Pemuda Desa Temukan Varietas Kopi ENAK Peninggalan Belanda di Perbukitan Wonosalam!
bzb118SN7a8 • 2025-11-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Sebenarnya kita kurang tahu, cuman dari dulu tuh kopi spesies ini masih [musik] dianggap kita ngomongin mungkin dianggap sebelah mata Mas Yooten. Aku ingat banget beberapa teman-teman yang konsum atau nyoba Exelsa dulu-dulu di bawah 2020-an lah. Mereka bilang, "Iki kopi opo sih? Kok rasane kok karet, ban kebakar?" [tertawa] Sayaest beberapa teman-temanu sampai gagal rosting kopi iki mas. W ojo wis kok mesinku mambu [tertawa] kopi setelah dipetik matang ya. Setelah itu kita cuci dirambang [musik] sing ngambang iki kok nyisih nk grade lebih bawah lah. Sing tenggelam kita cuci bersih kita bilas. Setelah itu masukkan ketong tutup rapat nih anerop [musik] kan gitu. Nah, ternyata itu ada endapan air di bawah mungkin sekitar di 150 L itu ngendapnya sekitar seliteran air. Nah, itu kita kumpulkan di arah BKW waktu itu ee aku juga bikin proses seperti itu dan tak ambil aire untuk summers atau untuk merendam kopi-kopi baru. Untuk proses itu namanya mosto, mosto proses kan gitu. Dari situ kita coba nih kayaknya iki bakal menarik karena belum ada pendekatan di situ. Itu pertama. Ternyata di luar dugaan, Mas. Enak banget. Jadi, kan kita under pressure ya, Mas. Yo, gede banget under pressure. Terakhir aku garap iku ee tanker punye Pertamina. Dad dewe sok sewulan iku nk tengah laut. Dan iku aku rodok piye yo nek nyeritakno ya? Jujure duit akeh, Mas. Pas waktu. Tapi ngene Mas, pas waktuku iku aku pengin bakso mas. Tolah toleh kan nk tengah laut pak dan tekan kono aku keraso banget. Pal aku nyel duit tapi gak iso ya. Ternyata wiku duduk segalae tiba tak estu mas tekan kono mas lah terus aku memutuskan untuk leren kowe. Jadi ngene loh, [musik] Mas. Sebenarnya beriringan, Mas, yo. Ketika gajimu gede, tapi nek kamu awakmu gak isok ngalokasikne podo ae ambek awakmu gajian sitik. Hm. Asalamualaikum. Nama saya Muhammad Sobari Karim. Biasa teman-teman manggil Karim, tapi untuk teman-teman di luar Jawa Timur kayaknya lebih banyak panggil Sobari. Kita tinggal di Wonosalamnya, Mas, tepatnya di Dusun Sumber. Ini aktivitas kita gini, Mas. Kita memang fokus di kopi [musik] gitu, tapi mungkin kopi-kopi sing enggak banyak orang tahu atau mengerti. Jadi, kan gini, Mas. Di scoping besar ya kan sebenarnya banyak spesies kopi nih, gitu. Ada mungkin sing umum kayak arabika, ada robusta gitu. Nah, kita fokusnya di Liberica dan Exelsa. [musik] Salah satu dari kumpulan-kumpulan spesies ini, Mas. Jadi, total spesies itu ada 133, Mas. Lah di Monosalam ada Arabika, robusta, Exelsa, dan Liberika. Sebenarnya enggak berkembang juga. Kita tahu tuh kopi-kopi ini kan dari [musik] peninggalan Belanda dulu. Jadi, Belanda dulu tuh punya FAM atau kebun di sini [musik] gitu. Aku kurang tahu tepat tahunnya. Nah, jadi pas waktu itu tuh kita tahu nih Arabika pas waktu masuk di Indo mereka kena penyakit [musik] karat daun, akhirnya didatanglah spesies-spesies yang lain termasuk Liberika dan Exelsa. Ini si Belanda ini ee ngebawa enggak cuma Libri Exel Sawas, banyak banget itu seperti turunan-turunan atau kerabat dekat Librica Isel saya kayak Abeuta, Aremsis, Diboski [musik] termasuk DWre, DWre itu si Exel say itu sendiri dan mungkin lebih banyak lagi gitu lah di Wonosalam karena memang dulu ada perkebunan Belanda ketika mereka sudah pergi otomatis kan dikelola oleh pribumi [musik] Mas. Nek kita ngomong lagi berkembang sebenarnya mboten tapi lebih tepate memang esel salibka ini [musik] udah banyak di Wonosalam mungkin karena beberapa hal salah satunya adalah ini tradisi atau kultur unik yo di Wonosalam yo. Jadi ngeten orang-orang Wonosalam ketika sampean bertamu ke rumah-rumah orang-orang Wonosalam aku bisa mastiin sampean bakal dizuki kopi hitam pakai gula yo. Tapi kopi itu pasti Exelsa atau liberika. Habit itulah yang ngebuat populasi Exel Salibrika di Wonosalam itu masih banyak sampai sekarang. Ngoten ada Mas di 1000 sekitaran 1500 mdpl ada bekas kayak pondasi bangunan. Terus di beberapa daerah di Wonosalam itu ada beberapa bekas bangunan juga. Jadi gini Mas kita di sini itu enggak ngulik just e ngulik dari kopinya aja yo. Biasanya kita mulai dengan historis. Ada kopi ini, Mas. kan tekan ceritane wong-wong iki terus a dewe moro mastikne lah. Dari situ kita mulai dari morfologi dulu kita ambil sampel pohon kita amati setelah itu nek memang dirasa kurang langsung lempar ke taksonomi. Kita dibantu teman-teman dari Universitas Brawijaya dan Universitas Malang. Jadi untuk urusan lab kita dibantu mereka. Jadi pendekatan-pendekatane kita mulai dari stories dulu darene [tertawa] ono kopi nyele kan ngoten lah. Selain itu kita juga melakukan pengamatan. Aku dibantu dengan ini namanya Mas Dani sama Mas Adreng satunya Mas Ayuda. Jadi empat orang termasuk saya ya. Kerjanane mungkin kayak orang enggak jelas [tertawa] Mas saya Mas. Jadi masuk kebun ke kebun orang izin terus lihat pohon. Jadi nek diwasne koy iki bocah iki lapo to kan ngoten. Kenapa isel salib enggak seterkenal arabika dan busta? Sing jelas kan kita ngomonge ini toh Mas konsumsi global mungkin sekitar 1 2% aja untuk liberika dan salon. Nah, sedangkan di Indonesia sendiri sebenarnya kita kurang tahu. Cuman dari dulu tuh kopi spesies ini masih dianggap kita ngomongin mungkin dianggap sebelah mata Mas Yooten. Aku ingat banget beberapa teman-teman yang konsum atau nyoba Exelsa dulu-dulu di [musik] bawah 2020-an lah. Mereka bilang, "Iki kopi opo sih? Kok rasane kok karet, ban kebakar?" [tertawa] Sayaesto. Jadi beberapa teman-temanku sampai gagal rosting kopi iki mas. W ojo wis kok mesinku mambu [tertawa] sampai segitunya itu kita ngomongnya yang udah terbiasa di lidah dulu aja ya. Eh, kita tahu kalau di kebanyakan nk kita tuh konsumen robustawas di warkop, di coffee shop, mungkin juga di pinggir-pinggir jalan, sasetan kan ngoten. Jadi bakune kan lebih banyak robusta tuh untuk orang dapat arabika mungkin di kelas-kelas tertentu ya Mas maksudnya atau tempat-tempat tertentu. Ee kita tahu robusta itu strong atau pahit terus arabika itu asam kan gitu. Untuk librik selsa sendiri kan belum punya tempat waktu itu Mas karena memang populasinya sedikit. Terus perhatian di kopi ini secara perkebunan, secara pasca panen itu belum ada. Dari situ kita tahu bukan muncul ide, bukan sih, Mas. Lebih [tertawa] tepatnya itu kopi-kopi sing pertama kali kita proses sebenarnya. Betul. Dulu kita enggak tahu ya iki kopi opo sih [tertawa] niku ya? Wis anggepe kopi kan ngoten. Jadi di samping rumah ini kan ada beberapa pohon mas kayak ono liberika, ono exelsa ono robusta kan. Kita lihat dulu kayak podo ae sih. [tertawa] Pertama kita belum tahu soal lah tekan kono ternyata oh banyak banget yo sing kita punya [tertawa] ee secara anatomi. Jadi liberika dan exelsa itu daging buahnya lebih tebal. Pertama. Kedua, ukuran ceri atau buah dia lebih besar dari arabika maupun robusta. Tapi enggak. Memang ada beberapa far arabikasing besar-besar juga ada atau robusta yang lain ada cuma kita ngomongnya rata-rata aja ngoten. Selain itu adalah dari pohon. Pohon sendiri fisiknya [musik] sudah beda. Daunnya lebih lebar lagi dari rebusan dan rapika. Setelah itu kita ngomong yang lain y [musik] seperti jumlah mahkota bunga. Setelah itu rasa cerinya agak beda juga. Terus tingkat kematangan niki [musik] agak riskan sebenarnya Mas. Orang tahu kan kopi matang warnai merah ngoten toh. Lah di liben. Jadi ketika mereka matang ada sing merah gelap atau sampai ke ungu tapi enggak sing ungu-ungu terang ya. Mereka lebih ke ungu gelap. Setelah itu beberapa ada yang matang warna urin terus ada yang mungkin kita ngomongnya normal merahe merah cerah ngoten. Jadi biyen aku kan yo kerja di luar Wonosalam. Setelah itu nyoba kopi nih di ya kita ngomongnya coffee shop lah yo iku pengalaman pertama minum kopi-kopi filter mungkin ya [tertawa] lah pas waktu itu aku main ke dekat tempat kerjaan dulu ada kopi shop nih terus aku nyoba pesan ini mas kita ada kopi gayo [musik] pas waktu itu ya zaman-zaman kan terkenal yo gayo Bali Kintamani terus aja kan ngon nanti Mas oh iya wis coba oh ternyata kopi di sana itu seenak ini yo pertama itu Mas mungkin dulu kita cuma tahu enak dan tidak enak gitu aja. [musik] Kita belum bisa ngomong, "Oh, aromanya kayak gini, oh flavor-nya kayak gini, ACDT-nya seperti ini, sweet-nya seperti ini, modfil-nya seperti ini." Moten. Jadi dulu ngomong, "Oh, iki enak ngonten mawon." Setelah itu mantuk ke Wonosalam. Oh, i tempatku i kan yo punya kopi gitu lah. Dari situ aku duwe keinginan [musik] kecil, Mas. Sebenarnya aku kepengin kopi-kopi lokal atau warab iki cagang gawe isok lah kita ngomong muncul di permukaan atau bersanding aja lah gitu lah karena kita fokus dulu kan iki arabika lah di monosala memang ada arabika kan gitu Mas pertanyaannya lah dari situ aku mulai mulai dolan loh dolan n petani-petani ke orang-orang akhirnya nemu Mas beberapa informasi oh ada Mas yang nanam namanya [musik] kopi disbun terus ada Mas namanya kopi jawo kan gitu lah Dispun Mek Jawa iki arabiga Mas. Cuman orang-orang lokal i nyebute ya opo ya sak penake. [tertawa] Iya Mas. Agak beda daune kecil-kecil kan gitu. Nah, pada akhirnya kita kunjungi itu aku eling banget, Mas. 2018 kita naik ke 1100 MDPL kita ketemu satu pohon segini mungkin sekitar nek arabika Mas yo mungkin di sekitar 65 tahunan ngoten. Dan iku satu pohon bau besar iku sing dikatakan orang-orang, "Oh, iki kopi jawo lah." Setelah kita tulise, kita nyoba tanya pas waktu itu kan kita belum tahu nih gimana sih [musik] asesmen pohon kopi itu gimana cara identifikasi morfologi kan gitu. [musik] Kita tanya ke teman-teman yang sudah ahli, oh ternyata kopi ini kopi tipika, Mas. Gitu. Salah satu fartua di [musik] Arabika. Ceritane lah tekan kono, Mas. Aku mulai ngolah. Tapi sakurunge wis malah exelsa [tertawa] lah. Exelsa iki kita olah kayak honey proses, was proses, natural cuman koy pas waktu kan kita belum belum nyadar potensi mungkin ya. [tertawa] Oke, koy seenak arabikane deh. Terus kita fokusnya di arabika awal memang kita proses dengan metode-metode sing katane teman-teman iki loh proses-proses kayak gini itu seperti ini. Ada enerobik, ada kontrol suhu pH dan kawan-kawan gitu lah. Aku kepikiran, Mas, keno kok proses-proses kayak gini enggak diterapin aja ke IELSAT Librika? Itu awal banget dari beberapa tulisan yang kita baca. Jadi aku ada sama teman-teman ada istilah kata iku koy perkumpulan tekan iki mang wong papat i mau ada satu pegangan buku buku ini ditulis oleh Pak Kremer beliau ini salah satu peneliti Belanda dulu yang memang khusus neliti kopi-kopi libri selesa di Indonesia di Jawa tulisannya itu memang ditulis untuk si gak salah gawe Harvard Mas waktu itu di tulisan-tulisan itu banyak banget insight baru salah satunya adalah pendekatan quality liberica quality liberika Exel saya itu sebenarnya bisa sangat bagus ketika [musik] kita pasca panen ini harus tepat. Jadi agak berbeda dengan kopi-kopi arabika maupun robusta gitu lah. Di beberapa teman-teman yang juga meneliti di Liberika Selsa, Librik Selsa tuh ada yang namanya terpenoid di buah atau kulitnya. Senyawa ini ketika dia enggak terurai bakal menimbulkan rasa-rasa seperti karet atau ban kebakar tadi atau kita ngomongi penolik-penolik medicine seperti obat-obatan dan sebagainya dirasa iki sebanding lurus dengan tulisan-tulisan lama tersebut bahwasanya tadi beberapa orang bilang juga kopi-kopi Iselsa Liberika ini rasanya enggak kalah enak dengan kopi-kopi Arabika dari Ethiopia Harar lah. Ini salah satu informasi sing kita dapat dari empat [musik] orang ini tadi [tertawa] itu di 2020 kita nyoba Mas nek SLS atau librika dikasih fermentasi kita ngomongnya ala-ala ya kita proses arabika kita coba pendekatan sama dengan arabika itu apakah sama kan gitu ternyata kurang lah bedanya adalah karena tebele daging dan kulit salah satunya itu. Jadi untuk teknik fermentasinya sendiri ada beberapa teknik tambahan. Mungkin kita bisa mengurai kayak terpenoid dan sebagainya itu bisa pakai yis atau ragi terus submer atau fermentasi rendam. Setelah itu ada satu lagi thermal shock. Jadi sebelum kopi ini [musik] difermentasi kita thermal atau kita direndam di banyu panas diunggahne ngono ae kita kasih thermal shock. Aku eling jerene koncoku. Nek kamu pengin gede yo gak isok dewe kan ngoten lah. Ternyata apa-apa yang kita lakukan sendiri memang hasilnya bagus cuman memang untuk skala kan kita enggak bisa [musik] e besar ya. Terusan kayak kita ngomongnya ii gimana sih cara kita memperkenalkan hal ini lah. Pada akhirnya awal itu gini Mas setelah kita nyoba beberapa proses mulai di 2018 kan kita cuma bikin klasik proses Mas ya. Belum ada fermentasi-fermentasian. 2020 kita nyoba base pertama kayak gini loh Mas Adwe gorong PD loh emang ii enak emang iki sok diterimo iku awal banget Mas pertanyaan besarku nk situ. Terus tahun berikute koy aku butuh pendekatan sing agak beda gitu. Oh, ternyata fermentasi ditambah iki waktu e teknik fermentasi ini kurang lebih sama dengan arabika gitu, cuma bedanya di situ. Setelah itu di 20212 ya aku mulai, Mas, mulai jualan sendiri di tempat kita. Aku yo no roseri juga gitu sambi memperkenalkan. Pas lagi 2023 kita sendiri enggak enggak bekerja sendiri. Jadi aku ono istilah kata itu teman-teman yang lain atau prosesor-prosesor sing kita bentuk mungkin ya, Mas. [tertawa] Jadi untuk kita ngomong kita kerja sendiri enggak bisa. Pada akhirnya kan kita bagi tugas nih. Jadi per area kita proses ada tiga tempat ini. Setelah itu untuk urusan SOP control quality kita sendiri. Biasane nek pas awal panen banget ngono kae kita kalibrasi dulu proses satu batch kita e kurasi. Nek memang kurang langsung kita rubah pola fermentasine. Jadi gini, Mas, kita sudah nyoba proses beberapa setelah itu kita jual sendiri sambil memperkenalkan lah Bumi itu dimulai 2023. Pas waktu itu kontes kopi special di Indonesia ngadain lomba green bean dan di situ ada kategori Exelsa atau liberika. Ternyata kopi-kopi yang dari Wonosalam itu juara satu nasional. lah tekan kono mas mulai ni karena kita terbiasa untuk industri kopi di specialty-nya kita tahu nih cara untuk kasarnya marketingannya ya sebenarnya kopi-kopi ini bakal cepat naik ketika memang sering dipakai di kompetisi baik itu regional nasional ataupun internasional lah dari mulai itu ada beberapa teman tertarik terus nyoba, "Ya udah dong kita kasih sampel lah." Ternyata di situ mereka kaget loh bisa ya kayak gini. [tertawa] itu awali banget pada akhirnya di 2023 tuh kita agak banyakan [musik] bikini sekitar 500 kiloan green bean 1 tahun itu Mas. Oh ternyata banyak teman-teman yang tertarik itu pas waktu itu kita cuma bikin proses anaerobik aja. Jadi pas waktu itu kita dibantu dengan Pak Agus moten. Karena kita juga proses terus untuk kekuatan kita juga belum sepenuhnya lah. Akhirnya beliau bikin [musik] banyak juga kita juga bikin setelah kita total sekitar di 500 kiloan gitu. Tahun berikutnya ada hal sing menarik dari evaluasi tahun 2023. [musik] Jadi ternyata ketika kita fermentasi anaerobik, jadi gini, Mas. Kopi setelah dipetik matang, ya. Setelah itu kita cuci dirambang. [musik] Sing ngambang iki kok nyisih nk grade lebih bawah lah. Sing tenggelam kita cuci bersih, kita bilas. Setelah itu masukkan ketong, tutup rapat nih. Anerop kan gitu. Nah, ternyata itu ada endapan air di bawah. Mungkin sekitar di 150 liter itu ngendap sekitar seliteran air. Nah, itu kita kumpulkan di arah BKW waktu itu e aku juga bikin proses seperti itu dan tak ambil aire untuk summers atau untuk merendam kopi-kopi baru. Untuk proses itu namanya mosto, mosto proses kan gitu. Dari situ kita coba nih kayaknya iki bakal menarik karena belum ada pendekatan di situ. Itu pertama ternyata di luar dugaan Mas enak banget 2024. Oh, ini nih kopi Esel Soso nih. Beberapa orang juga bikin kok jadi enggak kita aja. Salah satunya yang mungkin sing dibawa Mas Rian Wibawa sing dari Sukawangi. Kita enggak tahu juga prosesnya gimana. Setahuku anaerobik terus beberapa mosto. Tapi ambil dari endapan anaerobi arabika. Lah kita pakai dari kopinya itu sendiri. Ngoten lah teman-teman ya kaget. Emang bisa nek bayangane wong kan ngene Mas. Nek arabik kan wis jelas enak nih ketika fermentasi ono endapane direndamne di Excelsa kan kudune luwih enak kan ng sebenarnya enggak juga sih. [tertawa] 2024 nek gak salah hal itu terjadi. Terus teman-teman tak kasih sampel lagi beriringan dengan Mas Rian Wibawa naik ke kompetisi internasional mereka bawa kopi-kopi Indo lah. Salah satunya sing dibawa adalah kopi Exelsa, Exelsa Indonesia ya tepatnya Exelsa Sukawangi kan ngoten. Sebenarnya kita enggak enggak sing koy kudu gawe exelsau mboten tapi tepate awe iku seneng mas senenge ngene. Wah exelsa iki exelsa Indonesia iki l aku yakin baringene industri ini atau WV bakal bergerak kabeh iki. Sanggake wong-wong sing duwe tani tani Exelsa iki cik ono regane lah. [tertawa] E mas angen-angen k mas mboten. Jadi Exelsa iki dari zaman Belanda dulu memang tersebar hampir ke semua Jawa karena hal ini tadi loh Mas kita ngomong orang-orang salam nek gak ngopi exelsa iki koy k kurang ngono loh wong kene Mas nek sampeyan takoni kenapa kok gak ngopi rebusta pak op apa Bu ya nek robusta ya didol ae ya enak-enak iki Mas ono asem-aseme ngoten enek kecut-kecute ngoten terus wang jadi kita tahu bahwasanya kayak orang-orang pemerintah daerah sendiri kan juga membranding ngoten [musik] dan teman-teman yang lain gitu dari 2024 itu Mas banyak banget yang minta ke kita untuk exelsa ini. Tapi tak sambi Mas aku yo proses liberika. Setiap tahun kita mesti bikin beberapa sampel khusus untuk kita inovasi. Kita ngomongnya inovasi kita sing memang unrilis atau enggak kita rilis publ. Mungkin kita kasihkan ke teman-teman sing menurut kita ini iki orangnya tepat ya. 2024 total kita naik sedikit jadi 700 kilo wis lumayan kan gitu lah. Setelah itu 2025 kayaknya ini titik balik [musik] kita Mas. Kita udah mulai angen-angen kay tahun wingi. Sebenarnya ono beberapa hal sih, Mas. Seperti gini, 2024 kita bikin mosto, kita mau ikut KKSI lagi. Pas waktu K, Mas, KKSI dibuka kategori berika exelsane dihapus. Waduh, kacau iki wis nyepakne setahun, Bro. Akhire yo wis lah kita jual aja kan ngoten di sambi ternyata ee kayaknya lebih bagus sih tahun depan gitu. Pada akhirnya dari sampel-sampel 2024 tadi kita bikin [musik] di 2025. Sebenarnya aku gak angen-angen terlalu tinggi, Mas. Yo. 2025 aku cuma pengin fokus. Kebetulan pas tahun iki panennya lagi melimpah banget, panen raya banget saesto. Mungkin enggak cuma di Exelsa atau liberika, di Robusta [musik] juga semua daerah di Indonesia. Alhamdulillah kan di situ Mas. Iki kudune bahan baku banyak kita bisa lebih [musik] banyak bikin. Angen-angen ngono Mas. Awal-awale iku koy kayaknya tahun ini aku butuh 2,5 ton gitu. Aku langsung ngomong ngono loh. Kok akeh [tertawa] lah tong. Kyaknya kekuatan kita sekarang di situ dengan empat orang ini. Jadi gini, Mas. Kita kan per tahun ini baru [musik] bikin one day family estate selain sumber one daye. Nah, Fay Family Estate iku aku diangen-angen ngene, Mas. One day family estate kenapa kok ada family kan gitu ya. Jujur Mas yo teko kebon. kebon iki akeh-akehe iki teko keluargane dewe [tertawa] terus prosesor-prosesor iki yo tekok keluargane dewe ngoten. [tertawa] Jadi ya iku mang aku eling koncoku mang nek aku pengin gede gak isok dewe. Selain itu ketika aku proses juga otomatis aku bakal disipukan lagi. Soale sing jelas kan kudu muter terus Mas nk ketiga tempat ini yo podo aku mek proses mas asline [tertawa] soale yo ngewangi yo ngewangi nyuci yo fermentasi asline ya podo ae sih mas cuma nggone dipecah telu [tertawa] aktivitas kulo niki ngeten mas sing jelas kita ke kebun kita assesm setelah itu ketika musim panen yang jelas kita bakal sibuk banget di lokasi pos pasca panen mulai dari kita proses apa aja tahun ini, inovasi yang sudah siap ee di launching atau kita tahun ini mau bikin apa contrrol quality setelah ada beberapa batch kering kita cek dulu nih quality-nya gimana mumpung awal panen biasane itu langsung tak cek Mas nek memang kurang SOP langsung kita rubah Sumber Wande ii kita ngomonge mungkin hilir Sumber Wandi kan warung Mas ambek rosteri kan gitu ya kita ngomongnya gerbang aja l Mas ya teman-teman sing pengin kunjungan ke Wonosalam atau sekedar dolan si Sumber Wadi Dewi I kita buat atas dasar siji tok Mas jadi 2018 kita kan cuma fokus proses nih terus Terus bingung l mas ono konco mari mugah kebon ii dijang ngomongi nendi ya nah pas waktu itu di Wonosalam kan belum terlalu banyak kopi shop mungkin ada satu tapi menurutku kan belum kita kuranglah kan ngoten lah terus buka gak ng dewe ayo jadi muncul teko keresahan iku mang mas sumber iki warung iki muncul teko keresahan aku cuma kepengin jamu konco-kancoku atau konco-kanco sing teko ae lah koten asline aku sempat kepikiran ngene mas beberapa tahun awal aku masuk di kopi y ya sempat kepiran ng inen opo uripku iki [musik] memang tak gawe nang kopi y soale roso penalasaranku iku gede banget Mas goro-goro diawali aku baca buku buku iki karangane James Hofman [musik] judule iki The Wolf Atlas of Cafe dari situ mereka nulis atau si Jimmy inii nulis kita ngomongi varietas kita ngomongi proses kita ngomong origin dan alat-alat tekan kono aku mulai mikir Mas oh ternyata kopiku enggak cuma pahit ambek manise gulo ya ternyata kopiku sangat luas pas banget lah state tekan kono mas pada akhirnya terus aku langganan magazin lah salah satu magazin sing dulu tak ambil iku dari CA atau special coffee associ mereka ngeluarin isu 25 gitu jadi per part iki ono isune dewe-dewe l mas terus selain itu aku sering baca di hel aku gak lupa iku [musik] website juga iku iso diakses umum tanpa kita subscribe tekan ngo mas jadi koy opo urip dike kopi ngoten lah awal awale ketemu mbak alvi ii yo seben Sebenarnya kurang lebih gak ada-ada took kopi ya, Mas. Ya, kebetulan dia sekolah di di Wonosam juga, ambil di pertanian juga. Setelah itu lanjut kuliah, ambil pertanian lagi. Yo gak ada-ada tekok kopi juga koten. Lah aku beniku sangat penasaran dengan pohon kopinya, Mas. Lah, sing jago iki bojoku, Mas. Pas waktu iku yo nek saiki aku sing jago. [tertawa] Sebenarnya gak enteke sih, Mas. Kita ngomong hulu itu [musik] sing jelas ya. Aku sempat beberapa kali yo selain kita baca buku sangganggae kita harus diskusi. Percuma kamu baca tok tapi kamu enggak diskusi. Aku yakin persepsimu bakal beda. Lah pas waktu proses belajar kita sendiri mungkin nek tat total Mas ya 2 tahun sebenarnya cukup. Ah iki ada beberapa orang sih ngomong gini nek kamu pengin jadi eksert yo sgak kamu perlu fokus belajar di satu bidang sekitar 10.000 jam. Lah masalahe siji Mas tekan hulu sampai hilir iki banyak bidang nk pertanian ya toh pasca panen setelah itu roasting setelah itu kita ngomong sing nyeduh barista ngono kui terus mungkin pengelolaan coffee shop iki banyak bidang lah nek kita per satu bidang R.000 se jam berarti yo didelok kok eneng bidang-bidang terus dikalikno pirang tahun lah kopi sendiri tiap tahun iku mesti ada hal baru jadi enggak ada habise mas untuk kita ngomong kopi alhamdulillah cukup jadi aku bukan orang sing i kudu sakwen kudu sakri mboten sih mas cukup ngoten mawon lah engok sing digawe rn ambek inovasi ono pun iku sebenarnya agak sulit ya nek aku ngomong alokasi gawe kita ngomong r tok a ya mungkin kay aku wis oleh motor sitok Mas lah tekan aku nyadar banget Mas ya. Proses belajar iku enggak cuman pikiran ambek fisik sebenarnya dek situ dan aku juga ngerti di perusahaan-perusahaan besar mereka tetap ada sing namane RnD dan mereka memang ngalokasiin sendiri. Yo nek menurutku jenenge bisnis Mas yo e fluktuatif aja yo kadang munggah kadang mudun kan ngoten. Mungkin dari kita puasa aku ngomong puasao ya Mas yo. Dari tahun pertama kita buka warung di 2019 kita ngolah di 2018 di tahun 2025 iki kita baru ngomong oh iki ternyata kita baru ngembang nih untuk bunganya ngoten. Per tahun ini kita total bikin 4 ton dari saya sendiri dan tiga orang tadi. dan untuk jualnya ee lebih banyak di pasar internasional. Jadi gini loh, Mas, nek persepsine orang kita ngomong ekspor kan puluhan ton kan ng konten ya. Kita itu spesifik ngambil nit kopi-kopi specialty aja. Jadi kopi-kopi sing memang quality-nya bagus. Jadi kita enggak keburu kayak oh ya udah nih kita bikin grade 1 aja 20 atau 40 ton kan ngoten untuk ekspor kan ngoten ya. Kita enggak enggak ngejar di situ Mas. Soal angan-anganku kowen, Mas. Aku kepengin ekspor tapi gak sing banyak. Soalnya aku kepengin satu nitis ini tadi produk atau kopi-kopi specialty. Soalnya menurutku dengan seperti ini iki bakal terus ada dan berkembang. Nek kita ngomong komersial pada akhirnya kan kita ngikut harga pasar sing lagi berjalan lah. Jadi gini Mas, kita kan bukan gudang. Kita ada stok stok habis kita ambil lagi kan wonten mboten. Jadi kita ngomongi seasonal Mas. Kopi ini sing jelas panene setahun sekali. Itu lah biasane Mas sakurunge a dewe panen Mas sing pesen wis wake akeh. [tertawa] Jadi mari panen gang telung wulan wis gak ono sisane Mas. Lah terus konco-kanco sing liyane piye? Yo gelem gak gelem tun ngarep kok [tertawa] kopine mek setahun pisan iki duduk lombok pakoten [tertawa] mas. Es berik aku panene di bulan 7 8 dan awal sampai awal bulan 9. Jadi rentan 3 bulanan tadi kita harus benar-benar fokus seperti ngambil bahan baku atau petik ya Mas ya. I kudu merah banget atau matang banget baru nanti kita olah lah. Karena waktune cuma sekali itu tok. Jadi prepareku mesti setahun sak durunge tahun ini kita bikin ini, ini, ini, ini. Oh, berarti kita harus menyediakan atau ngadain alat ini atau kita cari untuk e fermentasi ngoten. Tapi iki bisa dilakukan sewaktu itu. Maksudnya awal panen kan belum banyak nih. Lah, kita bikin sampel-sampel dulu lah. Biasane sing teman-teman ngambil sing di luaran Indo iku roto-roto wis tahu ngerasane kopine dewe tahun lalu. Jadi mereka yakin, "Aku ngambil sing iki aja." Soale tahun wingi aku ngerasa lah iso dadi Mas tak jelasin lagi di tahun kemarin 2024 kita bikin cuma dua proses lah tahun ini kita bikin 8 proses koten kita pakai yis atau lagi kita pakai acid kita pakai microb dan beberapa kita pakai fungi atau jamur jadi n di fermentasi yo penak sih masik mas duit akeh jadi gini loh mas aku ngomong sedikit cita-cita yo biyen iku aku mesti ee angen-angen Dan aku dilokne koncoku istilahe. Jadi setahun pisan gak awakmu kudu ngerti blueprintmu, kudu eling-eling blueprintmu ngono lah. Biyen iku aku kepengin duwe pengolahan pasca panen sing jelas dan kebun. Setelah itu rosteri dan warung meskipun enggak gede okelah kan ngoten lah n pas kapanen din kebun angananku cuma ngene loh Mas. Meskipun aku gak iso ngasih lebih ke petani ngoten tapi sanggake kopi iku iso ngegowo banyak hal. Ya mungkin salah sijine iki sing mulai kebentuk tahun iki tanggake aku ambek petani-petani sing nk kene aku iso ngasih reg luwih konno quality sing kita kerjakan bersama iki sing mesti tak wanti-wanti mas nek kita pengin ngawur yo wis selesai n [musik] kebun dan pas kapanen iki aku bi-angen kay ngene mas i kita pengin y konco-kanco sing bukan tergabung ya maksud di lingkungan kita iku sak gangga khususe konco-kanco petani sakangga mereka merasa tercukupi dalam 1 tahun terus secara sosial kita dapat secara religi yo iku hak maksudde muslim maupun non muslim mosok iku perlu dipertanyakan sih kan gitu [tertawa] ya pendidikan iki tak usahane banget mas aku enggak ngomong pendidikan formal tapi nonformal dan fokus di kopi lah aku bertanggung jawab di sini untuk pendidikan formal dikopi bagi atau untuk petani sing di sekitaran kita lah sing jelas kita duwe angen-angen gawe ngenalne kopi lokal khuse kopi salah jadi ngeten mas keyakinan kuliahne [tertawa] soal profit dan sebagainya nya nggih. Ee ketika kita bikin sesuatu yang kualitnya bagus, kuantitas itu bakal ngikut. [musik] Dan nek kita ngomong goals mas nggih ngapunten nggih tahun ini kita ekspor ke mana-mana dan sebagainya memang enggak banyak. Ee tahun ini ada di Belarus, Australia, Taiwan, Hongkong dan beberapa n sekitaran United [musik] States, terus beberapa Ital. Jadi buyer tuh datang ke sini ya kita ngobrol biasa ya, Mas ya. Yang jelas mereka itu tertarik dengan apa yang kita lakukan. Aku sering banget, Mas, dapat DM dari orang-orang Colombia, Bietala, daerah-daerah produsen ya, orang-orang Thailand dan sebagainya. Lah untuk orang-orang sing ke sini memang ada urusan pertama beli kopi di kita dan biasanya y kaping ya, Mas yo atau ngicip quality-nya dulu [musik] sebelum dikirim cek kadar air, yo kita ngomong protokol aja lah yo. Selain itu ternyata mereka kepengin balik maneh. Aku kayak bakal stay dek tempatmu beberapa hari soalnya aku penasaran banget ambek sing kamu kerjakan. Lah untuk teman-teman di luar yang lain, ada beberapa orang sing kepengin ke sini. Aku tertarik banget ambil kopi species ini. Aku butuh ke kamu dan belajar di kamu. Karena efek kita ngomongi kompetisi internasional tadi lah. 2025 kan di Indonesia ini ditempati W of Cafe terusan per tahun iki di Brers Championshipe juara dua juara 4 bawa kopielika. Jadi tambah rame ng mas lah tekan kono mas aku memberanikan diri untuk perdana kita buka preorder nasional [musik] 2025. Awale dewe iku gak sing muluk-muluk Mas. Yo. Alah, konco-konco sing wingi tak kabari maneh sing tahun wingi ambek aku buka preorder nasional. Akhire tak pos. Kita ada katalognya sendiri. Kita jual mulai per kilo mentah mulai 225 [musik] sampai 270 mentah. Ternyata sing masuk i banyak. Pas waktu kan kita buka bulan 7 rencana kita tutup di bulan 8. [musik] Bulan 7 minggu ketiga kita tutup sudah penuh. Sing masuk 4 ton. Ternyata sing melop preorder iku gak me wong lokal domestik tok sak wong job. Wah kacau [tertawa] jadi Mas ken opo kita cuma bikin paton tak kasih tahu yo. Kita sangat mengukur kekuatan kita. Kekuatan yo bener aku gak dewe Mas. Ono teman-teman iki sing ngewangi proses kan gitu. Sing jelas ad gak isok langsung bikin 50 100 ton ndak. Kita benar-benar mengukur kekuatan kita. Aku mampune gawe sak piro. Terlepas kita ngomong bahan baku ya otomatis [musik] kan kita bayar toh koy nk masku dewe aku njukuk kopine n kebone kan gak mungkin gak bayar. Lah terlepas hal itu kita benar-benar iki kuate sak piro gawe quality sing tetap atau lebih bagus yo bahasa lainnya adalah quality dulu baru over quantity mungkin iku ono [tertawa] terbesit mas kepengin punya farm sing besar kita kepengin punya rosteri sing besar juga iku memang ada masestu cuman menurutku nek kita terlalu terkesa-kesa ya biasane gak awet soalnya sing kita jagat barang Urip, Mas. Kopi. Sedangkan kita ngomong pasar domestik ambah internasional iki [musik] mesti ono stimulus maneh atau kita ngomong tren sing lagi jalan. Lah tahun iki ternyata di gunung-gunung yang lain enggak cuma Wonosalam iku mulai memperhatikan kopi-kopi elekel sambika. Aku syukur banget Mas ngono mas. Wah keren iki sak-ge libri selsamu iku rusono. Mulai diperhatikan Masen. Nek kamu bikin librik Elsa biasa atau tradisional proses, aku bisa ngomong lebih murah dari Robusta. Harga mentah. Oke tak runtut aja yo. Kita tahu robusta tuh mungkin lebih kuat untuk kita ngomongi mod fil biasane atau body. Beberapa orang ngomongi gitu dan kita seringkiali menemukan rasa seperti dark coklat terus kacang-kacangan, karamel kan ngoten. Dan arabika dia lebih kompleks di ACDT atau asam. Kita menemukan banyak buah-buahan dan berlapis-lapis loh, Mas. Yo ono jeruk, kadang, yo ono apel, ono anggur kan berlapis-lapis yo enggak cuma mek satu spesifik kelompok buah apa ngoten lah. Liberika dan exelsa iki mas iku duwe keunikan dewek keduanya ini lebih manis dari arabika dan robusta. Pertama. Yang kedua adalah exelsa cenderungan di flavor iki lebih bagus untuk intensitas flavornya. Jadi eelsa yang kita olah kita beragam banget. Banyak menemukan rasa-rasa seperti apel merah. Terus kita nemu black carn dark cherry iki sing buah-buahan Mas yo. Terus sing kembang-kembangan iki lavender, magnolia. E iki sing beberapa aja lah. Sedek liberika dia lebih wangi dan manis. Jadi nek exelsa iki de ono aseme asem buah-buahan sing agak rame lah. N liberika iki mungkin buahe ono beberapa [musik] enggak seram dek exelsa cuma dia lebih wangi maneh dan lebih manis. iki sesuatu hal sing beda. Perlu tak garis bawahi SLSA dan Liberika per tahun ini sing jelas udah jadi [musik] spesies sendiri-sendiri bukan satu kelompok yo seperti selayaknya kita menyebut robusta arabika yo liberika ya exelsa per tahun ini. Iki salah satu hal sing benar-benar kita yakin mendalami liberka dan exelsa salah satunya adalah untuk menjawab isu climate change. 2017 aku eling banget Arabika ituu bakal punah 50 tahun lagi. Yo berita lah mas yo ono sing ngomong ngono lah yo atau kita ngomongnya enggak punah sebenarnya pindah nggon tanam tambah panas otomatis kan minta DMDP lebih tinggi lah Libriga Exelsa ini bisa menjawab hal ini. Mereka bisa ditanam di 0 mdpl. Serius mulai 0 mdpl sampai mungkin sekitaran 1000 mdpl. Dari perjalanan kita riset soal liberal tadi di Riau nk sekitaran 30 15 mdplang Selatan. Tadi kebone iku ono mas yo kene kebun kopi liberika lah nk nk ngarepe iku laut. Jadi memang ya mereka buah normal ya, besar-besar juga pohonnya. Jadi enggak spesifik kudu ditanam di sekian MDPL, sekian MDL boten. Jadi memang bisa ditanam sampai zero MDPL. Sebenarnya kita ngomong tast, kita ngomong flavor, quality, balik lagi cara kita ngerawat kopinya, cara kita ngolah pasca panennya. Sebenarnya balik ke hal mendasar lah. Nek memang iki wis tepat semua ya aku bisa ngomong yo wis kopine insyaallah enak. Soale per hulu, Mas, dari 100% industri iki jerene wong-wong biyen yo. [tertawa] 60% iku bertempatan di hulu. 30% di rostery, 10%nya di barista. Lah peran besar iki mau nek memang kat awale wis oke yo rosting-rostingane gampang, sedu-seduane gampang. Tapi nek wis memang agak agak kurang yo selanjut-selanjutnya agak kurang [musik] juga itu Mas. Jujure Mas, aku ii lulusan SMK yaiku pengin kuliah tapi ora iso karena memang keluargaku pas waktu kui lagi beberapa musibah. Memang background kui bukan orang sing punya cuman aku melihat mbah-mbahku biyen iku pedagang [musik] pedagang kaki lima. Jadi saya sendiri bukan orang sing cendenan jati jadi memang dari keluarga sing sederhana banget. Tapi di sisi lain aku dewe yo duwe keinginan Mas. Aku eling ngene lho Mas. Ya memang a dewe ii wis duwe [musik] takdir uripe ya garise ya. sakurunge dewe dilahirne kan wis didelokne kamu dadi opo [tertawa] kan ngoten terose kan ngoten Mas aku cuma duwe keyakinan sitok Mas jadi ngene Mas memang a dewe wis duwe takdire cuma nek a dewe gelem [musik] berusaha a dewe isok ngerubah to jadi mungkin nek kita ngomong aku gak ngomong sing kekurangan banget enggak juga tapi yo cukup ngoten mawon mas aku sekolah nyambi bengkel mas bengkel motor jadi aku golek uang jajan iku bengkel sepeda motor mas mboh nambal bboh ngewangi bongkar kan ngoten Jadi aku [musik] p sekolahe nk Bojonegoro kan lah tekan kono mulih nk Wonosalam setahun Mas dan aku blind banget soal Wonosalam jadi kan tas mulih to mas bari ngono soal kuliah juga wong tua iki yo kok meneng ae [tertawa] pas waktu iku ya lagi ono kejadian adikku tibo patah tulang kakike kan ngoten [musik] jadi keadaane dewe ii bener-bener anjlok pas [tertawa] waktu iku pada akhire aku kerja jujure aku ngirim lamaran wis yo akeh banget dan gak tahu keterimo terakhirku nk Juanda Mas aku ngirim lamaran ngoten lah ya. Tak pikir-pikir [musik] aku gak nyaman sih ini kayi. Akhire yo wis lah gak kerja ora apao aku ndelok mbahku Mas. Oh mereka pedagang masa aku gak iso k mereka lah. Iku awal-awal 2014 iku wis aku wis duek kopi asline mas. Cuman sik gak ngerti opo-opo blas ng yao. Aku pengin dodolan kopi gorengan bubukan. Wis ngono tok asline customer pertamaku [tertawa] koncoku arek Jawa Tengah. Lah ternyata iku wis mulai running mas. Dan di bae aku diajak pak de ayo ewang ngono iki ono kerjoan nk Madura aku gak ngerti ngomonge jogo [musik] no jo gudang budal tekan kono tibake nang pabrik kapal ya wis lah ra apao akhir aku nk situ mas mulai nol banget aku ung iso ngelas ung iso opo kan ngoten jadiadi wolung wulan iku helper dewe lah terus sing rong tahun e petang wulan iku aku wis mulai lumayan iso sampai n titik setahun terakhir kui aku dianggap sebagai feater atau piping engineering tadi 10 tahun aku enggak ngomong BP asline Mas ya nek kita ngomong berapa tahun ini kan keterak pandemi yo pada akhir kan polor toh mungkin nek di nek kita ngomong balik modal pada akhir kan tak puter maneh modal sing ngone balik kan ada akhire kan tak gawe kembangne [musik] kembangne soale kene lho mas a dewe yo ono warung ono rosteri yo kebun nggih ngapunten mas kebun iki butuh dituak lah nek diomong bp asline bpb ae cuman yo g tahun ngarep tambah maneh [tertawa] senan Otomatis kan kekuatane dewe ge nyerap nang konco-konco petani ya tambah akeh kan. [tertawa] Oke percoyo mboga sumber wande iku modale R juta gak koy ngene Mas Ben iku Mas nk sak kotak tok iku loh 3* [musik] 3 saesto sing jelas yo sing akeh iku nk furnitur mejo bar mejo kursi iku sing lumayan banyak lah eng kita ngomong 30% iku tak gawe ban baku lah eng durung alat-alat kopi aku buka wande iku gak mas alate mas ya ono lah sing kurangan ngono ya yo ya wis dodol s onoke [tertawa] sing kepengin tak gawo iku nk semangate iki mang lho mas Aku kepengin ngenalne kopi-kopi Wonosalam lah iku keraso banget Mas B dewe kerjo ya aku sempet prai setahun ngewangi koncoku iku mang aku mek bisnis advertising Mas jadi enek konco pesen banner pesen undangan yo tak gawekno soale aku seneng desain ambek nyisno sitik-sitik ya akhire dewe iso buka sumber wande 2019 akhir iku seenak-enake jadi Wande buka gang telung wulan aku nikah aku eling banget omset pertama sumber Wandiku 1,7 juta sebulan tapi mbok kenapo Mas seweneng banget aku ternyata adus dewe kay ng kene ya kok keraso banget ya padahal nek iki olehku sak minggu biyen [tertawa] jadi kan kita under pressure ya mas yo gede banget under pressure terakhir aku garap iku ee tanker punye [musik] Pertamina dadi a dewe sok sakulan iku nk tengah laut dan iku aku rodok piye yo nek nyeritakno ya jujure duit akeh mas pas waktu tapi ngene mas pas [musik] waktuku iku aku pengin bakso mas tole toleh kan nk tengah laut pak dan kan kono aku keroso banget Aku nyel duit tapi gak iso ya. Ternyata wiku duduk segalae tiba tak estu mas tekan kono mas. lah terus aku memutuskan untuk leren k di sisi lain kesehatan yo karena memang kerjoe berurusan dengan gak kilogram ya tapi tonase ngoten terus api e listrikan ngoten jadi ngene loh Mas sebenarnya beriringan Mas yo ketika gajimu gede tapi nek kamu awakmu gak isok ngalokasine podo ae ambek awakmu gajian sitik gak keraso entek gak keraso entek jadi kan tekan ngo kan perlu belajar yo soal ng-manage pengeluaran [tertawa] entekku siji mas duitku tak kekno ibuku saestu Aku mul tak k buku aku wis gak mau urusan aku cuma jaluk ge transport engko nek balik iku selama long tahun aku ngono mungkin aku njukuk sitik tak gaku aku dewe entah itu beli keperluan yo baju mungkin a dewe kepengin upgrade gadget ngono-ngoro k selebih yo wis tak kekne iya aku gak ngerti mas angen-angene dewe kan aku pengin nyenengne wong tua biyen ya sitik-sitik ono lah tabungan tapi enggak sing banyak juga iku pun tak gawe start awal ngolah kopi pertama ngolah kopi kita ituan aku eling banget arabika sing tak ceritakno iki mau 100 kilo L neksa kan aku teko lahanku dewe awale iku ya aku kulaan nk koco-koco tani sing tak kenal 100 kiloku pek dadi 8 kilo green be karena aku kepengin kualiti sing benar-benar bagus sortasine kudu diketati lah iku aku dibantu mek koncoku biyen namane masosting lah dengan rastingnya beliau aku kan belum duwe warung durung duwe rosteri [musik] senang banget mas ternyata kopi iku dirilis dirilis nk Mojokerto Surabayo lah konco-kanco Mojokerto Surabaya iku gak percoyo nek kopiku cuma 1000 mdpl iki kudune luwih loh iki kudune 1400 MDPL W rasane koy ngene selang beberapa bulan 3 bulan 4 bulan aku dikabari kopimu wis tekan Berlin dikaping nk kono stoke ono ah stok opo [tertawa] me 8 kilo iku pertama kali kopi kita dek luar Indo ya 2019 tapi belum nyentuh dek eselsa atau liberikan [musik] masku iki siji Mas karena sing kita rawat kopi pada akhirnya kan kita mau enggak mau ngikut cuaca ya meskipun kita ada udah ada upaya ya upaya untuk perawatan dan sebagainya. [musik] Sebenarnya stres yang lain itu ada di jujur ya, Mas Yo. Karena memang aku gak dewe. Sebenarnya enggak cuma tiga orang itu tadi banyak orang-orang petani lagi [musik] ya mungkin totalnya 20 sampai 30 lah. Nah, sing stres iku siji Mas ini Mas mentality yo nggih ngapunten. Bukane opo-opo terkadang konco-kanco tani kepengin harga sing bagus ketika kita tuntut kualitas mereka ku aras-arasen gawe ngelakoni hal itu. Gak iso Mas. Aku wis repot Mas ngene ngene tapi mereka mintain mahal. Beberapa orang sing kay ngono kuwi, Mas. Jujure [musik] yo yo yo wis s ngono. Dadi aku ngejak wong-wong sing memang gelem gawe berkembang mawon. A dewe kan ketok arek cilik mas yo terus teko nang petani tuek kan ngono terus ngomong ngene ngene ngene ngene yo mungkin ae mungkin kayakmu sopo si arek cilik [tertawa] k nomong ngoten jadi perjalanan dewe sik panjang banget karena aku gak kepengin nek manfaat iki tak terima dewekan nek iso menyeluruh lah nek iso gak wono salam tok lah ya memang sudah mulai terjadi tapi sak ngene lah mas selama dewe gelem ngerawati opo sing K Dwe aku yakin bakal ngetik buah ini. Saya Karim founder Sumber Wande [musik] dan Wande Family Estate. Lebih ke roster warung dan pengolan pasa panen. Monggo mampir di Dusun Sumber, Desa Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.
Resume
Categories