Transcript
9JbAJs3qclU • Raup Cuan Dari Usaha Rumahan, Minuman Fermentasi Untuk Asam Lambung
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0615_9JbAJs3qclU.txt
Kind: captions
Language: id
Oh,
jadi ee kalau disengaja mau jualan ini
tuh enggak juga enggak ada planning,
enggak enggak bikin bisnis plan yang
harus gini gini gini, enggak ada. Jadi
semuanya ngalir dari ee kisah itu tadi
dari derita. W dari derita.
Kevir ini apa sih? Kevir ini
kefir itu minuman fermentasi. Jadi dia
mengandung bakteri baik, probiotik.
Bahannya apa? Berarti
bahannya itu fermentasi dari air, gula.
Jadi difermentasi dengan menggunakan ee
ada namanya bibitnya itu green
bibit kefir begitu ya.
Iya, bibit kefir itu ada nanti kita
fermentasi sekitar 4 hari itu nanti dia
berubah jadi minuman yang ee tinggi
bakteri baik. Jadi dia mengandung
probiotik.
Jadi ketika gert minum ini jadi sembuh
begitu.
itu disklaimer mungkin tiap-tiap orang
ee beda juga, tapi di saya di beberapa
orang yang ee pernah mengkonsumsi itu
ngaruh gitu, Mas. Jadi kayak
wah ternyata luar biasa gitu.
Kalau income yang paling gede ya dari
ini semua
jualan ini ya.
Iya
ya lumayanlah, Mas. 20 lebih lah ya
per bulan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Mbak Asti Dwi Ja
Yanti.
Jayanti.
Iya. Disambung, Mas. Disambung.
Sambungnya gimana tuh?
Dwi Jayanti. Jadi enggak ada pastinya.
Oh salah nih.
Iya.
Terima kasih datang dari Ponorogo.
Terima kasih kembali sudah diundang.
Iya. Temannya Mbak Nisa ini ya. Temannya
tim kita gitu ya.
Iya betul.
H. Terima kasih
berarti Mbak panggilannya Mbak Asti ya?
Iya. P
berarti Mbak Asti ini kalau boleh
disuruh memperkenalkan diri tuh apa
berarti sebagai apa?
Ee sebagai kalau dibilang pekerja juga
bukan pekerja kantoran ya. Yang jelas
pekerja di rumah. Ibu-ibu rumah tangga
sih tepatnya. Tapi ada sembilan
pekerjaan di rumah yang alhamdulillah
sudah berjalan 10 tahun.
Iya.
Ee mungkin ini ee usaha yang jarang
sekali dilakukan orang karena masih awam
sekali. Bahkan meskipun sudah 10 tahun
itu masih banyak orang yang belum paham
tentang apa itu produk-produk ini.
Iya betul. Aku aja juga masih belum
familiar begitu.
Iya belum familiar. Dan ini kayak
challenge banget nih Mas. Jadi buat
memperkenalkan apa ini, apa ini, ini,
ini, itu challenge banget.
Makanya kita kenalin ini ya.
Oke. Siap.
Oke. Jadi pengusaha begitu ya.
Ee sebenarnya awalnya bukan niat untuk
usaha sih, Mas. Karena
awalnya itu benar-benar dari
kayak by accident gitu ya. Kalau kita
dikasih misalnya kita enggak pernah
minta untuk
kita ditimpa musibah gitu kayak enggak
mau gitu. Jadi tapi ini itu muncul
karena memang saya waktu itu tuh
ceritanya sakit anxiety jadi sering
keluar masuk IGD
karena ee kayak panik gitu Mas.
Iya benar. jadi kayak anxiety gitu.
Terus jadi yang kayak udah yang tahap
yang sesek banget nafas itu kayak mau
ngambil nafas itu enggak bisa lega terus
ini kenapa gitu ya mungkin dari pikiran
juga ya. Terus ee akhirnya itu kayak kan
udah sering ke dokter juga, udah sering
minum obat, terus tiba-tiba itu kayak
ada iklan kevir itu Mas waktu itu
kevir susu sih. Jadi 10 tahun yang lalu
sekitar 2014
sih benar. Ee itu ada yang ee
testimoni-testimoni gitu terus penasaran
gitu apa sih Kevin itu. Terus terus
waktu itu saya juga awam sih tentang
produk fermentasi. Ternyata saya dari
ketertarikan itu jadi tertarik bikin.
Jadi awalnya beli terus akhirnya ee beli
beberapa kali
ee terus memutuskan untuk mencoba bikin
di rumah ternyata kok ngefek gitu. Jadi
dari ngefek itu ada perubahan membaik
terus akhirnya ini enggak bisa nih kalau
aku enggak bikin dan enggak dijual gitu
langsung jiwa
jiwa entreprenurnya gitu.
Munculnya dari situ sih sebenarnya. Oh,
jadi ee kalau disengaja mau jualan ini
tuh enggak juga enggak ada planning,
enggak enggak bikin bisnis plan yang
harus gini gini gini enggak ada. Jadi
semuanya ngalir dari ee kisah itu tadi
dari derita. W dari derita
itu apa sih, Mbak? Coba di coba pilih
satu dong.
Ini ada water cevir.
Sebenarnya ada yang milk cevir. Kalau
dulu yang pertama saya bikin itu milk
cevir.
Ee tapi ini saya hari ini enggak bawa.
Ee dan ini ada kombuca. Nah, ini kombu
lagi viral banget juga saat ini, Mas.
Jadi, ada dua produk nih, ada kombu sama
water kefir ya?
Iya. Kalau yang ini water kevir juga,
tapi yang udah dikasih ee buah nanas.
Oh, ada rasanya begitu.
Iya, ada rasanya. Nah, dulu itu
pertamanya si kevir ini, Mas. Jadi kevir
ini tapi yang susu
kevir ini berarti ya?
Iya. Saya minum ini, konsumsi terus
ternyata itu ngebantu banget ee kayak
yang ee itunya gird-nya itu jadi lebih
membaik gitu. Jadi kayak sudah enggak
sering sesak nafas itu akhirnya saya
terus teruskan kan jadi enggak sebatas
hanya konsumsi pribadi. Akhirnya saya
mulai mengajak ee coba deh minum ini ke
saudara dan sebenarnya saudara itu
sampai sekarang itu masih ada yang kena
anxiety juga Mas.
Benar benar anxiety sama gird
hampir mirip-mirip sih karena kan itu
kayak asam lambungnya kita itu kayak
naik gitu Mas.
Iya iya iya. Terus itu kayak yang kita
itu ee berdebar, jantungnya berdebar
terus ee sesak nafas kayak gitu terus
ee pikirannya tuh ke mana-mana gitu.
Overthinking Mas. Nah, itu yang itu jadi
kayak pikirannya itu aduh ah lek mati
eng piye gitu. Jadi gitu.
Oh anxiety itu kayak perasaan yang takut
mati begitu.
Ee bisa seperti itu juga bisa ee pikiran
yang aneh-aneh lain gitu Mas. Itu
kalau yang diera Mbak Asti
kalau saya waktu itu sesak nafas banget
itu Mas kayak yang di sini dari belakang
punggung itu kayak ditusuk tusuk gitu.
Itu karena gertnya atau anxiety-nya?
Ee karena Nah, itu kalau dokter bilang
itu dari gert-nya gitu. Jadi mengarah ke
gertnya itu.
Iya. Karena kan sering keluar masuk IGD.
Jadi kalau ke ke IGD waktu itu tuh ingat
banget. Jadi cuma Mbak ee saya deg-degan
terus ee itunya kayak apa? Susah nafas.
Akhirnya saya di sana itu cuma di
oksigen, habis itu udah
hilang
h
kepanikannya gitu.
Jadi ya begitulah awal mulanya. Terus
cuma ee seiring berjalan kan berkembang
ternyata enggak hanya milk kevir aja
yang saya produksi itu ada sabun ini
dulu ee bikinnya dari sabun susu kefir
juga sih.
Sebentar satu-satu dulu.
Iya. Jadi bertahap
kefir ini apa sih? Kevir ini
kefir itu minuman fermentasi. Jadi dia
mengandung bakteri baik probiotik.
Bahannya apa? Berarti
bahannya itu fermentasi dari air, gula.
Jadi difermentasi dengan menggunakan ee
ada namanya bibitnya itu
green bibit kefir begitu ya.
Iya. Bibit kefir itu ada nanti kita
fermentasi sekitar 4 hari itu nanti dia
berubah jadi minuman yang ee tinggi
bakteri baik. Jadi dia mengandung
probiotik.
Jadi ketika gert minum ini jadi sembuh
begitu.
Itu disclaimer mungkin tiap-tiap orang
ee beda juga. Tapi di saya, di beberapa
orang yang ee pernah mengkonsumsi itu
ngaruh gitu, Mas. Jadi kayak
wah ternyata luar biasa gitu. Kalau
Kombuca berarti apa? Komuca.
Kalau Kombuca, nah ini mungkin sekarang
sudah banyak yang tahu ya karena lagi
viral banget ini Mas. Jadi kara kalau
ada di TikTok itu sering muncul banget
FYP itu yang jamur itu yang
difermentasi. Nah, ini namanya kombuah.
Jadi kompu itu fermentasi dari teh gula
yang difermentasi pakai e jamur namanya
Scooby dan dia difermentasi selama 14
hari minimal 14 hari.
Ini kayak ada selaput-selaputnya.
Iya. Nah, itu muncul. Jadi dia akan
muncul itu, Mas. Meskipun dia sudah
disaring, tapi kalau misalnya didiamkan
itu dia akan muncul terbang-terbang
gitu, Mas.
Ini selaput kan ini.
Iya, betul. Itu kalau lama didiamkan
nanti atasnya itu muncul kayak
Scooby-nya lagi jamurnya gitu. Oh, ini
namanya Scooby yang yang ini.
Iya, betul.
Oh, ini enggak apa-apa dimakan ini.
Enggak apa-apa aman.
Itu kalau tebal itu rasanya
kenyal-kenyal kayak Nata deo.
Oh, kayak jelli nata deko gitu.
Iya, benar. Tapi dia asem
dan reaksi orang pertama minum gitu
pasti kita aduh kaget gitu, Pak.
Iya. Iya. Kebetulan aku yang enggak
suka.
Iya. Ya, enggak suka asem ya, Mas ya.
Kayaknya lebih senang ini nanti, Mas.
Water Kevir.
Oh, mungkin ya. Kalau waterfir belum
nyobain
lebih like dia.
Kalau dulu pernah dititipin kan tim itu
pas waktu pulang dibawain begitu
enggak suka.
Oh
lah. Dia suka banget lihat tim saya ini.
Temannya itu. Teman teman pasti.
Oh i. Oh.
Nah itu
itu berarti suka yang asam-asam.
Kalau ini untuk apa? Ini kan untuk gird.
Ini untuk apa? Kalau yang
sama sih sebenarnya untuk kita lebih
menjaga untuk asupan bakteri baik.
Sebenarnya kalau di luar di ee
supermarket kayak gitu kan udah ada
banyak yang dijual kayak yogurt terus
yang merek ee saya minum dua itu ya
mungkin sudah tahu itu juga salah satu
minuman probiotik gitu
yang botolnya kecil itu Mas
untuk menjaga usus begitu ya.
Iya betul cuma ini versi rumahan. Jadi
kan memang ee ada yang homemade, ada
yang memang sudah produksi massal
pabrikan seperti merek-merek yang tadi
itu.
Iya. Iya. Berarti buat ini karena untuk
dikonsumsi sendiri awalnya.
Iya. Awalnya untuk dikonsumsi sendiri.
Memang sebenarnya itu karena dulu itu
gini kayak niatnya ee ayo bikin itu yang
udah BPOM, udah gini gitu terus
sebentar bertahap aja gitu. Karena
sebenarnya balik lagi loh, Mas ketika
saya pengin sebenarnya siapa sih yang
enggak pengin usahanya gede? Ya, cuma
sekarang tuh kayak balik lagi nanti
kalau aku
Iya.
Ee karena single gitu ya, berjuang
sendiri gitu kayak nanti aku kalau capek
takut tiba-tiba kambuh gert-nya gitu.
Jadi kayak masih trauma, ada traumanya
juga ee mengarah ke situ juga. Jadi
sudahlah perlahan perlahan gitu. Yang
penting ee ada peningkatan meskipun ee
kecil gitu ibaratnya enggak apa-apalah
gitu. Kalaupun enggak laku ya sudah
dikonsumsi sendiri orang butuh gitu.
Izinnya apa berarti ini?
Ee izin usaha. Usin
PT begitu ya
menuju ke BPOM ya.
Insyaallah nanti habis lulus ini Mas
sekolah ini lagi sekolah fokus
biasa loh ini masih sekolah juga
masih sekolah.
Nah tadi kan ini kan sudah 10 tahun
katanya mau dibesarin sekarang masih
single. Padahal single-nya kan barusan
baru 2 tahun belakang. Dulu kan enggak
single berarti.
Ya gitulah pas
enggak dibesarin dari dulu.
Ee karena masih
apa ya? Jadi kayak masih belum yakin
gitu maju mundur, maju mundur gitu.
Karena penginnya sih kalau misalnya kan
harus punya ee tempat produksi dulu gitu
ya. Jadi itu tempat produksinya khusus
yang itu ini sih masih mengarah ke situ
sih. Jadi
ee tahap persiapan ke situ dulu sambil
nyelesaiin kuliahnya dulu gitu. Jadi
kalau takutnya brek gitu. Aduh.
Oke.
Nah, sekarang tahap apa nih? Berarti
produksi. Mempersiapkan produksi.
Iya. mempersiapkan itu. Tapi ini lagi
tesis sih, Mas. Jadi tesis dulu aja lah.
Lulus nanti enggak lulus-lulus biayanya
membengkak.
Sudah berapa tahun ee S2-nya?
Ee baru 2 semester sih.
Oh berarti kan masih on the track kan?
Iya on the track tapi ini udah masuk ke
tesis jadi
lumayan juga sih.
Maksud maksud saya enggak yang molor
gitu ya.
Jangan sampai jangan. Aduh
jangan sampai ya.
Jangan jangan.
Kok kuliah lagi kenapa?
ee karena itu, nah ini seru juga nih.
Jadi tuh sebenarnya kan perjalanan
sekolah saya itu kayak ee lumayan itu ya
up and down dan seru sekali kalau
misalnya dibahas. Karena mulai dari dulu
itu ee ambil D3, lulus SMA itu ambil D3
terus ee sempat mau masuk ee kan dulu
kuliah di Malang di Politeknik Malang
terus
sempat mau ke udah daftar di UB Mas
S1-nya itu jurusan VIA Fakultas Ilmu
Administrasi terus enggak jadi itu hanya
masalah sepele sih apa ya gitu
masa di Malang lagi gitu kayaknya nanti
enggak seru gitu temannya itu-itu lagi
gitu terus akhirnya ke Jogja ke Jogja
sudah daftar ee matrik matrikulasi
karena waktu itu pengin ngambil S1-nya
itu ekonomi harus ikut matrikulasi dulu
karena di Poltek dulu administrasi niaga
terus ee di UGM kan ngambil itunya
matrikulasinya pengin lanjutin di UGM
terus udah ikut matrikulasi terus
tiba-tiba punya kepikiran kalau di UGM
saya enggak bisa kerja nih padahal udah
punya ijazah D3 gitu terus kok eman-eman
gitu ya
sedangkan nanti usiaku berjalan karena
kalau di UGM itu kelasnya kan reguler
jadi enggak ada kelas karyawan. Akhirnya
saya daftar ke
itu apa kayak nekad gitu, Mas. Nekad ke
kabur ke Jakarta.
Terus daftar ke UI ternyata enggak
keterima itu. Padahal udah padahal udah
sempat nge-cos di dekat UI buat
persiapan itu. Jadi untuk sebelum ujian
tapi ternyata enggak keterima
hingga akhirnya udahlah aku daftar di
swasta aja yang penting ada kelas
karyawannya. Jadi benar karena memang
sudah diniatin ya di sana mau kerja.
Jadi waktu itu daftar di Trisakti. He.
Terus kerja eh kuliah 2 bulan itu dapat
kerja di salah satu BUMN. Jadi dari
situlah itu perjuangan menjadi budak
corporate.
Lama juga di BUMMN.
4 tahun.
Iya. Lumayan.
Dulu di apa?
Ee di itu Surveyor Indonesia dulu nama
itunya kantornya sampai sekarang
sebenarnya masih baik sih gitu. Jadi
dari situ
terus e kan resign. Nah, di situ ee
akhirnya kan sebenarnya kan saya usianya
sekarang sudah 39, Mas. Terus
ngelanjutin S2 itu kan baru baru ini
38 berarti ya.
Iya 39.
39 lanjutinnya.
Lanjutnya 39 tahun kemarin. Eh, tahun
ini sih awal tahun kemarin ini kan
semester 2.
Jadi teman-teman saya itu yang masih
ee masih muda-muda usianya yang
selisihnya 7 tahun di bawah saya. Iya,
makanya saya paling tua dan
kayaknya
dan itu pun ngambil S2 itu
kok aku semakin ke sini kok kayak
semakin itu ya kok gitu gitu. Karena
otak kalau kita enggak dipakai buat ee
mikir itu kan kayak menurun enggak sih,
Mas I? Benar enggak sih gitu? Jadi kayak
waduh ini kok apa mana di sekarang kan
saya di Ponorogo. Jadi kalau di Ponorogo
itu
ya gitu-gitu slow banget kan kayak
namanya slow. Iya
slow. Terus ini dikasih slow. Kadang
orang ini Mbak dikasih slow tapi malah
mintanya kayaknya kurang yang rock and
roll ya Mas ya.
Kurang iya.
Jadi
yang kurang rebel gitu.
Kurang iya kurang rebel. Akhirnya ya
udah ambil S2. Mem itu itu nekad juga
ngambil di ITS kan.
Oh Surabaya.
Jadi Iya di Surabaya kebetulan ada dia
buka kampus baru itu sekolah
interdisiplin dan sudahlah ini beda
lagi. Jadi kalau dulu manajemen ini
ngambil desain inovasi.
desain inovasi.
Iya. Jadi dari D3 administrasi niaga,
S1-nya ekonomi manajemen, sekarang ambil
S2-nya desain inovasi. Jadi kayak
beda banget ya.
Yus itu resiko mungkin kayak saya mikir
itu harus bertanggung jawab karena sudah
ngambil itu ya. Jadi kayak ya udahlah
dijalanin aja gitu.
Bentar. Berarti tadi trigger utamanya
karena merasa tertinggal atau apa?
Iya kayak merasa kayak merasa tertinggal
gitu. Terasanya waktu apa itu?
Ee terasanya kayak ee apa ya?
Sebenarnya kalau ngumpul sama
teman-teman enggak berasa sih, Mas.
Jadi, cuma karena mungkin kayak
kalau pas diam gitu ya kok ada kayaknya
aku enggak update ya, kayak ada banyak
yang enggak update tentang ee yang
sekarang lagi happening ibaratnya lah
ya. He.
Kalau dulu misalnya di Jakarta itu kan
pertemanannya itu yang karena dulu
pekerja kantoran ya, jadi kayak
update gitu. Terus yang simpelnya lagi
kayak gini, Mas. Ee itu deh apa komputer
gitu ya.
Iya. I
jadi kayak ee teknologi tuh
aduh ya Allah great.
Dulu di Jakarta sampai tahun berapa
terakhir berarti?
Tahun berapa ya?
2014. Terus
sudah lama sekali kan?
Iya.
Atau jangan-jangan kuliah karena pasca
berpisah.
Cari kesibukan.
Iya. Cari kesibukan.
Betul enggak?
Betul ya. Antara betul dan kece.
Tapi pertanyaan pertama betul.
Iya deh.
I kan biasanya kan harus cari kesibukan
buat apa.
Iya. itu sebenarnya kalau dibilang sedih
gitu kayak sebenarnya orang itu kan
tergantung ya kita tergantung ketika
ditimpa masalah pasti semuanya tuh
pernah mengalam lah ya pernah mengalami
suatu keadaan yang di mana kita enggak
minta sebenarnya tapi ya kadang itu
kayak
ya mau enggak mau kita harus
menghadapinya gitu kita enggak bisa
maksudnya ya Allah ini aku enggak mau
seperti ini gitu
terus jadi sekarang itu kayak
teman-teman sudah hafal Mbak Asak
enggak sedih-sedih gitu ya gitu. Terus
lah ngapain sedih gitu. Jadi kayak ya
udahlah haha hihi aja gitu.
Ee dan ini nih kayak yang ngefek banget
nih Mas. Jadi kayak ee olahraga jadi tuh
kan kebetulan akhir-akhir ini enggak
akhir-akhir nih sudah 5 tahunan itu kan
ee senang lari. Jadi tuh kalau lari itu
ngefek banget. Jadi kayak kita tuh
enggak gampang yang negative thinking,
enggak gampang yang kita itu kemrungsung
kayak gitu. itu bisa benar-benar kita
ngebantu kita untuk ng-refresh,
rilis gitu ya. Apa bahasanya? Rilis.
Benar. Ngerilis. Benar
banget.
Aktif lari 1 tahun belakang.
Udah lama sih.
Sudah lama ya?
Iya. Udah lama.
Oh ya. Bikin komunitas juga ya kalau
enggak salah di Ponorogo apa tadi
namanya?
Iya betul sekali.
Perempuran.
Perempuan ran gitu ya. Disingkat jadi
perempuran. Perempuan.
Oh. Gimana? itu dibikinnya juga ada
sejarahnya itu, Mas, karena menampung
kegelisahan emak-emak sebenarnya.
Oh, gitu ya.
I karena banyak sekali yang ee di
usia-usia saya nih mungkin emak-emak
yang gabut gitu yang setelah dia
ngantterin sekolah anaknya. Iya. itu
kayak ketika saya posting itu ya hasil
lari hari ini gitu kayak aku pengin Mbak
gitu y ada ayo ayo gitu apa tapi aku
izin gitu aku pengin ikut komunitas tapi
aku izin gitu aku malu kan
karena kalau di komunitas itu kan kalau
ramei-ramai banyak cowoknya terus
sedangkan ada beberapa
ee emak-emak itu dia itu yang
ee enggak mau ada cowoknya terus ada
yang ee kasus lainnya sama suaminya
enggak boleh enggak enggak diizinin
misalnya dia ee satu komunitas iya gitu
yang ada laki-lakinya.
Terus akhirnya apa aku bikin komunitas
yang khusus perempuan aja gitu. Terus
karena kalau di kota besar itu bukan hal
yang itu lagi sih, bukan hal yang
sesuatu yang
aneh gitu. Kalau kan sudah banyak sih
Mas di Solo, di Surabaya, di ee Jakarta
itu komunitas lari khusus perempuan itu
banyak sekali. Iya. Kalau di Ponorogo
baru ini ya, bar perempuran ini.
Perempuan ini. Jadi
ee emang untuk mewadahi mereka emak-emak
itu tadi atau mbak-mbak ya, emak-emak
dan mbak-mbak untuk dia bisa aktif gitu
aja sih sebenarnya. Simpel. Jadi
ee bukan ajang untuk mencari validasi,
bukan.
Lagi ngetren ya.
Ada yang pakai ada yang pakai joki loh
sekarang.
Oh, iya iya benar.
Iya, ada yang pakai joki.
Iya. Atau bisa request e itunya
strafanya map-nya itu mau bentuk apa,
Mas? Bentuk lop
atau bentuk kepala kuda?
Iya bisa kan?
Bisa. Seru.
Iya. Berarti kayak gini tuh ada kayak
event lari bareng begitu ya.
Ada ada rutinannya gitu.
Setiap apa begitu?
Setiap apa itu ada.
Kalau peser tadi apa nih maksudnya? Per
tadi? Oh, itu eh jadi itu untuk eh kita
itu memandu ya memandu pelari agar stay
di kecepatan yang sama. Misalnya dia
punya target misalnya 10 km itu dia
pengin menyelesaikan dalam waktu ee 80
menit sebalnya kayak gitu. Jadi kita
ee kebagian tugas untuk bagaimana
caranya ee pelari tersebut dia bisa
menyelesaikan waktu 80 menit. Jadi nanti
ee ikut gerbong gitu ya, ibarat
istilahnya seperti itu. Ikut gerbong ee
yang per gitu.
Tugas dari mana ini berarti?
Itu dari panitia. Jadi
panitia apa ini tadi?
Panitia larinya event ya.
Oh sering digunakan untuk kayak meng
mencatat percer-nya berapa gitu ya.
Iya nanti kita lari di di depan gitu
Mas.
Oh jadi kayak memandu gitu.
Menyemangati. Iya. Dan kita ngasih
semangat, ngasih ee instruksi-instruksi
aba-aba kalau misalnya di depan gitu
rameai gitu, kita juga harus bisa ee
mengamankanlah ibadahnya sebenarnya.
Oh, jadi kayak pengawal gitu ya.
Iya.
Pengawal. Jadi yang maksudnya dapat
rezeki itu dari situ.
Iya.
Hmm. Sering
itu lumayan. Ee baru tiga kali sih.
Baru tiga kali. Tapi untuk event di
Ponorogo kan sedikit belum begitu. itu
itu lumayanlah untuk ee sebenarnya untuk
itu sih, Mas, kalau untuk itu tadi untuk
apa? Menyemangati emak-emak. Jadi di
usia 39 itu bukan suatu usia yang tua
sih. Jadi
muda lah ya kategori.
Iya. Kita harus muda meskipun sudah 50
tapi teman saya ada loh Mas 50 tahun itu
larinya paling cepat.
Ibu-ibu udah punya cucu.
Oh.
Itu paling cepat di antara kita di
paling cepat itu
Iya. Berapa? En misalnya 5 kilo gitu ee
P-nya itu paling kencang.
Oh.
Ee kecepatannya itu ada
P berapa?
Ee P masih pis 6 itu sih en
tapi lumayanlah untuk ibu.
Iya untuk ibu-ibu 50 tahun itu udah
master. Master itu kan 40 tahun ke atas
itu jadi kayak buat menyemangati kita.
Jadi kalau ee lari bareng-bareng itu
seru Mas. I
jadi kita termotivasi gitu.
Nanti harus cobain.
Wah, saya
cobain lari, Mas.
Ya, tim aja ya. Tak wakilin ke tim.
Belum belum terpanggil.
Belum terpanggil. Oke.
Kembali lagi ke bisnis.
Jadi sudah 10 tahun. Penjualan kencang
enggak, Mbak Isti?
Kencang. Alhamdulillah.
Alhamdulillah kencang. Kalau Kombuca ini
lagi banyak-banyaknya, Mas. Jadi kalau
Kombuca itu ee sebulan itu ada dua kali
jadwal panen. Jadi, kan kalau ini kan
ada waktunya ya, semua itu ada waktu.
begitu ya.
Selalu ready. Iya. Kalau misalnya jadi
kita kayak ee bukan seperti kafe yang
jualan kopi atau
ee apa es teh gitu ya. Itu bukan karena
kita butuh proses, butuh waktu yang
lumayan
ya. 40 hari tadi eh 14 hari.
14 hari. Iya. I fermentasinya. Iya.
Karena kalau kurang dari itu takut
ee
iya rasanya kurang gitu.
Jadi ee ini harus ada waktu tunggunya.
Jadi di jeda-jeda itu kan kalau water
cavir ini lumayan lebih singkat. Dia
hanya 4 hari dia sudah ee sudah itu
sudah panen.
Nah, ini ada strategi untuk mengisi
waktu kosong. Sambil nunggu itu saya
sebenarnya ada satu produk lagi lini
bisnis bukan ya. Lini bisnis itu bikin
produk makanan yang gluten free Mas.
Jadi non terigu
itu sebenarnya berawal dari memang itu
tadi nyambung ya ke pencernaan itu
karena bakat saya itu sebenarnya alergi
dari kecil tuh saya
bakat alergi ya
bakatnya alergi luar biasa
saya baru tahu lah ada bakat alergi itu.
Terima kasih sudah mencetuskan ada bakat
baru.
Iya terima kasih Mas Agung bakatnya apa
nih Mas?
Saya bakatnya ngobrol aja sama orang.
Iya bakatnya alergi. Masyaallah luar
biasa. Allah memberikan bakat yang
sangat
bakat alergi luar biasa.
itu nurun ke anak saya, Mas.
Ada fotonya sih sebenarnya. Jadi kayak
pas alergi itu. Oh,
itu pas anaknya bayi itu ini boleh agak
itu enggak sih ya ini
enggak nanti disensor kalau terlalu
parah.
Jadi sampai dulu itu saking
pencernaannya itu sensitif saya tuh
kayak setiap buang air besar itu bab
anak saya itu saya cek karena sering
berlendir Mas.
Oh.
Dari situ kayak ya Allah kasihan gitu.
Terus bel itu masih yang pertama. Terus
agak gedean itu ekzim ekzim parah.
Jadi kakinya itu yang sampai wah saya
tuh kayak enggak tega sendiri saya
sampai saya tuh dimarahin sama ee apa
orang-orang ya sekitar gitu yang orang
tua-tua gitu. Ee apa kamu itu anakmu
kayak gini gitu. Padahal udah kalau
diminumin obat antihistamin itu kan
enggak mungkin diminum terus-terusan.
Kasihan juga si anak. Jadi udah salep
apapun, udah ke dokter berapa itu itu
tetap nanti muncul lagi, muncul lagi.
Terus sehingga akhirnya 2017 itu saya
kayak memberanikan diri ngambil kelas di
Jakarta, Mas. Jadi kelas sabun sabun
natural itu ngambil kelas di Jakarta
terus kayaknya aku pengin bikin sabun
bismillah nawa itu emang untuk
anak itu ya.
Iya. Awalnya memang untuk anak itu.
Terus kok itu jadi sabunnya itu yang
benar-benar enggak pakai pewangi gitu,
Mas. Dan bahannya natural. Terus kok
membaik membangi enggak kambuh gitu.
Nah, dari situ terus saya coba jual
lagi. Kan dulu udah jualan ini ya. Oh,
yang masker kevir itu dulu saya jualan
ini yang susu kevir dulu kan awal-awal
susu itu Mas. Itu ada maskernya juga.
Hm.
Dulu ngetren banget dijual di kalangan
artis itu dulu lumayan viral juga. Heeh.
Nah, dari situ terus nyambung ke sabun.
Jadi itu sebenarnya
sabun itu karena tadi sekolah di Jakarta
tadi ya.
Iya. Sekolah di Jakarta karena anak
alami. Kalau ini kan karena tadi saya
tadi. Iya. Jadi semua punya perjalanan
spiritual.
Iya. Solusi atas.
Iya. Loh, benar ya, Mas ya. Kita bikin
produk itu kan harus solusi ya.
Solusi.
Solusi untuk minimal kita sendiri atau
orang sekitar.
Iya, benar. Itu
tadi sembuh anaknya pakai sabun itu
sembuh.
Jadi sampai sekarang masih bikin
tadi sakitnya apa?
Ee
anaknya tadi
ekzim itu gimana?
Ekim itu kulitnya itu yang kayak kering.
Jadi kayak ee kalau dia lama-kelamaan
itu bisa ee itu Mas kayak kasar, kering,
kayak bertekstur gitu dan gatal.
Oh.
Ee terus kalau lama-lama itu bisa kayak
meluas-meluas gitu kayak lukanya. Ada
sih sebenarnya mau ditunjukin atau
boleh? Boleh.
Jadi
ekim?
Iya, ekim saya simpan di saya pin
sampean.
Jadi
dipin di mana?
Di pin di itu di Instagram.
Oh, gitu ya. Nanti ditunjukin di
orang-orang.
Ee
sampai parah banget itu, Mas.
Wih, sampai kayak borokan gitu ya.
Iya. Itu hampir full di kaki dari
ini kalau bisa menyebar bahaya kan?
Bahaya. Makanya saya ya Allah gitu. Ini
di kaki ini ya?
Di kaki
karena di sensor. Iya iya iya. Wah jadi
bunyi.
Iya.
Ini kalau saya yang pakai infus itu jadi
pakai oksigen. Kalau di IGD sering minta
mbak saya mau di oksigen. Di
oksigen aja habis itu pulang gitu ya.
Oke. Oke. Oke.
Berarti ini sabun tanpa ada bahan-bahan
apa?
Sintetis. I
tanpa bahan-bahan sintetis.
Natural gitu ya.
Iya. Natural. Jadi 90% kita pakai bahan
yang food grade.
Food grade
makanan. Karena dia kan basicnya oil
minyak-minyakan gitu, Mas. I
minyak zaitun ada ee minyak kelapa
itu untuk menyehatkan kulit begitu ya.
Iya sih. Jadi kita mengurangi pemaparan
terhadap bahan-bahan kimia sebenarnya.
Hmm. Bukan untuk menghaluskan atau
memutihkan begitu enggak ya?
Bisa juga kalau memutihkan enggak bisa.
Mungkin bisa pakai gamping ya, Mas ya.
Apa?
Diamping.
W gamping. Ekstrem banget.
Melonyoh, Mbak. Melonyoh.
Enggak, enggak. Jangan jangan. Enggak
sih, Mas. Kalau ada yang pemutih itu,
waduh itu patuh dipertanyakan.
Patu dipertanyakan ya. Kalau ini untuk
me apa? Menyehatkan gitu dan
menghaluskan misalnya.
Iya, menghaluskan. Dan doain moga-moga
ee ini nanti bisa BPOM juga.
Amin.
Setelah inilah
setelah tesis lagi ya.
Setelah tesis lagi balik
duitnya entek buat ini Mas. Dua tesis.
Dua tesis ini kayaknya.
Oke. Kalau ini ini yang belum disepil
sendiri nih. Tadi sudah disepil itu. Ini
karena gert itu karena ekim.
Ah ini karena apa? Ini harus ada
ceritanya. Kalau enggak ada ceritanya
enggak bisa nampil di sini.
Benar benar itu. Itu saya itu cafein
lovers juga Mas W.
Setiap harus ada ceritanya. Oke. Cafe
and lover. K ini tadi saya pagi
sebenarnya sudah minum kopi, tapi bukan
kopi saya sih karena ada teman yang
jualan kopi. Sebenarnya kopi apapun ee
itu saya oke gitu ya. Terus nah kalau
bikin kopi yang produknya Alaska ini dia
memang benar-benar pemanisnya itu pakai
ee gula aren.
Oh yang Alaska.
Iya pakai gula
Alaska itu apa sih?
Alaska itu sebenarnya Alaska gitu. Dulu
Alaska Kevir sekarang Alaska Loji.
Alaska. Oh
karena kayak
merek gitu ya. Iya. Brandnya itu Alaska
dari nama anaknya.
Iya.
Oke.
Alaska.
Namanya Aska.
Bukan namanya Atar. Ast itu Asti. Dulu
tuh saya kalau sekolah kuliah itu
dipanggilnya
AZT gitu. Inisial gitu Mas. Ast gitu.
Sebenarnya bukan suatu tapi asked
sendiri itu kan
artinya bagus ya kalau dari ee penamaan
itu.
Siap. Siap.
Terus ada sekarang saya kasih logi
karena produknya itu produk yang
membutuhkan edukasi deh Mas. Kayak ya.
Oh,
jadi kayak komuca jadi terus waterir itu
kan semuanya tuh butuh edukasi untuk
menjualnya dan
kebetulan
Oh, ini toh yang di
bulat ini hijau ini ya?
Iya.
Alaskal.
Alaskalogi.
Nama brandmu susah diingat.
Iya.
Ini nama brandmu kan?
Alas dari dulu Alaska itu enggak berubah
sampai sekarang.
Cuma sekarang ada loginya logika lah.
Iya. Susah.
Siap-siap. Tapi bagus.
Iya logi itu kan ilmu suatu ilmu ya.
Jadi
gitu ya.
Iya gitu. Terus k
ini karena suka kopi.
Karena Kak suka kopi
makanya bikin kopi yang ramah.
Yang ramah. Betul banget. Benar. Yang
kalau misalnya jam 12.00 malam saya
pengin ngopi itu saya enggak harus ke
coffee shop gitu ya Masud karena kan
sudah tutup.
Oh iya betul.
Terus jadi ya udahlah saya bikin aja.
Jadi lagi-lagi
bikin
ibaratnya ya nanti kalau misalnya yang
beli itu kan aku juga konsumsi gitu.
Jadi ibaratnya seperti itu juga kita
em aku aku tuh pengin
kopi itu yang ee gulanya aren gitu. Jadi
yang
Oh, ini gula aren ya? Aren beneran ya?
Aren. Iya.
Kalau yang ini yang lain-lain ini
banyak.
Kalau itu C kalau coklat ini saya suka
coklat tapi ee coklatnya itu yang ee itu
Mas kalau banyak yang beredar itu kayak
coklatnya tuh agak seri gitu ya
yang misalnya beredar gitu. ee kadang
itu terlalu manis atau coklatnya kurang
berasa. Nah,
gimana ya? Saya bikin coklat yang kayak
yang benar-benar coklat banget gitu.
Terus ya udah akhirnya bikin es coklat.
Eh coklat aja lah buat selingan. Karena
kan kalau produk fermentasi mungkin
orang ee monoton ya. Jadi kayak
sekarang kayak ngikutin itu juga sih
tren apa perkembangan zaman juga. Jadi
ee bikin es coklat. Terus yang C ini
yang menarik. Cai itu juga banyak orang
yang belum tahu cai latih.
Cai. Eh, mana ini dia.
Iya.
Apa ini yang menarik?
Itu sebenarnya terinspirasi pas waktu
umrah sih, Mas.
Oke.
Jadi aku pengin bikin dulu tuh ada
minuman yang teh. Jadi itu lengkap ya,
ada kopi, ada cokelat, dan teh.
Itu
trio kafein yang ee istilnya itu juga
kekayaan Indonesia juga yang mestinya
kita jaga juga itunya ya, kelestariannya
juga. Jadi cailate itu dibuat dari
speciality tea. Oh ya, saya sempat
sekolah itu juga sih, Mas. Speciality
tea juga. Jadi ee di Jakarta itu selain
sabun saya ngambil kelas speciality tea.
Jadi belajar khusus tentang teh.
Nah, dari itu karena nyambung dengan si
ini bikin kombuca.
Komucah itu.
Terus hingga akhirnya ya ini balik lagi
ke cerita umrah. Nah, pas umrah itu saya
dikasih minuman. Kalau di ee masjid itu
kan sering ada yang ngasih minuman gitu.
Nah, itu kok enak ya ini apa ya gitu.
Terus ada teman yang bilang ini namanya
cai gitu. Terus oh cai gitu. Terus
akhirnya beli yang sasetan. Kan kalau di
supermarket di ee di sana tuh di Arab
itu kan banyak yang jual sasetan versi
kayak kopi instan di sini gitu, Mas.
Terus cobalah gitu terus saya baca
komposisinya, "Oh, ini ini
aku harus bikin deh." gitu. Buat apa
gitu? buat kalau aku kangen
aku bisa minum itu terus ingat gitu
terus
ya udah itu sih sebenarnya itu kayak
perjalanan spiritual juga yang akhir
akhir tercipta juga rasanya mirip enggak
yang sama di sanaah nanti aku
semalam ada guru TK ee anak saya itu
juga ngasih review kebetulan beliau
ee mutawif
ee umrah juga jadi
cerita Bu Asti ini rasanya mirip banget
sama yang di itu loh Masjidil Haram itu
saya sampai brebes gitu. Iya. Iya, gitu.
Terus akhirnya berhasil. Jadi bukan cuma
saya aja yang
merasa seperti itu.
Kalau saya kadang-kadang parfumnya
Oh iya, parfumnya itu ya, Mas ya,
ngangenin.
Iya, ngangenin. Jadi kalau wah aku
pengin beli parfum yang kayak yang di
sana.
Iya
kan.
Iya. J misal di gitu.
Nah, itu
aroma lantainya aja itu enak banget.
Iya. Kalau kamu mau bekasnya di minuman
ya.
Iya, benar. Aku selama umrah itu jajan.
Oke, oke, oke.
Sebenarnya diajak teman sih, jadi ning
kono loh ono enak gitu ya, gitu
terus, oh ya wislah gitu. Jadi sering
dibawain teman. Jadi teman kan kebetulan
suaminya kerjanya di Arab sana.
Jadi dia tahu seluk belungnya sana terus
dibawain ini, dibawain ini. Terus kamu
cobain ini, kamu cobain ini. Jadi dari
situ, jadi di sana itu
perjalanan kuliner.
Perjalanan kuliner dan spiritual.
Betul.
Terima bekasnya dicuk.
Cai. Iya. Nah, oke. Ee jadi di antara
produk-produk ini yang kemudian bagus
gitu secara
penyerapan market kalau kita ngomongin
bisnis yang mana?
Ee kalau penyerapan market yang paling
potensial sih ini du produk fermentasi,
Mas.
Iya. Yogurt itu juga produk fermentasi
yang pink ini
yogurt ya?
Iya.
Jadi karena kenapa? Karena pemainnya
masih sedikit.
Hm. He.
Jadi kalau bukan berarti saya yang ee
non fermen itu enggak ada yang beli
gitu, enggak tetap ada yang beli. Cuma
yang paling seru itu ya, Mas ya,
istilahnya seru banget itu yang produk
fermentasi karena
ee pemainnya masih sedikit dan ee dia
itu kayak semacam tangan-tanganan juga
sih, Mas. H
ada yang saya kan buka kelas juga, kelas
kombuca, kelas e yogurt.
Yogurt.
Ada beberapa itu yang mbak aku bikin
kombuca itu kok enggak podo ya gitu
rasanya kok enggak bisa sama gitu.
Aku sudah mencoba pakai bahan yang sama
ibaratnya. Jadi seperti itu.
He.
Terus ee menariknya sih ee kalau produk
fermentasi memang ee pemainnya masih
sedikit itu tadi, Mas. Karena orang cuma
effort juga sih untuk mengedukasi. Iya,
untuk bikin mengedukasi itu effortnya
luar biasa. Tapi bismillahlah karena
memang ini ee jadi perjalanan tadi ya
dari sakit menuju ke
sehat
menuju ke sehat
dan ingin menyehatkan orang lain
dan ingin niatnya itu aja gitu. Jadi
bismillah.
Jualnya gimana berarti kalau minuman
kayak gini?
Jualnya itu di rumah sih. J sebenarnya
cita-citanya pengin punya kafe gitu.
Oke.
Tapi kayaknya masih belum siap gitu dari
sisi. Kalau tempat mungkin masih bisa
lah ya, Home Cafe gitu masih bisa. Cuma
kalau Fermen itu membutuhkan tempat yang
ee bersih, tenang gitu ya. He.
Jadi kayak aku entar siap enggak ya?
Gitu kadang balik lagi. Padahal ee
kemarin tuh udah meniatkan untuk buka
kafe juga di rumah gitu terus tapi masih
maju mundur maju mundur. Jadi udahlah
sementara memang ee khusus untuk take
away. Jadi kalau orang beli itu malah
justru ketika dengan ee take away itu
jadi mereka nyetok di rumah untuk berapa
ee hari seperti itu. Jadi belinya itu
minimal 10 botol kayak gitu, Mas. itu
kebanyakan seperti itu.
Berarti Ponorogo aja?
Iya, bisa dikirim juga sih.
Bisa dikirim ke luar kota via Pel.
Oh, yang paling banyak sekarang
penyerapan marketnya Ponorogo.
Ponorogo.
Oh,
Ponorogo, Madiun.
Ponorogo, Madiun. Dekat ya?
Iya, dekat.
Galek-galek enggak juga.
Galek enggak. Tulungaku belum juga nih,
Mas. Mungkin butuh itu chiller masang
kulkas nanti dibranding Alaska.
Alask saya yang menerangkan saya
jadinya.
Iya lumayan Mas.
Siap. Nah,
apa sponsor saya boleh kok boleh
buat ini apa tamunya pecah telur
tim dicaret ini jadi sponsor ini. Iya.
Ee sampai banyak penjualan bulanannya.
ee kapasitas produksi untuk Kembuca saat
ini itu ada sekitar setiap panen itu 40
L. Jadi 1 bulan itu 80 L.
Hm.
Segitu. Jadi masih belum banyak sih. Ada
yang mungkin ada teman-teman yang lebih
baik. Oh ya, ada salah satu murid saya
itu yang sekarang bertahap untuk dia
punya mendirikan pabrik sendiri, Mas.
Jadi saya kayak ah terharu.
Iya. Iya. Jadi kayak kamu enggak bikin
itu loh udah ada yang bikin itu loh. Itu
salah satu kebanggaan saya juga meskipun
saya masih belum ee
seperti itu.
Iya gitu. Jadi yang ibaratnya saya sudah
mengajarkan ilmunya gitu kan. Jadi
kalaupun ee dia
bisa berhasil
Iya. berarti kan saya juga tumbuh. Jadi
kayak ilmu itu sebenarnya ee pada
tingkat tertingginya itu ketika ilmu itu
ilmu itu bisa diamalkan ya Mas ya. Ne.
Kalau menurut saya sih seperti itu. Jadi
kayak ambil kuliah ini lagi itu
sebenarnya juga sebenarnya next aku
harus bisa ee karena kemarin kan sering
ngisi-ngisi acara ya, aku harus bisa
ee nambah-nambahin apa ya ibaratnya
ketika aku ngisi acara di atau
kelas-kelasku atau ngisi acara sebagai
pemateri gitu, aku harus bisa nyelipin
ilmuku yang ada di kuliah saat ini kayak
gitu, Mas. Meskipun aku bergeraknya
di bidang fermen, mungkin aku spil lah
dikit-dikit ilmu tentang desain
manajemen itu, desain inovasi itu.
Berarti Mbak Asti ini kayaknya
ke pengajar jiwanya.
Iya, seru ya, Mas ya, kalau ngajar itu
kalau Iya. Maksudnya kalau pebisnis ada
yang kemudian lebih sukses daripada kita
di bidang yang sama biasanya agak
congkak.
Iya.
Oh, ini kompetitor nih gitu. Tapi saya
tapi berarti kan berarti kan pengajar
bukan pebisnis yang benar-benar bersaing
gitu ya. Iya. He
iya sih.
Bisnis hanya untuk selingan kayaknya.
Betul ya.
Yang penting lari g
yang penting lari.
Lari
enggak
sama perempuan perempuran peranuran.
Tapi itu ngefek juga sih. Jadi benar itu
Mas kayak ya udah muridnya kan udah
banyak nih
yang jualan itu udah banyak juga. Terus
ini coming soon ini ada dua lagi yang
jadi dia tuh dari pelanggan saya, Mas.
Jadi pelanggan
terus pengin bikin sendiri. Kalau
misalnya orang lain misalnya ee mikirnya
waduh eng
ya dia bikin sendiri.
Iya dia bikin sendiri engok aku engkok
malah kehilangan itu gitu bebas aja aku
malah kehilangan pelangganku gitu
ya. Tapi kalau mikirnya kan ini ilmu
gitu. He.
Kalau misalnya ee kita amalkan gitu kan
sebenarnya itu juga jadi berkah juga
gitu. Makanya saya iya pahala sendiri
gitu. Semoga aja kalau misalnya
sebenarnya doanya itu sekarang kan masih
ya 10 tahun ya segini gini aja gitu ya
Mas ya. Ya sebenarnya ada peningkatan
sih gitu cuma
belum yang ee bisa ekspansi yang punya
pabrik gitu masih belum. Tapi harapannya
kan ke depan bisalah gitu ya. Terus ini
tuh yang penting orang itu mengenal
dulu. Jadi kayak semacam ee ketika orang
sudah banyak yang belajar dan dia ee apa
mengaplikasikannya misalnya dia ikut
jualan itu kan kayak ngebantu saya juga
untuk mengedukasi.
Hm.
Gitu.
Kayak buka marketnya lebih cepat gitu
ya. Edukasi marketnya lebih cepat.
Iya. Iya. Tapi itu kalau saya yang saya
pribadi yang saya itu yang saya pikirkan
ya menurut preferensi saya
begitu. Kalau preferensi orang mungkin
ee mindsetnya orang juga mungkin beda
juga misalnya. Heeh.
Kalau saya ibaratnya pemain tunggal nih,
kalau saya ada yang belajar ee nanti
otomatis jadi pesaing itu kan ada juga
mungkin seperti itu. Cuma saya enggak
sih, santai aja
santai aja. Rezeki sudah ada yang
ngatur.
kayaknya makanya ee pengin cari side
hustel-nya itu kayak pemasukan lainnya
itu dari ngajar aja deh, Mas.
Oh,
ngajar apalah gitu.
Ngajar bisnis itu ya berarti sering
diundang sering diundang untuk ngajar
bisnis.
Serisnya iya
ngajar tentang ini kombuca dan juga
kevir.
Kombuca, kevir. Sabun dulu awal-awal
bikin sabun itu
di mana sering diundang, Pak? Di
Ponoroga atau bisa
di Tulungagung? Pernah dua kali di UIN.
Di UIN ya? Iya. Di UIN dua kali di
Tadris Kimia dan Tadris Biologi.
Hm.
Jadi kebetulan kan ada mata kuliah ee
kewirausahaan.
He.
Nah, di situ ternyata itu ee
setiap-setiap mahasiswa itu harus bisa
mengembangkan mengaplikasikan ilmu ee
yang sesuai dengan jurusnya itu untuk
bisa diterapkan di kewirausahaan. Jadi
seru juga sebenarnya. Iya. Karena kan
kalau kimia itu kan belajar ya untuk
proses fermentasi itu kan sebenarnya
proses kimia juga buat sabun itu juga
proses kimia. Iya.
Jadi di situ kayak oh ya ternyata aku
orang ekonomi tapi ngajarin orang kimia.
Kadang suka
luar biasa gitu ya. Gitu.
Siap. Nah kan tapi kita seorang yang
kemudian bisa ee hidup berbisnis yang
kemudian memiliki tanggung jawab. Ada
anak juga kan ada harus mikirin income
gitu ya.
Iya.
Berti income-nya yang paling gede dari
mana? Berarti
kalau income yang paling gede ya dari
ini semuanya
jualan ini ya.
Iya. Hm.
Kalau dari ngajar itu ya ada lumayan ya
lah ya gitu. Terus itu tadi ee
dari kalau diundang itu kan enggak
pasti. Jadi kayak
setiap sebulan itu belum pasti ada kayak
gitu. Tapi kalau yang minuman ini kan
yang regularnya
rutin begitu ya.
Boleh dipill sampai berapa pasti
omsetnya?
Apa ya? Omsetnya berapa ya? Ya
lumayanlah Mas. 20 lebih lah ya
per bulan.
Iya omset.
Wah luar biasa ya. Lumayanlah. Tapi itu
ibaratnya saya masih bisa lari, masih
bisa maksudnya yang enggak yang
orang-orang kan masih mungkin
enggak menyempatkan waktunya benar-benar
terbuang fokus untuk usaha gitu.
Sebenarnya banyak teman-teman saya itu
yang saya gini kan gitu
ee ayo kita maksudnya jangan cuma
mikirin bisnis aja gitu, kita harus care
sama diri kita juga aware tentang Iya.
Kayak
work life balance balance
gaulnya. gaulnya gitu kan gitu kan biar
enggak anxiety kan.
Iya. Saya trauma Mas itu enggak enak
sekali. Terus takutnya beneran kayak
jadi aku takut mati tiba-tiba mati
beneran gitu. Enggak sebenarnya kalau
mati itu enggak perlu ditakutin ya, Mas
ya.
Iya. Yang penting persiapan aja.
Iya benar. Nah, dari situ
ee jadi saya yang mencoba untuk ya udah
Allah ngasihnya segini enggak usah.
Maksudnya takutnya kalau nanti ngepus
terlalu
Heeh. Heeh.
Itu lagi ya terlalu
tinggi.
Iya. Maksudnya menghabiskan energi gitu.
Takut nanti saya yang kayak dulu lagi
gitu.
Itu sebenarnya trauma itu masih ada
trauma yang NCT itu.
Siap. Sebelum ee timnya berapa sekarang?
Timnya ada tiga.
Bagian apa itu? Tiga
ee bagian produksi. Bagian produksi sih.
Bagian produksi. Terus sama satu itu
admin.
Dua produksi, satu admin.
Iya. Hm.
Gitu. Saya juga ikut bantu sih, Mas.
Karena kan kalau produk gluten free itu
yang sebenarnya yang gluten free itu
juga laku keras itu, Mas. Sebenarnya
saya enggak bawa kebetulan. Jadi, ada
ee brownies kayak kue-kue gitu, cake,
terus cookies yang dia enggak pakai
tepung terigu
itu. Itu juga lumayan banget, lumayan
kencang. Jadi karena di Ponorogo pun
juga belum ada yang ee produk gluten
free. He.
Kalau di kota besar mungkin sudah ada.
Nah, di Ponorogo itu belum ada.
Sebenarnya
ee pakai gluten free itu bahan gluten
free itu sebenarnya bukan untuk
gaya-gayaan juga, Mas. Itu salah satu
juga ee ada beberapa manusia itu yang
dia itu dietting dia tidak bisa mencerna
gluten.
Hm. H
kayak anak-anak autis, terus
anak-anak yang ee berkebutuhan khusus,
yang menderita sakit tertentu atau orang
tua yang ee menderita penyakit tertentu
itu tuh enggak boleh misalnya konsumsi.
Iya. Enggak boleh terigu, enggak boleh
ee gluten. Nah, itu alternatifnya itu
pakai yang tepung non gluten itu juga.
Jadi, kayak ya udah nawa itu untuk ee
ngebantu orang gitu.
Jadi, kalau misalnya mau bikin mau
konsumsi yang pakai terigu kan udah
banyak nih, Mas. Nah, niat saya ya udah
kalau misalnya memang ada yang
membutuhkan yang enggak pakai tepung
terigu ee solusinya alas kaloj
itu apa outputnya jadinya kayak keripik
eh apa
bukan mungkin bisa next dibikin yang
versi
itu ya Mas ya dibawa ke mana-mana bisa
easy to
lah itu apa sekarang outputnya oh cake
ya
iya
oh
jadi kayak kue-kue gitu pukis
oke
pukis gluten fre terus Terus lasanya,
jadi rasanya itu kayak pasta. He he.
Ee itu pastanya saya bikin sendiri juga.
Jadi benar-benar homemade dari tepung
gluten free itu mokaf.
He.
Terus dibikin rasanya. Terus kalau yang
pukis itu juga dari ee tepungnya tepung
bukan tepung terigu. Terus ada namanya
cake-cake gitu brownies dan macam
semmacam itu juga dari
bahan utamanya dari tepung ee
gluten free.
Oke, mantap. itu pasarnya juga
kencang juga di
kencang juga kencang sekali itu, Mas.
Cuma saya enggak bisa bawa, maaf ya.
Ini cuma diceritain tapi enggak dibawain
gitu.
Ada namanya yang sekarang lagi itu
banget nih, Mas Matilda.
Apa itu
Matilda? Itu cake coklat. Jadi dia
nyoklat banget terus harganya Rp25.000.
Jadi satu slash gitu Rp25.000. Itu
banyak sekali fans-nya sampai enggak
tahu sih, ya Allah gitu. Saya pikir saya
jualan Rp25.000 R di Ponorogo itu
bakalan itu ya
enggak laku ya
itu Mbak itu apaan sih jualan Rp25.000
segel aja
R5.000 R.000 masa iya di Ponorok
di sini berapa Mas?
Di sini Rp8.000
di sana 6.000 masih ada
itu sudah pakai tempe satu. Hmm. Berarti
kehidupan di Poroga lebih slow living ya
daripada
slow banget. Makanya
kan tapi agak keutan dikit Mion sudah
ramai kan?
Iya sudah
sudah metropolitan
agak
agak ya
iya enggak enggak udah adil agak
internasional loh Mas. Di sana kan ada
itu patung Merlain.
Oh iya ada
ada Makkah ada Madinah
ada Unt
lebih internasional. Nah, tadi kan Mbak
Asti sering nyebutin saya takut banget
kembali ke masa lalu. Anxiety
emang dulu separah apa?
Iya, parah banget sih, Mas.
Bang,
parah banget. Sebenarnya itu juga faktor
ee begadang juga sih. Itu begadang itu
ngefek juga kayak kepikiran karena
mungkin ngedrop bikin kesehatan drop ya
itu ngefek juga. Jadi dulu itu sering
bikin bros bros-bros
bros di krudon itu ya. I
iya. Dulu itu saya jadi perjalanan
sebelum bikin ini saya suka bikin kayak
kerajinan-kerajinan terus bikin bubur
bayi juga, Mas. Nah, bubur bayi itu kan
harus masaknya nih malam nih. Harus Iya.
He. Jualnya kan pagi-pagi banget jadi
masaknya harus malam.
Iya, harus malam. Jadi kayak perjuangan
banget gitu. Terus ee
itu bikin tidurnya kurang.
H. Nah, dari situ tuh kayak mungkin
terakumulasi gitu ya, capek, kurang
tidur
terus dan enggak seperti sekarang
makannya itu benar-benar ngawur itu jadi
kayak ya udah kena gitu.
Hmm. Konsumsi
tahun berapa kenanya?
Itu tahun berapa ya? Lumayan lama sih,
Mas. Tahun 10 tahun yang lalu
sebelum ada itu ya.
Iya.
Parah-parahnya seperti apa?
Parah-parahnya itu
tadi kayak ditusuk. ditutus-tutus tadi
ya di belakang tadi
di sini di belakang
berlangsung lama
ee bisa
kurang dari setengah jam eh kurang dari
1 jam sih Mas jadi
itu kalau parah saya harus ke IGD tapi
kalau masih bisa ee ditanganin sendiri
gitu di rumah aja lah gitu harus tapi
harus tenang gitu
harus yang benar-benar
enggak mikir apa-apa atau nyelimurin
gitu atau dengerin ee murotal dengerin
apa ee yang bikin tenang gitu, Mas,
waktu kita.
Jadi pikirannya jadi di pikiran ya
fokusnya ya
pikirannya dialihkan ke mana gitu ya.
Iya harus dialihkan. Kalau enggak gitu,
waduh benar-benar
traveling ke mana-mana itu pikirannya.
Yang takut mati tadi ya.
Iya, takut mati.
Oke, oke, oke.
Itu sebenarnya banyak sih yang seperti
itu, kondisi seperti itu dan ee satu
lagi kayak berjemur itu juga ngefek
sekali tuh, Mas. H
berjemur itu kayak kena kena sinar
matahari itu mungkin beberapa orang
terutama cewek ya waduh nanti takut
hitam lah takutnya itu kalau saya kalau
enggak berjemur itu kayak ada sesuatu
yang kurang itu itu ngefek juga karena
saya ee zaman dulu mungkin enggak begitu
itu sama yang namanya hal-hal spele
seperti itu ya ternyata oh ternyata
ngefek bener ya gitu jadi yang namanya
matahari sebagai sumber kehidupan itu
iya benar
beneran ya
iya beneran Tapi ini sekarang
mataharinya sedang semil nih, Mas. Di
sini enggak? Di sini sama enggak sih?
Sedang apa?
Sedang sembilan. Jadi panas banget.
Oh, iya iya. Saya enggak paham lagi.
Panas banget. Iya, betul.
Panas banget. Jam 0.30 itu udah
mataharinya udah
panas. Iya. Betul. Betul.
Kalau sekarang udah enggak enggak kambuh
lagi berarti. Pasti
enggak kambuh lagi. Alhamdulillah.
Sembuh gara-gara selain minum ini karena
apa?
Karena
itu. Hah aja.
Hah? Hah? Iya iya. Wkwk style.
Wkwk style gimana sih? Wkwk style
apa? Saya mohon dijelasin. Wkwk style
apa itu?
Ee sebenarnya itu sih ya itu tadi balik.
Kalau kita itu sebenarnya ada masalah
tapi kalau misalnya kita ngebiarin
masalah itu kita pelihara, ibaratnya
kita memelihara suatu makhluk ya gitu.
He he.
Ee itu kalau dipelihara kan otomatis dia
jadi
gede gede gitu. Iya. Padahal kalau
misalnya kita ya wislah nanti kalau kita
tinggal tidur, kita tinggal makan kan
udah kelewat nih gitu. He
gitu. Jadi
itu dapatnya dari mana? Wkwk stel.
Dari saya sendiri si
tim WKWK ST
apa? Dapat sebuah pemahaman kan artinya
kan itu bermain di pikiran kan mindset
kan
dapatnya dari sekolahkah atau ada dari
psikologi kah?
Enggak diajarkan
enggak diajarkan
mikir sendiri aja. Iya, mungkin bisa
diajarkan nanti sebagai kurikulum baru.
Kita harus menjadi orang yang
banyak senyum
itu ya.
Makanya itu itu ngefek sekali.
Ee dari permain intinya permainan
pikiran.
Nah, waktu berpisah sempat kamu enggak?
Ee enggak.
Oh, enggak.
Eh, sempat sedikit sih. Itu nangislah,
Mas.
Hah?
Wanita mana yang enggak nangis? Enggak.
Jadi, ya memang awal-awal itu syok, tapi
ya udahlah gitu. Eh,
tapi ya udah ya wis biar
enggak enggak kambut tapi anxiety-nya
ee enggak alhamdulillah karena sudah
olahraga itu.
Oh,
gitu.
Tapi sempat down psikologi
down banget. Don banget karena duitnya
dibawa kabur.
Hah?
Duit
dibutnya dibawa kabur. Iya. Ya,
begitulah lah.
Oh, cerita masa lalu lah ya.
Iya, cerita masa lalu. Duitnya dibawa
kabur. Terus apalagi ya? Ya, gitu.
banyak
yang ee enggak sih
yang ya enggak sampai ratusan sampai
yang paling yang paling membuatmu
ng-edon apa masa uang dibawa kabur
ee yang
atau jangan-jangan iya enggak
atau kehilangan sosok atau
ee enggak sih sebenarnya apa ya yang
bikin ng-edon itu ya karena sudah
seeffort ini gitu ya sebenarnya seffort
ini terus ternyata ee diperlakukan
seperti itu. gitu yah. Ya sudahlah gitu.
Jadi kayak kadang tuh mau mau sedih tapi
tuh ya gimana gitu ya Mas ya. Terus tapi
hidup itu masih terus berlangsung gitu.
Kalau kita meratapi kesedihannya itu kan
kayak enggak ada habis-habisnya gitu.
Sedangkan ee saya harus tetap berjuang
gitu. Jadi di rumah itu kan ada Bapak
juga.
Oh.
Jadi gitu.
Dan salah satu mungkin yang jadi penguat
saya itu almarhumah Ibu.
Hm. He.
Saya tuh SMP itu ee udah ditinggal ibu
kan, Mas. Ibu meninggal pas saya SMP
kelas 2.
Heeh.
Tapi saya benar-benar melihat waktu itu
ibu itu sosok yang luar biasa ee luar
biasa ee perjuangannya. Iya. Kuat
semangatnya itu luar biasa
dan enggak pernah kayak enggak pernah
ngeluh gitu. Jadi dan aktif sekali di
organisasi itu aktif gitu. Terus ee
terampil juga gitu. Jadi kalau misalnya
kulaan waktu itu ya saya sering diajak
itu ke Solo, ke Surabaya itu saya
sering-sering diajak itu bawa sampai
banyak waktu itu tuh masih naik bus gitu
loh, Mas. Jadi kayak bukan enggak enggak
seperti sekarang yang teknologi udah
canggih ada Grab gitu ya. Di sana itu
naik bis
umum gitu ya. Kalau dari ee dari
Ponorogo ke Surabaya terus Surabaya ke
tempat pasar Turi, Pasar Atom itu tuh
naik angkutan umum. Ingat banget ya
Allah gitu. Jadi tuh kalau ada istilah
ee pewaris atau perintis
perintis.
Wah saya dengan bangganya akan menjawab
pewaris.
Kenapa?
Pewaris semangat dan tekad ibu saya.
Jadi
bukan pewaris dalam artian materi sih.
Iya. Tapi
kayaknya itu yang enggak bakal di ee
didapat kayak setiap orang ya
dari parentingnya setiap orang itu
tentang kegigihan seorang ibu gitu. Jadi
kayaknya sampai sekarang itu yang masih
membekas di saya sih itu.
Padahal itu ditinggalkan kelas 2 SMP ya
kecil artinya ya. Tapi sudah membekas
ya?
Sudah membekas karena sering diajak sih
Mas.
Saya sering dilibatkan. Iya.
Jadi kayak bikin bros-bros itu bikin
jadi ee ibu dulu itu bikin kayak home
decor gitu, Mas. Jadi kayak toples yang
dihias-hias ee korden-korden gitu. Jadi
kalau dulu itu ee karena Ibu anggota PKK
di Pemkap, jadi sering misalnya kalau
ada tamu untuk ee di peringgitan namanya
di rumah bupati, rumah dinas bupati itu
mesti Ibu yang Bu ee nanti temanya
warnanya apa gitu ya.
Jadi nanti ee kulaan gitu tuh harus
sesuai dengan warna yang ee diminta
beliaunya gitu. Nah, dari situ kan saya
sering bantu bikin apa kayak bikin apa.
Nah, itu kayak ngelihat masih bisa dari
di apa dengan melihat dengan mata kepala
sendiri tuh luar biasa ya, Ibu gitu
gitu. Terus jadi kayak sekarang kalau
misalnya saya mau menyerah gitu
balik lagi
keingat ibu ya.
Iya. Keingat ibu.
Malu sama ibu.
Iya. Jadi kalau ditanya sedih apa enggak
lah ibuku aja kayak gitu luar biasa. Aku
enggak boleh sedih gitu
itu.
Oke. Siap. Oke. Nah, sekarang di antara
kan banyak kegiatan nih, Mbak Asti. Ada
kampus maksudnya kuliah.
Iya.
Ada juga sebagian ngajar.
Iya.
Ada juga bisnis. Ada juga sebagai
seorang peran seorang ibu kan anaknya
sudah besar.
Iya. Kelas 2 SMP.
Ah, gede berarti.
Iya.
Di antara itu semua yang kemudian
next yang bakalan apa ya ibaratnya
difokusin ke depan itu yang peran yang
apa?
Kalau Ibu itu peran yang tidak akan
pernah mati ya. He
selamanya. Tapi kalau di sisi untuk
mencukupi
kebutuhan sehari-hari, kebutuhan
keluarga, yang jelas saya tetap di jalur
ini sih. Fermentasi itu kayaknya
karena saya juga butuh, saya konsumsi
juga. Kayaknya saya enggak bakalan
menyerah deh. Saya pengin punya
pabrik lah. I kita bolehlah ya mimpi
yang besar, Mas. Harus.
Harus dong, harus dong. Jadi kalau
melihat pasarnya, marketnya di e luar
negeri tuh, Mas Ais tuh acuannya tuh
sering keluar sih sebenarnya kayak di
kota di ee London, di Australia itu
sudah banyak ee pabrik-pabrik yang ee
yang produksi minuman-minuman fermentasi
itu yang sudah pabrikan dia tuh sudah
mesinnya udah canggih
ee yang dream-dream gitu yang apa untuk
kapasitasnya dia itu yang sudah ee luar
biasa banyaknya. Terus untuk botling
atau kemasan ini ee di botol ini itu ada
alatnya
ee yang khusus gitu. Jadi, ya Allah
semoga next ya gitu. Semoga saya impian
saya ke sini tuh tercapai gitu. Karena
kalau mau
apa usaha yang lain itu kayak
belum tentu itu bermanfaat bagi orang
lain gitu kan. Kalau ini kan sudah sudah
saya mau buktikan sendiri sudah banyak
pelanggan juga yang sudah ibaratnya
sudah menjadi solusi untuk beberapa
orang. Jadi saya tetap di jalur ini aja
ya Allah. Mungkin nanti dengan
pengembangan-pengembangan yang lebih ee
lebih baik lagi kayak gitu.
Jadi fokus gedein anak sama ini lagi
digede
mungkin sambil ngajar juga Mas.
Ngajar juga ya.
Pengin yang ngajar.
Visi dalam visi yang mungkin yang
panjang banget itu apa sih dari Mbak
Asti?
ee visi yang sangat panjang itu
tadi satu punya ini pabrik
pabrik ya. Dan sabun ini juga nanti saya
ee pabrikkan juga, tapi ee enggak
muluk-muluk yang industri kan ada pabrik
kelas B itu ya, Mas ya, untuk sabun itu
yang kecil-kecilan aja. Yang penting
saya bisa ee
produksinya lebih banyak lagi. Jadi,
bisa menjangkau ke market yang lebih
luas lagi. Dan sudah BPOM itu.
Bismillah.
Menikah ada kepikiran
menikah lagi gitu? Eh, menikah.
Kepikiran enggak ya?
Saat ini belum.
Belum. Ya,
rata-rata kalau udah perempuan udah
kayak udah berpisah itu gak jarang. Ada
juga yang iya tapi
Iya. Ya, kebanyakan enggak kan, Mas?
Kebany juga yang enggak. Tapi kalau
laki-laki selalu iya.
Nah, itu tanyakan kepada yang kamu.
Iya. Kalau laki-laki sudah jelas iya.
Dan saya tanya ke Mbak Asti.
Iya. Berarti
kalau saya masih menikmati aja.
Oke.
Takutnya nanti berantakan lagi. Ini yang
sudah ini masa. Waduh. ini udah tesis
nih terus bucin-bucin gitu ya. Aduh
apaan sih gitu?
Apa yang terlalu apalagi sekarang aduh
dengan era teknologi banyak aplikasi
gitu ya.
Iya iya iya
itu
ayo di aaj teman gitu kamu enggak pengin
ini bungin entar aku bucin-bucinan gitu
udah umur segini terus biasanya umur
segini itu kalau bucin-bucinan itu nora
banget gitu.
Ada loh. Ada loh. Aku pernah ada kayak
usia 60 itu bucin. Ada.
Iya benar Mas.
Ada.
Ada. Ada sih emang.
Terus ada yang tanya pacaranya gimana?
Yang ngobrol aja gitu.
Heh. Benar-benar yang itu ya berarti dia
haus haus kasih
ya. Ada sih tipe yang seperti itu. Tapi
ya semoga saya masih tetap bisa menjaga
maksudnya di jalur yang benar ajaalah.
Ini gede ini
takutnya itu jalur yang salah yang
enggak sih? Takutnya nanti kebablasan,
Pak
gitu. Jadi kalau udah ambyar itu kan
waduh gini udah tesis produksi banyak
gitu ya.
Iya mungkin setelah tesis kali.
We bolehlah
bolehlah dengan kriteria yang berarti
kalau saya sudah S2 berarti yang harus
yang S3.
Iya atau profesor? W enggak profesor
tua-tuanya.
Iya, kebanyakan pera kan.
Enggak apa-apa yang penting duitnya
banyak. Kalau enggak enggak.
Oke, closing statement dari Mbak Asti.
Closing statement.
Jadi gini, kita itu
sama Allah diciptakan untuk dengan
perasaan ya, dengan perasaan dengan
dikaruniai dengan otak juga. kita tidak
bisa meminta ee segala sesuatu itu
sesuai dengan keinginan kita. Jadi, kita
harus menerima senang. Jadi, kalau
senang itu kita bisa membuat kita
semangat, kalau misalnya kita sedih,
kita bisa sedih dan gagal, itu kita bisa
belajar dan kita bisa lebih ee kuat
lagi. Jadi, apapun yang terjadi di dunia
ini atas kehendak Allah dan kita harus
siap menerimanya. Jadi pokoknya
dikembalikan aja kepada sang pencipta
gitu ya.
Iya. Betul. Dan jangan lupa wkwk itu
tadi. Wkwk.
Terima kasih. Tepuk tangan untuk terima
kasih sudah hadir. Semoga bermanfaat.
[Musik]
Yeah.