Hidup Tenang di Usia Senja, Bisnis Mawar Jadi Sumber Rezeki
ktjXeoPPVgU • 2025-09-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kalau saya rasa tidak perlu luas, Mas. Artinya kalau kita misalnya punya lahan kira-kira 20 m² itu saja sudah bisa, Mas, untuk dirasakan sudah bisa. Bagaimana mawar ini ya? Kita tinggal tidur aja kan harganya semakin meningkat. Kalau pertanyaannya panjenengan, apa yang jenengan cari? Ya tidak ada kata lain kecuali kesejahteraan, Mas. Utamanya kesejahteraan ya dalam arti luas, Mas. Yo duit, yo sembarange, kesehatan dan sebagainya. Jadi saya bermain bunga ini ya termasuk ya untuk menunda penuaan, menunda kepikunan. Karena yang datang seperti panjenengan-pjenengan ini banyak teman lah. Kalau saya dulu ya orangnya lincah ulet lincah lek golek utangan ulet lek wayah nyaur. [Musik] Pekerjaan atau apapun Mas melakukan apa saja yang penting hatinya senang seperti itu. Makanya saya menciptakan sesuatu itu bagaimana seseorang itu ditipu senang. Kan sulit toh, Mas ya. Totnya ibunya ini kan saya tipu. Tiap pagi setelah salat subuh ibu ini sudah ngocori tapi senang. Dihapusi. Tapi senang. Itu kan sulit. Pjenengan coba ini jenengan tirukan nanti di keluarga. [Musik] eikum [Musik] warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya nama Mudhaif alama Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Saya binti Wasinga. Jadi awalnya kami terinspirasi dari teman katanya ada informasi bunga mawar. Nah, dengan ada informasi maka akhirnya saya memulai menanam, mencari bibit kemudian kita kembangkan. yang dalam hal ini yang keseharian yang full time adalah ibunya anak-anak. Kami di sini hanya selaku apa ya tenaga kasar atau buruh atau bahasa bahasa lainnya saya sebagai sar pras sarana prasarana gitu. Jadi kalau yang mengganti ibunya anak-anak Iya. Jadi, pertama-tama gini, pada waktu itu di bulan Mei itu bapaknya memberikan hadiah satu buah bunga mawar gitu, satu pot. Hanya itu. Terus, oh berarti berarti Bapak ini mendukung kalau saya menanam bunga mawar begitu. Terus saya kan juga aktif arisan keluarga ya. Oleh karena saya juga senang sekali diberikan bunga mawar seperti itu, akhirnya saya waktu mutus arisan itu saya belikan bunga mawar lagi sampai 12 ya. Sekarang masih karena memang yang 12 itu memang sengaja tidak saya jual gitu. Tahun 2024 belum lama ini masih 1 seteng tahun ya banyak gini. Iya karena kita terus mengembangkan dengan cara mencangkok. Jadi mencangkok pertama itu juga saya sampai saat ini pun Bapak juga belum pernah nyangkok gitu. E enggak enggak langsung berhasil. Banyak kendala karena gini, waktu nyangkok pertama itu kita belum tahu betul media yang tepat. Dulu itu medianya sampai yang milih yang terbaik seperti sekamar, kemudian kompos yang terbaik tapi kenyataannya enggak berhasil. dulu itu pakai kompos kambing. Kompos kambing. Tapi menemukan apa kendalanya itu juga lama sekali. Bahkan saya hampir putus asa karena beberapa kali itu mati-mati terus ya. Yang hidup enggak ada 50%. Akhirnya kita terus mencari-mencari apa sebabnya. Akhirnya ketemu yang paling cocok untuk kompos bunga mawar itu kompos sapi yang sudah luama sekali yang sudah jadi tanah itu sebenarnya bukan manja ya tapi Heeh heeh bukan manja tapi belum tepat saja karena hanya sederhana saja hanya suka mentah kemudian kompos sapi dan cocopit saja ini tidak dari siapa-siap tapi kita hanya mencoba mencoba dan mencoba jadi otodidak gitu ya. Jadi sekam mentahnya itu belinya itu e di sini mudah sekali. Kemudian kalau kompos sapi juga mudah karena sini banyak pembibitan lombok akhirnya Bapak ini pesan aja ke orang-orang yang biasanya pesan ke pembibitan lombo itu. Terus kokopnya juga sudah terbiasa kita beli sebelum kita menanam bunga mawar ya. Dulu kan agronima ya. Dulu pernah gelombang cinta waktu ngeter-ngeternya itu? Ya, sudah lama sekali kita bergelut di perkembangan. Ya kalau dikatakan rugi ya tidak, Mas. Tapi menurut kami kurang untung. Cuma itu saja. Karena apa ya? Kalau tanaman Mas bahasa saya itu kan ditinggal turu a kan mundak gede. Bagaimana mawar ini ya kita tinggal tidur aja kan harganya semakin meningkat. Cuma ya kalau dikatakan rugi ya gak, tapi ya kurang beruntung menurut kami begitu waktu tanam agronima ya. Ternyata kalau kita kembali ke mawar setelah kita menggeluti mawar ini, ternyata mawar ini bisa untuk komoditas dan ya sedikit bisa menumpang kehidupan kita adanya keluarga ya kalau dikatakan besar ya belum wong sak gini kok besar. Kalau ini plus minus 0,5 hektar, Mas, kalau yang sudah kita tanami karena ya belum pernah saya ukur, Mas. Karena pekarangan kita, lahan kita itu sampai depan itu kan di SPPT itu kan 1 hektar lah. Kita ambil aja separuhnya kan 0,5. Jadi kalau saya berbicara plus minus itu mesti benar, Mas. Jadi cuma kurangnya banyak atau lebihnya banyak gak tahu. Itu yang ditanam. Kalau sekarang sudah ada sekitar 3.000 pot. 3.000 pot. Iya. Iya, kurang lebih. Jadi itu hanya istilah, Mas. Jadi saya itu pekerja kasar. Kalau kita memakai bahasa saru terlalu elit. Saya pekerja kasar. Cuma saya istilahnya jadi mandornya anak-anak itu. Lah saya cuma tugasnya judang-juding gitu. Tuh bawa sana itu ya. tugasnya itu kan anu toh, Mas. Ini kalau mawar yang saya tanam ini kan menurut istilahnya itu mawar Kalimantan, tapi yang benar tidaknya saya enggak tahu. Tapi kalau di Google itu kok Rose Valentin begitu ya. Tapi kenyataannya orang Kalimantan itu kok malah cari ke sini gitu loh. Jadi yang benar itu yang bagaimana saya enggak tahu. Terus mawar ini suka matahari. Matahari langsung los, tapi bawahnya itu suka air. Jadi e seluas ini sanyonya ada lima. Kalau kurang, Pak, ini sanyunya kurang gitu. Iya. Ya, sayang langsung gitu. Saya suka sambat dengan bapaknya kalau masalah ini sarana. Pertama itu saya yang memulai begitu ya. Kemudian saya juga istilahnya sebagai apa bisa dikatakan sebagai manajer ya Mas ya. Belum. di malam hari itu otak saya itu pikirannya ke hanya ke mawar saja. Besok itu saya ngerjain apa? Apa yang saya perintahkan kepada karyawan saya seperti itu loh, Pak. Anu, Mas I banyak karyawannya. Sebenarnya ada 13 tapi tidak setiap hari. Maksud saya kalau saya butuh aja sewaktu-waktu saya panggil seperti itu. Kami merekrut tenaga kerja ini yang banyak anak-anak pondok pesantren terus kemudian ya kemari ee ingin ikut monggo. E bahasanya apa ada pekerjaan Pak nopo wonten pendamelan? Lek pendamelan enek Kang lek duit ndak enek. Saya gitu itu memang saya gitu. Tapi ya gak mungkin saya diam, Mas. Karena memang anak pondok kelak setelah pulang dari pondok, kamu jangan hanya bisa ngaji saja, kerja juga harus bisa saya gitu kan. Alhamdulillah mereka rajin, Mas. He rajin mereka itu kerja ke sini itu rajin. Di arah sana itu ada pondok pesantren. Kira-kira ada 2 kilo punya Gus Atok. Heeh. Dulu pondok saya eh pondoknya ibunya lah. Gus Atok itu dengan saya. Ya juga baik. Tolong Mbah itu anak-anak dikasih pekerjaan. Oh iya Gus ya gitu. Dulu pondok saya dan saya juga rumahnya Jaleman sama dengan Bapak ini dulu itu waktu Bapak menjadi kepala desa saya jadi rakyatnya. Jadi istilahnya wargod di kromo, Mas. Wargo dikromo dan Pekgo jadi wargane dirabi wargo dikromo. Eh, oleh karena ini yang pertama sebenarnya saya hobi Mas ya. Sejak remaja itu saya memang suka suka sekali dengan bunga. Terus untuk mengembangkan ini salah satunya saya dengan cara mencangkok karena dari 12 indo itu semuanya saya sangkok. satu pohon itu minimal itu 30 cangkokan, Mas. Ya, 30 cangkokan dari tinggal ngalikan saja berapa gitu. Oleh karena saya sudah menemukan formula yang cocok, akhirnya saya semangatnya luar biasa dan bahkan sekarang saya itu enggak pernah nyangkok sendiri, sudah saya ajarkan ke karyawan begitu. Oh, giih. Terus tadi bapaknya kan bilang kalau karyawan itu dari sebagian dari pondok, tapi sebagian juga dari famili saya yang mungkin masih belum punya pekerjaan seperti itu. Dan ada tetangga sekitar yang masih membutuhkan lowongan pekerjaan gitu. Kalau menurut saya itu gampang-gampang susah juga sebenarnya. Kalau menurut saya itu kalau kendalanya sudah teratasi enggak susah juga. ee ya itu tadi karena media tanam yang belum cocok itu. Terus sekarang kan sudah menemukan jadi saya kira sudah tak ada kendala lagi karena prinsipnya hanya mawarnya itu diletakkan di tempat yang panas kemudian pagi sore kita aktif menyiram kemudian 10 hari sekali kita ee aktif pupuk. Kalau itu sudah diterapkan, saya kira hama itu sedikit sekali ee menghinggapi mawar saya. Ada hama juga sebenarnya, tapi oleh karena perawatan yang baik ini hamanya yang kalah, Mas. Ada hamanya itu kumbang belalang. Iya, kumbang belalang, kemudian ulat, ada ampal kecil yang juga putih-putih juga ada. Kalau ada putih-putih itu saya langsung saya hilangkan saya gini-ginikan atau dengan serbet aja sudah cukup karena enggak terlambat gitu. Kalau terlambat ya kita malah susah. Jadi setiap hari itu aktif melihat-lihat mawar kita. keadaannya bagaimana begitu. Jadi untuk segera di ee carikan solusi kalau memang ada kalau yang beli bersifat insidental, Mas, itu rata-rata untuk ziarah kubur. Ziarah kubur. Itu kalau yang beli yang bersipan. Tetapi kalau yang ini jenis ini, ini memang ada tengkulakya, Mas. Kita ngambilnya kan setiap pagi, setiap pagi kita petik. Jadi kalau keperluannya yang saya tahu ya untuk itu tadi ziarah kubur itu yang saya tahu. Tapi pemikiran saya sepanjang masih ada manusia niscaya masih ada orang mati. Sepanjang ada orang mati, niscaya pasti ada keluarga yang ingin nabur bunga. Lah di situlah kami kami bidik itu. Nah, sekarang ini yang pernah saya ceritakan pernah ada yang ingin nyuling diambil aromanya atau untuk parfum gitu. Kalau pertanyaannya sepanjang ini untuk apa? Sekilas itu. Nah, kemudian karena mawar ini belum berkembang banyak, maka kami mencoba bahasa saya mencoba mendahului ternyata ya alhamdulillah jalan. Terus kemudian yang berkaitan dengan sedikit saya tambahkan yang diceritakan ibunya tadi kan untuk nyangkok kami punya pemikiran siapapun teman-teman saudara-saudara kita yang beli mari kita ajari. Kita ajari untuk nyangkok bukan malah tidak kita ajari karena apa? Kalau ilmu itu diberikan kan gak akan habis. Tapi kalau uang kan bisa habis gitu. Apalagi kalau ilmu kita lupa. Kita tanya panjenengan, "Mas, caranya kok gimana?" "Loh, Pak dulu yang ngajari lah. Saya lupa kan bahasanya bisa unduh kembali toh. Itu bedanya ilmu dengan finansial ya." Di situ. Heeh. Kita terbuka, Mas. Banyak sekali dari ibu-ibu PKK yang datang kemari kemudian untuk diajari nyangkok ya. Ibunya ini yang ngajari. [Musik] Sebenarnya kalau kita bicara di kaitannya dengan bisnis itu kan yang menguntungkan itu sebenarnya bukan bunganya. Bunganya juga menguntungkan tapi ada yang lebih menguntungkan. Maksud saya seperti itu. Itu kan cangkokannya itu kan dijual ee turun dari cangkokan belum ditan tanam itu sudah bisa dijual. Ada yang Rp50.000 Ibu ada yang 75, ada yang 103 seperti itu. Itu kan indukan saya tadi kan 12. Setelah itu kan dicangkok jadi beruapa itu cangkokannya itu bisa dicangkok lagi. Jadi sekarang itu sudah buyut-buyutnya gitu yang kecil-kecil seperti ini bisa ya? Bisa bisa dijual baik bunga maupun induknya bahasa. Utamanya kalau yang turun dari cangkokan belum ditanam itu online-nya itu karena kan tidak berat Mas ya. Karena kalau online itu kan ditimbang ya, tapi banyak juga yang maunya langsung segar. Terus spotnya juga dikirim kargo JNT itu juga banyak juga ya. Tapi yang banyak itu yang cangkokan belum ditanam itu anaknya yang tahu, Mas. Iya. Tapi saya e pernah dengar juga seperti yang Kalimantan Selatan itu harga mawarnya 600, biaya kirimnya 400. Oh, katanya kok enggak ada gitu loh. Makanya saya heran katanya dari Kalimantan, tapi yang Kalimantan kok beli di sini gitu. Iya. Iya, Mas. Sudah dikirim. Padahal itu belum tentu masalahnya sudah 5 hari juga belum sampai loh, Mas. 5 hari belum sampai nanti kita ya juga khawatir, Mas. Kalau sampai nak hidup gimana ya istilahnya ya kita ganti aja lah enggak apa-apa. Kalau seperti yang indukan awal yang 12 pohon tadi ini kita tambahkan itu sudah ditawar 1,5 jutaan, Mas. Di sini itu yang orang Jakarta itu bersekiras untuk minta dikirim. Minta dikirim R,5 juta itu yang indukan pertama itu indukannya. Padahal itu ngirimnya juga susah. masalah potnya pucar sekali tapi tetap minta dikirim kalau mungkin kalau dari sini banyak karyawan yang sudah profesional ya untuk menaikkan ke pikup atau ke JNT misalnya tapi kalau di sana menurunkan itu saya mikirnya gimana ya padahal mesti itu butuh 5 en orang per kilogram Mas per kilo. Per kil per kilo. Kalau hari-hari biasa memang enggak mahal. Ya, tapi kita mementingkan pengnya ya. Memperbanyak peng gitu aja. Kali kalinya 1 kilo 25 sampai R.000. Kalau hari-hari biasa ada hari-hari tersentu yang biasanya itu naik. Istilah orang Jawa itu kalau malam Jumat lagi itu bisa mencapai 75 sampai lah. Kalau kita hitung-hitung bunganya ini ya apapun kita wajib bersyukur ya, Mas. Jadi ee untuk ini istilahnya HR-nya anak-anak itu cukup cuma dari hasil bunganya. Iya. Kalau bunganya untuk HR karyawan, tapi untuk kita bib induk-induknya yang anaknya yang 12 itu. Kalau setiap harinya rata-rata 10 kilo ya, Mas. Sampai 20 kilo. Sampai 20 kilo per hari. Iya, per hari. Jadi kalau 1 bulan ya kali 30 lah. Tapi ya untuk anak-anak sekian loh, Mas. Ya, yang penting kita cukup aja lah. Ya, sebenarnya kita anu ya selebih leo lebih puas itu kalau bisa kita bisa istilahnya merekord karyawan seperti itu. Itu lebih kita lebih puas gitu. Kalau memang dulu begitu, Mas. Tapi sekarang dengan mungkin saya cerita kepada teman-teman saudara, akhirnya sudah mulai banyak yang berbudidaya bunga mawar ini. Iya. Apalagi tempat atau lokasinya itu seperti kan di pedesaan hampir setiap orang itu kan punya lahan walaupun bahasanya gak luas sekarang sudah mulai ya itu yang kita harapkan itu ajakan kita itu ke mana ayo kita berbudi daya mawar mari kita berbisnis bunga mawar begitu saya kalau di TikTok-nya itu loh Mas ya kalau saya rasa tidak perlu luas Mas artinya kalau kita misalnya punya lahan bahan Hasadi kita ini kan bukan meter, bukan hektar ru Mas di sini. Tetapi kalau kita bikin hektar atau ru itu kira-kira 20 m² itu saja sudah bisa, Mas, untuk dirasakan sudah bisa. Yang penting jaringan kita itu luas. Kemudian sering sharing dengan teman-teman yang sudah memulai lebih dulu. Barangkali kita belum punya pasar, belum bisa, sudah saya tak nunut. Kan bahasanya begitu d ya bahasanya ya untuk tambahan belakang itu Mas berambang bawang gak repot gitu orang kampung begitu Mas. Iya lah. Tapi kalau sak ini dibelikan berambang bawang itu lah untuk apa nanti? Oke saya sedikit cerita ini saya tidak riak jujur tidak riak. Saya mensyukuri nikmat ketika ada permintaan dari wilayah kita artinya dekat-dekat itu kami siap mengirimi karena saya punya gerubak itu bahasa saya gerubak yang secara kebetulan ya hasil dari bunga mawar juga akhirnya nah itu yang mau grandm itu dari hasil bunga mawar juga akhirnya hasil bunga mawar seperti yang sebelah ini kan indukan itu kalau ibunya dihitung kurang lebih plus minus 300 indukan yang sudah keluar dalam kurun waktu 1 tahun tadi ya itu sudah 300 indukan per indukan itu rata-rata 300 400 kali 300 kan sudah 100 sekian lah dengan 100 sekian ini ya kalau untuk beli gerobak ya sudah dapat kalau mobil belum Mas jadi ee kalau banyak yang diperoleh kaitannya dengan bunga bunga mawar ini banyak yang buka lahan, Mas, ternyata. Iya. Jadi kalau ibu-ibu atau bapak-bapak yang buka lahan itu kita juga apa produk potsemen itu misalnya Bu saya pesan potemen 50 ya beserta bibitnya seperti itu. Enggh. Terus berkunjung lagi di Mahari, Bu potnya kurang nambah lagi 30 misalnya seperti itu. Itu ternyata banyak yang buka lahan juga. Terus gini, Mas. Untuk kalau saya kan cangkok, tapi orang-orang yang sudah menggeluti bunga tapi belum punya bunga mawar itu juga tertarik juga. misalnya dari daerah jemean, kemudian dari Wates itu buka lahan juga, tapi ya seperti tadi pesan sekian-sekian seperti itu. Kemudian ada lagi yang jualan bunga tapi juga ingin jualan mawar juga itu ngambil indukan di sini misalnya 15 indukan gitu ya. Itu istilahnya didandakne ke batu. Kemudian di sana itu okulasi, Mas. Kemudian oleh si penjualnya itu dijual dengan bibit yang agak murah juga. Itu banyak yang menanti, Mas. Masalahnya untuk menjadi bibit yang bisa ditanam itu ee dengan cara okulasi itu 3 bulan. Itu banyak yang seperti itu. Jadi katanya kalau mawar di sini itu daunnya lebar-lebar terus rimbun katanya seperti itu. Jadi banyak malah bakul ke sini. Jadi gini, Mas. Kalau pertanyaannya panjenengan, apa yang jenengan cari? Ya, tidak ada kata lain kecuali kesejahteraan, Mas. Utamanya kesejahteraan, ya dalam arti luas, Mas. Yo duit, yo sembarang, kesehatan, dan sebagainya. Jadi, saya bermain bunga ini ya termasuk ya untuk menunda penuaan, menunda kepikunan. Karena yang datang seperti panjenengan-penjenengan ini banyak teman. Orang kalau ndak banyak teman kan sendirian lah. Kalau saya dulu ya orangnya lincah ulet. Lincah lek golek utangan ulet lek wayah nyaur itu dulu lah. Sekarang kita sudah tua aja. Tapi yang jelas mas ya karena kita juga punya anak cucu ya kelak biar ditirukan yang positif-positif tentunya itu harapannya. Apa yang yang kita harapkan? Wong sampai umur segini nyatanya yo masih tetap gini aja. Kita bersyukur, Mas. Sekarang saya 72. 72. Kalau menurut saya itu usia bukan batasan Mas ya. Karena saya juga mengajak kepada ibu-ibu, mak-mak di luar sana untuk tetap aktif, produktif begitu. Jadi usia bukan batasan karena itu adalah juga merupakan kunci kebahagiaan begitu. Karena sebenarnya kita itu punya potensi dan kemampuan gitu. Jadi saya juga mengharapkan kepada ibu-ibu ini oleh karena usia sudah tua itu jangan sampai berhenti untuk berkreatif seperti itu. Jadi kita tetap semangat karena dengan semangat dan kita punya aktivitas seperti ini, kita itu insyaallah tetap awet muda gitu ya. Iya betul. Benar. Benar, Mas. Iya. Iya. Itu yang bisa untuk dipegang kunci untuk yang di luar sana memang kalau ingin menirukannya tidak banyak dan bertahap juga. Kalau 12 indukan itu saya kira enggak ada R5 juta, Mas. Tapi kebetulan Bapak punya lahan seperti itu. Jadi dulu di sini itu memang ya benar-benar tegalan yang banyak nyamuknya, kurang produktif. Iya. Kalau gambaran ya begini, Mas. Awalnya kita kan sebagai orang desa atau orang kampung sebagaimana lazimnya kita ya melihara ternak sapi kambing itu kita tanami bahasa kita rumput gajah itu Mas. Setelah itu ternyata tenaganya yang istirahat ya. Saya sudah ndak kuat. Akhirnya sapi kambing kita jual terus kemudian suketnya ya dibeli tengkula. Terus kemudian ada mawar ini ibunya saya suruh mencoba akhirnya ya semangat. Ya sudah dihabiskan aja belakang itu rumputnya gitu. Jadi begitu. Kalau kembali ke modal, Mas, saya cerita awalnya itu hanya satu pohon itu hanya Rp650.000 satu indukan. Kemudian setelah itu ibunya saya pada saat itu uang Rp650.000 kok dibelikan bunga toh, Bu. Dibelikan beras sudah 2 bulan itu dimakan keluarga tak gitukan. Akhirnya malah ibunya kebetulan betok arisan dibelikan ee 12 indukan di cangkok. Nah, terus akhirnya jadi sekarang ya ini adanya yang penting ada kemauan bagi saya yang penting. Makanya setiap ada teman-teman atau saudara-saudara yang kemari sudahlah kalau Anda ingin memulai saya siap ya jangan dikatakan pembina saya siap mendampingi. Saya gitu kan kalau saya dikatakan pembina belum saya belum punya predikat pembina kadang-kadang saya yang guyon. Kalau Anda gak saya gak bisa dibina ya tak binasakan gitu aja. Iya. Jadi gitu yang penting ada kemauan. Saya kebetulan anu ini ASN apa ya? ASN ee sudah mau pensiun lah. Ini termasuk. Jadi ini motivasi saya karena kalau ASN itu yang banyak kan tunjangannya Mas ya. Tapi kalau sudah pensiun itu tinggal gaji pokok saja. Terus akhirnya saya juga mikir-mikir begitu. Gimana yo? Ampr setiap bulan itu enggak berkurang dari kalau masih e menjadi AS kan seperti itu. Pelajaran apa ya, Mas? Ya, kalau saya ternyata hidup itu ndak ada kata lain kecuali iya. Iya dulu dalam arti ya. Sekalipun saya kalau berbincang ya nuturi anak-anak ya gitu. Iya dulu dengan teman ya sekalipun itu loh hal yang buruk ternyata itu menjadi motivasi. Iya. Makmud diif itu orangnya enak sembarang yo arepe maling yo dihiani. Itu kan ya mestinya kan enggak begitu. Tapi setelah iya mereka itu lego. Setelah lego kita motivasi nurut. Tetapi kalau dengan bahasa kusik atau nanti dulu saya dikira orang yang sulit. Akhirnya teman-teman jawab saya itu hampir setiap komunitas apapun yang ada kita ikuti. Masalahnya apa? Saya Pak Yo Maling. Io. Heeh. Tapi kita belum berangkatkan setelah kita Iya. Awakmu sudah niat sudah, nyonyamu belum, mor tuamu belum? Loh, i kalau Anda itu sudah niat kecekel masa digepuki itu wis ma niati tapi nyonyamu, mor tuamu, bapakmu kan belum. Akhirnya mereka gak jadi. Makanya di sana dikatakan sesuatu yang buruk itu kalau sudah dilakukan baru kita kena dosa. Tapi sesuatu yang baik kan sebaliknya. Itu yang saya tinggalkan kepada teman-teman. Motivasi saya begitu. Kalau kaitannya dengan ee pekerjaan atau apapun, Mas gini ya, kalau bapaknya itu, "Bu, sampean itu melakukan apa saja yang penting hatinya senang seperti itu." Jadi menurut orang lain itu kurang menarik atau mungkin rendah seperti itu. Tapi bapaknya memotivasinya seperti itu. Yang penting hatimu senang seperti itu. Bapak itu sosok yang tanggung jawab seperti itu kalau menurut saya ya, Mak. Kemudian perhatian juga setia seperti itu. Makanya saya menciptakan sesuatu itu bagaimana seseorang itu ditipu senang. Kan sulit toh Mas ya. Toknya ibunya ini kan saya tipu. Tiap pagi setelah salat subuh ibu ini sudah ngocori tapi senang. Dihapusi. Tapi senang. Itu kan sulit. Pjenengan coba ini jenengan tirukan nanti di keluarga. Jadi saya noh, Mas walaupun punya karyawan itu saya enggak enggak hanya diam seperti itu ya tetap menyiram. Kemudian saya juga setiap hari mengecek bunga-bunga saya ya seperti itu. Jadi kami berharap sekali kepada masyarakat khususnya masyarakat desa kami untuk ikut berbudidaya bunga mawar ini. Karena setelah kami menggeluti atau kita mencoba merawat bunga mawar ternyata juga sedikit bisa kita rasakan lah. umumnya ya bangsa Mas kita ajak untuk budidaya ini karena ternyata juga menjanjikan walaupun mungkin bagi mereka atau bagi beliau-beliau yang berada kan apa itu oleh kami sudah wau lah kan begitu Mas makanya untuk penutup kami mengajak kepada masyarakat untuk ikut berbudidaya bersama kami. Saya juga mengajak kepada ee masyarakat terutama emak-emak, ibu-ibu yang mau purna ini jangan ee kecil hati. Mari kita sambut dengan tetap aktif, produktif, dan sebenarnya kita punya potensi dan kemampuan yang harus kita salurkan dan kita kalau sudah purna itu fokusnya kepada diri sendiri dan keluarga seperti itu. Dan saya siap ngajari kalau masyarakat atau Bapak Ibu yang ingin belajar budidaya bunga mawaris gratis. Gratis. Saya sangat terima kasih atas kehadirannya, kerawannya. Jadi apabila di dalam kami menyampaikan ada kata-kata yang keliru, salah, ee saya bersama istri saya binti Wasiah banyak kekhilafan, mohon maaf. Billahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. [Musik]
Resume
Categories