PEMENANG UMROH GRATIS! Mantan Buruh Suruh Yang Jadi Guru Pondok & Penghafal 20 Juz!
6iR3e-7Q_Ds • 2026-01-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Labbaik Allahumma
labbaik.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan saya IG Adiawan
ya, pemilik dari Umair.
Alhamdulillah insyaallah jenengan
berangkat ke
tanah suci. Alhamdulillah.
Bismillah.
Innaka la tahdi man ahbabta wakinnallaha
yahdi yasya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah kita sekarang
perjalanan ke pemenang hadiah umrah
kolaborasi antara Umair dan pecah telur.
Bismillah. Semoga hadiah ini
membuat berkah beliau, membuat tambah
beliau semakin taat kepada Allah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Perkenalkan saya ITH
ya, pemilik dari Umairh.
Alhamdulillah insyaallah jenengan
berangkat ke tanah suci. Alhamdulillah.
Bismillah.
Saget anu ngobrol-ngobrol mungkin.
Saya ingin mengucapkan terima kasih
sudah mendoakan kami Umair Cah Telor.
Kira-kira selain doa untuk kita waktu di
Raudoh mungkin atau di tempat-tempat
mustajabah jenengan kira-kira pengin doa
apa di sana?
Kalau di sana nanti ya doanya terkait
dengan agama terutama keistikamahan
terus
untuk agama kedua orang tua saya.
Doanya teman-teman yang puluhan ribu itu
dan antum itu setelah doa itu masyaallah
berefek kepada pecah telur dan Umir
juga. Maksudnya didoakan segitu banyak
itu efeknya jadi luar biasa. Allah
menolong kami. Itu juga prosesnya itu
dari 23.000 orang itu yang mendoakan.
Ada ustaz dari Madinah itu yang ikut
nyaring. Ada yang dari Tisna Grup itu
nyaring. Ada yang dari Kediri ini juga
nyaring. Setelah disaring saring, saring
tinggal 500. Dari 500 itu saya memilih
50. Dari 50 itu zoom 5. Yang zoom kan
Mas Nur
zoom satu-satu ini terus zoom-nya kan
direkam disebar oleh tim pecah telur
sama tim UMer. Pemenangnya beliau. Loh,
tapi kok loh
sik sikelah dilihat namanya alamatnya
kok Kediri
engok dikirone kan anu malih
nggih to. Terus setelah itu tambah lima
lagi aja yang dizoom kali aja
nyant yang lain.
Heeh. Karena kan dikirane anu to lah kok
dari lima ini Allah tetap gerakkan
teman-teman semua tetap ke antum ya.
Allah nakdirkan antum dan insyaallah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Nama saya Muhammad Dick.
Aslinya Bakan cuman terus sekarang
domisili di Desa Susobango, Kecamatan
Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Nikah sama
orang sini. Sehari-hari bantu ngajar di
pondok, Mas. Jadi sebelumnya sempat
mondok 3 tahun di Magelang. diatal
verkon Magelang. Terus setelahnya lagi
kok pengin lanjut kuliah. Nah, waktu itu
kuliahnya setelah nikah. Jadi, pulang
dari pondok itu pengin nikah dulu, terus
setelah nikah ngobrol sama istri kok
sepertinya kok masih kurang ilmunya,
masih cetek gitu kan. Terus koordinasi
sama istri. Alhamdulillah istri setuju
waktu itu mendukung untuk lanjut studi
lagi di STD Imam Syafi'i Jember di hukum
keluarga Islam ke sana sama istri cuman
yang kuliah saya saja itu waktu anak
baru lahir. Alhamdulillah dapat beasiswa
ketika di sana dari kampus ada terus ada
dukungan juga dari Musinin waktu itu.
Waktu kemarin kuliah di studi Imam
Syafi'i Jember itu istri dan anak ya itu
nafkahnya dari saya tuh di sana sambil
ngojek ikut ojek lokalan itu terus
sambil jualan-jualan terus sempat juga
laundry
pernah juga jasa suruh itu Mas karena
waktu itu kepepet ya wis kita coba
bismillah saya buka jasa suruh waktu itu
ya suruh nyabutin rumput ya suruh apa
pokoknya bismillah dapat rezeki ya apa
aja waktu itu pernah disuruh jaga orang
sakit ya itu pernah jadi misalkan
kuliahnya pak kuliahnya pagi itu kadang
sore nanti sampai pagi itu terus saya
paginya kuliah jadi istri sama anak
ditinggal di rumah terus juga suruh
bersih-bersih kebun ya sama nyuci-nyuci
piring gitu sama ngojek ya menurut saya
semuanya berkesan karena pas kondisi kan
memang ketika ke sana Waktu itu modalnya
pas-pasan. Jadi mau enggak mau terutama
sudah punya keluarga juga sudah ada
anak.
Saya sekarang usia 28 tahun mondoknya
itu saya sudah kerja SMK, kerja ke
Karawang. Ketika di sana itu kok
tiba-tiba lihat postingan teman dia
ikut-ikut kajian gitu kan. Kok
postingannya kok bagus kaitannya dengan
artikel ilmiah gitu kan. Terus saya
waktu di sana itu loh saya justru malah
tertarik agama dari postingan teman tadi
itu. Akhirnya saya telusuri artikel
ilmiahnya itu. Terus ketika di sana kok
lihat kondisinya kurang memungkinkan ya
dari faktor agama nggih dari segi agama
kurang memungkinkan. Akhirnya terus saya
izin untuk pulang waktu itu. Ketika
pulang langsung nemui teman tadi terus
akhirnya diajak ngaji waktu itu. Tapi
waktu itu belum langsung ngaji. Kerja
dulu buat nyiapin modalnya untuk ke
pondok. Terus habis itu selang sekitar 2
tahunan baru bisa mondok di Magelang
waktu itu. Artikel ilmiahnya waktu itu
ya terkait dengan tazkihatun nafs,
tazkihatun nufus kayak gitu. Jadi waktu
itu kan saya yang dipikiran kan dunia
gitu kan. Maksudnya saya istilahnya
agama itu enggak terpikirkan. Terus
lihat itu kok teman ini sering ng-share
share itu kan terus kok tertarik jadinya
loh akhirnya ya alhamdulillah itu yang
memantik terus sampai akhirnya ke pondok
terus sampai lanjut studi juga S1 di
Jemberard
diniah sama tahfidul Quran hafalan
ngajar hafalan juga karena nyimak nyimak
halaqah
jangan samp juga hafal beberapa juz
sedikit ya dua 20-an. Tapi ya itu toh
enggak enggak mungkin.
Setelah dari usia 20 tahun itu kan sudah
dapat 20 juz.
Iya, alhamdulillah.
Rata-rata kan orang itu startnya kan
dari kecil, Mas.
Dari kecil. Alhamdulillah.
Yang dimotivasi itu ya terkait dengan
hidayah tadi kan. Maksudnya kan saya
bukan background-nya istilahnya orang
yang kalangan pesantren kan bukan orang
umum gitu kan. Terus kok tiba-tiba
alhamdulillah Allah berikan hidayah itu
ya ketika dapat kajian-kajian dari
satu-ustaz itu ya berusaha untuk menjaga
memanfaatkan usianya tadi untuk belajar
agama. kan motivasinya juga waktu itu
mau pamit mondok ke Magelang itu saya
izinnya ke orang tua itu gini, "Pak, Bu,
sepertinya di keluarga kita itu perlu
ada yang berangkat untuk belajar agama
itu. Terus lek enggak ada yang belajar
agama nanti gimana di keluarga kita ini
seperti itu gitu. Terus untuk masalah
biaya jenengan enggak usah khawatir.
Insyaallah nanti di sana saya bisa wis
bismillah mboh istilahnya ngerjain apa
bismillah nanti insyaallah tetap bisa
hidup di sana. Alhamdulillah diizinkan
sama orang tua waktu itu.
Dari keluarga yang
ya umum Islam cuman umum gitu bukan
pesantren. Bukan kalangan pesantren. Ya
itu enggak tahu ya. tiba-tiba hidayah
datang terus ya itu mikir saya ini
istilahnya salat yang betul itu gimana
kan dan fikih-fikih yang lainnya kan
belum tahu terus nanti saya yang
bertanggungjawabkan nanti di sisi Allah
itu seperti apa. Akhirnya bismillah saya
harus bisa. Setidaknya kan nanti ke
depannya itu dari keluarga kan juga
bakal ngikut juga Mas ya. Istilahnya kan
kalau ada anaknya yang mondok itu kan
mau enggak mau kan kayak keluarga kan
juga melihat oh. ini keluargaku ada yang
mondok masuk aku kayak gini kan gitu
tidaknya itu bisa melihat jadi ya saya
enggak enggak langsung tund the poin
istilahnya dakwahi mereka untuk gini
gini enggak tapi ya kita tunjukkan aja
gitu kan nanti mereka juga melihat
sendiri seperti apa.
Ketika saya memutuskan untuk lanjut
kuliah belajar agama, itu kan juga
motivasi terkuatnya di antaranya itu
saya kan kalau dari segi harta kan belum
bisa ngasih untuk agama ini kan belum
bisa ya. Saya bisa dari tenaga sama
pikiran saya. Bismillah. Ya, mungkin ini
jalan saya itu untuk ya berjuang di
jalan agama Allah itu tadi. Terus ketika
di Jember kan juga sering dinasihati
sama ustaz-ustaz kami juga di sana itu
walaupun nanti misalkan kalian pulang ke
rumah kerja itu jangan tinggalkan
walaupun cuman ngajar TPQ. Itu yang saya
pegang di situ. Walaupun nanti misalkan
saya harus kerja, harus ini, tapi tetap
ada nilai-nilai dakwahnya menyeru
manusia ya kebaikan gitu kan.
Dikisi berapa di pesantren?
Ee alhamdulillah
1 seteng.
1 seteng
ngih.
Heeh. saya ketika
di Jember kan 4 tahun waktu itu waktunya
kan habis untuk belajar juga ketika di
sana saya juga kan istilahnya survive ya
di sana itu bisa alhamdulillah maksudnya
ya masih bisa hidup bisa hidup sama anak
istri kan alhamdulillah nah ketika
pulangkan untuk pulang kampung ya bisa
insyaallah bisa kita akan menolong agama
Allah insyaallah pasti Allah tidak akan
menyia-nyiakan, pasti akan menolong.
Bismillah situ
saya kan baru ke sini baru ya, baru
pulang ya Agustus kemarin tuh baru
selesai dium. Alhamdulillah. Nah, itu
banyak sar ketika di Jember yang namanya
anu ya fokusnya kan belajar jadi kerjaan
ya al kadarnya kan gitu kadang paspati
ada kadang yo pas gak ada itu pas suatu
ketika ya pas kehabisan sering kehabisan
bahkan iya maksudnya enggak ada sama
sekali uangnya udah habis habis-habis
bingung waktu itu kan sama anak sama
istri bingung terus keluar saya sempat
bingung keluar ini saya harus ngapain
gitu cari-cari gitu kan terus
keliling-keliling gitu itu kondisinya
juga bensinnya udah mau habis juga waktu
itu kan karena emang udah habis sudah
habis bis terus keluar terus eh
alhamdulillah waktu keliling-keliling
itu lihat di salah satu toko ada
tulisannya dicari wresteller toko
perabotan rumah tangga kebetulan waktu
itu pas lagi banyak mahasiswa baru
kebetulan mereka butuh magic e butuh
kipas pas angin butuh meja belajar dan
lain-lainnya. Sepertinya ini jalan ini
nanti jalannya sepertinya. Alhamdulillah
ketika ke sana saya langsung masuk ke
toko itu terus tanya ke orangnya beneran
bisa jadi wrestler? Bisa. Akhirnya terus
saya ikut memasarkan. Alhamdulillah dari
situ bisa dapat masukan. Alhamdulillah.
Pernah merasa berat enggak sih, Mas?
Jadi kepala rumah tangga?
Sepertinya itu yang dirasakan semua ya.
Cuman kan ya bismillah jalani kan gitu.
Kalau yang saya kemarin itu mungkin
kalau sekarang kan saya sambil bekerja
kan maksudnya gitu bekerja ibaratnya
fokusnya kan bekerja walaupun di pondok
ya. Kalau yang sebelumnya kan fokusnya
waktunya dari pagi sampai siang bahkan
sampai sore itu kan itu untuk belajar.
Nah, itu di beratnya di situ kemarin tuh
bagi waktu antara kuliah terus kan
banyak tugas hafalan nih, hafalan hadis,
hafalan Al-Qur'an, murajaah untuk
persiapan pelajaran berikutnya di situ.
Terus harus mikir dapurnya tetap ngebul
ini gimana gitu ya. Semua atas
pertolongan Allah. Istri mendukung,
support. Alhamdulillah. Ya, saya juga
bilang sama istri saya juga ini mungkin
selama masa studi itu kita ya
banyak-banyak bersabar dulu. Nanti
insyaallah kalau sudah pulang ke Kediri
kita retal lagi dari awal insyaallah.
Ya, istilahnya sudah diambil, sudah
milih jalan untuk studi ya diselesaikan.
Bahkan saya juga pernah waktu itu di
pertengahan itu sempat kayak apa tak
selesai saja ya kita pulang aja. Tapi
ternyata istri mendukung. Lanjut aja,
bismillah aku bersama sampean
insyaallah.
Ya, mungkin karena istri itu ya dari
pondok juga mungkin ya udah terbiasa
gitu. Maksudnya istilahnya hidupnya tuh
ya agaman gitu ibaratnya.
Kepikirannya
berharap sekali. Jadi kan emang teman
sama istri juga itu pengin gitu kan
berangkat umrah walaupun ya mau nabung
itu ternyata kepakai gitu nabung karena
memang sementara ini kan bagusnya untuk
banyak keuangan kan untuk studi tadi toh
mau nabung-nabung itu belum bisa terus
kemarin alhamdulillah ada info umpro
gratis ini kan terus alhamdulillah kok
ada info itu saya langsung bismillah
yakin insyaallah saya yang dapat saya
berdoa dengan yakin
Insyaallah dapat. Saya juga bilang ke
istri tak ikut ini ya. Bismillah semoga
dapat waktu itu ya. Alhamdulillah ya
semoga Allah mudahkan. Terus saya kan
waktu dapat informasi itu kan terus saya
langsung minta doa ke istri terus juga
langsung anu ke orang tua waktu itu
nemui ibu dan bapak waktu itu saya
ceritakan ini sekarang lagi ada ya
program umrah gratisan gitu. minta
doanya ke ibu dan bapak. Waktu itu orang
tua itu ibu jawab, "Maaf ya, Ibu akan
doakan." Tapi maaf, Ibu cuman bisa bantu
doakan saja sementara ini. Ya, jawab
waktu itu, "Iya, Bu. Justru itu yang
insyaallah modal utama saya adalah doane
jenengan." Saya tuh sering komen itu
sehari tuh sampai berapa kali gitu
karena khawatir kalau tenggelam chatnya.
Berulang kali saya kirim. Ada per sekali
saya sesi itu saya jadwalin, saya kasih
alarm HP saya itu pagi terus siang terus
sore terus malam. Makanya saya lihat HP
terus keingat langsung gitu komen kali
komen ada lima, ada berapa gitu banyak
karena kan banyak yang komen khawatir
kalau tenggelam dan bifadulillah
alhamdulillah
saya yakin waktu itu modal utama saya
doa orang tua saya sama doa istri saya
itu yakin saya bismillah Allah itu kan
kalau kita doanya yakin mintanya yakin
kan bismillah lah Insyaallah, insyaallah
bakal Allah mudahkan. Gak ragu kan loh
saya aja masih ragu kan gitu. Nah, ini
kemarin ketika ada informasi ini kapan
lagi saya bisa berangkat ke sana ini.
Mumpung ada program ini, bismillah tak
yakini sekalian. Sampai istri itu
sampean ojo terlalu nemen-nemen toh.
Khawatir mungkin istri saya itu khawatir
lek sampai los dol gitu loh. Enggak,
saya insyaallah aman. Tapi saya yakin,
insyaallah yakin. Makanya kemarin waktu
diinfokan yang 50 peserta itu saya kan
buka Facebook dari awal itu sering buka
Facebook-nya Ustaz Yani karena kan
beliau yang sering nge-share itu kan
informasi-informasinya
waktu itu. Terus saya lagi kumpul sama
teman-teman pengajar Asad Indrah di
pondok itu ya. lagi bahas
membahas-embahas waktu itu umrah juga
bahas-bahas itu. Dan saya minta doanya
semoga Allah mudahkan karena kemarin
ikut ini program umrah gratis ini terus
ketika saya lihat HP waktu itu ternyata
ada pengumuman 50. Saya waktu itu
langsung nangis di situ dilihat sama
Ustaz alhamdulillah ustaz dapat gitu.
Saya enggak tahu. Saya kira tuh dapatnya
langsung umrah gratis gitu karena kan
yang dibuat itu kan umrah gratis gitu.
Saya langsung nangis seketika waktu itu.
Terus alhamdulillah ustaz saya juga
alhamdulillah alhamdulillah gitu kan.
Terus saya lihat lagi gitu alhamdulillah
terus ternyata masih dipilih 50 baru
nanti setelah itu dipilih lagi satu. Wah
ustaz Afan ternyata 50 ini masih
terpilih 50 nanti masih dipilih lagi
sama mereka. Wis bismillah insyaallah
doa. Terus saya langsung hubungi orang
tua lagi waktu itu. Alhamdulillah
dipilih 50. Minta doanya lagi. Semoga
bisa terpilih waktu itu.
Terus selang beberapa hari kan dapat
chatting dari pihak Trisna. Nah, itu
terus saya minta doa lagi waktu itu
sebelum wawancara saya minta doa lagi ke
orang tua. Bu, ini saya akan wawancara
minta doanya jenengan. Ya, saya doakan
terus ke sana kan saya sama orang gimana
hasilnya kemarin? Sudah ada info belum?
Belum ada info. Minta doa jenengan ya.
Ya, insyaallah tak doakan. Ibu bisa
bantu cuman doa gitu. Terus Bapak Ri
juga ada di samping saya juga waktu itu
ngobrol terkait dengan badal umrah itu
ada yang posting bal umrah terus Bapak
terbesit waktu itu. Berapaan toh badal
umrah itu gitu ya? Sekitar paling
kayaknya 2 setengahan. Terus pengin
badalkan umrah juga untuk bapak ibunya
orang tua. Kalau yang nenek saya dari
ibu kan sebelumnya itu sekitar sebulan
yang lalu itu alhamdulillah ada badal
umrah dari teman saya yang langsung
ngasih gratis juga. Kebetulan beliaunya
sedang kuliah di Madinah terus saya
dapat ini saya ada badal umrah. Kamu mau
berdirkan siapa? Wah saya untuk nenek
saya aja. Akhirnya umrah nenek. Terus
Bapak kemarin pengin ibunya itu kakak
sama nenek saya dari bapak itu. Terus
wis Pak gini Pak saya minta doakan
jenengan nanti lek saya insyaallah
berhasil dapat hadiah umrah insyaallah
saya akan badalkan juga. Semoga Allah
mudahkan nanti ketika di sana untuk
membadalkan kakek sama nenek waktu itu
ya. untuk agama. Kalau umrah kan
beberapa ulama mengklasifikkan sebagai
wajib wajib atas dia yang mampu memang
seperti itu. Ini pengin berdoa gitu kan.
Orang tua kan saya istilahnya tuh kalau
dari segi agama kan dikatakan sebagai
orang awam gitu kan, orang umum gitu
kan. pengin doa semoga
pengin berdoa semoga orang tua saya bisa
istikamah di atas agama Islam ini.
Ini pertama ya untuk agama saya ya,
agama keluarga saya semoga diberikan
keistikamahan kan semakin hari kan
semakin berat ya istikamah di atas agama
Islam ini. Itu yang pertama untuk anak
keturunan saya juga semoga bisa
istikamah di atas agama Islam. Kan zaman
sekarang aja kan fitnahnya kan sudah
berat kita kan sudah berat. bagaimana
nanti kondisi anak-anak kita kan ya
semakin berat gitu tenan saya. Terus
yang kedua untuk terkait juga dunia saya
juga Mas orang tua kan memang ya enggak
punya kanan kanan gitu jadi ya ingin
gitu semoga Allah berikan kemudahan
terkait rezeki saya biar bisa
membahagiakan kedua orang tua saya ya
juga membalas kebaikan mereka juga dan
juga istri saya kan kemarin kan
istilahnya sudah mau berjuang nemani
saya belajar gitu kan pengin ya ketika
pulang bismillah insyaallah semoga Allah
mudahkan rezekinya nanti.
pengin bareng. Iya.
Yang saya kan juga nulis juga itu di
antaranya doanya tiga adalah doa
kebaikan untuk fasilitatornya dari
Trisna Grup, Pak Egi, dari UMR, dari
pecah telur ya. Semoga Allah mudahkan
jalannya. Kan kemarin lihat bagaimana
sepak terjangnya Trisna Grup ya, sepak
terjangnya Pak Ii, sepak terjangnya dari
Umer dari pecah telur. Saya jujur banyak
termotivasi dari pecah telur ini dan
insyaallah juga banyak orang di luar
sana termotivasi bahkan mencari motivasi
inspirasi dari pecah telur. Ini kan
artinya menunjukkan kebaikan nih. itu
ingin mendoakan semoga diberikan
kelancaran dunianya dan semoga amal-amal
kebaikan dari fasilitator dari Trisna,
dari Pak Egi, dari Umar, dari pecah
telur diterima oleh Allah Subhanahu wa
taala. Ada itu doa istikamahan mikirkan
semakin berat kondisinya kan semakin
berat ya. Bismillah. Itu doanya terutama
istikamah, terus doa terkait dengan
keberkahan. Ada itu doanya Allahum aksir
mali wawalladi wikani
itu semoga Allah memberikan banyak harta
banyak anak keturunan dan juga diberikan
keberkahan dari apa yang telah Allah
Subhanahu wa taala berikan kepada kita.
Karena memang di zaman seperti ini ya
keberadaan harta itu menunjang
keistikamahan. Kalau memang dia
dibelanjakan di kebaikan nih panjang
keistikamahan
panding kan kalau orang kepepet kan
mesti ada pikiran-pikiran
hawa-hawa jelek yang lainnya dibisikin
ini, dibisikin ini. Tapi kalau misalkan
dia diberikan kecukupan kan setidaknya
bisa menahan lebih bisa menahan
lebih bisa menjalankan kewajiban
terutama terutama menjaga keluarga dari
meminta-minta itu tadi Mas itu yang saya
sangat ingin jaga di situ.
Biasanya saya ya jangan berhenti untuk
berbuat kebaikan. Entah itu kebaikan
mungkin yang sifatnya duniawi ataupun
kebaikan yang sifatnya ukhrawi atau
agama. Saya ingat ingat dan itu pegang
terus ucapan ustaz saya Ustaz Muhammad
Yasir di studi Ilmu Syafi'i Jember.
Kalau seseorang itu sudah diberikan
kemudahan dalam hal finansial di bidang
tertentu, kalau bisa dia tekuni, dia
berjuang sungguh-sungguh di situ. Anggap
saja saya ini gerak sedikit dapat
banyak, maka bismillah. Ini jihad saya
adalah di sini, perjuangan saya adalah
di sini. Maka sungguh-sungguhlah karena
enggak semua orang diberikan kemudahan
di situ. Ada yang dia kerja
sungguh-sungguh tapi dapatnya ya itu-itu
aja. Tapi ada yang dia gerak sedikit
tapi bifadlillah Allah berikan kemudahan
dapat rezeki yang banyak. Maka itu yang
saya pegang. Kalau memang sudah
diberikan kemudahan jalan satu kebaikan,
dipegang kebaikan itu. Terutama mungkin
untuk tim pecah telur nggih. Jadi karena
saya sangat merasakan motivasi inspirasi
dari pecah telur. Saya Muhammad Diki
dari Kediri ee mengucapkan terima kasih
yang banyak kepada Trisna Grup, kepada
Pak Eki, kepada Umer Parfum, kepada
pecah telur yang telah mengagendakan
umrah gratis ini dan telah berkenan
memilih saya sebagai yang menerima
hadiah ini. Semoga Allah Subhanahu wa
taala membalas kebaikan kalian semuanya
dengan berlipat. Saya cuman bisa berdoa
semoga Allah yang membalasnya. Karena
ketika Allah sudah membalas insyaallah
banyak keberkahan. Itu mungkin dari
saya. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. M.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:25 UTC
Categories
Manage