Modal 5 Juta, Jualan Smoothies Depan Rumah, Kini Punya 4 Cabang & 40 Karyawan
9RGVGC391XQ • 2025-10-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Yang paling penting apa di antara semua
itu ketika riset itu yang kamu baca apa
yang paling penting?
Yang jelas ya pasti produk unggulan.
Oh. Di sini yang ramai apa sih gitu ya?
Yang rinis yang ramai apa sih? Terus
ee bisa enggak sih produk yang ramai di
suatu tempat itu kita masukkan ke Tulung
Agung seperti itu?
Bahasanya trial. Trial trial trial
trial. Karena apa? Karena kita itu pasti
akan terjadi problem-problem di awal.
mungkin nanti entah pelayanan terkait
nanti SOP anak-anaknya SDMku sendiri
jalan apa tidak. Tapi ya alhamdulillah
ini beberapa hari terakhir semingguan
terakhir wis menurut saya wis oke Mas.
Tapi dulu itu
wah banyak komplain Mas terkait terutama
pelayanan
kita coba otak-atiklah HP-nya biar
biar bisa masuk.
Iya. Saya itu juga mikirnya itu gini Mas
gak usahlah mahal-mahal tapi kita kejar
volume.
Hm. H
seperti itu nanti takutnya mahal memang
marginnya gede tapi nanti customer
kapok.
Iya. Iya.
Kalau usaha itu kalau bisa kerja keras
ee terus kalau enggak kerja tuntas gak
bakal bisa ini nanti.
Oke.
Jadi kerja keras, kerja cerdas tapi
harus tuntas. Oke.
Amin. Selesai. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat datang tetangga saya Mas Niko.
Siap, Mas Agung. Siap,
Mas. Ee jenengan ini usahanya banyak ya?
Berarti kalau ditanya orang itu, "Mas,
usahanya apa gitu? Gimana jawabnya?"
Ee sebetulnya juga bingung, Mas. mau
jawab gimana? Ee tapi kalau kita saya
itu jawab, "Mas, bisnisnya apa?" Ya,
macam-macam. Ada yang memang bidangnya
fotografi, videografi,
ada yang bidangnya FNB.
He.
Bahkan ada juga yang jasa keuangan
seperti itu.
Oh, jasa keuangan juga ya?
Iya.
Oh,
kita kan ee dulu Mas sedikit cerita
flashback saya itu kan dulu mantan
pekerja bank.
Oke.
Salah satu bank BUMN. Heeh.
Hampir sekitar 10 tahun dulu saya. Iya.
Saya tuh marketing, Mas. Dulu. He he.
Wis pokoke soro, Mas. Jadi marketing
sorone piye loh, Mas? Marketing kan juga
enak kan.
Ya ketoke enak, Mas. Soalnya itu kan
karo orang awam itu lihatnya kan enak yo
kerja di bank AC, pakaian rapi.
Iya.
Koneksine bagus. Padahal kita secara
marketing itu cari nasabah, Mas.
Oh,
cari nasabah. Kebetulan dulu saya itu
kan marketing kredit.
Hmm. Jadi ya wis ya seperti itu yang
viral-viral di TikTok itu, Mas. Kalau
akhir bulan lagi ya dimaki-maki
nanti kalau tanggal 1 sampai tanggal 5
cari nasabah. Nah,
ee dulu itu kan saya juga itu Mas pegang
di salah satu jabatan itu marketing
edisi
nah salah satunya agen breing.
Nah, di rumah saya daftarkan sekalian
untuk marketingnya itu tadi edisi jadi
jasa keuangan Mas yang mitranya sama
Bank BRI langsung.
Siap-siap.
Ee waktu jadi ATM jadi ATM lagi jadi
marketing sebuah perbankan.
Iya.
Berarti boleh dibilang juga kayak nagih
itu dep collektor Mas ya.
Iya. Jadi ya wis
iya Mas rasanya jadi dep kolektor
biayai kabeh wis Mas ya dari ya cari
customer baru cari collection yang nagih
DPKn PL.
Heeh.
Jadi ya cari nasabah yang nabung
deposito wis
ee kayak sales Mas. Jadi ya door to door
pernah ke pasar
pernah juga. Yang paling susah di antara
semua
job apa? Eh, terus terang nage
nage ya.
Ee sebagai marketing itu kalau
penyaluran kredit itu gampang, Mas.
Oh iya,
karena kita
jelas banyak yang butuh ya.
Iya. Siapa sih yang nak mau uang
ya? Iya. I
cuman kalau saya nanti salah sasaran,
nah gak tahu nanti background-nya dia
seperti apa, jaminannya apa, ya agak
ribet, Mas. Akhirnya nanti di akhir
bulan pasti nagi yang susah saya sendiri
nanti.
Seperti itu.
Cerita yang susah, ada enggak cerita
yang kayak susah banget ditagih itu?
Ada. Ada dulu eh saya ya agak miss juga
sih waktu survei Mas itu waktu saya
terakhir itu kan posisi saya itu
penempatan di Kediri. H.
Jadi itu saya itu nagih mulai ke rumah
bapaknya, rumahnya sendiri, rumahnya ee
kakaknya nunggu sampai jam . malam itu
pernah Mas saya wis tak lihat tak inceng
Mas dari jendela. Sebetulnya orangnya
ada tapi ndelik. Hm.
Ada yang cak lucu itu juga nelik di
kandang sapi itu loh, Mas. Pernah, Mas,
sampai seperti itu?
Iya, iya.
Engih.
Wih, berarti juga kan kadang orang kan
kalau dari perspektif pengusaha kan wah
aku dikejar-kejar nih susah. Berarti
sebenarnya juga dari segi yang pihak
perbankan sendiri, dep collektor juga ee
bahasanya kalau dep collektor kasar
enggak ya? Enggak ya biasa agak kasar
ya. Iya. Iya.
Apa yang bahasa
ee kalau dulu di bank namanya RM
Oh, relationship management.
Iya.
Oh,
seperti itu.
Itu juga kesulitan gitu loh ya. Jadi
sudah konsekuensi kalau utang ya harus
nagih gitu ya.
Iya. Iya. Betul ya.
Kalau hutang harus bayar kok harus nah.
Iya. Kalau hutang juga harus sebetulnya
itu kan setiap ee dia mau pencairan,
Mas. Namanya kalau di bank itu realisasi
dia kan ada akad kreditnya. Oke.
Tanggal berapa dia jatuh tempo berapa
nanti kalau dia enggak bayar 1 bulan itu
kenapa kes itu sebetulnya ada semua ya
cuman
ya namanya orang Mas ya kita kan gak
tahu profile dia
sendiri profile usahanya sendiri ada loh
yang mungkin
awalnya omsetnya sekian-sekian di bulan
ketiga itu dia jatuh
usahanya juga akhirnya kan kreditnya
juga mancat seperti itu, Mas.
Iya. Betul lah. Terus kok keluar kenapa,
Mas? setelah 10 tahun di perbankan itu.
Nah, ini ee cerita unik juga, Mas. Ee
karena ya di bank seperti itu tadi terus
juga alhamdulillah istri itu kan memulai
usahanya itu dari fokus studio. Fokus
studio sori fokus yang rental dulu belum
ada manjing studio. Jadi
persewaan alat-alat kamera itu kan mulai
dari 2016. Hm. Istri itu waktu kuliah
dulu itu coba-coba lah punya uang nabung
dibelikan kamera waktu itu kalau enggak
salah kamera action cam masih punyanya
Xiaomi Y Cam itu dulu
disewakan sama dipinjam temannya lebih
tepatnya
terus kok dikasih fee sama temannya yang
pinjam itu, Mas.
Dikelompokno, dikelompokno, dibelikan
SLR waktu itu kalau enggak salah Canon
apa gitu lupa aku, Mas. He he.
Disewakan lagi. Nah, terus jalan Mas
2016 ya karena waktu itu mungkin istri
juga mahasiswa jadi dapat uang mungkin
sehari Rp50.000 kan sudah sangat besar
sekali waktu itu. Senanglah
senang Mas.
Ken tuku pentol
i Pentol Cilok Malang. Dulu kan kuliah
di Malang Mas jadi
anak perantauan juga istri. Terus jalan
sempat juga Mas jualan es kepal Milo
itu sebelum
I itu yang jualan istri
istri
memang istrinya tangguh ya
memang dari background keluarganya yang
wiraswasta Mas istri itu
2018 saya juga masih belum nikah sama
istri itu masih pacaran dia membangun
juga es kepal milo
ya itu Mas pagi mulai ngobrok ya wis
ndak ndak ndak malu-malu istri saya itu
wi pekerja tangguh
nah suatu ketika
ee saya kerja di sebetulnya lebih
tepatnya pindah di Kediri. Saya itu 2
tahun terakhir kan sebelum Risan itu
pindah di Kediri, Mas. 2000
pindah di Kediri ya istri ee mungkin
pengin ada tambahan lagi pemasukan, Mas.
Coba itu tadi jualan jus masih rombong,
Mas, dulu di depan rumah. Heeh. Heeh.
Ya, alhamdulillah ya. mungkin berkat
kerja keras istri saya, mungkin doa
keluarga juga. Ee ramai sekali, Mas.
Hmm. Justnya ramai banget.
Ramai banget. Kebetulan, Mas, timingnya
itu pas mau menjelang Ramadan.
Oke.
Jadi, orang yang buka puasa buka puasa
itu beli
beli jus di situ.
Jus beli untuk takjilnya itu dari situ
berkembanglah. Jadi,
jadi berawal dari smoothie swap yang jus
versi rombong itu, Mas. H. He.
Jadi ada dua cabang rombong. Ada yang di
cabang stasiun yang baru ini ya, kafe
itu. He.
Berkembang lagi ada studionya itu
seperti itu, Mas. Kurang lebihnya.
Oh, berarti resisan itu karena pengin
membantu istri begitu ya fokusnya
ya. Lebih tepatnya dirisankan istri
dimintai resign Mas.
Oh.
Gawe opo loh? Kita usaha jalan. Sampean
juga ndak bisa bantu aku di rumah. Oke.
Oke.
Nanti daripada jenengan ya
terus. Terus terang, Mas. Terus saya itu
terus terang kadang sampai rumah itu,
Mas.
Berangkat jam .00 pagi.
Heeh.
Ee anak itu masih tidur, pulang itu
rata-rata jam 09.10 malam anak juga
tidur. H.
Nah, nanti lama-kelamaan anak saya
bilang saya ee bilang saya itu om
bisa-bisa. Karena gak tahu ini
papanya berangkat jam berapa, pulang jam
berapa. Sering Mas, itu saya pulang itu
hampir tiap hari itu rata-rata jam
sampai 10 malam.
Kalau mungkin di sekelas kota besar di
Jakarta itu kan mungkin biasa ya. Tapi
ini Tulungagung loh, Mas.
Nah, Tulungagung
berangkat pagi pulang mualam itu
kayaknya sudah
kayak enggak wajar gitu. Tapi itu
dialami oleh seorang marketing ya.
Iya. Mungkin kebanyakan marketing
mengalami mengalami hal itu, Mas.
Oh,
rata-rata sih seperti apalagi akhir
bulan. H
ee akhir bulan itu kan ada namanya itu
ee tutup tutup buku di 1 bulan ya Mas
ya. Itu
kita itu marketing itu sudah misal
pulang habis jam 12.00 malam
itu sudah jadi kayak
ee apa ya kebiasaannya seperti itu gitu
loh.
Wis biasa boleh jam biasa.
Iya betul. Iya kayak sudah jadi
kebiasaan gitu loh Mas.
Oke. Oke. Oke.
Kemudian risan lah. Habis itu bikin
usaha yang membesarkan yang juz tadi.
Iya. Sebetulnya sebelum 1 tahun saya
resign itu istrinya sudah ini ee mencoba
mencoba mencoba itu tadi yang terkait
jus.
Oke.
Buka rombong di depan rumah waktu itu
modal berapa ya? Kurang lebih sekitar
5 sampai R10 juta, Mas.
Untuk beli rombongnya.
Iya. produksi rombong, produksi
blendernya, kap sealernya, terus
kulaan untuk bahan yang pertama itu tadi
ee sendiri, Mas. Saya tidak bisa bantu
mau gimana lagi saya itu ya tadi
berangkat pagi pulang malam pulang malam
itu setiap hari ya?
Setiap hari, Mas.
Off-nya itu ya cuma liburnya Sabtu,
Minggu Sabtu pun itu kadang setengah
hari. He he he.
Ya, karena gak bisa membantu saya itu ya
kadang pulang itu, Mas. Kan kita kalau
kerja itu kan pasti kan cuapek, Mas. Ya.
Penginnya itu di rumah itu ya
ada ketemu anak, ketemu istri biar
lelainya hilang. Tapi ya
istri juga sudah capek. Aku juga gak
enak juga ngurusi usaha tadi. Terus
ee anak juga sudah tidur
itu, Mas. Dengan berat pertimbangan
sebetulnya ya.
E berat sekali, Mas, melepaskan kerjaan
itu karena sing kulino tanggal siji
bayaran. Nah, ini usaha, Mas. Siapa yang
berani melepaskan?
Iya, iya, iya.
Seperti itu kurang lebihnya, Mas.
Siap.
Apa yang membuat jus awalnya dulu
smoothies namanya? Udah smoothies atau
apa namanya?
Iya, iya. Namanya dulu itu smoothtes 5.
Udah smoothies 5 ya.
Iya.
Yang rombong itu loh.
Iya.
Apa yang membuat smoothi 5 yang rombong
itu kok bisa ramai sekali? Ada ratusan
orang yang beli setiap hari.
Iya. Ee waktu itu memang terus terang
riset, Mas. Riset riset riset. Kita itu
sama istri itu memang hobinya kuliner.
Heeh.
Coba kita ke Malang, coba kita ke
Surabaya. Bahkan sebelum buka itu kita
juga pernah riset sampai ke Bali.
Wis riset jusnya sampai
sampai Bali ya?
Iya. Ee lebih arahnya bukan jus sih,
Mas. Ee ke smoothies-nya.
Oh, smoothies ya. Oh, beda ya jus sama
semutes itu ya.
Jus e smoothties itu kan lebih ke arah
gak ada campuran airnya, minim es batu.
Oke, oke, oke.
Dan memang alatnya itu juga alat
blendernya khusus, Mas. Jadi memang ada
blender khusus untuk smotih, ada alat
blender untuk jus
seperti itu. Itu sampai riset ke
mana-mana itu, Mas.
Iya. Iya. Jauh banget, ya.
Iya.
Terus hasil riset yang kamu temukan apa
waktu itu? Nah, itu Mas ee untuk semois
itu memang berbeda dengan jus semutisnya
lebih ke kental ya Mas ya. Makanya kalau
di Tulungagung
saya lihat pasar dengan istri itu
kayaknya kok belum ada
yang main di situ. Heeh. Heh.
Akhirnya ya wislah kita ngalahi beli
alat agak lebih mahal gak apa-apa.
Ee biar ini jus itu agak upgrade-nya
lah. Jadi jus yang versi agak premium
lah seperti itu. Cuman harga tetap Mas
saya buat R5.000 sama istri itu.
Oh, harga murah, kualitas premium.
Iya.
Hmm.
Seperti itu.
Jadi waktu rombong itu sudah pakai alat
yang bagus itu
sudah.
Alatnya itu berapa harganya?
Kalau untuk mungkin ee teman-teman yang
usahanya juga jus mungkin agak pricey
ya. Di ini ada alat yang semi
industrial, Mas.
Oke.
Jadi untuk mere saya mohon maaf gak bisa
nyebut karena nanti
ya gak tahu
boleh apa gak.
Enggak usah disebut aja enggak apa-apa
ya. itu harganya sekitar kurang lebih
sekitar 2,5 sampai Rp3 juta untuk satu
alat blender.
Oke. Biasanya blender kan ratusan ribu
ya.
Iya. Under R1 juta lah mungkin sekitar
700, 800, 900.
Tapi karena ini untuk sebetulnya untuk
industrial
jarang sekali Mas digunakan untuk UMKM.
Oh
begitu.
Tapi memang dari awal sudah berani
investasi itu ya?
Ya karena ya sebetulnya ya agak nek sih,
Mas. Ya itu tadi itu eng resign oleh
badi apaak ya? Pasti Mas agak nekatnya
itu pasti ada. Iya. Iya.
Tapi karena ya tadi Mas lihat ke
beberapa tempat kok yang dipakai ini
semua ya.
Oh oke oke oke.
Mestinya ya meskipun gak saya terusan
sama istri itu kan gak ada bidang FnB
Mas sebelumnya.
Paling gak ndak ndak salah nemen-nemenan
lah nek sing ditiru gitu Mas ke
tempat-tempat itu seperti itu.
Hal apa yang diperhatikan saat riset
saat sampai ke kota-kota bahkan sampai
Bali itu apa yang diperhatikan?
Ee yang pasti pertama kalau cari tempat
itu barometernya sekarang itu kan sosial
media ya Mas ya. Heeh. Heeh.
Pasti pertama TikTok.
Heeh. Heeh.
Kedua, Instagram.
Heeh.
Kalau TikTok nanti kita kan pasti
pertama mungkin hashtag-nya rekomendasi
atau ee kuliner apa atau place and go
apa.
Kita biasanya cari itu lima rank teratas
lah.
Kita li rank teratas. Kita coba kunjungi
Mas.
H
ee suasananya gimana, menu bestsellernya
apa, harga berapa. H
semua bisa dipelajari menurut menurut
saya sama istri, Mas ya.
Oh, marketnya orang-orangnya profilnya
seperti ini. Mohon maaf mungkin banyak
yang pakai sepeda motor atau profilnya
orang pakai mobil
atau mungkin marketnya seperti apa itu
bisa kebaca seperti itu, Mas. Kebetulan
kafe baru buka, Mas, 2 minggu ini.
Oh, oke. Oke. Dari rombong berarti
sekarang buka kafe.
Iya, sebetulnya lebih ke rombong. Ee
buka yang konsep take away. He
yang di stasiun itu. He.
Terus buka lagi yang konsep bisa d in
ada menenu makan-makanan sehat.
Itu juga terinspirasi dari beberapa
tempat yang saya pernah kunjungi tadi
itu, Mas.
Jadi itu kadang saya tuh sampai luar
kota mana pun saya datangi, Mas. Ya,
demi
ya. Gimana lagi, Mas? Sudah gak kerja
loh, Mas.
Harus totalitas ini.
Iya, totalitas ini. Begitu wong zamannya
ibarate dulu nagih orang sampai jam 12.
Seh
mau kok
mau musahnya sendiri kok gak mau
mati-matian gitu.
Oh i ya jadi mentalnya ke bawah nih
mental mental kerja kerasnya ke bawah.
Iya harus totalitas.
Wah keren keren.
Iya.
Nah jadi waktu kafe berarti bahasanya
sekarang atau restoran apa nih?
Ee lebih ke
kitchen and bar sih Mas karena ada menu
makanan yang di belakang yang dari
kitchen ada yang kita kalau ngomongnya
kalau coffee itu kan barista. Mungkin
kalau jus itu apa ya?
Juer
tadi kan mesin
tapi katakanlah baris tapi khusus untuk
perjusan lah begitulah.
Nah nih yang model kayak den itu yang
restoran itu.
He heeh.
Sampai berapa, Mas? 2 minggu buka itu
bagaimana peminatnya? Banyak enggak?
Ee alhamdulillah Mas ee saya itu kan
memang sama istri itu kan mungkin saya
tuh gak jago dalam hal ee FnB mungkin
karena gak punya background juga.
Background punya cuma usahanya sendiri.
Tapi karena ya dulu ee
banyak beberapa teman nanti ya kita kan
bisa tanya-tanya Mas
pertama ya
biasanya saya tanya itu ee Mas Rosid
yang karena yang dekat sama tempat usaha
saya
ada punya teman itu Mbak Okta punya
Seiko itu juga beberapa teman juga saya
itu
karena gak paham saya itu terbiasa
konsultasi Mas Mbak
saya itu punya lokasi sekian enaknya
buat buat apa ya? Sharing lah.
Jadi ya alhamdulillah ee beberapa rekan
itu juga ee bukan merasa tersaingi malah
seperti teman sendiri kasih masukan
enaknya seperti ini loh. Ini loh Mas
lagi tren bagus.
Nah itu Mas ee dengan beberapa inspirasi
dari tempat ada beberapa di Jakarta kan
lagi trennya ee hidup sehat ya Mas ya.
Pedel mulai masuk Tulung Agung. He.
Terus dulu after COVID itu kan orang itu
kan sepedaan Mas ya. Habis ini kan
sekarang orang itu kan
lebih ee running ya Mas ya. Karena
mungkin dulu waktu saya
orang itu lebih senang foto selfie di
klub malam. Tapi kalau sekarang itu kan
lebih senang di
olahraga.
Olahraga morning kan ada privil sendiri
pamer sepatu biasanya.
progres nge-gymnya itu mungkin orang itu
kan banyak Mas punya uang tapi
belum tentu orang punya banyak uang itu
bisa ada progresnya itu tadi ya hidup
sehat itu kan gak semua orang juga bisa
betul betul betul
seperti itu tadi
ee berarti ketika apa ya curhat sama
selaku selaku pengusaha FNB katakanlah
disebut tadi ada Mas Rosit Hakwi Cof ada
juga Mbak Okta he
itu enggak apa-apa ya Mas mereka welcome
ya
I alhamdulillahnya welcome Mas itulah
welcome.
ee dikasih tahu seperti apa manajemennya
harusnya dikasih tahu bagaimana nanti
kendala-kendala juga operasional seperti
itu. Enak kok, Mas, orang-orang
seperti itu.
Siap, Mas. Aku juga dapat berita, Mas,
bahwasanya waktu mau opening di yang
smoothie vibes yang ini restoran ini
dulu
sama ibu.
Ternyata waktu mau opening ibunya sudah
Heeh. Heeh.
meninggal begitu ya.
Iya. Iya. Memang waktu itu di bulan saya
itu sebetulnya itu kafe ini kan ee
secara tiba-tiba Mas penginnya itu.
Karena biasanya
saya itu ada rekan namanya adanya Mas
namanya Mas Agat. Rekan saya dulu BRI
juga sama-sama risen
juga. Dia juga pelaku usaha juga salah
satu owner cuci sepatu di salah satu
ruko di stasiun. saya tetangga ruko lah.
Oke. Oke.
Biasanya tiap pagi itu saya dengan
orangnya itu jalan-jalan karena ya bukan
nafas muda ya, Mas ya. Nafas rokok
surya. Jadi ya wis jalan sak kuate
paling ya 3 kilo 5 kilo lewat
jalan-jalan. Loh bro
kok ada yang disewakan ya ini ya? Ya
bekasnya rukous saya yang sekarek-pek
itu Mas ya. Kaf
yang sekarang dipakai itu kan
itu koy kok anu ya itu bulan sekitar
bulan Juli, Mas. Heeh. Heeh.
Tanpa basa-basi saya ngajak istri lah.
Kok istri ya karena ya tadi Mas rodo
modal-modal nekad orangnya itu ne ee
orangnya itu memang ristaker Mas. Kadang
saya itu memutuskan sesuatu itu
kebijakan itu paling gak saya itu mikir
seharian dulu.
H
terus terus gini a tapi memang ya
namanya rester kadang ada yang memang
betul ada yang memang ya beleser-beser
git lah. Gak
apa gak apaah. Istri saya itu ya itu ee
dapat harga sekian
langsung DP itu di waktu hari itu juga
survei Mas. Langsung ya?
Langsung loh. Piye toh sampeyan kok wis
kok DP? Gak apa-ak selak-selak
kehilangan orang lain dipayu orang lain
kehilangan momen nanti
terdpah ternyata.
Itu belum saya Mas konsultasi sama
kontraktor itu belum.
Ternyata setelah dikontrak di DP
ternyata luasnya pemanjang Mas. Belakang
itu ada sekitar
ee 20 sampai 30 m.
Hmm. Lebarnya berapa? Lebarnya sekitar
6* 6 7 m.
6 sampai 7. Oh, belakangnya panjang
banget.
Iya.
Setelah datangkan kontraktor kanan saya.
Waduh, Mas koy kentek akeh to Mas iki
sampai teko muri. Waduh, terus piye,
Mas? Iki wis pokok jalan dulu ya, Mas.
Nanti bulan pertama sampeyan resek-resek
piye gitu. Pokoknya sing minim baca dulu
lah. Aku bilang gitu. Iya.
Nah, itu Mas tengah-tengah jalan waktu
ini masih sempat juga Mas orang tua tak
ajak ke
tempat itu ya ee karena ya minta doa
restu juga. Gimana Bu, gimana Pak?
He he.
Ee bagus gak le kadang
kadang itu kalau gak orang tua itu
menyetuj pun ada yang mengganjal Mas.
Terusang betul betul
ko kurang srek ya gak enak juga wong ya
doa restu orang tua juga keberkahan kita
dalam usaha tuh Mas.
Iya betul. Waktu itu ee ibu gak ada itu
bulan 6 eh sori bulan Juli itu
ketunda 1 bulan.
Jadi kontraktor juga menany mas iki piye
Mas kelanjutane sampeyan sido ndak iki?
Terus
ya sido Mas kadung tak bayar kok orang
yang boleh modal aku Mas. Ya wis akhir
berjalannya akhirnya grand sebetulnya
kemarin ini sampai sekarang itu kafe itu
masih ee grand opening tapi ala-ala masa
itu eh
modelnya itu kan silent. Tratement toh.
He.
Jadi dibuka itu tanggal 10
bahasanya trial trial trial trial trial.
Karena apa? Karena kita itu pasti
akan terjadi problem-problem di awal.
Mungkin nanti entah pelayanan terkait
nanti SOP, anak-anaknya SDMku sendiri
jalan apa tidak.
Tapi ya alhamdulillah ini beberapa hari
terakhir, seminggu terakhir wis menurut
saya wis oke, Mas. Tapi dulu itu wah
banyak komplain Mas terkait terutama
pelayanan.
Hm. He
karena memang ya itu tadi Mas balik lagi
konsep healthy food kan belum ada di
Tulungagung
ini dibawa ke sini kan memang fresh baru
juga mungkin kalau secara estetik
interior mungkin semuanya salah bisa
bisa membuat tapi mungkin kalau untuk
konsep healthy kan memang kayaknya gak
banyak toh tempat seperti itu.
Antusias sangat banyak sekali Mas untuk
video TikTok itu di-upload pertama itu
tembus R8.000 Wus banyak banget.
Langsung viral itu.
Langsung viral, organik, no influencer,
tidak ada booster via promo TikTok. Itu
kita enggak pakai semalam. Cuma yo pure
murni
hashtag.
Apa yang membuat viral di TikTok itu?
Ee mungkin pertama memang dari strategi
editingnya ada ada mungkin ada rumusnya
memang ada tim produksi, Mas. Aku gak
ngerti rumusnya seperti apa. Karena dulu
ee nah ini cerita unik juga, Mas. Karena
saya itu nak mengerti terkait ee konten
kreator Mas, ya bahasanya ya. Saya itu
merekrut satu orang dulu juga Malang
melintang di dunia perkafean. Tak ajak
ikut kerja. Aku alhamdulillah mau.
Wis, Mas. Aku percaya sampean karena aku
tidak punya background-nya contonten
kreator. Tapi nanti sebelum rilis video
pasti nanti konsultasi dulu ya, Mas.
Seperti itu.
Iya. sebelum publish dikasih tunjuk ke
saya.
Iya. Iya. Ternyata ya videonya itu harus
ada tulisannya apa biar viral apa
videonya itu
anu Mas videone lek sing saiki loh Mas
sing keri keri keri kui loh Mas lagi
viral toh iku lah iku itu ternyata kan
kalau ngomongin
ee estetik kanak estetik Mas lagu itu.
Tapi ya gimana lagi
memang algaritman memang lagi itu kita
harus ikutin soundtracknya itu Mas he
sampai R8.000 per video itu sekarang itu
bisa dicek R.000, Rp50.000 padahal cuma
follower berapa Mas? 300. Eh,
following-nya cuma ya aku tok yang
following akunya itu yang follow itu
sekitar cuma 300-an seberapa itu.
Berarti kategori viral lah itu.
Iya, kategori viral.
Kalau konsep healthy food yang diusung
itu seperti apa di smoothie vibes yang
cafe itu? Iya. Ee karena tadi juga
ikutnya inspirasi dari beberapa tempat
yang pernah saya kunjungi, Mas. Tadi
pertama yang jelas itu nanti tanpa gula.
Hmm. Oh, gak ada gulanya.
Iya, tanpa gula. Tapi gula di sini itu
dalam arti pemanisnya di di diganti,
Mas.
Heeh.
Bisa itu dari pisang.
Hm.
Ee selain pisang itu nanti bisa pakai
madu.
Heeh. Heeh. Bisa lagi nanti ada yang
orang itu, "Mas, aku maunya ndak pakai
madu atau pisang, aku tak bawa Stevia
sendiri."
Oh,
tetes dia biasanya mereknya macam-macam,
Mas. Ada yang tropikan, ada merek apa
dia
netes sendiri kan sudah
ini sudah manis. Tapi sebetulnya memang
dari buahnya sendiri itu pun juga manis,
Mas. Iya. Seperti itu. Manis
dengan konsep tanpa gula dimasukkan.
Terus nanti yang di kitchen juga gitu,
Mas. kita ya. Karena itu tadi, Mas,
karena saya itu kan beberapa bulan ini
kan konsentrasi ke gym. Heeh. He.
Jadi, ada anak-anak gym itu tak lihat
makanane kok mek ini yo ngapunten.
Kadang kan anak Jiman yang cuma dikukus.
Iya, iya iya.
Opo yo?
Rasanya flat lah.
Iya, rasanya flat. Opo yo enak? Wong aku
dewe yo enggak enak, Mas. Rasakno, Mas.
Iya, iya. Iya.
Jadi, telur ya masih digoreng, tapi
gorengnya diganti, Mas. Pakai olive oil.
He he he.
Ee pokoknya serba gula-sba gula ini
diganti, Mas. Diganti alternatif yang
lain seperti itu.
Oh, berarti juga makanannya juga
dipikirin sampai yang intinya sehat gitu
ya.
Iya. Iya. Gak pakai minyak digill
seperti itu, Mas. Di
jatuhnya kan mahal ya nanti harganya
sebetulnya. Iya. Tapi ya kita coba
otak-atiklah HP-nya biar
biar bisa masuk.
Iya. Saya itu juga mikirnya itu gini,
Mas. Gak usahlah mahal-mahal tapi kita
kejar volume.
Hm. H
seperti itu. Nanti takutnya mahal memang
marginnya gede tapi nanti customer
kapok.
Iya. Iya. Kalau menurut Mas Niko, berapa
persen kita mengambil profit
yang tadi kan enggak usah mahal-mahal
tapi yang penting volume. Nah, itu
berapa persen, Mas, kita ngambil profit
itu, Mas?
Sebetulnya itu ee kalau ngomongin
general profit total berapa itu agak
susah sih, Mas, diukur. Karena
pertama buah itu kan ada yang musim, ada
yang gak, Mas. Heeh.
Kalau nak musim apokat bisa itu tembus
sampai 30 sampai Rp50.000. Iya, betul.
Betul.
Tapi kalau gak musim
bisalah di bawah pasar.
He.
Terus ada yang buah itu musim kayak
semangka, melon kan musim terus, Mas.
Tapi harga dia stabil.
Jadi saya itu menerapkan sama istri itu
subsisi subsidi sulang.
Subsidi silang.
Nah, subsidi silang. Jadi
memang lagi yang musimnya mahal tak
ganti ada produk itu yang murah.
Hm. He
ya. Kalau margin mungkin ngomongin
sekitar 25 35% bisalah Mas ambil di situ
secara total Mas ya. Mungkin sudah
kepotong dengan gaji karyawan
operasional.
Berarti masih lumayan juga ya Mas?
Iya. Kalau kuliner kan agak tinggi
memang ya marginnya ya. He he. Kalau
ngomongin kita
jualan es teh, Mas ya. Teh itu berapa
sih, Mas? Heeh. He.
Esnya itu berapa sih? Sebetulnya kan
kalau ngomongin bisa untung 100% 2% itu
bisa
bisa. Oh. Oh,
tapi kan karena ini banyak kondimen di
dalamnya satu produk itu kan agak susah.
Apalagi ada buah yang musiman tadi itu
tadi, Mas.
Berarti pas kalau enggak musim itu
enggak ada ya di situ ya?
Ada solusinya.
Ee
nanam sendiri.
Nanam sendiri.
Iya,
Mas. Niko nanam sendiri.
Iya. Jadi,
kebetulannya tadi Masak juga nyambung
sama orang tua. Orang tuang tua ada
memang basicnya petani, Mas. Orang tua
itu.
Oke.
Petani padi.
Heeh.
Karena ini alhamdulillah, Pak. Ini kan
putramu kan ramai jualannya.
Wah, ini putram udah banyak nih yang
beli gitu.
Nanti yo wis okelah sewahane sampean
berapa sih? Aku kasih ono diskon. Jadi
tetap Mas ada hitungan enak Mas sama
sewa lahan ke Bapak sendiri.
Iya engko isolah Pak digawe setahun
sekali lah ojo kok gawe nemen-nemen
biayane punya anake anake sampeyan
sendiri mas kok larangno gitu.
Jadi tetap tak sewa, Mas. Tak sewa sing
biasane ee padi tak ganti beberapa buah,
Mas. Ada yang melon, ada yang semangka,
ada yang mungkin tomat seperti itu. Kan
tomat itu juga ada Mas, kita ada
jus tomat gitu.
Iya, jus tomat. Ada jus tomat, sunset
glow. Sunset glow itu ada tomat, apel,
wortel itu ada.
Oh,
karena itu, Mas, nanam sendiri ya.
Alhamdulillah harga itu benar-benar
pres.
Wih. Iya. Iya. Iya.
Jadi kuncinya itu memang kalau makannya
tadi itu sebetulnya kayak enggak masuk
akal kan, Mas. Juz R5.000.
Iya. Iya. Iya.
Itu kuncinya itu tadi, Mas. Nanam
sendiri mau gak mau. Jadi
lek mungkin
pemerintahan kan dari hulu ke hilir ini
harus bisa gitu.
Oh iya. Ini benar-benar dari hulu ke
hilir ya.
Iya. Iya. Gitu Mas.
Berarti juga selain juga ilmu marketing,
ilmu kafe, ilmu FNB juga paham ilmu
pertanian ya harusnya.
Iya. Karena ya meskipun gak begitu paham
banget, Mas, karena Bapak itu kan petani
ya,
dari kecil yang diajak ke sawah jadi
paling gak
oh bulan ini waktunya apa nanti kalau
haanya ini apa.
Tapi
ya sebetulnya susah, Mas terus serang
petani itu. Kadang itu respek para-para
petani yang di luar itu.
Respek.
Iya respek sekali Mas. Iya susah sekali
Mas. Apalagi melon. Bayangkan, Mas.
Melon
kena hujan.
Iya.
Tawar. Enggak enggak ada enggak manis
enggak ada manisnya.
Betul. Iya. Harus di greenhous.
Green houseous biaya lagi.
Terus nanti enggak ada hujan istilahnya
kalau di sawah namanya diesel.
Iya. Iya.
Terus lek haman ini ini harus apa ini?
Wah susah Mas sebetulnya.
Berarti konsentrasimu apa enggak kebag
di pertanian Mas?
Nah ee dulu memang kebag. Tapi karena
ini balik lagi Mas saya ee dengan
berbagai banyaknya bidang usaha saya
akhirnya membuat itu manajemen.
Oh gimana itu
manajemen ini tu di sini tuh ada nanti
yang ngurusi kafe sendiri,
ngurusi studio ada sendiri,
ada ngurusi stasiun ada sendiri. Bahkan
yang tadi di Brilling kan sejasa
keuangan
itu tak aktifkan sebagai nanti
financeku. H.
Jadi pembayaran itu sudah tidak lewat
aku semua, Mas. Ada orangnya
sendiri-sendiri.
Nanti yang ee di sawah juga ada orangku
sendiri. Tapi paling gak
aku pernah
merjuni ini semua. Paling gak nanti nak
dihapusilah, Mas.
Betul.
Begitu.
Gak dihapusi atau kalau ada problem bisa
diskusi.
Nah, begitu. Berarti kita ada Mas, Anda
kendala gini-gini bisa kasih masukan
solvingnya seperti apa seperti itu, Mas.
Berarti tim sudah berapa sekarang?
Kalau totally semua karyawan, Mas, aku
ada sekitar 40. Kalau yang
lepasan lepasan dalam arti gini, Mas. Di
rumah itu kan saya itu ada gudang.
Heeh. Heeh.
Sebetulnya gudang ya sama mepet sama
rumah. Jadi
ee dari sawah misal contoh melon itu Mas
ya. Melon dari sawah petik
diambil timku sendiri ada sop nanti sama
kernet lah ngambil dari sawah. dibawa ke
gudangku.
Nanti gudangku di situ sudah ada timnya,
Mas. Tim packaging-nya. Jadi
saya itu ee punya cita-cita itu kan
kalau punya usaha itu bisa bermanfaat
bagi sekitar, Mas.
Oke.
Itu kebetulan alhamdulillah tonggo tepar
ada istilahnya ibu-ibu, ibu-ibu sing
biasane ke sawah, sing biasanya punya
usaha apa. Ayo, Bu, Ibu-ibu nyambilah di
tempatku. Engko kenek kok ngih sampeyan
tambahan tambahan tambahan ee uang dapur
lah
kenek sampeyan ko ngih bumbas bumbon
engko ng opah terserah jenengan
oncek-oncek buah
h
ngirisi buah ee packaging buah
diplastiki dikelipi seperti maskan ada
sampai divakum juga buahnya itu.
Jadi nanti tinggal di kafe tinggal
dimasukkan freezer begitu ya. Iya betul.
Nanti ada sekitar ee 40 itu di luar itu
Mas itunya ibu-ibu itu ada yang aktif
itu enam.
Oke oke oke.
Ya hampir ya 40 sampai 50 orang Mas ikut
saya itu sekarang itu.
Iya. Tadi aku cukup kaget Mas ketika
sampean bilang 40
tadi tak kira lah ya di bawah 20 ada 40
orang ya.
Makanya itu, Mas, kalau enggak ditata
secara manajemen ee ada orangnya sendiri
sendiri sendiri itu wah HP itu kayak
medos Mas di WA kono di WA kono telepon
kono telepon kene. I makane
dulu istri makan ngajak
ya akhirnya aku sama istri bagi tugas
Mas.
Oke.
Istri itu kan memang jago dalam hal ee
produknya.
Heeh. Heeh.
Ngatur HPP-nya.
Rasane enak apa dak itu di istri. Kalau
saya tuh lebih ke manajemennya. Heeh.
Heeh. Heeh.
Ngatur anak-anak, ngatur mungkin
jadwalnya anak-anak. Heeh. Heeh. Heeh.
Nanti oh kita cari karyawan yang seperti
ini kayaknya cocoknya seperti ini,
seperti itu, Mas. Jadi dibagi juga sama
istri saya itu.
Siap. Siap. Di antara 40 berarti kalau
40 orang kan ibaratnya harus omsetnya
besar nih, Mas untuk bisa menghidupi
sekian banyak aktivitas berarti ya.
Iya. Iya.
Sampai banyak berarti omset ya, Mas?
Ya, alhamdulillah, Mas.
Ya cukuplah kalau untuk tapi mungkin ee
kan ada yang mungkin lama sama yang baru
Mas ya.
Mungkin kalau yang baru mungkin belum
OMR tapi kalau mungkin sudah lama-lama
ikut saya. Ada Mas yang satu
tak sebut namanya adanya namanya Mbak
Dewi. Mbak Dewi itu mulai dia itu belum
kuliah.
Heeh. Heeh.
Sampai lulus kuliah.
Heeh.
Sampai sekarang lulus kuliah itu ada
sekitar 2 tahun. Ikut saya terus.
Berarti sudah 6 tahun
kurang lebih 5 6 tahun ada itu namanya
DD namanya Mbak Dewi. Tetangga saya itu
dulu itu
mulai menjaga toko.
Iya. Iya.
Jaga breeling.
Iya. I
sekarang sebagai financeku.
Oke. Oke.
Ini kadang itu makanya saya sama istri
kadang itu paling di dompet itu cuma
uangnya paling sejuta paling cukup
Rp500.000 buat jajan lah, Mas. He he.
Nanti yang ngelola itu memang anak-anak
gitu loh, Mas. Uang itu
pembayaran-pembayaran seperti itu. Wow.
Keren, keren, keren.
Iya.
Wah,
iya.
Di antara dua bidang tadi kan ada
beberapa bidang yang paling banyak
menyedot
tenaga kerja yang mana, Mas?
Ee yang jelas Motis Vib karena ada
cabangnya di Bandung ee di Boyolangu
sama di stasiun sama di yang kafe yang
baru. Terus studio itu paling banyak di
situ, Mas.
Iya. Iya. Oke. Kita berarti cabangnya
ada empat ya yang smoothties five ya?
Iya. Totali empat.
Heeh. Yang kafe satu
ee plus kafe itu satu sudah empat.
Iya. Maksudnya yang model-modelan kayak
kafe satu, yang tiga kayak
rombong begitu ya.
Iya kayaknya ya kontainer begitu.
Heeh. Ya kayaknya cukup cukup satu aja
wis mumet Mas yang model kafe
ya kurang tahu lagi loh ya. Orang gak
tahu ya Mas ya nanti arah trennya
seperti apa mungkin. Iya. Mungkin kafene
tok mungkin sing nanti tahun depan usaha
juga belum tahu. Tapi kalau kafe
harusnya cukup ikut tok wis
cukup penguras. Cukup. Iya.
Oh
kadang itu takutnya gini Mas kan saya
punya anak kecil baru umur 5 tahun
takutnya nanti enggak keurusak Mas nanti
apalagi ini tahun depan mau SD.
Jadi ya kadang
gitu tadi Mas nanti mungkin habis
podcast ini saya juga nanti mapak.
Heeh. He
sekolah memang saya tu dulu ya tadi Mas
waktu ke dikerja kan takutnya dibilang
Om.
Iya iya iya
lah eng om tenan Mas. Jadi ya
ini usaha juga ternyata om juga karena
itu tadi Mas sebisa mungkin aku
entah itu nanti
ngeterno sekolahe atau jemputnya
sebisa mungkin aku adalah buat dia gitu.
Oh
seperti itu. Mas
kalau saya tuh nge-fan sebenarnya
mangga.
Oh mangga.
Mangga. Tapi kan kalau enggak musim
susah, Mas, jadikan ya.
Iya. Tapi saya juga masih bisa dapat itu
kalau gak musim.
Oh, enggak musim bisa dapat?
Bisa
gimana?
Ya, pertama ee petani itu tadi, Mas.
Petani sudah saya pesan dulu dia kan
petani pasti ada kan nanti untuk pas
musim dia ada. Kalau gak musim dia masih
anu Mas apa namanya ya?
Ada stok begitu ya.
Ada stok pohon yang produk masih
produksi. Oh, sebenarnya ada
ada cuman memang kan dijual untuk
kalangan tertentu saja Mas seperti itu
gak banyak dia mungkin dia gak jual ke
pasar tapi langsung
ke misal ke pemilik kafe atau high
supplier atau
kelangganannya? Iya minimal
kelangganannya
tapi harganya lebih mahal ya pastinya
pasti Mas dua kali lipat.
Oh tapi kan enggak apa-apa pasti laku.
Iya
karena enggak ada barangnya kan.
Heeh heeh heeh.
Kalau studi Mas gimana? Studio.
Alhamdulillah masih jalan enak. Terus ee
sekarang ini beberapa kali ee 3 bulan 3
4 bulan terakhir juga buat anak-anak
magang, Mas.
H.
Jadi kita juga menerima beberapa kali
anak magang. Ada yang dari SMK mana, ada
yang perkampusan mana. Kemarin yang
kampus itu juga dari UIN juga magang di
tempat saya. Heeh. Heeh. Heeh.
Ee
tapi ada memang ada pasang surutnya,
Mas. Kalau kalau studio fotografi itu
kan
nanti kalau pas lebara eh sori pas puasa
kan pasti gak ada yang moto
nanti
biasanya after lebaran pasti naik nanti
musim
orang kawin kok kawin apa wedding lah
itu pasti naik seperti itu nanti kalau
kemarin kan ada tahun dal itu Mas
Iya iya oh enggak ada nikah
iya enggak ada nikah ya juga repot
begitu cuman kan karena di sana juga ada
leaderku manajerku tadi nanti kan pasti
dia cari kerja sama mana begitu.
Iya iya iya
seperti itu, Mas.
Di antara apa ee jasa yang paling ramai
di namanya kan Focus Studio ya. Yang
paling bestseller apa jasa apa di sana?
Iya. Ee foto studio. At foto studio itu
kan nanti bisa digunakan macam-macam. Ee
jadi di dalamnya itu kan ada fotox, ada
self studionya, ada yang
kan dua lantai, Mas. lantai du ee kita
buat konsep seperti frame-nya itu
frameless. Jadi kayak luas gitu nanti
berbagai background. Jadi
istilahnya kalau di kita itu disewakan
studionya, disewakan satu ruangan. Heeh.
Heeh. Heeh.
Ee nanti kalau mau konsep apa nanti
terserah dia mau konsep untuk mungkin
ee foto grup. Foto grup itu mungkin
anak-anak sekolahan. He.
Untuk foto satu kelas itu juga bisa.
untuk nanti foto afternya dia wisuda itu
juga bisa foto sama keluarganya itu loh,
Mas.
Iya. Iya.
Kita juga nanti menawarkan jasa juga
fotografinya juga e sori fotografernya.
Oh, iya. Oke. Oke.
Nanti biar orang kan pasti nanti kalau
belum terbiasa sud kan pasti agak kaku
ya, Mas ya. Gaya style itu berarti
jam-jaman gitu sewanya atau gimana?
Iya. Jadi
per jam tadi
per jam.
Oh
begitu. Nanti ada yang jadi kayak gini
biasanya itu sudah ini Mas orang mau
pesan hari ini itu untuk Sabtu untuk
hari Minggu untuk mungkin
ini di daerah Bagus ini kan kalau salah
yang timur jalan itu.
Heeh. Tepatnya itu di depan Indomaret
Mbago Mas agak utara dikit.
Iya iya iya
Focus Studio.
Satu cabang aja.
Satu cabang aja. Ini kayaknya tepat 1
tahunnya
Oktober ini deh. Iya saya sampai lupa
juga
kalau FNB sama fotografi. Mas Studio.
He. Heeh. Enakan mana
secara manajemen? Enakan studio.
Oke,
sudah pasti itu, Mas.
Karena enggak begitu repot produksi, ya.
Betul. Gak perlu biaya kulak juga
orangnya rata-rata juga gak banyak. He
he.
Kalau kafe itu kan aduh
banyak ya orang.
Banyak Mas. Saat di sana itu kan total
itu kan ada 15.
Heeh. Heeh.
Di kafe aja.
Kafe aja. Total 15.
Dua siif. H
ada ya si pagi, siif sore ke malam,
nanti ada shift middle.
Hm.
Middle
pergantian itu ya.
Berarti tiga shift berarti ya siorinya.
He. Tapi yang middle-nya itu lebih cuma
anu Mas gak banyak kok.
Paling
ee bar satu, weather satu, kitchen satu
buat membantu
terutama jam makan siang, Mas. Waduh itu
codit banget.
Wis obat mabit ee pistelai anak-anak itu
bahasanya mobat mabit. Wis, Mas. Gitu.
Siap. Siap. Siap.
Iya. Oh, berarti ee secara produksinya,
secara manajemennya enakan ee studio
foto. Tapi kalau dari segi profit Fnb
dong
secara
margin sebetulnya enak studio Mas karena
dia kan
misal contoh nih aku beli lighting, beli
kamera kan sekali beli tok, Mas, tapi
jangka panjang. Hm.
Ee jadi secara margin pasti lebih
untungnya studio. Tapi kalau tadi saya
konsepnya kan ngejar volume, Mas ya.
Berapa kali orang ke sini kalau bisa
repeat, repeat, repeat terus.
Ee kalau total ya tetap enak kafe, Mas.
Heeh. He.
Cuman tipis, tipis-tipis gitu, Mas.
Heeh. Gitu.
Kalau ya ada ada kesempatan nih, misal
kayak buka cabang di luar kota kan ada
banyak ada banyak ada foto, ada rombong,
ada kafe juga.
Heeh. Tadi kan kalau di FnB pilih kafe
kalau mau dibuka di luar kota. He.
Nah, sekarang tak compare antara kafe
sama studio foto misal buka di Kediri
gitu.
Pilih mana?
Ee
sejujurnya nanti juga lihat kalau
dilihat peseng-peseng juga sih, Mas ya.
Hm.
Kalau Kediriet itu tetap
Iya. Kalau Kediri itu kan sepertinya kan
banyak studio foto juga besar-besar,
Mas.
Apalagi mereka itu kalau sudah buka 1
tahun, 2 tahun pasti mereka sudah banyak
marketnya sendiri. Oke. Oke.
Ee kayaknya lebih enak bawa smoothie
swap ke luar kota karena
Oh,
kita konsepnya itu freshness juga,
healthy food. Mungkin
gak banyak orang pemainnya di situ juga
kayak tadi itu, Mas. He he.
Lebih enak situ sih.
Iya. Iya. Karena konsep baru itu Mas
belum masih hijau.
Heeh. Heeh. Ya, semoga yang lain juga
gak usah ikut itu.
Jangan ikut ya. Yang lain
susah susah susah itu.
Iya. Biar saya aja
seperti itu.
Bisa. Semoga makin laris, Mas.
Usahannya.
Amin. Amin. Amis, Mas Agung. Makasih
banyak. Amin.
Closing statement dari Mas Niko.
Ee
kalau usaha itu kalau bisa kerja keras
ee terus kalau enggak kerja tuntas gak
bakal bisa ini tadi.
Oke.
Jadi kerja keras, kerja cerdas tapi
harus tuntas.
Oke.
Seperti itu, Mas.
Gimana itu kerja tuntas? kerja tuntas
itu misal saya mungkin sebagai pemilik
usaha misal saya menginstruksikan ke
satu ee karyawan saya ya pertama harus
dikasih instruksi he
sebelum ee dikasih contoh juga
Heeh he
ini biar tuntas gimana ya harus
dikontrol Mas
dimintai repot h
sudah apa belum Pak Mana fotonya
itu kok belum difotonya itu editan toh
sekarang serba AI Mas, takutnya seperti
itu. Jadi harus benar-benar kerja keras,
kerja cerdas, kerja tuntas. Tuntas. Oh,
wajib itu, Mas.
Wah, keren.
Bagian apa terakhir? Jadi penasaran yang
masih kok pegang sendiri dia kan tadi
ada manajernya, ada finance dan
sebagainya yang masih dipegang sendiri.
Oh, jadi
pelan-pelan ini aku sama istri tuh anu
Mas apa ya mundur teratur.
Oke.
Tak delegasikan ke anak-anak sesuai
porsinya masing-masing. Pelan-pelan. ee
di belakang layar ee shadow owner lah
kadang makan anak-anak to enek
interview atau apa bilang itu usahamu
gak usah bilang itu dari aku.
Memang anak-anak itu penginnya itu
karena gzet juga sih Mas ya teman-teman
itu nanti tak belajari tanggung jawab
tak belajari juga mereka mengambil
keputusan.
Hm. He.
Misal salah yaak apa-apa. Itu kan bagian
dari proses keputusanmu. Tapi kalau
mereka itu mengambil keputusan pasti
mereka tanggung jawab.
H.
Tapi lek ini nanti keputusan diambil
oleh pemilik usaha, aku yakin mereka
pasti ada kata-kata, "Mas, iku mau
nyuruh sampean loh, cuci tangan."
Oke.
Tapi kalau mereka dibelajari tadi, Mas,
Heeh.
ee mengambil keputusan sendiri ee bisa
kalau saya tuh tanya itu ya enaknya
gimana? Kalau A gini, B gini, menurutmu
gimana?
He.
Mau A mau B? Soalnya yang menjalani
tugas ini kamu loh, bukan aku. Nah, itu
hanya support di belakangmu. Sepertinya
biasanya seperti itu, Mas.
Belajar manajemen dari mana?
Ee atau dididak
lihat-lihat YouTube atau apa gitu?
Ee sebetulnya ya dari jatuh bangunnya
usaha juga sih, Mas. dulu ya. Rejeki
cerita juga pernah ditipu juga pernah
dihapusi supplier juga pernah datang
buah katanya enak itu bawah petinya itu
bosok kabeh ya pernah he punya orang
kepercayaan dibawa kabur uang R juta
juga pernah pernah mas jadi pelajaran
hidup menjadi sebuah pelajaran bisnis
untuk ke depannya begitu
betul betul sekali Mas seperti itu. Mas
Wis kerenkeren semoga makin bisnisnya
makin lancar. Amin. Terima kasih, Mas
Agung. Amin.
Teman-teman yang belum datang harus
datang ke Cafe Smoothie Vibes.
Iya. Ee kalau untuk yang cabang baru
nanti bisa ke datang itu kan perempatan
TT 0 km itu ke barat nanti selatan jalan
dekatnya Kembang Api Hasan. Kalau yang
stasiun itu ee stasiun ke utara nanti
timur jalan ada ruko-ruko jusnya
punyanya stasiun loh.
Yang baru yang yang kafe itu yang mana?
Yang
yang kafe itu yang TT. TT ke barat? Iya.
TT ke barat ke baru bar nanti selatan
jalan.
Oh, saya kira yang itu tadi yang
dekatnya stasiun bukan ya?
Stasiun itu sudah 2 tahun masih situ.
Itu kafe juga
bukan.
Itu yang
cuma konsepnya d in.
Oh, d in.
Eh, sori bukan d in. Take away. Sorry.
Take away. Kayak kayak tapi sudah
ruko-ruko begitu.
Sudah. Oh, iya. Satu lagi saya punya
brand baru namanya Steam Git. Itu
lupa sampean ini.
Selatannya selatannya Smoothie Swap yang
stasiun itu ada.
Oh,
nanti dimsam.
Oh, Dimsam. Oh, waktu kenalan saya
ngenalinnya dimsam sama saya.
Iya. Sonnya saya enggak berani, Mas,
nyebut yang lain nanti karena belum
launching. Takutnya nanti abal-abal
dimarahi banyak orang nanti masih
seperti itu. Lupa steambit. Jangan lupa
datang teman-teman itu.
Baru itu juga itu.
Nanti kita cantumin semua usahanya di
deskripsi.
Iya iya. Oke, Mas Agung.
Orang Tulung Agung harus mampir.
Siap. Wajib itu.
Thank you teman-teman sudah menyimak.
Sampai jumpa di next episode.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Iya, sampai lupa aku, Mas.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:57 UTC
Categories
Manage