Gara-Gara Orang ini, Pemain Timnas Bola Indonesia Kuat Lari 90 Menit
00vdSVW2Y9I • 2025-11-20
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
perjalanannya Mas Sofi sampai ke menjadi
asisten pelatih fisik timnas itu
bagaimana, Mas? Kalau di timnas
makanannya juga terjaga.
Makanannya sangat terjaga.
Jadi memang kita protect, kita larang ya
makan Indomie itu enggak boleh.
Enggak boleh.
Beneran?
Beneran. Meskipun itu hanya untuk jaga
mental itu enggak boleh. Intinya kan
buat rasa kangen itu gak gak boleh.
seseorang pelatih yang berbicara tentang
tubuh manusia. Nah, kita harus kuat
secara fisiologi.
Heeh.
Nah, orang umum membicarakan fisik.
Fisik itu masih kata umum.
Heeh.
Kalau diperkecil-perkecil lagi, fisik
itu ada agility, ada koordinasi,
ada streng, ada aerobik, anaerobik. Nah,
streng seperti apa? setengan sekarang
ada functional trainning, ada
macam-macamlah itu metode yang kita
gunakan metode apa ada metode tabata,
ada kayak kita lari lari yang seperti
apa lari fatlek, sateleran e macam-macam
sekarang ya itu hanya diberikan di
perkuliahan yang jurusannya olahraga.
Saat kursus tidak akan pernah dapat saat
kursus pelatih. Baik lisensi D, C, B, A.
Asalamualaikum, Mas Ima.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Lama banget, gak saya tuh ngubungi Mas
Imam itu dari
2024.
Wih nak
dm jenengan DM masih imam. Oh, mungkin
lagi di yang apa yang tidak terlihat itu
mungkin jadi jarang scroll.
Betul. Tapi banyak juga yang mungkin
belum tahu karena Mas Imam ini salah
satu sosok
orang yang berjasa atas fisik-fisik para
pemain timnas. Saya sampai man pakai
bajunya Timnas
lah. Ini mungkin saya saya mau datang
pakai baju pakai Timnas ini kayaknya
ini.
I boleh dikenalin dulu enggak sih, Mas
sama teman-teman pecah telur barangkali
ee secara profile itu Mas Imam tuh
bagaimana? Siapa gitu?
Heeh.
Saya Sofi Imam Faisal.
Oke.
Numpang lahir di Kabupaten Situbondo.
Oh.
Numpang lahir loh ya? numpung lahir.
Karena orang tu berhubungan dengan
kerjanya orang tua kan ke mana pun orang
tua kan kita waktu itu kan di dalam
perut kan harus ngikutin kan.
Terus ee saya sekolah dari TK sampai SD
eh sampai SMA itu di Mojokerto.
Heeh.
Itu
habis itu saya kuliah
S1 di Universitas Negeri Malang. Jadi
saya 4 tahun hidup di Malang. Oke.
Dan di situlah saya bertemu dengan
wanita idaman untuk menemani kehidupan
seterusnya itu orang Tulungagung itu.
Oke.
Dan saya masuk Tulungagung kalau enggak
salah 2000.
Oh
iya.
Siap. Mas
aktivitas saat ini apa dan ngapain nih
di Tulung Agung?
saat ini
saya
pengajar
apa?
Salah satu pengajar dosen olahraga di
Universitas PGRI Nusantara Kediri.
Oke.
Itu jadi kalau saya lagi kegiatan TC.
Heeh. Jadi mahasiswa saya cuma saya
kasih tugas dan saya juga minta maaf ini
kalau mahasiswa saya nonton ya karena
kesibukan itu ya sama di rumah aja dan
melanjutkan kuliah S3 saya.
Ih keren. Di
di Universitas 11 Maret
PS
Surakarta. Alhamdulillah dapat beasiswa
Mas. Alhamdulillah
itu
Mas Sofi lebih senang menjadi pengajar
atau bertugas negara?
Kalau kita
harus memilih harus diperingkat gitu
satu dua atau memang harus utama
satu-satu
eh di peringkat dekat bolehingkat. Iya.
Kalau
kalau saya sih tidak ada peringkat
dua-duanya. Kenapa saya berpikiran
dua-duanya itu sangat penting?
Karena sepak bola pelatih sebagai
pelatih fisik adalah ee cita-cita saya.
Heeh.
Setelah saya lus kuliah.
Yang kedua, kenapa mengajar juga
penting? Mungkin dari sekian ee beberapa
pelatih yang ada di Indonesia.
Heeh.
mungkin saya yang paling beruntung.
Kenapa saya dianggap paling beruntung?
Saya bisa
menikmati
dan saya bisa mendapat pembelajaran
pengalaman. banyak yang dari luar yang
he
ee federasi PSSI berikan ke saya.
Otomatis menjadi tanggung jawab saya
untuk memberikan kepada generasi muda
seterusnya gitu.
Nimbrung jadi tim official di Timnas itu
sejak pelatihnya siapa?
Saya pertama kali di Timnas itu tahun
2018.
Oh Kachmila.
Iya. Tetapi saya waktu itu belum diikut
Luis Mila. Jadi saya waktu itu di timnas
putri.
Jadi langsung paralel itu. Paralel itu
maksudnya
semuanya mulai dari U-16, U-19 senior.
Oh
ya. Alhamdulillah waktu itu prestasi
timnas putri.
Heeh.
ee kalau enggak salah
kita bisa memberikan penampilan terbaik
sampai round kedua praimpiade
pertandingan terakhir waktu itu kalau
enggak salah di Palestina.
He.
Di negara Palestina sana kita masuk
lewat bordernya Israel waktu itu.
Ih gila itu
prestasi terbaiknya itu timnas putri ya.
Iya waktu itu tahun 2018.
Siap.
Ee perjalanannya Pak saya manggilnya
enaknya apa, Mas? Pak Sofi aja
boleh. Kalau di timnas sering dipanggil
siapa?
Ya, K Sofi lah. Semua pemain ya.
Kifi. Kut Sofi. Coach Sofi. Eh,
apa yang membawa akhir perjalanannya Mas
Sofi sampai ke menjadi asisten pelatih
fisik timnas itu bagaimana, Mas? Dan
kan mungkin banyak orang yang gak
memperhitungkan bahwasanya kok orang
dari Tulung Agung tiba-tiba jadi asisten
pelatih fisik. Itu proses perjalanannya
bagaimana?
Kalau proses perjalanannya sejak saya
tahun 2010 ya
saya
ee pindah ke Tulungagung. Jadi saya itu
menjadi warga Tulungagung resmi dengan
KTP. Ya, awal itu saya mendapat
kepercayaan dari pengurus Askab itu
awalnya perjalanannya ini ya.
Heeh.
Ini kita ceritakan dari perjalanan aja
Mas ya awalnya ya. He.
Jadi dari Askab Kabupaten Tulungagung
2012 waktu itu katanya sih belum ada
pilihan pelatih lain.
He.
Jadi ada tawaran mau enggak ngelatih
Perseta U-18 untuk Liga Remaja
itu
ee okelah akhirnya saya ambil waktu itu.
He
dari awalnya itu dan tapi sebelum saya
ee melatih di Perseta, saya sering
bolak-balik sih Tulungagung Mojokerto
itu
untuk ngapain? untuk melatih di akademi.
Jadi saya
ada akademi
ee yang memakai jasa saya namanya
Akademi GenBI Kota Mojokerto.
Heeh.
Waktu itu yang saya latih Muglis
Hadining striker timnas U19 Safri
ada Hansa Muyama.
Nah itu dua
pemain tersebut itu ada di GenB ya. 1
minggu tiga kali kita bolak saya
bolak-balik pulang pergi dari
Tulungagung Mojokerto untuk melatih di
GenB.
Heeh. Ya, setelah itu perjalanan
saya ke Martapura FC Kalimantan Selatan
itu. Terus
2014 saya ke Perserang Banten.
Heeh.
Setelah ke Perserang Banten itu ramai
sepak bola dipegukan.
Iya.
Nah, itu habis itu
saya
di pers eh Iya. Di Persusung Menep. Di
persusung menep. Oke.
Eh, belum sih. Belum belum belum. Habis
di Martapura di Perserang itu saya ke
Pamekasan.
Heeh.
Ke Pamekasan. Habis dari Pamekasan itu
saya ke Persu Sumenep.
Sumenep.
Habis dari Persu Sumenep ke Persewangi
Banyuwangi.
Dan di tahun 2017 saat saya di
Persewangi Banyuwangi saya mendapat ee
kepercayaan dari kota kabupaten
Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.
Heeh.
Jadi ada salah satu pengurusnya Askab ya
Askap namanya Askap SSI Kabupaten
Ketapang itu
I
mau membuat tim putri gitu. Jadi setelah
dari Perswangi
saya disuruh meng-ghandle.
Tetapi waktu di klub profesional status
saya masih sudah pelatih fisik.
Heeh.
Tetapi di timnas eh kok di timnas di tim
putrinya Ketapang saya sebagai ee head
tim putri tersebut. W
itu bisa ya. Alhamdulillah belajar
namanya belajar Mas. Itu habis dari
Ketapang itu alhamdulillah Ketapang
mewakili Kalimantan Barat itu lolos
final di Pertiwik Cup. Jadi Pertiwik Cup
itu kayak turnamen tertinggi di
se-Indonesia
khusus putri itu
kayak Piala Suratin gitu ya.
Iya. Hm.
Jadi kita lolos ke final tempatnya waktu
itu di Sumatera di Palembang itu
ya awal mulanya dari sana itu.
Oh memang passionnya jadi se pelatih
fisik ya.
Iya.
Oke oke oke oke. Kok perjalanannya
panjang benar Mas? Ya, intinya bersyukur
bagi teman-teman pelatih fisik yang ee
mempunyai tim terus relasinya banyak
dengan jumlah klub sekarang yang banyak
otomatis kan kita cepat untuk berkarya
atau berkarir bereksperimen
di bisa di EPA Akademi gitu atau di Liga
atau langsung di Liga 1 dari rekomendasi
ya. Saya alhamdulillah mengawali dari
step by step lah
mulai dari liga remaja, Perseta, terus
kayak liga anak ya mulai dari liga
Nusantara, kalau sekarang itu Liga 3,
Liga 4,
habis itu ke Liga 2. Malah saya salah
satu pelatih dari yang di timnas yang
belum pernah merasakan melatih di Liga 1
Indonesia
malah belum pernah.
Karena waktu itu saya tinggal ke Liga
Super Malaysia karena ada tawaran.
Oh. dari
portofolionya lumayan. Oh, ngelatih
Sadil Ramdani berarti
ya. Saya dengan Sadil 2 tahun di Saba.
Iya, Mas. Template-nya setelah sekolah
UM Universitas Malang berarti jurusannya
pasti olahraga.
Betul.
Template-nya kan rata-rata jadi guru
olahraga.
Nah,
terus ASN.
Betul.
Ngajar di SD SMA. Iya. ini kok tiba-tiba
jadi pelatih fisik tuh memang
passion-nya atau semenjanjikan itu
pendapatannya?
Kalau kita berihal perihal pendapatan
mungkin ee teman-teman pelatih kayak di
Tulungagung atau di mana pun berada
tahu sendiri bagaimana kita melatih di
SSB berapa si mungkin cuma Rp50.000 itu
pun hanya bisa menjadi sambian
kan gitu. Kalau kita di SSB mungkin
Rp50.000 1000 sampai 100 lah maksimal
per hari
ee sekali datang
sekali datang gitu datang
ee saya memang besar jadi sejak SD, SMP,
SMA saya itu ingin menjadi pemain sepak
bola, Mas.
Ah,
itu jadi
ee impian saya itu ingin menjadi sepak
bola dan saya pergi ke Malang waktu itu
ikut kompetisi internal Persema.
Heeh. Terus saya mengikuti, saya
pikir-pikir kok waduh ini
apa namanya sepak bola saya hanya
sebatas di Liga Nusantara aja itu. Nah,
saya kan mau jadi seorang laki-laki nih.
Setidaknya saya harus punya peganganlah
untuk hidup gitu.
Akhirnya ada tawaran untuk melatih eh
untuk melatih untuk masuk Universitas
Negeri Malang
olahraga lewat jalur PMDK, lewat jalur
tes. Ya, kalau PMDK kan
dulu hanya rapot.
Betul.
Sama tes ee fisik lah. Kalau dulu kayak
tes
ee bip test, keterampilan. Nah, kalau
saya waktu itu lewat jalur umum SPMB ya
waktu itu ya mungkin ya berat ini untuk
bersaing ini. Berhubung lewat jalur
PMDK. Nah, itu mungkin saya bisa
ee bersainglah karena secara
portofolio waktu saya masih muda menjadi
pemain sepak bola ya, saya pernah
mewakili beberapa klub itu Mas.
Alah. E
ya akhirnya belok akhirnya itu setelah
lulus itu
karena memang pemain sepak bola itu
hasilnya enggak banyak gitu ya waktu itu
ya.
Bukan enggak banyak sih karena tidak
berkembang. Saya hanya berkembang di
Liga 4 aja.
Oh berarti Oh memang berarti ukurannya
pemain sepak bola itu kalau di usia 17
kalau udah enggak dirilik klub besar
berat Mas ya mungkin ya.
Berat Mas. Iya, apalagi kan sepak bola
kan ada durasi masa
ee pensiunnya kan top performanya kan
pasti ada kan itu mungkin
oke oke
ya paling lama 15 tahun lah paling it
benar-benar harus kita jaga secara
kondisi kan pemain tersebut.
Heeh. Heeh. Heeh.
Itu
wi perjalanan Tulungagung Mojokerto
sekali ketemu Rp50.000 Tulungagung PP
kan cukup untuk Rp50.000 itu kan untuk
PP
biasa aja itu Mas. Iya, tapi untuk
keluarga enggak ada waktu itu. Jadi saya
di Tulungagung waktu itu
melatih SSB aja sih diambing itu.
Iya.
Di selain jadwal di Mojokerto itu aja
sama ngajar di Ngebong namanya MI
Ngebong waktu itu.
Hm. Hm.
Ya, kalau saya sering berkumpul sama
orang-orang tua sih. Karena orang-orang
tua selalu berpikiran
kalau kita melakukan ee sesuatu itu
dengan tulus,
profesional,
dan jujur, itu rezeki akan ada aja sih.
Itu yang saya pegang sampai sekarang
saya kata-katain itu. I
itu.
Lalu gimana ceritanya kok tiba-tiba
dilirik jadi
asisten pelatih fisik timnas loh, Mas?
Ini Mas. Wih keren orang Tulungagung.
membanggakan banget sampai
ya. Tadi awalnya sih dari timnas putri,
habis itu performa timnas putri cukup
baik di tahun 2018 ee Kut Fahri, Kut
Fahri Husaini.
Oke.
Itu mencari pelatih fisik untuk
dilamar berarti
gak mencari. Akhirnya saya ada dari
federasi memberikan rekomendasi itu ada
pelatih fisik dari timnas putri namanya
Sofi Imam. itu saya masih ingat itu.
Kemudian saya disuruh datang ke kota
Cikarang.
Heeh.
Jawa Barat untuk seleksi dengan Kut
Fari. Dan saya mendapat ee mendapatkan
kesempatan uji coba
Heeh.
Secara performa diri saya dengan Kutfari
di Cikarang itu seleksi di sana.
Akhirnya
1 minggu eh tanpa ada angin atau apa
akhirnya saya diresmikan. Ya udah KSFI
nanti Ksofi tahun ini dengan timnas U-19
sama saya gitu. Wah saya kaget serius
ini. Nah gitu kan. Ya udahlah saya
ambillah gitu saya ambil.
Membanggakan sekali Mas ya.
Iya.
Saya dari awal waktu menjadi pelatih di
liga mana pun saya tidak pernah berpikir
saya mendapat gaji berapa, Mas. Serius.
Kenapa, Mas?
Ya
yang namanya bekerja kan uang yang
dicari
pastinya kan. He.
Tetapi karena saya harus mengetahui
seperti Mas yang katakan,
He.
Saya dari daerah kecil.
Heeh.
Tulungagung. Saya ingin menunjukkan ee
diri saya itu seperti apa sih dalam
bekerja profesional? Sudah pantas enggak
saya menerima gaji?
Jadi, setiap kali saya dapat tawaran
misalnya dari Persepam atau
ee Perserang,
"Kut, mau enggak ke sini? Gaji sekian."
Saya langsung jawab, "Iya."
Itu, Mas. itu aja
gak ada pertimbangan melihat oh istri di
rumah, suami di rumah gitu. Kalau gaji
kecil cukup apa enggak gitu, Mas?
Gak dulu. Jadi ya meskipun istri sukuan
waktu itu.
Heeh.
istri sukuan ya kita dengan bekerja sama
dalam menjalankan kehidupan ya.
Alhamdulillah
ada aja lah gitu.
Iya iya iya iya iya.
Tuh keren-keren experience-nya apa Mas?
ngelatih timnas ketemu banyak tokoh dan
orang terkenal. Saya tuh pengin loh saya
tuh senang juga sepak bola walaupun
perut saya melendung sama
experience-nya sih alhamdulillah
saya bisa bertemu legend. Iya,
legend terutama legend timnas sih
itu suatu kebanggaan bagi saya. Ketemu
legend seperti K Kurniawan Dwi Yulianto
terus ketemu Karulianto ketemu K
Novaanto, ketemu Kut Fahri.
Terus ya semualah.
E awalnya saya tuh kaget dalam diri
saya, "Uh saya bisa sampai ada di sini
ya. He.
Dan di saat saya pertama kali bekerja
dengan sosok legend KFI, saya bisa
enggak ya ekspestasinya dia dengan saya
ini takutnya terlalu tinggi gimana ini
dia ee mfeedback diri saya.
Ee setiap kali setiap apa yang saya
lakukan saya selalu berusaha merefleksi
diri saya sih.
Oke
gitu untuk ya kekurangan saya seperti
apa. Saya selalu bertanya setelah ee
selesai event apa mungkin ada masukan
bagi saya untuk memperbaiki diri saya
gitu. Ee kunci kuncinya gitu ya.
Refleksi
merefleksi,
evaluasi, perbaikan
ke depannya sempat kagok gak dan
dicengcengin enggak?
Ee kok bahasa Indonesianya medok banget
gitu.
Awalnya sih gak, Mas. Awalnya nak. Malah
yang saya pikirkan sih tidak dengan
headqu sih. Awalnya itu yang saya
pikirkan kalau di dunia pelatih itu
melatih pemain asing.
Karena pemain asing kan sudah mendapat
pengalaman dari beberapa negara. Heeh.
dengan treatmen saya sebagai pelatih
dari Indonesia itu dia bisa menerima apa
enggak?
Oh.
Nah, itu loh yang malah yang dalam
pikiran saya itu.
Eh,
kan misalnya pemain asing kan pernah
berkarya di Liga India, pernah di Liga
Arab atau
saat mudanya dia itu pernah bermain di
top Liga Eropa,
otomatis kan secara kualitas latihan
yang diberikan kan
dia mungkin bisa melihat ini kok
latihannya seperti ini kan pasti pemain
kan bilang gitu kan pemikirannya. Oke.
Awalnya itu saya pemikiran saya yang
menjadi pesimis. Kecil banget hati saya
waktu itu.
Akhirnya ya dengan lama-lama waktu
berjalan, saya juga meminta feedback ke
pemain sih. Begitu kan. Otomatis saya
meminta feedback dari pemain itu
ee dia kan pernah berada di top liga
yang pernah dia
apa? Berkarir.
Berkarir.
Kalau enggak di Eropa atau di mana. Saya
selalu juga bertanya seperti apa sih
sepak bola di Eropa? itu waktu dulu
waktu tahun saya 2014 itu. Nah, sekarang
ya alhamdulillah saya dapat rezeki saya
bisa ke Eropa dengan status saya pelatih
dari timnas saya bisa belajar di sana
gitu.
Aduh ternyata oh i ya akhirnya itu
awalnya itu saya itu malah yang minder
saya Mas sekarang ngelatih Jidz.
Nah itu itu yang mau saya bicarakan.
Waktu itu saya pernah mendapat
kesempatan karena agenda
timnas U23 dengan FIFA Medd itu
bersamaan.
Heeh.
Jadi waktu itu pelatihnya dipecah.
dipecah ini kan ada pelatih waktu itu
kan ee timnya Kin
itu
asistennya itu ada di U23 semua untuk
persiapan kualifikasi Piala
U23 dan KSIN mengambil asisten lokal nih
kita nih di Surabaya waktu itu kalau
enggak salah dicoba dengan Palestina itu
jadi saya itu langsung yang turun tangan
karena asisten-asistennya ada di Solo
kan waktu itu.
Heeh. itu juga waduh ini yang dilatih JZ
yang ada di Syiah. Terus itu pemikiran
saya sudah macam-macam ini sebelum
berangkat ini. Akhirnya ya sudahlah
dengan ee kepercayaan diri apa yang saya
milikin
itu knowledge kemampuan saya
ya alhamdulillah lancar-lancar dan
alhamdulillah juga hasilnya waktu lawan
Palestina di Surabaya juga menang gitu.
Oh, ternyata dan saya juga meminta
feedback ke pemain-pemain tersebut.
Bagaimana sih pelatihannya?
Kalau timas senior itu kan enak masanya
menjaga recovery aja kan
enggak begitu banyak
apa sesuatu yang mau kita buat
karena waktunya kan pendek.
Iya iya iya iya iya iya.
Ee berarti ramah-ramah juga ya si Jack
Inses Mess Hilgers.
Iya betul. Enak diajak bicara, diajak
konsultasi,
diskusi,
terus kita bertanya situasi atmosfer
sepak bola di sana seperti apa gitu.
Heeh.
Itu
Coach Sofi paling dekat sama siapa di
timnas?
Kalau paling dekat hampir semua sih kita
ee dekat juga gitu. Makanya ee
teman-teman pemain diaspora juga tahu
itu slogan saya itu selalu bilang
maksimal itu aja.
Maksudnya gimana kok ada?
Iya. Jadi saya suka slogan kata-kata
maksimal itu dari saya saya awal
merintis itu.
Jadi kata-kata maksimal itu kata-kata
yang menunjukkan kita mendapatkan
tanggung jawab dalam suatu pekerjaan itu
harus dilakukan secara maksimal dan kita
tuntaskan. Itu aja kita pendekkan ke
maksimal. Tapi penjabaran katanya itu
sofi imam maksimal gitu. Iya, itu
panggilannya. Jadi ada template-nya itu
maksimal-maksimal terus itu.
Oke, Coach. Ee saya tuh juga pengin tahu
sebenarnya ee di timnas atau mungkin
bukan bukan di timnas deh kan pernah
megang beberapa pemain asing juga yang
berkarir di di luar negeri. Kalau kita
compare coach secara fisik nih
Heeh.
Lebih proper mana antara pemain asing
sama pemain lokal?
Kalau melihat proper atau tidaknya sih
antara kita lihat dari secara fisiologi,
Mas ya. Jadi ini kita kuliah 2 SKS.
Jadi kita
ee jadi orang Asia
dengan orang
ee Barat itu mempunyai perbedaan
fisiologi yang cukup mencolok.
Apa itu?
Dari kepadatan tulang juga berbeda.
Oh
itu yang terutama.
Oke.
Dan genetik, Mas. He.
Karena mungkin dirata-rata ee dari benua
Asia
Heeh.
khususnya Asia Tenggara itu kalau kita
melihat secara postur tubuh kan jarang
yang terlalu tinggi banget. Kecuali ee
dari keluarganya itu ada yang tinggi
dari faktor gen yang paling paling utama
itu atau pernikahan persilangan
Heeh. dari Eropa dengan orang Indonesia
atau dengan orang Melayu seperti itu.
Tapi kalau yang tinggi milihnya pemain
basket atau voli?
Ah iya bisa jadi itu. Nah itu kalau dari
fisiologi seperti itu. Yang paling
mencol itu dari kepadatan kepadatan
tulang ya, Mas. Kalau kepadatan
tulangnya orang Eropa kan mungkin sejak
lahir kan mungkin
ee tulangnya kan lebih padat dan gede
kan daripada orang Asia Tenggara. Heeh.
Itu aja sih yang
apa yang mempengaruhi ee jadi genetik
ataukah situasi situasi
domisili atau teritori
pastinya genetik jujur karena dari kayak
benua Asia, benua Eropa, benua Afrika
itu kan beda-beda
ya. Ya, ya.
Beda-beda.
Jadi artinya Bu ee banyak orang yang
notice, "Oh, pemain Indonesia itu 90
menit enggak mampu lari gitu. itu
berarti stereotip yang betul ya.
Mungkin cara mengambil sudut pandang
untuk melihat itu kan dari physically
terkadang-kadang ada pelatih yang di 10
menit terakhir memang melakukan defend.
Oh.
Nah, jadi kan kalau kita defend kan
lebih lebih reaktif, lebih diam kan
untuk mempertahankan skor itu.
Heeh. Heeh.
Kan enggak mungkin kita selama 90 menit
itu kita kejar lari aja terus. Enggak
mungkin kan sewa bola.
Oke. Oke. Oke.
Nah, mungkin Oh. Mungkin di menit
pertama 10 menit ee 15 menit bawak
pertama kita lebih reaktif melihat
situasi pertandingan seperti apa. Nanti
15 menit kedua nanti ada masukan dari
tepi lapangan dari pelatih taktikal lah.
Itu kan yang bisa merubah-rubah
gitu.
Oke. Dan tapi sebenarnya perannya
perannya asisten pelatih fisik itu apa
selain menjaga recovery?
Kalau pelatih fisik mungkin bisa
dibilang itu salah satu kunci ya. kunci
dari sebuah tim itu ya.
Jadi meningkatkan performa pemain. Jadi
tidak hanya meningkatkan juga menjaga
recovery itu pasti.
Terus yang sekarang itu dulu sepak bola
kan
pelatih fisik ke mana-mana hanya membawa
stopboard sama PLU itu kan. Sekarang ada
beberapa IT yang sudah masuk ke dunia
sepak bola
namanya itu GPS Katapul yang dipakai
pemain
ee yang ada brasspot itu hitam. He itu
ada katabulnya ditanam katabul dipakai.
Jadi sekarang pelatih fisik ya
setidaknya IT juga harus bisa.
Oh
gitu tidak
bermodal stopbot sama peluang penting
tit lari itu aja kan. Oke stop sekarang
enggak dari hasil katabul itu kita bisa
menganalisis seperti apa tim kita itu.
Jadi ya sekarang menjadi seorang pelatih
itu
semuanya harus bisalah dengan dengan
berkembangan zaman kita juga harus
beradaptasi gitu.
Heeh. Heeh. Kalau standarnya sebagai
pemain timnas itu kayak apa? Mungkin
minimal VO2 max-nya.
Pasti VO2 max. Terus kedua itu kalau
enggak salah itu streng. Kita harus
punya strength. Karena kalauanya ee di
Indonesia kan ee pemain yang
apa besar hanya sebagai talent.
Maksudnya gimana? Kok talent?
Talent kan dia hanya mempunyai bakat
alam, bakat dari kecil itu
tetapi tidak didevelopment dengan fisik
yang bagus. Kalau kita punya talent yang
bagus, kita development fisik yang
bagus,
otomatis akan mendapat performa yang
bagus. Nah, itu.
Oke. Treatmentnya kayak apa? Supaya
dapat standar.
Wah, itu panjang tuh, Mas. Kalau kalau
di bedah satu-satu ini kayak kuliah satu
semester ini nanti.
Oh, gitu.
Iya,
kayak kuliah satu semester ini
ya. Nanti tak k ikut kuliah jenengan
aja. K.
Boleh, boleh, boleh, bole boleh boleh.
Saya tuh termasuk orang yang ya
anggaplah FOMO ya, Mas Coach Sofi ya.
Ketika orang, saya juga termasuk orang
yang suka olahraga, yang kebetulan suka
olahraga,
rata-rata tuh yang saya notice tuh
selalu loh Vutomexku berapa ya?
Vutomexku berapa? Cara ngelatihnya kayak
apa ya? dengan cara saya sehari-hari itu
treatment saya tuh lari pelan-pelan
jalan nanti
2 menit gitu dapat 2 menit lari kecil 2
menit lagi kencang kencing nanti jalan
lagi gitu terus polanya tak repetisi
terus
berarti kan itu pakai metode fatl kan
jadi mengubah kecepatan kan
heeh
itu
efektif enggak
efektif aja juga
kan kita melihat
bagaimana kita mengawali suatu aktivitas
olahraga itu dengan rasa yang nyaman,
suka, dan akhirnya kita bisa melakukan
terus-menerus.
Jangan langsung dikasih berat, tapi
akhirnya besok enggak jadi olahraga
lagi. Capek saya tidur aja enak. Nah,
itu jangan itu. Itu yang enggak bagus
itu.
Iya, iya, iya, iya.
Jadi kan ee ada unsur namanya kan
kebugaran jasmani kan itu istilahnya
ee kebugaran jasmani bagaimana kita
mengawali olahraga itu dengan rasa suka
sih.
Heeh.
Kalau kita tidak suka duluan, akhirnya
kita kasih capek, akhirnya enggak suka
itu besok capeklah, enggak jadilah gitu.
Oh,
sekadang kan sekarang olahragaan sudah
menjadi berubah. Tinggal pilihannya
Masnya seperti apa.
He.
Menjadi untuk sebagai ee jaga kebugaran
atau menjadi lifestyle yang FOMO. Ah,
kalau kita memilihnya live yang FOMO kan
kita mengikuti tren harus beri sepatu
yang mahal, minimal ada karbonnya
supaya bisa diterima di
golongan-golongan pelari itu.
Kalau hanya tugasnya untuk menjaga
kebugaran diri sendiri, apa adanya kan
kita bisa tidak harus mengikuti grup
lari. Kita bisa melakukan aktivitas
individu.
Nah, itu kan tinggal pilihan aja.
Heeh. Heeh. Heeh. Terus gimana jaga
fisik supaya
oke mungkin saya ganti deh biar orang
tuh senang olahraga tuh caranya gimana
Coach? Ya, itu salah satu tugas saya di
mata kuliah peningkat penjaga kebugaran
ini. Ada dua SKS ini di perkulian saya.
Oh, ada memang ada mata kuliahnya
ya? Ada gak? Saya kuliah lagi ini kan
lagi masuk beberapa
mata kuliah namanya itu peningkat ee
peningkatan ee kebugaran kan. He.
Saya memberikan ke mahasiswa itu ini
tugas kalian sebagai akademisi bagaimana
bisa memberikan stimulus ke masyarakat
supaya beraktif berolahraga.
Oh iya. Kampainnya apa biasanya yang Mas
yang Coach Sofi sering gaungkan
kempainnya? Ya itu sukai dulu. Lakukan
yang hal yang termudah.
Kalau lari enggak kuat jalan. Oke,
minimal gitu. Biar menjadi habit kita
dengan jalan mencari ruang terbuka,
kita menikmati pemandangan.
Nah, itu kan juga bagian dari menjaga
kebugaran secara psikis, secara aerobik.
Heeh.
Tujuannya kita lari kan ee hanya untuk
menguatkan otot jantung aja, Mas.
Namanya latihan kardiovaskuleran kan.
Oh,
baru. Apalagi sekarang itu di terutama
Tulungagung, Coach lagi banyak banget.
orang atau yang mungkin senang nongkrong
ngopi gitu terus lagi ramai juga
ternyata gula itu salah satu
alat pembunuh luar biasa bahkan melebihi
rokok.
Betul.
Betul ya K?
Betul. Betul.
Itu kalau dari sisi perspektifnya fisik
Heeh.
Apakah makanan itu semempengaruhi itu
atau ketika kita jalan atau ya ngopi
apapun boleh, tapi
latihan fisiknya juga harus kencang.
Boleh diluruskan gak? Atau dari
perspektif itu gimana? Apa yang
dimasukkan 100, yang dikeluarkan harus
100% gitu ya?
Iya. Mungkin begitu. Ee kalau gula salah
satu sumber energi kita bergerak
beraktivitas seperti manusia normalnya
kan menggunakan salah satu sumber energi
yang namanya glukosa kan, Mas?
Heeh.
Nah, itu itu kan salah satunya dari
gula.
Iya.
Ee bisa kita dapat dari karbohidrat.
Nah, itu kan
H
itu ee kenapa gula itu bisa menjadi apa
namanya ya? Ini nanti saya dokter tapi
saya akan berbicara secara fisiologi
mungkin biar enggak salah. Heeh.
Ee
lebih kelebihan gula dalam tubuh itu
memang kurang bagus.
Oke.
Karena apabila insulin yang ada di dalam
tubuh kita tidak bisa ee apa menganalis
memberikan menetralkan, nah itu numpuk
akan bisa menjadikan salah satu diabet
kan kalau enggak salah. Kalau dunia
kedokteran.
Bagaimana itu biar gula yang tersimpan
yang berlebihan itu bisa
ee terurai ya. salah satunya dengan
berolahraga itu. H
itu makan kan ee tetapi perspektif kita
itu susahnya kita sudah melakukan
aktivitas yang betul.
Iya. Hah?
Selesai aktivitas itu yang salahnya
terkadang
apa itu
kita sudah bagus nih lari 5K iniut lomba
setelah 5K kita mampirnya sih beli
nasi padang
nasi padang terus beli apa itu yang
kebalik itu ah itu donat n hal-hal itu
sih itu memang harus diluruskan si hal
itu. Oh, artinya perspektif kedokteran
ketika 80% penyakit itu bersumber dari
makanan,
iya,
dari sisi fisiologis dan fisiknya
sebenarnya juga sama perspektifnya.
Iya. Kita harus mengurainya. Salah satu
dengan mengurainya ya dengan
berolahraga. Mungkin tidak gula aja sih,
lemak yang berlebihan juga
membahayakan untuk ee tubuh kita juga
itu.
Tetapi lemak sama gula dibutuhkan untuk
anak yang mau berkembang.
Heeh. He.
Nah, itu kan di saat kita sudah usia
bertambah kan kita harus berhati-hati
makan
apa yang harus kita konsumsi itu yang
baik-baik gitu.
Iya. I
minimal ya itu tadi olahraga jalan kaki
supaya ee apa yang berlebihan-berlebihan
di dalam tubuh kita itu bisa terurai
dengan secara otomatis dengan tubuh kita
itu.
Kalau di timnas makanannya juga terjaga.
Makanannya sangat terjaga.
Jadi memang kita protect, kita larang
sih
makan Indomie itu enggak boleh. Enggak
boleh.
Beneran?
Beneran.
Meskipun itu hanya untuk ee menjaga
mental itu enggak boleh. Intinya kan
buat rasa kangen itu gak gak boleh
gitu. Jadi kita sudah protect kita
minimal ya kita steam atau kita bakar.
Heeh.
Itu gorengan mungkin ee enggak begitu
sering jarang.
Oh
gitu. He.
Tetapi ya ada beberapa hari yang kita
lepas kan libur kan kita tidak bisa
memantau semua pemain nih.
He.
Tapi kita memberikan edukasi ke pemain.
Kalian boleh bebas nih makan. Tetap
intinya janganlah makanan-makanan yang
ee bisa mengganggu performa kalian
itu contohnya
apa gitu. Oh
ya. Pokoknya terlalu banyak tepung tapi
eh
kata kuncinya sebenarnya gluten.
Yes. Itu yang bertepung-tepunglah kayak
gitu.
Tepung bertepungan. Iya
gitu. Oh, itu dibatasi juga bagi seorang
atlet itu harus dibatasi.
Ada tapi enggak terlalu sering. Minimal
lebih di steam aja sama dibakar.
Bakar. Oh,
Ih, jadi at itu juga enggak enak ya,
Coach ya?
Termasuk pelatihnya juga akhirnya bosan
apa yang ada di situ ya kita makan di
situ aja itu ngikutin pemain.
Jadi kita harus memberikan contoh itu,
Mas.
Makanannya apa standarnya orang kalau
gitu-gitu
ya minimal tiga protein itu pasti.
Heeh. Habis itu ada sayuran,
terus
tiga protein, sayuran. Sayuran ya
terserah yang penting ee kayak mineral
dan lain-lain vitaminnya itu ada di
situ. Jus hal-hal itu aja.
Yang penting tiga protein si itu.
Karena kita sering banyak beraktivitas
fisik kan.
Heeh.
Main sepak bola itu kan benturan terjadi
dom,
terjadi luka. Otomatis kan yang bisa
memulihkan kan protein.
Kenapa protein sangat penting?
Heeh.
Dibutuhkan.
Wah, itu jadi ya kenapa sekarang saya
bicara tadi Masnya berbicara kenapa dari
S1 kok menjadi pelatih lah pelatih
fisik? Hal itulah yang belum ee mendapat
wawasan dari teman-teman
generasi selanjutnya.
Iya. Saya seketika ndak pengin jadi
atlet K. Gimana wong makan Indomie ndak
boleh
makan
gluten yang berlebihan juga enggak
boleh. Padahal itu loh makanan enak tuh
bersumber dari yang enak-enak.
Harapannya sih
yang tadi Mas sampaikan
iya
untuk generasi selanjutnya sih dari sisi
sport saci itu kan lebih didominan dari
mahasiswa-mahasiswa sekarang yang ada di
olahraga.
Teman-teman yang ada di mahasiswa yang
menguasai fisiologi yang sangat kuat,
ilmu keolahragaan yang sangat kuat.
betapa pentingnya berkolaborasi dengan
pemain nasional.
Heeh. He
untuk menciptakan komponen tim yang
terbaik.
Heeh.
Secara taktikal, teknik dilatih oleh
pemain nasional.
Heeh. secara fisiologi, keilmuan
olahraga, teman-teman akademisi. Jadi
kolaborasi itu kalau akan di kalau di
apa kolaborasikan dengan baik
itu akan mempunyai kualitas-kualitas
pemain yang bagus sesuai dengan
apa yang diharapkan. Itu harapannya.
Kenapa sosok akademisi sekarang itu
dibutuhkan?
Dibutuhkan
di industri
ya bukan sepak bola aja sih, semua
industri olahraga semua. Baik basket,
sepak bola, futsal.
Heeh. itu.
Oke. Ee sor usia berapa, Coach?
Saya usia 20 eh 20 37.
37?
Iya, 37.
Kalau misalkan nyontoni nyontohin JZ
lari 5 kilo itu juga ngikutin.
Kalau saya enggak ngikuti, cuma ikut me
apa memantau aja. Tetapi saya ada
kesukaan sih. Kesukaan saya memang lari.
Oh. Oke.
Kalau saya ada di timnas
Heeh.
rumah kedua saya tuh bukan di kamar,
tapi lebih banyak di tempat gym.
Hm.
Gitu. Contoh nih pagi
ee bangun kan kita salatah, habis itu
ketemu sarapan pagi.
Heeh.
Saya biasanya tuh sebelum sarapan pagi
saya beraktivitas di gym.
Heeh. Kalau
itu kalau enggak salah saya makan
paginya saya kurangin.
Setelah makan saya istirahat sekitar 30
menit baru dijym selama 2 jam. Itu
kardio, strength itu saya lakukan hampir
tiap hari.
Jadi lebih banyak saya lakukan di kamar
eh di tempat gym.
Heeh.
Kalau bosan lari di treadmal baru saya
keluar ke
H
GPK Arena. Kan kita nginpnya di sekitar
GPK Arena itu hotelnya.
Oh enak ya? Iya.
Pelatih fisik tinggal ngasih instruksi
aja. Jay lari 5 kilo gitu aja.
Tapi kan ee pelatih fisik itu harus bisa
menjadi motivasi atau figur yang
dicontoh oleh pemain.
Iya.
Itu wajib.
Jangan sampai pelatih fisik itu yang
gemuk-gemuk, Mas.
Ah.
Nah, itu jadi kita harus bisa menjaga
badan kita juga gitu.
Heeh. Heeh. Akhirnya kan dengan menjaga
pola hidup kita kan kita juga
memberikan contoh ke pemain tersebut
apalagi pemain-pemain muda kan itu
sangat penting pelatihnya sering ke
tempat gym ini. Akhirnya pemainnya
enggak mau kalah kan akhirnya akhirnya
dia datang juga kan itu.
Kalau pelatih-pelatih yang sori
gembul gitu juga masih terpercaya kayak
Coach Imran gitu.
Kalau beliau kan pelatih teknik
e beda hubungannya dengan ee apa pelatih
fisik. Kalau PL kan harus menjadi figur
yang ditonton
itu.
Walah. Tapi coach eh orang tuh atau
atlet itu saat ini yang saya lihat
eh jarang banget yang aware dengan
metode pelatihan fisik lewat gym
atau mungkin rata-rata para klub ini
memang jarang banget punya punya
fasilitas itu sehingga yang penting lari
aja fisik aja gitu karena memang
fasilitasnya memang berkurang apalagi di
sori Liga tempat kan masa iya harus
ngeluarin budget untuk fisik ke gym gitu
kan juga berat
mahal juga mahal ya kembali lagi ke
kemampuan ee individu atau pelatih yang
ada disebutkan Mas kita latihan streng
kan tidak harus ke gym juga kan
dan di sepak bola kan juga ee latihan
streng-nya kan
beda dengan latihan gymnya orang
binaraga juga kan
nah itu yang perlu harus kita tahu kan
he
seperti itan streng strengnya sepak bola
itu kan berbeda gitu aja
jadi tidak harus dijip juga.
Heeh.
Bisa pakai apa? Beban antar individu
juga bisa, memakai beban sendiri juga
bisa.
Heeh.
Kita beli resistensi yang harganya lebih
murah itu juga bisa dijadikan ee alat
alat latihan streng juga gitu.
Heeh. Heeh.
Itu aja sih.
Jadi intinya ya kita harus mempunyai
ee kreasi sih dalam melatih juga.
Pernah punya tantangan gitu ngelatih
yang gak punya fasilitas gym?
Pasti Mas.
Pernah?
Pasti. Iya.
siasatinya kayak apa?
Siasatnya ya itu tadi
ee kita order resistensi
terus kita menggunakan latihan-latihan
streng dengan badan sendiri atau badan
temannya seperti itu.
Oh,
itu aja. Kalau timnya ya kita semua itu
tergantung dari kualitas timnya yang
kita dapat sih waktu itu.
Heeh. He.
Tapi ya pernah juga merasakan itu
kreativitas kita tetapi tidak
menghilangkan unsur coaching poin yang
mau kita latih ke pemain.
I
itu aja.
Siap. Ih keren.
Nah, ini boleh diminum lah ini daripada
daripada apa namanya? Mubadir ini.
Boleh. Boleh. Boleh coach. Ini
dihabiskan aja boleh kok coach. Aman.
Ini bukan gula kok coach.
Saya juga suka nongkrong di Tulung Agung
kalau lagi nganggur. Tapi kalau
nongkrong ya kopinya tanpa gula gitu
aja. Oke.
Lama biasanya kalau lagi off gini lama
di Tulanggung berapa lama?
3 minggu 1 bulan minimal sih 2 minggu
sih minimal.
Oke.
Iya.
Coach Sofi kan baru pulang dari Piala
Dunia 17 juga.
Iya.
Oh i ya ya. Oh saying enggak lolos ya
coach ya?
Iya kurang satu poin aja itu.
Seandainya Seri sama Zimbabwe itu lolos
kita. Oh Jambia. Jambi
lolos itu.
Oh, itu padahal unggul dulu loh.
Iya. Wis rezeki, Mas.
Heeh. Heeh.
Kita sampai bisa di titik itu juga
rezeki juga.
Iya. Itu
sudah melewati fase-fase kualifikasi
yang cukup panjang.
Iya. Itu satu-satunya bukan yang
giveaway.
Aduh. dua kali masuk masuk Piala Dunia
17 satu giveaway karena tuan rumah
itu apa ngikuti kata-katanya
podcast-posket yang lainnya ya nanti
giveaway itu nanti.
Tapi ternyata kan akhirnya membuktikan
bahwasanya dari kualifikasi di tahun ini
intinya ya suatu kerja keras yang tidak
pernah membohongi hasil ya itu aja.
Betul.
Karena kita mengutamakan effort kerja.
Heeh. Heeh. Heeh. semua lini baik
pemain, pelatih, tim medis, tim massas,
kitman. Ah, banyak itu.
Iya. Anu ya unsur-unsurnya tuh banyak
banget ya
untuk membentuk satu tim atau satu orang
yang fisiknya proper gitu ya.
Iya.
Heeh. Heeh.
Intinya pemain sama jumlah officialnya
itu hampir sama lah. Bisa diadu 11 tahun
11 itu
apa? Iya.
Iya. Wes.
Oh,
official 18 sampai 20 orang.
Heeh. Heeh. Heeh.
Pemain 21.
Heeh.
Kan cuma selisih satu.
Heeh. Heeh. Itu kalau off gini udah gak
ada tugas negara ngapain?
Jadi bapak rumah tangga.
Ternak teri.
Bapak rumah tangga. Jadi bapak rumah
tangga.
Ternak teri. Ternak antar anak antar
istri gitu.
Antar anak antar istri. Bersihin rumah
nyapu gitu. Dah ganti-ganti bosnya.
Karena sudah saya tinggal dulu. Bosnya
kan istri. Oke.
Kalau saya di rumah
saya jadi bapak rumah tangga. Yang ibu
rumah tangga biar santai dulu itu
biar ngajar.
Waduh ya ampun.
Ngantar anak, ngantar istri itu aja.
Kalau ada teman-teman pelatih
Tulungagung mau silaturahmi
Heeh.
ya rumah saya buka tidak 24 jam sih,
tapi hanya 10 jam aja. Kalau 24 cuma
tidur saya nanti
gitu ya. Adalah beberapa teman pelatih
Tulungagung 1 du gitu ngobrol aja. ini
juga buka sharing-sharing juga ya sama
teman-teman lokal gini ya K ya
ya intinya saya tidak mau mendahului Mas
kalau mendahuluin kan
perspektifnya orang kan berbeda.
Bedanya kalau kita mendahului pemikir
mentang-mentang pelatih timnas ini dia
ngomong gini gini gini ya itu kan nanti
kita salah juga kan. Ah
nah tapi saya lebih
kalau mau datang mau
diskusi ya ayo kita diskusi.
Heeh. Heeh.
Toh diskusinya jangan anggap apa yang
saya bicarakan itu selalu bagus dan
benar. H
karena yang saya temuin kan yang tadi
Mas bilang kan secara fasilitas, secara
kualitas kan yang saya temui, yang saya
pernah lakukan kan berbeda dengan
situasi yang ada di sini kan.
Heeh.
Nah, seperti itu. Jadi mungkin yang
positif bisa dipakai dan bisa disebarkan
ke orang yang lain, pelatih-pelatih lain
yang yang enggak ada yang enggak pas
dengan situasi sini. He
mungkin bisa digip. Saya selalu bilang
gitu saya.
Iya. Iya. intinya ya saya kalau diskusi
ya terbuka tapi saya tapi ya jarang
mendatangi dulu tapi lebih lebih
itu biar enggak salah mengartikan Mas
gitu.
Iya iya gila ini orang Tulung Agung tuh
ee
luar biasa enggak enggak kelihatan
tiba-tiba muncul aja
mungkin kabupatennya kalau di Google itu
enggak kelihatan memang coba Mas kalau
punya handphone itu.
Nah ini coba dibuka di map ini ya. Di
map
kita coba mungkin sama-sama bisa buka
ini map.
Map-nya mana? Map ya?
Coba
ya kalau map-nya kita kita buka normal.
Nah,
ini kecil nih. Ini ini berapa ini
milinya ini? Ada enggak yang keluarkan
Kediri sama Malang kan ya? Baru kita
satu ya. Baru agak skala berapa ini
skala?
Hmm. Baru keluar ini Tulungagung
itu berapa kali zoom? Nah, itu enggak
tahu tadi dari dari kecil itu saya besar
langsung ya hampir selebarlah yumnya
selebar handphone baru keluar di Tulung
Agung itu
ini yang selalu saya jadi buat guroan
guruhan ke teman-teman Telung Agung
rumah mbok di Surabaya loh Telungagung
itu ya kota kecil tapi di sana itu
pantai. daripada saya ke Bali
mahal-mahal ke Telung Agung mau masuk ke
laut itu tinggal masuk mau ke mana
Australia itu tinggal naik perahu itu
aja ke Australia nyampai itu saya bilang
gitu saya
sering dicengcengin juga sama coach itu
ya
siapa yang paling sering
hampir semuanya sih
Rizki Rido
ee Rizki Rido juga sering saya salah
salah satu ee pelatih yang dekat sama
Rizki Rido juga karena sejak dari 2019
sama Kutfari kan saya sama dia. He lagi
ramai lagi bagus-bagus ni
bagus dapat mau dapat gelar pus itu
puskas ini
kita doakan ya coach ya.
Amin. Amin.
Semoga ini biar nanti bantu dipost itu
apa namanya vot-nya Rizki Rido itu.
Heeh. Heeh.
Ayo divote sama-sama gitu.
Heeh. Ren netizen Indonesia.
Nah harapannya tapi kadang-kadang kalah
juga kok.
Oh iya. Siapa yang nilai gitu ya? Ya.
Atau kok atau gitu-gitu gelar-gelar
kayak gitu politisasi mungkin.
Oh gak. itu memang agak murni.
He.
Kalau pemain terbaik itu biasanya
dikirim lewat APBE,
appi. Jadi kita mau mau milih siapa itu
memang ada pemilihannya
itu. Teringat kembali lagi ke Tulung
Agung tadi kota kecil gimana itu? kecil
itu enggak gitu loh. Coach Sofi ini kan
dari Tulungagung yang yang di map itu
yang harus nge-zoom empat kali terus
sering dicengcengin juga sama
teman-teman di timnas di coach-coach
juga.
Proses perjalanannya itu kayak apa? Dari
Tulungagung terus tiba-tiba ke Mojokerto
terus ke Jakarta
ke karena kan homebas-nya Timnas kan di
Jakarta, Coach.
Iya.
Iya. Ee mungkin saya kalau yang sekarang
kan pasti dikasih fasilitas untuk pulang
perginya.
I betul betul.
Kalau dulu
kalau dulu
berjuangnya
ya wis berjuangnya Mas. Dulu saya
sebelum menjadi seorang apa-apa saya
juga ikut seminar sih. Seminar di
mana-mana itu saya datangin
dengan kunci yang penting saya bisa
datang mau seperti apa perjalanannya
saya akan melaluinya.
Hmm. Seringut motivator-motivator gitu.
ee seminar tentang kepelatihan, tentang
pelatihan fisik kayak gitu. Itu
ee ya kalau dari awal pasti perjanjian
karir itu masih punya cerita.
Iya. ceritanya pulang pergi sejak punya
anak pertama, pulang pergi dari
Mojokerto eh dari Tulungagung Mojokerto
itu juga punya cerita
yang mungkin sampai sekarang masih
tersimpan itu
apa itu Coach yang paling
tapi lagi ramai ini busnya kena
trayeknya kena blok ini
yang paling yang yang paling Coach Sofi
ingat dari proses perjalannya Coach Sofi
sampai sekarang
dulu saya sih pernah menangis di dalam
bis Harapan Jaya
oke
karena pulang pergi. Saya berangkat dari
sini setelah mengajar dari MI Ngebong
itu jam 09.00 He.
Saya naik dari Durenan itu
1 minggu tiga kali sampai empat kali.
Ya pernah tuh ah sudah punya anak satu
dalam pikiran saya tuh.
Iya.
Waduh saya ini seorang bapak bapak ini.
Saya akan menghidupi apa namanya
istri sama anak-anak saya. Masa saya
waktu istri honorer juga.
Iya honorer di SMA Negeri Ngondang.
Oh
itu.
Oke. Oke.
Ee apa namanya? P saya. Waduh saya akan
saya menghidupi keluarga ini. Ada istri
ada anak satu ini. Masa saya seperti
kayak gini
itu real Mas. nangis itu di harapan itu
jaman jaya itu malu itu
nangis di dalam bisnis
ya intinya di apa kursi cuma begini
berus mili itu
pulang itu anak sudah tidur gitu
heeh
besok ketemu gitu cuma ada waktu
kesempatan dengan keluarga cuma sedikit
dengan anak-anak ya meskipun itu sudah
menjadi pilihan kan pilihan itu itu yang
pertama yang masih mengenang terus kedua
yang masih mengenang ya berhal saya ikut
seminar untuk menambah keilmuan saya
he
jadi waktu itu ada seminar posisinya di
Jakarta, di Bandung, di mana pun.
Kata kuncinya saya harus bisa sampai
sana dengan cara apapun.
Oh,
itu mau naik kereta, mau naik bus
pindah-pindah
itu
dengan keterbatasan dana saya ya,
alhamdulillah saya sampai
meskipun saya harus tidur numpang
per sampai segitu ya effortnya.
Iya, Mas.
Wih, wih. Ya, dulu kan kalau kita masuk
hotel kan belum ada oyo sama redos kan
zaman dulu.
Kalau sekarang kan Rp100.000 sih bisa in
sekarang tidur. Nah, kalau dulu ya
Rp100.000 ya cukup dibuat naik mata
remaja sampai Jakarta itu. Kalau
sekarang enggak boleh kan mata remaja
dulu itu Mas yang penting ya saya
nyampai di kota itu dengan cara apapun
itu yang paling penting. Saya
nginpnya di masjid
di masjid numpang ke teman gitu kan
perah
kita tahu listnya siapa itu gitu ada
teman gitu. numpang ada saudara juga itu
sampai segitu ya effortnya
itu ya salah satu effort ya sampai
sekarang
ya alhamdulillah sekarang mungkin orang
mungkin melihat wih enaknya gitu kan
sekarang itu
ya alhamdulillah
setelah saya dari pulang dari
Saba FC dengan Sadil yang Mas
dibicarakan
saya kan ke Persisi Solo itu
e
waktu Persis Solo itu ada Mas Kaiseng
kannya
saya ke sana Ya, habis itu saya tapi
saya tidak melatih tim utamanya karena
kompetisi masih berjalan. Karena prinsip
saya itu satu, Mas, saya tidak boleh
mengganggu rezekinya orang.
Contoh nih, contohnya misalnya
tim ini dilatih dengan pelatih fisik A.
Heeh.
Saya datang ke sana akhirnya dia
dicoret. Nah, itu kan enggak bagus.
Oh,
itu kan kita kan mematikan rezekinya
seseorang.
Hm.
Padahal seseorang tersebut itu mungkin
punya keluarga.
Iya. Iya. I
ada kebutuhan. Nah, hal itu yang waktu
itu pertama saya ke Solo yang saya
wanti-wanti itu hal itu. Saya berkarya
di Tulung ee di Persi Solo atau di tim
mana pun. Kalau memang sudah tidak ada
free, enggak ada pelatih fisik, saya
mau datang.
Oke. Oke.
Kalaupun saya kenal dengan Patif
sebelumnya, saya telepon dia.
Heeh.
"Kamu masih di Solo enggak?" Misalnya
masih di tim A enggak atau tim B enggak?
Heeh.
Gitu. Kenapa? Kenapa? Katanya gitu. Saya
loh saya ada posnya mau ngajak saya
kalau memang kut masih ada di sana ya
saya tak cari yang lain. Hal-hal itu
saya selalu saya jaga.
Itu mungkin salah satu keberuntungan
saya sih bisa sampai segini
itu di Solo waktu itu masih ada tim
seniornya. Memang saya ada tawaran.
Terus saya bilang ke manajemennya saya
jangan ditaruh di tim di tim utama
nanti saya merusak rezekinya seseorang.
Nah waktu itu ada proyek e pemain muda
U20.
Heeh. Ee dan waktu itu saya juga meminta
beberapa syarat itu ke Persi Solo itu.
Saya melanjutkan cita-cita saya S2 itu
saya melanjutkan kursus pelatih. Heeh.
Ya, alhamdulillah dua itu dikabulkan
sama Persi Solo dan alhamdulillah lagi
dibiayai juga sama Persi Solo e
dengan ownernya Mas Kaisang dan Mas Aga
anaknya Pak Rohir. Mas Aga. Jadi kursus
itu dibiayai. Kursus A itu 40
5 kalau enggak salah R5 juta itu
alhamdulillah dibiayai. Kursus pelatih
fisik di Malaysia itu saya dibiayai
sekalian transportasinya.
Heeh.
Terus kuliah itu mendapat beasiswa
tetapi enggak saya ambil.
Enggak enak nanti dikira memanfaatkan
keadaan gitu.
Alhamdulillah. Jenengan ma kok malih
jenengan ke bawah Tulung Agung.
Kutsof ini satu orang yang ee
menginspirasi teman saya yang akhirnya
berprofesi sebagai so fisiologis
sekarang.
Namanya Mas Danis Pradipta. Satu
angkatan sama saya.
Semoga lihat nih orangnya
sekarang di mana posisinya?
Hah? Saya komunikasi terakhir kayaknya
masih di klub-klub. Hm.
Komunikasi terakhir saya belum belum anu
belum tanya lagi posisinya di mana
ya. Harapannya bertahan di klub lah.
Karena sekarang industri industri
olahraga itu membutuhkan tenaga
akademisi yang kuat secara fisiologi.
Keilmuan olahragaan itu sangat penting.
Oke. Terakhir mungkin sepenting apa sih
peran fisiologis di olahraga? Kan banyak
orang juga enggak motret bahwasanya ah
yang penting fisiknya bagus aja tapi
enggak pernah notice oh di baliknya itu
ada fisiologis gitu. Seberapa penting
perannya? Sangat penting, Mas.
Karena kita pelatih fisik atau seseorang
pelatih yang berbicara tentang tubuh
manusia, ya kita harus kuat secara
fisiologi.
Heeh.
Ya, orang umum membicarakan fisik. Fisik
itu masih kata umum.
Heeh.
Kalau diperkecil-perkecil lagi, fisik
itu ada agility, ada koordinasi,
ada streng, ada aerobik, anaerobik. Nah,
streng seperti apa? setengan sekarang
ada e functional trainning, ada
macam-macamlah itu. Eah metode yang kita
gunakan metode apa? Ada metode tabata,
ada kayak kita lari lari yang seperti
apa fatlek, sateler run eh macam-macam
sekarang ya.
Itu hanya diberikan
di perkuliahan yang jurusannya olahraga.
saat kursus tidak akan pernah dapat saat
kursus pelatih baik lisensi D, C, B, A.
Adapun ee di kursus itu datang karena
ada materi dari expertnya.
Contoh, saya kan sekarang instruktur nih
pelatih. Jadi, kalau ada lisensi B sama
lisensi C ada materi tentang fisikal,
jadi pelatih fisik yang hadir hanya
sebatas itu dan itu pun hanya 3 hari.
Jadi tidak dibreakdown secara
dalam, hanya kulit-kulitnya aja.
Nah, itu jadi sekarang harapannya sih
kalau netizen melihat, "Oh, ini kurang
latihan aerobiknya ini ya, harapannya
gitu." Jangan bilang, "Oh, ini kurang
fisiknya, kurang fisiknya." Terlalu umum
nanti kata-katanya itu, Mas.
Berarti lebih dalam lagi ya ngomong
fisiologis, ya?
Betul, betul. Makanya kenapa saya
melanjutkan sampai S3, saya ingin sampai
apa ya tentang olahraga sedalam apa sih
olahraga ini?
Heeh. Kan sekarang olahraga kan kita
bisa mengambil riset beberapa jurnal
kan.
Iya.
Ee publikasi dari Q1, Q2 yang lebih kita
percaya. Nah, kita komparasi sebelum
kita bisa membuat riset dari dalam
negeri. Kita harus mencari data dari
luar. Kita comparekan seberapa jauh sih.
Heeh. Hal-hal itu kan penting. Itu hanya
teman-teman dari akademisi itu yang bisa
harapannya lebih banyaklah.
Indonesia sudah mulai aware tentang
sport sacience.
Sudah.
Sejauh apa perkembangannya? Ya, sekarang
ee di timnas sekarang seperti teman saya
Kut Alek juga salah satu dosen dari
Padang
itu ya. Sudah mulai ee beberapa pelatih
yang mempunyai gelar yang tinggi,
pendidikan yang tinggi-tinggi sudah
banyak ke dunia spot industri
tapi tidak melatih juga tapi dia pasti
punya ee sampeannya ngajar juga. Nah,
karena sepak bola menjadi pelati ada
batasannya, Mas. Jadi tidak menjadi
pegangan ee selamanya kan
masud kita meninggalkan keluarganya
sampai 20 tahun
menghabiskan di sewak bola tidak.
Back Maman Abdurrahman tuh sampai 40
tahun itu gimana jaga fisiknya?
Cristiano Ronaldo jaga fisik sampai 41
tahun itu kayak apa?
Itu kan ada beberapa banyak-banyak
risetnya itu kalau itu coba itu kalau
diukur itu lemaknya berapa sih?
Oh gitu ya.
Iya paling penting lemaknya itu lemak ee
persentasi fed tubuhnya. Heeh. Heeh.
Heeh. He.
Kalau contoh kita ambil di timnas itu
aja yang pemain-pemain ee dari ee yang
pemain-pemain berlaga di luar v-nya 7 8.
Oke.
Pendek. Kalau kita orang normal mungkin
20 25 gitu.
Wah, ada indikatornya.
Ada. Saya punya teman itu, teman teman
saya ini apa? Biasa loh. Enggak terlalu
gemuk. Enggak sak ditimbang fet-nya 32.
Wuh, kok saya pikir kamu enggak gemuk
loh. Kok 32? Berarti berarti terbanyak
lemak tapi skater maselnya sedikit gitu
kan. Nah itu kan bisa kita lihat kita
analys.
Jadi pelatih fisik itu menarik karena
akan timbul-timbul angka yang harus kita
analisis secara tajam.
Iya iya iya iya iya
gitu. Mungkin terakhir pertanyaan saya
ee
memungkinkan enggak sih, Coach, ee
perspektif fisiologis dan pelatih fisik
kita
mampu mengimbangi para diaspora-diaspora
ini terlepas dari segala bentuk
kekurangan kita.
Apalagi si apalagi JZ Kelvin Ferdong itu
kan fisiknya gokilnya luar biasa, Coach.
96 menit tuh Calvin Verdeng lari terus.
Artinya sport saya nak main tuh kan
Coach kalau di Eropa dan lain
sebagainya.
Bisa enggak sih Coach para pemain lokal
kita atau mungkin juga para
orang-orang yang berpengaruh di
Indonesia ini mampu ngikutin
polanya sana sehingga secara fisik kita
juga kuat. H
jangan-jangan pemain-pemain Indonesia
itu susah approad gara-gara
fisik tadi. Ee tidak juga sih, Mas.
Tidak juga. Ee jadi kalau perihal kita
berbicara sport science, kita dari sport
saci kan kita sudah ee bisa melihat
perbedaan secara fisiologisnya
dari kekurangan tersebut. Nah, ini tugas
kita semua sebagai pelatih fisik di
Indonesia. bagaimana kita bisa
menstandarkan dari kekurangan
dan kelebihan yang pemain Indonesia
miliki. Jadi yang kekurangan kita
perbaiki.
Heeh.
Kelebihan dari pemain Indonesia cepat
mempunyai kecepatan, terus mempunyai
akselerasi ee kuat individu itu yang
harus kita pertahankan. Nah, itu jadi
kita membuat ee membuat dari sesuatu
dari pemain tersebut itu bagaimana bisa
bersaing. Berarti oh rata-rata ini
pemain Indonesia strengnya ini lemah.
He.
Kalau streng kan kita bisa latih. Eah.
Terus ee kalau tinggi badan enggak
terlalu tinggi nih pasti kalah duel.
Kalau kalah duel apa yang harus kita
lakukan? Pastikan strengnya kita perkuat
dan halal itu hasilnya bisa kembali lagi
pasti membutuhkan proses
dan kita harus bisa mencari gambaran
parameter seperti apa. ee dengan
kesempatan kami kemarin
iya
ikut Piala Dunia dan kita bertemu dengan
Berhasil.
Ya memang kita
kalau berbicara fisik secara
ee khusus dari sisi strength, dari sisi
power,
terus dari sisi-sisi body, physically
body, tinggi badan,
nah kita memang kalah.
Nah, akhirnya kita Oh, merasakan oh kita
harus streng-nya kita tambahin nih,
gitu. Karena pemain kita itu punya
kecepatan.
Iya.
Otomatis 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:05 UTC
Categories
Manage