maturity-nya 4, 8, 13, 26, dan 52 minggu. Nah, misalkan ada Treasury Bonds dengan face value, bons ini memberikan kupon 5% atau 50 US. Dengan demikian, bond yield atau imbal hasil obligasi ini adalah 5%. Karena suatu hal tertentu, Treasury Bonds ini kemudian diperdagangkan pada harga 50 US atau turun 50 US dari face value-nya. Orang yang membeli Treasury Bonds ini sekarang seolah-olah dapat diskon US untuk produk obligasi yang sama. Dan dengan demikian bond yield menjadi 50 dibagi 950 itu adalah 5,26%. Perhatikan bond price turun itu artinya bond yield naik. Jelas? Nah, lantas apa yang membuat harga Treasury Bonds ini bisa naik atau bisa turun? Jawabnya ya sama dengan aset lainnya yang diperdagangkan di bursa seperti saham, forex, komoditas, bahkan kripto. Harga Tracery Bonds bergerak karena supply and demand. Jika ada tekanan beli yang besar maka itu akan membuat harga Treasury Bonds bergerak naik. Sebaliknya jika ada tekanan jual yang besar, maka harganya akan bergerak turun. investor akan cenderung membeli treasure heat bonds ketika mereka melihat potensi pelemahan pertumbuhan ekonomi apalagi resesi. Sebaliknya ketika mereka melihat adanya potensi penguatan pertumbuhan ekonomi misalkan ada rilase nonfamperol yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan konsensusnya maka treasury bonds cenderung turun dan bond yiels-nya naik. itu treasury bonds. Bagaimana dengan treasury builds jangka pendek? Nah, yang jangka pendek treasury bills 3 bulan hingga treasury notes 2 tahun dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga def yang dituangkan dalam FOMC. Jika fan naikkan suku bunga acuan guna meredam inflasi, mekanisme dan dasar pemikirannya sudah saya jelaskan dalam video terdahulu tentang soft landing. Maka yield treasury bill hingga yield treasury notes 2 tahun akan langsung naik. Demikian pula sebaliknya. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa pergerakan harga dan yield treasury bills hingga treasury notes tenor 2 tahun ditentukan oleh kebijakan suku bunga the sementara harga dan yield treasury notes 10 tahun hingga treasury bonds 30 tahun yang jangka panjang itu ditentukan oleh persepsi investor terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Nah, sampai sini ada dua kemungkinan yang mungkin bisa terjadi. Yang pertama adalah defend menaikkan suku bunga acuan guna meredam inflasi sehingga short term yield naik. Sementara investor juga memiliki persepsi yang sama dengan the fact bahwa ekonomi Amerika akan melanjutkan pertumbuhannya sehingga investor cenderung mengurangi Treas Bonds menambah porsi sahamnya. Akibatnya bond price turun dan bond yield naik. Jika dibandingkan treasury yield jangka pendek lebih rendah daripada treasury yield jangka panjang sehingga yield curve-nya berbentuk upward slope. Ini disebut normal yield curve. Atau jika digambarkan selisih antara treasury yield jangka panjang misalkan 10 tahun dengan treasury yield 3 bulan selisihnya positif. Selisih yield 10 tahun minus treasury yield 3 bulan yang positif disebut normal yield curve. Kemungkinan kedua, the menaikkan suku bunga acuan guna meredam inflasi sehingga short termasury yield naik. Akan tetapi investor mengantisipasi pelemahan pertumbuhan ekonomi sehingga mengurangi porsi saham dan memperbesar porsi trasy bonds. Mendorong harga treasury bonds dan akibatnya long term bond yield jadinya turun. Ingat bond price naik bond yield-nya turun. Jika ini berlangsung terus lanjut, maka lama-kelamaan short term yield naik, long term yield-nya turun, maka lama-kelamaan yield 10 years note bisa turun jadi di bawah yield 2 years note bahkan yield 3 months bill ya. Jadi kalau yield-nya 10 tahun itu di bawahnya yield 2 tahun dan 3 bulan ya. Maka kondisi yang seperti ini itu disebut inverted yield curve. Jika digambarkan selisih antara 10 tahun yield 10 tahun atau 10 years yield dikurangi yield two years note atau yield 3 months bill jika selisihnya adalah negatif ini disebut inverted yield curve atau kurva imbal hasil obligasi yang terbalik. Yield treasury jangka pendek lebih tinggi daripada yield treasury jangka panjang. Kan seharusnya normalnya yield yang jangka panjang itu lebih tinggi daripada yield yang jangka pendek. Tapi ini kebalik. Yang jangka pendek malah yield-nya lebih tinggi daripada yang jangka panjang. Nah, sekarang ayo kita lihat fakta historis berikut ini ya. Perhatikan inverted yield curve ya. Di tahun 1989, yield curve inverted dan di tahun berikutnya apa yang terjadi? Resesi terjadi tahun 1990. Resesi. Kendati pun resesi di tahun 1990 ini tergolong mild recession atau resesi ringan. Namun pada saat itu tetap aja angka penganggurannya naik dan Alan Greenspen kemudian mulai memangkas suku bunga acuan Fedfund Rid. Inverted Yelcurve mendahului terjadinya resesi tahun 1990. Menjelang DCOM crash tahun 2000 kembali terjadi inverted yield curve dan kemudian tahun berikutnya terjadi resesi parah antara 2001 sampai 2003. Lagi-lagi inverted yurve mendahului terjadinya resesi 2001 sampai 2003. Di tahun 2007 kembali lagi terjadi inverted yield curve dan memasuki awal 2008 terjadi krisis subprime mortgage dan Amerika mengalami the great recession. Resesi 2008 ini lagi-lagi didahului oleh inverted yield curve. Di tahun 2019 kembali terjadi inverted yield curve dan tahun berikutnya terjadi resesi lagi akibat pandemi Covid-19. Kendati pun resesi kali ini bukan resesi yang diakibatkan oleh permasalahan dalam makroekonomi, melainkan karena masalah kesehatan atau pandemi. Namun tetap aja inverted year curve mendahului terjadinya resesi ini. Dengan demikian, sejak tahun 1990 sudah empat kali inverted curve belum pernah gagal. selalu terjadi dulu menjelang terjadinya resesi ekonomi. Nah, Anda mungkin bertanya, "Bagaimana logikanya kok bisa begitu?" Jawabnya adalah karena investor selalu mengantisipasi apa yang akan terjadi. Sementara The FET selalu bertindak atas data yang sudah terjadi. Perhatikan baik-baik. The F itu selalu mengambil keputusan atas rilis data ekonomi dan itu data yang paling diamati oleh the sehubungan dengan inflasi adalah PCE inflation personal consumption expenditure. Itu sebabnya keputusan DEFED dalam meredam inflasi hampir selalu berlebihan. The F melakukan pengetatan yang berlebihan mengakibatkan ekonomi terkontraksi lebih banyak dari yang secukupnya saja. Nah, jika Anda nonton video saya sebelumnya tentang soft landing, eh jarang sekali terjadi def bisa pas gitu ya, gak berlebihan pengetatannya dan itu adalah tahun 1994 di eranya Allan Greenspen pas soft landing. Dan apabila kita gunakan kurva agregat demand yang penjelasannya ada di video sebelumnya, bagi yang ketinggalan Anda lihat videonya di card. link ini the Fed bukan saja menarik kembali kurva agregat demand hingga national output tepat pada posisi full employment melainkan bablas terus sampai terjadi kontraksi alias resesi. Lalu bagaimana dengan sekarang ini? Nah, coba lihat inverted yilke sudah terjadi sejak pertengahan tahun lalu. Dan berdasarkan data National Bureau of Economic Research dari The Fed, ada 54,49% kemungkinan Amerika Serikat memasuki periode resesi kembali tahun 2024. Resesi ini bukannya tidak mungkin dielakkan lagi sebagaimana saya sebutkan dalam video sebelumnya tentang peluang soft landing. Jika sekali lagi jika upaya The FET selama ini menurunkan agregat demand berhasil sehingga price level turun, inflasi turun sementara job market tetap positif. nonfarmel terjaga positif, maka ada kemungkinan resesi ekonomi tergantikan oleh soft landing. Walaupun kemungkinannya sekarang ini masih lebih kecil dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya hard landing. Karena hard landing kemungkinan sudah 54,49%. Kondisi soft landing ini, ini adalah kondisi ideal yang diharapkan oleh The Fat. Ekonomi melemah, namun tidak sampai kontraksi, tidak sampai resesi. Dan itu dinyatakan dalam survey of economic projection bahwa hingga akhir tahun ini the menargetkan GDP bertumbuh 0,4%. Nah, saya tetap berkeyakinan bahwa seharusnya suku bunga memang tidak perlu dinaikkan lagi dan biarkan inflasi turun secara perlahan ketimbang memaksa inflasi turun secepatnya dengan strategi front loading secepatnya. Seperti kata James Boulard, saya kurang setuju dengan James Bullar. Tapi lagi-lagi James Bullar adalah theat. Saya bukan theat. Lagi pula ngapain juga cepat-cepat jika dengan cepat-cepat itu malah jadi resesi. Salah satu kunci sehubungan dengan peluang soft landing atau hard landing yang bakal lebih besar kalau per detik saat ini kemungkinan hard landing sedikit lebih besar daripada soft landing. Namun semuanya bisa berubah pada core PCE inflation yang akan dirilis pada Jumat 31 Maret 2023 nanti. Saya akan melakukan analisa terhadap PCE inflation ini dan saya akan unggah analisa saya ini di kanal YouTube ini juga pada hari Kamis, 30 Maret 2023. Karena itu pastikan Anda sudah subscribe di channel ini, aktifkan tombol alert supaya YouTube bisa memberikan notifikasi kepada Anda sehingga Anda tidak ketinggalan videonya. Dan bilamana Anda merasa video ini bermanfaat bagi Anda, mohon dukungannya dengan klik tombol like. Terima kasih banyak atas dukungannya. Sukses selalu dan sampai jumpa.
Resume
Categories