Transcript
SVwTjvts--0 • Buka Jam 6, Jam 7 Sudah Habis! Jualan Nasi Gigit 5.000-an Laku Keras!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0622_SVwTjvts--0.txt
Kind: captions
Language: id
Buka jam .00, jam . selesai 60 porsi.
Wih, banyak loh itu ya.
Iya. Jadi istilahnya kalau waktu 60
menit ya 1 menit satu bungkus.
Oke.
Jadi misal jualan itu ya berdiri belum
sempat duduk sudah habis. Kalau yang
cabang kedua waktu itu saya salah
memperkirakan tempat.
Hm.
Karena saya pikir di tempat itu ee kalau
menjelang jam sekolah itu trafficnya
tinggi.
Heeh.
Ternyata setelah kita jualan di sana, di
sana itu hanya traffic aja.
orang berlalu-lalang banyak, ternyata
enggak terlalu banyak orang beli sarapan
di situ.
Yang jadi pertimbangan saya,
kita enggak untung pun enggak masalah.
Yang penting untuk belanja besok sama
gaji teman-teman itu enggak tertunda.
Berarti ee kayak mistis di di kuliner
itu saya merasakan sendiri ya benar
adanya ya.
Alhamdulillah merasakan
benar adanya.
Iya benar adanya. Jadi
dan benar sepi
ketika ketika ada dampak. Iya, kalau
sepi. Kalau sepinya sih enggak, cuman
menurun dari penjualan biasanya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh,
Mas Jo. Kita ketemu lagi.
Siap, Pak.
Teman-teman kita hadirkan ini Mas Jo ini
adalah orang yang boleh dibilang apa,
Mas ya? Berpindah ya, Mas ya, dari dulu
seorang bekerja menjadi pengusaha
begitu.
Betul
ya.
Bukan anu sih, Pak. Ee bisa dibilang
bukan karena bosan sih. Bukan karena
bosan. Cuma mungkin lebih ke apa ya?
Himpitan ekonomi kebutuhannya naik gitu.
Impitannya naik. Jaj gaji enggak
naik-naik ini.
Iya. Gajinya belum naik gitu malah
turun.
Oke, siap. Kita mulai dulu, Mas. Berarti
dulu kerja di mana, Mas Jo?
Dulu awal ee setelah nikah ee bisa
dibilang belum punya modal sama sekali.
ee terus ikut di salah satu brand baju
gamis perempuan. He
sebagai admin.
Kemudian bekerja kurang lebih 1 tahun
setengah. Terus habis itu ee karena
penjualannya turun
kukut ya.
I alasannya gitu. Belum kukut waktu itu.
Belum belum belum belum. Alasannya awal
itu penjualan turun sehingga harus
beberapa ada karyawan itu harus
diliburkan,
dirumahkan sementara. bahasanya.
Kemudian
ee setelah itu di rumah,
habis itu sempat jadi sopir mobil bok
kirim minyak goreng ke area Tulungagung
Blitar sampai hampir Trenggalek.
Oke oke oke.
Terus saya coba konak lagi, "Pak, ini
dulu katanya saya diliburkan per 1
tahun.
itu saya saya baru tanya lagi
terus ee kayaknya enggak bisa lanjut Mas
dah sampean datang ke sini terus
akhirnya dapat pesangon dari pihak yang
bersangkutan akhirnya sudah putus
hubungan kerja h
di sisi lain saya juga tetap di rumah
itu punya usaha karena istri juga
seorang ilustrator h
ee gambar-gambar bikin motif hijab
kemudian ee custom tulisan ucapan
pernikahan,
terus bikin undangan-undangan pernikahan
seperti itu. Itu tetap saya jalankan
dari awal pernikahan sembari ee nyambi
lah istilahnya.
He. Di sela-sela waktu kerja begitu ya.
Di sela-sela waktu kerja. Jadi pagi
berangkat kerja pulang terus kadang ee
masih harus nyetak undangan pernikahan
dan lain-lain.
Terus setelah itu
ada langganan. Nah, langganan itu
langganan saya kulaan untuk bikin
produk-produk dari kayu.
Hm.
Kayunya itu entah ee ah kadang seperti
ini.
Ini ee apa namanya? Ee itu amit. Nah,
ini buat tataan minuman atau apa. Dulu
di tempat kerja sempat bikin seperti
ini.
Berarti kayu bekas ya, Mas? Kayu bekas
yang diolah jadi Oh, kayu baru.
Kayu baru dari yang ada tiga macam waktu
itu di sana. Ada Pinus, ada Mauni, terus
sama Jati Londo. Nah, Jati Londo itu
baru yang pakai bekas palet biasanya.
Palet apa ya? Palet itu
biasanya kalau di
palet kan bungkus itu kan yang
bawah-bawah itu kan. Betul. Heeh.
Biasanya buat ee di gudang itu buat
tataan
ya. Biar enggak langsung nyentus sama
tanah kan atau lantai gitu ya.
Iya. Itu biasanya bahan jati londo itu
sebenarnya kalau dipoles bagus
tampaknya. He he he.
Dan juga kuat. Cuman minusnya kalau
sudah bekas palet ya ada lubang-lubang
kayak gitu.
Iya. Iya. Iya.
ditawari. Karena saya dulu di waktu di
brand Gamis itu pernah jadi admin
marketplace,
pernah jadi adminnya Instagram juga
karena punya kemampuan ditawari, "Mas,
tak ajak kerja punyaku gimana?" No,
oke ndak apaa wis.
Tapi piye maksude pitunge piye? Ya wis
kekeluargaan aja lah. Oh ya wis berarti
sama kayak umumnya lah gitu.
Akhirnya di sana kerja selama kurang
lebih sekitar 7 bulan.
ternyata juga harus dirumahkan karena
penjualan turun
dan di sisi lain juga ee di tempat
produksinya itu karyawan senior itu
lebih memilih keluar untuk membuka usaha
sendiri daripada ikut ke
tempat kerja saya dulu.
Akhirnya saya juga ikut dirumahkan,
nganggur lagi.
Akhirnya
beli mesin pres kaos buat sablon.
Mencoba buat brand kaos anak, bulan dan
bintang. ee jalan jalan untuk sekitar
hampir 1 seteng tahun terus agak turun
lagi mungkin ya karena kurang
improve dengan model-model terbaru.
Karena juga waktu itu saya juga
menyadari bahwa
tren itu berubahnya sangat cepat.
Heeh. Heeh. He.
Dan saya juga punya idealis, bukan
idealis ya, apa ya? Ya, idealis mungkin
ya. ee
kita bisanya bikin kaos yang model lucu
kayak gini ya ini aja gitu salahnya
mungkin di situ. Terus akhirnya ya sudah
coba cari kerja lagi. Coba cari kerja
lagi. Kerja di ee daerah timurnya Rumah
Sakit Iska rumahan cuman ee jadi apa ya
ee advertiser
tukang iklan. Nah, tukang iklan itu
terus jalan 2 bulan berhasil. Cuman yang
berhasil itu cuma di jualan saya.
Yang advertiser lain menjualkan
barang-barang yang lain itu enggak
jalan. Oh, penjualan turun. Akhirnya
karena juga saya yang karyawan baru,
akhirnya saya dirumahkan lagi.
Bertepatan dengan itu, istri sudah mau
melahirkan 3 bulan lagi.
Oh, itu anak yang ke
anak yang kedua.
Oke.
Jadi, ya gimana orang mau lahiran terus
enggak punya modal buat lahiran gimana
kan gitu.
Oke. Oke.
Dari uang gaji yang terakhir itu saya
sama istri memutuskan kita
apa ya? ya jualan kecil-kecilan lah
sambar sembari yang lama tetap kita
jalankan. Misal ada pesanan kaos kita
bikin, misal ada pesanan undangan
nikahan kita juga bikin lagi. He.
Terus kita nyoba jualan es kulkul.
Es
kulkul. Es kulkul. Es kulkul itu
tuh. Es kulkul
ngetren di tahun
2023.
Heeh.
Dari awal 2023. Cuman waktu itu di
Tulungagung saya mantau ee di Instagram
terutama itu yang baru ramai cuman ada
satu tempat
sampai detail ya di survei
itu satu tempat itu di Tulungagung atau
di luar Tulungagang?
Di Tulungagung. Di Tulungagung itu baru
ramai ada satu tempat.
Iya. Iya.
Itu di baratnya Golden Swalayan daerah
kota
di depan
SD. Oke.
Nah, hanya di daerah situ. Terus saya
pikir kalau di ngunut jualan kira-kira
laku enggak ya? Saya pikir gitu.
Kebetulan di depan rumah juga ada
bimbingan belajar kecil. Akhirnya kita
coba jualan. Jualan juga enggak di
pinggir jalan sewa lapak atau gimana ya.
Kita jualan depan rumah aja.
He.
Alhamdulillah jalan
karena ada sekolahnya itu kali ya.
Ya. Itu ada bimbingan belajar itu bisa
jalan.
Oh.
kategori jalan itu gimana sih, Mas?
Maksudnya untung atau laku berapa
begitu?
Kalau dibilang untung, alhamdulillah
untung karena juga laku.
He.
Kalau saya bilang jalan itu waktu saya
buka pertama
itu per satu harinya itu bisa laku
sampai sekitar 200 bahkan 300 tusuk.
Es.
Es ulkul itu kan buah nanti
dipotong-potong kecil-kecil terus
ditusuk sate masuk ke freezer beku,
habis itu dicelup cokelat. Jadi es buah
coklat itu namanya es kulkul.
Es kulkul ya. Ngetren waktu itu.
Waktu itu ngetren ramai sekali. Terus
bahkan ee
ketemu dengan karnaval bulan Agustus
jual pinggir jalan ramai.
Hm.
Terus setelah itu sepi.
Oh.
Sempat jalani sepi terus akhirnya duh
gimana lagi ini kan ee otomatis income
turun lagi.
Itu sepinya karena apa ya kalau boleh
tahu?
Ya bisa dibilang jualan FOMO. Oke. Oke.
Kayak produk baru orang berebut tapi
kalau sudah tahu ya enggak beli lagi
begitu ya.
E betul. Jadi ee hanya gebrakan awalnya.
Oke. Oh kelihatan begitu tahu rasanya.
Oh rasanya yo biasa aja. Udah akhirnya
gak kembali lagi.
Sempat berapa lama
es kulkul itu? Sekitar 2 3 bulan.
Oh cukup lama juga ya.
Heeh. 2 3 bulan dan tiap hari buka tanpa
ada hari libur. Misal udah tutup mejanya
kalau orang ketuk pintu mau beli emas
tumbas. Oke, kita layani selama buahnya
ada
itu,
Mas. Itu kalau berapa omset harian atau
untung harian begitu?
Kita kalau jualan itu kan variatif
tergantung buahnya. Misal kayak buah ee
pisang. Pisang itu kan murah, jadi kita
jual pertusuknya itu Rp2.000.
Hm.
Itu kita margin
bersihnya masih bisa 50%.
Jadi keuntungan pertusuk itu bisa
1.000.000. Terus nanti kalau misal
seperti buahnya stoberi atau anggur kita
jualnya R.000
itu kita masih bisa untung diangka R00
kadang 1000 tergantung harga naik turun.
He
itu masih bisa jalan.
Berarti kalau laku kisaran 200 sampai
300 harian ya lumayan ya Mas ya.
Nah itu pun satu tempat. Dulu sempat
terbesit mau buka ee apa buka konten
rebut pinggir jalan ya. Hm.
Cuman terbenturnya biasanya kalau kita
sewa di tempat itu ee
dari yang punya rumah itu listriknya
enggak mampu kalau dibawain freezer.
Oh, ya. Karena harus tadi ya dibekuin
tadi ya?
Harus dibu. Betul. Kalau kita pakai ee
bok es itu kurang lama. Jadi misal
mungkin cukup 2 jam itu aja udah mulai
leleh buahnya. Jadi nanti kalau udah
leleh kan otomatis ee coklat itu juga
enggak mau beku. Hmm. Aku bayangnya kan
enak ya, Mas ya. Ada es beku habis itu
ditcelupkan coklat. Kayaknya kebayang
kok enak.
Tapi kok orang enggak mau beli lagi ya?
Enak enggak sebenarnya itu es gulkul
itu?
Iya. Kalau dibilang enak, enak, Pak.
Soalnya waktu kita jualan yang masih di
depan rumah itu sebelum nyoba jualan di
karnaval-karnaval itu ee ada anak itu
selama kurang lebih sekitar 3 minggu itu
tiap hari beli ada.
Hm. Heeh. Jadi isi anak ini pasti setiap
mau berangkat bimbingan belajar sekitar
jam 12.30 itu pasti dia
beli.
Turun dari motor orang tuanya langsung
beli pasti itu
2 minggu sampai 3 minggu kalau enggak
salah.
Heeh. Heeh. Lantas kenapa kok bisa cuma
2 sampai 3 bulan ya?
Ya mungkin itu, Pak karena ee habis
habis masanya habis masa euforia untuk
belinya itu sudah habis gitu.
Tapi ada juga penikmat. Berarti mungkin
penikmatnya enggak begitu banyak kali
ya.
Iya, bisa jadi seperti itu. Soalnya
setelah saya jualan itu saya coba
keliling-keliling area ngunut
itu ada orang yang jualan di tepi jalan
pun juga enggak ramai akhirnya. Padahal
sudah jualan di tepi jalan gitu.
Ternyata mungkin oh mungkin ya karena ee
apa ya? Euforianya sudah habis.
Oke oke oke. Tapi cukup menolong lah ya.
Cukup menolong. Betul.
Bisa anulah bisa bernafasit
bisa bernafas. Mungkin awalnya nafasnya
itu Senin Kamis jadi
daut akhirnya
dautnya berarti Senin nafas Selasa
enggak nafas dulu, Rabu
berarti cuma naik se maju sehari toh
berarti.
Betul intervalnya kan maju lumayan
dulu. Oke.
Terus akhirnya istri
putar otak lagi gimana yo?
Oh istri ya yang anu ya kapel atau
gimana
terciptanya sebuah ide. Nah, istri itu
ya namanya istri juga kebutuhannya juga
harus terpenuhi kan gitu loh.
Iya. Kalau enggak ada uang juga nafasnya
tetap ra.
Betul. Akhirnya cobalah kita anu kita
jual
nasi gigit.
Heeh.
Ada yang nas ada yang nyebut nasi kepal,
ada yang nyebutnya lagi nasi cokot dan
lain sebagainya.
Terus
sama tapi itu produknya sama.
Intinya sama
cuma sebutannya yang berbeda.
Betul. He.
Terus ee sik modele piye?
He
modelnya gimana? Terus cari di YouTube.
Ee kebetulan itu waktu itu sing paling
terkenal terdekat itu ada di Kediri.
Hmm. Oh, berarti Tulungagung belum
belum terjamah ini.
Tulung Agung belum masuk waktu itu.
Cuman
sebelumnya itu ternyata sudah ada ee
yang seperti itu tapi bikinnya enggak
dadakan.
Hmm. H
dia itu pagi sudah dibungkus nasi,
dikasih lauk dikasih nasi lagi terus
dititipkan ke tukang sayur keliling tiap
pagi itu ada wah berarti masih ada
peluang
gitu saya di ada di ada peluang
dari uang yang terkumpul itu saya
jadikan modal lagi.
Waktu itu uang yang terkumpul berapa?
Waktu itu berapa ya, Pak? Ya enggak ada
R5 juta sih, Pak.
benar-benar sedikit waktu itu
dan itu kan juga menjelang tadi
dikatakan kelahiran anak yang kedua ya
menjelang kelahiran anak betul jadi
jualan itu jualan esulkul itu kurang
lebih sekitar bulan Juli, Agustus
September. Oke. Oke.
Nah, akhir masuk akhir September itu
sudah kita bismillah coba buka nasi
gigit itu yang mana sebelumnya itu sudah
survei ke kecamatan sebelah-sebelah
dan ternyata juga belum ada yang jualan.
Akhirnya sudah kita rilis hari pertama
jualan.
Masak lauk itu istri,
masak nasi itu mertua. Saya bagian
jualan di pinggir jalan.
Kalau dari rumah itu mendukungnya karena
gini, mentalmu bagus kalau jalan pinggir
jalan.
Oh, gitu ya. Maksudnya mentalnya bagus
sih enggak duwe isin gitu toh.
Enggak duwe isin. Betul. Enggak duwe
isin. Yo gimana ya? Karena saya sendiri
juga dulu awal kerja itu kan juga
bersinggungan dengan orang. Tiap hari
pasti ee entah
bosan jagongan tipis-tipis itu kan juga
berinteraksi dengan orang. Iya.
Iya. Seingga bahkan ee kakak ipar itu
menilai
awakmu loh wonge yo gede duwur tapi
dodol pinggir dalan kok gak
ngisin-ngisini modelnya. Jan pantes
disuk
yo mungkin pawakane masku.
Oke oke oke oke
oke. Terus akhirnya coba hari pertama
kita jualan itu jam 6.00 pagi.
Heeh.
Ee bawa itu cuman 15 porsi hari pertama.
Hari pertama jualan 15 porsi. itu pun
habis di jam 09.00 pagi.
Hm.
Ya, produk baru sudah lumayanlah buat
saya. Jadi
laku alhamdulillah gitu.
Nah, laku aja sudah alhamdulillah
soalnya benar-benar ee apa ya? Banting
setir dong dari es dari
itu terus akhir jual produk hanget.
Produk dingin ini berarti nanti ee sudah
enggak sudah benar-benar dihentikan ya.
Awalnya itu masih jalan.
Oh, jalan dua berarti.
Heeh. Awalnya masih jalan itu mungkin
sekitar berapa ya? Hanya 3 mingguan.
Mungkin karena udah capek pagi harus
bangun nyiapkan, terus nanti siang harus
jualan lagi. Kadang ee siang itu
harusnya bisa istirahat karena juga udah
punya anak yang agak gede.
Enggak jadi istirahat karena Mas Tumbas
ngoten niku ya enggak bisa akhirnya. He
he.
Ya sudah kita lepas, kita relakan. Hari
kedua kita jualan coba dinaikkan 5
porsi. Oke, kita naik 20 ber
jadi 20.
Kita jualan 20 porsi itu di hari kedua
buka jam 0.00 jam .4 sudah habis.
Buka jam 0.00 jam .4
iya hanya 45 menit.
45 menit.
Oh, naik nih.
Naik berarti ada ee
perbaikan konsumen ini membaik. Ini
berarti ada kabar kabar baik. Oke,
masuk di hari ketiga sudah kita coba di
angka 30 langsung.
Eh,
tetap sama jam .4 habis.
Hm.
Sampai akhirnya di
hari keet7uh kurang lebih itu saya bisa
menghabiskan 60 porsi di jam .00 pagi.
Hmm.
Buka jam .00, jam 0. Selesai 60 porsi.
Wih, banyak loh itu ya.
Iya. Jadi istilahnya kalau waktu 60
menit ya 1 menit satu bungkus.
Oke.
Jadi misal jualan itu ya berdiri belum
sempat duduk sudah habis.
Oke.
Gitu
Mas. Itu berarti kayak bawa nasinya di
situ. Bawa biasanya kan kalau nasi cokot
atau nasi gitu kan suwir-suwiran ayam
ya.
Iya betul.
Itu berarti ada suwir-suwiran ayam gitu
ketika ada orang beli dibuatin langsung
begitu ya.
Betul. Jadi ada cetakan kita masukkan
nasi. lauk nasi lagi terus ditaruh di
kertas nasi putih yang biasanya ee ala
KFC kayak gitu
dibungkus terus dikasih jadi semuanya
serba nah nasi burger kadang ada juga
yang nyebut kayak gitu burger I
itu
pasar yang utama itu anak sekolah
hm
karena anak sekolah itu yang saya pikir
waktu awal bikin itu
anak sekolah itu kan suka berangkat itu
mepet-mepet jam
Heeh he he. Sehingga kadang mereka itu
mau sarapan aja enggak sempat. He.
Kalau ada produk itu mereka itu dengan
dibonceng orang tua naik motor pun
sempat untuk sarapan.
Oh, sambil dibonceng itu sambil makan
gitu ya.
Nah, itu
dan tetap makan nasi.
Betul.
Bukan makan yang lain.
Betul. Jadi ee mereka pun juga
tersolusikan jargonnya tetap ee sarapan
hemat sacet.
Oh,
karena memang butuhnya sesatet. Enggak
perlu bingung untuk buang ee buang wadah
sterofor atau mungkin bingung kalau bawa
bekal itu harus masukin nanti lupa
akhirnya basi besoknya kayak gitu.
Sudah selesai cuma kertas dibuang tempat
sampah
beres.
Beres.
Gitu.
Tertinggi Mas. Tadi kan di hari ketujuh
bisa sampai 60 dalam 1 jam. Nah,
tertinggi sampai berapa?
Satu cabang alhamdulillah mentok di
angka 60 itu.
Oh. Oh. Berarti ada cabang lain?
Awalnya cuman satu.
Oke. Oke. Terus, terus, terus.
Kemudian ee mungkin karena sudah lebih
menjelang ke waktu untuk istri lahiran.
Heeh. Heeh.
Kita kita coba buka cabang dua.
Permasalahan mulai lagi.
Apa itu?
Kalau kita jualan satu cabang itu laku
60 bukan berarti buka dua cabang jadi
120, Pak.
Harusnya kan gitu ya secara kalkulasi
hitung-hitungan. Tapi cuman 80, Pak. Y
berarti yang cabang kedua 20.
Iya.
Oh,
ternyata tidak semudah itu. Kita juga
menentukan lokasi,
kemudian kita juga ee waktu otomatis
kalau masak lebih banyak otomatis juga
semakin siang.
Oh, iya. I.
Terus di sisi lain mulai ada kompetitor.
Oh, melihat wah ramai nih Mas Jordan ini
buka dong
bisnis. bisnis
dulu belum insyaallah kurang belum
sampai buka cabang dua itu kompetitor
sudah lahir.
Oh, lebih duluan lahir kompetitor
daripada lahir anak ya.
Iya.
Padahal anaknya tadi sudah hampir lahir
loh ya.
Nah, anaknya sudah hampir lahir tuh
kompetitor
enggak kelihatan hamilnya tapi sudah
lahir.
Oke. Benar. Benar.
Terus
itu di berdempetan atau agak jauh?
Kebetulan awal itu mungkin bisa dibilang
wonge rodok pokro ng Pak. Jadi wonge
rodok ngenah. Jadi misal dia jualan itu
dia kasih space.
Oh
enggak enggak kelihatan juga berjarak.
Cuman kalau sekarang mungkin bisa
dibilang ya
mereka menyamakan jualan di pinggir
jalan itu kayak di pasar. Padahal kalau
pasar iya kalau pasar itu benar. pasar
itu misal kita datang ke tempat jualan
daging ayam ya daging ayam semua yang
dijual sedangkan kalau kaki lima kan
enggak kayak gitu harus variatif lah
biar
biar ada pilihan
nah harusnya gitu cuman ternyata mereka
itu juga enggak mikir seperti itu gitu
kalau saya pun misal
mau buka cabang dan ternyata di situ ada
yang jual nasi kuning kaki lima atau
mungkin nasi pecel saya lebih
menghindari
Hmm He.
Biar enggak terjadi bentrok.
Iya. Iya, iya.
Soalnya kejadian dua kali. Nah, ini
kebetulan waktu itu saya jaga
He.
Saya jaga yang ee yang kejadian pertama
yang jaga yang jaga bukan saya ee dari
teman-teman tim dari Nasi Gigit. Terus
ee 3 hari 3 hari dari sebelum itu jualan
itu turun.
Terus dia cerita, "Mas, aku diceritani
sama pelanggan, dikasih tahu sama
pelanggan ee
3 hari yang lalu itu dia mampir ke
tempat kita itu tutup."
Hm.
3 hari berturut-turut itu dia mampir ke
tempat kita tutup.
Duh, PH
kok ada-ada bawa-bawa mistis
kok ada-ada aja.
Iya iya.
Nah, sudah gini aja coba saya nitip.
Kalau misal baru jualan
sambil nata meja itu coba sambil baca
ayat kursi, surah al-Falaq, Al-Ikhlas
sama Annas dibaca gitu.
Terus
kebetulan kan karena saya juga tinggal
sama mertua, mertua dengar
mertua itu alhamdulillah kalau seperti
salat tahajud, salat duha itu enggak
pernah ada bolong.
Wis, Le. Gak apao L. Tak donganane.
Jadi, Bapak mertua itu setiap 40 hari
sekali itu telaten. Semua cabang saya
itu dibacakan doa.
Hm. Doa secara langsung diparani
percabang atau dari rumah? Doanya
percabang. Di
Iya, percabang.
Oh, di
didatangi. Didatangi dibawakan air,
disuwuk istilahnya. Nah, istilahnya
disuwuk.
Ini ada backup ini ya.
Karena karena sudah masuk ke ranah yang
tidak sehat istilahnya gitu. He.
Terus alhamdulillah setelah itu sudah
selesai.
Berarti ee kayak mistis di kuliner itu
saya merasakan sendiri ya. Benar adanya
ya.
Alhamdulillah merasakan
benar adanya.
Iya benar adanya. Jadi
dan benar sepi
ee
ketika menurun
ketika ada dampak.
Iya. Kalau sepi kalau sepinya sih enggak
cuman menurun dari penjualan biasanya.
Oh
awal buka dulu itu kan tren bisa dibaca.
Oh, kok tren ya? Bukan tren gimana ya
istilahnya. Misal awal bulan itu kita
pasti pembelian melonjak
pembelian
nanti mulai masuk tanggal 23 24 itu
menurun.
Nah, kebetulan waktu itu kejadian itu di
tanggal muda. Jadi kejadian luar biasa
istilahnya.
Tidak seperti biasa. Jadi akhirnya oh
mungkin mungkin memang iya. Soalnya dulu
memang ee dari
Buleik, dari Bule itu juga pernah cerita
seperti itu. Aku pernah loh maksudnya ee
kulaan hijab biasanya itu toko buka kok
tutup.
Terus aku konfirmasi ke ownernya.
Heeh. He.
Tokoku buka loh, Mbak. Enggak pernah
tutup gitu.
Hm.
Dulu pernah dapat cerita dari Bul
seperti itu. Terus saya sendiri jumpai
akhirnya. H
mungkin memang ya benar bisa terjadi
gitu.
Itu pernah dicek kayak ada apa-apanya
gitu, ada sesuatu enggak juga ya.
Kalau dari orang Jawa mungkin bilangnya
ee
kalau barangnya itu masih berupa bunga
atau mungkin lek ngarani buntelan.
Buntelan itu cuma kayak kain kafan terus
diikat di dalamnya ada apa itu kita bisa
lihat. Oke.
Tapi kalau yang ditabur itu tanah
kuburan kan enggak bisa kelihat
karena pinggir nah pinggir jalan itu kan
sama tanah gitu
[Musik]
gitu-gitu ya
pasti ada.
Tapi ketika berkat juga berkat Allah lah
tentunya ya dengan wasilah doa yang
kemudian
setiap 40 hari sekali disambangi mertua
itu
terhindar dari itu semua. Alhamdulillah
terhindar pada waktu itu.
Bos berarti ada
waktu cabang ketiga pernah terjadi lagi
seperti itu.
Kebetulan orang yang cerita itu malah
pas yang jaga saya sendiri karena dari
teman-teman tim itu, Mas, aku izin
enggak bisa masuk besok. Ee ya udah
akhirnya saya gantikan.
Terus
ada pelanggan itu datang pagi banget.
Saya belum nata meja itu. Dia sudah
datang.
Jam berapa sih boganya kalau nasi cokot?
Kalau sekarang buka 0.30.
Oh lebih pagi daripada tadi.
Iya betul. 30 ee
ada yang datang.
Datang kemudian bilang, "Mas, aku 2 hari
kemarin kok sampean tutup."
Loh, jenengan mungkin ke sininya
kesiangan.
Jam berapa? Loh, saya ke sini 0.30, Mas.
0.30 harusnya masih buka. He he he.
Oh, mungkin wis habis, Mbak.
Mungkin sudah habis. Saya mikirnya gitu
aja. Sudah setelah itu ya daripada
apa-apa lagi ya sudah c tempat itu harus
segera dikasih doa.
Harus dirukiah ini.
Harus dirukiah ini. Pasti ada
hubungannya lagi kayak yang pertama
dulu. Saya mikir gitu. Sudah daripada
berkelanjutan juga enggak enak
karena juga kita tuh jaga pelanggan.
Heeh. Heeh.
Ya, harus gitu lagi,
harus berdoa lagi. Kalau kalau saya
sendiri pasti saat masak terus saat buka
meja itu pasti juga sambil doa gitu.
Cuman kadang kalau ee tim kita kalau
dari pagi itu enggak dikasih tahu juga
kadang lupa.
Berarti itu harus mertua yang kayak yang
bisa doai di situ atau bisa
sebenarnya bisa
semua orang pasti bisa. Hanya saja
kadang kan ada orang yang memang seperti
cerita di zaman Nabi Musa,
Nabi Musa sempat tersesat disemak-semak
oleh orang yang mendoakan jelek kepada
Nabi Musa.
Oke.
Padahal Nabi Musa itu kan seorang nabi
kok sempat-sempatnya didoakan jelek dan
mustajab.
Heeh. Dan
dan itu kan berarti memang ee semua
orang itu doanya bisa diijabahi tapi
ada yang langsung, ada yang ditunda, ada
yang diganti
gitu. Kalau menurut saya kebetulan
mertua itu orang yang ee misal berdoa
itu mudah untuk diijabahi.
He.
Gitu. Jadi istilahnya mertua itu ketika
dengar ada kejadian seperti itu langsung
pasang badan.
Hm. Langsung siap gitu ya.
Aku siap. Aku siap. Karena juga ketika
pagi biasanya kalau sekitar jam .00 itu
kan kita masak mulai masak istri masak
lauknya saya masak nasi. Kalau ada tim
yang enggak masuk saya juga akhirnya
turun tangan.
Nah, mertua itu setelah salat malam gitu
kadang keluar
ee ya ke lingkungan RT atau apa itu ee
lihat kondisinya gimana ya. Kebetulan
orangnya itu memang suka keluar jam
segitu setelah salat malam itu keluar.
Nah, ada kejadian seperti itu ya
didoakan ya sekitar jam segitu jam . Jam
0.30 itu sudah keluar untuk mendoakan
tempat-tempat itu.
Sudah yo alhamdulillah. Tapi di sisi
lain ya memang oh ternyata persaingan
itu seperti itu.
Siap, Mas. Kembali lagi ke tadi selain
katakanlah selain ilmu mistis kan tadi
kan juga
dikatakan ketika buka satu cabang 60
ternyata buka dua cabang yang ekspektasi
kita 60 ternyata 80.
Nah itu ee
kalau Mas Jo menganalisa karena apa?
Kalau yang cabang kedua waktu itu saya
salah memperkirakan tempat.
Hm.
Karena saya pikir di tempat itu ee kalau
menjelang jam sekolah itu trafficnya
tinggi.
Heeh.
Ternyata setelah kita jualan di sana, di
sana itu hanya traffic aja.
orang berlalu-lalang banyak. Ternyata
enggak terlalu banyak orang beli sarapan
di situ. He he.
Akhirnya pindah
sampai pindah dua kali itu baru ketemu
yang benar-benar bisa jalan laku.
Hmm. Berarti pindah dua kali itu pertama
nih kurang laku.
Pindah lagi. Kurang laku juga lagi.
Oke.
Terus pindah lagi baru laku.
Nah, itu gimana kriteria tempatnya?
Yang satu kalau
di wilayah sana itu kita enggak bisa
memastikan ya. Yang jelas kita itu
enggak bisa jualan di jalan utama. H.
Jadi istilah apa ya? Primer. Jalan
primer itu kita enggak bisa jualan.
Jalan provinsi begitu.
Betul. Kita harus jualan di jalan sekund
eh sekunder kedua. Second second eh
second choice lah istilahnya. Jadi misal
ada jalan besar itu belok.
He.
Jalan besornya lurus. kita belok. Nah,
itu baru jalan yang bisa kita pakai opsi
untuk jualan.
Kenapa gitu?
Kalau untuk jalan utama itu kemungkinan
karena untuk jalur cepat seringnya.
Hm.
Gitu. Terus juga karena mungkin ya yang
namanya sarapannya
ee porsi kecil kalau untuk orang-orang
yang sekolah eh anak-anak sekolah SMP
dan SMA itu kurang masuk.
Hm. Karena mungkin mereka juga masa
pertumbuhan butuhnya makan lebih banyak.
Heeh. He.
Malah justru sekarang itu kita paling
banyak itu beli satu anak TK PAUD SD,
terus ditambah lagi para pekerja yang
mungkin ee bisa dibilang mulai
mengurangi porsi makan.
Hm.
Jadi itu paling banyak beli di situ.
Heeh. Heeh. Heeh. Kalau SMP, SMA sudah
enggak masuk.
SMP, SMA jarang beli.
Kecuali mungkin kalau anak SMA itu yang
cewek yang mulai mungkin
mengurangi makan. makan. Betul. Itu
porsi-porsi mengurangi makan masuklah
ya.
Masuk. Betul. Soalnya gini, Pak. Yang
saya jual itu pakai nasi gurih
bukan nasi biasa.
Jadi ee misal kita perhitungan di HPP
itunya pasti lebih tinggi daripada yang
pakai nasi biasa.
Iya iya iya.
Masih ada tambahan garam, ada tambahan
santan ya.
Santan. Betul.
Di situ selisihnya otomatis selisih
lebih banyak. Terlebih lagi per hari ini
harga ayam, harga beras itu tinggi.
Iya. Hari ini tinggi sekali ayam.
Jadi kalau ee yang jadi pertimbangan
saya,
kita enggak untung pun enggak masalah.
Yang penting untuk belanja besok sama
gaji teman-teman itu enggak tertunda,
gitu ya.
Kalau saya gitu.
Enggak untung enggak masalah.
Enggak untung enggak masalah. Kalau
memang pas kondisi kondisi Heeh. kondisi
ayam seperti ini.
Terus kadang juga kita jumpai sepi itu
kalau di musim liburan sekolah.
Oke.
Itu jadi masalah sendiri buat saya. He.
Sama tim. Jadi ya udah maksudnya misal
misal pun ee
enggak
habis jualan, ya udah yo gimana lagi.
Namanya juga memang sepi. He
kadang juga ada dari teman-teman itu
sing benar-benar mereka tuh perasaan
banget, Pak. iki piye, Pak? Enggak habis
ini gimana aku harus gimana?
Udah enggak usah gimana-gimana. Itu
bukan tanggungan kalian.
Heeh. He
ini tanggungan saya. Yang penting kalian
kerja dari 0.30 sampai 0.30 selesai
pulang. H
gak usah terlalu dipikirkan apabila
enggak habis atau gimana gak usah
dipikirkan.
Terus kalau enggak habis dikemain
ya? Kalau enggak habis kalau lauk itu
biasanya masih kita bisa kita olah
langsung masuk freezer untuk satu kali.
Terus kalau udah hari kedua misal enggak
habis lagi harus dibuang.
Hm. Dibuang sayang ya.
Iya.
Enggak dikasihkan apa begitu? Enggak.
Sudah layak ya.
Dulu dulu awalnya itu kalau kita kasih
itu mungkin tetangga-tetangga karena
jumlahnya mungkin masih sedikit. Tapi
lama-kelamaan kan juga mungkin tetangga
bosan Pak.
Tiap hari iki neh iki neh kan gitu.
Jadi ya sudah kita menyesuaikan aja.
Tapi sebenarnya masih layak untuk
dimakan orang.
Kalau dibilang masih layak, masih, Pak
sebenarnya. Cuman kita sendiri enggak
tega.
Iya. Iya. Oh, enggak tega untuk
dikasihkan orang.
Oh, enggak tega. Udah, mending dibuang
aja gitu
untuk makan ternak kali ya.
Hm. Kadang mungkin kalau ada tetangga
yang punya ayam, kita kasih dah ini buat
makan ayam.
Berarti ayam makan ayam dong.
Nah, heeh. Betul juga. Kadang ada jamur,
kadang ada tongkol juga gitu.
Ya, lumayanlah.
Mas, itu harga jualnya berapa nasi gigit
itu?
R5.000-an, Pak. Hm.
Harga di R5.000 dengan estimasi
berat itu sekitar 2 ons sampai 2 ons
seteng
per porsinya.
Margin tinggi atau sedang?
Kalau margin itu mungkin kalau makanan
enggak ada, Pak. Kayaknya yang margin
tinggi, Pak. Kecuali kalau memang
makanan-makanan yang berkelas ya. Kalau
kita makanan kaki lima itu paling
ee mungkin di angka sekitar 30 40%.
Iya. Nanti dipotong dipotong karyawan
juga
nipis begitu ya. Iya betul. Jadi misal
ee kita lakunya naik turun tanggungannya
keluar masih tetap
iya fix cost ya.
Heeh. Apalagi alhamdulillah sekarang itu
sudah punya lima cabang.
Hm.
Jadi ee yang jualan di pinggir jalan itu
ada lima. Terus di dapur itu ada bantuan
satu.
Itu juga otomatis kan tanggungan
wajibnya keluar tiap hari harus segitu.
Jadi misal enggak laku pun juga
tanggungan keluarnya juga tetap harus
segitu.
Percabang itu satu orang yang jaga.
Percabang satu orang. Betul.
He Mas kan yang jaga itu kan enggak full
ya. Seteng
sampai.
Iya.
Itu cari pekerjanya itu ee seperti apa?
Orang yang bagaimana begitu.
Oh gitu. Macam-macam Pak. Karyawan
pertama tim saya itu yang jualan itu
pertama dari ee saudara
Hm. Saudara kebetulan nganggur kalau
pagi daripada enggak ee daripada enggak
ngapa-ngapain tak ajak kerja mau.
Terus akhirnya kerja sampai per hari ini
pun masih kerja ikut saya.
Hm.
Terus macam-macam, Pak. Ada ee saya itu
punya tim orang kaya gabut, Pak.
Kondis ini juga ada kayaknya
kondisinya. Kondisinya ada.
Dia di rumah punya mobil,
terus suami juga kerja di luar negeri.
Iya. Iya. Dia cuma punya anak itu satu,
masih SD.
Aku lek
enggak ada kegiatan pagi itu cuman
tidur.
Soalnya anaknya itu ee misal berangkat
sekolah itu yang nganterin itu pasti
minta mbahnya.
Hm.
Minta diantar Mbah pasti. He.
Jadi setelah nyiapin sarapan dan
lain-lain, orang itu sudah nganggur,
enggak pernah bersinggungan dengan orang
dan lain-lain.
Terus waktu saya ngasih lowongan, dia
ngelamar.
Heeh. Heh,
Mas, tapi tempatnya kejauhan. Ngono. Oh,
ya sudah, Mbak. Kalau kejauhan jangan
dulu. Ee daripada nanti sampean juga
capek bolak-baliknya, nanti aja kalau
misal ada lowongan lagi yang dekat nanti
tak kabarin gitu.
Ada lowongan lagi dekat tak kabarin. Ho,
Mas. Aku mau masuk.
Kok rasa-rasane sampeyan i wong duwe to,
Mbak? Rasa-rasane i sampeyan orang kaya
toh, Mbak? Saya pikir loh.
Iya.
I Heeh. Mas wong aku di rumah juga punya
mobil lah. Terus ngapain kerja, Mbak? No
aku di rumah nganggur.
Oh, ya udah enggak apa-apa. Wis, sing
penting sampean juga misal kerja itu
juga tanggung jawab gitu.
Iya, iya, iya.
Bahkan kalau dia itu kadang ee punya
acara apa gitu ya, baru pagi itu sudah
WA saya, "Mas, ini tak beli sekian
bungkus ya no."
Kadang beli 20, kadang 15 no digo to
mbak no
ojo lek ra payu terus diborong ngono
enggak iki anu mau tak kasihne
saudara-saudaraku gitu. Oh ya terserah
kalau gitu. Yang penting saya juga
enggak memberatkan misal enggak habis
saya suruh beli kan enggak gitu. Oh,
ternyata alhamdulillah sejauh ini juga
saling menguntungkan gitu aja.
Saya ee alhamdulillah juga termasuk
karyawan yang tertib bisa dibilang
Heeh. disiplin. Datangnya juga awal.
Terus kadang kalau misal ee dia sudah
beres-beres mau pulang terus orang
tanya, "Mbaks, masih ya mau dia ee
bikinkan dulu mau." Padahal jam jam
kerja sudah habis.
Saya sendiri enggak pernah nuntut kayak
gitu.
Heeh. Heeh. Cuman alhamdulillah punya
teman-teman tim itu ee hampir semuanya
itu pengertian.
Kalau yang masak berarti agak lama ya
masak ya. Alhamdulillah dari jam .00 itu
cukup waktunya
dari jam .00 pagi sampai jam berapa?
3.00 pagi sampai jam berapa ya? Ya jam
.00. Jam 5.00 itu sudah selesai.
Heeh. Heeh. Heeh.
Habis itu teman-teman tuh datang di
rumah ee nunggu di depan kita siapkan
mereka bawa anu apa? obrok. He bawa tas
samping itu sudah terus mereka berangkat
ke tempat jualan masing-masing. Nanti
siang bawa pulang lagi gitu.
Berarti mereka kerja secara efektif
sampai jam 10. Kali ya?
Enggak sampai Pak jam 09.00 itu pasti
sudah selesai.
Engak sudah. Oh itu di wilayah ngunut ya
rata-rata
kebetulan masih di wilayah ngunut
semuanya.
Oh lima cabang itu ya?
Lima cabang di wilayah ngunut semua
ya.
Alhamdulillah. Walaupun maksudnya kadang
ee antar cabang itu
lakunya enggak sama semuanya. Jadi
kalau saya punya cara itu supaya bisa
sama-sama merasakan eh aku juga ee
merasakan jualan yang harus buru-buru
atau mungkin merasakan jualan yang
santai itu per satu minggu teman-teman
kita rolling.
Oh gitu ya.
Heem. Jadi teman-teman itu misal minggu
ini di cabang satu, minggu depan di
cabang dua, minggu lagi di cabang gitu.
Kebetulan yang dekat-dekat itu ada tiga.
1 2 3 itu.
Kemudian kalau di 45 itu tempatnya agak
jauh. Jadi rollingnya itu juga di hanya
45 gitu aja. He he. Siap. Kalau anu Mas
berarti kalau boleh dibilang
ee omset begitu secara bulanan berapa
kira-kira?
Kalau omset bulanan saya e jarang
ngitung karena dapatnya uang kan harian
gitu.
Kalau omset harian itu ya alhamdulillah
rata-rata itu diangka sekitar 800 sampai
1.200.
Oke.
Hariannya di situ
untuk lima cabang.
Heeh. Lima cabang. Jadi dulu juga
harapannya itu misal punya satu cabang
laku 60 2 120 3 180 itu sementara ini
belum tercapai.
Sampai saat ini belum tercapai ya.
Oh ini sampai saat ini sementara belum
tercapai.
Pasti ada yang naik ada yang turun gitu
ya.
Nah betul.
Kadang ada yang biasanya ini biasanya
lakunya dikit gitu kita kasih dikit aja
ternyata baru jam . Le4 sudah emas aku
sudah habis piye iki? Akhirnya saya
harus turun cari cabang yang ee
masih belum belum laku banyak. saya
pindah gitu. Jadi ee ya sama-sama saling
bantulah gitu.
Yang penting mereka juga enak. Misal
ee yang saya selalu saya tekankan misal
temanmu pulang pagi itu kalau bisa yang
lain juga pulang pagi.
He.
Jadi kita substitusi ya. Entah hanya
dipindah mungkin hanya 5 porsi 10 porsi
itu kalau bisa membantukan kenapa enggak
gitu. Iya. Iya. Iya. Tapi yang paling
sedikit sampai berapa?
Kalau di yang di yang udah ada itu yang
paling sedikit itu di sekitar 15 porsi
aja.
Kalau 15 porsi enggak nutup ya?
Gak nutup sama biaya sewa tempat pinggir
jalan itu enggak nutup segitu.
Sama yang jaga juga kan?
He sama gajinya yang jaga juga.
Tapi kalau di secara rata-rata Mas
akumulasi dari lima cabang itu masih oke
ini masih worth ya?
Masih jalan, Pak. Umpama ee misal
1 bulan itu kita masih punya cicilan
rumah sama cicilan mobil itu cukup, Pak.
Wah, banyak berarti
misalnya loh, Pak.
Tapi alhamdulillah saya itu enggak
tertarik untuk nyicil, Pak. Jadi milih
nabung aja.
Cicilan mobil atlakah R5 juta sebulan.
Ya, jangan yang R juta dong, Pak. Yang
tiga aja. Oh,
Rp3 juta. Ya udah. Cicilan mobil R10
juta per eh cicilan rumah R10 juta.
Nah, ya jangan yang R juta loh, Pak.
yang rumah subsidi kan R1 juta lebih
digital.
Tapi artinya gini ya, dari kalau
dicompare nih dari dulu kerja ikut orang
kan sudah beberapa kali
dengan usaha ini lebih enakan mana?
Sama-sama enak, Pak.
Sama-sama enak ya.
Tergantung kita pakai sudut yang mana
gitu.
Kalau kita pakai sudut karyawan itu enak
kan? Enggak. Kita enggak mikir, Pak.
Kecuali kalau kita kerjanya divisi RnD,
Pak. Terus
itu
tenang enggak boleh ini harus mikir apa
yang baru gitu ya. nganggur dikit harus
keluar cari inspirasi mikir lagi kan
gitu. Tapi kalau kita pengusaha itu kita
biasanya terima gaji sekarang kan gaji
orang Pak.
Iya. Iya. Iya.
Terlebih lagi itu hak orang. Kalau kita
kemakan kan bahaya juga ya. Kalau
orangnya rida-rida aja
tapi kalau ternyata di balik itu
orangnya berdoa jelek kan kita juga
repot gitu.
Jadi makanya saya bilang tadi yang utama
itu enggak boleh kita sampai nunda gaji
karyawan itu enggak boleh.
Apapun yang terjadi misal kita enggak
untung sekalipun enggak masalah gitu.
He. Oh, gitu ya. Itu tak dengar berapa
beberapa kali. Artinya itu sebuah
kutipan yang
penekanan sudah penekanan banget itu.
Heeh. Penekanan gitu.
Soalnya hak orang lain. Kita kan bahaya
kalau makan hak orang lain gitu loh.
Iya. Tapi pernah enggak laba sama
sekali?
Ee pernah itu paling sedikit ketemu itu
satu hari cuma dapat R.000 atau gim
waktu itu. Tapi masih tig tiga atau
empat cabang gitu.
Iya. Iya.
Ketemunya cuma Rp40.000. Tapi saya
mikirnya gini, misal hari ini sepi,
insyaallah di lain hari kita
pasti ada ramainya. Soalnya pernah gini,
Pak
ee secara enggak sengaja itu kan kita
posting ada yang ee orang enggak kenal
terus kita bikin postingan itu dia
komen, "Mas, aku misal nitip ee buat
Jumat berkah bisa enggak?" He.
Ee tapi mohon maaf, Kak. Kalau kita
disuruh kasih ke tempat panti atau
mungkin ke panti jompo itu belum bisa.
Kita paling bisanya di ee pinggir jalan
kasih tempat yang orang-orang tukang
becak dan lain-lain. Terus mungkin ke
masjid itu kita bisa. Alhamdulillah itu
dulu pernah dapat WA itu dari orang
Indonesia yang lagi kerja di
Jerman. Oke. Oke.
Di Belanda juga sudah pernah. He.
Itu mereka di sana itu kan biasanya
mungkin karena orang sama-sama orang
Indonesia bikin asosiasi
itu mereka nitip, "Mas, aku nitip ya
sedekah segini." Nominal terbesar itu
pernah
kemarin itu sekitar Rp15 juta.
Hmm.
Itu mereka nitip dan intinya cuman aku
butuh nanti sampean foto bahwa itu
memastikan sudah sampean salurkan. He.
Gitu. itu. Makanya kadang kalau pasepi
itu kita ingat, oh kemarin sudah pernah
dapat pesanan Jumat berkah, mungkin
rezeki hari ini itu sudah ditaruh yang
di kemarin gitu.
Jadi alhamdulillah ee
titik seperti itu ee bisa tetap kita
ngucap alhamdulillah gitu.
Iya. Dengan psikologi seperti itu. Jadi
tetap walaupun dapatnya mungkin dari
empat cabang R0.000 yang itu minim kan
tetap alhamdulillah gitu ya.
Tetap bisa alhamdulillah. Makanya kalau
alhamdulillah kan ada dua kalimat.
Adaamillah,
ada alamillah
itu.
Nah, itu tinggal mana yang diucapkan.
Itu gimana? Saya belum ngerti itu.
Kalau yang alhamdulillah ala kulihal itu
di salah satu hadis Ibnu Majah
insyaallah
itu sebenarnya diucapkan ketika kita
mendapatkan kesusahan. He
alhamdulillahi ala kulial.
Tapi kalau kita sedang mendapatkan
kesenangan, nikmat ya sebenarnya
sama-sama cobaan, cuma cobaannya lebih
enak gitu ya. He.
Oh iya iya iya. Kalau artinya
kalau artinya alhamdulillahi ala kulihal
itu alhamdulillah atas segala kondisi.
Ala kulihal atas setiap keadaan. Entah
baik entah buruk tetap alhamdulillah
gitu.
Intinya alhamdulillah.
Alhamdulillah.
Walaupun r merengut
walaupun tapi setidaknya kita tetap
mengutamakan Allah dulu walaupun
ee ya mungkin namanya manusia
karena kalau kurang itu juga pasti
menggerutu.
Tapi masih bisa mengucap alhamdulillah.
Tapi kalau alhamdulillahi binikmati
tatimushat itu alhamdulillah bagi eh
segala puji bagi Allah yang telah
menyempurnakan nikmat yang telah
diberikan.
Berarti pasti dapat kesenangan itu.
Pasti dapat kesenangan gitu aja. yang
sempurna gitu.
Siap gitu.
Nah, selain nasi cokot ternyata saya
juga dapat minuman. Nah, ini minuman
katanya juga produkmu.
Iya.
Wah, naik gimana ini munculnya produk
minuman ini?
Aduh, ini gimana ya? Ee
biasanya saya memunculkan yang baru itu
karena berkaca dari yang sebelumnya.
berkaca dari sebelumnya yang nasi gigit
itu karena sudah mulai banyak
kompetitor,
saya mencoba hal yang baru yang
sebenarnya di kota-kota besar ee sudah
banyak.
Heeh. Heeh.
Karena saya sendiri ee melihat ini
peluang karena menurut saya di kota
besar itu sudah bisa jalan
dan di kota besar sama kota kecil pun
menurut saya sama. sama sama-sama ada
orang yang bekerja. Heeh. He he.
Tuh. Karena kita sudah menyesar anak
sekolah, sekarang kita menyesar
orang-orang yang bekerja.
Oh, ini berarti segmentasi yang lain.
Segmentasinya yang lain
dengan harapan ee kita juga ee menjual
produk yang kita sendiri untung, tapi
orang lain juga mendapatkan manfaatnya.
He.
Saya dulu awal ya mungkin karena apa ya?
Saya pribadi itu senang minum es. He
gitu. dulu bahkan masih awal-awal ada
jeruk peras itu hampir tiap hari beli es
jeruk peras saya. He he.
Cuman diingatkan sama istri ini gulanya
enggak baik kalau terlalu banyak. Terus
mikir kenapa enggak
dibikin kayak jamu es gitu ya? He.
Terus sebelum saya berpikiran untuk
jualan ini sudah ada es yang di pinggir
jalan ee es sinom sama es beras kencur.
Nah, itu sudah ramai, cukup populer di
area Tulungagung.
Terus akhirnya cobalah kita cari yang
beda. Akhirnya saya beli buku 200 resep
Juru Sehat ala Rasulullah dari Ustaz
Zaidul Akbar. Iya. buku itu.
Nah,
saya baca-baca, oh kayaknya menarik ini.
Misal dibikin versi minuman sehat.
Oh.
Terus kita cari-cari lagi di Instagram,
ada enggak yang sudah Oh, ternyata sudah
ada jual. Kita cari lagi referensinya
ada beberapa akun Instagram yang mereka
juga membeberkan minuman apa dengan ee
kontennya di dalam itu isinya apa aja.
Terus akhirnya kita komparasi dengan
resepnya Ustaz Zaidul Akbar itu. He he.
Kita nyoba-nyoba beberapa resep. Jadi,
terus
kita coba jualan ini.
Hmm. Apa berarti ini ke ending-nya apa
ini yang ketemu?
Ending-nya ini akhirnya kita jualan
minuman rempah.
Nah, ini udah jalan kurang lebih sekitar
2 mingguan.
Oh, baru.
Iya, baru 2 mingguan. ee segmen kita
yang kita sasar itu para pekerja yang
mulai sedikit mengeluhkan punggung yang
mulai terasa sakit.
Hm.
Senderan dikit ngantuk.
Heeh.
Duduk sebentar pengin tidur. Nah, itu
kita sasar dengan minuman-minuman yang
seperti ini. Ditambah lagi kita
menggunakan gula singkong.
H
itu lebih ee rendah kadar gulanya. Jadi
enggak gampang bikin lonjakan kadar gula
di
dalam darah gitu.
Berarti terbuat dari rempah yang
insyaallah sehat. Nggih.
Gulanya juga gula singkong.
Gulanya pakai gula singkong.
Bikin sendiri gulanya.
Kalau gulanya kita beli jadi.
Oh ada ya kayak gitu beli.
Kalau gula beli jadi. Terus kalau resep
insyaallah kurang lebih juga sesuai sama
ee bukunya yang dari Ustaz Zaidul Akbar
itu.
Ini boleh dicoba berarti ya. Jadi kayak
netes-netes itu kayak minuman aku,
minuman aku gitu.
Kalau katanya Mas Tarjo,
monggo itu. Tapi gulanya masih di bawah.
Yang mana ini? Yang mana?
Kalau yang ini ada imun boster.
He.
Kemudian kalau yang ini ada rempah jahe.
Bestseller yang mana?
Kalau saya pribadi paling suka rempah
jahe. Tapi misal dijual orang itu pasti
takut minum jahe.
Lah. Kenapa?
Aneh kalau dibikin es.
Oh.
Tapi mereka juga belum nyoba.
Oke.
Tapi kalau saya pribadi dari sekian
banyak menu, kebetulan kalau minuman
rempah kita ada tujuh, terus series teh
ada tiga, itu saya paling senang ini
rempah jahe.
Eh, ambilkan gelas dong. Coba tak taruh
gelas gitu. Tak coba satu. Boleh dicoba
semua?
Monggo, monggo boleh. Boleh.
Oke. Karena dijelaskan yang berbeda, aku
pengin nyoba. Kalau ini tadi
itu
ini harus harus dikocok dulu ya.
Iya. Kalau imun boster itu di dalamnya
ada macam-macam. Oke,
ada jahe. Terus ada kunirnya dikit.
Heeh.
Terus ada kapulaga, ada bunga lawang.
Jadi ada kesan apa ya?
Kalau orang enggak biasa itu kayak minum
ada minyak kayu putihnya gitu.
Yang
kapulaganya
yang ini tadi yang imun booster.
He yang imun booster.
Iya iya ya. Oke oke oke.
Moment of truth kita minum. Aman. Terima
kasih.
Oke, yang ini tadi imun booster ya?
Iya, imun booster.
Ini harganya berapa, Mas?
Kalau imun booster kita jual Rp10.000.
H
kalau yang rempah jaya itu kita jual
Rp8.000.
Ini mohon boster dulu.
Bismillahirrahmanirrahim.
Enak. Awas.
Ya, kayak minuman rempah tapi tidak
terlalu strong. Iya,
masih bisa dinikmati.
Nah, kalau biasanya yang strong itu
karena pakai ee air panas.
Oh, gitu ya. Ya,
air panas itu rasanya lebih strok.
Tapi enak kok, Mas. Ini saya nyoba ini
yang tadi enggak disukai orang.
Monggo.
Ini tadi apa?
Rempah jahe.
Rempah jahe katanya. Katanya aneh ya es
ya?
Rempah jahe. Iya. Orang itu takut aneh
itu karena kok jahe dinggo es toh.
Itu ada kontennya ada jahe, ada
lengkuas,
ada kayu manisnya.
Karena tadi dibilang aneh aku ngambilnya
dikit.
Boleh.
Bismillah.
Oh, lebih strong, Mas.
Iya,
lebih strong.
Jahe itu strong jahenya. Jahenya ini
paling tinggi kandungannya makanya.
Tapi masih enak.
Iya,
masih enak. Ini
sebenarnya menyasarnya memang untuk
orang-orang kerja yang memang butuh
suatu yang fresh.
Iki kayak minum sebuah rempah-rempah
jamu tapi dengan nuansa fresh. Weh, enak
loh.
Segar.
Dulu itu nyoba-nyoba itu kalau enggak
salah ada sekitar 11 menu.
Tapi masih bisa dinikmati. Jadi
teman-teman yang jahit tidak terlalu
takut.
Enggak usah takut.
Masih masih bisa dinikmati. Tapi memang
yang paling enak sih ini sih.
Ini lebih kayak kadarnya lebih lebih
soft gitu ya.
Betul.
Ramai enggak, Mas?
Alhamdulillah rilis ini belum ramai.
Oh,
tetap alhamdulillah.
Alhamdulillah. Ala kulli ya.
Iya, betul. Karena mungkin kalau di area
sana kebetulan itu pesaing es banget.
Wih, banyak banget.
Ada boleh sebut merek toh?
Boleh,
boleh ya. Ada teh desa, ada teh kota,
ada teras desa, ada teras kota.
Itu itu aja sudah minuman teh dan
teman-temannya itu sudah ada
seperti itu. Belum lagi ada teh poci,
ada es teh jeruk peras. He.
Terus dia satu stan ada es tehnya, ada
jeruk peras. Terus he
ee yang kemarin sempat ramai sebelum
bulan puasa es teler dengan berbagai
macam olahannya. Heeh. Heeh. Heeh.
Itu karena mungkin
ya orang belum terlalu mempertimbangkan
ke after effect-nya.
Betul. Betul. Tapi kayaknya ee
segmentasi marketnya perlu dibenahi. Mas
tadi kan sampan menyasar ini masukan.
Boleh boleh boleh.
Tadi kan menyasar pekerja yang
memperhatikan
kesehatan.
Ngih. Betul.
Nah mungkin perlu diganti branding ini
ke entrepreneur segmennya.
Oh gitu.
Ke bos. Jadi karena pekerja yang
memperhatikan kesehatan itu enggak
jarang, Mas. Karena mereka lebih
memperhatikan ekonomi, Mas, daripada
kesehatan.
Betul.
Karena mereka keringatnya itu selalu
keluar, kan. Jadi mereka secara
efektivitas atau
bodinya kan cukup
cukup apa ya, cukup metabolismenya cukup
bagus.
Metabolisme j
karena pekerja. Nah, yang butuh minuman
ini kayaknya malah si justru para
direksi, para manajer yang mereka
bergerak,
jarang bergerak. Dia duduk, dia minumnya
harus gini. Boleh, boleh, boleh, boleh.
Masuk.
Kalau ini enak kok. Enak kok. Jadi
dengan harga Rp10.000 jadi mereka enggak
berat.
Iya.
Nah, kalau pekerja kayaknya
pilih esteh kayaknya mungkin. Iya.
Mungkin mungkin iya. Betul.
Soalnya kebetulan juga pernah tahu itu
kan kita jualan di dekat ee pangkalan
pengisian LPG
yang mana memang pekerjanya itu mungkin
ratusan atau bahkan ribuan di dalamnya.
Itu juga pernah sekali waktu itu mereka
ee pilih yang agak jauh beli es teh.
Iya. R.000 jumbo
daripada beli minuman sehat yang mungkin
yang kan harga mulai dari R.000
sebenarnya, Pak.
Betul.
Tapi mereka lebih pilih yang Rp3.000
tapi dapat jumbo. Oh, ya sudah
berarti mungkin ya ya mungkin memang
pasarnya mungkin belum belum menyentuh
sampai sejauh itu gitu.
Iya. Iya. Enak kok. Tapi ini secara
produk sudah enak tinggal segmentasi
market yang benar. Mungkin sebenarnya
kalau di judul jualan itu kita sudah
kasih tulisan jelas tulisannya itu
judulnya kebetulan kita ngambil judul
rempahin.
Oh, rempahin.
Iya. Di bawah itu tulisannya ee kebaca
itu minuman sehat yang enak.
Oh,
sebenarnya gitu. Jadi ee segmen utama
kita memang pekerja
karena kita juga memikirkan ee ngambil
contohnya itu kurang lebih seperti itu.
Kebetulan contohnya itu ada di beberapa
kota yang kemarin kita ambil contoh itu
dari Bandung, Malang, terus Magetan itu
rata-rata memang segmen mereka itu para
pekerja.
Pekerja ya.
Iya.
Oh,
makanya kita ngambil ya sudah kita
samain aja.
Iya. I
siap.
Terus mungkin Oh. atau mungkin juga
mungkin karena wilayahnya juga kurang ee
kurang familiar dengan minuman yang baru
seperti ini
bisa jadi sehingga menyebabkan juga
ee belum terlalu ramai untuk awal
pembukaan
atau mungkin edukasinya kurang lama
karena ini kan kayak kategori yang
sangat baru bagi mereka.
Iya. Betul. Sebenarnya memang beberapa
orang itu yang sudah balik untuk beli
lagi juga ngomong enak Mas. maksudnya
juga aku ngerasa habis minum ini
batuk-batuk juga reda gitu. Makanya ada
yang kemarin ah besoknya itu beli lagi
ternyata. Tapi ya mungkin karena mungkin
juga mereka masih takut untuk nyoba
karena mungkin ee dalam tanda kutip jamu
itu biasanya pahit.
Akhirnya mungkin masih entah entar ajal
mungkin nyoba gitu.
Siap. Siap. Terakhir, Mas, kalau apa nih
kan ternyata usaha ini bisa ee ibaratnya
bisa menjadi pengganti lah. Pengganti
dari dulu yang kerja sekarang dapat
penghasilan dari usaha.
Usaha
dan alhamdulillah sudah berjalan 2 tahun
ya untuk yang ngasih gigitnya.
Nasi gigitnya.
Kalau visi dalam berbisnis itu apa?
Kalau dari Mas Jo,
kalau visi berbisnis itu saya simpel
aja, Pak. Yang penting ee
sangu buat ibadah lancar.
Hm.
Kalau saya gitu. Jadi selalu ee
diniatkan kita jualan ee terlebih jadi
laki-laki itu untuk cari nafkah,
memberikan nafkah kepada keluarga. Itu
yang penting kita juga bisa ee apa ya
praktiknya itu ya kurup. Misal kita
jualan itu dengan jungkir balik pun juga
ongkosnya juga sama. Jungkir balik.
Bukan kok ee kita jualan dengan susah
payah tapi dapatnya dikit.
Yang penting ibadah bisa lancar gitu
aja.
Berarti usaha untuk sangu ibadah.
Betul.
Wah mantap.
Intinya saya di situ.
Salut ini sama anak muda yang berpikiran
akhirat.
Mas terima kasih
siap
telah hadir di pecah telur.
Semoga usahanya makin
lancar nih. Makin berkah.
Amin. Amin.
Closing statement dari Mas Jo.
Buat yang masih jadi
karyawannya orang ee kalau pengin resign
resign aja enggak usah besok-besok. Tapi
kalau masih pengin di situ, sudah enggak
usah bahas risign dulu.
Karena pusingmu hari ini itu masih lebih
pusing lagi ketika kamu harus cari
kerja.
Oke.
Tapi kalau udah kamu jadi pengusaha
pusingnya tiap hari. Tapi
hal yang kamu kerjakan
pasti akan berbuah.
Entah itu langsung atau besok atau lusa.
Dan jangan pernah ee
kamu berhenti berusaha hanya sekedar
karena tersandung batu kecil.
Mantap. Aku walau tadi bilang sing tapi
aku ingat sesuatu. Mas J ini latar
pendidikannya
apa? S1.
Aduh. Bukan, Pak. Saya lulusan SMK
jurusannya gambar bangunan, Pak.
Oh, bukan S1 ya?
Bukan. Oh,
saya SMK yang S1 istri.
Oke.
Jadi kalau ee mendidik anak istri lebih
ngambil peran dan mungkin lebih sering
kirim postingan Instagram ki woconen ii
wocenen gitu. Kalau saya lebih ke
ide-ide lah itu aja.
Terima kasih Mas sudah mampir di sini.
Siap. Sama-sama.
Terima kasih teman-teman sudah nonton.
See you next episode. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]