Pemuda Desa Raup 15 Juta Per Panen dari Budidaya Lele Kolam Tanah
VllicdgZoQ4 • 2025-10-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Pernah satu kali itu dagangan habis, uang habis. J diambil diambil semua. Makane yo wis beratlah kalau udah nanggung kebutuhan sehari-hari terus nambah lagi biaya kuliah. Jadi wis harus pilih salah satu antara kuliah atau makan. Ini kolam untuk pembesaran ada lima, Mas. Keuntungan kalau dibuat rata-rata sekitar 15an. Kalau satu periode bersih, Mas. Bersih. Udah potong listrik, terus kemudian pakan dan sebagainya. Tenaga kerja y sendiri, Mas. Masih sendiri masih cukup. Pernah profit tak ambil satu kali R5 juta kalau enggak salah sampai setahun itu totalan terakhir Rp40 juta ya. Semoga bisa segera lepas lah, Mas. Pingya hutang ternyata beban pertama enggak tenang terus kemudian untuk bertumbuh itu kayak kejiret, Mas. Jadi wayahe keuntungan bisa ditambahkan untuk ekspansi usaha e dibuat bayar angsuran, dibuat bayar bunga kayak gitu. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya Farid Andi Wibowo. Alamatnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejo Tangan, Kabupaten Tulungagung. Untuk usaha saya di bidang pembesaran ikan lele. Untuk usaha ini saya mulai sejak tahun 2021. Insyaallah feelingnya udah klek, Mas, di peternakan lele ini. Dan insyaallah kalau di budidaya atau apa ya, produksi pangan kan ini kan selamanya orang butuh makan kan, Mas. Jadi insyaallah kalau selama orang masih butuh makan ya wis usaha ini insyaallah masih bisa berjalan. pengalaman di COVID kemarin kan itu jadi usaha-usaha yang masih bisa bertahan itu kan mayoritas di pertanian, peternakan pokoknya di ee bidang pangan kan Mas. Jadi insyaallah dari sisi ketahanan usaha insyaallah masih selama dikelola dengan baik terus kemudian masih menguntungkan insyaallah masih bisa bertahan bahkan berkembang usaha ini. Ini full pelet, Mas. Full pelet. Enggak berani, Mas. Soalnya kalau pernah sharing itu sama yus petani yang sudah senior-senior yang pernah pakai alternatif itu airnya harus benar-benar bagus. Jadi kalau saya kan 5 jam Grojok cukup, Mas ya. Kalau pakai alternatif mungkin bisa 12 jam atau lebih bahkan 24 jam nonstop kocor terus. Kalau enggak gitu rawan penyakit terus kemudian kualitas airnya buruk. Kan kita juga enggak tahu kan ini bahan apa alternatif ini kandungannya apa. Terus kemudian ketika dikasih makan ke ikan bisa kecerna dengan baik atau enggak kan enggak tahu. Tapi kalau pelet kan memang dia sama pabrik udah diproduksi dengan campuran khusus yang memang khusus untuk pakan ikan dan udah dilab dan sebagainya yang bisa dicerna maksimal oleh ikan dan hasilnya pun bisa maksimal, pertumbuhan cepat dan sebagainya lebih aman. [Musik] pemula itu apa sing dibutuhne sebagai peternak lele untuk awal? Yang pertama ilmu kan jelas ilmu budidaya terus kemudian modal yang jelas karena di lele itu profitnya cenderung tipis Mas. Satu periode kan sekitar kalau yang umum itu du ee 3 bulan sampai 4 bulan sampai habis. itu keuntungan dari modal itu sekitar 15 sampai 20% periode. Jadi misal modal Rp10 juta satu periode ya keuntungan sekitar R jutaan. Nah, jadi ya semakin banyak modal ya keuntungannya semakin banyak cuma secara persentase segitu. Jadi sebenarnya kalau modalnya misal 100 ya keuntungannya 20 sih sebenarnya tapi kan butuh modal sekian dulu. Tapi untuk pemula ya mulai dari sedikit dulu sih karena high ris high return lah Mas. Loris low return. Jadi kalau karena masih belajar kan masih resiko-resiko kan masih belum tahu cara pencegahan terus kemudian kalau ada penyakit pengobatannya gimana itu masih buta kan. Jadi sambil mulai aja dulu terus pelan-pelan belajar kemudian sharing sama petani lain lihat YouTube kalau perlu. Ah lagi Mas banyak orang yang mungkin autodidak belajarnya cuman dari YouTube atau TikTok atau konten-konten Mas ya. itu kadang pas kadang enggak. Karena kondisi di tiap wilayah itu beda. Kondisi air, kemudian kondisi tanahnya, kondisi pasarnya, kemudian pakan yang tersedia di situ, jenisnya apa kan beda-beda. Jadi lebih efektif itu belajar ke petani yang sudah lebih dulu terjun di wilayah sekitar. Misal di sini di Tulungagung. Cara budidaya di Tulungagung sama budidaya di Kediri itu beda. Sama di Trenggalek sama di Ponorogo beda. Mulai dari pakannya kemudian apa bibitnya kemudian jualnya itu size-nya berapa itu beda-beda. Jadi kalau petani Tulungagung kalau bisa ya belajarnya di petani Tulungagung juga. [Musik] Direnov, dikasih terpal gitu jadi biar enggak bocor. Yang pertama kali di situ. Alhamdulillah periode pertama itu hasilnya lumayan langsungan jadi semangat langsungan. Sempat kendala pada saat itu hasil bersih belum bagi hasil itu sekitar 3 atau R juta per periode per panen satu kolam. Bagi hasilnya ke Boomdes Rp1.500 atau Rp1.800 800 karena periode pertama langsung berhasil percaya dilihat akhirnya pengajuan ke bank ngambil KUR langsung bangun kolam banyak des lima pada saat itu kolam tanah sing lima iku dan entah kenapa ya wis atau mungkin ya mungkin jam terbangnya masih pendek ya Mas ya masih pemula terus langsung ekspansi kesiapannya belum belum benar-benar matang akhirnya di tahun 2022 setahun tahun itu ya wis balik modal untung tipis, balik modal untung tipis. Di tahun 2023 itu bahkan malah setahun itu enggak untung sama sekali. Modalnya ke ambil untuk kebutuhan sehari-hari. Fullnya masih dalam angsuran. Tapi udah membaik, Mas. Udah membaik dalam arti dulu itu tak buat 1 tahun lunas. 1 tahun lunas. Nah, ini itu cuman kuat bayar bungane aja kan ngambil ngambil 50 bungane lek setahun lunas itu Rp3 juta. Jadi selama 2 atau 3 tahun ini cuman perbarui bayar bungane aja. Perbarui bayar bungane aja pokoke masih utuh. Nah, ini alhamdulillah tak ambil angsuran 6 bulan sekali ini sudah dapat dua kali angsuran. Pokok plus bunga ini sudah sudah berkurang ya. Semoga bisa segera lepas lah Mas. punya hutang ternyata beban pertama enggak tenang terus kemudian untuk bertumbuh itu kayak kejiret Mas. Jadi wayahe keuntungan bisa ditambahkan untuk ekspansi usaha e dibuat bayar angsuran, dibuat bayar bunga kayak gitu. Itu sampai tahun 2024 saya gabung di grup wis petani lele lah Mas. Di situ ada bakul. Terus kemudian dia menyediakan pakan juga. Jadi pakannya ngambil di situ. Terus nanti ikannya yang ambil di situ. Jadi dipotong sistem potong nota di pakan habis berapa, terus yang panennya nanti berapa dipotong sisa berapa kan gitu. Itu berjalan setahun. Alhamdulillah dari situ malah aman dalam arti ada pertumbuhan lagi, ada keuntungan. Tapi di situ yang pertama saya jadi belajar sabar karena kadang pakannya itu kan biasanya kita calling ke toko terus toko yang ngantar. Pada saat itu saya ngambil jadi bawa sepeda motor. Sepeda motor geledekan Mas. Bawa geledekan. Tapi ngambil pakan 10 gitu balik dua kali 10 gitu. Itu seminggu sekali pada saat itu ditelateni. Alhamdulillah setahun. Pada saat itu dengan kebutuhan sing sekian modal tersisa tinggal 17 juta all in. Wis modal tak masuk situ wis s penting butuhku iwakku mangan kabeh aku cukup. Wis gitu tok. Akhire yo wis modal tak masukkan situ aku ngambil pakan. Alhamdulillah selama setahun ada perkembangan. Yang awalnya modal 17 selama setahun terkumpul. pernah profit ambil satu kali R juta kalau enggak salah sampai setahun itu totalan terakhir R0 juta. Alhamdulillah terkumpul akhirnya. Nah, setelah itu ini wis enggak enggak ngerti jalannya Allah atau gimana enggak paham. Ada teman teman lama teman MTS dulu dia berbuat story. Dia intinya cari orang yang butuh investor. Jadi dia punya uang uang dinginlah. Ang dingin daripada mengendap di bank atau di rekening dia cari investor bah iki akhirnya tak calling tak hubungi alhamdulillah dia tertarik karena aku tak nego ini misal kamu invest di usaha lele ini gimana presentasi prospeknya gimana terus track recordku sekian tahun ini pernah rugi dan sebagainya terus tahun terakhir ini mulai profit ini gimana alhamdulillah dia tertarik karena dia tertarik otomatis kan ini berarti Nanti modalnya kan ada ada sumber modal. Akhirnya yang di kelompok ini tadi modalku tak tarik semua. Terus kemudian Mandiri. Nah, ini sekarang jalan mandiri di-support sama temanku tadi yang jadi investor ini tadi. [Musik] Ini kolam untuk pembesaran ada lima, Mas. Keuntungan kalau dibuat rata-rata sekitar 15an. Kalau satu periode bersih, Mas. Bersih. Udah potong listrik, terus kemudian pakan dan sebagainya. Tenaga kerja y sendiri, Mas. Masih sendiri masih cukup. Dan sejak mandiri ini, Mas ya, karena pakannya bisa optimal, bisa suplai pakannya optimal, bibitnya juga kita bisa milih yang bagus. Satu periode ini 2,5 bulan sudah bisa panen padahal sebelumnya 3 sampai 4 bulan. Jadi periodenya lebih pendek dengan keuntungan yang kurang lebih sama. Jadi lele itu kan dikasih pakan berapun sebenarnya kan mau kan dia. Tapi kalau kebanyakan jadi penyakit juga ee cacar biasanya kalau over ya over misal kebutuhan sehari 10 kilo katakanlah. Ketika dikasih 15 kilo itu biasanya timbul penyakit cacar atau kuning atau penyakit yang lain. Saya itu ngasih makannya tiga kali sehari. Jadi mungkin umumnya dua kali, Mas. Pagi sore. Kalau saya tiga kali. Jadi pagi, siang, terus sore. Contoh misal kebutuhan pakan ikan per kolam sehari 30 kilo. Kalau diberikan dua kali kan 15 kilo, 15 kilo. Tapi kalau diberikan tiga kali kan 10 10. Jadi pakan yang masuk sama-sama 30 kilo per hari. Tapi kalau diberikan dua kali beresiko kekenyangan berlebihan. Tapi kalau diberikan tiga kali pas. Jadi ikan enggak kekenyangan, pakan yang masuk bisa diserap optimal. Itu kunci yang pertama. Kemudian kunci yang kedua itu menjaga kualitas air, Mas. Jadi dulu itu pas waktu gagal itu kan saya evaluasi juga kan pada saat itu pembuangan air belum lancar. Istilahnya kocornya itu enggak bisa maksimal karena di luar itu pembuangannya masih dibuang begitu aja. Nah, terus pada 2024 awal itu saya buat saluran air. Jadi, ketika digerojok itu airnya tumpah masuk ke saluran air kemudian dialirkan ke kebun ke rumput gajah untuk pengairan. Jadi kualitas airnya bisa terjaga dari situ. Misal kualitas airnya turun tinggal dikurangi. Ngurangi enak langsung dicabut dikurangi ditambah lagi nanti kondisinya udah udah enak lagi. Nah, itu sama tak pasang timer Mas. timer di sanyonya, di pompa airnya itu. Jadi, itu nyala per hari itu sekitar 5 jam. Jadi, setiap malam itu setengah jam nyala terus kemudian mati. Nyala lagi setengah jam sampai pagi. Itu total kurang lebih 5 jam per hari. Nah, dari situ kondisi air kan terus stabil. Otomatis nafsu makan ikan juga maksimal. Pakan yang bisa masuk bisa lebih banyak, akhirnya pertumbuhan lebih cepat, panennya bisa lebih singkat. kan ngih ngonten gitu loh, Mas. Gigih. Dalam rangka dan tujuan apa, Mas? menjaring peluang-peluang baru. Jadi kalau kita enggak ngonten kan orang lain enggak tahu kita usaha apa, terus yang kita jual ini apa, itu kan enggak tahu. Dari ngonten mungkin banyak orang yang tahu. Kemudian menjaring peluang-peluang baru. Mungkin ada yang butuh ikan atau mungkin ada yang menawarkan pakan dengan pakan baru mungkin dengan kualitas yang lebih bagus, dengan harga yang lebih murah. Itu kan jadi keuntungan juga buat kita. Kalau kita enggak sounding, kita enggak ngonten, kan mereka enggak tahu kalau di sini ada peternak lele kemudian dengan kapasitas sekian mereka enggak tahu. Tapi dengan kita ngonten mereka jadi tahu, oh ternyata ada loh ini peternak dengan budidaya lele di sini. Kemarin ya sempat beberapa sales pakan itu menawarkan produknya. Selanjutnya mungkin dari konten itu ya sedikit banyak kita bisa sharing sama ee petani-petani atau orang-orang di daerah lain yang mungkin pengin beternak lele atau bertani lele bisa berbagi ilmu. Mungkin yang mereka sudah lebih berpengalaman saya bisa belajar dari mereka. mungkin mereka yang masih pemula terus mungkin saya yang lebih dulu terjun mungkin mereka bisa belajar dari yang sudah saya alami seperti itu. Kemudian yang selanjutnya kemarin ya mulai ada anu Mas produk vitamin atau obat ikan itu menghubungi untuk istilahnya apa ya ngendorse atau apa ya fitur affiliate saya kan sudah aktif e mereka menghubungi minta dibuatkan konten untuk affiliate produknya mereka jadi kita dapat sampel gratis kemudian kita buat konten gak cuman dapat sampel gratis nanti bayarannya ya kalau ada penjualan dari produk itu kan dapat komisi kayak gitu [Musik] pendidikan awal MI, MTs kemudian lompat ke SMK. Nah, jadi agama-agama itu umum SMK di Teknik Elektroindustri di SMKN1 Kota Blitar. Jadi kelas 2, kelas 3 itu TKT semakin bulat untuk kuliah. Terus akhirnya di SNMPTN itu enggak lolos. Kemudian waktu bimbingan SBM untuk tes yang seleksi bersama itu di tengah-tengah perjalanan ada pengumuman lolos di IAIN Tulungagung pada saat itu yang sekarang WIN 1 masuk di jurusan perbankan syariah dengan pertimbangan pada saat itu pertimbangannya ibu pada saat itu kebetulan ibu di rumah sendiri terus kemudian belum sampai SBM itu udah ada itu ya wis jupon kui ae lah sing cedek ben namung tiap I biar bisa pulang pada saat itu. Soalnya Bapak kisah teng Papua pada saat itu. Kisah teng Papua ibu sendiri sama adik. Adik masih kecil dari teknik elektroindustri terus ke perbankan syariah ekonomi. Jadi wis enggak enggak linear sama sekali. Tapi sambil berjalan ya alhamdulillah menikmati terus karena memang sejak kecil basicnya suka dagang, suka bisnis ya. Jadi ya ada ketertarikan sedikitlah. Pada saat kuliah dulu sempat mengawali membuka kantin kejujuran di kampus. Jadi di lobi kelas itu kan ada pada saat itu kan kampus masih baru, gedungnya masih baru, kantinya masih jauh. Akhirnya inisiatif bawa meja belajar itu terus beli kulaan teh pucuk sama le mineral itu ditaruh di meja terus dikasih toples, dikasih harga Rp3.000 gitu. Jadi orang teman-teman mahasiswa itu ya beli uangnya ditaruh situ ngambil kembalian. Kalau ada kembalian situ. Pernah satu kali itu dagangan habis, uang habis. J diambil diambil semua dan itu alhamdulillah dari situ ya bisa buat beli bensin, terus cetak makalah, fotokopi dan sebagainya. Dari situ alhamdulillah cukup. Terus di semester akhir alhamdulillah dapat beasiswa. Jadi sebenarnya semester 4 sudah daftar, semester 4 gagal, kemudian semester 6 ada lagi daftar lagi. Alhamdulillah masuk. itu di titik di mana ekonomi keluarga lagi jatuh banget, turun banget dan sebelum dapat beasiswa itu sudah pamitan sama Ibu. Bu, ini seandainya enggak bisa lanjut gimana? Karena ya wis biayane berat sebenarnya tinggal dikitlah, tinggal 3 semester atau 4 semester kan. Ya wis dijalani aja dulu. Seandainya pada saat itu enggak dapat beasiswa, ya ada kemungkinan putus kuliah. Jatuhnya kan dulu Bapak itu ternak sapi perah. Mulai 2008 itu kan mulai susu murah, terus pakan mahal dan sebagainya terus turun turun turun turun. Akhirnya pada saat itu sapine habis dan enggak tahu mau usaha apalagi yang lain karena kan sudah terlalu fokus di situ. Jadi ketika yang itu tumbang alternatif lainnya enggak tahu. Hanya sampai habis total terus ya itu jalan pintas akhirnya kisah teng Papua. Pada saat itu itu daerah ya agak panaslah konflik antar suku. Bapak pernah cerita itu di Panmes itu ada orang sing yang kena panah, kena tombak itu sudah biasa di Papua itu hanya dengan pertimbangan hasil yang sekian terus resiko kerja lingkungannya kayak gitu akhirnya pulang pulang. Terus pada saat itu akhirnya ya penghasilan rumah pada saat itu kalau enggak salah lahan di belakang ini belum belum ada kolam pada saat itu ditanami kangkung di kangkung kan seikat cuman Rp1. Rp800 ya. Wis itu itu buat makan sehari-hari itu. Makane yo wis beratlah kalau udah nanggung kebutuhan sehari-hari terus nambah lagi biaya kuliah. Jadi wis harus pilih salah satu antara kuliah atau makan. 18 lulus nganggur ya 1 bulan atau 2 bulan alhamdulillah. Setelah itu langsung ada tawaran kerja magang di BNI 46. Nah, masih linear ya. Magang di sana berapa bulan gitu ada lowongan kerja sebagai promotor HP Oppo pada saat itu di Blitar ada gaji pokok, ada bonus kan menarik kan Mas. Daftar masuk ke Blitar itu 3 bulan persaingan keras. kita ditempatkan di satu toko, di situ banyak brand ada Samsung, Oppo, Vivo. Nah, itu kan saling rebutan customer kan, Mas. Akhirnya cuman bertahan 3 bulan akhirnya resign resign kembali lagi magang lagi. Ternyata istilana masih butuh dibayar tapi harian, Mas. Harian. Jadi enggak kayak yang pegawai yang sudah kontrak nak. Jadi wis berapa? Barhari 75, Mas. Kerja kita dari jam .30 sampai selesai. Terus setelah itu diajak teman untuk terjun ke dunia fotografer. Akhirnya punya motor satu terus sama sisa tabungan. Motor tak jual, sisa tabungan tak hitung berapa tak belikan kamera sama beberapa lighting. Itu tahun 2019. 2019 terjun foto mulai menata pondasi lah, Mas. Ngajak teman terus kemudian nyari nyari job dan sebagainya. Alhamdulillah 2020 awal Covid tumbang wis kamera nganggur dan sebagainya bingung kan. Terus hampir 1 tahun itu ya wis cuman job-job kecil, Mas. Kayak foto produk atau wis job-job yang enggak ngumpul orang banyak lah, Mas. Pada saat itu [Musik] kalau dari pemula minimal dengan lahan berapa, Mas, supaya bisa merasakannya kira-kira berapa? Lumayan, Mas, ya. lumayan itu populasi 10.000 ekor. 10.000 ekor itu berarti butuh lahan sekitar 300 ekor perm² berarti sekitar 30 m². 30 m² berarti kalau kolamnya kotak itu ukuran 5 * 6. Nah, itu sudah cukup. Heeh. 5 * 6 untuk menampung 10.000 ekor. Itu kalau kolam kotak. Terus kalau kolam bulat ya tinggal tinggal ngitung luasan bulatnya berapa. Itu untuk keperluan modal, Mas, ya. Untuk keperluan modal katakanlah bibit ukur 4 cent. 4 cent itu per ekornya Rp100. Rp100* R.000 ekor R1 juta. Nah, R1 juta bibit. Kemudian per 1000 ekor itu kebutuhan peletnya itu yang standar itu sekitar 3 sak. Berarti kalau Rp10.000 30 sak. Harganya per sak itu 370-an. 370 * 30 wis anggap ae sekitar R10 juta, Mas ya. Sak bibite R1 juta. Tambah mungkin biaya untuk listrik dan sebagainya itu ya 11,5 lah. Dari situ kalau kondisi ikan oke, kemudian airnya oke, terus istilahnya ukuran ikannya kalau di sini racak, Mas ya. Jadi enggak ada yang bu besar, ada yang kuecil. Itu total nanti bisa naik 9 kuintal. 9 kuintal kali harga sekarang 17.200. Kalau sekarang di Tulungagung du digit belasan lah belasan juta. Ya wis kurang lebih profit bersih. Nanti ada pas panen itu disortir Mas ya. Disortir yang masuk besar konsumsi sama kecil. Yang konsumsi harga 172 yang besar sama kecil ini harganya per kilo cuman Rp3.000. Wis di kita buat standar aja nanti per 10.000 ekor estimasi profit antara 2,5 sampai R3 juta per satu periode. [Tepuk tangan] Jadi grafik kebutuhan pakannya itu di 1 bulan pertama itu cuman sedikit mungkin cuman satu atau dua sak lah. Bulan pertama bibit masuk bulan pertama itu dikit banget pakannya. Kemudian bulan kedua itu agak banyak jadi misal 10.000 ekor tadi, Mas, ya. Kan 30 sak kebutuhan pakan. Mungkin 20 saknya itu cuman 1 bulan di bulan terakhir. Bulan pertama sama bulan kedua itu cuman menghabiskan 10 sak aja. Perputarannya itu cepat di bulan terakhir ini pas waktu makannya banyak. Misal pengin punya penghasilan bulanan dari ternak lele, ya tinggal buat tiga kolam dengan kapasitas masing-masing Rp10.000, Rp10.000, Rp10.000. Nanti ngisinya selang-seling. Katakan bulan Januari ngisi kolam A, bulan Februari ngisi kolam B, bulan Maret ngisi kolam C. Ini nanti kan secara berurutan paneennya. Jadi nanti bisa dapat penghasilan kurang lebih per bulan ya 2,5 sampai R juta per bulan dengan modal kurang lebih kalau di tootal berarti sekitar R-an juta. Itu modal-modal yang anu Mas, modal yang pakan dan bibit itu belum tadi yang bangun buat-buat kolamnya. Kalau buat kolam kan sekali buat bisa dipakai mungkin 5 sampai 10 tahun kan ya. Nanti dihitung biaya penyusutan masih menguntungkanlah. Kolam bulat itu kan baru kan Mas. Terus itu tujuannya untuk nampung bibit. Jadi mungkin ke depan yang kalau saat ini 2,5 bulan panen mungkin ke depan bisa 1,5 sampai 2 bulan panen bisa insyaallah. Karena bibitnya kan kita ada tangan kecil kita tampung dulu di situ dibesarkan. Terus kemudian ketika yang kolam kotak ini nanti udah panen kosong, nah bibitnya ini udah ukurannya udah agak besar. Jadi singgah di kolam kotak ini cuman mungkin 1 seteng sampai 2 bulan sudahudah panen. Jadi memperpendek lagi periodenya. Yus ini kan proyeksinya kan positif perkembangannya nanti ya 1 seteng tahun lagi kan insyaallah hutang lunas. Setelah itu nanti mungkin perkembangannya bisa lebih pesat lagi kalau kondisinya stabil. Terus kemudian kalau bisa ya bangun rumah sendiri nanti kayak gitu. Terus kalau kolamnya nambah nanti kan bisa membuka lapangan pekerjaan dan kebetulan juga sandwich generation Mas ya termasuk ya. Jadi saya men-support orang tua karena ya wis kemampuan bekerjanya sudah enggak kayak dulu, terus sekarang sudah punya anak juga. Jadi ini di tengah-tengah bisa bertahan aja. Alhamdulillah, Mas. Jadi ini diusahakan untuk berkembang. Nama saya Farid Andi Wibowo. Alamat saya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejo, Tangan, Tulungagung. Kalau mau lihat atau mau tahu usaha ternak lele saya bisa kunjungi di TikTok Barit_Andi. Mungkin kalau mau cari ikan atau menawarkan kerja sama apapun itu ee bisa langsung kontak saya di TikTok aja ya. Mungkin itu dari saya atas segala kekurangan mungkin salah-salah kata mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Tepuk tangan] Rod tegang,
Resume
Categories