Pemuda Desa Temukan Varietas Kopi ENAK Peninggalan Belanda di Perbukitan Wonosalam!
bzb118SN7a8 • 2025-11-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Sebenarnya kita kurang tahu, cuman dari
dulu tuh kopi spesies ini masih [musik]
dianggap kita ngomongin mungkin dianggap
sebelah mata Mas Yooten. Aku ingat
banget beberapa teman-teman yang konsum
atau nyoba Exelsa dulu-dulu di bawah
2020-an lah. Mereka bilang, "Iki kopi
opo sih? Kok rasane kok karet, ban
kebakar?" [tertawa]
Sayaest beberapa teman-temanu sampai
gagal rosting kopi iki mas. W ojo wis
kok mesinku mambu [tertawa]
kopi setelah dipetik matang ya. Setelah
itu kita cuci dirambang [musik] sing
ngambang iki kok nyisih nk grade lebih
bawah lah. Sing tenggelam kita cuci
bersih kita bilas. Setelah itu masukkan
ketong tutup rapat nih anerop [musik]
kan gitu. Nah, ternyata itu ada endapan
air di bawah mungkin sekitar di 150 L
itu ngendapnya sekitar seliteran air.
Nah, itu kita kumpulkan di arah BKW
waktu itu ee aku juga bikin proses
seperti itu dan tak ambil aire untuk
summers atau untuk merendam kopi-kopi
baru. Untuk proses itu namanya mosto,
mosto proses kan gitu. Dari situ kita
coba nih kayaknya iki bakal menarik
karena belum ada pendekatan di situ. Itu
pertama. Ternyata di luar dugaan, Mas.
Enak banget.
Jadi, kan kita under pressure ya, Mas.
Yo, gede banget under pressure. Terakhir
aku garap iku ee tanker punye Pertamina.
Dad dewe sok sewulan iku nk tengah laut.
Dan iku aku rodok piye yo nek nyeritakno
ya? Jujure duit akeh, Mas. Pas waktu.
Tapi ngene Mas, pas waktuku iku aku
pengin bakso mas. Tolah toleh kan nk
tengah laut pak dan tekan kono aku
keraso banget. Pal aku nyel duit tapi
gak iso ya. Ternyata wiku duduk segalae
tiba tak estu mas tekan kono mas lah
terus aku memutuskan untuk leren kowe.
Jadi ngene loh, [musik] Mas. Sebenarnya
beriringan, Mas, yo. Ketika gajimu gede,
tapi nek kamu awakmu gak isok
ngalokasikne podo ae ambek awakmu gajian
sitik.
Hm.
Asalamualaikum. Nama saya Muhammad
Sobari Karim. Biasa teman-teman manggil
Karim, tapi untuk teman-teman di luar
Jawa Timur kayaknya lebih banyak panggil
Sobari. Kita tinggal di Wonosalamnya,
Mas, tepatnya di Dusun Sumber. Ini
aktivitas kita gini, Mas. Kita memang
fokus di kopi [musik]
gitu, tapi mungkin kopi-kopi sing enggak
banyak orang tahu atau mengerti. Jadi,
kan gini, Mas. Di scoping besar ya kan
sebenarnya banyak spesies kopi nih,
gitu. Ada mungkin sing umum kayak
arabika, ada robusta gitu. Nah, kita
fokusnya di Liberica dan Exelsa. [musik]
Salah satu dari kumpulan-kumpulan
spesies ini, Mas. Jadi, total spesies
itu ada 133, Mas. Lah di Monosalam ada
Arabika, robusta, Exelsa, dan Liberika.
Sebenarnya enggak berkembang juga. Kita
tahu tuh kopi-kopi ini kan dari [musik]
peninggalan Belanda dulu. Jadi, Belanda
dulu tuh punya FAM atau kebun di sini
[musik] gitu. Aku kurang tahu tepat
tahunnya. Nah, jadi pas waktu itu tuh
kita tahu nih Arabika pas waktu masuk di
Indo mereka kena penyakit [musik] karat
daun, akhirnya didatanglah
spesies-spesies yang lain termasuk
Liberika dan Exelsa. Ini si Belanda ini
ee ngebawa enggak cuma Libri Exel Sawas,
banyak banget itu seperti
turunan-turunan atau kerabat dekat
Librica Isel saya kayak Abeuta, Aremsis,
Diboski [musik] termasuk DWre, DWre itu
si Exel say itu sendiri dan mungkin
lebih banyak lagi gitu lah di Wonosalam
karena memang dulu ada perkebunan
Belanda ketika mereka sudah pergi
otomatis kan dikelola oleh pribumi
[musik] Mas. Nek kita ngomong lagi
berkembang sebenarnya mboten tapi lebih
tepate memang esel salibka ini
[musik]
udah banyak di Wonosalam mungkin karena
beberapa hal salah satunya adalah ini
tradisi atau kultur unik yo di Wonosalam
yo. Jadi ngeten orang-orang Wonosalam
ketika sampean bertamu ke rumah-rumah
orang-orang Wonosalam aku bisa mastiin
sampean bakal dizuki kopi hitam pakai
gula yo. Tapi kopi itu pasti Exelsa atau
liberika. Habit itulah yang ngebuat
populasi Exel Salibrika di Wonosalam itu
masih banyak sampai sekarang. Ngoten
ada Mas di 1000 sekitaran 1500 mdpl ada
bekas kayak pondasi bangunan. Terus di
beberapa daerah di Wonosalam itu ada
beberapa bekas bangunan juga. Jadi gini
Mas kita di sini itu enggak ngulik just
e ngulik dari kopinya aja yo. Biasanya
kita mulai dengan historis. Ada kopi
ini, Mas. kan tekan ceritane wong-wong
iki terus a dewe moro mastikne lah. Dari
situ kita mulai dari morfologi dulu kita
ambil sampel pohon kita amati setelah
itu nek memang dirasa kurang langsung
lempar ke taksonomi. Kita dibantu
teman-teman dari Universitas Brawijaya
dan Universitas Malang. Jadi untuk
urusan lab kita dibantu mereka. Jadi
pendekatan-pendekatane kita mulai dari
stories dulu darene [tertawa] ono kopi
nyele kan ngoten lah. Selain itu kita
juga melakukan pengamatan. Aku dibantu
dengan ini namanya Mas Dani sama Mas
Adreng satunya Mas Ayuda. Jadi empat
orang termasuk saya ya. Kerjanane
mungkin kayak orang enggak jelas
[tertawa] Mas saya Mas. Jadi masuk kebun
ke kebun orang izin terus lihat pohon.
Jadi nek diwasne koy iki bocah iki lapo
to kan ngoten.
Kenapa isel salib enggak seterkenal
arabika dan busta? Sing jelas kan kita
ngomonge ini toh Mas konsumsi global
mungkin sekitar 1 2% aja untuk liberika
dan salon. Nah, sedangkan di Indonesia
sendiri sebenarnya kita kurang tahu.
Cuman dari dulu tuh kopi spesies ini
masih dianggap kita ngomongin mungkin
dianggap sebelah mata Mas Yooten. Aku
ingat banget beberapa teman-teman yang
konsum atau nyoba Exelsa dulu-dulu di
[musik] bawah 2020-an lah. Mereka
bilang, "Iki kopi opo sih? Kok rasane
kok karet, ban kebakar?" [tertawa]
Sayaesto. Jadi beberapa teman-temanku
sampai gagal rosting kopi iki mas. W ojo
wis kok mesinku mambu [tertawa]
sampai segitunya itu kita ngomongnya
yang udah terbiasa di lidah dulu aja ya.
Eh, kita tahu kalau di kebanyakan nk
kita tuh konsumen robustawas di warkop,
di coffee shop, mungkin juga di
pinggir-pinggir jalan, sasetan kan
ngoten. Jadi bakune kan lebih banyak
robusta tuh untuk orang dapat arabika
mungkin di kelas-kelas tertentu ya Mas
maksudnya atau tempat-tempat tertentu.
Ee kita tahu robusta itu strong atau
pahit terus arabika itu asam kan gitu.
Untuk librik selsa sendiri kan belum
punya tempat waktu itu Mas karena memang
populasinya sedikit. Terus perhatian di
kopi ini secara perkebunan, secara pasca
panen itu belum ada. Dari situ kita tahu
bukan muncul ide, bukan sih, Mas. Lebih
[tertawa] tepatnya itu kopi-kopi sing
pertama kali kita proses sebenarnya.
Betul. Dulu kita enggak tahu ya iki kopi
opo sih [tertawa]
niku ya? Wis anggepe kopi kan ngoten.
Jadi di samping rumah ini kan ada
beberapa pohon mas kayak ono liberika,
ono exelsa ono robusta kan. Kita lihat
dulu kayak podo ae sih. [tertawa]
Pertama kita belum tahu soal lah tekan
kono ternyata oh banyak banget yo sing
kita punya [tertawa]
ee secara anatomi. Jadi liberika dan
exelsa itu daging buahnya lebih tebal.
Pertama. Kedua, ukuran ceri atau buah
dia lebih besar dari arabika maupun
robusta. Tapi enggak. Memang ada
beberapa far arabikasing besar-besar
juga ada atau robusta yang lain ada cuma
kita ngomongnya rata-rata aja ngoten.
Selain itu adalah dari pohon. Pohon
sendiri fisiknya [musik]
sudah beda. Daunnya lebih lebar lagi
dari rebusan dan rapika. Setelah itu
kita ngomong yang lain y [musik] seperti
jumlah mahkota bunga. Setelah itu rasa
cerinya agak beda juga. Terus tingkat
kematangan niki [musik] agak riskan
sebenarnya Mas. Orang tahu kan kopi
matang warnai merah ngoten toh. Lah di
liben.
Jadi ketika mereka matang ada sing merah
gelap atau sampai ke ungu tapi enggak
sing ungu-ungu terang ya. Mereka lebih
ke ungu gelap. Setelah itu beberapa ada
yang matang warna urin terus ada yang
mungkin kita ngomongnya normal merahe
merah cerah ngoten. Jadi biyen aku kan
yo kerja di luar Wonosalam. Setelah itu
nyoba kopi nih di ya kita ngomongnya
coffee shop lah yo iku pengalaman
pertama minum kopi-kopi filter mungkin
ya [tertawa] lah pas waktu itu aku main
ke dekat tempat kerjaan dulu ada kopi
shop nih terus aku nyoba pesan ini mas
kita ada kopi gayo [musik] pas waktu itu
ya zaman-zaman kan terkenal yo gayo Bali
Kintamani terus aja kan ngon nanti Mas
oh iya wis coba oh ternyata kopi di sana
itu seenak ini yo pertama itu Mas
mungkin dulu kita cuma tahu enak dan
tidak enak gitu aja. [musik] Kita belum
bisa ngomong, "Oh, aromanya kayak gini,
oh flavor-nya kayak gini, ACDT-nya
seperti ini, sweet-nya seperti ini,
modfil-nya seperti ini." Moten. Jadi
dulu ngomong, "Oh, iki enak ngonten
mawon." Setelah itu mantuk ke Wonosalam.
Oh, i tempatku i kan yo punya kopi gitu
lah. Dari situ aku duwe keinginan
[musik]
kecil, Mas. Sebenarnya aku kepengin
kopi-kopi lokal atau warab iki cagang
gawe isok lah kita ngomong muncul di
permukaan atau bersanding aja lah gitu
lah karena kita fokus dulu kan iki
arabika lah di monosala memang ada
arabika kan gitu Mas pertanyaannya lah
dari situ aku mulai mulai dolan loh
dolan n petani-petani ke orang-orang
akhirnya nemu Mas beberapa informasi oh
ada Mas yang nanam namanya [musik] kopi
disbun terus ada Mas namanya kopi jawo
kan gitu lah Dispun Mek Jawa iki arabiga
Mas. Cuman orang-orang lokal i nyebute
ya opo ya sak penake. [tertawa] Iya Mas.
Agak beda daune kecil-kecil kan gitu.
Nah, pada akhirnya kita kunjungi itu aku
eling banget, Mas. 2018 kita naik ke
1100 MDPL kita ketemu satu pohon segini
mungkin sekitar nek arabika Mas yo
mungkin di sekitar 65 tahunan ngoten.
Dan iku satu pohon bau besar iku sing
dikatakan orang-orang, "Oh, iki kopi
jawo lah." Setelah kita tulise, kita
nyoba tanya pas waktu itu kan kita belum
tahu nih gimana sih [musik] asesmen
pohon kopi itu gimana cara identifikasi
morfologi kan gitu. [musik] Kita tanya
ke teman-teman yang sudah ahli, oh
ternyata kopi ini kopi tipika, Mas.
Gitu. Salah satu fartua di [musik]
Arabika. Ceritane lah tekan kono, Mas.
Aku mulai ngolah. Tapi sakurunge wis
malah exelsa [tertawa] lah. Exelsa iki
kita olah kayak honey proses, was
proses, natural cuman koy pas waktu kan
kita belum belum nyadar potensi mungkin
ya. [tertawa] Oke, koy seenak arabikane
deh. Terus kita fokusnya di arabika awal
memang kita proses dengan metode-metode
sing katane teman-teman iki loh
proses-proses kayak gini itu seperti
ini. Ada enerobik, ada kontrol suhu pH
dan kawan-kawan gitu lah. Aku kepikiran,
Mas, keno kok proses-proses kayak gini
enggak diterapin aja ke IELSAT Librika?
Itu awal banget
dari beberapa tulisan yang kita baca.
Jadi aku ada sama teman-teman ada
istilah kata iku koy perkumpulan tekan
iki mang wong papat i mau ada satu
pegangan buku buku ini ditulis oleh Pak
Kremer beliau ini salah satu peneliti
Belanda dulu yang memang khusus neliti
kopi-kopi libri selesa di Indonesia di
Jawa tulisannya itu memang ditulis untuk
si gak salah gawe Harvard Mas waktu itu
di tulisan-tulisan itu banyak banget
insight baru salah satunya adalah
pendekatan quality liberica quality
liberika Exel saya itu sebenarnya bisa
sangat bagus ketika [musik] kita pasca
panen ini harus tepat. Jadi agak berbeda
dengan kopi-kopi arabika maupun robusta
gitu lah. Di beberapa teman-teman yang
juga meneliti di Liberika Selsa, Librik
Selsa tuh ada yang namanya terpenoid di
buah atau kulitnya. Senyawa ini ketika
dia enggak terurai bakal menimbulkan
rasa-rasa seperti karet atau ban kebakar
tadi atau kita ngomongi penolik-penolik
medicine seperti obat-obatan dan
sebagainya dirasa iki sebanding lurus
dengan tulisan-tulisan lama tersebut
bahwasanya tadi beberapa orang bilang
juga kopi-kopi Iselsa Liberika ini
rasanya enggak kalah enak dengan
kopi-kopi Arabika dari Ethiopia Harar
lah. Ini salah satu informasi sing kita
dapat dari empat [musik] orang ini tadi
[tertawa] itu di
2020 kita nyoba Mas nek SLS atau librika
dikasih fermentasi kita ngomongnya
ala-ala ya kita proses arabika kita coba
pendekatan sama dengan arabika itu
apakah sama kan gitu ternyata kurang lah
bedanya adalah karena tebele daging dan
kulit salah satunya itu. Jadi untuk
teknik fermentasinya sendiri ada
beberapa teknik tambahan. Mungkin kita
bisa mengurai kayak terpenoid dan
sebagainya itu bisa pakai yis atau ragi
terus submer atau fermentasi rendam.
Setelah itu ada satu lagi thermal shock.
Jadi sebelum kopi ini [musik]
difermentasi kita thermal atau kita
direndam di banyu panas diunggahne ngono
ae kita kasih thermal shock. Aku eling
jerene koncoku. Nek kamu pengin gede yo
gak isok dewe kan ngoten lah. Ternyata
apa-apa yang kita lakukan sendiri memang
hasilnya bagus cuman memang untuk skala
kan kita enggak bisa [musik] e besar ya.
Terusan kayak kita ngomongnya ii gimana
sih cara kita memperkenalkan hal ini
lah. Pada akhirnya awal itu gini Mas
setelah kita nyoba beberapa proses mulai
di 2018 kan kita cuma bikin klasik
proses Mas ya. Belum ada
fermentasi-fermentasian.
2020 kita nyoba base pertama kayak gini
loh Mas Adwe gorong PD loh emang ii enak
emang iki sok diterimo iku awal banget
Mas pertanyaan besarku nk situ. Terus
tahun berikute koy aku butuh pendekatan
sing agak beda gitu. Oh, ternyata
fermentasi ditambah iki waktu e teknik
fermentasi ini kurang lebih sama dengan
arabika gitu, cuma bedanya di situ.
Setelah itu di 20212
ya aku mulai, Mas, mulai jualan sendiri
di tempat kita. Aku yo no roseri juga
gitu sambi memperkenalkan. Pas lagi
2023 kita sendiri enggak enggak bekerja
sendiri. Jadi aku ono istilah kata itu
teman-teman yang lain atau
prosesor-prosesor sing kita bentuk
mungkin ya, Mas. [tertawa]
Jadi untuk kita ngomong kita kerja
sendiri enggak bisa. Pada akhirnya kan
kita bagi tugas nih. Jadi per area kita
proses ada tiga tempat ini. Setelah itu
untuk urusan SOP control quality kita
sendiri. Biasane nek pas awal panen
banget ngono kae kita kalibrasi dulu
proses satu batch kita e kurasi. Nek
memang kurang langsung kita rubah pola
fermentasine. Jadi gini, Mas, kita sudah
nyoba proses beberapa setelah itu kita
jual sendiri sambil memperkenalkan lah
Bumi itu dimulai 2023. Pas waktu itu
kontes kopi special di Indonesia ngadain
lomba green bean dan di situ ada
kategori Exelsa atau liberika. Ternyata
kopi-kopi yang dari Wonosalam itu juara
satu nasional. lah tekan kono mas mulai
ni karena kita terbiasa untuk industri
kopi di specialty-nya kita tahu nih cara
untuk kasarnya marketingannya ya
sebenarnya kopi-kopi ini bakal cepat
naik ketika memang sering dipakai di
kompetisi baik itu regional nasional
ataupun internasional lah dari mulai itu
ada beberapa teman tertarik terus nyoba,
"Ya udah dong kita kasih sampel lah."
Ternyata di situ mereka kaget loh bisa
ya kayak gini. [tertawa]
itu awali banget pada akhirnya di 2023
tuh kita agak banyakan [musik] bikini
sekitar 500 kiloan green bean 1 tahun
itu Mas. Oh ternyata banyak teman-teman
yang tertarik itu pas waktu itu kita
cuma bikin proses anaerobik aja. Jadi
pas waktu itu kita dibantu dengan Pak
Agus moten. Karena kita juga proses
terus untuk kekuatan kita juga belum
sepenuhnya lah. Akhirnya beliau bikin
[musik] banyak juga kita juga bikin
setelah kita total sekitar di 500 kiloan
gitu. Tahun berikutnya ada hal sing
menarik dari evaluasi tahun 2023.
[musik]
Jadi ternyata ketika kita fermentasi
anaerobik, jadi gini, Mas. Kopi setelah
dipetik matang, ya. Setelah itu kita
cuci dirambang. [musik] Sing ngambang
iki kok nyisih nk grade lebih bawah lah.
Sing tenggelam kita cuci bersih, kita
bilas. Setelah itu masukkan ketong,
tutup rapat nih. Anerop kan gitu. Nah,
ternyata itu ada endapan air di bawah.
Mungkin sekitar di 150 liter itu ngendap
sekitar seliteran air. Nah, itu kita
kumpulkan di arah BKW waktu itu e aku
juga bikin proses seperti itu dan tak
ambil aire untuk summers atau untuk
merendam kopi-kopi baru. Untuk proses
itu namanya mosto, mosto proses kan
gitu. Dari situ kita coba nih kayaknya
iki bakal menarik karena belum ada
pendekatan di situ. Itu pertama ternyata
di luar dugaan Mas enak banget 2024. Oh,
ini nih kopi Esel Soso nih. Beberapa
orang juga bikin kok jadi enggak kita
aja. Salah satunya yang mungkin sing
dibawa Mas Rian Wibawa sing dari
Sukawangi. Kita enggak tahu juga
prosesnya gimana. Setahuku anaerobik
terus beberapa mosto. Tapi ambil dari
endapan anaerobi arabika. Lah kita pakai
dari kopinya itu sendiri. Ngoten lah
teman-teman ya kaget. Emang bisa nek
bayangane wong kan ngene Mas. Nek arabik
kan wis jelas enak nih ketika fermentasi
ono endapane direndamne di Excelsa kan
kudune luwih enak kan ng sebenarnya
enggak juga sih. [tertawa]
2024 nek gak salah hal itu terjadi.
Terus teman-teman tak kasih sampel lagi
beriringan dengan Mas Rian Wibawa naik
ke kompetisi internasional mereka bawa
kopi-kopi Indo lah. Salah satunya sing
dibawa adalah kopi Exelsa, Exelsa
Indonesia ya tepatnya Exelsa Sukawangi
kan ngoten. Sebenarnya kita enggak
enggak sing koy kudu gawe exelsau mboten
tapi tepate awe iku seneng mas senenge
ngene. Wah exelsa iki exelsa Indonesia
iki l aku yakin baringene industri ini
atau WV bakal bergerak kabeh iki.
Sanggake wong-wong sing duwe tani tani
Exelsa iki cik ono regane lah. [tertawa]
E mas angen-angen k mas
mboten. Jadi Exelsa iki dari zaman
Belanda dulu memang tersebar hampir ke
semua Jawa karena hal ini tadi loh Mas
kita ngomong orang-orang salam nek gak
ngopi exelsa iki koy k kurang ngono loh
wong kene Mas nek sampeyan takoni kenapa
kok gak ngopi rebusta pak op apa Bu ya
nek robusta ya didol ae ya enak-enak iki
Mas ono asem-aseme ngoten enek
kecut-kecute ngoten terus wang jadi kita
tahu bahwasanya kayak orang-orang
pemerintah daerah sendiri kan juga
membranding ngoten [musik] dan
teman-teman yang lain gitu dari 2024 itu
Mas banyak banget yang minta ke kita
untuk exelsa ini. Tapi tak sambi Mas aku
yo proses liberika. Setiap tahun kita
mesti bikin beberapa sampel khusus untuk
kita inovasi. Kita ngomongnya inovasi
kita sing memang unrilis atau enggak
kita rilis publ. Mungkin kita kasihkan
ke teman-teman sing menurut kita ini iki
orangnya tepat ya. 2024 total kita naik
sedikit jadi 700 kilo wis lumayan kan
gitu lah. Setelah itu 2025 kayaknya ini
titik balik [musik] kita Mas. Kita udah
mulai angen-angen kay tahun wingi.
Sebenarnya ono beberapa hal sih, Mas.
Seperti gini, 2024 kita bikin mosto,
kita mau ikut KKSI lagi. Pas waktu K,
Mas, KKSI dibuka kategori berika
exelsane dihapus. Waduh, kacau iki wis
nyepakne setahun, Bro. Akhire yo wis lah
kita jual aja kan ngoten di sambi
ternyata ee kayaknya lebih bagus sih
tahun depan gitu. Pada akhirnya dari
sampel-sampel 2024 tadi kita bikin
[musik] di 2025. Sebenarnya aku gak
angen-angen terlalu tinggi, Mas. Yo.
2025 aku cuma pengin fokus. Kebetulan
pas tahun iki panennya lagi melimpah
banget, panen raya banget saesto.
Mungkin enggak cuma di Exelsa atau
liberika, di Robusta [musik]
juga semua daerah di Indonesia.
Alhamdulillah kan di situ Mas. Iki
kudune bahan baku banyak kita bisa lebih
[musik] banyak bikin. Angen-angen ngono
Mas. Awal-awale iku koy kayaknya tahun
ini aku butuh 2,5 ton gitu. Aku langsung
ngomong ngono loh. Kok akeh [tertawa]
lah tong.
Kyaknya kekuatan kita sekarang di situ
dengan empat orang ini. Jadi gini, Mas.
Kita kan per tahun ini baru [musik]
bikin one day family estate selain
sumber one daye. Nah, Fay Family Estate
iku aku diangen-angen ngene, Mas. One
day family estate kenapa kok ada family
kan gitu ya. Jujur Mas yo teko kebon.
kebon iki akeh-akehe iki teko keluargane
dewe [tertawa] terus prosesor-prosesor
iki yo tekok keluargane dewe ngoten.
[tertawa]
Jadi ya iku mang aku eling koncoku mang
nek aku pengin gede gak isok dewe.
Selain itu ketika aku proses juga
otomatis aku bakal disipukan lagi. Soale
sing jelas kan kudu muter terus Mas nk
ketiga tempat ini yo podo aku mek proses
mas asline [tertawa]
soale yo ngewangi yo ngewangi nyuci yo
fermentasi asline ya podo ae sih mas
cuma nggone dipecah telu [tertawa]
aktivitas kulo niki ngeten mas sing
jelas kita ke kebun kita assesm setelah
itu ketika musim panen yang jelas kita
bakal sibuk banget di lokasi pos pasca
panen mulai dari kita proses apa aja
tahun ini, inovasi yang sudah siap ee di
launching atau kita tahun ini mau bikin
apa contrrol quality setelah ada
beberapa batch kering kita cek dulu nih
quality-nya gimana mumpung awal panen
biasane itu langsung tak cek Mas nek
memang kurang SOP langsung kita rubah
Sumber Wande ii kita ngomonge mungkin
hilir Sumber Wandi kan warung Mas ambek
rosteri kan gitu ya kita ngomongnya
gerbang aja l Mas ya teman-teman sing
pengin kunjungan ke Wonosalam atau
sekedar dolan si Sumber Wadi Dewi I kita
buat atas dasar siji tok Mas jadi 2018
kita kan cuma fokus proses nih terus
Terus bingung l mas ono konco mari mugah
kebon ii dijang ngomongi nendi ya nah
pas waktu itu di Wonosalam kan belum
terlalu banyak kopi shop mungkin ada
satu tapi menurutku kan belum kita
kuranglah kan ngoten lah terus buka gak
ng dewe ayo jadi muncul teko keresahan
iku mang mas sumber iki warung iki
muncul teko keresahan aku cuma kepengin
jamu konco-kancoku atau konco-kanco sing
teko ae lah koten asline aku sempat
kepikiran ngene mas beberapa tahun awal
aku masuk di kopi y ya sempat kepiran ng
inen opo uripku iki [musik] memang tak
gawe nang kopi y soale roso
penalasaranku iku gede banget Mas
goro-goro diawali aku baca buku buku iki
karangane James Hofman [musik] judule
iki The Wolf Atlas of Cafe dari situ
mereka nulis atau si Jimmy inii nulis
kita ngomongi varietas kita ngomongi
proses kita ngomong origin dan alat-alat
tekan kono aku mulai mikir Mas oh
ternyata kopiku enggak cuma pahit ambek
manise gulo ya ternyata kopiku sangat
luas pas banget lah state tekan kono mas
pada akhirnya terus aku langganan
magazin lah salah satu magazin sing dulu
tak ambil iku dari CA atau special
coffee associ mereka ngeluarin isu 25
gitu jadi per part iki ono isune
dewe-dewe l mas terus selain itu aku
sering baca di hel aku gak lupa iku
[musik] website juga iku iso diakses
umum tanpa kita subscribe tekan ngo mas
jadi koy opo urip dike kopi ngoten lah
awal awale ketemu mbak alvi ii yo seben
Sebenarnya kurang lebih gak ada-ada took
kopi ya, Mas. Ya, kebetulan dia sekolah
di di Wonosam juga, ambil di pertanian
juga. Setelah itu lanjut kuliah, ambil
pertanian lagi. Yo gak ada-ada tekok
kopi juga koten. Lah aku beniku sangat
penasaran dengan pohon kopinya, Mas.
Lah, sing jago iki bojoku, Mas. Pas
waktu iku yo nek saiki aku sing jago.
[tertawa]
Sebenarnya gak enteke sih, Mas. Kita
ngomong hulu itu [musik] sing jelas ya.
Aku sempat beberapa kali yo selain kita
baca buku sangganggae kita harus
diskusi. Percuma kamu baca tok tapi kamu
enggak diskusi. Aku yakin persepsimu
bakal beda. Lah pas waktu proses belajar
kita sendiri mungkin nek tat total Mas
ya 2 tahun sebenarnya cukup. Ah iki ada
beberapa orang sih ngomong gini nek kamu
pengin jadi eksert yo sgak kamu perlu
fokus belajar di satu bidang sekitar
10.000 jam. Lah masalahe siji Mas tekan
hulu sampai hilir iki banyak bidang nk
pertanian ya toh pasca panen setelah itu
roasting setelah itu kita ngomong sing
nyeduh barista ngono kui terus mungkin
pengelolaan coffee shop iki banyak
bidang lah nek kita per satu bidang
R.000 se jam berarti yo didelok kok
eneng bidang-bidang terus dikalikno
pirang tahun lah kopi sendiri tiap tahun
iku mesti ada hal baru jadi enggak ada
habise mas untuk kita ngomong kopi
alhamdulillah cukup jadi aku bukan orang
sing i kudu sakwen kudu sakri mboten sih
mas cukup ngoten mawon lah engok sing
digawe rn ambek inovasi ono pun iku
sebenarnya agak sulit ya nek aku ngomong
alokasi gawe kita ngomong r tok a ya
mungkin kay aku wis oleh motor sitok Mas
lah tekan aku nyadar banget Mas ya.
Proses belajar iku enggak cuman pikiran
ambek fisik sebenarnya dek situ dan aku
juga ngerti di perusahaan-perusahaan
besar mereka tetap ada sing namane RnD
dan mereka memang ngalokasiin sendiri.
Yo nek menurutku jenenge bisnis Mas yo e
fluktuatif aja yo kadang munggah kadang
mudun kan ngoten. Mungkin dari kita
puasa aku ngomong puasao ya Mas yo. Dari
tahun pertama kita buka warung di 2019
kita ngolah di 2018 di tahun 2025 iki
kita baru ngomong oh iki ternyata kita
baru ngembang nih untuk bunganya ngoten.
Per tahun ini kita total bikin 4 ton
dari saya sendiri dan tiga orang tadi.
dan untuk jualnya ee lebih banyak di
pasar internasional. Jadi gini loh, Mas,
nek persepsine orang kita ngomong ekspor
kan puluhan ton kan ng konten ya. Kita
itu spesifik ngambil nit kopi-kopi
specialty aja. Jadi kopi-kopi sing
memang quality-nya bagus. Jadi kita
enggak keburu kayak oh ya udah nih kita
bikin grade 1 aja 20 atau 40 ton kan
ngoten untuk ekspor kan ngoten ya. Kita
enggak enggak ngejar di situ Mas. Soal
angan-anganku kowen, Mas. Aku kepengin
ekspor tapi gak sing banyak. Soalnya aku
kepengin satu nitis ini tadi produk atau
kopi-kopi specialty. Soalnya menurutku
dengan seperti ini iki bakal terus ada
dan berkembang. Nek kita ngomong
komersial pada akhirnya kan kita ngikut
harga pasar sing lagi berjalan lah. Jadi
gini Mas, kita kan bukan gudang. Kita
ada stok stok habis kita ambil lagi kan
wonten mboten. Jadi kita ngomongi
seasonal Mas. Kopi ini sing jelas panene
setahun sekali. Itu lah biasane Mas
sakurunge a dewe panen Mas sing pesen
wis wake akeh. [tertawa] Jadi mari panen
gang telung wulan wis gak ono sisane
Mas. Lah terus konco-kanco sing liyane
piye? Yo gelem gak gelem tun ngarep kok
[tertawa]
kopine mek setahun pisan iki duduk
lombok pakoten [tertawa]
mas. Es berik aku panene di bulan 7 8
dan awal sampai awal bulan 9. Jadi
rentan 3 bulanan tadi kita harus
benar-benar fokus seperti ngambil bahan
baku atau petik ya Mas ya. I kudu merah
banget atau matang banget baru nanti
kita olah lah. Karena waktune cuma
sekali itu tok. Jadi prepareku mesti
setahun sak durunge tahun ini kita bikin
ini, ini, ini, ini. Oh, berarti kita
harus menyediakan atau ngadain alat ini
atau kita cari untuk e fermentasi
ngoten. Tapi iki bisa dilakukan sewaktu
itu. Maksudnya awal panen kan belum
banyak nih. Lah, kita bikin
sampel-sampel dulu lah. Biasane sing
teman-teman ngambil sing di luaran Indo
iku roto-roto wis tahu ngerasane kopine
dewe tahun lalu. Jadi mereka yakin, "Aku
ngambil sing iki aja." Soale tahun wingi
aku ngerasa lah iso dadi Mas tak jelasin
lagi di tahun kemarin 2024 kita bikin
cuma dua proses lah tahun ini kita bikin
8 proses koten kita pakai yis atau lagi
kita pakai acid kita pakai microb dan
beberapa kita pakai fungi atau jamur
jadi n di fermentasi
yo penak sih masik mas duit akeh jadi
gini loh mas aku ngomong sedikit
cita-cita yo biyen iku aku mesti ee
angen-angen Dan aku dilokne koncoku
istilahe. Jadi setahun pisan gak awakmu
kudu ngerti blueprintmu, kudu
eling-eling blueprintmu ngono lah. Biyen
iku aku kepengin duwe pengolahan pasca
panen sing jelas dan kebun. Setelah itu
rosteri dan warung meskipun enggak gede
okelah kan ngoten lah n pas kapanen din
kebun angananku cuma ngene loh Mas.
Meskipun aku gak iso ngasih lebih ke
petani ngoten tapi sanggake kopi iku iso
ngegowo banyak hal. Ya mungkin salah
sijine iki sing mulai kebentuk tahun iki
tanggake aku ambek petani-petani sing nk
kene aku iso ngasih reg luwih konno
quality sing kita kerjakan bersama iki
sing mesti tak wanti-wanti mas nek kita
pengin ngawur yo wis selesai n [musik]
kebun dan pas kapanen iki aku bi-angen
kay ngene mas i kita pengin y
konco-kanco sing bukan tergabung ya
maksud di lingkungan kita iku sak gangga
khususe konco-kanco petani sakangga
mereka merasa tercukupi dalam 1 tahun
terus secara sosial kita dapat secara
religi yo iku hak maksudde muslim maupun
non muslim mosok iku perlu dipertanyakan
sih kan gitu [tertawa] ya pendidikan iki
tak usahane banget mas aku enggak
ngomong pendidikan formal tapi nonformal
dan fokus di kopi lah aku bertanggung
jawab di sini untuk pendidikan formal
dikopi bagi atau untuk petani sing di
sekitaran kita lah sing jelas kita duwe
angen-angen gawe ngenalne kopi lokal
khuse kopi salah jadi ngeten mas
keyakinan kuliahne [tertawa] soal profit
dan sebagainya nya nggih. Ee ketika kita
bikin sesuatu yang kualitnya bagus,
kuantitas itu bakal ngikut. [musik] Dan
nek kita ngomong goals mas nggih
ngapunten nggih tahun ini kita ekspor ke
mana-mana dan sebagainya memang enggak
banyak. Ee tahun ini ada di Belarus,
Australia, Taiwan, Hongkong dan beberapa
n sekitaran United [musik] States, terus
beberapa Ital. Jadi buyer tuh datang ke
sini ya kita ngobrol biasa ya, Mas ya.
Yang jelas mereka itu tertarik dengan
apa yang kita lakukan. Aku sering
banget, Mas, dapat DM dari orang-orang
Colombia, Bietala, daerah-daerah
produsen ya, orang-orang Thailand dan
sebagainya. Lah untuk orang-orang sing
ke sini memang ada urusan pertama beli
kopi di kita dan biasanya y kaping ya,
Mas yo atau ngicip quality-nya dulu
[musik] sebelum dikirim cek kadar air,
yo kita ngomong protokol aja lah yo.
Selain itu ternyata mereka kepengin
balik maneh. Aku kayak bakal stay dek
tempatmu beberapa hari soalnya aku
penasaran banget ambek sing kamu
kerjakan. Lah untuk teman-teman di luar
yang lain, ada beberapa orang sing
kepengin ke sini. Aku tertarik banget
ambil kopi species ini. Aku butuh ke
kamu dan belajar di kamu. Karena efek
kita ngomongi kompetisi internasional
tadi lah. 2025 kan di Indonesia ini
ditempati W of Cafe terusan per tahun
iki di Brers Championshipe juara dua
juara 4 bawa kopielika. Jadi tambah rame
ng mas lah tekan kono mas aku
memberanikan diri untuk perdana kita
buka preorder nasional [musik] 2025.
Awale dewe iku gak sing muluk-muluk Mas.
Yo. Alah, konco-konco sing wingi tak
kabari maneh sing tahun wingi ambek aku
buka preorder nasional. Akhire tak pos.
Kita ada katalognya sendiri. Kita jual
mulai per kilo mentah mulai 225 [musik]
sampai 270 mentah. Ternyata sing masuk i
banyak. Pas waktu kan kita buka bulan 7
rencana kita tutup di bulan 8. [musik]
Bulan 7 minggu ketiga kita tutup sudah
penuh. Sing masuk 4 ton. Ternyata sing
melop preorder iku gak me wong lokal
domestik tok sak wong job. Wah kacau
[tertawa]
jadi Mas ken opo kita cuma bikin paton
tak kasih tahu yo. Kita sangat mengukur
kekuatan kita. Kekuatan yo bener aku gak
dewe Mas. Ono teman-teman iki sing
ngewangi proses kan gitu. Sing jelas ad
gak isok langsung bikin 50 100 ton ndak.
Kita benar-benar mengukur kekuatan kita.
Aku mampune gawe sak piro. Terlepas kita
ngomong bahan baku ya otomatis [musik]
kan kita bayar toh koy nk masku dewe aku
njukuk kopine n kebone kan gak mungkin
gak bayar. Lah terlepas hal itu kita
benar-benar iki kuate sak piro gawe
quality sing tetap atau lebih bagus yo
bahasa lainnya adalah quality dulu baru
over quantity
mungkin iku ono [tertawa] terbesit mas
kepengin punya farm sing besar kita
kepengin punya rosteri sing besar juga
iku memang ada masestu cuman menurutku
nek kita terlalu terkesa-kesa ya biasane
gak awet soalnya sing kita jagat
barang Urip, Mas. Kopi. Sedangkan kita
ngomong pasar domestik ambah
internasional iki [musik] mesti ono
stimulus maneh atau kita ngomong tren
sing lagi jalan. Lah tahun iki ternyata
di gunung-gunung yang lain enggak cuma
Wonosalam iku mulai memperhatikan
kopi-kopi elekel sambika. Aku syukur
banget Mas ngono mas. Wah keren iki
sak-ge libri selsamu iku rusono. Mulai
diperhatikan Masen. Nek kamu bikin
librik Elsa biasa atau tradisional
proses, aku bisa ngomong lebih murah
dari Robusta. Harga mentah. Oke tak
runtut aja yo. Kita tahu robusta tuh
mungkin lebih kuat untuk kita ngomongi
mod fil biasane atau body. Beberapa
orang ngomongi gitu dan kita seringkiali
menemukan rasa seperti dark coklat terus
kacang-kacangan, karamel kan ngoten. Dan
arabika dia lebih kompleks di ACDT atau
asam. Kita menemukan banyak buah-buahan
dan berlapis-lapis loh, Mas. Yo ono
jeruk, kadang, yo ono apel, ono anggur
kan berlapis-lapis yo enggak cuma mek
satu spesifik kelompok buah apa ngoten
lah. Liberika dan exelsa iki mas iku
duwe keunikan dewek keduanya ini lebih
manis dari arabika dan robusta. Pertama.
Yang kedua adalah exelsa cenderungan di
flavor iki lebih bagus untuk intensitas
flavornya. Jadi eelsa yang kita olah
kita beragam banget. Banyak menemukan
rasa-rasa seperti apel merah. Terus kita
nemu black carn dark cherry iki sing
buah-buahan Mas yo. Terus sing
kembang-kembangan iki lavender,
magnolia. E iki sing beberapa aja lah.
Sedek liberika dia lebih wangi dan
manis. Jadi nek exelsa iki de ono aseme
asem buah-buahan sing agak rame lah. N
liberika iki mungkin buahe ono beberapa
[musik] enggak seram dek exelsa cuma dia
lebih wangi maneh dan lebih manis. iki
sesuatu hal sing beda. Perlu tak garis
bawahi SLSA dan Liberika per tahun ini
sing jelas udah jadi [musik] spesies
sendiri-sendiri bukan satu kelompok yo
seperti selayaknya kita menyebut robusta
arabika yo liberika ya exelsa per tahun
ini.
Iki salah satu hal sing benar-benar kita
yakin mendalami liberka dan exelsa salah
satunya adalah untuk menjawab isu
climate change. 2017 aku eling banget
Arabika ituu bakal punah 50 tahun lagi.
Yo berita lah mas yo ono sing ngomong
ngono lah yo atau kita ngomongnya enggak
punah sebenarnya pindah nggon tanam
tambah panas otomatis kan minta DMDP
lebih tinggi lah Libriga Exelsa ini bisa
menjawab hal ini. Mereka bisa ditanam di
0 mdpl. Serius mulai 0 mdpl sampai
mungkin sekitaran 1000 mdpl. Dari
perjalanan kita riset soal liberal tadi
di Riau nk sekitaran 30 15 mdplang
Selatan. Tadi kebone iku ono mas yo kene
kebun kopi liberika lah nk nk ngarepe
iku laut. Jadi memang ya mereka buah
normal ya, besar-besar juga pohonnya.
Jadi enggak spesifik kudu ditanam di
sekian MDPL, sekian MDL boten. Jadi
memang bisa ditanam sampai zero MDPL.
Sebenarnya kita ngomong tast, kita
ngomong flavor, quality, balik lagi cara
kita ngerawat kopinya, cara kita ngolah
pasca panennya. Sebenarnya balik ke hal
mendasar lah. Nek memang iki wis tepat
semua ya aku bisa ngomong yo wis kopine
insyaallah enak. Soale per hulu, Mas,
dari 100% industri iki jerene wong-wong
biyen yo. [tertawa] 60% iku bertempatan
di hulu. 30% di rostery, 10%nya di
barista. Lah peran besar iki mau nek
memang kat awale wis oke yo
rosting-rostingane gampang, sedu-seduane
gampang. Tapi nek wis memang agak agak
kurang yo selanjut-selanjutnya agak
kurang [musik] juga itu Mas.
Jujure Mas, aku ii lulusan SMK yaiku
pengin kuliah tapi ora iso karena memang
keluargaku pas waktu kui lagi beberapa
musibah. Memang background kui bukan
orang sing punya cuman aku melihat
mbah-mbahku biyen iku pedagang [musik]
pedagang kaki lima. Jadi saya sendiri
bukan orang sing cendenan jati jadi
memang dari keluarga sing sederhana
banget. Tapi di sisi lain aku dewe yo
duwe keinginan Mas. Aku eling ngene lho
Mas. Ya memang a dewe ii wis duwe
[musik] takdir uripe ya garise ya.
sakurunge dewe dilahirne kan wis
didelokne kamu dadi opo [tertawa] kan
ngoten terose kan ngoten Mas aku cuma
duwe keyakinan sitok Mas jadi ngene Mas
memang a dewe wis duwe takdire cuma nek
a dewe gelem [musik] berusaha a dewe
isok ngerubah to jadi mungkin nek kita
ngomong aku gak ngomong sing kekurangan
banget enggak juga tapi yo cukup ngoten
mawon mas aku sekolah nyambi bengkel mas
bengkel motor jadi aku golek uang jajan
iku bengkel sepeda motor mas mboh nambal
bboh ngewangi bongkar kan ngoten Jadi
aku [musik] p sekolahe nk Bojonegoro kan
lah tekan kono mulih nk Wonosalam
setahun Mas dan aku blind banget soal
Wonosalam jadi kan tas mulih to mas bari
ngono soal kuliah juga wong tua iki yo
kok meneng ae [tertawa]
pas waktu iku ya lagi ono kejadian
adikku tibo patah tulang kakike kan
ngoten [musik] jadi keadaane dewe ii
bener-bener anjlok pas [tertawa] waktu
iku pada akhire aku kerja jujure aku
ngirim lamaran wis yo akeh banget dan
gak tahu keterimo terakhirku nk Juanda
Mas aku ngirim lamaran ngoten lah ya.
Tak pikir-pikir [musik]
aku gak nyaman sih ini kayi. Akhire yo
wis lah gak kerja ora apao aku ndelok
mbahku Mas. Oh mereka pedagang masa aku
gak iso k mereka lah. Iku awal-awal 2014
iku wis aku wis duek kopi asline mas.
Cuman sik gak ngerti opo-opo blas ng
yao. Aku pengin dodolan kopi gorengan
bubukan. Wis ngono tok asline customer
pertamaku [tertawa] koncoku arek Jawa
Tengah. Lah ternyata iku wis mulai
running mas. Dan di bae aku diajak pak
de ayo ewang ngono iki ono kerjoan nk
Madura aku gak ngerti ngomonge jogo
[musik] no jo gudang budal tekan kono
tibake nang pabrik kapal ya wis lah ra
apao akhir aku nk situ mas mulai nol
banget aku ung iso ngelas ung iso opo
kan ngoten jadiadi wolung wulan iku
helper dewe lah terus sing rong tahun e
petang wulan iku aku wis mulai lumayan
iso sampai n titik setahun terakhir kui
aku dianggap sebagai feater atau piping
engineering
tadi 10 tahun aku enggak ngomong BP
asline Mas ya nek kita ngomong berapa
tahun ini kan keterak pandemi yo pada
akhir kan polor toh mungkin nek di nek
kita ngomong balik modal pada akhir kan
tak puter maneh modal sing ngone balik
kan ada akhire kan tak gawe kembangne
[musik] kembangne soale kene lho mas a
dewe yo ono warung ono rosteri yo kebun
nggih ngapunten mas kebun iki butuh
dituak lah nek diomong bp asline bpb ae
cuman yo g tahun ngarep tambah maneh
[tertawa] senan
Otomatis kan kekuatane dewe ge nyerap
nang konco-konco petani ya tambah akeh
kan. [tertawa]
Oke percoyo mboga sumber wande iku
modale R juta gak koy ngene Mas Ben iku
Mas nk sak kotak tok iku loh 3* [musik]
3 saesto sing jelas yo sing akeh iku nk
furnitur mejo bar mejo kursi iku sing
lumayan banyak lah eng kita ngomong 30%
iku tak gawe ban baku lah eng durung
alat-alat kopi aku buka wande iku gak
mas alate mas ya ono lah sing
kurangan ngono ya yo ya wis dodol s
onoke [tertawa]
sing kepengin tak gawo iku nk semangate
iki mang lho mas Aku kepengin ngenalne
kopi-kopi Wonosalam lah iku keraso
banget Mas B dewe kerjo ya aku sempet
prai setahun ngewangi koncoku iku mang
aku mek bisnis advertising Mas jadi enek
konco pesen banner pesen undangan yo tak
gawekno soale aku seneng desain ambek
nyisno sitik-sitik ya akhire dewe iso
buka sumber wande 2019 akhir iku
seenak-enake jadi Wande buka gang telung
wulan aku nikah aku eling banget omset
pertama sumber Wandiku 1,7 juta sebulan
tapi mbok kenapo Mas seweneng banget aku
ternyata adus dewe kay ng kene ya kok
keraso banget ya padahal nek iki olehku
sak minggu biyen [tertawa]
jadi kan kita under pressure ya mas yo
gede banget under pressure terakhir aku
garap iku ee tanker punye [musik]
Pertamina dadi a dewe sok sakulan iku nk
tengah laut dan iku aku rodok piye yo
nek nyeritakno ya jujure duit akeh mas
pas waktu tapi ngene mas pas [musik]
waktuku iku aku pengin bakso mas tole
toleh kan nk tengah laut pak dan kan
kono aku keroso banget Aku nyel duit
tapi gak iso ya. Ternyata wiku duduk
segalae tiba tak estu mas tekan kono
mas. lah terus aku memutuskan untuk
leren k di sisi lain kesehatan yo karena
memang kerjoe berurusan dengan gak
kilogram ya tapi tonase ngoten terus api
e listrikan ngoten jadi ngene loh Mas
sebenarnya beriringan Mas yo ketika
gajimu gede tapi nek kamu awakmu gak
isok ngalokasine podo ae ambek awakmu
gajian sitik gak keraso entek gak keraso
entek jadi kan tekan ngo kan perlu
belajar yo soal ng-manage pengeluaran
[tertawa] entekku siji mas duitku tak
kekno ibuku saestu Aku mul tak k buku
aku wis gak mau urusan aku cuma jaluk ge
transport engko nek balik iku selama
long tahun aku ngono mungkin aku njukuk
sitik tak gaku aku dewe entah itu beli
keperluan yo baju mungkin a dewe
kepengin upgrade gadget ngono-ngoro k
selebih yo wis tak kekne iya aku gak
ngerti mas angen-angene dewe kan aku
pengin nyenengne wong tua biyen ya
sitik-sitik ono lah tabungan tapi enggak
sing banyak juga iku pun tak gawe start
awal ngolah kopi pertama ngolah kopi
kita ituan aku eling banget arabika sing
tak ceritakno iki mau 100 kilo L neksa
kan aku teko lahanku dewe awale iku ya
aku kulaan nk koco-koco tani sing tak
kenal 100 kiloku pek dadi 8 kilo green
be karena aku kepengin kualiti sing
benar-benar bagus sortasine kudu
diketati lah iku aku dibantu mek koncoku
biyen namane masosting lah dengan
rastingnya beliau aku kan belum duwe
warung durung duwe rosteri [musik]
senang banget mas ternyata kopi iku
dirilis dirilis nk Mojokerto Surabayo
lah konco-kanco Mojokerto Surabaya iku
gak percoyo nek kopiku cuma 1000 mdpl
iki kudune luwih loh iki kudune 1400
MDPL W rasane koy ngene selang beberapa
bulan 3 bulan 4 bulan aku dikabari
kopimu wis tekan Berlin dikaping nk kono
stoke ono ah stok opo [tertawa] me 8
kilo iku pertama kali kopi kita dek luar
Indo ya 2019 tapi belum nyentuh dek
eselsa atau liberikan [musik] masku
iki siji Mas karena sing kita rawat kopi
pada akhirnya kan kita mau enggak mau
ngikut cuaca ya meskipun kita ada udah
ada upaya ya upaya untuk perawatan dan
sebagainya. [musik] Sebenarnya stres
yang lain itu ada di jujur ya, Mas Yo.
Karena memang aku gak dewe. Sebenarnya
enggak cuma tiga orang itu tadi banyak
orang-orang petani lagi [musik] ya
mungkin totalnya 20 sampai 30 lah. Nah,
sing stres iku siji Mas ini Mas
mentality yo nggih ngapunten. Bukane
opo-opo terkadang konco-kanco tani
kepengin harga sing bagus ketika kita
tuntut kualitas mereka ku aras-arasen
gawe ngelakoni hal itu. Gak iso Mas. Aku
wis repot Mas ngene ngene tapi mereka
mintain mahal. Beberapa orang sing kay
ngono kuwi, Mas. Jujure [musik] yo yo yo
wis s ngono. Dadi aku ngejak wong-wong
sing memang gelem gawe berkembang mawon.
A dewe kan ketok arek cilik mas yo terus
teko nang petani tuek kan ngono terus
ngomong ngene ngene ngene ngene yo
mungkin ae mungkin kayakmu sopo si arek
cilik [tertawa] k nomong
ngoten jadi perjalanan dewe sik panjang
banget karena aku gak kepengin nek
manfaat iki tak terima dewekan nek iso
menyeluruh lah nek iso gak wono salam
tok lah ya memang sudah mulai terjadi
tapi sak ngene lah mas selama dewe gelem
ngerawati
opo sing K Dwe aku yakin bakal ngetik
buah ini. Saya Karim founder Sumber
Wande [musik] dan Wande Family Estate.
Lebih ke roster warung dan pengolan pasa
panen. Monggo mampir di Dusun Sumber,
Desa Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa
Timur. Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:00 UTC
Categories
Manage