Modal 5 Juta, Jualan Smoothies Depan Rumah, Kini Punya 4 Cabang & 40 Karyawan
9RGVGC391XQ • 2025-10-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Yang paling penting apa di antara semua itu ketika riset itu yang kamu baca apa yang paling penting? Yang jelas ya pasti produk unggulan. Oh. Di sini yang ramai apa sih gitu ya? Yang rinis yang ramai apa sih? Terus ee bisa enggak sih produk yang ramai di suatu tempat itu kita masukkan ke Tulung Agung seperti itu? Bahasanya trial. Trial trial trial trial. Karena apa? Karena kita itu pasti akan terjadi problem-problem di awal. mungkin nanti entah pelayanan terkait nanti SOP anak-anaknya SDMku sendiri jalan apa tidak. Tapi ya alhamdulillah ini beberapa hari terakhir semingguan terakhir wis menurut saya wis oke Mas. Tapi dulu itu wah banyak komplain Mas terkait terutama pelayanan kita coba otak-atiklah HP-nya biar biar bisa masuk. Iya. Saya itu juga mikirnya itu gini Mas gak usahlah mahal-mahal tapi kita kejar volume. Hm. H seperti itu nanti takutnya mahal memang marginnya gede tapi nanti customer kapok. Iya. Iya. Kalau usaha itu kalau bisa kerja keras ee terus kalau enggak kerja tuntas gak bakal bisa ini nanti. Oke. Jadi kerja keras, kerja cerdas tapi harus tuntas. Oke. Amin. Selesai. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang tetangga saya Mas Niko. Siap, Mas Agung. Siap, Mas. Ee jenengan ini usahanya banyak ya? Berarti kalau ditanya orang itu, "Mas, usahanya apa gitu? Gimana jawabnya?" Ee sebetulnya juga bingung, Mas. mau jawab gimana? Ee tapi kalau kita saya itu jawab, "Mas, bisnisnya apa?" Ya, macam-macam. Ada yang memang bidangnya fotografi, videografi, ada yang bidangnya FNB. He. Bahkan ada juga yang jasa keuangan seperti itu. Oh, jasa keuangan juga ya? Iya. Oh, kita kan ee dulu Mas sedikit cerita flashback saya itu kan dulu mantan pekerja bank. Oke. Salah satu bank BUMN. Heeh. Hampir sekitar 10 tahun dulu saya. Iya. Saya tuh marketing, Mas. Dulu. He he. Wis pokoke soro, Mas. Jadi marketing sorone piye loh, Mas? Marketing kan juga enak kan. Ya ketoke enak, Mas. Soalnya itu kan karo orang awam itu lihatnya kan enak yo kerja di bank AC, pakaian rapi. Iya. Koneksine bagus. Padahal kita secara marketing itu cari nasabah, Mas. Oh, cari nasabah. Kebetulan dulu saya itu kan marketing kredit. Hmm. Jadi ya wis ya seperti itu yang viral-viral di TikTok itu, Mas. Kalau akhir bulan lagi ya dimaki-maki nanti kalau tanggal 1 sampai tanggal 5 cari nasabah. Nah, ee dulu itu kan saya juga itu Mas pegang di salah satu jabatan itu marketing edisi nah salah satunya agen breing. Nah, di rumah saya daftarkan sekalian untuk marketingnya itu tadi edisi jadi jasa keuangan Mas yang mitranya sama Bank BRI langsung. Siap-siap. Ee waktu jadi ATM jadi ATM lagi jadi marketing sebuah perbankan. Iya. Berarti boleh dibilang juga kayak nagih itu dep collektor Mas ya. Iya. Jadi ya wis iya Mas rasanya jadi dep kolektor biayai kabeh wis Mas ya dari ya cari customer baru cari collection yang nagih DPKn PL. Heeh. Jadi ya cari nasabah yang nabung deposito wis ee kayak sales Mas. Jadi ya door to door pernah ke pasar pernah juga. Yang paling susah di antara semua job apa? Eh, terus terang nage nage ya. Ee sebagai marketing itu kalau penyaluran kredit itu gampang, Mas. Oh iya, karena kita jelas banyak yang butuh ya. Iya. Siapa sih yang nak mau uang ya? Iya. I cuman kalau saya nanti salah sasaran, nah gak tahu nanti background-nya dia seperti apa, jaminannya apa, ya agak ribet, Mas. Akhirnya nanti di akhir bulan pasti nagi yang susah saya sendiri nanti. Seperti itu. Cerita yang susah, ada enggak cerita yang kayak susah banget ditagih itu? Ada. Ada dulu eh saya ya agak miss juga sih waktu survei Mas itu waktu saya terakhir itu kan posisi saya itu penempatan di Kediri. H. Jadi itu saya itu nagih mulai ke rumah bapaknya, rumahnya sendiri, rumahnya ee kakaknya nunggu sampai jam . malam itu pernah Mas saya wis tak lihat tak inceng Mas dari jendela. Sebetulnya orangnya ada tapi ndelik. Hm. Ada yang cak lucu itu juga nelik di kandang sapi itu loh, Mas. Pernah, Mas, sampai seperti itu? Iya, iya. Engih. Wih, berarti juga kan kadang orang kan kalau dari perspektif pengusaha kan wah aku dikejar-kejar nih susah. Berarti sebenarnya juga dari segi yang pihak perbankan sendiri, dep collektor juga ee bahasanya kalau dep collektor kasar enggak ya? Enggak ya biasa agak kasar ya. Iya. Iya. Apa yang bahasa ee kalau dulu di bank namanya RM Oh, relationship management. Iya. Oh, seperti itu. Itu juga kesulitan gitu loh ya. Jadi sudah konsekuensi kalau utang ya harus nagih gitu ya. Iya. Iya. Betul ya. Kalau hutang harus bayar kok harus nah. Iya. Kalau hutang juga harus sebetulnya itu kan setiap ee dia mau pencairan, Mas. Namanya kalau di bank itu realisasi dia kan ada akad kreditnya. Oke. Tanggal berapa dia jatuh tempo berapa nanti kalau dia enggak bayar 1 bulan itu kenapa kes itu sebetulnya ada semua ya cuman ya namanya orang Mas ya kita kan gak tahu profile dia sendiri profile usahanya sendiri ada loh yang mungkin awalnya omsetnya sekian-sekian di bulan ketiga itu dia jatuh usahanya juga akhirnya kan kreditnya juga mancat seperti itu, Mas. Iya. Betul lah. Terus kok keluar kenapa, Mas? setelah 10 tahun di perbankan itu. Nah, ini ee cerita unik juga, Mas. Ee karena ya di bank seperti itu tadi terus juga alhamdulillah istri itu kan memulai usahanya itu dari fokus studio. Fokus studio sori fokus yang rental dulu belum ada manjing studio. Jadi persewaan alat-alat kamera itu kan mulai dari 2016. Hm. Istri itu waktu kuliah dulu itu coba-coba lah punya uang nabung dibelikan kamera waktu itu kalau enggak salah kamera action cam masih punyanya Xiaomi Y Cam itu dulu disewakan sama dipinjam temannya lebih tepatnya terus kok dikasih fee sama temannya yang pinjam itu, Mas. Dikelompokno, dikelompokno, dibelikan SLR waktu itu kalau enggak salah Canon apa gitu lupa aku, Mas. He he. Disewakan lagi. Nah, terus jalan Mas 2016 ya karena waktu itu mungkin istri juga mahasiswa jadi dapat uang mungkin sehari Rp50.000 kan sudah sangat besar sekali waktu itu. Senanglah senang Mas. Ken tuku pentol i Pentol Cilok Malang. Dulu kan kuliah di Malang Mas jadi anak perantauan juga istri. Terus jalan sempat juga Mas jualan es kepal Milo itu sebelum I itu yang jualan istri istri memang istrinya tangguh ya memang dari background keluarganya yang wiraswasta Mas istri itu 2018 saya juga masih belum nikah sama istri itu masih pacaran dia membangun juga es kepal milo ya itu Mas pagi mulai ngobrok ya wis ndak ndak ndak malu-malu istri saya itu wi pekerja tangguh nah suatu ketika ee saya kerja di sebetulnya lebih tepatnya pindah di Kediri. Saya itu 2 tahun terakhir kan sebelum Risan itu pindah di Kediri, Mas. 2000 pindah di Kediri ya istri ee mungkin pengin ada tambahan lagi pemasukan, Mas. Coba itu tadi jualan jus masih rombong, Mas, dulu di depan rumah. Heeh. Heeh. Ya, alhamdulillah ya. mungkin berkat kerja keras istri saya, mungkin doa keluarga juga. Ee ramai sekali, Mas. Hmm. Justnya ramai banget. Ramai banget. Kebetulan, Mas, timingnya itu pas mau menjelang Ramadan. Oke. Jadi, orang yang buka puasa buka puasa itu beli beli jus di situ. Jus beli untuk takjilnya itu dari situ berkembanglah. Jadi, jadi berawal dari smoothie swap yang jus versi rombong itu, Mas. H. He. Jadi ada dua cabang rombong. Ada yang di cabang stasiun yang baru ini ya, kafe itu. He. Berkembang lagi ada studionya itu seperti itu, Mas. Kurang lebihnya. Oh, berarti resisan itu karena pengin membantu istri begitu ya fokusnya ya. Lebih tepatnya dirisankan istri dimintai resign Mas. Oh. Gawe opo loh? Kita usaha jalan. Sampean juga ndak bisa bantu aku di rumah. Oke. Oke. Nanti daripada jenengan ya terus. Terus terang, Mas. Terus saya itu terus terang kadang sampai rumah itu, Mas. Berangkat jam .00 pagi. Heeh. Ee anak itu masih tidur, pulang itu rata-rata jam 09.10 malam anak juga tidur. H. Nah, nanti lama-kelamaan anak saya bilang saya ee bilang saya itu om bisa-bisa. Karena gak tahu ini papanya berangkat jam berapa, pulang jam berapa. Sering Mas, itu saya pulang itu hampir tiap hari itu rata-rata jam sampai 10 malam. Kalau mungkin di sekelas kota besar di Jakarta itu kan mungkin biasa ya. Tapi ini Tulungagung loh, Mas. Nah, Tulungagung berangkat pagi pulang mualam itu kayaknya sudah kayak enggak wajar gitu. Tapi itu dialami oleh seorang marketing ya. Iya. Mungkin kebanyakan marketing mengalami mengalami hal itu, Mas. Oh, rata-rata sih seperti apalagi akhir bulan. H ee akhir bulan itu kan ada namanya itu ee tutup tutup buku di 1 bulan ya Mas ya. Itu kita itu marketing itu sudah misal pulang habis jam 12.00 malam itu sudah jadi kayak ee apa ya kebiasaannya seperti itu gitu loh. Wis biasa boleh jam biasa. Iya betul. Iya kayak sudah jadi kebiasaan gitu loh Mas. Oke. Oke. Oke. Kemudian risan lah. Habis itu bikin usaha yang membesarkan yang juz tadi. Iya. Sebetulnya sebelum 1 tahun saya resign itu istrinya sudah ini ee mencoba mencoba mencoba itu tadi yang terkait jus. Oke. Buka rombong di depan rumah waktu itu modal berapa ya? Kurang lebih sekitar 5 sampai R10 juta, Mas. Untuk beli rombongnya. Iya. produksi rombong, produksi blendernya, kap sealernya, terus kulaan untuk bahan yang pertama itu tadi ee sendiri, Mas. Saya tidak bisa bantu mau gimana lagi saya itu ya tadi berangkat pagi pulang malam pulang malam itu setiap hari ya? Setiap hari, Mas. Off-nya itu ya cuma liburnya Sabtu, Minggu Sabtu pun itu kadang setengah hari. He he he. Ya, karena gak bisa membantu saya itu ya kadang pulang itu, Mas. Kan kita kalau kerja itu kan pasti kan cuapek, Mas. Ya. Penginnya itu di rumah itu ya ada ketemu anak, ketemu istri biar lelainya hilang. Tapi ya istri juga sudah capek. Aku juga gak enak juga ngurusi usaha tadi. Terus ee anak juga sudah tidur itu, Mas. Dengan berat pertimbangan sebetulnya ya. E berat sekali, Mas, melepaskan kerjaan itu karena sing kulino tanggal siji bayaran. Nah, ini usaha, Mas. Siapa yang berani melepaskan? Iya, iya, iya. Seperti itu kurang lebihnya, Mas. Siap. Apa yang membuat jus awalnya dulu smoothies namanya? Udah smoothies atau apa namanya? Iya, iya. Namanya dulu itu smoothtes 5. Udah smoothies 5 ya. Iya. Yang rombong itu loh. Iya. Apa yang membuat smoothi 5 yang rombong itu kok bisa ramai sekali? Ada ratusan orang yang beli setiap hari. Iya. Ee waktu itu memang terus terang riset, Mas. Riset riset riset. Kita itu sama istri itu memang hobinya kuliner. Heeh. Coba kita ke Malang, coba kita ke Surabaya. Bahkan sebelum buka itu kita juga pernah riset sampai ke Bali. Wis riset jusnya sampai sampai Bali ya? Iya. Ee lebih arahnya bukan jus sih, Mas. Ee ke smoothies-nya. Oh, smoothies ya. Oh, beda ya jus sama semutes itu ya. Jus e smoothties itu kan lebih ke arah gak ada campuran airnya, minim es batu. Oke, oke, oke. Dan memang alatnya itu juga alat blendernya khusus, Mas. Jadi memang ada blender khusus untuk smotih, ada alat blender untuk jus seperti itu. Itu sampai riset ke mana-mana itu, Mas. Iya. Iya. Jauh banget, ya. Iya. Terus hasil riset yang kamu temukan apa waktu itu? Nah, itu Mas ee untuk semois itu memang berbeda dengan jus semutisnya lebih ke kental ya Mas ya. Makanya kalau di Tulungagung saya lihat pasar dengan istri itu kayaknya kok belum ada yang main di situ. Heeh. Heh. Akhirnya ya wislah kita ngalahi beli alat agak lebih mahal gak apa-apa. Ee biar ini jus itu agak upgrade-nya lah. Jadi jus yang versi agak premium lah seperti itu. Cuman harga tetap Mas saya buat R5.000 sama istri itu. Oh, harga murah, kualitas premium. Iya. Hmm. Seperti itu. Jadi waktu rombong itu sudah pakai alat yang bagus itu sudah. Alatnya itu berapa harganya? Kalau untuk mungkin ee teman-teman yang usahanya juga jus mungkin agak pricey ya. Di ini ada alat yang semi industrial, Mas. Oke. Jadi untuk mere saya mohon maaf gak bisa nyebut karena nanti ya gak tahu boleh apa gak. Enggak usah disebut aja enggak apa-apa ya. itu harganya sekitar kurang lebih sekitar 2,5 sampai Rp3 juta untuk satu alat blender. Oke. Biasanya blender kan ratusan ribu ya. Iya. Under R1 juta lah mungkin sekitar 700, 800, 900. Tapi karena ini untuk sebetulnya untuk industrial jarang sekali Mas digunakan untuk UMKM. Oh begitu. Tapi memang dari awal sudah berani investasi itu ya? Ya karena ya sebetulnya ya agak nek sih, Mas. Ya itu tadi itu eng resign oleh badi apaak ya? Pasti Mas agak nekatnya itu pasti ada. Iya. Iya. Tapi karena ya tadi Mas lihat ke beberapa tempat kok yang dipakai ini semua ya. Oh oke oke oke. Mestinya ya meskipun gak saya terusan sama istri itu kan gak ada bidang FnB Mas sebelumnya. Paling gak ndak ndak salah nemen-nemenan lah nek sing ditiru gitu Mas ke tempat-tempat itu seperti itu. Hal apa yang diperhatikan saat riset saat sampai ke kota-kota bahkan sampai Bali itu apa yang diperhatikan? Ee yang pasti pertama kalau cari tempat itu barometernya sekarang itu kan sosial media ya Mas ya. Heeh. Heeh. Pasti pertama TikTok. Heeh. Heeh. Kedua, Instagram. Heeh. Kalau TikTok nanti kita kan pasti pertama mungkin hashtag-nya rekomendasi atau ee kuliner apa atau place and go apa. Kita biasanya cari itu lima rank teratas lah. Kita li rank teratas. Kita coba kunjungi Mas. H ee suasananya gimana, menu bestsellernya apa, harga berapa. H semua bisa dipelajari menurut menurut saya sama istri, Mas ya. Oh, marketnya orang-orangnya profilnya seperti ini. Mohon maaf mungkin banyak yang pakai sepeda motor atau profilnya orang pakai mobil atau mungkin marketnya seperti apa itu bisa kebaca seperti itu, Mas. Kebetulan kafe baru buka, Mas, 2 minggu ini. Oh, oke. Oke. Dari rombong berarti sekarang buka kafe. Iya, sebetulnya lebih ke rombong. Ee buka yang konsep take away. He yang di stasiun itu. He. Terus buka lagi yang konsep bisa d in ada menenu makan-makanan sehat. Itu juga terinspirasi dari beberapa tempat yang saya pernah kunjungi tadi itu, Mas. Jadi itu kadang saya tuh sampai luar kota mana pun saya datangi, Mas. Ya, demi ya. Gimana lagi, Mas? Sudah gak kerja loh, Mas. Harus totalitas ini. Iya, totalitas ini. Begitu wong zamannya ibarate dulu nagih orang sampai jam 12. Seh mau kok mau musahnya sendiri kok gak mau mati-matian gitu. Oh i ya jadi mentalnya ke bawah nih mental mental kerja kerasnya ke bawah. Iya harus totalitas. Wah keren keren. Iya. Nah jadi waktu kafe berarti bahasanya sekarang atau restoran apa nih? Ee lebih ke kitchen and bar sih Mas karena ada menu makanan yang di belakang yang dari kitchen ada yang kita kalau ngomongnya kalau coffee itu kan barista. Mungkin kalau jus itu apa ya? Juer tadi kan mesin tapi katakanlah baris tapi khusus untuk perjusan lah begitulah. Nah nih yang model kayak den itu yang restoran itu. He heeh. Sampai berapa, Mas? 2 minggu buka itu bagaimana peminatnya? Banyak enggak? Ee alhamdulillah Mas ee saya itu kan memang sama istri itu kan mungkin saya tuh gak jago dalam hal ee FnB mungkin karena gak punya background juga. Background punya cuma usahanya sendiri. Tapi karena ya dulu ee banyak beberapa teman nanti ya kita kan bisa tanya-tanya Mas pertama ya biasanya saya tanya itu ee Mas Rosid yang karena yang dekat sama tempat usaha saya ada punya teman itu Mbak Okta punya Seiko itu juga beberapa teman juga saya itu karena gak paham saya itu terbiasa konsultasi Mas Mbak saya itu punya lokasi sekian enaknya buat buat apa ya? Sharing lah. Jadi ya alhamdulillah ee beberapa rekan itu juga ee bukan merasa tersaingi malah seperti teman sendiri kasih masukan enaknya seperti ini loh. Ini loh Mas lagi tren bagus. Nah itu Mas ee dengan beberapa inspirasi dari tempat ada beberapa di Jakarta kan lagi trennya ee hidup sehat ya Mas ya. Pedel mulai masuk Tulung Agung. He. Terus dulu after COVID itu kan orang itu kan sepedaan Mas ya. Habis ini kan sekarang orang itu kan lebih ee running ya Mas ya. Karena mungkin dulu waktu saya orang itu lebih senang foto selfie di klub malam. Tapi kalau sekarang itu kan lebih senang di olahraga. Olahraga morning kan ada privil sendiri pamer sepatu biasanya. progres nge-gymnya itu mungkin orang itu kan banyak Mas punya uang tapi belum tentu orang punya banyak uang itu bisa ada progresnya itu tadi ya hidup sehat itu kan gak semua orang juga bisa betul betul betul seperti itu tadi ee berarti ketika apa ya curhat sama selaku selaku pengusaha FNB katakanlah disebut tadi ada Mas Rosit Hakwi Cof ada juga Mbak Okta he itu enggak apa-apa ya Mas mereka welcome ya I alhamdulillahnya welcome Mas itulah welcome. ee dikasih tahu seperti apa manajemennya harusnya dikasih tahu bagaimana nanti kendala-kendala juga operasional seperti itu. Enak kok, Mas, orang-orang seperti itu. Siap, Mas. Aku juga dapat berita, Mas, bahwasanya waktu mau opening di yang smoothie vibes yang ini restoran ini dulu sama ibu. Ternyata waktu mau opening ibunya sudah Heeh. Heeh. meninggal begitu ya. Iya. Iya. Memang waktu itu di bulan saya itu sebetulnya itu kafe ini kan ee secara tiba-tiba Mas penginnya itu. Karena biasanya saya itu ada rekan namanya adanya Mas namanya Mas Agat. Rekan saya dulu BRI juga sama-sama risen juga. Dia juga pelaku usaha juga salah satu owner cuci sepatu di salah satu ruko di stasiun. saya tetangga ruko lah. Oke. Oke. Biasanya tiap pagi itu saya dengan orangnya itu jalan-jalan karena ya bukan nafas muda ya, Mas ya. Nafas rokok surya. Jadi ya wis jalan sak kuate paling ya 3 kilo 5 kilo lewat jalan-jalan. Loh bro kok ada yang disewakan ya ini ya? Ya bekasnya rukous saya yang sekarek-pek itu Mas ya. Kaf yang sekarang dipakai itu kan itu koy kok anu ya itu bulan sekitar bulan Juli, Mas. Heeh. Heeh. Tanpa basa-basi saya ngajak istri lah. Kok istri ya karena ya tadi Mas rodo modal-modal nekad orangnya itu ne ee orangnya itu memang ristaker Mas. Kadang saya itu memutuskan sesuatu itu kebijakan itu paling gak saya itu mikir seharian dulu. H terus terus gini a tapi memang ya namanya rester kadang ada yang memang betul ada yang memang ya beleser-beser git lah. Gak apa gak apaah. Istri saya itu ya itu ee dapat harga sekian langsung DP itu di waktu hari itu juga survei Mas. Langsung ya? Langsung loh. Piye toh sampeyan kok wis kok DP? Gak apa-ak selak-selak kehilangan orang lain dipayu orang lain kehilangan momen nanti terdpah ternyata. Itu belum saya Mas konsultasi sama kontraktor itu belum. Ternyata setelah dikontrak di DP ternyata luasnya pemanjang Mas. Belakang itu ada sekitar ee 20 sampai 30 m. Hmm. Lebarnya berapa? Lebarnya sekitar 6* 6 7 m. 6 sampai 7. Oh, belakangnya panjang banget. Iya. Setelah datangkan kontraktor kanan saya. Waduh, Mas koy kentek akeh to Mas iki sampai teko muri. Waduh, terus piye, Mas? Iki wis pokok jalan dulu ya, Mas. Nanti bulan pertama sampeyan resek-resek piye gitu. Pokoknya sing minim baca dulu lah. Aku bilang gitu. Iya. Nah, itu Mas tengah-tengah jalan waktu ini masih sempat juga Mas orang tua tak ajak ke tempat itu ya ee karena ya minta doa restu juga. Gimana Bu, gimana Pak? He he. Ee bagus gak le kadang kadang itu kalau gak orang tua itu menyetuj pun ada yang mengganjal Mas. Terusang betul betul ko kurang srek ya gak enak juga wong ya doa restu orang tua juga keberkahan kita dalam usaha tuh Mas. Iya betul. Waktu itu ee ibu gak ada itu bulan 6 eh sori bulan Juli itu ketunda 1 bulan. Jadi kontraktor juga menany mas iki piye Mas kelanjutane sampeyan sido ndak iki? Terus ya sido Mas kadung tak bayar kok orang yang boleh modal aku Mas. Ya wis akhir berjalannya akhirnya grand sebetulnya kemarin ini sampai sekarang itu kafe itu masih ee grand opening tapi ala-ala masa itu eh modelnya itu kan silent. Tratement toh. He. Jadi dibuka itu tanggal 10 bahasanya trial trial trial trial trial. Karena apa? Karena kita itu pasti akan terjadi problem-problem di awal. Mungkin nanti entah pelayanan terkait nanti SOP, anak-anaknya SDMku sendiri jalan apa tidak. Tapi ya alhamdulillah ini beberapa hari terakhir, seminggu terakhir wis menurut saya wis oke, Mas. Tapi dulu itu wah banyak komplain Mas terkait terutama pelayanan. Hm. He karena memang ya itu tadi Mas balik lagi konsep healthy food kan belum ada di Tulungagung ini dibawa ke sini kan memang fresh baru juga mungkin kalau secara estetik interior mungkin semuanya salah bisa bisa membuat tapi mungkin kalau untuk konsep healthy kan memang kayaknya gak banyak toh tempat seperti itu. Antusias sangat banyak sekali Mas untuk video TikTok itu di-upload pertama itu tembus R8.000 Wus banyak banget. Langsung viral itu. Langsung viral, organik, no influencer, tidak ada booster via promo TikTok. Itu kita enggak pakai semalam. Cuma yo pure murni hashtag. Apa yang membuat viral di TikTok itu? Ee mungkin pertama memang dari strategi editingnya ada ada mungkin ada rumusnya memang ada tim produksi, Mas. Aku gak ngerti rumusnya seperti apa. Karena dulu ee nah ini cerita unik juga, Mas. Karena saya itu nak mengerti terkait ee konten kreator Mas, ya bahasanya ya. Saya itu merekrut satu orang dulu juga Malang melintang di dunia perkafean. Tak ajak ikut kerja. Aku alhamdulillah mau. Wis, Mas. Aku percaya sampean karena aku tidak punya background-nya contonten kreator. Tapi nanti sebelum rilis video pasti nanti konsultasi dulu ya, Mas. Seperti itu. Iya. sebelum publish dikasih tunjuk ke saya. Iya. Iya. Ternyata ya videonya itu harus ada tulisannya apa biar viral apa videonya itu anu Mas videone lek sing saiki loh Mas sing keri keri keri kui loh Mas lagi viral toh iku lah iku itu ternyata kan kalau ngomongin ee estetik kanak estetik Mas lagu itu. Tapi ya gimana lagi memang algaritman memang lagi itu kita harus ikutin soundtracknya itu Mas he sampai R8.000 per video itu sekarang itu bisa dicek R.000, Rp50.000 padahal cuma follower berapa Mas? 300. Eh, following-nya cuma ya aku tok yang following akunya itu yang follow itu sekitar cuma 300-an seberapa itu. Berarti kategori viral lah itu. Iya, kategori viral. Kalau konsep healthy food yang diusung itu seperti apa di smoothie vibes yang cafe itu? Iya. Ee karena tadi juga ikutnya inspirasi dari beberapa tempat yang pernah saya kunjungi, Mas. Tadi pertama yang jelas itu nanti tanpa gula. Hmm. Oh, gak ada gulanya. Iya, tanpa gula. Tapi gula di sini itu dalam arti pemanisnya di di diganti, Mas. Heeh. Bisa itu dari pisang. Hm. Ee selain pisang itu nanti bisa pakai madu. Heeh. Heeh. Bisa lagi nanti ada yang orang itu, "Mas, aku maunya ndak pakai madu atau pisang, aku tak bawa Stevia sendiri." Oh, tetes dia biasanya mereknya macam-macam, Mas. Ada yang tropikan, ada merek apa dia netes sendiri kan sudah ini sudah manis. Tapi sebetulnya memang dari buahnya sendiri itu pun juga manis, Mas. Iya. Seperti itu. Manis dengan konsep tanpa gula dimasukkan. Terus nanti yang di kitchen juga gitu, Mas. kita ya. Karena itu tadi, Mas, karena saya itu kan beberapa bulan ini kan konsentrasi ke gym. Heeh. He. Jadi, ada anak-anak gym itu tak lihat makanane kok mek ini yo ngapunten. Kadang kan anak Jiman yang cuma dikukus. Iya, iya iya. Opo yo? Rasanya flat lah. Iya, rasanya flat. Opo yo enak? Wong aku dewe yo enggak enak, Mas. Rasakno, Mas. Iya, iya. Iya. Jadi, telur ya masih digoreng, tapi gorengnya diganti, Mas. Pakai olive oil. He he he. Ee pokoknya serba gula-sba gula ini diganti, Mas. Diganti alternatif yang lain seperti itu. Oh, berarti juga makanannya juga dipikirin sampai yang intinya sehat gitu ya. Iya. Iya. Gak pakai minyak digill seperti itu, Mas. Di jatuhnya kan mahal ya nanti harganya sebetulnya. Iya. Tapi ya kita coba otak-atiklah HP-nya biar biar bisa masuk. Iya. Saya itu juga mikirnya itu gini, Mas. Gak usahlah mahal-mahal tapi kita kejar volume. Hm. H seperti itu. Nanti takutnya mahal memang marginnya gede tapi nanti customer kapok. Iya. Iya. Kalau menurut Mas Niko, berapa persen kita mengambil profit yang tadi kan enggak usah mahal-mahal tapi yang penting volume. Nah, itu berapa persen, Mas, kita ngambil profit itu, Mas? Sebetulnya itu ee kalau ngomongin general profit total berapa itu agak susah sih, Mas, diukur. Karena pertama buah itu kan ada yang musim, ada yang gak, Mas. Heeh. Kalau nak musim apokat bisa itu tembus sampai 30 sampai Rp50.000. Iya, betul. Betul. Tapi kalau gak musim bisalah di bawah pasar. He. Terus ada yang buah itu musim kayak semangka, melon kan musim terus, Mas. Tapi harga dia stabil. Jadi saya itu menerapkan sama istri itu subsisi subsidi sulang. Subsidi silang. Nah, subsidi silang. Jadi memang lagi yang musimnya mahal tak ganti ada produk itu yang murah. Hm. He ya. Kalau margin mungkin ngomongin sekitar 25 35% bisalah Mas ambil di situ secara total Mas ya. Mungkin sudah kepotong dengan gaji karyawan operasional. Berarti masih lumayan juga ya Mas? Iya. Kalau kuliner kan agak tinggi memang ya marginnya ya. He he. Kalau ngomongin kita jualan es teh, Mas ya. Teh itu berapa sih, Mas? Heeh. He. Esnya itu berapa sih? Sebetulnya kan kalau ngomongin bisa untung 100% 2% itu bisa bisa. Oh. Oh, tapi kan karena ini banyak kondimen di dalamnya satu produk itu kan agak susah. Apalagi ada buah yang musiman tadi itu tadi, Mas. Berarti pas kalau enggak musim itu enggak ada ya di situ ya? Ada solusinya. Ee nanam sendiri. Nanam sendiri. Iya, Mas. Niko nanam sendiri. Iya. Jadi, kebetulannya tadi Masak juga nyambung sama orang tua. Orang tuang tua ada memang basicnya petani, Mas. Orang tua itu. Oke. Petani padi. Heeh. Karena ini alhamdulillah, Pak. Ini kan putramu kan ramai jualannya. Wah, ini putram udah banyak nih yang beli gitu. Nanti yo wis okelah sewahane sampean berapa sih? Aku kasih ono diskon. Jadi tetap Mas ada hitungan enak Mas sama sewa lahan ke Bapak sendiri. Iya engko isolah Pak digawe setahun sekali lah ojo kok gawe nemen-nemen biayane punya anake anake sampeyan sendiri mas kok larangno gitu. Jadi tetap tak sewa, Mas. Tak sewa sing biasane ee padi tak ganti beberapa buah, Mas. Ada yang melon, ada yang semangka, ada yang mungkin tomat seperti itu. Kan tomat itu juga ada Mas, kita ada jus tomat gitu. Iya, jus tomat. Ada jus tomat, sunset glow. Sunset glow itu ada tomat, apel, wortel itu ada. Oh, karena itu, Mas, nanam sendiri ya. Alhamdulillah harga itu benar-benar pres. Wih. Iya. Iya. Iya. Jadi kuncinya itu memang kalau makannya tadi itu sebetulnya kayak enggak masuk akal kan, Mas. Juz R5.000. Iya. Iya. Iya. Itu kuncinya itu tadi, Mas. Nanam sendiri mau gak mau. Jadi lek mungkin pemerintahan kan dari hulu ke hilir ini harus bisa gitu. Oh iya. Ini benar-benar dari hulu ke hilir ya. Iya. Iya. Gitu Mas. Berarti juga selain juga ilmu marketing, ilmu kafe, ilmu FNB juga paham ilmu pertanian ya harusnya. Iya. Karena ya meskipun gak begitu paham banget, Mas, karena Bapak itu kan petani ya, dari kecil yang diajak ke sawah jadi paling gak oh bulan ini waktunya apa nanti kalau haanya ini apa. Tapi ya sebetulnya susah, Mas terus serang petani itu. Kadang itu respek para-para petani yang di luar itu. Respek. Iya respek sekali Mas. Iya susah sekali Mas. Apalagi melon. Bayangkan, Mas. Melon kena hujan. Iya. Tawar. Enggak enggak ada enggak manis enggak ada manisnya. Betul. Iya. Harus di greenhous. Green houseous biaya lagi. Terus nanti enggak ada hujan istilahnya kalau di sawah namanya diesel. Iya. Iya. Terus lek haman ini ini harus apa ini? Wah susah Mas sebetulnya. Berarti konsentrasimu apa enggak kebag di pertanian Mas? Nah ee dulu memang kebag. Tapi karena ini balik lagi Mas saya ee dengan berbagai banyaknya bidang usaha saya akhirnya membuat itu manajemen. Oh gimana itu manajemen ini tu di sini tuh ada nanti yang ngurusi kafe sendiri, ngurusi studio ada sendiri, ada ngurusi stasiun ada sendiri. Bahkan yang tadi di Brilling kan sejasa keuangan itu tak aktifkan sebagai nanti financeku. H. Jadi pembayaran itu sudah tidak lewat aku semua, Mas. Ada orangnya sendiri-sendiri. Nanti yang ee di sawah juga ada orangku sendiri. Tapi paling gak aku pernah merjuni ini semua. Paling gak nanti nak dihapusilah, Mas. Betul. Begitu. Gak dihapusi atau kalau ada problem bisa diskusi. Nah, begitu. Berarti kita ada Mas, Anda kendala gini-gini bisa kasih masukan solvingnya seperti apa seperti itu, Mas. Berarti tim sudah berapa sekarang? Kalau totally semua karyawan, Mas, aku ada sekitar 40. Kalau yang lepasan lepasan dalam arti gini, Mas. Di rumah itu kan saya itu ada gudang. Heeh. Heeh. Sebetulnya gudang ya sama mepet sama rumah. Jadi ee dari sawah misal contoh melon itu Mas ya. Melon dari sawah petik diambil timku sendiri ada sop nanti sama kernet lah ngambil dari sawah. dibawa ke gudangku. Nanti gudangku di situ sudah ada timnya, Mas. Tim packaging-nya. Jadi saya itu ee punya cita-cita itu kan kalau punya usaha itu bisa bermanfaat bagi sekitar, Mas. Oke. Itu kebetulan alhamdulillah tonggo tepar ada istilahnya ibu-ibu, ibu-ibu sing biasane ke sawah, sing biasanya punya usaha apa. Ayo, Bu, Ibu-ibu nyambilah di tempatku. Engko kenek kok ngih sampeyan tambahan tambahan tambahan ee uang dapur lah kenek sampeyan ko ngih bumbas bumbon engko ng opah terserah jenengan oncek-oncek buah h ngirisi buah ee packaging buah diplastiki dikelipi seperti maskan ada sampai divakum juga buahnya itu. Jadi nanti tinggal di kafe tinggal dimasukkan freezer begitu ya. Iya betul. Nanti ada sekitar ee 40 itu di luar itu Mas itunya ibu-ibu itu ada yang aktif itu enam. Oke oke oke. Ya hampir ya 40 sampai 50 orang Mas ikut saya itu sekarang itu. Iya. Tadi aku cukup kaget Mas ketika sampean bilang 40 tadi tak kira lah ya di bawah 20 ada 40 orang ya. Makanya itu, Mas, kalau enggak ditata secara manajemen ee ada orangnya sendiri sendiri sendiri itu wah HP itu kayak medos Mas di WA kono di WA kono telepon kono telepon kene. I makane dulu istri makan ngajak ya akhirnya aku sama istri bagi tugas Mas. Oke. Istri itu kan memang jago dalam hal ee produknya. Heeh. Heeh. Ngatur HPP-nya. Rasane enak apa dak itu di istri. Kalau saya tuh lebih ke manajemennya. Heeh. Heeh. Heeh. Ngatur anak-anak, ngatur mungkin jadwalnya anak-anak. Heeh. Heeh. Heeh. Nanti oh kita cari karyawan yang seperti ini kayaknya cocoknya seperti ini, seperti itu, Mas. Jadi dibagi juga sama istri saya itu. Siap. Siap. Di antara 40 berarti kalau 40 orang kan ibaratnya harus omsetnya besar nih, Mas untuk bisa menghidupi sekian banyak aktivitas berarti ya. Iya. Iya. Sampai banyak berarti omset ya, Mas? Ya, alhamdulillah, Mas. Ya cukuplah kalau untuk tapi mungkin ee kan ada yang mungkin lama sama yang baru Mas ya. Mungkin kalau yang baru mungkin belum OMR tapi kalau mungkin sudah lama-lama ikut saya. Ada Mas yang satu tak sebut namanya adanya namanya Mbak Dewi. Mbak Dewi itu mulai dia itu belum kuliah. Heeh. Heeh. Sampai lulus kuliah. Heeh. Sampai sekarang lulus kuliah itu ada sekitar 2 tahun. Ikut saya terus. Berarti sudah 6 tahun kurang lebih 5 6 tahun ada itu namanya DD namanya Mbak Dewi. Tetangga saya itu dulu itu mulai menjaga toko. Iya. Iya. Jaga breeling. Iya. I sekarang sebagai financeku. Oke. Oke. Ini kadang itu makanya saya sama istri kadang itu paling di dompet itu cuma uangnya paling sejuta paling cukup Rp500.000 buat jajan lah, Mas. He he. Nanti yang ngelola itu memang anak-anak gitu loh, Mas. Uang itu pembayaran-pembayaran seperti itu. Wow. Keren, keren, keren. Iya. Wah, iya. Di antara dua bidang tadi kan ada beberapa bidang yang paling banyak menyedot tenaga kerja yang mana, Mas? Ee yang jelas Motis Vib karena ada cabangnya di Bandung ee di Boyolangu sama di stasiun sama di yang kafe yang baru. Terus studio itu paling banyak di situ, Mas. Iya. Iya. Oke. Kita berarti cabangnya ada empat ya yang smoothties five ya? Iya. Totali empat. Heeh. Yang kafe satu ee plus kafe itu satu sudah empat. Iya. Maksudnya yang model-modelan kayak kafe satu, yang tiga kayak rombong begitu ya. Iya kayaknya ya kontainer begitu. Heeh. Ya kayaknya cukup cukup satu aja wis mumet Mas yang model kafe ya kurang tahu lagi loh ya. Orang gak tahu ya Mas ya nanti arah trennya seperti apa mungkin. Iya. Mungkin kafene tok mungkin sing nanti tahun depan usaha juga belum tahu. Tapi kalau kafe harusnya cukup ikut tok wis cukup penguras. Cukup. Iya. Oh kadang itu takutnya gini Mas kan saya punya anak kecil baru umur 5 tahun takutnya nanti enggak keurusak Mas nanti apalagi ini tahun depan mau SD. Jadi ya kadang gitu tadi Mas nanti mungkin habis podcast ini saya juga nanti mapak. Heeh. He sekolah memang saya tu dulu ya tadi Mas waktu ke dikerja kan takutnya dibilang Om. Iya iya iya lah eng om tenan Mas. Jadi ya ini usaha juga ternyata om juga karena itu tadi Mas sebisa mungkin aku entah itu nanti ngeterno sekolahe atau jemputnya sebisa mungkin aku adalah buat dia gitu. Oh seperti itu. Mas kalau saya tuh nge-fan sebenarnya mangga. Oh mangga. Mangga. Tapi kan kalau enggak musim susah, Mas, jadikan ya. Iya. Tapi saya juga masih bisa dapat itu kalau gak musim. Oh, enggak musim bisa dapat? Bisa gimana? Ya, pertama ee petani itu tadi, Mas. Petani sudah saya pesan dulu dia kan petani pasti ada kan nanti untuk pas musim dia ada. Kalau gak musim dia masih anu Mas apa namanya ya? Ada stok begitu ya. Ada stok pohon yang produk masih produksi. Oh, sebenarnya ada ada cuman memang kan dijual untuk kalangan tertentu saja Mas seperti itu gak banyak dia mungkin dia gak jual ke pasar tapi langsung ke misal ke pemilik kafe atau high supplier atau kelangganannya? Iya minimal kelangganannya tapi harganya lebih mahal ya pastinya pasti Mas dua kali lipat. Oh tapi kan enggak apa-apa pasti laku. Iya karena enggak ada barangnya kan. Heeh heeh heeh. Kalau studi Mas gimana? Studio. Alhamdulillah masih jalan enak. Terus ee sekarang ini beberapa kali ee 3 bulan 3 4 bulan terakhir juga buat anak-anak magang, Mas. H. Jadi kita juga menerima beberapa kali anak magang. Ada yang dari SMK mana, ada yang perkampusan mana. Kemarin yang kampus itu juga dari UIN juga magang di tempat saya. Heeh. Heeh. Heeh. Ee tapi ada memang ada pasang surutnya, Mas. Kalau kalau studio fotografi itu kan nanti kalau pas lebara eh sori pas puasa kan pasti gak ada yang moto nanti biasanya after lebaran pasti naik nanti musim orang kawin kok kawin apa wedding lah itu pasti naik seperti itu nanti kalau kemarin kan ada tahun dal itu Mas Iya iya oh enggak ada nikah iya enggak ada nikah ya juga repot begitu cuman kan karena di sana juga ada leaderku manajerku tadi nanti kan pasti dia cari kerja sama mana begitu. Iya iya iya seperti itu, Mas. Di antara apa ee jasa yang paling ramai di namanya kan Focus Studio ya. Yang paling bestseller apa jasa apa di sana? Iya. Ee foto studio. At foto studio itu kan nanti bisa digunakan macam-macam. Ee jadi di dalamnya itu kan ada fotox, ada self studionya, ada yang kan dua lantai, Mas. lantai du ee kita buat konsep seperti frame-nya itu frameless. Jadi kayak luas gitu nanti berbagai background. Jadi istilahnya kalau di kita itu disewakan studionya, disewakan satu ruangan. Heeh. Heeh. Heeh. Ee nanti kalau mau konsep apa nanti terserah dia mau konsep untuk mungkin ee foto grup. Foto grup itu mungkin anak-anak sekolahan. He. Untuk foto satu kelas itu juga bisa. untuk nanti foto afternya dia wisuda itu juga bisa foto sama keluarganya itu loh, Mas. Iya. Iya. Kita juga nanti menawarkan jasa juga fotografinya juga e sori fotografernya. Oh, iya. Oke. Oke. Nanti biar orang kan pasti nanti kalau belum terbiasa sud kan pasti agak kaku ya, Mas ya. Gaya style itu berarti jam-jaman gitu sewanya atau gimana? Iya. Jadi per jam tadi per jam. Oh begitu. Nanti ada yang jadi kayak gini biasanya itu sudah ini Mas orang mau pesan hari ini itu untuk Sabtu untuk hari Minggu untuk mungkin ini di daerah Bagus ini kan kalau salah yang timur jalan itu. Heeh. Tepatnya itu di depan Indomaret Mbago Mas agak utara dikit. Iya iya iya Focus Studio. Satu cabang aja. Satu cabang aja. Ini kayaknya tepat 1 tahunnya Oktober ini deh. Iya saya sampai lupa juga kalau FNB sama fotografi. Mas Studio. He. Heeh. Enakan mana secara manajemen? Enakan studio. Oke, sudah pasti itu, Mas. Karena enggak begitu repot produksi, ya. Betul. Gak perlu biaya kulak juga orangnya rata-rata juga gak banyak. He he. Kalau kafe itu kan aduh banyak ya orang. Banyak Mas. Saat di sana itu kan total itu kan ada 15. Heeh. Heeh. Di kafe aja. Kafe aja. Total 15. Dua siif. H ada ya si pagi, siif sore ke malam, nanti ada shift middle. Hm. Middle pergantian itu ya. Berarti tiga shift berarti ya siorinya. He. Tapi yang middle-nya itu lebih cuma anu Mas gak banyak kok. Paling ee bar satu, weather satu, kitchen satu buat membantu terutama jam makan siang, Mas. Waduh itu codit banget. Wis obat mabit ee pistelai anak-anak itu bahasanya mobat mabit. Wis, Mas. Gitu. Siap. Siap. Siap. Iya. Oh, berarti ee secara produksinya, secara manajemennya enakan ee studio foto. Tapi kalau dari segi profit Fnb dong secara margin sebetulnya enak studio Mas karena dia kan misal contoh nih aku beli lighting, beli kamera kan sekali beli tok, Mas, tapi jangka panjang. Hm. Ee jadi secara margin pasti lebih untungnya studio. Tapi kalau tadi saya konsepnya kan ngejar volume, Mas ya. Berapa kali orang ke sini kalau bisa repeat, repeat, repeat terus. Ee kalau total ya tetap enak kafe, Mas. Heeh. He. Cuman tipis, tipis-tipis gitu, Mas. Heeh. Gitu. Kalau ya ada ada kesempatan nih, misal kayak buka cabang di luar kota kan ada banyak ada banyak ada foto, ada rombong, ada kafe juga. Heeh. Tadi kan kalau di FnB pilih kafe kalau mau dibuka di luar kota. He. Nah, sekarang tak compare antara kafe sama studio foto misal buka di Kediri gitu. Pilih mana? Ee sejujurnya nanti juga lihat kalau dilihat peseng-peseng juga sih, Mas ya. Hm. Kalau Kediriet itu tetap Iya. Kalau Kediri itu kan sepertinya kan banyak studio foto juga besar-besar, Mas. Apalagi mereka itu kalau sudah buka 1 tahun, 2 tahun pasti mereka sudah banyak marketnya sendiri. Oke. Oke. Ee kayaknya lebih enak bawa smoothie swap ke luar kota karena Oh, kita konsepnya itu freshness juga, healthy food. Mungkin gak banyak orang pemainnya di situ juga kayak tadi itu, Mas. He he. Lebih enak situ sih. Iya. Iya. Karena konsep baru itu Mas belum masih hijau. Heeh. Heeh. Ya, semoga yang lain juga gak usah ikut itu. Jangan ikut ya. Yang lain susah susah susah itu. Iya. Biar saya aja seperti itu. Bisa. Semoga makin laris, Mas. Usahannya. Amin. Amin. Amis, Mas Agung. Makasih banyak. Amin. Closing statement dari Mas Niko. Ee kalau usaha itu kalau bisa kerja keras ee terus kalau enggak kerja tuntas gak bakal bisa ini tadi. Oke. Jadi kerja keras, kerja cerdas tapi harus tuntas. Oke. Seperti itu, Mas. Gimana itu kerja tuntas? kerja tuntas itu misal saya mungkin sebagai pemilik usaha misal saya menginstruksikan ke satu ee karyawan saya ya pertama harus dikasih instruksi he sebelum ee dikasih contoh juga Heeh he ini biar tuntas gimana ya harus dikontrol Mas dimintai repot h sudah apa belum Pak Mana fotonya itu kok belum difotonya itu editan toh sekarang serba AI Mas, takutnya seperti itu. Jadi harus benar-benar kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas. Tuntas. Oh, wajib itu, Mas. Wah, keren. Bagian apa terakhir? Jadi penasaran yang masih kok pegang sendiri dia kan tadi ada manajernya, ada finance dan sebagainya yang masih dipegang sendiri. Oh, jadi pelan-pelan ini aku sama istri tuh anu Mas apa ya mundur teratur. Oke. Tak delegasikan ke anak-anak sesuai porsinya masing-masing. Pelan-pelan. ee di belakang layar ee shadow owner lah kadang makan anak-anak to enek interview atau apa bilang itu usahamu gak usah bilang itu dari aku. Memang anak-anak itu penginnya itu karena gzet juga sih Mas ya teman-teman itu nanti tak belajari tanggung jawab tak belajari juga mereka mengambil keputusan. Hm. He. Misal salah yaak apa-apa. Itu kan bagian dari proses keputusanmu. Tapi kalau mereka itu mengambil keputusan pasti mereka tanggung jawab. H. Tapi lek ini nanti keputusan diambil oleh pemilik usaha, aku yakin mereka pasti ada kata-kata, "Mas, iku mau nyuruh sampean loh, cuci tangan." Oke. Tapi kalau mereka dibelajari tadi, Mas, Heeh. ee mengambil keputusan sendiri ee bisa kalau saya tuh tanya itu ya enaknya gimana? Kalau A gini, B gini, menurutmu gimana? He. Mau A mau B? Soalnya yang menjalani tugas ini kamu loh, bukan aku. Nah, itu hanya support di belakangmu. Sepertinya biasanya seperti itu, Mas. Belajar manajemen dari mana? Ee atau dididak lihat-lihat YouTube atau apa gitu? Ee sebetulnya ya dari jatuh bangunnya usaha juga sih, Mas. dulu ya. Rejeki cerita juga pernah ditipu juga pernah dihapusi supplier juga pernah datang buah katanya enak itu bawah petinya itu bosok kabeh ya pernah he punya orang kepercayaan dibawa kabur uang R juta juga pernah pernah mas jadi pelajaran hidup menjadi sebuah pelajaran bisnis untuk ke depannya begitu betul betul sekali Mas seperti itu. Mas Wis kerenkeren semoga makin bisnisnya makin lancar. Amin. Terima kasih, Mas Agung. Amin. Teman-teman yang belum datang harus datang ke Cafe Smoothie Vibes. Iya. Ee kalau untuk yang cabang baru nanti bisa ke datang itu kan perempatan TT 0 km itu ke barat nanti selatan jalan dekatnya Kembang Api Hasan. Kalau yang stasiun itu ee stasiun ke utara nanti timur jalan ada ruko-ruko jusnya punyanya stasiun loh. Yang baru yang yang kafe itu yang mana? Yang yang kafe itu yang TT. TT ke barat? Iya. TT ke barat ke baru bar nanti selatan jalan. Oh, saya kira yang itu tadi yang dekatnya stasiun bukan ya? Stasiun itu sudah 2 tahun masih situ. Itu kafe juga bukan. Itu yang cuma konsepnya d in. Oh, d in. Eh, sori bukan d in. Take away. Sorry. Take away. Kayak kayak tapi sudah ruko-ruko begitu. Sudah. Oh, iya. Satu lagi saya punya brand baru namanya Steam Git. Itu lupa sampean ini. Selatannya selatannya Smoothie Swap yang stasiun itu ada. Oh, nanti dimsam. Oh, Dimsam. Oh, waktu kenalan saya ngenalinnya dimsam sama saya. Iya. Sonnya saya enggak berani, Mas, nyebut yang lain nanti karena belum launching. Takutnya nanti abal-abal dimarahi banyak orang nanti masih seperti itu. Lupa steambit. Jangan lupa datang teman-teman itu. Baru itu juga itu. Nanti kita cantumin semua usahanya di deskripsi. Iya iya. Oke, Mas Agung. Orang Tulung Agung harus mampir. Siap. Wajib itu. Thank you teman-teman sudah menyimak. Sampai jumpa di next episode. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Iya, sampai lupa aku, Mas.
Resume
Categories