Transcript
jilwyBXhuS4 • Modal Bertahap, Pemuda Raup Untung 150 Juta Perbulan dari Kebun Belakang Rumah!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0648_jilwyBXhuS4.txt
Kind: captions
Language: id
[musik]
Sebenarnya ketika COVID itu videonya ya
iseng-iseng vira live YP dulu yang lihat
sekitar R3 juta apa juta gitu di TikTok
mulai ramai tapi karena kita kan belum
ready semua karena dadaan awal sifatnya
kan jadi belum ready semua itu belum
sempat jualan kita jualannya setelah 1
tahun setengah itu mulai ramai
momentumnya ya dari situ kita ada tiga
akun awalnya jadi ada akun untuk edukasi
itu ayah Saya iseng-iseng bikin video
konten itu. Terus saya memang untuk
selling jualan terus ada kakak saya itu
jualan buahnya alpukat. Nah, itu
kebetulan tiga-tiganya waktu 2022 itu
ramai semua. Bareng-bareng juga ramai
semua. Alhamdulillahnya itu jadi
momentumnya [musik] di situ.
Kalau sehari ini sebulan mungkin ya
sebulan kalau gabungan dari tabu lampot
sama buahnya 150-an mungkin Om. set.
Cuman kan kalau produksinya kan gak
banyak, cuman pegawai beberapa aja.
Mudah itu sukanya dulu enggak pernah
sama sekali kepikiran bahwa tanaman atau
tabulampot atau berkebun itu jadi
kepercayaan saya tuh gak pernah
kepikiran karena saya anak muda mana toh
yang suka gini. Makanya saya punya
tagline itu saatnya yang muda yang
menanam. Jadi kita anak muda kembali ke
pertanian ternyata bijak menghasilkan
juga.
Perkenalkan nama saya Esdafa di Bacario.
Saya dari owner Mahkota Omah Manggis
Kediri. Tepatnya ada di Jalan Tandan,
Desa Purwodadi, Kecamatan Keras,
Kabupaten Kediri. Jadi dulu itu kenapa
kok namanya Mahkota Omah Manggis? Ini
dulu rumah Eyang saya itu enggak
ditinggali ada 10 tahun lebih. Cuman di
depan karena ada pohon manggis besar,
jadi orang-orang sekitar nyebutnya itu
loh omah sing enek manggise, omah yang
ada manggisnya. Jadi namanya omah
manggis itu. Ini awal COVID di 2021 kita
mulai ada mahkota omah mangis. Iya,
karena kan saya libur kuliah ee kuliah
online, ngisi kegiatan. Awalnya tuh lucu
dari saya tuh awalnya jualan mobil,
mobil hobi jeep offroad. Terus ayah saya
nanam-nanam di sini sekedar untuk
pribadi awalnya. Nah, terus saya konten
mobil di area Rumah sini. Ternyata yang
viral justru malah tanamannya, bukan
mobilnya. Akhirnya kita lanjutin di
tanamannya. Kalau dulu memang sudah
mulai banyak, ada sekitar 40 pohon di
belakang. Kan belakang luas. Itu memang
diolah untuk tanaman yang nantinya
diambil buahnya. Memang tanaman untuk
investasi. Kalau dulu kita ya awalnya
nanam manggis sama alpukat aja. Sama
berapa ada tanaman impor untuk koleksi
awalnya. Kalau yang di kebun satu ini
spesifik di kebun satu yang diambil
buahnya itu alpukat, terus ada black
saapote sama mamote tuh semuanya diambil
buahnya. Terus sekarang kebetulan ada
baru green mahkota mah manggis, green
melon ya. Kalau tabulot kita jual tabu
lampotnya memang kalau di sini memang
ada dua. Satu memang untuk fokus
tabulampot. Jadi tujuannya di sini
memang kita pengiriman kan ke kota-kota
besar Jakarta, Surabaya yang mungkin gak
ee lahannya terbatas. Jadi kita pakai
sistem tabu lampot yang kita jual
online. Tapi untuk tanaman yang nantinya
untuk ditanam di kebunkan kita juga
sedia ready bibitnya juga. Kita
pengiriman terjauh ke Batam, Jayapura,
terus ke Sulawesi, Minahasa itu pernah
semua pakai packing kayu. Jadi dipeti
kayu gitu kalau di sini. Jadi ada SOP
packing-nya. Nah, di packing kayunya,
ketebalan kayunya, terus sisi-sisi mana
yang harus dipeti itu ada. Terus
wrapping buahnya kan karena tabul lamp
kebanyakan memang ada buahnya itu nanti
ada wrappingnya nempel-nempel.
Kalau kita fokusnya alpukat itu juga
lumayan banyak peminatnya di rumah
manggis. Tapi alpukat itu juga berbagai
macam jenis mulai dari lokal sampai
introduksi impor yang dari Vietnam, dari
Amerika gitu ada. Terus yang kedua emang
tanaman impor. Ada black sapote itu kan
dari Meksiko, mami sapote dari Amerika
Latin juga, terus ada anggur Brazil,
terus macam-macam sih banyak. Kalau
dulunya ya karena hobi kita ngambil juga
tu untuk indukan aja memang kita tanam
terus ternyata ketika kita kembangkan oh
bagus juga akhirnya kita pasarkan. Kalau
di tabu lampot yang di sini itu selain
hanya berbuah kita juga nata bentuknya.
Nah, jadi ya kita peruning. Jadi semibon
saya ada yang dibentuk pendek tapi
berbuah ya macam-macam gitu. Jadi selain
jual tanaman ada buahnya juga bentuk
tanamannya karena nanti kan sasarannya
untuk di hiasan depan rumah, di
perumahan kayak gitu. Plus minus sih
semuanya. Kalau tabulampot kan ada sisi
seninya jadi enggak cuman berbuah aja.
Jadi kita nata bentuknya, percabangannya
itu. Kalau di tanah kan memang tujuannya
untuk produksi buah sebanyak-banyaknya.
Kalau tabul lambot kan kalau bisa ya
berbuah ya cantik pohonnya. [musik]
Di tabulot tuh yang penting karena
makanannya hanya di potnya atau di plan
terbaiknya. Jadi kan harus dicukupi
kebutan nutrisinya. Kalau kita pupuk
utama itu pakai kohe kambing, Mas. Jadi
kita kalau di rumah manggis karena
sekitar tuh juga banyak peternakan
kambing ya, orang-orang yang melihara
kambing. Jadi perundingan hasil dari
pohon-pohon alpukat itu kita barter sama
kotoran hewannya itu kohe kambingnya di
sini. Yang penting kalau tabelampot
media tanamnya harus bagus. Di sini itu
321 ya. Tiga sekam, dua tanah subur,
sama satu goe kambing. Nanti untuk
pembesaran pohonnya supaya pohonnya bisa
sehat dulu, besar. Nanti ketika di usia
yang sudah kita inginkan, biasanya kalau
di sini 2 sampai 3 tahun itu kita
buahkan tetap dari bibit. Bibit okulasi
atau cangkok. Ada sambung susu juga.
Jadi memang stepnya dari kecil dulu.
Kita pelihara dari kecil. Kalau
tabulambat karena kita penginnya
pohonnya cantik jadi kan treatmentnya
harus dari kecil. Dari pobag sudah mulai
kita tata. Nanti mulai usia berapa kita
pindah ke planter bag atau ke pot. Nanti
sampai di saat dia dibuahkan. masa
buahnya tetap yang enggak ada musim itu
kan kalau alpukat kan memang tetap musim
[musik] dia ada musim alpugat mangga kan
juga gitu tapi kalau sawo-sawo e kayak
black sapote mame sapote sawo jumbo
Vietnam dana itu kan tanpa musim terus
ada lagi anggur Brazil itu tanpa musim
jadi bisa dibuahkan kapanpun iya sekitar
1 tahun 2 tahun bisa
iya bisa berbuah kalau yang mame sapote
atau black sapote itu masaknya malah 9
sampai 12 bulan masa matang buahnya nya
itu lama. Yang penting kebutuhan
nutrisinya aja, Mas. Selama tercukupi
pasti dia bisa berbuah. Kalau tetap
banyakan di kohe kambingnya 7030 lah.
Sementara ini kan kita juga bikin ini
olah sampah. Di belakang juga ada pilah
olah sampah. Nanti ke depannya mau
trial-tal dulu. Itu juga ada yang kita
trial. Jadi memang satu pobag atau satu
planter bag kita pupuk organik full.
Nanti kalau memang hasilnya bagus dan
kita sudah nemu celahnya, mungkin nanti
pakai organik juga bisa. Sementara ya
bagus-bagus saja, cuman kita produksinya
kan belum banyak, cuman skala rumahan
aja. Kalau yang tertanam di kebun satu
kita ada sekitar 45 pohon. Di kebun dua
itu memang untuk produksi buah nantinya
itu 170. Yang di kebun 3 itu ada sekitar
30 tapi memang khusus alpukat yang impor
atau introduksi. macam-macam. Ada
namanya Red Vietnam, ada SAB034 itu dari
Vietnam, ada TA21, Bokong 10 itu dari
Vietnam semua yang ada dari Amerika juga
banyak. Kalau yang di sini kita
kebetulan juga ee bikin olahan buahnya,
Mas. Setiap Sabtu Minggu kita ready olan
olahan buahnya. Ada salad sayur itu ada
alpokatnya juga. Terus ada sago avocado
dibuat desert, ada jus juga. Nah, terus
karena alpukat-alpukat yang introduksi
itu rata-rata memang rasa buahnya
alpukat itu enak. Jadi bisa jadi buah
meja. Kita makan tanpa pakai gula, pakai
madu, sudah gak perlu lagi. Rasanya
sudah gurih. Jadi kalau mau buat jus,
buat salad ya enak. Kalau modalnya ya
ini kan bertahap semuanya. Awalnya dulu
ya sekedar nanam. Nanam dulu ya sekedar
nanam 40 sampai 50 pohon itu kita
besarkan di kebun satu. kita besarkan
terus kita kembangkan beberapa kayak
black sapot itu kita nyambung sendiri
dulu okulasi sendiri beberapa kan kayak
gitu sama beberapa ada anggur berasil
kita semai sendiri miracle fruit
macam-macamlah kita kembangkan sendiri
awalnya ya modalnya di tanaman awalnya
indukannya cuman karena yang di kebun
satu ini untuk kunjungan jadi kita
rapikan kebunnya jadi kita pasang with
mat atau yang karpet untuk mencegah ee
rumput kayak gitu-gitu kalau awal
Awalnya dasarnya itu cuman ya kita juga
beli beberapa yang ukuran-ukuran sedang
yang usia 1 tahun untuk kita uji coba
tabulamp dan lain-lain.
Sebenarnya ketika COVID itu videonya ya
iseng-iseng vira live YP dulu yang lihat
sekitar Rp3 juta apa juta gitu di TikTok
mulai ramai. Tapi karena kita kan belum
ready semua karena dadaan awal sifatnya
kan jadi belum ready semua. Nah itu
belum sempat jualan kita jualannya
setelah 1 tahun setengah itu mulai ramai
momentumnya ya dari situ kita ada tiga
akun awalnya jadi ada akun untuk edukasi
itu ayah saya iseng-iseng bikin video
konten itu. Terus saya memang untuk
selling jualan terus ada kakak saya itu
jualan buahnya alpugat. Nah, itu
kebetulan tiga-tiganya waktu 2022 itu
ramai semua. Bareng-bareng juga rame
semua. Alhamdulillahnya itu jadi
momentumnya di situ. [musik] Kalau saya
ngonten-ngonten simpel-simpel aja,
ngonten-ngonten jualan gitu aja. Kalau
ayah saya edukasi ya ala-ala bapak-bapak
gitu ya, edukasi memupuk apa-apa. Kalau
kakak saya memang fokus di buah sama
olahan buahnya atau di kakak saya. Semua
kini kita hulu keiler ada semua mulai
dari bibit mulai bibit kecil sampai
besar untuk ditanam terus tabu lampot
terus buahnya olan buahnya sampai nanti
kemungkinan bupuknya [musik]
juga ada grindos-nya juga ini juga mulai
banyak request kan kita juga bikin untuk
olah sampahnya itu kemarin permintaan
untuk alatnya untuk bikin olah sampah
itu banyak juga alat sederhana ember
tumpuk itu banyak banget yang pesan
kemarin jadi setiap hari itu kegiatannya
jualan tabulamp OT dari live sama dari
konten. Dulu saya sendiri sekarang ada H
live-nya. Terus outing class itu
beberapa kali juga di satu minggu ada
juga dari e preschool, SD atau SMP, SMA.
Terus kalau Sabtu Minggu juga ada
kunjungan. Kadang-kadang rombongan studi
tiru atau rombongan sekedar main-main
aja dari Surabaya, Jakarta. Bahkan
kemarin ada dari Sumatera juga ke sini
main-main petik buah. Melonnya juga
gitu. Melon produksi
untuk petik melon nantinya.
Enak di sini ternyata.
Oh, gitu. [tertawa]
Iya. Kalau saya dulu kan fokus jualan
mobilnya tuh bukan mobil harian ya.
Karena saya basicnya suka offroad. Mobil
hobi, suka mobil offroad sama mobil
klasik. Saya jualan mobil offroad sama
mobil klasik tuh. Jadi kan susahnya
harus nyari mobil di luar kota, ngecek
kan butuh waktu banyak. Sedangkan saya
dulu kan nyambi kuliah. Jadi tahu-tahu
ke Jogja ke mana, ke mana, ke mana gitu.
Sampai sekarang pun masih hobi juga
cuman ya udah enggak jadikan pekerjaan.
cuman hobi-hobi aja. Dulu itu awalnya
ada mobil pribadi saya jual jeep.
Kebetulan jual terus mulai dari situ kok
enak ternyata saya mulai kulaan ngambil
terus jualan lagi, jualan lagi. Ya baru
empat kali periode lah empat kali. Terus
saya ngiseng-ngiseng ngonten di sini kok
ramai. Akhirnya saya nerus di sini gini
semuanya bisa menghasilkan Mas. Yang
saya bilang tadi mulai bibitnya bisa
menghasilkan. tabulampahnya
bisa terus melon itu dari produksi buah
juga semuanya bisa sampai pupuk sampai
mana kan bisa kalau sehari ini sebulan
mungkin ya sebulan kalau gabungan dari
tabu lampot sama buahnya 150-an mungkin
omset cuman kan kalau produksinya kan
gak banyak cuman pegawai beberapa aja
udah itu ya diputar terus Mas [tertawa]
ini pengembangan-pengembangan kan sini
juga karena kebun contoh yang sini itu
juga ada operasional yang sifatnya
pembenahan-pembenahan toh, Mas ya. Jadi,
kita kan dulu bertahap juga mulai dari
ee kebunnya sekedar kebun terus nata
mulai dirapikan, mulai dibikin spot-spot
yang untuk nanti ke depannya mau bikin
kafe juga, kafe keluarga yang untuk
keluarga. Dan saya kan juga joinan sama
kakak juga kakak itu khusus buah kakak
saya jadi ya kerja tim calon saya juga
di sini jadi calon saya yang ngurus
outing class. Saya tabulamp
lain-lain sama melon. Terus kakak saya
itu buah khusus alpukat dikerja sama
sama olhan buahnya
ya. Mungkin awalnya ya enggak dari nol
banget karena hobi itu ada privilege
dari ayah juga yang sukanya kan e
tanaman basicnya dari tanaman hias.
Tanaman hias terus pindah ke tanaman ini
memang ya hobi terus saya teruskan.
Justru kalau tabelamp dia kan hidupnya
akan di planterbag atau dipot terus ya.
Kalau masalah kadang ada akar tembus ke
tanah, akhirnya bonnya bisa besar. Nah,
selama itu enggak tembus harusnya gak
apa-apa lah. Mengakali tembusnya itu
bisa dengan 1 minggu sekali digeser
sedikit atau bisa diberi umpak umpak
pakai batako atau apa memang tatakan dia
di atas jadi nak kena tanah langsung.
Kalau kena tanah langsung otomatis nanti
akarnya akan bisa ke tanah juga. Pupuk
itu harus kalau tabulot. Sama di
tabulampot itu karena media tanamnya
nanti lama-kelamaan kan akan habis
nutrisinya. Jadi harus dipindah dari
planter bag mungkin 30 L nanti dipindah
ke 50 75 dan seterusnya setelah 2 3
tahun. Kalau waktunya antara kalau
enggak pagi banget ya sore banget yang
bagus itu. Cuman kalau harinya biasanya
seminggu atau 20 hari sekali. Memang
tujuannya kan kalau tabulot memang untuk
itu. Jadi orang-orang kota itu yang
pengin menanam enggak ada lahan kan bisa
tetap nanam.
Susahnya ini gini biasanya karena
makhluk hidup juga tanaman itu jadi kan
harus diperlakukan layaknya kita.
Kadang-kadang tuh yang beli itu lupa
bahwa setelah membeli itu ada namanya
merawat. Jadi kadang-kadang banyak yang
misal komplain, "Mas kok gak berbuah
Mas? Kok ini?" Ya mungkin karena ada
beberapa di perawatannya juga kan bukan
benda mati yang kita jual. sudah pindah
ya tetap seperti itu. Tapi kan kalau
tanaman kan dia terus tumbuh. Tumbuhnya
seperti apa kan tergantung gimana kita
ngerawatnya. Kadang blundernya dari
situ. Terus packing juga gitu. Kita
packing dari awal kirim sampai sekarang
juga. Terus pembenahan SOP-nya sampai
ketemu SOP terakhir itu ya banyak. Mulai
dulu awalnya packingnya patah ini itu
mulai banyak terus buahnya hilang ini
nih. Itu iya ada sisi itunya juga.
Kadang kan kalau orang tuh lupa tanaman
tuh ya butuh perawatan juga. Kadang kok
setelah ini gak berbuah lagi, Mas.
Setelah ini kok gini ya. Mungkin dari
sisi situnya. Kalau tabu lamput paling
murah di Rp300 sampai Rp3.500
ya. Kebanyakan untuk manage ini aja,
Mas. Dari hitung-hitungnya aja,
hitung-hitungannya aja. Kalau lainnya
dididak, Mas. Karena setiap hari di sini
ya sambil pengamatan. Jadi saya
benar-benar gak ada basic di pertanian
sama sekali. Saya dulu kecilan tuh gak
pernah main juga di sawah-sawah di mana
itu gak pernah sama sekali. Jadi ya itu
otodidak pengamatan aja 2 tahun. Saya
sambil diajarin ayah sih, benar-benar
bisa tuh ya mungkin 2 tahunan mulai
trik-triknya bisa cuman ya enggak
sedetail itulah. Karena kalau tanaman
kan ilmunya enggak ada ilmu yang basic
kan gak ada dasar itu gak ada. Tanaman
itu kan mengikuti di setiap tempat kan
beda-beda pertumbuhannya. Yang tetap
bisa tu kan ee pengamatan setiap hari
nanti ketemu-ketemu sendiri. Gak akan
sama di sini sama di sana ya gak akan
sama ya. Setiap hari kan aktivitas saya
dari sini ke belakang lihat-lihat
pengamatan jadi sampai hafal dari situ.
Kalau di tabelampot itu yang pertama
batangnya harus besar, batang besar
terus bentuknya proporsional. Maksudnya
proporsional tuh percabangan antara
kanan kiri itu seimbang, bisa muter.
Nah, kayak gitu. Kalau down ya harusnya
yang segar lah. Harus segar. Gak dari
awal saya dulu kenapa kok ambil
manajemen memang saya ceritanya memang
usaha sendiri. Kalau saya itu setengah
ASN setengah ada ee usahanya. Mama saya
itu usaha toko saya lebih ke mama saya.
Yes. Pewaris.
Kalau saya dari kecil tuh memang bonding
sama ayah saya tuh kuat dari sisi hobi.
Saya hobi semuanya sama mulai badminton,
offroad, tanaman tuh juga gitu karena
tanaman itu awalnya juga hobi yang
dijadikan pekerjaan. Makanya saya
ngikut-ngikut aja oh ternyata bisa
dijadikan pekerjaan. Yang penting manut
itu [tertawa]
saya pikiran ya karena ada saya 2021 kan
kebetulan sudah ada pasangan calon jadi
motivasi saya ya segar-segara mungkin ya
cepat bisa ke arah yang lebih serius ya
itu Mas sama gabut toh dulu awalnya
mungkin ya ada faktor lak-nya juga
mungkin Mas faktor laknya kan dari yang
saya bilang konten itu tahu-tahu viral
banyak yang pesan dan sebagainya kan
mungkin dari situ bisa jadi jadi memang
ini saya pewarisnya dari sisi mungkin
ada privilege awalnya tapi kalau ini
sama-sama merintis karena Dari nul juga
saya masuk di rumah manggis ini dari nol
juga m bikin bareng-bareng kerja sama
sama ayah saya sama kakak saya lawannya
dari orang tua pasti [musik] cuman
jalannya benar-benar dari nol saya
sendiri cuma dibantu saya
ngonten-ngonten gitu sama [musik]
mungkin jadi guru saya juga ngajarin ini
tapi ya dari hobi tadi Mas karena dari
awalnya memang saya ya dekatnya [musik]
mulai dari badminton dari offroad dan
terus jadi adaptasinya enggak enggak
terlalu sulit saya 24 mau 25
saya sekarang dulu banyak Mas dulu Dava
offroad dulu karena saya sukanya offroad
dava badminton juga dulu sekarang jadi
dava omah manggih saya yang penting tuh
sukanya dulu enggak pernah sama sekali
kepikiran bahwa tanaman atau tabulampot
atau berkebun itu jadi kepercayaan saya
tuh gak pernah kepikiran karena saya
anak muda mana toh yang suka gini
makanya saya punya tagline itu saatnya
yang muda yang menanam jadi kita anak
muda kembali ke pertanian ternyata bijak
menghasilkan juga teman-teman sekarang
kalau ketemu saya sekarang da saatnya
yang muda yang menanam pasti gitu kalau
ngejek gitu Mas cuman mereka akhirnya
teman-teman nongkrong saya tuh wah saya
bisa ya balik ke pertanian yang kayak
[musik] model zaman dulu bisa
dimodernkan juga bisa ya ternyata ini
kan semi ada ya [musik] kalau pertanian
kan balik lagi biasanya kannya dengan
desa teru cuman kita kolaborasi sama
trennya sekarang mulai senang mas 1
tahun pertama saya mulai bingung kenapa
toh ini tanaman-tanaman lama-lama kok
karena kebetulan viral. Jadi harus saya
bisa gak bisa ya harus di situ. Terus
lama-lama kok suka oh enak ternyata
gitu. Justru sekarang mungkin sudah
karena SOP ini sudah jalan ada beberapa
pegawai kan sudah ada jadi ya sudah
mulai bisa ditinggal itu pun tapi
orang-orang 1 minggu libur saya gak bisa
libur 1 minggu kan banyak kunjungan ke
sini
kalau hari biasa mungkin saya masih bisa
nyambi-nyambi badminton atau apa-apa
masih bisa. Iya saya kalau berwisata
pasti weekdays. Sabtu Minggu kan
orang-orang berwisata ke sini. Jadi saya
hari Senin sampai Jumat berwisata keluar
rata-rata hari-hari itu sepi.
Iya sepi. Impian saya tuh di rumah
manggis nanti kan one stop service
semuanya ada bulu kelilernya semuanya
ada itu ya. Nanti kan ini e step by step
ini mulai di tabulotnya sudah jalan sama
buahnya class juga mulai jalan. Ini
beberapa juga banyak juga yang minta
endorse juga di affiliate maupun endorse
biasa. Terus kunjungan ini yang mau kita
perbaiki di kunjungannya. Jadi, Sabtu
Minggu bagaimana bisa jadi kafe
keluarga. Mereka nongkrong di sini,
suasana kebun, olahan buahnya jalan.
Nanti step berikutnya mungkin saya
pengin produksi planter bag, Mas. Ada
yang diterima tapi kalau saya lebih ke
beban moralnya. Jadi ketika mau endorse
itu kita trail dulu. Jadi memang
benar-benar pupuk ini bisa digunakan dan
bagus hasilnya. Kalau sekedar saya
belum.
Alasannya beban moral.
Iya. Ya gak enak kalau sampai sana
ternyata beli karena kita ternyata di
sana efeknya enggak seberapa Mas. Jadi
yang penting kan kita kan juga
mengedukasi kasihan orang-orang kalau
ternyata dari endorse itu mereka beli
tapi efeknya kurang. Saya ke depan
terdekat ini clasing class mulai jalan
lagi sama kunjungan mulai banyak ini
kirim bibit untuk tanaman kan musim
tanam ini. Terus tahun depan mungkin
saya nanti cita-citanya mau bikin gendos
[musik] untuk produksi glendos melon.
Jadi dari awal tuh saya sebenarnya
motivasi awal tuh memang karena itu
pasangan Mas awalnya memang karena saya
sudah lama dari kuliah terus memang mau
ke arah yang lebih serius. Nah,
kebetulan saya kan gak kerja di luar
memang pengin usaha dan momennya tepat
pas COVID. Kalau mungkin kalau pas saya
lagi kuliah kan di Malang mungkin gak
bisa. Setelah itu baru saya mulai usaha.
Jadi sambil mikir usaha apa ya mikir tuh
sambil jualan mobil ternyata ketemunya
malah di sini. Akhirnya saya serius
sekalian. Otomatis kalau saya dulu mulai
COVID itu malu sendiri, Mas. Karena kan
sudah gede, sudah dewasa. Kalau semuanya
minta orang tua kan sudah [musik] kurang
baik. Jadi saya mulai itu ee pacaran itu
ya sama pasangan itu mulai kalau bisa
segala kebutuhan mulai dicukupi sendiri.
Dari situ saya mulai semangat kerja. Gak
sih, Mas? Karena itu tadi [musik]
hobinya sama. Oh, sama saya. Jadi setiap
momen pasti ada momen sama ayah saya
badminton berdua offroad ke mana? luar
kota ke seluruh Indonesia sama ayah saya
juga tuh sama saya juga dekat kalau
shopping yang nemenin juga saya
juga [musik] yang ngantar juga saya
pokoknya yang penting kalau saya tuh
sekarang di e tekun itu aja tekun apa
yang sudah dimulai kalau bisa ya terus
jangan sampai berhenti. Terus inovasinya
juga harus ada inovasi-inovasi baru
karena bisa selesai kapanpun privilege
itu. Prinsipnya kalau saya sekarang
diberi privilege, semoga nanti ke
depannya saya bisa memberi privilege
[musik] untuk anak saya ke depannya.
Saya Dava owner mahkota manggis di Jalan
Taj Purwodadi, Kecamatan Keras Kabupaten
Kediri. [musik]
Terima kasih.
Yeah.