Gara-Gara Orang ini, Pemain Timnas Bola Indonesia Kuat Lari 90 Menit
00vdSVW2Y9I • 2025-11-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id perjalanannya Mas Sofi sampai ke menjadi asisten pelatih fisik timnas itu bagaimana, Mas? Kalau di timnas makanannya juga terjaga. Makanannya sangat terjaga. Jadi memang kita protect, kita larang ya makan Indomie itu enggak boleh. Enggak boleh. Beneran? Beneran. Meskipun itu hanya untuk jaga mental itu enggak boleh. Intinya kan buat rasa kangen itu gak gak boleh. seseorang pelatih yang berbicara tentang tubuh manusia. Nah, kita harus kuat secara fisiologi. Heeh. Nah, orang umum membicarakan fisik. Fisik itu masih kata umum. Heeh. Kalau diperkecil-perkecil lagi, fisik itu ada agility, ada koordinasi, ada streng, ada aerobik, anaerobik. Nah, streng seperti apa? setengan sekarang ada functional trainning, ada macam-macamlah itu metode yang kita gunakan metode apa ada metode tabata, ada kayak kita lari lari yang seperti apa lari fatlek, sateleran e macam-macam sekarang ya itu hanya diberikan di perkuliahan yang jurusannya olahraga. Saat kursus tidak akan pernah dapat saat kursus pelatih. Baik lisensi D, C, B, A. Asalamualaikum, Mas Ima. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Lama banget, gak saya tuh ngubungi Mas Imam itu dari 2024. Wih nak dm jenengan DM masih imam. Oh, mungkin lagi di yang apa yang tidak terlihat itu mungkin jadi jarang scroll. Betul. Tapi banyak juga yang mungkin belum tahu karena Mas Imam ini salah satu sosok orang yang berjasa atas fisik-fisik para pemain timnas. Saya sampai man pakai bajunya Timnas lah. Ini mungkin saya saya mau datang pakai baju pakai Timnas ini kayaknya ini. I boleh dikenalin dulu enggak sih, Mas sama teman-teman pecah telur barangkali ee secara profile itu Mas Imam tuh bagaimana? Siapa gitu? Heeh. Saya Sofi Imam Faisal. Oke. Numpang lahir di Kabupaten Situbondo. Oh. Numpang lahir loh ya? numpung lahir. Karena orang tu berhubungan dengan kerjanya orang tua kan ke mana pun orang tua kan kita waktu itu kan di dalam perut kan harus ngikutin kan. Terus ee saya sekolah dari TK sampai SD eh sampai SMA itu di Mojokerto. Heeh. Itu habis itu saya kuliah S1 di Universitas Negeri Malang. Jadi saya 4 tahun hidup di Malang. Oke. Dan di situlah saya bertemu dengan wanita idaman untuk menemani kehidupan seterusnya itu orang Tulungagung itu. Oke. Dan saya masuk Tulungagung kalau enggak salah 2000. Oh iya. Siap. Mas aktivitas saat ini apa dan ngapain nih di Tulung Agung? saat ini saya pengajar apa? Salah satu pengajar dosen olahraga di Universitas PGRI Nusantara Kediri. Oke. Itu jadi kalau saya lagi kegiatan TC. Heeh. Jadi mahasiswa saya cuma saya kasih tugas dan saya juga minta maaf ini kalau mahasiswa saya nonton ya karena kesibukan itu ya sama di rumah aja dan melanjutkan kuliah S3 saya. Ih keren. Di di Universitas 11 Maret PS Surakarta. Alhamdulillah dapat beasiswa Mas. Alhamdulillah itu Mas Sofi lebih senang menjadi pengajar atau bertugas negara? Kalau kita harus memilih harus diperingkat gitu satu dua atau memang harus utama satu-satu eh di peringkat dekat bolehingkat. Iya. Kalau kalau saya sih tidak ada peringkat dua-duanya. Kenapa saya berpikiran dua-duanya itu sangat penting? Karena sepak bola pelatih sebagai pelatih fisik adalah ee cita-cita saya. Heeh. Setelah saya lus kuliah. Yang kedua, kenapa mengajar juga penting? Mungkin dari sekian ee beberapa pelatih yang ada di Indonesia. Heeh. mungkin saya yang paling beruntung. Kenapa saya dianggap paling beruntung? Saya bisa menikmati dan saya bisa mendapat pembelajaran pengalaman. banyak yang dari luar yang he ee federasi PSSI berikan ke saya. Otomatis menjadi tanggung jawab saya untuk memberikan kepada generasi muda seterusnya gitu. Nimbrung jadi tim official di Timnas itu sejak pelatihnya siapa? Saya pertama kali di Timnas itu tahun 2018. Oh Kachmila. Iya. Tetapi saya waktu itu belum diikut Luis Mila. Jadi saya waktu itu di timnas putri. Jadi langsung paralel itu. Paralel itu maksudnya semuanya mulai dari U-16, U-19 senior. Oh ya. Alhamdulillah waktu itu prestasi timnas putri. Heeh. ee kalau enggak salah kita bisa memberikan penampilan terbaik sampai round kedua praimpiade pertandingan terakhir waktu itu kalau enggak salah di Palestina. He. Di negara Palestina sana kita masuk lewat bordernya Israel waktu itu. Ih gila itu prestasi terbaiknya itu timnas putri ya. Iya waktu itu tahun 2018. Siap. Ee perjalanannya Pak saya manggilnya enaknya apa, Mas? Pak Sofi aja boleh. Kalau di timnas sering dipanggil siapa? Ya, K Sofi lah. Semua pemain ya. Kifi. Kut Sofi. Coach Sofi. Eh, apa yang membawa akhir perjalanannya Mas Sofi sampai ke menjadi asisten pelatih fisik timnas itu bagaimana, Mas? Dan kan mungkin banyak orang yang gak memperhitungkan bahwasanya kok orang dari Tulung Agung tiba-tiba jadi asisten pelatih fisik. Itu proses perjalanannya bagaimana? Kalau proses perjalanannya sejak saya tahun 2010 ya saya ee pindah ke Tulungagung. Jadi saya itu menjadi warga Tulungagung resmi dengan KTP. Ya, awal itu saya mendapat kepercayaan dari pengurus Askab itu awalnya perjalanannya ini ya. Heeh. Ini kita ceritakan dari perjalanan aja Mas ya awalnya ya. He. Jadi dari Askab Kabupaten Tulungagung 2012 waktu itu katanya sih belum ada pilihan pelatih lain. He. Jadi ada tawaran mau enggak ngelatih Perseta U-18 untuk Liga Remaja itu ee okelah akhirnya saya ambil waktu itu. He dari awalnya itu dan tapi sebelum saya ee melatih di Perseta, saya sering bolak-balik sih Tulungagung Mojokerto itu untuk ngapain? untuk melatih di akademi. Jadi saya ada akademi ee yang memakai jasa saya namanya Akademi GenBI Kota Mojokerto. Heeh. Waktu itu yang saya latih Muglis Hadining striker timnas U19 Safri ada Hansa Muyama. Nah itu dua pemain tersebut itu ada di GenB ya. 1 minggu tiga kali kita bolak saya bolak-balik pulang pergi dari Tulungagung Mojokerto untuk melatih di GenB. Heeh. Ya, setelah itu perjalanan saya ke Martapura FC Kalimantan Selatan itu. Terus 2014 saya ke Perserang Banten. Heeh. Setelah ke Perserang Banten itu ramai sepak bola dipegukan. Iya. Nah, itu habis itu saya di pers eh Iya. Di Persusung Menep. Di persusung menep. Oke. Eh, belum sih. Belum belum belum. Habis di Martapura di Perserang itu saya ke Pamekasan. Heeh. Ke Pamekasan. Habis dari Pamekasan itu saya ke Persu Sumenep. Sumenep. Habis dari Persu Sumenep ke Persewangi Banyuwangi. Dan di tahun 2017 saat saya di Persewangi Banyuwangi saya mendapat ee kepercayaan dari kota kabupaten Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Heeh. Jadi ada salah satu pengurusnya Askab ya Askap namanya Askap SSI Kabupaten Ketapang itu I mau membuat tim putri gitu. Jadi setelah dari Perswangi saya disuruh meng-ghandle. Tetapi waktu di klub profesional status saya masih sudah pelatih fisik. Heeh. Tetapi di timnas eh kok di timnas di tim putrinya Ketapang saya sebagai ee head tim putri tersebut. W itu bisa ya. Alhamdulillah belajar namanya belajar Mas. Itu habis dari Ketapang itu alhamdulillah Ketapang mewakili Kalimantan Barat itu lolos final di Pertiwik Cup. Jadi Pertiwik Cup itu kayak turnamen tertinggi di se-Indonesia khusus putri itu kayak Piala Suratin gitu ya. Iya. Hm. Jadi kita lolos ke final tempatnya waktu itu di Sumatera di Palembang itu ya awal mulanya dari sana itu. Oh memang passionnya jadi se pelatih fisik ya. Iya. Oke oke oke oke. Kok perjalanannya panjang benar Mas? Ya, intinya bersyukur bagi teman-teman pelatih fisik yang ee mempunyai tim terus relasinya banyak dengan jumlah klub sekarang yang banyak otomatis kan kita cepat untuk berkarya atau berkarir bereksperimen di bisa di EPA Akademi gitu atau di Liga atau langsung di Liga 1 dari rekomendasi ya. Saya alhamdulillah mengawali dari step by step lah mulai dari liga remaja, Perseta, terus kayak liga anak ya mulai dari liga Nusantara, kalau sekarang itu Liga 3, Liga 4, habis itu ke Liga 2. Malah saya salah satu pelatih dari yang di timnas yang belum pernah merasakan melatih di Liga 1 Indonesia malah belum pernah. Karena waktu itu saya tinggal ke Liga Super Malaysia karena ada tawaran. Oh. dari portofolionya lumayan. Oh, ngelatih Sadil Ramdani berarti ya. Saya dengan Sadil 2 tahun di Saba. Iya, Mas. Template-nya setelah sekolah UM Universitas Malang berarti jurusannya pasti olahraga. Betul. Template-nya kan rata-rata jadi guru olahraga. Nah, terus ASN. Betul. Ngajar di SD SMA. Iya. ini kok tiba-tiba jadi pelatih fisik tuh memang passion-nya atau semenjanjikan itu pendapatannya? Kalau kita berihal perihal pendapatan mungkin ee teman-teman pelatih kayak di Tulungagung atau di mana pun berada tahu sendiri bagaimana kita melatih di SSB berapa si mungkin cuma Rp50.000 itu pun hanya bisa menjadi sambian kan gitu. Kalau kita di SSB mungkin Rp50.000 1000 sampai 100 lah maksimal per hari ee sekali datang sekali datang gitu datang ee saya memang besar jadi sejak SD, SMP, SMA saya itu ingin menjadi pemain sepak bola, Mas. Ah, itu jadi ee impian saya itu ingin menjadi sepak bola dan saya pergi ke Malang waktu itu ikut kompetisi internal Persema. Heeh. Terus saya mengikuti, saya pikir-pikir kok waduh ini apa namanya sepak bola saya hanya sebatas di Liga Nusantara aja itu. Nah, saya kan mau jadi seorang laki-laki nih. Setidaknya saya harus punya peganganlah untuk hidup gitu. Akhirnya ada tawaran untuk melatih eh untuk melatih untuk masuk Universitas Negeri Malang olahraga lewat jalur PMDK, lewat jalur tes. Ya, kalau PMDK kan dulu hanya rapot. Betul. Sama tes ee fisik lah. Kalau dulu kayak tes ee bip test, keterampilan. Nah, kalau saya waktu itu lewat jalur umum SPMB ya waktu itu ya mungkin ya berat ini untuk bersaing ini. Berhubung lewat jalur PMDK. Nah, itu mungkin saya bisa ee bersainglah karena secara portofolio waktu saya masih muda menjadi pemain sepak bola ya, saya pernah mewakili beberapa klub itu Mas. Alah. E ya akhirnya belok akhirnya itu setelah lulus itu karena memang pemain sepak bola itu hasilnya enggak banyak gitu ya waktu itu ya. Bukan enggak banyak sih karena tidak berkembang. Saya hanya berkembang di Liga 4 aja. Oh berarti Oh memang berarti ukurannya pemain sepak bola itu kalau di usia 17 kalau udah enggak dirilik klub besar berat Mas ya mungkin ya. Berat Mas. Iya, apalagi kan sepak bola kan ada durasi masa ee pensiunnya kan top performanya kan pasti ada kan itu mungkin oke oke ya paling lama 15 tahun lah paling it benar-benar harus kita jaga secara kondisi kan pemain tersebut. Heeh. Heeh. Heeh. Itu wi perjalanan Tulungagung Mojokerto sekali ketemu Rp50.000 Tulungagung PP kan cukup untuk Rp50.000 itu kan untuk PP biasa aja itu Mas. Iya, tapi untuk keluarga enggak ada waktu itu. Jadi saya di Tulungagung waktu itu melatih SSB aja sih diambing itu. Iya. Di selain jadwal di Mojokerto itu aja sama ngajar di Ngebong namanya MI Ngebong waktu itu. Hm. Hm. Ya, kalau saya sering berkumpul sama orang-orang tua sih. Karena orang-orang tua selalu berpikiran kalau kita melakukan ee sesuatu itu dengan tulus, profesional, dan jujur, itu rezeki akan ada aja sih. Itu yang saya pegang sampai sekarang saya kata-katain itu. I itu. Lalu gimana ceritanya kok tiba-tiba dilirik jadi asisten pelatih fisik timnas loh, Mas? Ini Mas. Wih keren orang Tulungagung. membanggakan banget sampai ya. Tadi awalnya sih dari timnas putri, habis itu performa timnas putri cukup baik di tahun 2018 ee Kut Fahri, Kut Fahri Husaini. Oke. Itu mencari pelatih fisik untuk dilamar berarti gak mencari. Akhirnya saya ada dari federasi memberikan rekomendasi itu ada pelatih fisik dari timnas putri namanya Sofi Imam. itu saya masih ingat itu. Kemudian saya disuruh datang ke kota Cikarang. Heeh. Jawa Barat untuk seleksi dengan Kut Fari. Dan saya mendapat ee mendapatkan kesempatan uji coba Heeh. Secara performa diri saya dengan Kutfari di Cikarang itu seleksi di sana. Akhirnya 1 minggu eh tanpa ada angin atau apa akhirnya saya diresmikan. Ya udah KSFI nanti Ksofi tahun ini dengan timnas U-19 sama saya gitu. Wah saya kaget serius ini. Nah gitu kan. Ya udahlah saya ambillah gitu saya ambil. Membanggakan sekali Mas ya. Iya. Saya dari awal waktu menjadi pelatih di liga mana pun saya tidak pernah berpikir saya mendapat gaji berapa, Mas. Serius. Kenapa, Mas? Ya yang namanya bekerja kan uang yang dicari pastinya kan. He. Tetapi karena saya harus mengetahui seperti Mas yang katakan, He. Saya dari daerah kecil. Heeh. Tulungagung. Saya ingin menunjukkan ee diri saya itu seperti apa sih dalam bekerja profesional? Sudah pantas enggak saya menerima gaji? Jadi, setiap kali saya dapat tawaran misalnya dari Persepam atau ee Perserang, "Kut, mau enggak ke sini? Gaji sekian." Saya langsung jawab, "Iya." Itu, Mas. itu aja gak ada pertimbangan melihat oh istri di rumah, suami di rumah gitu. Kalau gaji kecil cukup apa enggak gitu, Mas? Gak dulu. Jadi ya meskipun istri sukuan waktu itu. Heeh. istri sukuan ya kita dengan bekerja sama dalam menjalankan kehidupan ya. Alhamdulillah ada aja lah gitu. Iya iya iya iya iya. Tuh keren-keren experience-nya apa Mas? ngelatih timnas ketemu banyak tokoh dan orang terkenal. Saya tuh pengin loh saya tuh senang juga sepak bola walaupun perut saya melendung sama experience-nya sih alhamdulillah saya bisa bertemu legend. Iya, legend terutama legend timnas sih itu suatu kebanggaan bagi saya. Ketemu legend seperti K Kurniawan Dwi Yulianto terus ketemu Karulianto ketemu K Novaanto, ketemu Kut Fahri. Terus ya semualah. E awalnya saya tuh kaget dalam diri saya, "Uh saya bisa sampai ada di sini ya. He. Dan di saat saya pertama kali bekerja dengan sosok legend KFI, saya bisa enggak ya ekspestasinya dia dengan saya ini takutnya terlalu tinggi gimana ini dia ee mfeedback diri saya. Ee setiap kali setiap apa yang saya lakukan saya selalu berusaha merefleksi diri saya sih. Oke gitu untuk ya kekurangan saya seperti apa. Saya selalu bertanya setelah ee selesai event apa mungkin ada masukan bagi saya untuk memperbaiki diri saya gitu. Ee kunci kuncinya gitu ya. Refleksi merefleksi, evaluasi, perbaikan ke depannya sempat kagok gak dan dicengcengin enggak? Ee kok bahasa Indonesianya medok banget gitu. Awalnya sih gak, Mas. Awalnya nak. Malah yang saya pikirkan sih tidak dengan headqu sih. Awalnya itu yang saya pikirkan kalau di dunia pelatih itu melatih pemain asing. Karena pemain asing kan sudah mendapat pengalaman dari beberapa negara. Heeh. dengan treatmen saya sebagai pelatih dari Indonesia itu dia bisa menerima apa enggak? Oh. Nah, itu loh yang malah yang dalam pikiran saya itu. Eh, kan misalnya pemain asing kan pernah berkarya di Liga India, pernah di Liga Arab atau saat mudanya dia itu pernah bermain di top Liga Eropa, otomatis kan secara kualitas latihan yang diberikan kan dia mungkin bisa melihat ini kok latihannya seperti ini kan pasti pemain kan bilang gitu kan pemikirannya. Oke. Awalnya itu saya pemikiran saya yang menjadi pesimis. Kecil banget hati saya waktu itu. Akhirnya ya dengan lama-lama waktu berjalan, saya juga meminta feedback ke pemain sih. Begitu kan. Otomatis saya meminta feedback dari pemain itu ee dia kan pernah berada di top liga yang pernah dia apa? Berkarir. Berkarir. Kalau enggak di Eropa atau di mana. Saya selalu juga bertanya seperti apa sih sepak bola di Eropa? itu waktu dulu waktu tahun saya 2014 itu. Nah, sekarang ya alhamdulillah saya dapat rezeki saya bisa ke Eropa dengan status saya pelatih dari timnas saya bisa belajar di sana gitu. Aduh ternyata oh i ya akhirnya itu awalnya itu saya itu malah yang minder saya Mas sekarang ngelatih Jidz. Nah itu itu yang mau saya bicarakan. Waktu itu saya pernah mendapat kesempatan karena agenda timnas U23 dengan FIFA Medd itu bersamaan. Heeh. Jadi waktu itu pelatihnya dipecah. dipecah ini kan ada pelatih waktu itu kan ee timnya Kin itu asistennya itu ada di U23 semua untuk persiapan kualifikasi Piala U23 dan KSIN mengambil asisten lokal nih kita nih di Surabaya waktu itu kalau enggak salah dicoba dengan Palestina itu jadi saya itu langsung yang turun tangan karena asisten-asistennya ada di Solo kan waktu itu. Heeh. itu juga waduh ini yang dilatih JZ yang ada di Syiah. Terus itu pemikiran saya sudah macam-macam ini sebelum berangkat ini. Akhirnya ya sudahlah dengan ee kepercayaan diri apa yang saya milikin itu knowledge kemampuan saya ya alhamdulillah lancar-lancar dan alhamdulillah juga hasilnya waktu lawan Palestina di Surabaya juga menang gitu. Oh, ternyata dan saya juga meminta feedback ke pemain-pemain tersebut. Bagaimana sih pelatihannya? Kalau timas senior itu kan enak masanya menjaga recovery aja kan enggak begitu banyak apa sesuatu yang mau kita buat karena waktunya kan pendek. Iya iya iya iya iya iya. Ee berarti ramah-ramah juga ya si Jack Inses Mess Hilgers. Iya betul. Enak diajak bicara, diajak konsultasi, diskusi, terus kita bertanya situasi atmosfer sepak bola di sana seperti apa gitu. Heeh. Itu Coach Sofi paling dekat sama siapa di timnas? Kalau paling dekat hampir semua sih kita ee dekat juga gitu. Makanya ee teman-teman pemain diaspora juga tahu itu slogan saya itu selalu bilang maksimal itu aja. Maksudnya gimana kok ada? Iya. Jadi saya suka slogan kata-kata maksimal itu dari saya saya awal merintis itu. Jadi kata-kata maksimal itu kata-kata yang menunjukkan kita mendapatkan tanggung jawab dalam suatu pekerjaan itu harus dilakukan secara maksimal dan kita tuntaskan. Itu aja kita pendekkan ke maksimal. Tapi penjabaran katanya itu sofi imam maksimal gitu. Iya, itu panggilannya. Jadi ada template-nya itu maksimal-maksimal terus itu. Oke, Coach. Ee saya tuh juga pengin tahu sebenarnya ee di timnas atau mungkin bukan bukan di timnas deh kan pernah megang beberapa pemain asing juga yang berkarir di di luar negeri. Kalau kita compare coach secara fisik nih Heeh. Lebih proper mana antara pemain asing sama pemain lokal? Kalau melihat proper atau tidaknya sih antara kita lihat dari secara fisiologi, Mas ya. Jadi ini kita kuliah 2 SKS. Jadi kita ee jadi orang Asia dengan orang ee Barat itu mempunyai perbedaan fisiologi yang cukup mencolok. Apa itu? Dari kepadatan tulang juga berbeda. Oh itu yang terutama. Oke. Dan genetik, Mas. He. Karena mungkin dirata-rata ee dari benua Asia Heeh. khususnya Asia Tenggara itu kalau kita melihat secara postur tubuh kan jarang yang terlalu tinggi banget. Kecuali ee dari keluarganya itu ada yang tinggi dari faktor gen yang paling paling utama itu atau pernikahan persilangan Heeh. dari Eropa dengan orang Indonesia atau dengan orang Melayu seperti itu. Tapi kalau yang tinggi milihnya pemain basket atau voli? Ah iya bisa jadi itu. Nah itu kalau dari fisiologi seperti itu. Yang paling mencol itu dari kepadatan kepadatan tulang ya, Mas. Kalau kepadatan tulangnya orang Eropa kan mungkin sejak lahir kan mungkin ee tulangnya kan lebih padat dan gede kan daripada orang Asia Tenggara. Heeh. Itu aja sih yang apa yang mempengaruhi ee jadi genetik ataukah situasi situasi domisili atau teritori pastinya genetik jujur karena dari kayak benua Asia, benua Eropa, benua Afrika itu kan beda-beda ya. Ya, ya. Beda-beda. Jadi artinya Bu ee banyak orang yang notice, "Oh, pemain Indonesia itu 90 menit enggak mampu lari gitu. itu berarti stereotip yang betul ya. Mungkin cara mengambil sudut pandang untuk melihat itu kan dari physically terkadang-kadang ada pelatih yang di 10 menit terakhir memang melakukan defend. Oh. Nah, jadi kan kalau kita defend kan lebih lebih reaktif, lebih diam kan untuk mempertahankan skor itu. Heeh. Heeh. Kan enggak mungkin kita selama 90 menit itu kita kejar lari aja terus. Enggak mungkin kan sewa bola. Oke. Oke. Oke. Nah, mungkin Oh. Mungkin di menit pertama 10 menit ee 15 menit bawak pertama kita lebih reaktif melihat situasi pertandingan seperti apa. Nanti 15 menit kedua nanti ada masukan dari tepi lapangan dari pelatih taktikal lah. Itu kan yang bisa merubah-rubah gitu. Oke. Dan tapi sebenarnya perannya perannya asisten pelatih fisik itu apa selain menjaga recovery? Kalau pelatih fisik mungkin bisa dibilang itu salah satu kunci ya. kunci dari sebuah tim itu ya. Jadi meningkatkan performa pemain. Jadi tidak hanya meningkatkan juga menjaga recovery itu pasti. Terus yang sekarang itu dulu sepak bola kan pelatih fisik ke mana-mana hanya membawa stopboard sama PLU itu kan. Sekarang ada beberapa IT yang sudah masuk ke dunia sepak bola namanya itu GPS Katapul yang dipakai pemain ee yang ada brasspot itu hitam. He itu ada katabulnya ditanam katabul dipakai. Jadi sekarang pelatih fisik ya setidaknya IT juga harus bisa. Oh gitu tidak bermodal stopbot sama peluang penting tit lari itu aja kan. Oke stop sekarang enggak dari hasil katabul itu kita bisa menganalisis seperti apa tim kita itu. Jadi ya sekarang menjadi seorang pelatih itu semuanya harus bisalah dengan dengan berkembangan zaman kita juga harus beradaptasi gitu. Heeh. Heeh. Kalau standarnya sebagai pemain timnas itu kayak apa? Mungkin minimal VO2 max-nya. Pasti VO2 max. Terus kedua itu kalau enggak salah itu streng. Kita harus punya strength. Karena kalauanya ee di Indonesia kan ee pemain yang apa besar hanya sebagai talent. Maksudnya gimana? Kok talent? Talent kan dia hanya mempunyai bakat alam, bakat dari kecil itu tetapi tidak didevelopment dengan fisik yang bagus. Kalau kita punya talent yang bagus, kita development fisik yang bagus, otomatis akan mendapat performa yang bagus. Nah, itu. Oke. Treatmentnya kayak apa? Supaya dapat standar. Wah, itu panjang tuh, Mas. Kalau kalau di bedah satu-satu ini kayak kuliah satu semester ini nanti. Oh, gitu. Iya, kayak kuliah satu semester ini ya. Nanti tak k ikut kuliah jenengan aja. K. Boleh, boleh, boleh, bole boleh boleh. Saya tuh termasuk orang yang ya anggaplah FOMO ya, Mas Coach Sofi ya. Ketika orang, saya juga termasuk orang yang suka olahraga, yang kebetulan suka olahraga, rata-rata tuh yang saya notice tuh selalu loh Vutomexku berapa ya? Vutomexku berapa? Cara ngelatihnya kayak apa ya? dengan cara saya sehari-hari itu treatment saya tuh lari pelan-pelan jalan nanti 2 menit gitu dapat 2 menit lari kecil 2 menit lagi kencang kencing nanti jalan lagi gitu terus polanya tak repetisi terus berarti kan itu pakai metode fatl kan jadi mengubah kecepatan kan heeh itu efektif enggak efektif aja juga kan kita melihat bagaimana kita mengawali suatu aktivitas olahraga itu dengan rasa yang nyaman, suka, dan akhirnya kita bisa melakukan terus-menerus. Jangan langsung dikasih berat, tapi akhirnya besok enggak jadi olahraga lagi. Capek saya tidur aja enak. Nah, itu jangan itu. Itu yang enggak bagus itu. Iya, iya, iya, iya. Jadi kan ee ada unsur namanya kan kebugaran jasmani kan itu istilahnya ee kebugaran jasmani bagaimana kita mengawali olahraga itu dengan rasa suka sih. Heeh. Kalau kita tidak suka duluan, akhirnya kita kasih capek, akhirnya enggak suka itu besok capeklah, enggak jadilah gitu. Oh, sekadang kan sekarang olahragaan sudah menjadi berubah. Tinggal pilihannya Masnya seperti apa. He. Menjadi untuk sebagai ee jaga kebugaran atau menjadi lifestyle yang FOMO. Ah, kalau kita memilihnya live yang FOMO kan kita mengikuti tren harus beri sepatu yang mahal, minimal ada karbonnya supaya bisa diterima di golongan-golongan pelari itu. Kalau hanya tugasnya untuk menjaga kebugaran diri sendiri, apa adanya kan kita bisa tidak harus mengikuti grup lari. Kita bisa melakukan aktivitas individu. Nah, itu kan tinggal pilihan aja. Heeh. Heeh. Heeh. Terus gimana jaga fisik supaya oke mungkin saya ganti deh biar orang tuh senang olahraga tuh caranya gimana Coach? Ya, itu salah satu tugas saya di mata kuliah peningkat penjaga kebugaran ini. Ada dua SKS ini di perkulian saya. Oh, ada memang ada mata kuliahnya ya? Ada gak? Saya kuliah lagi ini kan lagi masuk beberapa mata kuliah namanya itu peningkat ee peningkatan ee kebugaran kan. He. Saya memberikan ke mahasiswa itu ini tugas kalian sebagai akademisi bagaimana bisa memberikan stimulus ke masyarakat supaya beraktif berolahraga. Oh iya. Kampainnya apa biasanya yang Mas yang Coach Sofi sering gaungkan kempainnya? Ya itu sukai dulu. Lakukan yang hal yang termudah. Kalau lari enggak kuat jalan. Oke, minimal gitu. Biar menjadi habit kita dengan jalan mencari ruang terbuka, kita menikmati pemandangan. Nah, itu kan juga bagian dari menjaga kebugaran secara psikis, secara aerobik. Heeh. Tujuannya kita lari kan ee hanya untuk menguatkan otot jantung aja, Mas. Namanya latihan kardiovaskuleran kan. Oh, baru. Apalagi sekarang itu di terutama Tulungagung, Coach lagi banyak banget. orang atau yang mungkin senang nongkrong ngopi gitu terus lagi ramai juga ternyata gula itu salah satu alat pembunuh luar biasa bahkan melebihi rokok. Betul. Betul ya K? Betul. Betul. Itu kalau dari sisi perspektifnya fisik Heeh. Apakah makanan itu semempengaruhi itu atau ketika kita jalan atau ya ngopi apapun boleh, tapi latihan fisiknya juga harus kencang. Boleh diluruskan gak? Atau dari perspektif itu gimana? Apa yang dimasukkan 100, yang dikeluarkan harus 100% gitu ya? Iya. Mungkin begitu. Ee kalau gula salah satu sumber energi kita bergerak beraktivitas seperti manusia normalnya kan menggunakan salah satu sumber energi yang namanya glukosa kan, Mas? Heeh. Nah, itu itu kan salah satunya dari gula. Iya. Ee bisa kita dapat dari karbohidrat. Nah, itu kan H itu ee kenapa gula itu bisa menjadi apa namanya ya? Ini nanti saya dokter tapi saya akan berbicara secara fisiologi mungkin biar enggak salah. Heeh. Ee lebih kelebihan gula dalam tubuh itu memang kurang bagus. Oke. Karena apabila insulin yang ada di dalam tubuh kita tidak bisa ee apa menganalis memberikan menetralkan, nah itu numpuk akan bisa menjadikan salah satu diabet kan kalau enggak salah. Kalau dunia kedokteran. Bagaimana itu biar gula yang tersimpan yang berlebihan itu bisa ee terurai ya. salah satunya dengan berolahraga itu. H itu makan kan ee tetapi perspektif kita itu susahnya kita sudah melakukan aktivitas yang betul. Iya. Hah? Selesai aktivitas itu yang salahnya terkadang apa itu kita sudah bagus nih lari 5K iniut lomba setelah 5K kita mampirnya sih beli nasi padang nasi padang terus beli apa itu yang kebalik itu ah itu donat n hal-hal itu sih itu memang harus diluruskan si hal itu. Oh, artinya perspektif kedokteran ketika 80% penyakit itu bersumber dari makanan, iya, dari sisi fisiologis dan fisiknya sebenarnya juga sama perspektifnya. Iya. Kita harus mengurainya. Salah satu dengan mengurainya ya dengan berolahraga. Mungkin tidak gula aja sih, lemak yang berlebihan juga membahayakan untuk ee tubuh kita juga itu. Tetapi lemak sama gula dibutuhkan untuk anak yang mau berkembang. Heeh. He. Nah, itu kan di saat kita sudah usia bertambah kan kita harus berhati-hati makan apa yang harus kita konsumsi itu yang baik-baik gitu. Iya. I minimal ya itu tadi olahraga jalan kaki supaya ee apa yang berlebihan-berlebihan di dalam tubuh kita itu bisa terurai dengan secara otomatis dengan tubuh kita itu. Kalau di timnas makanannya juga terjaga. Makanannya sangat terjaga. Jadi memang kita protect, kita larang sih makan Indomie itu enggak boleh. Enggak boleh. Beneran? Beneran. Meskipun itu hanya untuk ee menjaga mental itu enggak boleh. Intinya kan buat rasa kangen itu gak gak boleh gitu. Jadi kita sudah protect kita minimal ya kita steam atau kita bakar. Heeh. Itu gorengan mungkin ee enggak begitu sering jarang. Oh gitu. He. Tetapi ya ada beberapa hari yang kita lepas kan libur kan kita tidak bisa memantau semua pemain nih. He. Tapi kita memberikan edukasi ke pemain. Kalian boleh bebas nih makan. Tetap intinya janganlah makanan-makanan yang ee bisa mengganggu performa kalian itu contohnya apa gitu. Oh ya. Pokoknya terlalu banyak tepung tapi eh kata kuncinya sebenarnya gluten. Yes. Itu yang bertepung-tepunglah kayak gitu. Tepung bertepungan. Iya gitu. Oh, itu dibatasi juga bagi seorang atlet itu harus dibatasi. Ada tapi enggak terlalu sering. Minimal lebih di steam aja sama dibakar. Bakar. Oh, Ih, jadi at itu juga enggak enak ya, Coach ya? Termasuk pelatihnya juga akhirnya bosan apa yang ada di situ ya kita makan di situ aja itu ngikutin pemain. Jadi kita harus memberikan contoh itu, Mas. Makanannya apa standarnya orang kalau gitu-gitu ya minimal tiga protein itu pasti. Heeh. Habis itu ada sayuran, terus tiga protein, sayuran. Sayuran ya terserah yang penting ee kayak mineral dan lain-lain vitaminnya itu ada di situ. Jus hal-hal itu aja. Yang penting tiga protein si itu. Karena kita sering banyak beraktivitas fisik kan. Heeh. Main sepak bola itu kan benturan terjadi dom, terjadi luka. Otomatis kan yang bisa memulihkan kan protein. Kenapa protein sangat penting? Heeh. Dibutuhkan. Wah, itu jadi ya kenapa sekarang saya bicara tadi Masnya berbicara kenapa dari S1 kok menjadi pelatih lah pelatih fisik? Hal itulah yang belum ee mendapat wawasan dari teman-teman generasi selanjutnya. Iya. Saya seketika ndak pengin jadi atlet K. Gimana wong makan Indomie ndak boleh makan gluten yang berlebihan juga enggak boleh. Padahal itu loh makanan enak tuh bersumber dari yang enak-enak. Harapannya sih yang tadi Mas sampaikan iya untuk generasi selanjutnya sih dari sisi sport saci itu kan lebih didominan dari mahasiswa-mahasiswa sekarang yang ada di olahraga. Teman-teman yang ada di mahasiswa yang menguasai fisiologi yang sangat kuat, ilmu keolahragaan yang sangat kuat. betapa pentingnya berkolaborasi dengan pemain nasional. Heeh. He untuk menciptakan komponen tim yang terbaik. Heeh. Secara taktikal, teknik dilatih oleh pemain nasional. Heeh. secara fisiologi, keilmuan olahraga, teman-teman akademisi. Jadi kolaborasi itu kalau akan di kalau di apa kolaborasikan dengan baik itu akan mempunyai kualitas-kualitas pemain yang bagus sesuai dengan apa yang diharapkan. Itu harapannya. Kenapa sosok akademisi sekarang itu dibutuhkan? Dibutuhkan di industri ya bukan sepak bola aja sih, semua industri olahraga semua. Baik basket, sepak bola, futsal. Heeh. itu. Oke. Ee sor usia berapa, Coach? Saya usia 20 eh 20 37. 37? Iya, 37. Kalau misalkan nyontoni nyontohin JZ lari 5 kilo itu juga ngikutin. Kalau saya enggak ngikuti, cuma ikut me apa memantau aja. Tetapi saya ada kesukaan sih. Kesukaan saya memang lari. Oh. Oke. Kalau saya ada di timnas Heeh. rumah kedua saya tuh bukan di kamar, tapi lebih banyak di tempat gym. Hm. Gitu. Contoh nih pagi ee bangun kan kita salatah, habis itu ketemu sarapan pagi. Heeh. Saya biasanya tuh sebelum sarapan pagi saya beraktivitas di gym. Heeh. Kalau itu kalau enggak salah saya makan paginya saya kurangin. Setelah makan saya istirahat sekitar 30 menit baru dijym selama 2 jam. Itu kardio, strength itu saya lakukan hampir tiap hari. Jadi lebih banyak saya lakukan di kamar eh di tempat gym. Heeh. Kalau bosan lari di treadmal baru saya keluar ke H GPK Arena. Kan kita nginpnya di sekitar GPK Arena itu hotelnya. Oh enak ya? Iya. Pelatih fisik tinggal ngasih instruksi aja. Jay lari 5 kilo gitu aja. Tapi kan ee pelatih fisik itu harus bisa menjadi motivasi atau figur yang dicontoh oleh pemain. Iya. Itu wajib. Jangan sampai pelatih fisik itu yang gemuk-gemuk, Mas. Ah. Nah, itu jadi kita harus bisa menjaga badan kita juga gitu. Heeh. Heeh. Akhirnya kan dengan menjaga pola hidup kita kan kita juga memberikan contoh ke pemain tersebut apalagi pemain-pemain muda kan itu sangat penting pelatihnya sering ke tempat gym ini. Akhirnya pemainnya enggak mau kalah kan akhirnya akhirnya dia datang juga kan itu. Kalau pelatih-pelatih yang sori gembul gitu juga masih terpercaya kayak Coach Imran gitu. Kalau beliau kan pelatih teknik e beda hubungannya dengan ee apa pelatih fisik. Kalau PL kan harus menjadi figur yang ditonton itu. Walah. Tapi coach eh orang tuh atau atlet itu saat ini yang saya lihat eh jarang banget yang aware dengan metode pelatihan fisik lewat gym atau mungkin rata-rata para klub ini memang jarang banget punya punya fasilitas itu sehingga yang penting lari aja fisik aja gitu karena memang fasilitasnya memang berkurang apalagi di sori Liga tempat kan masa iya harus ngeluarin budget untuk fisik ke gym gitu kan juga berat mahal juga mahal ya kembali lagi ke kemampuan ee individu atau pelatih yang ada disebutkan Mas kita latihan streng kan tidak harus ke gym juga kan dan di sepak bola kan juga ee latihan streng-nya kan beda dengan latihan gymnya orang binaraga juga kan nah itu yang perlu harus kita tahu kan he seperti itan streng strengnya sepak bola itu kan berbeda gitu aja jadi tidak harus dijip juga. Heeh. Bisa pakai apa? Beban antar individu juga bisa, memakai beban sendiri juga bisa. Heeh. Kita beli resistensi yang harganya lebih murah itu juga bisa dijadikan ee alat alat latihan streng juga gitu. Heeh. Heeh. Itu aja sih. Jadi intinya ya kita harus mempunyai ee kreasi sih dalam melatih juga. Pernah punya tantangan gitu ngelatih yang gak punya fasilitas gym? Pasti Mas. Pernah? Pasti. Iya. siasatinya kayak apa? Siasatnya ya itu tadi ee kita order resistensi terus kita menggunakan latihan-latihan streng dengan badan sendiri atau badan temannya seperti itu. Oh, itu aja. Kalau timnya ya kita semua itu tergantung dari kualitas timnya yang kita dapat sih waktu itu. Heeh. He. Tapi ya pernah juga merasakan itu kreativitas kita tetapi tidak menghilangkan unsur coaching poin yang mau kita latih ke pemain. I itu aja. Siap. Ih keren. Nah, ini boleh diminum lah ini daripada daripada apa namanya? Mubadir ini. Boleh. Boleh. Boleh coach. Ini dihabiskan aja boleh kok coach. Aman. Ini bukan gula kok coach. Saya juga suka nongkrong di Tulung Agung kalau lagi nganggur. Tapi kalau nongkrong ya kopinya tanpa gula gitu aja. Oke. Lama biasanya kalau lagi off gini lama di Tulanggung berapa lama? 3 minggu 1 bulan minimal sih 2 minggu sih minimal. Oke. Iya. Coach Sofi kan baru pulang dari Piala Dunia 17 juga. Iya. Oh i ya ya. Oh saying enggak lolos ya coach ya? Iya kurang satu poin aja itu. Seandainya Seri sama Zimbabwe itu lolos kita. Oh Jambia. Jambi lolos itu. Oh, itu padahal unggul dulu loh. Iya. Wis rezeki, Mas. Heeh. Heeh. Kita sampai bisa di titik itu juga rezeki juga. Iya. Itu sudah melewati fase-fase kualifikasi yang cukup panjang. Iya. Itu satu-satunya bukan yang giveaway. Aduh. dua kali masuk masuk Piala Dunia 17 satu giveaway karena tuan rumah itu apa ngikuti kata-katanya podcast-posket yang lainnya ya nanti giveaway itu nanti. Tapi ternyata kan akhirnya membuktikan bahwasanya dari kualifikasi di tahun ini intinya ya suatu kerja keras yang tidak pernah membohongi hasil ya itu aja. Betul. Karena kita mengutamakan effort kerja. Heeh. Heeh. Heeh. semua lini baik pemain, pelatih, tim medis, tim massas, kitman. Ah, banyak itu. Iya. Anu ya unsur-unsurnya tuh banyak banget ya untuk membentuk satu tim atau satu orang yang fisiknya proper gitu ya. Iya. Heeh. Heeh. Intinya pemain sama jumlah officialnya itu hampir sama lah. Bisa diadu 11 tahun 11 itu apa? Iya. Iya. Wes. Oh, official 18 sampai 20 orang. Heeh. Heeh. Heeh. Pemain 21. Heeh. Kan cuma selisih satu. Heeh. Heeh. Itu kalau off gini udah gak ada tugas negara ngapain? Jadi bapak rumah tangga. Ternak teri. Bapak rumah tangga. Jadi bapak rumah tangga. Ternak teri. Ternak antar anak antar istri gitu. Antar anak antar istri. Bersihin rumah nyapu gitu. Dah ganti-ganti bosnya. Karena sudah saya tinggal dulu. Bosnya kan istri. Oke. Kalau saya di rumah saya jadi bapak rumah tangga. Yang ibu rumah tangga biar santai dulu itu biar ngajar. Waduh ya ampun. Ngantar anak, ngantar istri itu aja. Kalau ada teman-teman pelatih Tulungagung mau silaturahmi Heeh. ya rumah saya buka tidak 24 jam sih, tapi hanya 10 jam aja. Kalau 24 cuma tidur saya nanti gitu ya. Adalah beberapa teman pelatih Tulungagung 1 du gitu ngobrol aja. ini juga buka sharing-sharing juga ya sama teman-teman lokal gini ya K ya ya intinya saya tidak mau mendahului Mas kalau mendahuluin kan perspektifnya orang kan berbeda. Bedanya kalau kita mendahului pemikir mentang-mentang pelatih timnas ini dia ngomong gini gini gini ya itu kan nanti kita salah juga kan. Ah nah tapi saya lebih kalau mau datang mau diskusi ya ayo kita diskusi. Heeh. Heeh. Toh diskusinya jangan anggap apa yang saya bicarakan itu selalu bagus dan benar. H karena yang saya temuin kan yang tadi Mas bilang kan secara fasilitas, secara kualitas kan yang saya temui, yang saya pernah lakukan kan berbeda dengan situasi yang ada di sini kan. Heeh. Nah, seperti itu. Jadi mungkin yang positif bisa dipakai dan bisa disebarkan ke orang yang lain, pelatih-pelatih lain yang yang enggak ada yang enggak pas dengan situasi sini. He mungkin bisa digip. Saya selalu bilang gitu saya. Iya. Iya. intinya ya saya kalau diskusi ya terbuka tapi saya tapi ya jarang mendatangi dulu tapi lebih lebih itu biar enggak salah mengartikan Mas gitu. Iya iya gila ini orang Tulung Agung tuh ee luar biasa enggak enggak kelihatan tiba-tiba muncul aja mungkin kabupatennya kalau di Google itu enggak kelihatan memang coba Mas kalau punya handphone itu. Nah ini coba dibuka di map ini ya. Di map kita coba mungkin sama-sama bisa buka ini map. Map-nya mana? Map ya? Coba ya kalau map-nya kita kita buka normal. Nah, ini kecil nih. Ini ini berapa ini milinya ini? Ada enggak yang keluarkan Kediri sama Malang kan ya? Baru kita satu ya. Baru agak skala berapa ini skala? Hmm. Baru keluar ini Tulungagung itu berapa kali zoom? Nah, itu enggak tahu tadi dari dari kecil itu saya besar langsung ya hampir selebarlah yumnya selebar handphone baru keluar di Tulung Agung itu ini yang selalu saya jadi buat guroan guruhan ke teman-teman Telung Agung rumah mbok di Surabaya loh Telungagung itu ya kota kecil tapi di sana itu pantai. daripada saya ke Bali mahal-mahal ke Telung Agung mau masuk ke laut itu tinggal masuk mau ke mana Australia itu tinggal naik perahu itu aja ke Australia nyampai itu saya bilang gitu saya sering dicengcengin juga sama coach itu ya siapa yang paling sering hampir semuanya sih Rizki Rido ee Rizki Rido juga sering saya salah salah satu ee pelatih yang dekat sama Rizki Rido juga karena sejak dari 2019 sama Kutfari kan saya sama dia. He lagi ramai lagi bagus-bagus ni bagus dapat mau dapat gelar pus itu puskas ini kita doakan ya coach ya. Amin. Amin. Semoga ini biar nanti bantu dipost itu apa namanya vot-nya Rizki Rido itu. Heeh. Heeh. Ayo divote sama-sama gitu. Heeh. Ren netizen Indonesia. Nah harapannya tapi kadang-kadang kalah juga kok. Oh iya. Siapa yang nilai gitu ya? Ya. Atau kok atau gitu-gitu gelar-gelar kayak gitu politisasi mungkin. Oh gak. itu memang agak murni. He. Kalau pemain terbaik itu biasanya dikirim lewat APBE, appi. Jadi kita mau mau milih siapa itu memang ada pemilihannya itu. Teringat kembali lagi ke Tulung Agung tadi kota kecil gimana itu? kecil itu enggak gitu loh. Coach Sofi ini kan dari Tulungagung yang yang di map itu yang harus nge-zoom empat kali terus sering dicengcengin juga sama teman-teman di timnas di coach-coach juga. Proses perjalanannya itu kayak apa? Dari Tulungagung terus tiba-tiba ke Mojokerto terus ke Jakarta ke karena kan homebas-nya Timnas kan di Jakarta, Coach. Iya. Iya. Ee mungkin saya kalau yang sekarang kan pasti dikasih fasilitas untuk pulang perginya. I betul betul. Kalau dulu kalau dulu berjuangnya ya wis berjuangnya Mas. Dulu saya sebelum menjadi seorang apa-apa saya juga ikut seminar sih. Seminar di mana-mana itu saya datangin dengan kunci yang penting saya bisa datang mau seperti apa perjalanannya saya akan melaluinya. Hmm. Seringut motivator-motivator gitu. ee seminar tentang kepelatihan, tentang pelatihan fisik kayak gitu. Itu ee ya kalau dari awal pasti perjanjian karir itu masih punya cerita. Iya. ceritanya pulang pergi sejak punya anak pertama, pulang pergi dari Mojokerto eh dari Tulungagung Mojokerto itu juga punya cerita yang mungkin sampai sekarang masih tersimpan itu apa itu Coach yang paling tapi lagi ramai ini busnya kena trayeknya kena blok ini yang paling yang yang paling Coach Sofi ingat dari proses perjalannya Coach Sofi sampai sekarang dulu saya sih pernah menangis di dalam bis Harapan Jaya oke karena pulang pergi. Saya berangkat dari sini setelah mengajar dari MI Ngebong itu jam 09.00 He. Saya naik dari Durenan itu 1 minggu tiga kali sampai empat kali. Ya pernah tuh ah sudah punya anak satu dalam pikiran saya tuh. Iya. Waduh saya ini seorang bapak bapak ini. Saya akan menghidupi apa namanya istri sama anak-anak saya. Masa saya waktu istri honorer juga. Iya honorer di SMA Negeri Ngondang. Oh itu. Oke. Oke. Ee apa namanya? P saya. Waduh saya akan saya menghidupi keluarga ini. Ada istri ada anak satu ini. Masa saya seperti kayak gini itu real Mas. nangis itu di harapan itu jaman jaya itu malu itu nangis di dalam bisnis ya intinya di apa kursi cuma begini berus mili itu pulang itu anak sudah tidur gitu heeh besok ketemu gitu cuma ada waktu kesempatan dengan keluarga cuma sedikit dengan anak-anak ya meskipun itu sudah menjadi pilihan kan pilihan itu itu yang pertama yang masih mengenang terus kedua yang masih mengenang ya berhal saya ikut seminar untuk menambah keilmuan saya he jadi waktu itu ada seminar posisinya di Jakarta, di Bandung, di mana pun. Kata kuncinya saya harus bisa sampai sana dengan cara apapun. Oh, itu mau naik kereta, mau naik bus pindah-pindah itu dengan keterbatasan dana saya ya, alhamdulillah saya sampai meskipun saya harus tidur numpang per sampai segitu ya effortnya. Iya, Mas. Wih, wih. Ya, dulu kan kalau kita masuk hotel kan belum ada oyo sama redos kan zaman dulu. Kalau sekarang kan Rp100.000 sih bisa in sekarang tidur. Nah, kalau dulu ya Rp100.000 ya cukup dibuat naik mata remaja sampai Jakarta itu. Kalau sekarang enggak boleh kan mata remaja dulu itu Mas yang penting ya saya nyampai di kota itu dengan cara apapun itu yang paling penting. Saya nginpnya di masjid di masjid numpang ke teman gitu kan perah kita tahu listnya siapa itu gitu ada teman gitu. numpang ada saudara juga itu sampai segitu ya effortnya itu ya salah satu effort ya sampai sekarang ya alhamdulillah sekarang mungkin orang mungkin melihat wih enaknya gitu kan sekarang itu ya alhamdulillah setelah saya dari pulang dari Saba FC dengan Sadil yang Mas dibicarakan saya kan ke Persisi Solo itu e waktu Persis Solo itu ada Mas Kaiseng kannya saya ke sana Ya, habis itu saya tapi saya tidak melatih tim utamanya karena kompetisi masih berjalan. Karena prinsip saya itu satu, Mas, saya tidak boleh mengganggu rezekinya orang. Contoh nih, contohnya misalnya tim ini dilatih dengan pelatih fisik A. Heeh. Saya datang ke sana akhirnya dia dicoret. Nah, itu kan enggak bagus. Oh, itu kan kita kan mematikan rezekinya seseorang. Hm. Padahal seseorang tersebut itu mungkin punya keluarga. Iya. Iya. I ada kebutuhan. Nah, hal itu yang waktu itu pertama saya ke Solo yang saya wanti-wanti itu hal itu. Saya berkarya di Tulung ee di Persi Solo atau di tim mana pun. Kalau memang sudah tidak ada free, enggak ada pelatih fisik, saya mau datang. Oke. Oke. Kalaupun saya kenal dengan Patif sebelumnya, saya telepon dia. Heeh. "Kamu masih di Solo enggak?" Misalnya masih di tim A enggak atau tim B enggak? Heeh. Gitu. Kenapa? Kenapa? Katanya gitu. Saya loh saya ada posnya mau ngajak saya kalau memang kut masih ada di sana ya saya tak cari yang lain. Hal-hal itu saya selalu saya jaga. Itu mungkin salah satu keberuntungan saya sih bisa sampai segini itu di Solo waktu itu masih ada tim seniornya. Memang saya ada tawaran. Terus saya bilang ke manajemennya saya jangan ditaruh di tim di tim utama nanti saya merusak rezekinya seseorang. Nah waktu itu ada proyek e pemain muda U20. Heeh. Ee dan waktu itu saya juga meminta beberapa syarat itu ke Persi Solo itu. Saya melanjutkan cita-cita saya S2 itu saya melanjutkan kursus pelatih. Heeh. Ya, alhamdulillah dua itu dikabulkan sama Persi Solo dan alhamdulillah lagi dibiayai juga sama Persi Solo e dengan ownernya Mas Kaisang dan Mas Aga anaknya Pak Rohir. Mas Aga. Jadi kursus itu dibiayai. Kursus A itu 40 5 kalau enggak salah R5 juta itu alhamdulillah dibiayai. Kursus pelatih fisik di Malaysia itu saya dibiayai sekalian transportasinya. Heeh. Terus kuliah itu mendapat beasiswa tetapi enggak saya ambil. Enggak enak nanti dikira memanfaatkan keadaan gitu. Alhamdulillah. Jenengan ma kok malih jenengan ke bawah Tulung Agung. Kutsof ini satu orang yang ee menginspirasi teman saya yang akhirnya berprofesi sebagai so fisiologis sekarang. Namanya Mas Danis Pradipta. Satu angkatan sama saya. Semoga lihat nih orangnya sekarang di mana posisinya? Hah? Saya komunikasi terakhir kayaknya masih di klub-klub. Hm. Komunikasi terakhir saya belum belum anu belum tanya lagi posisinya di mana ya. Harapannya bertahan di klub lah. Karena sekarang industri industri olahraga itu membutuhkan tenaga akademisi yang kuat secara fisiologi. Keilmuan olahragaan itu sangat penting. Oke. Terakhir mungkin sepenting apa sih peran fisiologis di olahraga? Kan banyak orang juga enggak motret bahwasanya ah yang penting fisiknya bagus aja tapi enggak pernah notice oh di baliknya itu ada fisiologis gitu. Seberapa penting perannya? Sangat penting, Mas. Karena kita pelatih fisik atau seseorang pelatih yang berbicara tentang tubuh manusia, ya kita harus kuat secara fisiologi. Heeh. Ya, orang umum membicarakan fisik. Fisik itu masih kata umum. Heeh. Kalau diperkecil-perkecil lagi, fisik itu ada agility, ada koordinasi, ada streng, ada aerobik, anaerobik. Nah, streng seperti apa? setengan sekarang ada e functional trainning, ada macam-macamlah itu. Eah metode yang kita gunakan metode apa? Ada metode tabata, ada kayak kita lari lari yang seperti apa fatlek, sateler run eh macam-macam sekarang ya. Itu hanya diberikan di perkuliahan yang jurusannya olahraga. saat kursus tidak akan pernah dapat saat kursus pelatih baik lisensi D, C, B, A. Adapun ee di kursus itu datang karena ada materi dari expertnya. Contoh, saya kan sekarang instruktur nih pelatih. Jadi, kalau ada lisensi B sama lisensi C ada materi tentang fisikal, jadi pelatih fisik yang hadir hanya sebatas itu dan itu pun hanya 3 hari. Jadi tidak dibreakdown secara dalam, hanya kulit-kulitnya aja. Nah, itu jadi sekarang harapannya sih kalau netizen melihat, "Oh, ini kurang latihan aerobiknya ini ya, harapannya gitu." Jangan bilang, "Oh, ini kurang fisiknya, kurang fisiknya." Terlalu umum nanti kata-katanya itu, Mas. Berarti lebih dalam lagi ya ngomong fisiologis, ya? Betul, betul. Makanya kenapa saya melanjutkan sampai S3, saya ingin sampai apa ya tentang olahraga sedalam apa sih olahraga ini? Heeh. Kan sekarang olahraga kan kita bisa mengambil riset beberapa jurnal kan. Iya. Ee publikasi dari Q1, Q2 yang lebih kita percaya. Nah, kita komparasi sebelum kita bisa membuat riset dari dalam negeri. Kita harus mencari data dari luar. Kita comparekan seberapa jauh sih. Heeh. Hal-hal itu kan penting. Itu hanya teman-teman dari akademisi itu yang bisa harapannya lebih banyaklah. Indonesia sudah mulai aware tentang sport sacience. Sudah. Sejauh apa perkembangannya? Ya, sekarang ee di timnas sekarang seperti teman saya Kut Alek juga salah satu dosen dari Padang itu ya. Sudah mulai ee beberapa pelatih yang mempunyai gelar yang tinggi, pendidikan yang tinggi-tinggi sudah banyak ke dunia spot industri tapi tidak melatih juga tapi dia pasti punya ee sampeannya ngajar juga. Nah, karena sepak bola menjadi pelati ada batasannya, Mas. Jadi tidak menjadi pegangan ee selamanya kan masud kita meninggalkan keluarganya sampai 20 tahun menghabiskan di sewak bola tidak. Back Maman Abdurrahman tuh sampai 40 tahun itu gimana jaga fisiknya? Cristiano Ronaldo jaga fisik sampai 41 tahun itu kayak apa? Itu kan ada beberapa banyak-banyak risetnya itu kalau itu coba itu kalau diukur itu lemaknya berapa sih? Oh gitu ya. Iya paling penting lemaknya itu lemak ee persentasi fed tubuhnya. Heeh. Heeh. Heeh. He. Kalau contoh kita ambil di timnas itu aja yang pemain-pemain ee dari ee yang pemain-pemain berlaga di luar v-nya 7 8. Oke. Pendek. Kalau kita orang normal mungkin 20 25 gitu. Wah, ada indikatornya. Ada. Saya punya teman itu, teman teman saya ini apa? Biasa loh. Enggak terlalu gemuk. Enggak sak ditimbang fet-nya 32. Wuh, kok saya pikir kamu enggak gemuk loh. Kok 32? Berarti berarti terbanyak lemak tapi skater maselnya sedikit gitu kan. Nah itu kan bisa kita lihat kita analys. Jadi pelatih fisik itu menarik karena akan timbul-timbul angka yang harus kita analisis secara tajam. Iya iya iya iya iya gitu. Mungkin terakhir pertanyaan saya ee memungkinkan enggak sih, Coach, ee perspektif fisiologis dan pelatih fisik kita mampu mengimbangi para diaspora-diaspora ini terlepas dari segala bentuk kekurangan kita. Apalagi si apalagi JZ Kelvin Ferdong itu kan fisiknya gokilnya luar biasa, Coach. 96 menit tuh Calvin Verdeng lari terus. Artinya sport saya nak main tuh kan Coach kalau di Eropa dan lain sebagainya. Bisa enggak sih Coach para pemain lokal kita atau mungkin juga para orang-orang yang berpengaruh di Indonesia ini mampu ngikutin polanya sana sehingga secara fisik kita juga kuat. H jangan-jangan pemain-pemain Indonesia itu susah approad gara-gara fisik tadi. Ee tidak juga sih, Mas. Tidak juga. Ee jadi kalau perihal kita berbicara sport science, kita dari sport saci kan kita sudah ee bisa melihat perbedaan secara fisiologisnya dari kekurangan tersebut. Nah, ini tugas kita semua sebagai pelatih fisik di Indonesia. bagaimana kita bisa menstandarkan dari kekurangan dan kelebihan yang pemain Indonesia miliki. Jadi yang kekurangan kita perbaiki. Heeh. Kelebihan dari pemain Indonesia cepat mempunyai kecepatan, terus mempunyai akselerasi ee kuat individu itu yang harus kita pertahankan. Nah, itu jadi kita membuat ee membuat dari sesuatu dari pemain tersebut itu bagaimana bisa bersaing. Berarti oh rata-rata ini pemain Indonesia strengnya ini lemah. He. Kalau streng kan kita bisa latih. Eah. Terus ee kalau tinggi badan enggak terlalu tinggi nih pasti kalah duel. Kalau kalah duel apa yang harus kita lakukan? Pastikan strengnya kita perkuat dan halal itu hasilnya bisa kembali lagi pasti membutuhkan proses dan kita harus bisa mencari gambaran parameter seperti apa. ee dengan kesempatan kami kemarin iya ikut Piala Dunia dan kita bertemu dengan Berhasil. Ya memang kita kalau berbicara fisik secara ee khusus dari sisi strength, dari sisi power, terus dari sisi-sisi body, physically body, tinggi badan, nah kita memang kalah. Nah, akhirnya kita Oh, merasakan oh kita harus streng-nya kita tambahin nih, gitu. Karena pemain kita itu punya kecepatan. Iya. Otomatis
Resume
Categories