Kind: captions Language: id Semua sepakat bahwasanya ilmu Islam yang paling mulia [musik] dan paling tinggi derajatnya di antara ilmu-ilmu Islam yang lain adalah ilmu kalam, bukan tafsir. [musik] Agar kamu tahu siapa sih Allah itu, siapa sih pencipta itu. Ini adalah akar daripada segala akar [musik] ilmu agama yang banyak dilupakan. Dan saya ndak setuju kita itu di Indonesia itu selalu sering saya mau gandolan sarunge kiai, saya mau gandolan surbane Habib. Itu kata-kata ada baik dan ada buruknya. Karena itu ketika ada orang menolak logik secara otomatis dia menolak Islam. Tanpa adanya akal Islam [musik] tidak akan bisa dibuktikan kebenarannya. Pegal ketika Indonesia ini ketika disebutkan siapa ikon akal sehat, kita semua akan selalu menjawab Rogi Gerung. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi taala wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalam ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi waman walah. Amma ba'd. Nama saya itu banyak sebenarnya. [tertawa] Kalau kita melihat daripada aspek KTP memang nama saya itu Zainal Abidin. Akan tetapi orang-orang banyak mengenal saya sekarang dengan nama Ali Bagir Asgaf. Dan itu sejarahnya panjang. Jadi ketika saya mondok di Darut Tauhid Malang, saya pernah mondok di Malang 6 tahun [musik] di bawah asuhan Ustaz Syekh Abdullah Awat Abdun. 6 tahun SMP, SMP saya di situ. Pada saat itu ada yang namanya absen salat. Absen salatnya itu salah nulis Ali Zainal [musik] Abidin. Jadi yang aslinya Zainal Abidin menjadi Ali Zainal Abidin. Kemudian ada dalam kurung kata-kata ta yang artinya itu Tulung Agung. Dari situ orang-orang itu memanggil saya Ali T Ali Tulungagung. Kemudian nama itu Ali Zainal Abidin dipakai sampai saya di sekolah-sekolah berikutnya itu dipakai dipang itu dipanggil Ali. Kemudian ketika saya S3, saya banyak diundang untuk ceramah, untuk seminar. Akhirnya perlu nama yang untuk bagi orang itu mengenalnya. Akhirnya kita sepakat dengan nama Ali [musik] Bagir Asgaf. Dan sampai sekarang kalau jenengan melihat nama-nama saya yang ada di YouTube, Facebook, dan di Google Search itu yang keluar Ali Bag Aseggaf bukan Zainal Abidin. Itu karena terbina atas Ali Zainal Abidin tadi itu dipanggil Alinya. Saat ini saya full time saya mengajar. Saya mengajar santri yang ada di rumah saya sekitar berjumlah alhamdulillah sudah 10 orang. Dan juga saya sering seminar-seminar di pondok-pondok berkaitan tentang ilmu logika Islam dan ilmu logika secara umum. critical thinking alamatnya itu di Jalan Kampung Sidorejo, di Desa Sidorejo di Tulungagung juga. Itu di tengah sawah, Mas. Jadi dikatakan itu mewah sekali, mepet sawah sekali dekatnya kali gitu mepet saya sekali dekatnya Kali. Saya sekarang 37 tahun kira-kira saya memulai kelas 1 SMP. Sebelumnya saya TPA tipis-tipis di Tulungagung sini, yakni kayak madin sore gitu untuk belajar membaca Al-Qur'an dan menulis. Setelah itu mulai lulus SD yakni 1 SMP. Saya sudah mulai mondok SMP SMA di Pondok Pesantren Darut Tauhid Malang. Sampai 6 tahun lulus SMA. Saya belajar di Darul Mustofa kira-kira 1 tahun untuk jenjang pembekalan di situ. Setelah itu saya meneruskan pengajian saya di Al-Ahqov University Hadr Muttarim Yaman. Kemudian saya juga kelas di namanya Ribat Asyatiri. Di sana saya belajar khusus tentang fikih Syafi'i selama 5 tahun. Dan saya katakan ribat syatiri ini tempat pembelajaran fikih Syafi'i paling bagus satu dunia menurut saya. Yakni saya di sana belajar selama 5 tahun dan alhamdulillah lulus. Jadi saya lulus di Rubat Tarim dan juga lulus di Alqofov. Saya mempunyai dua-dua ijazah daripada tempat itu. Setelah itu saya mendapat beasiswa alhamdulillah dari tokoh terkenal di Yaman yang sering ke Indonesia juga Habib Umar bin Hafid yang datang beberapa minggu yang lalu sempat dengan Did Cross Buer. Saya mendapat beasiswa beliau untuk kuliah di Wall Islamic Science Education di Jordan Aman untuk master. Kemudian setelah di situ saya berjumpa dengan guru kedua saya Syekh Said Abdul Latifoda di dalam bidang logika Islam dan ilmu logika pada umumnya dan ilmu filsafat ya. Di situ saya menekuni bidang-bidang itu mulai awal sampai akhir ya. Setelah itu saya mendapat beasiswa untuk kedua kalinya daripada muridnya Habib Umar bin Hafid namanya Habib Ali bin Abdurrahman Al Jufri beberapa kali juga ke Indonesia untuk menempuh PhD S3 di Malaysia di universitas namanya International Islamic University of Malaysia atau IAUM di singkat UIA Universitas Islam Antarbangsa Malaysia. Semua S1, S2, S3 fikih. fikih dan ushul fikih. Tapi tidak tahu kenapa akhir-akhir ini karena mungkin barokahnya guru saya, Syekh Said Foda, 70% pengajian saya berkaitan tentang filsafat Islam, logika dan logika Islam. Ya, ini berkaitan tentang itu dan ilmu ushul fikih. Tentang ilmu-ilmu yang dikatakan ilmu-ilmu aqliah, ilmu logik Islam. Ilmu Islam itu banyak. Akan tetapi ilmu yang paling kuat dan paling mulia itu tentang ilmu kalam. Semua sepakat bahwasanya ilmu Islam yang paling mulia dan paling tinggi derajatnya di antara ilmu-ilmu Islam yang lain adalah ilmu kalam. Bukan tafsir, bukan hadis, bukan fikih, tapi ilmu kalam. Kenapa? Karena dia berbicara tentang Tuhan, Rasul dan hari kiamat. Seseorang pasti ingin untuk mengetahui siapa sih pencipta saya. Untuk apa saya di dunia, kenapa Tuhan itu harus esa? Kenapa kok Tuhan itu mengirim nabi untuk memberitahu kita? Kenapa kok ada surga? Kenapa kok kita disuruh untuk salat? Saya rasa itu adalah pertanyaan yang selalu terngiang di otak-otak kita manusia di dunia ini. Dan tidak sedikit ketika tidak mendapatkan jawaban mereka itu mengakhiri hidupnya. Dan saya terpanggil untuk mempelajari tentang itu yakni pertanyaan-pertanyaan besar pada dunia ini terkait manusia dan asalmuasal dunia ini dan tentang ketuhanan teologi dan itu adalah akar daripada segala ilmu Islam. Dan ketika saya mempelajari ilmu itu, rasa penasaran saya terjawab di ini ilmu yang saya cari sebenarnya. Bahkan di dalam Islam kita tidak boleh hanya wis kowe yakino saja. Itu tidak bisa diterima. Akan tetapi keyakinan harus berdasarkan dalil dengan arti apa yang Anda yakini itu harus benar. Tidak cukup hanya meyakini saja. Islam mempunyai satu ilmu yang berkaitan tentang hal ini. Yakni membuktikan bahwasanya apa yang kita yakini itu benar. Tanpa adanya itu, teologi Islam tidak beda dengan teologi-teologi semacam selain Islam yang hanya mengandalkan rasa cinta. Wis, kamu yakini saja. Gak ada di dalam Islam tidak mengenal keyakinan tanpa dalil. [musik] Ketika Anda meyakini Tuhan tanpa adanya dalil, Anda berdosa. Sebagian ulama mengatakan lebih ekstrem, [musik] iman Anda tidak diterima. Kenapa? Karena perintah Allah untuk mengetahuinya melewati dalil. Bukan hanya untuk meyakininya, tapi ketahuilah aku. Allah menginginkan kita untuk mengetahuinya, untuk mencari tahu tentangnya. Jika kamu tidak mencari tahu tentang aku, sedangkan kamu aku beri akal, ini ada semacam mubadir, makan gaji buta. Aku akan menuntutmu di hari kiamat. [musik] Karena kamu aku beri instrumen, aku beri modal, tapi tidak kamu gunakan secara benar. Di sini ini yang sebenarnya harus kita katakan kepada umat-umat Islam bahwasanya kalian diwajibkan di awal perbuatan kalian untuk taat kepada Allah. Bukan salat, bukan zakat, bukan berpikir cari tahu tentang Allah itu siapa. Semua ulama sepakat bahwasanya kewajiban pertama manusia mencari tahu tentang Tuhannya, mengenal Tuhannya. Karena sebelum Anda salat, kalau Anda tidak tahu siapa yang Anda sembah, [musik] salat Anda tidak akan diterima. Karena itu para ulama Islam sepakat semuanya bahwasanya kewajiban pertama seseorang ketika dia ingin menjadi seorang muslim cari tahu siapa Tuhanmu. Agar kamu tahu siapa yang kamu sembah agar kamu tahu siapa sih Allah itu, siapa sih pencipta itu. Ini adalah akar daripada segala akar ilmu agama yang banyak dilupakan. Dan saya ndak setuju kita itu di Indonesia itu selalu sering saya mau gandolan sarunge kiai, saya mau gandolan surbane Habib. Itu kata-kata ada baik dan ada buruknya. Buruknya ketika di dalam perkara-perkara yang berkaitan tentang hal-hal yang universal, hal-hal teologi, tidak boleh ikut kepada gurunya. Taklid tidak boleh taklid di dalam hal-hal yang berkaitan tentang teologi. Boleh taklid di dalam hal-hal yang berkaitan tentang amaliah tahlil. Cara-cara salat silakan taklid. Tapi tentang mengetahui Tuhan tidak boleh taklid. Anda harus mengetahui dan menggunakan akal Anda. Karena ini adalah modal yang diberikan oleh Allah dan harus ada rasa susah untuk mencarinya. Imam Bukhari di Imam Bukhari. Banyak orang itu salah, Ustaz. Ketika memahami ulama. Dikira ulama itu membuat orang tenang. Saya tidak setuju dengan stigma semacam itu. Ulama itu membuat orang resah dengan arti, "Jangan-jangan aku ini masuk neraka. Jangan-jangan aku ini salah." Nabi Muhammad pada saat itu membuat resah. Membuat resah Abu Jahal, membuat resah Abu Lahab. Orang-orang kufar Quraisy dibuat resah. Jangan-jangan Lat dan Uzaqi salah. Jangan-jangan Muhammad, Nabi Muhammad ini yang benar. Jadi mereka pun ketika tidur itu gak tenang. Kenapa? Ketika Anda itu resah, otak Anda mulai bereaksi. Tapi kalau Anda tenang, otak Anda tidak akan bereaksi. Keresahan yang memicu pergulatan batin. Keresahan yang memicu pertikaian otak. Pada saat itu secara otomatis akal otak Anda akan menuntun Anda ke jalan yang benar. Dan seorang nabi diutus bukan hanya menjelaskan perkara agama, tapi juga menjelaskan bagaimana cara berpikir yang benar. Memicu Anda untuk berpikir. Berpikirnya Nabi Muhammad dulu ketika banyak orang-orang ketika ada expo namanya Uqad, pasarnya tahunan gitu di Arab. Semua orang Arab datang. Nabi Muhammad sudah standby di Ukat itu menunggu para kabilah-kabilah. Kamu dari kabilah mana? Oh, saya Kotofan. Sik sebelum kamu lihat-lihat di Ukat, aku rungokno. Namaku Muhammad bin Abdillah. Ana min Quraisy. Ana nabi wa rasul. Oh, kowe nabi. Iya. Sik sik dengarkan saya saja. Dengarkan. Nabi Muhammad berkata sesuatu memicu orang itu untuk berpikir. Wis 1/4 jam 20 menit selesai monggo silakan. Akhirnya orang-orang itu ketika ndelok-delok barang tidak bisa untuk terlepas daripada pikirannya apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad. Selalu resah. Itu tugas daripada ulama. Hal-hal semacam ini yang saya rasa membuat logika itu dijauhi. Pertanyaan semacam ini yang selalu menyudutkan atau mengkerdilkan logika ini. Ketika kita mengatakan logika, otak kita selalu oh ini Barat. Logika, oh ini liberal. Padahal logika ini adalah bagaimana cara berpikir manusia. Tidak ada urusannya dengan liberal, tidak ada urusannya dengan dengan Barat. Semua manusia pasti mempunyai yang namanya logika. Dan logika adalah akar daripada Islam. Dengan arti di dalam Islam ada dua akar yang sangat penting. Namanya al-aqal wqel. Akal itu adalah logika. Naqal itu adalah kitab wasunah. Dua hal ini menjadi landasan yang paling penting daripada Islam dan dua hal ini adalah akar daripada Islam. Apakah Anda tahu? Tidak ada satuun di dalam Al-Qur'an yang mengejek logika. Gak ada. Tidak ada satuun ayat. Karena itu saya tuh pegal ketika ada orang itu mengatakan Habib Ali Bakir ini kok membuat logika terus kok liberal. Jadi kayak Islam itu seperti liberal. Padahal di dalam Al-Qur'an tidak ada satu ayat pun yang meremehkan akal. Setiap ada orang tidak beriman Allah itu koy tanya, "Afala takilun?" Loh, Kif kamu bagaimana kok kamu tidak beriman? Bukankah kamu aku beri akal? Afala takilun. Apakah kamu tidak menggunakan akalmu untuk mencari tahu tentang aku? Karena akalmu dan dunia ini sudah aku susun. Kalau kamu menggunakan akalmu dengan benar, maka kamu akan sampai kepadaku. Itu secara otomatis. Jadi tidak ada akal bertentangan dengan Islam. Islam berdasarkan di antara dasar Islam adalah akal. Apakah jenengan tahu jika ada dalil Al-Qur'an bertentangan dengan akal dikatakan zir Al-Qur'an zahir daripada ayat Al-Qur'an bertentangan dengan akal. Kira-kira yang ditolak apa? Di dalam Islam dalam ushul fikih yang ditolak, yang ditakwilkan adalah ayatnya bukan akalnya. Ini adalah alif ba ta-nya ilmu ushul fikih. Karena itu ketika ada orang menolak logik secara otomatis dia menolak Islam. Tanpa adanya akal Islam tidak akan bisa dibuktikan kebenarannya. Ini yang ingin saya sampaikan kepada para khalayak muslimin bahwasanya akal ini sesuatu yang sangat agung. Dan saya pegal ketika Indonesia ini ketika disebutkan siapa ikon akal sehat kita semua akan selalu menjawab rogi gerung. Saya tuh pegal loh. Orang ini kan bukan muslim. Kita ini akal sehat. Kita inilah orang muslim yang lebih berhak dengan akal sehat. Ulama-ulama aqliun, manatiqoh, mutakalimun, mereka itu adalah gunung daripada logika. Mereka adalah ikon-ikon daripada logika. Nabi datang bukan hanya untuk mengajarkan ilmu agama. Nabi datang untuk mengajarkan logik pikir sebagai manusia. Aku datang untuk menjadikanmu manusia dan untuk menjadikanmu saleh. Jadi ketika ada orang itu meremehkan akal, mengatakan akal ini adalah akal barat. Oke. Maknanya orang Islam gak punya akal ya. Ni orang Islam ada akal. Mereka jauh lebih hebat daripada orang-orang Barat. Apa namanya? E keyakinan saya yakni bahkan guru saya. Sid Foda. Jangan kamu bandingkan para filosuf Barat seperti Albin Platingga, Emmanuel Khan dengan ulama-ulama kita, Arrozi, Ghazali itu semua itu jauh lebih hebat daripada ulama-ulama barat. Ini yang ingin saya bangkitkan lagi daripada para santri bahwasanya kita mempunyai sandaran yang lebih kuat dengan akal mereka, dengan logik mereka. Untuk urusan logistik mungkin ee sekarang ini saya sedang ada pesantren, pesantren untuk mengkader para kader-kader di dalam ilmu logika Islam ini. Karena sampai sekarang di Indonesia kan sangat minim sekali. Jangankan di Indonesia, di Nusantara. Ketika saya mengatakan Nusantara, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura dan Brunei juga ya. Ini [musik] sangat sedikit orang yang mengetahui logika Islam dan sangat sedikit orang yang mengetahui mantik. Karena itu saya sekarang membuat sebuah program di rumah saya namanya program pengkaderan mutakalimin. Pengkaderan orang-orang untuk menjadi seorang mutakalim. Mutakalim adalah ahli logika Islam, [musik] ahli filsafat Islam. Dan sekarang sudah ada sekitar 10 santri yang mengikuti program ini secara offline dan yang online ada beberapa karena sekarang logistik santri semuanya masih ditanggung oleh saya dan keluarga saya murni belum ada sumbangan daripada siapapun dan saya anggap ini sebagai perjuangan [musik] karena semua pasti ada perjuangannya tidak ada yang mudah tidak ada kalau berjuang dalam Islam kemudian mudah saya kira jalannya salah itu [tertawa] jalannya apa namanya jalannya salah karena Nabi saja saya berjuang tidak mudah [musik] dan juga daripada aspek untuk lebih mengenalkan lagi dengan share, [musik] subscribe, dan ee video-video berkaitan tentang logika Islam agar kita tahu kita mempunyai ilmu yang jauh lebih kuat daripada filsafat. Agar ketika para santri ingin menjadi seorang [musik] ahli logika, tidak belajar filsafat Barat, tapi belajar filsafat Islam. Kenapa mereka belajar filsafat ini? Karena filsafat Islam tidak disuguhkan dengan baik. [musik] Ketika Anda di dalam satu restoran, Anda akan memilih apa yang di dalam menunya itu. Di dalam menu tidak ada, Anda tidak akan memilihnya. Karena itu saya ingin [musik] memberikan ilmu filsafat Islam sebagai alternatif menu bagi orang ingin belajar akar daripada Islam, ingin belajar filsafat daripada Islam, ilmu yang jauh lebih kuat daripada filsafat Barat. Cuma kita memerlukan branding yang lebih bagus. Sekarang ini di Indonesia [musik] kita bukan ada semacam penyakit akidah. Saya rasa kita ada pandemik akidah. Anda lihat beberapa bulan belakangan ini yang viral apa? Ustaz-ustaz yang bermasalah, aneh-aneh. Lihat aja sebagai-sebagai contoh yang tahu bahasa Suryani lah yang langsung ngobrol dengan Allah. Beberapa tahun yang lalu ada orang yang Ramadannya 5 hari sebelum waktunya pemerintah. Ketika ditanya, "Kenapa?" Saya langsung telepon Allah bahwasanya hari ini sudah Ramadan. Lihat kata-kata telepon Allah ini zahirnya [musik] mungkin jenengan ketawa, akan tetapi itu terbina atas akar akidah yang sangat dalam sekali. [musik] Apakah kita sebagai seorang manusia langsung bisa berkomunikasi dengan Allah tanpa perantara? Apakah bisa? Itu semua dipelajari dalam akidah-akidah [musik] ahli sunah. Terutama kita ini di negara yang mayoritas itu ahli sunah semua. [musik] Tapi kita kekurangan pengajar yang mengajarkan tentang teologi ahli sunah itu apa. Ketika ditanyakan [musik] ahli sunah itu apa? Yang maulidan, yang tahlilan, yang istigha. Ini dibilang tepat ya tepat, tidak tepat ya tidak tepat. Karena saya mempunyai beberapa teman yang notabene itu Syiah. Mereka juga maulidan tapi ala Syiah. Tahlilan ya tapi ala Syiah. Jadi [musik] tidak mesti yang tahlilan itu ahli sunah. Akan tetapi ahli sunah mempunyai [musik] teologi Aswaja mempunyai teologi ini yang mesti kita jelaskan dan masyarakat sangat-sangat memerlukannya. Dan ketika mereka memerlukannya [musik] mereka pasti siap. Jangankan masyarakat pada zaman dahulu yang mempelajari teologi ini, orang-orang tua, anak-anak kecil mempelajarinya, Ustaz. Jadi ini bukan pertanyaannya bukan siap atau tidak. Sampai mana mereka perlu akidah ahli sunah pada zaman ini sebagai benteng? Sangat perlu sekali. Sebuah keniscayaan itu bukan pilihan. Ee soal ee sudah terima ya. Bisa mempelajari yang ada di lembaran itu pasti ya. Oh. Gimana supaya senang untuk belajar dan kenal? Oh, ternyata itu kalau sebagai saya sebagai seorang ustaz dan pakar di dalam ilmu-ilmu ini ya saya rasa itu dipupuk mulai kecil. Tapi untuk orang awam harus diberitahu bahwasanya ini kewajiban Anda sebagai orang awam. Apa yang Anda hidup ini bukan akhir tapi ini awal daripada segalanya. Diberi paham itu ya. Dan mudah kok mudah pelatihan akidah itu sangat mudah sekali. Sed katakan saya pernah mengajarkan akidah 1 hari saja empat kali pertemuan selesai semua. Maka Anda sudah menyelesaikan kewajiban yang wajib Anda ketahui sebagai seorang muslim tentang ilmu akidah, tentang filsafat Islam. Selesai masalah. Sebelum itu Anda akan terus berdosa. Istilahnya ibarat dosa itu semakin besar besar besar besar besar besar besar. Ya, begitu kalau Anda tunda, tunda, tunda, tunda, tunda, tunda. Dan seorang ustaz harus suf ustaz tidak wajib loh ya untuk memohon-mohon orang untuk ayo kita tak ajar gak gak gak wajib. Seorang ustaz hanya mendeklarasikan dirinya, saya adalah ustaz dan saya bisa untuk mengajar ilmu-ilmu ini. Setelah itu kalian harus mencari ustaz karena itu yang diperintahkan oleh Allah. Fas'alu ahlik intuntum la tamun. Kalian yang tidak tahu disuruh bertanya kepada orang yang tahu. Bukan orang yang tahu mencari tahu yang tidak tahu. Bukan itu. Kalau yang tahu mencari tahu yang tidak tahu kemudian dia tidak mencari berdosa. Kalau ada orang yang tidak tahu ustaznya itu berdosa, yo kasihan nanti ustaz banyak masuk neraka. Ust. [tertawa] Saya mempunyai guru yang namanya Habib Abdurrahman bin Abdullah Asgaf. Sekarang beliau menjadi dekan fikih dan usul fikih di dalam atau kepala bagian fikih dan usul fikih di Alakov University. Beliau yang merekomendasikan saya kepada Habib Umar. Jadi dengan rekomendasi daripada beliau ini juga yang membuat saya bisa mendapatkan beasiswa. Itu sebab pertama. Sebab kedua, alhamdulillah saya berprestasi ya. Saya di Alqov saya lulusan terbaik pada masa itu dengan IPK-nya itu pada saat itu dari lima saya mendapat 4,71 dan saya mengalahkan hampir semua mahasiswa Arab pada saat itu yakni dan begitu pula di Rubah Tarim pun saya selalu mendapat juara pada saat itu. Jadi prestasi ini juga yang melatar belakangi saya bisa mendapatkan beasiswa itu. Nomor dua. Tapi nomor satu dukungan daripada guru saya Ustaz Abdurrahman Aseggaf untuk menyampaikan prestasi ini kepada Habib PAR bahwasanya ada satu pelajar yang berprestasi tapi pada saat itu belum punya biaya untuk meneruskan S2. Tolong dibantu. Dan Habib Umar masyaallah perhatiannya dengan para penuntut ilmu sangat besar sekali. Ketika dulu saya awal-awal menuntut ilmu tahun 2006, pada saat itu dengan keterbatasan biaya ibu saya itu menjual emas untuk saya apa namanya? perhiasan untuk saya itu berangkat ke Hadrumut pada saat itu. Akan tetapi keterbatasan itu yang membuat kita itu semakin semangat dan saya kadang kala saya itu iri dengan teman-teman saya yang tidak mempunyai keterbatasan itu ya. Akan tetapi ya memang pasti setiap nikmat ada yang sedikit yang diambil ketika saya tidak mempunyai biaya pada saat itu. Tapi semangat saya membara. Teman saya yang mempunyai biaya semangatnya kurang membara. Akan tetapi ulama yang hakiki yang bagi saya itu bisa untuk mencapai level ulama yang sangat tinggi adalah orang yang mempunyai keduanya biaya dan upaya dan semangat. Bayangkan pada saat itu ada orang yang mempunyai biaya yang sangat hebat sekali dan semangat yang sangat kuat sekali dan dia bisa menembus para ulama-ulama besar dan belajar dengan mereka dengan biayanya. Ya, nih. Karena belajar dengan ulama itu juga tidak murah biaya tinggalnya, biaya taksinya. Dulu saya ketika sekali belajar di Jordan itu dengan ulama, saya masih ingat dengan mufti Jordan yang sekarang, Syekh Ahmad Alhanat. Sekali saya pergi untuk satu kelas Rp200.000 untuk biaya apa? Transportasi saja sekali kelas. Dan itu akan terulang dalam 1 minggu dua kali, [musik] dalam 1 bulan 8 kali dikali 200 sudah 1,6 juta satu kelas ada sekitar dua atau tiga kelas yang lain lagi semacam itu. Dan sebenarnya masih banyak yang lagi cuma saya tidak mampu karena memang keterbatasan apa biaya. Saya pikir bagaimana ketika ada orang diberi dana unlimited di dalam menuntut ilmu dan semangat yang membara dalam menuntut ilmu pasti pada satu dekan menjadi seorang ulama nasional yang tak tertandingi dan ditulis dalam sejarah Indonesia. Kalau memang mau nyantri dengan hadir ya harus ke sini. Kalau dia nyantri di tempat saya, dia bisa mengikuti semua kelas saya secara offline dan gratis. Hanya perlu membayar makan dan listrik saja. Akan tetapi belajar-belajar tinggal semuanya apa namanya? semuanya free, hanya makan dan listrik saja. Tinggal semuanya semuanya free. Belajar juga semuanya free saja. Dan kalau memang mau di sini saya harap sudah lulus SMA untuk sementara ini. Karena di tempat saya ini santri-santrinya sudah bisa baca kitab mayoritas dan banyak yang lulusan luar negeri. Ada lulusan Alazar, lulusan Alahqov, lulusan Sudar, lulusan Yordan. Kalau yang online ada juga. Akan tetapi ketika online karena mudah online itu akan saya persusah daripada aspek yang lain ini daripada aspek biaya. Karena kalau yang online itu juga digratiskan, ya semua kan apa namanya online tidak ada yang mau tatap muka. Karena saya merasa menuntut ilmu cara online itu darurat. Harus ada yang namanya apa? Mulazamah terus dengan guru. Itu yang akan mendidik kejiwaan murid. Kalau dia itu online biasanya itu kurang untuk apa? perhatiannya kurang. Karena itu saya tekankan, saya tekan di dalam aspek yang lain agar dia perhatian. Saya minta biaya sekedarnya sebagai dalil dan bukti bahwasanya kamu akan komitmen dengan ilmu saya. Bukan cuma kos-kosan sakarepmu teko sak karepmu, enggak teko sakarepmu. Saya tidak suka itu ketika menuntut ilmu. Menuntut ilmu adalah ibarat daripada konsistensi yang [musik] berkelanjutan. Terima kasih. Saya sebagai Ali Bagir Asgaf. Anda boleh memanggil saya Habib Ali Bagir Aseggaf atau Dr. Ali Bagir Asgaf. Saya tinggal di Tulungagung, Desa Sidojo, Sedayu, Kauman. Dan saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan ini terutama daripada tim pecah telur. Semoga hal ini dijadikan kebaikan di timbangan kelak pada hari kiamat. Dan semoga apa yang kita inginkan di sini dikabulkan oleh Allah dijadikan hujatun lana la alaina yaumalqiamah. Dan semoga apa yang kita inginkan dikabulkan oleh Allah dan dijadikan hal ini sebagai dalil bahwasanya kita ini cinta kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam. Amin. Amin ya rabbal alamin. Wallahul muwafi thuaikum [musik] warahmatullahi taala wabarakatuh.