Transcript
cybaFhZG47Q • Tidak Perlu ke Kota, Usaha Kayu Ini Bisa Bikin Kaya & Hidupi Puluhan Pengangguran di Desa
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0685_cybaFhZG47Q.txt
Kind: captions Language: id Imah itu berbeda dengan UMKM lain. Kalau UMKM lain biasanya masalah klasiknya adalah mampu bikin produk susah jual sampai minta tolong siapa gitu untuk jualin gitu. Kalau Imah Kai itu kebanjiran orderan Mas. Antrian itu kadang sampai 40 harian lebih. Dan saya saat ini sedang melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan besar di Amerika untuk menyuply good portable di sana. Karena ternyata harganya jauh banget, Mas. Kalau di sana itu saya punya satu prinsip memandang semua orang itu penting dimakai. Apapun posisinya, siapapun dia itu penting. Tapi jangan sampai pentingnya orang tersebut mengganggu keberlangsungan Imak Kai. Termasuk saya sebagai owner ketika saya enggak ada di kantor, enggak ada di workshop itu IMAK harus tetap berlangsung juga. Sebaliknya, Imahkai itu penting bagi tim, bagi saya, bagi siapapun di Imahkai itu penting. Tapi pentingnya Imahkai juga jangan sampai mengganggu keberlangsungan kehidupan dari masing-masing. Itu Indonesia itu kan menurut data sekitar 84.000 desa. Kalau satu desa itu kita asumsikan punya lima dusun atau lima kampung sudah sekian ribu kan. Nah, kalau setiap dusun itu punya satu UMKM yang memiliki minimal atau sekitar 50 tenaga kerja, maka se-Indonesia akan ada 21 juta lapangan kerja dari UMKM kelas dusun Kimakai. 21 juta itu udah surplus 2 juta dari target atau janji Mas Gibran, Mas. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Cahyono Perdana. Saya owner dari Imah Kai, sebuah industri kerajinan kayu berbasis sociopener. Jadi, Imah Kay ini memiliki satu target khusus ya, yaitu zero pengangguran di Kampung Glewang ini. Jadi, Imah Kai ini punya banyak produk ya. Salah satu bahan baku utamanya adalah kayu jati Belanda. ini kita olah menjadi berbagai kerajinan kayu. Tapi pada perjalanannya itu ternyata menemukan satu jenis produk yang itu bestseller banget yaitu boot portable. Mas, boottable ini sudah terjual mungkin ribuan pie gitu. Jadi, Imaka ini lahir di awal tahun 2022 dari desa bernama Kampung Glewang, Desa Bener, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Tapi walaupun Imah ini di desa Mas, alhamdulillah produknya sudah menuju pelosok Nusantara di Indonesia ini. Bahkan sudah sampai mancan negara itu. Dulu saya tuh melihat YouTube-YouTube luar negeri tentang carpenter atau tukang kayu itu kok keren-keren gitu. Makanya dari situ saya berpikir saya pengin jadi tukang kayu yang kayak di YouTube itu yang keren gitu. Dulu saya masih ingat itu modal saya itu masih kecil hanya sekitar Rp15 juta. Saya pergi ke Purwokerto untuk membeli alat yang sederhana. Pulang dari situ saya pelajari sendiri, Mas. Saya kulik sendiri ilmunya gitu. Ngamplas, motong semua nyuguuh. Itu saya pelajari sendiri. Baru setelahnya saya memberanikan diri untuk rekrut satu karyawan. Kebetulan tetangga ada yang nganggur. Nah, saya buka sebuah workshop gitu dan ada teman yang tahu kalau saya buka workshop kayu. Namanya Bang Dodi. Bang Dodi itu punya toko pakaian di Majenang. Mungkin karena kasihan gitu yang ngasih saya orderan, Mas. Dan ngasihnya itu enggak hanya satu dua, tapi Renok beberapa toko miliknya yang ada di Majenang. Jadi bikin gantungan baju gitu, ngedesain kayak distro-distro gitu gitu. Itu dari situ saya muncul kepercayaan diri, saya rekrut, pelan-pelan nambah-nambah orang gitu dari tetangga-tetangga sekitar gitu. Banyak pemuda di sini yang mohon maaf ya masih nganggur gitu, Mas. Saya dulu ketika sudah lulus SMK, saya adalah seorang pemandu wisata tour guide dan tour leader. Dulu kantor utamanya itu di Payakumbu, Sumatera Barat. Tapi perjalanan saya itu membawa orang Sumatera ke Pulau Jawa, Bali gitu atau membawa orang Jawa ke Sumatera. Jadi saya enggak stay di sana, enggak stay di kantor tapi ke mana-mana gitu. Karena setelah menikah saya pengin stay bersama keluarga kan. Apalagi setelah punya anak gitu. gimana caranya saya tinggal di desa gitu. Akhirnya saya cari sesuatu yang bisa mengoptimalkan potensi saya walaupun di desa. Saya ketemu satu namanya Urban Farming Majenang saya namakan itu saya mengolah limbah lingkungan satu desa itu saya olah baik skala industri maupun rumahan itu saya olah. Saya jadikan media tanam organik siap pakai dan pupuk organik juga yang siap pakai. Dan alhamdulillah tahun 2024 kemarin saya ikut lombakan dalam lomba inovasi daerah tingkat Kabupaten Cilacap itu mendapatkan juara du Mas gitu sampai sekarang itu. Jadi modal yang R5 juta tadi itu sebenarnya dari urban farming itu, Mas. Salah satu yang membuat berbeda dari orang lain adalah Imah Kai ini tidak hanya menjual produk tapi menjual solusi, Mas. Kan produk unggulannya tadi adalah boot portable kan. Itu menjual solusi bagaimana orang dengan modal di bawah R juta itu sudah bisa mewujudkan mimpinya memiliki bisnis. Boot portable kan basicnya ya itu cuma 1,5 jutaan. Dia bisa beli boot itu, kemudian dia kasih branding dan bisa juga untuk trial error bisnis. Kemudian awal misalkan dia jual kopi tuh agak kurang laku tuh kopinya karena mungkin di daerah tersebut kurang peminat kopi itu tinggal ganti brandingnya aja 100 R00.000 udah bisa ganti brandingnya aja misalkan jualnya jadi tape gitu. Kurang laku juga ganti juga ya mungkin di usaha yang ketiga itu misalkan esteh atau apa. Nah buminya di situ. Nah itu trail horor bisnis di situ. Dan alhamdulillah sudah menjadi kepercayaan brand-brand besar ya kayak ST Solo, Burger Bangor, Mercedes-Benz, Nasi Kepal Nusantara gitu dan bahkan ya tadi sudah sampai mancenegara juga. Itu untuk yang dalam negeri. Kami menemani orang-orang mewujudkan mimpinya memiliki bisnis yang boot portable. Saya dapat pesanan itu dari salah satu perusahaan di Bogor PT gitu. Kemudian saya buat storyting tentang boot portable itu ternyata nyangkut di banyak FYP itu. Dan ternyata banyak yang masuk yang nanya dan imahka ini walaupun kelihatannya lancar ya juga punya masalah-masalah ya Mas. Gini ya. Masalah pertamanya adalah ketika tadi kontennya itu FYP itu saya belum siap. Admin belum punya nomor yang dicantumkan di media sosial itu adalah masih nomor pribadi gitu. Ternyata itu blunder, Mas. Orang pengin tahu yang nanya itu yang WA ke WA pribadi saya itu tidak hanya satu dua orang, bisa puluhan bangkan, ratusan. Enggak terbalas kan otomatis. Nah, ketika enggak terbalas itu orang kecewa. Nah, imah kai di mata orang lain itu tidak profesional, tidak bagus. Maka saya dapatkan pelajaran pertama dari situ. Ketika energi kita belum cukup, kita jangan coba-coba untuk yang pengin yang banyak gitu. Justru fokus aja pada satu titik gitu, Mas. Yaitu membesarkan sistemnya kita ee membuat sistem tertata gitu, Mas. Dulu di kampung sini saya kan bersosial ya, itu kok banyak sekali anak-anak sekitar di sini yang ya itu mohon maaf masih mengganggur gitu ya. Bahkan ada yang tadi lulusnya SD, SMP itu tidak punya pekerjaan yang tetap sehingga mereka lebih terjerumus ke arah arah yang kurang bagus, negatif gitu. Dari itu saya berpikir gimana nih saya cari sesuatu yang bisa menggali potensi mereka gitu. Ya, itu dari awal saya pengin ini di kampung ini sudah enggak boleh lagi ada yang nganggur. Titik kesuksesan Imah Kai itu bukan seberapa kaya saya sebagai owner, seberapa mewah atau bagus rumah saya sebagai owner, tapi titik kesuksesan Imah Kai adalah ketika imah Kai berdampak bermanfaat bagi ee warga sekitar gitu. Itu titik kesuksesan saya. Makanya kalau dibilang omsetnya harus berapa atau omsetnya sudah berapa maka ya adalah gitu. alhamdulillah banget bisa mencukupi. Tapi karena ada kata sosialnya itu maka laba bukan target utama saya. Tapi saya pengin mengangkat derajat sosial finansial dari teman-teman di sini gitu. Ketika saya ketemu dengan mereka kadang di briefing pagi atau dalam meeting-meeting gitu, saya selalu menekankan kepada mereka, kalian harus bertempat di tempat yang memiliki dua hal untuk tumbuh. tumbuh secara finansial dan tumbuh secara akal. Artinya kalian harus dapetin uang dan atau dapetin kemampuan. Kalau dua hal itu tidak kalian dapatkan di satu tempat, kalian boleh cari jalan lain. Ya itu makanya ketika ada anak yang punya potensi bagus ya pendidikannya oke gitu. Dia punya potensi untuk bisa lebih besar di luar imah kai itu saya dorong malah Mas. Silakan kamu cari tempat lain atau pekerjaan lain yang mungkin lebih besar penghasilannya daripada Imak Kai. Misalkan ke melamar kerja ke perusahaan besar ke BUMN gitu silakan gitu. Karena Imahka itu bukan tempat untuk membunuh Mihimpi anak-anak sekitar sini. Justru sebagai tempat awal untuk mereka mencari keberanian dan kemampuan. Setelah mampu kalau kalian pengin sesuatu yang lebih besar dari makai silakan gitu. Tapi alhamdulillahnya walaupun saya bilang gitu, lebih banyak yang bertahan di Makkahi daripada yang pergi gitu, Mas. Tadi sudah kita lihat hampir 50 orangan kan di Makai itu ya yang keluar mencari hal yang baru ya mungkin hanya sekitar 1 sampai 5 orang aja. Pertama masuk di sini itu anak-anak Imah Kai itu kalian silakan nyaman dulu gitu. Kalian pekerjaan enggak bisa itu enggak apa-apa. Tapi pertamanya nyaman. nyaman dengan pekerjaan, nyaman dengan teman-teman kerja, nyaman dengan tempat kerja, dengan senior kamu, bahkan nyaman dengan saya. Itu yang utama. Dia mau bisa 1 2 3 hari atau bahkan sebulan itu enggak masalah bagi saya karena itu target saya. Bukan untungnya ketika saya agak emosi gitu, kok ini anak lama banget bisanya, saya harus lari lagi. Tujuan awal saya sosener. Bukan nyari untung, tapi nyari hal lain yaitu si anak ini bisa kerja, bisa menghasilkan uang, gitu. Itu salah satunya gitu, Mas. Imah itu boncosnya di awal-awal, Mas. Hanya sekitar 6 bulanan mungkin ya. Itu pun enggak boncos ya dalam artian hanya sama dengan aja keluar sama dengan masuk gitu. Enggak ada sisa-sisanya. Setelah itu saya sangat bersyukur kepada Allah. Setiap pagi saya mengajak semuanya untuk bersyukur imah Kai itu berbeda dengan UMKM lain. Kalau UMKM lain biasanya masalah klasiknya adalah mampu bikin produk susah jual sampai minta tolong siapa gitu untuk jualin gitu. Kalau Imah Kai itu kebanjiran orderan Mas. Antrian itu kadang sampai 40 harian lebih. Padahal sehari kita bisa bikin sekitar 4 sampai 6 boot portable. Tapi banyak suari masuk gitu. Bahkan yang ke luar negeri kita sudah kirim ke Brunei Darussalam, Singapura, Timor Leste gitu ya. Yang ke Eropa juga ada. Kita udah kirim ke Prancis, Kanada, Chile dan saya saat ini sedang melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan besar di Amerika untuk menyuply boot portable di sana. Karena ternyata harganya jauh banget, Mas. Kalau di sana itu kalau yang di sini sekitar Rp3 jutaan, di sana bisa R0 jutaan. Karena di sana harga tenaga kerja untuk satu orang itu R0 juta, Mas. Di sini bisa untuk berapa puluh orang kan di sana 60 juta per bulan. Makanya orang luar itu itu pengin nyari produk di Indonesia karena memang mereka anggap murah secara harga. Imakaai itu hampir tidak pernah menggunakan ads. Tapi saya bukan anti iklan. Iklan saya adalah tetap mengalokasikan dana iklan, tapi cara payment-nya, cara menggunakannya berbeda. Saya rekrut tim konten yang kreatif. Saya gunakan dana itu untuk rekrut tim konten yang kreatif untuk pengadaan instrumennya seperti kamera gitu kan. Lalu membuat konten yang serius. Lalu saya posting kenaikannya secara organik gitu. Dan itu lebih membuat imah Kai bernapas panjang daripada pakai ads. Jadi kenaikan imah Kai itu di media sosial kan cukup banyak ya. Lumayanlah gitu walaupun belum sampai seperti pecah telur. Tapi saya mau ngejar tuh. Kalau katakan tidak menjanjikan, buktinya saya sudah lebih dari 4 tahun ya berjalan dan alhamdulillah bisa eksis dengan teman-teman. Sangat menjanjikan. Tapi satu poinnya adalah ketika berbisnis di Indonesia, kita harus menyisakan ruang sabar dan ikhlas. Kalau enggak kita akan mati karena sakit hati. Imah Kahi itu kan sebelum menciptakan produk pasti melakukan riset. Riset produk ini tidak murah. Waktu, tenaga, pikiran, materi gitu. Selain itu ketika selesai membuat konten juga tidak murah kan. kita panas-panasan, kita editing, kita foto, gitu kan dengan tim itu. Lalu setelah diposting di media sosial, tiba-tiba ada yang mencuri. Mencuri ide, mencuri foto, mencuri video walaupun sudah ada watermark-nya tuh. Dia jualan terang-terangan di Shopee, jualan terang-terangan di media sosial dengan foto dari kami gitu. Bahkan saya hampir tiga kali itu WA, "Mas, saya mau beli gitu. Saya pura-pura pembeli." Itu benar foto e jenengan? Oh, iya Mas. Ini milik kami gitu. Lalu saya bilang, "Saya dari Makai kok kayak gitu sih?" Ada yang langsung saya diblok, ada yang minta maaf. Padahal saya sangat terbuka untuk sharing itu. Karena saya pun mendapatkan ide itu dari teman-teman kayak di Malaysia, saya punya rekanan di Kikayu itu kita saling tukar ide. Kita dari Filipina juga ada. Kita saling tukar ide kayak gitu. Jadi kalau luar negeri itu sangat menghargai ide. Berbeda dengan Indonesia main comot, main curi. Makanya harus punya ruang ikhlas dan sabar berbisnis di Indonesia, Mas. Nah, memang ketika hal kayak gitu ya udah saya tetap tenang. Mudah-mudahan itu menjadi amal ibadah ee keluarga besar Imakai gitu. Karena sudah menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk mencari rezeki. Gitu aja sih saya simpelnya. Padahal gampang banget mereka tinggal ngubungin saya mau apa, mau apa gitu. Karena saya juga sendiri merasa bahwa produk-produk yang kami dapatkan juga dari hasil dikasih orang lain gitu. Cuman masalahnya kenapa mereka harus mencuri gitu. bahkan mencurinya adalah foto gitu yang itu hasil karya kami. Imaka itu enggak pernah krisis ya, Mas. Jadi saya mau cerita ceritanya sukses aja lah. Tapi krisisnya itu yaitu di awal itu adalah saya menghabiskan energi terlalu banyak untuk terlihat keren dengan membuka semua media sosial dan semua e-commerce. TikTok saya buka, Shopee saya buka, Tokopedia saya buka, gitu. Media sosial dari mulai Facebook, YouTube, semua. Instagram, TikTok gitu saya buka semua kan. Keren kan kalau ada entitas bisnis terus punya semua media sosial dicantumin kelihatan keren ya Mas. Nyatanya itu energi habis belum sampai ke mana-mana energi sudah habis karena tim belum siap. Untungnya saya cepat menyadari hal itu karena ternyata awal merintis bisnis itu tidak perlu kayak gitu. Akhirnya saya lihat mana instrumen yang paling cepat tumbuhnya. Ternyata Instagram. Baru setelah itu saya bunuh semuanya. TikTok saya stop, Shopee saya stop. Tokopedia saya stop, saya fokus di Instagram terus gitu dan ternyata jalan juga di Instagram karena memang market Instagram itu adalah market menengah ke atas ya, Mas ya. Jadi orang begitu lihat senang ya udah beli enggak ada nawar-nawarnya gitu terus tunggu. Saya buka kembali e-commerce itu di tahun ketiga, Mas. Iya. 2025 di bulan Juni kemarin setelah saya menemukan data bahwa banyak sekali orang yang pengin beli via e-commerce. Jadi saya buka ee e-commerce itu tidak nebak-nebak, tidak ah buka ah gitu. Mudah-mudahan laku enggak. Tapi ini banyak nih orang yang pengin gitu karena pengin memanfaatkan peleter kan atau pembayaran kartu kredit gitu kan. Jadi mereka pengin belinya di e-commerce gitu. Akhirnya 100 juta pertama imah Kai itu di Shopee itu kurang dari 2 bulan, Mas. Iya, alhamdulillah. Itu kan itu baru Shopee belum tokpad dan TikTok gitu di 2 bulan sampai sekarang kita buka Shopee. Termasuk pengiriman internasional, Mas. Itu saya enggak langsung walaupun banyak yang wah pengin please send your price list gitu kan masuk banyak saya enggak langsung buka karena pengalaman awal tadi itu. Saya siapin dulu sistemnya, saya siapin dulu admin internasionalnya. kan enggak sembarang orang kan membalasi ada yang dari Ukraina, dari Jepang, dari India gitu. Bahkan saya buka juga nomor khusus international shipping gitu agar lebih fokus, agar langsung terlihat profesional gitu. Jadi walaupun ini bisnis rumahan yang ada di desa, orang luar itu enggak ngelihat ini bisnis rumahan dan bisnis desa, tapi ini bisnis yang besar di Indonesia gitu. Bahkan itu sampai orang-orang Amerika itu menghubungi, "Wah, ee produk kamu bagus, saya pengin beli. Produk kamu bagus, saya pengin beli." gitu. Ayo kerja sama kayak gitu. Saya sendiri punya target ya walaupun dia sosial preneur saya punya target setiap tahun atau setiap bulannya kita harus kayak gini, harus kayak gini. Salah satunya misalkan penggunaan AI. Jadi di Mahkai itu walaupun yang bekerja di sini adalah teman-teman ee lulusan SMK bahkan di bawahnya itu saya selalu paksa untuk up to date. Nih, kalian sekarang desain harus pakai AI gitu. Kalian pelajari AI mana yang paling bagus menurut kalian. Kita siap bayar gitu. Walaupun kita searchene dengan people yang tanda kutip tadi, mohon maaf ya, di bawah SMK ada yang SMP SD gitu, tapi kita enggak boleh kalah dengan mereka yang S1 atau bahkan S2 gitu. Video kita bikin perpadukan dengan AI, desain kita perpadukan dengan AI gitu. Jadi antara konvensional dengan sosial prener itu hanya ditambahi aja sebenarnya pada targetnya target sosial dengan target laba kan gitu. Kalau konvensional mungkin dia wah yang penting laba karyawan mau gajinya kecil mau apa bodo amat gitu kan mau cukup juga enggak. Kalau sos pener lebih ke orang-orangnya juga harus makmur gitu. Salah satu hal yang menurut saya penting adalah pencatatan keuangan ya Mas. UMKM itu saya kan kadang juga keliling ya suka nanya ibu sih nyatat enggak? Enggak. Katanya ini masalah klasik. Kadang karena mereka merasa bisnis ini adalah bisnis saya sendiri bisnis masih kecil sehingga mereka tidak melakukan pencatatan imah knya tidak. Sejak saya pergi ke Purwokerto beli alat itu saya catat. Saya ada yang beli R5.000 saya catat. Pengeluaran beli pensil misalkan R.000 saya catat semuanya sampai sekarang. Iya dari awal berdiri itu sudah punya laporan keuangan walaupun pas sama dengan gitu kan. Karena itu benar banget itu bisa menjadikan acuan, menjadi keputusan manajemen dalam memutuskan kita rekrut karyawan lagi atau tidak, kita naikkan gaji karyawan atau tidak gitu. Bahkan karena laporan keuangan ini ada, saya juga digaji secara pribadi. Dari dulu sampai sekarang saya juga digaji dan saya tidak berani mengambil uang yang bukan gaji saya dari perusahaan ini. Jadi laporan keuangan ini memang sangat penting. Jangan merasa bisnisnya kecil, bisnisnya sendiri, bisnis keluarga sehingga tidak perlu pencatatan sampai sedetail itu. Itu wajib banget dicatat, Mas. Dari laporan keuangan itu ya kita bisa menentukan harga jual juga. break even point gu kita juga ketemu dari laporan keuangan itu. Sebelum memulai bisnis ini itu riset dulu ya gimana sih bisnis yang bagus? Saya baca apa dengar-dengar YouTube yang success before 30 gitu kan ya. Itu dari situ kalau mau bisnis sukses catat keuangannya gitu saya praktikin gitu karena kan pola sukses itu sebenarnya bisa ditiru ya. Nah saya niru yang sukses gitu dan ternyata sukses juga gitu. itu. Jadi ketika ditanya Imah Kai punya hal buruk tentang keuangan karena tidak dicatat? Saya tidak punya karena saya selalu mencatatnya. Jeleknya bisnis orang lain saya lihat, saya pelajari dan saya tidak boleh niru jeleknya orang lain. Saya niru bagusnya aja gitu. Itu diterapkan ke Imah Kai gitu, Mas. Kalau kayu itu wajib di oven ya, Mas. Jadi bukan hanya roti aja yang diopen, tapi kayu juga dioven. Jadi jati Belanda yang kami gunakan itu adalah sebenarnya pinus oven gitu kan. Seratnya keluar terus lebih tahan lama gitu. Jadi yang di belakang-belakang saya ini kayak ini. Ini kan seratnya bagus banget. Ini adalah kayu oven. Dia lebih kuat terhadap e rayap, terhadap hama kayu gitu dan seratnya juga lebih bagus. Finishing-nya juga lebih gampang. Jadi saat musim panas dan musim dingin kayunya akan tetap seperti ini ketika dia di oven. Kalau enggak saat musim panas dia mengkerut karena tadinya dia masih basah ketika kita produksi, kita lakukan paku seperti ini, dia mengkerut ketika kena panas. Makanya kalau pintu gitu, pintu kusen gitu tiba-tiba lama-lama makin ada yang menyusut-lesut itu berarti itu kayunya kurang bagus mungkin belum di oven. Jadi boot portable yang kami buat itu kombinasi antara plywood, pinewood ini kemudian dengan HPL kemudian ada yang finishing-nya di chat dan lain sebagainya. Jadi kombinasi dari berbagai bahan bahkan ada yang PVPC board gitu. Jadi bahan-bahan yang terbaiklah Mas premium gitu. Bahkan karena penggunaan bahannya adalah bahan premium. Kadang orang-orang sekitar itu ketika tanya ke sini, "Wah, kok mahal ya, Mas? Saya enggak berani." gitu. "Mahal ya, Mas? Enggak berani." Imah itu di daerah sini di Majenang itu enggak dikenal, Mas. Dikenalnya di luar gitu. Karena memang dari bahan bakunya saya juga sudah menggunakan bahan baku premium yang harganya otomatis sudah tinggi. Kayaknya persepsi keliru ya ketika sos opener jangan untung gitu. Itu kayak kerja bakti banget ya. Saya walaupun sosial opener tentu harus untung kan target saya kan sosial juga naikin gaji tim mungkin sedekah ke lingkungan juga banyak gitu. Agar itu bisa terjadi kan harus naikin laba juga. Bahkan penjualannya jangan hanya stagnan di Indonesia, saya juga ngejar penjualan ke luar negeri bisa dolar masuk, rupe masuk, euro masuk gitu ya. Tapi untungnya jangan buat sendiri. Ketika untung ya untung juga ramai-ramai gitu. Saya pengin gaji tim itu setinggi-tingginya gitu. Kalau bisa lebih besar dari gaji presiden ya alhamdulillah gitu. Itu penginnya gitu. Saya selalu terbuka ke mereka teman-teman. Saya pengin naikin gaji teman-teman ayo kerja bareng gitu. Karena gini, Mas. Saya punya satu prinsip memandang semua orang itu penting dimakai. Apapun posisinya, siapapun dia itu penting. Tapi jangan sampai pentingnya orang tersebut mengganggu keberlangsungan IMAKAI. Termasuk saya sebagai owner ketika saya enggak ada di kantor, enggak ada di workshop itu IMAK harus tetap berlangsung juga. Sebaliknya imahkai itu penting bagi tim, bagi saya, bagi siapapun di Imahkai itu penting. Tapi pentingnya imahkai juga jangan sampai mengganggu keberlangsungan kehidupan dari masing-masing itu. Saya sekarang sampai nyari orang dari luar, Mas. Berarti kan sudah habis di sini untuk pemudanya ya. Karena target saya adalah pemuda-pemuda. Pokoknya pemuda yang datang ke sini saya harus terima gitu. Kadang mereka datang tuh sama orang tuanya, Mas. Datang dengan ibunya, dengan bapaknya gitu, bahkan dengan keluarganya minta kerjaan. Nah, pada saat dia datang itu kadang pekerjaan di sini enggak ada, tapi saya enggak katakan enggak ada. Saya hanya minta, "Pak, tunggu ya," gitu. Nanti saya kabarin lagi. Nah, setelah itu saya berpikir bagaimana caranya saya menciptakan lapangan kerja untuk anak tersebut, gitu. Mungkin seminggu, du minggu saya panggil, "Oke, silakan kerja gitu." Dan alhamdulillah ketika saya kayak gitu, itu ada aja kerjaan untuk dia. Kayak dari satu, dua orang, 3 empir 50-an. Ya, itu sebuah keajaiban bagi saya. Nah, satu fakta unik di Imah Kai walaupun Imakai adalah kerajinan kayu ya, tidak ada satuun tukang kayu asli di Makkahi. Semua orang yang ada di sini saat ini adalah dari hasil belajar, dari hasil mau salah dan mau bertumbuh bersama. Jadi, sistem rekrutmen saya itu tidak langsung banyak orang. Kalau di satu divisi, kalau beda divisi mungkin ada yang beberapa langsung. Saya kan divisi sudah lengkap ya. Ada divisi admin domestik, admin internasional, admin e-commerce, desain, eh konten, produksi, operasional gitu, keuangan gitu sudah ada. Walaupun keuangannya misalnya cuma satu orang, operasional satu orang gitu. Jadi ketika di satu divisi itu saya rekrutmennya satu orang dulu. Saya bilang ke seniornya, "Tolong ajari ini sampai bisa tapi jangan paksa bisa. Biar ini dia nyaman dulu." Nah, 1 2 minggu itu dia mulai bisa kan. Kalau ada lagi yang mau masuk itu saya kasih masuk lagi gitu. Jadi tidak langsung banyak satu-satu itu sampai si si yang satu itu bisa jadi senior ngajarin lagi gitu. Saya bilang ke mereka, "Kalian jangan pelit ilmu, ajari aja." Gitu. Awalnya dulu saya juga meragukan orang-orang yang datang ke sini. Saya kan ada sudah dengan rekrut sekitar tiga orang ya. Ada yang mau masuk lagi datang dengan mohon maaf ya lulusannya SMP itu. Itu ngamplas aja belum bisa gitu. Pokoknya ke kayu itu megang kayak takut gitu kayak pegang ular gitu kan. Ini anak bisa enggak gitu ya? apa keluarin aja itu awal-awalnya gitu tapi keingat ini harapan keluarga gitu dipertahanin jadi kayak kita bayar sesuatu yang tidak seharusnya kita bayar gitu loh Mas tapi saat ini anak tersebut menjadi salah satu yang terbaik dimakai dengan kemampuan yang luar biasa jadi orang yang awalnya enggak bisa pun kalau kita sabar kita latih dengan kamu yakin bisa, kamu yakin bisa gitu dengan penuh motivasi itu akan terbentuk juga Mas menjadi carventer yang hebat. Jadi kalau sekarang ya ada anak masuk enggak bisa ngapa-ngapain itu saya udah enggak emosi lagi ya. Sudah yakin suatu saat kamu pasti bisa gitu. Mungkin hanya waktunya saja. Ada yang 1 minggu bisa, ada yang 2 minggu bisa, ada yang 1 bulan bisa, ada yang mungkin 2 bulan baru bisa. Hanya waktunya saja. Kita aja yang diberikan kesawaran lebih gitu. Siapa ya? Acak ya, Mas. Banyak yang bagus-bagus saya contohin. Karena gini, Mas. Indonesia itu kan menurut data sekitar 84.000 desa. Kalau satu desa itu kita asumsikan punya lima dusun atau lima kampung sudah sekian ribu kan. Nah, kalau setiap dusun itu punya satu UMKM yang memiliki minimal atau sekitar 50 tenaga kerja, maka se-Indonesia akan ada 21 juta lapangan kerja dari UMKM kelas dusun Kimakai. 21 juta itu udah surplus 2 juta dari target atau janji Mas Gibran, Mas. Jadi, Mas Gibran kalau pengin buktiin janjinya pada saat kampanye dulu, sekarang ciptakan satu dusun di seluruh desa di Indonesia. ciptakan satu UMKM yang punya target zero pengangguran di dusun tersebut. Pribadi saya sudah alhamdulillah merasa cukup ya dengan semuanya dengan keluarga ya kendaraan yang sederhana, rumah yang sederhana sudah saya cukup. Justru visi besarnya adalah saya pengin lebih besar dari ini. Mungkin Imah Kai kan sudah semi autopilot ya, Mas. Nanti ke depannya mungkin tim pecah telur datang ke sini saya sudah punya sesuatu yang lain lagi. Tapi itu tetap berdampak sosial gitu. Jadi saya pengin memang ya itu visi saya adalah di sekitar ini terdampak dengan kehadiran IMAH Kai terdampak positif ya dari mulai finansial, sosial gitu kan yang tadinya mungkin skalanya dusun bisa skala desa. Setelah skala desa bisa skala kecamatan gitu, Mas. Secara tidak langsung kayaknya tidak ada pelaku maupun perusahaan yang membully makai. Kayaknya tidak ada ya. Enggak tahu kalau di belakang itu. Justru sekarang tuh banyaknya adalah mereka datang ke Imah Kai pengin belajar katanya. Padahal saya juga belajar dikira sayanya expert kali. Jadi mereka datang saya pengin belajar gimana sih tumbuh gitu ya. Ya gimana ya kayak gitu gitu tapi ya ceritakan aja perjalanan makai kayak gini gitu ya. Mungkin dari ikhlas dan sabarnya itu yang justru malah tumbuh gitu Mas. Jadi ketika saya akan memulai makai itu saya punya dua hal untuk dikerjakan atau diyakini. pertama imaniah. Yang kedua ilmiah. Imaniah itu sudah pasti ya keyakinan terhadap Allah ketika kita berikhtiar pasti akan diberikan rezeki sesuai dengan ikhtiar kita. Ada rezeki karena berkeluarga, punya anak, karena ikhtiar, karena yang sudah dijamin gitu. Saya yakin saya akan mendapatkan apa yang saya ikhtiarkan. Yang kedua, ilmiah, Mas. Ilmiah ini itu saya harus riset, harus buya, gitu. Jangan ketika terjun terus wis lah embuh kepiye nantinya gitu. Yang penting jalan. Saya selalu produk apa sih yang yang bakalan bisa dijual yang demand-nya itu tinggi gitu yang orang suka, yang orang mau gitu. Jadi saya selalu cari barang yang unik yang berbeda dari yang lain. Jadi dua hal itu ya, imaniah dan ilmiah. Itu yang mungkin menjadi pondasi yang kuat sehingga imakai bisa berjalan sampai dengan saat ini. Saya alhamdulillah ya menjadi orang yang harus sangat bersyukur sejak saya lahir. Walaupun orang tua saya adalah petani, sekolah saya lancar, pekerjaan saya lancar, bisnis saya lancar, gitu. Jadi saya adalah orang yang tidak tahu diri kalau saya tidak bersyukur. Saya selalu diberikan kelancaran, saya selalu diberikan kesuksesan gitu ketika saya menjalani sesuatu. Titik tidak suksesnya adalah titik sukses mungkin bagi orang lain gitu. Kayak bisnis misalkan tidak sukses. Tidak suksesnya Imah Kai itu paling hanya orderannya sedikit tapi ada enggak sama sekali gitu ya. Saya meyakini bahwa itu dari Allah gitu kepada saya setiap pagi. Makanya briefing itu saya selalu mengajak teman-teman bersyukur kepada Allah dengan minimal dengan mengucap alhamdulillahirabbil alamin. Berselawat kepada Nabi dengan mengucap Allahumma shalli ala Muhammad wa ali Muhammad. Tiap pagi itu bagi mereka. Saya menyadari ya bahwa tim di Makkah itu gajinya masih kecil, Mas. Saya sendiri yang menyadari. Saya pengin teman-teman itu punya gaji yang tinggi yang di atas UMR gitu. Bila perlu ya itu setinggi-setingginya saya selalu berusaha dan berdoa untuk menemukan pola agar mendapatkan laba yang tinggi walaupun ini soci opener dan mudah-mudahan itu tercapai melalui kerja sama dengan orang-orang luar negeri gitu ya. Jadi saya pengin mereka mendapatkan hasil yang bisa membanggakan keluarganya Mas karena dari mereka juga ada yang yatim Mas gitu ketika tanya itu untuk apa sih dananya? Untuk bantu ibu gitu untuk bantu keluarga gitu. Iya Mas. Di sini tuh ada yang keluarga Kakak Adi ada sekitar tiga orang. Kakak Adi kerja di sini semuanya gitu ya. Ketika melihat mereka saya hampir enggak pernah marah ketika mereka membuat kesalahan, Mas. Padahal orang yang unskill, yang tidak mempunyai skill apapun kerja sebagai tukang kayu itu kan pasti membuat banyak kesalahan ya. Presisi, ke alat juga gitu kan, ke produk juga gitu. Itu saya hampir tidak pernah marah. Saya selalu meredam amarah saya. Jadi kalau tidak kayak gitu mereka enggak bakalan betah gitu. Saya berpikir mereka harus nyaman di sini gitu. Harus harus dengan nyaman itu lama kelamaan akan terbentuk skill mereka gitu. Kalau udah enggak punya skill kita marahi tambah enggak punya skill ya apa yang bisa diharapkan kan gitu. Pada akhirnya imah itu bukan tentang saya bukan pula tentang banyaknya angka yang berhasil dicapai oleh Imak Kai. Imah Kai adalah tentang satu keyakinan sederhana bagi saya bahwa dari desa, dari kampung kecil sekalipun kita bisa membangun harapan, bisa membuka lapangan kerja, bisa berdampak sosial dan jika satu kampung bisa berusaha untuk tidak meninggalkan siapapun, maka Indonesia pun seharusnya bisa tumbuh tanpa harus mengorbankan siapapun. Saya Cahyo dari PT Imahka Industri Kreatif yang ada di Glewang, Desa Benar, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.