Kind: captions Language: id Waktu itu Bapak ee manajer sebuah koperasi. Kemudian ada karyawan menggalapkan uang. Oh, gitu. E ayah, ibu itu orang yang jujur. Tapi kejujurannya itu sering disalahgunakan sama orang-orang terdekat. Mungkin beban kerjanya untuk ee ahli gizi di MBG itu kayaknya berat. Kan itu saya dapat informasinya masaknya dari jam 12.00 malam. Oke. Nah, gitu. Terus makanan itu di packingnya, di platingnya itu subuh terus nanti jam . dianterin ya. Itu kalau suhunya itu di bawah 60 derajat. Jadi kalau udah suhunya sudah itu cepat banget bakteri atau anu berkembang. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang, Mbak Dia. Iya. Iya, Mas. Terima kasih undangannya. Tetangga kan ini ya? Jadi jatuhnya tetangga kan kita tetangga ini kan di sini kepatihan rumahnya jenengan enggak jauh-jauh juga dari sini. Oh iya dekat dekat. Tapi ini tak lihat portofolionya banyak loh ini. Saya juga beberapa kali mengamati teman-teman sering makan di tempatnya nih. Ternyata mipnya Mbak miliknya Mbak dia ada apa Mbak dia? Boleh disebutin usahanya apa? Eh ada tropical Twist. Oke. Terus yang kedua itu somaiman cecep. Ter sama bakso tunjungan. Oke. Yang paling terakhir bakso tunjungan ya? Iya. Bakso tunjungan yang baru bulan apa kemarin? Agustus kalau enggak salah. Iya betul. Seorang ahli gizi. Iya tapi enggak masuk ke bidang apa ya? Maksudnya setelah lulus kuliah enggak ambil ke instansi. Jadi lebih ke wirausahanya gitu. Maksudnya enggak ngambil ke instansi itu sebuah pilihan dalam karir atau maksudnya. milihin aja gitu. Iya. Atau gimana? Untuk berkarirnya untuk ee saya enggak ngambil kayak misalkan misal teman-teman ya kayak misal lulus gizi oh ya ke puskesmas, rumah sakit atau ikut badan riset atau di BPOM dan sebagainya ya instansi tapi saya milihnya yang wirausaha gitu. Mungkin kalau teman-teman ee tahu ya, gizi itu pasti ya terjunnya ke situ-situ gitu. Betul. Betul. Kalau untuk ke kuliner kayaknya kok jarang gitu. Padahal tapi di waktu kuliah dulu ada sih untuk mata kuliah ee wirausaha gitu. Jadi tertariknya di situ. Kalau pemilihan di bidang entrepreneur sendiri berdasarkan apa, Mbak? Iya. Sebenarnya berdasarkan keinginan dari dulu sebelum ee kuliah dari sejak saat sekolah itu ee Bapak itu ASN. Oke. Iya. Ibu Ibu guru dulu tuh selalu diounding. Nanti kalau udah ini masuk ke ini ya daftar sini sini sini. Tapi saya dari awal enggak saya enggak mau gitu. He. Maksudnya di sounding itu untuk jadi kayak PNS atau apa begitu ya? Iya. Iya. kan mungkin dari kalau misal udah apa ya udah masuk gitu ya itu kan ee orang tua itu kan kepenginnya anaknya itu mapan dalam artian itu juga ee pasti pendapatannya gitu terjamin ya betul itu. Iya iya iya iya iya. Oh jadi memang dari memang SMA sudah ingin berbisnis. Iya berbisnis. Kalau keinginan berbisnis berarti dari mana, Mbak dia? Kalau keinan bisnis itu sebenarnya saya dari kecil itu terbiasa untuk ee jualan, Mas. Jualan. Terus Bapak juga punya studio foto. Jadi saya kecil itu ee kelas berapa ya pokoknya SD saya itu udah udah megang kamera DSLR besar gitu kayak gini berarti ya. Iya kayak gini itu ee apa buka studio foto kan Bapak terus ya foto manten kayak gitu ya terus video juga. Nah. Oh. Nah, saya itu ketika pulang sekolah dulu itu selalu bantu Bapak. Nah, Bapak kan kerja kan pagi kan di rumah enggak ada orang cuma saya aja. Adik saya masih kecil. Jadi, ya saya yang maju buat ini buat ngelayanin orang-orang foto, ngeditnya pakai Photoshop. Pada waktu itu saya masih SD, otodidak. Lihat Bapak ini SD loh ya. Iya, SD itu. Iya. SD. Oh, jadi saya tertariknya mungkin dari situ. Dari situ. Iya. Iya. Tapi bukan karena memang dari keluarga ber apa kayak kurang begitu enggak kan ya? Jadi karena ada keinginan aja ya. Iya. Heeh. Jadi karena keinginan sendiri aja gitu. Aku tadi juga dapat bocoran bahwa Mbak Dia pernah mengalami masa-masa yang menurut Mbak Dia agak berat yaitu ketika Bapak di demo Mbak ya. Itu di demo apa? Iya itu di demonya itu karena gini ceritanya itu saya kurang kurang tahu ya karena kalau orang tua pasti menyembunyikan untuk persoalnya. Tapi tetap ee saya itu kayak ya waktu ditelepon atau apa mendengarkan gitu atau cerita dari keluarga gitu. Waktu itu Bapak ee manajer sebuah koperasi. Kemudian ada ee apa ya namanya karyawan ya kalau di koperasi itu ada yang menggalapkan uang. Oh gitu. Bapak sama sekali enggak tahu. Nah itu ee rumit ceritanya kayak misalkan benar ini laporan ke Bapak ini Wang itu ada laporannya. Tapi ternyata uangnya itu enggak ada. Kayak orang setor gitu. Oh, ternyata ini tanda tangan kitansinya ada, tapi ternyata uangnya itu enggak ada. Itu sampai ee apa ya namanya? Orang ya kehilangan uang pasti Heeh. Ya, gitulah. Terus akhirnya ee sampai Bapak difitnah terus didemo. Padahal Bapak setelah diaudit itu sama sekali enggak menggunakan enggak enggak terlibat. Akhirnya ya karyawan itu masuk ee penjara sudah terbukti yang menggelapkan. I terus ee jadi di kan waktu itu saya masih sekolah sekolah SMA saya kos. Jadi tuh ee kalau di rumah itu ada ramei-ramei gitu ibu tuh telepon nanti enggak usah pulang dulu gitu main rumah teman gitu gitu. Terus ee jadi waktu itu sebenarnya saya itu kayak ee apa ya untuk masalah itu tuh jangan sampai saya tuh ikut mikir gitu itu sampai ya Bapak jual mobil apa gitu untuk itu biaya audit benar-benar pribadi, uang pribadi untuk bayar ee auditnya itu audit. Oh berarti dari sendiri ya audit bukan dari perusahaan ya? Iya, bukan itu. Terus akhirnya memang Bapak sama Ibu itu manajer ee manajerial keuangannya itu bagus. Jadi untuk anak-anak, uang anak-anak buat sekolah, buat saya kuliah itu sudah ada. Jadi sampai ee itu ngambil uang buat tabungan kuliah saya buat Heeh. diambil karena benar-benar yang enggak benar yang apa ya enggak ada uang gitu loh buat ee proses hukum itu gitu. Terus akhirnya ya dari situ saya masuk kuliah Ibu ada tabungan dikit-dikit ya sudah ee alhamdulillah saya bisa masuk kuliah terus ee dari situ dari awal kuliah itu ibu sudah mati-mati kayak yang hemat gitu. He em ya kondisinya lagi kayak gini gitu gitu si. Jadi berapa lama proses audit itu? Itu lama banget ya. Itu dari saya ingatnya itu akhir saya SMA sampai saya masuk kuliah tuh masih masih berlangsung. Iya masih berlangsung benar-benar yang ya kayak ada kirim-kiriman juga hal-hal yang gaib. Walaupun saya tuh hal itu tuh sebenarnya ada atau enggak saya enggak tahu ya apa itu kiriman guai. Iya yang di rumah tuh saya saya tuh tidurnya itu di kamar atas. Nah terus sama orang ini enggak boleh ditempatin. Saya suruh tidur di kamar bawah kayak gitu gitu karena di atas lagi disasar gitu. Iya kasih disasar kayak gitu pokoknya ada aja gitu waktu itu. Berarti sering enggak pulang sekolah? Enggak pulang ke rumah setelah sekolah waktu SMA kelas 3 Iya. Paling ke rumah Mbah gitu. Oh, habis itu malam baru pulang ke rumah begitu. Iya. Heeh. Itu benar-benar didemo di depan rumah begitu? Iya, benar-benar di depan rumah. Tapi saya enggak enggak tahu ya. Enggak tahu ya. Enggak ada enggak mungkin sekarang viral ya. Kalau dulu enggak. Enggak ada. Saya cukup pendengar ya. Cukup mendengar di daerah selatan kan. Cukup mendengar waktu itu memang lagi viral koperasi yang itu gitu ya. Iya. Heeh. Itu. He. Nah, itu tempat di rumah. Rumah saya kan Kalidawer ya, Mas. Nah, kalau koperasinya itu di rumahnya Mbah yang di Pang, Laban. Oke. Iya, itu jadi demonya dua. Di rumah Mbahnya saya di rumah Mbah yang dari ibu. Oh, jadi aman. Iya. Heeh. Aman. Bagaimana perasaan seorang anak SMA yang waktu itu mengetahui ayahnya kayak di demo diteror begitu? Seperti apa rasanya? Ee cukup berat ya, Mas ya. Emm kayak saya tahu bahwa ee ayah ibu itu orang yang jujur, tapi kejujurannya itu sering disalahgunakan sama orang-orang terdekatnya. Kayak gitu kayak dan ibu itu sabarnya luar biasa. He gitu. Heeh. Berarti berat banget ya waktu itu ya. Nah, kalau apa ya namanya ibaratnya itu berarti Mbak Dia kemudian mencoba tetap move on dengan kuliah padahal waktu itu juga mungkin kondisi keuangan juga lagi berat ya. Iya. He. Tapi memang ee kan ada opsi juga enggak kuliah ada berhenti dulu. Tapi Mbak Diah kuliah begitu ya. Iya kuliah. Kuliah sama ibu sama bapak. Iya. Harus kuliah. Ibu sama bapak pasti mengusahakan gitu. He. Walaupun saya waktu itu kayak ee apa ya? Belum ngerti kayak harusnya saya misal kayak jualan apa atau apa gitu. Masih masih belum masih gitu masih mengandalkan waktu itu yaitu studio fotonya itu. Heeh. Studio fotonya berarti masih buka ya? Kalau sekarang sudah enggak kalau di rumah karena waktu saya kuliah ee udah semester berapa gitu ya? tiga atau empat Bapak sudah mulai ee repot juga. Akhirnya studio fotonya dialihkan ke Pak Like. Oke. Iya, Pak Le yang dari Ibu, Pak Le yang dari Bapak. Jadi ee Pak Le-Pak ini yang nerusin gitu. Berarti waktu awal kuliah masih ada ya untuk menyumbang juga membantu untuk biaya kuliah ya. Iya. Heeh. Di Malang kuliahnya atau di mana? Iya di Malang. Oh. Siap. Lanjut nih ke kuliner. Wah. Berarti secara mental ini Mbak dia sudah ditempa banyak kejadian. Berarti harusnya seorang menjadi seorang pengusaha kan harus kuat kan mentalnya. Jadi sudah tertempa dengan bagus gitu ya. Semoga tapi realitanya bisa punya banyak usaha. Berarti memang dari awal sudah ditempa banyak hal kesulitan yang menempa kita menjadi luar biasa. Awal mula memutuskan kuliner yang pertama dari tiga brand tadi apa berarti? Tropical Twist. Tropical Twist. Oh itu pun juga enggak sengaja sebenarnya. Nah, gimana itu ceritanya? Ceritanya tuh gini, kan saya itu ee dari selesai kuliah saya langsung nikah gitu. Nah, berarti bersama teman kuliah nikahnya. Ee sebenarnya bukan teman kuliah, agak agak atasnya i agak atasnya. Nah, itu ee saya itu sempat juga ee setelah nikah saya punya usaha di percetakan undangan nih kan lumayanlah buat saya sendiri gitu. Iya. Nah, itu terus makin lama ee hamil kan. Hamil itu saya hamil juga masih tetap menerima percetakan undangan gitu. Saya kerjakan sendiri, cetak-cetak sendiri gitu. Terus anak sudah lahir, sudah mulai gede, itu enggak bisa disambi. H sudah enggak bisa disambi kan. Terus akhirnya ya sudah vokum lama sampai anak kedua. Oh, berarti agak cepat nih jaraknya ya. Iya. Terus akhirnya saya tuh kayak bosan kan gitu. Saya tuh pengin sesuatu yang ee ini orang-orang itu bisa merasakan apa yang saya buat gitu. Saya sukanya di situ. Oke. Iya. Ee itu menjadi apresiasi terbesar saya gitu loh. Nah, akhirnya saya tuh ngomong ke suami, "Saya pengin ee usaha dari rumah ya monggo apa gitu." Heeh. Terus akhirnya berpikir. Jadi sebelum tropical twist berdiri itu tempat yang saya gunakan buat ee kafe itu sebelumnya itu ini les-lesan. Hm. Leslesan ee SD eh TK TK sampai SD itu saya suka waktu itu kan COVID kan COVID saya itu ee menghabiskan waktu saya buat ikut workshop-workshop online gitu. tentang bisnis bukan, tapi tentang parenting. Parenting tentang ee cara membuat ee jadwal belajar yang kayak lesson plan gitu misalnya anak usia ini itu harusnya tahapannya perkembangannya ini. Nah, saya tertarik itu kan lagi juga ngadepin kan ada dua anak kecil di rumah. Heeh. Jadi kayak relate banget gitu. Terus oh ini bisa nih dijadikan sebuah ide usaha. Oh. Terus ya itu akhirnya jalan 1 seteng tahun ternyata saya ngerasa ini bukan passion saya. Oh berarti malah yang usaha itu yang itu ya yang lesson plan untuk anaknya anak itu. Iya. Heeh. Jadi saya ee rekrut tapi bukan saya yang ngajar teman-teman. Heeh. Orang lain. Nah itu kan cari orang lain orang yang bisa visinya sama, misinya sama itu agak susah. Saya punya targetnya tuh gini, les-lesan kita harus beda sama yang lainnya gitu. Iya, idealis itu yang bikin akhirnya tuh kayak pusing banget kayak ini gimana ya caranya gitu. Sedangkan saya sendiri gitu enggak ada yang partner yang bisa diajak diskusi tentang itu. Iya. Buat pengembangan itu enggak ada. Wis akhirnya ya udahlah tetap aja gitu. Akhirnya berarti merasa stucknya karena bingung mau ke mana gitu. Iya. Terus akhirnya ee suami gini, "Ya udah ini udah dibangun." Heeh. Udah dibangun. Ya udah kita nyoba bikin kafe y seadanya aja ee kita jalan dulu gitu. Yaus akhirnya itu ternyata oh pesan saya dimasak ya. Oh gitu. Maksudnya pasion itu berarti gimana? Senang banget atau gimana? Iya senang senang banget. Oh, saya itu senang masak terus ee orang bisa menikmati wah enak gitu me apa ya? Oh iya rasanya itu kayak wah bahagia sekali gitu. Terus akhirnya saya ee menu-menu yang di tropical Twist saya create sendiri. Hm. Gitu. Saya uji coba sendiri. Jadi saya enggak ngambil kayak misal save dari mana gitu, enggak. Saya uji coba sendiri dan makan makanan nasi goreng yang anak saya senangi gitu gitu. Jadi, tropical twist itu berarti konsepnya seperti apa? Kalau tropical twist tuh konsepnya itu healthy food and cafe. Jadi, healthy food and cafe. Iya. Jadi, fokusnya itu kafe tapi ee menyediakan makanan atau minuman itu yang punya Heeh. punya kandungan gizinya itu beragam. Terus kemudian juga fokusnya itu untuk kesehatan gitu. Kita ada beberapa menu yang kayak salad gitu ya. Terus Mix juice yang ee saya race itu. Oh, yang kalau kandungannya ini untuk ini loh gitu kayak misal detox boster. Oh, dari buah beat gitu gitu gitu. Karena seorang ahli gizi jadi paham lah ya itu kesehatan gitu ya. Iya. Heeh. Akhirnya dari situ ee dulu Bapak Ibu itu kan itu tadi kan Heeh. Heeh. ee saya kalau ada buka lowongan ee PNS coba daftar. Nah, saya buktikan. Iya gitu. Ini saya gizi, saya enggak enggak meluluh di situ. Saya mau cari jalan yang lebih yang lain yang bisa saya enjoy gitu, lebih menikmati untuk prosesnya gitu. Oke. Tapi waktu penolakan itu kan artinya belum ada bisnis kan? Belum. Itu sempat kecewa enggak Bapak Ibu dengan pilihan yang kamu pilih? Kalau Bapak sama Ibu itu tipenya itu enggak yang mengutarakan atau yang ya pokoknya mendoakan semoga nanti bisa mencapai apa tujuan saya gitu. Jadi tidak terlalu menekan juga ya? Iya sebenarnya tidak terlalu menekan cuman kalau misalkan ada informasi ini ada anu lowongan ini iya di-share pasti itu. Iya iya iya gitu. Ah, kembali lagi ke tropical Twist. Namanya juga unik nih, Tropical Twist. Tropical twist. Apa itu tropical sebenarnya? Kalau masalah nama, apa yang sekiranya nama itu bisa masuk di telinga aja orang-orang ngerasa ee wah gitu ya. Ya udah dipakai aja gitu. Cuman ee twist itu kan putaran ya. He. Nah, ada menu di kami itu kan jus gitu-gitu mix juice. Nah, itu me ini ya menggambarkan blendernya itu loh. Diputar gitu. Iya, diputar gitu tropikal ya. Karena suasananya itu mengusungnya itu yang soalnya tropis. Iya. Buah-buahan terus hijau-hijau gitu. Dulu itu karena banyak bunga-bunga di rumah itu banyak tanaman. Dengan konsep seperti itu banyak pengunjungnya di kafe itu. Kalau dibilang banyak sebenarnya enggak, Mas. Karena ee setelah dievaluasi ternyata untuk menu-menu yang saya bikin itu segmented. Oh, iya. Karena kan ee targetnya juga mungkin orang yang sadar ya, aku perlu untuk makanan ini gitu untuk support ee tubuh kayak gitu. Jadi lebih segmented sih kalau untuk yang di tropikal itu tidak berarti artinya tidak begitu ramai begitu ya. Iya tidak perlu ramai tapi ya lumintu lah ya. Lumintu ya. Ini sudah tahun ke berapa ini? Tahun kedua. Oh tahun kedua. Oh baru ya berarti ya? Iya baru. Oke oke oke oke. Tapi untuk operasional bisa nutut? Bisa nutut. Alhamdulillah ya. Lumayanlah ya. Lumayanlah ya ber lumayan. Ini berapa nih? Boleh dibocorin ya. Alhamdulillah lah maksudnya masih masih apa ya masih tergolong cukup banget gitu loh. Iya cukup banget ya. Oh banget ya. Boleh dibocorin omsetnya kah Mbak berbulan atau berhari begitu boleh atau rahasia? Ee rahasia saja yaudah. Tapi yang cukup banget intinya gitu ya. Iya iya cukup banget. Cukup banget untuk keluarga kecil dan besar. Iya keluarga kecil dan besar bisa nabung. W itu bisa nabung bisa umrah tiap tahun begitu ya. Amin. Amin. Nah, itu salah satunya yang di apa ya? Yang di ini diinginkan diinginkan bisa itu. Iya. Nah, kemudian kan sudah ada nih tropical Twist. Itu di mana sih lokasinya? Saya belum tahu kalau tropical Twist. Di Rajoagung. Pilar. Di Raja Agung. Oke. Pilar. Iya, Pilar. Jalannya itu jalannya Pilar masuk timur. Park Timur arah Alazar berarti ya. Betul. Sekitar 200 m. Nanti ada gang ke selatan ya. itu masuk situ. Hmm. Itu emang dilewati Alazar setiap hari. Arah arah pulang arah yang gang SD itu loh, Mas. Iya iya iya iya. Gang SD-nya Alazar baratnya. Ya udah situ. Oke. Masjidnya Alazar. Baratnya Masjid Allahazar. Iya iya iya. Oh yang yang rumah berarti ya? Iya. Jadi rumah. Nah itu waktu di YouTube Iya. Disyuting di kuning telur. Tulung telur. Nah ya itu tempatnya. Oh itu ya waktu kuning telur belum ada. Belum ada. Itu kan masih les-lesan ya kalau enggak salah ya. Nah iya itu masih lesaan. Iya iya iya iya. Oh sekarang itu jadi kafe tripal tu eh tropikal tu. Tw. Iya. Jadi kan rumah di belakangnya kafe, kafenya di depan rumah. Ada berarti sepedanya di mana berarti? Sepedanya di rumah. Oh di rumah. Di rumah plus sepeda. Iya. Oke. Terus di depan kafe. Jadi kalau ke kantor tinggal nyebrang aja. Bagaimana rasanya memiliki rumah ee bersanding dengan kantor? Kalau saya sih ee ini ya enjoy-enjoy aja. Iya, enjoy aja gitu. Malah gampang untuk buat mantaunya. Oh, gitu. Kalau yang nilai-linnya kita harus ke sana ke mari kayak gitu-gitu. Tapi memang beda gedung kan itu ya. Beda jadi kayak ibarat privacy masih aman begitu. Iya, masih aman gitu. Oke, memutuskan kuliner yang kedua apa tuh? Soma mang cecep. Soma mang cecep ini. Apaagi nih konsepnya? Ini kalau somai mang cecep itu konsepnya gini. Soma itu biasanya diik pinggir jalan ya, gerobak-gerobak. Nah, kaki lima. Iya, kaki lima. Tapi saya mengusungnya di konsep yang bisa dinikmati di tempat gitu. Makan di tempat dengan nyaman. Iya, gitu. Ala-ala kafe begitu kah? Sebenarnya bukan kafe banget ya. Heeh. Untuk tempatnya itu pokoknya saya bikin yang nyamanlah orang bisa nikmatin di tempat gitu. Kenapa memilih kenapa kayak buka usaha yang kedua kuliner? Kan sudah ada kuliner pertama itu beda ya. Kayak kalau yang tadinya fokusnya kayak ke makanan yang sehat-sehat somai. Somai itu bukan enggak sehat ya, tapi sebagai pilihan aja gitu. Lebih ee makanan lokal. Makanan lokal gitu. mungkin pemilatnya lebih enggak segmented semuanya bisa gitu. Kenapa somai? Kenapa somai? Ee pertama suka ya suka waktu itu ketemu sama ee di waktu di luar kota ketemu sama satu orang yang jualan somai. Wah ini soma enak. Terus saya pengin saya pengin di Tulungagung tuh ada benar-benar soma yang otentik gitu yang otentik Bandung. Akhirnya saya belajar, saya mendatangkan orang dari Bandung. Oh, gitu. Buat ngajarin saya bikin itu. Bikin somai buat resep somai. Wih, seserius itu ya. Ngajarin chef lah ibaratnya. Sehe dari Bandung untuk datang ke sini ngajarin. Iya, benar gitu. Itu namanya Mang Cacep bukan? Bukan Mang Cacep itu ee kalau kata suami saya ini ee namanya bukan orang Bandung, tapi ini sebenarnya plesetan gitu. Resep resep Mang Ceceap Mang Resep gitu. Oh Mang Resep Mang Cecep tapi itu sudah mengidentikkan orang Bandung sih, Mang Ccep gitu kan. I orang juga gitu Mang Cecep berarti Bandung ya ini yang punya. Oh enggak. Ini Rantulagung tapi resepnya dari Bandung. Dari Bandung ya. Iya iya. Nah jarak antara yang pertama dan kedua ini berapa bulan atau berapa tahun? Jaraknya itu setahun. Setahun ya? Iya setahun. Hampir setahun. He he he. Tropical Twist itu eh April 2024. Soma itu saya ingatnya Februari pertengahan Februari 2025. 2025 hampir tahun ini ya. Heeh. Oke. Nah, kalau ini gimana respon dari pembeli? Ramai kalau yang ini? Alhamdulillah yang ini ramai ya karena mungkin ya itu tadi kalangannya iya familiar. Terus juga kita memang untuk bahan-bahannya juga fresh gitu ya. Saya belanja sendiri di Priki. Belanja apa di Prik? Ikan. Oh, ikan. Oh, cari suplirnya yang benar-benar fresh gitu. Terus kemudian juga untuk tempatnya mungkin orang percaya kebersihan ini dari kita gitu. Izin dan sanitasinya. Siap. Siap. Gitu. Aku izin agak tanya agak detail ya. itu butuh berapa lama untuk riset menemukan supplier, menemukan resep yang enak, memilih tempat itu butuh berapa lama? Itu sudah dari kayaknya akhir akhir 2024 itu. Jadi cari tempatnya dulu. Heeh. Cari tempat dulu. Tempatnya udah oke, He. Baru datangin orang gitu. Jadi seenggaknya tempat sudah ada bisa buat produksi sekalian gitu. Di mana tempatnya itu, Mang Ccep itu? Cecep itu di gang PDAM ke timur Kenayan. Hm. Di situ. Kalau dari jalan raya kayaknya enggak terlalu kelihatan. Cuman kalau nengok gitu kelihatan. Heeh. Biru-biru gitu. Biru-biru. Kenapa memilih tempat ee bagaimana cara memilih tempat untuk usaha kuliner? Kalau menurut Mbak Dia, kalau dari saya untuk memilih tempat itu sebenarnya tuh paling enak memang di pusat kota ya. Kayak di kota. Cuman ternyata di kenayan itu agak sedikit minggir kan agak ke utara kan ya. Iya agak ke utara cuman bagi saya enggak masalah. Orang pasti kalau udah ngerasain satu nanti dari mulut ke mulut gitu bisa buat dijangkau gitu. Dan tempat itu kenapa milih di situ? Karena di situ murah sewanya. Itu penting. Itu faktor penting loh itu. Iya. Iya. Jadi bisa menekan biaya operasional. operasional ya. I gitu. Kira-kira untuk buka kayak mini berarti boleh dibilang kayak ee mini apa? Mini restauran begitu ya. Oh iya. Heeh. Bisa. Nah itu sampai berapa Mbak modal yang dibutuhkan untuk usaha seperti itu? Kemarin itu sekitar pokoknya semuanya ya dari tempatnya ya. dari tempatnya. Kemudian kebutuhan ee peralatan itu sekitar 80 80. He. Sewanya sudah berapa tahun itu? 1 tahun atau 2 tahun? 3 tahun? 1 tahun masih. Oh, per tahun kontraknya ya? Iya, per tahun. Per kontraknya per tahun. Cukup ya enggak terlalu mahal juga ya? Iya. Dengan angka kira-kira nih sekarang sudah balik modal belum angka segitu? Angka segitu masih belum, Mas. Masih. Masih jalan lah. Masih jalan. Iya. gitu. Tapi untuk kuliner kan ee enggak kalau menurut Mbak butuh butuh berapa lama untuk bisa balik modal bagusnya itu berapa lama? 1 tahun kah atau 2 tahun atau bagaimana kalau kuliner itu? Kalau kuliner berapa ya, Mas? Kalau lihat dari soma itu 1 tahun jalan sudah bisa. Heeh. Itu udah cukup bagus banget. 1 tahun nanti tahun kedua tinggal panen aja. Tinggal panen karena kan asetnya sudah kebeli setahun itu kan. Iya iya iya. Gitu. Oke. Ini bentar lagi panen berarti Mbak Dia ya. Semoga. Alhamdulillah. Semoga panennya berlipat-lipat. Oke. Oke. Kalau ee yang membuat apa ee Mang Cecep ini kalau tadi aku juga tanya sih sama kreatif ini yang paling ramai yang mana gitu kan. Katanya di antara tiga usaha yang saya sebutkan tadi yang paling ramai siumenya gitu ya. Kalau memang kalau bakso kan masih baru ya. Masih kemarin ya. Masih baru. Heeh. Mang Cecep. Oh. Apa yang membuat Xiaomi Mang Cecep ramai? Yang membuat Mang Cecep ramai? Saya rasa ee kalau tanya ya ke orang-orang atau review-nya orang-orang he itu somainya itu paling kerasa di antara soma-somai yang ada di Tulungagung. Hm. Gitu ya. Memang benar. Saya pilih ee dari bahan bakunya dari ikannya itu itu fresh. Kemudian saya olahnya saya enggak mau misalkan kayak 20% ikan, 80% tepung itu enggak. Saya enggak mau kayak gitu. Saya tetap mempertimbangkan kualitasnya itu biar tetap ya ini somai rasanya ya ikan bukan ada orang yang tanya ini somai ayam ya Mbak bukan ini ikan. Hmm gitu gitu. Kalau soma itu ikan apa ya biasanya? Tengiri. Oh, tengiri. Iya. Dan itu harganya emang tinggi kan? Tinggi. Tinggi banget i daripada ikan-ikan lainnya gitu. Dan itu dapatnya juga susah, Mas. Ikan tengir itu. Karena kan besar ya. Saya enggak ambil ikan tengir yang kecil. Kalau di somai itu harus besar. Iya, harus besar. Yang satu ekornya sampai 30 kilo 35 kilo. He. Satu ekor 30 kilo. Berarti gede banget. Kayak ikan apa? Tuna yang tuna siri biru yang kecil gitu. Bit. Iya. Heeh. Kan. Ha, trip gede gitu. Iya. Iya. Heeh. Yang tunas strip kuning ada juga kan. Itu saya milihnya yang ikan tengirinya yang itu. Hmm. Yang besar. Kalau yang kecil itu kurang menurut saya dari rasa. Oh. Dia lebih gurih lebih enaknya itu yang gede dan itu harganya yang gede itu lumayan gitu. Heeh. Ngomongin makanan enggak ada di sini jadi ee berlendiri berlirberir. Dan itu tuh dapatnya orang pasti dari orang mancing. Oh, dari mancing. Iya. Orang mancing gitu. Susah enggak dapat ikan dari orang mancing itu? Susah. Susah ya. Susah. Heeh. Susah. Jadi kita benar-benar kayak yang ee yang supplier itu ya. Cari supplier itu. Heeh. Mas ini nanti ini ya saya bulan depan ini cariin gitu ya. Heeh. Cariin gitu. Oh, gitu. Bisa enggak kayak beli banyak, misal ada stok melimpah habis itu di freezer begitu? Bisa. Bisa. Bisa. Jadi misal d ada yang dapat mancing banyak bisa beli banyak begitu ya. He heeh. Ya pas ada saya beli ya. Pokoknya freezernya yang di semua itu cukup gitu. Kalau enggak cukup ya itu yang Iya. Iya. Beli lagilah ya gitu. Jadi bahan baku juga pemilihannya juga sangat teliti ya Mbak ya. Heeh. Benar gitu ya. itu tadi bersinggung saya kuliah di gizi. Heeh. Heeh. Kan diajarin ya cara pemilihan bahan makanan yang tepat tuh kayak gimana. Heeh. Ee ikan itu yang ibaratnya ikan yang misal kayak lama itu yang kayak gimana ciri-cirinya ikan yang fresh itu kayak gimana gitu. Gimana memang ciri-cirinya ikan yang fresh itu? E fresh itu matanya pasti bening. Oh matanya bening. Kalau ditekan dagingnya dia itu enggak ee apa ya? Enggak, enggak jemek gitu. Masih gitu ya gitu. Berarti memang Mbak dia kayak harus disurvei nih di saya lihat matanya pasti lihat matanya. Oh, insangnya gimana dalamnya kayak gitu. Kalau masih merah segar, oh berarti ini masih fresh gitu. Oke. Oke. Gitu. Berarti kunci dari ramainya Xiaomi Mang CCP adalah kualitas makanannya. Iya kualitas makannya. Oke. Kalau harganya berapa, Mbak? Harganya untuk somai Rp15.000 per porsi. H ada juga yang orang-orang tuh suka ya karena suka gorengan gitu ya lebih gurih ya memang jadi ada menu sigor mix h apa itu jadi somai campur batagor sigor ya somai batagor itu Rp17.000 tapi memang kalau dari segi harga memang agak lebih tinggi daripada umumnya ya i betul ya betul ee kalau di sini kan rata-rata untuk siomai batagor itu Rp10.000 kali ya. Heeh. Benar. Nah, benar ya. Oh, tapi enggak masalah ya orang-orang ternyata dengan harga yang lebih tinggi tapi kualitasnya bagus itu enggak masalah ya? Iya. Alhamdulillah enggak masalah gitu. Jadi ada harga ya ada kualitas. Iya. Ada. Nah, Masarin pertamanya gimana Mbak dia? Kesulitan enggak dengan oh ini myai premium nih masarinnya susah enggak? Waktu itu cukup apa ya, Mas? Gampang-gampang ini ya. Gampang-gampang susah ya. Sebenarnya ee kami waktu itu ambil dari teman-teman dekat maksudnya ngundang teman-teman minta tolong buat di jadiin story kayak gitu awal-awalnya gitu. Ngundang itu gratis berarti. Iya kan waktu opening soft opening. Iya gitu. Awalnya dari situ terus yang kedua ya kita ee influencer. Heeh. Buat nyoba. Tapi ya ini saya harus ee apa ya? Kayak ini somai kita itu premium loh, bukan yang ibaratnya kayak tepung aja gitu. Saya kasih tahu ininya bahan bakunya ini gitu gitu. Kalau ngundang teman itu sampai berapa orang yang diundang, Mbak? Dia waktu itu berapa ya, Mas? Kayak 50-an atau berapa ya? Waktu soft opening aja sih sebenarnya. Hari pertama opening begitu ya? Iya. Heeh. Heeh. Untuk soft opening itu kalau influencer itu dilakukan sering atau cukup awal-awal aja sama dia? Cuman beberapa bulan sekali gitu, Mas. Mungkin dari Somai buka sampai sekarang itu sekitar dua kali atau tiga kali ya saya. Oh, cukup jarang yaitu. Heeh. Cukup jarang. Enggak yang sebulan sekali gitu. Iya, betul betul betul. Enggak bahkan sebulan tiga kali begitu. Enggak enggak enggak perlu juga ya. Kalau ada dananya enggak apa-apa sih. Tapi artinya ketika cukup beberapa kali aja dan sudah ramai artinya kan orang balik. Banyak yang balik begitu ya. Iya. Heeh. Eh, tapi sebenarnya kayak marketing paling efektif itu sebenarnya dari mulut ke mulut sih, Mas. Oh, gitu ya. Iya. Heeh. Gitu. Lebih apa ya kan kalau orang misalnya saya beli apa gitu kan saya bilang Mas, "Mas, ini enak banget loh gitu kan sih." Oh, iya toh gitu. Langsung datang kayak gitu. Jadi review ada review-nya benar-benar gitu loh. Iya. Kayak lebih trusted ya. Benar. Tapi apa memang diminta dari orang yang beli itu untuk review atau untuk mengajak temannya begitu atau biar mereka ngajak sendiri begitu atau gimana? Ngajak sendiri. Oh, enggak ada enggak ada anjuran juga ya? Enggak ada. Oke oke oke. Nah, tadi ngomongin soal soal apa namanya? Soal ahli gizi. Habis itu tahu makanan yang jelek dan baik. Nah, ini agak agak melenceng sedikit ini. I tentang fenomena yang akhir-akhir ini, Mbak. I. Jadi ahli gizi itu biasanya kan hari ini disoroti tentang makan siang gratis. Oh iya. I ya. Itu itu menurut Mbak Dia gimana tuh? Ee kalau dari baca berita ya, Mas. Karena saya kan bukan ee terjun langsung ke situ ya. Kalau dari baca berita mungkin beban kerjanya untuk ee ahli gizi di MBG itu kayaknya berat untuk apalagi enggak ada partnernya cuma satu apa ya? satu ee tempat produksi satu orang sebenarnya dan menanganinya itu kan 3.000 porsi minimal sehari. Banyak banget ya. Banyak banget. Itu pun kita yang waktu di rumah sakit waktu saya ee apa ya itu waktu PKL ya magang lah ya istilahnya itu tuh kalau di rumah sakit karena mungkin ee lebih variatif ya yang ditangani untuk penyakit-penyakitnya apa gitu ya. Al gizinya bisa empat lima gitu. Jadi ada teman yang bisa diajak buat mikir bareng gitu. Heeh. Kalau sendiri enggak bisa gitu. Engak bisa. Kalau sendiri itu saya rasa berat. Maksudnya kok sampai gitu ya? Kadang-kadang kayak saya lihat itu kayak oh sampai ada yang keracunan kayak kejang-kejang. Masa iya kayak masa he ee ya apa makanan yang kalau dia tahu itu basi biasanya kan enggak dimakan ya atau gimana itu? Kalau menurut Mbak Mbak dia ee gini kan itu saya dapat informasinya masaknya dari jam 12.00 malam. Oke. Nah, gitu. Terus makanan itu di packing-nya, di platingnya itu subuh terus nanti jam . di dianterin ya. Nah, itu memang dari secara gizi tuh ada beberapa yang perlu divaluasi. Hm. Apakah waktu masaknya itu bahan bakunya itu fresh atau enggak kayak gitu. Terus kemudian cara pengantarannya di pedistribusiannya itu pakai apa alatnya gitu. Untuk ee makan-makan itu kan rawan apalagi dimasaknya sudah jadi dari jam dari malam banget ya. malam malam terus kemudian makanan itu akan cepat tert tercepat kontasi eh apa sih ter terkontinasi terkontasi gitu heeh terkontaminasi itu itu kalau suhunya itu di bawah 60 derajat jadi kalau udah suhunya sudah itu itu cepat banget bakteri atau anu berkembang nah itulah yang kayaknya perlu ini ya perlu evaluasi Dievaluasi. Iya. Situ berarti bukan sama kayak beban bebannya dari satu dapur itu 3.000 itu itu banyak banget. Heeh. Itu gimana ya? Over. Over gitu. Misal Mbak dia jadi misal ada makanan nih terus kemudian terkontaminasi oleh bakteri. Heeh. Itu basi enggak makanan itu atau secara zat jadi timbul ada zat yang beracun atau secara makanan? Kan artinya kan masih bisa dimakan masih enak berarti ya. Iya sebenarnya masih enak ya. Tapi kita enggak tahu di dalamnya ada apa. Heeh. Di dalamnya ada apa kayak gitu. Oh, kan kalau dilihat dari kasat mata tuh enggak kelihatan, Mas. Oh, gitu kan. Oh, iya. Iya, gitu. Oke. Oke. Terus em sih untuk dapur produksi itu harusnya ada sertifikasi HACCP. Hm. HCP Hat Analis Critical Control Point itu. Nah, itu mungkin di Indonesia tuh masih 26 kemarin yang saya baca yang HACCP itu. Iya. Heeh. Nah, itu ee jadi itu ee ada pelatihan dari apa ya tenaga ahli yang ee di tempat produksinya itu untuk pelatihan HACP. Jadi tahu, oh kalau ini ini kayak misalkan pisang kemarin tuh ada kasus ee pisangnya itu dikarbit. Nah, ketika pisang dikarbit itu dimasukin dalam kotak makannya itu, nah itu bisa mengkontaminasi bahan yang lain yang lain. Iya, kayak gitu. Jadi harusnya pisang itu dikeluarkan enggak boleh sama dalam satu bok. Iya, kayak gitu. Nah, itu dibahasnya di HACP. Nah, gitu. Tapi kalau makan di Mang Cecep habis itu di bakso tunj tunjungan gak perlu khawatir karena sudah lolos ini. Insyaallah. Insyaallah karena seorang ahli gizi gitu ya. Insyaallah. Tapi enggak pengin ke arah sana Mbak dia ke ambil dapur FBG atau apa gitu. Kayaknya enggak cocok dengan value saya Mas. Apa value-nya Mbak dia yang enggak cocok dengan itu? Em udah kelihatan banget ya. Masaknya Rp3.000. Rp3.000. Ibu proporsi itu udah ya gimana ya kayak untuk menjaga kualitasnya saya saya bayanginnya susah ya gitu itu udah kelihatan oke oke gitu. Kalau value-nya Mbak dia apa berarti yang dipegang selama dalam berbisnis ini apa value-nya? Value-nya untuk saya dalam berbisnis itu saya mencari rida Allah Mas. Ah, itu apapun yang kita lakukan tanpa rida Allah itu ya buat apa gitu kan. Itu jujur pasti amanah saya ee sediakan produk yang baik. Heeh. He. Toyib. He halal gitu. Hm. Berarti mencari rida Allah dengan berbisnis. Betul. Ah, kok anu banget gitu ya? Kok sangat panjang banget gitu. Itu apa yang menginspirasinya dia? Apa itu? Saya itu mm apa ya, Mas? Saya pernah ini sih cerita sedikit ya ini. Iya. Saya pernah kena gert. Oke. Kena girdik bisnis ya. Mikir bis sampai kena gert ya. Kena ya itu enggak nyampai saya pikirannya tuh udah kayak dipaksa-paksain gitu. Terus akhirnya pas waktu kena gert itu kambuhnya itu tuh saya ngerasa kayak saya tuh mau mati gitu loh kayak perasaan cemas ansi gitu. He he. Itu saya enggak bisa tidur sampai saya ee dapat obat penenang juga dari dokter. Heeh. Heeh. He. Nah, itu jadi saya mikirnya ya udah apa yang dijalani sekarang itu kalau misal pun kamu nanti ee berakhir gitu loh ya. He. Itu ee tujuan kita tuh tetap tetap Allah gitu. H. He gitu. Itu sih, Mas. Jadi, dari kejadian itu akhirnya wah sia-sia dong kalau saya mati ternyata hanya mikirin bisnis enggak sampai ke Allah gitu ya. Iya. Ee gitu. Menarikmenarik. Nah, itu sampai apa Mbak? Maksudnya sampai mikir apa kok sampai inside itu pemicunya apa? Ee waktu itu mikir yang les-lesan itu loh, Mas. Saya punya idealisnya kayak gitu. Saya enggak punya partner buat diajak ngobrol. Saya mikir sendiri. Ya, gitu. Akhirnya, wah, gimana ya ini gitu kayak mikir yang sangat sepaneng begitu ya. Iya. Heeh. Kalau misalkan saya nurunkan idealis itu enggak, saya enggak mau gitu waktu itu tuh gitu. Padahal kalau misalkan mau diturunkan di lesnya saya kayak misalkan ya udah ee ini lesanya kayak ee yang biasa aja kayak orang-orang pada umumnya pasti laris gitu loh. Tapi saya enggak mau itu. Saya penginnya ada value yang berbeda gitu. Itu idealis apa yang waktu itu sangat dijaga Mbak Diah waktu sampai pusing itu? waktu itu karena saya itu ee yang saya ceritakan tadi saya sering ikut workshop he eh parenting terus juga terkait dengan gimana cara anak bermain berdasarkan Al-Qur'an kayak gitu terus ee dan lain sebagainya itu saya tuh gini les-lesan ini itu harus ee mengajarin anak itu melibatkan multisensori enggak hanya mata, telinga, tapi juga sentuhan Tuhan kayak gitu. Misalkan gini, anak berhitung itu misalnya kayak ee hitam di atas putih misal 1 + 1 2. He. Saya mau yang ada nyatanya. Mereka bisa tahu ee satu tuh sebenarnya tuh kayak gimana sih satu itu bentuk bentuk ril-nya tuh gimana. Kan kalau kita nulis angka satu ya abstrak kan buat anak-anak kayak gitu. Jadi ee kayak satu itu berarti ya ini loh ini gelas ini satu ini gelas satu satu jatuh gitu. Jadi ada alat-alat peraga yang buat mereka itu bisa menerima gitu. Itu lebih mudah sih untuk anak-anak gitu. Terus juga ee apa ya bermain dengan alam waktu itu kan tempatnya belum ada galvalumnya ya masih terbuka gitu masih ada banyak-banyak tumbuhan. Jadi kalau misalnya ngajarin anak biologi, oh ini akar. Jadi sama tentonnya tuh saya bilang ini jangan cuma dikasih gambar tapi kasih ini loh nyatanya tuh akar tuh kayak gini. Di tumbuhan ini akarnya seperti ini. Tumbuhan itu akarnya seperti itu kayak gitu. Jadi k saya membayangkan memang agak rumit ya. Iya agak rumit. Makanya untuk cari orang yang punya ee pandangan yang sama dengan saya tuh aduh susah nih kayaknya gitu. Iya. Iya. Terlalu idealis itu sih. Iya. Iya. Oke. Oke. Nah, akhirnya kemudian menemukan sebuah formulasi bahwasanya mencari rida Allah dengan berbisnis dari timbul itu ya. Iya. Dari situ berarti di bisnis-bisnis yang lain ini juga sudah value-value itu ya yang diterapkan gitu ya di bisnis kuliner itu. Iya. Insyaallah. Siap. Mbak Diah ee mau apa lagi setelah ini? Kayaknya mau mengembangkan itu dulu, Mas. masih belum berani untuk nambah lagi. Dimangin dulu yang tiga itu. Oh, tiga itu dikembangin dulu gitu. Iya, dikembangin dulu, dikuatin dulu lah. He gitu. Kalau berkolaborasinya dengan suami seperti apa, Mbak dia? Kalau kolaborasi sama suami saya itu lebih ini kalau untuk secara RnD research development-nya menu itu saya keuangan saya. Jadi suami itu lebih ke ee pegawai manajer ee manajemen pegawai iya SDM gitu. Iya. Iya. Jadi yang nata orang itu suami. Keuangan sama ee produk Mbak Dia. Oke. Kalau yang kayak ibarat CEO begitu Mbak Dia berarti. Iya. CEO saya gitu. bagaimana menjaga seorang wanita si istri yang kemudian menjadi CEO supaya tetap bisa berbakti kepada suami itu sebenarnya kembali ke diri masing-masing ya sebenarnya. Iya. Tapi saya ee menerapkan ini saya apapun yang saya lakukan ee seberapa apa ya istilnya posisi saya apapun itu tetap suami saya ada di atas saya. Maksudnya saya harus berbakti sama suami terus apapun juga saya harus tanya dulu ke suami ini boleh enggak gitu. He begitu. Ee makanya dari awal tuh saya kenapa pengin berbisnis biar saya itu bisa di rumah saya enggak yang ee apa ya keluar atau kerja iya saya interaksi dengan mungkin banyak lawan jenis kayak gitu. Saya memang dari dulu membatasi untuk bagaimana saya itu bisa produktif di rumah, bisa ngurus keluarga kayak gitu. Baik, siap. terakhir Pak D ya, kalau ternyata juga banyak juga ee teman-teman pengusaha yang rata-rata wanita itu kena gert ya. Bagaimana saran Mbak Dia untuk pengusaha-pengusaha wanita itu? Nah, ini salah satu tips dari saya bisa sembuh dari gert ya. Walaupun kalau dikatakan orang tuh pasti punya asam lambung, tapi asam lambung itu ee ada macam-macam. Ada gert, emah, terus kemudian tukak lambung dan sebagainya. Nah, hal yang paling ee apa ya? Gampang sebenarnya itu sebenarnya bukan gampang banget ya, tapi tergantung kemauan diri sendiri itu adalah menjaga pola hidup. Pola hidup sehat harus olahraga. Olahraga yang paling gampang jalan kaki. Sekitar rumah aja wis itu gampang banget. Enggak perlu modal. Jalan aja ya. Iya. Heeh. Itu akan mengaktifkan hormon ee endorfin. hormon kebahagiaan wanita itu yang di rumah itu gampang stres, Mas, gitu pasti itu. Nah, itu cara-cara dengan olahraga menjaga pol makan wi enggak boleh telat makan, harus teratur gitu. Itu alhamdulillah saya bisa terus juga ee apa ya ee kalau mikirin dunia itu pasti enggak ada habisnya. Jadi ya udah dijalanin aja kayak ya wis apa yang bisa dilakukan hari ini ya udah dilakukan dijalani. Udah gitu aja enggak usah terlalu pusing mikirin besok gimana. Ya udah saat ini aja. Heeh. Saat ini apa yang bisa dijalanin dijalanin gitu. Kadang-kadang ekspektasnya tinggi soalnya ya. Benar benar benar. Ekspektasnya tinggi. Oh kita kok masih di sini gitu. He iya. Sebenarnya saingan kita yang terberat itu adalah diri kita dari kan. Sepakat sepakat sepakat enggak usah membandingkan kita dengan orang lain itu pasti berat. Heeh. Heeh. Heeh. Gitu. Klasing setan Mbak Dia. Ini alasan kuat kenapa saya berbisnis itu adalah saya ingin bermanfaat bagi banyak orang. Hm. Ee saya dari dulu pengin punya ee teman-teman ya pegawai saya itu sebagai teman saya. He he. Terus saya ingin membantu mereka. Jadi, rezeki saya juga rezeki mereka berbagi. Emm. Dan sampai sekarang saya me berkolaborasi dengan anak-anak yang lulus SMK, tapi dia belum bisa kuliah untuk menjadi partner kerja saya. Hm. Gitu. sehingga mereka bisa membantu orang tuanya, bisa jajan dengan uangnya sendiri kayak gitu. Gitu sih, Mas. Dalam banget, ya. Nah, berarti kayak jadi karyawan itu diibaratkan jadi teman ya. Iya, jadi teman. Mereka tuh ee ini sangat-sangat dekat dengan hadiah juga. Iya. Kadang bingung ya untuk batasan ini atasan atau ini teman. Teman. Sekarang ada berapa temannya? Berarti ada 12. Oh. Ada 12 mereka ee ini Mas apa lulusan dari ini SMK semua? Oh SMK semua gitu dalam penantian menuju kuliah. Iya ada yang mau menuju kuliah ada yang ada yang memang benar sudah enggak bisa kuliah begitu ya. Heeh. Ada yang memang ya sudah fokus kerja bantu orang tua gitu gitu. Mantap. Terima kasih Mbak Dia. Semoga bermanfaat usahanya makin laris. Nih, Teman-teman yang belum datang silakan datang. Xomei Mang CCP sama bakso tunjungan. Apalagi yang satu tadi? Tropical tropical Twist. Harus dicobain. Terima kasih teman-teman. Sampai jumpa di next episode. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Yeah.