Transcript
f3knqVD-RxE • Bisnis yang Cuannya Gurih: Pandemi Banyak Usaha Ambruk, Ini Malah Cuan Besar!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0607_f3knqVD-RxE.txt
Kind: captions Language: id Memang tahun '98 itu kan ada istilah waktu itu kan demo dememo ada keos segala macam itu kan. Nah, di situ di bidang kontraktor tentunya yang di bidang ee saya jalan ini ya itu justru malah saya mendapatkan banyak job karena apa? Banyak orang mau berbisnis itu dia indahkan dulu. Nah, di situ ada sedikit kekurangan saya memang. Tapi ini membuat pembelajaran saya bahwa di SPK tadi ada klausul yang harusnya saya mungkin sampaikan di situ bahwa jika ada kenaikan harga yang signifikan bisa dibicarakan kekeluargaan atau seperti apa ini saya enggak ada sama sekali tapi memang karena tergantung klien kita juga yang tujuh ini yang tiga memang dia toleran oke Mas dihitung ulang lagilah sesuai harga yang terbaru. Jadi 2006 memang ada Krismon waktu itu. Jadi peluang untuk di bidang konstraktor ini gede banget. Karena kan setiap perkembangan zaman, berjalannya waktu yang saya sampaikan tadi, saya mengalami dari 98 sampai sekarang itu proyek ada terus, enggak pernah berhenti. Bayangkan pemula mau mulai. [Musik] Oke, halo teman-teman semua. Perkenalkan nama saya Yohanes Henki ya. Saya di sini berkecimpung di bidang kontraktor sudah mungkin 26 tahun. Artinya sekitaran tahun '98 saya mulai aktif di kontraktor ini. Waktu itu memang saya tanpa punya modal sama sekali di bidang kontraktor. Ini saya nol tanpa modal, tanpa pengetahuan dari bidang kontraktor. Tapi karena saya punya kesempatan dalam artian saya itu banyak ide, saya kreatif di sini lalu saya juga mengembangkan ide-ide itu. Bahkan saya mencari peluang banyak yang saya dapatkan peluang-peluang dari tentunya di bidang kontraktor ya. Jadi di bidang kontraktor ini akhirnya saya mendapatkan suatu kunci ternyata bagaimana membangun suatu proyek ini bisa tanpa modal. Lalu saya punya cara bagaimana proyek ini bisa saya selesaikan dengan sesuai harapan. Seperti itu kira-kira saya itu memang waktu awal berbisnis ini di Semarang karena memang saya asli dari Semarang. Awal mula saya itu punya perusahaan itu mungkin waktu itu saya e main di pribadi ya, renovasi, bangun rumah, lalu dekorasi-dekorasi saya ambil semua itu. Jadi berkembangnya proyek ini, berjalannya waktu saya buka perusahaan. Waktu itu masih CV. Saya sampai bikin itu ada beberapa CV waktu itu. Tapi dengan adanya CV bukan berarti saya berhenti di pribadi itu. Karena apa? banyaknya project yang saya dapatkan malah justru dari yang pribadi. Jadi, CV ini hanya sebagai mungkin kalau orang bilang ya hanya background saja. Saya punya CV untuk pelengkap tapi tidak saya fungsikan untuk projek-projek. Malah banyak tawaran dari mungkin dari pemerintahan tuh proyek-proyek pemerintahan pemda sering saya mendapatkan tapi saya enggak pegang malah karena memang saya di sini lebih fokus ke bangunan pribadi artinya langsung ke owner, ke klien langsung swasta seperti itu kira-kira. Jadi ee memang CV malah ada tiga waktu itu. Punya tiga. Yang pertama saya bikin sendiri karena seperti ini ya namanya bisnis kadang naik turun. Yang pertama. Yang kedua mungkin adanya ee sedikit istilahnya miss atau mungkin ada kondisi yang dengan rekan kerja kita sendiri kita ada benturan. Ini contoh saya waktu itu bikin CV yang pertama kali namanya Media Karya tahun 2000 persis itu sama saudara saya. Dia alumni Undip dari Undip. Beliau sukses ke Kalimantan pegang pabrik di sana. Pabrik pupuk Kaltim. Balik ke sini dia pengin bisnis, saya ajak bikin CV itu. Tapi tidak jalan. Justru malah karena saya sudah dipercaya banyak link, banyak klien di pribadi-pribadi malah saya banyak sekali yang saya dapatkan dari proyek-proyek pribadi malah. Seperti itu kira-kira. Memang tahun '98 itu kan ada istilah waktu itu kan demo-demo ada keos segala macam itu kan. Nah, di situ di bidang kontraktor tentunya yang di bidang ee saya jalan ini ya itu justru malah saya mendapatkan banyak job. Karena apa? Banyak orang mau berbisnis itu dia indahkan dulu. Artinya para pembisnis dia indahkan dulu. Kalau mau bisnis lain dia justru dia memperbaiki rumah mereka. Jadi ada uang dia perbaiki rumah. Lalu memang dia punya rencana mau bangunkan rumah anaknya yang tadinya untuk berbisnis malah okelah saya bangunkan rumah anak saya dulu deh. Jadi memang di situ saya mendapatkan banyak sekali malah tawaran-tawaran dekorasi segala macam. Jadi tahun '98 sampai tahun 2000 itu malah banjir job saya malah seperti itu dan itu saya alami. Jadi memang waktu itu entah kenapa ya memang kebanyakan contoh aja seperti COVID kemarin kita ngalami banyak sekali mungkin perusahaan atau pembisnis lain yang mungkin jatuh ya atau mungkin malah gulung tikar bahkan. Tapi saya sebagai kontraktor justru malah banyak sekali job Mas di BSJ ini malah dapat tuju saya benar itu di kondisi COVID malah mungkin klien-klien saya ini kan aktivitas dia kantor juga berhenti semua mungkin ya dia membenahi rumahnya saya dapat interior juga lalu renovasi bangun rumah itu real makanya teman-teman saya pembisnis lain itu tanya ke saya kok kamu tetap aktif memang aktif bahkan saya itu memfasilitasi tukang tukang yang harusnya enggak boleh kerja di situ kan karena kan di klaster tertentu itu enggak boleh kerja, harus pakai masker segala macam. Nah, itu ada jam-jam tertentu. Kita juga bisa mengatasi hal tersebut. Contohnya waktu itu kan WFH, anak-anak juga enggak sekolah kan. Dia sekolah di rumah lewat komputer ya. Di situ dari jam .00 sampai jam 12.00 kita enggak boleh kerja, ada suara. Saya ingat sekali, tetapi dengan kondisi COVID malah dapat banjir job. Bayangkan artinya apa? di bidang kontraktor ini ya saya alami justru yang kemarin teman-teman COVID ini mengalami penurunan bisnis saya malah mendapatkan banyak job di situ dan itu real. Nah, yang menarik kalau kita bahas modal kan dari awal saya bilang saya tidak punya modal sama sekali. Background saya orang tua saya juga pegawai negeri walaupun beliau ini juga insinyur sipil. Jadi Bapak di dinas tata kota Semarang bagian izin bangunan lah ya. Di situ saya kuliah di arsitek Unika. Setelah saya kuliah, saya lagi semester 1, 2, 3, itu Bapak itu ngasih wejangan, "Le atau nak kalau kamu hanya arsitek itu kan cuma drafter gambar. Saya dituntun orang tua saya untuk bagaimana saya itu bisa tahu teknik membangun." Dari situ kuncinya saya baru bisa tahu membangun. Saya ngawasi, Mas. Bapak waktu itu kebetulan Bapak saya itu dipercaya Pak Wali, Pak Sekda, semua tuh rumahnya hampir kebanyakan. Bapak Kepala PU juga dulu Bapak yang bangun. Saya ngawasin semua proyek-proyek Bapak. Saya dibayar. Jadi tiap minggu. Artinya saya kuliah sambil saya enggak ada kuliah saya ngawasin nanti dibayar tiap minggu kayak tukang. Itu dari situ saya pengalaman-pengalaman saya berani buka sendiri. Jadi 98 itu saya mulai tanpa modal sama sekali. [Musik] Kan saya itu punya prinsip seperti ini. Contoh kita mau bangun atau klien kita mau bangun selalu kan pertama dia minta gambar dulu atau dia sudah punya gambar lalu ada hitungan RAB. Artinya dengan adanya permintaan tolong dia bikin RAB beliau itu menakar danaku cukup enggak sih untuk bangun rumah ini? Nah, di sini saya punya prinsip bahwa setiap orang mau bangun atau renovasi atau apapun itu pasti sudah menyiapkan dana. Nah, bagaimana dana ini pintar-pintarnya kita aja untuk memberikan keyakinan atau kepercayaan ke klien bahwa modal ya dari klien karena memang yang dibangun rumah klien juga. Dari situ kalau misalkan kita mauembahas masalah bagaimana caranya ya saya biasanya tuangkan di SPK di situ sistem pembayarannya yang pertama 5% lalu dan selanjutnya seperti itu. Jadi ada sistemnya di situ di SPK. Jadi kalau saya mau sedikit masalah bahas teknisnya ya ini dari SPK tadi. Jadi SPK perjanjiannya ke klien. Jadi klien mau bangun ke kita nih gambar sudah oke acc baru kita bikin RAB. RAB di sini kita bikin sesuai standar. Lalu kita kan di situ ada keuntungan-keuntungan kita lah profit kita. Setelah diac baru di situ akan ada perjanjian atau mungkin draf MOU SPK di situ lah. Di situ saya tekankan di sistem pembayaran. Jadi sistem pembayaran kita bisa bagaimana caranya kita itu meyakinkan klien lah. Kalau memang dari lahir memang lempeng ya kayaknya ya. Jadi contohnya seperti ini. Saya sekolah dulu memang Bapak itu kan walaupun pegawai negeri semua orang kan pengin anaknya maju. Okelah saya orang biasa tapi anak saya pengin sekolah yang mungkin favorit karena kan kita beli lingkungan. Saya sekolah di Semarang itu di semua di favorit. Di SD-nya SD Santo Yusuf Semarang, Jalan Pemuda. SMP-nya SMP Yohannes Semarang itu di Sinuis dekatnya Don Bosco. Lalu saya SMA-nya di Sedes. Lalu saya kuliahnya di Unika di arsitek. Nah, dari situ mungkin karena didikan yang ada kedisiplinan di situ mungkin saya jadinya bisa berkembang. Artinya tidak semua orang memang bisa punya ide-ide kreatif. Kalau saya memang ide ini saya kembangkan. Contoh misalkan saya itu dulu pernah bermain juga di advertising. Saya pernah main ke IO juga dulu adanya di Semarang ada namanya Mall Ciputra. Itu dulu saya pernah sewa selasarnya sama teman-teman waktu itu, waktu kuliah itu saya sewa semua untuk tenen-tenen dia ee sewakan lagi ke tenenten-tenen. Jadi saya dulu selalu cari peluang. Teman saya anaknya walikota dulu. Saya dekatin sayaajak kerja sama, "Mas, ayo mumpung papahmu di sini ada Dinas Pariwisata, kita bisa sewa-sewa billboard di jalan-jalan." Nah, kita sewa yang protokol-protokol karena memang e di situ kan kita sewa ke Pemkot nih, lalu kita sewakan lagi ke perusahaan seperti Jarum waktu itu. Dan waktu itu memang di zaman saya kuliah memang saya merasakan cari uang tuh gampang banget gitu loh, Mas. Tapi saya sendiri ya karena memang 2 minggu tuh saya uang R juta tahun segitu itu gampang banget masih kuliah saya bisa beli mobil. Benar itu. Iya. Saya bayar kuliah dewe. Saya itu dulu di Jakarta ada RJ ya. di Semarang ada PRP, saya enggak berhenti di situ, Mas. PRP saya datangin IO-nya, saya ajak kerja sama. Karena kan saya punya teman yang tadi dia yang bagian perizinanya ya, saya dekat-dekatin, saya ajak kerja sama semua eh stan kita handle untuk kontractingnya, untuk brandingnya. Jadi dari branding zaman dulu malah ada istilahnya ada motor Cina tahu, Mas ya. Ada Hokkaido, Sanx segala macam tuh. Dulu Semarang saya pegang semua itu dari billboard, dari spanduk umbul-umbul sampai brosur segala macam saya handle semua. Jadi memang saya dulu di Semarang itu ee sedikit banyak orang kalau yang angkatan saya tahu. Dulu ada namanya advertising namanya EDSA ad experting. Kalau saya dulu pakainya Risang Pariwara kalau pernah dengar itu dulu saya bareng terus sama Risang Pariwara di Semarang itu ee benar-benar banyak sekali yang bisa saya kerjakan waktu itu. Jadi saya memang berkembang. Ada teman linknya Pegadean. Jadi semua Pegadean Jateng dulu, Renet Jateng kita pegang, Unilever kita juga pegang sampai ke Mirota kampus Jogja. Saya ngadakan apa namanya dulu Unilever itu kan kepalanya ini kan manggil waktu itu. Lalu saya pakai PT Risang Pariwara ini. Di sini ada kerjaan branding pasar tradisional. Jadi di Pantura semua pasar tradisional kita branding. Jadi memang menarik waktu itu ya, tetapi ada kisah dukanya juga sih. 2006 itu ada Krismon. Jadi kita berjalannya waktu kita ada beberapa proyek. Waktu itu saya ada tujuh proyek di Semarang. Ada dua kos-kosan dekat Undip Temarang. Waktu itu saya alami, Mas. Saya jatuh. Kenapa? Sudah kontrak. itu kontrak kos-kosan itu kos-kosan elit juga. Satu ruangan ada kamar mandi dalam semua. Jadi ada yang satu 30 32 kamar, yang satu 36 kamar. Dua lantai semua di Ngesrepur sama di Tembalang. Masih ada sekarang barangnya di sana. Yang punya itu kan ya orang terkemuka di Semarang lah, papanya juga di Akmol Semarang. Kita sudah tekan kontrak itu tidak bisa ada perubahan sama sekali. saya mengalami. Nah, di situ ada sedikit kekurangan saya memang, tapi ini membuat pembelajaran saya bahwa di SPK tadi ada klausul yang harusnya saya mungkin sampaikan di situ bahwa jika ada kenaikan harga yang signifikan bisa dibicarakan kekeluargaan atau seperti apa ini saya enggak ada sama sekali tapi memang karena tergantung klien kita juga yang tujuh ini yang tiga memang dia toleran. Oke, Mas. Dihitung ulang lagilah sesuai harga yang terbaru. Jadi, 2006 memang ada Krismon waktu itu. Itu bukan naik harga tapi ganti harga, Mas. Artinya besi yang 10 waktu itu misalkan harga Rp10.000 jadi Rp22.000. Itu betul. Itu saya ngalami. Jadi benar-benar wah ternyata keasikan ada yang kurang ternyata. Dari situ saya akhirnya membuat pembelajaran saya sendiri. Tetapi saya enggak berhenti, Mas. Saya selesaikan semua proyek. Bagaimana cara saya? Saya jual rumah. Saya punya rumah di Tembalang Pesona Asri Blok Somor 12 itu rumah saya dulu pinggir. Jadi rumah itu view-nya ke Gunung Ungaran persis bagus sekali. Saya harus jual saya dari situ terus saya selesaikan semua tugas-tugas saya. Jadi tanggung jawab saya saya selesaikan karena kita sebagai kontraktor kan mungkin ee kita juga enggak akan merugikan orang lain toh. Sudah selesai semua, setelah itu baru saya coba hijrah ke Jakarta. Wah, itu lumayan ya hampir 1 lebih ya. itu tahun segitu loh, Mas. Karena memang waktu itu ada project yang sudah 60%, 70%, ada yang baru 50% 55 gitu. Jadi memang harus benar-benar saya kan ee dari tujuh proyek ini kan bagaimana saya harus menyelesaikan itu karena kita punya pertanggungjawaban. Jadi intinya sebagai kontraktor banyak sekali teman-teman kontraktor kalau seperti itu nanti dia akan down langsung. Kalau saya enggak, malah justru apa yang ada yang bisa saya pertanggungjawabkan saya kelarin semua. Malah justruah pengin lebih gila lagi. Saya pengin coba lihat ee gelihat kontraktor atau proyek di Jakarta tuh seperti apa. Mungkin kalau orang bilang entah ya apa ya punya percaya diri memang gini, Mas. Saya ini pindah ke Jakarta coba-coba ngelamar beberapa perusahaan. Saya itu dipanggil di Suryatoto divisi pembangunan gedung di waktu itu di Tomang. Saya di Jakarta belum tahu jalan. Wah, saya lewatin aja lah. Saya enggak ambil beberapa PT di Serpong. Saya waktu itu kan ikut kakak saya di BSD. E ada tiga perusahaan saya datangin. Salah satunya saya pegang karena apa? Perusahaan ini memang ke depan saya pasti akan bisa maju jadi rekanan mereka. Saya masuk ke perusahaan itu, salah satu perusahaan kontraktor, dia anak perusahaan dari PT3 Berlian. Nah, di sini saya kerja di situ sebagai project manager. Saya dipercaya. Saya membenahi proyek yang mangkrak mereka pegang di timnya sebelumnya. Dia memang cari lowongan itu sebagai project manager. Saya masuk langsung itu. Begitu saya dites 1 jam saya disuruh ngitung pondasi kebutuhannya berapa, batu besi kebutuhannya berapa. Saya langsung bikin enggak ada setengah jam selesai. Saya dipanggil naik diterima dengan gaji sekian. Oke. Nah, di situ saya hanya pengin tahu kerja proyekan Jakarta i kayak apa gitu loh. Ceritanya seperti itu. Baik. ikutin polanya. Lalu kebetulan PT ini kerjaannya di developer gede ya seperti Sumarekon, Paramon, Sinarmas, Alam Sutra seperti itu. Nah, salah satu kluster yang saya pegang pertama kali saya pegang itu Lesbes Serpong itu banyak sekali artis di situ. Ada Bella Safira, Drter Boike, lalu Dr. Lewi yang DAF yang produk-produk Daf itu, lalu eh salah satunya Pak Antasari Asar yang di situ juga. Dari situ saya ngelink, Mas. Artinya di situ ada banyak unit sih, tapi kita dapat 28 unit. Rumah mewah semua di situ. Klasik saya pegang handle, dipercaya si bos. Akhirnya dari situ saya maju maju maju. Kan 2006 saya selesai semua. 2007 saya ke Jakarta. 2008 akhir tuh saya mau resign karena saya sudah dapat link dapat cara di Jakarta ini seperti itu kira-kira sudah dipercaya saya itu sudah dapat projek-projeknya itu di luar yang kluster ini. Saya keluar ditahan-tahan kan kalau perlu mau ditambah gaji saya. Tapi kan enggak mungkin ya waktu itu ee tahun 2008 terakhir itu saya naik sampai tiga kali karena memang digondeli terus, Mas. Saya mau keluar tambahi lagi, tambahi sampai tiga kali. Saya terakhir itu sekitar saya itu dari angka 8, sekian sampai ke hampir 15 tahun segitu. Karena di BSD di Tangerang beda. Kalau di Jakarta mungkin lebih gede. Ya, itu hanya sebagai gambaran saya bagaimana mencari pola cara orang di Jakarta itu cari bisnis seperti apa. Itu aja sih sebenarnya. Jadi untuk kunci saya untuk start di sini, saya pengalamannya ya dari situ dan sampai sekarang bisa dipercaya banyak klien dari mulut ke mulut. Sebenarnya pola bisnis orang Jakarta sih ee lebih berani mereka dari orang-orang Jawa ya. Artinya ketemu memang harus tepat waktu terus kejujuran dan disiplin dia tuh lebih memutapakan seperti itu. Makanya dengan kondisi itu yang saya punya ya saya memang maksimalkan. Contoh Pak Ingki ee ini saya punya teman nih mau bangun daerah Sentul City harus ketemu jam sekian hari ini. Saya tepat waktu bahkan sebelum ketemu saya sudah di situ. Itu satu. Itu yang kedua dengan adanya portofolio karena memang saya punya kunci Mas kan saya punya portofolio yang di Semarang juga pekerjaan-pekerjaan saya seperti ini. Saya pernah ngerjakan ini, ini, ini, gitu kan. Seperti itu kira-kira sampai sekarang malah dipercaya developer-developer juga sebagai konsultan, konsultan bangun kluster termasuk vila-vila di Bali itu juga konsultan saya. Kalau saya adaptasinya ya karena tadi dari saya melihat manajemen projectnya PT yang saya ikutin tadi karena kan mereka kan sudah lama juga di Jakarta nih. E pola-pola itu saya mungkin saya serap ya ilmu-ilmu itu. Sampai sekarang pun sama yang punya PT juga masih sering hubungan karena memang kita istilahnya semua orang kan pengin maju tidak saling jegal artinya sama-sama maju penginnya kan semua berkembang. Kira-kira seperti itu. Kalau masalah perbedaan antara culturnya orang mungkin Semarang, Jakarta memang beda. Apalagi Jakarta ini kan komplek banyak sekali. Ada orang yang mungkin dari seberang yang sudah di sini lama, orang Medan, orang mana ya? Itu memang banyak dari situ karena saya mungkin banyak ketemu orang berkecimpung di proyek ini kan banyak kalangan bahkan yang dari mungkin ee pejabat, artis, mungkin orang-orang yang mungkin pengusaha juga kita ee saling apa interaksi. Dari situ saya tahu, oh ini harusnya saya seperti ini. Bahkan saya bangun rumahnya Kapolres juga udah dua kali. Saya zaman di Semarang saya bangun rumahnya Kapoles pernah Kapoles Sumba Timur. Pak Tetra itu saya bangunkan rumahnya di Sawunggaling Semarang dekat Undip juga itu juga. Jadi jadi saya di Jakarta pun yang dulu klien saya yang mungkin waktu itu saya ada kisah duka itu manggil saya pernah dia mau bangun lagi tetap saya dipanggil. Bayangkan saya sudah lama di Jakarta. saya dipanggil untuk bantu beliau lagi. Artinya bisa menjaga teras kepercayaan itu yang utama sih seperti itu kira-kira itu yang saya jaga Mas karena jual jasa kita harus jaga kepercayaan lalu amanah sing penting itu. Jadi memang artinya saya ini juga mungkin kalau sama klien sabar sih ngikuti pola mereka seperti apa, apa yang dia inginkan. Karena kan kita membangunkan rumah orang ini harus sesuai apa yang dia harap. Kita ada gambar nih. Tapi saya biasa bantu kasih sentuhan seni biasanya. Ada kontraktor yang mohon maaf nih banyak teman kontraktor yang penting sesuai bestek, sesuai gambar cepat selesai. Kalau saya enggak. Saya ada variasinya yang punya. Kadang saya ajak diskusi, "Pak, ini kalau dari gambar kayaknya apa enggak kaku, Pak? Saya punya contoh nih. Saya pernah ngerjakan seperti ini di sini. Bapak gimana?" Walaupun walaupun nih misalkan nih harus ada tempelan lagi untuk ee finishing-nya, tapi karena mereka puas, oh iya, besok kepakai lagi saya. Bahkan interior dikasih ke saya. Kembali lagi di background saya ada arsiteknya. Jadi sedikit ada seni di situ. Kalau kontraktor khusus dari sipil memang biasanya sesuai bestek gambar tok wis sesuai gambar ini kelar udah kalau saya enggak. Kadang ada arahan sedikit, "Pak, bagaimana ini?" Karena kalau lihat kaku loh, Pak, misalkan seperti itu. Jadi mereka wah ini lebih enak ini lebih enak diajak diskusi, lebih familiar seperti itu. Kira-kira benefitnya banyak. E kembali lagi kita kan lagi buka construction hack, kita lagi bikin construction hack ini komunitas sudah mungkin lumayan banyaklah member atau komunitas ini berbagai kalangan ada pengusaha, ada developer, kontraktor juga ada dari Surabaya ada tiga atau empat itu banyak sekali kok. Lalu ada juga yang dokter, dokter ada delapan. Mereka kenapa tertarik? Karena memang bisnis kontraktor ini menjanjikan. Iya. Bayangkan saya dari 98 sampai sekarang saya sudah umur mungkin setengah abad ya, Mas ya. Sampai tua pun saya yakin masih bisa pegang projek walaupun nanti saya akan delegasikan ke mungkin kalau anak saya memang anak saya kan ada dua. Yang satu kuliah di Untarsitek saya masukkan arsitek yang cewek di e UBM Malam Sutra. Bisa anak saya kalau anak saya memang enggak di bidangnya siapapun itu saya punya perusahaan kan saya bisa delegasikan. Jadi memang kontraktor ini sampai tua pun kita bisa masih bisa handle proyek. Jadi menarik sekali di bidang kontraktor terwujud apa yang diharapkan. Oke, Pak. Cukup begitu Mas e selamat. Jadi memang saya bentuk komunitas ini kan karena seperti saya melihat teman-teman contohnya waktu COVID ada teman saya tadinya maju banget dia usaha perlengkapan bayi di online segala macam sepi banget dia itu. Terus dia ngeluh akhirnya kok dia ngelihat saya kok aktif terus saya ajak ke project wah dia pengin yang pertama dia tertarik di bidang proyek kok ya ternyata di kondisi Covid atau masih ada pandemi kok proyek masih malah justru berjalan terus bahkan ada tawaran-tawaran terus. Nah, dari situ saya akhirnya pengin berbagi. Dalam artian apa? Setelah saya berbagi malah Tuhan ngasih jalan juga. Saya ada proyek-proyek lain. Satu komunitas ini bagus sekali ya, Mas. Yang pertama ee kita memberikan apa? Networking. Jadi banyak kalangan di situ ada yang tadinya mau bangun rumah dengan kontraktor yang mungkin mereka sudah minta tolong dari gambar RAB. Lalu di situ kontraktor itu angkanya sekian. Dengan adanya construction hack bisa menekan biaya. Mereka tertarik di situ. Setelah dia bisa membangun rumah sendiri, bisa juga dapat gurih bisnisnya. dia bisa membangunkan rumah orang lain. Artinya dia bisa kontrakting. Jadi bisa usaha kontraktor. Maksudnya dia bisa cari proyek seperti misalkan kita tidak bisa kontraktor, tidak bisa bangun rumah nih, kita masuk ke komunitas construction hack karena ada bimbingan saling berbagi ilmu di situ. Apalagi kalau kita memang memberikan bimbingan dari nol sampai dia bisa jadi seorang kontraktor. Nah, dia mau bangun rumah kita ajarin caranya, step-stepnya. Nah, terus kita ada manajemen project lah dari pengaturan material SDM bahkan sampai ke waktu atau timeline schedule waktu. Jadi di situ kita namanya kasih ilmunya sampai dia bisa bangun rumah dia sendiri dengan yang tadinya mungkin RHB-nya angkanya misalkan nih 10 ternyata kita kerjakan sendiri bisa 6,5 bisa 7 dengan spek atau spesifikasi yang sama. Dari situ ada pengalaman dia bisa maju ee untuk apa proyek-proyek yang lain. Jadi dapat keuntungan. Di sini menarik sekali. Sering saya bahas di seminar kenapa saya ee pakai construction hack. Jadi hack di sini kan orang biasanya kan berhubungan hal yang negatif. Saya di sini ngubah cara pandangnya. Hack di sini saya bikin ke hal yang positif. Contoh banyak orang di luar seperti Mas tadi bilang bayangannya itu kontraktor selalu kan orang kalangan tertentu menengah ke atas punya modal banyak kan gitu. Nah, saya menghilangkan image itu. Yang kedua dari jurusan tertentu biasanya kontraktor tuh teknik sipil atau arsitek. kita pada dari jurusan tertentu bisa jadi seorang kontraktor. Nah, di situ saya memberikan contoh, memberikan ilmunya bagaimana, bagaimana caranya selama saya kuliah sekian tahun, kita bisa dalam waktu ya mungkin singkat ya, artinya tidak tahunan kita bisa ee berkejebu di kontraktor. Jadi ilmu itu sama pengalaman harus kita imbangkan. Kira-kira seperti itu. Jadi memang orang lain bilang kalau kontraktor harus orang tertentu, modalnya banyak. itu saya makanya ngerubah cara pandangnya seperti itu. Ada jadi ee bukan enggak punya kerjaan, tapi dia advertising tapi sepi terus. Artinya kan enggak punya kerjaan juga. Dia ikut di komunitas kita. Saya ajarin ini ada sampean kan advertising di bagian iklan. Saya bilang ini coba ada portofolio. Kita kasih portofolio ada 12 unit bangunan saya kasih beliau untuk dia iklankan. Di situ namanya Quantum Construction. Dia pakai namanya itu bisa dibuka di YouTube apa itu ya. Di situ 2 minggu dia iklan 11 telepon yang lima ngajak ketemu. Yang 3 95 mau deal 2 minggu Mas. Tapi pertama kali ketemu klien dia ngajak saya memang karena pengin tahu bagaimana cara pertama kali karena kan beliau nol nol dari mungkin ya pengalaman enggak ada, dia belum pernah ketemu harus bagaimana apalagi teknis. Kalau jelasin kan enggak mungkin dia ngajak saya dulu. Okelah di Bogor beliau. Saya datang ke sana ketemu kliennya ya wis kalau ketemu saya kebanyakan nanti mudah-mudahan bisa deal. Akhirnya dapat project. Ada lagi yang marketing. Kalau saya cerita banyak marketing yang marketing ee perumahan. Saya sebagai konsultan developer di situ ada marketingnya. Marketing dekat ke saya sebagai konsultan. Pembangunan saya semua dari infrastruktur sampai penjualan marketing ini dekatin saya. Pak Engki, saya ini kan ee marketing ini kan sulit juga, Pak. Tapi saya sering, Pak, ada info-info teman saudaranya mau bangun rumah, renovasi, ya. Kalau kamu mau silakan pegang aja nanti tak ajari. Lalu di situ timbullah namanya tukanginsinyur.id. Itu kalau Mas anu buka di YouTube atau di Facebook atau di Instagram ada tukanginor. Itu pakai semua rekam jejak kita juga atau pakai portofolio kita. sampai sekarang tadinya saya kasih apa enam ilmu sekarang dia sudah maju sampai dapat vila-vila di Bogor di puncak itu banyak sekali dia sekarang mengembang dari situ saya ngelihat ya senang Mas ikut senang gitu loh jadi artinya kalau berbagi saya kira dari dulu sih saya memang senangnya berbagi ya teman bahkan waktu kuliah pun saya ngawasin kerjaan Bapak teman-teman pengin karena kan mereka ada anaknya dokter anaknya ini itu. Jadi papahnya bukan di teknik. Saya ajak mereka, "Yuk ngecek bangunan nih." Tahu enggak namanya ee pondasi seperti ini? Kalau di teori kan beda sama praktik. Jadi banyak sekali pengalaman dan ilmu yang saya dapat. Saya juga bagikan ke teman-teman semua. Itu Alexindo sama. Jadi saya buka komunitas construction ini memang murni. Artinya saya berbagi ilmu itu murni. berbagi pengalaman, berbagi ilmu, saya akan share semua ilmu-ilmu itu kepada ee komunitas ini. Jadi, Teman-teman semua siapapun itu yang ee kita ada di komunitas ini, jangan khawatir. Saya akan melakukan pendampingan selama Tuhan masih memberikan jalan di situ dari awal sampai akhir. Banyak sekali mungkin beranggapan, "Wah, Pak Ingki ini gimana sih? Punya ilmu harusnya kan di bisa dihandle sendiri, pegang sendiri. Karena keuntungan kan buat kita sendiri." Tetapi gini, kalau saya tuh punya pemikiran seperti ini. Kalau kita berbagi ilmu, berbagi pengalaman itu tentunya yang namanya Tuhan ya pasti enggak enggak sare ya dibilang pasti kita akan mendapatkan kemudahan malah. Dan di situ kita berbagi. Artinya apa? Memang saya punya sifat seperti itu. Jadi mungkin kalau teman-teman ada pepikiran bahwa wah Pak Ini ini mosok ilmu dibagi-bagi semua didetailkan. Memang saya seperti itu. Kalau teman-teman punya atau kenal sama teman yang ada di komunitas kita itu memang apa adanya saya sampaikan bahkan 24 jam saya melayani mereka dari WA, dari WA grup bahkan japri pribadi bahkan sampai yang dari Surabaya pun datang tiga kali hanya menemui saya itu saya temuin dari pagi sampai sore. Benar itu karena memang saya memang ee tujuannya memang berbagi di situ. Artinya saya berbagi itu saya enggak rugi. Itu aja sih sebenarnya memang banyak sekali mungkin orang beranggapan, "Wah, kalau saya sih rugi ya berbagi ilmu ke karena kan satu profesi." Artinya kan proyek yang harusnya kita dapat malah dapat orang lain kan seperti itu. Kalau saya enggak. Saya dapat project dulu salah satu direktur umumnya Nisin Biskuit di Perumahan Duta Vila Duta Bukitmas Banyumanik Semarang. Beliau itu ya namanya klien kita masing-masing ya. Beliau itu tanpa ada penawaran sama sekali. Dari sisi saya nyaman, saya ngalami hal yang mungkin happy banget ya. Satu, tidak pernah nawar sama sekali. Termin itu tidak kita tanyakan, dia selalu malah menanyakan duluan. Jadi, banyak faktor yang membuat saya happy di proyek ini bukan hanya karena cuan ya. Kalau tidak ditawar tentunya cuannya akan tinggi pasti. Kalau kita negosiasi ditawar kan pasti nilainya kan berkurang dari apa yang harapan kita. Contoh misalkan kita pengajuan 1 M ditawar jadi 950 berarti kan ada pengurangan. Tapi kalau ini tanpa ditawar artinya kan kita mendapatkan cuan yang sesuai kita harapkan. Tetapi jangan salah ya teman-teman ya. Di sini kalau kita sudah dipercaya ya, kita harus benar-benar memaksimalkan, kita harus jaga kepercayaan itu. Jadi kalau salah satu proyek ee saya tidak bisa nyebutkan ya, hampir semua proyek saya happy karena memang saya lakukan dengan kejujuran, dengan amanah seperti itu. Jadi, semua ee memang saya nikmati proyek itu pasti ada kendala-kendala. banyak sekali konsumen atau mungkin klien kita yang sifat A1 2 3 ini kan beda-beda. Nah, bagaimana cara kita bisa ngemong dari sisi klien kita ke lapangan dan lain-lain. Artinya semua kita bisa kondisikan, Mas. Jadi, peluang untuk di bidang konstruktor ini gede banget. Karena kan setiap perkembangan zaman, berjalannya waktu yang saya sampaikan tadi, saya mengalami dari 98 sampai sekarang itu proyek ada terus, enggak pernah berhenti. Bayangkan pemula mau mulai yang pertama e 1 tahun kita anggap aja kita dalam waktu kita punya tabel 1 tahun kita harus dapat proyek berapa? Misalkan di bulan pertama kita belum dapat, bulan kedua kita dapat satu. Proyek ini harus selesai 6 bulan. berjalannya 6 bulan karena kita punya potensi, kita punya kepercayaan dan orang akhirnya memandang kita. Kita punya portofolio tentunya yang pemula dari constructionnya kita kasih ilmunya tadi. Dari situ 6 bulan kita berjalan, 3 bulannya itu kita sudah dapat proyek masuk lagi. Jadi berkesinambungan terus artinya apalagi yang pemula ini saya senang sekali masih energik dia punya banyak ide, banyak mencari peluang. Kalau seperti saya mungkin kan sudah ya ide ini ada tetapi kalah sama ide anak-anak yang mungkin malah yang baru-baru. Justru saya juga di constructionnya juga ngomong ke teman-teman, artinya kalau kamu mau gabung harus jadi kontraktor yang benar-benar amanah. Jangan sampai nanti pakai portofolio kita nih. Ternyata di luar mereka tidak sesuai yang menjadi amanah kita. Jadi memang berjempung di bidang kontraktor banyak sekali kontraktor itu akan stuck atau dia tidak dapat project misalkan. Nah, di sini kenapa kita bisa eksis terus? Kita dapat karena ya itu tadi kita jual jasa, jual kepercayaan, kita harus amanah. Jujur intinya ya hanya itu sebenarnya kita memberikan pelayanan yang terbaik buat klien kita. Bahkan contoh misalkan di suatu project kita harus mengalami kondisi yang tadinya harusnya untung R10 juta misalkan. Lebih baik kita untung R5 juta tapi klien kita puas daripada kita untung R juta tapi habis itu kita enggak kepakai lagi. Kalau saya prinsipnya seperti itu. Karena sekali kita melakukan kesalahan, kredibilitas kita ya wis lalu kepercayaan kita luntur. Itu bahkan ngelink ke yang lain. Contoh kita bangun suatu rumah ee rumah ini bermasalah, kita melakukan kesalahan. Lalu kita ada proyek lain nih, kebetulan yang punya sama-sama kenal. Pak, punyakku seperti ini loh, Pak. Nah, nanti terust kepercayaan kita berkurang. Pasti ada aja. Bahkan ee terjadi teman saya itu mungkin sampai ee di-cut sama yang punya rumah, diberhentikan, dia pakai kontraktor lain. Ya, seringki terjadi memang banyak sekali ee kondisi seperti itu. Nah, itu artinya belum tentu kontraktornya juga yang bermasalah. Ada tim teknis lapangannya yang bermasalah juga bisa. Artinya semua inti itu ya dari kontraktornya. Contoh misalkan ee pekerjaan ini dikerjakan sama mandor yang kurang profesional. Nah, di situ kita melakukan kesalahan lalu ada komplain komplain komplain komplain komplain sampai kita tidak bisa mem-manage dengan baik. Artinya ya kita yang kena, yang kontraktor yang kena. Walaupun ada kontraktor yang benar-benar jujur, tapi karena lapangannya yang tidak sesuai. Nah, makanya di sini di construction hack dengan adanya pengalaman saya yang sekian lama itu meminimalisir ya terjadinya seperti itu. Artinya kita harus amanah, jujur, kita memberikan pelayanan yang terbaik dengan cara-cara kita tadi. Jadi di Construction juga kita itu memberikan ilmu atau cara bagaimana implementasi di lapangan. Contoh kita di kuliah itu kan tidak mungkin kita bagaimana cara kita mengatur tukang lapangan. pelaksanaannya. Eh, kamu hari ini mengerjakan ini sampai harus selesai sekian lama, lalu timing waktunya, terus bagaimana cara kita mengolah material di lapangannya, takarannya seperti apa itu di kuliah kita enggak mendapatkan, tapi di lapangan kita mendapatkan. Nah, di sini construction hack bisa memberikan ee pembelajaran atau ilmu tersebut langsung di lapangan. Jadi menarik sekali di komunitas kita ini. Nah, sedikit saya akan cerita profit ya sebagai kontraktor. Kenapa banyak sekali orang berkecipung di bidang kontraktor ini. Tentu yang pertama kan profit. Kalau profitnya enggak tinggi, enggak mungkin mereka main di kontraktor. Nah, di sini tinggal kita mem-manage-nya atau manajemen projectnya seperti apa. Kalau kita proyeknya benar-benar kita manage dengan baik di proyek-proyek yang kita jalankan yang harusnya kita bisa mendapatkan untung 20 sampai 30% itu benar-benar terealisasi. Banyak sekali kontraktor, "Wah, ini 10% aja sudah alhamdulillah, puji syukur misalkan." Tetapi kalau kita 10% di main di kontraktor, kalau saya sih bukan rugi ya, tapi tidak cukup kalau saya. Karena apa? Karena memang kalau kita main di kontraktor siapapun itu saya yakin semua kontraktor pasti mengalami hal yang sama. Dan kontraktor itu memang cuannya gede. Kalau enggak gede yang tadi lagi kembali lagi tadi saya ngomong enggak mungkin banyak orang main di kontraktor. Pasti seperti itu. Makanya contoh saya mendapatkan proyek nilai R miliar itu bagaimana caranya kita mendapatkan profit bisa sampai Rp300 juta? Saya mengalami 250 sampai 270 juta itu karena memang kita punya cara di sini. artinya punya cara, kita ee punya strategi tentunya dari manajemen tukang material, bahkan manajemen waktunya kita benar-benar handle dengan ee sebaik-baiknya. Kira-kira seperti itu sih. Jadi, setiap orang itu kan punya keinginan atau cita-cita membangun rumah atau mungkin renovasi seperti itu. Jadi, memang ee penting sekali kita untuk mengetahui ilmunya, membangun. Artinya ee dengan adanya komunitas ini kita bisa berbagi ya untuk semuanya. Kita bisa memberikan ilmu itu dari nol sampai dasar ya sampai ee membangun rumah itu bisa kita selesaikan dengan ee maksimal dari ketepatan waktu, kualitas bangunan, bahkan untuk anggaran biaya itu kita bisa meminimalisir kalau kita membangun rumah sendiri. Artinya setelah kita bisa membangun rumah sendiri, kita puas dengan pekerjaan kita sendiri, kita juga bisa mungkin berkolaborasi atau mungkin mengembangkan bisnis kita di bidang kontraktor. Artinya kita bisa membangunkan rumah klien kita. Jadi di sini kita dapat benefit di situ. Kira-kira seperti itu. [Musik] Oke, untuk teman-teman yang di pecah telur kalau mau mengembangkan atau belajar di bisnis kontraktor silakan gabung di Construction Hack. Saya akan memberikan ilmu dari nol sampai sukses menjadi kontraktor yang menjadi idam-idaman teman-teman semua. Jangan sampai teman-teman salah dalam ee melakukan pembangunan atau berbisnis di bidang kontraktor. Di sini kita akan memberikan pelayanan yang terbaik dengan komunitas yang ada ini. Teman-teman semua akan ee kita berikan ilmu, berikan pengalaman dari nol sampai menjadi kontraktor yang handal. Kalau teman-teman yang mau belajar di bidang kontraktor, yang mau bangun rumah bisa cek link di bawah. Saya ada webinar tiap minggu. Teman-teman bisa join. Buat para penonton pecah telur, gratis, tidak usah bayar. Saya Yohanes Hengki. dari komunitas Construction Hack. Terima kasih buat teman-teman yang sudah nonton.