Bisnis Triliunan Tapi Hidup Seperti Rakyat Biasa
17sA86xoi3o • 2025-10-24
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Valuasi yang pernah saya hitung kasar itu triliunan lebih lah valuasinya. Alhamdulillah sampai detik ini bisa dicek di rekening tidak pernah rekening saya itu di atas R1 miliar. Kemarin ada yang tanya punya McLaren? Enggak punya. Saya ingin teman-teman yang belum merasakan umrah, saya ingin berbagi kesempatan. [musik] Teman-teman di sini bisa umroh semuanya gratis, pesawat semua gratis. Teman-teman bisa komen di [musik] akunnya pecah telur untuk mendoakan perusahaan kita Um dan Trisna Grup dan tulis kenapa kalian ingin umroh dan yang terbaik menurut saya itu yang kita berangkatkan umrah gratis. Mau masyarakat Indonesia atau di seluruh dunia boleh. Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Egi Aditywan. Saya tinggal di Kediri. Saya asli Kediri. Alhamdulillah sekarang saya membawahi 60 PT dan 30-an brand. Jadi keluarga orang tua itu wiraswasta zaman dulu namanya. Dan alhamdulillah menular ke saya dan didikan orang tua waktu SD itu waktu liburan itu saya sudah kerja diminta kerja oleh orang tua tapi dikasih tambahan [musik] V. Jadi waktu liburan kita pabrik pupuk awalnya dulu kita nempelin stiker di botol. Alhamdulillah dari situ dapat V satu. [musik] Yang kedua dari SD pun kalau kita dapat waktu hari raya itu kan ada tante om pakde Bude ngasih kita sudah diajari invest uangmu [musik] ini beli ayam aja nanti yang ngelola dulu Bude dari ayam ini nanti bisa nambah nambah nambah dan seterusnya. Alhamdulillah. Mas dulu kan ada back dari bupati Mas enggak ke arah sana? Belum. belum. Jadi kemarin itu saya waktu lulus kuliah saya diamanahi sekitar 3 bulan PT lah untuk menggantikan orang tua. Setelah itu bertumbuh, bertumbuh, bertumbuh. Dan orang tua itu yang bikin mungkin beda dengan yang lain. Orang tua ini mentargetkan itu bukan keuntungan, tapi mentargetkan itu setahun kamu bisa nambah berapa PT, setahun kamu bisa nambah usaha apa aja. yang alhamdulillah akhirnya saya fokusnya ke nambah usaha itu yang akhirnya sekarang 60 BT tersebut. Dari situ ternyata saya di titik mengelola perusahaan sedemikian banyak itu benar-benar sangat berat menurut saya. Ini tantangan yang luar bias lah menurut saya pribadi. Terus Bapak ternyata minta saya maju bupati. Setelah saya pertimbangkan, saya ada satu syarat, enggak apa-apa maju asalkan saya tidak mengelola perusahaan sebanyak ini. Saya off, saya mending fokus ke pelayanan masyarakat lah. Ya, akhirnya yang sekarang ini alhamdulillah Allah memberikan jalan terbaik yang seperti ini. [musik] Hal dari Mas I sendiri nyaman sebagai seorang pengusaha atau seorang pelayan publik? Saya pelayan masyarakat tetapi melalui jalur usaha. Saya memberikan manfaat ke banyak orang ikhtiar melalui jalur usaha. Kalau boleh flashback, waktu SMA itu saya ada privilege. Orang tua itu jualan susu, salah satu susu pasurisasi lah. Karena orang tua punya, saya dibolehkan menjadi agen. Setiap subuh nyiapin produk tersebut, ngambil dari kulkas, dimasukin kebok, saya antar ke SMA SMA. Dan itu menurut saya tambahan uang jajan yang luar biasa. Karena dulu uang jajannya tiap bulan Rp60.000 pada saat itu. Qadarullah saya enggak bisa ngelanjutin jualan itu karena perusahaannya si susu ini tutup. Otomatis saya menjadi agen juga tutup. Terus qadarullah di tahun ketiga saya pindah jurusan. Sejak pindah jurusan itu saya malu untuk kuliah kalau dibayar. Ini kan salah-salah saya sendiri. Saya pindah jurusan dari IT ke sistem informasi. Akhirnya alhamdulillah saya membiayai kuliah full sendiri. Itu jualan apa? Jualan distro. Mungkin teman-teman Kediri tahulah. Terus yang kedua pernah jualan pulsa, baju polos, sepatu dan lain sebagainya. Yang akhirnya pada saat saya lulus pengalamannya sudah ada. Jadi seperti itulah uniknya kalau di orang tua kami pendidikan itu bukan fokus utamanya. Kamu berpendidikan boleh, tapi pengalamanmu jangan lupa terus diasah, ditambah agar intuisinya juga terus terasa. Jadi, pada saat saya kuliah pun saya diminta membangun stasiun pengisian dan pengangkutan IPG. Jadi, sambil kuliah sambil bangun SPPBE. Saya berusaha sebaik-baiknya kalau urusan kuliahnya molor ya qadarullah lah. Tapi saya enggak mau alasan itu. Ya sudah saya tetap SPB alhamdulillah sekarang sudah jalan juga kuliah juga alhamdulillah lulus ditolong Allah. Mas waktu lulus kuliah diamanahi 30 PT ya? Iya 30-an. Bagaimana itu prosesnya? Mungkin ya menurut saya pribadi ya mungkin pada saat kuliah itu kan juga sambil kerja juga di diamanahi orang tua untuk membangun usaha. mungkin kelihatannya mampu. Akhirnya saya lulus kuliah langsung menggantikan orang tua pada saat itu. Tapi pada saat kuliah sudah pernah rolling di beberapa tempat selain membangun sendiri itu dari jabatan purchasing pindah ke yang lain semua. Jadi dicobai muter sudah dicoba akhirnya mungkin setelah lulus itu pengalamannya sudah ada ya. Perusahaan apa Mas waktu itu yang waktu itu diamanahkan ke Mas? Ada kita mitra Pertamina yaitu SPBU, SPBE, ada Pupuk juga ada agen LPG sama BPT namanya bengkel pemiliraan tabung LPJ. Pada saat itu saya sudah sangat siap ya menurut saya. Oke. Alhamdulillah langsung merubah budaya yang sebelumnya antara satu PT ke PT lain mungkin kurang harmonis. di bawah kepimpinan saya alhamdulillah jauh lebih baik dan agak ada program-program baru yang menurut saya itu sesuai dengan visi generasi pertama luar biasa. Sedang apa kita di sini ya jangan diingat-ingat dulu ya. Kita di sini bersenang-senang. Sedang apa [tertawa] kita di sini? Bersenang. Ayo sini dulu. Jadi pada saat saya menjabat ada program-program kan orang tua itu selalu menekankan bekerja karena Allah. Sudah statementnya seperti itu lah untuk mendelivery ini ke sebuah perusahaan itu seperti apa. Akhirnya sampai detik ini ada namanya ambulan gratis. Alhamdulillah banyak tetangga dan teman-teman juga terbantu. Ada program keramik masjid itu yang sebelumnya sudah jalan memang, tapi sejak saya saat saya masuk alhamdulillah jauh lebih berkembang. Jadi untuk semua masjid gratis keramik. Yang ketiga ada satu juz, satu tiket umrah. Itu alhamdulillah sudah banyak yang berangkat. Terus ada lagi kajian yang itu tiap pekannya ada dites nanti yang nilainya terbaik juga diberangkatkan umrah. Dan ternyata dari situ manfaatnya itu masyaallah ternyata banyak orang yang bermimpi umrah, karyawan tapi tidak bisa. Terus yang kedua, banyak harapan-harapan teman-teman karyawan itu pengin berdoa di sana, pengin diijabah tempat-tempat mustajab di sana itu akhirnya 1 2 3 banyak orang itu terkabulkan. Ada satu OB di sini karena ada program 1 juz satu tiket umrah ini dia bersih-bersih nyapu, ngepel semuanya itu sambil dengerin murotal. Terus alhamdulillah beliau setoran, alhamdulillah lolos dan dia berangkat. Loh, kenapa kamu kok sebegitu inginnya berangkat umrah itu? Kenapa? Ternyata dia pengin punya momongan. Set dia berangkat minta pada Allah di tempat-tempat mustajab. Pulang dari sana, alhamdulillah dikasih Allah momongan. Beneran bisa dapat? Beneran bisa. Alhamdulillah bisa dapat. Masyaallah. Terus ada lagi yang lulus SMA itu pengin kuliah. Tapi qadarullah karena ibunya di rumah sendiri dengan berat hati aku sebenarnya pengin kuliah tapi jadi nemenin ibunya tapi wis bismillah ikhlas. Akhirnya dia kerja di salah satu perusahaan di sini terus mencoba hafalan, mencoba hafalan. Kemarin baru setoran, alhamdulillah lulus juga. Terus dia berpikir bentuk berbaktinya kepada orang tua ini dapat hadiah umrah dari Allah. Kan sebenarnya perusahaan cuman perantara aja ya. Dan banyak lagi yang pengin berangkatin orang tuanya. Luar bias lah menurut saya. Wong usaha zaman dulu itu yakin bahwa kalau sudah minta tolong Allah, sudah berusaha insyaallah Allah ngasih jalan. Sesimpel itu kelihatannya. Jadi selama kamu serius untuk mengerjakan tugas atau membangun perusahaan selama kamu serius harusnya ini berjalan mungkin sesempel itu. Jadi mau nambah 3, 4 5 sampai di titik 60 sekarang ya insyaallah jalan gitu loh. Tapi kan dari sisi saya kalau diurusi semua kan berat. Akhirnya ya itu saya ada ide membuka hotel Minimart atau seperti SPBU. SPBE itu kan bisa dibilang SOP-nya sudah dibantu oleh Pertamina dan kita tinggal menjalankannya berikhtiar melayani masyarakat dengan cara yang terbaik. Itu aja sih. Kalau yang menurut Mas Egi paling susah untuk dibuka waktu itu apa, Mas? Yang paling rumit ini yang terbaru ini parfum karena di situ ada membangun produk branding, corporate branding itu di saat bersamaan. Contoh-contoh misalkan kita bangun Fotel ini juga salah satu Fave Hotel terbesar di Indonesia. Mungkin teman-teman bisa mampir itu kita memang ruwet waktu bangun SWBU, waktu bangun hotel, ruwet perizinannya, pembangunannya, berurusan dengan konsultan. kontraktor, perizinan dan lain-lain sebagainya. Tapi pada saat hari H buka, misalkan contoh SBU yang dekat sini malam besok dibuka. Oke, wis bismillah semoga Allah tolong buka jam .30 lebih itu sudah ngantri panjang. Kita tidak perlu mendatangkan customer. Tapi kalau produk misalkan contoh parfum, ayo kita bikin pabrik. Kita kebetulan pabrik sendiri parfumnya sudah bikin produk terus mana bisa seperti PBU tadi ataupun hotel yang harapannya berjalan dengan sendiri ya enggak bisa itu membutuhkan produk branding, corporate branding yang memang benar-benar harus diurusi. Satu, kenapa saya kok memilih parfum? Karena dari hasil riset parfum ini yang masih bisa bertahan puluhan tahun ke depan. Yang kedua, saya datang ke sebuah mall. Salah satu brand yang ini brand parfumnya ini dipakai oleh presiden kita Pak Soekarno dulu. Loh, kok dari Pak Karno? Berarti ini perusahaan sudah lama kan? Saya cek ternyata perusahaan ini sudah 200 tahun. Berarti kan ini perusahaan yang jangka panjang. Sedangkan perusahaan aja yang bisa bertahun 10 tahun aja sudah bagus gitu maksudnya. Terus saya datang, saya coba duduk 1 jam di sana, transaksinya R5 juta. Padahal harga parfumnya juta Rp15 juta. Ohoh berarti ini selama kualitas terjaga insyaallah kita jual parfum ini [musik] harusnya bisa laku. Terus yang lebih terpenting lagi Rasulullah itu teladan yang paling baik entah dari akhlaknya dan semuanya. Dan [musik] beliau jasadnya itu selalu wangi. Jadi parfum itu menurut Islam tidak sekedar kebutuhan atau budaya, tapi sebuah tuntunan dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Jadi ini yang menginspirasi saya agar banyak orang yang bisa memakai parfum agar mencontoh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Jadi kebetulan kita mempunyai pabrik sendiri. Untuk menelurkan sebuah produk ini membutuhkan 6 sampai 8 bulan. Contoh ada produk namanya Active Core. Sebelum ini produk dikeluarkan, coba teman-teman di sini 10 orang lari pakai 10 parfum yang berbeda. Jadi ada parfum yang kena keringat itu tambah tidak enak, tambah kecut, hilang, macam-macam. Dan kita menemukan dari puluhan ini satu yang aromanya itu kalau disemprot di baju waktu olahraga aromanya akan muncul setelah dipakai olahraga. Udah dipakai traileran naik tiga gunung sekaligus dalam 1 hari itu aromanya masih tetap wangi. Terus produk lain kita juga disemprot di bahan jersei, bahan katun sama seperti yang disajadah itu ya beda. Ada yang tiba-tiba di jerse hilang. Jadi memang beda-beda. Kenapa namanya Umai, Mas? Karena Mus'ab bin Umair itu kan salah satu yang mirip dengan Nabi dan dia terkenal kalau beliau pakai parfum aromanya semerbak dari jarak jauh. [musik] Tapi sebenarnya itu kan Mus'ab bin Umair, Musabnya sebenarnya. Ini saya ngambil umairnya. 60 perusahaan itu berapa, Mas? Se putarannya itu, Mas, ya? Valuasi yang pernah saya hitung kasar itu triliunan lebih lahnya. Alhamdulillah. Tapi kalau teman-teman kan wah ini ya banyak. Alhamdulillah. Tapi kalau jenengan bertanya 10 miliar di umur berapa sampai detik ini bisa dicek di rekening tidak pernah rekening saya itu di atas R miliar. Jadi 1 miliar aja saya belum pernah. Kenapa seperti itu? Satu, saya dengan keluarga kecil saya berikhtiar semampu kita dahulukan kepentingan banyak orang daripada keluarga kita sendiri dulu. Terus yang kedua, uangnya itu sebisa mungkin kita tidak pernah ambil dividen. Jarang sekali kita ambil dividen. Jadi sistemnya kita gaji karena fokusnya kita ke gaji. Terus semuanya keuntungan ini kalau enggak untuk usaha untuk masyarakat. Yang keramik itu pernah saya hitung 5 tahun lalu itu sekitar 60.000 keramik sudah tersalurkan. Mungkin sekarang sudah Rp100.000. Alhamdulillah semua berkat Allah. Terus Bapak sendiri juga fokusnya untuk janda yang kurang mampu sebisa mungkin dibantu sebisa perusahaan kita. Terus karo Ibu membangun masjid salah satunya di Bumul itu di antara beberapa perusahaan yang paling banyak untungnya yang mana? Rata. Alhamdulillah rata budaya di kita perusahaan A untung kita bikin perusahaan B. Perusahaan A B untung kita bikin perusahaan C. Perusahaan A B C untung bikin perusahaan D. A B C D untung bikin perusahaan C sampai 60 ini. Semoga saya diingatkan terus sama orang tua, jangan lupa ini kerja kita ini semua untuk Allah. Sampai detik ini selama kemarin ada yang tanya punya McLaren? Enggak punya di rekening R miliar aja kan enggak enggak pernah ada. Kalau budaya kita tetap makan nasi pecel bubur pagi dan lain-lain. Semoga ini terus berlanjut dan semakin memberi manfaat kepada banyak orang. perintis itu berat karena beliau mengalami sesuatu yang luar biasa. Jadi perintis-perintis itu kecenderungan intuisinya itu kuat. Kalau generasi kedua ini kalau dia bisa mengembangkan itu kecenderungan berikhtiar melalui jalan ilmu. Bukan intuisi saja datanya seperti apa, risetnya seperti apa. Kalau generasi pertama dulu intuisi ini kelihatannya buka untung buka. Kalau generasi kedua ini sebelum buka kita riset pasar dulu potensi enggak marketnya. Cuman dari generasi kedua sendiri yang saya lihat juga ternyata enggak mudah. Teman-teman saya sendiri kan banyak generasi pertama juga banyak yang generasi kedua ini enggak mau melanjutkan usaha orang tuanya. Mungkin ada yang jadi notaris, jadi dokter, jadi macam-macamlah. Ada yang pengin buka usaha kafe, ada yang boleh. Tapi harus bertanggung jawab bahwa usaha yang dulu dibangun generasi pertama itu harus diikhtiarkan. Minta tolong pada Allah bisa lanjut sampai generasi ketiga. Dan itu ternyata bukan hanya modal. Saya survei teman-teman di sini generasi kedua enak ada modal. Coba kamu saya kasih R10 juta bisa enggak ini jalan? Kurang Pak. R00 juta. Rp50 juta. Siap. Terus ini kamu mau ngapain? Bingung. Jadi ternyata itu membangun usaha itu butuh ilmu juga enggak enggak enggak sederhana gitu maksudnya. [musik] Jadi generasi pertama itu selalu memesankan bekerja karena Allah. Saya sebagai generasi generasi kedua menterjemahkan dalam bentuk corporate value yaitu yang pertama selalu setiap menghadapi permasalahan entah di rumah entah di kantor pertama kali yang dilakukan jika menemui masalah adalah minta tolonglah kepada Allah dulu. Itu yang wajib kita lakukan untuk semua karyawan di sini. Begitu juga dengan saya dan keluarga selalu berikhtiar. Setiap menemui masalah minta tolong kepada Allah dulu. Terus yang kedua, berilmu dulu sebelum beramal. Banyak orang niatnya sudah benar, saya pengin usaha, saya pengin sukses, niatnya sudah benar. Tapi kalau tanpa ilmu ternyata juga hancur. Tanpa pertolongan Allah kita dikasih ilmu juga hancur juga. Yang ketiga, teman-teman harus mempunyai mental pemenang, harus optimis, tahan banting, tidak pernah mudah menyerah. Corporate value. Yang keempat, jauhi mental pecundang. Saran saya cari ccle. yang memang mendukung kamu mempunyai mental pemenang. Karena kalau enggak bikin usaha bangkrut-bangkrut enggak laku. Enggak laku kan jadi mentalnya jadi pesimis, tidak berani mengambil resiko. Saya pernah tahu dulu ada statement itu kalau kamu mempunyai 10 orang teman, 10 orang sukses, kamu jadi orang yang ke-11. Simpelnya seperti itu. Kalau kamu mempunyai ccle pandai besi, kamu akan terkena sangitnya. Kalau kamu penjual parfum, kamu akan minimal terkena aroma wanginya. Corporate perusahaan tadi yang saya bikin itu sebenarnya value keluarga kami dari semua masalah minta tolong pada Allah, berilmu dulu sebelum beramal, berikhtiar menjadi mental pemenang, berusaha menghindari mental pecundang, dan yang terakhir selalu berusaha terus-menerus dan tidak pernah lelah. Tapi ada tambahan satu lagi, dahulukan kepentingan orang banyak dulu daripada diri kita. Kita mau makan nasi pecel selama itu cukup enggak masalah. Misalkan uang di rekening ada R10 juta, ternyata ada datang Rp9 juta. Ini untuk membiayai rumah sakit orang ini sudah urgen lah. Rp95uta pun kasih semua enggak masalah. Yang penting R500.000-nya ini cukup untuk saya istri dan anak. sudah itu dan itu melatih terus-menerus sampai dari awal nikah sampai sekarang maksudnya sampai detik ini Allah ngasih saya setiap masalah itu saya nikmati gitu. Saya sempat tanya ini saya sakit atau gimana ya? Kok kok semua keadaan itu saya bersyukur gitu loh. Sampai di titik saya tanya, "Ustadz, anak saya meninggal tahun lalu itu sudah lahir tapi enggak bernafas terus diusahakan ternyata masih bisa. Ternyata kula satu pekan meninggal tapi saya bermset alhamdulillah ini insyaallah yang terbaik." Saya jadi enggak pernah meratapi sebuah kejadian yang musibah besar gitu ya. Tetap alhamdulillah ini yang terbaik. Takdir sudah ditulis 50.000 1000 tahun sebelum alam semesta dicakakan. Ya sudah maksudnya. Dan istri alhamdulillah juga dikasih hidayah seperti itu. Saya dikasih hidayah seperti itu. Dan saya tanya ustaz ternyata enggak apa-apa itu bagus gitu. Oh ya sudah alhamdulillah semoga ini memang benar-benar bagus. Bukan saya yang kenapa gini ini kok maksudnya dengan keadaan kemarin kan tiap orang itu sebenarnya punya masalah ya. Entah ada anak yang meninggal entah ada yang support sistemnya keluarga itu enggak jalan, entah kadang bertengkar sama anak entah punya hutang segunung. Kalau saya melihatnya dari situ, saya ada teman hutang 2 miliar, 3 miliar. Terus ada workshop loh, salah satu workshop pulang dari sana ternyata ya happy. Alhamdulillah. Loh, kenapa? Ternyata ada utang yang 10 miliar, 20 miliar, 50 miliar dan sudah terbukti yang pulan miliar tadi juga beres gitu. Maksudnya hal yang paling membahagiakan sampai detik ini orang tua saya masih hidup dan orang tua selalu mendoakan saya setiap hari. Terus keluarga, anak, istri juga support sistemnya bagus, selalu mendoakan terutama orang tua kedua orang tua saya masih hidup dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua saya. Setelah ikut kajian, ternyata orang tua itu peran yang sangat penting di agama kita. Sejak saat itu dengerin kajian Uwais Alqhorni meskipun itu bukan sahabat, bisa menggendong ibunya ribuan kilometer. Bentuk berbaktinya itu sebegitu besar. Saya saya enggak ada apa-apanya. Makanya saya terus berikhtiar bagaimana caranya agar bisa menyenangkan dengan kapasitas saya. Saat ini karyawan yang dinaungi holding berapa, Mas? Ada 1000an lebih lah. Dari 1000 lebih itu yang pernah mendapatkan umrah dari perusahaan berapa orang, Mas? Banyak. Banyak puluhan. Karena ada yang satu dobel-dobel. Ini ada yang kemarin setor 4 juz enggak mau berangkat dulu. Mungkin nunggu ibu sama istrinya biar bisa ikut. Berarti dia setelah 1 juz hafalan langsung gratis umrah. P langsung gratis umrah dan berlaku kelipatannya 1 juz satu tiket umrah. Tiket kedua 2 juz. Tiket ketiga 3 juz. Labik Allahumma labbaik. Labbaika la syarika laka labbaik. Innalda. Jadi saya ingin teman-teman yang belum merasakan umrah, dahsyatnya berdoa di tempat mustajabah dan pahala yang semoga Allah terima, saya ingin berbagi kesempatan dengan Umair juga. Teman-teman di sini bisa umrah gratis dari penginapan, makanan, akomodasi, semuanya gratis. Pesawat semua gratis. Teman-teman bisa komen di akunnya pecah telur untuk mendoakan pecah telur dan perusahaan kita Umer dan Trisna Grup. Silakan doakan dan tulis kenapa kalian ingin umrah. Dan yang terbaik menurut saya atau kita tim kami itu yang kita berangkatkan umrah gratis free untuk semua mau masyarakat Indonesia atau di seluruh dunia boleh. periodenya 1 bulan sejak diposting ini. Silakan komen, silakan mendoakan. Nanti yang terbaik menurut kami, yang paling menyentuh itu yang akan kita berangkatkan umrah. Kalau ternyata yang kepilih perempuan kan harus berangkat dengan mahram ya. Saya berangkatkan pribadi tambah untuk mahramnya free juga. Alhamdulill berarti dua, Mas. Dua. Dua. Kalau yang laki-laki satu. Yang laki-laki satu. setiap keadaan apapun, setiap menemui masalah apapun harus wajib minta tolong kepada Allah. Bahkan saya dulu diberitahu ustaz sebelum kita tidur kita minta tolong ya Allah jagalah anak-anakku ini. Karena apa? Pada saat tidur enggak tahu tiba-tiba ada lemari jatuh menimpa anak kita. Jadi sebelum tidur pun kita minta tolong pada Allah. Terus yang kedua, dahulukan kepentingan banyak orang dulu daripada kepentingan pribadi dulu. Terus yang ketiga, kalau teman-teman ingin sedikit berubah setelah minta tolong pada Allah, terus berusaha berilmu dulu sebelum beramal. Berusahanya ini dalam artian carilah ccle yang baik yang sesuai dengan mimpimu. Kalau pengin hafalannya bagus, cari teman-teman yang hafalannya bagus untuk selalu diingatkan hafalannya. Kalau ingin menjadi pengusaha dengan target omset R1 juta, R10 juta, R juta, R miliar, 10 miliar, R miliar, bahkan R triliun, berusaha cari ccle yang support dengan kamu. Itu salah satu mindsetnya kalian akan terbantu terbentuk. Kalau ccelnya itu optimis, kamu akan optimis. Kalau ccelmu pesimis, kamu akan pesimis. Saya Egi Aditiawan dari Trisna Grup. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. [musik] Terima kasih,
Resume
Categories