Transcript
0jr1loVIiBA • Kerja 3 Jam Sehari, Gaji 6 Kali UMR, Tanpa Kantor, Tanpa Ijazah! Ini Caranya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0668_0jr1loVIiBA.txt
Kind: captions Language: id Aduh. Jadi ee semenjak lulus kuliah itu aku bisa bilang kalau ijazahku itu perawan, Mas. Jadi aku bahkan belum pernah ee ngelamar kerjaan gitu kan, Mas. Karena emang dari lulus kuliah tuh aku coba buat pura-puranya bangun bisnis gitu ya. Pura-puranya bangun bisnis. Jadi aku mulai bisnis tour and travel saat itu. Ngerintis bisnis itu 45 tahun udah lumayan sih, Mas. Lumayan walaupun enggak besar tapi tahu sendiri ya 2019-2020 kita kena COVID hancur, lebur berkeping-keping. Jadi kalau misalkan total ya mungkin enaknya ngomong gini aja ya, kalau sebulan kita pernah dapat UMR gitu kan. Saat aku kerja di kantor konvensional aku dapat UMR gitu. Tapi jadi VA aku bisa dapat di 5 sampai 6 kali lipat gajiku sebelumnya. Alhamdulillah per bulannya. Ya, tapi itu menurutku enggak yang wow gitu ya, Mas. Karena memang kalau aku bilang untuk orang-orang yang pengin cari jalan cepat untuk kaya V ini kurang cocok ya. Tapi kalau misalkan orang-orang yang pengin minimal settle lah itu V ini solusi sih. Sebagai virtual assistant sebenarnya tergantung kebutuhannya klien dulu ya. karena kebutuhan kalian tuh beda-beda. Tapi so far yang aku tawarkan ke mereka, yang aku jual ke mereka itu pertama customer support. Jadi kalau mungkin tahu customer service, nah seperti itu sih tugasnya, tapi secara online. Jadi customer support-nya beliau, klienku, CS-nya mereka secara online bantu meng-handle customernya mereka. Kemudian ada juga yang di bidang sosial media. Jadi, seorang klien ini kan punya bisnis ya. Nah, butuh seseorang yang bisa meng-handle sosial medianya seperti bikinin konten, kemudian balas DM kayak gitu-gitu. Dealnya tuh di angka 10 Singaporea dolar per jam dengan 3 jam kerja per hari, 5 hari kerja per minggu. Nah, berarti kalau dikaliin kan berapa ya kira-kira? Kurang lebih ya di angka itulah ya. Belum sampai belum sampai dua digit memang gitu, tapi udah setara lah dengan gajiku yang waktu itu kerja karyawan bank yang seharian kerja dari pagi sampai sore kan. Nah, ini kerja cuman 3 jam. Kalau sekarang ini per bulannya 30, 30, 35 gitu alhamdulillah dapat. Karena kan gini, kliennya tuh lebih dari satu, klien ada tujuh sekarang ini. Terus kedua juga alhamdulillah kan mulai buka bisnis untuk terkait VA juga gitu kan ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Aku Ican dari Bekasi. Ya, saat ini aktivitasnya full sebagai virtual assistant. Kerja remote, Mas, dari rumah. Jadi kerja remote atau biasa kita sebutnya virtual assistant ya gitu. Jadi kita bantuin kayak pemilik bisnis tuh Mas misalkan mereka punya startup ya sebenarnya secara konvensional itu kita staff dari sebuah perusahaan misalkan kayak gitu. Nah itu kita yang bantuin gitu. Jadi e sedikit banyak yang aku dapat klien itu mereka start up terus kayak dia CEO tapi dia misal enggak punya orang untuk mengerjakan sesuatu A kayak gitu. Nah, aku yang ngisi di situ. Nah, sebenarnya kalau di bisnis itu virtual assistant itu lebih kayak mitra gitu. Jadi, provide jasa kayak ee kita memp-provide sosial media managemen, terus kita juga kasih provide di bidang sales kayak misalkan aku nih ngerjain sales gitu kan. Jadi, setiap perusahaan, setiap startup atau apapun bisnisnya itu kan pasti butuh penjualan ya. Nah, aku kebetulan punya skill di situ maka aku pakai untuk itu gitu. orang Indonesia lebih familiar ya sama freelance gitu. Klienku sekarang di Singapura satu eh Singapuranya dua sama klien lokal Indonesia satu Jakarta. Kalau background keluarga aku sama istri tuh setelah menikah langsung merantau ya kan. Aku orang Lampung, istriku orang Tasik Malaya. Kita ketemu di Jogja, Mas. Ketemu di Jogja. Terus akhirnya setelah menikah kita tinggal di Jakarta sekarang di Bekasi. Dan kalau tentang background yang lain misalkan kayak pendidikan gitu kan, aku sebenarnya lulusan ilmu politik malah ee hubungan internasional gitu kan. Jadi kayak enggak relate ya untuk sekarang ngerjain VA di bidang sales gitu tapi dulu lulusan hubungan internasional gitu di UMY. Jadi kayak sekarang banyak konsern teman-teman tuh soal harus background yang seperti apa biar kita jadi VA gitu. Maksudku kita enggak harus dengan background misalkan IT basic atau sekretaris gitu kan. Bahkan aku yang lebih background-nya politik itu jadi VA yang ngerjain sales kan enggak ada hubungannya sebenarnya gitu. Itu sejak 2022. Jadi 3 tahun yang lalu, Mas. 3 tahun yang lalu aku udah mulai. Sekarang usiaku 32 berarti. Aduh. Jadi ee semenjak lulus kuliah itu aku bisa bilang kalau ijazahku itu perawan, Mas. Jadi aku bahkan belum pernah ee ngelamar kerjaan gitu kan, Mas. Karena emang dari lulus kuliah tuh aku coba buat pura-puranya bangun bisnis gitu ya. Pura-puranya bangun bisnis. Jadi aku mulai bisnis tour and travel saat itu. Ngerintis bisnis itu 45 tahun udah lumayan sih Mas. Udah lumayan. Jadi dari anak yang butakan bisnis gitu kan lulus kuliah terus buka bisnis yang langsung praktik kayak gitu. Jadi 45 tahun udah lumayan walaupun enggak besar tapi tahu sendiri ya 2019-2020 kita kena COVID hancur lebur berkeping-keping. Pada saat itu emang aku coba cari kesempatan lain gitu mungkin kayak jualan online shop. Aku waktu itu mulai itu terus aku coba dekatin teman yang udah dicorporate. Aku coba minta ada enggak sih posisi yang bisa aku masuk gitu kan. Nah kebetulan aku juga akhirnya kerja di corporate 2 3 bulan. Enggak kuat sih, Mas. Lebih ke omute ya kan. Bekasi ke Jakarta, Bekasi ke Jakarta bolak-balik itu kayak habis 2 jam sendiri di perjalanan gitu. Aku enggak enggak sanggup. Intinya mah gitu 2 bulan aku resign. Padahal waktu itu gajinya ya udah lumayan e UMR naik sedikitlah kayak gitu. Sustain, Mas. Alhamdulillah. Karena kan kebetulan aku suka belajar hal baru dan emang kalau di Jogja itu iklim persatuan bisnis to and travel itu kan cukup solid ya gitu. Jadi aku kebetulan dapat circle yang bagus, banyak berguru lah sama teman-teman yang udah jalanin dulu gitu. Jadi lumayanlah, Mas. Karena masih bujangan jadi enggak enggak kerasa dapatnya berapa-berapa dan habis itu hilang. Tapi ya untuk bertahan hidup, untuk ee ngirim orang tua ya cukup ya. Alhamdulillah kayak masih ada basic pelanggan gitu kan ya. Let's say seminggu sekali gitu kayak ya pesan tiket masihlah masih ada gitu sampai sekarang. Cuman kalau misalkan untuk ke depan apakah ini mau dibangun lagi apa enggak? Jujur mau Mas gitu kan. Tapi karena sekarang masih sibuk sama VA nih, mungkin kita kumpulin modalnya dulu lagi deh. Asalamualaikum, selamat sore. Aku Yuniska Arifani, bisa dipanggil Niska aja. Dan aku tinggalnya di Surabaya. Sekarang ini aku full time ibu rumah tangga dan juga virtual assistant. Kalau ibu rumah tangga ya pastinya take care anak-anak, suami ya di rumah ya. Kalau virtual assistant ini aku tuh jadi asistennya seseorang tapi secara remote secara online. Jadi aku ada di rumah sambil jaga anak-anak juga jadi VA, jadi asistennya seseorang orang lain secara virtual. Sebagai virtual assistant sebenarnya tergantung kebutuhannya klien dulu ya. karena kebutuhan kalian tuh beda-beda. Tapi so far yang aku tawarkan ke mereka, yang aku jual ke mereka itu pertama customer support. Jadi kalau mungkin tahu customer service, nah seperti itu sih tugasnya, tapi secara online. Jadi customer support-nya beliau, klienku, CS-nya mereka secara online bantu meng-handle customernya mereka. Kemudian ada juga yang di bidang sosial media. Jadi, seorang klien ini kan punya bisnis ya. Nah, butuh seseorang yang bisa meng-handle sosial medianya seperti bikinin konten, kemudian balas DM kayak gitu-gitu. Enggak cuman Indonesia, kliennya ada Indonesia dan juga luar luar negeri. Rata-rata luar karena lebih enak yang luar daripada yang lokal kalau menurut saya ya. Nomor satu pasti karena uangnya ya, karena ada selisih kurs kan. Tapi nomor duanya juga karena orang luar itu mereka udah familiar kan dengan VA. Jadi kayak misalnya aku kasih batasan batasan atau apa itu mereka kayak ya udah enggak tersinggung, enggak ada no hard feeling lah untuk itu. Sebelumnya di rumah dulu nih full time ibu rumah tangga. Nah, sebelum itu baru kerja di bank. Aduh lama ya dari gadis sampai nikah sampai punya anak sampai anak terakhir bontot itu hamil anak terakhir udah memutuskan untuk okelah mungkin ini waktunya untuk jagain anak-anak di rumah dengan satu sumber yang mengandalkan suami aja lah gitu. Sudahlah gitu biar biar aku di rumah aja ngurusin anak-anak gitu kan leha-leha gitu. pergolakan. Waktu itu memang suami sangat melarang ya untuk aku itu kerja di luar yang berhubungan dengan berhubungan langsung dengan orang-orang terkait dealing gitu. Kayak aduh kalau nge-deal-deal tuh takutnya namanya perempuan gitu ya. Takutnya nanti kamu ya udah sini aku deal e tapi kamu ini dulu apa kayak gitu-gitu ya kan. Jadi ya was-was kayak gitu ya sudahlah sudah stay di sini aja di posisi ini nyaman karena kerja juga bukan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kan ya. Jadi untuk aku sendiri dan keluargaku pribadi, keluarga maksudnya orang tua, adik ya kan masih ingin membantu mereka tuh dari hasilku sendiri gitu ya. Namanya seorang perempuan ya, seorang perempuan tuh kalau masih punya penghasilan sendiri, kalau mau bantu keluarga itu kan lebih enak. Enggak perlu minta suami. Meskipun suami kasih, meskipun suami kasih ya, tapi rasanya tuh lebih lega kalau uang sendiri ya. Mau berapapun kita mau kasih keluarga tuh kan enggak ada kepikiran gitu. Nah, itu sih dulu tuh kayak enggak mau berhenti kerja tuh karena itu aja gitu. Kayak ah enggak ah, enggak enak ah nanti kalau mau bantu keluarga mesti minta kamu dulu apa kan enggak enak kayak gitu. Ee belum Bang itu enggak besar loh gajinya. Makanya itu juga yang jadi pertimbangan kayak suami bilang, "Gaji berapa sih yang kamu pertahanin?" Aduh, ya ampun, gaji berapa sih yang kamu pertahanin? Gitu kan. Tak ganti takah gitu loh sejumlah gajimu itu. Tapi kamu stay at home gitu kan. Jadi ya itu gitu. Jadi sebenarnya kalau orang bilang kerja di bank enak gitu ya, maksudnya cantik keluar pakai baju. Oke. Sebenarnya enggak gitu. Jujur ya. Jadi kadang orang tuh pikirnya ya mending kerja di bank enak nih, sakit nih, enggak kepanasan gitu ya AC gitu ya. sebagai perempuan ya, ibu rumah tangga sih sebenarnya ee ini lepas dari lepas dari apa yang bisa dihasilkan ya di situ. Ibu rumah tangga itu enaknya enggak kehilangan momen karena banyak-banyak momen itu yang hilang dari e anak sebelumnya juga kan anak dulu enggak sama saya ya. Jadi kan tak titipin ke rumah kakak. Jadi yang tahu perkembangannya anak ini ya yang jaga di rumah dan juga kakakku gitu kan. Jadi banyak aku enggak tahu banyak anakku kayak bisa jalan pertama anakku bisa ngomong apa pertama sekarang sudah bisa apa. Yang banyak tahu itu mbaknya dan juga kakak saya gitu. Jadi ya itu sih yang sangat disesalkan ya. Jadi baru anak terakhir ini yang bisa tak jaga kan maksudnya dari awal melahirkan sampai sekarang semua tak ikutin perkembangannya itu baru kayak oh iya ya gitu enak ya ternyata bisa membersamai mereka itu nikmatnya memang luar biasa ya waktu ya meskipun waktu itu enggak bisa diulang sebenarnya jadi tapi enggak ada yang aku sesali ya dari situ enggak ada yang aku sesali karena dengan bekerja juga itu kan menambah koneksi menambah wawasan ya kan dengan bekerja itu Ya, jadi dari situ memang pada saat sudah punya anak terakhir itu memang rasanya beda waktu oh ternyata gini ya gitu kan nungguin anak atau oh gini ternyata setiap harinya kan enggak tahu gitu kan karena biasanya sama anak-anak juga cuman weekend kalaupun misalnya kita liburan ya cuma sehari du hari tahunya anak itu bagaimana ya itu itu pun juga dibantu oleh ada Mbak waktu itu yang bantu ya gitu. Nah, jadi kalau aku berhutang Budi ya sekarang itu yang pengin aku totalitas ke mereka adalah waktu ya. Apalagi di saat momen-momen mereka kan sekarang sudah mulai banyak kegiatan. Jadi sebisa mungkin aku tuh antar mereka ke mana pun tujuannya ikut ke mana pun mereka punya acara, punya gawai pengen nungguin itu. Kalau awalnya itu kelabakan. Kelabakan ya. Karena pada saat awal-awal memulai V itu kan kondisiku juga bisa dibilang minus ya. Jadi di rumah itu kan sekitar mungkin 2 tahun ya aku ada di rumah itu. Jadi mulai full time at home, full time mom itu 2 tahun dan kemudian itu mulai tuh kan mulai nganggur ya banyak lihat handphone gitu cari-cari info apa sih gitu. Ternyata sekarang ini ada kerjaan-kerjaan remote. Waktu itu sedang booming juga justpper gitu ya, justif gitu terus kemudian apalagi tuh dropshipper gitu-gitu ya. milihnya ke arah VA karena aku ngerasa kayaknya aku lebih lebih kliknya yang ini background aku dulu kerjanya juga kantoran ya kan jadi nganggapnya kalau waduh kalau dropshipper kalau ini kan ini benar-benar berdagang ya kayak aku enggak pernah punya pengalaman berdagang gitu kan sebelumnya ya kalau ini kalau VA bisa aku tapi siapa yang mau hire aku gitu pada saat itu ya mikirnya gitu. Iya, jujur. Iya. Jadi, em pandemi ya itu 2021 akhir kalau enggak salah atau 2022 ya, 2022 lah gitu. Nah, itu mulai mulai goyang banget. Mulai goyang mulai ibaratnya yang tadinya kita ada di angka 9 nih misalnya ya, terus tiba-tiba menurun ke angka 3 dulu. Goyangnya kan udah kelihatan jauh ya. Ini kok begini nih gitu. Nah, dari situ mulai lagi turun tambah turun tambah turun. Nah, tapi di saat itu beriringan dengan akunya sendiri sudah tahu tentang VA, sudah mulai juga belajar untuk jadi VA, mulai untuk cari kelas, cari kursus gitu. Sudah mulai mencoba apply job-job seperti Link inin waktu itu. Cobalah dicoba-coba mana sih kerjaan remote, apa yang bisa aku kerjakan gitu. Jadi coba ngelamar kerjaan remote itu mungkin itu jalan jalan Tuhan juga karena sebelumnya aku follow akunnya Singapore Guidebook gitu, Mas. Karena kan travel ya, dia juga ngurusin kayak postingan-postingan tentang travel gitu. Jadi aku udah follow Singapura Guidebook dan aku tahu sama foundernya gitu tanya Gromenko kan. Nah, kebetulan saat itu si foundernya itu kayak open class. Jadi, aku yang enggak tahu apa itu virtual assistant, aku join aja gitu. Aku join kelas itu. Kelasnya sekitar 5 minggu pada saat itu. Dan ya itu menurutku titik balik dan life changing ya, life changing banget karena memang setelah aku tahu virtual assistant khususnya saat aku udah handle klien gitu, itu benar-benar di luar dugaan gitu loh, Mas. Kayak ternyata ada dunia usaha yang bentuknya kayak gini gitu. Jadi kita serving jasa kita ke orang dan dibayar dalam dolar k gitu. Karena waktu itu kita diajarkan di kursus itu kan untuk new be itu 8 sampai 12 dolar per jam. Jadi virtual assistant ini dibayar per jam mostly, Mas. Jadi kayak ada hourly rit-nya itu di 8 sampai 12 US Do per jam. Dan alhamdulillah pada saat itu aku dapat yang minimum ya kan dapat sekitar 10 dolar per jam. Itu udah lumayan banget Masuk 1 UMR per minggu. Iya benar. Karena kan aku follow akun Singapore Guidebook dan ownernya Singapore Guidebook itu kan tanya Gromenko. Jadi once aku enggak berpikir lama gitu, oh ini mungkin bakal kursus tentang travel nih mungkin gitu kan. Jadi kira-kira aku bisa dapat sumbangsih tambahan kan gitu ya. Tapi ternyata di luar jangkauan gitu. Maksudnya di luar dari ekspektasi aku lebih dari itu gitu. Jadi kok unik unik karena kan nabung buat lahiran kan rencananya mau lahiran caesar ya Mas ya. Cuma qadarullah saat itu istri dimampukan untuk lahiran normal. Jadi biayanya lebih murah. Aku yakin karena itu t Gromenko gitu. Aku yakin karena dia ownernya Singapore Guidebook gitu kan. Aku follow Singapore Guidebook itu udah 1 tahun lebih karena kan pada saat di travel itu aku kayak 2 3 bulan sekali bawa tamu ke Singapura ya kan. Jadi aku udah sangat familiar dengan postingan Singapura Guidebook dan siapa ownernya. Saat ownernya buka kelas ya aku enggak pikir panjang enggak enggak akan scan. Pada saat itu postingannya masih di Singapura Gidu aku murid-murid pertama ya murid pertama aku tuh di kelasku itu cuman satu angkatan 15 orang sekarang setahu aku satu angkatan itu bisa 1000 orang Mas waktu itu kelas di zamanku itu masih 5 minggu sekarang kan 6 minggu ya fully online. Tapi emang kelasnya padat banget gitu loh Mas. Jadi kayak kita kan dapat wali kelas gitu student advisor gitu kan. Jadi ya itu yang bimbing kita termasuk sama si Taniannya langsung gitu kan. Terus emang di situ kita dapat tugas terus harus langsung reach out kliennya jadi praktikal. Nah, makanya itu kenapa teman-teman di batch aku itu di week 3 week 4 itu mereka udah pada dapat klien Mas gitu. Tapi sayangnya aku enggak kan aku agak telat gitu. Aku waktu itu dapat klien pertama 1 minggu atau sekitar 10 hari setelah kursusnya selesai baru aku dapat klien pertama. Telat ya enggak juga sih. Lumayanlah gitu. Alhamdulillah. Nah, kayak yang aku ceritain tadi, 1 minggu atau 10 hari setelah kursus selesai, aku dapat klien pertama gitu. Saat itu aku kalau enggak salah kerja 3 atau 4 jam per hari gitu. Itu ya 1 minggu kan sudah dapat UMR gitu. Jadi intinya mah 1 minggu itu langsung balik modal. Alhamdulillah. Klien pertama dari Singapura banyak. Bahkan kalau misalkan aku bilang teman-teman, teman-temanku yang lain gitu dapat klien dari US, terus dari Dubai banyak Mas kliennya dari luar negeri itu bonus lah kalau misalkan kita dapat line download. Zamanku di minggu ketiga kita udah terjun langsung ke lapangan untuk pitching client gitu. Karena itu salah satu tugasnya kayak dikasih target per hari bisa dapat 5 atau 10 kalau enggak salah untuk pitching gitu kan untuk pitching personal ke klien dan teman-temanku pada dapat gitu. Kayaknya aku kurang beruntung saat itu jadi aku di pitching enggak dapat. Cuman okenya di SGBVA itu mereka punya kayak grup lowangan kerja gitu Mas. Jadi di-update tiap hari tentang VA all around the world ya. Jadi kita emang dapat kesempatannya dari situ. Termasuk aku dapat klien pertamaku dari grup ini ya. Grupnya disebutnya grup Tinder gitu. Jadi dari grup lowongan kerja ini dapat klien pertama. Kedua juga kalau yang klien ketiga itu aku pching dengan e Instagram kan diajarkan ya Instagram Linkin gitu. Tapi zamanku waktu itu e baru Instagram sih. Ya, ketemu HDV waktu itu lewat Instagram. Mungkin kan algoritma udah jalan ya kan sering nyari influencer yang kerja remote nih gitu kan info-info gitu. Nah, itu ketemulah dengan Tania Grumenko itu ngelihat Tanya. Awalnya ya karena kan kebetulan aku juga alumni BCH jadul ya, BCH 4 gitu. Jadi waktu itu alumninya kan belum banyak ya, mungkin 100 something atau 200 orang mungkinan ya, belum banyak belum sampai kayak sekarang kan udah belasan ribu ya 17.000 lebih gitu. Nah, terus belum punya website bahkan pada saat itu kayak masih apa sih ini gitu kan ini kursus tapi kok kayaknya satu sisi mentornya orang luar gitu kan. Sedangkan kan aku penginnya punya klien itu orang luar gitu kan. Jadi kayak ngerasa, "Wah, kalau aku punya mentor orang luar kan berarti ini jembatan nih." gitu kan untuk memudahkan aku dapat klien luar. Terus kemudian ada garansi ya waktu itu kan dibilang ada full money back guarantee kalau misalnya kita enggak lanjut kelasnya. Jadi karena ngerasa kayak percaya enggak percaya sama kursusnya, kalau kita bisa bayar kecil dulu dan ada garansi ya udahlah bayar kecil dulu, gitu kan. Daripada langsung bayar besar ternyata enggak ada nih, gitu kan. Karena satu sisi lainnya juga ngerasa ini kalau kursusnya enggak ada nyarinya ke mana ya tanya ini dicarinya ke mana kan enggak ada di sini orangnya gitu. Jadi pada saat kelasnya mulai itu kan sudah praktik sebenarnya sudah langsung praktik tapi kan dia ada full money back guarantee di minggu pertama setelah dua kali sesi. Kalau zamanku dulu tuh cuma dua kali sesi di minggu pertama ya. itu sebenarnya sesi dua kali sesi itu belum belum bisa dibilang yang menentukan oh berhasil nih aku jadi VA gitu bukan ya tapi baru kayak kita kayak menyamakan visi kayak ini oke enggak sih mentor ini jadi mentorku gitu kan kayak ngelihat dia lebih dalam ngejelasin visi misinya kayak gitu kan nah dari dua kali sesi itu kan kita boleh memutuskan mau lanjut atau enggak kelasnya kalau lanjut berarti bayar kalau enggak lanjut ya duitnya balik gitu kan katanya nah iya meskipun waktu itu kayak ini nanti dibalikin enggak ya duit duitku gitu kalau misalnya aku enggak lanjut gitu. Tapi satu-satunya cara untuk membuktikan kan itu gitu dicoba gitu karena enggak tahu kan kalau enggak coba ya udahlah daripada kehilangan full money-nya kan kayak langsung full payment misalnya kehilangan segitu banyak mending DP aja dulu kalaupun harus kehilangan cuman kehilangan DP gitu. Dapat klien pertama pada saat kursus. Alhamdulillah. Tapi enggak langsung di minggu pertama itu juga ya di minggu keempat kan kursusnya 5 minggu ya. Kalau zaman dulu itu 5 minggu kalau sekarang 6 minggu ya. 5 minggu itu di minggu ketiga udah mulai praktik caranya dapetin klien. Terus kemudian minggu keempat itu udah di-invite ke dalam vacancy grup yang mereka punya. Nah, aku dapat klien pertama dari grup itu gitu. Iya, tapi enggak langsung dibayar di muka, ya. Jadi dibayarnya setengah di muka, setengah di akhir. Tapi in total secara nominal di kontrak itu udah setara sih sama gajiku waktu itu di bank ya. Padahal kerjanya cuma 3 jam. Jadi waktu itu e dapat klien pertama karena dia kan pakai kurs Singaporea dolar. Kebetulan dia tuh orang Indonesia tapi tinggal di Singapura dan bayarnya pakai kurs Singapura. Dealnya tuh di angka 10 Singaporea dolar per jam dengan 3 jam kerja per hari, 5 hari kerja per minggu. Nah, berarti kalau dikaliin kan berapa ya kira-kira? Kurang lebih ya di angka itulah ya. Belum sampai belum sampai dua digit memang gitu, tapi udah setara lah dengan gajiku yang waktu itu kerja karyawan bank yang seharian kerja dari pagi sampai sore kan. Nah, ini kerja cuman 3 jam. Kalau sekarang ini per bulannya 30, 30, 35 gitu alhamdulillah dapat. Karena kan gini, kliennya tuh lebih dari satu, klien ada tujuh sekarang ini. Terus kedua juga alhamdulillah kan mulai buka bisnis untuk terkait VA juga gitu kan ya. Jadi melebarkan sayap lah ya. Enggak pengin jadi VA terus pengin suatu saat juga jadi penyuplai VA gitu ya. Jadi enggak cuman aku yang jadi VA jadi ngajak teman-teman semuanya jadi VA juga gitu kan. Jadi ya coba buka agency lah semacam agency untuk VA. Jadi ada bisnis itu terus kemudian ada klien yang lebih dari satu kan. 3 tahun ya aku di VA ini sebenarnya mulai konsisten di angka segitu tuh mulai di tahun ketiga. Jadi tahun keatu kedua itu range-nya masih di gitu. Sangat disyukuri gitu. Aku sangat mensyukuri gitu kondisi itu. Jadi kalau dari segi income-nya iya lebih juga dari segi waktu punya waktu lebih apalagi ya kayak kebebasan untuk manage ya sebenarnya klien itu kan juga enggak harus kita sebanyak-banyaknya kita ambil sebenarnya gitu ya. Karena akunya aja yang pengin punya income lebih gitu kan kayak ya udah deh lagi lagi mau gitu kan. Nah itu kalau misalnya kita kayak ya aku cuman dua klien aja cukup juga enggak masalah sebenarnya. Nah jadi kita yang manage sendiri kan kita mau kerja seberapa keras sih gitu. Ada iya juga dari situ. Jadi sebenarnya kok ee aku bisa bilang komunitas tuh penting ya. Jadi kalau kita misalnya nih kita mau jadi content kreator gitu, pasti kita akan cari komunitas content kreator juga kan supaya bisa belajar juga, supaya bisa cari peluang. Kali-kali ada kerja sama, kali-kali ada colollabs, ya kan. Nah, kan bisa kayak gitu. Sama sih di VA juga gitu. kita butuh nih komunitas yang ya bisa support nih kali-kali nih kalau misalnya aku punya klien yang ternyata aku enggak enggak jago di situ misalnya kan aku butuh berarti orang lain yang lebih jago atau sebaliknya punya teman VA yang dia enggak jago dia butuh nih yang lebih jago dan aku bisa ternyata kan aku bisa maju sini sini aku aja dong gitu jadi kalau misalkan otal Ya, mungkin enaknya ngomong gini aja ya, kalau sebulan kita pernah dapat UMR gitu kan, saat aku kerja di kantor konvensional aku dapat UMR gitu. Tapi jadi VA aku bisa dapat di 5 sampai 6 kali lipat gajiku sebelumnya. Alhamdulillah per bulannya ya. Tapi itu menurutku enggak yang wow gitu ya, Mas. Karena memang kalau aku bilang untuk orang-orang yang pengin cari jalan cepat untuk kaya V ini kurang cocok ya. Tapi kalau misalkan orang-orang yang pengin minimal settle lah itu VA ini solusi sih. Jadi enggak ada yang to be true. Walaupun jadi VA juga ya kita tetap burn out. Aku dirubah tetap sering burn out, tetap sering stres, capek sama kerjaan gitu ya. Namanya juga kerja. Aku selalu berpegang teguh sama prinsip kalau kita mau dapat besar ya kita melakukan hal yang besar gitu kan Mas. Walaupun orang bilang VA ini gampang dikerjain ya, ya ada saat-saat tertentu juga yang itu sulit. Cuman jangan kepikiran kalau jadi VA kamu akan kaya mendadak. Kayaknya enggak sih itu. Alhamdulillah ya kerja jadi VA itu rezekinya masyaallah gitu ya. Jadi alhamdulillah udah dapat rumah ya kan udah enggak ngontrak lagi gitu sudah dapat mobil ya walaupun mobil second ya kan. Terus ya intinya mah kita hidup bisa lebih belum financial freedom cuman bisa lebih settle gitu. aku bisa ngirim anak ke sekolah yang bagus. Ee kita tinggal di lingkungan yang bagus gitu. Intinya mah cukup sesuai dengan walaupun belum belum mencapai mimpi, cuman arah ke sana semakin terang lama sih. Jadi mungkin buat teman-teman yang pengin jadi VA, VA kan buat semua kalangan gitu kan. VA enggak cuman kayak untuk ya sekarang banyak yang pengin jadi VA untuk side hassle gitu. Tapi kalau misalkan kalian juga yang memutuskan untuk full time VA kayak aku juga ya enggak masalah gitu. Karena kesempatannya itu banyak banget gitu kan. Jadi mungkin pesan dari aku saat kalian pengin jadi VA pertama kali kenalin diri kalian gitu. Saat kalian udah kenal sama diri kalian, kalian punya skill apa? Kalian sukanya di apa, passion-nya apa. Nah, di situ baru define lah satu service gitu kan. Misalkan aku nih dulu sukanya content creation ya, aku mau ambil service content creation gitu kan. servis di sosial media manajemen. Walaupun pada akhirnya V ini membawa aku ke jalan yang lain gitu, tapi minimal kita punya dulu produk yang mau kita jual ya kan. Setelah itu baru kita jual ke siapa. Nah, ini kadang yang orang-orang teman-teman tuh banyak tanya dapat kliennya dari mana gitu kan. Dapat kliennya dari mana gitu. Emang yang penting banget itu saat kita sudah punya produk kita jualnya ke mana dan kayak mana caranya gitu. Jadi, e aku spill sedikit dulu di kelas itu kita diajarkan namanya peaching. Jadi, kita punya list siapa orangnya, siapa misalkan CEOCEO apa, terus e dia punya startup apa. Nah, itu kita reset lalu kita kirimin namanya proposal lah kayak gitu kayak portfolio kita juga dimasukin ke situ gitu kan. Intinya mah kita mau bantu kamu buat leverage bisnis kamu kayak gitu. Nah, ee dari situ dapat deh kliennya gitu kan. Kalau udah dapat insyaallah bisa fit di segala hal lah. Dalam artian VA itu kan gampang banget ya dikerjakan. Mau yang admin, tas, mau yang segala macam itu banyak banget tutorial sekarang di era ini yang bisa kita dapat free source-nya gitu kan. Nah, yang paling penting lagi untuk kita jalan ke sana sebisa mungkin kita punya teman gitu. Karena kalau sendiri kita enggak bakal dapat shortcut-shortcut ya kan. Kita mungkin bakal keliling-keliling dulu baru sampai gitu. Tapi kalau kalian punya teman, terutama punya komunitas gitu kan, itu ee kita bisa lebih ada yang menguatkan. Jadi enggak jalan sendiri. Terlebih kalau misalkan bisa punya role model, punya coach gitu, itu bakal sangat beneficial banget untuk kita bisa tap up, bisa larilah gitu buat segera dapat klien gitu. Dan mungkin pesan paling konkretnya adalah ya join coursnya SGBA. Setahu aku sekarang udah enggak 5 minggu lagi, Mas. Udah 6 minggu gitu kan. Bahkan ada yang extension sampai plus 4 minggu lagi gitu untuk kayak client seeking journey gitu. Jadi buat nambahin lagi kemantapan buat segera dapat klien. Gitu. Jadi SBVA itu komplit banget. Yang enggak ada di kursusan manaun adalah alumninya, Mas. Alumninya itu udah hampir Rp2.000 harusnya ya. Karena sekarang batch 30. Kalau misalkan satu batch rata-rata di 1000 kan gitu kan di 20.000 alumni itu udah ada di situ. Dan kalau misalkan kayak aku nih di Bekasi, kita tuh kayak 2 3 bulan sekali ada offline gathering di Jakarta biasanya gitu kan. Jadi seluruh Jabo Databek V-nya SJBVA kumpul di situ gitu. Kumpul untuk apa ya? Untuk sharing, kumpul untuk ya berbagai suka duka lah intinya kan gitu. Walaupun di VA ini banyak plusnya, pasti ada juga dukanya kan banyak sukanya pasti ada juga dukanya gitu. Dan enggak menutup kemungkinan juga kayak kita sharing klien gitu, Mas eh dari VA untuk teman-teman VA yang lainnya kayak gitu. Mungkin itu aja sih yang bisa aku share ya, Mas. Yang paling penting itu di dalam perjalanan ini kita harus tetap ngerasa bodoh gitu kan. Karena aku pernah sebelum versiku yang sekarang itu aku sangat sangat menyepelekan sesuatu gitu. Jadi aku ngerasa bahwa aku bisa, aku pintar, aku pasti bisa melakukan ini. Ternyata saat udah join dan udah mengerjakan V ternyata aku enggak tahu apa-apa kayak gitu. Jadi intinya kita harus ngerasa bahwa kita bodoh terus. Jadi butuh upgrade diri terus, butuh belajar terus sama orang lain kayak gitu ya. Kalau misalkan kita selalu upgrade, kita enggak sayang untuk menginvestasikan untuk diri kita gitu kan yang bentuknya self invest buat ee kesehatan, kecantikan, terus edukasi gitu. Itu kan baliknya benar-benar ke kita doang kan dan itu enggak ada harganya gitu. Jadi stay motivated untuk terus belajar dan jangan pelit sama diri sendiri gitu. Ee buat teman-teman yang mau coba ya. jadi virtual assistant sambil di rumah ya jagain anak-anak tetap tidak meninggalkan peran sebagai ibu ber rumah tangga dan tetap ingin juga punya income dari rumah boleh banget loh coba masuk daftar ke webinarnya free kok gratis webinarnya di link description ya di bawah ini. Oke, terima kasih. Aku Niska dari Surabaya, full time virtual assistant. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Aku Ican Wahyu Rizkiana, alumni SGB Ebed 1 dari Bekasi. Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo semuanya, nama saya Tanya Gromenko. Saya founder dari SGBA online course. Thank you so much Niska for sharing your stories so openly and honestly and I hope that their stories inspired you guys to kick start your own remote career. And if you want to know whether this profession is right for you, I would like to invite you to my free webinar five steps to becoming a successful virtual assistant and earning up to 000 USL a month where I'm going to share with you uh what virtual assistance do, how you can start, how to avoid common mistakes and how to find clients. So, click the link down below in the description box to register for free.