File TXT tidak ditemukan.
Transcript
dNFE9YJoDJ4 • Jualan Es Krim Rumahan Laris Manis, Sehari 20 Ribu Pcs Terjual, Harga Cuma Seribuan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0689_dNFE9YJoDJ4.txt
Kind: captions Language: id Allah akan menghancurkan menghancurkan riba dan menyuburkan sedekah. Itu kan hutang kita kita tutup, kita lunasi. Terus babak baru kita modalnya jual aset, Mas. Kemarin tuh ada mobil dua kita jual, rumah satu kita jual. Kita pindah ke Jawa ini. Ya, berangkat dari firman Allah, tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah. Jadi, orientasi kita itu akhirat, Mas. Istilahnya kalau es krim ini cuman sarana untuk mengejar akhirat. Yang kita utamakan memang akhirat. Jadi kita tekankan pun karyawan-karyawan di sini pun seperti itu. Per hari sekitar Rp2.000 juga habis. Apalagi kalau menjelang lebaran itu es kami kurang-kurang. Mungkin sebelum subuh itu salah sudah ngantri di luar. Kalau menjelang lebaran itu H-7 sampai H-1 itu mungkin kalau R.000 habis tu. Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Pak Robani dari Tulungagung, Jawa Timur. Di samping saya adalah istri saya yang menemani sejak dari sekian puluh tahun yang lalu. Kalau usahanya bikin es krim, cuman aktivitas sehari-hari kita berkebun memang enggak nyambung sih. Cuman kalau masalah es krim di rumah kan sudah ada yang mengghandle, ada yang karayon bikin, ada yang ngambil-ngambilin. Kalau ada sales yang datang sudah ada yang ngambil-ngambilin entah istri entah anak kan sudah ada. Jadi kita berkebun mengisi waktu istilahnya untuk menunggu salat kita di kebun waktunya salat ya pulang gitu. Kalau berkebun itu istilahnya untuk mengisi waktu luang aja mengisi menunggu waktu salak lah intinya di kebun kita nalem itu jeruk purut itu, Mas. Jadi kalaupun kita di rumah kan ya kurang gerak namanya usaha di rumah kan ya udah bisa dijalanin sama istri sama anak-anak sama karyawan di rumah kan sudah istilahnya sudah cukup. Jadi istilahnya kita berkebun itu mengisi waktu luang kalau istri di rumah memasak nyiapin itu makanan anak-anak yang kerja gitu. Es krim itu kita rintis sejak tahun 2010 Mas. Sejak dari Batam. Batam. Hm. Waktu tahun 91 kan saya itu merantau ke Batam. Umumnya orang merantau lah menyerek modal untuk bisa usaha apa nantinya sambil berpikir di sana gitu kan. Kebetulan ya pernah jadi sekurity, pernah jualan bakso, pernah ngojek. Yang paling lama itu nyopi rangkot. Nyopi rangkot sudah 10 tahunan. Jadi anak-anak sebaya saya sekolah SMA kita sudah ke Batam. Terus tahun 13 baru pulang ke Jawa nyoba peruntungan usaha es krim di Jawa ngoten. Sampai sekarang alhamdulillah diparingi eksis lancar. Alhamdulillah. Kalau istri sebetulnya dulu kurang mendukung. Soalnya dulu kan istri saya kerja terus saya nyoba jualan itu pada awalnya sih jalan terus di pertengahan usaha kita nyoba-nyoba ngembangin usaha pinjam itu di lembaga di lembaga riba gitu qadarullah. Bukannya berkembang malah habis istilahnya ngerowok babon modale awal malah kekerowok karena gara-gara riba itu dari situ tidak setujunya karena itu iya karena saya kerja kan untuk ini untuk bayar-bayar angsuran per bulan juga kan jadinya saya hampir putus asa abinya bilang udahlah bi usaha yang lain saya bilang gitu tapi abinya enggak semangat terus semangat diperbaiki diperbaiki gitu terus alhamdulillah abinya Dengar kajian ya, Bi. Ya, dengar kajian. Kalau riba itu Allah akan menghancurkan rib, akan menghancurkan riba dan menyuburkan sedekah gitu kan. Berawal dari situ terus itu hutang kita kita tutup, kita lunasi terus babak baru kita modalnya jual aset. Mas kemarin itu ada mobil dua kita jual, rumah satu kita jual kita pindah ke Jawa. Ini jenengan ke Tulung Agung ini akhirnya bawa apa saja, Pak? Ya, ke Tulung Agung ya. Bawa anak. Bawa anak sama bawa hidayah gini. Bawa hidayah sunah. Alhamdulillah. Paling mahal itu, Mas. Paling mahal. Terus ya itu, Mas kita jual rumah yang di Batam, jual mobil terus coba itu usaha di sini tanpa riba. Intinya itu kita itu Mas kita salah sendiri kita ke ke sekolah-sekolahan sampai ke SMP 1 Tulungagung sana. Saya dulu ngantar-ngantar ke sana cuman pakai steropum. Jadi pagi kita loper pakai motor sampai serander anter gitu nanti siang kita ambil seiring berjalan waktu kan sambil nungguin bok kita ambil ya kita coba masuk ke toko-toko gitu dari situ berkembang berkembang di toko bangga berkembang berkembang qadarah salesnya pada datang melamar kerja nah jadi toko-toko saya terus tak kasihkan oh ini ini tokonya nya ini ini tolong diterusin gitu. Memang es krim itu idealnya kan ya dikap kalau enggak langsung di dicontong gitunya gitu lazimnya. Cuman kita inovasi kita masukin di plastik seperti es mambo. Jadi orang tuh makan es kita itu dia bilang loh ini kok kayak es krim lah. Itu meang memang es krim. [tertawa] Jadi biasanya seperti itu. Ini memang tampilannya seperti es mambu cuman itu memang produk es krim. Jadi basic bahannya berbasic susu. He. Jadi bahannya kita masak, Mas. Enggak pakai spartan atau pemanis buatan itu. Jadi anak-anak lebih aman. Nak katuk, ndak serik. Makanya para orang tua pada senang menjajahin anaknya itu. Terus semakin ke sini sudah berkembang. Sekarang juga bikin es drop. Es drop amanah itu bahannya kelapa, sari kelapa. Terus tiga produk kita es koko mirip es Wawan. Jadi sekarang sudah tiga produk dari Robani es krim itu. Ini aroma yang Mas suka. Masyaallah lembut dan tahan lama. Ya Rabbku, selalu lindungilah dia di mana pun ia berada. Dunia tidak pernah menjanjikan jalan yang mulus. Terkadang ia menghantammu tepat di titik tersulitmu hingga napasmu terasa berat dan pandanganmu mulai memudar dalam debu. Di titik terendah ini, suara-suara bising itu mendadak sunyi. Bukan karena ia berhenti, tapi karena hati mulai memanggil pulang. Ada doa yang terselip di setiap serat kain. Ada tangan lembut yang membekaliku dengan ketenangan. Di dalam sebuah game atau permainan, kami bertahan dengan berbagai cara. Tapi dalam hidup, keharuman imanmulah yang membuat kami mampu kembali dengan kepala tegak. Bro, bangun, Bro. Bang, Bro. Aku memilih untuk berdiri lagi. Sebab perjuangan bukan tentang seberapa hebat ia menyerang. Lihat itu, Bro, yang kita cari di depan mata. Tapi tentang seberapa tangguh ia bertahan demi mereka yang menanti. Kemenangan sejati tidak selalu berwujud penghargaan. Kadang ia hanyalah rasa syukur yang terbungkus rapi dalam sebuah pertemuan. Kini debu telah kubasuh, ketegangan telah meluruh. Aku melepaskan sisa lelahku di ambang pintu. Sebab di balik setiap keringat dan perjuangan yang keras, ada saatnya kita harus tunduk dalam kedamaian yang wangi. Oke. Iya. anu model. Alhamdulillah sekarang sudah kita sertifikasi halal dari BPOM. Jadi untuk para konsumen, para pelanggan enggak usah ragu-ragu kalau Susi itu insyaallah halalan thayiban. Ya, berangkat dari firman Allah, tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah. Jadi, orientasi kita itu akhirat, Mas. Istilahnya kalau es krim ini cuman sarana untuk mengejar akhirat. Yang kita utamakan memang akhirat. Jadi, kita tekankan pun karyawan-karyawan di sini pun seperti itu. Jadi, kalau waktu salat tiba itu mesin dimatiin, kita ajak salat berjamaah di masjid gitu, Mas. Terus yang kedua yo kita istilahnya ya merintis sikit-sikitlah sodqah walaupun belum banyak ya kita insyaallah kita memohon pada Allah minta bisa dirutinkan untuk tiap hari bersedekah ya itu kan Rasulullah juga dawuh orang itu kalau orientasinya akhirat urusannya akan dikumpulkan, akan dimudahkan tapi sebaliknya kalau tujuannya dunia urusannya itu akan dicerai berikan kan terus kefakiran di pelupuk mata. Nah, itu lafaz hadisnya ada cuman kita bukan praktisi jadi belum hafal. [tertawa] Sehari bisa produksi berapa es lilin, Pak? Perkiraan kalau es belangnya es belang ori kan kita punya nama itu sekitar Rp2.000 pis. Kalau es drop-nya sekitar Rp3.000 kalau es kok coconya itu R.00. 15 marketnya selama ini ke daerah Tulungagung, Kediri, Blitar, Trenggalek, sebagian Sidoarjo, sebagian Nganjuk, sebagian Surabaya. Mereka qadarullah ya semua karena Allah yang nuntun ke sini. Jadi mereka ngambil ke sini, mereka yang jemput bola. Nah, sekarang anak-anak kita sudah selesai kuliah ya istilahnya belajar kerja, belajar nyari duit. Nah, sekarang insyaallah perosen-prosen food yang di luaran daerah gitu kita insyaallah siap mengantar. Jadi kalau sekiranya mau dikirim atau apa, insyaallah kita sekarang sudah siap armadanya. Mungkin tergantung situasi ya, Mas ya. Mungkin kalau panas gitu kan panas gitu ya. Heeh. Per hari sekitar Rp20.000 juga habis. Apalagi kalau menjelang lebaran itu es kami kurang-kurang. Mungkin sebelum subuh itu salah sudah ngantri di luar. Kalau menjelang lebaran itu H-7 sampai H -1 itu mungkin kalau R200.000 habis tuh, Mas. Kalau hari-hari biasa ya tergantung cuaca. Kalau lagi panas gitu ya alhamdulillah bisa Rp15.000, Rp20.000 itu bisa habis. Kalau di wilayah Tulungagung kisaran 1000-an, Mas, harga jual terakhir 1.000 dapat es yang bergizi, tidak menggarai serik, menggarahi batuk. gitu. Makanya mamak-mamak, bapak-bapak itu kalau anaknya jajan itu dibolehin gitu. Kalau es kokonya R2.000 soalnya kan satu pisis gini kan dua isi itu jadi dijual Rp2.000. Kalau es dropnya juga alhamdulillah masih 1000-an. Walaupun 1000an kita juga pakai gulanya gula fruktosa, Mas. Gula asli enggak berani pakai sari manis. Soale nanti untung banyak e ke depannya bisa pelan-pelan nyungsap gitu. Gak berkah lama. Gak berkah. Soalnya kan anak-anak bisa batuk bisa serik gitu. Nanti lama-lamaan kapok rama orang tuanya gak boleh. [tertawa] Dan itu untung, Pak, ya. Jual Rp1.000 itu ngih. Alhamdulillah, Mas. Insyaallah itu yang namanya insyaallah keberkahan, [tertawa] Mas. Jadi istilahnya kalau namanya keberkahan itu insyaallah walaupun sikit nanti bisa jadi sama Allah dikasih laku banyak gitu. Maksudnya untungnya ngambilnya sikit gitu kan. Nah, nanti habisnya banyak gitu kan. Kalau dihitung secara matematis ya memang enggak ketemu lah. Kalau sekarang jualan 1.000 dapat [tertawa] gak ketemu. Itu loh kalau yang namanya keberkahan itu insyaallah. Jadi walaupun harga 1.000 insyaallah kualitasnya kita jaga. Betul, Mas. Soalnya sedekah [tertawa] soal soalnya tanggung jawabnya dunia sampai akhirat. Kalau sampai menzalimi orang kan nanti banyak yang nuntut saya di akhirat. Marketingnya ya itu Mas kita istilahnya pakai jalur langit. Jadi kita jalani syariatnya insyaallah kita memohon dibimbing untuk bisa melakukan ibadah dengan benar. Nanti insyaallah kalau kita menjalankan syariat Allah dengan serius nanti Allah sendiri yang mengatur, yang menuntun, yang mengatur alurnya itu Allah sendiri. Insyaallah endingnya bahagia. Insyaallah. Allahumma yasir tuasir watam bil khair. Jadi hasilnya insyaallah mudah-mudahan hasil yang baik gitu. Jadi istilahnya kita enggak ngoyo ya. Memang di luaran ya banyak saingan ini yang ini, yang ini ya. Kita kan tujuan mereka, tujuan kita kan masing-masing Mas. Kalau kita tekankan tadi ya memang kita tujuannya orientasinya akhirat. Jadi ini kan cuman wasilah aja itu. Jadi kita tinggal hubungan kita sama itu kita perbaiki, kita bagusi, kita memohon hidayah taufik pada Allah biar dikaruniakan kita kekuatan untuk selalu istikamah dalam ibadah kepada Allah gitu. Insyaallah nanti dunianya ngikut itu Mas nanti mumet Pak. Awal-awal itu yang waktu pinjam riba. Semenjak kita tinggal riba, alhamdulillah step by step sikit sikit sikit gitu. Alhamdulillah berkembang. Nah ya istilahnya pakai riban nanti ada itu jalannya menuju kehancuran itu ada aja nanti ada itu yang orang punya sebahkan lah itu pakai riba kok enggak apa-apa kok berkembang. Oh tunggu dulu. Triggernya tobat waktu itu karena apa, Bu? Karena abinya dengar itu radio, Mas. Sebenarnya radio. Iya radi. Dulu dulu kita pernah di Bam itu di selah-selah kesugukan kan kita dengari radio lah ituah pas yang kita setel itu namanya radio hang kalau itu. E jadi mereka itu mendakwahkan dakwah tauhid memurnikan ajaran Islam sesuai yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabat. Jadiak dari situ ya kita pelan-pelan berhijrah. Hijrah. Kalau dari Ibunya kan banyak nih, Bu ya. Sebagai ibu juga ada. Sebagai manajer di usaha ini juga iya. sebagai istri juga. Iya. Prioritasnya yang mana? Iya, sebagai ibu rumah tangga pastilah ini ya. Nomor satu mungkin keluarga, nomor dua mungkin saya juga gak sendiri, adinya juga dukung kalau masalah yang lain gitu kan. Iya. Jadinya mengalir gitu aja. Alhamdulillah selama ini kan bahan datang sudah ada dananya gitu. Gula sudah datang ada gitu. Alhamdulillah selama ini gak ada utang gitu jadinya ringan gitu. ada utang semenjak di ee Jawa ya, Bi. Iya. Ya, utang dulu itulah yang nyoba-nyoba jadinya ringan Mas gitu kan. Heeh. Jadi mungkin aktivitas pagi biasa ngerawat anak seperti itu, masak seperti itu ya. Jadi nanti kalau masalah nyiap-nyap masakin itu anak-anak kerja, anak kerja. Jadi masalah gaji juga sama saya. Gaji karyawan yang nyiapin saya untuk belanja. Bahan-bahan semua saya yang nyiapkan. sekitar 20 lebih 25an Mas. Nah, kurang lebih 25. Harga es krim yang 1000an itu, Bu, sebulan dapat pemasukan berapa? Ee selama ini kami gak pernah ngitung. Kata mi gak usah kamu hitung nanti mumet katanya gitu. Soalnya gak masuk dihitung-hitungan gak masuk, Mas. Nanti kalau plastik segini, gaji karyawan segini, gula segini gitu, listrik segini lah ke mana ini gitu. Listriknya aja sekitar R jutaan loh. R juta per bulan kita jual es 1.000 ya. Jan bayangin coba jenengan bayang loh itu dari tahun harga itu segitu aja loh. Mas iya Mas. Itu kalau enggak campur tangannya Allah mana mungkin. Iya harga gula sekarang sampai sekarang ini bedanya jauh. Oh jauh. Tapi tahun 2010 itu harga gula jam bayangin berapa sekarang harga gula. Iya. Terus harga plastik juga Mas plastik itu hampir lipat juga sekarang sudah di itu diubsisilang jadi disilang sama itu ada es drop es koko gitu. Jadi bisa jadi yang untuk modal yang produk ini yang ngasih untung yang produk ini kan jadi sudah silang gitu. [tertawa] Yang penting istilnya produk kita kita jaga. Jangan sampai anak-anak itu makan serik apa batuk gitu, Mas. Ini istilahnya jangan sampai menzalimi orang. Istilahnya nanti kalau kita awal bikinnya seperti itu kan nanti berbalik ke kita to. Kalau kita enggak zalimi orang insyaallah orang juga respek sama kita. Kepada para pelaku usaha, saudara-saudara kami yang di luaran sana. Ya, ayolah kita di dunia ini kan ya istilahnya sementara istilahnya kita di difokuskan sama yang menciptakan kita untuk suruh beribadah. Jadi ayolah kita fokuskan kita ini tujuannya untuk akhirat. Jadi kalau usaha jangan pakai modal riba. Insyaallah biar berkah. Kalau tujuan kita akhirat insyaallah nanti dunianya sama Allah diikutkan gitu, Mas. Bismillah. Saya Rabbani. Ini istri saya Ibu Ani dari produk Robani Es Krim. Alamat Desa Panjirejo, Kecamatan Rejo Tangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pertama mengucapkan terima kasih kepada seluruh customer-customer kami, Mas. Kepada toko-toko yang sudah bisa kami titipin ya. Semoga semua mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu wa taala. Jadi kita tutup dengan doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh.