WASPADA! Ini Faktor Sulit Hamil Pada Wanita Yang Sering Dianggap Sepele - dr. Fatchur Rahman, Sp.OG
6eqnNMHOeQM • 2025-11-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Dia kembali ke saya dengan apa? Laporan kalau dia hamil. Oke. Alhamdulillah sudah operasi selesai sudah. Jangan ikut KB apa-apa. Sudah disyukuri. Sekarang sudah punya anak enggak sampai setahun hamil lagi lah. Ini syukurnya dia sudah berusaha sekian lama ke saya juga, ke Surabaya juga enggak hamil-hamil. Akhirnya begitu hamil sekali berikutnya malah brudul gitu. Iya. Ya, itu yang kita memori yang memor dari saya seperti itu. Kalau kebiasaan yang mungkin bisa dilakukan sebelum datang ke tempat praktik klinik dokter itu apa, Dok? Misal kayak i ee kebiasaan mungkin tidak boleh apa terlalu capek atau apa itu ada enggak, Dok, seorang wanita atau pasangan yang melakukan ingin memiliki buah hati? Iya. Sebetulnya yang paling sering penyebab itu karena wanita. Oke. Ada yang 2 bulan gak main 3 bulan itu biasanya berhubungan dengan masalah ovulasi itu. H itu juga menjadi salah satu penyebab ee ketidaksuburan. Kalau mau USG yang titis ya tempatnya di dokter Fatkur. Betul ya, Dok? Ya. Berita dari mana itu? K dapat bisikan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nggih, terima kasih Dr. Fatkur sudah mau datang di podcast pecah telur. Iya, sama-sama. Jadi ee sobat pecah telur, kita menghadirkan seorang pengusaha di bidang klinik. Betul, dokter ya? Iya. Di bidang klinik yang yang sudah senior lah ya. Jadi insyaallah kita akan belajar bagaimana value. Jadi value kemudian belajar tentang ee apa biasanya itu pelayanan yang bagus sehingga usaha yang kecil pun ketika dilayani dengan maksimal akan menjadi sebuah ee sebuah usaha yang sustain dan berkembang begitu dokter ya. Iya betul dokter asli mana, Dokter? Saya kelahiran Surabaya. Sidoarjo tepatnya. H Sidoarjo. Kemudian kok berpindah di Tulungagung? Jadi saya itu ceritanya lama ya. Hm. Saya itu dulu alumni dari FK di UGM. Oke. Tahun 1980 lulus. Terus kemudian habis lulus dari UGM saya ditugaskan di Kalimantan Barat. Oh. Oh, di pedalaman Kalimantan Barat yang kira-kira yang mendekati dengan Malaysia. Heeh. Heeh. Saya di sana 7 tahun. Wah. Wah. Itu ditugaskan itu berarti memang dari kampus atau seperti apa? Dari departemen kesehatan. Hm. Jadi kalau zaman dulu itu lulus dokter itu langsung ditampung oleh Dinas Kesehatan sebagai calon pegawai negeri sipil. Oh, begitu. Tanpa tes, tanpa apa? Langsung gitu ya? Langsung. Hm. He. Tapi habis itu terus kemudian ditempatkan di daerah terpencil. Boleh pilih, boleh di Jawa, boleh di luar Jawa. Tergantung lamanya nanti bertugas di sana. Hmm. Berarti atas pilan sendiri itu di Kalimantan itu ee waktu itu dengan istri saya dan dengan anak saya yang pertama. He. Anak saya yang pertama itu waktu itu masih umur 1 tahun setengah. Sudah saya bawa ke sana. Nah, setelah di sana 7 tahun kemudian saya sekolah lagi di UNER di Surabaya mengambil spesialis kebidanan dan kandungan lulus tahun 91. Hm. H. Nah, kembali lagi saya habis lulus 91 kemudian sama Departemen Kesehatan ditempatkan di Tungagung yang kebetulan waktu itu kekurangan masih kurang dokter spesialis kandungan di Tulungagung sudah sampai sekarang. Jadi mulai sana itu saya mulai tahun '92 saya. Eh, tadi kan ada sebuah statement ditempatkan di tempat terpencil. Berarti Telagu termasuk terpencil berarti ya. Bukan bukan ya. Kalimantan Barat itu yang terpencil. Oh, iya. Kalau sudah tulang agung sudah enggak terpencil berarti karena kekurangan dokter. Iya. Oke, oke oke. Terus waktu itu berarti praktik dong praktik di sebuah dinas kesehatan begitu atau apa? Jadi otomatis karena PNS ya ASN ditempatkan utama itu di Rumah Sakit dokter Iska. Oke. Waktu itu dokter Iska itu dokter kandungan cuma satu. Hm. Dua dengan saya. Hm. Hm. Dan dokter spesialisnya juga belum banyak. Waktu itu masih baru dokter empat dokter spesialis. Heeh. He he. Tahun 92 itu, Mas. He. Ya. Ya. Sudah bertugas di ISK sampai sekarang, tapi sekarang saya sudah purna. Hanya ee di rumah sakit-rumah sakit swasta aja yang masih ada. Oke. Iya. Kemudian kok kemudian merintis sebuah klinik itu gimana, Dok, ceritanya? Nah, ceritanya gini. Panjang itu. Wah, panjang juga nih, ya. Siap. Jadi saya begitu tahun 92 sampai di Tulungagung saya selain di Iskak saya itu mulai merintis memulai praktik di tempat-tempat terpencil macam-macam di klinik-klinik bersalin ya. Karena di waktu itu rumah sakit cuma ada tiga. Heeh. Rumah sakit ISK, rumah sakit Bayangkara. Iya. Dan rumah sakit Islam. Tapi Rumah Sakit Islam belum semegas sekarang. Iya. Iya. Iya. I masih di dalam kampung kecil gitu ya. Ya gitu saya mulai praktik di situ dengan pasien yang jumlahnya cuma doremi aja. Satu du sat du dilakoni beberapa klinik. Zaman dulu itu praktik dokter tuh gak ada batasan. Gak ada batasan harus berapa maksimal. H. Jadi banyak kemarin tuh klinik-klinik bersalin yang swasta-swasta ya itu kebetulan saya juga praktik di situ. Heeh. Di Telah Teni. Iya. Iya. Lama- lama lama lama. Akhirnya saya memulai klinik di sebuah klinik bersalin di kepatian sini dekat itu agak lama saya di situ sampai tahun 2007. Oke. Itu praktik pribadi di dekat sini berarti. Berarti sudah mulai praktik pribadi itu. Iya. Oh yang namanya klinik Nikita Farla itu belum Nikita belum ada. Oh. Waktu itu di klinik bersalin namanya Angia ya. Oke. Di situ bukan bukan milik saya waktu itu. Oh, berarti ee kayak praktik di tempat orang lain begitu, Dok. Iya. Oke. Di tempat klinik persalin yang milik orang lain. Saya praktik di situ. Nunut lah ya. Iya. Iya, iya. Nunut. Lama saya di situ, Dok. Itu kan sudah sebagai ASN di Rumah Sakit Dokter Eska. Kok kemudian mau cari praktik di tempat-tempat terpencil, kemudian juga di tempat orang itu faktornya apa? Apakah memang dari segi finansial membutuhkan lebih atau memang ya karena ada waktu luang begitu? Kebutuhan, Mas. Begitu ya? Iya, kebutuhan. Karena dulu tuh banyak klinik-klinik bersalin yang terpaksa harus merujuk ke rumah sakit ISKA. Oke. Padahal sebetulnya di klinik-klinik itu bisa tertangani. Hm. H. Akhirnya biar untuk mengurangi supaya tidak terlalu banyak yang dirujuk ke ISKA, akhirnya kita praktik di klinik-klinik bersalin swasta itu. Oh, maksudnya kebutuhan klinik-klinik itu atas dokter bersalin. Oh, iya. Jadi kita sekaligus sebagai supervisor, sebagai ee konsultan lah. Heeh. He dari situ siap. I saya penasaran kok terpikir atau kemudian mengambil jurusan dokter bersalin itu kenapa, Dok? Spesialis kebidanan kandungan sekarang kandungan. Iya. Oke. Dokter kebidanan spesial spesialis dokter kebidanan kandungan. Ya, kenapa ya sebetulnya enggak tahu saya kenapa sebetulnya kan kita kan sebetulnya selama pendidikan dokter tuh kan kita kan anu toh di beberapa e pelayanan ya bersalin ya penyakit dalam ya bedah segala macam. Nah, kebetulan yang tertarik pada saya itu kok sepertinya klinik anu ke bidang kebidanan dan kandungan. Oke. Oke. Akhirnya sudah saya terpaksa ikut ke situ. Iya. Iya. I. Nah, kebetulan waktu itu kita ini kalau bertugas di Kalimantan Barat ya. Heeh. Heeh. apalagi PSN ya, ASN ya. Untuk kepengin pindah ke Jawa itu sangat sulit. Hmm. Kecuali kalau sekolah. Oh. Ya, waktu itu kan anak saya masih satu ya. Masih satu. Saya pikir-pikir nanti kasihan kalau di Kalimantan Barat terus kan ya kasihan. Akhirnya ya kita kepengin supaya supaya pindah ke Jawa, pindah ke Indonesia lagi ya ke Jawa ya maksudnya. Wah itu juga bagian Indonesia dok akhirnya kita daftar sekolah kebidanan yang kebetulan waktu itu untuk daftar di kebidanan itu tidak sulit. Oh mudah sekali. Ya sudah kita daftar daftar setahun diterima ya sudah langsung pindah ya segitu. Siap-siap. Kalau sejarah tadi kan masih ikut orang lain bernama Angia tadi ya. Iya. Belum sampai ke Nikita ini. Belum. Belum. Belum. Belum. Terus. Terus gimana DK? Nah, terus habis itu kita ya kepingin juga toh, kepengin juga ee supaya praktik pribadi tidak tergantung dengan orang lain. Akhirnya ya sudah dengan modal yang kita dapatkan dari praktik-praktik yang keliling-keliling itu ya he akhirnya ya kita membuat suatu klinik yang waktu itu belum anu belum ni kita masih praktik aja biasa. He praktik biasa di tempat yang sekarang kita tempati itu kemudian berkembang ditambah dengan pelayanan apotek. Hm. Nah, awalnya namanya kita itu dari apotek. Hmm. Kita praktik bersama ya. Kebetulan waktu itu yang praktik ya cuma saya sama istri saya. Istri saya kan juga dokter ya. Iya. praktik cuma dua orang aja belum yang lain-lain. Kemudian kita membuat apotek sendiri supaya mempermudah pelayanan pada pasien. Nah, kita mikir apotek apa yang kita namakan itu ya zaman dulu itu untuk izin membuat apotek tidak boleh dengan nama yang sama dengan apotek lain. Hm. Waktu itu apotek di Tulung Agek itu total itu masih baru ada lima. Tahun '92 tuh apotek jumlahnya cuma lima. Sangat sedikit ya. Wah, sekarang sudah banyak sekali. Sekarang banyak banget. Banyak sekali. Iya, iya, iya. Terus kita mikir waktu itu, kenapa ya dinapangkan apa ya apotek kita ini? Eeah, anak saya kan tiga. H. Oh, sudah tiga nih. Anak saya tiga. Dokter semuanya. Oke. Mas dokter semuanya. Dan kita ini sebagai orang tua tentunya ya memikirkan nanti masa depan anak anak-anak. Hm. Akhirnya saya ambillah nama belakang dari ketiga anak saya itu ya. Ni itu anak saya yang pertama ya. Qi itu nama belakang dari anak saya yang nomor dua. Ta itu nama belakang dari anak saya yang ragil yang paling terakhir. Ya itulah ketemu ni kita itu akhirnya jadi belum jadi klinik waktu itu. Cuma praktik biasa aja. Praktik biasa dan apotek. Iya tapi lama itu Mas. Hm. H praktik biasa itu saya itu berjalan selama tahun 2008 sampai tahun 2003. 23 2008 sampai 2023. 2008 sampai 2023 itu hanya praktik biasa dengan apoteknik kita. Maksudnya perbedaan antara praktik biasa dan klinik itu seperti apa, Dok? Nah, gini. Kalau zaman dulu itu kan kita praktik bersama. Praktik bersama itu enggak dibaca. Tapi sekarang peraturan pemerintah yang baru, praktik mandiri ya itu tidak diperolehkan, hanya harus menjadi klinik. Hm. Harus menjadi klinik. Yang klinik itu tentunya kan harus terakreditasi ya. Iya. Iya. Ya, gitu. Terstandarisasi. He. Ya sudah kita dengan terpaksa harus merubah dari praktik bersama itu menjadi sebuah klinik itu. Iya. Klinik yang tetap namanya yenik kita. Unikita. Tapi kita tambah kita tambah nama saya sama istri saya. Oke. Jadi ditambahi nama Farla itu. Oh, Nikita Farla. Iya. Akhirnya ketemu Nikita Farla. Ya sudah alhamdulillah mulai tahun 20 2023 terus berjalan sampai sekarang ini. Kalau dulu berarti sebelum klinik izinnya apa, Dok? Yang praktu praktik bersama itu izin praktik biasa. Oh, izin praktik biasa. Masing-masing dokter izin praktik biasa ya. Apotek juga praktik biasa, izin praktik biasa. Tapi setelah jadi klinik, sekarang izinnya sebagai klinik. Jadi tanpa melibatkan personilnya dokter-dokter. Dokter siapa saja boleh boleh karena klinik. Iya. Dan harus menjadi PT. Heeh. Heeh. Heeh. PT-nya kebetulnya ya namanya ya mirip-miriplah dengan Nikita gitu. PT Sehat Nikita apa-apa gitu. Siap. Siap. Siap. Ya. Itu terakreditasi itu. Iya. Bikin klinik itu ribet kayaknya, Dok, ya. Ribet. Betul. Betul ya. Iya. Harus membuat anu banyak ee poin-poin yang harus kita buat. Kemudian harus akreditasi. He. Heeh. Persiapan akreditasi itu kan banyak itu. He. Mulai dari apa? Gedungnya, kemudian bentuk-bentuk lainnya, sistemnya bagaimana, sistem limbahnya bagaimana. Ya, itu banyak sekali. Mungkin kalau di sektor makanan itu kayak BPOM begitu ya. Ya, harus gitu. Harus gitu. Ini harus sudah benar-benar terstandarisasi. Benar-benar terstandarisasi. Masyaallah. Ya, Ponek proses kita ee akan akreditasi juga perlu waktu lama 6 bulan itu. Hm. Makanya kita mulai membuat klinik itu tahun 2023 baru terakreditasi tahun 2024. Hm. Nah, itu baru sekarang itu sampai sekarang berarti ya. Sekarang kalau saya tadi juga mencatat ada nama Nikita Utama itu apa bedanya? Oh bukan. Jadi klinik utama. Oh klinik utama. Jadi klinik itu ada klinik pratama. Heeh. Dan ada klinik utama. Oh bukan kita utama ya. Klinik utama apa itu klinik utama? Bu klinik utama itu semuanya yang ter ada di situ dokter spesialis. Oh ya. mulai dari apa namanya pemiliknya ya semuanya yang pelayan di situ dokter spesialis. Kalau klinik pertama tidak. Hm. Klinik pertama dokter umum. Heeh. Heeh. Itu bedanya. Artinya dari segi pelayannya pelayan kesehatan di situ sudah setingkat lebih tinggi. Lebih tinggi kalau klinik utama. Iya. Iya. Karena semuanya yang praktik di situ dokter spesialis. Iya. Iya. Dok. Kok mengarahkan anaknya menjadi seorang dokter? Nah, gitu. Iya, kan gitu kan anaknya dokter semua kan. Heeh. Kenapa itu, Dok? Sebetulnya ya kita tidak anu ya, tidak mengarahkan ke sana. Orang tua itu sebetulnya itu bebas ya. Cuma biasanya kita itu hanya bisa memberi gambaran saja. He bedanya dokter dengan bukan dokter itu apa? He. Jadi dokter tuh kita harus punya apa namanya? Niat sosial. Heeh. Heeh. Heeh. Ya, beda dengan kita ee sekolah-sekolah yang biasa toh kita macam-macam ya. Ya, ya itu. Nah, itu pun juga saya tidak pernah menyarankan anak-anak saya untuk menjadi dokter ya. Cuma ikut orang tuanya aja ya. Sama seperti orang tuanya penyanyi, orang tuanya artis, anak-anaknya terus ikut jalan seperti itu. Sebetulnya itu aja otomatis saja terutama anak yang pertama. Oke. Kalau yang kedua mesti yang diikutkan kakaknya. Oh, ya. I ya sudahlah akhirnya terbaca tiga-tiganya. Dokter apa anak-anaknya, Dok? Jadi kalau anak saya yang pertama itu sama dengan saya, dokter kandungan. Oke. Yang kedua dokter urologi ya. Yang ketiga dokter cita perempuan itu dokter mata. Jadi anak saya itu yang pertama itu dokter Irfani itu ya tak belakangnya namanya NI. Oh iya. I yang kedua dr. Terrif Q toh itu urologi namanya belakangnya Qi. He. Yang ketiga namanya Cita. Oke. Anak saya yang ketiga itu namanya Cita Farla sebetulnya. Oh. Farla itu diambil dari nama Bapak Ibu ya. Harus gitu. Yang sekarang ikut praktik di Nikita Farla ada. Iya. Yang sekarang ketiga anaknya yang ikut praktik di Nikita Farla. Dua yang ikut. Yang ikut itu dr. Irfan itu sama dr. Rifki urologi. Ee urologi itu apa, Dok? Urologi itu bagian apa? Saluran. kencing lah ee saluran kencing mulai dari ginjal, kemudian misalnya batu, prostat segala macam itu kan urusannya urologi semuanya itu. He he. Ya, di situ. Siap, Dok. Nah, keren-keren begini. Kalau seorang kalau biasanya kita berbicara dengan seorang UMKM atau pengusaha pebisnis begitu, pasti mengalami fase-fase yang sangat susah. fase-fase kayak susah untuk dilewati dan mungkin bahkan mereka enggak mau melewati fase itu. Nah, dokter ee sebagai seorang dokter yang kemudian mengawali membangun sebuah klinik pernahkah juga mengalami fase seperti itu? Ya, semua pernah. Heeh. Ya, jadi jangan dikira kalau pebisnis lainnya itu kadang-kadang ada pasang surutnya sama pelayanan juga sama. Sama ya lah. Kita sih tidak mengharapkan Heeh. banyak yang sakit supaya pasiennya banyak ya tidak sebetulnya enggak pernah doa seperti itu. Iya enggak pernah. Cuma kadang-kadang itu musim-musim tertentu misalnya musim musim-musim anak sekolah masih baru. He he. Musim-musim seperti kemarin musim-musim ada ee penyakit Covid barang itu otomatis yang kedokteran menjadi berkurang karena mereka takut. takut ketularan pasti itu. Ya, musim-musim seperti itu yang kadang ini kadang-kadang kalau ada musim-musim tertentu misalnya musim-musim wabah Heeh. wabah demam berdarah atau wabah apa lah itu kan usis kunjungan meningkat itu. Heeh. He he. Ya seperti itu anunya. Jadi mesti ada itu kadang ramai kadang sepi itu pasti ada. Kalau yang menurut dokter yang paling apa ya paling struggle itu saat kapan Dok? Saat saat kapan maksudnya gimana? fase-fase saat kapan dokter merasa dalam berbisnis ini dalam klinik Heeh bis layanan kesehatan berarti ya Heeh itu mengalami fase-fase yang berat begitu pas saat membangunah atau ya kalau membangun sih pasti ya membangun itu pasti tapi kan membangun itu sebetulnya lebih mudah daripada ee perawatan berikutnya begitu ya lebih mudah membangun ya iya lebih mudah membangun yang penting kan ada uang selesai sudah Tapi untuk supaya bisa kita menghidupkan sebuah klinik ee itu perlu ya. Jadi para pekerja yang di klinik itu perlu bisa apa namanya ee apa ya namanya ya ya bisa memberikan pelayanan yang baik. Hm. Milayan yang baik. Jangan sampai nanti pasien-pasien yang di sana itu kemudian komplain dan itu yang harus kita jaga betul-betul. He. Kemudian semua kebutuhan dari pasien ya pelayanannya harus kita perhatikan betul-betul. Layanan apa yang menurut dokter di klinik ee Nikita Farla itu yang paling berbeda dari yang lain? Yang berbeda ya kita ini punya fasilitas yang agak lengkap ya. Jadi mulai dokternya juga spesialis semuanya ada laboratoriumnya. Hm. He. Kemudian ada ee tindakan-tindakan emergensi. He ya yang ya hampir seperti instalasi gawat darurat lah ya. Oke. Tapi karena kita ini hanya sebagai klinik, kita terbatas dalam tindakan-tindakan yang sesuai atau yang diperlukan di dalam klinik. Heeh. He he. Ya, itu aja sebetulnya. Terus kemudian kita ini ada ee apotek juga ada dengan pelayanan yang semuanya lengkap. Terus yang kedua, kita ini menjalin hubungan rujukan dengan rumah sakit-rumah sakit yang lain. Misalnya kita punya kerja sama dengan Rumah Sakit ISKA. He. Sehingga kalau ada pasien-pasien yang memerlukan bantuan perlu dirujuk, kita sudah bisa ee mengharapkan merujuk ke rumah sakit ISA dengan cara yang mudah. He. Jadi untuk mempermudah sebetulnya itu. Iya. Itu kelebihan dari Nik kita. Siap. Ya, Dok. Ini kembali lagi ke awal. Jadi, kalau saya amati kan klinik itu serba mahal alatnya ya. Jadi, membangun pun juga tidak murah mungkin mahal lah gitu ya. Itu apa ee bagaimana dokter ketika membangun itu dengan banyak fasilitas yang mahal-mahal mungkin ee membutuhkan bel yang mahal i dan apa enggak apa nanti kalau rugi gimana ya nanti ah kayak gitu, Dok. Nah, gimana itu, Dok? Ya, itu risiko, Mas. Ya, kita punya peralatan lengkap misalnya peralatan untuk laboratorium itu juga enggak murah. Iya, kan mahal, Dok. Untuk perawatan kalau dalam kebidanan sama penyakit dalam itu fasilitas USG. Heeh. Itu harganya juga lumayan mahal. Untuk alat-alat misalnya pemeriksaan jantung. Heeh. He itu juga mahal. Iya, kan mahal ya. Karena itu sesuai dengan kebutuhan ya terpaksa ya kita harus kita penuhi dengan cara apapun ya. Tapi alhamdulillah kita sama sekali itu tidak ee mempunyai apa ya pinjaman. Weh tidak memiliki pinjaman. Iya tidak memiliki pinjaman. Kita memang sengaja menjaga jangan sampai kita ini membeli alat ini dengan pinjam-pinjam ngambil kredit apa jangan sampai seperti itu. Oh. Terus bagaimana cara supaya berkembang tapi tanpa harus memakai pinjaman itu dong? Ya kalau awal-awal ya pakai dana pribadi. Dana pribadi hasil praktik selama apa 20 tahun 30 tahun lebih itulah ya karena kita memang sudah ancang-ancang merencanakan sejak awal. He berarti ibarat kita juga ngumpulin modal yang sangat panjang ya. Iya betul. 20 tahun ya. Iya lebih lebih ya. Ya kan saya kan mulai tahun '92. Heeh. Heeh. 92 baru terealisir menjadi klinik. E klinik itu 23 itu 2023. Iya. Iya. Iya. Ya. Ya itu kan ya perlu proses yang panjang itu berapa tahun itu ya? Lama. Iya iya iya. Hampir 30 tahun berarti kalau 92 sampai 2023. Iya ya segitu awalnya. Oh, jadi dari kemudian dari laba bukan laba ya, dari uang yang terkumpul dibikinah dibikinlah sebuah klinik dengan alat yang tercover dulu gitu ya. Habis itu profit profit lagi beli lagi begitu ya. Satu persatulah enggak langsung serentak semuanya dipetuhi gak ya. Kalau alat yang paling mahal, Doka, Dok, kalau di klinik itu kalau saat ini ya USG itu yang paling mahal. USG, Dok, ya? Iya, paling mahal. Oh, saya kira tadi yang kaitannya sama jantung itu bukan ya USG, Dok ya? Enggak. Kalau jantung itu kan cuma alat untuk rekam jantung aja. Oh. Sama dengan alat-alat laboratorium biasa. Itu kan urut alat-alat untuk penunjang ya. Penunjang diagnostik itu saya kira biasa. USG itu yang paling mahal. Biasa USG, Dok ya? Iya. Sampai berapa, Dok? Kalau boleh tahu, Min? Macam-macam sekarang itu. Kalau zaman dulu tuh USG itu kan paling murah itu harganya ya 600 juta paling murah. Itu paling murah ya. Iya. Tapi kalau sekarang banyak ee banyak USG-USG yang apa ee murah meriah itu banyak sekarang itu yang portable-portable itu banyak sekarang. Iya. Iya. Iya. Kalau zaman dulu gak ada gitu-gitu sekarang. Dulu pasti kompact betul begitu ya. Iya betul. Itu saya juga mendengar sebuah ibaratnya itu sebuah apa ya? Pembicaraan umum lah di kaw di kalangan orang-orang Tulungagung. Iya. Kalau mau USG yang titis ya tempatnya di dokter Fadgur. Betul ya, Dok? Ya, berita dari mana? Dapat bisikan apa rahasianya, Dok? Kemudian di ada stereotip umum, ada statement umum, oh titis ini USG-nya gitu sebetulnya ya sama saja wong kita ini pendidikan itu sama cuma bedanya kita ini dalam pemeriksaan USG atau kita kan harus telaten ya. Heeh. Heeh. Heeh. Telaten, teliti sehingga supaya untuk menemukan sebuah diagnostik itu tidak menyimpang terlalu jauh. Hm. H ya. Ya. Tapi yang namanya alat itu USG itu kan sebetulnya alat penunjang saja. He he. Ya. Kita harus meng anu Mas mengkombinasikan antara pemeriksaan fisik dan pemeriksaan dengan diagnostik baik USG maupun laboratorium. Hm. Ya. Jadi kita tidak bisa ee fokus percaya pada alat saja. Kita harus periksaan yang konvensional biasa harus kita pikirkan. Harus itu. Heeh. Heeh. Berarti kata kuncinya lebih lebih telaten begitu ya? Lebih lebih lebih tenanan lah teliti ya. Ini seperti itu ya. Alhamdulillah kebetulan memang beberapa ada pasien saya yang pasien-pasien lama sampai sekarang masih percaya sama saya. Masih masih bolak-balik. Iya. Harus gitu. Apa kuncinya, Dok? bisa kan dari dari kalau dalam segi bisnis kalau marketing itu hanya untuk orang supaya datang pertama kali tapi untuk kemudian bisa datang kedua kali ketiga kali maka layananlah yang berbicara maka produklah yang berbicara. Nah, berarti kan ada something yang spesial ini dokter Fadgur. Apa kalau boleh Fadgur ceritakan kepada kita? Komunikasi Mas. Komunikasi ya. Itu yang penting komunikasi. Jadi antara dokter dengan pasien itu harus komunikasi yang baik. Hm. Jadi dalam hal ini kita itu dalam menghadapi pasien kita sebetulnya tidak menganggap pasien itu orang sakit. Kita anggap pasien itu seperti keluarga kita sendiri atau seperti teman sendiri sehingga komunikasinya bisa baik. Ya. Jadi setiap ada kelon pasien kita harus bisa mendengarkan dengan baik dan mencari solusinya. H. He. Jadi ya memang ada beberapa dokter yang terutama yang pasiennya banyak sekali cepat-cepetan periksanya lah. Itu kadang-kadang ya membuat pasien menjadi tidak apa namanya kapoklah gak mau kembali lagi ya. Contoh komunikasinya seperti apa, Dokter? Ya itulah kita sebagai dokter itu harus menjadi pendengar yang baik ya. Pendengar yang baik, mencarikan solusi yang baik. Ya, cuma gitu aja sebetulnya ya. Iya. Iya. Iya. Jadi tidak tidak ngotot ya seperti itu. Nah ee izin memandang dari segmentasi pebisnis juga. Kadang-kadang kalau kita seorang pebisnis itu kan menambak menembak segmen tertentu. Misal kayak middle low menengah ke atas atau menengah. Ini kalau di dari segi klinik kita gimana? Jadi gini kebetulan memang ya beberapa klinik itu sekarang sudah bekerja sama dengan BPJS. Oke ya. Heeh. Kalau klinik lintas sampai saat ini masih belum. He. Jadi kita hanya melayani pasien-pasien yang umum saja non BPJS. Hm. Ya. Nah, kalau yang non BPJS umumnya ya pasien-pasien itu yang biasanya menengah ke atas. Heeh. He. Tapi ada kalanya juga yang menengah ke bawah, yang di bawah menengah itu juga ke ini kita juga ada juga. Dan tentunya kan kita ya tidak asal memberikan pelayanan. Kalau yang menengah ke atas seperti ini, yang di bawahnya ya tidak ya. Kita dalam pelayanan kita samakan sama saja. Iya iya iya. I ya yang penting apa kita memberikan fasilitas yang terbaik, kita komunikasikan itu yang menjadi value, Dok, ya. Sehingga siapapun yang datang pasti akan terlayani dengan maksimal. Iya, betul, betul, betul. Ada juga saya mendengar sebuah apa ini program ya, Dok ya. di sana ada program juga program hamil ini, Dok, ya. Iya. Itu gimana program hamil seperti apa, Dok? Kalau yang di sana itu jadi gini ya, memang salah satu pelayanan di dalam Nikita Farla itu kan pelayanan untuk kesuburan. Heeh. Heeh. Kesuburan itu ya pasangan suami istri. Heeh. yang menikah selama 1 tahun dengan hubungan suami istri yang wajar. He. Tidak memakai alat kontrasepsi. He kok tidak hamil-hamil. Hm. Itu berarti ada masalah dengan kesuburan atau di dalam kebidanan disebut dengan masalah infertilitas. Hm. Infertilitas itu ada infertilitas suami. Heeh. He. Karena suami atau infertilitas karena istri. Heeh. Heeh. Itu dengan penyebab yang berbeda-beda. Hm. Nah, kebetulan di Nikita Farla itu sangat banyak pasangan-pasangan yang mengharapkan hamil. He. Program hamil promil itu banyak sekali. He ya. kita selama ini kan kita memang belum melakukan tindakan yang biasa ee tindakan yang lebih dari yang konvensional biasa misalnya seperti yang di Nikita Farna kita yang mati dengan mengatur masa subur dengan pengobatan hormonal sebagainya. He. Nah, nanti kalau ada penyakit ee kelainan-kelainan tertentu yang terpaksa harus melakukan program hamil dengan inseminasi atau bayi tabung terpaksa kita juga menjalin kok menjalan kerja sama dengan sebuah klinik bayi tabung di Surabaya. Oke. Oke. Kita juga menjalin hubungan. Jadi itu juga salah satu kelebihan. Heeh. Heeh. Nanti kalau ada masalah-masalah yang tidak bisa kita tertangani, ya kita langsung merujuk ke ke sana klinik bayi tabung Surabaya itu, Dok. Ee itu itu loh apa tadi kan dikatakan pada hubungan yang biasa. Heeh. Pada hubungan yang biasa kemudian kok enggak terjadi tidak ada kehamilan maka dalam waktu 1 tahun katakanlah sudah bisa berkomunikasi atau berkonsultasi diitafarlah. Ini untuk edukasi aja. Berarti kategori umum itu seperti apa D? Maksudnya seminggu berapa kali begitu sebetulnya? Ya tidak ada aturan. Tidak ada ya? Ya. Oke. Aturan hubungan suami istri seminggu berapa kali? Tidak ada. Tapi yang wajar. He he. Yang wajar tuh kalau misalnya dalam keadaan masih baru biasanya suami istri itu hubungan misalnya seminggu tiga kali atau seminggu empat kali itu wajar. Oke, oke, oke. Heeh. Nah, maksudnya yang wajar itu maksudnya gini, suami istri itu tidak LDR. Oke. Memang dia sehari-hari ada. Iya, iya. I hubungan rutin biasa tiap minggu ya. Hubungan seminggu dua kali apa tiga kali tapi rutin? Iya. Iya. Tanpa KB tanpa kok gak amil-amil. Nah, itu kita harus curiga. Ee curiga ada salah satu apakah suami atau istri yang bermasalah. Iya. Nah, dari sana kita langsung mencari penyebabnya karena apa? Baik. Kalau LDR kan ya jelas to Dok. Iya. Ini saya enggak hamil-hamil karena apa? Karena LDR ya. Jelas. Iya. Iya. Betul. Tinggal ke luar negeri tinggal ya itu ya. Heeh. Nah, maksudnya kalau yang kalau yang biasa dokter temukan di pasiennya itu, Dok, itu karena apa penyebabnya dari sebetulnya yang paling sering penyebab itu karena wanita. Oke. Jadi di dalam proses ee program hamil Heeh. He. Itu melibatkan ada alat ginekologi, alat anu apa? Organ. Heeh. Genitalia wanita itu terdiri dari uterus. Userus itu rahim ya. Heeh. Heeh. Heeh. Yang kedua ovarium. Ovarium itu indung telur. Yang ketiga itu saluran tuba. Hm. Saluran tuba itu yang menghubungkan antara ee ovarium, indung telur dengan uterus atau rahim. He. Ketiga ini bisa bermasalah. Hm. Misalnya kalau faktornya karena ovarium atau indung telur itu bisa ee kelainannya tidak mengeluarkan sel telur setiap harinya. H. Jadi gangguan ovulasi namanya. Heeh. Heeh. He. Itu faktor utamanya itu karena faktor dari ovariumnya. Tidak ada sel telur keluar gitu ya. Iya ya. Dan itu biasanya berkaitan dengan siklus mensturasi. Hm. Jadi wanita yang siklus mensturasinya tidak teratur. Heeh. Heeh. ada yang 2 bulan gak min 3 bulan itu biasanya berhubungan dengan masalah ovulasi itu. H itu juga menjadi salah satu penyebab ee ketidaksuburan. He. Terus ada juga tuba. Tuba itu saluran. He. Saluran yang dipakai untuk alat transport dari ovarium indung telur ke rahim. He ya. Itu juga bisa tubah itu bisa sempit. Hm. Bisa buntu tersumbat. Berarti ini jalannya ya? Jalannya ada apa nih? jalannya jembatannya. Kenapa? Iya. Itu juga bisa menyebabkan ee ketidaksuburan. Kalau faktor uterus rahim itu bisa karena penyakit tertentu. Misalnya tumor, ada mium dan sebagainya itu bisa menyebabkan itu. Ada masalah tanda-tanda keganasan misalnya kanker servik misalnya itu juga bisa menyebabkan gangguan pada kesuburan. Siap. Siap. Itu kalau pada wanita. Iya. I kalau pada pria gampang itu cuma mencari aja kondisi spermanya normal apa tidak. Oh, itu tahunya ya dengan pemeriksaan laboratorium namanya analisa sperma. Sperma. Oh, lebih mudah ya, Dok? Ya, lebih mudah, Dok. Kalau yang tadi perempuan dari ketiga kan ada tiga aspek tadi yang di yang menjadi menyebabkan ee orang jadi susah hamil atau wanita susah hamil. itu terjadi secara genetik atau memang ada kebiasaan-kebiasaan yang dia lakukan yang menyebabkan dia kemudian susah hamil tadi ya di antara tiga organ tadi bermasalah itu yang mana, Dok? Sebetulnya gini ya memang kadang-kadang faktor genetik itu bisa tapi tidak selalu ya makanya kadang-kadang ada yang dari pasangan suami istri atau keluarga ini punya anaknya cuma satu-satu tok. H dulu juga saya punya anak itu lama 10 tahun baru punya anak. Oh begitu ya. kan banyak seperti itu ya, tapi itu bukan bukan faktor genetik yang mutlak, tidak ya. Terus yang kedua, faktor-faktor yang lain misalnya ada faktor infeksi. He he. Ya, ada faktor kalau sekarang tuh banyak kelainan-kelainan kista ya. Heeh. Heeh. Kista pada indung telur yang namanya PCO itu ya. Kista-kista yang multiple banyak sekali pada ovarium itu yang seringkiali menyebabkan gangguan ovulasi. Heeh. Heeh. Nah, untuk yang pisuk itu seringkiali genetik itu. Hm. Kista itu kadang-kadang genetik. Genetik. Oke. Oke. Iya. Terus kalau faktor yang lain, faktor misalnya faktor dari infeksi pada tubah itu juga bisa. He. Paling gampang infeksi itu keputihan loh, Mas. Heeh. He he. He. Keputihan itu kan salah satu faktor infeksi yang tidak bisa diobati dengan baik. Akhirnya menyebabkan keputihan. Gangguan keputihan. akhirnya menyebabkan ee tubai yang menjadi tidak tidak normal itu juga bisa ya. Kalau rahim uterus ya misalnya karena tumor yang paling sering itu tumor pada dinding rahim namanya miuma uteri itu seringkiali Heeh. Kalau kebiasaan yang mungkin bisa dilakukan sebelum datang ke tempat praktik klinik dokter itu apa, Dok? Misal kayak ee kebiasaan mungkin tidak boleh apa terlalu capek atau apa itu ada enggak, Dok? seorang wanita atau pasangan yang melakukan ingin memiliki buah hati. Iya. Jadi sebetulnya gini, itu konseling ya. Oh, konseling ya wilayahnya ya. Kita mulai dari konseling pernikahan ya, premerital konseling itu banyak sekali. Kadang-kadang ada beberapa beberapa calon calon pasangan suami istri yang konseling. He, Dok, ini saya mau menikah. Oke. Apa-apa yang perlu saya siapkan supaya nanti nantinya pada saat menikah tidak ada masalah. Oh, berarti melayani konseling juga di klinik farm konseling. Iya, konseling itu. Ya sudah kita jelaskan nanti masalahnya pada wanita itu yang perlu dicari masalahnya itu ya keadaan tadi tiga macam itu ada masalah apa tidak. He. Kemudian dari faktor sperma itu kita cek apa ada masalah apa tidak. supaya nanti setelah menjalani pernikahan tidak ada lagi keragu-raguan di dalam melaksanakan pernikahan. Hm. Tapi tetap kita kembali pada faktor yang lain. He. Kadang-kadang semuanya bagus tapi kok gak ambil-hamil? Ternyata capek tadi ya. faktor kecapek, lelah, stres karena pekerjaan itu semua bisa mengganggu ketiga macam faktor tadi. Faktor tadi ya tentunya ya kalau mengharapkan hamil ya kita ya pertama kali ya kita harus pandai-pandai menjaga waktunya terutama saat-saat akan melakukan hubungan suami istri jangan dalam keadaan capek, dalam keadaan stres ya. Jadi sama-sama menikmati ya itu aja sebetulnya. He ya. Kalau yang datang ke dokter itu persentase berhasilnya tinggi, Dok, yang program kehamilan itu? Ya, kita gak bisa mengitu, Mas. Tidak pernah kita menentukan menghitung berapa persen ini enggak bisa memang ya karena macam-macam itu ya. Apalagi di klinik itu yang datang kan bukan hanya orang Tulungagung tok ya. Hm. Dari Blitar, dari Trenggalek. Banyak dari Trenggalek itu yang ke sini itu. Hm. Hm. Nah, nanti kalau misalnya dia program hamil kemudian berhasil, ya kita tidak mefollow up lagi. Kadang-kadang mereka sudah gak ke sini lagi. Harus itu yang kita gak tahu. Berarti sudah berhasil. Iya. Tahunya tahunya biasanya itu kalau sudah lahir Heeh. Heeh. kemudian dia kepengin hamil lagi baru dia cerita, "Dok, saya dulu hamil loh, Dok. Ini ya, itu baru tahu." Iya. Iya, iya. Justru kalau enggak datang malah sukses itu. Ya, karena sudah hamil. Belum tentu. Belum tentu juga. Atau mungkin pindah ke dokter lain ya bisa. Iya iya iya iya iya iya. Kalau yang persentase tentang tadi kanker itu banyak juga Dok kanker servik atau apa, W? Jadi kanker itu ada dua ya di dalam kandungan kita sebelum bicara kanker itu tumor ya. Tumor. Oke. Iya. Tumor itu benjolan. He he. Di dalam organ genitalia. He he. Ya. Itu ada jinak, ada ganas. H. Kalau yang ganas kita nyebutkan kanser atau kanker itu ya. Ya, kalau misalnya jinak ya gak perlu kita sebut ya kelainan pada ee tumor biasa gitu aja. Heeh. He he. Ya, sekarang yang jadi masalah dan saat ini kanser atau pada mulut rahim. He. Itu soalnya angka kematiannya sangat tinggi. Oh, oke. Itu jadi salah satu ee kanser pada wanita. He. Yang nomor satu itu adalah kanser servik. Hm. Setelah itu payudara. Hm. Di samping ada faktor anu kanser-kancer yang lain. Heeh. He. Nah, saat ini ee program dari pemerintah deteksi kanker servik itu sedang di digalakkan. Hm. Mulai dari pemeriksaan papsmir dan segala macam itu bisa untuk mendeteksi kanker servik termasuk pencegahan. He he he. Pencegahan kanser yang sekarang itu ada itu adalah kanser dengan melakukan vaksinasi. Hmm. Divaksin. Vaksinasi untuk kancer servic itu ya. Karena kancer itu saking saking banyaknya lah. Heeh. Heeh. Heeh. Banyak banget ya itu di masyarakat Indonesia. Banyak sekali. Iya. Oke. Nah, itu seringkiali memang berhubungan dengan status sosial ekonomi biasanya. Gimana itu, Dok? sosial ekonomi. Sosial ekonomi yang rendah biasanya kan. Iya. Itu semuanya sama. Shal ekonomi otomatis ya nutrisinya juga gak begitu baik. Itu penyebabnya sebenarnya apa toh kanker servik itu? Jadi kanker servik itu sampai saat ini karena ada infeksi human papiluma virus atau HPV. He. HPV itulah yang salah satu menjadi penyebab kanser. H. Nah. Salah satu untuk mendeteksi virus HPV sudah mengenai seseorang apa tidak, yaitu dengan pemeriksaan. Ada namanya pemeriksaan HPV DNA, kemudian ada pemeriksaan dengan Papsmir itu juga bisa mendeteksi itu. Heeh. He ya. Dan sekarang itu kalau seandainya apa banyak sekarang wanita-wanita itu dengan kesadaran sendiri ingin mencegah terutama kalau misalnya ada riwayat keluarganya orang tua apa-apa yang pernah kena itu sampai katakanlah parah atau meninggal lah itu juga faktor genetik itu kanserik itu berarti kalau mencegah itu berarti seperti apa dengan vaksinasi vaksinasi tadi ya termasuk di di klinik ada oh vaksinasi untuk pencegahan Iya. Jadi saya tambahkannya sedikit ya. Jadi saat ini tuh di klinik Nikita Farla itu pelayanannya itu di samping pelayanan untuk penyakit dalam. Heeh. Heeh. Kemudian kandungan. Heeh. Heeh. Urologi. He he. Laboratorium. Apotek. Itu ada pelayanan kecantikan, beauty care. Oh, kecantikan juga. Oh, beauty care. Terus kemudian ada anu pelayanan untuk baby spa. Hm. Untuk bayi-bayi yang butuh perawatan pijet bayi segala macam itu bisa dilakukan di Nikita Farla. Oh, ya. Alhamdulillah semuanya ini ya bisa berjalan dengan baik. Ada yang ada yang sedikit agak bela itu yang kecantikan itu Dok. Kok tiba-tiba kecantikan Dok. Iya. Jadi kita itu punya klinik kecantikan itu satu itu jadi satu. H kebetulan juga ya itu anak menantu saya itu. Hm. Anak menantu saya itu yang telaten untuk ngurusi klinik kecantikan dan kita juga punya konsultan juga dokter spesialis kulit kelamin ya. H ya. Itu juga ada yang meng anui ee klinik kecantikan itu ya. Jadi jadi satu di situ diklik jadi satu. Jadi ya banyak terutama karena ya terutama pasien-pasien dari kandungan ya kebidanan umumnya pasangan-pasangan yang pasangan muda. Iya. Iya. Pasangan muda yang ingin cantik. Nah, itu sekaligus konsultasi soal kehamilan gitu. Sekaligus itu. Iya. Ya. Kalau nanti kalau sudah lahir baby spa ya gitu. Jadi udah runut gitu ya. Iya. Nah, itu salah satu pelayanan yang ada di klinik kami. Kalau yang paling banyak diminati saat ini apa, Dok? Yang banyak anunya toh maksudnya banyak peminatnya dari beberapa layanan-layanan. Iya. Layanan ya anu penyakit dalam sama kandungan itu yang banyak. Hm. Yang utama itu ya. Iya. Penyakit dalam sama kandungan itu yang banyak. Oke. Oke. Oke. Kalau penyakit dalam kayak tadi ya, kayak kanker servik atau apa tuh penyakit dalam? Bukan. Penyakit dalam itu ya penyakit-penyakit yang di luar kandungan ya misalnya. Oh penyakit tifes. Oke oke oke. Penyakit jantung. Oh oke. Penyakit-penyakit apa ya? Banyak sekarang itu penyakit-penyakit lambung ya. Oke. Oke. Oke. Itu banyak itu kasus-kasus gitu yang yang banyak. Iya. Sekarang juga tren penyakit asam lambung ini ya. Kok jadi tren ya naik itu trennya Dok? Itu bagainya penyakit dalam. Iya iya iya. Oh, banyak orang stres soalnya ya. Iya, betul. Kecemasannya tinggi. Iya. Berarti kayak penyakit dalam itu ada sejak 2023 itu ya? Iya. Oh, iya. Oke. Sejak 2000 anu sejak praktik ini. Kalau dulu praktik awal sudah ada penyakit dalam. Sudah ada. Oh, saya kira hanya kandungan aja. Jadi awal-awal itu yang praktik cuma kandungan sama penyakit dalam. Oke. Kebetulan penyakit dalamnya itu ya istri saya. Oh, ya. Heeh. kita di dalamnya istri dokter yang kandungan. Iya. Cuma memang pertama kali saya karena pertama kali yang di Tulungagung itu kandungan tahun '92 itu kemudian penyakit dalam baru tahun 2 tahun berikutnya. Kalau penyakit dalam yang paling banyak, Dok. Yang paling banyak diderita oleh masyarakat Tulungagung dan sekitarnya. Lambung tetap ke lambung ya. Lamb lambung banyak. Hm. Penyebabnya lambung itu sampai sekarang penyebabnya belum tahu pasti. Iya. I ya. Cuma di masyarakat kita itu seringki pengaruh obat. Minum obat begitu. Iya. Banyak toh yang beli-beli obat sendiri. Obat apa namanya ya? Racian ya. Raciikan-racikan gitu. Seringki menyebabkan lambungnya luka. Hmm. Itu banyak sekali ya. Kita kerja sama dengan Rumah Sakit Iska toh dengan melakukan endoskopi. Heeh. He endoskopi, kolonoskopi itu kebetulan ya kita kerja sama kita melakukan tindakan di sana dengan ISKA he untuk pengobatan ini lambung itu untuk mencari jadi gampangnya endoskop itu seperti USG lah USG tapi yang langsung diteropong pakai alat endoskopi itu ya itu ada rawatin juga Dok di sana sementara belum oh belum ya Dok ya jadi kita sementara itu harus klinik baru klinik utama rawat jalan aja untuk rawat indap itu harus perlu persyaratan lagi ya ditambah lagi lagi punya tempat tidur jumlahnya berapa berapa berapa itu ada dan insyaallah nanti kita ee tahun 2026 kita akan merancang mulai berkembang menjadi rawat inap. Oh oke. Berarti ada perluasan Dok berarti ya secara tempat? Iya harus ada perluasan he karena dibutuhkan ruangan untuk rawat inap segala macam ya itu masih ada lahannya dicari-carikan berarti ya artinya beda tempat jadinya ya. ya di satu tempat cuma mungkin ada yang ngalah lah ruangan yang tadinya ini kita berubah jadi ini harus gitu yang layanan yang jarang-jarang digantikan apa digantikan itu iya ya harus gitu ya didoakan aja siap semoga terus berkembang amin amin amin selama menjadi dokter nih dok ee ada enggak pasien yang spesial yang memorable banget wah masih terengiang-ngiang ni dokter he tentang entah tentang kandungan atau tentang apapun itu. Iya, adak-adak. Jadi pasti ada pasti ada. Jadi ada beberapa pasien yang misalnya lama menikah gak hamil-hamil. Heeh. Heeh. Kemudian sampai kita terapi beberapa kali gak hamil akhirnya menghilang. Akhirnya menghilang. Oke. Suatu saat dia akan kembali lagi. Heeh. Dengan hamil dengan sendirinya. Hm. Ya, itulah kekuasaan Allah. H kita kembali ke sana. He. He. Malah ada juga pasien-pasien yang dengan pasien saya itu yang sudah berkali-kali pengobatan sampai ikut program bayi tabung pun juga tidak berhasil juga. Oke. Lama-lama dia kembali ke saya dengan apa? Laporan kalau dia hamil. Oke. Alhamdulillah. Sudah setelah itu dia kembali lagi terus sama saya rutin hamil sampai melahirkan. Kebetulan karena lama menikah tidak amil-amil ini kan termasuk risiko tinggi ya. Akhirnya kita lakukan jalan dengan operasi caesar. Oke. Sudah. Setelah itu saya pesan, "Sudah operasi selesai, sudah jangan ikut KB apa-apa. Sudah disyukuri, sekarang sudah punya anak. Enggak sampai setahun hamil lagi. Lah ini syukurnya dia sudah berusaha sekian lama ke saya juga, ke Surabaya juga enggak hamil-hamil. Akhirnya begitu hamil sekali berikutnya malah brudul gitu ya." Iya. Ya, itu yang kita memori yang memori dari saya seperti itu. Masyaallah. itu kategori lama itu berapa tahun itu, Dok? Tadi yang yang itu tadi yang biasanya itu lebih dari 10 tahun. Oh, karena kita harus pikir, Mas, wanita itu kalau sudah usianya sudah lebih dari 40 tahun Heeh. itu kesuburannya itu pasti akan menurun dengan sendirinya. He. Karena kualitas sel telurnya juga menjadi tidak baik. Beda dengan laki-laki ya. Kalau laki-laki umur berapa pun itu kalau subur ya tetap subur ya, kecuali kena penyakit tertentu ya. Ya, itu siap. Berarti memang ee apa ya, Dok? Tetap ee apa ya kayak ikhtiar ikhtiar yang maksimal pun kadang-kadang juga memang harus apa ya harus tetap diseleh nih terhadap Allah gitu ya. Allah berdoa. Betul ya, Dok ya. Iya. Heeh. Ya, kadang-kadang kita ini sedih juga. Ada pasien sampai berkunjung berkali-kali kok gak hamil-hamil. memang sudi juga akhirnya kita kalau ada pasien yang berhasil hamil ya kita senang. Tapi kalau kok jadi-jadi aku ya juga susah. Ini faktornya apa? Nah itu kita harus merujuk dengan program yang lain. Misalnya tadi inseminasi. Iya iya iya. Atau bayi tabung ya harus seperti itu. Oke Dok. Kadang-kadang juga seorang dokter itu juga apa ya, kita kan kalau ini dikaitkan dengan spiritual ya, kadang-kadang kan sebenarnya kita mengharapkan banyak pasien berarti kan juga mengharapkan orang sakit ya, Dok ya. Ya, seperti tadi saya sampaikan itu ya. Iya, betul, Dok ya. Itu gimana, Dok? Cara berdoanya gimana, Dok? Ya kita sih gak gak bagas seperti itu. Cuma kadang-kadang gini memang ada beberapa temahan, aduh kok sepi ya, kok enggak ada orang sakit terucap. Oke. Nah, kita harus menyadarkan bahwa ya syukur alhamdulillah. Heeh. He enggak ada yang sakit ya. Tapi selama kita masih bisa melayani, kita syukuri aja ya. Pasien sedikit maupun banyak ya kita syukuri aja. Kita tidak seperti orang dagang gak kok enggak ada yang beli ya. Nah kita gak seperti itu. Iya iya iya. Jadi ya memang harus apa ya niatnya berbeda dengan bisnis pada umumnya ya. Berarti kalau sudah enggak enggak ada yang banyak yang datang alhamdulillah berarti banyak masyarakat kita sehat. Iya. Ee kira sebenarnya kalau mimpinya drter Fadgur itu apa sih mimpi terbesarnya drter Fadgur? Mimpi untuk apa maksudnya? Untuk dalam klinik ini. Oh gini, kita itu kalau bisa ya punya klinik itu orang itu akhirnya tidak memandang dokternya H tapi kliniknya. H ya. Jadi datang ke klinik itu bukan karena dr. Fatkur, bukan karena siapa ndak, tapi yang penting klinik supaya nanti kalau misalnya dokter-dokter yang lama ini sudah gak praktik di situ, klinik tetap jalan. H. Jadi kita mengharapkan seperti itu. He. Jadi memang tujuan kita itu jangan sampai orang itu melihat dokternya. Nanti kalau melihat dokternya, dokternya sudah enggak ada, sudah praktiknya kliniknya sepi, akhirnya enggak ada yang ke situ. Seperti itu. Selain vaksinasi untuk kanker servik ya, kanker mulut rahim itu aja vaksin vaksinasi yang lain yang berhubungan dengan penyakit dalam. Hm. Ya. Jadi misalnya sekarang itu juga ada beberapa pasien yang kena penyakit hepatitis ya, itu ada vaksinasinya hepatitis. Kemudian pasien-pasien yang apa banyak musim penyakit flu influenza. Influenza iya itu ada vaksinasi untuk influenza. He he. Ya. Kita usahakan kita melayani vaksinasi selain kanker servik. Itu banyak vaksin yang tersedia juga, Dok, ya. Di sana. Iya. Sebetulnya kita ke depan tuh sebetulnya merencanakan untuk anu ee memberikan vaksinasi pada calon-calon jemah. He. Umrah, haji. Oh, i iya. Soalnya kalau kita ingin vaksin itu vaksin umrah haji itu kan harus biasanya datang ke Malang atau ke Surabaya. Kalau saya dulu, Dok. Iya. Sekarang di sini bisa dok? Berarti kita akan merintes ke sana. Soalnya saat ini karena ee poliklinik vaksinasi internasional itu namanya itu harus terakreditasi dari ee departemen yang lain. Heeh. He itu untuk Surabaya kan kita harus izin Surabaya. Heeh. Kelihatan sementara ini tidak diperkenankan karena sudah banyak Heeh. He h k vaksinasi seperti itu. Padahal itu sangat dibutuhkan. Sekarang kan jemah umrah banyak sekali. Ya. Kita sedang berusaha. Heeh. He itu untuk seperti itu itu diperlukan ruangan sendiri soalnya tidak boleh jadi satu dengan Iya harus gitu closing statement Dok. Heeh. He closing statement dari dokter untuk podcast kita kali ini. Jadi seperti tadi klinik Nikita Farla itu bukan klinik yang sekarang jadi langsung seperti ini. Itu perlu proses. Mulai dari dokternya pribadi termasuk saya itu merintis dari awal dari praktik sampai di beberapa tempat. mungkin ada 10 tempat mungkin waktu itu akhirnya kita merintis menjadi sebuah klinik yang saat ini sudah ada. Terus kemudian kita dulu waktu masih praktik bersama praktik-praktik sendiri itu kita cuma punya ee anak buah itu cuma sekitar 3 emp aja sekarang sudah berkembang menjadi 25 orang. Jadi ee jadi menambah tenaga kerja lah ya. Ya, seperti itu. Terus yang kedua ee kita berupaya supaya klinik klinik Nikita Farla itu bisa tetap berjalan dan juga lebih bagus lagi kalau makin maju pelayanannya sehingga ee membuat masyarakat di sini itu bisa tertangani, terlayani dengan baik. Ya, itu aja yang perlu kita sampaikan ya. Siap. Terima kasih, Dokter, sudah sharing-sharing di tempat kita. I semoga makin laris ini. Iya. Amin. Amin. Amin. Amin. Amin. Makin besar. Amin. Amin. Terima kasih teman-teman ee yang menyimak sampai saat ini. Sampai jumpa di next episode. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [Musik]
Resume
Categories