Transcript
HM0ck-K14tw • Kandang Ayam Minim Bau, Murah Tapi Awet Seperti Kandang di Luar Negri - Close House
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0601_HM0ck-K14tw.txt
Kind: captions Language: id Jadi perbedaan konsep closus asli dengan yang saya berikan info namanya closer sederhana itu memang kalau dikatakan jauh memang jauh sekali ya. Kalau closes asli memang konstruksinya baja, bisa vulc, pembiayaannya pasti jauh lebih besar. Lah yang saya tawarkan itu dengan konsep konstruksi kayu kombinasi mungkin bisa kombinasi dengan cor begitu. Jadi harganya lebih murah karena kebanyakan di daerah Bitar sendiri itu kandangnya kebanyakan kayu. Dan untuk jangka waktunya saya juga punya kandang dari 2012 sampai sekarang juga masih berdiri. Tapi di sini juga harus dihitung beban tonase. Kalau dulu kan kandang open bebannya cuma di atas dengan per meter kurang lebih 7 sampai 8 ekor per meter. Kalau sekarang kan sampai 8 16 ekor per meter. Jadi ada dua kali lipat beban tonase di situ. Walau kayu konstruksinya juga harus kuat. Nanti kalau konstruksinya disamakan kayak kandang open zaman dulu itu kuat tapi umurnya cepat. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Koirul Anam atau disebut Conan Sinse dari Dusun Sumberjo RT 1 RW9 Desa Jambewangi Kecamatan Selopuro, Blitar. Saya kelahiran 90 berarti sekarang umurnya 35. Bisnis saya ini di bidang tentang seputar edukasi, seputar peternakan khususnya ayam broiler yang merambah menjadi kontraktor jasa untuk bangun kandang ayam, upgrade kandang ayam yang kandangnya misalkan pengin dirubah menjadi kandang modern namanya closedia peralatan tersebut. Awalnya bisnis untuk ternak ini mungkin salah satu hobi saya waktu itu pelihara ayam kampung, pelihara kelinci, pelihara ternak jangkrik, macam-macam. Hampir saya pelihara. Jadilah saya tertarik ke ayam broiler ya. sebelumnya juga ayam pejantan juga karena ya maklum di sini basicnya Blitar itu kan peternakan ya Blitar, Tulungagung, Kediri satu karian Kediri ini kan banyak ternak ya yang membuat saya ingin ternak ya lingkungan juga support. Kalau lingkungan enggak support itu kan juga tidak ada dampak positifnya buat saya waktu itu ya mungkin disebut peternak muda. Ee sampai saat ini berjalan dari kisah saya hobi ternak-ternak tersebut menjadikan saya itu punya ide itu pengin punya kandang yang sekelasnya itu tidak bau, tidak berlalat. Intinya dengan adanya usaha saya di sini tidak mengganggu lingkungan. Nah, dari situ banyak belajar dengan konten-konten luar negeri yang sudah duluan kan kita kan cuman mengadopsi saja di sini artinya tercetus karena saya kalau misalkan langsung apa ya copy paste dengan konten luar negeri kan biayanya enggak kejangkau bagi saya pasti di sana mencuhnya sampai miliaran lah mungkin gitu ya. Saya punya konsep ide dengan namanya colos host sederhana. proses sederhana itu menggunakan peralatan, menggunakan material itu seadanya. Kan ini konsepnya close host yang tertutup. Jadi kalau tertutup apa sih gitu kan saya tutup dengan plastik di zaman dulu plastik putih, plastik hitam mulsa untuk pertanian itu saya tempelkan di kandang-kandang supaya ee tidak ada kebocoran angin ya. Plafon juga, samping juga, semuanya juga. Dan saya mulai merakit bawa rakitan dengan mesinnya itu dinamo mesin cuci. pada waktu itu e saya gunakan ternyata bisa tapi belum sampai ke tahap yang profesional. Pokoknya di situ bisa dipergunakan untuk negative pressure untuk nyedot angin ya di dalam kandang. Belum sampai ke tahap-tahap pokoknya untuk mendinginkan bukan belum. Ini hanya pokoknya di dalam kandang itu supaya ada angin berjalan, supaya nyaman ayamnya ya. Seperti alat-alat sederhana itu kita pakai dan saya kenalkan di media sosial. Tapi sebelumnya saya belum beranjak ke penisil kan ternak dulu nih sudah ada basic. Jadi basic ternak ayam itu sudah ada. Jadi ngertilah dikit-dikit tapi bukan pintar ya. Saya bukan orang pintar di dunia peternakan. Ngerti saya kontenin lah kok. Tapi kontennya ialah alah kadarnya lah. Dulu karena masih dibanggu sekolah ya namanya masih apa ya masih jiwa-jiwa ingin tahunya anak-anak masih sekolah kalau kita tidak mengikuti arus biasa-biasa misalkan gitu. Kalau arus biasa mungkin nongkrong di mana dan kayak pikiran saya itu ini masih kurang buat saya ya. Saya mencoba ingin cari hiburan lain karena saya enggak bisa. Misalkan ada teman saya ikut nongkrong di sana saya enggak nyaman. nyaman saya ya ini saya pengin cari sesuatu yang membuat saya itu suatu saat untuk masa depan saya ya seperti usaha-usaha saya saya mulai dari itu ya mulai dari ternak awalnya ya ternak ayam pejantan itu adalah pada waktu itu 2010 adalah limbah dari ayam petelur afgir jadi anakan itu ya itu dulu enggak kepakai ada salah satu mitra di Blitar itu saya agak lupa di sini mitra pejant Jantan itu sangat besar. Saya coba ikut dengan mulai ayam 1000 ekor. Modalnya jual PS. Tapi saya sewain dulu juga sewa-sewain gitu. Nabung beli PS kan udah bawa 3 PS lah dulu. Bosan saya pengin usaha ayam. Lihat ayam itu gara-gara saya kan karena sering main ke salah satu rumah saudara di dekat sini enggak jauh cuma 100 m. di belakang rumah, di belakang dapur pas tepatnya itu ada ayam, ayam pejantan namanya. Dan itu tidak bau, tidak lalat. Itu membuat pikiran saya namanya kandang itu dekat dapur itu kan luar biasa. Nah, dari situ pikiran saya itu saya senang dengan ayam. Udah ayamnya sudah banyak waktu itu 2000 ekor itu banyak. Saya senang melihatnya itu menjadikan saya oh satu saat saya pengin setelah lulus sekolah saya pengin usaha tersebut. Waktu perjalanan itu kan enggak langsung ternak namanya lihat-lihat tapi ketertarikan sudah waktu dibangku sekolah. PS itu memang waktu itu saya jual HP dulu sebelum beli BS saya punya HP. HP itu ya minta orang tua pastinya jual HP beli PS. PS-nya saya rentalin dapat duit waktu itu puasa ramai lah. Berkembang setelah puasa berkembang menjadi 3 PS. Setelah berjalan setahunan lebih, saya kan merasa bosan kok gini-gini aja usaha. Saya kembali ke main ke kandang saudara itu jadi pengin saya jual. Bilang ke Bapak, "Pak, saya pengin usaha ayam." Ya, Bapak saya mana percaya gitu. Usaha ayam kan besar modalnya kan gitu. Ee karena dari orang tua kurang mendukung. Saya mau cari-cari info orang yang bangun kandang di daerah Kanigoro desanya Centong. Saya juga masih lupa namanya beliaunya, tapi sekarang beliau tetap masih bangun kandang. Itu bangunannya bambu. Tinggal diberdirikan kita pesan ya. Baik. Waktu dulu saya jual PS itu kurang lebih uang Rp25uta sekitar segitu ya. Saya belikan kandang. Uang saya Rp15ut tapi sisanya dibantu Bapak. Ada bilang, "Saya mau beli kandang nih, besok belakang rumah saya minta diratakan." Ya, tiba-tiba kan kaget orang tua. Tapi anak sudah nekad ya, pikiran orang tuanya kan pasti dukung ya. Alhamdulillah orang tua saya itu selalu di belakang saya enggak kepikiran karena waktu itu biaya ya mungkin Mas ya. Orang tua saya waktu itu sebenarnya mampu. Saya sendiri enggak mau ngerepotin saya ya. kerja di warung kopi seperti itu, jual kopi seperti itu. Dan akhirnya juga buka warung kopi juga di dekat sini. Tapi enggak lama kok, itu cuman setengah tahun aja sudah capek lah. Itu langsung pindah PS seperti itu kerja. Tapi juga bantuan ibu juga beli HP karena pengin kan pengin HP yang bagus. Bosan juga sama HP ternyata saya jual HP bisa buat usaha. Saya waktu itu memulai di tahun 2012 itu pelihara 1000 ekor ayam pejantan. Waktu itu banyak sekarang sedikit. Saya waktu itu pernen pertama, Mas ya. Ini mungkin yang menjadikan sekitar saya itu pada senang ayam ya. Saya usah ayam sekali panen. Waktu itu dapat uang Rp1 juta. Lupa saya. Saya belikan motor sama Bapak dibelikan motor masih belum ikut harga nasional lah. Masih benar-benar ayam belum begitu banyak peternak terus kebutuhan ayam tinggi. Jadinya harga ayam lambung. Kalau saya kandang pejantan itu ee itu namanya postah di tanah terus kemudian dikasih sekam ya ayamnya itu kalau ayam pejantan kurang lebih per meter diisi sekitar 16 ekor pada waktu itu ya. dengan metode setiap hari itu juga penyesetan kotoran atau kohe yang basah itu dikeluarkan artinya kan sudah mengurangi e bau di situ jadilah kandang ya kalau 100% gak bau kayak enggak mungkin ya namanya kotoran ya kohe bau itu mungkin akan terasa di jarak sekitar kandang aja di luar kandang enggak kerasa sudah biasa karena di sini ada sekitar kandangnya kalau saya dari sana aja sekitar empat nah Desa Sumberjo ini kan terkelilingi oleh jalan-jalan. Jadi kayak desa di tengah-tengah kayak terpencil lewat sana apa ya bahasanya bulak apa ya pokoknya ini di tengah-tengah ini semua kandang ayam posisi dan itu dulu pejantan ayam broiler belum masuk tapi ada yang populer adalah pejantan dari Sibina maksimal dulu 2.000 2.000 He 2000 sudah banyak, Mas. Dulu kayak ya sekelas gimana ya dibilang sudah lumayanlah sekelas usaha ya itu 2.000 terus pengin lagi usaha usaha ternak jangkrik, ternak bebek macam-macam lah diternak tapi enggak berhasil. Oke. Ya namanya coba-coba sedangkan satu usaha belum difokuskan mungkin bercabang dan saya masih muda pikirannya kan gak sama seperti sekarang umur 30-an kan. sekarang mungkin lebih agak bisa mematangkan hati pikiran kan lebih dulu kan kayak nafsu aja itu pengin usaha sana mikirannya sudah untung untung untung tapi minimal risikonya tidak dipikir e saya sekarang pun juga usaha namanya franchise Dewa Cendol juga gagal barusan yang namanya uji coba kan saya bosenan saya punya apa ya modal pengin itu gitu dan sekarang juga ada beberapa usaha ya jalanlah selain ini jalan kurang lebih 20 saja. Iya banyak. Banyak sekaliah pokoknya. Tapi saya selama proses ya ternak ayam dari 2012 katakan ya itu tadi kan sudah pernah untung. Habis itu kayak menurut saya ya kalau dikatakan sukses jauh sekali. Kayak saya itu hidup di ternak ayam sampai sekarang. Corona enggak salah ya waktu mungkin kebangkitan saya habis corona ya. itu pendapatan saya itu kayak apa ya sampai kadang di dompet aja nol rupiah beneran saya mau nikah aja enggak ada enggak punya uang bisa iya kembali lagi setelah saya sadar sekarang ya posisi saya saya ingat-ingat ternyata manajemen saya yang amburadul mengakibatkan saya itu lamban lambat sekali untuk ya dikatakan mungkin sedikit sukses lah sukses itu kan sangat ee jauh kan harapan saya lalu sekarang saya juga belum bisa katakan sukses karena pasang ya masih gagal waktu itu karena ya kembali lagi manajemen seorang pengusaha itu kan memang harus utamanya di manajemen saya itu enggak punya hanya asal pelihara ayam kasih makan kasih minum tidur besoknya mikirannya panen tahunya enggak dihitung FCR-nya rata-ratanya sekarang memberikan ee ayam itu berapa kilo, besok jadi daging berapa kan gitu. Itu enggak saya pikirkan. Karena posisi masih umur belasan tahun waktu itu. Artinya kasih makan minuman gitu. Belum yang sekarang. Kalau sekarang memang sudah jauh perkembangan di dunia peternakan itu w sangat pekat sekali karena didorong dengan media sosial. Berkembangnya cepat. Eh orang yang pengin berternak sekarang ya karena ada media sosial seperti melihat konten-konten yang disajikan seperti pecah telur begini itu cepat sekali mendorongnya. Jadi misalnya enggak tahu lihat kontennya pecah terus jadi tahu. Terus nanti kan tanya-tanya sekeliling sekitar kan gitu. Jadi mempermudah dengan konsep media sosial ini saya senang sekali transisinya karena pejantan itu waktu panennya 2 bulan. Ayam bra itu cuman 35 hari dulu. Tapi dulu 32 hari sudah besar. Genetiknya setiap tahun kan ayam briler kayak rubah-rubah ya. mungkin dari stren jenis dan mungkin kebijakan dari pabrik sendiri dan pemerintah menggunakan atau disebut AGP atau apa akhirnya mempengaruhi dari si genetiknya tersebut ya. Sekarang panen juga waktunya di 35 hari atau lebih begitu. Jadi ada perbedaan sih sebenarnya dulu dan kualitas pakan juga berbeda. Dulu dari sekarang pun kalau dibilang jauh ya jauh. dibilang enggak sih sekarang juga ada pakan yang bagus ya tergantung kita ikut perusahaan apa. Kalau kita perusahaannya memang sapronaknya bagus dari bibit dan pakannya bagus ya bagus kalau enggak ya pertumbuhannya juga akan strike. Corona Mas. Corona. Iya habis corona. Corona itu membuat orang kan bagian banyak kan stres enggak bisa ke mana-mana. di tengah-tum tikar, jenengan malah untung piye ceritanya? Lah ini mungkin salah satu juga mukjizat ya ee mungkin datangnya rezeki itu diberikan saya waktu itu dan diberikan kepada siapapun itu bagi hambanya yang mau berusaha di saat waktu corona itu. Siapa sih yang enggak stres? Siapa sih yang enggak bingung? Enggak bisa ke mana ke lockdown. Akhirnya pikiran kita itu kalau yang bisa memaatkan kan harus kreatif, harus keluar dari jalur zona nyaman. tersebut. Waktu itu usaha saya itu tetap ternak ayam lah. Ternakan kan susah ayam enggak bisa besar karena pakan waktu corona itu kualitasnya drop de drop. Yang saya lakukan itu menciptakan ramuan namanya ragil atau sebut ramuan gila. Itu mungkin banyak penggemar saya ini tahu ya perjalanan Ragil sebenarnya sana bukan murni e seperti sekarang. persen saya itu dari tekan ramuan itu dan saya bagi-bagikan ke tetangga saya gitu. E ramuan untuk mempercepat bobot ayam bahasanya kayak disebut broad promotor ya. Bahan-bahannya sederhana sih sebenarnya seperti gula merah, ada terasi, ada beberapa E4 seperti kita gunakanlah kita jadikan satu dan ada berapa unsur-unsur hara makro mikro kita jadikan satu difermentasi kurang lebih selama 1 minggu kita pakai diberikan ke ayam pertama ayam saya kok berhasil saya berikan ke tetangga-tangga ada yang mau ada yang enggak mau. Saya juga bukan profesor dokter yang ahli di bidangnya. orang yang takut diracunlah ayam sayangan gitu. Nah, tapi ada salah satu orang yang benar-benar berjasa beliau itu yang punya pondok daerah Jambewangi di depat MTs Jambewangi itu mau pakai ini. Saya enggak jual ya kasih aja. Karena saya tuh senang lihat hasil ayam saya itu kok bagus. Saya pengin membagikan cerita saya dan membagian hasil saya dari hasil ini. Beliau pakai ternak lebih lebih lama beliau dari daripada saya. Beliau sudah 15 tahun atau 20 tahun ya pakai itu. Coba iseng-iseng ya. Kok berhasil ceritanya gitu. Berhasil datang ke sini bobot ayam katanya naik naik besar untungnya ya. Alhamdulillah lah. Saya dikasih tip besar Mas. Tipnya satu amplop itu tebal waktu dulu ya. Saya enggak hitung pokoknya itu besar sekali. Besar buat saya tapi enggak saya enggak mau nerima. Terusang sayaak nerima karena beliau punya pondok punya buat ngajian anak-anak saya beliaunya tapi penginnya tolong berikan kesempatan saya Mas untuk berbagi rezeki ya. Kalau orang sudah seperti itu kan saya kan gak enak nolak rezeki. Saya terima, saya terima Bu. Tapi tolong berikan ke adik-adik belikan mungkin iqra atau apa itu. Saya memang enggak mau karena niat saya awal juga begitu. Saya itu juga pengin nolong. Tapi beliaunya juga feedback-nya ke saya. saya habis itu saya berikan ke beliau itu orangnya ya bingung saya kan yang pentingnya sudah nerima jadi kan ee hak saya yang saya kasihkan kali kan itu kan gitu dari situ enggak tahu ya mungkin mulai dikenal banyak orang Mediun, orang Riau, orang Kalimantan, Sumatera tuh nelepon saya, "Mas, ini ragilnya harga berapa?" Ya, saya enggak jual. Kasih saya kirimkan kasih-kasih. ternyata ada kegagalan meletus di jalan waktu pengiriman saya dimarahin pengiriman gitu ya karena kan ramuannya kan bakterinya aktif dari situ saya mulai berpikir sampai produknya itu bisa diterima dan waktu itu karena saya kasihkan orang-orang enggak mau mintanya dihargai harganya sekitar Rp35.000 untuk 1000 ekor. Orang-orang enggak keberatan dan mungkin terhitung murah ya untuk 1000 ekor dengan biaya Rp35.000. dan alhamdulillah bisa membantu berhasil sampai sekarang. Tapi sekarang ini saya sudah memutuskan untuk undur diri dari buat produk-produk. Karena saya belum berpengalaman di bidang tersebut, masih e pikirannya karena ada kerjaan lain dan memang sempat kemarin tuh ada salah satu apa ya produk saya kan masih UMKM buat tantangan ya tersandunglah sidik-sidikit masalah kayak BP POM dan sebagainya diperingatin dan sebagainya kalau ini diteruskan nanti akan bermasalah dan ya akhirnya saya stop sampai sekarang stop nama Ragil itu saya jadikan Kan ini markas Ragil. Jadi sudah mengantarkan saya Ragil ini sampai sejauh ini sudah sangat senang, sudah sangat bangga sekali dengan pencapaian diri saya ya. Dan terima kasih buat teman-teman saya yang sudah memakai produk tersebut bisa sampai wah ke mana-mana Mas. Luar biasa. Saya ke mana pun ada produknya. Omset terakhir di Shopee itu hampir menyentuh 1 M dari awal sampai enggak salah 2000 23 2023 bulan 10 berhenti regulasi. Saya takut saya awam hukum Mas ya nanti ada apa-apa di belakang kan gitu. Itu juga menjadi modal saya untuk menjadi ya kontraktor kandang sekarang ini juga diterima ya rezeki mungkin sudah ditata ya habis ini kamu berhenti dari rakil ininya jadi ramai diganti yang lain begitu [Tepuk tangan] fokusnya di jasa pembangunan kandang upgrade kandang penyedia peralatan dan eduk edukasi yang utama, Mas. Kita enggak e ya 100% jualan gak. Jadi di sini tuh kegiatannya ya karena saya juga ngonten ya konten di konten saya ee di Jonam CC. Jadi orang ngontak saya lewat TikTok, lewat Facebook atau lewat apa itu pengin belajar ternak di sini dari Kalimantan, dari Sumatera, dari NTT semua saya sediakan ini kamar-kamar untuk istirahat. Berapa pun hari di sini saya terima. Mau dijemput di bendahara saya jemput. Mau dijemput di stasiun naik kereta saya jemput, di terminal saya jemput. Semua biaya itu gratis saya berikan. Tidak ada gratis. Gratis. Syukur-syukur alhamdulillah kalau kita dapat aset. Asetnya kan yang menonton follower saya, subscriber saya. Senang sekali kalau saya didatangin, Mas. Dari jauh-jauh saudara kita dari jauh belum tentu saya bisa datang ke sana. Jadi ini juga artinya ini penghargaan beliau-beliau mau datang ke sini kan itu mahal ya menurut saya tuh. ini mahal sekali dan saya bisa berbincang-bincang dengan tamu-tamu di sini itu saya sebenarnya juga belajar sama beliau karena saya sendiri itu merasa masih kurang ya masih bodoh lah menurut saya. Dari situ saya dapat ilmu nih dari peternak yang datang ke sini dari NTT, dari Sumatera, dari Kalimantan, dari belahan ee Nusantara itu kan kulturnya beda, cara ternaknya beda, enggak bisa disamakan. Kalimantan panas, Blitar dingin, NTT dekat pantai gimana, Sumatera gimana. Itu kan beda. Kalau kita menyamakan manajemen basis manajemen satu ini dibawa ke sana kayaknya agak kurang bisa terterima. Harus beradaptasi dulu nanti kan berantakan. Dari situ saya jadi bisa mengembangkan untuk projject upgrade kandang, terus bangun kandang, terus penyedia peralatan sebut. Jadi kalau misal di Blitar nih ngomongin ini kita pakai lima blower karena sini dingin ya. di sana enggak bisa minimal atau en atau 7uh dipakai enggak dipakai buat backup ketika nanti misalkan pada waktu cuaca panas kan di sana lebih dari 40 derajat terus panen molor kalau sampai molor panas enggak ada blower ini kan nanti akan membahayakan ternaknya kekurangan suh suhunya enggak stabil kekurangan oksigen dan kecepatan angin nanti mengakibatkan pertumbuhan ayam tidak bisa normal begitu dan mengakhirkan peternak itu bisa gagal dan panen terbesar ee saat ini ya. Saat itu saya ada kerjaan itu populasi di kurang lebih di sekitar Rp300.000 300 itu ribu ekor di daerah Jawa Barat itu peternak mandiri kuat sekali ya finansialnya kuat karena beliau itu dari dulu sudah mandiri enggak salah sebelum corona itu mandirinya beliau itu 1 juta ekor kena corona, kena hantaman corona habis masisnis-bisnis memang lagi drop-dropnya waktu corona ya ini mulai bangkit pakailah jasa kita itu terbesar ya saat ini kontraktor di 2022 habis corona. Habis corona kan cuman ngenalin dulunya rakitan toh, Mas. Rakitan saya pasang-pasang ke beberapa orang kan karena kalau rakitan kalau pakai plastik itu kan biayanya rendah. Habis corona uang dari mana sih kalau kita mau upgrade ya kan mau kur misalkan utang bank kan juga jaminannya belum bisa selonggar sekarang. idenya itu dari kita pakai rakitan sederhana itu diterima sudah mulai banyak Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Blitar ini banyak yang pakai jasa kita ya. Kemudian karena rakitan ini buatnya itu lama, 1 bulan cuman berapa kita mulai kesusahan. Akhirnya datang salah satu investor dari Cina nawarin ke saya untuk menyediakan blower tersebut sekelas pabrikan dan dengan harga yang bisa kompetitif. Jadi peternak itu bisa beli alat dengan kualitas pabrikan tapi harganya tidak mahal karena konten. Sekali lagi sudah ngonten saya di TikTok waktu itu. TikTok-nya lagi FYPF FVP-nya booming duman kan gitu. Mungkin bukan saya saja yang ngonten di TikTok ya. Saya kan TikTok itu kan juga hiburan. Hiburan untuk masyarakat setelah corona. Mau yang dilihat apa sih? Saya kan lihat-lihat di TikToknya cuman gitu aja. Juket-joget kayak K yang menarik masukin peternakan. Ee mulai banyak yang lihat konten saya kan pembengar di situ mulai ngontak kontak saya. Di situlah saya dapat konsumen sampai sekarang. Saya jarang ngitung sih, Mas. Jarang ngitung ya. Yang jelis kalau 1 ember, 2 ember itu mungkin lebih I karena kan sudah pajak rutin. Pajek enggak mungkin datang ke sini kalau cuman satu ember kan gitu ya. Alhamdulillah dengan adanya pajak masuk sini juga mengedukasi saya, memberi semangat saya untuk jauh lebih berkembang. Langsung datang sini kayak apa ya, Mas? Sosialisasi. Jadi, Nak saya kan juga awam namanya usaha seperti ini kan bukan usaha yang umum kan. Saya jelaskan memang saya full jasa awalnya itu besar ya akhirnya saya jelaskan di jasa dia ngerti. Jadi alhamdulillah dapat support juga ya. Mudah-mudahan nanti bisa diperkenalkan untuk lebih ranah yang lebih profesional mungkin bisa kerja sama dengan dinas terkait untuk dinas peternakan, pertanian Blitar mungkin ya. Harapan saya gitu. Mudah-mudahan menurut saya enak dua-duanya Mas. Saya jadi kontraktor ini ya kangen Mas sama ternak Mas. Kangen banget. Tapi saya menyadari bahwa sekarang tuh saya itu lagi dibutuhkan banyak orang untuk menangani kandang-kandangnya yang mau dijadikan kandang ramah lingkungan atau losos. Jadi saya misalkan mau bangun kandang itu masih mikir-mikir. Namanya ternak itu dari hati ke hati toh masih ada bahasa tertentah aja ternak mungkin kayak gimana masuk kandang gitu. Kandang itu harus happy, harus senang, harus membawa energi positif lah ke kandang. itu yang namanya kontraktor kan kadang ada hambatan di luar-luar itu yang menghambatkan saya itu untuk nanti duluah kan gitu karena saya di sini juga belum tuntas tapi suatu saat saya akan ingin ternak dan membawa konsep baru lebih ramah lingkungan ragil itu ojo didak ya saya konsep saya dulu itu badannya kecil Mas cuman bobot 49 atau 50 kil saya coba nge-gym ya saya mengkonsumsi yang namanya asam amino dan sebagainya sebagai suplemen tambahan ya. Bobot mulai naik mulai 65 sampai 70 75 ya mulai kekarlah gitu lah. Dari situ ceritanya saya di situ kan ada lihat unsur-unsur asam amino, unsur kalsium multivitamin ada situ saya pakai untuk ragil. Jadi kan nyambung nutrisinya loh, Mas. nutrisnya dalam itunya saya kan semua unsur kehidupan kayak kita manusia, tumbuhan, hewan itu butuh asam amino kan, butuh kalsium, magnesium semua ada. kualitas air bagaimana saya mempelajari itu lah di situ kayak saya ee menerapkan di ragil itu kan ada unsur kalsium, magnesium, terus unsur hara yang lainnya, asam aminol lisin, metionin, trionin, sejenisnya itu protein. Kita butuh untuk membesarkan massa otot. Ayam kan juga butuh membesarkan massa otot. Ya, diambillah dikit-dikit belajar-belajar. Walau cuman otodidak, yang penting kita berani mencoba ya. itu alhamdulillah kok namanya kok bisa diterima dan kalau cuman saya aja Mas ya mungkin enggak akan bisa sebesar ini ya. itu sekali lagi campur tangan konsep kandang yaitu tadi saya belajar di akun luar negeri ya ya sudah duluan saya belajar-belajar tapi saya rumuskan kayak di otak saya ya saya tulis saya juga ikut nukang sekalian walau enggak sekelas nukang profesional mungkin hanya bantu-bantu potong kayu paku-pakuan gitu terus pasang-pasang terpal ya cuman cuman begitu-itu aja tapi konsep itu ada karena kita tahu lapangan toh kalau kita enggak terjun lapangan mana tahu kita hanya apa Ya, bengong di rumah, inspirasi enggak dapat. Karena saya sering di lapangan walau sampai sekarang ya. Saya kan sering ke Kalimantan, sering ke luar kota. E itu yang setiap hari itu konsep di ide saya itu enggak pernah mati karena tahu lapangan. Kalau cuma di rumah kayaknya enggak bisa berkembang sampai sekarang. Jadi perbedaan konsep closusos asli dengan yang saya berikan info namanya kloses sederhana itu memang kalau dikatakan jauh memang jauh sekali ya. Kalau closes asli memang konstruksinya baja bisa full cor pembiayaannya pasti jauh lebih besar lah. Yang saya tawarkan itu dengan konsep konstruksi kayu kombinasi mungkin bisa kombinasi dengan cor begitu. Jadi harganya lebih murah karena kebanyakan di daerah Blitar sendiri itu kandangnya kebanyakan kayu. Dan untuk jangka waktunya saya juga punya kandang dari 2012 sampai sekarang juga masih berdiri. Tapi di sini juga harus dihitung beban tonase. Kalau dulu kan kandang open bebannya cuma di atas dengan per meter kurang lebih 7 sampai 8 ekor per meter. Kalau sekarang kan sampai 8 16 ekor per meter. Jadi ada dua kali lipat beban tonase di situ. Walau kayu konstruksinya juga harus kuat. Nanti kalau konstruksinya disamakan kayak kandang open zaman dulu itu kuat tapi umurnya cepat. Perbandingannya ya mungkin 20.000 ekor itu kalau dihitung anggaran kurang lebih di ya kurang mungkin 2 M. Kalau close host asli ini hitungan kan beda kontraktor beda hitungan ya menurut saya kok ee kontraktor memang asli itu 2 M. Kalau di tempat kita dengan konsep closes sederhana konstruksi kayu cor Rp20.000 R000 mungkin di anggaran sekitar 700 mungkin besar-besarnya 800 ya itu dengan kosana ya ada kan beda-beda ada yang ada kayu ada yang vulcor ya kalau mungkin agak lebih bagus ya ini sekali lagi kan populasi sudah agak besar ya jangan terlalu murah-murah mungkin anggaran di 1-an begitu atau 1 m,2 itu sudah sangat bagus pertama ya pasti kan jantungnya nya kandang closes itu kan di blower. Kemudian untuk suhu pendingin itu seldeck ya. Untuk penyesuaian suhu misalnya butuh suhu panas itu ya pemanas. Terus panel sebagai kontrol untuk mengatur semua ini kan kita butuh namanya panel. Ada menggunakan terpal terus ada tempat minum, tempat pakan ya macamnya banyak. Kalau kita turuti semuanya sangat banyak sekali. Ee karena fasilitas tersebut kita mungkin pakai yang sesuai aja. Kalau kita nurutin kebutuhan semuanya ya kayaknya banyak sekali harus kita pakai. Kalau kita pakai yang konsep kita sederhana misal gini ya contohnya ini ada tempat minum di atasnya harus ada besi supaya lurus supaya enggak bengkok-bengkok ya. Karena biayanya sekali lagi ditekan besinya dihilangin dulu lah. Kalau dihilangin pasti itu kan menekan biaya. Kalau pakai besi itu harus pakai seling ke atas, harus pakai handw itu enggak cukup R1 juta. Itu berapa jalur dikalikan berapa lantai itu banyak. Nah, karena ini konsepnya sederhana itu bisa ditekan di hal-hal seperti itu. Tapi fungsinya kan sama untuk tempat minum. Cuman saya berikan ke peternak ini kan namanya modalnya itu modal sederhana. Kalau ada rezeki suatu saat panen ke depan, belikan besi. Jadi tidak besar di awal nanti dilengkapin. Misal yang dibutuhkan peternak itu penginnya panel IoT, tapi uangnya sekarang masih bisa beli panel basic. Fungsinya secara fungsi juga sama-sama untuk mengontrol blower ya. Kalau pengin IoT sekarang enggak ada duit ya pakai basic dulu. Nanti kalau panen biar ayam yang belikan IoT-nya. itu kan menjelaskan ke konsumen itu lebih enak kan, lebih bisa diterima. Kandang yang saya konsep ini saya berjalan ya sampai saat ini mungkin belum ada 5 tahun Mas ya. Itu masih kuat, masih bagus ya. K saya ke peternak itu bilangnya ya sekitar 5 tahun awet-awetnya 10 tahun gitu kan. Kalau bisa ke peternak itu mungkin tahun ketiga sudah balik ke HP semuah modal semuanya. Nah, dengan konsep ini. Jadi kalau konsep sederhana itu misalkan modalnya cepat balik kan peternak kan jadi mikir. Namanya pengusaha butuh ada yang punya konsep nih modal sitik balik cepat hasile gede. Nah itu yo pasti senang. Lah ada juga yang peternak yang mikirnya yang penginnya awet ya pasti kan beda. Ini bukan segmen saya. Berarti nanti arahnya ke closesos beneran mungkin bisa diturunkan ke anak cucu atau pikirannya biar enggak bolak-balik menain maintenance dan sebagainya. Itu itu yang bagus memang closos yang beneran. Kalau saya kan saya minimkan untuk 5 tahun. Kenapa kok saya bilang 5 tahun? Biar ada namanya biaya maintenance biar perawatan terus. namanya dipakai kerja kan kalau kita mungkin sudah ngasih konsep sederhana bilangnya ini Pak 10 tahun orangnya oh 10 tahun gak akan rusak kan mikirnya orang kan menggampangkan kan gitu ya sebenarnya bisa sih di 10 tahun tapi kalau nanti ada di jalan kayak mencuekkan lah karena pikirannya itu sudah awet ya trouble trouble di situ kita memberikan ke konsumen itu ya 5 tahun sambil jalan misalkan tambel sulam atau apa itu kita bilang gitu ya, enggak mungkinlah kita maintenan baja samaan kayu kan enggak sama. Mainten kayu kan mungkin ada yang patah pasti kan logikanya ada yang patah itu kan cuman butuh kayu berapan gitu. Kalau maintenance kandang yang mungkin cor baja itu kan awet ya. Itu modal awal di besarnya. Kalau jangan-jangan sama mungkin emang enggak sama sih kayaknya ya beda beda konstruksi ya. Tapi secara hitungan gimana ya untuk jangka panjang mungkin bisa dikatakan benar karena kita sekali lagi ya ini terjun masih belum ada 5 tahun kalau kita bilang ini 10 tahun kita bohongkan ke sen. Kita aja usahakan masih sekian kan gitu begitu. Baik, untuk ternak pemula saya katakan awal itu peternak pengin merasakan untung, bisa dikerjakan sendiri dan masih gampang perawatannya. E saya memberikan hitungan ke konsumen adalah di 5.000 ekor. Karena 5.000 ekor itu bisa ditanganin satu orang. Dan 5.000 ekor katakanlah kalau di Blitar sini keuntungan ya per ekornya dapat 4 sampai R5.000 per ekornya. Kalau dikali 5.000 di atas R juta kan kita kerja di desa kerjaan apa yang menghasilkan R juta? Iya ini kan. Nah di situ dan kemitraan sendiri kalau misalkan kurang dari angka tersebut mungkin tidak akan masuk di daftar masuk kemitraan. Biasanya kan ada minimal mungkin sekarang ya kemitraan saya enggak menyamakan ya ee memang ada beberapa kemitraan tuh kalau closes minimal 5.000 gitu dan konsumsi listriknya juga akan berimbang begitu di 5.000 di pembiayaan di keuntungan sama operasional ini berimbang tidak terlalu berat kan di modal awal begitu Mas R5.000 1000 dengan luasan kurang lebih 6 * 30 dua lantai [Musik] kok 50% 10% aja udah keuntungan peternak mungkin ya sekitar segitu ya ee atau disebut depresi depresi di segitu banyak sekali 50% ini jelas kita rugi total ya ee mungkin depresinya di atas di 4% lah itu sudah keras mas sebenarnya kalau kita hitung-hitungan kerja sama dengan kemitraan itu mungkin 10% sih, Mas. 10% itu sudah nafas kita itu kayak di ujung tanduk ya kayaknya seperti itu gambarannya ya. ee tergantung tadi kita kalau ikut kemitraan peternakan ini kan kontrak sama mitra beda. Dia akan berpengaruh begini misalkan diambil dari depresinya terus jumlah populasinya cara menghitungnya ini banyak terus pakan dan sebagainya lah. Untuk sekarang gini itu tergantung mindset kita sebagai pengusaha ya. Semua itu punya keuntungan sendi-sendi ya. Kalau pengin untungnya agak kerasa mungkin jawabannya mandiri. Kita bebas menentukan kapan isi ayam, kapan kita mau panen. Kan gitu tidak terikat sama sekali. Tapi harus punya market, harus punya pasar, harus bisa jual ayamnya. Udah mandiri enggak ngerti jualnya kan nanti kan susah lah. Kalau kemitraan kan dia dikasih mudah kan. Kalau pakan dari sana, DOC dari sana, panen pun dari kemitraan. ee termasuk obat-obatan vitamin juga dari mereka. Ayam sakit misalkan sakit juga ada perhatian dari kemitraan. Nah, kalau mandiri misalkan juga ada ayam sakit ee peternaknya kurang paham untuk menanganinya tanya siapa kan gitu. Kalau ada kemitraan gampang lah. Di situ kan pasti ada perbedaan untuk penghasilan. Kalau ingin besar dengan resiko besar pula mandiri. Eah tanpa terkait dengan kemitraan. Kalau istilahnya kita cari aman, batas aman ya sudah terjadwal cikinnya berapa ekor, tanggalnya berapa, semua sudah dikasih kemitraan tinggal dipelihara yang baik dan benar. Ya, kalau enggak dipelihara baik dan benar nanti pada waktu panen tidak berhasil ya. Itu nanti akan ada nyamannya kan pasti kan bagi hasil di sini. kemitraan kan juga jual di, jual pakan, jual obat pasti kan dinaikkan ya kurang lebih mungkin hampir 50-50 lah untuk keuntungan dari peternak dan mitra itu kalau dibilang ancaman mungkin bisa juga tapi mungkin juga tidak. Di sisi lain kita di Blitar sendiri ya juga kerja sama dengan kemitraan Popan dalam bidang apa kan banyak peternaknya yang kecil-kecil. Nah, di situ juga banyak kita kerjakan lah. Misalkan pan mau ikut borong dan sebagainya. Itu kan tergantung konsumen. Kalau toh mereka borong terus kenal kita, kita juga sering diajak kerja sama karena mereka bukan pemborong kandang karena mereka kemitraan. Sebenarnya mereka itu juga butuh kita. Nah, kenapa kok kita di Blitar nih khususnya alhamdulillah. Alhamdulillah. Saya juga ternaknya Wpwan dulu mantan ternaknya Wokwan ya. Saya dapat lampu hijau. Jadi kayak kita ngerjakan ternaknya poppan juga ternaknya Ciomas juga itu malah ee saya senang ee enggak ada yang namanya oh e dihalang-halangin apa mungkin konsep saya itu bisa diterima oleh kemitraan dengan konsep sederhana dana sekian modal sekian ternaknya bisa ee produksi ayamnya karena kandang klosesnya sudah terjadi lah. Sedangkan kemitraan sendiri itu, Mas, untuk mewajibkan ternak upgrade lah kandang klosos itu juga enggak gampang. Nah, datanglah kita untuk menyadarkan ke-peternak itu untuk upgrade sekelas sederhana. Akhirnya ternak-terak itu sekarang alhamdulillah mungkin di Blitar ya 90% sudah pindah ke close host. Kalau bilang ancaman bisa jadi tadi ya. Kalau enggak ancaman sebenarnya kita kerja sama gitu juga. kerja sama tapi tidak mengikat. Jadi selama perjalanan saya untuk membangun channel Conam Sense di YouTube, di TikTok, di berbagai media sosial lainnya itu memang saya dapat support dari peternak dan di-support untuk membuat grup ee namanya grup peternak hebat nusantara tersebut. Dan akhirnya sekarang benar-benar digemari sampai sekarang ada merchandise berupa jaket, berupa kaos yang setiap hari itu bisa update. Kalau saya lagi tidak sibuk, saya akan mengeluarkan merchandes-merjes khusus yang ini supaya apa sih? Ketika ketemu saya, saya berikan. Ketemu saya di jalan, misalnya saya naik mobil ada tulisan 6 cc kirim alamat saya kasih. Jadi itulah bentuk. Terima kasih saya yang sudah menonton channel saya walau enggak banyak. Itulah ee bentuk support saya dan peternak hebat nusantara ini sudah tersebar di manaun di Kalimantan, di NTT, di Papua ada di Sumatera, Bali ya sampai di pulau-pulau kecil mungkin ada ya. Saya hubungannya yang ternak itu insyaallah untuk peternak ayam khususnya Brolyar ini kita terjaring sudah ee ribuan peternak. Saya juga terima kasih sampai saat ini peternak Ibat Nusantara bisa diterima dan menjadi nama yang besar karena berkat teman-teman Peternak Hebat Nusantara yang senantiasa selalu mengikuti perjalanan Conam Sense dari hari ke hari, tahun ke tahun. Menurut saya itu memang menjadi peternak itu enggak gampang. Apa-apa itu jangan dianggap instan ya. kita melihat sesuatu lihat dari kontennya Cona atau konten yang lain itu misalkan bangun kandang sekian dengan sekian itu sudah mikirnya ausat sudah pajero pajero rubikon rubikon kan gitu itu banyak sekali mungkin ini sedikit timbulan ya supaya pikirannya tidak terlalu instan akhirnya ya menjadikan kita itu terlalu nyaman di zona ini menggampangkan sesuatu padahal ini juga enggak gampang jadi harus benar-benar ditekun dipelajari dari step by step karena setiap periode, setiap musim itu beda. Setiap tahun pun ada perubahan. Dulu ternak itu mungkin bisa dikatakan gampang. Sekarang kenapa harus closes? Karena jika cuaca begini sudah gling dan sebagainya, penyebaran virus bakteri itu sangat cepat. Makanya dibutuhkan glos. Belum tahun depan nanti kita kan gak tahu. Pada hari itu ee selalulah belajar. Enggak ada peternak yang benar-benar pintar di sini. Enggak ada satu yang benar-benar mewakili. Saya itu paling jago di sini. Kita itu belajar semuanya. Ayo terus membuat inovasi yang baru di bidang peternakan ini. Karena kita tidak bisa melawan yang namanya perkembangan zaman. Kita harus mengikuti arahnya zaman bagaimana. Negatif kita hilangkan, positif kita majukan. Begitu, Mas. Saya Conam Sense dari Dusun Sumberjo Jambewangi RT 1 RW9 Kecamatan Selopuro, Blitar, Jawa Timur. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.