Transcript
f3knqVD-RxE • Bisnis yang Cuannya Gurih: Pandemi Banyak Usaha Ambruk, Ini Malah Cuan Besar!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0607_f3knqVD-RxE.txt
Kind: captions
Language: id
Memang tahun '98 itu kan ada istilah
waktu itu kan demo dememo ada keos
segala macam itu kan. Nah, di situ di
bidang kontraktor tentunya yang di
bidang ee saya jalan ini ya itu justru
malah saya mendapatkan banyak job karena
apa? Banyak orang mau berbisnis itu dia
indahkan dulu.
Nah, di situ ada sedikit kekurangan saya
memang. Tapi ini membuat pembelajaran
saya bahwa di SPK tadi ada klausul yang
harusnya saya mungkin sampaikan di situ
bahwa jika ada kenaikan harga yang
signifikan bisa dibicarakan kekeluargaan
atau seperti apa ini saya enggak ada
sama sekali tapi memang karena
tergantung klien kita juga yang tujuh
ini yang tiga memang dia toleran oke Mas
dihitung ulang lagilah sesuai harga yang
terbaru. Jadi 2006 memang ada Krismon
waktu itu.
Jadi peluang untuk di bidang konstraktor
ini gede banget. Karena kan setiap
perkembangan zaman, berjalannya waktu
yang saya sampaikan tadi, saya mengalami
dari 98 sampai sekarang itu proyek ada
terus, enggak pernah berhenti. Bayangkan
pemula mau mulai.
[Musik]
Oke, halo teman-teman semua. Perkenalkan
nama saya Yohanes Henki ya. Saya di sini
berkecimpung di bidang kontraktor sudah
mungkin 26 tahun. Artinya sekitaran
tahun '98 saya mulai aktif di kontraktor
ini. Waktu itu memang saya tanpa punya
modal sama sekali di bidang kontraktor.
Ini saya nol tanpa modal, tanpa
pengetahuan dari bidang kontraktor. Tapi
karena saya punya kesempatan dalam
artian saya itu banyak ide, saya kreatif
di sini lalu saya juga mengembangkan
ide-ide itu. Bahkan saya mencari peluang
banyak yang saya dapatkan
peluang-peluang dari tentunya di bidang
kontraktor ya. Jadi di bidang kontraktor
ini akhirnya saya mendapatkan suatu
kunci ternyata bagaimana membangun suatu
proyek ini bisa tanpa modal. Lalu saya
punya cara bagaimana proyek ini bisa
saya selesaikan dengan sesuai harapan.
Seperti itu kira-kira
saya itu memang waktu awal berbisnis ini
di Semarang karena memang saya asli dari
Semarang. Awal mula saya itu punya
perusahaan itu mungkin waktu itu saya e
main di pribadi ya, renovasi, bangun
rumah, lalu dekorasi-dekorasi saya ambil
semua itu. Jadi berkembangnya proyek
ini, berjalannya waktu saya buka
perusahaan. Waktu itu masih CV. Saya
sampai bikin itu ada beberapa CV waktu
itu. Tapi dengan adanya CV bukan berarti
saya berhenti di pribadi itu. Karena
apa? banyaknya project yang saya
dapatkan malah justru dari yang pribadi.
Jadi, CV ini hanya sebagai mungkin kalau
orang bilang ya hanya background saja.
Saya punya CV untuk pelengkap tapi tidak
saya fungsikan untuk projek-projek.
Malah banyak tawaran dari mungkin dari
pemerintahan tuh proyek-proyek
pemerintahan pemda sering saya
mendapatkan tapi saya enggak pegang
malah karena memang saya di sini lebih
fokus ke bangunan pribadi artinya
langsung ke owner, ke klien langsung
swasta seperti itu kira-kira. Jadi ee
memang CV malah ada tiga waktu itu.
Punya tiga. Yang pertama saya bikin
sendiri karena seperti ini ya namanya
bisnis kadang naik turun. Yang pertama.
Yang kedua mungkin adanya ee sedikit
istilahnya miss atau mungkin ada kondisi
yang dengan rekan kerja kita sendiri
kita ada benturan. Ini contoh saya waktu
itu bikin CV yang pertama kali namanya
Media Karya tahun 2000 persis itu sama
saudara saya. Dia alumni Undip dari
Undip. Beliau sukses ke Kalimantan
pegang pabrik di sana. Pabrik pupuk
Kaltim. Balik ke sini dia pengin bisnis,
saya ajak bikin CV itu. Tapi tidak
jalan. Justru malah karena saya sudah
dipercaya banyak link, banyak klien di
pribadi-pribadi malah saya banyak sekali
yang saya dapatkan dari proyek-proyek
pribadi malah. Seperti itu kira-kira.
Memang tahun '98 itu kan ada istilah
waktu itu kan demo-demo ada keos segala
macam itu kan. Nah, di situ di bidang
kontraktor tentunya yang di bidang ee
saya jalan ini ya itu justru malah saya
mendapatkan banyak job. Karena apa?
Banyak orang mau berbisnis itu dia
indahkan dulu. Artinya para pembisnis
dia indahkan dulu. Kalau mau bisnis lain
dia justru dia memperbaiki rumah mereka.
Jadi ada uang dia perbaiki rumah. Lalu
memang dia punya rencana mau bangunkan
rumah anaknya yang tadinya untuk
berbisnis malah okelah saya bangunkan
rumah anak saya dulu deh. Jadi memang di
situ saya mendapatkan banyak sekali
malah tawaran-tawaran dekorasi segala
macam. Jadi tahun '98 sampai tahun 2000
itu malah banjir job saya malah seperti
itu dan itu saya alami. Jadi memang
waktu itu entah kenapa ya memang
kebanyakan contoh aja seperti COVID
kemarin kita ngalami banyak sekali
mungkin perusahaan atau pembisnis lain
yang mungkin jatuh ya atau mungkin malah
gulung tikar bahkan. Tapi saya sebagai
kontraktor justru malah banyak sekali
job Mas di BSJ ini malah dapat tuju saya
benar itu di kondisi COVID malah mungkin
klien-klien saya ini kan aktivitas dia
kantor juga berhenti semua mungkin ya
dia membenahi rumahnya saya dapat
interior juga lalu renovasi bangun rumah
itu real makanya teman-teman saya
pembisnis lain itu tanya ke saya kok
kamu tetap aktif memang aktif bahkan
saya itu memfasilitasi tukang tukang
yang harusnya enggak boleh kerja di situ
kan karena kan di klaster tertentu itu
enggak boleh kerja, harus pakai masker
segala macam. Nah, itu ada jam-jam
tertentu. Kita juga bisa mengatasi hal
tersebut. Contohnya waktu itu kan WFH,
anak-anak juga enggak sekolah kan. Dia
sekolah di rumah lewat komputer ya. Di
situ dari jam .00 sampai jam 12.00 kita
enggak boleh kerja, ada suara. Saya
ingat sekali, tetapi dengan kondisi
COVID malah dapat banjir job. Bayangkan
artinya apa? di bidang kontraktor ini ya
saya alami justru yang kemarin
teman-teman COVID ini mengalami
penurunan bisnis saya malah mendapatkan
banyak job di situ dan itu real. Nah,
yang menarik kalau kita bahas modal kan
dari awal saya bilang saya tidak punya
modal sama sekali. Background saya orang
tua saya juga pegawai negeri walaupun
beliau ini juga insinyur sipil. Jadi
Bapak di dinas tata kota Semarang bagian
izin bangunan lah ya. Di situ saya
kuliah di arsitek Unika. Setelah saya
kuliah, saya lagi semester 1, 2, 3, itu
Bapak itu ngasih wejangan, "Le atau nak
kalau kamu hanya arsitek itu kan cuma
drafter gambar. Saya dituntun orang tua
saya untuk bagaimana saya itu bisa tahu
teknik membangun." Dari situ kuncinya
saya baru bisa tahu membangun. Saya
ngawasi, Mas. Bapak waktu itu kebetulan
Bapak saya itu dipercaya Pak Wali, Pak
Sekda, semua tuh rumahnya hampir
kebanyakan. Bapak Kepala PU juga dulu
Bapak yang bangun. Saya ngawasin semua
proyek-proyek Bapak. Saya dibayar. Jadi
tiap minggu. Artinya saya kuliah sambil
saya enggak ada kuliah saya ngawasin
nanti dibayar tiap minggu kayak tukang.
Itu dari situ saya pengalaman-pengalaman
saya berani buka sendiri. Jadi 98 itu
saya mulai tanpa modal sama sekali.
[Musik]
Kan saya itu punya prinsip seperti ini.
Contoh kita mau bangun atau klien kita
mau bangun selalu kan pertama dia minta
gambar dulu atau dia sudah punya gambar
lalu ada hitungan RAB. Artinya dengan
adanya permintaan tolong dia bikin RAB
beliau itu menakar danaku cukup enggak
sih untuk bangun rumah ini? Nah, di sini
saya punya prinsip bahwa setiap orang
mau bangun atau renovasi atau apapun itu
pasti sudah menyiapkan dana. Nah,
bagaimana dana ini pintar-pintarnya kita
aja untuk memberikan keyakinan atau
kepercayaan ke klien bahwa modal ya dari
klien karena memang yang dibangun rumah
klien juga. Dari situ kalau misalkan
kita mauembahas masalah bagaimana
caranya ya saya biasanya tuangkan di SPK
di situ sistem pembayarannya yang
pertama 5% lalu dan selanjutnya seperti
itu. Jadi ada sistemnya di situ di SPK.
Jadi kalau saya mau sedikit masalah
bahas teknisnya ya ini dari SPK tadi.
Jadi SPK perjanjiannya ke klien. Jadi
klien mau bangun ke kita nih gambar
sudah oke acc baru kita bikin RAB. RAB
di sini kita bikin sesuai standar. Lalu
kita kan di situ ada
keuntungan-keuntungan kita lah profit
kita. Setelah diac baru di situ akan ada
perjanjian atau mungkin draf
MOU SPK di situ lah. Di situ saya
tekankan di sistem pembayaran. Jadi
sistem pembayaran kita bisa bagaimana
caranya kita itu meyakinkan klien lah.
Kalau memang dari lahir memang lempeng
ya kayaknya ya. Jadi contohnya seperti
ini. Saya sekolah dulu memang Bapak itu
kan walaupun pegawai negeri semua orang
kan pengin anaknya maju. Okelah saya
orang biasa tapi anak saya pengin
sekolah yang mungkin favorit karena kan
kita beli lingkungan. Saya sekolah di
Semarang itu di semua di favorit. Di
SD-nya SD Santo Yusuf Semarang, Jalan
Pemuda. SMP-nya SMP Yohannes Semarang
itu di Sinuis dekatnya Don Bosco. Lalu
saya SMA-nya di Sedes. Lalu saya
kuliahnya di Unika di arsitek. Nah, dari
situ mungkin karena didikan yang ada
kedisiplinan di situ mungkin saya
jadinya bisa berkembang. Artinya tidak
semua orang memang bisa punya ide-ide
kreatif. Kalau saya memang ide ini saya
kembangkan. Contoh misalkan saya itu
dulu pernah bermain juga di advertising.
Saya pernah main ke IO juga dulu adanya
di Semarang ada namanya Mall Ciputra.
Itu dulu saya pernah sewa selasarnya
sama teman-teman waktu itu, waktu kuliah
itu saya sewa semua untuk tenen-tenen
dia ee sewakan lagi ke tenenten-tenen.
Jadi saya dulu selalu cari peluang.
Teman saya anaknya walikota dulu. Saya
dekatin sayaajak kerja sama, "Mas, ayo
mumpung papahmu di sini ada Dinas
Pariwisata, kita bisa sewa-sewa
billboard di jalan-jalan." Nah, kita
sewa yang protokol-protokol karena
memang e di situ kan kita sewa ke Pemkot
nih, lalu kita sewakan lagi ke
perusahaan seperti Jarum waktu itu. Dan
waktu itu memang di zaman saya kuliah
memang saya merasakan cari uang tuh
gampang banget gitu loh, Mas. Tapi saya
sendiri ya karena memang 2 minggu tuh
saya uang R juta tahun segitu itu
gampang banget masih kuliah saya bisa
beli mobil. Benar itu. Iya. Saya bayar
kuliah dewe. Saya itu dulu di Jakarta
ada RJ ya. di Semarang ada PRP, saya
enggak berhenti di situ, Mas. PRP saya
datangin IO-nya, saya ajak kerja sama.
Karena kan saya punya teman yang tadi
dia yang bagian perizinanya ya, saya
dekat-dekatin, saya ajak kerja sama
semua eh stan kita handle untuk
kontractingnya, untuk brandingnya. Jadi
dari branding zaman dulu malah ada
istilahnya ada motor Cina tahu, Mas ya.
Ada Hokkaido, Sanx segala macam tuh.
Dulu Semarang saya pegang semua itu dari
billboard, dari spanduk umbul-umbul
sampai brosur segala macam saya handle
semua. Jadi memang saya dulu di Semarang
itu ee sedikit banyak orang kalau yang
angkatan saya tahu. Dulu ada namanya
advertising namanya EDSA ad experting.
Kalau saya dulu pakainya Risang Pariwara
kalau pernah dengar itu dulu saya bareng
terus sama Risang Pariwara di Semarang
itu ee benar-benar banyak sekali yang
bisa saya kerjakan waktu itu. Jadi saya
memang berkembang. Ada teman linknya
Pegadean. Jadi semua Pegadean Jateng
dulu, Renet Jateng kita pegang, Unilever
kita juga pegang sampai ke Mirota kampus
Jogja. Saya ngadakan apa namanya dulu
Unilever itu kan kepalanya ini kan
manggil waktu itu. Lalu saya pakai PT
Risang Pariwara ini. Di sini ada kerjaan
branding pasar tradisional. Jadi di
Pantura semua pasar tradisional kita
branding. Jadi memang menarik waktu itu
ya, tetapi ada kisah dukanya juga sih.
2006 itu ada Krismon. Jadi kita
berjalannya waktu kita ada beberapa
proyek. Waktu itu saya ada tujuh proyek
di Semarang. Ada dua kos-kosan dekat
Undip Temarang. Waktu itu saya alami,
Mas. Saya jatuh. Kenapa? Sudah kontrak.
itu kontrak kos-kosan itu kos-kosan elit
juga. Satu ruangan ada kamar mandi dalam
semua. Jadi ada yang satu 30 32 kamar,
yang satu 36 kamar. Dua lantai semua di
Ngesrepur sama di Tembalang. Masih ada
sekarang barangnya di sana. Yang punya
itu kan ya orang terkemuka di Semarang
lah, papanya juga di Akmol Semarang.
Kita sudah tekan kontrak itu tidak bisa
ada perubahan sama sekali. saya
mengalami. Nah, di situ ada sedikit
kekurangan saya memang, tapi ini membuat
pembelajaran saya bahwa di SPK tadi ada
klausul yang harusnya saya mungkin
sampaikan di situ bahwa jika ada
kenaikan harga yang signifikan bisa
dibicarakan kekeluargaan atau seperti
apa ini saya enggak ada sama sekali tapi
memang karena tergantung klien kita juga
yang tujuh ini yang tiga memang dia
toleran. Oke, Mas. Dihitung ulang
lagilah sesuai harga yang terbaru. Jadi,
2006 memang ada Krismon waktu itu. Itu
bukan naik harga tapi ganti harga, Mas.
Artinya besi yang 10 waktu itu misalkan
harga Rp10.000 jadi Rp22.000. Itu betul.
Itu saya ngalami. Jadi benar-benar wah
ternyata keasikan ada yang kurang
ternyata. Dari situ saya akhirnya
membuat pembelajaran saya sendiri.
Tetapi saya enggak berhenti, Mas. Saya
selesaikan semua proyek. Bagaimana cara
saya? Saya jual rumah. Saya punya rumah
di Tembalang Pesona Asri Blok Somor 12
itu rumah saya dulu pinggir. Jadi rumah
itu view-nya ke Gunung Ungaran persis
bagus sekali. Saya harus jual saya dari
situ terus saya selesaikan semua
tugas-tugas saya. Jadi tanggung jawab
saya saya selesaikan karena kita sebagai
kontraktor kan mungkin ee kita juga
enggak akan merugikan orang lain toh.
Sudah selesai semua, setelah itu baru
saya coba hijrah ke Jakarta. Wah, itu
lumayan ya hampir 1 lebih ya. itu tahun
segitu loh, Mas. Karena memang waktu itu
ada project yang sudah 60%, 70%, ada
yang baru 50% 55 gitu. Jadi memang harus
benar-benar saya kan ee dari tujuh
proyek ini kan bagaimana saya harus
menyelesaikan itu karena kita punya
pertanggungjawaban. Jadi intinya sebagai
kontraktor banyak sekali teman-teman
kontraktor kalau seperti itu nanti dia
akan down langsung. Kalau saya enggak,
malah justru apa yang ada yang bisa saya
pertanggungjawabkan saya kelarin semua.
Malah justruah pengin lebih gila lagi.
Saya pengin coba lihat ee gelihat
kontraktor atau proyek di Jakarta tuh
seperti apa. Mungkin kalau orang bilang
entah ya apa ya punya percaya diri
memang gini, Mas. Saya ini pindah ke
Jakarta coba-coba ngelamar beberapa
perusahaan. Saya itu dipanggil di
Suryatoto divisi pembangunan gedung di
waktu itu di Tomang. Saya di Jakarta
belum tahu jalan. Wah, saya lewatin aja
lah. Saya enggak ambil beberapa PT di
Serpong. Saya waktu itu kan ikut kakak
saya di BSD. E ada tiga perusahaan saya
datangin. Salah satunya saya pegang
karena apa? Perusahaan ini memang ke
depan saya pasti akan bisa maju jadi
rekanan mereka. Saya masuk ke perusahaan
itu, salah satu perusahaan kontraktor,
dia anak perusahaan dari PT3 Berlian.
Nah, di sini saya kerja di situ sebagai
project manager. Saya dipercaya. Saya
membenahi proyek yang mangkrak mereka
pegang di timnya sebelumnya. Dia memang
cari lowongan itu sebagai project
manager. Saya masuk langsung itu. Begitu
saya dites 1 jam saya disuruh ngitung
pondasi kebutuhannya berapa, batu besi
kebutuhannya berapa. Saya langsung bikin
enggak ada setengah jam selesai. Saya
dipanggil naik diterima dengan gaji
sekian. Oke. Nah, di situ saya hanya
pengin tahu kerja proyekan Jakarta i
kayak apa gitu loh. Ceritanya seperti
itu. Baik. ikutin polanya. Lalu
kebetulan PT ini kerjaannya di developer
gede ya seperti Sumarekon, Paramon,
Sinarmas, Alam Sutra seperti itu. Nah,
salah satu kluster yang saya pegang
pertama kali saya pegang itu Lesbes
Serpong itu banyak sekali artis di situ.
Ada Bella Safira, Drter Boike, lalu Dr.
Lewi yang DAF yang produk-produk Daf
itu, lalu eh salah satunya Pak Antasari
Asar yang di situ juga. Dari situ saya
ngelink, Mas. Artinya di situ ada banyak
unit sih, tapi kita dapat 28 unit. Rumah
mewah semua di situ. Klasik saya pegang
handle, dipercaya si bos. Akhirnya dari
situ saya maju maju maju. Kan 2006 saya
selesai semua. 2007 saya ke Jakarta.
2008 akhir tuh saya mau resign karena
saya sudah dapat link dapat cara di
Jakarta ini seperti itu kira-kira sudah
dipercaya saya itu sudah dapat
projek-projeknya itu di luar yang
kluster ini. Saya keluar ditahan-tahan
kan kalau perlu mau ditambah gaji saya.
Tapi kan enggak mungkin ya waktu itu ee
tahun 2008 terakhir itu saya naik sampai
tiga kali karena memang digondeli terus,
Mas. Saya mau keluar tambahi lagi,
tambahi sampai tiga kali. Saya terakhir
itu sekitar saya itu dari angka 8,
sekian sampai ke hampir 15 tahun segitu.
Karena di BSD di Tangerang beda. Kalau
di Jakarta mungkin lebih gede. Ya, itu
hanya sebagai gambaran saya bagaimana
mencari pola cara orang di Jakarta itu
cari bisnis seperti apa. Itu aja sih
sebenarnya. Jadi untuk kunci saya untuk
start di sini, saya pengalamannya ya
dari situ dan sampai sekarang bisa
dipercaya banyak klien dari mulut ke
mulut.
Sebenarnya pola bisnis orang Jakarta sih
ee lebih berani mereka dari orang-orang
Jawa ya. Artinya ketemu memang harus
tepat waktu terus kejujuran dan disiplin
dia tuh lebih memutapakan seperti itu.
Makanya dengan kondisi itu yang saya
punya ya saya memang maksimalkan. Contoh
Pak Ingki ee ini saya punya teman nih
mau bangun daerah Sentul City harus
ketemu jam sekian hari ini. Saya tepat
waktu bahkan sebelum ketemu saya sudah
di situ. Itu satu. Itu yang kedua dengan
adanya portofolio karena memang saya
punya kunci Mas kan saya punya
portofolio yang di Semarang juga
pekerjaan-pekerjaan saya seperti ini.
Saya pernah ngerjakan ini, ini, ini,
gitu kan. Seperti itu kira-kira sampai
sekarang malah dipercaya
developer-developer juga sebagai
konsultan, konsultan bangun kluster
termasuk vila-vila di Bali itu juga
konsultan saya. Kalau saya adaptasinya
ya karena tadi dari saya melihat
manajemen projectnya PT yang saya ikutin
tadi karena kan mereka kan sudah lama
juga di Jakarta nih. E pola-pola itu
saya mungkin saya serap ya ilmu-ilmu
itu. Sampai sekarang pun sama yang punya
PT juga masih sering hubungan karena
memang kita istilahnya semua orang kan
pengin maju tidak saling jegal artinya
sama-sama maju penginnya kan semua
berkembang. Kira-kira seperti itu. Kalau
masalah perbedaan antara culturnya orang
mungkin Semarang, Jakarta memang beda.
Apalagi Jakarta ini kan komplek banyak
sekali. Ada orang yang mungkin dari
seberang yang sudah di sini lama, orang
Medan, orang mana ya? Itu memang banyak
dari situ karena saya mungkin banyak
ketemu orang berkecimpung di proyek ini
kan banyak kalangan bahkan yang dari
mungkin ee pejabat, artis, mungkin
orang-orang yang mungkin pengusaha juga
kita ee saling apa interaksi. Dari situ
saya tahu, oh ini harusnya saya seperti
ini. Bahkan saya bangun rumahnya
Kapolres juga udah dua kali. Saya zaman
di Semarang saya bangun rumahnya Kapoles
pernah Kapoles Sumba Timur. Pak Tetra
itu saya bangunkan rumahnya di
Sawunggaling Semarang dekat Undip juga
itu juga. Jadi jadi saya di Jakarta pun
yang dulu klien saya yang mungkin waktu
itu saya ada kisah duka itu manggil saya
pernah dia mau bangun lagi tetap saya
dipanggil. Bayangkan saya sudah lama di
Jakarta. saya dipanggil untuk bantu
beliau lagi. Artinya bisa menjaga teras
kepercayaan itu yang utama sih seperti
itu kira-kira itu yang saya jaga Mas
karena jual jasa kita harus jaga
kepercayaan lalu amanah sing penting
itu. Jadi memang artinya saya ini juga
mungkin kalau sama klien sabar sih
ngikuti pola mereka seperti apa, apa
yang dia inginkan. Karena kan kita
membangunkan rumah orang ini harus
sesuai apa yang dia harap. Kita ada
gambar nih. Tapi saya biasa bantu kasih
sentuhan seni biasanya. Ada kontraktor
yang mohon maaf nih banyak teman
kontraktor yang penting sesuai bestek,
sesuai gambar cepat selesai. Kalau saya
enggak. Saya ada variasinya yang punya.
Kadang saya ajak diskusi, "Pak, ini
kalau dari gambar kayaknya apa enggak
kaku, Pak? Saya punya contoh nih. Saya
pernah ngerjakan seperti ini di sini.
Bapak gimana?" Walaupun walaupun nih
misalkan nih harus ada tempelan lagi
untuk ee finishing-nya, tapi karena
mereka puas, oh iya, besok kepakai lagi
saya. Bahkan interior dikasih ke saya.
Kembali lagi di background saya ada
arsiteknya. Jadi sedikit ada seni di
situ. Kalau kontraktor khusus dari sipil
memang biasanya sesuai bestek gambar tok
wis sesuai gambar ini kelar udah kalau
saya enggak. Kadang ada arahan sedikit,
"Pak, bagaimana ini?" Karena kalau lihat
kaku loh, Pak, misalkan seperti itu.
Jadi mereka wah ini lebih enak ini lebih
enak diajak diskusi, lebih familiar
seperti itu. Kira-kira benefitnya
banyak. E kembali lagi kita kan lagi
buka construction hack, kita lagi bikin
construction hack ini komunitas sudah
mungkin lumayan banyaklah member atau
komunitas ini berbagai kalangan ada
pengusaha, ada developer, kontraktor
juga ada dari Surabaya ada tiga atau
empat itu banyak sekali kok. Lalu ada
juga yang dokter, dokter ada delapan.
Mereka kenapa tertarik? Karena memang
bisnis kontraktor ini menjanjikan. Iya.
Bayangkan saya dari 98 sampai sekarang
saya sudah umur mungkin setengah abad
ya, Mas ya. Sampai tua pun saya yakin
masih bisa pegang projek walaupun nanti
saya akan delegasikan ke mungkin kalau
anak saya memang anak saya kan ada dua.
Yang satu kuliah di Untarsitek saya
masukkan arsitek yang cewek di e UBM
Malam Sutra. Bisa anak saya kalau anak
saya memang enggak di bidangnya siapapun
itu saya punya perusahaan kan saya bisa
delegasikan. Jadi memang kontraktor ini
sampai tua pun kita bisa masih bisa
handle proyek. Jadi menarik sekali di
bidang kontraktor terwujud apa yang
diharapkan. Oke, Pak. Cukup begitu Mas e
selamat. Jadi memang saya bentuk
komunitas ini kan karena seperti saya
melihat teman-teman contohnya waktu
COVID ada teman saya tadinya maju banget
dia usaha perlengkapan bayi di online
segala macam sepi banget dia itu. Terus
dia ngeluh akhirnya kok dia ngelihat
saya kok aktif terus saya ajak ke
project wah dia pengin yang pertama dia
tertarik di bidang proyek kok ya
ternyata di kondisi Covid atau masih ada
pandemi kok proyek masih malah justru
berjalan terus bahkan ada
tawaran-tawaran terus. Nah, dari situ
saya akhirnya pengin berbagi. Dalam
artian apa? Setelah saya berbagi malah
Tuhan ngasih jalan juga. Saya ada
proyek-proyek lain. Satu komunitas ini
bagus sekali ya, Mas. Yang pertama ee
kita memberikan apa? Networking. Jadi
banyak kalangan di situ ada yang tadinya
mau bangun rumah dengan kontraktor yang
mungkin mereka sudah minta tolong dari
gambar RAB. Lalu di situ kontraktor itu
angkanya sekian. Dengan adanya
construction hack bisa menekan biaya.
Mereka tertarik di situ. Setelah dia
bisa membangun rumah sendiri, bisa juga
dapat gurih bisnisnya. dia bisa
membangunkan rumah orang lain. Artinya
dia bisa kontrakting. Jadi bisa usaha
kontraktor. Maksudnya dia bisa cari
proyek seperti misalkan kita tidak bisa
kontraktor, tidak bisa bangun rumah nih,
kita masuk ke komunitas construction
hack karena ada bimbingan saling berbagi
ilmu di situ. Apalagi kalau kita memang
memberikan bimbingan dari nol sampai dia
bisa jadi seorang kontraktor. Nah, dia
mau bangun rumah kita ajarin caranya,
step-stepnya. Nah, terus kita ada
manajemen project lah dari pengaturan
material SDM bahkan sampai ke waktu atau
timeline schedule waktu. Jadi di situ
kita namanya kasih ilmunya sampai dia
bisa bangun rumah dia sendiri dengan
yang tadinya mungkin RHB-nya angkanya
misalkan nih 10 ternyata kita kerjakan
sendiri bisa 6,5 bisa 7 dengan spek atau
spesifikasi yang sama. Dari situ ada
pengalaman dia bisa maju ee untuk apa
proyek-proyek yang lain. Jadi dapat
keuntungan.
Di sini menarik sekali. Sering saya
bahas di seminar kenapa saya ee pakai
construction hack. Jadi hack di sini kan
orang biasanya kan berhubungan hal yang
negatif. Saya di sini ngubah cara
pandangnya. Hack di sini saya bikin ke
hal yang positif. Contoh banyak orang di
luar seperti Mas tadi bilang bayangannya
itu kontraktor selalu kan orang kalangan
tertentu menengah ke atas punya modal
banyak kan gitu. Nah, saya menghilangkan
image itu. Yang kedua dari jurusan
tertentu biasanya kontraktor tuh teknik
sipil atau arsitek. kita pada dari
jurusan tertentu bisa jadi seorang
kontraktor. Nah, di situ saya memberikan
contoh, memberikan ilmunya bagaimana,
bagaimana caranya selama saya kuliah
sekian tahun, kita bisa dalam waktu ya
mungkin singkat ya, artinya tidak
tahunan kita bisa ee berkejebu di
kontraktor. Jadi ilmu itu sama
pengalaman harus kita imbangkan.
Kira-kira seperti itu. Jadi memang orang
lain bilang kalau kontraktor harus orang
tertentu, modalnya banyak. itu saya
makanya ngerubah cara pandangnya seperti
itu.
Ada jadi ee bukan enggak punya kerjaan,
tapi dia advertising tapi sepi terus.
Artinya kan enggak punya kerjaan juga.
Dia ikut di komunitas kita. Saya ajarin
ini ada sampean kan advertising di
bagian iklan. Saya bilang ini coba ada
portofolio. Kita kasih portofolio ada 12
unit bangunan saya kasih beliau untuk
dia iklankan. Di situ namanya Quantum
Construction. Dia pakai namanya itu bisa
dibuka di YouTube apa itu ya. Di situ 2
minggu dia iklan 11 telepon yang lima
ngajak ketemu. Yang 3 95 mau deal 2
minggu Mas. Tapi pertama kali ketemu
klien dia ngajak saya memang karena
pengin tahu bagaimana cara pertama kali
karena kan beliau nol nol dari mungkin
ya pengalaman enggak ada, dia belum
pernah ketemu harus bagaimana apalagi
teknis. Kalau jelasin kan enggak mungkin
dia ngajak saya dulu. Okelah di Bogor
beliau. Saya datang ke sana ketemu
kliennya ya wis kalau ketemu saya
kebanyakan nanti mudah-mudahan bisa
deal. Akhirnya dapat project. Ada lagi
yang marketing. Kalau saya cerita banyak
marketing yang marketing ee perumahan.
Saya sebagai konsultan developer di situ
ada marketingnya. Marketing dekat ke
saya sebagai konsultan. Pembangunan saya
semua dari infrastruktur sampai
penjualan marketing ini dekatin saya.
Pak Engki, saya ini kan ee marketing ini
kan sulit juga, Pak. Tapi saya sering,
Pak, ada info-info teman saudaranya mau
bangun rumah, renovasi, ya. Kalau kamu
mau silakan pegang aja nanti tak ajari.
Lalu di situ timbullah namanya
tukanginsinyur.id.
Itu kalau Mas anu buka di YouTube atau
di Facebook atau di Instagram ada
tukanginor. Itu pakai semua rekam jejak
kita juga atau pakai portofolio kita.
sampai sekarang tadinya saya kasih apa
enam ilmu sekarang dia sudah maju sampai
dapat vila-vila di Bogor di puncak itu
banyak sekali dia sekarang mengembang
dari situ saya ngelihat ya senang Mas
ikut senang gitu loh jadi artinya kalau
berbagi saya kira dari dulu sih saya
memang senangnya berbagi ya teman bahkan
waktu kuliah pun saya ngawasin kerjaan
Bapak teman-teman pengin karena kan
mereka ada anaknya dokter anaknya ini
itu. Jadi papahnya bukan di teknik. Saya
ajak mereka, "Yuk ngecek bangunan nih."
Tahu enggak namanya ee pondasi seperti
ini? Kalau di teori kan beda sama
praktik. Jadi banyak sekali pengalaman
dan ilmu yang saya dapat. Saya juga
bagikan ke teman-teman semua.
Itu Alexindo sama.
Jadi saya buka komunitas construction
ini memang murni. Artinya saya berbagi
ilmu itu murni. berbagi pengalaman,
berbagi ilmu, saya akan share semua
ilmu-ilmu itu kepada ee komunitas ini.
Jadi, Teman-teman semua siapapun itu
yang ee kita ada di komunitas ini,
jangan khawatir. Saya akan melakukan
pendampingan selama Tuhan masih
memberikan jalan di situ dari awal
sampai akhir. Banyak sekali mungkin
beranggapan, "Wah, Pak Ingki ini gimana
sih? Punya ilmu harusnya kan di bisa
dihandle sendiri, pegang sendiri. Karena
keuntungan kan buat kita sendiri."
Tetapi gini, kalau saya tuh punya
pemikiran seperti ini. Kalau kita
berbagi ilmu, berbagi pengalaman itu
tentunya yang namanya Tuhan ya pasti
enggak enggak sare ya dibilang pasti
kita akan mendapatkan kemudahan malah.
Dan di situ kita berbagi. Artinya apa?
Memang saya punya sifat seperti itu.
Jadi mungkin kalau teman-teman ada
pepikiran bahwa wah Pak Ini ini mosok
ilmu dibagi-bagi semua didetailkan.
Memang saya seperti itu. Kalau
teman-teman punya atau kenal sama teman
yang ada di komunitas kita itu memang
apa adanya saya sampaikan bahkan 24 jam
saya melayani mereka dari WA, dari WA
grup bahkan japri pribadi bahkan sampai
yang dari Surabaya pun datang tiga kali
hanya menemui saya itu saya temuin dari
pagi sampai sore. Benar itu karena
memang saya memang ee tujuannya memang
berbagi di situ. Artinya saya berbagi
itu saya enggak rugi. Itu aja sih
sebenarnya memang banyak sekali mungkin
orang beranggapan, "Wah, kalau saya sih
rugi ya berbagi ilmu ke karena kan satu
profesi." Artinya kan proyek yang
harusnya kita dapat malah dapat orang
lain kan seperti itu. Kalau saya enggak.
Saya dapat project dulu salah satu
direktur umumnya Nisin Biskuit di
Perumahan Duta Vila Duta Bukitmas
Banyumanik Semarang. Beliau itu ya
namanya klien kita masing-masing ya.
Beliau itu tanpa ada penawaran sama
sekali. Dari sisi saya nyaman, saya
ngalami hal yang mungkin happy banget
ya. Satu, tidak pernah nawar sama
sekali. Termin itu tidak kita tanyakan,
dia selalu malah menanyakan duluan.
Jadi, banyak faktor yang membuat saya
happy di proyek ini bukan hanya karena
cuan ya. Kalau tidak ditawar tentunya
cuannya akan tinggi pasti. Kalau kita
negosiasi ditawar kan pasti nilainya kan
berkurang dari apa yang harapan kita.
Contoh misalkan kita pengajuan 1 M
ditawar jadi 950 berarti kan ada
pengurangan. Tapi kalau ini tanpa
ditawar artinya kan kita mendapatkan
cuan yang sesuai kita harapkan. Tetapi
jangan salah ya teman-teman ya. Di sini
kalau kita sudah dipercaya ya, kita
harus benar-benar memaksimalkan, kita
harus jaga kepercayaan itu. Jadi kalau
salah satu proyek ee saya tidak bisa
nyebutkan ya, hampir semua proyek saya
happy karena memang saya lakukan dengan
kejujuran, dengan amanah seperti itu.
Jadi, semua ee memang saya nikmati
proyek itu pasti ada kendala-kendala.
banyak sekali konsumen atau mungkin
klien kita yang sifat A1 2 3 ini kan
beda-beda. Nah, bagaimana cara kita bisa
ngemong dari sisi klien kita ke lapangan
dan lain-lain. Artinya semua kita bisa
kondisikan, Mas.
Jadi, peluang untuk di bidang
konstruktor ini gede banget. Karena kan
setiap perkembangan zaman, berjalannya
waktu yang saya sampaikan tadi, saya
mengalami dari 98 sampai sekarang itu
proyek ada terus, enggak pernah
berhenti. Bayangkan pemula mau mulai
yang pertama e 1 tahun kita anggap aja
kita dalam waktu kita punya tabel 1
tahun kita harus dapat proyek berapa?
Misalkan di bulan pertama kita belum
dapat, bulan kedua kita dapat satu.
Proyek ini harus selesai 6 bulan.
berjalannya 6 bulan karena kita punya
potensi, kita punya kepercayaan dan
orang akhirnya memandang kita. Kita
punya portofolio tentunya yang pemula
dari constructionnya kita kasih ilmunya
tadi. Dari situ 6 bulan kita berjalan, 3
bulannya itu kita sudah dapat proyek
masuk lagi. Jadi berkesinambungan terus
artinya apalagi yang pemula ini saya
senang sekali masih energik dia punya
banyak ide, banyak mencari peluang.
Kalau seperti saya mungkin kan sudah ya
ide ini ada tetapi kalah sama ide
anak-anak yang mungkin malah yang
baru-baru. Justru saya juga di
constructionnya juga ngomong ke
teman-teman, artinya kalau kamu mau
gabung harus jadi kontraktor yang
benar-benar amanah. Jangan sampai nanti
pakai portofolio kita nih. Ternyata di
luar mereka tidak sesuai yang menjadi
amanah kita. Jadi memang berjempung di
bidang kontraktor banyak sekali
kontraktor itu akan stuck atau dia tidak
dapat project misalkan. Nah, di sini
kenapa kita bisa eksis terus? Kita dapat
karena ya itu tadi kita jual jasa, jual
kepercayaan, kita harus amanah. Jujur
intinya ya hanya itu sebenarnya kita
memberikan pelayanan yang terbaik buat
klien kita. Bahkan contoh misalkan di
suatu project kita harus mengalami
kondisi yang tadinya harusnya untung R10
juta misalkan. Lebih baik kita untung R5
juta tapi klien kita puas daripada kita
untung R juta tapi habis itu kita enggak
kepakai lagi. Kalau saya prinsipnya
seperti itu. Karena sekali kita
melakukan kesalahan, kredibilitas kita
ya wis lalu kepercayaan kita luntur. Itu
bahkan ngelink ke yang lain. Contoh kita
bangun suatu rumah ee rumah ini
bermasalah, kita melakukan kesalahan.
Lalu kita ada proyek lain nih, kebetulan
yang punya sama-sama kenal.
Pak, punyakku seperti ini loh, Pak. Nah,
nanti terust kepercayaan kita berkurang.
Pasti ada aja. Bahkan ee terjadi teman
saya itu mungkin sampai ee di-cut sama
yang punya rumah, diberhentikan, dia
pakai kontraktor lain. Ya, seringki
terjadi memang banyak sekali ee kondisi
seperti itu. Nah, itu artinya belum
tentu kontraktornya juga yang
bermasalah. Ada tim teknis lapangannya
yang bermasalah juga bisa. Artinya semua
inti itu ya dari kontraktornya. Contoh
misalkan ee pekerjaan ini dikerjakan
sama mandor yang kurang profesional.
Nah, di situ kita melakukan kesalahan
lalu ada komplain komplain komplain
komplain komplain sampai kita tidak bisa
mem-manage dengan baik. Artinya ya kita
yang kena, yang kontraktor yang kena.
Walaupun ada kontraktor yang benar-benar
jujur, tapi karena lapangannya yang
tidak sesuai. Nah, makanya di sini di
construction hack dengan adanya
pengalaman saya yang sekian lama itu
meminimalisir ya terjadinya seperti itu.
Artinya kita harus amanah, jujur, kita
memberikan pelayanan yang terbaik dengan
cara-cara kita tadi. Jadi di
Construction juga kita itu memberikan
ilmu atau cara bagaimana implementasi di
lapangan. Contoh kita di kuliah itu kan
tidak mungkin kita bagaimana cara kita
mengatur tukang lapangan.
pelaksanaannya. Eh, kamu hari ini
mengerjakan ini sampai harus selesai
sekian lama, lalu timing waktunya, terus
bagaimana cara kita mengolah material di
lapangannya, takarannya seperti apa itu
di kuliah kita enggak mendapatkan, tapi
di lapangan kita mendapatkan. Nah, di
sini construction hack bisa memberikan
ee pembelajaran atau ilmu tersebut
langsung di lapangan. Jadi menarik
sekali di komunitas kita ini. Nah,
sedikit saya akan cerita profit ya
sebagai kontraktor. Kenapa banyak sekali
orang berkecipung di bidang kontraktor
ini. Tentu yang pertama kan profit.
Kalau profitnya enggak tinggi, enggak
mungkin mereka main di kontraktor. Nah,
di sini tinggal kita mem-manage-nya atau
manajemen projectnya seperti apa. Kalau
kita proyeknya benar-benar kita manage
dengan baik di proyek-proyek yang kita
jalankan yang harusnya kita bisa
mendapatkan untung 20 sampai 30% itu
benar-benar terealisasi.
Banyak sekali kontraktor, "Wah, ini 10%
aja sudah alhamdulillah, puji syukur
misalkan." Tetapi kalau kita 10% di main
di kontraktor, kalau saya sih bukan rugi
ya, tapi tidak cukup kalau saya. Karena
apa? Karena memang kalau kita main di
kontraktor siapapun itu saya yakin semua
kontraktor pasti mengalami hal yang
sama. Dan kontraktor itu memang cuannya
gede. Kalau enggak gede yang tadi lagi
kembali lagi tadi saya ngomong enggak
mungkin banyak orang main di kontraktor.
Pasti seperti itu. Makanya contoh saya
mendapatkan proyek nilai R miliar itu
bagaimana caranya kita mendapatkan
profit bisa sampai Rp300 juta? Saya
mengalami 250 sampai 270 juta itu karena
memang kita punya cara di sini. artinya
punya cara, kita ee punya strategi
tentunya dari manajemen tukang material,
bahkan manajemen waktunya kita
benar-benar handle dengan ee
sebaik-baiknya. Kira-kira seperti itu
sih.
Jadi, setiap orang itu kan punya
keinginan atau cita-cita membangun rumah
atau mungkin renovasi seperti itu. Jadi,
memang ee penting sekali kita untuk
mengetahui ilmunya, membangun. Artinya
ee dengan adanya komunitas ini kita bisa
berbagi ya untuk semuanya. Kita bisa
memberikan ilmu itu dari nol sampai
dasar ya sampai ee membangun rumah itu
bisa kita selesaikan dengan ee maksimal
dari ketepatan waktu, kualitas bangunan,
bahkan untuk anggaran biaya itu kita
bisa meminimalisir kalau kita membangun
rumah sendiri. Artinya setelah kita bisa
membangun rumah sendiri, kita puas
dengan pekerjaan kita sendiri, kita juga
bisa mungkin berkolaborasi atau mungkin
mengembangkan bisnis kita di bidang
kontraktor. Artinya kita bisa
membangunkan rumah klien kita. Jadi di
sini kita dapat benefit di situ.
Kira-kira seperti itu.
[Musik]
Oke, untuk teman-teman yang di pecah
telur kalau mau mengembangkan atau
belajar di bisnis kontraktor silakan
gabung di Construction Hack. Saya akan
memberikan ilmu dari nol sampai sukses
menjadi kontraktor yang menjadi
idam-idaman teman-teman semua. Jangan
sampai teman-teman salah dalam ee
melakukan pembangunan atau berbisnis di
bidang kontraktor. Di sini kita akan
memberikan pelayanan yang terbaik dengan
komunitas yang ada ini. Teman-teman
semua akan ee kita berikan ilmu, berikan
pengalaman dari nol sampai menjadi
kontraktor yang handal. Kalau
teman-teman yang mau belajar di bidang
kontraktor, yang mau bangun rumah bisa
cek link di bawah. Saya ada webinar tiap
minggu. Teman-teman bisa join. Buat para
penonton pecah telur, gratis, tidak usah
bayar. Saya Yohanes Hengki. dari
komunitas Construction Hack. Terima
kasih buat teman-teman yang sudah
nonton.