Kind: captions Language: id Aku mempelajari sebenarnya kenapa aku terjun di sini. Ini namanya plederium ya. Dan dia itu ada keunikan sendiri sebenarnya ya. Keunikan itulah. Oh ternyata saya juga baru paham. Oh ternyata ini harganya sampai segini-segini. Itu emang betul soalnya dari nilai dari keunikan tanaman itu sendiri. Mungkin dia tuh berkarakter tegak atau dia tuh pendek itu jadi kerdil. Itu malah lakunya mahal. Saya sendiri sempat enggak membayangkan lah kok ini sampai laku R3 juta. Itu enggak masuk akal mungkin dari pemikiran orang-orang. Tapi itu sendiri aku lihat dari mindset kita sendiri sih, Mas. Gini aku lihat kayak tanaman ini. Ini mungkin ada beberapa ini loh aku di rumahku banyak harganya [musik] murah. Tapi kalau aku sendiri jual ini saya patuk dengan harga Rp20 juta katakan ya. Alhamdulillah laku juga R juta. Jadi mecet itu kita bawa sendiri sebenarnya lek tanaman loh ya. Soalnya mungkin patokan harga itu enggak ada. Orang hobi itu enggak ada [musik] patokannya. Amin. Kebanyakan orang-orang itu mintanya yang sudah perform dan sudah tampilan pokoknya. Soalnya saya sendiri kan pecinta juga sebenarnya. Akhirnya gara-gara itu tadi cuan akhirnya pecinta. [tertawa] Kalau laku teruskan otomatis istri tambah cinta. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Supartono asli dari Mojokerto. Nah, di sini saya sampai di Blitar itu ternyata aku iseng-iseng ke rumah adik saya. Ternyata hawanya di sini tuh enak, adem. Nah, itu. Heeh. Akhirnya kok tertarik ya. Akhirnya pind ke sinilah. Sebenarnya kembarannya istri saya itu di sini tuh. Jadi kalau kembaran itu enggak boleh jauh-jauh [tertawa] katanya gitu. Jadi akhirnya ya jadi magnet lah akhirnya ke sini juga itu. Saya sendiri di sini terus terang sekarang e di bidang tanaman e itu di bidang tanaman cuman ee sebelum tanaman tuh banyak usaha-usaha yang dimulai rintis udah naik jatuh lagi. Itu sebenarnya aku sudah mengalami tiga usaha ini. Yang pertama saya usaha ulat kandang yang buat pakan burung itu. Nah itu saya kan tertatik pertama masuk sini tuh saudara saya tuh ternak terkandang. Nah itulah [musik] cuman saya tuh langsung ikut aja cum saya belum tahu problem-problemnya gimana. Wis mulai ikut aja. Saya usahakan diri. Saya kirim-kirim sendiri. Usahanya alhamdulillah lancar. Naik, naik naik. Ternyata ee habis itu enggak tahulah ada masanya dia tuh enggak enggak bisa panen gitu. Jadi sebenarnya ada mitos juga sih. Saya kan kontrak ya pertama di sini kan kontrak itu pas totokan juga mungkin e saya kurang mental mungkin ya itu dan kurang e biaya lagi. [tertawa] Jadi di situ kebetulan aku kan panen. Sebelum panen itu aku lihat dari kecil sampai sudah agak besar itu searnya banyak ya. Otomatis kan kalau di dihitung-hitung otomatis panennya kan banyak. Kalau satu kotak biasanya satu satu kotak itu mendapatkan kurang lebih 1,5 kilo lah. Lah ternyata pas dipanen itu habis enggak sampai 2 ons lah. Itu saya akhire usaha itu lagi wis tak pertahankan ternyata rugi banget saya gulung tikar ya sekitar kurang lebih sekitar hampir 3050 lah sama hutang-hutang sama teman-teman saya ada yang membiaya juga ray new saya wis tak pandani. Ya itu juga ada. Usaha kedua saya mulai minat itu ke kuliner jualan donat. Donat saya titip-titipkan ke toko-toko. Ternyata jualan di sini sama di Mojokerto itu beda jauh harganya. Lebih murah di sini. P saya kan oh ini jual gini gini. Oh ternyata itu enggak seperti yang saya bayangkan. Harganya emang minim di sini. Jadi misalkan di Mojokerto R.00 di sini itu sekitar 1.000-an. Oke, terjun itu sudah lumayan banyak juga dan beberapa bulan sudah lumayan ada beberapa pelanggan terus turun lagi sepi enggak tahu gitu mungkin e bosen atau gimana enggak tahu ternyata turun lagi. Dari situlah aku tuh enggak patah lagi mau coba ular. Aku pengin ular itu pokoknya berhasil gitu. Ternyata gitu lagi sampai entek saya bilang ke istri saya gini, "Mah, aku enggak boleh usaha sendiri aku ikut orang aja." Saya sampai medo. Yang paling mirisnya, Mas PN sampai enggak bisa bayar listrik segel. Iya. Sampai segitu sampai minim gitu saya sampai gak bisa sampai [musik] disegle. Sebenarnya sebulannya ee sekitar 7080 ya sampai segitu ya. Betul sampai minimnya segitu. Dari situlah pasrah wis pokoknya berdoa. Aku enggak bisa usaha sendiri mungkin aku coba ikut orang lain. Ikut orang lain bayaran R30.000, Mas. Satu hari itu aku enggak jauh-jauh dari ular. Soalnya saya satu kepengin usaha lagi, kepengin cari ilmunya lagi. Ular Hongkong saya masih kepengin soalnya. Tapi dari situ aku sebenarnya kan mau belajar juga jadi seperti usahaku sendiri itu. Akhirnya yang punya itu melihat cara kerjaku. Oh, ternyata bagus akhirnya ya dinaik-naikkan. Nah, dari situ aku muncul lagi istri saya kan gini bilangnya, "Oh, ya ini tanaman ini loh aku suka." Aku eling itu di daerah Siraencong, perkebunan teh itu. Siraencong itu ada saya itu sudah minim banget, Mas. Aku pergilah ke Siraencong sama [musik] istri dan berdua aja. Setelah itu aku enggak tahu ya, mungkin sirah konceng itu kan sebenarnya bisa lewat wingi. Nah, saya itu lewat Ngandusari, lewat Ngandusari itu ternyata jalannya tuh hutan dan jalannya sudah enggak enak. Pakai sepeda itu tadi kanan kiri jurang, Mas. Wies pokoknya aduh banyaklah rintangan di situ. Akhirnya sampailah e di tengah-tengah itu saya tanya, "E, Sirangencong gimana?" Ternyata Sirang Kencong itu masih jauh, Mas. Mungkin separuh perjalanan lah. Wis sampean balik ku nanggung sampeyan terusno manding terusno ae. Nah, saya itu khawatir bensin habis, ban bocor. Kenanjak wis akhir alhamdulillah berdoa wis akhirnya nyampai situ. Ah, itu dapat Monstera. Dari situlah inspirasi Monstera pertama itu sebelum COVID ya. Jadi sebelum COVID itu eh saya jualan jadi e bibit-bibit itu tadi saya pecahi saya tanam-tanam setelah beberapa tahun akhirnya ada COVID itu beloslah tanaman ngambil dari hutan terus saya sama tatpamnya di situ kan ada di Sira Kencong itu. Pak aku mau ambil itu boleh? Boleh. Iya, udah izin. Betul. Udah izin. Kalau tanaman aku tanaman berarti mulai 2018, Mas. Sebenarnya ya kan enggak pecinta tanaman. Tapi kalau hobi menjadi uang itu baru saya terjunin. Nah, itu penting ya. Jadi kita hobi itu harus jadi cuan. Tapi lek misalkan e aku hanya hobi terus enggak jadi cuan, enggak anu. Waktu itu sekitar 35 Dol itu soalnya kan itu gratis ya gratis saya cacak itu inspirasi istri saya sebenarnya ya kan ini bagus kan gitu tadi aku mulai burulah nah ternyata di militar itu orang-orang itu suka tanaman kebanyakan ya jadi saya itu pulang di rumahan seperti itu beli murah murah murah saya tani sendiri ternyata pas COVID itu bonggol-bonggol itu enak Pak laku itu loh malah mirisnya itu gini kan saya kan online melalui FB ya itu ya satu media sosial setelah transaksi ya kan ada dana masuk loh pertama dana masuk itu juga aku we enak ya ini ya ternyata di ATM itu habis kan ATM saya enggak terisi jadi kesedot saldo dulu sama adminnya itu ngendes istri tapi e selama-lama enggak apao itu nanti otomatis akan terisi lagi ee laku lagu itu sebenarnya menyenangkan istri sebenarnya tanaman itu aku enggak begituak Istri saya kan senang ya, jadi aku ikutlah itu menyenangkan istri mau nyor terushat-lihat tanamannya itu iya betul. Jadi yang rawat istri terus saya itu dibilangin ini bisa dicacah ya itu saya caca-cacah saya potong-potong itu saya tandur akhirnya kan dibilang ini pertama istri saya suka yang ini cuman saya brosing-bosing ternyata bisa dicacain diperbanyak perbanyaknya soalnya lewat caca aja akhirnya saya perbanyak itu. Setelah itu kita alhamdulillah dari kita yang ikut masih ikut di itu tadi ulat ulat Hongkong masih situ sampai saya di situ tuh enggak boleh keluar sebenarnya soalnya sudah cocok sama saya. Saya kan emang kalau masih ikut orang itu misalkan saya itu ikut orang pod penggawaku dewe seperti itu. Jadi enggak perhitungan carane opo itu bisa bagus sama soalnya saya juga kepengin belajar seperti itu. situlah alhamdulillah nanjak sampai akhirnya di Blitar sini mungkin agak habis akhirnya kita pindah ambil ke Batu itu tiap pagi berangkat gitu tahun 2019 mulai itu langsung kita soalnya kan pas COVID itu langsung banyak yang pencint tanaman soalnya kan buat aktivitas di rumah ya kan enggak boleh keluar lockdown itu kan otomatis orang-orang banyak pindahnya ke tanaman dari situ. kita langsung lumayan hanget. Ada beberapa yang ambil di hutan cuman ada yang orang itu minta tampilan jadi kita ambil ke petani jadi kita juga ada tanian dan juga ada kita ambil yang sudah perform sudah tinggal pajang dan bonggol itu enak kita jual enak karek nyaca koy ngeracai lombok apa ngeracai laus didol gitu [musik] aja itu banyak sekali ya ee tiap hari itu kurang lebih sekitar 40 50 alhamdulillah wis pokoknya kita kirim sehari sebenarnya ada ada teman-teman 150 200 sekali ada iya sehari soalnya kan ada seller dari Pekanbaru itu ambilnya banyak sudah langganan jadi tiap minggu itu ambil banyak-banyak [musik] dari situlah tapi dari situ kita tanaman telah COVID berapa ya mungkin bertahan sampai sekitar 3 tahunan 3 tahunan tuh masih lumayan lah masih lumayan setelah itu harga tanaman anjlok sangat aman namanya BLT Garden BLT Garden itu juga lucu juga Saya itu dikasih nama itu sama Spedc juga. Jadi SPDC itu namanya I opo ya? Ini Blitar Garden ae ya. Itu dari situlah SBLT aja bantuan langsung tunai. itu banyakan orang-orang kayak gitu cuman seringnya beli langsung transfer, beli langsung tunai itu aja ah kalebon [tertawa] dulu tanaman banyak dulu itu jadi montera anti monstera kan termasuk biloendron jadi kita jual semua ya akhirnya kan kalau pas covid-covid itu kita main ke rumah teman aja kita upload tanamannya itu kalau kita punya ser-ser yang anu ya yang sudah langganan cepat mudah cari uang e jadi kita main ke rumah teman foto-foto cair bayaran kakan di situ. Jadi kita alhamdulillah akhirnya ke Monseraigata atau yang lainnya. E sampai Meraigata kan sempat satu daun itu harganya R5 juta ya. R5 juta itu enak cari uangnya. Kalau yang mahal-mahal itu ternyata warigat kuping gajah itu hokeri seperti itu dan dari itulah terus habis itu draktis harga menurun. Saya tuh kan koleksi [musik] ya, punya koleksi banyak sebenarnya kayak itu tadi Masera farigata marmo itu yang harganya mahal ternyata harga turun kita jualnya juga rugi banget dari harga yang satu daun ee R5 juta sampai harga satu daun hanya 200 dari kulaan wis enggak nyocok loh Mas draktis ngedon ada juga [musik] sih e laku R30 juta seperti ini. Ya, dulu itu ada yang R30 juta satu tanaman. Sekarang ini ini lagi otw ke sini soalnya aku ngambil lagi dari teman saya. Mungkin harganya lebih dari itu mungkin nanti. Kalau sekarang sini paling mahal cuman harga Rp10 juta kalau di sini ya. Kalau sekarang soalnya aku sendiri [musik] cari yang aman aja sebenarnya ya. Seperti yang ini dia tuh jumbo banget. Dia tuh sudah perform dan gede. Nanti kalau sudah keluar lidah enaknya kalau tanaman ini seperti ini dia itu kalau monster varigata kan ada yang misalkan hijau kan itu misalkan ada yang putih sendiri ada yang hijau sendiri ini kan enggak. Ini semakin besar semakin mahal. Enaknya di situ. Jadi ini semakin dia tuh besar semakin perform. Emang sengaja saya bulatin seperti ini. Sebenarnya kan medianya enggak terlalu gede ini. Itu sengaja saya bulatin itu nanti performnya lebih bagus, lebih mempesona lagi. Dan pernah itu tanaman saya ngedon banget sama tanaman itu enggak terawat. Kalau beli ya banyak sih, Mas. Kalau dihitung-hitung kalau R00 juta, Rp300 juta [musik] ada sekitar 4- tanaman. Dan dari itulah makanya kan e sempat ambil yang banyak itu tadi terus harganya anjlok ah turunlah praktis. Dan stok kita kan masih ada beberapa dan harga itu tadi yang kulak-kulak yang sebelum-sebelumnya kan juga mahal. Gini misalkan menset kita kan tambah daun pasti tambah harga dan kita tahan. Sebenarnya misalkan saya beli Rp20 juta sudah ditawar Rp25 juta enggak saya kasihkan. Sebenarnya kan udah untung R5 juta. Saya tahan dulu lah biar nanti tambah daun biar tambah banyak lah. [tertawa] Itulah. Dan ternyata enggak sama yang kita bayangkan kan gitu ya. Emang benar-benar real itu. Jadi aku mempelajari sebenarnya kenapa aku terjun di sini. Ini namanya plediserium ya. Pltiserium. Dan dia itu ada keunikan sendiri sebenarnya ya. Keunikan itulah. Oh ternyata saya juga baru paham. W. Ternyata ini harganya sampai segini-segini. Itu emang betul soalnya nilai dari keunikan tanaman itu sendiri. Mungkin dia tuh berkarakter tegak atau dia tuh pendek itu jadi kerdil. Itu malah lakunya mahal. Saya sendiri sempat enggak membayangkan lah kok ini sampai laku R30 juta? Itu enggak masuk akal mungkin dari pemikiran orang-orang. Tapi itu sendiri aku lihat dari mindset kita sendiri si Mas gini. Aku lihat kayak tanaman ini. Ini mungkin ada beberapa ini loh aku di rumahku banyak [musik] harganya murah. Tapi kalau aku sendiri jual ini saya patuk dengan harga [musik] R juta katakan ya alhamdulillah laku juga R juta. Jadi mecet [musik] itu kita bawa sendiri sebenarnya lek tanaman loh ya. Soalnya mungkin patokan harga itu enggak ada [musik] orang hobi itu enggak ada patokannya. Ah betul. Makanya ada beberapa orang yang punya seperti ini, tapi dia tuh enggak dimounting, enggak dikasih itu, itu harganya juga enggak menaik. Kalau kita lihat seperti ini kan ada pigurannya mungkin dimoing besar dan lihat sudah karakternya sudah bagus kan otomatis orang itu oh bagus ya performnya kan gitu dari seni itulah [musik] seninya di situ. Gini itu itu membuat saya satu ya satu ee agak fokus lagi. Saya emang dulunya tanaman sampai saya kan jadi e ketua di Blitar yang tanaman itu juga punya [musik] e komunitas sama Mas Surya juga sama Mas Surya juga di situ aku kan e pernah jatuh juga kan jatuh sampai [musik] saya itu jualan pentol Mas. [tertawa] Iya, betul. Pentol itu ee saya jual [musik] sampai kita itu ee ada pas son-sonan itu kita jual ke sana gruduk. Saya juga [musik] jual di RTH punya setan itu juga pernah di rumah sini juga pernah. Pas tanaman lagi hancur-hancurnya. Tapi teman saya gini mengingatkan jenemu sapi BLT Garden naik OG dan saya memulai dari tanaman pletiserium [musik] di sini namanya tanduk rusa dan kita belinya juga murah sampai teman-teman yang yang bunga-bunga kowe kok dodolan ee kembang murah-murah gak poo gak duwe duit kul isok sing tuku sing murah-murah kan gitu di situlah ternyata aku posting posting posting ada yang mau saya jual dengan harga Rp50.000 kan sudah untung Mas R5.000 jual Rp50.000 itu enggak enggak ada pigura-piguranya. Belum lihat-lihat karakter cenata sampai laku 200 loh kok enak men dari situ kita fokus lagi ke tanaman. Jadi emang tanaman itu benar-benar kita harus menilai. Jadi, oh tanaman apa yang lagi hit tanaman apa yang itu itu fokus 2023 terakhir di situ dan pertama kali aku jual ini kita joinan sama teman saya sama yang pentol itu sama kan jual-jualan ketemu akhirnya akrep akhirnya loh awamu enggak dodol ternyata aku jinan bunga lag woh mangkak no gitu akhirnya ikutlah ke saya aku melu yo ternyata dianya ikut sini akhirnya masarkan di FB jadi host Aku aku itu malu, Mas. Terserang dari host itu enggak ada niatan sebenarnya sama sekali. Pertama, jadi kalau offline sekarang itu udah praktis menurun. Banyak yang gulung tikar lah kalau offline dari online ya online satu EB pertama itu sama teman saya juga kita live itu jalan banyak banget ya kan di live FB itu dan ada pas ada waktu adiknya teman saya itu ada nikah ternyata ah Mas aku gak iso yo. Aku tak kenang nikahan adikku. Tapi Lek FB itu enggak bisa kayak gitu. Salahnya saya itu enggak pakai akun saya, pakai akunnya teman saya ya kan. Dari situ akhirnya dan itu tadi ada kendala dia tuh ada acara keluar keluarganya manten dan 10 hari enggak enggak live dan saya pembulang saya itu tiap hari kirim saya mengeluarkan uang terus pemasukan enggak ada. Saya coba live sendiri enggak bisa masuk cari teman yang host juga enggak bisa di situ ngedon banget juga. Ternyata dari situlah saya nemu saya main di TikTok saya live sendiri. Alhamdulillah mulai di situlah dengan saya sendiri live di situ. Padahal saya tuh enggak ada saya live di depan kamera tuh ngomong opo aku gitu loh situlah. Ternyata gini kalau live kalau ada yang tanya-tanya itu lebih enjoy ternyata kan gitu. Jadi kita itu kayak akrab kan gitu tanya-tanya kalau enggak ada yang tanya mungkin gabut ya Mas. Di situlah ternyata di situ aku mulai lagi sendiri terus akhirnya ada tetangga yang mau join. Dari situlah alhamdulillah. Saya pernah 4.000 penonton. Betul. Tapi gini, dari 4.000 penonton sendiri itu mungkin tanya ongir-onggir aja biasanya kebanyakan yang peminatnya itu mungkin beberapa cuman kita e PD aja l soalnya orang itu melihat oh itu tanaman apa? Soalnya tanaman ini enggak enggak lagiak enggak segitu populer lah di di rumah-rumah lah gitu. Soalnya kan apa si ini ini dari Papua, ada yang dari Sulawesi, ada yang dari Myanmar kan belum terlalu populer soalnya tanaman kita dari hutan gitu. Kalau 4.000 itu mungkin sekitar 10% sebenarnya yang anu itu tuh 10% pertama Mas akhirnya ada turun turun turun turun turun itu gara-gara mungkin kebicangan TikTok sendiri kan ada ee pembatasan [musik] apa-apa kan gitu. Kalau sekarang kalau paketnya kalau kita itu mungkin sekitar ee 1015-an lah itu tiap hari. Cuman kita sekarang punya host senam sekarang. Alhamdulillah. Dan pertama aku milih ke pliserium, ternyata ada teman saya dari Vietnam mampir ke sini order 1000 plan dan ambil yang kecil-kecil. Dan saya memulai itu kan enggak mungkin golek anak nih, kan otomatis golek indukan nih. Jadi aku beli indukan dapat [musik] yang anak-anak ni tadi. Untungnya bukan untung uang, untungnya indukan. Akhirnya di situlah mulailah sebenarnya ini banyakan orang-orang sana mulai lihat-lihat sekarang. Nah, cuman saya yang ekspor ke sana juga aku banyak sih, cuman masalahnya tuh besar-besar punya saya itu peminatnya orang sana besar-besar dan ongkirnya mahal. Itu kendalanya kalau kira-kira ya kalau sehari mungkin R juta sampai R3 juta lah ya. Alhamdulillah. Jadi seperti itu. Enggak mesti Mas. Soalnya TikTok itu kadang lagu R10 juta 15 kadang enggak mesti ya. Rata-rata paling minim segitulah. Sebenarnya sangat mudah sekali. Makanya saya itu pilih yang perawatan sangat mudah kan. Ini sudah saya kasih media seperti ini mouse hitam itu ya mous hitam itu tinggal disiram aja dan saya terus terang di sini itu tanaman enggak saya pupuk. Masalahnya gini kalau saya jual segar enggak saya pupuk ya kan nanti dibeli bu saya di sana enggak dipupuk aman misalkan dipupuk lebih subur seperti itu. [musik] Emang sengaja enggak saya pupuk? Takutnya takutnya itu ee nanti kalau di sini saya pupuk sueger-seger, kalau di sana kan orang bayar kan belum tentu dia itu mupuk. Takutnya nanti kalau enggak dipukup pasti akan beda soalnya ketergantungan ya. Nah, itu sebenarnya mungkin mungkin saya siasati kalau misalkan kena hujan ya mungkin medianya kita pakai poros gitu aja. Jadi ini kita bentuk seperti bulat itu. Jadi nanti kalau bulat itu hasilnya kan juga bagus. Jadi akan melingar gini kan bagus tertutup juga medianya kan akan tertutup juga seperti itu. Sebenarnya enggak berduit juga bisa sebenarnya cuman saya itu menjarinya emang kalangan yang ee kebanyakan ya yang masuk ke saya itu kalangan menengah ke atas sebenarnya. Soalnya saya jual itu yang sudah [musik] tampilan dan harganya juga lumayan di situ. Kalau terbawa mungkin ada yang harga 100 tapi rata-rata yang pecinta yang banyak dibeli itu kebanyakan harga mulai 200 ke atas. Kalau termahal saat [musik] ini kalau ini yang paling gede nih kalau sekarang ya hanya Rp10 juta kalau di sini bukan. Iya. Jadi kita bikin. Makanya saya itu suka kerja tim. Saya dari dulu itu kepengin punya tim, makanya saya ada nanti yang ada yang bikin figura, ada yang mounting, itu yang ngasih media seperti itu. Kalau ini sebenarnya 3 tahun masih aman. Yang bagus itu seperti dia tuh pokoknya enggak terlalu hitam. Maksudnya itu ini ada masanya dia tuh akan coklat, ada masanya dia akan hijau. Nah, jadi disatnya itu ya ini dia tuh cakep tegak ini dan seperti itu kan hijau-hijau semua itu bagus. Tanaman ini juga bisa di-indor, diordor aman. Tanaman ini sangat cocok sekali untuk di kafe itu cocok sekali. Dan yang paling banyak orderan kita dari Bali sama Jakarta itu kita packing. Kalau besar-besar kita pakai packing kayu itu. Kalau yang kecil-kecil aja bisa via JNT. Itu yang dari kerdus yang tebal. Bi pakai dakron biar aman seperti itu. Amannya lagi itu gini, tanaman ini soalnya enggak terlalu ee butuh banyak air. Jadi kita kirim misalkan dia itu lama ke Aceh pernah 10 hari aman itu jadi lebih kering lebih aman ya kayak gitu. Jadi kita jadi kita kirim langsung saya kasih calol dari kipas itu aja w kita sendirikan dulu biar enggak kebasahan, enggak kena siram itu aja aman. Sebenarnya kalau kecil, kalau kecil itu dua atau 3 hari sekali aja. Tapi kalau misalkan sebesar ini, seminggu sekali aman itu. Jadi tergantung penempatan sebenarnya. Kalau misalkan di indoor, di indoor itu yang penting satu sirkulasi udara. Sirkulasi udara itu harus dapat. Kalau misalkan diindoor tambahan lampu boleh, itu penyiramannya lebih lama enggak masalah tu. Jadi tanaman ini enggak begitu kebanyakan air ya. Jadi lebih lama aja enggak apa-apa kan. Macam-macam pleti serum tuh macam-macam. Jadi [musik] ada karakter-karakter sendiri dia itu yang akak teduh, ada yang suka panas. Kalau di sini ada yang 15 tahun cuman masih ee saya perawat dulu di situ. Saya rehap lagi kemarin soalnya nempelnya itu di pohon dan kejatuhan akhirnya rusak. Saya taruh di belakang juga. Terus [musik] saya packing lagi. Bagus. Wis sebenarnya gini saya juga kan lihat-lihat dari teman-teman Bali juga kan. Bali kan tempatnya orang-orang seni ya. Sebenarnya saya jual ya enggak pakai frame itu harganya emang enggak bisa ngangkat tinggi lah. Dari situlah aku lihat-lihat oh di Bali kok bagus ya. Akhirnya saya buat seperti inilah. Alhamdulillah ada teman-teman yang mau kerja di sini buat frame itu ada yang mounting. Itulah kok tampilannya bagus. Kita bantrol dengan harga yang agak atasnya kok alhamdulillah laku. [musik] Kebanyakan orang-orang itu mintanya yang sudah perform dan sudah tampilan pokoknya. Soalnya saya sendiri kan pecinta juga sebenarnya. Akhirnya gara-gara itu tadi cuan akhirnya berat cinta. [tertawa] Kalau laku teruskan otomatis istri tambah cinta. He. Sebenarnya istri saya itu bilangnya gini, "Ayah hebat lah. Kok apa hebat?" Ayah itu wis iso menguasno sembarang kalir. Maksudnya ee nguatkan istri [musik] saya dari tertekan seberapa mungkin tertekan e sampai minim itu tertekan. Wis kok iso hebat yo [musik] ngasih support lah ke istri saya juga gitu. Lek istriku seik bilangnya gini aja, wis pokoke kita usaha pasti ada jalan. Jadi ada ada momen lagi itu kita pas ambil monster yang besar, Mas. Jadi besar sepintu kurang besar ya pakai tornado kan dan dia itu bawa besar saya suruh bawa gini. Ah kan berat loh Mas. Itu aku juga bayangkan berat. Terus pas lewat di talun itu ada orang nebang kayu soalnya jatuh ya. Dan akhirnya kita kan berhenti juga. Orang itu sampai neduh belakang saya. Mas ikut neduh ya. [tertawa] Saking besarnya Mas Sera ikut nedang ya sama istri saya itu. Itu itu jauh loh Mas. Padahal di Sira Kencong kita naik tinggi yang jalannya sudah bergelombang kanan kiri jurang itu kalau ingat di situ itu yang jadi kuat sama istri saya. Alhamdulillah. Betul. itu emang saya tuh paling suka ya misalkan tetangga yang itu dan membuka peluang anak-anak pekerjaan itu ya pokoknya istri itu harus senang itu [musik] aja yang saya persembahkan itu gitu makanya kemarin tuh mobil ada, alhamdulillah dapat mobil dulunya itu kita nyewa akhirnya punya mobil terus akhirnya setelah mobil itu dapat kita beli mobil lagi buat angkut-angkut alhamdulillah dari situ. Jadi pokoknya istri kadang kepengin ya aku pengin pedah beli aja. [musik] Iya saya gitu soalnya gini menyenangkan istri itu insyaallah rezekinya banyak dan satu orang tua itu utama itu orang tua. Saya soalnya sudah pernah merasakan gimana itu ya sama orang tua sampai orang tua saya tuh ee merawat sampai meninggal. Itu pas minim-minimnya itu Mas. Orang tua saya di sini [musik] tuh sakit-sakitan. kita ee otw ke Tulungagung Riwa Riwi Riwariwi terus itu jadi kita lagi drop juga [musik] enggak punya apa-apa kita ngerawat orang tua tapi banyak yang sempat gini jangan sabar nanti ada balasannya itu yakin saya [musik] di situlah pokoknya intinya ke orang tua saya itu kita senangkan dulu orang tua itu boleh Mas saya itu gitu pokoknya saya itu yo jadi emang salah satu saya itu kuncinya itu harus sama-sama tahu dan terbuka sama istri saya itu dompet aja satu loh yo saya itu ke mana-mana dompet ituak satu [tertawa] satu untuk bersama makanya istri mau minta apa ya situ adanya uang di situ ya itu pakai mau COD apa ya itu ya buat itu aja pengin apa ya itu kuncinya di istri senang insyaallah kita juga senang yang paling berjaya ya istri saya soalnya selalu support saya dan yang ini bunga ini soalnya kan ujung-ujungnya dari tanaman itu tadi dan paling support dulu itu saya itu mesos juga gaptek banget dan istri saya yang mulai jadi di situ pokoknya istriku is the best pokoke di keadaan kita sing minim banget itu sampai di situ aku sampai bilang gini k istriku kalau Kalau kamu enggak kuat mau ninggalin aku, enggak masalah. Tapi alhamdulillah dia tetap setia. [musik] Soalnya saya itu di bawah bol. Saya itu kalau bilang apa adanya di Budnya tuh ee kita tuh pokoknya [musik] enggak enggak punya usaha, enggak punya apa-apa kan otomatis kita terendah sendiri toh Mas. Malah min kan dari situlah parah banget itu. Itu kurang lebih 6 bulan dari itu kan sampai aku ikut saiki sekarang bayangkan, Mas gaji Rp30.000 1 minggu dapat uang berapa sampai kepengin bakso itu aja seminggu sekali pengin makan bakso sekarang tebasen baksone [tertawa] ya di situlah kita punya semangat ketika kita terendah gimana istri itu support kita dan ee gimana dia itu setia sama kita yang membuat bahagia itu kalau saya itu pokoknya kita ada masalah kita ada apapun kita terus terang enggak ada yang ditutupin [musik] itu pasti bahagia gitu dan e misalkan gini w pengin itu ya beli kalau ada ya beli Situ saya itu enggak ada pikiran macam-macam ya, enggak ada pikiran wis kamu iniini enggak. Soalnya dia itu bahagia, wis pasti aku kok kijolan [musik] di situ. Jadi kebahagiaan istri itu pasti nanti saya juga otomatis bahagia. Jadi anak-anak ini enggak enggak enggak pernah lihat saya sampai tukaran ya, Mbak ya. Alhamdulillah. Malah anak ini cemburu. Saya itu sukanya itu tadi mesrak-mesrahan kadang. [tertawa] Soalnya saya itu kan anu toh, Mas, bikin contoh anak-anak juga, anak muda. Jadi nanti misalkan rumah tangga itu seperti inilah. Jadi gini, pokoknya jangan ragu, jangan bimbang [musik] ya. Punya keyakinan itu pasti terpenuhi. Jadi kita benar-benar yakin. Yakin itu utama. Utama itu yakin pokoknya. Kalau kalau saya sendiri ya keyakinan itu lebih terpenting kalau usaha ya pastinya kita didoakan sama istri sama orang [musik] tua. Jadi support orang tua sama istri itu sangat penting ya. Jangan menyiakan orang tua. Saya itu sudah pernah menyanyiakan orang tua. Hasilnya juga wasalam. Dan Allah itu membalas benar-benar membalas dengan sepenuhnya. Apa yang kita inginkan itu akan terpenuhi. Soalnya pernah orang tua saya meninggal itu enggak enggak dapat mengubur, enggak ikut mengubur. Itu pernah. Terus saya [musik] diganti dengan saya merawat orang tua, mertua saya di sini ya. Mertua dengan [musik] sakit, dengan mengubur, dengan semuar itu diganti sepenuhnya. Kehebatan Gusti Allah di situ. [musik] Saya di Mojokerto orang tua kan diwar belandong ya. Saya di kota setahun sekali Mas padahal ide malah saya yang diambangin sama orang tua. May saya itu satu orang tua panting banget dari situlah. Sekarang saya kan punya orang tua tinggal satu, mertua juga tinggal satu. Di situlah utama orang tua sama istri saya. So saya yang menemani kita pasti istrah sampai tua [musik] istri mungkin anak mungkin mungkin ada keluar sendirinya juga sayang semua sama anak sama istri kan sayang semua cuman yang paling utama istri. Saya Supartono dari selaku owner BLT Garden. Alamat kita di Sawentar Kanigoro Blitar Jawa Timur. Eh map-nya bisa diogling di map BLT Garden. Terima kasih [musik] banyak. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Rahayu Rayu terima kasih thank