Transcript
jilwyBXhuS4 • Modal Bertahap, Pemuda Raup Untung 150 Juta Perbulan dari Kebun Belakang Rumah!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0648_jilwyBXhuS4.txt
Kind: captions Language: id [musik] Sebenarnya ketika COVID itu videonya ya iseng-iseng vira live YP dulu yang lihat sekitar R3 juta apa juta gitu di TikTok mulai ramai tapi karena kita kan belum ready semua karena dadaan awal sifatnya kan jadi belum ready semua itu belum sempat jualan kita jualannya setelah 1 tahun setengah itu mulai ramai momentumnya ya dari situ kita ada tiga akun awalnya jadi ada akun untuk edukasi itu ayah Saya iseng-iseng bikin video konten itu. Terus saya memang untuk selling jualan terus ada kakak saya itu jualan buahnya alpukat. Nah, itu kebetulan tiga-tiganya waktu 2022 itu ramai semua. Bareng-bareng juga ramai semua. Alhamdulillahnya itu jadi momentumnya [musik] di situ. Kalau sehari ini sebulan mungkin ya sebulan kalau gabungan dari tabu lampot sama buahnya 150-an mungkin Om. set. Cuman kan kalau produksinya kan gak banyak, cuman pegawai beberapa aja. Mudah itu sukanya dulu enggak pernah sama sekali kepikiran bahwa tanaman atau tabulampot atau berkebun itu jadi kepercayaan saya tuh gak pernah kepikiran karena saya anak muda mana toh yang suka gini. Makanya saya punya tagline itu saatnya yang muda yang menanam. Jadi kita anak muda kembali ke pertanian ternyata bijak menghasilkan juga. Perkenalkan nama saya Esdafa di Bacario. Saya dari owner Mahkota Omah Manggis Kediri. Tepatnya ada di Jalan Tandan, Desa Purwodadi, Kecamatan Keras, Kabupaten Kediri. Jadi dulu itu kenapa kok namanya Mahkota Omah Manggis? Ini dulu rumah Eyang saya itu enggak ditinggali ada 10 tahun lebih. Cuman di depan karena ada pohon manggis besar, jadi orang-orang sekitar nyebutnya itu loh omah sing enek manggise, omah yang ada manggisnya. Jadi namanya omah manggis itu. Ini awal COVID di 2021 kita mulai ada mahkota omah mangis. Iya, karena kan saya libur kuliah ee kuliah online, ngisi kegiatan. Awalnya tuh lucu dari saya tuh awalnya jualan mobil, mobil hobi jeep offroad. Terus ayah saya nanam-nanam di sini sekedar untuk pribadi awalnya. Nah, terus saya konten mobil di area Rumah sini. Ternyata yang viral justru malah tanamannya, bukan mobilnya. Akhirnya kita lanjutin di tanamannya. Kalau dulu memang sudah mulai banyak, ada sekitar 40 pohon di belakang. Kan belakang luas. Itu memang diolah untuk tanaman yang nantinya diambil buahnya. Memang tanaman untuk investasi. Kalau dulu kita ya awalnya nanam manggis sama alpukat aja. Sama berapa ada tanaman impor untuk koleksi awalnya. Kalau yang di kebun satu ini spesifik di kebun satu yang diambil buahnya itu alpukat, terus ada black saapote sama mamote tuh semuanya diambil buahnya. Terus sekarang kebetulan ada baru green mahkota mah manggis, green melon ya. Kalau tabulot kita jual tabu lampotnya memang kalau di sini memang ada dua. Satu memang untuk fokus tabulampot. Jadi tujuannya di sini memang kita pengiriman kan ke kota-kota besar Jakarta, Surabaya yang mungkin gak ee lahannya terbatas. Jadi kita pakai sistem tabu lampot yang kita jual online. Tapi untuk tanaman yang nantinya untuk ditanam di kebunkan kita juga sedia ready bibitnya juga. Kita pengiriman terjauh ke Batam, Jayapura, terus ke Sulawesi, Minahasa itu pernah semua pakai packing kayu. Jadi dipeti kayu gitu kalau di sini. Jadi ada SOP packing-nya. Nah, di packing kayunya, ketebalan kayunya, terus sisi-sisi mana yang harus dipeti itu ada. Terus wrapping buahnya kan karena tabul lamp kebanyakan memang ada buahnya itu nanti ada wrappingnya nempel-nempel. Kalau kita fokusnya alpukat itu juga lumayan banyak peminatnya di rumah manggis. Tapi alpukat itu juga berbagai macam jenis mulai dari lokal sampai introduksi impor yang dari Vietnam, dari Amerika gitu ada. Terus yang kedua emang tanaman impor. Ada black sapote itu kan dari Meksiko, mami sapote dari Amerika Latin juga, terus ada anggur Brazil, terus macam-macam sih banyak. Kalau dulunya ya karena hobi kita ngambil juga tu untuk indukan aja memang kita tanam terus ternyata ketika kita kembangkan oh bagus juga akhirnya kita pasarkan. Kalau di tabu lampot yang di sini itu selain hanya berbuah kita juga nata bentuknya. Nah, jadi ya kita peruning. Jadi semibon saya ada yang dibentuk pendek tapi berbuah ya macam-macam gitu. Jadi selain jual tanaman ada buahnya juga bentuk tanamannya karena nanti kan sasarannya untuk di hiasan depan rumah, di perumahan kayak gitu. Plus minus sih semuanya. Kalau tabulampot kan ada sisi seninya jadi enggak cuman berbuah aja. Jadi kita nata bentuknya, percabangannya itu. Kalau di tanah kan memang tujuannya untuk produksi buah sebanyak-banyaknya. Kalau tabul lambot kan kalau bisa ya berbuah ya cantik pohonnya. [musik] Di tabulot tuh yang penting karena makanannya hanya di potnya atau di plan terbaiknya. Jadi kan harus dicukupi kebutan nutrisinya. Kalau kita pupuk utama itu pakai kohe kambing, Mas. Jadi kita kalau di rumah manggis karena sekitar tuh juga banyak peternakan kambing ya, orang-orang yang melihara kambing. Jadi perundingan hasil dari pohon-pohon alpukat itu kita barter sama kotoran hewannya itu kohe kambingnya di sini. Yang penting kalau tabelampot media tanamnya harus bagus. Di sini itu 321 ya. Tiga sekam, dua tanah subur, sama satu goe kambing. Nanti untuk pembesaran pohonnya supaya pohonnya bisa sehat dulu, besar. Nanti ketika di usia yang sudah kita inginkan, biasanya kalau di sini 2 sampai 3 tahun itu kita buahkan tetap dari bibit. Bibit okulasi atau cangkok. Ada sambung susu juga. Jadi memang stepnya dari kecil dulu. Kita pelihara dari kecil. Kalau tabulambat karena kita penginnya pohonnya cantik jadi kan treatmentnya harus dari kecil. Dari pobag sudah mulai kita tata. Nanti mulai usia berapa kita pindah ke planter bag atau ke pot. Nanti sampai di saat dia dibuahkan. masa buahnya tetap yang enggak ada musim itu kan kalau alpukat kan memang tetap musim [musik] dia ada musim alpugat mangga kan juga gitu tapi kalau sawo-sawo e kayak black sapote mame sapote sawo jumbo Vietnam dana itu kan tanpa musim terus ada lagi anggur Brazil itu tanpa musim jadi bisa dibuahkan kapanpun iya sekitar 1 tahun 2 tahun bisa iya bisa berbuah kalau yang mame sapote atau black sapote itu masaknya malah 9 sampai 12 bulan masa matang buahnya nya itu lama. Yang penting kebutuhan nutrisinya aja, Mas. Selama tercukupi pasti dia bisa berbuah. Kalau tetap banyakan di kohe kambingnya 7030 lah. Sementara ini kan kita juga bikin ini olah sampah. Di belakang juga ada pilah olah sampah. Nanti ke depannya mau trial-tal dulu. Itu juga ada yang kita trial. Jadi memang satu pobag atau satu planter bag kita pupuk organik full. Nanti kalau memang hasilnya bagus dan kita sudah nemu celahnya, mungkin nanti pakai organik juga bisa. Sementara ya bagus-bagus saja, cuman kita produksinya kan belum banyak, cuman skala rumahan aja. Kalau yang tertanam di kebun satu kita ada sekitar 45 pohon. Di kebun dua itu memang untuk produksi buah nantinya itu 170. Yang di kebun 3 itu ada sekitar 30 tapi memang khusus alpukat yang impor atau introduksi. macam-macam. Ada namanya Red Vietnam, ada SAB034 itu dari Vietnam, ada TA21, Bokong 10 itu dari Vietnam semua yang ada dari Amerika juga banyak. Kalau yang di sini kita kebetulan juga ee bikin olahan buahnya, Mas. Setiap Sabtu Minggu kita ready olan olahan buahnya. Ada salad sayur itu ada alpokatnya juga. Terus ada sago avocado dibuat desert, ada jus juga. Nah, terus karena alpukat-alpukat yang introduksi itu rata-rata memang rasa buahnya alpukat itu enak. Jadi bisa jadi buah meja. Kita makan tanpa pakai gula, pakai madu, sudah gak perlu lagi. Rasanya sudah gurih. Jadi kalau mau buat jus, buat salad ya enak. Kalau modalnya ya ini kan bertahap semuanya. Awalnya dulu ya sekedar nanam. Nanam dulu ya sekedar nanam 40 sampai 50 pohon itu kita besarkan di kebun satu. kita besarkan terus kita kembangkan beberapa kayak black sapot itu kita nyambung sendiri dulu okulasi sendiri beberapa kan kayak gitu sama beberapa ada anggur berasil kita semai sendiri miracle fruit macam-macamlah kita kembangkan sendiri awalnya ya modalnya di tanaman awalnya indukannya cuman karena yang di kebun satu ini untuk kunjungan jadi kita rapikan kebunnya jadi kita pasang with mat atau yang karpet untuk mencegah ee rumput kayak gitu-gitu kalau awal Awalnya dasarnya itu cuman ya kita juga beli beberapa yang ukuran-ukuran sedang yang usia 1 tahun untuk kita uji coba tabulamp dan lain-lain. Sebenarnya ketika COVID itu videonya ya iseng-iseng vira live YP dulu yang lihat sekitar Rp3 juta apa juta gitu di TikTok mulai ramai. Tapi karena kita kan belum ready semua karena dadaan awal sifatnya kan jadi belum ready semua. Nah itu belum sempat jualan kita jualannya setelah 1 tahun setengah itu mulai ramai momentumnya ya dari situ kita ada tiga akun awalnya jadi ada akun untuk edukasi itu ayah saya iseng-iseng bikin video konten itu. Terus saya memang untuk selling jualan terus ada kakak saya itu jualan buahnya alpugat. Nah, itu kebetulan tiga-tiganya waktu 2022 itu ramai semua. Bareng-bareng juga rame semua. Alhamdulillahnya itu jadi momentumnya di situ. [musik] Kalau saya ngonten-ngonten simpel-simpel aja, ngonten-ngonten jualan gitu aja. Kalau ayah saya edukasi ya ala-ala bapak-bapak gitu ya, edukasi memupuk apa-apa. Kalau kakak saya memang fokus di buah sama olahan buahnya atau di kakak saya. Semua kini kita hulu keiler ada semua mulai dari bibit mulai bibit kecil sampai besar untuk ditanam terus tabu lampot terus buahnya olan buahnya sampai nanti kemungkinan bupuknya [musik] juga ada grindos-nya juga ini juga mulai banyak request kan kita juga bikin untuk olah sampahnya itu kemarin permintaan untuk alatnya untuk bikin olah sampah itu banyak juga alat sederhana ember tumpuk itu banyak banget yang pesan kemarin jadi setiap hari itu kegiatannya jualan tabulamp OT dari live sama dari konten. Dulu saya sendiri sekarang ada H live-nya. Terus outing class itu beberapa kali juga di satu minggu ada juga dari e preschool, SD atau SMP, SMA. Terus kalau Sabtu Minggu juga ada kunjungan. Kadang-kadang rombongan studi tiru atau rombongan sekedar main-main aja dari Surabaya, Jakarta. Bahkan kemarin ada dari Sumatera juga ke sini main-main petik buah. Melonnya juga gitu. Melon produksi untuk petik melon nantinya. Enak di sini ternyata. Oh, gitu. [tertawa] Iya. Kalau saya dulu kan fokus jualan mobilnya tuh bukan mobil harian ya. Karena saya basicnya suka offroad. Mobil hobi, suka mobil offroad sama mobil klasik. Saya jualan mobil offroad sama mobil klasik tuh. Jadi kan susahnya harus nyari mobil di luar kota, ngecek kan butuh waktu banyak. Sedangkan saya dulu kan nyambi kuliah. Jadi tahu-tahu ke Jogja ke mana, ke mana, ke mana gitu. Sampai sekarang pun masih hobi juga cuman ya udah enggak jadikan pekerjaan. cuman hobi-hobi aja. Dulu itu awalnya ada mobil pribadi saya jual jeep. Kebetulan jual terus mulai dari situ kok enak ternyata saya mulai kulaan ngambil terus jualan lagi, jualan lagi. Ya baru empat kali periode lah empat kali. Terus saya ngiseng-ngiseng ngonten di sini kok ramai. Akhirnya saya nerus di sini gini semuanya bisa menghasilkan Mas. Yang saya bilang tadi mulai bibitnya bisa menghasilkan. tabulampahnya bisa terus melon itu dari produksi buah juga semuanya bisa sampai pupuk sampai mana kan bisa kalau sehari ini sebulan mungkin ya sebulan kalau gabungan dari tabu lampot sama buahnya 150-an mungkin omset cuman kan kalau produksinya kan gak banyak cuman pegawai beberapa aja udah itu ya diputar terus Mas [tertawa] ini pengembangan-pengembangan kan sini juga karena kebun contoh yang sini itu juga ada operasional yang sifatnya pembenahan-pembenahan toh, Mas ya. Jadi, kita kan dulu bertahap juga mulai dari ee kebunnya sekedar kebun terus nata mulai dirapikan, mulai dibikin spot-spot yang untuk nanti ke depannya mau bikin kafe juga, kafe keluarga yang untuk keluarga. Dan saya kan juga joinan sama kakak juga kakak itu khusus buah kakak saya jadi ya kerja tim calon saya juga di sini jadi calon saya yang ngurus outing class. Saya tabulamp lain-lain sama melon. Terus kakak saya itu buah khusus alpukat dikerja sama sama olhan buahnya ya. Mungkin awalnya ya enggak dari nol banget karena hobi itu ada privilege dari ayah juga yang sukanya kan e tanaman basicnya dari tanaman hias. Tanaman hias terus pindah ke tanaman ini memang ya hobi terus saya teruskan. Justru kalau tabelamp dia kan hidupnya akan di planterbag atau dipot terus ya. Kalau masalah kadang ada akar tembus ke tanah, akhirnya bonnya bisa besar. Nah, selama itu enggak tembus harusnya gak apa-apa lah. Mengakali tembusnya itu bisa dengan 1 minggu sekali digeser sedikit atau bisa diberi umpak umpak pakai batako atau apa memang tatakan dia di atas jadi nak kena tanah langsung. Kalau kena tanah langsung otomatis nanti akarnya akan bisa ke tanah juga. Pupuk itu harus kalau tabulot. Sama di tabulampot itu karena media tanamnya nanti lama-kelamaan kan akan habis nutrisinya. Jadi harus dipindah dari planter bag mungkin 30 L nanti dipindah ke 50 75 dan seterusnya setelah 2 3 tahun. Kalau waktunya antara kalau enggak pagi banget ya sore banget yang bagus itu. Cuman kalau harinya biasanya seminggu atau 20 hari sekali. Memang tujuannya kan kalau tabulot memang untuk itu. Jadi orang-orang kota itu yang pengin menanam enggak ada lahan kan bisa tetap nanam. Susahnya ini gini biasanya karena makhluk hidup juga tanaman itu jadi kan harus diperlakukan layaknya kita. Kadang-kadang tuh yang beli itu lupa bahwa setelah membeli itu ada namanya merawat. Jadi kadang-kadang banyak yang misal komplain, "Mas kok gak berbuah Mas? Kok ini?" Ya mungkin karena ada beberapa di perawatannya juga kan bukan benda mati yang kita jual. sudah pindah ya tetap seperti itu. Tapi kan kalau tanaman kan dia terus tumbuh. Tumbuhnya seperti apa kan tergantung gimana kita ngerawatnya. Kadang blundernya dari situ. Terus packing juga gitu. Kita packing dari awal kirim sampai sekarang juga. Terus pembenahan SOP-nya sampai ketemu SOP terakhir itu ya banyak. Mulai dulu awalnya packingnya patah ini itu mulai banyak terus buahnya hilang ini nih. Itu iya ada sisi itunya juga. Kadang kan kalau orang tuh lupa tanaman tuh ya butuh perawatan juga. Kadang kok setelah ini gak berbuah lagi, Mas. Setelah ini kok gini ya. Mungkin dari sisi situnya. Kalau tabu lamput paling murah di Rp300 sampai Rp3.500 ya. Kebanyakan untuk manage ini aja, Mas. Dari hitung-hitungnya aja, hitung-hitungannya aja. Kalau lainnya dididak, Mas. Karena setiap hari di sini ya sambil pengamatan. Jadi saya benar-benar gak ada basic di pertanian sama sekali. Saya dulu kecilan tuh gak pernah main juga di sawah-sawah di mana itu gak pernah sama sekali. Jadi ya itu otodidak pengamatan aja 2 tahun. Saya sambil diajarin ayah sih, benar-benar bisa tuh ya mungkin 2 tahunan mulai trik-triknya bisa cuman ya enggak sedetail itulah. Karena kalau tanaman kan ilmunya enggak ada ilmu yang basic kan gak ada dasar itu gak ada. Tanaman itu kan mengikuti di setiap tempat kan beda-beda pertumbuhannya. Yang tetap bisa tu kan ee pengamatan setiap hari nanti ketemu-ketemu sendiri. Gak akan sama di sini sama di sana ya gak akan sama ya. Setiap hari kan aktivitas saya dari sini ke belakang lihat-lihat pengamatan jadi sampai hafal dari situ. Kalau di tabelampot itu yang pertama batangnya harus besar, batang besar terus bentuknya proporsional. Maksudnya proporsional tuh percabangan antara kanan kiri itu seimbang, bisa muter. Nah, kayak gitu. Kalau down ya harusnya yang segar lah. Harus segar. Gak dari awal saya dulu kenapa kok ambil manajemen memang saya ceritanya memang usaha sendiri. Kalau saya itu setengah ASN setengah ada ee usahanya. Mama saya itu usaha toko saya lebih ke mama saya. Yes. Pewaris. Kalau saya dari kecil tuh memang bonding sama ayah saya tuh kuat dari sisi hobi. Saya hobi semuanya sama mulai badminton, offroad, tanaman tuh juga gitu karena tanaman itu awalnya juga hobi yang dijadikan pekerjaan. Makanya saya ngikut-ngikut aja oh ternyata bisa dijadikan pekerjaan. Yang penting manut itu [tertawa] saya pikiran ya karena ada saya 2021 kan kebetulan sudah ada pasangan calon jadi motivasi saya ya segar-segara mungkin ya cepat bisa ke arah yang lebih serius ya itu Mas sama gabut toh dulu awalnya mungkin ya ada faktor lak-nya juga mungkin Mas faktor laknya kan dari yang saya bilang konten itu tahu-tahu viral banyak yang pesan dan sebagainya kan mungkin dari situ bisa jadi jadi memang ini saya pewarisnya dari sisi mungkin ada privilege awalnya tapi kalau ini sama-sama merintis karena Dari nul juga saya masuk di rumah manggis ini dari nol juga m bikin bareng-bareng kerja sama sama ayah saya sama kakak saya lawannya dari orang tua pasti [musik] cuman jalannya benar-benar dari nol saya sendiri cuma dibantu saya ngonten-ngonten gitu sama [musik] mungkin jadi guru saya juga ngajarin ini tapi ya dari hobi tadi Mas karena dari awalnya memang saya ya dekatnya [musik] mulai dari badminton dari offroad dan terus jadi adaptasinya enggak enggak terlalu sulit saya 24 mau 25 saya sekarang dulu banyak Mas dulu Dava offroad dulu karena saya sukanya offroad dava badminton juga dulu sekarang jadi dava omah manggih saya yang penting tuh sukanya dulu enggak pernah sama sekali kepikiran bahwa tanaman atau tabulampot atau berkebun itu jadi kepercayaan saya tuh gak pernah kepikiran karena saya anak muda mana toh yang suka gini makanya saya punya tagline itu saatnya yang muda yang menanam jadi kita anak muda kembali ke pertanian ternyata bijak menghasilkan juga teman-teman sekarang kalau ketemu saya sekarang da saatnya yang muda yang menanam pasti gitu kalau ngejek gitu Mas cuman mereka akhirnya teman-teman nongkrong saya tuh wah saya bisa ya balik ke pertanian yang kayak [musik] model zaman dulu bisa dimodernkan juga bisa ya ternyata ini kan semi ada ya [musik] kalau pertanian kan balik lagi biasanya kannya dengan desa teru cuman kita kolaborasi sama trennya sekarang mulai senang mas 1 tahun pertama saya mulai bingung kenapa toh ini tanaman-tanaman lama-lama kok karena kebetulan viral. Jadi harus saya bisa gak bisa ya harus di situ. Terus lama-lama kok suka oh enak ternyata gitu. Justru sekarang mungkin sudah karena SOP ini sudah jalan ada beberapa pegawai kan sudah ada jadi ya sudah mulai bisa ditinggal itu pun tapi orang-orang 1 minggu libur saya gak bisa libur 1 minggu kan banyak kunjungan ke sini kalau hari biasa mungkin saya masih bisa nyambi-nyambi badminton atau apa-apa masih bisa. Iya saya kalau berwisata pasti weekdays. Sabtu Minggu kan orang-orang berwisata ke sini. Jadi saya hari Senin sampai Jumat berwisata keluar rata-rata hari-hari itu sepi. Iya sepi. Impian saya tuh di rumah manggis nanti kan one stop service semuanya ada bulu kelilernya semuanya ada itu ya. Nanti kan ini e step by step ini mulai di tabulotnya sudah jalan sama buahnya class juga mulai jalan. Ini beberapa juga banyak juga yang minta endorse juga di affiliate maupun endorse biasa. Terus kunjungan ini yang mau kita perbaiki di kunjungannya. Jadi, Sabtu Minggu bagaimana bisa jadi kafe keluarga. Mereka nongkrong di sini, suasana kebun, olahan buahnya jalan. Nanti step berikutnya mungkin saya pengin produksi planter bag, Mas. Ada yang diterima tapi kalau saya lebih ke beban moralnya. Jadi ketika mau endorse itu kita trail dulu. Jadi memang benar-benar pupuk ini bisa digunakan dan bagus hasilnya. Kalau sekedar saya belum. Alasannya beban moral. Iya. Ya gak enak kalau sampai sana ternyata beli karena kita ternyata di sana efeknya enggak seberapa Mas. Jadi yang penting kan kita kan juga mengedukasi kasihan orang-orang kalau ternyata dari endorse itu mereka beli tapi efeknya kurang. Saya ke depan terdekat ini clasing class mulai jalan lagi sama kunjungan mulai banyak ini kirim bibit untuk tanaman kan musim tanam ini. Terus tahun depan mungkin saya nanti cita-citanya mau bikin gendos [musik] untuk produksi glendos melon. Jadi dari awal tuh saya sebenarnya motivasi awal tuh memang karena itu pasangan Mas awalnya memang karena saya sudah lama dari kuliah terus memang mau ke arah yang lebih serius. Nah, kebetulan saya kan gak kerja di luar memang pengin usaha dan momennya tepat pas COVID. Kalau mungkin kalau pas saya lagi kuliah kan di Malang mungkin gak bisa. Setelah itu baru saya mulai usaha. Jadi sambil mikir usaha apa ya mikir tuh sambil jualan mobil ternyata ketemunya malah di sini. Akhirnya saya serius sekalian. Otomatis kalau saya dulu mulai COVID itu malu sendiri, Mas. Karena kan sudah gede, sudah dewasa. Kalau semuanya minta orang tua kan sudah [musik] kurang baik. Jadi saya mulai itu ee pacaran itu ya sama pasangan itu mulai kalau bisa segala kebutuhan mulai dicukupi sendiri. Dari situ saya mulai semangat kerja. Gak sih, Mas? Karena itu tadi [musik] hobinya sama. Oh, sama saya. Jadi setiap momen pasti ada momen sama ayah saya badminton berdua offroad ke mana? luar kota ke seluruh Indonesia sama ayah saya juga tuh sama saya juga dekat kalau shopping yang nemenin juga saya juga [musik] yang ngantar juga saya pokoknya yang penting kalau saya tuh sekarang di e tekun itu aja tekun apa yang sudah dimulai kalau bisa ya terus jangan sampai berhenti. Terus inovasinya juga harus ada inovasi-inovasi baru karena bisa selesai kapanpun privilege itu. Prinsipnya kalau saya sekarang diberi privilege, semoga nanti ke depannya saya bisa memberi privilege [musik] untuk anak saya ke depannya. Saya Dava owner mahkota manggis di Jalan Taj Purwodadi, Kecamatan Keras Kabupaten Kediri. [musik] Terima kasih. Yeah.