Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Saya merasa kalau saya enggak nikah muda, mungkin untuk tujuan hidup atau hal yang saya lakukan itu saya enggak tahu nih harus apa. Itu kayak yang hal yang paling yang cukup fundamental dalam diri saya. Intinya bahwa kita tidak pernah bisa mengubah orang lain sekalipun itu pasangan saya, dalam pernikahan sekalipun kamu harus merubah diri kamu sendiri, bukan mengontrol pasanganmu, bukan mengubah pasanganmu. Jadi perempuan yang berdaya itu dimulai dari diri sendiri, dimulai dari mengenali dirimu sendiri dan kamu pasti akan menjadi cahaya untuk orang lain. dan cahaya orang lain itu bisa menjadi manfaat bagi orang lain gitu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang Mimi. Panggilannya Mimi kan? Iya boleh. Tapi Anisa Nuril dulu diperkenalkan sebagai silakan silakan memperkenalkan diri dulu ya. Saya Anisa Nuril. Saya memiliki usaha konveksi Ayunda. Itu adalah subunit dari konveksi Safa Jaya di Moyoketen. Oke. Ada apaagi selain konveksi itu? Kayak banyak kan? Em kalau dari usaha Ibu sendiri itu memang konveksi, Mas. Tapi karena saya sendiri mungkin yang dari awalnya hobi terus akhirnya jadi menghasilkan itu ada di MC, terus ada content kreator saya juga ada itu di setiri Mimi. Hm. L ya saya kan ngetren di kalangan teman-teman dipanggilnya Mimi gitu ya gara-gara disampirin Mimi itu. Benar. Iya. personal branding yang pertamanya lebih karena e kreator digitalnya itu sih. Jadi saya awalnya mimi itu adalah panggilan anak-anak saya. Saya jadi ibu dari dua anak laki-laki. Anak-anak tuh manggilnya Mimi gitu. Terus akhirnya merembet ke teman-teman hobi, teman-teman olahraga itu manggilnya Mimi. Biasa kan kalau misalnya ibu-ibu itu yang sudah jadi ibu-ibu itu mesti manggilnya mama bunda kayak gitu terus akhirnya saya mimi gitu. Tuh berarti aku berarti teman-teman manggilnya mimi enggak apa-apa. Tapi kan enggak apa-apa ee konsekuensinya kayak seorang panggilan anak gitu enggak apa-apa ya memang gitu ya. Jadi jadi branding ya iya kita saya manggilnya Mimi aman juga ya. Aman. Nah, sebelum jauh membahas usaha, ada juga hal yang menarik nih. Ter kan Mbak Anisa Nuril ini atau Mimi ini kan juga bagian dari kemarin kita undang-undang Mbak Lutfi yang ternyata punya perkumpulan namanya PJKA kan. Iya. Perkumpulan apa? Persatuan janda kualitas. Aitas. Nah, sekarang kita panggil sekretarisnya ya. Saya sekretarisnya dari PJKA. Nah. Oke. Oke. Ee apa ya? Lama. Udah lama. Kalau saya sebagai sekretaris itu 1 tahun sih, Mas. Ee apa? Jadi single mother itu sudah lama? Iya. Jadi single mother saya sudah saya 1 tahun. Baru 1 tahun. Oh gitu. Baru ya? Iya baru 1 tahun. Terus dan karena apa ya status itu juga datang lalu ditawarilah itu posisi PJK. Sebenarnya PJKA ini awalnya lebih kepada obrolan guyon aja sih, Mas, sama Mbak Luthfi. Karena saya sama Mbak Luthfi itu sudah kenal lama dari Zendo itu mungkin masih umur 1 tahun. Masih umur 1 tahun masih anak saya itu jadi saya niteni Zendo. Umurnya Zendo itu sesuai dengan umur anak hampir mirip sama umur anak saya yang pertama. Anak saya yang pertama kan sekarang mau 11 tahun, Zindu juga kurang lebih 10 tahun. Jadi saya masih ingat dulu pertama kali saya order Zendo itu salah satunya adalah ketika anak saya panas, anak saya demam malam-malam. Pada saat itu ee ojek online tuh sudah ada, tapi tidak bisa meng-cover untuk kebutuhan banyak. Bukan kebutuhan kan maksudnya enggak semua kebutuhan bisa dico-cover sama ojek online atau kalau enggak salah apa malah belum ada lupa saya. Terus habis itu saya tahu ada Zendo di Instagram. Terus habis itu saya order, "Mas, minta tolong belikan apa namanya obat ini, ini, ini di apotek 24. Terus habis itu dan dibelikan dico-cover dulu. Jadi dibeliin dulu, dibayari sama Zendo. Terus nanti saya tinggal bayar." Jadi kemudahan yang pakai Zeno itu kayak gitu. Dan salah satu dari beberapa kali orderan itu saya masih ingat juga Mbak Lutfi itu apa namanya ngirim. Jadi, Mbak Lutfi yang nerima order sendiri, yang jalanin order sendiri itu Mbak Lutfi masih pakai motor Honda Astrea 75 yang lama banget ya istilahnya kalau orang-orang sekarang itu itu Honda Kejulinu gitu itu kan memang iya itu ee Mbak Lutfi sendiri yang masih nyetir hujan-hujan pakai tas ransel di depan. Jadi benar-benar pas saya nonton podcastnya sama Mbak Lutfi itu, wah memang perjuangannya Mbak Lutfi itu sudah lama sekali dan benar-benar luar biasa. Pada saat itu kan masih nyambi ee dosen itu toh dosen atau ngajar gitu loh, Mas. Kayak katanya itu kayak guru guru tapi yang belum negeri itu apa namanya? Sukuan. Oh, sukuan. Iya. Oh, gitu. Jadi mungkin itu atasnya isinya kerjaan ngajarnya itu ya. Nah, ini saya kasih kontak teman-teman mungkin juga yang belum nyimak video sebelumnya. Jadi, Sendo itu adalah kayak layanan ojek berbasis WA ya, Mbak ya, yang hadirnya di Tulungagung. Dan yang dikatakan Mbak Lutfi itu adalah ownernya dan temannya Mbak Mimi ini namanya Mbak Nisa, Anisa Nuril ini gitu ya. Iya, benar. Jadi dari situ terus Mbak Lutfi oke ee apa dari status saya yang single mom dan itulah wis sekarang kamu jadi sekretarisnya PJK. Bentar. Tadi aku e dapat statement bahwa anakmu sekarang usia yang paling gede. Usia berapa tadi? 11 tahun. Mau 11? Udah gede ya? Itu lebih gede daripada anakku loh. Anakku baru usia 10. Berarti nikahnya agak sudah lama berarti. Saya nikah tahun 2013. Pada saat itu umur saya 21 tahun. Oh. Tergolong nikah muda ya? Iya. Nikah muda yang tidak mudah. Nikah muda yang tidak mudah. Iya. Iya gitu ya memang gitu ya. Iya. Ee tapi ya alhamdulillah sih ee saya merasa saya selalu ee beranggapan bahwa Allah itu tidak mungkin memberikan timeline hidup pada manusia itu kalau tidak ada hikmahnya. Oke. Jadi, setelah awal saya menikah muda yang tidak mudah itu, tapi justru itu yang menjadikan saya di posisi sekarang ini. Saya bersyukur sekali bahwa nikah muda itu walaupun dalam perjalanannya itu juga enggak mudah, tapi malah membuat saya itu banyak pelajaran yang sudah saya dapat daripada teman-teman seusia saya dalam hal pernikahan, dalam hal mengasuh anak, dan banyak hal yang lain. Jadi ketika teman-teman sekarang mungkin masih ribet dengan anak kecil, anak-anaknya yang masih kecil usia mungkin usia TK atau mungkin paling gede itu usia 2 tahun eh kok 2 tahun usia kelas 2 SD. Tapi saya sudah le momen itu tuh sudah lewat gitu. Tinggal anak-anak yang sudah mulai usia dewasa maksudnya usia lebih besar dan juga cukup mandiri untuk bisa mengurus sendiri. Saya sangat terbantu untuk itu dan akhirnya saya bisa bukan fokus ya maksudnya saya bisa explore karir, explore hobi yang bisa saya lakukan itu di momen yang lebih pas, lebih stabil gitu loh, Mas secara mungkin paling gak kemampuan ee finansial secara kondisi finansial, kondisi ekonomi itu saya eksplor hal itu tuh lebih siap gitu. Oke. Tadi dikatakan banyak hikmahnya ya. Nah, hikmahnya apa nih? yang paling gede lah. Contoh yang hikmahnya yang paling besar. Ya gini, saya meras ee saya merasa kalau saya enggak nikah muda, mungkin untuk tujuan hidup atau hal yang saya lakukan itu saya enggak tahu nih harus apa. Itu kayak yang hal yang paling yang cukup fundamental dalam diri saya. Saya yang dulunya mungkin secara personality itu cuek atau kurang bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri. Ketika saya sudah dihadapkan pada tanggung jawab sebagai istri, ketika saya sudah dihadapkan tanggung jawab sebagai ibu, saya akhirnya tahu nih mau ngapain dalam hidup gitu. Itu yang hikmah yang paling ee signifikan sih yang saya rasakan. Dan akhirnya ee mungkin di usia saya yang 33 tahun ini akhirnya bisa sharing terhadap hal-hal yang mungkin bisa kamu siapkan dalam pernikahan atau paling gak apa sih sebagai seorang wanita yang bisa kamu lakukan untuk diri kamu sendiri untuk akhirnya lanjut ke jenjang pernikahan itu di insyaallah mempersiapkan pernikahan yang lebih baik atau pengasuhan yang lebih baik gitu. Berarti Mimi nganjuri nikah muda. Akhirnya setelah perjalanan itu tidak loh. Gimana sih? Tidak. Jadi biarlah gini hikmahnya nikah muda itu intinya setiap timeline hidup orang itu beda-beda. Oh beda-beda. Tapi enggak dianjurin ya. Kalau saya pribadi saya tidak menganjurkan nikah muda sama sekali. benar-benar setiap ee ccle terdekat saya, saudara, teman-teman itu saya selalu bilang, "Jangan nikah muda." Oke. Walaupun kamu perempuan, pernikahan bukan solusi dari setiap permasalahan hidup kamu. Kalau kamu misalnya ngerasa hidup itu berat, kerjaan berat, terus sekolah berat, ya mungkin kamu perlu melihat hal lain, bukan pernikahan dan menjadikan apa ya, relationship goals atau punya pasangan yang gitu. Enggak. Nikah itu kita berelasi dengan ee orang baru dalam hidup kita itu juga ada challenge-nya sendiri, juga ada ujiannya sendiri. Nah, yang saya tadi ketika Mas Agung tanya menyarankan nikah mudah enggak? Enggak. Tapi ya itu tadi lakukan hal lain. Benar-benar kenali diri kamu sendiri sebelum menikah. Lakukan apa yang kamu mau sebelum menikah. Hobimu apa? Mungkin hobimu selama ini kamu enggak tahu punya hobi apa. Ya, kamu carilah hobi. Ketemui apa namanya komunitas atau apapun lakukan hal baru gitu. Terus kok dulu nikah muda? Kenapa? Ee mungkin gini sih awalnya kenapa saya nikah muda? Yang pertama sudah capek sakit hati. Capek sakit hati? Iya. Capek sakit hati maksudnya. Em jadi gini namanya pada saat itu saya tuh kayak suka sama masih malu sih. Tapi enggak apa-apa. Tapi gini tapi mungkin ini setiap timeline hidup setiap perempuan itu akan mengalami momen-momen seperti ini. ABG, remaja, dewasa muda itu akan mengalami galau, krisis identitas atau apapun. Pada masa itu saya di di tahun 2013 dan sebelumnya itu saya tuh kayak sering naksir orang gitu tapi enggak kesampaian gitu loh, Mas. Oh, sering bertepuk sebelah tangan. Benar. Terus akhirnya terus akhirnya saya gini, saya curhat sama ibu. Ee hubungan saya sama ibu cukup dekat. Mah, aku capek nih, sakit hati. kayaknya nanti kalau ada orang yang serius sama saya ya udahlah nikah aja lah gitu. Dan dari saya ngomong itu ke mama saya curhat 1 tahun kemudian ketemulah sama yang serius itu. Heeh. ya yang sekarang ya ee suami saya pada saat itu. Jadi gitu cepat sekali pada saat itu karena ketika dan ketika beliau ee apa mendekati itu saya langsung pastikan nih bahwa atensi saya tujuan saya enggak mau pacaran, nikah aja ya udah dia dia juga dengan tujuan yang sama ya udah ayo nikah aja gitu. Benar saya penasaran dengan tadi yang suka tapi sering dicuekin. Sudah disampein berarti oh sudah saya cegil. Berarti sudah disampein, sudah mengutarakan, tapi enggak ada respon begitu. Enggak ada respon gitu. Karena saya dulu itu tomboy, Mas. Dari penampilan tomboy, terus suka heboh sendiri. Makanya kelihatan nih sekarang juga heboh. Makanya di di Instagram saya juga membranding diri sebagai ekstrovert. Karena cukup ekstrovert makanya heboh sendiri. Tapi mungkin style e selera laki-laki pada saat itu tuh enggak yang tomboi gitu ya, yang feminin-feminin. Jadi saya enggak masuk ee wilayah edar selera laki-laki. Oh ya, makanya ketika disampai kemudian direspon sakit hati. Iya. Oh, begitu. Jadi dan itu sering kayak gitu. Oh, intinya kalau istilahnya sekarang itu nge-fans gitu loh, Mas. Jadi nge-fans kakak kelas terus suka sama teman sekelas. Sampai berapa orang lah? Sampai berapa orang? Ya Allah. Karena gini, kalau ditanya berapa orang saya itu nanti akan cukup hafal sama timeline hidup saya. Jadi misalnya kayak SD, oh pernah suka main. Oh, ingat SMP saja SD ya. Tapi enggak sih maksudnya Kak itu kan aku suka sama ini gitu. Iya. Tapi maksudnya mungkin pada saat itu disampaikan atau kalau enggak gitu ya udahlah suka aja. Tapi memang intinya saya memang sebelum menikah itu belum pernah kalau enggak salah untuk pacaran itu belum pernah. Oh. Atau kayak pernah cuma 3 bulan dan ya sudah selesai. Habis itu enggak pernah. Jadi merasa bahwa ee saya sudah tersakiti gitu. Padahal sebenarnya enggak juga. Padahal belum. Padahal belum. Itu belum ada apa-apa. Ini belum ada apa-apa. Baru tahunya sekarang. Baru tahunya sekarang. Oh berarti mungkin dulu kayak mentalnya belum kuat gitu ya. Benar. Benar. Intine anak rumahan yang belum explore banyak hal. Heeh. Heeh. yang belum pernah melakukan banyak hobi. Walaupun sebenarnya pada saat itu saya juga kalau dibilang ee enggak punya hobi enggak juga. Saya pada saat itu ya suka baca, suka nulis, suka hal-hal yang bersifat literasi saya suka. Saya SMA itu em jadi ketua apa? majalah di sekolah, kota majalah di sekolah. Terus pernah liputan juga misalnya kayak ke Kediri. He. Saya pernah pada saat SMA itu di Tulungagung itu kan belum ada toko buku. Belum ada toko buku. Jadi misalnya ada toko buku besar itu kan keluar kota dan pada saat itu ketika tahu sampai sekarang lah itu yau enggak ada toko buku. Iya itu menyedihkan sih sebenarnya. Pernah ada satu kali tapi bangkrut. Iya benar itu disesalkan sekali. Iya. I. Jadi em saya pernah jadi ee Raditi Raditi podcast ternama terluar biasanya di Indonesia itu saya nge-fan sama Bang Radit itu dari kelas 2 SMA, Mas. Tapi senang juga sama Mas Radit? Loh, suka saya punya bukunya Masnya mengutarakan perasaan Mas Raden tadi katanya suka nge-fend diutarakan perasaan. Beda ya ini ya. Gampang-gampang itu teknik emosional. Oh, i ya. Tapi saya ee kenal Bang Radit itu dari kelas 2 SMA. Pada saat itu kakak saya itu sudah e sepupu saya sudah kuliah, ada informasi eh ini ada acara bedah bukunya Raditi Dika. Kakak saya tahu kalau saya nge-fan. Intinya saya tuh kalau suka nge-fans sama orang itu mesti ketahuan, mesti kayak bukan tipe yang diam-diam itu enggak kayak totalitas gitu ya atau Iya. Dan kalau enggak gitu ee paling enggak saya mesti curhat sama orang dan akhirnya heboh sendiri gitu loh, Mas. He. Jadi pas saya ngfan sama Radia itu ee sepupu saya tahu ngasih info sama saya, saya bela-belain ke Malang. Jadi kelas 2 SMA itu pada saat itu mungkin kalau sekarang anak sekarang sudah biasa ya, tapi pada saat itu teman-teman saya tuh bukan tipe yang berani untuk keluar kota naik kendaraan umum sendiri gitu enggak. Jadi saya sudah naik kendaraan umum sendiri, nonton Bang Radit, minta tanda tangan, sempat juga ngobrol kayak mengajukan pertanyaan gitu. Jadi kayak misalnya di forum itu siapa yang mau tanya? Saya langsung aja. Heeh. Biar dapat kesempatan dinotis gitu lah istilahnya sekarang kayak gitu dulu. Berarti artinya juga bukan anak rumahan banget ya. Iya. Cuma tapi mungkin belum dapat kerasnya dunia lah ya. Benar. Belum berbenturan dengan kerasnya dunia. Iya. Singkat cerita kok ee ketemu dengan yang ini yang apa yang jadi suaminya ee mantan suami. Mantan suami. Jadi akhirnya jadi e mama saya mama dan ayah itu mama itu mama itu kan usahnya konveksi, ayah itu tembakau. Nah ee kita itu selalu ada momen untuk kirim barang apalagi tembakaunya ayah itu kirim barang ke luar kota. Nah ketika kirim barang ke luar kota itu ada sopirnya, ada sopir langganannya ayah. Nah, itu sopir langganannya ayah itu juga sopir langganannya ee Mas Suami dulu. Jadi, dulu itu produk konveksinya bapaknya anak-anak itu dikirim langsung bawa pickup. Jadi, bukan pakai ekspedisi. Kalau sekarang kan sudah ada ekspedisi yang karungan gitu, jadi enggak perlu dikirim sendiri. Kalau dulu tipenya yang dikirim langsung. Jadi dari ee Pak D ini saya manggilnya Pak D. dari Pak De ini saling kenal nih Pak De Sopir berarti ya. Pak De Sopir ini saling kenal. Jadi oh iki bos podo-podo bose istilahnya podo-podo bose. Ini single saya juga single. Terus berarti orang Tulung Agung. Iya orang Tulung Agung sampai sekarang hubungan kami masih baik sebagai orang tua. Anak-anak juga masih ketemu sama bapaknya setiap weekend. Berarti lantarannya sopir ini berarti ya. Iya benar. Berarti sopir ini anu berarnya Mak Comblang begitu ya. Iya benar. Benar ya? Iya benar. Oh berjasa nih sopir nih ya. Iya. Jadi selama apa kenalnya dari situ jadi kita sama sama sekali enggak kenal padahal seumuran saya sama mantan suami itu seumuran. Oh iya iya iya. Singkat cerita menikah begitu ya? Iya menikah. Jadi setelah saya curhat sama ibu apa enggak mau pacaran itu ya itu 1 tahun kemudian itu saya menikah. Hm. Tapi ya ada proses perkenalan dulu, tapi ya perkenalannya bukan dalam momen pacaran gitu. Kayak dikenalin gitu ya. Iya. Maksudnya kita tetap ngobrol tapi tidak meniatkan bahwa oke ee aku sama kamu pacaran nih sebelum kita menikah. Enggak ada. Jadi hitungannya ya saya mengenal beliau itu benar-benar tahu seperti apa itu setelah menikah. Siap. Siap. Nah ee hikmah kemudian bersama dan kemudian berpisah. Apa sih hikmahnya? yang bisa sampean share ke penonton pecah telur. Hikmahnya bahwa ee saya pasangan itu adalah cerminan diri sendiri. Saya saya mendapatkan hikmah itu. Saya menyadari hal itu. Jadi saya bersyukur walaupun kami akhirnya sekarang berpisah. Saya bersyukur bahwa dengan mengenal beliau selama 10 tahun saya menikah itu saya menyadari bahwa potensi saya itu seperti apa, apa yang perlu saya perbaiki dari diri saya sendiri, apa kelebihan saya juga. Jadi saya benar-benar dari beliau itu saya belajar banyak gitu loh, Mas, sebagai perempuan. Karena ya itu tadi dari yang awalnya saya tomboy, saya cuek tentang diri diri saya, terus lalu saya menikah. Ee saya juga mungkin dulu kurang aware sama anak-anak. Jadi saya bukan tipe yang suka anak kecil pada saat itu. Terus akhirnya saya menikah dan saya menikah dan intinya bahwa kita tidak pernah bisa mengubah orang lain. Tidak pernah sekalipun itu pasangan saya. Jadi perbaiki diri sendiri dulu. Makanya kenapa tadi kok saya tidak menyarankan nikah muda. Kenali diri sendiri. Lalu ketika kamu sudah mengenali diri sendiri, ketika kamu sudah paling tidak namanya mengenal diri sendiri itu adalah perjalanan seumur hidup. Akan setiap fasenya itu kita akan menemukan sisi baru siapa diri kita. Jadi kalau saya itu dulu misalnya dari saya single lalu saya menikah lalu saya punya anak lalu saya punya anak yang kedua itu saya selalu menemukan sisi saya yang berbeda dan itu adalah bagian dari diri saya bukan diri saya yang lain eh diri saya yang lain bukan diri saya yang oh ternyata aku punya sisi yang seperti ini loh ketika menghadapi momen seperti ini. Lalu makanya tapi setidaknya ketika sebelum menikah itu tadi kenali diri sendiri dulu, lakukan banyak hal dulu. Lalu biar kamu nanti tidak kaget dengan pasanganmu. Karena tadi ketika pasangan itu menjadi cerminan dari diri saya sendiri, saya tuh setidaknya sudah di em di tahap yang secara personal itu stabil gitu loh. Bayangkan ketika 21 tahun menikah, belum tahu banyak tentang diri saya sendiri. saya tumbuhnya itu ya di momen saya menjadi istri dan menjadi ibu di momen yang masih banyak galaunya mungkin masih banyak ee kurang tahu identitas diri. Jadi dibentuknya seperti itu lah. Makanya ketika hikmahnya ketika saya ee menikah itu tadi saya mengenal diri saya sendiri tapi ya akhirnya harus berkompromi sama orang lain. Beda ketika kita mengenal diri sendiri tapi benar-benar menjalani sendiri gitu loh Mas. He aku masih aku masih mencoba memaham gini gini. Jadi misalnya gini, misal ee hikmahnya apa ketika ee saya sudah dalam pernikahan dan berpisah itu tadi. Jadi hikmahnya itu adalah saya mengenali diri saya sendiri dalam pernikahan itu menjadi kualitas yang seperti apa. Kenal diri sendiri itu konteksnya gimana sih, Mbak? Kenal diri saya sendiri itu. Itu karena saya itu menyadari bahwa selama sebelum menikah saya tuh banyak enggak PD-nya, banyak enggak banyak insecure-nya gitu lah. Ketika ee saya ketemu sama orang itu malah saya jadi tahu, oh ternyata tuh saya tuh punya sisi ini gitu loh. Sisi ini itu apa ya? Sisi apapun maksudnya mau kita oh aku ada sisi PD, saya ada sisi empati, saya ada sisi sensitif juga. itu tuh baru tahu kalau kita sudah berinteraksi sama orang lain. Heeh. Lek kita gak berinteraksi sama orang lain itu enggak akan tahu gitu. Oke. Maksudnya mungkin kita kalau nikah muda itu kurang banyak bergaulnya dengan orang-orang luar. Iya. Sehingga kayak kita belum bisa mengeksplore diri kita yang lebih gitu ya. Iya. Benar. Karena kamu ekstrovert. Ekstrovert itu kan kayak ee penyerap energi dari orang lu orang lain kan. Iya. Benar. Benar. Berbeda dengan introvert kali ya. Ya, kalau introvert kan dia dari energinya dari diri sendiri gitu ya. Iya, benar. Tapi ya itu tadi lebih enggak mudah intinya kita kan harus berkompromis sama orang seumur hidup lalu ada pasti ada rasa ingin controlling sama pasangan hidup kita. Itu yang enggak bisa kita kayak gitu tuh enggak bisa. Jadi benar-benar dalam pernikahan sekalipun kamu harus merubah diri kamu sendiri, bukan mengontrol pasanganmu, bukan mengubah pasanganmu. Itu sih hikmahnya. Siap. [Musik] Terus ketika terjadi sempat down enggak di psikologi diri sendiri? proses saya itu justru justru ketika berpisah kepastian berpisah ketok palu atau proses di pengadilan agama itu terjadi saya malah lega Mas karena proses tidak sehatnya pernikahan saya itu di du atau 3 tahun sebelum perpisahan jadi di 2024 saya sudah berpisah di sekitar 2021 akhir itu mulai tidak sehat pernikahan saya. Jadi proses gak enaknya itu itu ya selama itu tadi 2021 sampai 2024 awal gitu. 2023 itu itu enggak enaknya selama itu. Lalu ketika akhirnya oke kami sepakat untuk berpisah. ini adalah jalan yang terbaik ee karena itu kesepakatan walaupun saya yang mengajukan tapi itu kesepakatan kami. He. Dan apa ketika itu terjadi saya justru lega sih alhamdulillah gitu malah malah alhamdulillah. Berarti faktornya faktor terbesarnya belum memahami atau apa? Faktor terbesarnya bukan untuk ekonomi, tapi faktor terbesarnya ya memang kita sudah berbeda untuk kalau bisa dibilang sekarang visi misi lah. Visi misi pernikahan sudah berbeda dan itu akhirnya nanti ketika perbedaan itu bisa menyakiti satu sama lain. Oke. Dan dampaknya ke anak. Saya enggak pengin itu terjadi terlalu jauh begitu. Jadi justru ketika berpisah itu malah senang ya. Maksudnya malah lega ya. Lega. lega karena akhirnya ee apa namanya? Akhirnya selama ini saya apa ya? Kondisi yang tidak nyaman ini diperbaiki juga ternyata tidak mudah. Tapi kalau mau dilepaskan juga ini membutuhkan keberanian dari kedua belah pihak. Tapi ketika akhirnya kami ada keberanian ee untuk sama-sama mau menerima konsekuensi ini, itu akhirnya lega begitu. Kalau saya pribadi saya lega. Berarti berpisah itu tidak selamanya sakit ya? Tidak. Tidak selamanya sakit. Justru malah melegakan ya. Iya sangat melegakan. Dan menurut saya yang terutama efeknya ke anak-anak sih, Mas. Efeknya ke anak-anak karena ee pasti itu ngaruh ketika saya dalam kondisi yang bingung, dalam kondisi yang bimbang, pernikahan tidak sehat terus, tapi kita juga untuk menyehatkan itu juga tidak mudah. anak-anak pasti akan terkena dampak emosionalnya. Namanya sesuatu hal yang ragu-ragu. Mau ngambil A itu bagaimana, ketika ngambil B juga bagaimana. Itu kan ragu-ragu. Itu kan dalam ketidakpastian kita jalanin itu kan enggak lega lah, Mas. Gitu. Jadi ya alhamdulillah saya akhirnya oke ini sekarang sudah ambil keputusan seperti ini. Lalu apa yang bisa kita lakukan selanjutnya? Fokus kepada apa yang bisa kita lakukan selanjutnya aja gitu. Kalau pola pengasuhan anak seperti apa sekarang? pola pengasuhan anak saya dan mantan suami itu sepakat untuk tetap apa setiap keputusan yang kami ambil terkait anak itu selalu kita diskusikan dan apa namanya kalau anak anak-anak ikut saya anak-anak ikut saya tapi hubungan dengan ayahnya itu tetap terjalin di komunikasinya tetap baik setiap weekend itu anak-anak sama ayahnya gitu. Oke, berarti juga kata Mbak Luthfi pernah bilang juga di PJK itu kan ada kayak pendampingan mental bagi teman-teman yang ternyata down ketika menikah pasca atau before menikah. Berarti Mbak Mbak Mimi ini tidak mengalami itu. Alhamdulillah enggak karena saya sendiri. Maksudnya saya tidak lewat PJKA, lewat Mbak Lutfi untuk pendampingan itu, tapi saya proses healing dengan profesional itu juga sudah saya alami sendiri. Jadi ketika saya saya belum ke psikolog gitu ya. Ya, ke psikolog, ke psikiater, hipnoterapi itu saya lakukan sendiri. Sebelum berpisah itu sudah ada prosesnya. Ee itu ada ya di Tulungagung ya kayak gitu-gitu? Ada. Oh. H. Tapi ada juga yang online sih. Jadi saya beberapa beberapa ee apa namanya? Istilah yang saya lakukan, metode yang saya lakukan itu ada yang online karena bisanya Zoom gitu konsultasinya, tapi ada juga yang langsung di Tulung aku enggak ada. Hm. Gitu. Oke. Nah, Wak e saya dapat bocoran dari kreatif katanya setelah menikah eh setelah divorce itu kemudian buka jasa itu ya disopirin Mimi ya. Disetiri Mimi. Eh, sor di disopirin sama setirin beda ya. Ya, lebih halus disetiri gitu. Oh iya iya. Kalau sopir identiknya kayak sopir ya. Disetirin Mimi ya. Iya betul ya. Buka itu ya. Iya. Iya disetirin Mimi. Oh. Apa? Kenapa buka itu? Ini jasanya unik ini karena dietin Mimi. Em jadi itu saya lupa apakah saya itu pernah lihat konten atau gimana saya lupa. Cuman mungkin berawal dari kebutuhan rasa aman perempuan. Kalau ketika apa diset ee naik ojek online kadang mungkin sopirnya laki-laki ada ketidaknyamanan atau mungkin bawa anak-anak. Karena saya mungkin lebih kepada kebutuhan keresahan saya pribadi juga. I saya nih anak saya diantarin ke man tapi yang bapak-bapak sebenarnya enggak masalah juga kan pakai aplikasi tapi pada saat itu mungkin kalau ibu-ibu bisa juga sih ya lebih merasa aman juga terus kayak saya sendiri misalnya yang nyetiir ibu-ibu mungkin saya bisa lebih lues di perjalanan yang mungkin tidak sebentar taruhlah dari tujuan A ke B itu menit dan saya itu tipe yang enggak bisa kalau di dalam suatu mobil terus diam-diaman gitu kayak aneh gitu kan. Terus mungkin kalau cewek dan itu bisa apa namanya membawa suasana lebih seru gitu mungkin asik kali ya. Dan berawal dari itu tadi saya merasa kayak saya butuh kegiatan juga. Konveksi saya itu alhamdulillah sudah berjalan tetap butuh pantauan tapi kadang sebagai orang yang ekstrovert itu butuh kebaruan gitu loh Mas. butuh beragam aktivitas gitu. Salah satunya di setiri mimi itu. Jadi awalnya di setiri mimi itu memang menjawab keresahan mungkin yang diperlukan oleh ibu-ibu untuk adanya sopir perempuan yang bisa diajak ngobrol. Karena saya itu juga sering dicurhati ketika ketika sopirin itu. Eh nyetirin bukan bukan. Jadi saya itu tipe yang gampang banget dicurhati. Saya diam aja atau ngapain aja gitu lagi antri terus tiba-tiba diajak ngobrol orang dia terus cerita panjang. Nah mungkin dengan saya apa dengan saya gampang dicurhati dan mungkin bisa membantu orang dan saya juga senang ketika membantu orang jadi sambil nyetir orangnya bisa curhat bisa cerita mungkin itu juga menjadi suatu pengalaman yang seru juga gitu buat orang lain buat diri saya sendiri. katanya bisa itu ya bisa kayak karaoke bareng terus curhat apalagi iya curhat kalau saya kasih poin-poinnya itu di poster itu curhat analisa secara zodiak begitu ya iya bukan hanya curhat tapi ada plus analisanya juga oh ada karaoke juga kan katanya iya bisa ada apaagi ya itu tadi mungkin bisa karpulan terus curhat sama analisa zodiak itu si analisa zodiak itu gimana sih Jadi ini enggak apa-apa ya, Mas ini kelenik nanti jatuhnya. Enggak, enggak, enggak, enggak, enggak. Saya em saya kalau bisa dibilang klenik enggak. Karena saya gini, saya percaya bahwa setiap ilmu yang ada di dunia ini ketika itu ilmu itu sudah dibentangkan dan bisa dipraktikkan dan bermanfaat, tidak membawa mudarat, itu berarti sama Allah sudah diizinkan ee ilmu itu untuk ada. Bukan sesat berarti ya, ini bukan syirik ya. Iya. Jadi astrologi astrologi. Iya. Jadi itu kan berdasarkan benda langit itu kalau di luar negeri sudah banyak digunakan, Mas. Jadi untuk membaca ee alam atau sebagainya itu memang sudah gitu loh. Kayak misal nelayan dia mengamati bintang bulan apa keluarnya ikan, arah angin dan lain sebagainya kayak gitu ya. Benar. Iya. Saya tipe yang percaya itu dalam arti ya udah kalau misalnya orang percaya dan ternyata relate sama diri diri mereka sendiri ya oke saya senang bisa membantu dari analisa ini gitu loh. Berarti kamu tanyanya gimana kalau nganalisa? Jadi saya gini saya langsung kan ngobrol ke L terus habis itu, "Ih apa sih orang itu zodiaknya apa sih?" Salah kayak gitu itu pasti reflek gitu. Jadi kayak misal teman saya ngobrol zodiaknya apa itu Gemini. Oh, pantes Gemini emang ke Gemininya gimana? Terus langsung nanti ngobrol. Misalnya dia curhat soal ee pasangannya atau curhat soal soal anaknya. Ee kamu ee itu orang itu zodiknya apa sih? Gemini lah, Mbak. Mbak apa? Oh, saya Libra. Oh, pantesan Gemini sama Libra itu crashnya di sini, sini sini. Oh, iya juga nih. Benar kayak gitu loh, Mas. Jadi em ada analisanya tu. Coba coba saya konsultasi sekarang. Mumpung ada pakarnya nih. Berarti nentukannya dari apa? dari tanggal lahir. Iya, tanggal lahir. Jadi saya misalnya em misalnya orang itu enggak enggak hafal sama zodiaknya apa, oke tanggal lahirnya apa misalnya Mas Agung, Mas Agung ee tanggal lahirnya atau mungkin Iya, boleh tahun juga ya. Ee enggak usah tahun enggak apa-apa. Tanggal lir aja kan 23 Oktober. 23 Oktober. 23 Oktober. 23. Oh, berarti itu masuknya Scorpio. Dulu Libra dulu kalau enggak salah. Oh, bukan. Kalau ada ada pergeseran. Iya, iya. Ternyata ada pergeseran. Iya. Sekarang Scorpio saya ya. Nah, itu gimana? Oke. Scorpio itu orangnya analitis analitis. Jadi maksudnya suka menganalisa. Oke. Dia menganalisa dia peka terhadap suatu apa namanya? Suatu fenomena atau suatu hal lah. Wah, enak kejadian. Wah, ini kok gini ya gitu. Dia bisa melihat sisi yang ada di belakangnya kayak hampir kayak detektif ya. Bisa. Oke. Oke. Terus dan dia itu Scorpio itu juga jadi saya gini. Zodiak itu kan ada 12 zodiak nih. Iya. I ya dibahas ini ya enggak apaapa ya. Oke. Jadi ada 12 zodiak. Dari 12 zodiak itu dibagi menjadi empat elemen. Oh ada elemen. Ada air api. Avatar nih ya. Iya benar. Air api udara sama tanah. Iya iya. Nah jadi empat. Jadi per per elemen itu tadi itu tiga-tiga zodiak. Oke, jadi pas di 12 ya berarti ya. 4 * 3 ya. Benar. 4 * 3 ada 12. Jadi Scorpio itu masuk ke elemen air. Oke. Oke. Scorpio masuk elemen air. Temannya Scorpio itu ada Pisces. Heeh. Sama Cancer. Oke. Oke. Kita lihat aja air. Air tuh gimana sih? Ini kan air dia kan ee ini boleh diminum juga loh airnya. Oh iya. Oke, boleh. Ini jadi contoh dulu nih. Jadi si air ini kan lembut secara teksturnya dia lembut. Dia itu ee menyesuaikan wadah yang dia di tempat di mana. Ee air itu kan lembut, sensitif dong. Bisa kita bisa kita analogikan sifatnya sensitif. Dia juga menyesuaikan wadah di mana dia berada. Heeh. Dia juga mengalir misalnya apapun lah, misalnya air hujan, air laut atau apapun itu dia mengalir. Jadi ee orang dengan elemen air termasuk Scorpio itu sensitif orangnya perasa. Jadi selain mungkin dia bisa peka terhadap suatu keadaan, dia juga perasa orangnya. I dia bisa mungkin ini kalau sedikit ee kalau bukan cocokologi saya mengamati dari pecah telur ini kan dia mengangkat feature cerita-cerita orang yang berawal dari Mas Agung itu pasti bisa menangkap apa yang bisa diceritakan hal seru apa nih yang bisa diceritakan dari orang ini. Itu kan butuh kepekaan. Oh i butuh sensitivitas. Heeh. Itu sebenarnya saya kepo sih. Iya. Selain memang selain itu selain nanti ada ada juga itu selain astrologi ada namanya human design Mas. Oh i ya itu itu juga bisa nih jadi analisanya tuh ada beod dulu. Dari zodia dulu. Oke ya itu tadi jadi Scorpio itu tadi sensitif terus dia juga ee perasa analis tapi juga pedes. Pedes ya? Iya. Scorpio itu ibaratnya itu dia adalah air tapi gunung es. Oke. Jadi perasaannya sedalam apa yang ada di dalam dirinya itu enggak kelihatan. Enggak ketebak ya. Tahu-tahu putus gitu aja ya. Tahu-tahu sudah enggak kerja sama gitu ya. Iya. Terus juga ee dia penyampaiannya itu pasti ceplas-cepllos. Iya. Bisa jadi sih. Apakah begitu? Iya. Itu timnya itu timnya itu. Ayo nanti timnya memvalidasi ini. Jadi seperti itu. Jadi kepekaannya. Iya. Ceplasceplos. Iya. Dan emm apa ya? Dia itu sebenarnya kalau Scorpio itu ibaratnya material person juga. Jadi kayak dia punya goals, punya goals tentang suatu hal. Jadi dia untuk manajemennya juga bagus, dia material persen juga. Jadi beda sama nanti misalnya kayak sama Cancer dan Pisces. Sebentar sebentar tadi kan dikatakan misal ee mampu mencocokkan ini sama ini. Nah, saya tak kasih punya istri saya. Boleh. Istri saya itu 23 Juli. 23 Juli itu berarti Leo. Api. Heeh. Itu dia Leo. Leo itu elemennya api. Dia itu lebih ingin dilihat enggak sih, Mas? Lebih ingin diperhatikan. Lebih dilihat semua wanita kayaknya itu ya. Ee iya sih, cuman di dalam arti gini, bisa aja dia itu lebih ingin di depan menjadi figur gitu loh. Karena karena Leo itu dia Leo itu simbolnya family person juga. He. Family person. Orang yang sangat ngemong, yang bijak juga secara apa? Kekeluargaan juga. Terus dia juga orang yang apa? punya ambisi. Punya ambisi. Jadi kalau ee istilahnya gini, api itu kan terlihat gitu maksudnya dia lebih energinya lebih besar gitu kan terlihatnya. Jadi secara jenengan juga lebih energinya juga besar tapi kalau ambisinya juga besar tapi Leo ini lebih kelihatan lebih maunya ini loh ini nih. Tapi kalau jen lebih dipendam. Jadi mungkin ee planningnya itu keep untuk diri sendiri dulu. He. Terus kalau misalnya yang Leo, orang Leo ini dia lebih darderdor. Leo dardor juga. Oh, seperti saya juga tadi. Jenengan itu jenengan itu gini, diam dulu, mengamati dulu dar gitu. Darnya tenanan. Iya. Sesuai dengan pengamatan. Tapi kalau misalnya gimana? Gimana? Oke. Tadi kan katanya crashnya di mana? Kalau Leo sama Oh, gini namanya Scorpio api dan air. Dua elemen yang berbeda kan. Oh ya pasti secara sifat kan berbeda. Oke. Oke. Pasti em juga bertolak belakang juga ya. Itu tadi crashnya secara ambisinya mungkin api itu lebih besar tapi air itu mungkin lebih ingin lebih ingin santailah. Lebih ingin santai. Gak terlalu terlihat itu aja kayak gitu. Benar enggak sih? Ya ada benarnya tapi tidak semuanya benar juga. Oke. Kan banyak faktor ya. Iya benar. karena banyak faktor jadi saya enggak bisa ee mungkin ada ke konten konten-konten yang bilang zodiak Scorpio itu kayak gini, Leo tuh kayak gini, enggak bisa. Karena setiap orang itu pasti lebih personal itu nanti dikupas itu lebih banyak sekali. Banyak. Nah, ini yang menarik juga. Kenapa zodiak itu kayak bisa menentukan karakter orang ya? Apa kaitannya kalau di urut itu? Apa ee relevansinya itu? Ee bisa menentukan karakter orang. Nah, maksudnya kan kayak ee saya kan katakanlah Scorpio tadi ya. Heeh. Scorpio itu biasanya karakternya karena air bisa jadi lembut, perasa juga, tapi juga ada yang dipendam. Itu kan artinya kan karakter ya. Heeh. Nah, yang kaitannya sama kelahiran, yang kaitannya sama zodiak. Heeh. Astronomi. Nah, itu hubungannya apa? Mungkin ee karena setiap ini setahu saya, Mas. Karena saya sendiri enggak belajar itu. Saya menggunakan ini tu karena hasil diskusi sama teman juga karena diajak curat tadi ya. Sering diajak curat. Iya. Tapi juga saya juga ada sedikit teori juga maksudnya saya belajar teorinya juga tapi enggak yang detail karena ada teman yang lebih eksert di sini. Tapi ketika saya tuh suka dengan tema tentang manusia, relationship, tentang manusia, mempelajari manusia itu saya suka. Nah, salah satu tools-nya itu kan zodiak dan human design itu salah satu atau mungkin psikologi hal seperti itu. Nah, relevansinya itu apa? Karena setiap orang yang lahir di tanggal tertentu itu kan juga dengan kondisi alam yang pasti berbeda. Dan ketika kondisi alam yang berbeda itu juga memberikan karakter yang berbeda pada setiap manusia. Itu kalau misalnya kenapa relevansinya apa itu ya ada teorinya sendiri loh Mas dulu yang mencetuskan seperti itu saya juga enggak tahu Pak Panjang ya? Iya itu panjang itu nanti ya. Aku kadang-kadang juga masih berpikir apa hubungannya alam dengan karakter ya gitu ya. Kadang-kadang orang juga bisa sangat mudah nebak gitu. Kalau orang kita kan weton ya, wetonnya ini ini ini keras dan sebagainya kok bisa gitu dan ya walaupun enggak sepenuhnya benar ada benarnya gitu loh. Jadi saya yang masih bertatan-tanya kenapa ya kondisi alam kok bisa mempengaruhi kita gitu loh apa udara yang masuk sabik segar atau udara yang masuk atau ada kondisi karena secara iklim kan juga pasti beda. iklim yang lahir itu kan nanti secara karakter orangnya pas lahir di musim itu kan juga beda kan, Mas? Kenapa? Ee apa kaitannya iklim dengan karakter gitu loh. Ee lah itu saya enggak nah itu kan yang perlu di yang saya masih bertanya sih. Iya iya mungkin saya juga kurang literasi jadinya ya. Maksudnya kan ketika musim tertentu nanti menimbulkan karakter ini. Nah ini proses apa yang terjadi nih yang saya masih belum saya juga enggak tahu ituak. Nah, dengan apa jasa kamu yang bikin disetirin Mimi dengan berbagai fasilitas termasuk juga teman-teman Tulungagung yang mau dibacakan zodiaknya langsung daftar disetirin Mimi. Tapi saya emang gitu, Mas. Tiba-tiba tuh tahu kayak misalnya yang pernah ngobrol sama saya itu reflek. Oh, gitu ya. Oh, tahu rek panggil zodiaknya apa terus nanti punya database-nya. Iya. Oh, ini ini sampai gitu ya. Iya. Oh, berarti saya masuk database berarti ya. Engak masuk database sih langsung. Nah, maksudnya gini, dengan berbagai fans itu disedirin mimi laris enggak? Alhamdulillah sebenarnya potensinya itu banyak, Mas. Tapi memang karena itu ya karena keterbatas mungkin yang kendalanya saat ini sepertinya lebih ke tarif. Kenapa tarifnya mahal gitu ya? Ya mungkin dianggap mahal ya daripada diaplikasi. Sampai berapa tarifnya? Semahal apa? Kalau saya itu per kilonya, per kilometernya itu R.500 per kilo. Per kilometer, per 1 km. Oh, itu kalau kalau rata-rata aplikasi berapa biasanya? Waduh, kalau aplikasi itu kan kadang kayak misal 2 atau 3 kilo itu kan 10 R.000. Oh, itu bisa ada promo R.000, Rp15.000 seperti itu. Mobil kan itu kan? I mobil mobil saya itu ya sudah dimanfaatin ini mumpung ada mobil nih ngapain dan saya misalnya kalau daftar di aplikasi pun juga yang belum bisa untuk he gitu. Jadi memang itu lebih karena ee kebutuhan apa ya, kebutuhan untuk berkegiatan gitu sih. Tapi sewaktu-waktu ada itu bisa bisa. H kecuali kalau misalnya ee itu tadi kembali lagi saya ketika mencetuskan ini di setiri mimi itu tadi adalah saya tetap menyesuaikan dengan jadwal saya sebagai ibu. Saya juga ada konveksi. Jadi ketika masih keres sama kegiatan itu tadi ya biasanya saya enggak bisa atau mungkin ee dan makanya yang enggak bisa langsung ready gitu loh. Kalau bisa janjian dulu. Kalau misal contoh Mbak besok saya karena saya kerja sama dengan Zendo untuk marketingnya juga salah satunya selain saya juga promosi sendiri di database saya sendiri. Jadi belum belum ee maksimal untuk promosinya. Iya. Iya. I. Nah, itu misalnya Mbak besok ada kirim nasi kotak sekian. jam sekian. Oh, itu bisa bisa dikondisikan. Tapi kalau mendadak misalnya pas Mbak ini hujan terus saya pas ada urusan juga. Heeh. Itu kalau misalnya pas saya bisa ya bisa saya bisa jemput. Tapi kalau misalnya pas barengan ngantar anak saya lesk kah atau kayak gimana ya saya tetap mendahulukan keluarga. Iya gitu. Oh berarti lebih ke inden ya yang langsung direct itu enggak bisa. Belum bisa. Bisa bisa tapi itu tadi tidak selalu bisa. selalu bisa paling gak makanya saya bilang paling enggak 1 jam lah sebelum itu biar saya bisa prepare atau apa dan misalnya jarak dari tempat jemput sama itu kan juga perlu waktu kan begitu. Ee maksud saya itu lumayan enggak ee sebagai pelaku bisnis jasa seperti itu? Sebenarnya lumayan kalau memang memang apa dalam sehari itu bisa beberapa pelanggan gitu lumayan kok Mas dan apa? Tapi itu tadi kembali lagi karena tujuan utamanya lebih kepada ser Heeh. Dan juga membantu orang juga. Tapi itu tadi ketika ee ibu-ibu perempuan butuh yang safe Heeh. atau merasa amanlah itu bisa gitu. Oke. Ada pilihannya gitu. Karena kalau misalnya di aplikasi kan enggak pasti dapat perempuan. Heeh. He gitu. Tapi kalau ini oh pasti diantar perempuan dan nanti ee saya tidak canggung. Heeh. Misal juga tidak canggung ya. Oke gitu. Beberapa teman misal yang bercadar itu beberapa saya sudah ada pelanggan, Mbak antar saya tiap ini ini. Itu juga ada pelanggan juga ada. Kalau bercara diajak ngaji berarti ya di Iya. Tausiah. Tapi mungkin lebih karena beliau lebih nyaman gitu kali ya, Mas. Contohnya gitu. Kan ada yang memang enggak dibolehin sama pasangannya kalau misalnya naik ojek online gitu kan ada juga. Oke, berarti artinya juga bagi di luaran sana mungkin bagi yang mungkin juga single mother terus ataupun masih single yang perempuan yang ketika punya kendaraan bisa juga nih dicopy gitu ya. Iya, bisa enggak apa-apa ya. Di dengan fasilitas tambahan bisa diajak ngobrol begitu ya. Dia juga ngapalin zodiak juga harusnya berarti ya. Oh, enggak harus enggak harus enggak harus. Sebenarnya dulu sempat kayak punya tim tapi ya itu tadi kadang yaitu karena timnya itu juga punya kesibukan sendiri. Iyaak bisa kalauakitnya maunya sama saya yang ntirin gitu juga sih. Ada yang pernah seperti itu. Nah, ee berarti kalau ibaratnya kamu kan ada anak tuh dua dua anak terus juga ada kehidupan. Berarti kalau untuk yang menjadikan bisnis yang lumayan ini yang disetirumi atau konveksinya? Konveksi dong. Konveksi ya. He. Oh, dikonveksi itu. Makanya kenapa saya tetap ee mengutamakan konveksi dulu dan untuk ee cash flow-nya itu tadi karena memang di setiri mimi itu tadi tujuannya lebih ke membantu dulu sih, membantu menjawab keresahan kebutuhan perempuan terhadap berkendara yang nyaman seperti itu. Dan ya alhamdulillah misalnya ada dari situ juga alhamdulillah untuk sedikitlah jajan gitu ada. Alhamdulillah. Kalau konveksi itu boleh diceritain seperti apa ee apa yang dibuat tahun berdirinya. Wah, apa jadi semuanya dong? Oke ya. Yang dibuat dulu yang dibuat apa kalau konveksi itu? Oke, jadi konveksi saya itu bikinnya baju dalam itu kaos dalam yang buat anak sekolah gitu loh, Mas. Biasanya kan anak sekolah itu kan pakai kaos dalam dulu tuh biar enggak yang tipis itu yang singlet kayak singlet gitu. Apa to jenenge iku? jenenge. E kalau orang Telagung nyebutnya apa? Apa? Kotang bukan? Iya. Kalau kotang kan biasanya detik perempuan ya. Tapi itu kotang laki-laki ya. Iya. Heeh. Heeh. Singlet. Iya. Iya. Itu ya kaos dalaman lah ya. Iya. Jadi kaos dalam sama celana dalam. Sempak. Sempak ya. Sempaknya anak-anak. Sempak anak-anak sampai dewasa karena kan ada ukurannya. Oh gitu. Tapi lebih ke yang model polos. Jadi yang enggak pakai main sablon-sablon gitu. Oke, oke, oke. Jadi saya itu jadi gitu tadi kan ee awalnya mungkin sejarahnya ee mantan suami itu dulu juga konveksi. Jadi e ketika menikah itu ketika kami menikah itu beliau usahanya konveksi. Usahanya konveksi. Jadi ya samalah sama mama. Terus ee jadi saya itu produknya produksinya hasil produksinya itu adalah kaos dalam. Sedangkan ee si Bapak ini sempak jadi dimerger lah. Tapi tapi untuk lokasi produksinya itu berbeda. Ada dua tempat. Yang satu di rumah saya di lantai bawah. Yang satunya ada mengguna ee kita sewa tempat. Jadi, jadi sistemnya di Tulungagung itu jemput bola sekarang, Mas. Jadi enggak selalu di satu tempat karena nyari pekerja ee tenaga kerjanya itu yang enggak mudah gitu. Jadi produknya saya kaos dalam sama sempak. He he he. Nah, tadi kan juga ibumu kan juga konveksi. Berarti kamu satu manajemen dengan ibu atau kayak split tim sendiri begitu? Sudah beda. Oh, gitu ya. Beda. Beda. Jadi makanya saya bilangnya sub apa ya? Sub ya istilahnya dari di bawah ibu. Jadi untuk apa gimana tuh sistem kerjanya sebenarnya lebih ke memang sudah terlepas tidak ada hubungannya antara produksi saya dan produksinya mama itu beda sudah enggak jadi satu bahkan misalnya saya dari mulai potong potong bahan sampai kirim itu ya sudah di tempat saya sendiri tapi kan kenapa tetap saya bilang sub karena memang ya saya anggap ini adalah itu tadi rintisan usaha dari orang tua gitu Jadi secara manajemen sudah terpisah pembukuan baik bahannya itu sudah beda gitu. Yang dibuat sama tapi yang dibuat sama. Yang dibuat sama tapi mama lebih banyak ragamnya lebih banyak jadi mungkin yang model-modelnya lebih banyak. Kalau saya cuman modelnya dua aja itu tadi apa? Sempak sama kaos dalam. Oh itu dikatakan dua model. Sempak itu satu model, kaos dalam satu model. Iya. Iya. Kalau misalnya mama nanti ada yang model kayak buat anak-anak cewek yang ada sablonnya, terus anak cowok yang ada sablonnya, warnanya juga beda-beda. Atau mungkin tanktop, ada yang modelnya singlet, ada yang modelnya kayak tanktop lurus gitu. Itu juga sudah beda. Kalau Mama lebih banyak ragamnya karena juga lebih banyak karyawannya Mama. Heeh. Kalau yang kamu handle ada berapa tim? Kalau saya ada 23 orang itu, tapi itu enggak jadi satu tempat itu di apa untuk kaos dalamnya itu tujuh. Yang sempaknya itu berarti sisanya itu termasuk sama yang packing terus sama yang apa ya istilahnya ngelakar itu kayak nyambungkan gitu loh. Jadi ada proses sebelum dijahit yang besar itu ada yang orang ngambil ngambil garapannya terus dilakari disambung gitu. Lakari ya disambung. Iya. Dulu aku pernah juga di fase-fase masa SMA. Heeh. Kerja sampingan itu lempit-lempit. Oh iya. Lempit-lempit kaos dalam. Iya. Di daerah tempat sana Moyoketen juga. Iya. Di Moyoketen Sobontoro itu banyak memang Moyoketan atau Sobontor ya? Kalau Sobontor ya? Iya. Moeten Sobontoro itu banyak ee konveksi pakaian dalam. Memang di Tulungagung itu untuk Sobontoro, Moy Keten, Boyolangu lah. Kecamatan Boyolangu itu banyak yang punya konveksi baju dalam. Iya. Iya. 23 banyak loh. Iya, alhamdulillah. Itu termasuk yang motong, yang packing kayak gitu. Cuman ya itu tadi enggak di satu ee tempat yang sama gitu. Di dua tempat? Iya, di dua tempat. Bahkan kan ada yang ngambil juga kan. Dia ngambil itu tadi itu dibawa ke rumahnya. Jadi mesinnya pakai mesin kecil. Kalau yang di apa yang tempat saya dan tempat ee karyawan saya itu pakai mesin-mesin besar. Hm. itu kamu rintis ee sejak sama mantan suami atau setelah itu atau gimana? Dulu sebelum. Jadi sebelum itu memang sudah ada konveksi istilahnya pada saat itu ee ini adalah bekal dari mama saya. Konveksi ini adalah bekal dari mama saya. Istilahnya orang Jawa itu noto anake. Oh i ya. Ya wis anakku iki tak toto ning heekne konveksian iki ben nyekel konveksian tapi yo ngurus dewe kayak gitu. Nah, terus ketika sama suami ya sudah akhirnya ini dijadikan satu. Cuman setelah berpisah ya untuk kepemilikan konveksi secara keseluruhan dua produk itu ya saya saya yang mengambil alih karena memang kan cikalbakalnya dari yang ditata oleh Ibu I tadi ya. Iya benar. Ada juga ee isu yang hari ini ibaratnya itu ee apa namanya itu cukup diba tapi sebenarnya saya enggak begitu enggak enggak begitu konsern dengan isu itu ya. Jadi kayak misal antara pewaris ataupun perintis karena di dua-duanya juga memiliki kesulitan yang berbeda gitu. Entah itu pewaris ataupun perintis. Memang perintis itu ya lebih sulit gitu ya. Tapi juga pewaris juga tidak kalah sulit juga gitu ya, karena banyak hal yang harus dipersiapin, banyak ekspektasi-ekspektasi yang harus dia pendam dan juga kemudian disesuaikan dengan ee dia sendiri outputnya dan sebagainya. Berarti kalau kategori ini itu ee kategori perintis pewaris begitu gitu ya antara dua-duanya gitu ya. Iya. Iya. Tapi kan kamu juga memulai sendiri begitu ya. Iya. Ada yang saya mulai sendiri ya. Contohnya itu tadi yang di Mimi terus sama saya juga sempat ngemc ya yang konveksi pun kayaknya juga kan kategori perintis juga di ada juga yang bilang kayak gini misal kayak ee devisi baru yang kemudian keuangan yang berbeda he ee itu juga kategorinya berintis ada juga statement seperti itu dan kalaupun toari juga enggak apa-apa juga gitu jadi mungkin juga ini juga bagi teman-teman yang kemudian memandang ini menjadi walah Jadi jangan oalah gitu loh, itu juga berat gitu. Iya, iya, iya. Berat saya itu makanya saya itu bisa dibilang dengan narasi itu perintis pewaris itu saya enggak suka, Mas. Apa ya? Itu tadi ketika menjalani, setiap ketika menjalani saya juga sharing melihat teman-teman yang kategori perintis atau pewaris. Baik itu maksudnya di usia saya ternyata di usia saya menjadi perintis iya. Terus di usia saya jadi pewaris juga ada. itu semuanya sama-sama punya punya challenge-nya masing-masing, punya ujiannya masing-masing. Dan ketika harus merasa lebih bangga menjadi perintis, mending perintis daripada pewaris. Pewaris sih yo mumet. Pewaris itu juga punya tanggung jawab besar. He. Apalagi yang saya rasakan saya itu ini yang membuat saya justru istilahnya nge-freze ya untuk mengambil langkah itu pertimbangannya terlalu banyak dan akhirnya mungkin berakhir dengan oke nanti dulu aja melanjutkan dulu apa yang sudah jalan untuk mengambil suatu keputusan yang di luar sistem yang sudah berjalan itu suatu hal yang tidak mudah gitu loh Mas. He. Apalagi ee di kondisi saya yang sekarang mungkin saya mikir sendiri istilahnya walaupun ada tim tapi untuk setiap keputusan itu kan juga melibatkan melibatkan hal-hal lain misalnya permodalan atau mungkin nanti bagaimana skema awalnya dari hulu ke hilirnya seperti apa itu kan saya masih oke ini ini juga butuh ee pemikiran yang tidak mudah gitu lah itu istilahnya menjadi pewaris itu yang tidak mudah Karena yang utama dibayangi sama ee ekspektasi dari orang tua. Sebenarnya orang tua saya itu ter tipe yang open mind, yang cukup terbuka membebaskan setiap keputusan dari anaknya. Mau mengambil apa ee mengambil keputusan seperti apa dalam menjalankan usaha atau sebagainya. Bahkan sebenarnya di us di usahanya mama saya itu yang konveksi Safa Jaya itu beliau itu juga mempersilakan misalnya saya memiliki inovasi apa nih untuk konveksi ini atau sistem apa itu beliau sangat membebaskan. Tapi ya itu tadi saya sendiri masih merasa saya belum cukup punya wewenang untuk itu atau apa nanti resikonya seperti apa, pertimbangan resiko dan sebagainya itu loh Mas yang saya butuh banyak belajar dan itu pressure sebagai pewaris tertekan ya. Iya tertekan sekali. Tapi untung ibu pengertian gitu ya. Iya alhamdulillah. Kalau timnya Ibu berapa orang? Kalau timnya Ibu banyak Mas. Ee jadi contoh mungkin saya bisa ngitungnya itu ketika kita ada agenda bareng-bareng kumpul atau mungkin jalan-jalan itu 150 ada kalau sama saya. Saya ngitungnya sama itu sama tim saya itu biasanya kan ikut juga seka
Resume
Categories